-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Prabowo Bilang DPR Akan Batalkan Tunjangan dan Moratorium Kunjungan ke Luar Negeri

By On Selasa, September 02, 2025

Presiden Prabowo Subianto

JAKARTA, KabarViral79.Com Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan mencabut sejumlah kebijakan DPR, termasuk tunjangan jumbo bagi anggota Dewan serta memoratorium kunjungan kerja ke luar negeri.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto usai bertemu dengan pimpinan MPR, DPR, DPD, dan para Ketua Umum Partai Politik di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu, 31 Agustus 2025.

“Para Pimpinan DPR menyampaikan akan dilakukan pencabutan beberapa kebijakan DPR RI, termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan juga moratorium kunjungan kerja ke luar negeri,” ujar Prabowo.

Prabowo mengata, para Ketua Umum Partai Politik juga akan mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah anggota DPR yang pernyataannya membuat gaduh. Menurutnya, hal ini merupakan bentuk sikap dari aspirasi murni masyarakat.

“Saya menerima laporan dari para Ketua Umum Partai Politik bahwa mereka telah mengambil langkah tegas terhadap anggota DPR masing-masing terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025, yaitu terhadap anggota DPR masing-masing yang telah mungkin menyampaikan pernyataan-pernyataan yang keliru,” tutur Prabowo.

Pertemuan pada siang itu diikuti oleh Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD Sultan B Najamudin, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, dan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Selain itu, ada juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Muhammad Kholid.

Diketahui sebelumnya, DPR menjadi sorotan karena adanya tunjangan rumah senilai Rp 50 juta per bulan untuk setiap anggota.

Selain itu, anggota DPR juga disorot karena melakukan kunjungan ke luar negeri. Besarnya tunjangan anggota DPR ini memicu unjuk rasa di sejumlah tempat yang kemudian berubah menjadi kericuhan dalam beberapa waktu terakhir. (*/red)

Jaga Ketenangan Masyarakat, Gubernur Andra Soni Tegaskan Forkopimda Solid Jaga Kamtibmas

By On Senin, September 01, 2025

Gubernur Banten, Andra Soni saat menghadiri Rako Lintas Sektoral Forkopimda Provinsi Banten, di Gedung Rupatama Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Banten, Senin, 01 September 2025. 

SERANG, KabarViral79.Com Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten solid menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam situasi dinamis, pendidikan tetap harus berjalan dengan baik.

Hal itu disampaikan Gubernur Banten, Andra Soni usai menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Forkopimda Provinsi Banten, di Gedung Rupatama Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Banten, Senin, 01 September 2025.

Rakor dipimpin Kapolda Banten Brigjen Pol Hengki, dihadiri unsur Forkopimda,  Danrem 0604/MY Kolonel Inf. Andrian Susanto, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, serta Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Yuliana Sagala.

Gubernur Andra menekankan, pendidikan tetap harus berjalan dengan baik meskipun situasi sosial sedang dinamis.

Ia mengajak seluruh pihak mulai dari tingkat Rt, Tokoh masyarakat termasuk orang tua untuk mengawasi anak-anak agar tetap fokus belajar dan tidak mudah terpengaruh oleh provokasi.

“Kami berdiskusi dan masing-masing memberikan masukan. Semua ini semangat bagaimana Banten bisa aman. Masyarakat harus tenang, jangan terprovokasi,” kata Andra.

Ia juga menjelaskan, langkah konkret di bidang pendidikan.

“Kami sepakat seluruh siswa tetap belajar di sekolah, guru dan kepala sekolah wajib mengawasi jalannya pembelajaran, dan orang tua ikut memastikan anak-anaknya pulang tepat waktu,” tegasnya.

Menurut Andra, langkah tersebut dilakukan demi menjaga generasi muda agar tidak terjerumus dalam kegiatan yang merugikan.

“Ini semua demi Banten yang aman, damai, dan demi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Banten, Brigjen Pol Hengki mengingatkan masyarakat agar menyampaikan aspirasi dengan tertib.

Ia menegaskan bahwa tindakan anarkis hanya akan merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan di Banten.

“Kami mengimbau kepada siapapun yang melakukan aksi unjuk rasa, baik mahasiswa maupun masyarakat, mari sama-sama mematuhi aturan. Jangan sampai ada tindakan anarkis, karena itu hanya akan merugikan kita semua. Banten sedang membangun untuk menyejahterakan masyarakat,” ujar Hengki.

Kapolda juga meminta para Rektor untuk berperan aktif mengarahkan mahasiswa.

“Saya titip pesan ke para Rektor untuk disampaikan kepada mahasiswa jika mahasiswa ingin menyampaikan aspirasi, kami siap menjembatani. Aspirasi tuntutan harus jelas, jumlah peserta juga harus jelas, supaya tidak disusupi pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Hengki juga menyoroti adanya pelajar SMP dan SMA yang ikut aksi anarkis pada demonstrasi lalu di Kota Serang.

“Ada yang merasa ingin eksis dengan ikut unjuk rasa. Ini pemikiran yang harus kita luruskan. Orang tua harus aktif mengawasi, termasuk penggunaan handphone anak-anaknya,” tambahnya.

Rakor ini menegaskan bahwa Forkopimda Banten solid dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memastikan keberlangsungan pendidikan tetap berjalan.  (*/red)

Dua Atlet PASI Bireuen Bersinar di Atam Run 2025, Wahyu Sabet Juara Pertama

By On Senin, September 01, 2025

Dua atlet binaan PASI Bireuen berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Atam Run 2025, di Aceh Tamiang, Minggu, 31 Agustus 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Dua atlet binaan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Bireuen berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Atam Run 2025 yang digelar di Aceh Tamiang, Minggu, 31 Agustus 2025.

Dalam event bertajuk “Lari Untuk Semua” itu, Wahyu Saputra sukses merebut juara pertama pada kategori 5 kilometer umum putra. Sementara satu atlet lainnya, Fahri, menempati peringkat keempat di kategori 5 kilometer pelajar putra.

Perlombaan yang dipusatkan di lapangan tribun belakang Kantor Bupati Aceh Tamiang tersebut mempertandingkan beberapa kategori, yakni 10 km, 5 km umum, 5 km pelajar, serta 1,5 km khusus disabilitas.


Ketua PASI Bireuen, Fauzan, S.Pd menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian para atlet tersebut.

Menurutnya, keikutsertaan pada ajang itu penting sebagai bagian dari evaluasi sekaligus persiapan menghadapi Pra-PORA yang dijadwalkan berlangsung November mendatang di Banda Aceh dan Jantho.

“Di sini akan terlihat sejauh mana peningkatan performa mereka yang selama ini dilatih oleh Marjoni dan Hery Saputra,” ungkap Fauzan.


Ia menambahkan, PASI Bireuen terus melakukan pembinaan intensif agar para atlet dapat tampil maksimal, bukan hanya di Pra-PORA, tetapi juga di PORA Aceh Jaya 2026.

“Segala upaya kita lakukan untuk mempersiapkan agar atlet mampu tampil maksimal, memberikan yang terbaik, dan menjaga nama baik Kabupaten Bireuen pada Pra-PORA serta Insya Allah di pentas PORA nanti,” pungkasnya. (Joniful Bahri)

Kumpulkan Tokoh Agama, Bupati Maesyal: Kabupaten Tangerang Aman, Tertib dan Kondusif

By On Senin, September 01, 2025

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid saat silaturahmi dan rapat koordinasi dengan para Tokoh Agama, Ulama, dan Kiai se-Kabupaten Tangerang, di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, Senin, 01 September 2025. 

TANGERANG, KabarViral79.Com Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid mengumpulkan para Tokoh Agama, Ulama, dan Kiai se-Kabupaten Tangerang dalam pertemuan silaturahmi dan rapat koordinasi membahas kondisi bangsa dan negara terkini, khususnya situasi di wilayah Kabupaten Tangerang, di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, Senin, 01 September 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tangerang menyampaikan terima kasih atas kehadiran para Tokoh Agama, Ormas Islam, hingga Organisasi Kepemudaan yang terus menjaga kondusifitas wilayah.

“Alhamdulillah, sampai hari ini Kabupaten Tangerang tetap dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Hal ini tentu berkat peran para Kiai, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ormas, serta semua komponen di wilayah,” ujar Bupati Maesyal.

Dia menginstruksikan kepada para Camat untuk segera berkoordinasi dengan Muspika, Ketua MUI Kecamatan, Polri, TNI, Tokoh Pemuda, dan Ormas dalam menjaga stabilitas di wilayah masing-masing.

Menurutnya, pertemuan di tingkat Kecamatan sudah banyak dilaksanakan dan membuahkan testimoni positif dari para tokoh agama setempat.

Bupati menambahkan, Pemkab Tangerang berencana menggelar doa bersama melalui kegiatan Istighosah, yang rencananya akan dilaksanakan pada Jumat mendatang.

“Kami mohon saran dari para Ulama dan Tokoh Agama. Intinya kita ingin berdoa bersama memohon keselamatan dan kondusifitas bagi Kabupaten Tangerang dan bangsa Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Tangerang, KH Ues Nawawi menyampaikan, langkah yang dilakukan Pemkab Tangerang sangat tepat dalam menjaga komunikasi dengan para Tokoh Agama.

Ia juga mengusulkan agar doa bersama dilaksanakan di Masjid Al-Amjad dengan melibatkan masyarakat luas serta ASN Kabupaten Tangerang.

“Kondisi bangsa ini harus kita hadapi dengan doa, ikhtiar, dan kebersamaan. Kami mendukung gagasan Bupati untuk menggelar Istighosah. Semoga ini menjadi ikhtiar terbaik agar Kabupaten Tangerang tetap aman, damai, dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar KH Ues Nawawi.

Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban ini juga menjadi ajang tukar pendapat dan saran dari para Tokoh Agama dalam menyikapi perkembangan situasi nasional, sekaligus memperkuat komitmen bersama menjaga persatuan dan ketentraman di Kabupaten Tangerang. (Reno)

Disdik Kabupaten Tangerang Keluarkan Imbauan Pembelajaran Jarak Jauh ke Sekolah-sekolah

By On Senin, September 01, 2025

Kadisdik Kabupaten Tangerang, H. Dadan Gandana

TANGERANG, KabarViral79.ComMengantisipasi eskalasi sosial, politik dan keamanan yang akhir-akhir ini terjadi di masyarakat, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Tangerang, H. Dadan Gandana menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sesuai dengan ketentuan dengan memperhatikan keamanan, kenyamanan belajar bagi seluruh warga sekolah mengunakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)  mulai hari Senin sampai Kamis tanggal 1-4 September 2025.

2. Meningkatkan pengawasan kepada murid dan PTK untuk menghindari kegiatan yang berpotensi menggangu ketentraman dan ketertiban umum di masyarakat.

3. Mengimbau kepada seluruh warga sekolah untuk bijak dalam menggunakan media sosial sehingga dapat mendukung kondusifitas di masyarakat. (Reno)

Kriminalisasi Jurnalis Muda: Penangkapan Khariq Adalah Tamparan Keras bagi Kebebasan Pers

By On Senin, September 01, 2025


PEKANBARU, KabarViral79.Com Dunia pers Indonesia kembali tercoreng. Penangkapan jurnalis muda sekaligus mahasiswa Universitas Riau, Khariq Anhar, oleh Polda Metro Jaya bukan sekadar prosedur hukum, melainkan sinyal bahaya serius bagi kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di negeri ini.

Khariq diciduk pada Kamis, 28 Agustus 2025, saat hendak pulang ke Pekanbaru dari Bandara Soekarno-Hatta. Ironisnya, surat penetapan tersangka baru keluar keesokan harinya, 29 Agustus, dan surat perintah penangkapan baru terbit Sabtu, 30 Agustus.

Praktik ini jelas menyalahi prinsip hukum dan semakin memperlihatkan betapa brutal aparat dalam memperlakukan seorang mahasiswa yang juga berprofesi sebagai pewarta.

Ia dijerat pasal-pasal karet UU ITE, mulai dari Pasal 32 hingga Pasal 51. Tuduhan itu hanya berangkat dari sebuah postingan satir di Instagram, yang pada hakikatnya adalah bentuk kritik sosial.

Direktur LBH Pekanbaru, Andri Alatas, menegaskan pasal yang dikenakan adalah kriminalisasi terang-terangan.

“Itu hanya satire, permainan teks. Tidak ada unsur pidana. Penahanan Khariq adalah upaya membungkam suara kritis mahasiswa sekaligus wartawan,” katanya.

Pewarta yang Dibungkam

Khariq bukan sekadar mahasiswa. Ia adalah pewarta resmi dari Utamapost.com, lengkap dengan kartu identitas jurnalis. Profesi ini melekat pada dirinya, dengan hak penuh untuk meliput peristiwa apa pun di tanah air. Pimpinan Redaksi Utamapos, Zulnafrizen, mengecam penangkapan ini.

“Jurnalis itu melekat pada profesinya. Polisi terlalu ceroboh dan terburu-buru. Ini bentuk arogansi dan pelecehan terhadap kerja jurnalistik,” tegasnya.

Tamparan bagi Demokrasi

Kebebasan pers bukan sekadar jargon. Ia adalah amanah konstitusi, dijamin oleh Undang-Undang Pers.

Saat seorang mahasiswa sekaligus jurnalis diperlakukan sebagai kriminal hanya karena postingan sindiran, maka jelas demokrasi sedang mundur.

Aparat seolah lupa: wartawan mencari dan menyebarkan informasi adalah bagian dari hak publik untuk tahu, bukan tindak pidana.

Tuntutan Tegas

Aliansi media, organisasi mahasiswa, hingga lembaga bantuan hukum menyerukan agar kriminalisasi ini dihentikan.

Kasus Khariq adalah ujian serius bagi aparat penegak hukum: apakah mereka berdiri di sisi rakyat dan demokrasi, atau menjadi alat untuk membungkam suara kritis?

Khariq kini ditahan 20 hari di Rutan Polda Metro Jaya, hingga 18 September 2025. Namun suara perlawanan semakin nyaring.

“Kebebasan pers tidak boleh dikompromikan. Jika jurnalis dibungkam, maka kebenaran ikut terkubur,” tegas salah satu keluarga Khariq.

Kriminalisasi ini bukan hanya soal seorang mahasiswa, tapi soal nasib seluruh jurnalis di negeri ini.

Bila kasus ini dibiarkan, maka setiap pewarta bisa sewaktu-waktu dijadikan tersangka hanya karena tulisannya, hanya karena kritiknya, hanya karena suaranya. (*/red)

Doa untuk Keselamatan dan Kebaikan Negeri, Lapas Serang Gelar Kegiatan Kebersamaan Spiritual

By On Senin, September 01, 2025

 


SERANG, KabarViral79.Com – Dalam rangka memohon keselamatan dan kebaikan bagi bangsa dan negara Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang menyelenggarakan kegiatan doa bersama yang berlangsung penuh kekhusyukan pada Senin, 1 September 2025, pukul 08.00 WIB bertempat di Masjid At-Tawwabin Lapas Kelas IIA Serang.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Gumilar Budirahayu, serta diikuti oleh pejabat manajerial, seluruh petugas, dan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Doa bersama ini digelar sebagai bentuk rasa syukur, refleksi, dan harapan agar Indonesia senantiasa dilindungi dari segala marabahaya, diberi kedamaian, dan terus berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam sambutannya, Kalapas Gumilar Budirahayu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual keluarga besar Lapas Serang dalam berkontribusi secara moral dan batiniah terhadap negeri tercinta.

“Doa ini adalah wujud kepedulian kami terhadap bangsa. Melalui kebersamaan spiritual ini, kita berdoa agar Indonesia diberi keselamatan, persatuan, dan keberkahan. Semoga negara ini dijauhkan dari perpecahan, dilimpahi keadilan, dan terus melangkah menuju kemajuan,” ujar Kalapas.

Gumilar juga menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini menjadi bagian penting dalam program pembinaan kepribadian warga binaan, yang bertujuan membentuk karakter religius, nasionalis, serta tangguh menghadapi kehidupan pasca pemasyarakatan.

“Kami ingin warga binaan mampu menjadikan doa dan ibadah sebagai pegangan hidup. Semangat cinta tanah air harus tumbuh dari dalam hati, agar kelak mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan berguna bagi bangsa,” tambahnya.

Kegiatan doa bersama ini berlangsung dengan khidmat, dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dzikir, dan doa bersama yang secara khusus dipanjatkan untuk keselamatan para pemimpin bangsa, ketentraman masyarakat, serta kemajuan Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Serang berharap dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan, religiusitas, serta menumbuhkan harapan baru dalam diri setiap insan, baik petugas maupun warga binaan, untuk senantiasa mencintai dan mendoakan negeri.

Prabowo Batal ke China, Ingin Fokus Tangani Polemik Dalam Negeri

By On Minggu, Agustus 31, 2025

Presiden Prabowo Subianto

JAKARTA, KabarViral79.ComPresiden RI Prabowo Subianto dipastikan batal hadir memenuhi undangan pemerintah China untuk datang ke negara Tirai Bambu pada awal September 2025 ini.

Keputusan ini diambilnya dengan sejumlah pertimbangan matang terkait dinamika yang terjadi di Tanah Air.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto dengan kerendahan hati dan memohon maaf kepada pemerintah Tiongkok, memutuskan untuk belum dapat menghadiri undangan tersebut,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi dalam keterangan video yang diterima, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Menurut Prasetyo, salah satu pertimbangan Prabowo untuk tidak menghadiri undangan China adalah dinamika dalam negeri.

Ia memastikan Presiden terus mencari penyelesaian atas aspirasi masyarakat yang disuarakan beberapa hari terakhir.

“Tentu saja karena dinamika di dalam negeri, Bapak Presiden ingin terus memantau secara langsung, memonitor, dan memimpin secara langsung, kemudian mencari penyelesaian-penyelesaian terbaik,” pungkasnya. (*/red)

Puan Minta Semua Pihak Saling Menahan Diri: Jaga Persatuan dan Kesatuan

By On Minggu, Agustus 31, 2025

Ketua DPR RI, Puan Maharani saat menyambangi rumah duka Affan Kurniawan, pengemudi Ojek Online (Ojol), Sabtu, 30 Agustus 2025. 

JAKARTA, KabarViral79.Com Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Puan Maharani meminta semua pihak untuk saling menahan diri dan bersatu untuk menjaga keutuhan Indonesia.

Hal itu disampaikan Puan menanggapi sejumlah dinamika di lapangan berupa demonstrasi yang diwarnai dengan tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi Ojek Online (Ojol), karena dilindas Kendaraan Taktis (Rantis) Brimob.

Untuk memastikan korban mendapatkan keadilan, Puan meminta Kepolisian RI untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan menyelidiki tragedi ini dengan serius.

“Dan kami tentu saja akan mengawal ini sampai selesai, dan jangan sampai insiden seperti ini terjadi kembali,” ujar Puan, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Puan juga mengimbau semua pihak baik masyarakat maupun aparat penegak hukum yang bertugas untuk menahan diri dan saling menjaga ketertiban selama aksi unjuk rasa yang berlangsung.

“Kita semua rakyat Indonesia, kita bantu bangsa ini bersama-sama bergotong royong semuanya saling menahan diri. Mari kita bersihkan Indonesia,” tuturnya.

Dia menegaskan, persatuan bangsa perlu diusahakan bersama-sama untuk menghindari perpecahan dan menjunjung kesatuan.

“Kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa bersama-sama. Jangan kita terpecah belah, jangan kita korbankan bangsa dan negara ini,” pungkasnya.

Kehadiran Puan ke kediaman Affan didampingi Anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P) DPR RI Said Abdullah. Puan juga hadir bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Saat tiba di rumah almarhum Affan, Puan segera memeluk ibu korban dalam suasana yang masih dibalut kesedihan. Puan secara langsung menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga dan kedua orang tua dari almarhum Affan Kurniawan.

“Assalamualaikum,” ucap Puan.

“Sabar ya, yang kuat,” ujar Puan memeluk ibu Affan sekaligus menyalami adik korban.

Kepada korban, Puan berjanji memberikan bantuan pendidikan bagi adik korban. Ia juga akan memberi bantuan sebuah motor untuk ayah Affan yang juga bekerja sebagai driver ojek. (*/red)

Usai Bertemu Prabowo, 16 Ormas Islam Sepakat Ajak Masyarakat Lebih Tenang

By On Minggu, Agustus 31, 2025

Presiden RI, Prabowo Subianto mengundang 16 organisasi masyarakat (Ormas) Islam di kediamannya yang berlokasi di Hambalang, Jawa Barat, Sabtu, 30 Agustus 2025. 

JAKARTA, KabarViral79.ComSebanyak 16 Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam mengajak masyarakat untuk lebih tenang menghadapi situasi yang terjadi belakangan ini.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan hal itu usai bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat (Jabar), Sabtu, 30 Agustus 2025.

Gus Yahya mengatakan, para Ketua Umum dan Sekjen dari 16 Ormas Islam hadir langsung.

Pertemuan itu juga dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (Purn) Muhammad Herindra.

“Alhamdulillah, sore ini rombongan 16 organisasi kemasyarakatan Islam diterima oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto di Hambalang,” ujar Gus Yahya.

Menurut Gus Yahya, pertemuan tersebut diisi dialog dari hati ke hati mengenai berbagai persoalan bangsa yang tengah dihadapi.

“Kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu-membahu berupaya mengatasi keadaan, sekaligus mengajak masyarakat agar lebih tenang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pertemuan lanjutan akan digelar di Istana Negara.

“Insya Allah di sana nanti akan ada sesuatu yang bisa dinyatakan sebagai tekad bersama, kesepakatan bersama antara Presiden Prabowo Subianto dengan ormas-ormas Islam sebagai perwakilan umat Islam di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menilai dialog berlangsung terbuka dan produktif

Ia menegaskan, Ormas Islam memiliki kekuatan sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Kami selama tiga jam berdialog dan memberi masukan kepada Pak Presiden dengan terbuka. Kami sepakat bahwa kekuatan ormas Islam, yang memiliki sejarah panjang sejak kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan, perlu terus menjaga persatuan, keutuhan, dan masa depan bangsa,” ujarnya.

Haedar juga menekankan pentingnya menjaga demokrasi dengan penuh tanggung jawab.

“Kami memahami demokrasi dan aspirasi, tetapi hendaknya seluruh rakyat Indonesia memanfaatkannya dengan penuh tanggung jawab, keadaban, serta mewaspadai hal-hal yang dapat membawa pada kekerasan dan meruntuhkan keutuhan bangsa,” pungkasnya. (*/red)

Gerakan Pangan Murah, Gubernur Andra Soni Bilang untuk Bantu Masyarakat Penuhi Kebutuhan Sehari-hari

By On Minggu, Agustus 31, 2025

Gubernur Banten, Andra Soni saat memantau kegiatan Gerakan Pangan Murah di Provinsi Banten

SERANG, KabarViral79.ComGerakan Pangan Murah di Provinsi Banten hadir serentak di 58 Kecamatan. Gerakan Pangan Murah menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hal itu dikatakan Gubernur Banten, Andra Soni usai mengikuti pembukaan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Serentak dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang dipusatkan di Kantor Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ragunan, Jakarta secara virtual.

Andra Soni mengikuti pembukaan bersama Walikota Serang Budi Rustandi dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Serang di Kantor Kecamatan Kasemen Jl. Raya Banten Lama Km. 5 Gang Kecamatan, Kasemen, Kota Serang, pada Sabtu, 30 Agustus 2025

“Alhamdulillah masyarakat menyambut antusias. Diharapkan gerakan pangan murah ini bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari - hari,” ujarnya.

Menurut Andra Soni, total penyaluran beras SPHP pada Gerakan Pangan Murah di Provinsi Banten mencapai 85 ton.

Sementara, kebutuhan pokok yang tersedia dalam Gelar Pangan Murah itu, di antaranya beras, tepung terigu, minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, cabai, gula pasir, hingga buah alpukat. 

Untuk harga, kata dia, beras SPHP Rp 57 ribu per 5 kg, Minyak Kita Rp 17.500 per liter, telur Rp 25.500 per kg, gula pasir Rp 17 ribu per kg, bawang merah Rp 30 ribu per kg, bawang putih Rp 32 ribu per kg, cabai merah keriting Rp 38 ribu per kg, cabai rawit merah Rp 30 ribu, dan beras premium Rp 75 ribu. 

Sementara itu, Walikota Serang, Budi Rustandi mengatakan, arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga harga pangan. Gerakan Pangan Murah tujuannya agar harga pangan stabil.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), M Tito Karnavian dalam sambutannya menegaskan, Presiden Prabowo Subianto sangat perhatian dalam pangan. Bahwa merdeka bukan hanya dari penjajahan tapi juga merdeka dalam memenuhi pangan. 

“Alhamdulillah produksi beras kita sangat baik sekali,” ucapnya.

Sementara Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengatakan, setiap hari pemerintah memonitor harga kebutuhan pokok. Menurutnya saat ini harga kebutuhan pokok relatif aman. 

Saat ini, kata dia, terjadi perubahan gaya beli dari offline ke online.

“Sehingga perlu mengajari para pedagang untuk online,” ujar Budi.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, saat ini ada 17 regulasi sektor pangan yang mendukung pencapaian swasembada pangan.

“Mulai dari pupuk, irigasi, optimalisasi lahan, hingga pencetakan sawah,” ujarnya.

Menurutnya, dalam membangun ekosistem pangan yang sehat, saat ini tinggal pada pembenahan pasar.

“Membenahi dari regulasi hingga konsumen,” ungkap Amran.

Sementara itu, Kepala Bulog, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani melaporkan penyaluran beras SPHP untuk mencegah dan mengurangi gejolak akibat kenaikan harga beras, menjaga pasokan dan stabilisasi pangan, dan mendukung pengendalian inflasi.

“Penyaluran beras SPHP sudah mencapai 290,16 ton atau 19, 3 persen dari target. Untuk Gerakan Pangan Murah ini, 43.665 ton sudah ambil ke Bulog,” ungkapnya. (*/red)

Bupati Maesyal Rasyid Bersama Dandim dan Kapolres Sambangi Markas Ojol, Deklarasi Damai untuk Ciptakan Kondisi Kondusif

By On Minggu, Agustus 31, 2025

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid didampingi Dandim dan Kapolres Tangerang menyambangi Markas Ojol, di Kampung Kadu Sabrang, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Minggu, 31 Agustus 2025. 

TANGERANG, KabarViral79.Com Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid didampingi Dandim dan Kapolres Tangerang menyambangi markas ojek online (Ojol), di Kampung Kadu Sabrang, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Minggu, 31 Agustus 2025.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk bersilaturahmi, mendengarkan aspirasi para pengemudi ojol, sekaligus melakukan deklarasi damai demi terciptanya suasana aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Tangerang.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tangerang hadir bersama jajaran Forkopimda, di antaranya Kapolres, Dandim, Sekda, hingga perwakilan Kejaksaan.

Kehadiran mereka tersebut disambut hangat oleh para pengemudi Ojol yang memanfaatkan momen untuk berdialog langsung dengan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah hari ini kami bersama Forkopimda, Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Sekda, dan perwakilan Kejaksaan, bersilaturahmi dengan teman-teman ojek online untuk bermusyawarah dan menerima aspirasi mereka. Mereka berharap pemerintah daerah dapat mendukung keberadaan Ojol agar tetap bisa berjalan dengan baik,” ujar Bupati Maesyal.

Bupati menambahkan, selain mendengarkan aspirasi para Ojol terkait fasilitas penerangan jalan umum di beberapa titik dan bantuan kelancaran lalu lintas, para perwakilan Ojol juga menyatakan komitmennya untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Yang terpenting, tadi perwakilan ojek online mendeklarasikan diri untuk bertanggung jawab menjaga kekondusifan wilayah Kabupaten Tangerang. Mereka sadar jika ada gangguan keamanan, aktivitas mereka juga akan terganggu. Karena itu mereka siap bergandeng tangan dengan aparat dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Dia berharap sinergi ini dapat memperkuat rasa kebersamaan seluruh pihak dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berdoa agar situasi nasional, termasuk yang terjadi di Jakarta, dapat segera kembali aman.

“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah Kabupaten Tangerang. Dengan kebersamaan, Insya Allah kita bisa mewujudkan daerah yang aman, tentram, dan sejahtera,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati, bersama Dandim 0510 Tigaraksa, Kapolesta Tangerang memberikan bantuan sembako kepada para Ojol. (Reno)

Wabup Intan Hadiri Pelepasan Mahasiswa Lulusan Semester Genap TA 2024/2025 Tanri Abeng University Kampus Tangerang

By On Minggu, Agustus 31, 2025

Wabup Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri acara Pelepasan Mahasiswa Lulusan Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 Program Studi Manajemen S1 Tanri Abeng University (TAU) Kampus Tangerang, Sabtu, 30 Agustus 2025. 

TANGERANG, KabarViral79.Com Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri acara Pelepasan Mahasiswa Lulusan Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 Program Studi Manajemen S1 Tanri Abeng University (TAU) Kampus Tangerang.

Acara ini digelar di Kampus TAU Tangerang Citra Raya, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Wabup Intan yang juga sekaligus Pembina Yayasan Ismet Iskandar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas pencapaian para lulusan Tanri Abeng University (TAU) Kampus Tangerang.

“Saya menyampaikan ucapan selamat kepada orang tua dan keluarga yang tentu merasa bahagia atas keberhasilan putra-putrinya menuntaskan pendidikan hingga meraih gelar sarjana. Semoga ilmu yang telah diperoleh menjadi bekal berharga untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Wabup Intan.

Dia menekankan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan pintu awal menuju dunia yang penuh tantangan. Untuk itu, dia juga berpesan kepada para lulusan agar senantiasa menjunjung integritas, bekerja keras, serta membawa manfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap lulusan TAU Tangerang mampu menjadi generasi berdaya, bukan sekadar dipercaya. Jadilah pemimpin masa depan yang siap berkontribusi bagi Kabupaten Tangerang dan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Hal yang sama juga ditegaskan Direktur TAU Kampus Tangerang, Zakiah. Dia menegaskan, kelulusan adalah titik awal perjalanan baru. Para lulusan TAU harus bisa membawa integritas, kepedulian, dan semangat perubahan ke tengah masyarakat.

“Kelulusan adalah titik awal perjalanan baru. Para lulusan harus bisa punya integritas, kepedulian, dan semangat perubahan ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ismet Iskandar, Dr. Zaenal Muttaqien juga menyampaikan rasa syukurnya karena meskipun baru berdiri lebih dari satu tahun, TAU Kampus Tangerang telah meluluskan angkatan pertama sebanyak 44 mahasiswa.

“Ini baru langkah awal. Kami berharap para lulusan tidak berhenti di sini, tetapi terus meningkatkan kapasitas diri agar menjadi profesional yang siap bekerja sekaligus siap memimpin,” tutur Zaenal.

Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama dan pemberian penghargaan kepada lulusan berprestasi berupa beasiswa. (Reno)

Ketidakadilan dan Kekecewaan Kolektif Rakyat Vs Tuduhan Pion Asing

By On Minggu, Agustus 31, 2025

Iring-iringan pengemudi Ojek Online (Ojol) mengantarkan jenazah Affan Kurniawan ke TPU Karet Bivak di Jakarta, 28 Agustus 2025

Oleh: Jannus TH Siahaan

TRAGEDI 28 Agustus 2025 di Jakarta, menjadi pengingat yang sangat jelas untuk kita semua, terutama untuk pemerintah dan aparat keamanan, bahwa kehidupan mayoritas masyarakat Indonesia sedang tak baik-baik saja.

Demonstrasi buruh, yang diklaim tak ada kaitannya dengan tragedi Affan Kurniawan, adalah aspirasi formal para pekerja yang memang sudah jelas-jelas memiliki pekerjaan.

Sementara tragedi Affan Kurniawan terjadi di panggung kedua, di mana aspirasi pada panggung pertama (demonstrasi buruh) dianggap tak mewakili kepentingan para pekerja di sektor informal (ojek online) di satu sisi dan kepentingan masa depan generasi muda (mahasiswa dan anak sekolahan) yang kian tidak pasti di sisi lain.

Jadi, pergerakan agresif dan frontal yang sudah dimulai pada 25 Agustus lalu, lebih banyak mewakili kepentingan masyarakat yang memang benar-benar kecewa dengan institusi DPR dan aparat keamanan pada khususnya dan negara pada umumnya.

Kekecewaan tersebut tidak hanya lahir dari ketidakadilan sosial ekonomi secara faktual, tapi juga lahir dari persepsi ketidakadilan subjektif di kelompok masyarakat tertentu, yakni anak muda (mahasiswa dan siswa sekolah menengah bawah dan atas) dan pekerja informal (dalam konteks ini adalah komunitas pengemudi ojek online).

Sosiolog Jacquelien van Stekelenburg dan Psikolog Bert Klandermans; dua profesor berasal dari Vrije Universiteit Amsterdam Belanda, dalam kajiannya yang dituangkan di dalam buku “A Social Psychology of Protest: Individuals in Action" (2024), memasukkan faktor persepsi ketidakadilan ini ke dalam salah satu sebab utama yang memicu terjadinya protes sosial, selain faktor kapasitas mobilisasi kelompok dan faktor identitas sosial kelompok.

Ketiga faktor ini secara psikologis berjalin kelindan membentuk “collective grievances” atau kekecewaan kolektif dan bertransformasi menjadi gerakan protes massal.

Dalam konteks panggung kedua pada 28 Agustus 2025, ketiga faktor tersebut terpenuhi.

Faktor pertama, persepsi ketidakadilan sudah lama terbentuk di sebagian besar masyarakat Indonesia, baik karena beberapa kebijakan yang dianggap tidak proporsional dan adil maupun karena sikap para anggota DPR yang “private affluence oritented”, meminjam istilah dari John Kenneth Galbraith yang sempat saya bahas di tulisan terdahulu.

Kemudian persepsi ketidakadilan tersebut berbaur dengan rasa tidak suka kepada institusi kepolisian yang sudah terpendam sejak beberapa tahun ke belakang.

Mulai dari kasus Ferdy Sambo, kasus Kapolda yang ditangkap karena dituduh sebagai “bandar narkoba”, kasus polisi tembak polisi terkait perkara tambang emas ilegal di Sumatera Barat, tragedi di Stadion Kanjuruhan di Malang sampai pada masalah ketidakramahan aparat di dalam menangani berbagai demonstrasi sejak tahun 2019, dan banyak lagi lainnya.

Semua peristiwa tersebut menyatu di dalam ingatan publik, lalu menggumpal menjadi rasa tidak suka, dan berakhir dengan rasa ingin melakukan perlawanan terbuka.

Faktor kedua, identitas sosial kelompok di panggung kedua ini juga sudah lama terbentuk, yang berasal dari rasa senasib sepenanggungan secara sosial dan ekonomi.

Bekerja sebagai pengemudi ojek online, diakui atau tidak, adalah bentuk ‘keterpaksaan’ dari sebagian besar angkatan kerja kita.

Jika ada pekerjaan formal yang jelas status hukum dan jaminan ketenagakerjaannya, saya sangat yakin, kawan-kawan di komunitas ojek online akan lebih memilih bekerja di sektor formal alias tidak ingin menjadi pengemudi ojek online yang setiap hari ‘mengukur’ kilometer jalanan di bawah terik matahari, berjuang dengan polusi udara jalanan, basah kuyup kehujanan dan lain-lain.

Artinya, tuntutan serikat buruh yang disuarakan di panggung pertama, memang dianggap tidak mewakili kepentingan dan aspirasi kelompok pekerja informal, yang menginginkan diinisiasinya lapangan kerja baru seluas-luasnya di negeri ini oleh pemegang kekuasaan.

Aspirasi tentang kenaikan upah minimum di atas 8 persen, penghapusan outsourcing, pembatalan UU Cipta Kerja, dan seterusnya dan seterusnya, yang disuarakan oleh serikat buruh, sama sekali tak berarti bagi segmen pekerja informal di sektor transportasi ini, yang jumlahnya ratusan ribu di Jakarta dan jutaan di Indonesia.

Mereka tidak terhitung sebagai pekerja formal layaknya anggota serikat buruh di panggung pertama. Pun anak-anak muda dari sekolahan yang kemudian diikuti oleh organisasi-organisasi kemahasiswaan juga berada di dalam perasaan sepenanggungan yang sama, ikatan solidaritas yang sama, dan merasakan persepsi ketidakadilan yang sama pula.

Dua segmen anak muda ini dihinggapi oleh ketidakpastian masa depan sehingga akhirnya berusaha untuk menyesuaikan diri dan ikut serta di dalam kedua panggung protes yang ada, baik pada panggung serikat buruh maupun pada panggung kedua dari kelompok pekerja sektor informal.

Dan faktor ketiga, kapasitas mobilitas yang tinggi. Sebagaimana diketahui, komunitas pengemudi ojek online memiliki kemampuan mobilisasi yang tinggi.

Semua anggotanya memang diwajibkan untuk “melek” teknologi dan sensitif terhadap isu-isu yang berkembang di media sosial.

Selain itu, yang paling menentukan, adalah “seragam” atau jaket yang mereka pakai sehari-hari di satu sisi sebagai simbol pemersatu dan kepemilikan kendaraan roda dua di sisi lain, yang juga sangat krusial di dalam akselerasi pergerakan. Tak pelak, dua faktor terakhir ini sangat menentukan.

Sementara dari kelompok mahasiswa dan anak sekolah, meskipun tak diikat oleh satu seragam yang sama, sejatinya juga memiliki hal sama, karena generational solidarity.

Segmen mahasiswa rata-rata sudah memiliki kelompok sendiri dan telah terbukti sanggup berbaur di antara sesama kelompok mahasiswa selama ini di dalam berbagai aksi unjuk rasa yang sudah terjadi di Indonesia.

Anak sekolah juga sama, terbilang kurang kohesif, tapi memiliki “keberanian untuk berkonfrontasi” jauh lebih tinggi ketimbang senior-senior mereka, sehingga menjadi faktor penentu terjadi atau tidaknya konfrontasi di lapangan.

Keberanian anak STM dalam aksi tawuran sudah lama menjadi ikon segmen pelajar sekolah menengah tersebut.

Di sisi lain, kedua segmen ini juga sangat sensitif terhadap isu-isu yang ada, sangat cepat mendapatkan informasi, dan sangat cakap di dalam menyebarkan informasi ke dalam kelompok mereka sendiri melalui saluran digital.

Tak pelak, secara teoritik, aksi protes panggung kedua ini memenuhi syarat untuk terjadi dan memang berpotensi untuk berubah menjadi konfrontasi.

Dengan kata lain, di sini saya ingin menyampaikan bahwa tidak perlu mencarikan alibi bahwa aksi protes kali ini ditunggangi oleh pihak asing dan dilakukan oleh kaki tangan pihak asing di Indonesia.

Sebuah argumentasi yang berasal dari pakar intelijen yang menurut saya tak empiris dan asumsi tak berdasar.

Aksi protes yang belakangan semakin keras dan frontal, nyatanya memiliki basis ideasional, emosional, dan organisasional untuk terjadi, dengan atau tanpa ditunggangi pihak asing atau pihak luar angkasa sekalipun.

Jadi pihak-pihak tertentu yang terkait dengan kekuasaan tidak perlu mengerdilkan, apalagi melecehkan, pergerakan kawan-kawan dari komunitas ojek online dan adik-adik dari generasi muda kampus dan sekolahan, dengan menganggap mereka sebagai “pion asing”.

Apalagi sampai dikatakan ditunggangi, tapi tak sadar sedang ditunggangi. Sangat tidak etis, tidak apresiatif dan tidak sensisitif, bahkan blunder.

Jangan sampai ketidakmampuan kekuasaan dan para elite di atas sana untuk memahami “collective grievances” dari segmen pekerja informal, yang secara statistik tercatat sekitar 59 persen dari total tenaga kerja Indonesia, dan segmen anak muda yang kian linglung memikirkan masa depannya yang semakin tak pasti, mengubah seorang pejuang Almarhum Affan Kurniawan menjadi seorang Bouazizi.

Karena sejatinya secara komparatif, Affan Kurniawan, 21 tahun, sebagai korban yang tak berasal dari panggung utama, sejatinya adalah sosok yang secara kategoris mirip dengan Mohamed Bouazizi, 26 tahun, yang memicu Arab’s Spring di akhir tahun 2010-an lalu.

Affan Kurniawan bukanlah bagian dari pendemo aktif yang ikut “bertempur” dengan aparat di malam nahas itu. Semua orang mengetahui itu. Ia hanya “kebetulan” berada di lokasi di saat sedang menjalankan tugasnya sebagai anak muda yang bekerja di sektor informal, yakni sebagai pengantar makanan online dari komunitas pengemudi ojek online.

Ia sosok anak muda yang menjadi andalan pendapatan keluarganya. Namun, secara kolektif dan aspiratif, saya cukup yakin, Affan adalah bagian dari keluarga besar kelompok yang melakukan “pergerakan” di malam itu, di mana pesertanya memang banyak yang berasal dari kumpulan pengemudi ojek online.

Keberaniannya untuk melalui titik tempur di malam itu, menandakan bahwa Affan memang merasakan sedang berada di lokasi yang sama dengan teman-teman seperjuangannya di komunitas pengemudi online, meskipun Affan bukanlah peserta aktif yang melakukan perlawanan terhadap aparat.

Sementara itu, Bouazizi adalah seorang penjual buah yang telah lama menjadi tulang punggung keluarganya dan sangat frustrasi dengan kondisi kemiskinan, pengangguran, dan korupsi yang merajalela di Tunisia.

Setelah gerobak dan barang dagangannya disita, bahkan dikatakan ia sempat dilecehkan oleh polisi setempat, ia memutuskan pergi ke gedung pemerintahan terdekat untuk mengajukan pengaduan, namun tak mendapatkan tanggapan sepadan.

Sebagai bentuk protes, Bouazizi membakar dirinya sendiri di luar gedung pemerintah. Tak dinyana, tindakan Bouazizi viral di media sosial (Facebook), lalu memicu protes massal di Tunisia.

Bouazizi dianggap sebagai martir yang memicu gunung es kekecewaan publik di Tunisia meledak dan membuat pemerintahan Ben Ali yang telah bertahun-tahun memerintah di Tunisia dengan tangan besi lengser keprabon dalam waktu yang singkat.

Secara makro politik, dua figur ini tentu tidak bisa disamakan begitu saja. Indonesia jauh lebih demokratis dibanding Tunisia 15 tahun lalu.

Dan Affan berada di tengah-tengah pertunjukan demokrasi tersebut, di mana penyampaian aspirasi masih bisa didemonstrasikan sedemikian rupa, sebagai bagian dari pertunjukan kekecewaan kolektif (collective grievances) dari segmen masyarakat angkatan kerja produktif yang tidak berada di dalam pergerakan buruh beberapa jam sebelum tragedi terjadi.

Namun, Affan dan Bouazizi berada dalam konstelasi sosial ekonomi yang relatif sama yang akhirnya mengubah “collective grievances” menjadi sebuah gerakan agresif dan frontal. Logika situasinya tak jauh berbeda. Affan tak akan menjadi korban jika tak ada kendaraan Baracuda yang melindasnya.

Pun Bouazizi tak akan membakar diri, lalu menjadi martir untuk Arab’s Spring, jika barang dagangannya tak disita dan ia tak dilecehkan oleh polisi Tunisia.

Artinya, sama-sama ada faktor aparat di dalamnya, yang dianggap sebagai salah satu simbol kekuasaan negara.

Pendeknya, di sini saya tentu tidak sedang menakut-nakuti penguasa atau pemerintahan Indonesia dengan menyandingkan almarhum Affan Kurniawan dengan almarhum Bouazizi.

Yang ingin saya sampaikan adalah bahwa memang ada “collective grievances” di beberapa segmen masyarakat kita, yang saya yakin juga disimpan secara halus oleh mayoritas masyarakat Indonesia di dalam hatinya, terutama kelas menengah ke bawah.

Saya cukup yakin, kekecewaan kolektif ini tak diada-adakan, apalagi diciptakan oleh aktor asing, tapi riil, nyata, dan akan terus-menerus mencari peluang untuk meledak dengan berbagai cara dan bahasa.

Oleh karena itu, tegakkan supremasi hukum setegak-tegaknya atas kasus kematian Affan Kurniawan ini, lakukan semua yang perlu dilakukan untuk menghormati kematiannya, dan sikapi “kekecewaan kolektif” yang sudah menampakkan wajah riilnya ini dengan sikap dan kebijakan yang tepat.

Dengan kata lain, permintaan maaf saja sangatlah tidak cukup. Permintaan maaf dari Presiden, Kapolri, pejabat tinggi negara lainnya, termasuk dari para anggota DPR, tak ada artinya, jika tak ada perubahan mendasar yang menyasar “collective grievances” masyarakat banyak.

Janji Prabowo untuk menyatukan aset dan kekayaan bangsa di tangan negara harus segera berbuah menjadi distribusi kesempatan kerja dan pemerataan kesejahteraan ke semua elemen masyarakat Indonesia, bukan malah memperkaya para oligar dan orang dekat kekuasaan semata.

Janji 19 juta lapangan kerja dari Wapres Gibran Rakabuming yang sampai hari ini belum jelas juntrungannya, tapi videonya terus berkeliaran di media sosial generasi muda Indonesia, harus dibuat terang benderang di tataran operasional, jangan hanya menjadi pencitraan yang justru mempermainkan harapan jutaan generasi muda kita.

Tidak akan pernah ada persatuan dan kesatuan, jika masih banyak masyarakat Indonesia yang tertinggal di belakang, sementara segelintir pihak malah berjoget-joget dan berpesta pora di depan. Sungguh sangat tidak adil.


Penulis adalah Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik.


Sumber: Kompas.com

Kapolsek Panggarangan Iptu Acep Komaridin Pimpin Apel Siaga di Mapolsek

By On Minggu, Agustus 31, 2025

 

Kapolsek Panggarangan Polres Lebak, Iptu Acep Komaridin, SH, saat memimpin apel siaga di halaman Mapolsek Panggarangan

Lebak, KabarViral79.Com – Guna menjaga kondusifitas kamtibmas wilayah, Kapolsek Panggarangan Polres Lebak, Iptu Acep Komaridin, SH, menggelar apel siaga bersama anggota di halaman Mapolsek Panggarangan, Minggu (31/8/2025).

Saat dikonfirmasi awak media ini, Kapolsek Panggarangan Iptu Acep Komaridin menyampaikan bahwa pelaksanaan apel siaga tersebut bertujuan untuk menjaga kondusifitas kamtibmas di wilayah hukum Polsek Panggarangan.

“Apel siaga ini dilakukan agar kita bisa mawas diri dengan kehati-hatian terhadap situasi saat ini, jaga diri, jaga mako, dan jaga kondusifitas kamtibmas di wilayah hukum Polsek Panggarangan,” kata Iptu Acep Komaridin.

Ia juga menghimbau kepada seluruh anggota agar tetap waspada dengan tetap memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat.

“Dan saya menghimbau kepada seluruh anggota agar tetap waspada, serta melakukan pelayanan yang prima terhadap masyarakat,” tutupnya.

(Cup)