-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Sungai Cimadur Meluap Akibat Hujan Deras, BPBD Lebak Imbau Warga Mengungsi Sementara

By On Minggu, Mei 24, 2026

Rumah warga di Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, yang terendam banjir akibat luapan Sungai Cimadur setelah diguyur hujan deras. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak sore hari menyebabkan Sungai Cimadur meluap pada Minggu, 24 Mei 2026. 

Akibatnya, permukiman warga di beberapa titik di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, mulai terendam banjir. 

Berdasarkan rekaman video yang beredar di grup WhatsApp, luapan air dilaporkan telah merendam sejumlah rumah warga di Kampung Bayah Satu, RT 05 RW 05, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah. 

"Lokasi banjir di Kampung Bayah 1, RT 05 RW 05, Desa Bayah Barat. Air sungai meluap dan masuk ke rumah warga," ujar seorang warga dalam rekaman video tersebut. 

Kondisi serupa dilaporkan oleh Deni, warga Kampung Sukajaya, Desa Bayah Timur. Ia menyebutkan bahwa debit Sungai Cimadur terus meningkat drastis hingga hampir melewati tanggul bronjong penahan air. 

"Kami mengimbau agar seluruh warga tetap selalu waspada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi sampai saat ini hujan masih terus mengguyur dengan deras," kata Deni.

Menanggapi situasi darurat ini, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, H. Sukanta langsung mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat demi keselamatan bersama. 

"Karena hujan masih belum berhenti, demi keselamatan jiwa dan keluarga, masyarakat diimbau untuk sementara waktu tidak menempati rumah tinggal yang rentan terdampak musibah bencana," ujar H. Sukanta kepada awak media ini melalui pesan WhastApp. 

Ia juga meminta kerja sama dari para camat di wilayah terdampak untuk mempercepat penyebaran informasi evakuasi ini. 

"Saya meminta bantuan kepada Bapak dan Ibu Camat agar mengedukasi dan menyampaikan imbauan ini secara langsung kepada masyarakat," tambahnya. 

Berdasarkan pantauan di lapangan hingga pukul 22.00 WIB, wilayah Kecamatan Bayah dan sekitarnya masih terus diguyur hujan lebat. 

Sementara itu, debit air Sungai Cimadur dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda surut. (Cup/Uday) 

Warga Panyabrangan Digegerkan Penemuan Mayat Pria di Sungai Dekat Bendungan Pamarayan

By On Kamis, Mei 21, 2026

Pamapta Polres Serang membantu tim gabungan Basarnas melakukan evakuasi penemuan mayat. 

SERANG, KabarViral79.Com - Warga Desa panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang mengambang di aliran Sungai Ciujung dekat Bendungan Pamarayan, pada Rabu petang, 20 Mei 2026. 

Kapolsek Cikeusal, Iptu Hairus Saleh membenarkan kejadian tersebut. 

Menurutnya, penemuan mayat pertama kali diketahui oleh seorang warga, yang sedang mencari ikan sekitar pukul 17.30 WIB. 

"Benar ada penemuan mayat di sungai Ciujung, Bendungan Pamarayan baru. Pertama kali diketahui oleh seorang warga yang sedang mencari ikan. Setelah menerima laporan, personel Polsek Cikeusal langsung mendatangi TKP, dan langsung berkoordinasi dengan Tim Basarnas" ujar Kapolsek. 

Bersama Tim Inafis Polres Serang dan Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Pamapta Polres Serang, Ipda Fajar Agung mendatangi lokasi kejadian untuk membantu melakukan evakuasi. 

Ipda Fajar Agung mengatakan, kegiatan Pamapta Polres Serang guna membantu tim gabungan Basarnas dalam penanganan evakuasi mayat yang ditemukan di tengah sungai. 

"Berdasarkan pantauan di lapangan, korban ditemukan dalam posisi mengambang mengenakan pakaian, tubuh korban telah mengalami pembengkakan karena diperkirakan sudah berada di dalam air selama kurang lebih dua hari," tuturnya. 

"Pamapta Polres Serang ke lokasi kejadian guna membantu evakuasi bersama tim gabungan Basarnas, Kepolisian dan Koramil setempat," imbuhnya. 

Guna penyelidikan lebih lanjut, jenazah tanpa identitas dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Serang untuk dilakukan otopsi. (*/red)

Jembatan Lapuk di Lebak Makan Korban, Satu Keluarga Nyaris Jatuh ke Sungai

By On Rabu, Mei 20, 2026

Jembatan lapuk di Lebak makan korban. 

LEBAK, KabarViral79.Com Satu keluarga mengalami kecelakaan akibat infrastruktur rusak di jembatan penghubung antara Desa Mekarsari (Kecamatan Cihara) dan Desa Cimandiri (Kecamatan Panggarangan), Kabupaten Lebak, Banten.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 19 Mei 2026, sekira pukul 11.47 WIB.

Korban merupakan seorang ibu rumah tangga asal Kampung Cimanggu, Desa Karangkamulyan. Saat kejadian, ia tengah membonceng ketiga anaknya menggunakan sepeda motor

“Anak korban yang paling kecil mengalami luka sobek pada bagian dahi. Kondisi jembatan penghubung antar-kecamatan ini memang sudah lama rusak parah, lapuk, dan hampir ambruk,” ungkap seorang warga setempat saat dihubungi, Selasa, 19 Mei 2026.

Warga mengatakan, hingga saat ini belum ada upaya perbaikan permanen dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi. Padahal, jalur ekstrem tersebut terpaksa tetap dilalui masyarakat karena menjadi akses utama untuk mobilitas ekonomi dan sosial antar-kecamatan.

Insiden ini memicu gelombang desakan dari masyarakat sekitar agar pemerintah segera peka terhadap pembangunan infrastruktur di daerah tersebut. Kondisi jembatan yang dibiarkan terbengkalai dinilai sangat membahayakan keselamatan publik.

Warga khawatir kecelakaan serupa akan terus berulang dan berpotensi menelan korban jiwa jika perbaikan tidak segera dilakukan. (Cup)

Warga Kragilan Kembali Resah Usai Percobaan Pembobolan Rumah Terjadi Jelang Subuh

By On Sabtu, Mei 16, 2026

Aksi percobaan pencurian kembali terjadi di Perumahan Puri Pratama Cisait RW 05, Desa Cisait, Kecamatan Kragilan. 

SERANG, KabarViral79.ComAksi percobaan pencurian kembali terjadi di Perumahan Puri Pratama Cisait RW 05, Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Jumat, 15 Mei, 2026, sekitar pukul 04.50 WIB.

Peristiwa tersebut membuat warga kembali resah lantaran kasus serupa disebut bukan kali pertama terjadi di lingkungan perumahan tersebut. 

Seorang warga RT 05/RW 05 Blok A1B nyaris menjadi korban setelah terduga pelaku mencoba membobol gerbang rumah saat situasi lingkungan masih sepi menjelang waktu Subuh. 

Korban menuturkan, kejadian pertama kali diketahui istrinya yang mendengar suara mencurigakan dari arah pagar rumah. 

“Awalnya terdengar bunyi klotrek-klotrek dari gerbang. Padahal posisi gerbang sudah digembok dan dikunci,” ujarnya. 

Merasa curiga, korban kemudian mengintip dari jendela rumah. Saat itu terlihat tangan seseorang masuk melalui sela-sela pagar dan mencoba membuka gembok gerbang rumah. 

“Setelah ketahuan, pelaku langsung melarikan diri,” katanya. 

Warga menduga pelaku berjumlah dua orang dan menggunakan satu unit sepeda motor. Setelah diperiksa, kondisi gembok rumah diketahui sudah mengalami kerusakan akibat percobaan pembobolan tersebut. 

Rekaman CCTV lingkungan juga memperlihatkan satu sepeda motor melintas di kawasan perumahan sekitar pukul 04.32 WIB saat suasana masih gelap dan lengang. 

Kejadian itu kembali memicu keluhan warga terkait sistem keamanan lingkungan RW 05. Sejumlah warga meminta patroli keamanan diperketat agar aksi serupa tidak terus berulang. 

“Warga berharap ada langkah nyata untuk meningkatkan keamanan lingkungan supaya masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujar salah seorang warga. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengurus lingkungan terkait evaluasi sistem keamanan di wilayah RW 05 Perumahan Puri Pratama Cisait. (*/red)

Gegara Pinjol, Satpam di Surabaya Tewas Ditusuk Rekan Kerja

By On Rabu, Mei 13, 2026

Foto ilustrasi. 

SURABAYA, KabarViral79.Com - Seorang satpam perumahan di kawasan Jalan Sukomanunggal Jaya, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), berinisial DM (48) tewas ditusuk, diduga dipicu persoalan pinjaman online (Pinjol). 

Diketahui, pelaku merupakan rekan kerja sesama satpam perumahan berinisial OA (26). 

Pelaku telah ditangkap anggota Tim Jatanras Polrestabes Surabaya di kamar kosnya di Kawasan Sememi, Benowo, pada Senin, 11 Mei 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. 

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, pembunuhan berawal dari perselisihan terkait pembayaran utang Pinjol yang digunakan bersama oleh korban dan pelaku. 

"Motif pembunuhan itu diawali dengan permasalahan Pinjol. Menurut pengakuannya, uang Pinjol itu digunakan berdua antara tersangka dan korban," kata Edy kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Selasa, 12 Mei 2026. 

Menurutnya, cekcok mengenai tanggung jawab pelunasan utang Pinjol memicu pembunuhan satpam tersebut. 

Perselisihan itu terjadi pada Minggu, 10 Mei 2026, sehari sebelum korban ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kosong dekat pos satpam tempat mereka bekerja. 

Dalam kondisi emosi, pelaku diduga menyerang korban menggunakan pisau dan menusuk beberapa bagian tubuh vital. 

"Ada ketersinggungan berkaitan mungkin masalah pertanggungjawaban dengan pembayaran Pinjol itu. Adanya percekcokan itulah akhirnya tersangka melakukan pembunuhan korban dengan cara menusuk leher dan dada. Sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” tutur Edy. 

Akibat luka tusuk di bagian leher dan dada, korban mengalami pendarahan hebat hingga meninggal di lokasi kejadian. 

Sempat Keluhkan Akun Pinjol Dipinjam

Adik korban, Adi Deden Februadi (35) mengungkapkan bahwa kakaknya sempat bercerita kepada sang istri mengenai akun Pinjol miliknya yang dipakai oleh pelaku. 

"Jadi korban mengeluh akun Shopee pay later-nya dipinjam temannya itu. Ngomongnya istrinya itu beberapa bulan yang lalu," ujar Adi kepada wartawan di RS Bhayangkara Surabaya, Senin, 11 Mei 2026. 

Korban juga sempat meminta saran kepada adiknya terkait cara menonaktifkan akun Pinjol tersebut. 

"Cuma telepon saya kayak gitu aja sih. Cara untuk menonaktifkan (akun pinjol) itu. Menstop gitu ya,” ujarnya. 

Adi mengaku telah mengingatkan kakaknya agar berhati-hati apabila terdapat tunggakan pembayaran Pinjol. 

"Saya bilang juga, misalnya enggak mau bayar hati-hati loh," pungkasnya. (*/red)

Warga Kadu Agung Sweeping Warung Remang-remang di Area Puspemkab Tangerang, Dianggap Bikin Resah

By On Rabu, Mei 13, 2026

Sejumlah warga Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, melakukan aksi sweeping warung rem ang-remang yang berada di Puspemkab Tangerang, Selasa malam, 12 Mei 2026. 


TANGERANG, KabarViral79.Com - Sejumlah warga Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, melakukan aksi sweeping warung rem ang-remang yang berada di Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Selasa malam, 12 Mei 2026. 

‎Informasi yang didapat dari warga setempat, aksi yang dilakukan sekira pukul 22.11 Wib itu karena warga sudah resah dengan keberadaan sejumlah warung remang-remang tersebut. 

‎"Sweeping masih berlangsung,sampai malam ini. Kerumunan massa tampak menuju salah satu warung remang-remang Sopo Sanggar," ujar salah satu warga Tigaraksa yang enggan disebutkan namanya. 

‎Sementara itu, Penggiat Pemerhati Kebijakan Publik, Hendra Primitif mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian warga masyarakat Kampung Bugel, Kelurahan Kaduagung, Tigaraksa, atas dampak dari menjamurnya warung remang-remang yang sudah berlangsung lama dan terkesan dibiarkan oleh pemangku kebijakan di wilayah tersebut. 

‎Menurut Hendra, sikap warga tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial demi menjaga kenyamanan, ketertiban, dan marwah kawasan Pusat Pemerintahan sebagai simbol pelayanan publik dan pusat pemerintahan daerah. 

‎“Langkah warga patut diapresiasi karena memiliki kepedulian terhadap ketertiban lingkungan. Jangan sampai ada pihak-pihak yang merasa memiliki aturan sendiri dan mengabaikan ketentuan yang berlaku di wilayah pusat pemerintahan,” tegas. 

‎Ia juga meminta aparat terkait serta OPD yang memiliki kewenangan untuk lebih tegas dalam melakukan pengawasan dan penertiban, agar tidak muncul kesan pembiaran terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum di tengah masyarakat. 

‎Hendra menambahkan, aturan daerah harus ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu demi menjaga wibawa pemerintah daerah dan kenyamanan masyarakat sekitar. 

‎“Kalau masyarakat saja peduli terhadap ketertiban umum, maka instansi terkait juga harus hadir dan membuktikan ketegasannya. Jangan sampai masyarakat bertanya, yang punya aturan sendiri sebenarnya ke mana," pungkasnya. 

‎Sampai berita ini ditulis, aksi sweeping masih berlangsung dan kerumunan massa semakin bertambah banyak. (Reno)

Ratusan Warga Nambo Ilir Gelar Demo Tuntut Prioritas Rekrutmen di Pabrik PT Tunas Alpin

By On Senin, Mei 11, 2026

Ratusan warga Desa Nambo Ilir berunjuk rasa di depan PT Tunas Alpin, di Kawasan Industri Modern Cikande, di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, Senin, 11 Mei 2025.  

SERANG, KabarViral79.Com- Ratusan warga Desa Nambo Ilir berunjuk rasa di depan PT Tunas Alpin, di Kawasan Industri Modern Cikande, di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, Senin, 11 Mei 2025. 

Aksi yang digelar warga Kp Panebong, Nagrek, Gambar, yang terdiri dari Ibu-ibu dan Bapak-bapak, para pemuda, itu menuntut pihak perusahaan memprioritaskan warga setempat dalam rekrutmen tenaga kerja.

”Kami warga Nambo Ilir juga layak bekerja di sini. Kami menuntut ke­adilan dan keberpihakan ke­pada warga sekitar,” kata Rubil, sa­lah seorang peserta aksi, dalam orasinya di atas mobil komando.

Pria yang menjabat Ketua BUMDes Nambo Ilir ini juga menyampaikan bahwa selama ini pihak perusahaan berdalih hanya memprioritaskan tenaga ahli atau yang memiliki keahlian (skil) saja. 

"Bahkan, hingga saat ini tidak ada komunikasi antara pihak perusahaan dengan pemerintah desa. Untuk itu, dalam aksi ini kami meminta agar pihak perusahaan dapat segera mengakomodir dari tuntutan warga," tuturnya. 

"Ini aksi damai, dan kami berharap hari ini sudah ada keputusan dari pihak perusahaan," tegasnya. 

Hal senada disampaikan warga setempat, Sakti. Menurutnya, warga sekitar berharap agar pihak perusahaan dapat mengakomodir warga sekitar dalam perekrutan tenaga kerja. 

"Sejak pabrik ini ada, belum ada warga yang diterima berkerja di pabrik ini atau merekrut tenaga kerja warga sekitar. Mereka berdalih hanya skil saja bisa diterima bekerja," tutur seorang ibu yang anaknya belum dapat kesempatan bekerja di pabrik PT Tunas Alpin. 

Hingga berita ini tayangkan, perwakilan warga masih negosiasi dengan pihak perusahaan di dalam pabrik. (*/red)

Rem Blong di Jalur Turunan, Sopir Truk Kopi Tewas Hantam Tebing di Bener Meriah

By On Sabtu, Mei 09, 2026

Truk pengangkut kopi mengalami kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Lintas Nasional KKA-Lhokseumawe, di Kampung Seni Antara, Permata, Bener Meriah, Jumat malam, 08 Mei 2026, sekitar pukul 23.50 WIB. 

BENER MERIAH, KabarViral79.Com - Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Lintas Nasional KKA-Lhokseumawe, tepatnya di Kampung Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Jumat malam, 08 Mei 2026, sekitar pukul 23.50 WIB. 

Seorang sopir truk pengangkut kopi dilaporkan meninggal dunia setelah kendaraan yang dikemudikannya diduga mengalami rem blong dan menghantam tebing di sisi jalan. 

Korban meninggal dunia diketahui bernama Maskur Zikrayandi (40), warga Kampung Bintang Musara, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. Sementara kernet truk, Fitra Iwan Tona (27), warga Kampung Bahgie Bertona, Kecamatan Bandar, selamat dengan luka ringan berupa lecet pada kaki kanan. 

Kapolsek Permata, Iptu Taufik, mengatakan, kecelakaan tersebut melibatkan satu unit truk Mitsubishi Colt Diesel bernomor polisi BK 8468 XE yang mengangkut sekitar delapan ton biji kopi dari Pondok Baru menuju Kota Medan. 

“Berdasarkan kronologi kejadian, kendaraan berangkat sekitar pukul 20.30 WIB. Saat melintasi jalan menurun di kawasan perbatasan Kabupaten Bener Meriah dengan Aceh Utara, tepatnya di tikungan menuju Jembatan Besi Kampung Seni Antara, truk diduga mengalami kerusakan pada sistem pengereman,” ujar Iptu Taufik dalam keterangannya, Sabtu, 09 Mei 2026. 

Diduga akibat rem blong, sopir kehilangan kendali di jalur turunan yang dikenal rawan kecelakaan. Dalam upaya menghindari kecelakaan yang lebih fatal, korban sempat mengarahkan kendaraan ke bahu jalan sebelah kanan. 

Namun truk justru terperosok dan menghantam dinding tebing di sisi jalan. Benturan keras membuat bagian kabin depan ringsek parah hingga menyebabkan korban terjepit di dalam kendaraan dan meninggal dunia di lokasi kejadian. 

Sementara itu, kernet berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka ringan. 

Usai menerima laporan masyarakat, personel piket Polsek Permata langsung menuju lokasi bersama warga untuk melakukan evakuasi korban. 

Petugas kemudian membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat dan berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas Polres Bener Meriah untuk penanganan lebih lanjut. 

Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat bagi pengemudi angkutan berat agar memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, dalam keadaan layak sebelum melintasi jalur pegunungan yang rawan kecelakaan. (Joniful Bahri)

Cemburu Buta, Pria di Mojokerto Habisi Mertua dan Lukai Istri

By On Sabtu, Mei 09, 2026

Insiden pembunuhan yang dipicu persoalan rumah tangga. 

MOJOKERTO, KabarViral79.Com Warga Dusun Sumbertempur, RT 02 RW 01, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), digemparkan oleh insiden dugaan pembunuhan yang dipicu persoalan rumah tangga.

Seorang pria berinisial Satuan (40) diduga nekat melakukan aksi kekerasan terhadap istri dan ibu mertuanya sendiri akibat diliputi rasa cemburu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, peristiwa bermula dari pertengkaran antara pelaku dengan istrinya, Yuni (40).

Cekcok yang terjadi diduga dipicu rasa cemburu hingga akhirnya memuncak menjadi tindakan kekerasan.

Dalam kejadian tersebut, korban Siti Arofah (55), yang merupakan ibu mertua pelaku, datang ke rumah anaknya untuk mengantarkan paket. Namun, kedatangannya justru berujung petaka.

Ia diduga menjadi korban pertama dalam insiden tersebut dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, Yuni yang juga berada di lokasi turut menjadi sasaran amarah pelaku. Ia mengalami luka berat dan kini dalam kondisi kritis setelah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek.

Aparat dari Polsek Puri bersama Satreskrim Polres Mojokerto telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Pasca melakukan aksi kejinya, tersangka Satuan langsung melarikan diri untuk menghindari kejaran petugas. Namun, gerak cepat tim gabungan Resmob dan Jatanras Satreskrim Polres Mojokerto membuahkan hasil dalam hitungan jam.

Berdasarkan pelacakan di lapangan, tersangka diketahui bersembunyi di wilayah Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, pengejaran dilakukan secara intensif segera setelah laporan diterima.

“Kurang dari enam jam, pelaku berhasil ditangkap di wilayah Asemrowo. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB tanpa perlawanan berarti,” kata AKP Aldhino.

Saat ditangkap, tersangka langsung mengakui perbuatannya dan kini harus mendekam di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Polisi menyebut, insiden bermula dari pertengkaran hebat antara tersangka dengan istrinya di dalam rumah kontrakan mereka. Situasi memanas hingga pelaku melakukan kekerasan fisik terhadap istrinya, Sri Wahyuni. 

Saat aksi penganiayaan berlangsung, korban Siti Arofah masuk melalui pintu belakang rumah dan memergoki langsung kejadian tersebut. Tersangka yang panik dan merasa terdesak kemudian mengambil pisau dapur yang berada di dekat lokasi kejadian.

Pelaku lalu menyerang korban dengan menusuk bagian perut dan leher hingga menyebabkan luka fatal. Akibat serangan tersebut, Siti Arofah meninggal dunia di lokasi kejadian dengan kondisi mengenaskan.

Menurut polisi, aksi pembunuhan itu dilakukan secara spontan lantaran tersangka panik setelah perbuatannya diketahui oleh ibu mertuanya sendiri. (*/red)

Kemenkes Ungkap Kronologi Dokter di Jambi Meninggal, Tak Pernah Libur

By On Sabtu, Mei 09, 2026

Kronologi meninggalnya dokter magang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), Myta Aprilia Azmy. 

JAKARTA, KabarViral79.Com Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan kronologi meninggalnya dokter magang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), Myta Aprilia Azmy, karena dugaan kerja berlebih.

Pada Agustus 2025, Myta mengikuti medical check up (MCU) sebelum menjalani magang alias internship. Hasil pemeriksaan laboratorium dinyatakan kondisinya normal alias sehat.

“Sejak tanggal 11 Agustus 2025-10 Februari 2026, MAA menjalani intenship di Puskesmas Kuala Tungkal II, yang bersangkutan dalam kondisi sehat,” ujar Plt Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan, Rudi Supriatna Nata Saputra saat Konferensi Pers di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis, 07 Mei 2026.

Pada 11 Februari 2026, Myta mulai menjalani stase (pelatihan praktik mahasiswa) di RSUD KH Daud Arief, tepatnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Sampai pada 26 Maret 2026, Myta mulai mengeluhkan kurang enak badan dengan gejala demam, batuk dan pilek.

Meski dalam kondisi sakit, ia tetap bertugas di IGD dan melakukan pengobatan mandiri.

“Yang bersangkutan menjalani pengobatan mandiri, keluhan ini terus berlanjut di tanggal 31 Maret 2026, kondisinya masih demam, batuk, pilek, dan jaga malam,” katanya.

Pada 31 Maret 2026 itu, peserta atau dokter magang ternyata dikumpulkan oleh dokter pendamping untuk membahas kritik peserta terhadap sistem internship yang ditulis di media sosial dan situs pengaduan.

Pada 11 April 2026, Myta masih berjaga dalam kondisi masih batuk, pilek, dan demam.

Pada 13 April 2026 tepat di hari ulang tahunnya, Myta mendapatkan infus karena masih mengalami keluhan tersebut. Pada 15 April 2026, kondisi Myta semakin memburuk.

Ia bahkan menghubungi rekan magangnya melalui voice note (VN). Dalam rekaman suara yang diperdengarkan Kemenkes, Myta mengatakan tidak kuat untuk hadir jadwal jaga pagi dan minta ganti dengan rekannya.

“Aku enggak kuat, Astri,” ujar Myta ke rekannya sebagaimana diungkap Rudi Supriatna Nata Saputra.

Pada 15-20 April 2026, Myta dirawat di rumah sakit tempatnya bertugas. Kemudian, ia diperbolehkan pulang pada 21 April 2026 pagi.

Pada 21 April 2026 sore, kondisi Myta kembali demam hingga dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi.

Dari hasil investigasi, proses rujuk Myta ke RSUD Raden Mattaher Jambi tidak menggunakan ambulans maupun prosedur rujukan resmi.

“Sekitar tiga hari dirawat di Rumah Sakit Mattaher Jambi, diperbolehkan pulang oleh dokter penanggungjawab di Rumah Sakit Matahir Jambi,” ujar Rudi.

Pada 29 April 2026, Myta dijadwalkan untuk kontrol kesehatannya di Poli Paru. Pada 24 hingga 26 April 2026, kondisi Myta menurun dan mengalami demam tinggi ketika kembali saat perjalanan pulang.

Pada 27 April 2026, Myta dilarikan RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang dan dirawat di ruang isolasi infeksi sebelum akhirnya ke ICU karena kondisi napasnya semakin berat.

“Karena ada gangguan paru, bernapasnya berat, maka perlu alat bantu pernapasan,” kata Rudi.

Setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari, Myta dinyatakan meninggal dunia pada 1 Mei 2026 akibat kondisi paru-paru berat.

Meninggalnya Myta Aprilia Azmy menjadi sorotan publik bahkan anggota DPR karena diduga berkaitan dengan beban kerja berlebihan selama menjalani magang di RS KH Daud Arif, Tungkal, Jambi.

Pada 11 April 2026, Myta masih berjaga dalam kondisi masih batuk, pilek, dan demam.

Ketua Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI), Budi Iman Santoso mendesak dilakukannya audit independen secara menyeluruh terhadap kasus tersebut. (*/red)

Mobil Diduga Angkut BBM Terbakar di Takengon Acèh, Polisi Lakukan Penyelidikan

By On Kamis, Mei 07, 2026

Mobil Toyota Avanza terbakar saat melintas di Jalan Sengeda, kawasan Jalan Lintang, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Kamis, 07 April 2026. 

TAKENGON, KabarViral79.Com - Satu unit mobil Toyota Avanza terbakar saat melintas di Jalan Sengeda, kawasan Jalan Lintang, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Kamis, 07 April 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. 

Mobil berwarna hitam dengan nomor polisi BK 1193 NH itu terbakar di tengah jalan dan sempat menarik perhatian warga sekitar akibat kepulan asap tebal yang membumbung dari kendaraan tersebut. 

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, kendaraan tersebut diduga mengangkut enam jerigen berisi Bahan Bakar Minyak (BBM). Dugaan itu muncul setelah warga melihat sejumlah jerigen berada di dalam mobil sebelum api membesar. 

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran kendaraan tersebut. Api dengan cepat melalap sebagian besar badan mobil hingga menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat terganggu. 

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan dan memasang garis polisi di sekitar kendaraan yang terbakar. 

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti kebakaran maupun informasi adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Sementara itu, aparat dari Polres Aceh Tengah bersama tim dari Dinas Perdagangan, Pertamina, serta petugas pemadam kebakaran masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, dan menelusuri identitas pemilik maupun sopir kendaraan. 

Kasus kebakaran mobil tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (Joniful Bahri)

Kades Buncitan Sidoarjo Ditemukan Tewas di Kantor Desa

By On Senin, Mei 04, 2026

Kades Buncitan Sedati Sidoarjo ditemukan meninggal di ruang kerjanya. 

SIDOARJO, KabarViral79.Com Kepala Desa (Kades) Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), berinisial MJ (56), ditemukan meninggal dunia di ruang kerjanya, Minggu, 03 Mei 2026, sekitar pukul 16.30 WIB.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan balai desa bernama Khosim.

Khosim mengatakan, saat itu dirinya sedang membersihkan area Balai Desa Buncitan sekitar pukul 16.00 WIB. Ia melihat sepeda motor milik kepala desa masih terparkir di depan kantor.

“Saya curiga karena kendaraan Pak Lurah masih ada. Biasanya kalau sudah pulang tidak ada di sini,” ujar Khosim kepada wartawan, Minggu, 03 Mei 2026.

Sekitar pukul 16.30 WIB, hujan mulai turun. Khosim kemudian hendak masuk ke dalam balai desa untuk mencuci tangan. Saat melewati ruang kepala desa, ia melihat kondisi ruangan gelap dan pintu tidak terkunci.

“Saya panggil dari luar, tapi tidak ada jawaban. Saya kira beliau sedang istirahat,” ujarnya.

Karena tak mendapat respons, Khosim memberanikan diri masuk dan menyalakan lampu. Saat itulah ia mendapati MJ dalam kondisi tidak sadarkan diri.

“Melihat Pak Kades terlihat duduk di sofa ruang kerja, tapi ada tali yang mengikat lehernya. Saya langsung panik, keluar minta tolong warga sekitar dan Pak RW,” imbuhnya.

Menurut Khosim, selama ini MJ dikenal sebagai sosok sederhana dan dekat dengan masyarakat. Ia mengaku tidak melihat tanda-tanda mencurigakan sebelumnya.

“Setahu saya orangnya baik, biasa saja, dekat dengan warga. Tidak kelihatan ada masalah,” ucapnya.

Warga yang datang ke lokasi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Petugas yang tiba selanjutnya melakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut terkait peristiwa itu. (*/red)

Tabrakan Beruntun Tiga Truk Tronton di Kawasan Jeumpa Bireuen, Sopir Luka Berat

By On Rabu, April 29, 2026

Tiga unit truk tronton terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Nasional Medan–Banda Aceh, tepatnya di kawasan pedagang keripik Blang Cot Baroh, Jeumpa, Bireuen, Aceh, Rabu, 29 April 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Tiga unit truk tronton terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Nasional Medan–Banda Aceh, tepatnya di kawasan pedagang keripik Blang Cot Baroh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Aceh, Rabu, 29 April 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. 

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seorang sopir dilaporkan mengalami luka berat dan dilarikan ke RSUD dr Fauziah Bireuen untuk mendapatkan perawatan medis. 

Akibat kecelakaan itu, arus lalu lintas di jalur utama Medan–Banda Aceh sempat mengalami kemacetan. Kendaraan kemudian dialihkan melalui jalan alternatif di sekitar lokasi kejadian. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan melibatkan truk BK 8231 FC yang dikemudikan Rahmat Tullah bermuatan bahan bangunan, truk tronton bermuatan crude palm oil (CPO) bernomor polisi BK 8733 FU yang dikemudikan Rahmat Setia Budi, serta satu unit truk tronton lain yang datang dari arah Banda Aceh menuju Medan. 

Peristiwa bermula saat truk bermuatan bahan bangunan bertabrakan dengan truk pengangkut CPO. Benturan keras menyebabkan truk bahan bangunan hilang kendali, tergelincir, lalu terbalik di badan jalan. 

Dalam posisi melintang di tengah jalan, truk tersebut kemudian ditabrak truk lain yang datang dari arah berlawanan karena tidak sempat menghindar. 

Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani, S.I.K., M.Med.Kom., melalui Kasat Lantas AKP Irwansyah Nasution membenarkan kejadian tersebut. 

Ia mengatakan, kasus kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan berat itu kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Bireuen untuk penyelidikan lebih lanjut. 

“Proses evakuasi kendaraan masih berlangsung agar arus lalu lintas kembali normal dan tidak menimbulkan kemacetan panjang,” ujar Irwansyah. 

Petugas kepolisian bersama tim terkait juga melakukan penanganan di lokasi untuk mempercepat normalisasi jalur transportasi nasional tersebut. 

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengemudi, khususnya kendaraan berat, agar selalu waspada, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan laik jalan saat melintasi jalur padat. (Joniful Bahri)

Dua Remaja Tewas Setelah Sepeda Motor Terjun ke Parit di Peudada Bireuen Aceh

By On Minggu, April 19, 2026

Dua remaja meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Banda Aceh–Medan, Desa Meunasah Baroh, Peudada, Bireuen, Minggu 19 April 2026 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Dua remaja meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Banda Aceh–Medan, Desa Meunasah Baroh, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Acèh, Minggu 19 April 2026, sekitar pukul 02.30 WIB. 

Kedua korban masing-masing Masjidil Aqsa (17), warga Desa Ulee Kareueng, Kecamatan Simpang Mamplam, dan Amirul Mukminin (17), warga Desa Cureh Baroh, Kecamatan Simpang Mamplam. 

Informasi awal yang diperoleh menyebutkan, kedua korban mengendarai sepeda motor Honda Supra. Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga hilang kendali hingga terjun ke dalam parit di pinggir jalan. 

Warga yang menemukan korban dalam kondisi luka berat segera melaporkan kejadian itu kepada personel piket Polsek Peudada. Petugas kemudian mendatangi lokasi bersama anggota Koramil Peudada untuk melakukan evakuasi. 

Dengan bantuan masyarakat, kedua korban dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Peudada untuk mendapatkan penanganan medis. 

Dua remaja meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Banda Aceh–Medan, Desa Meunasah Baroh, Peudada, Bireuen, Minggu 19 April 2026. 

Satu korban dinyatakan meninggal dunia saat dirawat di Puskesmas Peudada. 

Sementara satu korban lainnya sempat dirujuk ke RSUD dr Fauziah Bireuen, namun meninggal dunia dalam perjalanan penanganan medis. 

Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani, S.I.K., M.Med., Kom., melalui Kasat Lantas AKP Irwansyah Nasution, S.E., mengatakan, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. 

“Petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan. Kami mengimbau pengendara agar selalu menggunakan helm berstandar SNI, mematuhi aturan lalu lintas, dan meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan,” ujarnya. 

Penanganan kasus kecelakaan tersebut kini dilakukan Polsek Peudada bersama Satuan Lalu Lintas Polres Bireuen. (Joniful Bahri)

Terima Ancaman Mau Dibunuh, Wartawan Senior di Serang Lapor Polisi

By On Sabtu, April 18, 2026

Foto ilustrasi. 

SERANG, KabarViral79.Com - Seorang wartawan senior sekaligus Ketua Perkumpulan Wartawan Serang Timur (PERWAST), Mansar (47), resmi melaporkan dugaan tindak pidana ancaman pembunuhan ke Mapolres Serang. Laporan tersebut dibuat pada Kamis, 16 April 2026. 

"Saya terpaksa melapor ke polisi karena nyawa saya terancam. Keluarga saya pun diancam akan dihabisi," kata Mansar kepada media ini, Sabtu, 18 April 2026. 

Mansar mengaku menjadi korban teror yang diduga dilakukan oknum Debt Collector (DC) dari aplikasi Pinjaman Online (Pinjol). 

Ia menyebut menerima ancaman pembunuhan, fitnah terbuka, hingga pesan berantai yang mengarah pada intimidasi. 

Ia juga mengungkapkan, ancaman yang diterimanya itu terjadi pada Sabtu, 12 April 2026. 

Mansar menilai tindakan tersebut bukan lagi penagihan, melainkan teror kriminal terhadap dirinya dan keluarga. 

“Ini bukan soal utang-piutang, ini sudah masuk dalam dugaan tindak pidana. Saya wartawan, dan saya juga warga negara yang mempunyai hak yang sama dimata hukum untuk dapat dilindungi secara hukum,” pungkas pria yang telah memiliki sertifikasi kompeten 'Wartawan Utama' dari Dewan Pers ini. 

Karena merasa terancam, Pemimpin Redaksi (Pimred) media online kabarxxi.com itu membuat pengaduan ke Mapolres Serang. 

Kini kasus tersebut berujung pada laporan ke pihak kepolisian Polres Serang dengan nomer laporan LAPDU/143/IV/Satreskrim Polres Serang/Polda Banten tertanggal 16 April 2026. 

Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan diwakili Kasatreskrim AKP Andi Kurniady ES yang dikonfirmasi terpisah, membenarkan pihaknya sudah mendapatkan pengaduan dari seorang wartawan terkait ancaman dibunuh itu.

"Kasusnya ini sedang kami lakukan penyelidikan," ujarnya singkat. (*/red)

Banjir Susulan dan Longsor Terjang Aceh Tengah, Sejumlah Jembatan Putus dan Akses Jalan Lumpuh

By On Jumat, April 10, 2026

Akses jalan nasional Bireuen-Takengon di kawasan Teritit jalur lama dilaporkan amblas.  

ACEH TENGAH, KabarViral79.Com - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tengah sejak Senin 6 April 2026 sore hingga malam kembali memicu banjir susulan serta meluapnya sejumlah sungai. 

Dampak cuaca ekstrem tersebut kian meluas pada Kamis, 9 April 2026,ketika akses jalan di kawasan Teritit jalur lama dilaporkan amblas. 

Badan jalan runtuh dan tertutup material tanah serta bebatuan dari tebing di sisi kiri, sehingga kendaraan tidak dapat melintas dan warga terpaksa mencari jalur alternatif. 

Selain itu, derasnya arus sungai juga menghanyutkan sejumlah jembatan darurat yang sebelumnya dibangun untuk kebutuhan mobilitas warga. 

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika menyampaikan bahwa beberapa jembatan mengalami kerusakan parah hingga putus. Di antaranya jembatan Berawang Gajah di Kampung Burlah, Kecamatan Ketol, jembatan Terang Engon di Kampung Mulie Jadi, Kecamatan Silih Nara, serta jembatan Simpil di Kecamatan Linge. 

“Kondisi ini menyebabkan akses kendaraan roda dua dan roda empat terhenti,” ujar Andika. 

Tak hanya itu, longsor juga terjadi di sejumlah ruas jalan utama. Material longsoran dilaporkan menutup badan jalan di Jalan Provinsi Mendale–Bintang, ruas Bintang–Simpang Kraff serta Jalan Nasional Pameu–Genting Gerbang. 

Sementara itu, banjir sempat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Nasional Takengon–Ise-ise, tepatnya di Kampung Lumut. 

Akibat kerusakan infrastruktur tersebut, sejumlah kampung kini terisolasi. 

Kampung Terang Engon di Kecamatan Silih Nara tidak dapat diakses sama sekali. Di Kecamatan Ketol, beberapa kampung seperti Burlah, Buge Ara, Kekuyang, dan Bintang Pepara juga terputus akibat banjir dan jembatan yang rusak. 

Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini terus melakukan pendataan serta upaya penanganan darurat guna membuka kembali akses bagi masyarakat terdampak. (Joniful Bahri)

Akses Jalan Bireuen–Takengon Lumpuh Total, Banjir Rendam Kawasan Weh Porak Bener Meriah Aceh

By On Minggu, April 05, 2026

Akses jalan lintas Bireuen–Takengon lumpuh total akibat banjir yang merendam kawasan Desa Weh Porak, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Minggu sore, 05 Maret 2026.  

BENER MERIAH, KabarViral79.Com - Akses jalan lintas Bireuen–Takengon lumpuh total akibat banjir yang merendam kawasan Desa Weh Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Minggu sore, 05 Maret 2026. 

Banjir terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. 

Luapan sungai menyebabkan air melimpah ke badan jalan hingga menutup seluruh akses transportasi di lokasi. 

Akibatnya, arus lalu lintas di jalur penghubung Bireuen–Takengon tidak dapat dilalui kendaraan. Bahkan, satu unit truk dilaporkan terperosok saat mencoba melintasi genangan air. 

Selain mengganggu mobilitas warga, banjir juga kembali merusak badan jalan yang sebelumnya telah diperbaiki secara darurat pasca bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025. 

Akses jalan lintas Bireuen–Takengon lumpuh total akibat banjir yang merendam kawasan Desa Weh Porak, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Minggu sore, 05 Maret 2026.  

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsi, kerugian material dirasakan masyarakat, terutama terganggunya distribusi barang dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan. 

Sejumlah alat berat juga dikerahkan guna mempercepat penanganan serta normalisasi akses jalan. 

Hingga Minggu malam sekitar pukul 20.50 WIB, kondisi jalan masih tergenang air dan belum dapat dilalui kendaraan. 

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Bener Meriah terus melakukan pemantauan intensif, termasuk di wilayah lain di Aceh, guna mengantisipasi potensi bencana susulan. 

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir lanjutan, mengingat curah hujan di sejumlah wilayah Aceh masih tergolong tinggi. (Joniful Bahri)

Pria 35 Tahun di Bireuen Aceh Ditemukan Meninggal Gantung Diri, Keluarga Minta Video Tidak Disebar

By On Sabtu, April 04, 2026

Foto ilustrasi. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Seorang pria bernama Muslaimi (35), warga Gampong Pante Rheng, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon mangga di depan rumah warga di Gampong Blang Mee Barat, Kecamatan Jeunieb, Sabtu, 04 April 2026, sekitar pukul 07.30 WIB. 

Keuchik Gampong Pante Rheng, Mislainur, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa korban merupakan warganya. 

“Ia benar warga Pante Rheng. Almarhum diduga mengalami depresi sehingga nekat mengakhiri hidupnya,” kata Mislainur. 

Menurutnya, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut dan tidak mempersoalkan kematian korban. 

Hal itu dikarenakan keluarga mengetahui adanya persoalan pribadi yang diduga memicu depresi pada almarhum. 

Selain itu, keluarga juga menyampaikan permintaan kepada masyarakat, khususnya pengguna media sosial, agar tidak menyebarluaskan video terkait peristiwa tersebut. 

“Keluarga meminta agar video kejadian itu dihapus. Almarhum memiliki empat orang anak yang masih kecil,” ungkapnya. 

Diketahui, video peristiwa tersebut sempat beredar luas di media sosial dan menuai perhatian masyarakat. 

Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyebarkan konten yang berkaitan dengan musibah atau privasi keluarga korban. (Joniful Bahri)

Rudal-rudal Iran Kembali Hantam Wilayah Israel, 14 Orang Luka-luka

By On Rabu, April 01, 2026

Rudal Iran meluncur ke Israel. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Serangan rudal Iran kembali menghantam wilayah Israel. Rudal-rudal itu juga menyebabkan kerusakan di beberapa lokasi. 

Layanan medis darurat Israel mengatakan, 14 orang terluka selama serangan rudal Iran pada Rabu, 01 April 2026. 

Militer Israel mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel untuk pertama kalinya dalam sekitar 20 jam, dengan sirene serangan udara diaktifkan di seluruh Israel tengah. 

Peringatan lain tentang serangan rudal yang datang kurang dari satu jam kemudian, memicu peringatan di sebagian besar wilayah utara dan tengah Israel, menurut Komando Pertahanan Dalam Negeri. 

"Petugas EMT dan paramedis memberikan perawatan medis dan mengevakuasi 14 korban ke rumah sakit," kata layanan medis darurat Magen David Adom dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Rabu, 01 April 2026. 

Korban luka termasuk seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang dalam kondisi serius dengan luka-luka akibat pecahan peluru. 

Disebutkan bahwa seorang anak laki-laki berusia 13 tahun dan seorang wanita berusia 36 tahun, juga dengan luka akibat pecahan peluru, berada dalam kondisi sedang dan 11 korban lainnya dalam kondisi ringan. 

Polisi melaporkan kerusakan di beberapa lokasi di Israel tengah, dan membagikan foto-foto yang tampaknya merupakan puing-puing rudal di jalan. 

Media Israel melaporkan bahwa amunisi kluster, yang meledak di udara dan menyebarkan bom-bom kecil di area yang luas, digunakan dalam serangan tersebut. 

Iran dan Israel sebelumnya telah saling menuduh menggunakan bom kluster. (*/red)

Israel Digempur Rudal Iran, Satu Orang Tewas di Tel Aviv

By On Sabtu, Maret 28, 2026

Dampak serangan rudal Iran di wilayah Israel. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Dikabarkan sedikitnya satu orang tewas di kawasan Ibu Kota Tel Aviv akibat serangan rudal Iran. 

Diketahui, Teheran terus melancarkan serangan pembalasan terhadap Tel Aviv saat perang memasuki bulan pertama. 

Dilansir dari AFP, Sabtu, 28 Maret 2026, militer Israel menyebut pihaknya telah mengidentifikasi rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran menuju ke wilayah negara Israel, setidaknya lima kali serangan selama lebih dari lima jam, pada Jumat, 27 Maret 2026, waktu setempat. 

Serangan-serangan rudal Iran itu memicu diaktifkannya sirene peringatan pada Jumat malam, 27 Maret 2026 hingga Sabtu dini hari, 28 Maret 2026. 

Sistem pertahanan udara Tel Aviv juga diaktifkan untuk mencegat serangan-serangan tersebut. 

Otoritas layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA) menyebut, seorang pria tewas di Tel Aviv menyusul serangan rudal terbaru Iran. 

Dua pria lainnya, berusia 65 tahun dan 50 tahun, sebut MDA dalam laporannya, mengalami luka-luka di area Tel Aviv dan telah dibawa ke rumah sakit. 

Dua orang lainnya, yang berusia 37 tahun dan 21 tahun, mengalami luka-luka akibat serpihan rudal di area kota Kuseife, Israel bagian selatan dan telah dilarikan ke rumah sakit setempat. 

Menurut foto-foto yang dipublikasikan MDA, terdapat banyak petugas tanggap darurat di lokasi yang terdampak serangan rudal di Tel Aviv, dengan ruas jalanan utama ditutup sebagian. 

Dalam salah satu video yang dibagikan oleh militer Israel, pejabat Komando Pertahanan Dalam Negeri Miki David mengatakan bahwa sebuah apartemen terkena amunisi cluster. 

Beberapa foto menunjukkan bagian pintu masuk sebuah bangunan yang hancur dipenuhi puing-puing. 

Amunisi cluster dapat meledak di udara dan menyebarkan bom-bom kecil di area yang lebih luas. Israel dan Iran sebelumnya telah saling tuduh menggunakan bom cluster. 

Sebuah rekaman video yang dibagikan seorang sakti mata kepada AFP menunjukkan rentetan rudal mengarah ke Yerusalem

Militer Israel mengatakan, pihaknya sedang mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan untuk menangani lokasi-lokasi terdampak. 

"Beberapa saat yang lalu, IDF (Angkatan Bersenjata Israel) mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," demikian pernyataan militer Israel melalui saluran Telegram resminya. 

"Pasukan pencarian dan penyelamatan, baik pasukan cadangan maupun reguler, saat ini beroperasi di lokasi-lokasi di Israel tengah di mana laporan soal dampak telah diterima," pungkas pernyataan itu. (*/red)