-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Dua Warga Ditemukan Meninggal dalam Mobil di Pidie Jaya Aceh, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

By On Rabu, Maret 25, 2026

Dua warga ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah mobil yang terparkir, di kawasan Gampong Keude Luengputu, Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh, Selasa, 24 Maret 2026 dini hari. 

PIDIE JAYA, KabarViral79.Com - Dua warga ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah mobil yang terparkir di kawasan Gampong Keude Luengputu, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa, 24 Maret 2026 dini hari. 

Kedua korban diketahui berinisial M (25), warga Kabupaten Bireuen, dan H.S (26), warga Kabupaten Bener Meriah. Kedua korban ditemukan dalam posisi miring dengan kondisi tubuh telah kaku. 

Keduanya ditemukan dalam mobil Honda Jazz bernomor polisi BK 1508 JI yang terparkir di jalan rel lama, tepatnya di depan Yayasan Bustanul Fakri Aceh

Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, Rabu, 25 Maret 2026 mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian kedua korban. 

“Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya sedang menyelidiki penemuan dua warga meninggal dunia dalam mobil guna memastikan penyebab kematian kedua korban,” ujarnya. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil tersebut telah berada di lokasi sejak Senin, 23 Maret 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Awalnya, keberadaan kendaraan itu tidak menimbulkan kecurigaan warga karena diduga milik pemudik yang beristirahat. 

Namun, hingga menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.55 WIB, warga mulai curiga lantaran mobil masih berada di lokasi dengan kondisi mesin menyala. 

Dua warga ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah mobil yang terparkir, di kawasan Gampong Keude Luengputu, Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh, Selasa, 24 Maret 2026 dini hari. 

Sejumlah warga kemudian mendekati kendaraan tersebut dan mencoba memanggil penumpang di dalamnya, namun tidak mendapat respons. 

Warga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bandar Baru. Sekitar pukul 00.05 WIB, personel Kepolisian bersama warga mendatangi lokasi dan memecahkan kaca mobil untuk memastikan kondisi korban. 

Petugas yang turut melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Bandar Baru memastikan kedua korban telah meninggal dunia di dalam kendaraan. 

Dugaan sementara, korban meninggal saat beristirahat di dalam mobil dengan kondisi mesin dan pendingin udara (AC) menyala tanpa adanya sirkulasi udara yang cukup. 

Selanjutnya, personel Polsek Bandar Baru bersama Koramil 11/Bandar Baru dan tim Inafis Polres Pidie Jaya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Bandar Baru sebelum dirujuk ke RSUD Pidie Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Sementara itu, kendaraan yang digunakan korban masih berada di lokasi kejadian dan telah dipasangi garis polisi. 

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, khususnya saat beristirahat di dalam kendaraan, dengan memastikan adanya sirkulasi udara guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (Joniful Bahri)

Ketua Gerbang Tani Bireuen Nilai Penanganan Pasca Bencana Lambat, Petani dan Nelayan Terdampak Parah

By On Rabu, Maret 25, 2026

Pemkab Bireuen dinilai lambat dalam menangani dampak bencana, khususnya pada sektor pertanian dan perikanan

BIREUEN, KabarViral79.Com - Ketua Gerakan Kebangkitan Petani (Gerbang Tani) Kabupaten Bireuen, Sunazardi atau yang akrab disapa Tengku Dan, menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen berjalan lambat dalam menangani dampak bencana, khususnya pada sektor pertanian dan perikanan. 

Dalam siaran pers yang diterima, Rabu, 25 Maret 2026,Sunazardi menyampaikan bahwa kondisi di lapangan saat ini sangat memprihatinkan. Petani sawah dan pelaku perikanan darat disebut sebagai kelompok yang paling terdampak akibat belum maksimalnya penanganan pasca bencana. 

“Hampir di seluruh wilayah terdampak, masyarakat sudah tidak bisa lagi turun ke sawah maupun ke tambak. Kondisinya sangat sulit,” ujar Sunazardi. 

Ia menjelaskan, banyak lahan pertanian dan tambak milik warga tertimbun lumpur tebal pasca bencana, sehingga tidak dapat digunakan untuk aktivitas produksi. 

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat dan terukur dari pemerintah daerah. 

“Lahan sawah dan tambak saat ini tertutup lumpur padat. Pemerintah harus segera melakukan normalisasi dan pengerukan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas,” tegasnya. 

Sunazardi juga memperingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, dampaknya akan semakin luas. Selain kehilangan mata pencaharian, masyarakat juga berpotensi menghadapi krisis ekonomi hingga ancaman kelaparan

“Kalau ini terus dibiarkan, masyarakat akan kehilangan pekerjaan. Ancaman kelaparan sudah di depan mata,” katanya. 

Ia meminta pemerintah daerah lebih proaktif dalam merespons kondisi darurat yang dialami masyarakat. 

Menurutnya, situasi saat ini membutuhkan langkah cepat dan konkret, bukan sekadar menunggu tanpa aksi nyata. 

“Masyarakat sudah sangat menderita. Pemerintah harus turun langsung dan bergerak cepat, jangan berpangku tangan. Keresahan masyarakat sudah semakin meningkat,” ujarnya. 

Selain itu, Sunazardi juga mengingatkan Bupati Bireuen agar tidak mencari kesalahan pihak lain di tengah kondisi masyarakat yang masih terdampak bencana banjir dan tanah longsor

Ia menilai, hingga saat ini belum ada kepastian yang jelas bagi para pengungsi yang masih tinggal di tenda. 

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan bahwa sebagai pemimpin daerah, Bupati harus bertanggung jawab penuh terhadap penanganan masyarakat korban bencana. 

Gerbang Tani berharap Pemkab Bireuen segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan sektor pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat. (Joniful Bahri)

Mendagri Sebut Sejumlah Menteri Setuju Kebijakan WFH Satu Hari, Tunggu Arahan Prabowo

By On Rabu, Maret 25, 2026

Mendagri Tito Karnavian

JAKARTA, KabarViral79.Com - Soal wacana Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi ASN dan pekerja swasta, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengatakan bahwa kebijakan itu tinggal menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto

"Setelah ada arahan Bapak Presiden, baru nanti diumumkan resmi. Sabar, sabar saja," kata Tito kepada wartawan, di Istana, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026. 

Menurutnya, para Menteri terkait sudah melakukan rapat pematangan mengenai kebijakan tersebut pada Selasa, 24 Maret 2026. 

Tito juga mengaku tidak masalah jika ASN di lingkungan Kemendagri dan Pemerintah Daerah (Pemda) WFH satu hari dalam sepekan. 

Ia menyebut, pemerintah telah memiliki pengalaman menerapkan sistem kerja serupa saat pandemi Covid-19

"Kemendagri itu 25 persen WFO jalan juga. Jadi, bukan sesuatu yang baru, tapi kita punya pengalaman," ujarnya. 

Dia juga akan memberikan penjelasan kepada Kepala Daerah terkait kebijakan WFH tersebut. 

"Hal-hal yang esensial seperti angkutan, kemudian yang melayani emergency, rumah sakit, kebersihan, harus tetap jalan," ujarnya. 

Namun demikian, Tito enggan membocorkan lebih jauh perihal kebijakan WFH satu hari tersebut, termasuk hari apa yang akan dipilih. 

WFH Hanya untuk Sektor Tertentu

Pemerintah memastikan rencana penerapan skema WFH satu hari dalam sepekan tidak akan berlaku untuk semua sektor bidang kerja. 

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan, kebijakan tersebut   berlaku untuk bidang tertentu yang memungkinkan kerja jarak jauh.

"Perlu saya luruskan bahwa berlakunya nanti untuk sektor-sektor tertentu. Supaya tidak disalahpahami, misalnya sektor pelayanan, industri, perdagangan tentu mungkin tidak menjadi bagian dari kebijakan tersebut,” ujar Prasetyo kepada wartawan, Sabtu, 21 Maret 2026. 

Menurutnya, kebijakan terkait WFH satu hari dalam sepekan masih dirumuskan. 

“Sedang kita godok untuk kita finalkan dan sesegera mungkin akan kita sampaikan kepada masyarakat,” ujarnya. 

Prasetyo menjelaskan, rencana tersebut merupakan arahan Presiden dalam sidang kabinet paripurna sebagai upaya mendorong efisiensi di lingkungan kerja, termasuk di sektor pemerintahan. 

“Sebagaimana disampaikan Bapak Presiden pada saat sidang kabinet paripurna bahwa kita sedang merumuskan beberapa kebijakan dalam rangka kita mulai menyadari bahwa kita semua harus bersama-sama mengefisienkan diri kita dalam hal bekerja,” ujarnya. (*/red)

Libur Lebaran, 233.752 Wisatawan Kunjungi Berbagai Destinasi Wisata di Kabupaten Serang

By On Rabu, Maret 25, 2026

SERANG, KabarViral79.Com - Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang mencatat sebanyak 233.752 wisatawan mengunjungi destinasi wisata di Kabupaten Serang selama liburan Lebaran 2026

Jumlah tersebut terhitung sejak Minggu sampai Selasa, 22-24 Maret 2026.

Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya mengatakan, dari jumlah sebanyak 233.752 kunjungan wisatawan rinciannya terbagi pada Minggu, 22 Maret 2026 sebanyak 89.024 wisatawan, Senin, 23 Maret 2026 sebanyak 85.227 wisatawan dan Selasa, 24 Maret 2026 sebanyak 59.501 wisatawan.. 

"Jumlah kunjungan wisatawan tersebut mengalami kenaikan sampai hari ini mencapai 10 sampai 20 persen ketimbang Libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah atau Lebaran 2025 lalu," kata Anas melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 25 Maret 2026. 

Anas menyebutkan, sebanyak 233.752 kunjungan wisatawan juga terbagi di berbagai destinasi wisata di Kabupaten Serang baik wisata kolam renang, desa wisata alam atau pegunungan dan objek wisata Pantai Anyer dan Cinangka

"Sedangkan untuk sekitar 75 persen pengunjung destinasi wisata Pantai Anyer dan Cinangka," terangnya. 

Anas mengaku bersyukur kunjungan wisata pada tahun ini lebih meningkat dari tahun sebelumnya, disebabkan libur panjang dan cuaca yang mendukung serta pemberitaan media yang mendukung.

Capaian ini juga atas upaya persiapan dari berbagai pihak baik dari Pemda Kabupaten Serang, kepolisian, TNI, media serta unsur terkait lainnya. 

"Alhamdulillah, kunjungan wisata pada tahun ini lebih meningkat dari tahun sebelumnya. Terima kasih atas koordinasi, komunikasi dan kolaborasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan liburan lebaran tahun ini," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, Yurlena Rachman mengatakan, tingkat okupansi hotel selama Libur Lebaran 2026 tercatat pada Rabu 18 sampai Sabtu 21 Maret hanya antara 50 sampai 60 persen. 

"Kemudian pada 22 sampai 24 Maret 2026 rata-rata mencapai 90 sampai 100 persen. Sedangkan untuk Rabu, 25 Maret 80 sampai 90 persen," ujarnya. (*/red)

Usai Kembali ke Rutan, Mantan Menag Yaqut Diperiksa KPK

By On Rabu, Maret 25, 2026

Mantan Menag, Yaqut Cholil Qoumas

JAKARTA, KabarViral79.Com - Mantan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) kembali diperiksa hari ini, Rabu, 25 Maret 2026. 

Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah dirinya kembali berstatus menjadi tahanan Rutan KPK

Yaqut tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, sekira pukul 13.20 WIB. 

Saat tiba, Yaqut hanya menyampaikan ucapan mohon maaf lahir dan batin kepada wartawan yang sempat melontarkan berbagai pertanyaan kepadanya. 

"Mohon maaf lahir dan batin. Ja'alanallahu wa iyyakum minal 'aidin wal faizin," ujar Yaqut saat hendak masuk ke lobi gedung Merah Putih KPK

Diketahui sebelumnya, Yaqut dikembalikan ke Rutan KPK karena akan diperiksa penyidik hari ini. 

"Sudah terjadwal ada permintaan keterangan kepada yang bersangkutan," ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. 

Diketahui, Yaqut kembali ditahan di Rutan KPK sejak Selasa, 24 Maret 2026. 

Yaqut kembali ditahan setelah menjalani tes kesehatan usai sempat dialihkan menjadi tahanan rumah

Penahanan Yaqut beralih menjadi tahanan rumah sejak Kamis lalu, 19 Maret 2026.

Juru Bicara (Jubir) KPK, Budi Prasetyo mengatakan, tahanan rumah bagi Yaqut dilakukan setelah KPK menerima permohonan dari pihak keluarga. 

KPK lalu mengabulkan permintaan tersebut, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut terkait alasan keluarga Yaqut mengajukan permohonan. 

"Jadi memang karena ada permohonan dari pihak keluarga, kemudian kami proses. Bukan karena kondisi sakit," ujar Budi, Minggu, 22 Maret 2026. (*/red)

Dandim 0503/JB Kolonel Kav Sigit Dharma Wiryawan Hadiri Giat Ground Breaking Jembatan Garuda dan Gentengisasi Secara Virtual

By On Rabu, Maret 25, 2026

JAKARTA BARAT, KabarViral79.Com - Korem 052/Wijayakrama - Kodam Jaya/Jayakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu kesulitan rakyat melalui kegiatan karya bakti. 

Hal tersebut diwujudkan dalam kegiatan Ground Breaking Pembangunan Jembatan Garuda dan Program Gentengisasi Rumah Tidak Layak Huni

Kegiatan dipusatkan di Sungai Cimanceri, Kampung Pabuaran Hilir RT 03/02, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu, 25 Maret 2026. 

Kegiatan yang mengusung tema “Negara Hadir Untuk Rakyat Melalui Karya Bakti TNI AD” ini, dipimpin langsung oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., didampingi Danrem 052/Wkr Brigjen TNI Faizal Rizal, S.I.P., juga turut dihadiri oleh Dandim 0503/Jakarta Barat Kolonel Kav Sigit Dharma Wiryawan, S.H., secara virtual di Jl. Kalianyar RT 004/007 Kel. Kalianyar Kec. Tambora Kota adminitrasi Jakarta Barat. 

“Pada hari ini kami secara virtual bersama Unsur Tiga Pilar Kecamatan Tambora Jakarta Barat menghadiri kegiatan Ground Breaking Pembangunan Jembatan Garuda dan Gentengisasi yang dipimpin oleh Pangdam Jaya dan Danrem 052/Wkr. Adapun lokasi di Jakarta Barat bertempat di Jl. Kalianyar RT.004/RW.007 Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat," kata Dandim 0503/JB, Kolonel Kav Sigit Dharma Wiryawan, S.H. 

Dalam kesempatan tersebut, Danrem 052/Wkr, Brigjen TNI Faizal Rizal, S.I.P., memberikan arahan bahwa segera laksanakan kegiatan ini setelah vicon, cari terus titik jembatan yang bisa dibangun dan bermanfaat untuk kegiatan masyarakat, apabila pekerjaan lebih cepat selesai dari perkiraan awal akan diberikan hadiah dan apresiasi oleh Danrem 052/Wkr”, tegas Dandim.

Pukul 09.15 WIB kegiatan vicon selesai, kemudian dilanjutkan pembagian sembako kepada warga oleh Dandim 0503/JB. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Danramil 02/TB Mayor Cke Wahidin,  Wakapolsek Tambora, Lurah Kalianyar, Kasi Ekbang Kalianyar, Ketua RW 08, Ketua RT 004/08, Warga Masyarakat dan Mitra Jaya Tambora.

(Sumber: Pendim 0503/JB)

Kendaraan Arus Balik Lebaran Melandai, One Way Kalikangkung sampai Brebes Dihentikan

By On Rabu, Maret 25, 2026

Korlantas Polri menghentikan rekayasa lalu lintas One Way dari GT Kalikangkung Km 414 hingga GT Brebes Km 263

JAKARTA, KabarViral79.Com Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menghentikan rekayasa lalu lintas One Way dari Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Km 414 hingga GT Brebes Km 263. 

Penghentian rekayasa lalu lintas itu dilakukan lantaran jumlah kendaraan menuju Jakarta mulai mengalami penurunan. 

“Kondisi arus lalu lintas mulai landai. Jadi cukup terkendali, oleh sebab itu seizin Bapak Kapolri, jam sepuluh tadi kami melakukan sosialisasi,” ujar Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho kepada wartawan, Rabu, 25 Maret 2026. 

Setelah sosialisasi dilakukan selama dua jam, kata Agus, petugas langsung melakukan sterilisasi jalur sebelum penghentian skema One Way. 

Sementara ini, lanjut Agus, rekayasa lalu lintas One Way masih diberlakukan dari ruas Tol Brebes menuju Cikampek Km 70.

Agus mengatakan, dengan adanya penghentian One Way tersebut maka jalur dari Pejagan menuju Semarang akan kembali dibuka normal. 

"Jadi kami akan cabut untuk One Way Nasional lokal dari kilometer 414 sampai 263. Jadi akan kita cabut, tetapi dari 263 sampai 70 masih berlangsung untuk One Way lokal tahap kedua,” pungkasnya. (*/red)

Beberapa Kali Ditindak Polisi, Penjual Obat Daftar G di Jl. Holos No.392A Caringin Kembali Resahkan Warga

By On Rabu, Maret 25, 2026

KOTA BANDUNG, KabarViral79.Com - Kembali marak peredaran obat keras daftar G yang berlangsung terang-terangan di sebuah tempat, tepatnya di Jalan Holos No.392A Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Aktivitas ilegal tersebut diduga telah kembali beroperasi dengan perputaran uang mencapai jutaan rupiah setiap harinya. 

Pada Senin, 23 Maret 2026, saat hendak melakukan peliputan, awak media sempat mendapat penolakan dari seorang pria, sebut saja Johan (nama samaran). Pria tersebut yang bertugas sebagai penjaga di bagian depan warung. 

Ia menyebut, usaha itu milik warga asal Aceh yang namanya masih dirahasiakan dan mengakui dirinya bertugas sebagai penjaga sekaligus pengawas keamanan di bagian depan. 

“Kalau pemiliknya yang jelas bukan pribumi. Obat yang dijual hanya dua jenis. Tramadol harganya Rp 5 ribu per butir dan Hexymer Rp 10 ribu per empat butir,” ujarnya singkat kepada awak media saat ditemui di lokasi, Rabu, 25 Maret 2026. 

Dari pengakuannya, omzet penjualan disebut mencapai sekitar Rp 7 juta per hari. Jika angka tersebut benar, dalam satu bulan peredaran obat keras itu berpotensi menghasilkan ratusan juta rupiah. 

Nilai tersebut memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait efektivitas pengawasan serta langkah penindakan aparat berwenang. 

Sebagaimana diketahui, Tramadol merupakan obat keras yang hanya dapat diperoleh dengan resep dokter dan penggunaannya wajib berada di bawah pengawasan tenaga medis. 

Penyalahgunaan obat ini berisiko menimbulkan ketergantungan, gangguan kesehatan serius, bahkan kematian apabila dikonsumsi tidak sesuai aturan. 

Secara hukum, peredaran obat keras tanpa izin dapat dijerat ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan

Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin edar atau tidak memenuhi standar dapat terancam pidana penjara hingga 10 tahun dan denda miliaran rupiah

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengambil langkah tegas apabila ditemukan unsur tindak pidana. 

Melalui pesan WhatsApp Kapolsek Babakan Ciparai saat dikonfirmasi merespon baik, pihaknya akan segera menindaklanjuti lokasi tersebut. 

"Terima kasih informasinya, segera kami tindaklanjuti," kata Kapolsek Babakan Ciparai kepada wartawan. (*/red)

Ketika Desa Kembali Sunyi: Elegi Pasca-Lebaran

By On Rabu, Maret 25, 2026

Foto ilustrasi. 

Oleh: Dr.-phil. Ir. Arinafril

Hari keempat Idul Fitri senantiasa hadir sebagai garis demarkasi yang kejam bagi masyarakat pedesaan di seluruh penjuru Nusantara. 

Jika sepekan sebelumnya desa dipaksa menjadi panggung gegap gempita yang merayakan keberhasilan semu para perantau, kini ia perlahan kembali ke setelan pabriknya: sunyi, menua, dan ditinggalkan.

Romantisme Semu

Kita sedang menyaksikan paradoks emosional yang traumatis, di mana suara deru mesin kendaraan pelat kota yang tadinya memenuhi gang-gang sempit, kini digantikan oleh suara sapu lidi yang menyapu sisa-sisa bungkus ketupat yang mengering di halaman rumah panggung. 

Ada luka yang tak berdarah dalam keheningan ini, perasaan kehilangan yang kolektif ketika rumah-rumah yang tadinya penuh tawa, kembali hanya menyisakan sepasang orang tua yang menatap kosong ke arah jalan setapak, menunggu setahun lagi untuk perjumpaan singkat yang fana. 

Secara kritis, fenomena ini menelanjangi kegagalan sistemik kita dalam membangun kemandirian ekonomi desa yang hakiki. 

Kita selama ini terjebak dalam romantisme mudik yang seolah-olah menjadi pahlawan distribusi uang ke daerah. Padahal faktanya, aliran modal tersebut hanya bersifat konsumtif-momentan dan tidak memiliki akar yang menghujam. 

Uang yang dibawa pemudik hanya singgah sejenak di warung-warung desa sebelum akhirnya tersedot kembali ke pusat melalui pembelian barang-barang manufaktur perkotaan yang tidak diproduksi di desa. 

Desa akhirnya hanya dijadikan tempat singgah untuk melepas penat atau sekadar laboratorium nostalgia, bukan tempat hidup yang menjanjikan masa depan bagi generasinya. 

Retorika pembangunan dari pinggiran terasa sangat hambar ketika kita melihat para pemuda desa tetap memilih berdesakan di arus balik, mengejar nasib di rimba beton, karena tanah kelahiran mereka tetap tidak mampu menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar kenangan masa kecil. 

Kritik utama yang harus ditekankan adalah pada pola sirkulasi ekonomi yang bersifat "setor tunai" sesaat tanpa adanya efek pengganda yang permanen di tingkat lokal. 

Angka perputaran uang yang masif selama Lebaran seharusnya tidak hanya berhenti pada transaksi retail makanan atau bahan pokok, melainkan harus mampu diarahkan menjadi investasi modal produktif yang dikelola secara kolektif oleh warga Desa. 

Selama struktur ekonomi nasional masih sangat tersentralisasi di kota-kota besar, desa akan selamanya menjadi sekadar penyedia tenaga kerja murah dan penampung limbah emisi dari mobilitas massal yang tidak efisien. 

Diperlukan keberanian politik untuk menciptakan skema insentif bagi para perantau agar remitansi Lebaran mereka tidak habis untuk konsumsi pamer yang bersifat destruktif secara sosial, melainkan dikelola melalui institusi ekonomi desa seperti BUMDes yang profesional. 

Memasyarakatkan Budaya Investasi

Transformasi dari budaya pamer kekayaan menjadi budaya investasi di tanah kelahiran dapat menjadi kunci utama untuk menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi desa sepanjang tahun, bukan hanya saat musim mudik tiba. 

Tanpa adanya pengalihan kapital secara sadar ke sektor-sektor produktif seperti pengolahan hasil tani atau industri kreatif lokal, kemeriahan mudik hanyalah fatamorgana yang meninggalkan desa dalam kondisi ekonomi yang lebih rentan pasca-perayaan. 

Kebijakan pemerintah pusat dan daerah harus mulai sinkron dalam memfasilitasi kemudahan investasi mikro bagi para perantau yang ingin membangun akarnya kembali di desa. 

Hal ini penting agar modal yang terkumpul di kota besar dapat terdistribusi secara merata dan menciptakan lapangan kerja baru yang mampu menahan laju urbanisasi yang kian tak terkendali. 

Di sisi lain, pemanfaatan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara pasca-Lebaran seharusnya tidak dipandang sempit sebagai sekadar perpanjangan masa libur yang memanjakan. 

Fenomena ini sebenarnya adalah laboratorium uji coba yang sangat berharga bagi konsep kedaulatan bekerja dari mana saja yang dapat mengubah wajah pedesaan di masa depan. 

Jika infrastruktur digital di pedesaan diperkuat hingga setara dengan kualitas perkotaan, maka hambatan geografis bagi para profesional untuk menetap dan berkarya di desa akan runtuh dengan sendirinya. 

Ini merupakan langkah konstruktif untuk membalikkan arus brain drain yang selama ini menguras otak dan potensi terbaik dari desa ke kota, hanya karena keterbatasan akses teknologi dan jaringan komunikasi. 

Ketimbang memaksakan jutaan orang kembali ke Jakarta dalam waktu bersamaan yang secara nyata menciptakan jejak karbon masif hingga jutaan ton emisi, pemerintah bisa mulai mempermanenkan model bekerja jarak jauh bagi sektor-sektor yang memungkinkan. 

Kita bisa berikan nama untuk model ini: WFV atau Work from Village. Dengan kehadiran kelas menengah profesional di desa dalam durasi yang lebih lama, ekosistem ekonomi lokal seperti jasa kurir, kedai kopi modern, hingga layanan digital akan tumbuh secara organik dan berkelanjutan. 

Desa tidak akan lagi terasa sunyi dan "mati" setelah hari keempat Lebaran karena ia telah bertransformasi menjadi pusat inovasi baru yang tetap memegang teguh nilai kolektivitas dan kearifan lokal. 

Ini adalah bentuk rekonsiliasi antara kemajuan teknologi dan pelestarian tradisi yang selama ini sering dianggap bertentangan. 

Lebih jauh lagi, kesenjangan layanan fasilitas publik seperti kesehatan dan pendidikan berkualitas antara kota dan desa adalah alasan mendasar mengapa kesunyian pasca-mudik terasa begitu menyakitkan. 

Orang tua di desa seringkali "ditinggalkan" oleh anak-anaknya bukan karena ketiadaan cinta, melainkan karena akses terhadap fasilitas dasar yang layak hanya tersedia di hutan beton perkotaan. 

Secara konstruktif, redistribusi pembangunan fasilitas publik yang unggul ke wilayah rural akan membuat migrasi kembali ke desa menjadi pilihan hidup yang sangat rasional, bukan sekadar pelarian nostalgia. 

Pembangunan rumah sakit spesialis atau pusat riset di desa akan menarik sumber daya manusia berkualitas untuk kembali dan menetap, sehingga denyut kehidupan desa tidak lagi bergantung pada kalender hari raya. 

Paradigma mobilitas nasional juga harus mengalami pergeseran radikal dari ambisi menambah jalan tol yang memanjakan kendaraan pribadi menjadi penguatan konektivitas transportasi publik massal yang menjangkau pelosok. 

Dengan transportasi publik yang andal dan rendah emisi, hubungan antara desa dan kota tidak lagi bersifat eksplosif dan traumatis setahun sekali, melainkan interaksi harian atau bulanan yang stabil dan manusiawi. 

Jejak karbon mudik yang luar biasa besar adalah tanda nyata bahwa sistem transportasi kita terlalu bergantung pada keputusan individual yang egois dan tidak terkoordinasi secara ekologis. 

Pembangunan rel kereta api yang menghubungkan sentra produksi desa ke pasar kota adalah investasi yang jauh lebih hijau dan beradab ketimbang terus-menerus membelah hutan untuk aspal jalan tol. 

Museum Memori Masa Kecil

Secara retoris, kita harus berani bertanya pada nurani kolektif: Sampai kapan kita membiarkan desa hanya menjadi museum memori masa kecil yang "hidup" selama sepuluh hari dalam setahun dan mati suri di sisa harinya? 

Mudik dengan segala kompleksitasnya seharusnya menjadi pemantik bagi investasi struktural di desa, bukan sekadar kunjungan konsumtif sesaat yang meninggalkan residu emisi di langit dan depresi di hati para orang tua. 

Kita sebenarnya tidak sedang benar-benar merayakan kemenangan spiritual Idul Fitri jika kemenangan itu hanya menyisakan pemanasan global bagi cucu-cucu kita dan kesunyian yang mematikan bagi orang-orang tua kita di desa halaman. 

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia harus dimulai dengan memberikan hak bagi desa untuk tetap hidup, berdenyut, dan mandiri tanpa harus menunggu hari raya tiba. 

Desa tidak butuh dikunjungi secara seremonial atau diberikan bantuan sosial yang bersifat karitatif; desa butuh diberdayakan secara sistemis agar ia bisa berdiri tegak sebagai pilar ekonomi nasional yang tangguh. 

Keputusan yang kita buat hari ini mengenai bagaimana kita mengelola sumber daya, teknologi, dan sistem transportasi akan menentukan masa depan tradisi mudik kita. 

Apakah mudik akan tetap menjadi ritual penghasil polusi yang menyisakan luka keheningan, ataukah mudik akan berevolusi menjadi jembatan bagi kemakmuran desa yang berkelanjutan? 

Masa depan Indonesia tidak terletak pada kemegahan gedung pencakar langit di kota, melainkan pada keberhasilan kita menghidupkan kembali nisan sunyi di pedesaan menjadi taman inovasi yang penuh dengan kehidupan dan harapan sepanjang tahun. 

Penulis adalah seorang Dosen dan Peneliti

Sumber: kompas.com

Camat Bersama Kapolsek dan Jajaran Polresta Tangerang Sambangi Objek Wisata Taman Kramat Solear, Pastikan Keamanan Pengunjung

By On Rabu, Maret 25, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Dalam rangka memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Camat Solear bersama Kapolsek Cisoka dan Jajaran Polresta Tangerang melaksanakan pengecekan dan pemantauan di Kawasan Objek Wisata Religius Taman Makam Kramat Solear, Desa Solear, Kecamatan Solear  Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, 25 Maret 2026. 

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 12.00 WIB tersebut menyasar area Taman Religius Kramat Solear dari awal pintu masuk sampai perbatasan jembatan gantung yang merupakan perbatasan antara Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang

Diketahui, Taman Religius Taman Kramat Solear ini menjadi destinasi favorit masyarakat selama masa libur Lebaran. 

Dalam kegiatan tersebut, Camat Solear, Rizkia Nurul Fajar melakukan pengecekan langsung terhadap sistem keamanan lokasi wisata, dan berkoordinasi dengan petugas pengamanan dan pihak pengelola. 

Dalam kesempatan tersebut, Camat Rizkia Nurul Fajar memberikan sejumlah arahan penting guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, di antaranya soal pengawasan ketat di area parkir untuk mencegah tindak pencurian kendaraan, peningkatan pengawasan terhadap pengunjung pentingnya koordinasi aktif antara petugas kepolisian dan pengelola wisata. 

Selain itu, pengelola juga diminta untuk terus mengingatkan pengunjung agar mematuhi aturan yang berlaku demi keselamatan bersama. 

“Keselamatan pengunjung adalah prioritas utama. Pengawasan harus ditingkatkan, terutama di area rawan seperti kolam renang dan tempat parkir. Koordinasi antar petugas juga harus berjalan optimal,” tegasnya. 

Ia menambahkan, pihaknya bersama Polresta Tangerang akan terus melakukan pemantauan dan pengamanan secara intensif di seluruh objek wisata yang ada di wilayah hukumnya. 

"Dengan adanya kegiatan pengecekan ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menikmati libur Lebaran dengan rasa aman dan nyaman," ujarnya. 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Camat Solear Rizkia Nurul Fajar, Kapolsek Cisoka Iptu Aditya Surya Sakti, jajaran Polresta Tangerang, Kasi Pol PP Kecamatan Solear Sastra, Binamas Solear Siswanto, Babinsa Solear Suryanto, Ketua Katar Solear Latif, Perwakilan Dishub, Kades Solear yang diwakili oleh Ketua BPD Solear, Pengelola Taman Wisata Makam Kramat Solear. (Reno)

AS Dikabarkan Siap Kirim 3.000 Tentara Elite ke Timur Tengah

By On Rabu, Maret 25, 2026

Pentagon, Markas Besar Departemen Pertahanan AS. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) dikabarkan akan mengirimkan satu brigade tempur dari Divisi Lintas Udara ke-82, yang merupakan pasukan elite Angkatan Darat AS, ke kawasan Timur Tengah

Pengerahan pasukan itu dimaksudkan untuk mendukung operasi militer AS melawan Iran yang terus berlanjut.  

Rencana tersebut, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Rabu, 25 Maret 2026, diungkapkan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip dua sumber pejabat pemerintahan AS, dalam laporannya pada Selasa, 24 Maret 2026, waktu setempat. 

Disebutkan WSJ dalam laporannya bahwa perintah tertulis untuk mengerahkan unit elite Divisi Lintas Udara ke-82 tersebut diperkirakan akan dirilis dalam beberapa jam mendatang. 

Satu brigade tempur Divisi Lintas Udara ke-82, menurut WSJ, terdiri atas sekitar 3.000 tentara AS. 

Laporan serupa juga disampaikan oleh Reuters, dengan sejumlah sumber pejabat AS yang dikutip media terkemuka tersebut menyebut Pentagon berencana mengirimkan pasukan tambahan antara 3.000 personel hingga 4.000 personel. 

Divisi Lintas Udara ke-82 AS, yang menurut Reuters, dapat dikerahkan dalam waktu 18 jam setelah menerima perintah, memiliki spesialisasi dalam melancarkan serangan parasut. 

Informasi soal pengerahan pasukan tambahan ini akan semakin meningkatkan pengerahan militer AS ke kawasan tersebut, bahkan ketika Presiden Donald Trump membahas soal kemungkinan kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang berkecamuk sejak 28 Februari lalu. 

Beberapa pejabat AS yang dikutip Reuters tidak menyebutkan secara spesifik soal lokasi mana di kawasan Timur Tengah tepatnya pasukan tambahan itu akan ditempatkan, atau kapan mereka akan tiba di kawasan tersebut. 

Militer AS meminta pertanyaan soal pengerahan semacam itu diarahkan ke Gedung Putih. Namun Gedung Putih mengatakan bahwa semua pengumuman soal pengerahan pasukan akan datang dari Pentagon. 

Pentagon sendiri tidak memberikan informasi tambahan ketika ditanya oleh Anadolu Agency mengenai laporan media yang menyebutkan bahwa unsur-unsur Angkatan Darat AS, termasuk unit-unit terkait Divisi Lintas Udara ke-82 yang bermarkas di Fort Bragg, North Carolina, mulai dikerahkan ke Timur Tengah. 

"Karena alasan keamanan operasional, kami tidak membahas pergerakan di masa depan atau hipotetisnya," kata Pentagon dalam tanggapannya. 

Sejauh ini, menurut salah satu pejabat AS yang dikutip Reuters, belum ada keputusan yang diambil untuk mengirimkan pasukan darat ke Iran. 

Hanya disebutkan pejabat AS itu bahwa pasukan tambahan dimaksudkan untuk membangun kapasitas bagi potensi operasi militer di masa mendatang di kawasan tersebut. 

Sejumlah sumber yang dikutip Reuters mengatakan bahwa militer AS sedang mempertimbangkan berbagai opsi dalam perang melawan Iran, termasuk mengamankan Selat Hormuz yang berpotensi melibatkan pengerahan pasukan militer AS ke garis pantai Iran. 

Pemerintahan Trump, menurut laporan Reuters, juga membahas opsi mengirimkan pasukan darat ke Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak Iran. 

AS sejauh ini, menurut laporan militer Washington, telah menggempur lebih dari 9.000 target di wilayah Iran sejak akhir Februari lalu. 

Serangan-serangan itu menuai balasan dari Teheran yang menggempur negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. 

Sedikitnya 13 tentara AS di negara-negara Teluk tewas akibat rentetan serangan pembalasan Iran tersebut. Sebanyak 290 tentara AS lainnya luka-luka, dengan 10 personel di antaranya mengalami cedera serius. (*/red)

Pelanggaran Profesi Wartawan, Pengacara Rikha Permatasari: Laporkan ke Dewan Pers, Bukan Kriminalisasi

By On Rabu, Maret 25, 2026


SURABAYA, KabarViral79.Com - Penetapan Wartawan Amir sebagai tersangka memicu gelombang kekhawatiran publik terhadap potensi kriminalisasi terhadap profesi jurnalistik. Peristiwa ini tidak hanya menyentuh aspek hukum semata, tetapi juga menyentuh jantung demokrasi: kebebasan pers.

Advokat Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.Med., C.LO., C.PIM. sebagai Kuasa Hukum menegaskan bahwa pihaknya akan berdiri di garis depan untuk memastikan wartawan tidak dijadikan korban dalam proses hukum yang patut dipertanyakan.

“Ketika wartawan yang bekerja mencari kebenaran justru dijadikan tersangka, maka ini bukan lagi sekadar perkara hukum—ini alarm bagi demokrasi,” tegas Rikha.

Ia menilai, terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses penetapan tersangka, yang berpotensi mengarah pada kriminalisasi terselubung terhadap profesi wartawan.

Bukan Sekadar Kasus, Ini Ujian Kebebasan Pers

Rikha Permatasari menegaskan, wartawan memiliki posisi strategis sebagai penyampai fakta kepada publik, sehingga perlindungan terhadap profesi ini harus menjadi prioritas.

“Jangan sampai hukum dijadikan alat untuk membungkam suara kritis. Jika itu terjadi, maka yang runtuh bukan hanya satu orang wartawan, tetapi kepercayaan publik terhadap keadilan,” ujarnya.

Kuasa Hukum Siap Bongkar Proses Hukum

Sebagai bentuk keseriusan, tim kuasa hukum akan:

1. Mengajukan praperadilan

2. Menguji unsur pidana secara menyeluruh

3. Mengungkap kemungkinan rekayasa atau jebakan hukum

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa hukum benar-benar ditegakkan, bukan dimanfaatkan.

Seruan untuk Tegaknya Keadilan

Kasus ini kini menjadi sorotan luas, tidak hanya di kalangan hukum, tetapi juga masyarakat sipil dan insan pers.

“Kami akan kawal sampai tuntas. Wartawan tidak boleh dikriminalisasi. Hukum harus berdiri untuk melindungi, bukan menakuti,” tegas Rikha.

Di tengah meningkatnya perhatian publik, kasus ini menjadi penentu:
apakah hukum akan tetap menjadi alat keadilan, atau justru berubah menjadi alat tekanan.

“Jika kebenaran dibungkam, maka keadilan telah kalah. Dan itu tidak boleh terjadi,” pungkasnya. (*/red)

Stop Double Standard! WS Advokat YPP Al Kholiqi WAJIB DITAHAN, Lepaskan Amir Asnawi

By On Selasa, Maret 24, 2026

Oleh: Arjuna Sitepu, CPR

Kasus Mojokerto (Maret 2026) bukan sekadar perseteruan pribadi, melainkan simfoni kegagalan sistemik yang melibatkan empat elemen: polisi, pengacara, wartawan (sebagai kontrol sosial), dan masyarakat. 

Dugaan yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa seorang pengacara berinisial WS (Wahyu Suhartatik) diduga bertindak bersama oknum polisi dan bersikap lancang dalam proses penanganan kasus narkoba, khususnya terkait rehabilitasi dua penyalahguna sabu, JEF dan ISM. 

Sementara itu, M. Amir Asnawi (yang mengaku sebagai wartawan Mabes News TV) menjalankan fungsi kontrol sosial melalui akun TikTok pribadinya, bukan melalui produk jurnalistik resmi. 

Meskipun cara yang dilakukan Amir sangat disayangkan karena tidak melalui jalur jurnalistik formal, rekan-rekan wartawan di Mojokerto, Jawa Timur, dan seluruh Indonesia tetap prihatin atas peristiwa ini. 

Perlu ditegaskan bahwa tindakan tersebut bukan produk jurnalistik resmi, melainkan ekspresi pribadi di media sosial. 

Ironisnya, aparat kepolisian yang digaji negara melalui APBN tetap terseret dalam narasi “tangkap-lepas” berkedok rehabilitasi. Sementara pengacara sebagai pilar penegakan hukum justru ikut terseret dalam dugaan tersebut. 

Mari kita bedah persoalan ini secara proporsional, berdasarkan pasal dan regulasi yang berlaku, tanpa memihak, serta tetap menjunjung tinggi prinsip due process of law. 

Dugaan Keterlibatan Pengacara WS dengan Oknum Polisi

Masyarakat menduga WS, yang juga merupakan bagian dari Divisi Hukum YPP Al Kholiqi, bertindak bersama oknum polisi dalam proses rehabilitasi pecandu narkotika. 

Jika dugaan ini terbukti, maka dasar hukum yang relevan antara lain: 

Pasal 421 KUHP (penyalahgunaan wewenang oleh pejabat), dengan ancaman hingga 6 tahun penjara. 

Pasal 3 dan Pasal 12 huruf e UU No. 20 Tahun 2001 tentang Tipikor, apabila terdapat unsur memperkaya diri yang merugikan keuangan negara (misalnya dugaan uang pelicin Rp 30 juta). 

Pasal 54 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mewajibkan rehabilitasi dilakukan secara transparan dan tidak disalahgunakan. 

Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian belum menemukan bukti pungutan liar dalam kasus tersebut, dan WS juga telah membantah tuduhan yang ada. 

Peran Amir Asnawi sebagai Kontrol Sosial melalui Media Sosial

Amir melakukan kontrol sosial dengan mempertanyakan kasus tersebut melalui akun TikTok pribadinya, bukan melalui pemberitaan resmi media. 

Tindakan ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, merupakan bentuk pengawasan masyarakat. Namun di sisi lain, sangat disayangkan karena tidak melalui mekanisme jurnalistik yang etis dan akuntabel. 

Regulasi yang terkait:

Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 9 UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers (kewajiban pemberitaan yang benar, akurat, dan berimbang). Karena ini bukan produk jurnalistik, maka bukan ranah Dewan Pers, melainkan ranah pidana umum. 

Pasal 368 KUHP jo. Pasal 482 KUHP Baru tentang Pemerasan (Amir ditetapkan tersangka setelah OTT dan menerima Rp 3 juta). 

Pasal 27 ayat (3) UU ITE, jika terdapat unsur pencemaran nama baik melalui media elektronik. 

Rekan-rekan wartawan merasa prihatin karena tindakan tersebut berpotensi mencoreng citra profesi, meskipun dilakukan melalui platform pribadi. 

Hak dan Kewajiban WS sebagai Advokat

Sebagai Advokat, WS memiliki hak dan kewajiban untuk menjalankan profesinya sesuai dengan Undang-Undang. 

Apabila mengalami dugaan pemerasan, langkah yang tepat adalah melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) atau Unit Reskrim, bukan memperkeruh situasi di ruang publik. 

Dasar hukum:

Pasal 16, 17, dan 19 UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat (perlindungan hukum dan kebebasan menjalankan profesi). 

Pasal 1 ayat (1) UU Advokat (Advokat sebagai penegak hukum yang setara dengan Hakim dan Jaksa). 

WS memilih jalur hukum dengan melapor ke polisi, yang merupakan langkah sesuai prosedur.

Peran Masyarakat dan Lembaga Sosial

Yayasan seperti YPP Al Kholiqi merupakan bagian dari kontrol sosial masyarakat yang membantu negara tanpa menggunakan anggaran APBN/APBD, sebagaimana diatur dalam Pasal 103 UU Narkotika dan Pasal 28C ayat (2) UUD 1945. 

Namun, peran ini juga rentan terhadap konflik dan tuduhan jika tidak dijalankan secara transparan. 

Rekomendasi: Menuju Sistem yang Transparan dan Akuntabel

Digitalisasi proses rehabilitasi berbasis sistem nasional untuk mencegah praktik “uang pelicin”. 

Penegasan batas kontrol sosial di media sosial agar tidak melanggar etika dan hukum. 

Perlindungan hukum yang seimbang bagi semua pihak. 

Kolaborasi antara Polisi, Advokat, Media, dan Masyarakat

Edukasi hukum kepada masyarakat agar menempuh jalur resmi dalam pelaporan. 

Pemberian Uang Rp 3 Juta: Analisis Hukum

Pemberian uang sebesar Rp 3 juta oleh WS kepada Amir menjadi poin krusial. 

Dalam hukum, korban pemerasan yang memberikan uang tidak selalu otomatis bebas dari tanggung jawab pidana. Perlu dilihat konteks, niat, dan unsur kesengajaan

Beberapa Pasal yang dapat dikaji:

Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan. 

Pasal 55 dan 56 KUHP tentang turut serta. 

UU Tipikor terkait kemungkinan suap atau gratifikasi (jika terdapat hubungan dengan jabatan). 

Jika terbukti bahwa pemberian uang dilakukan karena tekanan (pemerasan), maka WS dapat diposisikan sebagai korban. Namun, jika terdapat indikasi kesepakatan atau tujuan tertentu, maka tidak menutup kemungkinan adanya pertanggungjawaban pidana. 

Penutup

Kasus Mojokerto menjadi cerminan penting bagi semua pihak. Dugaan pelanggaran oleh pengacara, tindakan oknum yang diduga melakukan pemerasan, serta kurangnya transparansi harus diselesaikan melalui jalur hukum yang adil dan profesional. 

Semua pihak—polisi, advokat, wartawan, dan masyarakat—merupakan bagian dari sistem penegakan hukum. Oleh karena itu, mari menjadikan kasus ini sebagai momentum untuk membangun sistem yang lebih bersih, transparan, dan berkeadilan. 

Penulis adalah Aktivis Pegiat Anti Rasuah

Pantau Pantai Anyer, Gubernur Andra Soni: Prioritaskan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan

By On Selasa, Maret 24, 2026

SERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni menyampaikan bahwa keamanan dan kenyamanan sebagai prioritas utama wisatawan yang datang berwisata di Provinsi Banten

Hal ini ia sampaikan saat memantau kondisi kawasan wisata pantai Anyer dari Mercusuar Cikoneng, Anyer, Kabupaten Serang, Selasa, 24 Maret 2026, di tengah meningkatnya jumlah wisatawan selama libur Idulfitri 1447 Hijriah. 

Andra Soni memantau kawasan wisata usai mengikuti laporan situasi Operasi Ketupat Maung 2026 bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo secara virtual yang terpusat di Bali. 

Turut mendampingi Kapolda Banten Irjen Hengki, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro, Kasrem 064/Maulana Yusuf Kolonel Inf Shofanudin, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi, serta jajaran Forkopimda dan instansi terkait. 

Gubernur Andra Soni memastikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah mengoptimalkan seluruh fasilitas publik di kawasan wisata guna menjamin keselamatan wisatawan seiring lonjakan kunjungan selama libur Lebaran. 

“Kami memastikan ketersediaan air bersih, toilet, hingga area parkir di titik-titik wisata berfungsi dengan baik. Kami juga berkoordinasi dengan pengelola hotel dan pantai untuk menjaga standar pelayanan serta kebersihan lingkungan,” ujarnya. 

Ia menekankan bahwa pengawasan di area pantai harus diperketat seiring meningkatnya jumlah wisatawan. 

Gubernur juga mengingatkan pelaku upaya dan komitmen bersama untuk menjaga citra pariwisata Banten dengan tidak menaikkan harga secara tidak wajar. 

Masyarakat yang berwisata di Anyer hingga Carita juga diminta tetap tertib dan mengikuti arahan petugas. 

“Mengingat antusiasme masyarakat sangat tinggi, keselamatan pengunjung adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Tidak boleh ada getok harga. Jaga keramahan dan transparansi agar wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali lagi,” ujarnya. 

Sementara itu, Kapolda Banten, Irjen Hengki mengatakan, pihaknya tidak hanya fokus pada pengamanan arus mudik dan arus balik. Namun dilakukan juga pada kawasan wisata yang mengalami lonjakan pengunjung. 

“Selain melaksanakan pengamanan arus mudik dan arus balik dari Sumatra ke Jawa, kami juga fokus melakukan pengamanan di lokasi wisata yang berada di wilayah hukum Polres Cilegon, Pandeglang, dan Lebak,” ujarnya. 

Pengamanan dilakukan selama periode 22 hingga 24 Maret 2026 dengan fokus utama pada arus balik dari Sumatra ke Jawa serta lokasi wisata di sepanjang pesisir. 

Sebanyak 1.142 personel dikerahkan, terdiri dari 456 personel Polres Cilegon, 486 personel Polres Pandeglang, dan 200 personel BKO Polda Banten, dengan dukungan sinergi lintas instansi seperti TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Basarnas, Pramuka, hingga masyarakat. 

Pengawasan juga difokuskan di titik-titik wisata, meliputi 10 titik di wilayah Polres Cilegon dari Pantai Anyer hingga Cinangka, sembilan titik di wilayah Polres Pandeglang seperti Pantai Pasir Putih, Carita, Matahari hingga Ciputih, serta wilayah Polres Lebak di kawasan Pantai Bagedur sampai Pantai Sawarna

Kapolda juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat berwisata. 

“Orang tua yang membawa putra-putrinya untuk berwisata harus betul-betul melakukan pengawasan, terutama saat berenang dan bermain di lokasi wisata,” ujarnya. 

"Petugas Ditpolair dan Binmas Polda Banten turut menjaga dan memperhatikan anak-anak di lokasi wisata. Masyarakat wajib mengikuti petunjuk pengelola wisata, khususnya di pantai dan tempat berenang,” imbuhnya. (Welfendry)

One Way Nasional Arus Balik Resmi Dibuka dari Km 414–70 Arah Jakarta

By On Selasa, Maret 24, 2026

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka rekayasa lalu lintas One Way Nasional untuk arus balik Lebaran 2026, di GT Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 24 Maret 2026. 

SEMARANG, KabarViral79.Com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi membuka rekayasa lalu lintas One Way Nasional untuk arus balik Lebaran 2026. 

Hal ini dilakukan guna mengurai kepadatan kendaraan yang mulai meningkat pada puncak arus balik gelombang pertama. 

Prosesi pembukaan yang ditandai dengan flag off ini berlangsung di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 24 Maret 2026, pukul 14.25 WIB. 

Rekayasa one way ini diberlakukan mulai dari Km 414 GT Kalikangkung hingga Km 70 GT Cikampek Utama. 

Dalam agenda tersebut, turut hadir Menko PMK Pratikno, Menhub Dudy Purwagandhi, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Kepala BPJT Willan Oktavian, Dirut Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, serta Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin. 

Hadir pula Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo. 

Turut mendampingi Kapolri jajaran PJU Mabes Polri, yakni Astamaops Kapolri Komjen Fadil Imran, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, dan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho selaku Kaopspus Operasi Ketupat 2026

Sebelum mengibarkan bendera start tanda dimulainya one way, Jenderal Sigit menyempatkan diri menghampiri deretan kendaraan pemudik arus balik yang tengah mengantre. 

Kapolri berbincang santai sekaligus membagikan paket bingkisan kepada para pengendara dan keluarga mereka. 

Sebanyak 300 paket bingkisan makanan ringan serta 100 paket mainan anak dibagikan langsung oleh Kapolri. 

Paket tersebut berisi biskuit, susu, air mineral, hingga perlengkapan kesehatan, seperti vitamin dan minyak kayu putih. 

Khusus untuk anak-anak, Kapolri memberikan tas berisi mainan bisa menemani perjalanan mudik. 

Jenderal Sigit mengingatkan para pemudik tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan balik. 

Ia menekankan pentingnya beristirahat jika kondisi fisik sudah menurun. Manfaatkan pos pengamanan dan pos pelayanan yang telah disediakan Polri bersama seluruh stakeholder. 

Kapolri juga memastikan bahwa seluruh personel Polri di sepanjang jalur tol maupun arteri tetap bersiaga untuk memberikan pelayanan dan memastikan arus balik berjalan aman sesuai tagline mudik 2026, yakni "Mudik Aman, Keluarga Bahagia". (*/red)