-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kepsek dan Siswa yang Ditampar Ketahuan Merokok Akhirnya Berdamai, Laporan Polisi Dicabut

By On Jumat, Oktober 17, 2025

Pihak orang tua siswa resmi mencabut laporan atas dugaan penamparan yang dilakukan oleh kepsek SMAN 1 Cimarga terhadap siswa. 

SERANG, KabarViral79.Com Permasalahan Kepala SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, Dini Fitri, yang diduga menampar siswa usai merokok di lingkungan sekolah berkhir damai. Orang tua siswa pun mencabut laporan polisi terhadap Dini.

Diketahui, insiden penamparan ini bermula ketika siswa bernama Indra ketahuan merokok oleh Dini di belakang sekolah. Dini pun menegur tapi Indra berbohong jika dirinya merokok.

“Jadi awalnya siswa itu merokok di belakang sekolah, ketahuan oleh kepala sekolah. Kepala Sekolah kemudian menegur dan mengingatkan,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Banten, Lukman kepada wartawan, Selasa, 14 Oktober 2025.

Lukman menyebut, Dini menegur Indra dengan kata-kata yang dianggap kasar. Teguran lisan yang keras itu juga disertai kontak fisik.

Kejadian itu memicu 630 siswa SMAN 1 Cimarga melakukan aksi mogok sekolah sebagai bentuk protes siswa terhadap pihak sekolah.

Status Dini sebegai Kepala Sekolah (Kepsek) pun sempat dinonaktifkan. Tak terima anaknya ditampar, orang tua Indra juga melaporkan Dini ke polisi.

Guna mencegah polemik meluas, Gubernur Banten, Andra Soni turun tangan menangani kejadian tersebut.

Ia mempertemukan Kepsek Dini Fitri dengan Indra di ruang kerjanya di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Rabu, 15 Oktober 2025. Pertemuan itu juga turut dihadiri wali kelas Indra.

Dalam pertemuan itu, Indra dan Dini Fitria saling menyampaikan maaf mengenai kejadian tersebut.

“Saya minta maaf atas kesalahan saya,” ujar Indra.

“Ibu maafkan, dan ibu juga minta maaf atas kata-kata ibu. Semoga di hati Indra bisa ikhlas,” balas Dini.

Dini juga mengingatkan Indra agar meneladani pesan Gubernur Andra Soni.

Dia juga mendoakan muridnya itu menjadi pribadi yang sukses.

“Pak Gubernur telah memberikan pengajaran tentang keikhlasan. Semoga Indra bisa legowo dan sukses,” ujar Dini.

Berakhir Damai

Kepala SMAN 1 Cimarga, dan ibu dari Indra, Tri Indah Alesti, melakukan mediasi. Dalam mediasi tersebut, keduanya sepakat untuk berdamai.

Mediasi digelar di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, pada Kamis, 16 Oktober 2025. Kegiatan itu dihadiri oleh Sekda Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan.

Pengacara murid, Resti Komalawati membacakan surat perjanjian damai.

Isi perjanjian damai menyebut keduanya saling memaafkan.

“Kami, kedua belah pihak, sepakat berdamai secara kekeluargaan tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun,” ucap Resti.

Berikut isi perjanjian itu:

Pihak pertama mengakui kesalahannya telah melakukan dugaan kekerasan terhadap anak.

Poin kedua, pihak pertama menyadari tindakannya tidak dibenarkan di mata hukum dan tidak akan mengulangi di kemudian hari.

Pihak kedua, selaku orang tua, menyadari bahwa tindakan yang dilakukan oleh anak Indra tidak dibenarkan dan melanggar tata tertib sekolah.

Pihak kedua juga meminta maaf kepada pihak pertama dan berjanji tidak akan mengulangi lagi serta akan mendidik anak lebih baik ke depannya.

Pihak pertama dan pihak kedua, tanpa adanya paksaan apa pun, sepakat untuk berdamai dan menyelesaikan masalah ini secara musyawarah.

Keduanya menandatangani kesepakatan damai. Setelah itu, sambil bersalaman, keduanya menunjukkan surat kesepakatan tersebut.

Laporan Polisi Dicabut

Perwakilan dari orang tua siswa yang diduga ditampar oleh kepala SMAN 1 Cimarga mendatangi Polres Lebak. Kedatangan itu bertujuan mencabut laporan kepolisian.

“Hari ini kami menerima kunjungan dari Pak Sekda, Pak Dewan dan pengacara dari pihak pelapor, kepala sekolah dan kami informasikan bahwa sudah ada perjanjian antara kedua pihak dan dari pihak pengacara Bu Resti juga sudah melakukan surat permohonan laporan terhadap laporan yang telah dilaporkan kemarin,” kata Kapolres Lebak, AKBP Herfio Zaki kepada wartawan di Mapolres Lebak, Kamis, 16 Oktober 2025.

Zaki mengatakan, langkah pencabutan laporan itu berdasarkan hasil dari mediasi yang berujung pada perdamaian antara kepala sekolah dan wali murid.

Ia menyebut pihak kepolisian akan segera memproses permintaan yang telah diajukan.

“Alhamdulillah sudah ada perdamaian antara kedua pihak, nanti kita proses dengan cepat dan mudah-mudahan perdamaian ini dapat selesai dengan restorative justice,” ujarnya. (*/red)



Video: Viral Kepsek di Banten Tampar Siswa yang Ketahuan Merokok, Berakhir Saling Memaafkan

By On Kamis, Oktober 16, 2025


SERANG, KabarViral79.Com Viral di media sosial Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) di Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, menampar muridnya yang ketahuan merokok di lingkungan sekolah.

Aksi Kepala Sekolah ini memicu para siswa lainnya mogok sekolah.

Kejadian itu pun berbuntut panjang hingga Kepsek pun dinonaktifkan.

Orang tua dari siswa yang ketahuan merokok di lingkungan sekolah tak terima anaknya ditampar Kepsek.

Pihak orang tua siswa itu mengambil langkah hukum dengan membuat laporan ke polisi.

Gubernur Banten, Andra Soni pun kembali mengaktifkan Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria usai dinonaktifkan.

Andra Soni juga telah mempertemukan Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, dengan murid yang ketahuan merokok bernama Indra.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya saling menyampaikan permintaan maaf dan bersepakat memaafkan satu sama lain.

Andra Soni memfasilitasi pertemuan itu di ruang kerjanya di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, pada Rabu, 15 Oktober 2025. Pertemuan tersebut juga turut dihadiri wali kelas Indra.

Andra Soni mengatakan, bahwa sebenarnya masalah antara Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, Dini Fitria dengan siswa bernama Indra yang terjadi pada Jumat, 10 Oktober 2025 itu sudah selesai.

Namun, ada hal yang membuat gaduh di sekolah.

Andra mengatakan, seorang Kepala Sekolah sudah sewajarnya menegur murid yang melakukan kesalahan.

Namun, kata dia, ada kekerasan yang dilakukan dalam menegur siswa tersebut.

Hal itu dikatakan Andra Soni usai mempertemukan Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, dengan murid yang ketahuan merokok bernama Indra.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya saling menyampaikan permintaan maaf dan bersepakat memaafkan satu sama lain. (*/red)

Video: Kepsek dan Murid Ketahuan Merokok Saling Memaafkan, Ini Pesan Gubernur Banten

By On Kamis, Oktober 16, 2025


SERANG, KabarViral79.Com Gubernur Banten, Andra Soni mempertemukan Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, dengan murid yang ketahuan merokok bernama Indra.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya saling menyampaikan permintaan maaf dan bersepakat memaafkan satu sama lain.

Andra Soni memfasilitasi pertemuan itu di ruang kerjanya di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Rabu, 15 Oktober 2025. Pertemuan tersebut juga turut dihadiri wali kelas Indra.

Andra Soni mengatakan, bahwa sebenarnya masalah antara Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, Dini Fitria dengan siswa bernama Indra yang terjadi pada Jumat, 10 Oktober 2025 itu sudah selesai.

Namun, ada hal yang membuat gaduh di sekolah.

Andra mengatakan, seorang Kepala Sekolah sudah sewajarnya menegur murid yang melakukankesalahan.

Namun, kata dia, ada kekerasan yang dilakukan dalam menegur siswa tersebut.

Hal itu dikatakan Andra Soni usai mempertemukan Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, dengan murid yang ketahuan merokok bernama Indra.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya saling menyampaikan permintaan maaf dan bersepakat memaafkan satu sama lain. (*/red)

Video: Wagub Banten Sebut Kepsek SMAN 1 Cimarga yang Tampar Siswa Dinonaktifkan

By On Kamis, Oktober 16, 2025


SERANG, KabarViral79.Com Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Dimyati Natakusuma mengatakan, Kepala SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, DP yang diduga menampar siswa ketahuan merokok di sekolah telah dinonaktifkan.

Menurutnya, DP tidak mampu membuat lingkungan sekolah kondusif.

Dia menekankan bahwa Kepala Sekolah memegang peran penting sebagai pemimpin lingkungan pendidikan.

Ketika terjadi kegaduhan atau kekerasan, Kepala Sekolah harus bertanggung jawab. (*/red)

Soal Kasus Kepsek SMA Cimarga Tampar Siswa, Ini Kata Gubernur Andra Soni

By On Rabu, Oktober 15, 2025

Gubernur Banten, Andra Soni

SERANG, KabarViral79.Com Soal kasus Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Atas (SMA) di Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, yang menampar siswa karena merokok di lingkungan sekolah, Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, proses penonaktifan Kepsek tersebut sedang dilakukan.

“Itu sedang kita proses untuk dinonaktifkan,” kata Andra kepada wartawan, Selasa, 14 Oktober 2025.

Menurutnya, proses penonaktifan berlangsung di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten.

“Lebih jelasnya coba nanti ke Pak Sekda atau Dindik,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kadis Pendidikan Banten, Lukman mengatakan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) masih melakukan pemeriksaan awal terhadap pelaku.

Menurutnya, BKD nanti yang akan menentukan sanksi bagi Kepsek yang menampar murid itu.

“Kita masih menunggu hasil dari BKD. Tugas kita hanya melakukan BAP awal, lalu hasilnya diserahkan ke BKD. Nanti BKD yang menentukan apakah dikembalikan sebagai guru, tetap menjabat sebagai kepala sekolah, atau ada tindakan lain,” ujarnya.

Lukman mengatakan, peristiwa itu bermula saat Kepsek memergoki siswanya merokok di belakang sekolah. Kepsek kemudian menegur dan mengingatkan siswa.

“Tapi, sambil mengingatkan itu, mungkin bahasanya agak keras ya, mungkin bahasa orang sana, jadi agak beda. Itu hal yang biasa mungkin ya, kita juga belum tahu pasti,” tuturnya.

“Tapi menurut pengakuan Kepsek, memang sempat ngeplak (menepuk kepala siswa). Saya tidak tahu apakah keras atau tidak, tapi pengakuannya memang begitu,” imbuhnya.

Lukman juga akan meminta klarifikasi kepada siswa dan Kepsek. Dia menyebut, kasus itu juga menimbulkan pro kontra di kalangan internal sekolah.

“Nanti semuanya akan kita klarifikasi dari Kepsek, Guru,Ssiswa, hingga Komite. Karena memang dari laporan yang masuk, Guru di sekolah itu juga terbelah. Ada yang senang, ada yang tidak senang dengan Kepsek,” ujarnya. (*/red)

Video: Trans7 Sampaikan Permohonan Maaf kepada Ponpes Lirboyo

By On Selasa, Oktober 14, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com Trans7 menyampaikan permohonan maaf terkait tayangan berisi Pondok Pesantren (Ponpes) dan Kiyai Lirboyo di program expose uncensored yang tayang pada Senin, 13 Oktober 2025.

Permintaan maaf itu disampaikan Direktur Produksi Trans Tujuh, Andi Chairil, Selasa, 14 Oktober 2025.

Diketahui sebelumnya, kecaman datang dari banyak kalangan.

Tayangan itu dinilai telah melecehkan Ponpes Lirboyo, dan menyinggung Kiyai Haji Anwar Manshur, salah satu kiyai di pondok tersebut.

Menurut Andi, pihaknya mengakui kelalaian walaupun itu materi atau konten dari production house, tetapi Trans Tujuh tidak lepas dari tanggung jawab untuk itu. (*/red)

Video: Alumni dan Santri Lirboyo Geruduk Kantor Trans7, Layangkan Sejumlah Tuntutan

By On Selasa, Oktober 14, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com Puluhan Alumni dan Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri, Jawa Timur (Jatim), menggeruduk Kantor Trans Tujuh, di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Oktober 2025.

Aksi yang dilakukan Alumni dan Santri yang tergabung dalam Himpunan Alumni dan Santri Lirboyo (Himasal) wilayah Jabotabek itu mengecam tayangan program XPOSE di Trans7 yang diduga melecehkan martabat pesantren, Kiyai, dan Santri.

Tayangan yang menampilkan gambar KH Anwar Mansyur, salah satu Kiyai sepuh karismatik dari Lirboyo, dalam konteks yang dinilai tidak relevan dan merendahkan.

Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah perwakilan Alumni dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang mewakili jamaah Lirboyo se-Jabodetabek, disampaikan sejumlah tuntutan utama kepada pihak Trans7. (*/red)