-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Prabowo Tiba di Tokyo, Bakal Temui Kaisar dan PM Jepang

By On Senin, Maret 30, 2026

Presiden RI, Prabowo Subianto tiba di Jepang dalam rangka kunjungan resmi kenegaraan, pada Minggu, 29 Maret 2026. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Jepang untuk menemui Kaisar Naruhito dan Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi, Minggu, 29 Maret 2026. 

Prabowo tiba di Bandara Haneda, Tokyo, pukul 19.15 waktu setempat. 

Prabowo menggunakan pesawat kepresidenan Garuda. 

Prabowo terlihat menggunakan jas biru gelap lengkap dengan peci. Di bandara, Prabowo disambut State Minister for Foreign Affairs of Japan Horii Iwao, Kepala Protokol Negara Jepang Miyashita Tadayuki, Direktur Jenderal Kemlu Jepang, Mr. Miyamoto, Direktur Asia Tenggara 1 Kemlu Jepang Hokugo Kyoko, Direktur Asia Tenggara 2 Kemlu Jepang Izuchi Kazushi, Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir, Atase Pertahanan RI di Tokyo Laksma TNI Hidayaturrahman. 

Prabowo kemudian memasuki mobil Kepresidenan untuk menuju tempat penginapan. 

Di tempat penginapan, Prabowo disambut para Menteri, pihak Kedutaan hingga Diaspora Indonesia di Jepang. 

Turut mendampingi Prabowo dalam kegiatan di Jepang, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono, Menkomdigi Meutya Hafid, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. 

Teddy mengatakan, Prabowo dijadwalkan melakukan sejumlah agenda penting dalam kunjungan resmi di Jepang, salah satunya memenuhi undangan pertemuan Kaisar Naruhito di Imperial Palace

Kunjungan ini diharapkan memperkuat hubungan bilateral serta meningkatkan kerja sama strategis antara Indonesia dan Jepang

"Salah satunya adalah Presiden Prabowo akan melakukan state call kepada Kaisar Jepang Naruhito," kata Teddy. 

Prabowo juga diagendakan untuk melakukan pertemuan dengan PM Sanae Takaichi yang akan berlangsung di Akasaka Palace, Tokyo

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang. 

Setelah mengunjungi Jepang, Prabowo akan melanjutkan lawatannya ke Seoul, Korea

Rangkaian lawatan ini diharapkan menjadi bagian dari diplomasi aktif Indonesia dalam memperkuat posisi strategis di kawasan Asia Timur. (*/red)

6.308 WNI Terlibat Sindikat Online Scam di Kamboja, 2.528 Dipulangkan Bertahap

By On Senin, Maret 30, 2026

WNI terlibat sindikat Online Scam di Kamboja dipulangkan bertahap. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Warga Negara Indonesia (WNI) terlibat sindikat penipuan online atau daring di Kamboja mencapai 6.308 orang. 

Jumlah tersebut tercatat sejak 16 Januari hingga 26 Maret 2026. 

“Dari jumlah tersebut, dalam periode 30 Januari hingga 26 Maret 2026, KBRI Phnom Penh telah memfasilitasi kepulangan sebanyak 2.528 WNI ke Indonesia secara bertahap,” demikian keterangan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh dalam laman resminya dikutip, Minggu, 29 Maret 2026. 

KBRI terus menjalin koordinasi erat dengan Pemerintah Kamboja untuk memperoleh penghapusan denda overstay

Sampai dengan 26 Maret 2016, Pemerintah Kamboja telah memberikan penghapusan denda overstay bagi 4.361 WNI. 

Selain itu, KBRI juga telah menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi 2.346 WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan. 

“Dengan dukungan Pemerintah Kamboja, KBRI Phnom Penh memfasilitasi penampungan sementara bagi WNI yang mengalami keterbatasan finansial selama menunggu proses kepulangan. Saat ini, sekitar 300 WNI masih berada di penampungan sementara,” tulis Kemlu. 

Kemlu juga menyampaikan bahwa lonjakan kedatangan WNI yang meminta bantuan langsung ke KBRI Phnom Penh terjadi dalam dua setengah bulan terakhir, seiring dengan intensifikasi operasi pemberantasan sindikat penipuan daring oleh Pemerintah Kamboja sejak pertengahan Januari 2026. 

“Hingga kini, arus kedatangan WNI ke KBRI Phnom Penh masih terus berlangsung,” tulis keterangan Kemlu. 

Pemerintah Kamboja, ungkap Kemlu, telah menargetkan wilayahnya bebas dari aktivitas sindikat penipuan daring sebelum perayaan Tahun Baru Khmer pada pertengahan April 2026. 

Target tersebut turut berkontribusi pada meningkatnya jumlah WNI yang keluar dari jaringan tersebut. 

Kemlu pun memastikan bahwa KBRI Phnom Penh menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelindungan kepada seluruh WNI, tanpa mengesampingkan aspek penegakan hukum. 

"KBRI juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum di Indonesia untuk melakukan pemeriksaan terhadap WNI eks sindikat penipuan daring, khususnya untuk mengidentifikasi tingkat keterlibatan WNI dalam aktivitas ilegal tersebut,” tulis Kemlu. (*/red)

Juwono Sudarsono: Arsitek Reformasi Pertahanan Indonesia

By On Senin, Maret 30, 2026

Eks Menhan Juwono Sudarsono

Oleh: WT. Daniealdi

Dalam suasana duka yang masih terasa setelah kepergian Juwono Sudarsono pada 28 Maret 2026, kita sebetulnya diajak untuk melampaui sekadar mengenang sosok. 

Lebih dari itu, ini adalah momen untuk menengok kembali kedalaman pemikirannya, yang diam-diam telah menjadi fondasi penting bagi arah reformasi pertahanan Indonesia setelah runtuhnya Orde Baru

Juwono bukan figur teknokrat biasa. Sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Indonesia, dengan gelar doktor dari London School of Economics, ia memiliki pijakan akademik yang kokoh. 

Namun, yang membuatnya menonjol adalah kemampuannya menjembatani dunia teori dan praktik, sesuatu yang jarang dimiliki banyak akademisi. 

Ia hadir di saat yang tepat, ketika Indonesia tengah menjalani transisi demokrasi yang rentan, dengan beban sejarah panjang relasi sipil-militer yang tidak seimbang akibat warisan dwifungsi ABRI

Dari sanalah lahir pemikiran-pemikiran strategis yang tidak berhenti di ruang kuliah atau jurnal ilmiah, tetapi diterjemahkan menjadi kebijakan nyata. 

Setidaknya, ada empat pilar utama yang merangkum kontribusi intelektualnya, yakni: supremasi sipil, konsep Minimum Essential Forces (MEF), pertahanan non-militer, dan pembangunan fondasi institusional pemikiran strategis melalui Universitas Pertahanan (Unhan) RI

Banyak yang tidak menyadari saat ini, bahwa keempatnya saling terkait dan membentuk satu bangunan utuh tentang bagaimana seharusnya pertahanan negara dikelola dalam sistem demokrasi modern. 

Pertanyaannya hari ini menjadi relevan sekaligus reflektif: sejauh mana gagasan-gagasan itu masih hidup – bahkan mungkin semakin penting – di tengah tantangan Indonesia menuju 2045? 

Menegakkan Supremasi Sipil

Pilar pertama, sekaligus yang paling menentukan, adalah supremasi sipil. Dalam dua periode jabatannya sebagai Menteri Pertahanan – 1999-2000 di era Presiden Abdurrahman Wahid dan 2004–2009 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono – Langkah-langkah strategis yang ditawarkan Juwono – perlahan tapi pasti – telah menjadi simbol berakhirnya dominasi militer selama empat dekade (1959–1999). 

Namun, perannya tidak berhenti pada simbolisme. Ia mendorong perubahan konkret, seperti: pemisahan fungsi TNI yang berfokus pada pertahanan eksternal dan Polri yang menangani keamanan dalam negeri, penghapusan bertahap dwifungsi ABRI, serta penegasan netralitas politik militer. 

Dalam kerangka teori, pendekatan ini sejalan dengan pemikiran Samuel P. Huntington dalam The Soldier and the State (1957), yang membedakan antara kontrol sipil objektif dan subjektif. 

Bagi Huntington, kontrol sipil yang sehat justru lahir dari militer yang profesional dan apolitis, bukan dari intervensi politik yang berlebihan. 

Juwono mengadopsi prinsip ini dengan cara yang khas Indonesia. Ia berulang kali menegaskan bahwa reformasi militer sejati bergantung pada kekuatan sipil yang kredibel. 

Artinya, supremasi sipil tidak cukup hanya secara formal, ia harus ditopang oleh kapasitas, integritas, dan legitimasi dari aktor-aktor sipil itu sendiri. 

Dalam berbagai kajian pasca-1998, seperti yang ditulis Marcus Mietzner dan Kusnanto Anggoro, peran Juwono bahkan disebut sebagai katalis penting yang memungkinkan transformasi TNI menuju institusi yang lebih profesional. 

Meski demikian, proses ini tidak berjalan tanpa hambatan. Juwono mengakui adanya resistensi internal, termasuk persoalan klasik anggaran pertahanan yang “bocor dan boros”, di mana pengeluaran di luar APBN pernah mencapai lebih dari 70 persen. 

Di titik ini, supremasi sipil bukan hanya soal kekuasaan, tetapi juga soal tata kelola. 

Minimum Essential Forces (MEF)

Pilar kedua adalah Minimum Essential Forces (MEF). Gagasan ini tampak sederhana, tetapi justru di situlah letak kekuatannya. 

MEF tidak berbicara tentang membangun kekuatan militer sebesar mungkin, melainkan sebesar yang diperlukan; Minimum, tetapi esensial. 

Dalam praktiknya, ini adalah bentuk perencanaan berbasis kemampuan (capability-based planning), bukan berbasis ancaman semata. 

Indonesia, dengan karakter sebagai negara kepulauan dan dengan keterbatasan anggaran – yang secara historis hanya sekitar 0,7–1 persen PDB – tidak mungkin meniru model kekuatan militer negara besar. 

Karena itu, Juwono menawarkan pendekatan yang realistis sekaligus rasional. Konsep ini kemudian diadopsi secara resmi pada era Yudhoyono dan hingga kini tetap menjadi acuan pembangunan kekuatan TNI. 

Yang menarik, Juwono juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengadaan alutsista dan upaya mengurangi korupsi. 

Dengan begitu, pertahanan diposisikan sebagai public goods – layanan publik yang menopang stabilitas, bukan sekadar proyek belanja negara. 

Pertahanan Non-Militer

Pilar ketiga adalah gagasan pertahanan non-militer. Di sinilah terlihat keluasan pandangan Juwono. 

Ia memahami bahwa ancaman terhadap negara tidak lagi hanya berbentuk invasi militer. 

Ancaman bisa datang dari kelemahan sumber daya manusia, ketertinggalan teknologi, ketimpangan sosial, hingga rapuhnya nilai-nilai kebangsaan. 

Karena itu, ia mendorong pendekatan pertahanan komprehensif, atau yang sering disebut sebagai “total defence”. 

Dalam kerangka ini, pertahanan mencakup pembangunan manusia, penguatan ilmu pengetahuan, keadilan sosial, dan nation and character building. 

Gagasan ini bahkan mendahului diskursus global tentang hybrid warfare dan whole-of-society approach, di mana ancaman non-tradisional seperti siber, ekonomi, dan budaya menjadi semakin dominan. 

Dengan kata lain, bagi Juwono, pertahanan bukan monopoli militer. Ia adalah urusan seluruh bangsa. 

Membangun Universitas Pertahanan RI

Pilar keempat adalah pembangunan institusi pemikiran strategis, yang paling konkret diwujudkan melalui pendirian Universitas Pertahanan Indonesia pada 2009. 

Ini bukan sekadar proyek kelembagaan, melainkan bagian dari visi jangka panjang. 

Juwono melihat kebutuhan mendesak akan pusat pendidikan pertahanan yang tidak hanya militeristik, tetapi juga multidisipliner. 

Ia ingin melahirkan generasi baru yang memahami pertahanan dari berbagai perspektif, mulai dari pemikiran strategis, politik, ekonomi, hingga budaya, serta mampu menjembatani relasi sipil dan militer secara sehat. 

Dalam konteks ini, Unhan menjadi lebih dari sekadar kampus. Ia adalah ruang reproduksi gagasan, tempat di mana pemikiran strategis terus diperbarui dan diuji. 

Sebuah think tank yang diharapkan mampu menjaga kesinambungan reformasi pertahanan di masa depan. 

Melanjutkan Warisan

Jika dilihat secara utuh, keempat pilar ini saling menguatkan. 

Supremasi sipil memberikan fondasi politik, MEF menawarkan kerangka strategis yang realistis, pertahanan non-militer memperluas cakupan ancaman, dan Unhan memastikan keberlanjutan pemikiran. 

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa gagasan-gagasan ini bersifat prediktif. Memasuki periode 2025–2045, Indonesia menghadapi lanskap yang semakin kompleks, di mana persaingan kekuatan besar di Indo-Pasifik, ancaman siber, hingga dampak perubahan iklim terhadap keamanan maritim. 

Dalam situasi seperti ini, pemikiran Juwono justru terasa semakin relevan. Bahkan, beberapa studi tentang reformasi militer di Asia Tenggara – seperti karya Croissant dan Kuehn – menempatkan Indonesia sebagai salah satu contoh transisi yang relatif berhasil, di mana supremasi sipil dapat ditegakkan tanpa memicu instabilitas besar. 

Namun, refleksi yang jujur juga menuntut kita melihat batas-batasnya. Supremasi sipil, misalnya, masih menghadapi ujian: apakah aktor sipil hari ini cukup kuat dan kompeten untuk menjalankan peran tersebut? 

MEF membutuhkan konsistensi anggaran, sementara pertahanan non-militer menuntut koordinasi lintas sektor yang tidak selalu mudah diwujudkan. 

Di titik inilah kepergian Juwono terasa sebagai panggilan refleksi. Warisannya bukan sesuatu yang selesai. Ia bukan monumen, melainkan kerangka berpikir yang harus terus diuji, disesuaikan, dan diperbarui. 

Pada akhirnya, Juwono mengajarkan satu hal mendasar, bahwa pertahanan negara tidak bisa hanya bertumpu pada kekuatan senjata. Ia harus dibangun di atas keseimbangan antara sipil yang visioner dan militer yang profesional. 

Di tengah suasana duka, pertanyaan yang tersisa justru jauh lebih mendalam: apakah kita mampu merawat warisan itu dengan kesungguhan yang sama? 

Jika jawabannya ya, maka Juwono tidak benar-benar pergi. Ia tetap hidup dalam setiap kebijakan pertahanan yang menjunjung kedaulatan, transparansi, dan keberlanjutan. 

Terimakasih dan Selamat Jalan Profesor Juwono Sudarsono.

Penulis adalah pemerhati masalah politik, pertahanan-keamanan, dan hubungan internasional

Sumber: kompas.com

Ada Apa? Surat Permohonan Informasi Publik Soal Proyek Permukiman Kumuh di Rancaseneng Tak Ditanggapi

By On Minggu, Maret 29, 2026

 


PANDEGLANG, KabarViral79.Com – Surat permohonan informasi publik terkait kegiatan Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman Kumuh di Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikesik, Kabupaten Pandeglang, Tahun Anggaran 2023, hingga kini belum mendapat tanggapan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Banten.

Hal tersebut disampaikan oleh Tb Aji Fatulloh yang mengaku telah mengirimkan surat permohonan informasi publik kepada dinas terkait sejak 28 Februari 2026. Surat tersebut tercatat dengan kode permohonan 20261552, namun sampai saat ini belum ada respons dari pihak Dinas Perkim Provinsi Banten.

Menurut Tb Aji, tidak adanya tanggapan atas permohonan informasi tersebut menimbulkan tanda tanya dan kekecewaan, terutama terkait transparansi pelaksanaan proyek peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh yang berada di Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikesik, Kabupaten Pandeglang.

“Kami sudah mengirimkan surat permohonan informasi sejak 28 Februari 2026, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan dari Dinas Perkim Provinsi Banten,” ujar Tb Aji Fatulloh.

Ia menilai, informasi terkait proyek yang bersumber dari anggaran pemerintah seharusnya dapat diakses oleh masyarakat secara terbuka, sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.

Tb Aji berharap pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten segera memberikan respons terhadap permohonan informasi yang telah diajukan, sekaligus memberikan penjelasan secara terbuka terkait pelaksanaan proyek Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman Kumuh di Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikesik, Kabupaten Pandeglang pada Tahun Anggaran 2023.

Menurutnya, keterbukaan informasi publik merupakan bagian penting dari pengawasan masyarakat terhadap penggunaan anggaran negara, sehingga setiap permohonan informasi yang diajukan oleh warga seharusnya mendapat tanggapan sesuai ketentuan yang berlaku.

Gubernur Andra Soni Sebut Diaspora Banten Harus Jadi Motor Penggerak Sosial Ekonomi

By On Sabtu, Maret 28, 2026

SERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni mengajak Diaspora Banten menjadi kekuatan utama dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan sosial ekonomi daerah. 

Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan Kumpul Jeung Dulur Sinergi Diaspora Banten yang diinisiasi Salakanagara Institute di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2026. 

Menurutnya, diaspora bukan sekadar warga Banten yang tinggal di luar daerah atau luar negeri. 

Lebih dari itu, kata dia, Diaspora adalah bagian tak terpisahkan dari identitas dan kekuatan kolektif Banten. 

“Diaspora Banten bukan sekadar angka statistik. Mereka adalah jiwa-jiwa yang membawa semangat persaudaraan, kecerdasan, dan kerinduan untuk melihat tanah kelahirannya maju,” ujarnya. 

Ia menegaskan, di berbagai wilayah, putra-putri Banten telah membuktikan kapasitasnya, mulai dari menjadi profesor hingga berkiprah di kampus dan institusi besar bahkan mengabdi untuk bangsa dan negara. 

Dia menilai, silaturahmi seperti Kumpul Jeung Dulur memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai ajang temu kangen, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi. 

“Silaturahmi adalah teknologi sosial terkuat yang kita miliki. Dari sini lahir transfer ilmu, kolaborasi ide, dan penguatan ekonomi,” ujarnya. 

Di tengah berbagai tantangan global dan keterbatasan fiskal daerah, Andra Soni mengakui pembangunan tidak berjalan mudah. 

Konflik global, tekanan ekonomi, hingga dampak kemarau panjang menjadi tantangan nyata yang dihadapi Banten. Namun demikian, ia menegaskan optimisme harus tetap dijaga. 

“Kita harus jujur bahwa ruang fiskal terbatas. Tapi optimisme tidak boleh padam. Kita harus terus membangun,” tegasnya. 

Andra Soni menegaskan, pembangunan tidak selalu identik dengan hal-hal besar, melainkan bagaimana memperkuat ketahanan pangan, memastikan bantuan tepat sasaran, dan menjaga kerukunan masyarakat. 

Andra Soni juga menyoroti berbagai langkah kolaboratif yang telah dilakukan tanpa bergantung penuh pada APBD

Dia juga menyampaikan, kisah inspiratif sejumlah anak Banten yang berhasil menembus perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri. 

“Mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi,” ujarnya. 

Di akhir sambutannya, Andra Soni mengajak Diaspora mengambil peran konkret dalam pembangunan daerah, mulai dari menjadi duta promosi, mentor bagi generasi muda, hingga mitra strategis investasi

“Jarak boleh memisahkan kita, tapi cinta pada Banten akan selalu mempersatukan kita. Mari kita pastikan tidak ada lagi mimpi anak Banten yang terkubur karena kemiskinan,” ujarnya. (Welfendry)

Samin Tan Ditahan Kejagung, Bos Tambang yang Pernah Lolos dari Jerat KPK

By On Sabtu, Maret 28, 2026

Beneficial Owner PT Asmin Koalindo Tuhup, Samin Tan ditahan Kejagung. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Beneficial Owner PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT), Samin Tan resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan pertambangan di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Samin ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Rutan Salemba Kejagung, Sabtu, 28 Maret 2026. 

Dalam kasus tersebut, PT AKT diketahui telah dicabut izin usahanya pada 2017. Namun, perusahaan tersebut diduga masih melakukan aktivitas penambangan dan penjualan batu bara hingga 2025. 

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan, Samin diduga melakukan praktik lancung dengan menjalankan bisnis tambang tanpa izin resmi dari pemerintah. Izin itu berupa kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). 

Samin Tan melalui PT AKT terus melakukan penambangan di Kabupaten Murung Raya, Kalteng, meski PKP2B telah dicabut sejak 2017 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

"PT AKT masih tetap terus melakukan penambangan dan penjualan hasil tambang secara tidak sah dan melawan hukum sampai dengan 2025," ujar Syarief kepada wartawan, di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Sabtu, 28 Maret 2026. 

Terungkapnya praktik lancung Samin Tan bermula dari peringatan Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) atas pelanggaran di kawasan hutan. 

Perusahaan tersebut dikenakan denda sebesar Rp 4,2 triliun, namun penagihan tidak kunjung diindahkan. 

Penyidik menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor 14 tanggal 25 Maret 2026. 

Samin Tan ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai Beneficial Owner PT AKT. Alasannya beroperasi menggunakan perizinan yang tidak sah. 

Jaksa menyebut, ada keterlibatan penyelenggara negara yang membantu kecurangan tersebut. Namun tidak disebutkan, siapa penyelenggara yang dimaksud. 

“Penyelenggara negara yang dimaksud, bertugas melakukan pengawasan di kegiatan pertambangan,” kata Syarief. 

Atas perbuatannya, Samin Tan dijerat Pasal 603 jo Pasal 20 huruf a atau c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) jo Pasal 18 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) atau Pasal 604 jo Pasal 20 huruf a atau c KUHP jo Pasal 18 UU Tipikor. 

Terseret Kasus KPK

Kasus ini bukan yang pertama menjerat Samin Tan. Pada 2019, ia pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap dan gratifikasi

Saat itu, Samin diduga memberikan uang kepada Eni Maulani Saragih sebesar Rp 5 miliar untuk mengurus terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Namun, pada 30 Agustus 2021, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Samin bebas dari seluruh dakwaan. 

Hakim menilai, dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, yang dapat dipidana dalam perkara gratifikasi adalah penerima, bukan pemberi. 

Sebaliknya, Eni Maulani Saragih telah divonis enam tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan pada 2019 karena terbukti menerima gratifikasi. 

Sosok Samin Tan

Samin Tan merupakan pengusaha tambang yang pernah menempuh pendidikan di Universitas Tarumanegara pada 1986. 

Ia memulai karier di kantor akuntan publik KPMG Hanadi Sudjendro, lalu bergabung dengan Deloitte Touche pada periode 1998-2002. 

Sejak 2007, Samin mengembangkan bisnis di sektor pertambangan dan mendirikan PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk. 

Namanya semakin dikenal setelah menjabat sebagai Chairman Bumi Plc, perusahaan tambang yang tercatat di London Stock Exchange. 

Pada 2011, majalah Forbes menempatkannya sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan mencapai 940 juta dollar Amerika Serikat (AS). (*/red)

Juwono Sudarsono Dikabarkan Tutup Usia, Eks Menteri Era Soeharto hingga SBY

By On Sabtu, Maret 28, 2026

Eks Menhan Juwono Sudarsono

JAKARTA, KabarViral79.Com - Juwono Sudarsono dikabarkan tutup usia pada usia ke-84 tahun. 

Diketahui, Juwono pernah menjadi Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Presiden SBY hingga Menteri Negara Lingkungan Hidup Kabinet Pembangunan VII Soeharto

Juwono meninggal dunia pada pukul 13.45 WIB di RSPI Pondok Indah, Jakarta. Mendiang Juwono rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jaksel, pada Minggu besok, 29 Maret 2026. 

"Betul, Bapak Juwono Sudarsono beliau telah meninggal dunia," ujar Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, Sabtu, 28 Maret 2026. 

Sosok Juwono

Dirangkum dari Situs Kemhan, Antara hingga situs yayasan non-profit AMINEF, Juwono lahir pada 5 Maret 1942 di Ciamis, Jawa Barat. 

Juwono adalah putra dari Dr. Sudarsono, pernah menjadi Menteri Sosial ketika Indonesia baru saja merdeka. 

Juwono pernah menempuh pendidikan di Universitas Indonesia untuk gelar kesarjanaan. 

Dia menempuh kuliah di The University of California at Berkeley, Amerika Serikat untuk gelar master hingga The London School of Economics, Inggris untuk Ph.D. 

Juwono juga sempat menjadi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia. 

Dia juga pernah mengajar di Universitas Columbia, New York, pada tahun 1986-1987. 

Kiprah Juwono di bidang politik cukup menterang. Dia menjadi Menteri di era Presiden Soeharto, B.J. Habibie, Gus Dur dan SBY. 

Juwono merupakan Menhan pertama dari kalangan sipil sejak 1959. 

Pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, Juwono juga pernah menjabat sebagai Duta besar RI untuk Kerajaan Inggris dan Republik Irlandia. 

Berikut karir Juwono di Kabinet sejumlah Presiden: 

Menteri Negara Lingkungan Hidup Kabinet Pembangunan VII Presiden Soeharto (1997-1998) 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Reformasi Presiden Habibie (Mei 1998-Oktober 1999) 

Menteri Pertahanan Kabinet Persatuan Nasional Presiden Gus Dur (Oktober 1999-Agustus 2000) 

Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya Presiden Megawati (12 Juni 2003-Oktober 2004) 

Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Bersatu (21 Oktober 2004-20 Oktober 2009). 


(*/red)

KPK Temukan Penipuan Modus Surat Panggilan Pemeriksaan di Jatim

By On Sabtu, Maret 28, 2026

Ilustrasi Gedung Merah Putih KPK

JAKARTA, KabarViral79.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima informasi adanya peredaran surat pemanggilan pemeriksaan palsu yang mengatasnamakan KPK. 

Masyarakat pun diminta waspada adanya penipuan yang mengatasnamakan KPK

“KPK mendapatkan informasi beredarnya surat panggilan palsu yang mengatasnamakan KPK. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap modus penipuan seperti ini,” ujar Juru Bicara (Jubir) KPK, Budi Prasetyo, Jumat, 27 Maret 2026. 

Menurutnya, surat palsu tersebut beredar di wilayah Jawa Timur (Jatim). Surat palsu tersebut mencantumkan pemanggilan terhadap sejumlah badan usaha atau perusahaan untuk dimintai keterangan. 

"Surat panggilan palsu yang diketahui beredar di wilayah Jatim tersebut, mencantumkan pemanggilan terhadap sejumlah badan usaha atau perusahaan untuk dimintai keterangan, disertai nomor surat perintah penyelidikan, hingga mengatasnamakan Direktur Penyelidikan KPK,” ujarnya. 

Budi mengatakan, surat pemanggilan tersebut adalah palsu dan tidak pernah diterbitkan oleh KPK. 

"Atas beredarnya surat tersebut, kami meminta masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan KPK, termasuk pemerasan, pengurusan perkara, maupun permintaan sejumlah uang atau sumbangan dalam bentuk apapun,” ujarnya. 

Dia meminta agar masyarakat selalu berhati-hati dan waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan KPK. Termasuk tindakan pemerasan, pengurusan perkara, maupun permintaan sejumlah uang atau sumbangan dalam bentuk apapun. 

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat, jika mengetahui atau menemukan adanya tindakan kriminal yang mengatasnamakan pihak dari KPK, agar segera melaporkan kepada aparat penegak hukum setempat atau KPK,” tuturnya. 

Budi mengimbau, jika masyarakat mengetahui atau menemukan adanya tindakan kriminal yang mengatasnamakan pihak KPK bisa untuk segera melaporkan kepada aparat penegak hukum setempat atau KPK. 

“Laporan kepada KPK dapat disampaikan secara langsung melalui Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat (PLPM) di Gedung Merah Putih KPK,” pungkasnya. (*/red)

Israel Digempur Rudal Iran, Satu Orang Tewas di Tel Aviv

By On Sabtu, Maret 28, 2026

Dampak serangan rudal Iran di wilayah Israel. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Dikabarkan sedikitnya satu orang tewas di kawasan Ibu Kota Tel Aviv akibat serangan rudal Iran. 

Diketahui, Teheran terus melancarkan serangan pembalasan terhadap Tel Aviv saat perang memasuki bulan pertama. 

Dilansir dari AFP, Sabtu, 28 Maret 2026, militer Israel menyebut pihaknya telah mengidentifikasi rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran menuju ke wilayah negara Israel, setidaknya lima kali serangan selama lebih dari lima jam, pada Jumat, 27 Maret 2026, waktu setempat. 

Serangan-serangan rudal Iran itu memicu diaktifkannya sirene peringatan pada Jumat malam, 27 Maret 2026 hingga Sabtu dini hari, 28 Maret 2026. 

Sistem pertahanan udara Tel Aviv juga diaktifkan untuk mencegat serangan-serangan tersebut. 

Otoritas layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA) menyebut, seorang pria tewas di Tel Aviv menyusul serangan rudal terbaru Iran. 

Dua pria lainnya, berusia 65 tahun dan 50 tahun, sebut MDA dalam laporannya, mengalami luka-luka di area Tel Aviv dan telah dibawa ke rumah sakit. 

Dua orang lainnya, yang berusia 37 tahun dan 21 tahun, mengalami luka-luka akibat serpihan rudal di area kota Kuseife, Israel bagian selatan dan telah dilarikan ke rumah sakit setempat. 

Menurut foto-foto yang dipublikasikan MDA, terdapat banyak petugas tanggap darurat di lokasi yang terdampak serangan rudal di Tel Aviv, dengan ruas jalanan utama ditutup sebagian. 

Dalam salah satu video yang dibagikan oleh militer Israel, pejabat Komando Pertahanan Dalam Negeri Miki David mengatakan bahwa sebuah apartemen terkena amunisi cluster. 

Beberapa foto menunjukkan bagian pintu masuk sebuah bangunan yang hancur dipenuhi puing-puing. 

Amunisi cluster dapat meledak di udara dan menyebarkan bom-bom kecil di area yang lebih luas. Israel dan Iran sebelumnya telah saling tuduh menggunakan bom cluster. 

Sebuah rekaman video yang dibagikan seorang sakti mata kepada AFP menunjukkan rentetan rudal mengarah ke Yerusalem

Militer Israel mengatakan, pihaknya sedang mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan untuk menangani lokasi-lokasi terdampak. 

"Beberapa saat yang lalu, IDF (Angkatan Bersenjata Israel) mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," demikian pernyataan militer Israel melalui saluran Telegram resminya. 

"Pasukan pencarian dan penyelamatan, baik pasukan cadangan maupun reguler, saat ini beroperasi di lokasi-lokasi di Israel tengah di mana laporan soal dampak telah diterima," pungkas pernyataan itu. (*/red)

Jangan Terkecoh OTT Wartawan Amir: Dugaan Skema Rehabilitasi Narkoba, ‘Bambu Penyangga’, dan Taruhan Jabatan Terungkap

By On Sabtu, Maret 28, 2026

SURABAYA, KabarViral79.Com - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wartawan Amir kini memasuki babak yang lebih serius. Di balik narasi penegakan hukum, muncul dugaan kuat adanya pengalihan isu dari persoalan utama yang jauh lebih besar: praktik rehabilitasi narkoba yang patut dipertanyakan, serta indikasi keterlibatan pihak-pihak tertentu untuk menopang konstruksi perkara agar tidak runtuh. 

Peristiwa OTT terhadap Wartawan Amir tidak lagi dapat dipandang sebagai kasus tunggal. Publik mulai melihat adanya pola yang bersifat sistematis, bahkan terkesan “berseri”, dengan kemunculan sejumlah tokoh baru yang diduga dilibatkan untuk memperkuat narasi tertentu. 

Tokoh-tokoh ini seolah tampil mendukung, namun patut diduga hanya berperan sebagai “bambu penyangga”—alat untuk menjaga agar konstruksi perkara tetap berdiri. Tidak menutup kemungkinan, terdapat perlakuan khusus atau jaminan tertentu yang diberikan demi menjaga narasi tersebut tetap solid di hadapan publik. 

Padahal, substansi perkara yang sesungguhnya justru terletak pada hal yang jauh lebih krusial. OTT hanyalah permukaan. Persoalan utama yang harus dijawab secara terbuka adalah dugaan praktik dalam proses rehabilitasi narkoba yang berpotensi menyimpang. 

Sejumlah pertanyaan mendasar kini mengemuka dan menuntut jawaban tegas: 

Pertama, apakah benar terdapat pelaku narkoba yang ditangkap kemudian dilepaskan dengan sejumlah uang melalui modus rehabilitasi? 

Jika benar, maka ini merupakan indikasi serius adanya penyimpangan dalam penegakan hukum. 

Kedua, apakah proses rehabilitasi tersebut benar-benar dijalankan sesuai prosedur, atau hanya sekadar formalitas untuk melegitimasi pelepasan? 

Publik berhak mengetahui apakah rehabilitasi dijalankan secara substantif atau hanya menjadi alat pembenaran administratif. 

Ketiga, berapa batas kewajaran biaya rehabilitasi? Apakah nominal yang beredar memiliki dasar hukum dan standar resmi, atau justru menjadi celah praktik “uang pelicin” yang dibungkus dengan legalitas semu. 

Keempat, apakah lembaga rehabilitasi tersebut benar-benar memiliki kerja sama resmi dengan Badan Narkotika Nasional, atau hanya menjadi kedok untuk kepentingan tertentu. 

Di tengah pertanyaan-pertanyaan besar tersebut, penetapan Wartawan Amir sebagai tersangka justru menimbulkan kecurigaan publik. Apalagi jika dikaitkan dengan fakta bahwa unsur tindak pidana pemerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 482 ayat (1) KUHP Nasional 2023 tidak terpenuhi—tidak adanya paksaan, ancaman kekerasan, maupun tujuan menguntungkan diri secara melawan hukum. 

Hal ini memperkuat dugaan bahwa kasus ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan berpotensi menjadi bentuk kriminalisasi terhadap insan pers yang sedang menjalankan fungsi kontrol sosial. 

Advokat Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.Med., C.LO., C.PIM menegaskan bahwa publik tidak boleh teralihkan dari substansi utama perkara. 

“Jangan terkecoh oleh OTT. Pertanyaan besarnya adalah, mengapa wartawan yang menjalankan tugas justru dijadikan tersangka, sementara dugaan penyimpangan yang lebih besar belum dijawab secara terang. Ini bukan sekadar perkara hukum, ini soal integritas.”

Ia juga menyerukan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh upaya pencitraan yang tidak sesuai fakta, termasuk dugaan tekanan terhadap pihak-pihak tertentu untuk memberikan testimoni demi membangun opini publik. 

Kasus ini disebut sebagai pertaruhan besar—bukan hanya bagi individu, tetapi juga bagi integritas institusi dan profesionalitas aparat penegak hukum. Jika substansi tidak diungkap dan hanya berhenti pada permukaan, maka kepercayaan publik akan semakin terkikis. 

Pada akhirnya, publik dihadapkan pada satu pilihan: percaya pada narasi yang dibangun, atau menuntut kebenaran yang sesungguhnya. 

Karena hukum seharusnya membongkar fakta, bukan menyembunyikannya. (*/red)

Anggota KKPMP dan Anaknya Jadi Korban Pengeroyokan di Cikeusal, Jeri Kaspor Desak Polres Serang Tangkap Pelaku

By On Sabtu, Maret 28, 2026

 


KAB. SERANG, KabarViral79.Com – Aksi dugaan pengeroyokan oleh sekelompok orang yang diduga preman bayaran terjadi di wilayah hukum Polres Serang. Korbannya adalah Suarta, anggota ormas Kesatuan Komando Pembela Merah Putih (KKPMP), beserta anak kandungnya.

Peristiwa nahas tersebut berlangsung di kediaman korban yang berlokasi di Kampung Baru, Desa Mongpok, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, pada Sabtu malam (22/03/2026) sekitar pukul 20.22 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi penyerangan brutal ini diduga dipicu oleh perselisihan terkait urusan pelunasan utang piutang. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka dan trauma.

Menanggapi insiden yang menimpa anggotanya, Ketua KKPMP Provinsi Banten, Jeri Kaspor, angkat bicara. Ia mengecam keras tindakan anarkis yang mencederai rasa aman warga tersebut.

"Kami mengecam dan meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polres Serang, untuk segera memproses dan menangkap pelaku kekerasan yang diduga dilakukan oleh preman bayaran," ujar Jeri tegas saat dikonfirmasi pada Jumat (27/03/2026).

Jeri menyayangkan adanya tindakan main hakim sendiri di tengah masyarakat. Menurutnya, segala bentuk sengketa seharusnya diselesaikan melalui jalur komunikasi yang baik atau prosedur hukum yang berlaku.

"Ini negara hukum, bukan hukum rimba. Kalau ada persoalan, mari dibicarakan lewat musyawarah, pasti ada jalan atau solusinya. Jangan arogan dan langsung bertindak anarkis," sambungnya.

Keluarga besar KKPMP kini menaruh harapan besar pada kepolisian untuk mengusut tuntas dalang dan eksekutor di balik pengeroyokan ini. Mereka mendesak agar para pelaku segera diamankan agar tidak menimbulkan keresahan lebih lanjut di masyarakat.

"Kami mendesak Polres Serang untuk segera menangkap terduga pelaku pengeroyokan agar dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia," tutup Jeri.

Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak kepolisian terkait perkembangan laporan atas kasus tersebut.

Ketua DPD Partai NasDem Bireuen, Yah Fud Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Samalanga

By On Jumat, Maret 27, 2026

Ketua DPD Partai NasDem Bireuen yang juga Wakil Ketua DPRA, Ir. H. Saifuddin Muhammad saat menyerahkan bantuan kepada warga yang rumahnya terbakar, di Gampong Matang Teungoh, Samalanga, Kamis, 26 Maret 2026 kemarin. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Guna meringankan beban korban bencana kebakaran, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Bireuen yang juga Wakil Ketua DPRA, Ir. H. Saifuddin Muhammad, turun langsung ke lokasi kebakaran di Dusun Kuta Kumbang, Gampong Matang Teungoh, Kemukiman Tanjongan, Kecamatan Samalanga, Kamis, 26 Maret 2026 kemarin. 

Politikus yang akrab disapa Ayah Fud itu menyerahkan bantuan berupa kebutuhan bahan pokok dan pakaian kepada warga terdampak. 

Kunjungan tersebut merupakan respons atas musibah kebakaran yang terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 yang menghanguskan dua unit rumah milik Arifuddin (50) dan T. Reka Irnanda (32). 

Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa itu menyebabkan kerugian material yang cukup besar. 

Dalam kesempatan itu, Ayah Fud menyampaikan bahwa kehadirannya bersama jajaran Partai NasDem merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. 

Ketua DPD Partai NasDem Bireuen yang juga Wakil Ketua DPRA, Ir. H. Saifuddin Muhammad turun langsung ke titik lokasi rumah warga Samalanga yang terbakar, Kamis, 26 Maret 2026 kemarin.  

“Partai NasDem berkomitmen untuk selalu hadir bersama masyarakat dalam situasi apa pun, terutama saat mereka membutuhkan dukungan dan perhatian,” ujarnya. 

Ia menegaskan, Partai NasDem tidak hanya menjalankan fungsi politik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. 

Menurutnya, bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban korban sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. 

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu saudara-saudara kita yang sedang diuji. Tetap semangat dan tabah, semoga Allah SWT memberi kekuatan dan jalan terbaik,” kata Ayah Fud. 

Kehadiran Ayah Fud di lokasi kebakaran turut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat yang merasa terbantu dengan perhatian dan bantuan yang diberikan. (Joniful Bahri)

KDMP Cikuya Mulai Menampakan Sayap, Kembangkan Usaha Demi Kemajuan Bersama

By On Jumat, Maret 27, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Berkat tangan dingin polesan H. Bakat yang merupakan seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Tangerang yang mana bisa memberikan perkembangan yang sangat signifikan bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang Banten, Jumat, 27 Maret 2026.

Di bawah komando H. Bakat dengan dibantu Pak Aep, Ibu Lastri dan Manda KDMP Desa Cikuya kian hari mengalami perkembangan yang sangat signifikan, terlihat sejauh ini telah tercatat sebanyak 240 anggota. 

"Ini merupakan suatu bukti nyata kalau kita benar benar bekerja dan sama sama ingin  membesarkan Koperasi Desa Merah Putih Cikuya," ucapnya. 

Lanjut ia menambahkan, sejauh ini KDMP Cikuya pada saat bulan Rahmadan kemarin telah diberikan kepercayaan oleh beberapa RT di Perumahan Adiyasa, yang mana mereka berbelanja kebutuhan sembako di KDMP Cikuya untuk selanjutnya dikemas dibagikan ke warga yang membutuhkan. 

Selain itu juga kemarin di lpercaya oleh Kades Cikuya untuk mengemas 1.500 paket sembako yang distribusikan ke para anak yatim dan kaum dhuafa se-Desa Cikuya. 

Harapan ke depan dan menargetkan 1.000 lebih anggota warga Desa Cikuya menjadi anggota KDMP Cikuya. 

Saat ini, KDMP Cikuya menyediakan  banyak macam kebutuhan masyarakat, di antaranya beras, aqua, gas elpiji dan kebutuhan pokok lainya dengan harga normal sesuai dengan amamat pemerintah pusat. 

Di samping itu, Kades Cikuya yang juga Ketua APDESI Kecamatan Solear, berdasarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan KDMP serta juga Sebagai Ketua Pengawas Koperasi (Ex - Officio). 

Kades Cikuya, Ade Sapei yang juga selaku Ketua APDESI Kecamatan Solear mengucapkan puji syukur yang mana di bawah arahan H. Bakat, KDMP Cikuya mengalami perkembangan yang sangat pesat. 

"Ini terbukti pada saat penyaluran sembako kemarin, KDMP Cikuya ikut membantu menyediakan kebutuhan tersebut. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak lagi warga Desa Cikuya yang masuk menjadi anggota KDMP Cikuya," ujarnya. (Reno) 

Polresta Tangerang Gelar Rapat Koordinasi Haul Akbar Al-Istiqlalliyah, Siapkan Pengamanan Berlapis

By On Jumat, Maret 27, 2026

TANGERANG, KabarViral79.ComDalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan keagamaan berskala besar, Polresta Tangerang menggelar rapat koordinasi terkait pelaksanaan Haul Akbar ke-25 Abah Sepuh Abuya Dimyati, Haul ke-5 Abah Uci Turtusi, serta Haul Keluarga Besar Al-Istiqlalliyah

Rapat berlangsung pada Jumat, 27 Maret 2026,pukul 14.30 WIB, di Aula Parama Satwika Polresta Tangerang, dipimpin langsung oleh Kapolresta Tangerang, Andi M. Indra Waspada

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polresta Tangerang, unsur Forkopimcam Pasarkemis, tokoh agama, serta panitia pelaksana dari DKM Al-Istiqlalliyah

Dalam arahannya, Kabag Ops Polresta Tangerang, Kompol R. Moch Sofyan, menyampaikan bahwa kegiatan haul akan dilaksanakan pada Sabtu, 28 Maret 2026,mulai pukul 20.00 hingga 24.00 WIB di kawasan Pondok Pesantren dan Masjid Al-Istiqlalliyah, dengan estimasi kehadiran mencapai sekitar 10.000 jemaah. 

“Potensi kerawanan yang perlu diantisipasi di antaranya adalah kepadatan jemaah yang dapat menyebabkan pingsan akibat berdesakan, aksi pencopetan, hingga kemacetan arus lalu lintas,” ujarnya. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polresta Tangerang menyiapkan pola pengamanan berlapis yang dibagi menjadi tiga ring. 

Ring pertama difokuskan pada area inti kegiatan dengan pengawasan ketat terhadap barang bawaan jemaah serta pengaturan kapasitas lokasi. 

Ring kedua mencakup akses jalan dan kantong parkir, termasuk pengaturan arus keluar-masuk serta penempatan titik layanan kesehatan. 

Sementara ring ketiga difokuskan pada rekayasa lalu lintas menuju dan dari lokasi kegiatan. 

Kasat Intelkam Polresta Tangerang, Kompol Johan Armando Utan menambahkan bahwa selain kemacetan, pihaknya juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan seperti aksi kriminalitas hingga potensi sabotase. 

“Beberapa titik rawan seperti Perempatan Picung, Cilongok, pintu masuk masjid, hingga sepanjang Jalan Raya Purijaya menjadi fokus pengamanan,” jelasnya. 

Sementara itu, KBO Satlantas Polresta Tangerang, Iptu Joko, mengungkapkan bahwa rekayasa lalu lintas akan diterapkan dengan penutupan di Perempatan Picung. 

Kendaraan jemaah akan diarahkan melalui jalur Puri Jaya dan dipusatkan di area parkir Stadion Mini Pasarkemis. 

Kapolsek Pasarkemis, AKP Humaedi, menegaskan bahwa seluruh personel telah dipersiapkan dan diploting untuk pengamanan terbuka maupun tertutup.

“Kami minta seluruh anggota melaksanakan tugas pengamanan dengan maksimal hingga kegiatan selesai,” tegasnya. 

Dari pihak penyelenggara, Ketua DKM Al-Istiqlalliyah, K.H. Afifudin, menyampaikan apresiasi atas dukungan Polresta Tangerang. 

Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan haul akan diisi dengan tahlil, dzikir, tausiyah, hingga doa bersama. 

“Kami juga telah menyiapkan pengamanan internal dari para alumni untuk membantu kelancaran acara,” ujarnya. 

Selain itu, pihak kecamatan melalui Kasi Trantib Pasarkemis, Acep Pudin, menyatakan kesiapan dukungan berupa kendaraan medis, posko darurat, serta bantuan dari pemadam kebakaran yang akan disiagakan di sekitar lokasi. 

Rapat koordinasi berakhir pada pukul 16.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif, dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan haul dapat berjalan lancar, tertib, dan aman bagi seluruh jemaah yang hadir. (Reno)

Gubernur Andra Soni Percepat Rencana Pembangunan Pengelolaan Sampah Jadi Energi di Banten

By On Jumat, Maret 27, 2026

SERANG, KabarViral79.Com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mendorong percepatan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari upaya penanganan sampah dan penguatan ketahanan energi. 

Bersama Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Provinsi Banten, Gubernur Andra Soni menandatangani kesepakatan pengelolaan sampah menjadi energi alternatif. 

Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan bersama Pemerintah Kota Serang, Pemerintah Kota Cilegon, dan Pemerintah Kabupaten Serang. Kesepakatan ini juga menjadi bagian dari percepatan pengembangan PSEL di wilayah Tangerang Raya

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Jumat, 27 Maret 2026. 

Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni mengatakan, program PSEL bukan hanya solusi penanganan sampah, tetapi juga memiliki dampak strategis bagi energi dan pembangunan ekonomi daerah. Keberhasilan program ini akan bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. 

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya. 

Menurutnya, keberhasilan program ini juga memerlukan komitmen dan pengawasan bersama agar masalah sampah bisa ditangani dengan baik termasuk memanfaatkannya menjadi sumber energi alternatif. 

Komunikasi antar daerah harus terus dibangun mengenai pengelolaan sampah di masing-masing tempat. 

“Diperlukan komitmen berkelanjutan, koordinasi intensif, serta pengawasan agar pelaksanaan berjalan efektif dan akuntabel,” jelasnya. 

Gubernur Andra Soni juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam penanganan sampah. 

Selama proses pembangunan fasilitas PSEL, pemerintah akan terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah guna mengurangi volume sampah secara signifikan. 

“Permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama. Pemilahan sampah harus terus dilakukan agar volume sampah bisa ditekan,” ujarnya. 

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyebut, kesepakatan ini menjadi bagian dari langkah besar mendukung kebijakan nasional dalam penanganan sampah. 

Ia mengungkapkan, potensi sampah yang akan diolah dari dua kawasan Provinsi Banten mencapai sekitar 4.000 ton per hari. 

“Hari ini Bapak Gubernur Andra Soni bersama Bupati/Walikota di Serang Raya dan Tangerang Raya telah menyepakati dukungan terhadap kebijakan Presiden dalam penyelesaian sampah di daerah. Ke depan sampah tersebut akan direduksi menjadi energi listrik,” ujarnya. 

Hanif juga mengungkapkan, program ini dapat berhasil bergantung pada pemilahan sampah sejak dari hulu. Pembangunan PSEL sendiri membutuhkan waktu hingga tiga tahun. 

“Dari peletakan batu pertama sampai operasional biasanya memakan waktu 2,5 sampai tiga tahun. Apapun teknologinya, fondasi dasarnya adalah sampah harus terpilah. Tanpa itu, biaya akan sangat besar,” ujarnya. 

Ke depan, program ini juga akan berdampak pada efisiensi penggunaan anggaran negara. Semakin baik pengelolaannya, efisiensi bagi anggaran pemerintah pusat dan daerah dapat semakin meningkat. (Welfendry) 

Tandatangani PKS PSEL, Bupati Ratu Zakiyah Yakin Persoalan Sampah Bakal Tertangani

By On Jumat, Maret 27, 2026

SERANG, KabarViral79.Com - Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah yakin jika persoalan sampah di 29 Kecamatan ke depannya bakal tertangani dengan baik, jika terealisasinya Program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). 

PSEL merupakan Program Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH). 

Hal itu disampaikan Ratu Rachmatuzakiyah usai melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Pemkot Cilegon, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tentang penyelenggaraan Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), di Pendopo Gubernur KP3B Curug Kota Serang, Jum’at, 27 Maret 2026. 

Dengan dilakukannya PKS PSEL, Ratu Zakiyah sapaan Ratu Rachmatuzakiyah berharap dalam rangka mengurai sampah yang ada di Kabupaten Serang bisa teratasi. 

"Kita tahu Kabupaten Serang itu sampahnya sangat banyak. Kami meyakini dengan adanya program PSEL ini, maka masalah atau persoalan sampah di Kabupaten Serang akan semakin terselesaikan,” ujarnya. 

Untuk diketahui, penandatangan PKS tentang PSEL dilakukan oleh Gubernur Banten Andra Soni, Walikota Serang Budi Rustandi, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Walikota Cilegon Robinsar yang disaksikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dan para Ketua DPRD Kabupaten dan Kota. 

Adapun untuk lokasi PSEL sendiri akan dibangun di Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, yang akan menampung sampah dari Kota Serang, Cilegon dan Kabupaten Serang sekitar 2.000 ton. 

"Kabupaten Serang PSEL-nya di Cilowong Kota Serang. Jadi kita aglumerasi Serang Raya, Kota Serang, Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, tiga kabupaten kota itu dijadikan satu,” ujarnya. 

Sedangkan untuk penanganan sampah Kabupaten Serang saat ini, Ratu Zakiyah menyebut, sudah ada juga Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemkot Serang untuk pembuangan sampahnya  ke TPSA Cilowong sebagian. 

Kemudian untuk sebagian sampah, Pemkab Serang memanfaatkan TPS3R atau Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle

"Jadi (untuk sampah) masih kita pilah. Kemudian dengan adanya program PSEL ini kami meyakini persoalan sampah Insya Allah akan terselesaikan dimasa yang akan datang,” tuturnya. 

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, kesepakatan ini menjadi bagian dari langkah besar mendukung kebijakan nasional dalam penanganan sampah. 

Ia mengungkapkan, potensi sampah yang akan diolah dari dua kawasan Provinsi Banten mencapai sekitar 4.000 ton per hari. 

“Hari ini Bapak Gubernur Andra Soni bersama Bupati dan Walikota di Serang Raya dan Tangerang Raya telah menyepakati dukungan terhadap kebijakan Presiden dalam penyelesaian sampah di daerah. Ke depan sampah tersebut akan direduksi menjadi energi listrik,” ujarnya. 

Hanif juga mengatakan, program ini dapat berhasil bergantung pada pemilahan sampah sejak dari hulu. Pembangunan PSEL sendiri membutuhkan waktu hingga tiga tahun. 

“Dari peletakan batu pertama sampai operasional biasanya memakan waktu 2,5 sampai 3 tahun. Apapun teknologinya, fondasi dasarnya adalah sampah harus terpilah. Tanpa itu, biaya akan sangat besar,” ujarnya. 

Ke depan, program ini juga akan berdampak pada efisiensi penggunaan anggaran negara. Semakin baik pengelolaannya, efisiensi bagi anggaran pemerintah pusat dan daerah dapat semakin meningkat. 

Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, program PSEL bukan hanya solusi penanganan sampah, tetapi juga memiliki dampak strategis bagi energi dan pembangunan ekonomi daerah. Keberhasilan program ini akan bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. 

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya. (*/red)