-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Estafet Kepemimpinan Polres Lebak: AKBP Arninsi Resmi Menjabat Kapolres Baru, Lepas AKBP Herfio Zaki

By On Sabtu, Agustus 01, 2026

Tradisi Pedang Pora dalam rangka menyambut Kapolres Lebak yang baru, AKBP Arninsi. 

LEBAK, KabarViral79.ComKepolisian Resor (Polres) Lebak, Polda Banten, menggelar tradisi Apel Satuan dan Farewell Parade di Mapolres Lebak, Kamis, 30 Juli 2026. 

Agenda ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Kapolres Lebak yang baru, AKBP Arninsi, sekaligus melepas pejabat lama, AKBP Herfio Zaki resmi meninggalkan jabatan lama untuk mengemban amanah baru sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Reskrimsus) Polda Banten. 

Prosesi penyambutan AKBP Arninsi diawali dengan tarian tradisional dan pengalungan bunga oleh Wakapolres Lebak, Kompol Eddy Prastyo H bersama Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Lebak Ny. Eis Eddy Prastyo. 

Langkah Kapolres baru kemudian disambut tradisi Pedang Pora serta pengalungan selendang oleh Jaro Baduy sebagai simbol penerimaan sebagai warga kehormatan Kabupaten Lebak. 

Rangkaian acara dilanjutkan dengan Laporan Satuan (Lapsat), Apel Satuan, dan ditutup dengan Farewell Parade penuh haru sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi AKBP Herfio Zaki selama memimpin Polres Lebak. 

Dalam sambutannya, Kapolres Lebak, AKBP Arninsi menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program-program positif yang sudah berjalan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. 

"Amanah ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh personel agar kita dapat bersama-sama mewujudkan Polres Lebak yang semakin profesional, modern, terpercaya, dan dicintai masyarakat," ujar AKBP Arninsi. 

Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat soliditas internal, menjaga disiplin, serta meningkatkan sinergi dengan instansi eksternal demi menjaga keamanan wilayah. 

"Mari kita perkuat sinergi dengan TNI, Forkopimda, Pemerintah Daerah, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Insan Pers, dan seluruh elemen masyarakat demi menjaga situasi Kamtibmas di Kabupaten Lebak agar tetap aman, damai, dan kondusif," tambahnya. 

AKBP Arninsi tidak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada AKBP Herfio Zaki atas berbagai capaian prestasi yang ditorehkan selama masa jabatannya. 

Acara serah terima dan pisah sambut ini dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Lebak, Pengurus Bhayangkari Cabang Lebak, para Kapolsek jajaran, seluruh personel Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polres Lebak. 

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan khidmat, aman, dan tertib. (Cup)

Sambut HUT ke-81 RI, KNPI Cihara Gelar Rangkaian Kompetisi Olahraga dan Komitmen Jaga Persatuan

By On Selasa, Juli 28, 2026

 

Ketua KNPI Kecamatan Cihara, Saptuhi


LEBAK,Kabarviral79.com  – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cihara, Bung Saptuhi, menegaskan komitmen dan dedikasi tingginya dalam menyukseskan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Cihara pada tahun 2026 ini.


Demi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, Bung Saptuhi bersama seluruh pengurus rela mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran. Proses persiapan agenda besar ini dilakukan melalui koordinasi intensif serta kerja sama erat yang melibatkan berbagai unsur kepemudaan. 


Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi kunci utama untuk mewujudkan peringatan HUT RI yang meriah, tertib, sekaligus penuh makna.


"Melalui momentum HUT ke-81 Republik Indonesia ini, kami berharap semangat persatuan, nasionalisme, dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda semakin kuat. Dengan begitu, pemuda dapat terus berkontribusi aktif dalam pembangunan dan kemajuan di Kecamatan Cihara," ujar Bung Saptuhi.


Upaya nyata ini juga mendapat dukungan penuh dari para tokoh senior, di antaranya Ketua Karang Taruna Kecamatan Cihara serta jajaran penasihat KNPI Kecamatan Cihara.


 Dukungan serta arahan dari berbagai pihak tersebut menjadi motivasi tambahan bagi seluruh panitia untuk memberikan persembahan terbaik bagi masyarakat.


Gelar Delapan Cabang Olahraga



Menghidupkan semarak kemerdekaan tahun 2026, KNPI Kecamatan Cihara juga menginisiasi turnamen olahraga yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga kategori umum.


Adapun delapan cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi:Turnamen Sepak BolaSemi Open Voli PutraSemi Open Voli PutriMini Soccer tingkat SDMini Soccer tingkat SLTPCatur tingkat SLTPCatur tingkat SLTACatur tingkat Umum


Melalui rangkaian kompetisi ini, KNPI Cihara berharap dapat menjaring potensi atlet lokal sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga di momen perayaan hari kemerdekaan nasional.


(Cup/Angga)

Terkait Air Cipamubulan Keruh, DLH Lebak Akan Berkoordinasi dengan Pihak Kecamatan

By On Sabtu, Juli 25, 2026

 



LEBAK,Kabarviral79.com-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak akan segera berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Bayah terkait aliran Kali Cipamubulan di Kabupaten Lebak, Banten, yang mendadak berubah warna menjadi keruh.


Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Kabupaten Lebak, Erik Kusuma, melalui pesan WhatsApp.


"Kami akan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Bayah supaya informasinya lebih lengkap," kata Erik Kusuma, Sabtu (25/7/2026).


Sebelumnya diberitakan bahwa kondisi air Kali Cipamubulan tersebut telah memicu kekhawatiran warga. Aliran sungai ini bermuara langsung di Pantai Pulomanuk, sebuah destinasi wisata populer yang kerap digunakan pengunjung untuk berenang.


Merespons hal itu, Aktivis Lebak Selatan, Deni Ismayadi, bersama warga setempat mendesak DLH Kabupaten Lebak untuk segera menurunkan tim ke lapangan guna melakukan pengecekan.


"Saya meminta kepada DLH Lebak untuk segera menerjunkan tim ke Kali Cipamubulan. Jika dibiarkan, saya khawatir kondisinya akan semakin parah," ujar Deni, Jumat (24/7/2026).


Deni berharap penyebab pasti keruhnya aliran sungai hingga ke area muara ini bisa segera terungkap.


Berdasarkan investigasi awal di lapangan, lanjut Deni, Kali Cipamubulan tidak hanya mengalami perubahan warna air, tetapi juga mulai mengalami pendangkalan


Pengecekan cepat dinilai sangat penting agar masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pulomanuk tetap merasa aman dan nyaman


(Cup/Tim)


Air Kali Cipamubulan Bayah Mendadak Keruh, DLH Lebak Diminta Segera Turun Tangan

By On Sabtu, Juli 25, 2026

 

Kondisi air Sungai Cipamubulan di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, yang tampak keruh Jumat 24 Juli 2026

LEBAK,Kabarviral79.com  – Aliran Kali Cipamubulan di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, mendadak berubah warna menjadi keruh. 


Kondisi ini memicu kekhawatiran karena aliran sungai tersebut bermuara langsung di Pantai Pulomanuk, sebuah destinasi wisata yang kerap digunakan pengunjung untuk berenang.


Aktivis Lebak Selatan, Deni Ismayadi, bersama warga setempat mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak untuk segera menurunkan tim ke lapangan guna melakukan pengecekan.


"Saya meminta kepada DLH Lebak untuk segera menerjunkan tim ke Kali Cipamubulan. Jika dibiarkan, saya khawatir kondisinya akan semakin parah," ujar Deni pada Jumat (24/7/2026).


Deni berharap penyebab pasti keruhnya aliran sungai hingga ke area muara ini bisa segera terungkap. 


Berdasarkan investigasi awal di lapangan, Kali Cipamubulan tidak hanya mengalami perubahan warna air, tetapi juga mulai mengalami pendangkalan. Pengecekan cepat dinilai penting agar masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pulomanuk tetap merasa aman dan nyaman.


Merespons laporan tersebut, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Kabupaten Lebak, Erik Kusuma, menyatakan akan menampung informasi tersebut untuk ditindaklanjuti.


"Wa'alaikumussalam. Siap, mangga (silakan). Informasi diterima," kata Erik saat dihubungi oleh awak media.


Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kondisi air Kali Cipamubulan yang mengeruh ini diketahui sudah berlangsung selama hampir tiga hari terakhir.


(Cup/Tim)



Dua Hari Air PDAM Bayah Macet, Pelanggan Terpaksa Numpang Mandi ke Kampung Sebelah

By On Jumat, Juli 24, 2026

Kondisi keran air yang tak mengalir di salah satu rumah pelanggan PDAM Bayah. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Sejumlah pelanggan PDAM Bayah mengeluhkan air bersih sudah dua hari terakhir tidak mengalir. 

Di tengah kondisi musim kemarau, warga yang seharusnya bergantung pada pasokan air PDAM terpaksa harus mencari alternatif ke rumah tetangga di kampung lain yang masih memiliki sumur bor. 

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam bagi para pelanggan. Pasalnya, setelah seharian lelah beraktivitas dan pulang bekerja, mereka tidak bisa menikmati fasilitas air bersih. 

"Bagaimana kami tidak kecewa, sudah dua hari ini air PDAM tidak mengalir. Kami butuh pelayanan yang maksimal. Kami ingin aliran air ini bisa kembali normal," ujar salah seorang pelanggan yang enggan disebutkan namanya, Jumat, 23 Juli 2026. 

Akibat kemacetan pasokan air ini, warga bahkan harus menempuh jarak yang cukup jauh hanya untuk menumpang mandi di rumah kerabat atau tetangga. 

"Sudah malam begini air belum juga mengalir. Padahal setiap bulan pembayaran kami selalu lancar. Akhirnya kami terpaksa menumpang mandi ke rumah tetangga yang beda kampung," keluhnya. 

Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen PDAM Bayah belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab teknis terhentinya distribusi air kepada pelanggan. (Cup)

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mapolsek Panggarangan: Hidangan Prasmanan dan Keakraban Tanpa Jarak

By On Senin, Juli 20, 2026

Suasana Nobar Final Fiala Dunia tahun 2026, di Mapolsek Panggarangan. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Kapolsek Panggarangan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) menggelar nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia 2026. 

Acara yang mempertemukan kesebelasan Spanyol melawan Argentina ini berlangsung meriah di halaman Mapolsek Panggarangan, pada Minggu malam, 19 Juli 2026. 

Kegiatan nobar ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin, SH. 

Turut hadir dalam acara tersebut Danramil Panggarangan Lettu Inf. Yunus Yusinus, Camat Panggarangan Hendi Suhendi, serta Camat Cihara Ujang Suhariman. 

Selain unsur pimpinan kecamatan, tokoh masyarakat dan puluhan pemuda juga tampak memadati halaman Mapolsek untuk menyaksikan laga pamungkas tersebut. 

Antusiasme penonton terlihat sangat tinggi saat menyaksikan jalannya pertandingan melalui layar lebar. 

Untuk mengakomodasi kehadiran warga, area penonton sengaja dibagi menjadi dua tempat di halaman Mapolsek Panggarangan. 

Suara riuh dan sorak penonton dalam suasana penuh keakraban mewarnai jalannya pertandingan. 

Sorakan bersama ini sekaligus menjadi cara efektif untuk mengusir rasa kantuk, mengingat perbedaan waktu membuat pertandingan disiarkan pada dini hari waktu Indonesia. 

Di sela-sela acara, Kapolsek Panggarangan AKP Acep Komarudin mempersilakan seluruh penonton yang hadir untuk menikmati hidangan prasmanan yang telah disediakan. 

Forkopimcam Panggarangan dan Cihara serta para pemuda sebelum menyaksikan Nobar Final Fiala Dunia 2026, di Mapolsek Panggarangan. 

"Silakan mencicipi hidangannya dulu biar nanti lanjut nonton di babak kedua bisa lebih semangat lagi,” ujar AKP Acep berkelakar, yang langsung disambut tawa hangat para penonton. 

AKP Acep menjelaskan, kegiatan nobar ini merupakan bagian dari instruksi Kapolres Lebak. 

Lebih dari sekadar hiburan, momentum olahraga global ini dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi antara kepolisian dan warga. 

"Bagi saya pribadi, momen nobar Final Piala Dunia ini adalah sarana untuk menjaga silaturahmi antara petugas Polri dengan masyarakat," ungkap AKP Acep. 

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada jarak antara Polri dan masyarakat. Menurutnya, Polri hadir dari masyarakat, untuk masyarakat, dan akan kembali ke masyarakat. 

Dalam kesempatan tersebut, AKP Acep turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada jajaran Forkopimcam, rekan-rekan komunitas gowes, serta seluruh pemuda yang telah menyempatkan hadir. 

Ia juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun fasilitas selama nobar berlangsung.

Apresiasi senada juga datang dari salah satu warga yang juga seorang purnawirawan, Nono Karsono. 

Ia mengucapkan terima kasih atas inisiatif pihak kepolisian yang telah memfasilitasi sarana hiburan yang seru bagi warga. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolsek yang sudah menyediakan tempat, layar lebar, dan hidangan untuk kami semua,” tutur Nono. (Cup/Uday)

Milad ke-3 IWQI Tahun 2026: DPC Lebak Gelar Seminar Jurnalistik dan Santunan Yatim

By On Minggu, Juli 19, 2026

LEBAK, KabarViral79.Com Ikatan Wartawan Quotient Indonesia (IWQI) memperingati Milad ke-3 Tahun 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) DPC IWQI Kabupaten Lebak. 

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat DPC IWQI Lebak ini digelar secara sederhana namun penuh makna dengan mengusung semangat kebersamaan, peningkatan kompetensi, dan kepedulian sosial. 

Rangkaian acara diawali dengan seminar sehari dan pelatihan jurnalistik yang diikuti oleh seluruh anggota IWQI serta masyarakat umum. 

Acara kemudian dilanjutkan dengan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa, serta prosesi pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum IWQI Abdul Kabir Albantani, Sekretaris Jenderal Marsono, Ketua DPC IWQI Kabupaten Serang Saepul Bahri didampingi Wakil Ketua Sopian, Ketua DPC IWQI Kabupaten Lebak Agus Kuncir, serta jajaran pengurus dan tamu undangan. 

Dalam sesi seminar, Sekjen IWQI Marsono memaparkan materi mengenai dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan 5W+1H, pentingnya verifikasi informasi, serta penerapan Kode Etik Jurnalistik dan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. 

"Tantangan pers saat ini semakin kompleks seiring pesatnya teknologi. Jurnalis harus menjadi penyampai informasi yang mencerahkan masyarakat. Verifikasi dan konfirmasi adalah ruh dalam kerja jurnalistik," ujar Marsono. 

Sementara itu, Ketua Umum IWQI, Abdul Kabir Albantani memberikan apresiasi tinggi kepada DPC IWQI Kabupaten Lebak yang aktif menjaga eksistensi organisasi melalui kegiatan produktif. 

Ia menegaskan bahwa milad ini harus menjadi momentum evaluasi dan penguatan kualitas SDM pers. 

Abdul Kabir juga mengajak seluruh insan pers untuk aktif mengawal program prioritas Pemerintah Republik Indonesia melalui pemberitaan yang objektif. 

"Program-program pemerintah, seperti penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga Program Makan Bergizi Gratis harus dikawal secara profesional. Wartawan harus menyampaikan fakta apa adanya dan memberi kritik yang membangun," tegas Abdul Kabir. 

Ketua DPC IWQI Kabupaten Lebak, Agus Kuncir mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. 

Ia berkomitmen menjadikan IWQI Lebak sebagai rumah belajar bersama untuk meningkatkan kompetensi wartawan secara berkelanjutan. 

Apresiasi senada juga datang dari Ketua DPC IWQI Kabupaten Serang, Saepul Bahri. 

Ia berharap sinergi dan kolaborasi antar-cabang di Provinsi Banten terus diperkuat demi kemajuan dunia pers daerah. 

Acara ditutup dengan dialog interaktif yang membahas teknik peliputan, etika jurnalistik, hingga strategi menghadapi hoaks di era digital. 

Melalui momentum Milad ke-3 ini, IWQI berkomitmen untuk terus memperkuat soliditas organisasi dan menjaga independensi demi pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (Cup/Angga)

Puncak HUT Bhayangkara ke-80: Polsek Panggarangan Santuni Puluhan Anak Yatim dan Gelar Panggung Hiburan

By On Minggu, Juli 12, 2026

Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin saat sambutan di acara HUT ke-80 Polsek Panggarangan. 

LEBAK, KabarViral79.Com Polsek Panggarangan menggelar acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di halaman Mapolsek Panggarangan, Minggu, 11 Juli 2026. 

Dalam momen spesial ini, Polsek Panggarangan membagikan santunan kepada puluhan anak yatim dan menyajikan panggung hiburan dangdut untuk menghibur warga serta tamu undangan. 

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dari dua wilayah, yakni Kecamatan Panggarangan dan Kecamatan Cihara. 

Sejumlah tokoh penting yang tampak hadir di lokasi antara lain Danramil Panggarangan Lettu Inf Yunus beserta anggota, Sekmat Panggarangan Aang Kurnia, Sekmat Cihara Eri Ahmad Patoni, Ketua DPW Badak Banten Asep Pahrudin bersama jajaran pengurus dan Satgas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta para tamu undangan lainnya. 

Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin saat menyerahkan santunan kepada anak yatim pada puncak acara HUT Bhayangkara ke-80 di Mapolsek Panggarangan. 

Dalam sambutannya, Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya rangkaian acara ini. 

"Saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Forkopimcam Cihara dan Panggarangan, Koramil 0314/Pgr, pihak kecamatan, serta para donatur yang telah membantu kelancaran acara ini," ujar AKP Acep Komarudin. 

Kapolsek menjelaskan bahwa pada santunan kali ini, ada 35 anak yatim yang menerima bantuan. 

"Semoga anak-anak yatim ini selalu diberikan ketabahan dan perlindungan oleh Allah SWT," tambahnya. 

Kemeriahan panggung hiburan dangdut yang digelar untuk menghibur warga dan tamu undangan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 di Polsek Panggarangan. 

Melalui momentum HUT Bhayangkara ke-80 ini, AKP Acep berharap kepolisian dapat terus menjalankan tugasnya secara amanah, sekaligus memperkuat sinergi dengan Muspika demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Pada kesempatan yang sama, Danramil Panggarangan, Lettu Inf Yunus menekankan pentingnya menjaga kerukunan di wilayah hukum Panggarangan dan Cihara. 

"Pesan saya di Hari Bhayangkara ke-80 ini, semoga kita bisa saling bersinergi menyelesaikan setiap permasalahan di wilayah Panggarangan dan Cihara. Mari bersama-sama menjaga kedamaian dan kerukunan agar kehidupan masyarakat tetap rukun, damai, dan bisa berpikir maju," pungkas Lettu Inf Yunus. (Cup/Angga)

Diduga Intimidasi Wartawan, Ketua PPWI Lebak Kecam Oknum P3A Karya Naga

By On Jumat, Juli 10, 2026

Ketua PPWI Kabupaten Lebak, Abdul Kabir Albantani. 

LEBAK, KabarViral79.Com Tindakan arogan yang diduga dilakukan oleh oknum Ketua Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Karya Naga menuai kecaman keras. 

Dugaan intimidasi ini mencuat setelah beredarnya rekaman pesan suara (voice note) berisi ancaman terhadap wartawan di wilayah Lebak Selatan yang sedang menjalankan tugas profesinya memantau proyek bantuan pemerintah. 

Menanggapi insiden tersebut, Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Lebak, Abdul Kabir Albantani memberikan pernyataan sikap yang sangat tegas. 

Ia mengecam keras segala bentuk intervensi maupun intimidasi yang menyasar awak media di lapangan. 

"Kami mengecam keras tindakan oknum Ketua Kelompok P3A tersebut. Menghalang-halangi, mengintimidasi, atau mengancam wartawan yang sedang bertugas adalah bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis dan pilar demokrasi," ujar Abdul Kabir Albantani dalam keterangan persnya, Kamis, 09 Juli 2026. 

Anggaran Negara Wajib Transparan

Pria yang akrab disapa Abdul Kabir ini menjelaskan bahwa Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) didanai oleh uang rakyat melalui anggaran negara. 

Oleh karena itu, keterbukaan informasi publik dan fungsi kontrol sosial dari media massa mutlak diperlukan. 

"Bantuan P3-TGAI itu menggunakan uang negara, bukan uang pribadi. Jadi, wajar dan sudah menjadi tugas wartawan untuk melakukan kontrol sosial di lapangan agar proyek tersebut transparan, akuntabel, dan tepat sasaran," kata Abdul Kabir. 

"Kalau ada pihak yang alergi bahkan reaktif sampai melakukan intimidasi saat dikonfirmasi, justru ini memicu pertanyaan besar: ada apa dengan proyek tersebut?" tegasnya. 

Ancaman Pidana Menanti Pelaku Penghalangan Pers

Lebih lanjut, Ketua PPWI Lebak mengingatkan semua pihak agar tidak bertindak semena-mena terhadap insan pers. 

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, profesi jurnalis dilindungi secara hukum. 

Tindakan menghalangi tugas jurnalistik dapat berujung pada sanksi pidana serius. 

Pasal 18 ayat (1) UU Pers No. 40/1999 menyatakan: “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).” 

"Aturan hukumnya sudah sangat jelas. Kami ingatkan kepada oknum tersebut atau siapa pun di luar sana, jangan coba-coba menantang undang-undang. Menghalangi wartawan mencari informasi sama saja dengan melanggar hukum pidana," tambah Abdul Kabir. 

Siap Tempuh Jalur Hukum

Guna menyikapi persoalan ini, PPWI Kabupaten Lebak saat ini tengah berkoordinasi erat dengan pengurus dan anggota di wilayah Lebak Selatan untuk mengumpulkan bukti otentik terkait kronologi kejadian. 

Abdul Kabir menegaskan, institusinya tidak akan tinggal diam jika anggotanya mendapat ancaman fisik maupun psikis saat mencari kebenaran berita. 

"Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti. Jika tidak ada iktikad baik dari oknum yang bersangkutan, kami dari PPWI Kabupaten Lebak tidak akan ragu untuk membawa kasus dugaan intimidasi ini ke ranah hukum dan melaporkannya secara resmi ke pihak kepolisian," cetusnya. 

Di akhir pernyataannya, Abdul Kabir memberikan instruksi khusus kepada seluruh jurnalis yang tergabung dalam wadah PPWI, khususnya di wilayah Lebak Selatan. 

"Saya instruksikan kepada seluruh rekan-rekan wartawan PPWI di lapangan untuk tetap tenang, jaga kekompakan, dan jangan pernah gentar. Terus jalankan tugas jurnalistik secara profesional, objektif, dan berpedoman teguh pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Selama kita berjalan di atas koridor hukum dan fakta, PPWI akan selalu pasang badan," pungkasnya. (Tim/Red)

Sungai Cidikit Dangkal Parah dan Sering Keruh, Warga Bayah Tuntut Solusi Nyata Pemerintah

By On Kamis, Juli 09, 2026

Warga Bayah Satu saat melakukan penyiriran sungai Cidikit Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, pada Selasa, 07 Juli 2026. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Warga Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera turun ke lapangan mengatasi pendangkalan hebat serta pencemaran air di Sungai Cidikit. 

Tuntutan ini mencuat setelah warga melakukan penyisiran di sepanjang bantaran sungai yang kondisinya kian memprihatinkan.

Tokoh Masyarakat Kampung Bayah 1 sekaligus Ketua RW 05 Desa Bayah Barat, Empud Saripudin menegaskan bahwa Sungai Cidikit adalah urat nadi kehidupan warga setempat. 

Sungai ini menjadi sumber air bersih utama bagi pelanggan PDAM dan masyarakat di sepanjang bantaran. 

"Mewakili warga, saya meminta pihak pemerintah dan pihak-pihak terkait turun langsung ke lapangan agar bisa melihat kondisi dangkalnya Sungai Cidikit sehingga bisa memberikan solusi nyata," kata Empud. 

"Kalau kedangkalan sungai ini dibiarkan, pemukiman dan pesawahan warga bisa habis," ujar Empud, Kamis, 09 Juli 2026. 

Menurut Empud, kondisi sungai yang mendangkal dan sering berair keruh ini telah mengancam hajat hidup orang banyak. 

Ia menyoroti tiga dampak buruk yang akan terjadi jika normalisasi sungai terus ditunda, yaitu: 

Gagal Panen

Pasokan air ke sawah warga terganggu dan mengancam produktivitas pangan. 

Abrasi Permukiman

Pendangkalan memicu pengikisan tanah yang mengancam rumah, sawah, dan infrastruktur warga. 

Pendangkalan Total

Aliran sungai terancam rata dengan tanah akibat tumpukan lumpur, kerikil, dan batu yang terbawa dari hulu. 

Sebagai langkah awal, warga berkomitmen melakukan aksi swadaya untuk mencari penyebab utama kerusakan lingkungan ini. 

Warga bergerak mandiri melacak sumber masalah dari bawah hingga ke pusatnya. 

"Sudah beberapa hari kami menyisir aliran Sungai Cidikit dari hilir, dan akan terus melakukan aksi serupa hingga ke hulu," pungkas Empud. (Cup/Tim/Red)

Serangan Wereng Coklat, 30 Persen Produksi Padi di Malingping Lebak Alami Penurunan

By On Kamis, Juli 02, 2026

Tanaman padi di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, mengalami penurunan produksi akibat serangan hama wereng coklat. 

LEBAK, KabarViral79.ComSekitar 30 persen tanaman padi di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, mengalami penurunan produksi. 

Penurunan ini dipicu oleh serangan hama wereng coklat (nilaparvata lugens) atau yang dikenal warga setempat sebagai hama "Ganjur". 

Hama ini merusak tanaman dengan cara menghisap cairan batang padi. 

Serangan parah wereng coklat menyebabkan tanaman layu, mengering seperti terbakar (hopperburn), serta menularkan virus penyakit berbahaya pada padi. 

Berikut adalah panduan ringkas untuk mengenali dan mengendalikan serangan hama wereng coklat:

1. Ciri-Ciri Tanaman Terserang

Fase Awal: 

Pertumbuhan padi terhambat, tanaman kerdil, dan daun menguning. 

Fase Lanjut: 

Banyak serangga kecil di pangkal batang. Daun dan batang coklat, mengering, lalu mati. 

Dampak Akhir: 

Bulir padi menjadi hampa dan menyebabkan puso (gagal panen total). 

2. Gejala "Padi Seperti Terbakar" (Hopperburn)

Kondisi ini terjadi saat populasi wereng di pangkal batang sangat tinggi. 

Wereng menghisap cairan tumbuhan secara masif, membuat seluruh rumpun padi mengering seketika dalam waktu singkat. 

3. Cara Pengendalian dan Pencegahan

Insektisida Tepat: 

Semprotkan insektisida ke pangkal batang padi pada pagi hari (misalnya produk dari syngenta Indonesia atau nufarm). 

Tanam Serentak: 

Atur jadwal tanam bersamaan untuk memutus siklus hidup dan perpindahan hama. 

Pupuk Berimbang: 

Kurangi penggunaan pupuk nitrogen (urea) berlebihan karena memicu ledakan populasi wereng. 

Penjelasan Pihak Ototritas Pertanian

Koordinator Wilayah (Korwil) Pertanian Kecamatan Malingping, Nandar Nahrudin menjelaskan bahwa hama ini cepat bermigrasi setelah masa panen usai. 

"Penanganannya alangkah baiknya mulai dari semai dilakukan pencegahan secara kimiawi. Setelah panen, lakukan pembakaran jerami agar virusnya mati dan tidak menyebar," ujar Nandar, Kamis, 02 Juli 2026. 

Menurut Nandar, penurunan produksi sebesar 30 persen tersebut melanda sebagian besar wilayah pertanian subur di Malingping. 

"Penurunan produksi saat ini mencapai 30 persen dari total 2.500 hektare luas lahan persawahan di Kecamatan Malingping," tuturnya. 

Diketahui, wilayah Kecamatan Malingping saat ini memiliki 85 Kelompok Tani (Poktan) dan 14 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). 

Nandar mengimbau para petani yang menghadapi kendala atau penurunan hasil panen untuk segera melapor. 

"Kami terbuka bagi para petani yang memiliki keluhan. Kami berharap para petani tidak segan-segan datang dan berkonsultasi ke kantor Badan Penyuluhan Pertanian (BPP)," pungkasnya. (Cup/Angga)

Warga Bayah Desak Normalisasi Pendangkalan Sungai Cidikit, Khawatir Sawah dan Pemukiman Tenggelam

By On Rabu, Juli 01, 2026

Sejumlah warga Desa Bayah Barat saat menyisir bantaran sungai Cidikit, Rabu, 01 Juli 2026. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Sejumlah warga Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, turun langsung ke bantaran Sungai Cidikit, Rabu, 01 Juli 2026. 

Aksi ini dilakukan untuk menyuarakan keresahan mereka terkait kondisi sungai yang keruh dan mengalami pendangkalan parah. 

Aksi yang dipimpin oleh Ketua RW setempat ini merupakan bentuk protes dari para pemilik sawah di sepanjang area bantaran sungai. 

Warga sengaja merekam kondisi lapangan melalui video dengan harapan mendapatkan respons cepat dari pihak perusahaan dan instansi terkait. 

Dalam rekaman tersebut, warga mendesak agar pihak perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut bertanggung jawab untuk mengembalikan fungsi sungai seperti semula, baik dari segi kebersihan air maupun kedalaman sungai. 

"Kami selaku warga terdampak meminta kepada pihak perusahaan agar Sungai Cidikit kembali jernih dan normal," ujar Ketua RW 05 sekaligus Tokoh Masyarakat Kampung Bayah Satu, Empud Saripudin, di lokasi kegiatan, Rabu, 01 Juli 2026. 

Warga menuntut adanya pengerukan atau normalisasi segera terhadap material batu kerikil yang menyumbat aliran sungai. Jika dibiarkan, tumpukan material tersebut akan menyumbat total arus air. 

"Pendangkalan Sungai Cidikit ini harus segera dikeruk. Jika tidak, saat banjir datang, air sungai akan meluap dan meratakan pemukiman serta persawahan. Pemukiman bisa habis, sawah juga habis," tegas Empud. 

Warga berharap pihak manajemen perusahaan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak segera turun tangan melakukan tindakan nyata sebelum bencana banjir melanda kawasan tersebut. (Tim/Red)

Bantaran Sungai Cidikit Dangkal, Warga Bayah Kembali Desak Normalisasi

By On Rabu, Juli 01, 2026

ketwrangan fhoto Kondisi Bantaran sungai kali Cidikit Desa Bayah Barat pada Selasa 30 Juni 2026
keterangan fhoto Kondisi Bantaran sungai kali Cidikit Desa Bayah Barat pada Selasa 30 Juni 2026


LEBAK,Kavarviral79.com-Warga Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, kembali menyoroti kondisi bantaran Sungai Cidikit yang saat ini mengalami pendangkalan parah. 


Kekhawatiran ini disampaikan oleh Ketua RW 05 sekaligus Tokoh Masyarakat Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Empud Saripudin.


Menurut Empud, pendangkalan air di sepanjang bantaran hilir Sungai Cidikit berpotensi memicu ancaman abrasi dan luapan air yang sangat dahsyat.


"Bencana besar bisa saja terjadi dan mengancam pemukiman warga serta berhektar-hektar pesawahan jika tidak segera dilakukan normalisasi. Potensi abrasi sangat tinggi saat terjadi banjir bandang," ujar Empud, Rabu (1/7/2026).


Mewakili aspirasi warga setempat, Empud meminta pihak-pihak terkait untuk segera turun langsung ke lapangan. 


Langkah ini dinilai penting untuk menampung keluhan masyarakat sekaligus mencari solusi konkret.


Ia juga menyoroti adanya dugaan aktivitas tertentu yang menjadi penyebab rusaknya ekosistem sungai. Warga berharap kondisi sungai dapat dipulihkan seperti sedia kala.


"Kami kembali meminta kepada pihak terkait, jika memang keruh dan dangkalnya aliran sungai ini disebabkan oleh aktivitas tertentu, mohon agar ditertibkan. 


Kami ingin sungai ini pulih seperti dulu, airnya bening dan bantarannya tidak dangkal," tegas Empud.


(Tim/Red)


Me Gacor CBR FC Raih Juara Turnamen Sepak Bola Jaro Cup Sawarna 2026

By On Selasa, Juni 30, 2026

Me Gacor CBR FC Raih Juara Turnamen Sepak Bola Jaro Cup Sawarna 2026. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Tim kesebelasan Me Gacor CBR FC sukses meraih juara pertama dalam laga Grand Final turnamen sepak bola Jaro Cup Desa Sawarna. 

Pertandingan sengit tersebut berlangsung di lapangan sepak bola Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Senin (29/06/2026) kemarin. 

Acara tahunan ini berjalan sukses, aman, dan meriah. 

Pada laga puncak tersebut, Me Gacor CBR FC berhadapan dengan tim kuat MGS Marga Saluyu. 

Pertandingan berlangsung ketat hingga waktu normal berakhir dengan skor imbang 1-1. 

Laga kemudian dilanjutkan melalui drama adu penalti, yang akhirnya dimenangkan oleh Me Gacor CBR FC dengan skor tipis 5-4. 

Pemilik klub Me Gacor CBR FC, Dedi Vistasio—yang akrab disapa Om Joy—bersama sang istri, Bunda Rose, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan turnamen Jaro Cup Sawarna ini. 

"Tentunya ini menjadi kebanggaan bagi pribadi saya dan istri. Dalam pertandingan di grand final turnamen Event Jaro Cup Sawarna kemarin, tim kami bisa meraih juara," ujar Om Joy saat diwawancarai pada Selasa (30/06/2026). 

Om Joy menambahkan bahwa turnamen ini merupakan ajang yang sangat bergengsi. Kedua tim bahkan mendatangkan para pemain bintang yang sudah malang-melintang di dunia turnamen antarkampung (tarkam). 

"Ini ajang bergengsi bagi Me Gacor CBR FC yang mampu meredam permainan MGS Marga Saluyu. Kemenangan ini tentunya menjadi kado yang sangat luar biasa bagi saya untuk bisa memberikan piala juara satu ini kepada istri tercinta," pungkasnya. (Cup/Uday)

Ekonomi Sulit, Aktivis Minta Pemerintah dan APH Bijak Sikapi Tambang Rakyat di Lebak Selatan

By On Minggu, Juni 28, 2026

Aktivis Lebak Selatan, Deni Ismayadi. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Aktivis Lebak Selatan, Deni Ismayadi meminta Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bersikap lebih bijak terhadap para penambang rakyat, khususnya di sektor batu bara, pasir, dan emas. 

Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit serta angka pengangguran yang kian meningkat. 

Pernyataan tersebut disampaikan Deni guna menanggapi banyaknya keluhan yang ia terima langsung dari arus bawah. 

Mulai dari para penambang, kuli bongkar muat (loading), hingga pedagang kecil yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut. 

"Akhir-akhir ini saya sering mendapatkan banyak keluhan dari warga yang sehari-harinya bergelut di pertambangan rakyat. Untuk itu, mohon kiranya pemerintah dan APH bersedia mendengar jeritan serta penderitaan rakyat kecil," ujar Deni, Minggu, 28 Juni 2026. 

Deni menambahkan, salah satu keluhan terbaru yang kerap ia dengar adalah terkait aturan pemindahan stockpile batu bara ke lokasi baru yang telah ditentukan oleh pihak berwenang. 

Menurutnya, aturan tersebut menyulitkan warga di lapangan. Selain jarak lokasi baru yang dinilai terlalu jauh, kapasitas tampungnya pun sangat terbatas. 

Oleh karena itu, ia berharap ada solusi yang lebih berpihak pada keberlangsungan hidup masyarakat kecil. 

Deni menegaskan, pada dasarnya warga selalu taat hukum dan mendukung program kerja pemerintah. Persoalannya, selain tempatnya jauh, kapasitasnya juga terbatas. 

"Saya sangat berharap ada kebijakan yang bijak. Sesungguhnya rakyat kecil itu patuh dan pastinya selalu mendukung program-program pemerintah," pungkas Deni. (Tim/Red)

Sungai Cidikit Dangkal, Aktivis Lebak Selatan Minta DLH Percepat Hasil Lab dan Normalisasi

By On Minggu, Juni 28, 2026

 

Ade Purna Kridiana "Ade PK



LEBAK,Kabarviral79.com  – Aktivis Lingkungan Lebak Selatan, Ade Purna  Kridiana yang akrab disapa Ade PK, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak untuk segera mempublikasikan hasil uji laboratorium. 


Langkah ini mendesak dilakukan setelah DLH melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pengambilan sampel air di Sungai Cidikit hampir sepekan yang lalu.


Menurut Ade PK, transparansi hasil laboratorium sangat penting untuk menghindari tudingan sepihak dari warga terhadap beberapa perusahaan di sekitar sungai. Publikasi resmi dinilai mampu meredam spekulasi negatif di tengah masyarakat.


"Saya meminta kepada DLH Kabupaten Lebak agar segera mempublikasikan hasil laboratorium dari pengambilan sampel yang dilakukan pada Selasa, 23 Juni 2026 lalu," ujar Ade PK saat memberikan keterangan kepada media. Minggu (28/6/2025)

DLH Lebak saat melakukan pengambilan Sampel sungai kali Cidikit pada Selasa tgl (23/6/2026)


Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi ini akan melindungi semua pihak dari isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. 


"Jangan sampai ada asumsi liar dari pihak tertentu, baik dari masyarakat maupun seluruh pemangku kepentingan (stakeholder)," tambahnya.


Selain masalah pencemaran, Ade juga mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan normalisasi Sungai Cidikit. 


Menurutnya, sungai tersebut saat ini mengalami pendangkalan yang cukup parah, terutama di wilayah hilir.


Sementara itu, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Kabupaten Lebak, Erik Kusuma menyampaikan bahwa hasil uji laboratorium saat ini belum keluar karena masih dalam lini masa pemeriksaan resmi.


"Belum ada info terbaru, mudah-mudahan minggu ini. Semuanya masih berproses, karena prosedur pengujiannya memakan waktu sekitar dua minggu," jelas Erik saat dikonfirmasi.



(Tim/Red)




Mahasiswa Asal Jakarta Hilang Terseret Ombak 4 Meter di Pantai Tanah Merah Lebak

By On Sabtu, Juni 27, 2026

 



LEBAK,Kabarviral79.com – Seorang wisatawan asal Kebayoran Lama, Jakarta Selatan bernama Putra (21) dilaporkan hilang terseret arus di Pantai Wisata Tanah Merah, Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, pada Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 14.30 WIB. Satu korban lainnya berhasil diselamatkan, namun ditemukan dalam kondisi belum sadarkan diri.


Kapolsek Panggarangan Polres Lebak, AKP Acep Komarudin, membenarkan peristiwa kecelakaan laut tersebut. Kejadian berlangsung saat cuaca di kawasan pantai selatan sedang memburuk.Kronologi KejadianPukul 01.00 WIB:


Rombongan wisata berjumlah 9 orang berangkat dari Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menggunakan sepeda motor.Pukul 14.30 WIB: Rombongan tiba di Pantai Tanah Merah setelah sebelumnya sempat beristirahat di rumah rekan mereka di daerah Malingping.


Abaikan Peringatan: 


"Setibanya di lokasi, warga setempat sudah memperingatkan rombongan agar tidak berenang melewati batas aman, namun peringatan tersebut diabaikan.Terseret Ombak: Saat berenang di dekat bibir pantai, ombak besar setinggi 4 meter datang mendadak"kata Kapolsek Panggarangan


 Dua orang langsung terseret arus ke tengah laut. Saksi sempat berusaha menolong, namun terhalang besarnya ombak.Data Korban dan SaksiKorban Hilang: Putra (21), Mahasiswa, warga Jalan Praja Dalam, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Status: Belum ditemukan).



Korban Selamat: 


Bilal Darmo (18), Mahasiswa, warga Jalan Bendi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Status: Belum sadar, dirujuk dari Puskesmas Cihara ke RSUD Malingping).


Saksi Kunci:


 Hasim Bintang Sukoco (19), Mahasiswa, warga Jalan Darma Putra Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.


Upaya Pencarian


Proses pencarian korban hilang terpaksa dihentikan sementara pada Sabtu malam karena kondisi gelombang laut yang sangat tinggi dan cuaca buruk.

Operasi penyelamatan akan dilanjutkan kembali pada Minggu pagi.


Unsur Tim SAR Gabungan yang Dikerahkan:Unit Siaga SAR Lebak: 5 personelPolsek Panggarangan: 3 personelBPBD Kecamatan Cihara: 1 personelPMI Kecamatan Cihara: Tim medis


(Uday/Cup)

Abaikan Surat Penghentian Perhutani, PT NKE Tetap Lanjutkan Proyek PLTMH Cikamunding

By On Sabtu, Juni 27, 2026

Aktivitas pembangunan PLTMH Cikamunding oleh PT NKE, di Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Aktivitas pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Cikamunding oleh PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (PT NKE) di Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten, terpantau masih terus berjalan, Jumat, 26 Juni 2026. 

Pihak pelaksana diduga mengabaikan surat penghentian kegiatan sementara yang telah dikeluarkan oleh Perum Perhutani BKPH Bayah sejak 5 Juni 2026. 

Berdasarkan hasil investigasi tim media di lokasi proyek di Desa Cikamunding pada Kamis, 25 Juni 2026, PT NKE masih aktif melakukan pembangunan di area bendungan. 

Para pekerja juga terlihat tetap memanfaatkan material batu di lokasi tersebut untuk menunjang aktivitas konstruksi. 

Padahal, Perum Perhutani secara tegas telah melarang penggunaan material di lokasi proyek sebelum seluruh dokumen perizinan resmi dipenuhi oleh pihak perusahaan. 

AdministraturAsper BKPH Bayah, Lucyta Sakagiri membenarkan adanya pelanggaran tersebut. 

Perum Perhutani melayangkan surat penghentian sementara aktivitas pembangunan PLTMH. 

Saat dihubungi oleh awak media melalui sambungan telepon, Lucyta menyatakan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lapangan dan melayangkan surat penutupan aktivitas sementara. 

"Kami sudah melakukan pengecekan termasuk memberikan surat penghentian. Namun, sampai saat ini belum ada surat balasan resmi atau perwakilan pihak PT NKE yang datang ke kantor kami untuk melakukan klarifikasi," ujar Lucita. 

Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada pihak PT NKE belum membuahkan hasil. Perwakilan perusahaan, Adi Syarip Hidayat, sempat dihubungi media melalui pesan singkat WhatsApp untuk mengagendakan pertemuan. 

Namun, saat tim media tiba di kantor PT NKE hanya 15 menit setelah komunikasi tersebut, staf kantor menyatakan bahwa Adi sedang keluar. 

Hal ini janggal dan berbeda dengan pernyataan Adi sebelumnya yang mengaku sedang menghadiri rapat di dalam kantor. 

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT NKE belum memberikan penjelasan resmi terkait kelanjutan proyek tersebut. (Tim/Red)

Sambut 1 Muharam 1448 H, Pemdes Sukajadi Lebak Gelar Khitanan Massal

By On Jumat, Juni 26, 2026

 

Pembukaan peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah di Kampung Dukuh Desa Sukajadi

LEBAK,Kabarviral79.com – Membuka rangkaian Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Pemerintah Desa (Pemdes) Sukajadi, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak menggelar aksi sosial khitanan massal.. Jumat 26 Juni 2026



Pada tahun 2026 ini, pusat perayaan dipusatkan di Kampung Dukuh RT 03/RW 03, Desa Sukajadi. 



Kepala Desa Sukajadi, Ujang Supiana, menjelaskan bahwa Gebyar Muharaman merupakan agenda tahunan yang digelar secara bergiliran di setiap kampung.

Acara khitanan masal oleh pemerintah Desa Sukajadi dan Puskesmas Panggarangan saat pembukaan peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah di Kampung Dukuh



"Untuk tahun ini, kami menyelenggarakan peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah di Kampung Dukuh. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di kampung-kampung yang lain secara bergantian," ujar Ujang.



Dalam pembukaan PHBI kali ini, sebanyak enam anak mendapatkan pelayanan khitanan massal gratis. Pihak desa bekerja sama langsung dengan tenaga medis setempat untuk menyukseskan agenda tersebut.



"Atas nama Pemerintah Desa Sukajadi, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Puskesmas Panggarangan yang telah ikut serta dan membantu kelancaran acara sunatan massal ini," tambahnya.



Rangkaian Gebyar Muharaman Desa Sukajadi ini juga dimeriahkan oleh berbagai macam perlombaan keagamaan. 



Acara akan berlangsung hingga malam puncak pada hari Minggu, 28 Juni 2026.Tahun ini, Pemdes Sukajadi mengusung tema



 "Muharam Sebagai Momen Kebangkitan Islam Menghadapi Era Revolusi Industri".



(Cup)


Camat Panggarangan: Sisa Jabatan Empat Bulan Bukan Alasan Surut Membangun

By On Kamis, Juni 25, 2026

Camat Panggarangan, Hendi Suhendi. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Walau hanya tersisa beberapa bulan lagi bertugas, Camat Panggarangan, Hendi Suhendi menegaskan bahwa tidak akan menyusutkan semangatnya untuk membangun wilayah Kecamatan Panggarangan. 

Hal tersebut disampaikan Hendi Suhendi saat memberikan sambutan dalam acara Tabligh Akbar memperingati Hari Besar Islam (PHBI) Tahun 2026, yang digelar tidak jauh dari kantor Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak, Banten, Kamis, 25 Juni 2026. 

"Kita harus punya semangat juang. Walau sisa masa tugas saya tinggal empat bulan lagi, tentunya hal itu tidak akan menyurutkan semangat saya untuk membangun wilayah Panggarangan," ungkap Camat yang dikenal ramah dan akrab dengan warga ini. 

Dalam kesempatan tersebut, Hendi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para Kepala Desa (Kades) serta peserta pawai ta'aruf. 

Mereka dinilai telah bersinergi dengan baik dalam menyukseskan acara menyambut 1 Muharam 1448 Hijriah. 

"Insya Allah, tahun ini jalan menuju Gunungede akan dibangun. Kita minta dukungan semua pihak agar prosesnya bisa berjalan dengan lancar sesuai harapan warga Panggarangan," ujarnya. 

Selain fokus pada infrastruktur jalan, Hendi juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolri atas pembangunan Jembatan Gantung Presisi Merah Putih yang kini berdiri di wilayah Kecamatan Panggarangan. 

Dua Poin Penting Makna Hijrah 

Momentum Tahun Baru Islam ini juga dimanfaatkan Camat Panggarangan untuk merumuskan dua poin penting tentang makna hijrah bagi masyarakat setempat: 

Hijrah Pertama: 

Mengubah pola pikir dari konsumtif menjadi produktif dengan mengelola potensi daerah sebaik-baiknya. 

Hijrah Kedua: 

Meningkatkan kepedulian sosial untuk saling membantu tetangga atau warga yang sedang mengalami kesusahan. 

“Saya berdiri di sini bukan sekadar sebagai Camat, tetapi sebagai warga Panggarangan. Kita berada di atas satu bahtera yang sama," ucapnya hangat. 

Menutup sambutannya, Hendi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membuka lembaran baru di tahun yang baru ini. 

"Atas nama Pemerintah Kecamatan Panggarangan, selamat Tahun Baru Islam untuk seluruh masyarakat Panggarangan. Semoga semua urusan kita dilancarkan,” pungkas Hendi. (Cup/Uday)