-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diduga Informasi Bocor: Penindakan Empat Lokasi Penjual Obat Daftar G Dinilai Tidak Efektif, Kapolsek Tarogong Kaler Jadi Sorotan

By On Rabu, Maret 04, 2026

GARUT, KabarViral79.Com Meski penindakan kerap dilakukan aparat penegak hukum terhadap peredaran obat keras golongan G di wilayah Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), namun aktivitas tersebut diduga terus berlangsung tanpa hambatan berarti. 

Hal ini memunculkan pertanyaan serius soal efektivitas dan integritas penegakan hukum di lapangan. 

Menurut informasi, sejumlah lokasi tersebut sudah ditindak dan viral pemberitaan di beberapa media online. Namun, keempat lokasi tersebut kembali berjualan, diduga kuat terkait dengan adanya "uang kordinasi" 

Namun kebenaran informasi ini masih belum terkonfirmasi dan menjadi spekulasi liar di tengah masyarakat. 

Diketahui, omzet penjualan para pelaku barang haram tersebut mencapai jutaan rupiah. Hal ini menunjukkan tingginya permintaan di kawasan tersebut. 

Sejumlah lokasi tersebut, di antaranya di Jalan Ibrahim Adjie Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, dengan omzet Rp 3 juta per hari. 

Lalu, di Jl. Suherman No.64A, Ciatel, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, dengan omzet mencapai Rp 5 juta per hari. 

Kemudian, di Jl. Otista No.15A, Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, dengan omzet mencapai Rp 5 juta per hari. 

Juga di Jl. Raya Cipanas Cimanganten. Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rp 4 juta per hari. 

Beberapa penjaga warung yang ditemui di lokasi secara terang-terangan mengaku adanya “uang koordinasi” kepada oknum aparat penegak hukum, khususnya Polsek Tarogong Kaler

Menanggapi kondisi tersebut, seorang Akivis Jawa Barat, Teguh Wijaya menduga adanya indikasi kuat kerja sama. Pasalnya, setiap kali aparat hendak melakukan penindakan, lokasi tersebut kosong. 

Menurutnya, pola yang terjadi bukan lagi kebetulan, melainkan berulang dan sistematis. 

“Ya setiap kali aparat datang, lokasi selalu kosong. Namun anehnya, satu hari kemudian aktivitas penjualan obat keras kembali berjalan normal, seolah tidak pernah ada penindakan. Ini pola berulang yang patut diduga sebagai kebocoran informasi,” tegas Teguh, Rabu, 04 Maret 2026. 

Teguh menilai, kondisi ini sangat berbahaya karena tidak hanya mencederai rasa keadilan masyarakat, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. 

Terlebih, kata dia, peredaran obat keras ilegal berdampak langsung terhadap generasi muda dan keamanan lingkungan. 

“Jika aparat hanya datang tanpa hasil, masyarakat akan menilai penegakan hukum sebatas formalitas. Ini persoalan serius karena menyangkut keselamatan masyarakat, bukan sekadar pelanggaran ringan,” ujarnya. 

Ia pun mendesak Kapolres Garut untuk tidak menutup mata dan segera melakukan evaluasi internal secara menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan oknum aparat yang diduga bermain mata dengan jaringan pengedar obat keras. 

“Harus ada audit internal. Jika ditemukan oknum yang menyalahgunakan kewenangan, tindak tegas tanpa kompromi. Jangan biarkan satu atau dua oknum merusak marwah institusi,” kata Teguh. 

Lebih lanjut, Teguh menegaskan, penegakan hukum tidak boleh bersifat reaktif, seremonial, atau sekadar merespons laporan sesaat. 

Menurutnya, dibutuhkan langkah berkelanjutan, pengawasan ketat, dan transparansi agar praktik peredaran obat keras ilegal benar-benar bisa diputus. 

“Penindakan harus konsisten dan berkelanjutan. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan penjual obat keras. Jika dibiarkan, ini sama saja memberi ruang tumbuh bagi kejahatan,” pungkasnya. 

Teguh berharap, aparat penegak hukum dapat segera membuktikan komitmen nyata di lapangan, demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat Garut, khususnya di wilayah Hukum Polsek Tarogong Kaler. 

Hingga berita ditayangkan, Kapolsek Tarogong Kaler saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp-nya masih bungkam alias diam membisu. (Red/Tim)

KPK Sita Mobil dan Bukti Elektronik Terkait OTT Bupati Pekalongan

By On Rabu, Maret 04, 2026

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo

JAKARTA, KabarViral79.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita kendaraan dan Barang Bukti Elektronik (BBE) dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq

Namun KPK belum mengungkap secara perinci jenis kendaraan dan BBE yang disita. 

"Di antaranya memang BBE juga diamankan, ada kendaraan juga ada yang diamankan,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Juang KPK, Jakarta, Selasa, 03 Maret 2026

Budi mengatakan, KPK menangkap 11 orang OTT tersebut, termasuk HM Yulian Akbar, selaku Sekda Pemkab Pekalongan

Menurut Budi, kesebelas orang tersebut dalam perjalanan menuju Jakarta. 

“Dari 11 orang yang diamankan dan dibawa ke KPK tersebut, ada dari unsur ASN dan juga unsur swasta. Salah satunya adalah Sekda Pemkab Pekalongan, ya,” ujarnya. 

Budi mengatakan, mereka yang diamankan KPK nantinya akan dilakukan pemeriksaan intensif untuk melengkapi kebutuhan bukti-bukti awal dalam tahap penyelidikan. 

"Karena memang keterangan dari setiap pihak yang diamankan dibutuhkan untuk melengkapi bukti-bukti awal yang sudah dikumpulkan dalam tahap penyelidikan tertutup ini,” ucapnya. 

Diketahui sebelumnya, KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama ajudan dan orang kepercayaannya di Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa dini hari, 03 Maret 2026. 

“Para pihak diamankan di wilayah Semarang, kemudian pada pagi hari ini ketiga pihak dimaksud langsung dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Budi Prasetyo. 

Saat ini, kata Budi, Fadia Arafiq dan dua orang lainnya sudah tiba di Gedung Merah Putih dan sedang menjalani pemeriksaan secara intensif. 

Berbeda dari biasanya, Fadia dan dua orang lainnya memasuki Gedung KPK lewat pintu belakang. 

“Sampai di Gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 10.22 WIB,” ujarnya. 

Budi juga mengatakan, OTT yang menjerat Fadia Arafiq ini terkait dengan pengadaan di wilayah Pemkab Pekalongan. 

Saat ini, kata dia, tim masih melakukan pencarian kepada sejumlah pihak terkait OTT tersebut. 

"Kami juga mengimbau agar para pihak-pihak dimaksud bisa kooperatif sehingga dapat membantu dalam proses penanganan perkara ini, sehingga jalannya proses penanganan perkara yang saat ini ada di tahap penyelidikan bisa berjalan secara efektif,” tuturnya. 

Adapun, KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafia dalam OTT, di Jawa Tengah, pada Selasa, 03 Maret 2026. 

"Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (*/red)

Hadiri Rapat Paripurna PAW, Gubernur Andra Soni Tekankan Peran Strategis DPRD dan Pemda

By On Rabu, Maret 04, 2026

SERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten dalam rangka Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Selasa, 03 Maret 2026. 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andra Soni menegaskan, DPRD dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten merupakan unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang memiliki peran strategis dalam mengembangkan kehidupan demokrasi

Tugasnya adalah melaksanakan urusan pemerintahan daerah untuk kepentingan masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, DPRD memiliki kedudukan yang sejajar dengan pemerintah daerah dalam membangun sinergi terhadap penetapan kebijakan dan program pembangunan. 

Sekaligus mewakili kepentingan dan aspirasi masyarakat. 

Dengan demikian, kata Andra Soni, kebijakan dan program pembangunan yang ditetapkan dapat diterima serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur Andra Soni juga menyampaikan ucapan selamat kepada Abdul Rohman yang telah mengucapkan sumpah dan janji jabatan sebagai anggota DPRD Provinsi Banten melalui mekanisme PAW. 

Ia berharap, Abdul Rohman dapat segera beradaptasi dan menjalankan tugas sesuai harapan masyarakat, khususnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tangerang

"Semoga bisa segera beradaptasi dengan DPRD dan segera bisa bekerja sesuai dengan harapan masyarakat khususnya dari masyarakat di dapil Tangerang," ucapnya. 

Diketahui, pelaksanaan PAW anggota DPRD Provinsi Banten didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 100.2.1.4-184 Tahun 2026 tanggal 13 Februari 2026 tentang Peresmian Pemberhentian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Banten. Serta Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 100.2.1.4-185 Tahun 2026 tanggal 13 Februari 2026 tentang Peresmian Pengangkatan Pengganti Antarwaktu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Banten. (Welfendry)

Modal Usaha Buat Penyintas Bencana Sumatera, Rp 12 Triliun Sudah Disalurkan

By On Rabu, Maret 04, 2026

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) PRR Pasca Bencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian

JAKARTA, KabarViral79.Com - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pasca Bencana Sumatera melaporkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk penyintas bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). 

Berdasarkan data Satgas PRR per 17 Februari yang dipublikasikan pada 1 Maret 2026, penyaluran KUR di tiga daerah terdampak bencana Sumatera telah mencapai 206.705 debitur dengan total outstanding atau pokok pinjaman senilai Rp 12,23 triliun. 

Jumlah ini nyaris meningkat dua kali lipat jika dibandingkan progres penyaluran KUR per 26 Januari yang mencapai 111.601 debitur dengan total outstanding Rp 6,02 triliun. 

Adapun rincian penyaluran di setiap daerah terdampak bencana Sumatera, di antaranya di Aceh dengan realisasi 125.173 debitur dengan outstanding Rp 7,38 triliun. 

Kemudian Sumut dengan realisasi 53.181 debitur dengan outstanding Rp 3,06 triliun. Sementara di Sumbar dengan realisasi 28.351 debitur dengan outstanding Rp 1,79 triliun. 

Capaian peningkatan KUR ini berbanding selaras dengan transaksi UMKM melalui e-commerce seperti Tokopedia, TikTok, Shopee yang merangkak naik sekaligus menandakan pemulihan daya beli masyarakat. 

Adapun rinciannya berdasarkan data Satgas per 18 Februari yang dipublikasikan pada 3 Maret, capaian transaksi UMKM melalui e-commerce di Sumbar sebanyak 2.162.858 transaksi dengan 101 produk, Sumut 2.173.688 transaksi dengan 631 produk. Sementara Aceh 24.841 transaksi dengan 1.396 produk. 

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) PRR Pasca Bencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian mengatakan, aktivitas jual beli di pasar dan UMKM merupakan indikator kunci yang harus menjadi atensi untuk memulihkan ekonomi penyintas bencana di Sumatera. 

"Pasar dan UMKM merupakan indikator penting pergerakan ekonomi daerah. Ketika keduanya kembali hidup, maka harapan pemulihan ekonomi masyarakat semakin nyata," kata Tito dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 03 Maret 2026. 

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan debitur penyintas bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar akan mendapatkan relaksasi bunga KUR dalam dua tahun ini. 

Khusus untuk 2026, Airlangga mengatakan, bunga kredit KUR para korban terdampak bencana itu akan dibebaskan alias nol persen. 

Pada 2027, akan naik bertahap menjadi tiga persen, dan pada 2028 baru pulih sesuai dengan bunga normal di level enam persen. 

"Tahun pertama ini bunganya kita nol kan, di 2026. Lalu di 2027 tiga persen, dan 2028 baru kembali ke enam persen," tuturnya. (*/red)

Safari Ramadan di Cinangka, Gubernur Andra Soni Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat

By On Rabu, Maret 04, 2026

SERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, kegiatan Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial pemerintah daerah. 

Kegiatan tersebut, kata dia, merupakan kepedulian dan memperkuat silaturahmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dengan masyarakat. 

Hal itu disampaikan Andra Soni di Masjid Al-Kautsar, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Senin, 02 Maret 2026. 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat silaturahmi, mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, sekaligus berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh berkah ini,” ujarnya. 

Menurut Andra Soni, Ramadan merupakan momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kepedulian sosial. 

Nilai tersebut juga menjadi landasan dalam membangun Pemprov Banten Provinsi yang maju, adil, merata, dan tidak korupsi. 

"Oleh karena itu, kami mohon doa dan dukungan masyarakat Cinangka agar kami dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, penuh kejujuran dan tanggung jawab kepada masyarakat dan kepada Tuhan,” tuturnya. 

Sementara itu, Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah menyambut baik kehadiran Gubernur Banten, Andra Soni di Kecamatan Cinangka. 

Ia mengucapkan terima kasih atas berbagai program pembangunan yang diberikan Pemprov Banten di Kecamatan Anyar dan Kecamatan Cinangka. 

"Termasuk bantuan yang disalurkan dalam kegiatan Safari Ramadan di Masjid Al Kautsar," ujarnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Banten Andra Soni juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat. Terdiri atas bantuan kursi roda, tongkat ketiak, sembako, bantuan bagi guru ngaji dan marbot, bantuan sarana prasarana tempat peribadatan, serta bantuan bagi pelajar. (Welfendry)

OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, KPK Bawa 11 Orang ke Jakarta

By On Rabu, Maret 04, 2026

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq

JAKARTA, KabarViral79.Com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa 11 orang ke Jakarta usai Operasi Tangkap Tangan (OTT), terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. 

Salah satu yang turut diamankan adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, Mohammad Yulian Akbar. 

Juru Bicara (Jubir) KPK, Budi Prasetyo, sebelumnya menyampaikan bahwa Fadia bersama dua orang lainnya masih menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. 

"Paralel dengan itu, tim saat ini juga sedang dalam perjalanan membawa 11 orang dari Pekalongan menuju Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK," kata Budi kepada wartawan, Selasa, 03 Maret 2026. 

Ia menjelaskan, dari 11 orang yang diamankan tersebut terdapat unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pihak swasta. Salah satunya merupakan Sekda Pemerintah Kabupaten Pekalongan. 

"Dari 11 orang yang diamankan dan dibawa ke KPK tersebut ada dari unsur ASN dan juga unsur swasta. Salah satunya adalah Sekda Pemkab Pekalongan,” imbuhnya. 

Diketahui sebelumnya, Fadia Arafiq terjaring OTT KPK bersama dua orang lainnya. Penangkapan dilakukan pada Selasa dini hari, 03 Maret 2026,di wilayah Semarang, Jawa Tengah (Jateng). 

“Pada dini hari tadi, tim mengamankan tiga orang, salah satunya adalah Bupati Pekalongan dan dua pihak lainnya yang merupakan orang kepercayaan serta ajudan Bupati,” ujar Budi. (*/red)

Masa Depan Politik Iran Setelah 28 Februari

By On Selasa, Maret 03, 2026

Jutaan warga Iran turun ke jalan mengecam AS dan Israel menyusul gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, dalam sebuah serangan militer terkoordinasi, pada Minggu, 01 Maret 2026.  

Oleh: Jannus TH Siahaan

Malam tanggal 28 Februari 2026, ternyata menjadi momen yang meruntuhkan salah satu pilar kekuasaan paling kokoh di Timur Tengah. 

Di tengah deru serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang mengguncang pusat ibu kota Iran, salah satu simbol utama dari era yang telah bertahan selama lebih dari tiga dekade berakhir secara mendadak. 

Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin yang telah menjadi pusat gravitasi politik Iran sejak 1989, tewas dalam kompleks kantornya terletak di distrik Pasteur, pusat kota Teheran, yang dikenal sebagai Beit-e Rahbari

Kepergian sang Ayatollah tak pelak berpotensi mengancam eksistensi "sistem operasi" utama yang selama ini menggerakkan seluruh mesin birokrasi, militer, dan ideologi Republik Islam Iran

Pasalnya, posisi Khamenei dalam sistem politik Iran terbilang cukup anomali yang nyaris mustahil untuk direplikasi oleh negara manapun. 

Sebagai Pemimpin Tertinggi, Khamenei bukan hanya sebagai kepala negara secara seremonial, tapi juga pemegang otoritas absolut atas setiap kebijakan krusial, mulai dari program nuklir hingga strategi militer di luar negeri negara Mullah itu. 

Ia adalah jangkar yang menyeimbangkan berbagai faksi yang saling bertikai di Tehran, mulai dari para mullah di Qom yang berusaha sedemikian rupa menjaga kemurnian ideologinya, para teknokrat di pemerintahan sipil yang terus mencoba menyelamatkan ekonomi Iran, demikian pula para komandan militer di jajaran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang memegang senjata sekaligus menguasai modal dan bisnis. 

Selama 37 tahun berkuasa, Khamenei terbilang berhasil membuktikan dirinya sebagai maestro dalam “seni bertahan hidup” di dalam politik Iran. 

Berusia 86 tahun dan bertahun-tahun mengidap sakit kanker, tapi ia berhasil menjaga stabilitas rezim melalui kombinasi antara represi sistematis dan konsolidasi kekuasaan. 

Setiap kali gejolak domestik muncul, seperti Gerakan Hijau 2009, protes ekonomi 2019, hingga gerakan "Woman, Life, Freedom" pada 2022, Khamenei selalu menggunakan IRGC dan milisi Basij sebagai instrumen pemukul yang efektif. 

Bahkan, luka dari pembantaian Januari 2026, di mana ribuan pengunjuk rasa tewas di tangan aparat, menjadi bukti terakhir bahwa bagi Khamenei, kelangsungan hidup rezim berada jauh di atas aspirasi demokratis rakyatnya. 

Strategi utama Khamenei dalam menjaga stabilitas di Iran selama ini adalah dengan sengaja melemahkan institusi sipil. 

Para presiden Iran yang silih berganti, dari yang berhaluan reformis hingga konservatif garis keras, selalu dipangkas perannya hingga hanya menjadi sekadar pelaksana teknis bagi kehendak kantor Pemimpin Tertinggi atau "Beit-e Rahbari". 

Ia menciptakan sistem yang sangat bergantung pada personanya sendiri. 

Walhasil, di saat Khamenei sudah tak ada lagi, otomatis suksesi kepemimpinan di Iran kini terjerembab ke dalam labirin yang dipenuhi ketidakpastian. 

Di saat serangan udara Amerika-Israel masih menyisakan puing di Tehran dan kemarahan rakyat masih membara di jalanan, Iran kini dipaksa menghadapi realitas transisi kepemimpinan tanpa nakhoda yang jelas. 

Konstitusi Iran memberikan mandat kepada Majelis Ahli (Assembly of Experts), sebuah badan beranggotakan 88 ulama senior, untuk memilih pengganti Pemimpin Tertinggi. 

Namun, dalam situasi darurat di mana disorientasi terjadi di dalam struktur keamanan, prosedur formal ini tentu akan menjadi sangat sulit untuk dijalankan. 

Oleh karena itu, skenario yang nampaknya paling diinginkan oleh elite mapan di Teheran adalah "Khamenei-isme tanpa Khamenei," yakni penunjukan seorang figur ulama yang akan bertindak sebagai pelaksana ideologi lama tanpa mengubah struktur kekuasaan yang ada. 

Nama-nama seperti Ayatollah Alireza Arafi, yang merupakan teknokrat ulama loyalis, atau Gholam Hossein Mohseni Ejei dari jajaran yudisial, muncul sebagai kandidat yang dianggap mampu menjaga keseimbangan faksi. 

Namun, perhatian terbesar tertuju pada Mojtaba Khamenei, putra kedua sang Ayatollah. 

Meskipun tidak memiliki kredibilitas teologis setinggi ayahnya atau pengalaman administratif formal, Mojtaba seorang politisi dan ulama kelahiran 1969 itu dikenal memiliki pengaruh besar di balik layar dalam mengelola hubungan antara kantor ayahnya dan jaringan intelijen serta ekonomi di dalam institusi elite pemerintahan Iran, IRGC. 

Masalahnya, penunjukan Mojtaba tentu akan memicu kritik tajam terkait isu kemunculan model kepemimpinan turun-temurun, hal yang justru menjadi alasan utama Revolusi 1979 dilakukan untuk menggulingkan dinasti Shah

Apalagi, tanpa legitimasi teologis yang kuat dari para ulama senior di Qom, kepemimpinan baru akan lahir dengan kerentanan luar biasa terhadap penolakan publik dan faksi internal. 

Pilihan lain yang mungkin muncul adalah pembentukan Dewan Kepemimpinan kolektif, sebuah opsi yang pernah dipertimbangkan pada tahun 1989, tapi akhirnya ditolak demi menyambut kepemimpinan baru Khamenei. 

Dewan ini bisa terdiri dari gabungan figur seperti presiden saat ini, ketua mahkamah agung, dan perwakilan dari Guardian Council

Meskipun dewan ini dapat mencegah satu orang mendominasi kekuasaan secara mutlak, risiko utamanya adalah kelumpuhan dalam pengambilan keputusan di saat krisis seperti saat ini. 

Bayang-bayang kegagalan kolektif ini membuat banyak pihak khawatir bahwa Iran akan terjerumus ke dalam perang saudara antarfaksi yang kompleks jika suksesi tidak segera diselesaikan dalam hitungan hari ke depan. 

Sehingga, di tengah ketidakpastian ini, aktor yang paling menentukan masa depan Iran bukanlah para ulama di Majelis Ahli, tapi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). 

Selama dekade terakhir, IRGC telah bertransformasi menjadi negara di dalam negara. 

Mereka tidak hanya menguasai persenjataan strategis dan intelijen, tetapi juga mengontrol lebih dari sepertiga ekonomi Iran melalui berbagai yayasan dan kontraktor besar. 

Banyak laporan menunjukkan bahwa saat ini IRGC sedang mendesak agar penunjukan pemimpin baru dilakukan secara cepat, tidak masalah jika harus melompati prosedur konstitusional, demi mencegah disintegrasi komando militer yang mulai terfragmentasi pasca-kematian Khamenei. 

Dengan kata lain, skenario "kudeta merayap" atau pengambilalihan kekuasaan secara militer oleh IRGC boleh jadi akan semakin riil. 

Dalam skenario ini, militer mungkin akan menempatkan seorang ulama “lemah” sebagai pion atau bahkan menghapuskan jabatan Pemimpin Tertinggi demi kepemimpinan militer yang lebih efisien dan otoriter dengan dalih "keadaan darurat nasional." 

Langkah ini diambil tentu untuk mengamankan aset-aset ekonomi IRGC yang sangat banyak, baik di dalam maupun luar negeri dari ancaman reformasi, jika pemerintahan baru yang lebih reformis terbentuk. 

Namun, risiko bagi IRGC juga sangat besar. Pemerintahan militer murni biasanya akan semakin menjauhkan rezim dari basis dukungan tradisionalnya di pedesaan dan di kalangan ulama konservatif, sekaligus memicu perlawanan lebih keras dari masyarakat sipil yang memang sudah muak dengan militerisme Iran selama puluhan tahun. 

Apalagi, ketegangan di internal IRGC juga sudah mulai terlihat. Ada faksi-faksi muda yang dikabarkan mulai merasa lelah dengan korupsi elite senior dan menginginkan perubahan pragmatis demi kelangsungan hidup institusi elite Iran itu. 

Namun, ada juga faksi garis keras yang sama sekali tidak akan ragu melakukan tindakan ekstrem, termasuk menarik diri dari Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), demi mengamankan kekuasaan dari tekanan internasional. 

Jika IRGC tidak mampu mempertahankan kesatuan internalnya, maka Iran bisa saja terjerumus ke dalam konflik internal antarfaksi keamanan, sebuah situasi yang akan menciptakan kekosongan kekuasaan sekaligus akan sangat berbahaya bagi stabilitas energi dunia dan keamanan seluruh kawasan Timur Tengah. 

Ketidakpastian politik di Iran saat ini juga diperumit oleh kehadiran Presiden Masoud Pezeshkian yang dikenal sangat pragmatis. 

Pezeshkian dikabarkan berusaha mencoba memanfaatkan celah sempit pasca-Khamenei untuk mendorong agenda rekonsiliasi domestik dan normalisasi terbatas dengan dunia luar demi menyelamatkan ekonomi Iran yang kian tercekik oleh inflasi. 

Namun, upaya ini nampaknya seperti berjalan di atas seutas tali tipis. Pasalnya, jika ia terlalu vokal menuntut reformasi, maka akan dianggap sebagai pengkhianat oleh IRGC. 

Sebaliknya, jika ia hanya menjadi stempel bagi militer, maka rakyat akan sepenuhnya meninggalkannya. 

Terlebih lagi, kehadiran "Defense Council" baru yang dibentuk sebelum kematian Khamenei juga membatasi gerak sipil, karena kekuasaan terkait kendali perang kini terkonsentrasi di tangan segelintir komandan militer dan presiden, tanpa melibatkan kementerian luar negeri secara aktif. 

Dengan latar itu, jika tidak terjadi transisi secara mulus, risiko terbesar bagi masa depan Iran adalah kolaps sistemik yang tidak terkendali. 

Dan, sejarah menunjukkan bahwa pemerintahan otoriter yang sangat sentralistik cenderung menjadi rapuh ketika sosok sentralnya menghilang secara tiba-tiba. 

Jika proses suksesi berlarut-larut dan ekonomi terus memburuk, demonstrasi jalanan bisa berubah menjadi revolusi terbuka yang bisa jadi lebih besar dari tahun 2022. 

Dalam situasi tersebut, muncul risiko disintegrasi wilayah, di mana kelompok-kelompok etnis minoritas di perbatasan, seperti Kurdi dan Baloch, mungkin akan mencoba melepaskan diri dari kendali pusat di Teheran, yang akan memicu intervensi militer lebih lanjut dari negara-negara tetangga. 

Di luar skenario umum tersebut, opsi politik lain di luar keberlanjutan ideologi Khamenei kini pun mulai dibicarakan secara terbuka di ruang-ruang publik digital, termasuk kemungkinan transformasi menuju sistem republik yang lebih demokratis atau sekuler. 

Namun, jalan menuju ke sana tentu tidaklah mudah dan dipastikan akan penuh dengan rintangan, bahkan bisa berdarah-darah. 

Mesin keamanan yang dibangun Khamenei selama puluhan tahun tentu tidak akan mau menyerah begitu saja tanpa perlawanan. 

Masa depan Iran pasca-Khamenei dengan skenario ini kemungkinan besar tidak akan menghasilkan demokrasi yang instan, tapi periode transisi yang penuh kekerasan dan perebutan kekuasaan cukup keras di antara mereka yang memegang senjata dan uang. 

Pendeknya, masa depan Iran kini bergantung pada apakah para elite di Teheran lebih mengutamakan kelangsungan hidup bangsa atau kelangsungan hidup faksi mereka masing-masing. 

Tanpa Khamenei sebagai penengah tunggal, setiap langkah yang diambil oleh IRGC maupun faksi pragmatis akan menentukan apakah Iran akan bangkit sebagai kekuatan yang lebih rasional atau justru tenggelam dalam sejarah sebagai eksperimen teokrasi dengan performa buruk, lalu berakhir dengan tragis. 

Penulis adalah pengamat sosial dan kebijakan publik. 

Sumber: kompas.com

AS-Israel Terus Lancarkan Serangan, Ratusan Warga Iran Mengungsi ke Pakistan

By On Selasa, Maret 03, 2026

Ilustrasi kepulan asap di Iran

TEHERAN, KabarViral79.Com - Amerika Serikat (AS) dan Israel terus melancarkan serangan ke Iran. Sebanyak 300 warga Iran memutuskan mengungsi ke Pakistan

Dilansir dari BBC, Selasa, 03 Maret 2026, sebanyak 300 warga Iran telah tiba di Pakistan, tepatnya di Provinsi Balochistan. Provinsi ini berbatasan dengan Iran. 

Balochistan merupakan salah satu wilayah yang bergejolak. Wilayah ini merupakan rumah bagi kelompok-kelompok separatis yang melakukan pemberontakan selama beberapa dekade. 

Diketahui, para pemimpin Pakistan saat ini tengah menyeimbangkan hubungan dengan AS. Tahun lalu, Pakistan menominasikan Presiden Trump untuk Nobel Perdamaian seiring meningkatnya hubungan baik dengan AS. 

Namun, meskipun mayoritas penduduknya adalah Sunni, terdapat komunitas Syiah di Pakistan yang sangat menentang perang di Iran. 

Terbaru, Israel melancarkan serangan ke Ibu Kota Iran, Teheran. Ledakan terdengar di langit-langit Teheran. 

Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan komandan senior Republik Islam Iran di Teheran. Namun Israel tak merinci siapa yang ditargetkan. 

Bulan Sabit Merah Iran melaporkan, jumlah korban tewas akibat gelombang serangan AS dan Israel. Lebih dari 780 orang tewas di berbagai wilayah Iran sejak rentetan serangan dilancarkan pada Sabtu, 28 Februari 2026, waktu setempat. (*/red)

Ruslan Daud Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim di Simpang Mamplam Bireuen

By On Selasa, Maret 03, 2026

Ruslan Daud, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, menggelar buka puasa bersama sekaligus menyantuni anak yatim di kediaman orang tuanya di Desa Blang Panyang, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Ruslan Daud, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, menggelar buka puasa bersama sekaligus menyantuni anak yatim di kediaman orang tuanya di Desa Blang Panyang, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Senin, 2 Maret 2026 kemarin. 

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan agenda Reses untuk menyerap aspirasi masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh II. 

Dalam pertemuan itu, politisi yang akrab disapa HRD tersebut menampung beragam kebutuhan warga, mulai dari usulan pembangunan Jalan Inpres atau Inpres Jalan Daerah (IJD), program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), saluran irigasi pertanian, hingga program pemberdayaan masyarakat. 

HRD menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh aspirasi tersebut di tingkat pusat. 

Selain menyerap aspirasi, HRD turut menyoroti kondisi korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen yang hingga kini belum mendapatkan hak-hak dasar mereka sebagai penyintas bencana. 

Ia menilai, pemerintah harus segera menindaklanjuti kebutuhan hunian layak, bantuan pemberdayaan ekonomi, jatah hidup (jadup), hingga santunan kematian bagi korban meninggal. 

Ruslan Daud, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, menggelar buka puasa bersama sekaligus menyantuni anak yatim di kediaman orang tuanya di Desa Blang Panyang, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen. 

“Sangat kita sayangkan, saudara-saudara kita yang terdampak sudah hampir tiga bulan pasca bencana masih tinggal di bawah tenda dan belum menerima hak-hak mereka,” ungkapnya. 

Masyarakat terdampak bencana sebelumnya berharap dapat tinggal di hunian layak selama menjalani ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri tahun ini. 

HRD menegaskan, kegiatan buka puasa bersama yang digelar bukan hanya bentuk kepedulian di bulan suci, tetapi juga arahan dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar untuk memperkuat silaturahmi dan mendengarkan langsung keluhan warga desa. 

“Kami selalu menyerap berbagai aspirasi masyarakat dan Insya Allah akan terus berupaya memperjuangkannya di tingkat pusat,” ujar HRD. 

Pantauan di lapangan menunjukkan suasana akrab antara HRD—yang juga Ketua DPW PKB Aceh dengan masyarakat. Ia tampak berbaur dengan warga dari berbagai desa dan kecamatan yang hadir. 

Salah seorang warga Simpang Mamplam, Zulfahmi menyampaikan apresiasi atas kepedulian HRD selama ini. 

“Pak HRD selalu memperhatikan masyarakat bawah. Sejak menjadi Bupati Bireuen hingga kini duduk di DPR RI, beliau selalu cepat tanggap membantu warga,” ujarnya. (Joniful Bahri)

Menko PMK Pratikno Salurkan Rp 86,1 Miliar Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah untuk 4.347 KK di Bireuen

By On Selasa, Maret 03, 2026

Menko PMK Pratikno menyerahkan Bantuan Dana Stimulan Perbaikan Rumah Rusak Tahap II bagi korban bencana hidrometeorologi siklon senyar

BIREUEN, KabarViral79.Com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen, Selasa, 03 Maret 2026. 

Kunjungan tersebut dalam rangka penyerahan Bantuan Dana Stimulan Perbaikan Rumah Rusak Tahap II bagi korban bencana hidrometeorologi siklon senyar. 

Dalam kesempatan itu, Menko PMK turut didampingi Sekretaris Utama BNPB Rustian, Dirjen Adwil Kemendagri Safrizal, serta Deputi Kemenko PMK Lilik Kurniawan

Mereka menyerahkan bantuan stimulan secara simbolis kepada masyarakat penerima manfaat. 

Selain itu, Menko PMK juga menyapa secara daring 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang mengikuti penyerahan dana stimulan secara serentak yang dipusatkan di Kabupaten Bireuen. 

Total bantuan stimulan perbaikan rumah rusak yang disalurkan untuk Kabupaten Bireuen mencapai Rp 86.100.000.000 bagi 4.347 KK. 

Rinciannya sebagai berikut:

Rumah Rusak Ringan: 2.954 KK × Rp 15.000.000 = Rp 44.310.000.000 

Rumah Rusak Sedang: 1.393 KK × Rp 30.000.000 = Rp 41.790.000.000 

Dalam arahannya, Menko PMK menegaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan warga. 

“Saya berharap dana stimulan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk perbaikan rumah yang rusak akibat banjir. Pemerintah Pusat akan terus melakukan verifikasi agar tidak ada warga terdampak yang terlewatkan,” ujarnya. 

Pada momentum kunjungan tersebut, Bupati Bireuen juga menyalurkan santunan bagi 200 anak yatim, yang bersumber dari gaji pribadinya sebagai bentuk kepedulian sosial. 

Santunan diserahkan langsung bersama Menko PMK, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, dan Bupati Bireuen. 

Acara ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Bireuen, Tokoh Masyarakat, Ulama Karismatik, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Muspika, serta para Keuchik. 

Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama seluruh elemen masyarakat, menghadirkan suasana penuh kekeluargaan dan optimisme untuk bangkit dari dampak bencana. (Joniful Bahri)

Lautan Bendera Kuning “Kepung” Ekshumasi Gita Fitri, Kepahiang Bergetar Tuntut Keadilan!

By On Selasa, Maret 03, 2026

 


KEPAHIANG, KabarViral79.Com - Batu Bandung memanas. Ratusan warga tumpah ruah di sepanjang jalan menuju pemakaman, mengibarkan bendera kuning serentak sebagai simbol duka sekaligus perlawanan. Nama Gita Fitri (25) kini menggema di Kabupaten Kepahiang. Satu tuntutan mereka lantang: ungkap kebenaran, jangan ada yang ditutup-tutupi!

Sejak pagi, suasana haru bercampur amarah. Bendera kuning berkibar bak gelombang, menyelimuti akses menuju makam. Warga berdiri berjejer, sebagian meneteskan air mata, sebagian lagi mengepalkan tangan—menanti kejelasan atas kematian yang kini menjadi sorotan publik.

Di tengah tekanan publik yang kian menguat, Tim Dokter Kepolisian (Dokpol) dari Polda Bengkulu turun langsung melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam untuk kepentingan autopsi forensik. Langkah ini dinilai sebagai fase krusial dalam membongkar penyebab pasti kematian korban.

Autopsi dilakukan untuk mendapatkan bukti ilmiah dan forensik yang sahih—menjawab spekulasi, mematahkan rumor, serta memastikan penyidikan berjalan sesuai prosedur hukum.

Kasat Reskrim setempat, Bintang Yudha Gama, sebelumnya telah memastikan tindakan tersebut.

“Iya, kita akan lakukan otopsi,” tegasnya.

Pernyataan itu kini menjadi pegangan publik. Hasil autopsi disebut-sebut sebagai kunci utama yang akan menentukan arah perkara: apakah ada unsur pidana, atau tidak.

Aksi ratusan bendera kuning bukan sekadar simbol duka. Ini adalah pesan keras kepada aparat: transparansi adalah harga mati. Warga meminta proses hukum dilakukan profesional, objektif, dan terbuka.

Secara hukum, hasil autopsi nantinya dapat menjadi alat bukti penting dalam penyidikan. Jika ditemukan indikasi tindak pidana, proses dapat meningkat ke tahap penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan KUHAP dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, proses hukum masih berjalan. Aparat belum menyimpulkan penyebab kematian dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terpancing isu yang belum terverifikasi.

Namun satu hal tak terbantahkan: Kepahiang sedang menunggu jawaban.

Dan ratusan bendera kuning telah menjadi simbol bahwa publik tidak akan diam sampai kebenaran benar-benar terungkap.

Siswa Keracunan MBG di Bireuen Diduga Terima Uang Tunai Rp 200 Ribu Saat Dirawat, Pengelola Program Belum Beri Penjelasan

By On Senin, Maret 02, 2026

Siswa yang mengalami keracunan MGB hingga kini masih menjalani perawatan di Puskesmas Simpang Mamplam, Bireuen. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Puluhan siswa yang mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Aceh, dilaporkan menerima uang tunai saat menjalani perawatan medis. 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para siswa yang sempat dirawat di Puskesmas Simpang Mamplam masing-masing menerima uang sebesar Rp 200 ribu. 

Pemberian uang tersebut diduga berasal dari pihak pelaksana program MBG di tingkat kecamatan. 

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya pembagian uang tersebut. 

Ia menyebut, uang diberikan ketika anaknya masih berada dalam proses pemeriksaan dan perawatan di Puskesmas. 

"Saat kami di Pukesmas memang benar ada diberikan uang Rp 200 ribu. Informasinya dari pengelola MBG kecamatan untuk anak-anak yang dirawat,” ujarnya kepada wartawan, Minggu, 01 Maret 2026. 

Meski menerima uang itu, para orang tua menegaskan bahwa fokus utama tetap pada pemulihan kesehatan anak-anak mereka. 

Sebelumnya, para siswa mengalami keluhan mual, muntah, dan pusing setelah menyantap menu MBG yang dibagikan pihak sekolah. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi mengenai tujuan pemberian uang tersebut—apakah dimaksudkan sebagai bentuk bantuan selama perawatan atau sebagai bentuk kepedulian dari pelaksana program di lapangan. 

Pihak pengelola MBG Kecamatan Simpang Mamplam juga belum memberikan keterangan rinci terkait sumber dana maupun alasan pemberian uang tunai kepada siswa yang dirawat. 

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan siswa di salah satu sekolah di Simpang Mamplam harus mendapat penanganan medis akibat gejala yang diduga terkait keracunan makanan. 

Dinas Kesehatan setempat telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.(Joniful Bahri)

IWO Indonesia Banten Berbagi Takjil di Kelapa Dua, Pererat Silaturahmi dan Isi Ramadan dengan Aksi Sosial

By On Senin, Maret 02, 2026

 


SERANG, KabarViral79.Com – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IWO Indonesia Provinsi Banten menggelar aksi sosial berbagi takjil di kawasan Kelapa Dua, Kota Serang, Senin (02/03/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan organisasi profesi wartawan online tersebut.

Aksi yang dikomandani Ketua DPW IWO Indonesia Banten, Mevi Amirullah, menyasar warga sekitar Kelapa Dua serta para pengendara roda dua yang melintas di Jalan H. Sulaeman, tepatnya di depan Saung Ririungan.

Mevi Amirullah mengatakan, kegiatan berbagi takjil merupakan bagian dari program kerja DPW IWO Indonesia Banten di bidang keagamaan, khususnya dalam mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Ya, hari ini kita berbagi takjil untuk warga masyarakat di sekitar Kelapa Dua, khususnya para pengendara kendaraan bermotor yang melintas di Jalan H. Sulaeman. Ini sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan di bulan penuh berkah,” Ucap Mevi di sela kegiatan.

Lebih lanjut Menurut ketua DPW Banten, Ramadan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, tidak hanya di internal organisasi, tetapi juga dengan masyarakat luas. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membawa keberkahan sekaligus memperkuat citra wartawan sebagai insan yang peduli terhadap lingkungan sosial,Ujarnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris DPW IWO Indonesia Banten, Roni Fahri, menambahkan bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut juga bertepatan dengan agenda Rapat Koordinasi antara pengurus DPW IWO Indonesia Banten dan jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung Ketua Umum DPP IWO Indonesia, Icang Rahardian, beserta jajaran pengurus DPP lainnya, dengan mengusung tema “Breaking the Fast Together”.

“Kegiatan berbagi takjil ini bertepatan dengan kehadiran Ketua Umum IWO Indonesia, Pak Icang Rahardian, dalam rapat koordinasi bersama pengurus DPW Banten. Jadi selain rapat, kita juga melaksanakan aksi sosial sebagai wujud kebersamaan,” tandas Roni.

Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat serta para pengguna jalan yang melintas. DPW IWO Indonesia Banten berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial yang bermanfaat, khususnya selama bulan Ramadan.

(Suprani IWO-I Kabser)

Eratkan Silaturahmi, Keluarga Besar Bediler Malingping Gelar Buka Bersama

By On Senin, Maret 02, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Keluarga Besar Bediler Malingping Shooting Club (BMSC) menggelar acara buka puasa bersama di Kampung Cikeusik Timur, Desa Malingping Selatan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Minggu (01/03/2026).

Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di kediaman Pembina BMSC, H. Ucu Sukardi. Selain pengurus dan anggota, kegiatan ini juga diramaikan oleh kehadiran para istri dan anak-anak dari anggota klub menembak tersebut.

Ketua BMSC sekaligus Pengurus Perbakin Lebak, Iyan Puziana, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada seluruh anggota yang hadir memboyong keluarga mereka.

“Marhaban Ya Ramadhan. Hari ini kita berkumpul untuk mempererat persaudaraan. Terima kasih kepada rekan-rekan yang sudah meluangkan waktu, juga kepada Bapak H. Ucu yang telah memfasilitasi tempat. Semoga ke depan BMSC semakin kompak dan solid dalam bingkai kekeluargaan,” ujar Iyan.

Di tempat yang sama, Pembina BMSC yang juga merupakan purnawirawan TNI AD dan Pengurus Perbakin Lebak, Muhammad Hadi, menambahkan bahwa pertemuan ini juga diisi dengan kegiatan arisan ibu-ibu anggota BMSC.

“Selain buka bersama, hari ini juga ada agenda rutin arisan ibu-ibu BMSC. Tujuannya jelas, agar antar keluarga saling mengenal lebih dekat sehingga hubungan kekeluargaan kita semakin kuat, tidak hanya antar anggota hobi menembak saja,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan untuk menjaga komunikasi dan harmoni di dalam organisasi Bediler Malingping Shooting Club.

(Angga/Uday)

PKB Kutuk Keras Israel-AS Bunuh Khamenei: Hari Ini Iran Jadi Target, Besok Bisa Jadi Negara Lain

By On Senin, Maret 02, 2026

Ketua Deplu dan Kerja Sama Internasional DPP PKB, Luluk Nur Hamidah (tengah). 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan militer di Teheran

PKB menilai, peristiwa tersebut bukan hanya tragedi bagi Iran, tetapi juga ancaman serius bagi tatanan hukum internasional dan stabilitas global. 

Ketua Departemen Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional DPP PKB, Luluk Nur Hamidah mengatakan, berdasarkan berbagai laporan internasional, serangan tersebut dilakukan oleh Israel dengan dukungan Amerika Serikat (AS). 

“Peristiwa ini bukan hanya tragedi bagi Iran, tetapi juga pukulan serius bagi hukum internasional dan tatanan global yang selama ini dijunjung bersama,” ujar Luluk saat Konferensi Pers di kantor DPP PKB, Minggu, 01 Maret 2026. 

PKB mengutuk keras praktik pembunuhan politik melalui operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat. 

Menurut Luluk, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional maupun norma kemanusiaan. 

“Serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat ini tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional, tidak dapat diterima dalam norma kemanusiaan, dan berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi stabilitas dunia,” ujarnya. 

Luluk mengingatkan, jika praktik semacam ini dibiarkan, dunia akan bergerak menuju sistem internasional yang diatur oleh kekuatan militer, bukan oleh hukum. 

“Hari ini Iran menjadi target. Besok, negara mana pun dapat mengalami hal yang sama. Ketika pembunuhan terhadap pemimpin negara dianggap sah, maka tidak ada lagi jaminan keamanan bagi bangsa mana pun,” pungkasnya. 

PKB juga menyoroti ketiadaan sanksi tegas terhadap berbagai pelanggaran kemanusiaan sebelumnya, khususnya yang melibatkan Israel dalam tragedi kemanusiaan di Palestina. 

Menurut Luluk, standar ganda dalam penegakan hukum internasional telah membuka ruang bagi eskalasi kekerasan yang semakin luas. 

"Ketika standar ganda dipelihara, agresi akan terus berulang. Ketika keadilan tidak ditegakkan secara konsisten, konflik akan semakin meluas,” ujarnya. 

PKB menegaskan, kemanusiaan tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan geopolitik maupun dominasi kekuatan militer. 

“Dunia membutuhkan keadilan yang universal, bukan hukum yang hanya berlaku bagi yang lemah,” ujarnya. 

Dalam pernyataannya, PKB juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk melakukan penyelidikan independen dan transparan atas serangan tersebut. 

Selain itu juga menjatuhkan sanksi tegas tanpa standar ganda, mendorong de-eskalasi konflik serta jalur diplomasi, dan melindungi warga sipil dari dampak konflik di kawasan Timur Tengah. 

"Ketidakadilan global hari ini adalah ancaman bagi perdamaian dunia esok. Jika dunia terus diam, maka yang akan tumbuh bukan stabilitas, tetapi spiral konflik tanpa akhir,” ujar Luluk. 

PKB turut menyampaikan solidaritas kepada rakyat Iran. 

"Semoga mereka diberi kekuatan dan ketabahan, dan semoga dunia internasional memiliki keberanian moral untuk menegakkan keadilan dan perdamaian sejati,” ucap Luluk. 

Diketahui sebelumnya, Israel menyerang Teheran, Iran, pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026

Setelah serangan itu, Israel menutup wilayah udaranya dan menetapkan keadaan darurat. 

Dilansir dari The Guardian, Israel menutup wilayah udara untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan Iran dengan drone dan rudal. 

Juru Bicara Militer Israel menyatakan, serangan tersebut merupakan langkah pendahuluan untuk menghilangkan ancaman terhadap negaranya. 

Sementara itu, Kantor Berita Agence France-Presse melaporkan adanya dua ledakan yang terdengar di Teheran. 

Laporan Associated Press menyebutkan, serangan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. AS disebut turut terlibat dalam serangan tersebut. 

Informasi itu disampaikan oleh sejumlah pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi tersebut. 

Serangan itu terjadi saat AS mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya

Kantor Berita Tasnim dan Fars mengonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei. Namun, tidak ada detail seputar kematiannya yang diumumkan. 

Menyusul kematian Khamenei, Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari hari libur nasional. (*/red)

Bareskrim Tangkap Kurir Narkoba Sindikat Ko Erwin di Warung Makan

By On Senin, Maret 02, 2026

Genda, kurir narkoba sindikat Ko Erwin ditangkap di Pekanbaru. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Akhsan Al-Fadhil alias Genda, kurir narkoba sindikat bandar narkoba Ko Erwin di Pekanbaru, Riau. 

Genda ditangkap di warung makan di wilayah Pekanbaru, pada Selasa, 24 Februari 2026, sekira pukul 22.00 WIB. 

Adapun Genda bersama Erwin pernah mengedarkan sat kilogram narkoba jenis sabu. 

“Berdasarkan hasil analisis IT dan penelusuran keberadaan target, diperoleh informasi bahwa yang bersangkutan berusaha melarikan diri menuju wilayah Pekanbaru, Provinsi Riau,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 01 Maret 2026. 

Eko mengatakan, penangkapan bermula dari pengakuan Ko Erwin bahwa dalam mengedarkan narkoba tidak bertindak sendiri, melainkan bersama Genda. 

Genda berperan mengedarkan narkotika jenis sabu di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Saat diinterogasi, Genda mengakui bekerja sama dengan Ko Erwin mengedarkan 500 gram dan satu kilogram bersama Ko Erwin di Bima. 

“Yang diperoleh dari seseorang yang dikenal dengan sebutan Bos Aceh untuk selanjutnya diedarkan di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat,” tuturnya. 

Adapun sabu dibawa dari Jakarta menuju Bima melalui jalur darat menggunakan mobil Toyota Raize warna hitam milik Erwin. 

Setibanya di Hotel Marina Inn, Kota Bima, sekitar pukul 20.00 WITA, 500 gram sabu dibawa oleh Genda ke kamar nomor 415 untuk ditimbang ulang, kemudian barang tersebut disimpan di dalam kamar hotel. 

Kemudian, sabu diambil oleh Kasat Narkoba Polres Bima Kota, AKP Maulangi

Sementara, 1 kg sabu diambil oleh seseorang bernama Awan (DPO) yang terlebih dahulu mengambil kunci mobil Toyota Raize warna hitam dengan nomor polisi B 2262 PRG di kamar 415. 

"Karena sabu tersebut disimpan di dalam kendaraan tersebut di dalam tas warna hitam. Setelah itu Awan (DPO) membawa narkotika tersebut dengan menggunakan sepeda motor,” ujarnya. 

Genda beserta barang bukti dibawa dan diamankan oleh Tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC untuk dibawa ke kantor guna dimintai keterangan lebih lanjut terkait jaringan peredaran narkotika tersebut. 

Sejumlah alat bukti yang diamankan yaitu, sabu seberat 500 gram, tiga buah foto copy KTP milik Genda, dua buah foto copy KTP milik Erwin Iskandar, satu kartu Lotte Member, satu buah kartu BPJS, dua buah ponsel, uang tunai sejumlah Rp.2.360.000, empat buah boarding pass, tiga buah kartu ATM, satu lembar kwitansi penyewaan satu unit kendaraan roda empat jenis Hicce. 

Diketahui sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap buronan kasus narkotika, Erwin Iskandar alias Ko Erwin

Erwin Iskandar merupakan bandar narkoba yang diduga menyetor uang Rp 2,8 miliar kepada mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. (*/red)