-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Video: Dedi Saputra Ditangkap Polisi, Minta Maaf kepada Ulama Aceh

By On Minggu, Februari 22, 2026


ACEH, KabarViral79.Com - Dedi Saputra, seorang warga Aceh yang telah Murtad dibekuk Polda Aceh lantaran telah menghina ulama Aceh dan menistakan Agama Islam pada November 2025 lalu lewat akun TikTok @tersadarkan5758. 

Usai ditangkap Polda Aceh, seorang Murtaddin ini memberikan klarifikasi dan minta maaf pada 20 Febuari 2026. 

Dalam video itu, Dedi Saputra murtadin Aceh meminta maaf kepada ulama Aceh. Video itu pun beredar di media sosial. 

Dedi Saputra juga meminta proses hukumnya dilakukan di Kalimantan tidak di Aceh. Hal itu disampaikan oleh Dedi Saputra didampingi oleh pengacaranya. 

Dia juga berjanji tidak akan mengulangi lagi dan akan menghapus semua video-videonya di akun media sosial yang selama ini gencar ia lakukan. (Joniful Bahri

Pimpinan DPRK Bireuen Tegaskan Pendataan Korban Banjir Tak Boleh Asal-asalan dan Dipolitisasi

By On Minggu, Februari 22, 2026

Pimpinan DPRK Bireuen, Surya Dharma SH

BIREUEN, KabarViral79.Com - Pimpinan DPRK Bireuen, Surya Dharma SH, mengingatkan para Camat di Kabupaten Bireuen, Aceh, agar tidak melakukan pendataan secara serampangan terhadap warga terdampak banjir

Ia menegaskan, seluruh bantuan dari pemerintah pusat tidak boleh ditunggangi kepentingan politik dalam bentuk apa pun. 

“Semua jenis bantuan pemerintah pusat untuk korban bencana jangan dipolitisasi, termasuk soal usulan data yang hingga kini masih simpang siur akibat tidak adanya penjelasan kategori yang jelas kepada para Meuchik,” tegas Surya Dharma kepada wartawan, Sabtu, 21 Februari 2026. 

Menurutnya, bantuan yang bersumber dari APBN merupakan hak masyarakat terdampak dan tidak boleh “dikotak-katik” di tingkat daerah. 

Ketidakjelasan kategori kerusakan rumah—mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat—disebut menjadi pemicu kisruh data penerima bantuan di sejumlah kecamatan. 

“Kami menerima banyak keluhan dari para Keuchik soal bantuan yang tidak tepat sasaran. Camat seharusnya melakukan evaluasi dan sosialisasi secara menyeluruh terkait kriteria pendataan. Jangan asal-asalan,” ujarnya. 

Surya Dharma juga meminta Camat dan pihak BPBD Bireuen mengkaji ulang data yang telah dihimpun, sehingga penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat. 

Ia menyoroti sikap sebagian Camat yang dinilai lepas tangan saat dimintai penjelasan terkait kekeliruan data awal, khususnya di Kecamatan Gandapura dan Kecamatan Peusangan

“Pendataan awal tetap dilakukan di tingkat kecamatan. Jadi Camat harus bertanggung jawab atas data yang keliru. Jangan beralasan tidak mengetahui,” tegas Surya Dharma. 

Sebelumnya, sejumlah Keuchik di dua kecamatan tersebut memprotes penyaluran bantuan, baik Dana Tunggu Hunian (DTH) maupun bantuan daging meugang, yang dinilai tidak tepat sasaran. Mereka menilai pendataan tidak akurat sehingga menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat. 

Para Keuchik mengungkapkan bahwa bantuan DTH diberikan secara tidak merata dan terkesan pilih kasih. Mereka meminta pemerintah daerah segera memperbaiki kembali basis data penerima agar polemik tidak berlarut di tingkat desa. 

Sejumlah Keuchik yang enggan disebutkan namanya mengaku kerap mendapat tekanan apabila berbicara di media. Mereka menyebut akan ditegur Camat atau Bupati dan diminta klarifikasi bila pernyataannya diberitakan. 

“Data jangan amburadul dan jangan pilih kasih. Kalau desa lain dapat, kami juga harus dapat. Jangan sampai masyarakat mempertanyakan kepada kami, kenapa desa lain menerima sementara mereka tidak,” ujar para Keuchik tersebut. (Joniful Bahri)

HRD Kawal Pembangunan Jembatan Salah Sirong, Pemerintah Pusat Pastikan Jembatan Aramco Segera Dibangun

By On Minggu, Februari 22, 2026

HRD terus mengawal percepatan pembangunan kembali Jembatan Salah Sirong yang hanyut akibat banjir beberapa waktu lalu. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Ketua DPW PKB Aceh sekaligus Anggota DPR RI Dapil Aceh II, Ruslan M. Daud (HRD) menegaskan bahwa negara harus hadir ketika rakyat membutuhkan, terutama dalam situasi darurat pasca bencana. 

HRD terus mengawal percepatan pembangunan kembali Jembatan Salah Sirong yang hanyut akibat banjir beberapa waktu lalu. 

Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat, termasuk bagi anak-anak sekolah yang selama ini terpaksa menyeberang sungai dengan risiko tinggi. 

Kondisi ini mendorong HRD melakukan lobi intensif kepada Menteri Pekerjaan Umum agar pembangunan jembatan baru dapat segera direalisasikan. 

Hasil komunikasi tersebut membuahkan kepastian bahwa pemerintah pusat akan membangun Jembatan Aramco, yang dirancang lebih kokoh dan tahan terhadap bencana. 

Material konstruksi dijadwalkan segera didatangkan, dan proses pembangunan akan dipercepat demi memulihkan mobilitas serta aktivitas sosial-ekonomi warga. 

HRD menyebut, langkah ini sebagai bukti nyata bahwa perjuangan politik harus berpihak pada keselamatan dan kebutuhan rakyat. 

Ia juga mengapresiasi komitmen semua pihak yang bergerak cepat merespons kebutuhan masyarakat di kawasan terdampak. 

“Ini adalah bentuk kehadiran negara yang sesungguhnya. Kita ingin memastikan masyarakat tidak kembali terisolasi akibat kerusakan infrastruktur,” ujar HRD. 

DPW PKB Aceh turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan yang telah menunjukkan respons cepat serta komitmen kuat dalam menghadirkan kembali infrastruktur penting bagi warga Salah Sirong. (Joniful Bahri)

Mendagri Tito Karnavian Serahkan Bantuan kepada Pengungsi di Bale Panah Bireuen

By On Sabtu, Februari 21, 2026

Mendagri Tito Karnavian saat menyerahkan bantuan perlengkapan salat, pakaian, beras, serta Al-Qur’an wakaf dari Presiden Prabowo Subianto

BIREUEN, KabarViral79.Com Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menyerahkan bantuan kepada warga yang mengungsi di Gampong Bale Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu, 21 Februari 2026.

Kehadirannya didampingi oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhullah, Bupati Bireuen Mukhlis, serta Walikota Lhokseumawe Sayuti Abubakar. Turut hadir pula Kasatgaswil Aceh Safrizal ZA dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Bireuen Mukhlis menyampaikan bahwa kehadiran Mendagri di tengah warga pengungsi memiliki arti penting.

“Ini adalah simbol bahwa negara benar-benar hadir. Kehadiran Bapak Mendagri memberikan rasa aman dan optimisme bagi masyarakat bahwa mereka tidak sendirian menghadapi cobaan ini,” ujarnya.

Ia berharap, bantuan yang diserahkan dapat meringankan beban 83 kepala keluarga yang kini menempati posko pengungsian di Bale Panah.

“Mari kita tetap bersabar dan saling membantu sembari pemerintah terus mengupayakan langkah pemulihan terbaik,” tambahnya.

Mendagri Tito Karnavian saat menyerahkan bantuan perlengkapan salat, pakaian, beras, serta Al-Qur’an wakaf dari Presiden Prabowo Subianto. 

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan, ia telah beberapa kali mengunjungi Aceh sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah.

Ia merinci, terdapat tiga provinsi terdampak, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, dengan total puluhan kabupaten/kota yang masih membutuhkan penanganan pasca bencana.

Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi masyarakat bukan hanya kerusakan rumah, tetapi juga tumpukan lumpur yang menimbun permukiman dan fasilitas umum.

“Ini membutuhkan penanganan lanjutan dan dukungan dari semua pihak,” kata mantan Kapolri tersebut.

Dalam kunjungannya kali ini, Mendagri juga meninjau progres pembangunan jembatan baru di Kutablang yang ditargetkan selesai pada Juli 2026. Jembatan tersebut nantinya dapat dilalui dua jalur kendaraan untuk memperlancar konektivitas warga.

“Sejak hari pertama puasa, saya sudah berada di Aceh Tamiang. Kehadiran saya menunjukkan bahwa pemerintah pusat tidak diam. Kami ingin melihat langsung dan mendengar apa saja kendala yang dihadapi masyarakat, Bupati, dan Walikota,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Mendagri menyerahkan bantuan berupa perlengkapan salat, pakaian, beras, serta Al-Qur’an wakaf dari Presiden Prabowo Subianto. Sementara paket bantuan lain untuk korban banjir akan didistribusikan oleh pihak pemerintah kabupaten.

“Kita semua berdoa semoga permasalahan pasca bencana dapat segera terselesaikan. Saya berharap masyarakat tetap kuat dan sabar,” tutup Mendagri. (Joniful Bahri)

Petani di Bener Meriah Tewas Diserang Kawanan Gajah Liar, Polisi Imbau Warga Tidak Bertindak Sendiri

By On Sabtu, Februari 21, 2026

Seorang petani Kampung Pantanlah, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Musbahar, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar pada Sabtu, 21 Februari 2026. 

BENER MERIAH, KabarViral79.Com Seorang petani asal Kampung Pantanlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo di Bener Meriah, bernama Musbahar (53), meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Korban mengembuskan napas terakhirnya di RS BMC Bireuen sekitar pukul 10.00 WIB usai mengalami luka serius akibat diinjak gajah.

Kapolres Bener Meriah melalui Kapolsek Pintu Rime Gayo, AKP Suci menjelaskan, insiden itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, di kawasan Genengan, Dusun Ayu Ara.

Saat itu, kata dia, korban sedang bekerja di kebun dan berupaya mengusir seekor gajah yang masuk ke lahannya.

Namun tanpa disadari, gajah tersebut merupakan bagian dari kawanan yang berjumlah sekitar tiga ekor. Ketika mencoba menyelamatkan diri, korban terjatuh dan mengalami luka parah akibat injakan di bagian perut.

Seorang petani Kampung Pantanlah, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Musbahar, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar pada Sabtu, 21 Februari 2026. 

“Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan evakuasi dan membawa Musbahar ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Meski sempat dirawat, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” katanya. 

Kapolsek menuturkan, kawanan gajah hingga kini masih berada di sekitar area perkebunan warga. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan pengusiran mandiri apabila bertemu satwa liar, melainkan segera melapor kepada aparat desa atau pihak berwenang untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

Jenazah Musbahar rencananya akan dipulangkan keluarga dan dimakamkan di kampung halamannya di Kutacane.

Peristiwa tragis ini kembali menjadi pengingat serius akan meningkatnya konflik antara manusia dan gajah di wilayah tersebut, yang membutuhkan penanganan terpadu dari pemerintah dan pihak terkait. (Joniful Bahri)

Polda Aceh Tangkap Pemilik Akun TikTok Terkait Dugaan Penistaan Agama di Bengkayang

By On Sabtu, Februari 21, 2026

Tim bersama Polres Bengkayang berhasil mengamankan Dedi Saputra di kawasan Dusun Mao, Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Betung. 

BANDA ACÈH, KabarViral79.Com Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh melalui Unit 3 Subdit Siber berhasil menangkap Dedi Saputra, pemilik akun TikTok @tersadarkan5758, atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian dan penistaan terhadap agama. Penangkapan tersebut dipimpin Kanit Siber Ditreskrimsus Polda Aceh, Iptu Adam Maulana.

Dedi Saputra yang dikenal sebagai pendeta asal Aceh diamankan di wilayah Bengkayang setelah tim penyidik menindaklanjuti laporan Nomor LP/B/357/XI/2025/SPKT/POLDA ACEH yang diajukan oleh Pelajar Islam Indonesia (PII) Wilayah Aceh bersama Dinas Syariat Islam Aceh, Satpol PP dan WH Aceh, serta sejumlah organisasi masyarakat Islam.

Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Wahyudi melalui Kanit Siber, Iptu Adam Maulana menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah penyidik menerima laporan dari seorang mahasiswa asal Aceh Utara pada 18 November 2025 terkait unggahan bernuansa ujaran kebencian. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Unit 3 Siber Bertolak ke Kalimantan Barat pada 17 Februari 2026 untuk melakukan koordinasi dengan Kepolisian setempat.

Pada 18 Februari 2026, tim bersama Polres Bengkayang berhasil mengamankan Dedi Saputra di kawasan Dusun Mao, Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Betung.

Saat itu, Dedi sedang bepergian bersama istrinya menggunakan sepeda motor. Ia kemudian dibawa ke Mapolres Bengkayang untuk pemeriksaan awal sebagai saksi.

Setelah dilakukan gelar perkara melalui konferensi video, penyidik resmi menetapkan Dedi Saputra sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian. 

Pada 19 Februari 2026, tersangka dibawa ke Aceh dan tiba di Mapolda Aceh pada 20 Februari 2026 untuk pemeriksaan lanjutan.

Penahanan terhadap tersangka dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor SP.Han/08/II/RES.2.5/2026/Ditreskrimsus tertanggal 20 Februari 2026.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang direkam pada 19 Februari 2026, Dedi yang didampingi kuasa hukum dari LBH menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Aceh, termasuk para ulama dan teungku.

Ia mengakui pernyataannya di akun TikTok @tersadarkan5758 telah menimbulkan kegaduhan serta berjanji menghapus seluruh konten dan tidak lagi aktif di media sosial.

Kasus ini kini ditangani penuh oleh Ditreskrimsus Polda Aceh, dan proses hukum terhadap tersangka masih terus berlanjut. (Joniful Bahri)

Tim Khusus Polda Aceh Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Ganja, Seorang Petani Aceh Tengah Ditangkap

By On Sabtu, Februari 21, 2026

Barang bukti 50 kilogram ganja kering yang berhasil diamankan serta mengamankan seorang terduga pelaku asal Acèh Tengah di kawasan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Minggu dini hari, 15 Februari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Tim Khusus Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Aceh menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis ganja seberat kurang lebih 50 kilogram dan menangkap seorang terduga pelaku di kawasan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Minggu dini hari, 15 Februari 2026.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, di Banda Aceh, Sabtu, 21 Februari 2026 mengatakan, terduga pelaku berinisial AW (58), seorang petani asal Kabupaten Aceh Tengah, ditangkap di Jalan Lintas Banda Aceh-Medan, tepatnya sebelum Jembatan Kuta Blang, Desa Kulu, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, sekitar pukul 02.54 WIB.

Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan tiga karung goni besar dan satu karung goni kecil berisi ganja kering dengan total berat sekitar 50 kilogram. Selain itu, turut disita satu unit minibus Toyota Avanza berwarna hitam bernomor polisi BL 1841 GW, satu unit telepon genggam, serta KTP milik AW.

Menurut Joko Krisdiyanto, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat yang diterima pada Jumat, 13 Februari 2026. Informasi tersebut menyebutkan akan ada pengangkutan ganja menggunakan minibus dengan nomor polisi BL 1841 GW yang bergerak dari wilayah Beutong, Kabupaten Nagan Raya, menuju wilayah  hukum kabupatèn Bireuen.

“Menindaklanjuti informasi itu, tim Ditresnarkoba Polda Aceh melakukan penyelidikan dan memantau pergerakan kendaraan. Dari hasil penyelidikan, minibus tersebut terdeteksi melintas menuju Bireuen,” ujarnya.

Pada Jumat sekitar pukul 02.00 WIB, tim mendapatkan informasi bahwa kendaraan tersebut berada di wilayah Bireuen. Petugas kemudian melakukan pembuntutan dan pengejaran hingga akhirnya menghentikan minibus yang dikemudikan AW.

Dalam pemeriksaan awal, AW mengaku mengambil ganja dari seseorang berinisial Z di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, untuk diantarkan kepada penerima berinisial G di wilayah Geudong, Kabupaten Aceh Utara. Kedua orang tersebut kini masih dalam proses penyelidikan.

AW kini menjalani pemeriksaan intensif di Polda Aceh, sementara aparat terus mengembangkan penyidikan untuk membongkar jaringan peredaran narkotika yang lebih luas. (Joniful Bahri)

Warga dan Pemdes Sawarna Apresiasi Bantuan Sarana Ibadah dari Sosok "Hamba Allah"

By On Sabtu, Februari 21, 2026

LEBAK, KabarViral79.Com - Masyarakat serta Pemerintah Desa (Pemdes) Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, menyampaikan apresiasi mendalam atas aksi kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh sosok dermawan "Hamba Allah". 

Bantuan yang disalurkan melalui perwakilan, Dedi B dan Fahlevi, menyasar pembangunan serta kelengkapan sarana ibadah di wilayah tersebut.

Bantuan yang diberikan berupa material konstruksi dan perlengkapan sarana ibadah untuk sejumlah musala dan masjid di beberapa titik di Desa Sawarna

Penyerahan bantuan meliputi puluhan sak semen, batako, karpet, hingga perangkat pengeras suara (speaker) yang diterima langsung oleh pengurus lingkungan setempat. 

Perwakilan warga mengungkapkan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi kelancaran aktivitas ibadah dan pembangunan fisik musala yang sedang berjalan. 

"Kami atas nama warga Desa Sawarna mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Hamba Allah, melalui Bapak Dedi B dan Bapak Fahlevi, yang telah menyumbangkan material untuk pembangunan musala di kampung kami. Semoga kebaikan ini dibalas dengan kelancaran urusan, kesehatan, serta kesuksesan yang lebih besar," ujar sejumlah warga melalui pesan video yang diterima media ini, Jumat, 20 Februari 2026

Senada dengan warga, Pemerintah Desa Sawarna turut menyambut positif inisiatif tersebut. 

Pihak desa menilai, kontribusi dari tokoh masyarakat dan para donatur sangat membantu mempercepat pembangunan fasilitas umum, khususnya tempat ibadah di pelosok desa. 

"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada 'Hamba Allah' melalui  Bapak Dedi B dan Bapak Fahlevi atas bantuan material untuk musala dan masjid di beberapa titik wilayah kami. Kontribusi ini merupakan bentuk nyata sinergi dalam membangun fasilitas umum," ujar Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasie Ekbang) Desa Sawarna

Aksi kepedulian ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat gotong royong bagi masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Lebak, untuk terus bahu-membahu dalam merawat dan membangun fasilitas peribadahan di tingkat pedesaan. (Cup)

Satgas TMMD Kodim 0111/Bireuen Bersihkan Jalan Desa Jeumpa Sikureng, Warga Antusias Bergotong Royong

By On Jumat, Februari 20, 2026

Satgas TMMD ke-127 Kodim 0111/Bireuen membuka kembali akses penting bagi masyarakat Desa Jeumpa Sikureng, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat, 20 Febuari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Derap langkah para prajurit Satgas TMMD ke-127 Kodim 0111/Bireuen menggema di antara hamparan jalan desa yang sebelumnya dipenuhi semak dan debu.

Dengan membawa peralatan kerja dan semangat pengabdian, mereka hadir untuk membuka kembali akses penting bagi masyarakat Desa Jeumpa Sikureng, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat, 20 Febuari 2026.

Sejak pagi, personel Satgas TMMD terlihat bekerja berdampingan dengan warga. Cangkul, parang, dan sekop bergerak serempak membersihkan badan jalan yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat namun kurang terawat.

Meski debu beterbangan dan keringat tak berhenti mengalir, para prajurit dan warga tetap bekerja penuh antusias tanpa menunjukkan rasa lelah.

Satgas TMMD ke-127 Kodim 0111/Bireuen membuka kembali akses penting bagi masyarakat Desa Jeumpa Sikureng, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat, 20 Febuari 2026. 

Pembersihan jalan tersebut merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026, yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong sebagai fondasi pembangunan nasional.

Jalan yang dibersihkan memiliki peran vital bagi masyarakat setempat. Akses ini digunakan anak-anak menuju sekolah, menjadi penghubung petani ke area pertanian, serta jalur utama mobilitas ekonomi warga.

Kini, jalan tersebut perlahan kembali terbuka dan lebih layak dilalui, memberi harapan baru bagi peningkatan aktivitas sosial dan ekonomi desa. 

Kehadiran Satgas TMMD juga memantik semangat warga. Mereka yang awalnya hanya melihat, kini ikut turun tangan membantu proses pembersihan. Suasana kerja pun diwarnai tawa, sapaan hangat, dan kolaborasi yang menunjukkan eratnya kemanunggalan TNI dan rakyat.

Melalui kegiatan ini, TMMD menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal memperbaiki infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan, kepedulian, dan optimisme.

Jalan desa yang kini bersih menjadi simbol nyata bahwa kerja keras dan kolaborasi mampu menghadirkan perubahan hingga ke pelosok negeri. (Joniful Bahri)

Pemdes Darmasari Mediasi Rumor PHK Sepihak 12 Karyawan PT SWAT

By On Jumat, Februari 20, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.ComPemerintah Desa Darmasari menggelar pertemuan mediasi untuk merespons keresahan warga terkait rumor Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap 12 karyawan lokal di PT Surya Wira Abadi Tribuana (SWAT). Musyawarah tersebut dilangsungkan di Aula Kantor Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, pada Jumat (20/2/2026).

Acara dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Darmasari, Achmad Soleh, dengan didampingi Sekretaris Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Turut hadir dalam pertemuan tersebut tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan manajemen PT SWAT, para pekerja terdampak, serta unsur TNI-Polri dari Polsek Bayah dan Koramil 0315/Bayah.

Dalam forum tersebut, tokoh pemuda setempat, Entep S., mendesak pihak perusahaan untuk memberikan klarifikasi nyata terkait status para pekerja. Ia meminta bukti tertulis jika memang perusahaan telah melakukan pemberhentian resmi.

“Kami mempertanyakan kebenaran rumor yang beredar luas ini. Jika memang benar ada PHK, mana bukti surat pemberhentiannya secara formal?” ujar Entep.



Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Darmasari, Ahmadyani (Elod). Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya masyarakat mendukung investasi di wilayah mereka, namun perusahaan harus tetap mengedepankan transparansi, terutama yang menyangkut nasib warga lokal.

“Kami mendukung keberadaan perusahaan, namun kami meminta ketegasan terkait dasar persoalan ini. Jika ada kendala internal, tolong selesaikan secara baik-baik sesuai prosedur ketenagakerjaan yang berlaku,” tegas Ahmadyani.

Suasana sempat memanas saat salah satu warga, Eko, mempertanyakan otoritas Diki sebagai perwakilan PT SWAT yang hadir. Warga meragukan kapasitas perwakilan tersebut dalam mengambil keputusan strategis di tingkat desa.

Menanggapi hal tersebut, Diki mengakui bahwa dirinya belum dapat memberikan keputusan final dalam pertemuan tersebut dikarenakan statusnya yang masih baru di internal perusahaan.

“Saya belum lama bergabung di PT SWAT. Terkait isu PHK ini, saya akan mencatat dan menyampaikan seluruh poin hasil pertemuan hari ini kepada pimpinan perusahaan untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Diki singkat.

Pertemuan ditutup dengan harapan besar dari warga agar manajemen pusat PT SWAT segera mengeluarkan klarifikasi resmi. Langkah ini dinilai krusial guna meredam spekulasi sekaligus menjaga kondusivitas hubungan antara pihak perusahaan dengan masyarakat Desa Darmasari.

(Tim/Red)

Pemkab Bireuen dan DT Peduli Bangun 45 Unit Huntap untuk Penyintas Banjir Bandang di Jangka

By On Jumat, Februari 20, 2026

Laznas DT Peduli dan Pemkab Bireuen, serta masyarakat Desa Alue Kuta dan Desa Kuala Ceurape, Jangka, menandatangani komitmen bersama pembangunan kawasan Huntap bagi warga penyintas banjir bandang

BIREUEN, KabarViral79.ComUpaya pemulihan pasca bencana terus digencarkan di Kabupaten Bireuen. Pada Kamis, 19 Februari 2026, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhid (DT) Peduli, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, serta masyarakat Desa Alue Kuta dan Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, resmi menandatangani komitmen bersama pembangunan Kawasan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga penyintas banjir bandang. 

Penandatanganan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Bireuen, ditandatangani oleh Bupati Bireuen, Ketua Yayasan DT Peduli Ir. M. Bascharul Ashana, M.BA, dan perwakilan masyarakat, Dedi Hermanto. 

Dalam kesepakatan itu, DT Pedili akan membangun 45 unit Huntap tipe 36 bagi penerima manfaat yang telah diverifikasi Pemkab Bireuen. 

Setiap unit dilengkapi instalasi listrik, kamar mandi, serta sistem sanitasi internal yang layak. 

Pembangunan dilakukan dalam dua tahap. Untuk tahap I sebanyak 25 unit, dan 20 unit untuk tahap II. 

Sementara itu, Pemkab Bireuen bertanggung jawab menyediakan infrastruktur pendukung, mulai dari pematangan lahan (land clearing), pembangunan jalan lingkungan, drainase, jaringan listrik rumah, Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga pengurusan Sertifikat Hak Milik (SHM) bagi warga penerima Huntap. 

Adapun masyarakat Desa Alue Kuta dan Kuala Ceurape menyediakan lahan seluas 6.567 m², dengan proses pembangunan dilakukan secara swadaya oleh para penerima manfaat. 

Laznas DT Peduli dan Pemkab Bireuen, serta masyarakat Desa Alue Kuta dan Desa Kuala Ceurape, Jangka, menandatangani komitmen bersama pembangunan kawasan Huntap bagi warga penyintas banjir bandang. 

Bupati Apresiasi Kolaborasi dan Semangat Warga

Bupati Bireuen menyampaikan apresiasi atas kontribusi DT Peduli dan semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat. 

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak bencana. 

"Kami berharap pembangunan Huntap bantuan DT Peduli ini dapat segera dilaksanakan tanpa hambatan. Pemerintah daerah berkomitmen penuh memastikan infrastruktur pendukung siap tepat waktu agar kawasan ini menjadi hunian yang sehat, aman, dan legal bagi masyarakat," ujarnya. 

Harapan Pulihnya Ekonomi dan Psikologis Warga

Melalui program ini, pemerintah dan lembaga kemanusiaan berharap beban ekonomi maupun psikologis warga penyintas banjir bandang dapat segera pulih. 

Kehadiran hunian yang lebih layak dan tangguh diharapkan mampu memberikan rasa aman serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap potensi bencana di masa mendatang. (Joniful Bahri)

Pengungsi Banjir dan Longsor di Bireuen Masih Tinggal di Tenda Darurat, Huntara dan Huntap Tak Kunjung Dibangun

By On Jumat, Februari 20, 2026

Korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen hingga kini masih bertahan di tenda darurat. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Ratusan warga korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen, Aceh, hingga kini masih bertahan di tenda darurat. 

Kondisi itu terjadi akibat belum tersedianya hunian sementara (Huntara), sementara hunian tetap (Huntap) yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen juga belum menunjukkan progres berarti. 

Memasuki bulan suci Ramadan, para pengungsi mengaku semakin kesulitan bertahan di bawah tenda seadanya. 

Ketika hujan turun, air kerap masuk ke dalam tenda, sementara saat cuaca panas mereka harus menahan terik dan suhu yang sangat gerah. 

Bahkan, diperkirakan sebagian besar pengungsi yang rumah dan tanahnya hilang akibat banjir bandang dan longsor pada 26 November 2025 lalu, terpaksa harus hidup di bawah tenda selama berbulan-bulan. 

Sebagian warga bahkan diprediksi akan lebih dari satu tahun tinggal di lokasi pengungsian karena belum memiliki tanah maupun rumah. 

“Kami belum punya tanah. Rumah dan tanah kami hilang diseret arus sungai saat banjir dan longsor tersebut. Kalau ada Huntara, kami tidak harus tinggal berbulan-bulan di bawah tenda darurat seperti ini,” ungkap seorang pengungsi di Kecamatan Juli, Kamis, 19 Februari 2026. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pengungsi kini tersebar di 28 desa pada tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Kutablang, Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, Jangka, Juli, dan Jeumpa. 

Di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, sebanyak 43 kepala keluarga (KK) masih bertahan di tenda darurat yang didirikan di lintasan nasional Bireuen–Takengon Km 9

Korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen hingga kini masih bertahan di tenda darurat. 

Mayoritas penghuni tenda adalah anak-anak, perempuan, serta lanjut usia yang kondisinya semakin rentan. 

Para pengungsi ini kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang menghancurkan rumah mereka akhir November lalu. 

Kini, tenda-tenda darurat tampak dipenuhi tumpukan pakaian, peralatan dapur, kardus berisi barang warga, hingga kompor dan wadah air seadanya. 

Ironisnya, di Desa Balee Panah sebenarnya telah berdiri tiga unit rumah percontohan hunian tetap (Huntap). Namun, bangunan tersebut belum dapat ditempati karena belum tersambung air bersih dan listrik. 

Warga menduga ketiga unit tersebut hanya sebagai rumah contoh meskipun sudah ditetapkan pemiliknya. 

Hingga kini belum ada tanda-tanda pembangunan Huntap lainnya, padahal sebelumnya Pemkab Bireuen menjanjikan akan membangun 1.000 unit Huntap pada tahap pertama. 

“Ini seolah hanya memberi angin segar kepada pengungsi. Tidak mungkin Huntap selesai dalam waktu singkat. Harusnya Huntara dibangun dulu agar kami tidak berbulan-bulan menderita di tenda,” ujar warga setempat. 

Warga juga menyesalkan kondisi para pengungsi yang harus menjalani sahur dan berbuka puasa dalam tenda darurat pada musim hujan. 

“Pemkab Bireuen seharusnya memikirkan keadaan ini. Tidak boleh membiarkan pengungsi terus menderita di bawah tenda darurat seperti sekarang,” keluh warga lainnya. (Joniful Bahri)

Dibantu H. Basirun, Oknum Kapolsek di Garut Diduga Lakukan Tangkap Lepas Penjual Obat Daftar G

By On Kamis, Februari 19, 2026

GARUT, KabarViral79.Com -- Sebuah kabar mengejutkan beredar di kalangan masyarakat Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), terkait penanganan warung yang menjual obat daftar G jenis Tramadol dan Hexymer yang sebelumnya berhasil diamankan oleh Polsek Tarogong Kaler

Informasi ini mencuat dari seorang narasumber sebut aja Bomber (nama samaran). 

"Ya kemarin penjualnya dibawa dan barang bukti obat Tramadol dan Hexymer diamankan oleh Polsek Tarogong Kaler," ujarnya. 

Namun, kata dia, setelah beberapa jam, penjual obat daftar G sudah kembali balik ke kios. 

"Awalnya kami lihat pihak Kepolisian didampingi oleh Haji Basirun, pemilik kios yang satunya," ujarnya.

Hal ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan awak media. 

Kapolsek Tarongong Kaler, Iptu Ate Ahmad Hermawan saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan Whatsapp, Kamis, 19 Februari 2026, membenarkan pihaknya telah mengamankan pejual obat keras tersebut. 

"Sudah kami tindak lanjuti dan kami tutup," ujarnya. 

Awak media berupaya mengklarifikasi dugaan penangkapan dan pelepasan seorang terduga pelaku penjual obat terlarang jenis Tramadol dan Hexymer tersebut. 

Kasus ini menjadi sorotan, mengingat instruksi tegas Kapolri terkait pemberantasan segala bentuk Narkotika serta segala hal yang berbenturan dengan Hukum. (*/red) 

HRD Desak Jembatan Darurat Salah Sirong Dibangun Lebih Kokoh, Menteri PU Pastikan Kirim Jembatan Aramco

By On Kamis, Februari 19, 2026

Anggota DPR RI Dapil Aceh II, H Ruslan M Daud (HRD).  

BIREUEN, KabarViral79.Com - Anggota DPR RI Dapil Aceh II, H. Ruslan M Daud (HRD) menegaskan, pembangunan jembatan darurat di Salah Sirong sebelumnya merupakan hasil kerja politik dan lobi intensif yang ia lakukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai mitra kerja Komisi V DPR RI. 

HRD bahkan turut membawa langsung Menteri Pekerjaan Umum ke lokasi jembatan beberapa waktu lalu, sehingga pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh segera membangun jembatan darurat di kawasan tersebut. 

Kepada wartawan, Kamis, 19 Februari 2026, HRD menjelaskan, jembatan itu sejatinya berada dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab). 

Namun, karena tak kunjung ditangani, ia mengambil inisiatif untuk melobi Menteri PU agar pembangunan dapat dibiayai melalui APBN dengan skema tanggap darurat kebencanaan. 

“Seharusnya ini kewenangan Pemkab. Tapi karena tidak dibangun dan tidak direspons, saya mengambil inisiatif melobi Menteri PU agar negara hadir melalui APBN. Alhamdulillah, Kementerian PU sangat responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya. 

Ia mengapresiasi langkah cepat Ditjen Bina Marga dan BPJN Aceh yang telah menghadirkan jembatan darurat melalui BUMN PT Adhi Karya

Jembatan tersebut menjadi akses utama antara Desa Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, dan Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli. 

Namun, jembatan darurat tersebut kembali rusak setelah dihantam air sungai yang meluap akibat hujan dengan intensitas tinggi. 

Kondisi jembatan darurat di Salah Sirông Jeumpa, Bireuen, yang sempat ambruk setelah dibangun. 

Menurut HRD, kondisi ini dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan di hulu sungai akibat alih fungsi hutan menjadi kebun kelapa sawit secara besar-besaran. 

“Ini pelajaran penting. Kerusakan lingkungan di hulu berdampak langsung ke hilir. Karena itu, jembatan pengganti harus dibangun jauh lebih kokoh dan disesuaikan dengan karakter debit air di kawasan ini,” tegasnya. 

HRD menekankan, jembatan tersebut memegang peranan vital bagi aktivitas warga, termasuk akses pendidikan bagi anak-anak sekolah. Tanpa jembatan layak, warga bahkan terpaksa menyeberang menggunakan sling yang sangat berisiko. 

“Ini bukan sekadar jembatan, ini akses hidup masyarakat. Keselamatan anak-anak sekolah juga dipertaruhkan,” katanya. 

Menindaklanjuti laporan HRD, Menteri Pekerjaan Umum, Dodi Hanggodo memastikan, pemerintah pusat akan membangun jembatan tipe Aramco yang lebih kuat dan cepat dipasang. Material jembatan tersebut akan didatangkan langsung dari Jakarta dalam dua hingga tiga hari ke depan. 

“Kami akan segera menindaklanjuti. Dalam dua sampai tiga hari ke depan, material jembatan Aramco akan dimobilisasi ke lokasi. Salam Bapak Presiden kepada masyarakat Bireuen dan khususnya warga Salah Sirong. Insya Allah, saya juga akan kembali ke sana,” ujar Menteri PU. 

HRD menyambut baik respons tersebut dan menyatakan kesiapannya mengawal proses pembangunan hingga tuntas. 

“Saya yakin jembatan ini akan segera dibangun dengan konstruksi yang lebih kuat. Ini bukti bahwa ketika negara hadir, masyarakat tidak dibiarkan sendiri,” tutupnya. 

Pembangunan jembatan Aramco diharapkan menjadi solusi yang lebih aman dan tahan bencana bagi masyarakat Salah Sirong serta mampu mengantisipasi banjir dan cuaca ekstrem di masa mendatang. (Joniful Bahri) 

Lapas Serang Bersih Bersih Halaman, Siap Hadapi Ramadhan

By On Rabu, Februari 18, 2026

 


Serang, KabarViral79.Com Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang menggelar kegiatan bersih-bersih halaman dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Lapas Serang, Riko Stiven, petugas, dan warga binaan Lapas Serang.

Dengan semangat dan gotong royong, mereka membersihkan halaman Lapas Serang dari sampah dan kotoran, serta memotong rumput liar. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman dalam menyambut bulan Ramadhan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Lapas Serang dapat menjadi contoh dalam menjaga kebersihan dan lingkungan yang sehat,” kata Kepala Lapas Serang, Riko Stiven. “Kami juga ingin mengajak warga binaan untuk junjung tinggi nilai-nilai kebersihan dan kesehatan dalam menjalani ibadah puasa.”

Besok, Kamis 19 Februari 2026, Lapas Serang akan memasuki bulan suci Ramadhan (1 Ramadhan). Dengan lingkungan yang bersih dan nyaman, warga binaan Lapas Serang siap menjalani ibadah puasa dengan khusyuk dan nyaman. Acara bersih-bersih halaman ini merupakan salah satu upaya Lapas Serang untuk meningkatkan kualitas hidup warga binaan dan menciptakan lingkungan yang sehat dan harmonis.

Polsek Tarogong Kaler Diduga Mandul dalam Memberantas Peredaran Obat Daftar G

By On Rabu, Februari 18, 2026

KABUPATEN GARUT, KabarViral79.ComSetelah berita berjudul "Respon Cepat Polsek Tarogong Kaler di Apresiasi Masyarakat" dari salah satu media online.

Nyatanya, penjual obat daftar G di Jl. Otista No. RT.01, Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), masih bebas berjualan.

Informasi ini mencuat dari seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya.

"Iya benar, rumah warga yang dijadikan transaksi obat terlarang ramai lagi pembelinya" ujarnya kepada awak media, Rabu, 18 Februari 2026.

Hal ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan awak media.

Di tempat terpisah, seseorang berinisial F kepada awak media mengatakan, tempat tersebut memang benar telah kembali menjual obat terlarang golongan (G) jenis Hexymer dan Tramadol yang diduga tanpa resep dokter.

“Dengan adanya tempat eksekusi, peredaran obat-obatan terlarang yang setiap harinya terlihat jelas banyak anak-anak dan para remaja usia di bawah umur, dikhawatirkan obat yang telah dikonsumsi akan berdampak buruk,” ujarnya.

Warga berharap, pihak Kepolisian, khususnya Satresnarkoba Polres Garut bertindak tegas atas keberadaan tepmat yang menjual obat terlarang jenis Tramadol dan Hexhymer.

"Kami sebagai masyarakat merasa resah dan takut atas bebasnya penjualan obat-obatan yang ada di wilayah kami,” ujar warga.

Kejadian ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan penegakan hukum terkait peredaran obat-obatan terlarang.

Penjualan obat-obatan terlarang secara bebas dapat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

“Kalau seperti ini terus, bagaimana masyarakat mau percaya pada penegakan hukum? jualan seenaknya,” kata warga sekitar.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian, mengenai kelanjutan penindakan terhadap warung tersebut. 

Publik berharap, aparat tidak tinggal diam melihat pelanggaran yang terjadi secara terang-terangan dan segera menindak tegas siapa pun yang terbukti melanggar hukum, tanpa pandang bulu.

Penjualan obat keras tanpa izin tidak hanya melanggar Undang-Undang, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat luas, terutama generasi muda yang kerap menjadi sasaran pasar gelap tersebut.

Diketahui, sesuai dengan UU Kesehatan, pelaku bisa dijerat dengan Pasal 196 Juncto Pasal (98) ayat 2 dan 3 dan atau Pasal 197 juncto Pasal 106 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun. (*/red)

Operasi Pekat Jelang Ramadhan, Tim Gabungan Amankan 4 Orang dan Ratusan Obat Terlarang di Pantai Pasput

By On Rabu, Februari 18, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Panggarangan, Koramil 0314/Panggarangan, Satpol PP Kecamatan Cihara dan Panggarangan, serta MUI Kecamatan Cihara berhasil mengamankan empat orang pria yang kedapatan menguasai ratusan butir obat-obatan terlarang jenis Tramadol dan Hexymer.

Penangkapan dilakukan dalam kegiatan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Selasa (17/02/2026) malam.

Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin, S.H., mengonfirmasi penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa operasi ini menyasar penyakit masyarakat (pekat) guna menciptakan kondusivitas menjelang bulan suci Ramadhan di wilayah hukum Polsek Panggarangan.

“Sekitar pukul 23:00 WIB, saat tim menyisir kawasan Wisata Pantai Pasput, Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, petugas menangkap tangan empat orang yang membawa obat-obatan jenis Tramadol dan Hexymer,” ujar AKP Acep.

Sebelumnya, operasi dimulai pukul 23:30 WIB dengan menyasar warung-warung di daerah Cantigi dan Cibobos yang diduga menjual minuman keras. Dalam penyisiran tersebut, petugas berhasil menyita beberapa botol miras berbagai merek sebelum akhirnya bergerak ke arah pantai.

Dari tangan para terduga pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti signifikan:

Dari Inisial MU: 421 butir Hexymer, 107 butir Tramadol, uang tunai hasil penjualan senilai Rp320.000, satu unit HP Vivo, satu buah tas pinggang, serta satu unit sepeda motor Honda Beat tanpa nomor polisi.

Dari Inisial IN: 105 butir Hexymer, 13 butir Tramadol, satu unit HP Realme, dan satu unit sepeda motor Honda Beat tanpa nomor polisi.

Saat ini, dua orang telah ditetapkan sebagai terduga pelaku utama, yakni:

MU (21), warga Kp. Bojong Koneng, Desa Bojong Koneng, Kec. Gunung Kencana.

IP (26), warga Kp. Bojong Koneng, Desa Bojong Koneng, Kec. Gunung Kencana.

Sementara itu, dua orang lainnya berinisial AN (22) dan NU (29) saat ini masih berstatus sebagai saksi guna pendalaman informasi.

Pasca penangkapan, pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah hukum berupa olah TKP, pengamanan barang bukti, pemeriksaan keterangan saksi dan pelaku, serta pembuatan berita acara penyerahan.

“Selanjutnya, keempat orang beserta seluruh barang bukti telah kami amankan di Polsek Panggarangan. Kami juga telah berkoordinasi dengan Satnarkoba Polres Lebak untuk proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut,” tutup AKP Acep Komarudin. (Tim/Red)

Jelang Ramadan, Tim Gabungan Amankan Puluhan Botol Miras dalam Operasi Pekat di Panggarangan

By On Rabu, Februari 18, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Guna menciptakan situasi kondusif menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, tim gabungan lintas instansi menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukum Polsek Panggarangan, Selasa (17/02/2026) malam.

Operasi yang dimulai pukul 21.00 WIB ini melibatkan personel TNI dari Koramil 0314/Panggarangan, Polri, Satpol PP Kecamatan Cihara dan Panggarangan, serta tokoh agama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Fokus utama operasi meliputi pemberantasan peredaran minuman keras (miras), pencegahan balap liar, hingga antisipasi tawuran antarwarga.

Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin, S.H., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergitas antarinstansi demi menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Kami bersama jajaran Koramil, Satpol PP, dan didampingi Ketua MUI Kecamatan Cihara menyisir sejumlah warung yang diduga menjual miras di wilayah Kecamatan Cihara dan Panggarangan,” ujar AKP Acep Komarudin usai kegiatan.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita sedikitnya 25 botol miras berbagai merek dari wilayah Kecamatan Cihara. Barang bukti yang diamankan terdiri dari:

9 botol besar Kawa-Kawa

9 botol besar Anggur Merah (Cap Orang Tua)

6 botol Bir Putih (Anker)

1 botol Bir Hitam (Guinness)

Selain menyasar peredaran miras, tim gabungan juga melakukan patroli intensif di titik rawan gangguan keamanan, termasuk di Jalan Nasional III Malingping-Bayah (Kampung Cimundu) yang kerap dijadikan lokasi balap liar. Petugas juga memantau area perkantoran, sekolah, SPBU, perbankan, hingga pusat perbelanjaan.

“Kegiatan ini kami lakukan agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan. Kami ingin memastikan situasi Kamtibmas tetap terkendali,” tambah Kapolsek.

Senada dengan hal tersebut, Ketua MUI Kecamatan Cihara, Kiyai Deri Setiadi, memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas aparat. Ia berharap wilayah Kecamatan Cihara dapat bersih dari peredaran miras yang meresahkan.

“Kami berharap lingkungan kita benar-benar terbebas dari miras agar ibadah Ramadan berjalan khidmat,” ungkapnya.

Operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Panggarangan dengan melibatkan personel Polsek (Aipda Dimas Sutarwoko, Aipda Inu Rohmawan, dkk), personel Koramil (Serma Agus, dkk), serta anggota Satpol PP dari dua kecamatan terkait. (Cup/Tim)

Sinergi TNI dan Warga, Babinsa Serma Agus Suprapta Terjun Langsung Perbaiki Jalan di Desa Cimandiri

By On Selasa, Februari 17, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.ComBabinsa Koramil 0314/Panggarangan Serma Agus Suprapta bergabung bersama warga dan Kepala Desa Cimandiri dalam aksi kerja bakti memperbaiki infrastruktur jalan di Kampung Gunung Buleud D, Lebak, Selasa (17/2/2026).

Aksi turun ke lapangan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara Babinsa dengan masyarakat binaannya. Serma Agus menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan sosial seperti ini sangat penting untuk menciptakan kemanunggalan yang solid.

“Saya ingin selalu dekat dengan warga. Dengan bergotong royong seperti ini, kita bisa saling mengenal lebih dekat sekaligus membantu mempercepat pembangunan di desa,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Desa Cimandiri, Pe’i, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Babinsa Koramil 0314/Pgr, Serma Agus, yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap warga binaannya melalui aksi gotong royong.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul keterlibatan aktif Babinsa dalam kegiatan kerja bakti perbaikan jalan poros di Desa Cimandiri, Kecamatan Panggarangan, yang dilakukan secara swadaya bersama masyarakat setempat.

“Saya, atas nama Pemerintah Desa Cimandiri, sangat mengapresiasi aksi nyata Pak Agus selaku Babinsa kami. Beliau tidak hanya hadir, tetapi ikut terjun langsung dalam kerja bakti memperbaiki jalan poros desa secara swadaya,” ujar Pe’i saat ditemui di lokasi kegiatan.

Menurut Pe’i, kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat memberikan motivasi tambahan bagi warga untuk saling bahu-mabah membantu pembangunan infrastruktur desa. Semangat gotong royong ini diharapkan dapat terus terjaga demi kenyamanan dan kelancaran akses transportasi warga.

Sinergi antara TNI dan masyarakat seperti inilah yang kami butuhkan untuk mempercepat pembangunan dan mempererat tali silaturahmi di tingkat desa,” pungkasnya.

(Cup)