-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kakak Kandung Jadi Tersangka Kasus Kematian Perempuan di Jombang

By On Rabu, Juni 17, 2026

Proses ekshumasi makam seorang perempuan yang diduga menjadi korban penganiayaan, di TPU Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu, 14 Juni 2026.

JOMBANG, KabarViral79.ComKepolisian Resor (Polres) Jombang mengamankan terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian terhadap Khoiriah alias Puji, wanita yang ditemukan tewas di dalam kamar mandi, pada Jumat, 12 Juni 2026. 

Terduga pelaku, yakni kakak kandung korban berinisial S. Keduanya tinggal di tempat kos yang berada di Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim). 

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander mengatakan bahwa setelah mendalami keterangan saksi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihaknya mengamankan kakak kandung korban. 

Menurutnya, kakak kandung korban yang dalam kesehariannya tinggal bersama tersebut diduga menjadi pelaku penganiayaan sebelum korban ditemukan meninggal. 

"Kami sudah mengamankan terduga pelaku, yaitu kakak kandung daripada korban,” ujar Dimas kepada wartawan, Senin, 15 Juni 2026. 

Korban dan kakak kandungnya merupakan warga Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. 

Mereka tinggal di tempat kos, di wilayah Jogoroto. 

Dimas mengatakan, meski telah mengamankan terduga pelaku, penyidik belum bisa mendalami motif di balik aksi kekerasan tersebut. 

Kondisi psikologis terduga pelaku yang belum stabil menjadi kendala dalam proses pemeriksaan. 

"Untuk saat ini belum maksimal untuk diambil keterangan karena masih kondisi tidak stabil, sehingga kami belum bisa mengambil keterangan banyak dan belum bisa mendalami motif dari terduga pelaku tersebut," ujarnya. 

Mengenai penyebab pasti kematian korban, kata Dimas, berdasarkan hasil ekshumasi dan otopsi yang dilaksanakan pada Minggu, 14 Juni 2026, dokter forensik menemukan indikasi kuat adanya kematian yang tidak wajar. 

"Untuk penyebab kematian, kemarin sudah kami lakukan otopsi. Memang menurut keterangan dokter forensik, kematian disebabkan oleh alasan yang tidak wajar,” ujarnya. 

“Namun untuk saat ini, kami masih menunggu laporan lengkap dari dokter forensik, akan disampaikan kemudian,” imbuhnya. 

Selain mengamankan terduga pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, salah satunya adalah sebuah sapu yang diduga digunakan oleh pelaku untuk menganiaya korban. 

Diketahui sebelumnya, makam seorang perempuan di Desa Peterongan, Kabupaten Jombang, dibongkar oleh aparat kepolisian pada Minggu, 14 Juni 2026. 

Langkah ekshumasi ini dilakukan untuk mengungkap dan memastikan penyebab pasti kematian korban. 

Kapolsek Peterongan, AKP Solihin Budi Santosa mengatakan, pembongkaran makam perempuan bernama Khoiriah alias Puji tersebut dilakukan untuk kepentingan otopsi dan pemeriksaan medis forensik. 

Menurutnya, langkah itu diambil setelah pihaknya menerima laporan dan menemukan indikasi kuat adanya tindakan penganiayaan terhadap korban sebelum ditemukan meninggal dunia. 

Berdasarkan penyelidikan awal, kata dia, peristiwa penganiayaan ini terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026, di sebuah kamar kos di Dusun Jogoroto. 

Menurut kesaksian warga di sekitar TKP, korban memang sering menerima kekerasan fisik dari kakaknya yang tinggal bersama di kos tersebut. 

Pada hari kejadian, dua orang saksi mata melihat S melakukan kekerasan fisik kepada korban menggunakan tangan kosong dan sapu. 

Setelah dianiaya, korban diseret oleh kakaknya ke dalam kamar hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi lemas. 

Pelaku kemudian menghubungi pihak keluarga lain yang langsung mengevakuasi korban. Jenazah korban pun langsung dimakamkan oleh pihak keluarga pada Sabtu, 13 Juni 2026. (*/red)

Pemudik Dibegal di Bypass Mojoagung, Uang Rp 8 Juta dan Ponsel Raib

By On Minggu, Maret 30, 2025

Lokasi pembegalan. 

JOMBANG, KabarViral79.Com Seorang pemudik, Dwi Nur Iman (24), menjadi korban pembegalan di Bypass Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), Sabtu malam, 29 Maret 2025.

Saat insiden itu terjadi, warga Dusun Kandangan, Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben itu tengah dalam perjalanan mudik dari Malang menuju rumah orang tuanya.

Akibat insiden itu, uang hasil kerjanya sebanyak Rp 8 juta dan ponsel miliknya raib. Korban juga dibacok pelaku.

Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas mengatakan, Dwi dibegal enam orang yang identitasnya belum diketahui.

“Kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut agar bisa segera mengungkap ciri-ciri pelaku,” kata Yogas kepada wartawan, Minggu, 30 Maret 2025.

Yoga mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta memeriksa keterangan dari saksi-saksi dan korban.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga telah memeriksa rekaman kamera pemantau atau CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.

Yogas juga menuturkan, korban yang sehari-harinya bekerja di pabrik plywood di Malang itu sempat mampir ke sebuah ATM di wilayah Kecamatan Mojoagung untuk mengambil uang tunai.

“Ya, infonya korban bekerja di Malang, hendak pulang ke Carangrejo (Kecamatan Kesamben). Dalam perjalanan pulang, korban mampir di ATM Mojoagung,” ujarnya.

Setelah mengambil uang, kata Yogas, korban melanjutkan perjalanan mudik. Namun, saat di jalan, ia dibuntuti dua kendaraan sepeda motor.

“Setelah ambil uang, korban dibuntuti dua kendaraan sepeda motor. Pelaku merampas tas berisi uang Rp 8 juta dan Hp yang harganya kurang lebih Rp 2 jutaan,” kata Yogas.

Akibat insiden tersebut, Dwi tidak hanya kehilangan uang tunai dan handphone baru, tetapi juga mengalami luka di bagian tangan dan kaki.

Ia sempat menjalani perawatan di Puskesmas Mojoagung setelah insiden yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB itu.

Pihak Kepolisian terus berupaya mengejar para pelaku dan mengungkap kasus ini. (*/red)

Pecah Ban dan Bergesekan dengan Beton, Bus Pahala Kencana Terbakar di Tol Jombang-Mojokerto

By On Kamis, April 18, 2024


JOMBANG, KabarViral79.Com – Bus Pahala Kencana yang mengangkut 34 orang terbakar di Jalan Tol Jombang-Mojokerto, Rabu, 17 April 2024, sekitar pukul 05.50 WIB pagi. 

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.09 WIB. Semua penumpang dan awak bus dikabarkan selamat.

Kanit PJR Jatim III Satuan PJR Ditlantas Polda Jatim, AKP Yudiyono mengatakan, bus bernomor Polisi B 7426 TK itu dikemudikan oleh Ade (58), warga Desa Dharma Wangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang. Bus melaju dari Bandung menuju ke Denpasar. 

Yudiyono mengatakan, bus melaju di lajur lambat atau kiri. Sesampainya di Kilometer 705 A kendaraan itu mengalami pecah ban belakang dan bergesekan dengan beton. Selanjutnya timbul percikan api.

“Kejadian itu membuat bus terbakar. Posisi terakhir kendaraan di bahu jalan menghadap ke timur,” kata dia, Rabu, 17 April 2024.

Sementara itu, Dept Head Business and Relation Asta Toll Jomo, Udhi Dwi Saputro mengatakan, 34 penumpang dan empat kru dalam kondisi selamat.

“Alhamdulillah info awal tidak ada korban. Keseluruhan penumpang dan kru sudah keluar bus saat terjadi kebakaran,” kata Udhi.

Para penumpang tersebut, kata dia, berangkat dari Bandung menuju ke Denpasar, Bali. Mereka kini masih menunggu kiriman bus pengganti untuk melanjutkan perjalanan.

“Penumpang dievakuasi ke GT Mojokerto Barat menunggu bus pengganti,” ucapnya. (*/red)

Ustadz Abdul Somad Resmi Menikahi Gadis Berusia 19 Tahun Asal Jombang

By On Rabu, April 28, 2021

Ustadz Abdul Somad (UAS) resmi menikahi Fatimah Azzahra Salim Barabut, gadis asal Jombang dengan mahar seperangkat perhiasan dari emas di Jombang pada Rabu, 28 April 2021, sekitar pukul 16.30 Wib.

JOMBANG, KabarViral79.Com – Ustadz Abdul Somad (UAS) resmi menikahi Fatimah Az Zahra, gadis berusia 19 tahun asal Jombang dengan mahar seperangkat perhiasan dari emas di Jombang pada Rabu, 28 April 2021, sekitar pukul 16.30 Wib.

Orang tua dari Fatimah Az Zahrah, Abah Salim Sholeh Barabut, langsung menjadi wali dalam pernikahan ulama kondang ini. Pernikahan berlangsung sederhana dihadapan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Peterongan, Abdul Ghafur.

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal bersama Abdul Hamid Barabut, paman dari Fatimah menjadi saksi dalam proses ijab qabul ulama asal Riau tersebut. Jamaluddin selaku adik kandung UAS juga terlihat mendampingi UAS.

“Alhamdulillah, guru kita, Ustadz Abdul Somad tadi sore baru saja selesai melangsungkan akad nikah,” kata Hendriyanto, sahabat UAS yang ikut dalam proses bersejarah itu.

Seperti diketahui, secara syariat (fiqih), Ustadz Abdul Somad telah bercerai dengan Mellya Juniarti sejak lima tahun yang lalu tepatnya bulan Mei 2016. Namun secara negara, yakni melalui putusan Pengadilan Agama, baru selesai pada Desember 2019 lalu.

Hendri mengatakan, tak ada yang dapat diucapkan kecuali memberikan ucapan selamat kepada seseorang yang menikah.

“Apa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah memberikan ucapan selamat kepada seseorang yang menikah. Beliau mengucapkan semoga Allah memberikan berkah kepadamu. Semoga Allah memberkahimu dan Allah satukan kalian berdua dalam kebaikan,” katanya seperti dalam Hadits Riwayat Abu Daud.

Hadir juga dalam prosesi akad nikah tersebut para kiyai dari Gontor seperti Prof. Dr. KH. Amal Fatullah Zarkasyi MA, KH. Akrim Maryat, Rektor Unida Prof. Dr. KH. Hamid Fahmi Zarkasyi, Dr. KH. Hidayatullah Zarkasyi dan undangan lainnya.


Sumber: berazam.com