-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Perihal Wali Murid Tidak Boleh Unggah Menu MBG di Medsos, Ini Kata Aktivis Lebak Selatan Deden Haditiya

By On Rabu, Januari 21, 2026

 

Aktivis Lebak Selatan, Deden Haditiya

Lebak, KabarViral79.Com – Aroma tidak sedap berkembang di kalangan masyarakat perihal wali murid yang tidak boleh berkomentar terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima oleh anaknya.

Bahkan, beredar rumor bahwa wali murid harus menandatangani surat pernyataan yang berisi larangan untuk berkomentar, mengambil foto, serta memposting di media sosial terkait menu MBG.

Hal tersebut diungkapkan oleh Aktivis Lebak Selatan, Deden Haditiya, setelah dirinya melakukan wawancara dengan beberapa orang tua murid yang berhasil ia temui.

Menurut Deden, diketahui terdapat salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Malingping yang mengumpulkan wali murid untuk menandatangani surat pernyataan. Surat tersebut berisi ketentuan agar wali murid tidak mengomentari, tidak mengambil gambar, serta tidak membawa pulang sisa makanan MBG.

“Ini luar biasa, kepala satuan pendidikan sampai berani melakukan upaya memaksa wali murid untuk diam dan tidak boleh mengemukakan pendapat dan aspirasi. Sehingga kami menduga ada unsur kepentingan di dalamnya, entah itu fee komisi atau transaksi haram di dalamnya yang didapat dari pengurangan mutu atau spesifikasi anggaran di dalamnya,” ungkap Deden.

(Cup/Tim)

Ruas Jalan Cibarengkok – Gununggede Rusak Berat, Warga: Masyarakat Susah Sejahtera Kalau Kondisi Jalan Rusak

By On Selasa, Januari 20, 2026

 

Kondisi ruas jalan Cibarengkok-Gununggede Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak Provinsi Banten

LEBAK, KabarViral79.Com – Warga di Desa Gununggede, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, mengeluhkan kondisi jalan Cibarengkok – Gununggede yang rusak berat. Jalan yang sudah bertahun – tahun tidak tersentuh perbaikan ini merupakan penghubung antara Desa Cibarengkok dengan Desa Gununggede. Ruas jalan ini merupakan akses utama dalam menunjang aktivitas warga.

Jalan sepanjang kurang lebih 10 kilometer ini, sekitar 7 kilometer berada di wilayah Desa Cibarengkok dan 3 kilometer masuk dalam wilayah Desa Gununggede, dimana badan jalan kondisinya didominasi berupa bebatuan bercampur dengan tanah merah. Dimusim penghujan, jalan sangat lincin dan susah dilintasi. Jangankan roda 4, roda 2 pun harus ekstra hati – hati untuk melintas di jalan ini.

Penuturan warga, tidak sedikit pengendara roda dua banyak yang mengalami kecelakaan, jatuh dan tergelincir, akibat jalan licin karena bebatuan bercampur tanah merah.

Sebagai akses utama, ruas jalan ini menjadi urat nadi yang sangat vital dalam menunjang aktifitas warga untuk mengangkut hasil bumi, anak-anak sekolah, tenaga pendidik dan aktivitas warga lainnya.

“Ruas jalan ini adalah akses utama kami dalam segala aktivitas. Jalan ini menjadi urat nadi penggerak perekonomian warga,” ujar Pandi, warga setempat, Selasa, 20/01/2026.

Pandi memaparkan, masyarakat pedesaan yang sebagian besar mata pencaharian utamanya adalah bertani dan berkebun, akibat jalan yang rusak tersebut menjadi penyebab kendala utama, susah menjual hasil pertaniannya. Karena kendaraan roda 4 sulit untuk bisa melintasi jalan ini.

“Apalagi disaat musim hujan, truk pengangkut hasil bumi tidak bisa lewat. Kalau dipaksakan melintas, resikonya mogok dijalan,” ujarnya.

Akibatnya lanjut Pandi, perekonomian masyarakat menjadi sulit dan kemiskinan semakin menjadi momok yang sangat mengerikan.

“Susah rasanya masyarakat Desa Gununggede untuk hidup sejahtera kalau kondisi jalan masih seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak, Hamdan Soleh, mengatakan bahwa pada tahun 2026 ini Pemkab Lebak sudah menganggarkan untuk pembangunan ruas jalan tersebut.

“Untuk yang masuk wilayah Desa Cibarengkok nanti akan dibangun melalui APBD Lebak. Kontruksi Beton, panjangnya 500 meter dan untuk yang masuk wilayah Desa Gununggede diusulkan melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra,” katanya.

(Cup/Red)

Aktivis Lebak Selatan Deden Haditiya Menduga Menu MBG Berbau Korupsi

By On Senin, Januari 19, 2026

 

Aktivis Lebak Selatan, Deden Haditiya

LEBAK, KabarViral79.Com – Aktivis Lebak Selatan, Deden Haditiya, menyoroti perihal menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menduga menu MBG tersebut tidak sesuai dengan food cost sebagaimana diatur dalam Petunjuk Teknis (Juknis) MBG. Menurutnya, menu yang saat ini diberikan oleh SPPG kepada penerima manfaat dinilai tidak proporsional dari sisi harga.

Deden mengaku, berdasarkan hasil pengamatan yang ia lakukan, menu MBG yang disajikan dalam satu porsi terdapat indikasi penyimpangan anggaran dan diduga merupakan tindak pidana korupsi karena berpotensi merugikan keuangan negara.

“Kami mencium aroma korupsi dalam menu yang disajikan oleh beberapa SPPG di Lebak Selatan. Ini merugikan keuangan negara,” ujar Deden, Senin (19/01/2026).

Berdasarkan Juknis yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), semestinya yayasan dan atau mitra pemilik SPPG tidak boleh mengambil keuntungan dengan cara mengurangi food cost, karena BGN telah mengalokasikan margin tersendiri bagi yayasan maupun mitra.

Dari anggaran yang digelontorkan tersebut, papar Deden, pemilik SPPG telah mendapatkan insentif sebesar enam juta rupiah per hari serta tiga ribu rupiah per porsi untuk operasional SPPG.

“Bayangkan saja, jika dalam satu penerima manfaat terdapat kebocoran food cost lima ratus rupiah saja, maka potensi kerugian negara dalam satu hari cukup fantastis, mengingat jumlah penerima manfaatnya sangat banyak,” katanya.

Ia juga menilai lemahnya pengawasan pemerintah di lapangan menjadi celah terjadinya praktik manipulatif yang dilakukan oleh SPPG dalam penggunaan anggaran MBG.

“Selama ini hampir tidak ada pengawasan yang dilakukan oleh BGN. Kepala SPPG sebagai kepanjangan tangan BGN sepertinya tidak berdaya menghadapi kepentingan yayasan atau mitra pemilik SPPG,” ujarnya.

Atas persoalan tersebut, Deden menegaskan akan terus melakukan penelusuran terhadap SPPG dalam penyajian menu makan bagi penerima manfaat.

“Kami akan terus menggalang, mengumpulkan informasi serta fakta lapangan dalam penyaluran MBG di setiap sekolah di Kabupaten Lebak, terutama di wilayah Lebak Selatan,” pungkasnya.

(Tim/Red)

Peduli Terdampak Longsor, Pemilik Cave CBR Berikan Bantuan Sembako Kepada Warga di Desa Bayah Timur

By On Minggu, Januari 18, 2026

 

Bunda Rosita saat membagikan sembako dan uang tunai kepada warga terdampak longsor di Kampung Tenjolaya, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak

Lebak, KabarViral79.Com – Bentuk rasa kepedulian terhadap korban bencana longsor, Bunda Rosita bersama suami tercintanya, yaitu “Om Joy”, memberikan bantuan sembako dan uang tunai kepada sejumlah warga di Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Pemberian sembako dan uang tunai tersebut diberikan langsung oleh Bunda Rosita yang juga pemilik Cave Bunda Rose (CBR), didampingi suami tercinta “Om Joy”, kepada sejumlah warga terdampak longsor di dua titik, yaitu Kampung Sukajaya dan Kampung Tenjolaya, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Warga setempat kembali dihantui rasa cemas pasca terjadinya bencana longsor tersebut. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 18 Januari 2026.

“Kedatangan saya bersama suami merupakan bentuk rasa kepedulian terhadap warga terdampak longsor yang menimpa warga Kampung Sukajaya dan Kampung Tenjolaya. Semoga bantuan sembako ini dapat bermanfaat,” kata Bunda Rosita, Minggu, 18 Januari 2026.

Mimawati yang mewakili keluarga korban terdampak longsor menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada Bunda Rose dan suami tercintanya yang telah peduli terhadap sesama di saat terjadi bencana.

“Terima kasih, Bunda, atas bantuan sembako dan uang tunainya. Kalian selalu ada di setiap momen suka dan duka. Rezeki yang berkah barokah, berbagi senyum kepada kami di sore hari yang cerah, secerah cahaya Bunda menerangi kami warga yang terdampak longsor maupun perubahan tanah,” kata Mimawati.

(Cup)

Diduga Terseret Ombak, Wisatawan Asal Jakarta Hanyut di Pantai Sawarna Bayah

By On Sabtu, Januari 17, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Nasib nahas dialami oleh Salman Abdul Latif (19), wisatawan asal Jakarta Timur. Ia dinyatakan hilang dan diduga hanyut terbawa ombak laut Pantai Selatan saat berkunjung ke kawasan wisata Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Salman diduga hanyut terbawa derasnya arus laut di Pantai Goa Langit, Sawarna, ketika sedang mandi dan berenang bersama temannya pada Sabtu, 17/1/2026, sekitar pukul 05.30 WIB.

Ketua Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma, dalam keterangannya mengatakan bahwa Salman bersama satu orang temannya sedang mandi dan berenang di Pantai Goa Langit, Sawarna, Bayah, sekitar pukul 05.30 WIB. Saat kejadian, petugas Balawista Sawarna belum siap berjaga karena Balawista baru standby di lokasi wisata mulai pukul 06.00 WIB.

“Satu orang atas nama Salman hilang, kemungkinan terbawa arus laut, satu orang lagi selamat,” ujar Erwin.

Saat ini, lanjut Erwin, pihaknya bersama unsur BPBD, Polsek, Koramil, serta dibantu masyarakat sekitar sedang berupaya melakukan pencarian dengan menyusuri bibir pantai.

Erwin juga menghimbau kepada seluruh pengunjung kawasan Pantai Sawarna untuk mematuhi papan himbauan agar tidak terjadi hal serupa.

(Cup)

Cuaca Ekstrem, Camat Bayah Dadan Juanda Siagakan Personel Antisipasi Bencana, Imbau Warga Tetap Waspada

By On Kamis, Januari 15, 2026

 

Forkopimcam Bayah saat melakukan pembersihan material longsor di Jalan Nasional Bayah–Cibareno, tepatnya di depan Dermaga PT Cemindo Gemilang Tbk, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak

LEBAK, KabarViral79.Com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, menyebabkan terjadinya longsor di Jalan Nasional Bayah–Cibareno, tepatnya di depan Pelabuhan Khusus (Dermaga) milik PT Cemindo Gemilang Bayah.

Akibat longsornya tebing di lokasi tersebut, material berupa batu dan tanah menutup seluruh badan jalan sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Peristiwa longsor terjadi pada Kamis, 15 Januari 2025, sekitar pukul 06.10 WIB. Kondisi ini mengakibatkan arus lalu lintas macet sepanjang kurang lebih lima kilometer, baik dari arah Bayah menuju Cibareno maupun sebaliknya.

Forkopimcam Bayah bersama PT Cemindo Gemilang segera melakukan penanganan dengan menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan.

“Sudah ditangani. Lalu lintas sudah lancar. Sekarang ini, baik roda dua maupun roda empat sudah bisa lewat,” ujar Camat Bayah, Dadan Juanda.

Selain itu, Dadan menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim yang siap siaga guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.

“Kami bersama personel Polsek, Koramil, BPBD, PUPR Lebak, serta dibantu PT Cemindo Gemilang siap siaga 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan,” ujarnya.

Dadan juga mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung hingga saat ini.

“Kemungkinan hujan akan terus terjadi. Semua pihak harus waspada. Segera berkoordinasi dengan kami jika terjadi sesuatu hal. Bersama warga, kami siap hadir untuk mengatasi kemungkinan yang terjadi,” pungkasnya.

(Cup)


Siswa SMAN 1 Panggarangan Nyaris Terjun ke Sungai Saat Melintasi Jembatan Gantung Cimancak

By On Senin, Januari 12, 2026

 

Siswa SMAN 1 Panggarangan terjatuh saat melintasi Jembatan Cimancak, Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak

LEBAK, KabarViral79.Com – Sejumlah siswa SMAN 1 Panggarangan nyaris terjun ke sungai saat memaksakan diri melintasi Jembatan Gantung Cimancak yang berada di Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Padahal sebelumnya, Kepala Desa Sukajadi, Ujang Supiana, telah memberikan imbauan dengan memasang plang larangan agar warga tidak lagi menggunakan jembatan gantung tersebut karena kondisinya sudah rusak parah dan nyaris roboh.

“Baru hari kemarin saya bersama Pak Feri Alamsyah selaku Bhabinkamtibmas Polsek Panggarangan memasang plang larangan agar masyarakat tidak melintasi Jembatan Cimancak karena kondisinya sudah rusak parah,” ujar Kepala Desa Sukajadi, Ujang Supiana, kepada media ini, Senin (12/1/2026).

Namun demikian, lanjut Ujang Supiana, akibat jalan poros desa yang melewati Jembatan Kali Cibarengkok terendam banjir, para pelajar tetap memaksakan diri melintasi Jembatan Gantung Cimancak. Saat melintas, salah satu siswa SMAN 1 Panggarangan terpeleset dan nyaris terjatuh ke Sungai Cimancak.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa kondisi Jembatan Gantung Cimancak di Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, kian memprihatinkan. Jembatan vital penghubung aktivitas warga tersebut kini nyaris ambruk dan sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda dua. Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya penanganan serius dari pihak pemerintah terkait.

Kepala Desa Sukajadi, Ujang Supiana, juga menyampaikan bahwa kerusakan jembatan sudah berada pada level yang sangat membahayakan keselamatan warga. Struktur jembatan yang rusak parah dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat roboh dan menelan korban.

Ujang Supiana menegaskan, Jembatan Gantung Cimancak merupakan akses penting masyarakat Desa Sukajadi. Namun kondisi terkini justru mencerminkan lemahnya perhatian terhadap infrastruktur pedesaan yang menyangkut keselamatan publik.

“Jembatan ini sangat berbahaya saat dilintasi warga. Kami khawatir jika terus dibiarkan, akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, pada Rabu (7/1/2026), Kepala Desa Sukajadi bersama Bhabinkamtibmas Polsek Panggarangan, Aipda Fery Alamsyah, turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak lagi menggunakan jembatan gantung tersebut demi menghindari risiko kecelakaan.

“Hari ini kami turun langsung untuk mengecek dan sekaligus menghimbau warga agar tidak menggunakan Jembatan Gantung Cimancak. Kami tidak ingin ada warga yang jatuh atau menjadi korban akibat kelalaian ini,” ungkap Ujang.

Pemerintah Desa Sukajadi berharap pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait segera memberikan penanganan serius serta membangun kembali Jembatan Gantung Cimancak. Jangan sampai harus menunggu adanya korban terlebih dahulu baru dilakukan tindakan.

(Cup)

Gerak Cepat Kaban BPBD Lebak Tinjau Lokasi Longsor di Desa Bayah Timur

By On Senin, Januari 12, 2026

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Lebak, H. Sukanta, bersama tim saat melakukan peninjauan lokasi longsor di Kampung Sukajaya, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak

Lebak, KabarViral79.Com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, H. Sukanta, melakukan peninjauan ke lokasi bencana longsor di Kampung Sukajaya RT 01/03 dan Kampung Tenjolaya RT 03/01, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Peninjauan Kaban BPBD Kabupaten Lebak ini dilakukan untuk memastikan kondisi rumah warga yang terdampak longsor di wilayah Lebak bagian selatan, khususnya di Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah.

Hal tersebut dilakukan oleh Kaban BPBD Lebak sebagai respons atas keluhan dan kesah masyarakat yang terdampak bencana longsor akibat hujan deras yang berkepanjangan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Lebak, H. Sukanta, mengatakan bahwa pihaknya telah meninjau langsung lokasi longsor di Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Lebak, H. Sukanta, saat melakukan peninjauan lokasi pasca longsor di Kampung Tenjolaya, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak


“Atas adanya keluh kesah masyarakat yang terkena dampak longsor, hari ini saya meninjau rumah-rumah warga yang terkena longsor, baik yang berada di Kampung Sukajaya maupun di Kampung Tenjolaya,” kata H. Sukanta, Senin (12 Januari 2026).

H. Sukanta juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terkait bencana longsor tersebut agar dapat segera ditangani.

Sementara itu, Deni Ismayadi, warga Kampung Sukajaya yang rumahnya terdampak longsor, mengatakan, “Saya atas nama warga mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Lebak dan Kepala Desa Bayah Timur yang telah mengunjungi rumah kami. Semoga membawa kabar baik bagi kami dan tetangga kami yang terdampak longsor,” ungkap Deni.

Menurut Deni, peninjauan yang dilakukan oleh Kaban BPBD Kabupaten Lebak dan Kepala Desa Bayah Timur ke warga terdampak bencana tanah longsor membuat warga merasa lega dan terharu, serta berharap agar segera ada penanggulangan yang konkret.

Dan tidak lupa, Deni menambahkan, “Kami selaku warga terdampak longsor mengucapkan terima kasih juga kepada semua rekan-rekan baik dari media, lembaga, sahabat, serta pihak lainnya yang telah ikut membantu, baik melalui pemberitaan, dukungan, maupun bantuan lainnya. Semoga kita semua terhindar dari marabahaya dan selalu dilindungi oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkas Deni.

(Cup)

 Rumah Warga Nyaris Ambruk Akibat Longsor, Warga Kampung Sukajaya: Keselamatan Warga Seolah Diabaikan

By On Senin, Januari 12, 2026

Kondisi salah satu rumah warga Kampung Sukajaya, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, yang tergerus longsor


LEBAK, KabarViral79.Com – Kondisi sejumlah rumah warga terdampak longsor akibat hujan di Kampung Sukajaya dan Kampung Tenjolaya, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, kian memprihatinkan dan mengancam keselamatan warga. Ironisnya, hingga saat ini belum terlihat langkah penanganan serius dari pihak-pihak pemerintah terkait.

Deni Ismayadi, salah satu warga Kampung Sukajaya yang rumahnya tergerus longsor, menegaskan bahwa kerusakan rumah warga sudah berada pada level sangat membahayakan keselamatan. Bahkan, hari ini kembali terjadi longsor susulan yang mengakibatkan kerusakan semakin parah dan dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat menelan korban.

“Rumah saya dan tetangga saya kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan. Saat ini sudah tidak bisa diantisipasi lagi dengan cara kami sendiri karena kerusakannya parah dan nyaris ambruk,” tegas Deni Ismayadi yang juga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lebak, Senin (12/1/2026).

Kondisi rumah warga di Kampung Tenjolaya, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, yang tergerus longsor dua tahun yang lalu


Menurutnya, kejadian bencana longsor di Kampung Sukajaya dan Kampung Tenjolaya, Desa Bayah Timur, sudah terjadi sejak tahun 2024. Namun, belakangan ini longsor kembali terjadi dan kondisinya semakin membahayakan keselamatan masyarakat. Sayangnya, kondisi terkini justru mencerminkan lemahnya perhatian dari pihak-pihak pemerintah terkait, padahal longsor tersebut jelas menyangkut keselamatan warga.

“Longsor ini sudah sangat berbahaya, apalagi hari ini hujan juga belum reda. Kami khawatir jika terus dibiarkan tanpa ada penanganan yang serius, akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ketua SMSI Kabupaten Lebak tersebut juga menyampaikan harapan sekaligus desakan agar pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait segera turun tangan. Ia menilai, lambannya penanganan mencerminkan minimnya keberpihakan terhadap keselamatan warga desa.

“Kami berharap pemerintah segera memberikan penanganan serius dan memasang bronjong atau turap, baik di Kampung Sukajaya maupun di Kampung Tenjolaya. Jangan sampai ada korban dulu baru ada tindakan,” pungkasnya.

(Cup)

Warga Desa Bayah Timur Kecamatan Bayah Kembali Dihantui Rasa Cemas, Akibat Hujan Deras Rumah Warga Kembali Terjadi Longsor

By On Minggu, Januari 11, 2026

 


Lebak, KabarViral79.Com – Beberapa warga Kampung Sukajaya RT 01/RW 03, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, kembali dihantui rasa cemas. Minggu, 11 Januari 2026.

Pasalnya, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi mulai dari hari Sabtu (10 Januari 2025) kemarin sore hingga hari ini, kembali menyebabkan sejumlah rumah warga di Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, kembali terbawa longsor.

“Karena telah diguyur hujan lagi dari hari kemarin Sabtu sore sampai hari ini hujan masih berlangsung, dan mengakibatkan belakang rumah saya dan rumah-rumah tetangga kembali longsor,” kata Deni Ismayadi, yang juga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lebak, Minggu, 11 Januari 2026.

Atas kondisi ini, warga kembali mendesak agar pemerintah segera membangun tembok penahan tebing guna mengantisipasi agar tidak terjadi lagi longsor di kemudian hari.

“Saya mewakili warga lainnya yang sekarang kembali rumahnya terbawa longsor, minta kepada pihak pemerintah terkait untuk segera turun tangan dan menangani longsor ini,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah rumah di Kampung Sukajaya dan Kampung Tenjolaya, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, telah tergerus longsor yang disebabkan oleh hujan.

Menurut Deni, bagian rumah yang rusak semuanya adalah bagian belakang, yaitu dapur dan kamar mandi. Karena di bagian belakang ini merupakan jurang yang di bawahnya adalah aliran Sungai Cimadur.

“Ada lima rumah yang terkena longsor. Rumah saya, rumah Pak Nasrudin, rumah Abah Enjen, rumah Pak Asdi rusak berat. Kalau rumah Pak Amyani rusak ringan,” terang Deni, Senin, 22/12/2025.



Deni mengatakan, jika beberapa hari ke depan hujan turun lagi dengan intensitas yang lebat, dirinya khawatir akan terjadi longsor susulan.

Sementara itu, Ucup Supriadi, warga Kampung Tenjolaya RT 03/01, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, juga mengalami kekhawatiran yang sama. Lantaran pada beberapa tahun yang lalu, rumah mereka pun pernah terkena longsor.

“Tahun 2022, ada empat rumah yang mengalami longsor. Saat ini juga terancam longsor lagi, karena bagian tebing sudah ada tanda-tanda mau longsor,” ujar Ucup, yang juga Ketua PPWI Lebak Selatan.

Meski dihantui ketakutan, warga masih bertahan di rumahnya lantaran tidak ada tempat tinggal lain yang bisa mereka tempati. Mereka menempati rumah bagian depan yang tidak terbawa longsor.

“Kami mohon kepada pemerintah agar ada tindakan nyata untuk menangani longsor ini. Setiap hujan kami selalu dihantui rasa takut adanya bencana ini,” ungkap mereka.

Untuk diketahui, kejadian longsor ini bukan yang pertama kali. Pada tahun 2022 juga pernah terjadi longsor. Warga telah melaporkan dan mengusulkan kepada pemerintah untuk dibangun tembok penahan tebing, akan tetapi sampai saat ini belum juga terealisasi.

(Uday/Red)

Program Makan Bergizi Gratis di Lebak Dinilai Tak Berdampak Optimal bagi UMKM Lokal

By On Jumat, Januari 09, 2026



LEBAKKabarViral79.ComBadan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Lebak soroti perihal operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak banyak melibatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi SPPG dalam pengadaan bahan pangan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jum'at (9/1/2026). 

‎Padahal menurut BPC HIPMI Lebak, sesuai dengan tujuan awal program, selain dalam upaya pemenuhan gizi anak Indonesia, program MBG ini diluncurkan guna peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan ikut terlibat menjadi penyedia bahan pangan.

‎”Kami melihat, pengadaan bahan pangan untuk program MBG di Kabupaten Lebak, seperti beras, ikan, daging, sayuran, buah-buahan dan bahan pangan lainnya, pihak yayasan melakukan pengadaan bahan pangan tersebut,” ujar Asep Pahrudin, Pengurus BPC HIPMI Lebak.

‎Asep memaparkan, dalam penyediaan bahan pangan, yayasan dan mitra pengelola SPPG membuat rantai pasokan tersendiri sehingga pengadaan bahan pangan hanya bisa dilakukan oleh kelompok-kelompok disekitar mereka saja, sehingga sirkel ini mempersempit pelaku UMKM terlibat dalam penyediaan bahan pangan.

‎Selain itu, rantai pasok bahan baku perlu diperkuat. Caranya dengan melibatkan petani, UMKM pangan, dan sektor logistik lokal.

‎”Program MBG ini hanya dinikmati oleh segelintir orang saja, yaitu pihak yayasan dan mitra pemilik dapur SPPG. Keterlibatan UMKM, dan sektor logistik lokal sangat minim” ujarnya.

‎Asep melanjutkan, dirinya pernah berdiskusi dengan salah seorang pelaku usaha kecil, mengirim beras dan buah-buahan, ke salah satu dapur SPPG, namun itu tidak lama, karena di stop oleh pihak yayasan, dengan alasan yang tidak jelas.

‎”Kalau seperti ini, maka program MBG hanya memberikan peluang usaha bagi segelintir orang di dalam yayasan atau mitra,” pungkasnya.

(Cup/Red)


Warga RW 01 dan RW 04 Lakukan Gotong Royong Bangun TPU Desa Hegarmanah Kecamatan Panggarangan

By On Jumat, Januari 09, 2026

 

Warga masyarakat RW 01 dan RW 04 Desa Hegarmanah, Kecamatan Panggarangan, saat mengerjakan pembangunan TPU di Kampung Cinyangkok, Desa Hegarmanah, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak

Lebak, KabarViral79.Com – Masyarakat RW 01 dan RW 04 Desa Hegarmanah, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, melaksanakan kegiatan gotong royong membangun saung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Hegarmanah, Kecamatan Panggarangan.

Pembangunan saung TPU yang berlokasi di Kampung Cinyangkok, Desa Hegarmanah, Kecamatan Panggarangan tersebut bertujuan sebagai tempat berteduh bagi para penggali liang lahat. Selain itu, saung TPU juga difungsikan sebagai tempat penyimpanan alat-alat penggalian liang lahat.

Kegiatan gotong royong ini dipelopori oleh Kiyi Ruhedi, yang sehari-hari selain sebagai Imam Masjid di Kampung Babakan, Desa Hegarmanah, beliau juga menjabat sebagai Amil di Desa Hegarmanah.

“Pembangunan TPU Desa Hegarmanah ini sebagian ada sumbangan dari Pemerintah Desa, dan selebihnya merupakan sumbangan dari beberapa hamba Allah berupa uang tunai, kayu, dan semen,” kata Sarid selaku Ketua RW 01 Desa Hegarmanah.

Ia juga menyampaikan harapan ke depan, khususnya kepada aparat Pemerintah Desa Hegarmanah, dalam hal ini Bapak Kepala Desa, agar dapat meluangkan waktu meskipun hanya sejenak untuk melihat dan meninjau ke kampung-kampung, sehingga mengetahui kondisi serta keluhan dari warga.

Selain itu, warga lainnya juga meminta kepada pihak Pemerintah Desa setempat agar dapat membantu memberikan solusi terkait penerangan di saung TPU Desa Hegarmanah yang saat ini sedang dibangun.

“Jadi kami selaku masyarakat di Desa Hegarmanah, Kecamatan Panggarangan, berharap agar Kepala Desa bisa proaktif terhadap warganya setiap ada kegiatan. Jangan sampai masyarakat menilai bahwa Kepala Desa tidak peduli terhadap warganya,” pungkasnya.

(Cup/Usay)

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Anggota DPRD Lebak Samboja Uton Witono Kembali Tinjau Lokasi

By On Jumat, Januari 09, 2026

 

Anggota DPRD Lebak Samboja Uton WitonoAma Dewan” saat melakukan peninjauan longsor untuk yang kedua kalinya di Kampung Karang Sewu, Desa Hegarmanah, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak

Lebak, KabarViral79.Com – Menanggapi keluhan masyarakat, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak dari Fraksi Gerindra, Samboja Uton Witono atau yang akrab disapa “Ama Dewan”, kembali meninjau lokasi longsor di jalan poros penghubung dua desa di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (9/1/2026).

Diketahui, lokasi longsor tersebut berada di Kampung Karang Sewu, Desa Hegarmanah, yang merupakan akses penghubung menuju Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten. Peristiwa longsor itu terjadi sekitar dua minggu yang lalu.

Saat dikonfirmasi awak media, Ama Dewan mengatakan bahwa peninjauan lokasi longsor tersebut sudah dilakukan untuk yang kedua kalinya. Hal ini dilakukan atas adanya keluhan dari sejumlah warga masyarakat setempat.

“Atas adanya keluhan dari masyarakat, saya kembali meninjau lokasi longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari dua malam, yang terjadi sekitar dua minggu yang lalu,” kata Ama Dewan.

Samboja pun memohon kepada pemerintah terkait agar dapat memberikan bantuan bronjong serta tambahan batu, sehingga akses jalan penghubung Desa Hegarmanah dan Desa Sindangratu tersebut dapat segera selesai dan kembali normal. “Harapannya bisa segera ditangani,” tutupnya. (Cup) 

Jembatan Gantung Cimancak Nyaris Ambruk, Pemdes Sukajadi Geram: Keselamatan Warga Seolah Diabaikan

By On Rabu, Januari 07, 2026

 

Kepala Desa Sukajadi Ujang Supiana bersama Bhabinkamtibmas Polsek Panggarangan Aipda Fery Alamsyah saat melakukan pengecekan Jembatan Gantung Cimancak di Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak

LEBAK, KabarViral79.Com – Kondisi Jembatan Gantung Cimancak yang berada di Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, kian memprihatinkan. Jembatan vital penghubung aktivitas warga itu kini nyaris ambruk dan tak lagi bisa dilalui kendaraan roda dua. Ironisnya, hingga saat ini belum terlihat langkah penanganan serius dari pihak pemerintah terkait.

Kepala Desa Sukajadi, Ujang Supiana, menegaskan bahwa kerusakan jembatan sudah berada pada level sangat membahayakan keselamatan warga. Struktur jembatan yang rusak parah dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat roboh dan menelan korban.

“Jembatan gantung Cimancak ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan. Saat ini sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda dua karena kerusakannya parah dan nyaris ambruk,” tegas Ujang Supiana.

Menurutnya, jembatan tersebut berada tepat di wilayah Desa Sukajadi dan selama ini menjadi akses penting masyarakat. Namun, kondisi terkini justru mencerminkan lemahnya perhatian terhadap infrastruktur pedesaan yang menyangkut keselamatan publik.

“Jembatan ini sangat berbahaya saat dilintasi warga. Kami khawatir jika terus dibiarkan, akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, pada Rabu (7/1/2026), Kepala Desa Sukajadi bersama Bhabinkamtibmas Polsek Panggarangan Aipda Fery Alamsyah turun langsung melakukan pengecekan di lokasi. Pemerintah desa juga secara tegas mengimbau masyarakat agar tidak lagi menggunakan jembatan tersebut demi menghindari risiko kecelakaan.

“Hari ini kami turun langsung untuk mengecek dan sekaligus menghimbau warga agar tidak menggunakan jembatan gantung Cimancak. Kami tidak ingin ada warga yang jatuh atau menjadi korban akibat kelalaian ini,” ungkap Ujang.

Lebih lanjut, Ujang Supiana menyampaikan harapan sekaligus desakan agar pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait segera turun tangan. Ia menilai, lambannya penanganan mencerminkan minimnya keberpihakan terhadap keselamatan warga desa.

“Kami berharap pemerintah segera memberikan penanganan serius dan membangun kembali jembatan gantung Cimancak ini. Jangan sampai harus menunggu korban dulu baru ada tindakan,” pungkasnya.

(Cup)

Aktivis Forum Diskusi Mahasiswa dan Pemuda Soroti Kinerja Inspektorat Lebak yang Dinilai Abai Awasi Program Desa

By On Rabu, Januari 07, 2026

 


Lebak, KabarViral79.Com – Aktivis yang tergabung dalam Forum Diskusi Mahasiswa dan Pemuda menyoroti kinerja Inspektorat Kabupaten Lebak, Banten, yang dinilai abai terhadap pengawasan berbagai program pemerintah desa di wilayah Kabupaten Lebak.

Selama ini, masyarakat kerap menyuarakan bahwa sejumlah program desa tidak berjalan efektif dan diduga banyak yang bersifat fiktif. Dugaan tersebut mencakup program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), ketahanan pangan (Ketapang), serta program-program desa lainnya. Namun hingga kini, belum terlihat adanya keterbukaan informasi yang relevan kepada publik terkait kegiatan audit terhadap kepala desa yang rawan terindikasi melakukan tindakan korupsi di Kabupaten Lebak.

Aktivis Forum Diskusi Mahasiswa dan Pemuda berharap Inspektorat Kabupaten Lebak bersama Bupati Lebak segera melakukan audit menyeluruh terhadap kepala desa se-Kabupaten Lebak. Mereka juga meminta agar tidak ada pembiaran terhadap oknum-oknum yang diduga membekingi kepala desa dan terus memberikan pembelaan atas dugaan penyimpangan tersebut.

Menurutnya, sepanjang tahun 2025, dirinya kerap terlibat langsung dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat desa di Kabupaten Lebak. Dari hasil interaksi tersebut, keluhan masyarakat relatif seragam, terutama terkait bantuan pemerintah seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan bantuan sosial lainnya yang dinilai tidak tepat sasaran. Bahkan, ditemukan dugaan adanya pemotongan bantuan, penimbunan sembako seperti minyak goreng dan beras, sementara masih banyak masyarakat yang seharusnya menerima bantuan justru tidak mendapatkannya.

Selain itu, banyak program desa yang dinilai hanya dikuasai oleh perangkat desa dan tidak dikelola secara transparan. Masyarakat tidak mengetahui bagaimana sistem manajemen program tersebut serta bagaimana keberlanjutannya ke depan. Padahal, program-program desa seharusnya dikelola secara terbuka dan melibatkan masyarakat agar tercipta kesejahteraan desa serta terwujudnya desa yang mandiri dari hasil program yang telah dianggarkan.

Aktivis tersebut juga mengingatkan agar kepala desa tidak membawa aspirasi masyarakat desa ke pemerintah pusat hanya sebagai umpan. Ia mencontohkan aksi demonstrasi besar-besaran para kepala desa beberapa waktu lalu yang mengatasnamakan masyarakat, dengan dalih pembangunan desa terhambat karena belum dicairkannya anggaran Dana Desa tahap II oleh Kementerian Keuangan. Namun pada kenyataannya, ketika anggaran program desa telah dicairkan, pelaksanaannya dinilai tidak efektif dan tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Oleh karena itu, aktivis Forum Diskusi Mahasiswa dan Pemuda menyatakan sikap dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) yang memiliki kewenangan agar segera mengagendakan audit terhadap kepala desa di Kabupaten Lebak yang rawan merugikan keuangan negara dan masyarakat.

Warga Baksel Antusias Saksikan Puncak Malam Hiburan di Acara Grand Opening Pokdarwis Pantai Komando Bayah Barat

By On Kamis, Januari 01, 2026

 

Suasana sore hari di acara Grand Opening Pokdarwis Pantai Komando Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten

Lebak, KabarViral79.Com – Meskipun pada siang hari acara Grand Opening Pokdarwis Pantai Komando sempat diguyur hujan, namun pada puncak acara masyarakat Lebak Selatan (Baksel) nampak antusias menyaksikan malam hiburan dalam rangka launching Pantai Komando, sekaligus Anniversary Pernikahan ke-12 Founder of Pantai Komando, Serma Asank Kosasih-71 dan Bunda Ana Nurhasanah, yang digelar pada Rabu, 31 Desember 2025.

Nampak terlihat, mulai dari sehabis salat Isya tadi malam, ribuan masyarakat sudah datang dan seakan berlomba-lomba menuju Pantai Komando Pokdarwis Bayah Barat di Cikumpay, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, untuk menyaksikan hiburan band di detik-detik pergantian tahun 2026.

Berdasarkan informasi yang didapat awak media ini pada malam puncak acara, sekitar 2.000 orang warga datang menyaksikan hiburan band, baik yang sengaja berjalan kaki maupun yang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.

Malam tersebut memang merupakan puncak malam hiburan band yang digagas oleh panitia pelaksana dalam rangka launching Pantai Komando.

Pada puncak malam hiburan dalam acara tersebut menghadirkan pemain band dari Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, serta band dari putra daerah Lebak Selatan, yaitu pemain band dari Bayah dan Malingping.

Para penonton memadati area panggung saat menyaksikan hiburan band di acara Grand Opening Pokdarwis Pantai Komando Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten


“Sebelumnya pengunjung tidak seberapa yang datang ke Pantai Komando ini, karena mulai dari siang sampai sore harinya diguyur hujan. Tapi alhamdulillah setelah malam hari, sehabis Isya, warga mulai berdatangan sampai di akhir puncak acara mencapai 2.000 orang yang datang untuk menyaksikan band,” kata Bunda Ana Nurhasanah, Kamis, 1 Januari 2026.

Terpisah, Owner/Pemilik Pantai Komando, Serma Asank Kosasih-71, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga acara tersebut bisa berjalan dengan lancar dan tertib.

“Kami bersama keluarga mewakili penyelenggara mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, aman, semua sangat dewasa, semua penonton bisa dikendalikan dengan baik, bergembira, tidak ada yang memancing keributan, semua tertib,” kata Serma Asank Kosasih.

Untuk itu, lanjut Serma Asank Kosasih, sekali lagi pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi untuk semua rekan-rekan, baik dari keamanan maupun media, semua bekerja dengan baik. Mohon maaf atas semua kekurangan, semoga di tahun 2026 ini kita semua selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan. Aamiin,” pungkasnya.

Sementara itu, Dudu, salah satu pengunjung, mengapresiasi pemilik Pantai Komando yang telah menyelenggarakan kegiatan Grand Opening Pokdarwis Pantai Komando.

“Saya bersama anak dan istri sengaja datang ke Pantai Komando ini untuk menyaksikan acara hiburan grup band. Dengan adanya acara ini kami sangat terhibur, dan terlihat begitu padatnya penonton sambil menunggu detik-detik pergantian Tahun Baru 2026,” ucap Dudu.

(Cup/Usay)

Kapolsek Panggarangan Naik Pangkat dari Iptu jadi AKP, Kapolres Lebak: Harus Lebih Bersemangat

By On Rabu, Desember 31, 2025

Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin, SH

LEBAK, KabarViral79.Com - Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Panggarangan, Acep Komarudin, SH, naik pangkat setingkat lebih tinggi dari Inspektur Polisi Satu (Iptu) jadi Ajun Komisaris Polisi (AKP).

Upacara kenaikan pangkat dipimpin langsung oleh Kapolres Lebak, AKBP Herfio Zaki, SIK, MH, di lapangan Markas Polres Lebak, Rabu, 31 Desember 2025.

Kapolres Lebak, AKBP Herfio Zaki dalam amanatnya menyampaikan rasa syukur atas anugrah yang diberikan oleh Allah SWT sehingga masih bisa menjadi inspektur upacara dalam korps raport kenaikan pangkat kali ini.

Dia berharap kepada personel yang naik pangkat untuk bekerja dengan penuh semangat dalam menjalankan amanah yang diberikan baginya.

"Kenaikan pangkat merupakan suatu anugerah yang Allah berikan kepada kita. Untuk itu, kita harus bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menggunakan pangkat tersebut dengan sebaik-baiknya bagi institusi Polri," tuturnya. 

"Pangkat merupakan satu tanggung jawab kita. Jadi kita harus lebih semangat dalam mengabdi pada nusa dan bangsa," imbuhnya.

Herfio Zaki juga meminta seluruh personel Polres Lebak dan Polsek jajaran agar dalam bekerja penuh ikhlas dan tanggung jawab.

“Segala pelanggaran harus dihindari agar kepercayaan Polri semakin kuat dan pelihara nama baik institusi yang dicintai ini sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri," pungkasnya.

"Ini menjadi kebanggaan di kemudian hari. Sekali lagi, selamat kepada AKP Acep Komarudin, SH. Pesan saya, tetap menjaga marwah kesatuan Tribrata, khususnya Polres Lebak," imbuhnya.

Sementara itu, AKP Acep Komarudin, mengatakan, kenaikan pangkat yang ia terima merupakan anugerah yang sangat luar biasa.

Dia mengaku sangat bersyukur masih diberikan penghargaan karir hingga bisa menyandang pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki atas segala bimbingannya serta rekan-rekan semua atas dukungan dan kerja samanya selama ini,” ucapnya. (Cup)

Tasyakuran Kenaikan Pangkat AKP Acep Komarudin Beserta Anggota Berlangsung Khidmat

By On Rabu, Desember 31, 2025

 

Kapolsek Panggarangan Polres Lebak AKP Acep Komarudin bersama seluruh tamu undangan saat menggelar acara tasyakuran di Saung Aspirasi Polsek Panggarangan

LEBAK, KabarViral79.Com – Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kenaikan pangkat, Kapolsek Panggarangan Polres Lebak, AKP Acep Komarudin, SH, beserta dua anggota Polsek Panggarangan yakni Aipda Topik Hidayat dan Aipda Reza Firmansyah, menggelar acara tasyakuran yang berlangsung khidmat, Rabu (31 Desember 2025).

Acara tasyakuran tersebut dihadiri oleh unsur Koramil 0314/Panggarangan, tokoh masyarakat, tokoh ulama, pihak Perhutani, unsur Kecamatan, Karang Taruna, KNPI, rekan media, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan ini digelar di Saung Aspirasi Polsek Panggarangan Polres Lebak.

Di sela acara tasyakuran, Kapolsek Panggarangan Polres Lebak AKP Acep Komarudin mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kenaikan pangkat dirinya beserta kedua anggotanya.

“Acara tasyakuran ini merupakan bagian dari rasa syukur kami, di mana saya dan kedua anggota saya yaitu Aipda Topik Hidayat dan Aipda Reza Firmansyah diberikan kenaikan pangkat,” kata AKP Acep Komarudin.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dalam acara tasyakuran tersebut, baik dari pihak Koramil, Kecamatan, tokoh ulama, tokoh agama, Karang Taruna, KNPI, serta rekan media.

“Semoga kita semua tetap bersinergi dalam menjalankan tugas, khususnya di wilayah hukum Polsek Panggarangan,” ungkapnya. (Cup/Uday)

Pendamping Sosial Kecamatan Panggarangan Bersama Bhabinkamtibmas Melakukan Monitoring Penyaluran BLTS di Desa Panggarangan

By On Rabu, Desember 31, 2025

 


Lebak, KabarViral79.Com Pendamping Sosial Kecamatan Panggarangan, Iik Supriyadi, bersama Bhabinkamtibmas Polsek Panggarangan, Aipda Fery Alamsyah, melakukan monitoring kegiatan penyaluran Bantuan BLTS Kesra oleh PT Pos Unit Bayah yang digelar di Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Rabu (31 Desember 2025).

“Ya, pada hari ini, Rabu (31 Desember), saya bersama Bhabinkamtibmas yaitu Bapak Fery Almansyah telah melakukan monitoring penyaluran Bantuan BLTS Kesra oleh PT Pos Unit Bayah di Balai Desa Panggarangan, dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 129 orang,” kata Iik Supriyadi.

Iik juga menerangkan bahwa bantuan uang tersebut sebesar Rp900 ribu per KPM.

“Semoga, lanjut Iik Supriyadi, dengan adanya bantuan BLTS ini semua para KPM yang menerimanya dapat memanfaatkan uang tersebut,” ungkapnya. (Uday)

Launching Pantai Komando Desa Bayah Barat Tampilkan Beragam Kegiatan dari Berbagai Komunitas

By On Rabu, Desember 31, 2025

 


Lebak, KabarViral79.Com – Grand Opening Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Komando dalam rangka launching atau gunting pita Pantai Komando diisi dengan beragam pertunjukan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 31 Desember 2025.

Pantai Komando merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Kampung Cikumpay, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Acara launching Pantai Komando tersebut dihadiri oleh Muspika Kecamatan Bayah serta berbagai komunitas, di antaranya Komunitas Goes Sehati, Gelas, Kelompok Senam Jantung Sehat, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia, Ujang Sunandar Sunarko yang akrab disapa Uje, mengatakan bahwa acara Grand Opening Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Komando dalam rangka launching Pantai Komando berjalan dengan lancar dan meriah.

“Alhamdulillah acara gunting pita Pantai Komando dihadiri oleh instansi/Muspika Kecamatan Bayah dan berbagai komunitas serta tamu undangan lainnya, sehingga dapat berjalan dengan meriah,” kata Ujang Sunandar Sunarko (Uje).

Uje juga menyampaikan bahwa acara Grand Opening Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Komando ini sekaligus dirangkaikan dengan perayaan hari ulang tahun (HUT) pernikahan Owner Pantai Komando, yaitu Bapak Serma Kosasih dan Hj. Ana Nurhasanah yang ke-12.



“Adapun rangkaian kegiatan ini, Owner juga menghadirkan beragam kegiatan, seperti lomba senam jantung sehat, pencak silat, serta hiburan band reggae,” ujarnya.

Meski Pantai Komando masih dalam tahap pengembangan, Uje berharap pengerjaannya dapat segera selesai agar terlihat lebih indah. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat pantai.

“Karena pantai itu bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga harus dirawat,” ungkapnya.

Sementara itu, Owner Pantai Komando, Ibu Hj. Ana Nurhasanah, menuturkan bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya beserta keluarga mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mendukung acara launching Pantai Komando ini,” kata Ana Nurhasanah. (Cup)