-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Prabowo: Selamat Idul Fitri, Mari Perkuat Persatuan di Tengah Tantangan Bangsa

By On Sabtu, Maret 21, 2026

Presiden Prabowo mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bagi umat muslim di Indonesia. 

JAKARTA, KabarViral79.ComPresiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Fitri 1447 Hijriah, sebagai ajang memperkuat persatuan di tengah berbagai tantangan. 

Prabowo juga menyampaikan rasa syukurnya karena masih diberikan kesempatan merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama 30 hari. 

“Saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Republik Indonesia, mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin, minal aidin wal faizin,” kata Prabowo melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 20 Maret 2026. 

Menurutnya, Idul Fitri harus dimaknai sebagai momen saling memaafkan sekaligus mempererat persatuan sebagai satu bangsa. 

"Mari kita manfaatkan momen Idul Fitri ini untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat persatuan sebagai satu bangsa di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi,” ujarnya. 

“Marilah kita terus memperkuat kebersamaan sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia,” sambungnya. 

Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja lebih keras, saling membantu, serta bersama-sama membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan kuat. 

“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima amal ibadah kita semua dan senantiasa melimpahkan rahmat serta berkah-Nya kepada bangsa Indonesia,” tuturnya. (*/red)

Mudik Performatif, Mudik Kamuflase, dan Ancaman Mudik Ekstraktif

By On Sabtu, Maret 21, 2026

Ilustrasi arus mudik lebaran 2026. 

Oleh: Ija Suntana

Di permukaan, mudik terlihat sebagai peristiwa sederhana. Orang pulang menemui orang tua, saudara, dan kampung halaman. Namun, mudik sebenarnya adalah peristiwa sosial yang sarat dengan status, strategi sosial, dan bahkan masa depan. 

Dalam praktiknya, gaya mudik perantau dapat dilihat setidaknya dalam tiga tipe. Pertama, mudik performatif. Dalam tipe ini, pulang kampung menjadi panggung untuk menampilkan keberhasilan hidup di kota. Penampilan diatur sedemikian rupa. 

Pakaian baru, kendaraan yang terlihat mapan, gawai mahal, dan oleh-oleh yang melimpah. Tidak jarang ada yang rela menyewa telepon genggam mahal agar tampak lebih “sukses”. 

Mudik tipe ini menjadi semacam presentasi sosial. Seseorang ingin memperlihatkan bahwa perjalanan merantau tidak sia-sia, ada hasilnya. 

Kedua, mudik kamuflase. Jika yang pertama menaikkan citra, yang kedua justru menurunkannya. 

Sebagian perantau sengaja tampil biasa saja ketika pulang kampung. Bukan semata-mata karena rendah hati, tetapi karena perhitungan sosial yang sangat realistis. 

Di banyak tempat, seseorang yang terlihat sukses sering dianggap memiliki kemampuan finansial yang lebih. 

Dari situlah muncul berbagai permintaan bantuan, pinjaman, atau tanggung jawab sosial tambahan. Agar tidak dibebani ekspektasi semacam itu, sebagian perantau memilih strategi sederhana, yaitu menyembunyikan tanda-tanda kemapanan. 

Ketiga, mudik strategis. Mudik tipe ini berorientasi pada makna relasi dan masa depan. Dalam tipe ini, pulang kampung bukan panggung reputasi dan bukan pula strategi menghindari tuntutan secara kamuflase. Mudik dimaknai sebagai kesempatan membaca masa depan kampung halaman. 

Pada tipe ketiga ini, perantau membawa pengalaman hidup di kota. Dalam percakapan santai di rumah keluarga atau di warung kopi desa, bisa terjadi transfer pengalaman. Informasi tentang peluang usaha atau teknologi sederhana bisa mengalir melalui percakapan informal. 

Dalam konteks pembangunan desa, mudik strategis sebenarnya dapat membantu pemerintah meningkatkan kapasitas masyarakat. 

Negara tentu memiliki program untuk meningkatkan kapasitas warga di pedesaan, tetapi jangkauannya selalu terbatas karena banyak faktor. 

Mudik, dalam batas tertentu, bisa menjadi mekanisme sosial yang membantu proses peningkatan kapasitas masyarakat desa. 

Perantau membawa pengetahuan, jaringan, dan kadang modal kecil yang dapat memicu aktivitas ekonomi lokal. 

Ancaman mudik ekstraktif Mudik strategis tidak melulu membawa dampak baik bagi masyarakat kampung. 

Kalau tidak diantisipasi dengan baik, bisa muncul tipe mudik pemicu persoalan yang tidak sederhana. Tipenya disebut mudik ekstraktif. 

Tidak sedikit kasus di mana kejadian mudik justru berujung pada pelepasan aset vital masyarakat kampung, terutama tanah, kepada pemudik. 

Ketika tanah dijual kepada pemudik—karena terdesak situasi—yang dilepaskan bukan hanya sebidang lahan, tetapi juga bagian dari masa depan ekonomi warga di kampung. Warga desa yang memiliki kebutuhan ekonomi mendesak menjual tanah mereka kepada pemudik. 

Uang hasil penjualannya digunakan untuk keperluan konsumsi—biaya renovasi rumah atau kebutuhan sehari-hari. 

Dalam waktu tidak terlalu lama, uang itu habis. Sementara tanah yang dijual telah berpindah kepemilikan secara permanen. Akibatnya, masyarakat kehilangan alat produksi yang sebelumnya menjadi penopang kehidupan mereka. 

Sementara itu, ketika hasil penjualan aset jangka panjang tidak diubah menjadi investasi produktif baru, yang muncul adalah kemiskinan kultural berkelanjutan. 

Paradoksnya sangat jelas, yaitu aset strategis hilang, tetapi tidak lahir aset produktif pengganti. 

Karena itu, jika mudik strategis akan didorong sebagai momentum membaca peluang ekonomi kampung, maka diperlukan kesadaran yang lebih dalam agar tidak berubah menjadi mudik ekstraktif. 

Investasi para pemudik di desa seharusnya tidak berubah menjadi proses konsentrasi kepemilikan aset yang justru melemahkan masyarakat lokal. 

Diperlukan model “investasi mudik” yang memungkinkan masyarakat desa tetap menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi. 

Perantau membawa modal sekaligus membawa perspektif baru, tapi masyarakat desa tidak sampai kehilangan aset vital (tanah). 

Alih-alih menjual tanah, warga desa dapat masuk dalam skema kemitraan dengan perantau. 

Dengan memanfaatkan program pemerintah melalui Koperasi Merah Putih—sekadar contoh—masyarakat dapat membentuk koperasi tanah yang mengelola lahan warga secara kolektif dengan menawarkan investasi kepada pemudik. 

Salah satu upaya penting yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa pemerintah desa sebenarnya dapat membuat peraturan desa (Perdes) yang melindungi tanah strategis tertentu. 

Misalnya, pembatasan penjualan lahan pertanian strategis, kewajiban musyawarah desa sebelum penjualan lahan tertentu, dan prioritas pembelian oleh warga desa atau BUMDes. 

Langkah ini bukan melarang transaksi, tetapi mengendalikan dampaknya terhadap struktur ekonomi desa. Secara taktis, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat berperan sebagai pengelola tanah strategis agar tidak jatuh sepenuhnya ke tangan pihak luar. 

BUMDes membeli lahan strategis dengan skema saham desa atau lahan dikelola untuk usaha strategis (agrowisata atau pasar desa), sehingga aset desa tetap berada dalam kendali kolektif masyarakat. 

Mudik tidak sekadar perjalanan pulang sekelompok masyarakat, tetapi harus menjadi pertemuan antara masa lalu dan masa depan. 

Koneksitas antara nostalgia dan perhitungan ekonomi. Kampung bukan sekadar tempat kita berasal. Kampung adalah ruang masa depan yang menunggu untuk dipikirkan bersama.

Penulis adalah Pengajar pada Program Studi Hukum Tata Negara UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Sumber: kompas.com

NATO Tolak Bantu Amankan Selat Hormuz, Trump Kembali Mencak-mencak: Pengecut!

By On Sabtu, Maret 21, 2026

Presiden AS, Donald Trump

JAKARTA, KabarViral79.Com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengecam keras minimnya dukungan yang diberikan negara-negara NATO kepada AS dalam perang melawan Iran, khususnya mengamankan jalur Selat Hormuz

Trump menyebut, sekutunya di NATO itu sebagai pengecut. 

"Tanpa AS, NATO hanya macan kertas," ujar Trump dalam unggahannya di Truth Social dilansir dari Channel News Asia (CNA), Jumat, 20 Maret 2026. 

Diketahui, Selat Hormuz telah diblokade Iran sejak negara itu diserang AS dan Israel pada 28 Februari silam. 

Penutupan di jalur perdagangan minyak dunia ini membuat kelangkaan dan naiknya harga minyak. 

Trump kemudian meminta sekutunya di NATO untuk turun tangan dalam mengamankan jalur Selat Hormuz dari Iran. Namun, keinginan dari Trump itu tidak digubris oleh para anggota NATO. 

"Sekarang pertempuran itu telah dimenangkan secara militer, dengan bahaya yang sangat kecil bagi mereka, mereka mengeluh tentang harga minyak yang tinggi yang terpaksa mereka bayar, tetapi tidak mau membantu membuka Selat Hormuz, manuver militer sederhana yang merupakan satu-satunya alasan tingginya harga minyak. Sangat mudah bagi mereka untuk melakukannya, dengan risiko yang sangat kecil," tulis Trump. 

"Para pengecut dan kita akan mengingatnya," imbuhnya. 

Dilansir dar AFP, Jumat, 20 Maret 2026, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Belanda mengatakan pada Kamis, 19 Maret 2026, bahwa mereka siap berkontribusi pada upaya yang tepat untuk memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz. 

Kelompok tersebut mengatakan mereka menyambut baik komitmen negara-negara yang terlibat dalam perencanaan persiapan, dan mereka mengutuk dengan keras serangan baru-baru ini oleh Iran terhadap kapal-kapal komersial tak bersenjata di Teluk. 

Namun Italia, Jerman, dan Prancis kemudian menjelaskan pada Kamis, 19 Maret 2026 bahwa mereka tidak berbicara tentang bantuan militer langsung, melainkan inisiatif multilateral potensial setelah gencatan senjata. (*/red)

Saat Tak Semua Bisa Pulang di Hari Idul Fitri: Kisah Sunyi dari Tenda Pengungsian Kantor Bupati Bireuen

By On Jumat, Maret 20, 2026

Memasuki lebaran Idul Fitri, warga masih menempati tenda pengungsian di halaman kantor Bupati Bireuen.  

BIREUEN, KabarViral79.Com Besok, Sabtu, 21 Maret 2026, gema Idul Fitri akan menyapa. Pendopo terbuka, open house digelar, senyum dan hidangan tersaji untuk para tamu yang datang bersilaturahmi. 

Namun di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, suasana yang berbeda justru terasa. Di sana, puluhan warga masih bertahan di bawah tenda. 

Yang satu bersiap menyambut tamu, yang lain masih menunggu kepastian. Yang satu merayakan kemenangan, yang lain masih berjuang dengan kehilangan. 

Malam itu, angin berembus pelan, menyusup di sela-sela tenda darurat yang berdiri seadanya. Di atas tikar tipis, beberapa anak terlelap, tubuh kecil mereka berusaha berdamai dengan dingin. Di dekatnya, para ibu tetap terjaga-diam, memandangi langit yang tak pernah benar-benar menjanjikan apa-apa. 

Sudah sembilan hari mereka bertahan di tempat itu. Jauh dari rumah yang dulu mereka sebut tempat pulang. Banjir tak hanya merenggut dinding dan atap, tapi juga rasa aman sesuatu yang tak mudah digantikan oleh terpal dan tiang seadanya. 

“Yang kami butuhkan bukan penjelasan panjang, tapi kepastian,” ucap seorang ibu pelan, sambil memeluk anaknya yang terbangun karena dingin malam. 

Kalimat itu sederhana, tapi menggambarkan kelelahan yang dalam lelah menunggu, lelah berharap. 

Siang hari menghadirkan wajah yang berbeda. Suara-suara mulai meninggi. Para pengungsi, bersama sejumlah warga lainnya, berdiri di depan kantor Bupati. Mereka tidak datang membawa kemarahan semata, tapi harapan yang terus mereka jaga. 

Namun yang datang sering kali hanya penjelasan yang berulang. Tentang kewenangan yang berada di pusat, tentang prosedur yang harus dilalui, tentang data yang masih diverifikasi. Sementara waktu terus berjalan, tanpa jeda. 

Memasuki lebaran Idul Fitri, warga masih menempati tenda pengungsian di halaman kantor Bupati Bireuen. 

Di sisi lain, pemerintah merasa telah berupaya. Hunian sementara disebut telah disiapkan. Proses verifikasi data telah dibuka. 

Sebagian pengungsi memilih tetap bertahan di tenda. Bukan karena menolak bantuan, melainkan karena keraguan yang belum terjawab. Mereka takut berpindah tanpa kepastian, takut kembali terjebak dalam ketidakjelasan yang sama. 

“Kami sudah capek pindah-pindah. Kami ingin tahu, kapan semua ini benar-benar selesai,” kata seorang pria paruh baya, menatap kosong keramaian di sekitarnya. 

Hari-hari terus bergulir mendekati Lebaran. Di banyak tempat, orang-orang mulai menyiapkan baju baru, kue khas, dan rencana mudik. Rumah-rumah dibersihkan, meja makan dipenuhi hidangan. 

Namun di Bireuen, sebagian warga justru masih berkutat dengan tenda, genangan, dan ketidakpastian. 

Di sudut tenda, seorang anak bertanya polos kepada ibunya, “Kita Lebaran di sini, ya?” 

Sang ibu terdiam. Tak ada jawaban. 

Barangkali, yang paling menyakitkan bukan hanya kehilangan rumah, melainkan ketika harapan perlahan memudar, digantikan oleh perasaan bahwa suara mereka tak benar-benar didengar. 

Di tengah gemerlap perayaan Idul Fitri, ada mereka yang masih bertahan dalam sunyi. 

Bahwa suatu hari nanti, mereka benar-benar bisa pulang. Dan ketika hari itu tiba, mungkin Lebaran akan kembali terasa utuh—bukan sekadar perayaan, tapi benar-benar tentang kembali ke rumah. (Joniful Bahri)

Naikkan Tarif Secara Sepihak, Bus Damri Diduga Lakukan Pungli

By On Jumat, Maret 20, 2026

 


Lebak, KabarViral79.ComBus Damri rute Serang–Sawarna diduga menaikkan tarif ongkos secara sepihak. Dishub dinilai tutup mata, sementara kondektur diduga “main mata”. Bus Damri Serang–Sawarna via Rangkasbitung–Gunung Kencana–Malingping diduga menaikkan tarif yang melebihi dari tarif yang seharusnya.

Dimana arus mudik pada tanggal 15–17, dengan tarif Serang–Gunung Kencana sebesar Rp60 ribu, Serang–Malingping Rp80 ribu, dan Serang–Sawarna Rp90 ribu, sebagaimana dilihat dari informasi yang beredar.

Namun, kondektur bus Damri diduga menaikkan tarif melebihi dari tarif yang seharusnya, yakni menjadi Rp90 ribu dari rute Serang–Malingping.

“Ini adanya dugaan indikasi pungli terhadap penumpang yang tidak tahu tarif yang sebenarnya. Ini salah satu bentuk kebobrokan dari Dishub yang tidak memberikan informasi publik terhadap tarif-tarif bus Damri,” papar Dika, Koordinator Gerakan Mahasiswa Perubahan (GMP).

“Sehingga ada dugaan kuat penaikan harga yang bisa dimainkan oleh kondektur. Kami meminta adanya informasi publik atau transparansi tarif bus Damri sehingga penumpang tidak lagi dibodohi,” lanjut Dika kepada awak media, Kamis (19/3/2026).

“Terutama bus Serang–Sawarna yang diberangkatkan pagi pukul 06.16 WIB dari Serang menuju Sawarna. Ini bentuk evaluasi dan kontrol sosial untuk menghindari dugaan-dugaan pungli,” tutup Dika.

Menag Ajak Seluruh Umat Bertoleransi Meski Tanggal Lebaran 2026 Berbeda

By On Jumat, Maret 20, 2026

Menag Nasaruddin Umar saat menyampaikan Konferensi Pers hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah, di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Fitri 2026 sebagai sarana memperkuat persatuan dan solidaritas umat di tengah perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah di masyarakat. 

Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial demi mendukung terciptanya Indonesia yang damai dan sejahtera. 

"Kami mengimbau seluruh umat Islam Indonesia untuk senantiasa menjaga ketenangan, keamanan, ketertiban, dan kebersamaan selama masa Lebaran tahun ini,” kata Menag Nasaruddin saat Konferensi Pers Sidang Isbat, Kamis malam, 19 Maret 2026. 

Menurutnya, Idul Fitri tidak hanya menjadi momen kemenangan setelah menjalani ibadah puasa, tetapi juga kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat persaudaraan antar sesama. 

"Mari kita jadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk memperkuat umat, menyambut Idul Silaturahmi, dan menjaga stabilitas sosial sebagai bentuk kontribusi kita dalam membangun Indonesia yang damai dan sejahtera,” tuturnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam di Tanah Air. 

"Sebagai Menteri Agama dan mewakili pemerintah, saya menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya. 

Ia juga mengingatkan pentingnya sikap toleransi di tengah perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri di masyarakat. 

Dia meminta umat Islam saling menghormati, khususnya bagi yang masih melanjutkan ibadah puasa hingga 30 hari. 

“Kepada rekan-rekan kita yang mungkin akan beribadah lebih dahulu, kami mohon agar tetap bertoleransi terhadap saudara-saudaranya yang masih melanjutkan puasa hingga 30 hari,” ujar Nasaruddin. (*/red)

Gubernur Andra Soni Tinjau RSUD se-Tangerang Raya, Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Prima

By On Jumat, Maret 20, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni meninjau kesiapan pelayanan kesehatan di sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah Tangerang Raya menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

Peninjauan tersebut meliputi RSUD Kota Tangerang Selatan, RSU Kabupaten Tangerang, dan RSUD Kota Tangerang, pada Kamis, 19 Maret 2026. 

"Kami ingin memastikan pada masa Lebaran, masyarakat tetap terlayani dengan baik. Alhamdulillah, RSUD tidak pernah menolak pasien selama fasilitas tersedia. Jika ruangan penuh, pasien akan ditangani di IGD sambil mencari alternatif tanpa membiarkan pasien mencari rumah sakit sendiri,” ujar Andra Soni di RSUD Kota Tangerang. 

Untuk mendukung pelayanan selama libur Lebaran, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti menyebutkan, pihaknya telah menyiagakan Posko Kendali Utama Kesehatan di tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota. 

"Ada 94 posko lapangan di delapan Kabupaten/Kota. Kami juga mengaktifkan layanan 24 jam untuk seluruh Puskesmas di wilayah Provinsi Banten,” ujarnya. 

Posko tersebut tersebar di jalur mudik, pelabuhan, bandara, stasiun, terminal, dan tempat-tempat wisata. 

Dalam kunjungannya, Andra Soni menyempatkan diri menyapa para pasien dan tenaga kesehatan yang bertugas. 

Ia mengapresiasi dedikasi tenaga medis yang tetap melayani masyarakat meski menjelang hari raya Idul Fitri. 

Dia juga menginstruksikan seluruh Kepala Daerah dan Aparatur Sipil Megara (ASN) di Banten untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. 

Pada peninjauan pertama di RSUD Kota Tangerang Selatan, Andra Soni yang didampingi Walikota Benyamin Davnie berdialog dengan pasien di ruang hemodialisis (cuci darah). 

Di sela kunjungan tersebut, Gubernur Andra Soni bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, turut membagikan paket sembako kepada pasien. 

​Selanjutnya, di RSU Kabupaten Tangerang, Andra Soni didampingi Bupati Muhammad Maesyal Rasyid menyemangati para pasien, salah satunya Yose Rizal (68) yang mengaku telah menjalani 417 kali proses cuci darah. 

Di lokasi yang sama, Tinawati meninjau Poliklinik Kesehatan Ibu dan Anak serta memberikan dukungan kepada Siti Ratu (18), seorang ibu muda yang tengah melakukan inisiasi menyusui dini dengan metode kontak antarkulit (skin-to-skin). 

​Menutup rangkaian kunjungannya, Andra Soni bertolak ke RSUD Kota Tangerang bersama Walikota Sachrudin. 

Di sana, ia memantau fasilitas ruang rawat inap dan perawatan intensif, sembari berdialog dan memberikan dukungan moral kepada para keluarga yang tengah mendampingi pasien di ruang tunggu. (Welfendry)

Prabowo Nyatakan Akan Keluar dari BoP Jika Tidak Menguntungkan RI dan Palestina

By On Jumat, Maret 20, 2026

Presiden Prabowo Subianto. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Presiden Prabowo Subianto menjelaskan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP) setelah melalui pertimbangan matang dengan tujuan mendukung kemerdekaan penuh Palestina

Menurutnya, berada di dalam BoP bisa bersuara untuk membantu rakyat Palestina. 

Hal itu disampaikan Prabowo dalam diskusi bersama Jurnalis dan Pengamat yang digelar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat (Jabar), Kamis, 19 Maret 2026. 

Prabowo menjelaskan, awal keterlibatan Indonesia dalam pembentukan BoP bermula pada 23 September, saat ia menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB. 

Kala itu, ia menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution). 

Usai sidang PBB, ia bersama tujuh pemimpin negara mayoritas Muslim dalam Group of Eight, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir, diundang oleh Presiden AS Donald Trump dalam sebuah pertemuan. 

Dalam pertemuan tersebut, Trump disebut meminta negara-negara itu untuk mendukung 21-point plan, yakni proposal untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan di Gaza. 

Menurut Prabowo, rincian poin-poin tersebut dibacakan satu per satu oleh utusan khusus AS Steve Witkoff. 

Prabowo kemudian mendengarkan secara saksama proposal tersebut dan tertarik pada poin ke-19 dan ke-20, yang menjelaskan bahwa Palestina akan diberikan jalan untuk menjadi bangsa mandiri dan mampu menentukan masa depannya. 

Selain itu, ada pula poin bahwa AS akan memfasilitasi dialog antara Israel dan Palestina agar dapat hidup berdampingan secara damai. 

Prabowo menilai, isi proposal itu sejalan dengan pandangan Indonesia terhadap isu Palestina, bahwa perdamaian jangka panjang dapat dicapai melalui solusi dua negara. 

"Jadi, kita lihat ini (poin) 19 dan 20 ada peluang (untuk kemerdekaan Palestina) walaupun kita tahu ini sedikit. Akhirnya, kita berdelapan (pimpinan negara mayoritas Muslim) diskusi, kita dukung ini atau tidak? Akhirnya, dalam lobi-lobi kita bilang, kita dukung," tutur Prabowo. 

Selanjutnya para pemimpin itu menunjuk Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani menjadi juru bicara mereka untuk menyampaikan kepada Trump bahwa negara-negara itu mendukung poin rencana tersebut. 

"We like your plan. But the problem is not us. The problem is Prime Minister Netanyahu of Israel," ujar Prabowo mengingat kembali momen itu. 

Beberapa saat setelah pertemuan tersebut, lanjut dia, muncul gagasan mengenai pembentukan BoP, yang sekaligus sudah diadopsi di dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803

Menanggapi perkembangan itu, kedelapan negara mayoritas muslim, yang kemudian disebut dengan Group of Eight, kembali berunding mengenai apakah perlu ikut serta di dalamnya atau tidak. 

Berdasarkan hasil perundingan, mereka menilai bahwa bergabung dalam BoP akan memberikan ruang yang lebih besar untuk memengaruhi arah kebijakan agar berpihak pada kepentingan Palestina. 

Hal ini, kata Prabowo, jauh lebih realistis dan konkret dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina daripada memilih untuk tidak bergabung dengan BoP. 

"Kalau kita di dalam, mungkin kita bisa pengaruhi dan membantu rakyat Palestina," ujarnya. 

"Kalau di luar (BoP), kita tidak bisa (memperjuangkan Palestina). Jadi, akhirnya kita putuskan, kita masuk," imbuhnya. 

Kendati demikian, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia tak akan segan angkat kaki dari BoP jika hasil-hasil keputusannya tidak sejalan dengan kepentingan Indonesia atau Palestina. 

Bahkan, kata dia, Indonesia bisa saja keluar dari dewan tersebut tanpa perlu merundingkannya terlebih dulu dengan anggota Group of Eight lainnya. 

"Selama kita di dalam BoP bisa bantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha. Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita menilai kita habis waktu, habis energi, dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar," pungkasnya. 

Prabowo berharap, Indonesia dan anggota Group of Eight lain dapat berkontribusi positif bagi perdamaian jangka panjang di Palestina. 

"Jadi, saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu. Kita selalu membela kemerdekaan Palestina," ujarnya. (*/red)

Tinjau Dua Pos Pam, Sekda Zaldi Sebut Arus Mudik Mulai Melandai

By On Jumat, Maret 20, 2026

SERANG, KabarViral79.Com - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana memastikan untuk arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah/2026 Masehi sudah melandai. 

Menurutnya, puncak arus para pemudik terjadi pada malam Rabu dan malam Kamis, 18 Maret 2026. 

Hal ini disampaikan Zaldi Dhuhana usai meninjau dua Pos Pengamanan (Pos Pam) pelayanan mudik hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, di Modern Cikande, Kecamatan Cikande, dan Pos Pam Ciujung, Kecamatan Kragilan, pada Kamis, 19 Maret 2026. 

”Kalau info dari Polri maupun Dishub (arus mudik) ini sudah sangat melandai, puncaknya kemaren malem Rabu dan Kamis sekarang sudah melandai,” ujar Zaldi Dhuhana di Pos Pam Ciujung. 

Mengenakan seragam Dishub, Sekda Zaldi didampingi Kepala Dishub Benny Yuarsa, Kepala Dinkes dr. Effrizal, Kepala Bakesbangpol Haryadi, dan Kepala Dinas Satpol PP Subur Prianto. Zaldi berharap, situasi arus mudik tetap kondusif hingga arus balik. 

"Diharapkan tetap, situasi tetap kondusif begitupun nanti ketika arus balik,” ujarnya. 

Zaldi juga mengatakan, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas juga sudah memantau Pos Pam. 

"Ibu Bupati, Pak Wakil, dan saya sudah bertugas, untuk Ibu Bupati di daerah tengah, Pak Wakil di daerah barat, dan saya wilayah timur,” ujarnya. 

Zaldi mengatakan, hari ini pihaknya memantau kesiapan dari Pos Pam maupun (Posyan Dinkes, dan semuanya sudah siap 100 persen aman. 

"Kita siap full mendukung Pos Pam dalam rangka pengamanan atau pun pelayanan arus mudik dan arus balik lebaran 1447 Hijriyah,” pungkasnya. 

Zaldi memastikan, untuk personil dalam melayani para pemudik baik dari Dinkes, PMI, Dishub, dan BPBD sudah mensupport penuh walaupun tidak berharap ada kejadian kejadian yang tidka di inginkan seperti kecelakaan atau lain sebagainya. 

"Namun kita harus tetap waspada,” tegasnya. 

Hal senada disampaikan Kepala Dishub Kabupaten Serang, Benny Yuarsa. Saat ini, kata dia, arus mudik sudah mulai melandai. 

"Arus mudik itu di Jalan Nasional Serang-Jakarta, Serang-Cilegon dan Serang-Pandeglang dan Anyer-Cinangka kondisi saat ini mulai melandai,” ujarnya. (*/red)

Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

By On Jumat, Maret 20, 2026

Menag Nasaruddin Umar saat menyampaikan Konferensi Pers hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah, di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar pada hasil Sidang Isbat (penetapan) 1 Syawal 1447 Hijriah, di auditorium HM Rasjidi Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Maret 2026. 

"Maka disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 Masehi," ujar Menag Nasarudin dalam Jumpa Persnya. 

Sebelumnya, Tim Rukyat Hilal Kemenag mengatakan, 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Dengan demikian, kemungkinan Idul Fitri 2026 jatuh pada esok lusa. 

Hal itu diungkapkan Anggota Tim Rukyatul Hilal Kemenag, Cecep Nurwendaya dalam Seminar Sidang Isbat di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis  19 Maret 2026. 

Cecep mengatakan, ketinggian hilal di Provinsi Aceh telah memenuhi kriteria MABIMS, yakni minimum tiga derajat. Namun, kata dia, hilal tak memenuhi parameter elongasi minimum 6,4 derajat. 

"Sehingga tanggal 1 Syawal 1447 H secara hisab jatuh bertepatan dengan hari Sabtu Pahing tanggal 21 Maret 2026 M," kata Cecep. 

Sementara secara Rukyat, kata Cecep, ketinggian hilal di seluruh wilayah NKRI antara 0,91 derajat hingga 3,13 derajat dan elongasi antara 4,54 derajat hingga 6,10 derajat. 

"Di seluruh wilayah NKRI tak memenuhi kriteria visibilitas hilal atau Imkan Rukyat MABIMS. Oleh karenanya, hilal menjelang awal Syawal 1447 H pada hari Rukyat ini secara teoritis diprediksi tidak mungkin dirukyat," tuturnya. (*/red)

Gubernur Andra Soni Tinjau Pelabuhan Merak, Pastikan Arus Mudik Lebaran Lancar

By On Jumat, Maret 20, 2026

CILEGON, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni meninjau kondisi arus mudik di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, sejak Rabu malam, 18 Maret 2026 hingga Kamis dini hari, 19 Maret 2026. 

Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan pelayanan optimal bagi pemudik menjelang Lebaran

​Dalam kunjungan tersebut, Andra Soni menyempatkan diri berdialog langsung dengan masyarakat yang hendak menyeberang melalui Pelabuhan Merak. 

Ia memberikan semangat dan mengimbau pemudik untuk selalu mengedepankan kehati-hatian selama perjalanan. 

​"Malam ini kami meninjau Pelabuhan Merak. Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik. Mudah-mudahan para pemudik mendapatkan pelayanan terbaik," ujarnya. 

​Selain memantau fasilitas dan alur penyeberangan, Andra Soni juga menyapa serta menanyakan kondisi kesehatan para pemudik sebelum mereka naik ke kapal. 

​"Sehat-sehat, ya. Semoga sampai tujuan dengan selamat," ujar Andra Soni kepada para pemudik. 

Dia menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan pemudik merupakan prioritas utama pemerintah selama periode mudik Lebaran. 

Oleh karena itu, ia berharap seluruh pihak terkait terus bersinergi memberikan pelayanan terbaik. 

​Gubernur Andra Soni juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kondisi fisik dan mematuhi aturan demi keselamatan bersama. 

​"Mudik aman, keluarga bahagia," pungkasnya. (Welfendry)

Mudik dan Tekanan yang Dinormalisasi

By On Kamis, Maret 19, 2026

Ilustrasi arus mudik sepeda motor. 

Oleh: Sasi Indudewi

Mudik selalu dibayangkan sebagai perjalanan pulang yang hangat, jalanan yang padat, rumah yang kembali ramai, dan meja makan yang penuh cerita. Namun, bagi banyak orang, pulang tidak selalu berarti tenang. Di balik senyum yang dipaksakan dan basa-basi yang terasa akrab, tersimpan kelelahan yang jarang diakui, kelelahan fisik sekaligus batin. 

Setiap musim Lebaran, jutaan orang bergerak menuju kampung halaman. Data beberapa tahun terakhir menunjukkan angka pemudik bisa melampaui 120 juta jiwa. Angka yang besar ini sering dibaca sebagai keberhasilan mobilitas dan kuatnya tradisi keluarga. 

Tetapi, jarang kita bertanya: berapa banyak dari jutaan itu yang pulang dengan hati yang benar-benar ringan? Perjalanan panjang, macet berjam-jam, jadwal yang tidak pasti, hingga tubuh yang dipaksa tetap terjaga, semua itu bukan sekadar persoalan teknis. 

Dalam kondisi lelah, seseorang menjadi lebih rapuh. Hal-hal kecil lebih mudah memicu emosi. Kata-kata sederhana bisa terasa menyakitkan. Dan dalam ruang keluarga, kerentanan itu sering kali bertemu dengan ekspektasi. 

Di banyak rumah, mudik bukan hanya soal pulang, tetapi juga soal “menjawab”. Menjawab pertanyaan tentang pekerjaan, tentang pasangan, tentang pencapaian hidup. Pertanyaan yang mungkin dimaksudkan sebagai perhatian, tetapi sering kali terasa seperti penilaian. 

Tidak semua orang pulang dalam kondisi “siap”. Ada yang masih berjuang, ada yang sedang kehilangan arah, ada pula yang sekadar ingin beristirahat dari kerasnya hidup di kota. 

Di titik inilah mudik berubah menjadi ruang yang ambigu. Yang awalnya diharapkan menjadi tempat pulang, tetapi bisa terasa seperti ruang ujian. 

Seseorang yang datang dengan harapan diterima apa adanya, justru dihadapkan pada standar-standar yang tidak selalu bisa dipenuhi. Kesehatan mental menjadi aspek yang sering terabaikan dalam dinamika ini. Kita terlalu fokus pada keselamatan perjalanan, yang tentu penting, tetapi lupa bahwa perjalanan batin juga membutuhkan perhatian. 

Padahal, berbagai survei menunjukkan bahwa tingkat kecemasan masyarakat meningkat dalam situasi sosial yang penuh tekanan, termasuk saat berkumpul dalam lingkar keluarga besar. 

Di sisi lain, kita juga perlu jujur bahwa keluarga sering kali tidak menyadari dampak dari cara mereka berkomunikasi. Budaya bertanya tanpa batas, memberi komentar tanpa empati, atau membandingkan satu anggota keluarga dengan yang lain masih dianggap hal biasa. Padahal, dalam banyak kasus, justru hal-hal inilah yang meninggalkan luka paling dalam. 

Mudik seharusnya menjadi ruang aman. Tempat di mana seseorang bisa kembali tanpa harus menjadi siapa-siapa selain dirinya sendiri. Namun, untuk sampai ke sana, dibutuhkan kesadaran bersama, bahwa setiap orang membawa beban yang tidak selalu terlihat. 

Solusinya tidak harus rumit. Bisa dimulai dari hal-hal kecil, tetapi mendasar. Pertama, menurunkan ekspektasi. Tidak semua mudik harus sempurna. Tidak semua pertemuan harus berjalan tanpa gesekan. Menerima bahwa kelelahan dan emosi adalah bagian dari perjalanan justru membantu kita lebih siap menghadapinya. 

Kedua, memberi ruang untuk jeda. Di tengah padatnya agenda silaturahmi, penting untuk menyediakan waktu istirahat, bukan hanya untuk tubuh, tetapi juga untuk pikiran. Sekadar menarik napas, berjalan sebentar, atau mengambil jarak dari keramaian bisa menjadi cara sederhana menjaga keseimbangan. 

Ketiga, mengubah cara bertanya. Keluarga perlu mulai belajar mengganti pertanyaan yang menekan dengan percakapan yang menguatkan. Daripada bertanya “kapan menikah” atau “sudah punya apa”, mungkin lebih baik bertanya, “apa yang sedang kamu jalani sekarang?” atau “apa yang bisa kami dukung?”. Perubahan kecil dalam bahasa bisa menghadirkan perbedaan besar dalam rasa. 

Keempat, menetapkan batasan pribadi. Setiap individu berhak menentukan sejauh mana dirinya ingin berbagi. Tidak semua pertanyaan harus dijawab. Tidak semua percakapan harus diikuti. Menjaga batas bukan berarti menjauh, tetapi bentuk menjaga diri agar tetap utuh. 

Kelima, mengembalikan makna mudik itu sendiri. Bahwa pulang bukan tentang menunjukkan keberhasilan, melainkan tentang merawat hubungan. Tentang hadir, bukan dinilai. Tentang diterima, bukan dibandingkan. 

Pada akhirnya, mudik adalah cermin. Yang memperlihatkan bukan hanya seberapa jauh kita pergi, tetapi juga seberapa dalam kita memahami satu sama lain. 

Jika selama ini mudik lebih banyak menguras energi daripada memulihkan, mungkin yang perlu diubah bukan tradisinya, melainkan cara kita menjalaninya. 

Sebab, pulang yang sesungguhnya bukan sekadar tiba di alamat yang sama, tetapi menemukan kembali rasa aman, di tengah orang-orang yang kita sebut keluarga.

Penulis adalah penulis biografi, novelis, kisah inspiratif, penari Bali. 

Sumber: kompas.com

HRD Ingatkan Bupati Bireuen: Kritik Publik Harus Jadi Evaluasi, Bukan Alasan Turun Semangat

By On Kamis, Maret 19, 2026

Ruslan M Daud dan Bupati Bireuen dalam suatu pertemuan saat penanganan pasca banjir dan longsor di Bireuen

BIREUEN, KabarViral79.Com - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Ruslan Daud, menanggapi pernyataan Bupati Bireuen, Mukhlis, yang mengaku kehilangan semangat dalam membantu korban banjir akibat kritik yang berkembang di media. 

Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan Mukhlis saat kegiatan buka puasa bersama awak media di Pendopo Bupati Bireuen, Rabu 18 Maret 2026. 

Menanggapi hal itu, Ruslan Daud yang akrab disapa HRD menegaskan, dalam situasi bencana, kritik seharusnya dipandang sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintah, bukan sebagai tekanan yang melemahkan. 

“Dalam situasi seperti ini, yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang kuat dan responsif. Kritik itu bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memperbaiki,” ujar HRD kepada wartawan, Kamis, 19 Maret 2026. 

Menurutnya, kritik yang berkembang di tengah masyarakat dan media mencerminkan kondisi nyata di lapangan, terutama terkait penanganan banjir di Kabupaten Bireuen yang hingga kini masih menyisakan berbagai persoalan. 

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara Kepala Daerah dan masyarakat terdampak. 

HRD menilai, pendekatan yang hanya mengandalkan laporan internal tidak cukup untuk memahami kondisi riil di lapangan. 

“Kalau tidak turun langsung berdialog dengan masyarakat dan bermusyawarah di desa, maka sulit menemukan solusi. Informasi yang diterima tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya,” tegasnya. 

Selain itu, HRD menyoroti lemahnya komunikasi pemerintah daerah yang dinilai turut memperkeruh situasi. 

Ia menyebut, masih banyak masyarakat yang belum memahami mekanisme bantuan akibat kurangnya sosialisasi secara langsung. 

HRD juga menyinggung sejumlah persoalan teknis yang dinilai belum tertangani optimal, seperti polemik Dana Tunggu Hunian (DTH), pendataan korban yang belum akurat, hingga belum adanya langkah konkret pembangunan hunian sementara (Huntara) sebagai bagian dari transisi menuju hunian tetap (Huntap). 

Lebih lanjut, ia menjelaskan, dalam sistem penanggulangan bencana, status bencana sangat menentukan pola penanganan dan keterlibatan pemerintah pusat. Untuk bencana berstatus daerah, tanggung jawab utama berada pada pemerintah kabupaten/kota. 

Namun demikian, pemerintah pusat tetap dapat memberikan dukungan melalui berbagai skema, sepanjang pemerintah daerah aktif mengajukan usulan dan melengkapi administrasi yang dibutuhkan. 

“Pemerintah pusat bukan tidak hadir, tetapi mekanismenya harus melalui usulan dari daerah. Artinya, daerah harus cepat, tepat, dan aktif,” jelasnya. 

HRD menegaskan, dukungan pemerintah pusat pada prinsipnya siap diberikan secara maksimal, namun sangat bergantung pada kesiapan dan kinerja pemerintah daerah. 

Ia juga mengingatkan, dalam sistem pemerintahan yang terbuka, kritik publik merupakan bagian dari kontrol sosial yang sehat dan harus diterima sebagai bagian dari tanggung jawab kepemimpinan. 

“Memimpin daerah tidak sama dengan memimpin perusahaan. Ada tanggung jawab publik yang harus dijalankan secara transparan dan akuntabel,” ujarnya. 

Sebagai penutup, HRD menegaskan pentingnya keberanian pemimpin dalam menghadapi kritik serta hadir langsung di tengah masyarakat, terutama dalam situasi krisis. 

“Menjadi pemimpin itu penuh risiko dan sorotan. Namun yang dibutuhkan saat ini adalah keberanian untuk turun langsung, mendengar masyarakat, serta mengambil keputusan yang tepat,” pungkasnya. (Joniful Bahri)

Diserang AS-Israel, Iran Balas Gempur Fasilitas Gas Negara Teluk

By On Kamis, Maret 19, 2026

Fasilitas pengolahan gas bumi di Ras Laffan, Qatar. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Iran melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas dan ladang gas negara-negara Teluk usai ladang gasnya di Pars Selatan diserang oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel

Kebakaran hebat dilaporkan terjadi di fasilitas gas di Qatar. 

Dilansir dari Al Jazeera, Kamis  19 Maret 2026, Kementerian Dalam Negeri Qatar mengumumkan bahwa tim pertahanan sipil saat ini sedang berupaya memadamkan kebakaran di Kota Industri Ras Laffan setelah serangan Iran. 

Tidak ada korban luka yang dilaporkan menurut pernyataan Kementerian. 

Sebelumnya, pertahanan sipil mengatakan telah berhasil mengendalikan kebakaran di Ras Laffan. 

Kementerian Luar Negeri Qatar telah mengeluarkan pernyataan lain menyusul serangan Iran terhadap fasilitas gas Ras Laffan. 

"Serangan brutal Iran terhadap negara-negara di kawasan ini telah melanggar semua garis merah dengan menargetkan warga sipil, infrastruktur sipil, dan fasilitas vital," tulis pernyataan itu. 

Sementara itu, QatarEnergy mengatakan, kebakaran besar telah terjadi di beberapa fasilitas gas alam cair (LNG) miliknya menyusul serangan terbaru Iran di Kota Industri Ras Laffan. 

Serangan ini "merupakan tambahan dari serangan sebelumnya di Kota Industri Ras Laffan pada hari Rabu" yang "mengakibatkan kerusakan luas pada fasilitas Pearl GTL (Gas-to-Liquids)," kata QatarEnergy. 

"Terdapat kerusakan lebih lanjut yang luas akibat serangan baru ini, dengan tim tanggap darurat segera dikerahkan dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan," tambah QatarEnergy. 

Negara lainnya, UUEA mengutuk serangan Iran terhadap fasilitas gas Habshan dan ladang Bab

Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan, serangan Iran yang menargetkan fasilitas gas Habshan dan ladang minyak Bab merupakan eskalasi berbahaya dan pelanggaran prinsip-prinsip hukum internasional. 

Kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berhak sepenuhnya untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasionalnya, dan untuk menjaga prestasi nasionalnya. 

Pernyataan itu menyebutkan bahwa pertahanan udara UEA berhasil mencegat serangan tersebut, dan tidak ada korban jiwa yang tercatat. 

Pernyataan itu juga menekankan bahwa penargetan infrastruktur energi vital merupakan ancaman langsung terhadap stabilitas regional dan pasar energi global. (*/red)

Bupati Mukhlis Minta Pers Bireuen Kedepankan Kritik Solutif dan Membangun

By On Kamis, Maret 19, 2026

Bupati Bireuen, Mukhlis menggelar temu pers bersama wartawan liputan Bireuen di Meuligo Bupati, Rabu, 18 Maret 2026 malam, usai kegiatan buka puasa bersama. 


BIREUEN, KabarViral79.Com Bupati Bireuen, Mukhlis mengharapkan insan pers yang bertugas di wilayah tersebut dapat menyampaikan kritik yang konstruktif serta disertai solusi, guna mendukung kinerja pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Bireuen

Harapan itu disampaikan Mukhlis saat menggelar temu pers bersama wartawan liputan Bireuen di Meuligo Bupati, Rabu, 18 Maret 2026 malam, usai kegiatan buka puasa bersama. 

“Mari kita berkolaborasi peduli kepada Bireuen, sehingga program-program yang telah direncanakan dapat tercapai, termasuk dalam upaya mensejahterakan masyarakat,” ujar Mukhlis. 

Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Razuardi, Penjabat Sekretaris Daerah Hanafiah, Juru Bicara Bupati Muhajir Juli, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Bireuen, Mursyidin. 

Mukhlis mengakui, berbagai hujatan dan kritik yang disampaikan melalui media selama ini kerap memengaruhi semangat kerjanya sebagai Kepala Daerah. 

Ia menilai, kritik yang tidak disertai solusi justru berpotensi menurunkan motivasi dalam menjalankan tugas untuk masyarakat. 

“Sebagai manusia biasa, saya juga merasakan bagaimana dihujat dan dicaci, bahkan sampai menyangkut orang tua,” ungkapnya. 

Karena itu, ia berharap media dapat menyajikan kritik yang membangun dan tidak bersifat menyerang secara personal. 

Menurutnya, kritik yang solutif akan lebih membantu pemerintah dalam melakukan perbaikan kebijakan. 

Mukhlis juga menegaskan, keterbukaannya terhadap masukan dari berbagai pihak, termasuk insan pers. 

Ia mempersilakan wartawan untuk berkomunikasi langsung melalui juru bicara maupun datang ke pendopo. 

“Kalau ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan rakyat, silakan disampaikan. Saya tidak menutup diri,” katanya. 

Selain itu, ia mengingatkan agar media tidak memelintir informasi dalam pemberitaan, serta dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah. 

“Mudah-mudahan kita terus menjalin silaturahmi dan komunikasi yang baik antara pemerintah dan media,” pungkasnya. (Joniful Bahri)

Lapas Serang Berikan Sentuhan Kebahagiaan Menjelang Lebaran

By On Kamis, Maret 19, 2026

 


Serang, KabarViral79.Com – Kebahagiaan datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dirasakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang, hal ini selain akan dikunjungi keluarganya saat momen lebaran nanti, mereka juga mendapatkan baju lebaran.

Baju lebaran memang selalu menjadi salah satu kebutuhan masyarakat Indonesia sesuai tradisi usai menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Warga binaan di Lapas Serang yang tidak berharap mendapatkan baju lebaran setiap datangnya Idul Fitri, kini dengan suka cita mereka menerima baju lebaran.

Pemberian baju lebaran kepada WBP Lapas Kelas IIA Serang, dipimpin langsung Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Serang Riko Stiven, Rabu 18 Maret sore kemarin.

Kalapas menjelaskan, kegiatan pemberian baju lebaran berupa baju Koko ini, merupakan bentuk perhatian dan kepedulian serta sentuhan persaudaraan Lapas Serang kepada warga binaan

“Dalam kegiatan Lapas Serang berbagi ini, seluruh warga binaan mendapatkan baju lebaran berupa baju Koko secara antusias dan penuh rasa syukur,” jelas Kalapas Serang Riko Stiven.

Riko menambahkan, bahwa dirinya selaku Kalapas terus mengajak warga binaan agar patuh, disiplin dan mengikuti aturan di Lapas.

“Saya selalu menekan bahwa warga binaan harus patuh, taat aturan , disiplin dan tidak melanggar. Sehingga kami pun sebagai pegawai Lapas menghargai usaha tersebut, dan dalam kegiatan berbagi ini kami Lapas Serang selalu ada untuk kalian warga binaan dan ini baju lebaran untuk saudaraku,” terang Riko.

Pembagian baju Koko lebaran, dilakukan pihak Lapas Serang di lapangan secara tertib oleh petugas kepada warga binaan.

Riko berharap, dengan pembagian baju lebaran ini seluruh warga binaan Lapas Serang tidak melakukan hal hal negatif saat menjalani hukuman.

“Kami mencoba mengajak warga binaan secara psikologis dan humanis yang berkelanjutan, dimana momen lebaran itu berkumpul merayakan bersama keluarga tercinta. Nah dengan pemberian baju Koko ini diharapkan selain memotivasi untuk beribadah lebih baik lagi, juga tidak bersedih hati saat merayakan lebaran, meski di dalam penjara. Dan yang terpenting yaitu mentaati peraturan di Lapas dan mengikuti pembinaan secara berkesinambungan,” pungkasnya

Ratusan Jurnalis Geruduk Mapolda Jatim, Desak Usut Dugaan OTT “Settingan” dan Tangguhkan Penahanan Jurnalis Amir

By On Kamis, Maret 19, 2026

SURABAYA, KabarViral79.Com - Gelombang solidaritas Insan Pers menggema di halaman Polda Jawa Timur (Jatim), saat ratusan Jurnalis dari berbagai daerah yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Jawa Timur dan Aliansi Jawa Timur Peduli Jurnalis mendatangi Mapolda Jatim untuk menyampaikan laporan resmi, Rabu, 18 Maret 2026..

Aksi tersebut merupakan bentuk protes sekaligus upaya Advokasi atas penangkapan rekan mereka, Muhammad Amir, yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh jajaran Polres Mojokerto Kabupaten

Para Jurnalis menilai, proses OTT tersebut sarat kejanggalan dan diduga kuat sebagai operasi yang “disetting”. 

Dengan membawa aspirasi kolektif, massa Jurnalis secara resmi melaporkan dugaan pelanggaran tersebut kepada Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jatim, Wassidik Krimum Polda Jatim, serta Irwasda Polda Jatim. 

Koordinator Aksi, Bung Taufik, yang turut hadir bersama elemen Jurnalis dan organisasi masyarakat, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas apa yang mereka anggap sebagai bentuk kriminalisasi terhadap wartawan. 

“Ini bukan sekadar penangkapan biasa. Kami melihat ada indikasi kuat dugaan rekayasa dalam OTT tersebut. Sangat tidak masuk akal seorang wartawan memeras seorang pengacara dengan nilai yang disebutkan. Ini harus dibongkar secara terang,” tegasnya dengan nada keras. 

Lebih lanjut, Bung Taufik mendesak agar Kapolres Mojokerto Kabupaten beserta Kasat Reskrimnya segera dicopot dari jabatannya dan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. 

“Kami minta Kapolres Mojokerto Kabupaten dan Kasatreskrimnya dicopot. Lakukan pemeriksaan intensif. Jangan sampai ada penyalahgunaan kewenangan yang mencederai hukum dan kebebasan pers,” tambahnya. 

Selain itu, pihak Aliansi juga mendesak agar Muhammad Amir segera mendapatkan penangguhan penahanan demi menjamin hak-haknya sebagai warga negara dan insan pers. 

Aksi solidaritas ini turut dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk organisasi masyarakat seperti Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) serta ratusan wartawan dari berbagai media di Jawa Timur. 

Setibanya di Mapolda Jatim, perwakilan massa diterima langsung oleh salah satu perwira dari Propam. Dalam pertemuan tersebut, laporan pengaduan resmi disampaikan dan diterima untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku di internal kepolisian. 

Para jurnalis berharap, laporan ini tidak hanya menjadi formalitas semata, tetapi benar-benar ditindaklanjuti secara transparan dan profesional. Mereka menegaskan bahwa perjuangan ini bukan hanya untuk satu orang, melainkan untuk menjaga marwah dan kemerdekaan pers di Indonesia. 

“Kalau hari ini wartawan bisa diduga dijebak, besok siapa lagi? Ini bukan hanya soal Amir, ini soal keadilan dan kebebasan pers,” pungkas Bung Taufik. 

Aksi ini menjadi penegasan bahwa solidaritas Jurnalis di Jawa Timur tetap solid dalam menghadapi segala bentuk dugaan kriminalisasi, serta berkomitmen mengawal proses hukum hingga tuntas dan berkeadilan. (*/red)

Kapolresta Tangerang Bersama Bhayangkari Sambangi Pospam Mudik, Bagikan Parsel Hingga Takjil

By On Rabu, Maret 18, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Jajaran Polresta Tangerang bersama Bhayangkari Cabang Kota Tangerang melakukan aksi sosial di tengah pengamanan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah

Dipimpin langsung oleh Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M Indra Waspada, rombongan menyambangi sejumlah Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan), Rabu  18 Maret 2026. 

Kegiatan ini menyasar titik-titik krusial seperti Posyan Km 43, Posyan Km 45, hingga Pospam Terpadu Citra Raya. Selain memberikan parsel untuk menyemangati petugas gabungan Operasi Ketupat Maung, jajaran juga membagikan sembako kepada pedagang kaki lima dan petugas kebersihan, serta takjil bagi pengguna jalan. 

"Ini merupakan wujud nyata program Bhayangkari Peduli untuk memberikan semangat kepada personel yang bertugas menjaga keamanan dan kelancaran mudik masyarakat," ujar Kombes Pol Andi M Indra Waspada. 

Kasi Humas Polresta Tangerang, Ipda Sandro Tree Bahara menambahkan, kehadiran pimpinan di lapangan bertujuan memastikan moral anggota tetap tinggi. 

"Bapak Kapolresta dan Ketua Bhayangkari ingin memastikan petugas merasa didukung penuh. Kami juga berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar lewat pembagian takjil dan sembako. Alhamdulillah, hingga pukul 18.00 WIB tadi, situasi terpantau aman dan kondusif," ujarnya. (Reno)