-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ratusan Jurnalis Geruduk Mapolda Jatim, Desak Usut Dugaan OTT “Settingan” dan Tangguhkan Penahanan Jurnalis Amir

By On Kamis, Maret 19, 2026

SURABAYA, KabarViral79.Com - Gelombang solidaritas Insan Pers menggema di halaman Polda Jawa Timur (Jatim), saat ratusan Jurnalis dari berbagai daerah yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Jawa Timur dan Aliansi Jawa Timur Peduli Jurnalis mendatangi Mapolda Jatim untuk menyampaikan laporan resmi, Rabu, 18 Maret 2026..

Aksi tersebut merupakan bentuk protes sekaligus upaya Advokasi atas penangkapan rekan mereka, Muhammad Amir, yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh jajaran Polres Mojokerto Kabupaten

Para Jurnalis menilai, proses OTT tersebut sarat kejanggalan dan diduga kuat sebagai operasi yang “disetting”. 

Dengan membawa aspirasi kolektif, massa Jurnalis secara resmi melaporkan dugaan pelanggaran tersebut kepada Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jatim, Wassidik Krimum Polda Jatim, serta Irwasda Polda Jatim. 

Koordinator Aksi, Bung Taufik, yang turut hadir bersama elemen Jurnalis dan organisasi masyarakat, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas apa yang mereka anggap sebagai bentuk kriminalisasi terhadap wartawan. 

“Ini bukan sekadar penangkapan biasa. Kami melihat ada indikasi kuat dugaan rekayasa dalam OTT tersebut. Sangat tidak masuk akal seorang wartawan memeras seorang pengacara dengan nilai yang disebutkan. Ini harus dibongkar secara terang,” tegasnya dengan nada keras. 

Lebih lanjut, Bung Taufik mendesak agar Kapolres Mojokerto Kabupaten beserta Kasat Reskrimnya segera dicopot dari jabatannya dan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. 

“Kami minta Kapolres Mojokerto Kabupaten dan Kasatreskrimnya dicopot. Lakukan pemeriksaan intensif. Jangan sampai ada penyalahgunaan kewenangan yang mencederai hukum dan kebebasan pers,” tambahnya. 

Selain itu, pihak Aliansi juga mendesak agar Muhammad Amir segera mendapatkan penangguhan penahanan demi menjamin hak-haknya sebagai warga negara dan insan pers. 

Aksi solidaritas ini turut dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk organisasi masyarakat seperti Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) serta ratusan wartawan dari berbagai media di Jawa Timur. 

Setibanya di Mapolda Jatim, perwakilan massa diterima langsung oleh salah satu perwira dari Propam. Dalam pertemuan tersebut, laporan pengaduan resmi disampaikan dan diterima untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku di internal kepolisian. 

Para jurnalis berharap, laporan ini tidak hanya menjadi formalitas semata, tetapi benar-benar ditindaklanjuti secara transparan dan profesional. Mereka menegaskan bahwa perjuangan ini bukan hanya untuk satu orang, melainkan untuk menjaga marwah dan kemerdekaan pers di Indonesia. 

“Kalau hari ini wartawan bisa diduga dijebak, besok siapa lagi? Ini bukan hanya soal Amir, ini soal keadilan dan kebebasan pers,” pungkas Bung Taufik. 

Aksi ini menjadi penegasan bahwa solidaritas Jurnalis di Jawa Timur tetap solid dalam menghadapi segala bentuk dugaan kriminalisasi, serta berkomitmen mengawal proses hukum hingga tuntas dan berkeadilan. (*/red)

Kapolresta Tangerang Bersama Bhayangkari Sambangi Pospam Mudik, Bagikan Parsel Hingga Takjil

By On Rabu, Maret 18, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Jajaran Polresta Tangerang bersama Bhayangkari Cabang Kota Tangerang melakukan aksi sosial di tengah pengamanan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah

Dipimpin langsung oleh Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M Indra Waspada, rombongan menyambangi sejumlah Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan), Rabu  18 Maret 2026. 

Kegiatan ini menyasar titik-titik krusial seperti Posyan Km 43, Posyan Km 45, hingga Pospam Terpadu Citra Raya. Selain memberikan parsel untuk menyemangati petugas gabungan Operasi Ketupat Maung, jajaran juga membagikan sembako kepada pedagang kaki lima dan petugas kebersihan, serta takjil bagi pengguna jalan. 

"Ini merupakan wujud nyata program Bhayangkari Peduli untuk memberikan semangat kepada personel yang bertugas menjaga keamanan dan kelancaran mudik masyarakat," ujar Kombes Pol Andi M Indra Waspada. 

Kasi Humas Polresta Tangerang, Ipda Sandro Tree Bahara menambahkan, kehadiran pimpinan di lapangan bertujuan memastikan moral anggota tetap tinggi. 

"Bapak Kapolresta dan Ketua Bhayangkari ingin memastikan petugas merasa didukung penuh. Kami juga berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar lewat pembagian takjil dan sembako. Alhamdulillah, hingga pukul 18.00 WIB tadi, situasi terpantau aman dan kondusif," ujarnya. (Reno)

Soroti Kewenangan JPN, Muhammad Ridwan Ajukan Keberatan dalam Sidang Gugatan Sekda Kota Serang di Pengadilan Negeri

By On Rabu, Maret 18, 2026

 


Serang, KabarViral79.Com – Sidang Perkara Perdata Nomor 39/Pdt.G/2026/PN Srg terkait dugaan perbuatan melawan hukum (PMH) dalam jabatan Sekretaris Daerah Kota Serang resmi digelar di Pengadilan Negeri Serang pada Senin, 16 Maret 2026.

Pihak Penggugat, Arie Budiarto, hadir didampingi kuasa hukumnya, Muhammad Ridwan, S.H., M.H., M.M., yang secara aktif menyampaikan sikap hukum dalam jalannya persidangan.

Sementara itu, Tergugat 1 (Sekretaris Daerah Kota Serang), Tergugat 3 (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kota Serang), serta Tergugat 4 (Inspektorat Kota Serang) tidak hadir dan diwakili oleh Jaksa Pengacara Negara (JPN) dari Kejaksaan Negeri Serang. Adapun Tergugat 2 (Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian Manajemen Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara) juga tidak hadir dan diwakili oleh kuasa hukumnya.

Selain itu, Turut Tergugat 1 (Wali Kota Serang) tidak hadir dan diwakili oleh JPN dari Kejaksaan Negeri Serang, sedangkan Turut Tergugat 2, yakni Tim Evaluasi Kinerja Sekda Kota Serang, tidak hadir tanpa keterangan.

Majelis hakim kemudian menunda persidangan dan menjadwalkan pemanggilan kedua, dengan sidang lanjutan ditetapkan pada Kamis, 2 April 2026.

Dalam persidangan tersebut, kuasa hukum Penggugat, Muhammad Ridwan, mengajukan keberatan secara terbatas terhadap keterlibatan Jaksa Pengacara Negara (JPN), khususnya terkait pemberian kuasa oleh Tergugat 1 (Sekretaris Daerah Kota Serang).

Menurutnya, keberatan tersebut disampaikan secara proporsional dan tidak ditujukan kepada seluruh pihak.

“Kami tidak mempermasalahkan keterlibatan JPN terhadap Tergugat 3, Tergugat 4, maupun Turut Tergugat 1. Namun, dalam konteks Tergugat 1, perlu ada kejelasan batas kewenangan agar tidak terjadi tumpang tindih antara kepentingan jabatan dan kepentingan personal,” ujar Muhammad Ridwan.

Ia juga menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga tertib hukum serta memastikan proses persidangan berjalan sesuai dengan prinsip akuntabilitas.

Keberatan tersebut telah dicatat secara resmi oleh Panitera Pengganti dalam berita acara persidangan untuk menjadi perhatian majelis hakim Pengadilan Negeri Serang. Ungkapnya.

Muhammad Ridwan menegaskan bahwa perkara ini bukan sekadar persoalan formalitas, melainkan menyangkut integritas jabatan publik serta kepatuhan terhadap aturan hukum yang berlaku.

“Kami akan terus mengawal perkara ini hingga tuntas sebagai bagian dari komitmen terhadap penegakan hukum dan kepentingan masyarakat,” tutupnya.

PPNI Banten Santuni 52 Anak Yatim dan Gelar Buka Puasa Bersama dalam Rangka HUT ke-52

By On Rabu, Maret 18, 2026

 


Serang, KabarViral79.Com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-52, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPNI Provinsi Banten menggelar kegiatan santunan anak yatim dan buka puasa bersama. Kegiatan ini mengusung tema “Perawat Profesional sebagai Modal Ekonomi Bangsa untuk Kesejahteraan Masyarakat.”

Acara yang berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan tersebut dihadiri oleh Ketua DPW PPNI Provinsi Banten H. Sayuti, SKM., S.Kep., MM.Kes., Sekretaris DPW PPNI Provinsi Banten Ns. Endang Komarudin, SKM., S.Kep., M.A., serta para Ketua DPD PPNI se-Provinsi Banten.

Turut hadir pula Ketua BAPENA DPW PPNI Provinsi Banten, Ketua BADIKLAT DPW PPNI Provinsi Banten, para ketua ikatan dan himpunan perawat se-Provinsi Banten, serta pimpinan institusi pendidikan keperawatan dari berbagai wilayah di Provinsi Banten.

Dalam kegiatan sosial tersebut, sebanyak 52 anak yatim menerima santunan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen PPNI dalam memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.

Ketua DPW PPNI Provinsi Banten, H. Sayuti, SKM., S.Kep., MM.Kes., menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-52 PPNI tidak hanya menjadi momentum refleksi bagi para perawat, tetapi juga sebagai penguatan peran perawat dalam pembangunan bangsa.

“Perawat merupakan bagian penting dari sistem kesehatan nasional. Profesionalisme perawat bukan hanya berdampak pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi modal ekonomi bangsa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui kegiatan santunan dan buka puasa bersama ini, kami ingin menegaskan bahwa PPNI hadir tidak hanya dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar H. Sayuti, Selasa 17/3/2026).



Sementara itu, Ns. Rangga KF, S.Kep, Ketua BPD Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang sarat dengan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Kami mengucapkan terima kasih atas undangan yang diberikan kepada kami dalam kegiatan yang sangat mulia ini. Terima kasih kepada Ketua DPW PPNI Provinsi Banten beserta jajaran sekretariat, serta rekan sejawat Ns. Fauzan, S.Kep. Semoga PPNI DPW Banten semakin maju, semakin kompak, dan terus aktif dalam kegiatan sosial maupun berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan santunan anak yatim dan buka puasa bersama ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar perawat, organisasi profesi, serta masyarakat luas, sekaligus memperkuat peran PPNI sebagai organisasi profesi yang peduli terhadap lingkungan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPW PPNI Provinsi Banten juga menyampaikan ucapan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh perawat dan masyarakat.

“Atas nama Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Provinsi Banten, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan di bulan suci Ramadan ini semakin mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, serta memberikan semangat baru bagi para perawat untuk terus mengabdi kepada masyarakat,” tutup H. Sayuti.

Contraflow Km 55-70 Tol Jakarta-Cikampek Mulai Diberlakukan

By On Rabu, Maret 18, 2026

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho (kanan).  

JAKARTA, KabarViral79.Com - Korlantas Polri telah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan mudik Lebaran

Penerapan Contraflow telah dilakukan di Tol Kilometer (Km) 55 hingga 70 yang mengarah ke Trans Jawa pada malam ini. 

"Malam ini juga di kilometer 55 hingga 70 kami lakukan contraflow untuk bisa mengatur flow yang menuju ke, trans Jawa," ujar Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho kepada wartawan, di Command Center PJR Korlantas Polri di Km 29 Cikarang, Jawa Barat, Selasa, 17 Maret 2026. 

Pada sore tadi, one way sepenggal juga telah diterapkan sejak Km 70 hingga 263 Tol Trans Jawa

Irjen Agus menegaskan, pihaknya akan terus mengevaluasi perkembangan volume kendaraan

"Apakah malam ini nanti ada puncak arus, nanti kami akan koordinasi dengan Dirut Jasa Marga, manakala ada bangkitan arus lagi, kemungkinan nanti akan bisa kita perpanjang untuk one way-nya itu. Tetapi kalau sudah landai, nanti akan tetap kita evaluasi," ujarnya. 

Sejauh ini volume kendaraan disebut masih terus meningkat. 

Irjen Agus mengatakan, penerapan one way nasional akan diberlakukan besok, rencananya sejak pukul 12.00 WIB. 

"Nanti bisa dimonitor dan tadi barusan kita monitor juga bahwa cukup terkendali dan bangkitan arus semakin malam juga semakin meningkat," ujarnya. 

"Jadi one way kira-kira demikian ya. Yang jelas besok, mungkin langsung dipimpin oleh Pak Menteri (Perhubungan) juga akan dilakukan flag off one way nasional arus mudik yang dilaksanakan pukul 12.00," imbuhhnya. 

Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berlangsung dua pekan, mulai dari 13 hingga 25 Maret 2026. 

Diprediksi akan ada 143,9 juta perjalanan masyarakat yang melakukan mudik Lebaran tahun ini. (*/red) 

Gubernur Andra Soni Sebut BCF Jadi Bukti Nyata Kekuatan Kreativitas Anak Muda Banten

By On Rabu, Maret 18, 2026

SERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan bahwa Banten Creative Fest (BCF) Ramadan Sale 2026 merupakan bukti nyata kekuatan kreativitas generasi muda Banten dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah. 

​Hal tersebut disampaikan Andra saat mengunjungi BCF di Alun-Alun Barat Kota Serang, Selasa, 17 Maret 2026, bersama Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) RI Teuku Riefky Harsya, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah dan Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim

​Andra mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap upaya pengembangan industri kreatif di Provinsi Banten. 

Menurutnya, kehadiran Menekraf menjadi bentuk dukungan konkret bagi para pelaku ekonomi kreatif lokal. 

​“Kita lihat bagaimana kehadiran Pak Menteri di Banten ini merupakan dukungan nyata bagi anak-anak muda dalam industri kreatif. Kita melihat langsung bagaimana anak-anak muda di Banten mengembangkan kreativitasnya,” ujar Andra. 

​Ia menilai, BCF bukan sekadar ajang pameran, melainkan ruang kolaborasi dan inovasi bagi pelaku ekonomi kreatif lintas subsektor. Sebanyak 17 subsektor ekonomi kreatif diklaim hadir dalam gelaran BCF Ramadan Sale 2026 ini. 

Andra berharap konsistensi penyelenggaraan BCF dari tahun ke tahun dapat terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerahnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Menekraf Teuku Riefky Harsya menyatakan optimismenya terhadap potensi pelaku ekonomi kreatif asal Banten. 

Ia menilai, mereka mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun global.

​“Saya sangat bangga dan yakin bahwa produk dan jenama (brand) anak-anak muda di Banten sudah terbukti menasional hingga mendunia. Ini memberikan ruang bagi jenama lokal untuk berkembang lebih luas,” tuturnya. 

​Riefky juga mengungkapkan bahwa Banten telah ditetapkan sebagai salah satu provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) lima tahun ke depan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto

​“Pemerintah pusat telah menetapkan Banten sebagai proyek percontohan (pilot project) pengembangan ekonomi kreatif,” tambah Menekraf. 

​Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah pusat terus mendorong akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif, salah satunya melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis kekayaan intelektual agar industri ini dapat berkembang lebih cepat. 

​Sebagai informasi, BCF Ramadan Sale 2026 digelar pada 11 s.d 17 Maret 2026 di Alun-Alun Barat Kota Serang. 

Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran jenama lokal, festival kuliner Ramadan, pertunjukan musik, hingga ruang kolaborasi komunitas kreatif. 

Acara ini menjadi wadah strategis untuk memperluas jejaring sekaligus memperkuat posisi Banten sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. (Welfendry)

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Resmi Tahan Gus Alex

By On Rabu, Maret 18, 2026

Staf Khusus Yaqut Cholil Qoumas saat menjabat sebagai Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex (rompi orange), setelah diperiksa sebagai tersangka kasus kuota haji, di Gedung Merah Putih KPK, Selasa, 17 Maret 2026.  

JAKARTA, KabarViral79.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, mantan Staf Khusus Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan korupsi kuota haji sejak Selasa pagi, 17 Maret 2026. 

Pantauan awak media di lokasi, Gus Alex turun dari lantai 2 gedung Merah Putih dengan mengenakan rompi oranye dengan tangan diborgol pada pukul 14.44 WIB. 

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, Gus Alex sudah tiba di gedung KPK sejak pukul 08.20. 

"Saudara IAA (Ishfah Abidal Aziz) pagi ini sudah tiba di gedung KPK Merah Putih untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik,” ujarnya. 

Dalam kasus itu, Gus Alex diduga merupakan representasi dari Yaqut dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu menyebut, Gus Alex memiliki peran dominan dalam pengumpulan fee percepatan ibadah haji khusus dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). 

"GA adalah Dtafsus dari sdr YCQ. Jadi para pejabat di sana pada saat itu menganggap bahwa apa yang disampaikan GA, karena dianggap sebagai representasi dari YCQ, dianggap itu adalah perintah YCQ," kata Asep saat Konferensi Pers yang dikutip dari siaran Youtube KPK RI, Jumat, 13 Maret 2026. 

"Artinya, kalau misalkan saya mau kasih uang kepada misalkan si A dan ada representasi si B ya enggak perlu langsung ke A langsung aja kasih ke B karena itu sama dengan kasih ke A," imbuhnya. 

Penyidik meyakini, uang yang dikumpulkan Gus Alex diduga akan diserahkan kepada Yaqut dan digunakan untuk banyak kebutuhan. 

Asep mengatakan, penyidik juga menemukan indikasi bahwa tindakan yang dilakukan oleh Gus Alex diduga berlangsung atas perintah serta sepengetahuan Yaqut. 

"Hal itu dikuatkan dengan keterangan lainnya serta bukti-bukti baik berupa bukti elektronik maupun bukti fisik lainnya,” kata Asep. (*/red)

Serap Aspirasi Mahasiswa, Gubernur Andra Soni Dialog Pembangunan dengan Cipayung Plus

By On Rabu, Maret 18, 2026

SERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni melakukan dialog pembangunan dengan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus

Dalam dialog itu, Gubernur menyampaikan delapan program unggulan serta upaya kolaborasi bersama seluruh elemen dalam mendukung pembangunan. 

“Ini adalah dialog berbagai hal dengan teman-teman Kelompok Cipayung, salah satunya terkait dengan satu tahun kepemimpinan,” kata Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten Jl Brigjen KH Syam’un No. 5 Kota Serang, Senin, 16 Maret 2026. 

“Kedua adalah keresahan teman-teman mahasiswa dalam beberapa hal. Tadi sudah disampaikan komitmen bersama untuk mengkaji bersama-sama, kemudian menindaklanjutinya bersama-sama,” imbuhnya. 

Andra Soni mengungkapkan, dirinya juga mengajak para kepala perangkat daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk membuka ruang dialog dengan kelompok pemuda dan mahasiswa. Khususnya dalam rangka memberikan kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan. 

Andra Soni mengatakan, beberapa upaya kontribusi kelompok mahasiswa ada di beberapa bidang. Misalnya upaya dari kelompok Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang peduli dengan dengan angka putus sekolah

“Kemudian kepedulian mereka terhadap ijazah yang masih tertahan oleh sekolah. Apa korelasinya Sekolah Gratis dengan ijazah-ijazah tersebut,” ucapnya. 

Andra Soni menjelaskan, lewat Sekolah Gratis, otomatis tidak ada lagi kasus ijazah yang ditahan oleh pihak sekolah yayasan. Selanjutnya, sekolah mitra Sekolah Gratis diajak dialog untuk membicarakan persoalan ijazah. 

“Kami memahami bahwa mereka juga punya sistem keuangan yang harus dipertanggungjawabkan. Sehingga kita ajak dialog, semoga mereka bisa memberikan solusi,” ujarnya. 

Andra Soni menjelaskan, ke depan Sekolah Gratis akan menjangkau penerima manfaat yang lebih luas. Rencananya program ini akan menjangkau ke sekolah berbasis agama atau madrasah. 

Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga memaparkan perkembangan program unggulan Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang banyak dilaksanakan di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang

Menurutnya, respon masyarakat cukup baik terbukti dengan inisiatif pengajuan masyarakat yang mencapai 2.000 lebih proposal pengajuan program. 

Selain itu, Gubernur juga memaparkan percepatan operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Irsyad Djuwaeli Labuan dan RSUD Uwes Qorny Cilograng. Keduanya baru bisa operasional setelah tiga tahun berdiri. 

Menurutnya, program-program itu sebagai bagian untuk mengikis kesenjangan antara wilayah utara dengan wilayah selatan Banten. Melalui program berbasis kemasyarakatan, kesenjangan produktivitas dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dapat diminimalisir. 

“IPM Provinsi Banten termasuk tinggi ditopang oleh wilayah utara. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Banten yang kini mendekati Rp1.000 triliun,” jelasnya. 

Kepada para mahasiswa, Andra Soni juga menegaskan sikapnya bahwa berdemonstrasi adalah bagian dari demokrasi. Baginya, demonstrasi adalah proses pendewasaan serta menjadikannya merasa diawasi. 

“Kalian adalah pewaris Banten ke depan. Proses kalian berorganisasi sebagai sebuah kepedulian,” ujarnya. (Welfendry) 

Istana Minta Maaf soal Macet Ekstrem Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk

By On Rabu, Maret 18, 2026

Mensesneg Prasetyo Hadi

JAKARTA, KabarViral79.Com Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyampaikan permohonan maaf atas kemacetan ekstrem yang terjadi di Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk saat musim mudik Lebaran 2026

Menurut Prasetyo, pemerintah telah bekerja keras untuk mengantisipasi dan memastikan seluruh kegiatan mudik atau pulang kampung dapat berjalan dengan baik dan lancar. 

“Memang ada beberapa kejadian yang, apa namanya, kami mohon maaf. Terjadi penumpukan karena volume lalu lintas yang cukup luar biasa di penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Maret 2026

Prasetyo menegaskan, pemerintah terus melakukan pemantauan. Ia juga memastikan, petugas di lapangan bekerja keras mencari solusi guna mengurangi kemacetan dan antrean. 

"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memanfaatkan rentang masa liburan ini dengan memilih waktu mudik yang lebih merata, sehingga tidak terjadi penumpukan di satu hari tertentu,” ujarnya. 

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan dan kelancaran arus mudik. 

"Kami menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kepolisian, Kementerian Perhubungan, serta seluruh BUMN terkait seperti Pelindo, ASDP, dan lainnya yang telah bekerja keras. Termasuk TNI yang juga diminta oleh Bapak Presiden, apabila diperlukan, untuk menyediakan sarana transportasi yang dimiliki, termasuk kapal laut, guna membantu kelancaran arus mudik maupun arus balik,” pungkasnya. (*/red)

Pemkab Bireuen Salurkan Insentif Rp 1,59 Miliar untuk Pimpinan dan Guru Dayah Jelang Idul Fitri

By On Rabu, Maret 18, 2026

Kadis Pendidikan Dayah Bireuen, Anwar, S.Ag, M.A.P.  

BIREUEN, KabarViral79.Com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menyalurkan insentif kepada pimpinan dan guru dayah di seluruh wilayah kabupaten menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

Berdasarkan data resmi, sebanyak 173 pimpinan dayah menerima insentif masing-masing Rp 3 juta, sementara 715 guru dayah memperoleh Rp 1,5 juta per orang. Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp 1.591.500.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Bireuen Tahun 2026. 

Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, mengatakan, penyaluran insentif tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberlangsungan pendidikan dayah, terutama di tengah kondisi pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bireuen. 

“Ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi bentuk penghormatan kepada pimpinan dan guru dayah yang terus berperan dalam membina generasi, meski dalam situasi sulit,” ujar Mukhlis. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, Anwar, S.Ag, M.A.P, menambahkan, banyak dayah terdampak banjir, baik dari sisi sarana prasarana maupun aktivitas belajar mengajar. Meski demikian, proses pendidikan tetap berjalan. 

Menurutnya, insentif tersebut diharapkan dapat membantu sekaligus memotivasi para pimpinan dan guru dayah agar terus menjalankan peran pendidikan di tengah keterbatasan. 

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat dayah sebagai pilar pendidikan Islam dan pembinaan moral masyarakat,” kata Anwar. 

Pemkab Bireuen, lanjutnya, akan terus meningkatkan dukungan terhadap dayah melalui berbagai program, termasuk bantuan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, serta pemberdayaan berbasis kemandirian. 

Penyaluran insentif ini diharapkan dapat membantu para penerima dalam memenuhi kebutuhan menjelang Idul Fitri, sekaligus menjaga semangat dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak. (Joniful Bahri)

Kegagalan Peramalan Transportasi: Pelajaran dari Macet Ekstrem Ketapang-Gilimanuk

By On Rabu, Maret 18, 2026

Pelabuhan Gilimanuk

Oleh: Dr. Eng. IB Ilham Malik

Kemacetan panjang kembali terjadi di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Kemacetan yang terjadi saat musim mudik kali ini dinilai paling buruk. Ribuan kendaraan mengantre berjam-jam untuk menyeberang dari Jawa ke Bali maupun sebaliknya. 

Peristiwa seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Hampir setiap musim libur panjang atau hari raya, antrean kendaraan terjadi di titik yang sama. Termasuk di Penyeberangan Jawa - Sumatera. Bahkan pada hari-hari biasa, kepadatan lalu lintas di sekitar pelabuhan juga sering muncul karena pergerakan kendaraan barang yang cukup tinggi. 

Pertanyaannya sederhana, tetapi mendasar: mengapa kemacetan seperti ini selalu berulang, padahal kita sudah memiliki cukup banyak pengetahuan dan teknologi untuk memprediksi pergerakan lalu lintas? 

Dalam ilmu transportasi modern, salah satu fondasi utama perencanaan sistem transportasi adalah kemampuan melakukan pemodelan dan peramalan atau forecasting.

Melalui pemodelan transportasi, pergerakan kendaraan dan penumpang dapat diperkirakan dengan menggunakan berbagai variabel seperti pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk, peningkatan kepemilikan kendaraan, perubahan pola perjalanan, hingga perkembangan wilayah. 

Dengan pendekatan ini, para perencana transportasi dapat memperkirakan berapa volume lalu lintas yang akan muncul, lima, sepuluh, bahkan dua puluh tahun ke depan. 

Tujuan dari proses ini sangat jelas: memastikan bahwa kapasitas layanan transportasi selalu berada di atas atau setidaknya seimbang dengan permintaan perjalanan. 

Jika prediksi menunjukkan bahwa volume kendaraan akan meningkat secara signifikan, maka pemerintah dan operator dapat segera mengambil langkah penyesuaian. 

Kapasitas pelabuhan dapat diperluas, jumlah kapal dapat ditambah, sistem antrean dapat diperbaiki, atau bahkan pola distribusi lalu lintas dapat diatur ulang. 

Dengan kata lain, forecasting bukan sekadar latihan akademik, melainkan instrumen penting untuk mencegah krisis transportasi sebelum krisis itu benar-benar terjadi. 

Kemampuan teknis untuk melakukan pemodelan transportasi sebenarnya sudah lama dimiliki oleh para ahli dan lembaga transportasi di Indonesia. 

Banyak perguruan tinggi mengajarkan metode pemodelan transportasi, mulai dari model generasi perjalanan, distribusi perjalanan, pemilihan moda, hingga pembebanan jaringan. 

Di tingkat kebijakan, berbagai kementerian juga memiliki unit analisis yang mampu melakukan kajian proyeksi lalu lintas. 

Namun, dalam praktiknya, pendekatan berbasis peramalan ini belum sepenuhnya menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan. 

Kemacetan parah di lintas Ketapang–Gilimanuk menjadi contoh nyata dari persoalan tersebut. 

Lintas penyeberangan ini merupakan salah satu simpul transportasi paling penting di Indonesia karena menghubungkan Pulau Jawa sebagai pusat ekonomi nasional dengan Bali yang menjadi salah satu destinasi wisata utama dunia. 

Setiap hari, ribuan kendaraan pribadi, bus pariwisata, dan truk logistik melintasi jalur ini. Dengan karakter seperti itu, seharusnya lintas ini diperlakukan sebagai koridor transportasi strategis yang memerlukan perencanaan kapasitas jangka panjang. 

Jika dilakukan pemodelan secara serius, peningkatan volume kendaraan pada lintas ini sebenarnya sangat mudah diprediksi. 

Pertumbuhan kendaraan di Pulau Jawa terus meningkat setiap tahun. Sektor pariwisata Bali juga terus berkembang. Selain itu, aktivitas logistik antarwilayah juga semakin intensif. 

Semua variabel tersebut dengan sendirinya akan meningkatkan tekanan terhadap kapasitas pelabuhan penyeberangan. 

Artinya, antrean kendaraan yang terjadi sekarang bukanlah kejadian yang tiba-tiba muncul, melainkan hasil dari proses pertumbuhan permintaan perjalanan yang telah berlangsung lama. 

Masalah yang lebih mendasar justru terletak pada cara kita memandang perencanaan transportasi. 

Di banyak lembaga transportasi, perencanaan sering kali bersifat reaktif. Kebijakan baru biasanya diambil setelah masalah muncul dan menimbulkan tekanan publik yang besar. 

Ketika kemacetan terjadi, barulah berbagai langkah darurat dilakukan, seperti penambahan kapal sementara, pengaturan jalur antrean, atau pembatasan kendaraan tertentu. 

Pendekatan seperti ini memang dapat meredakan masalah dalam jangka pendek, tetapi tidak menyelesaikan akar persoalan. 

Situasi ini juga berkaitan dengan cara kerja birokrasi transportasi yang masih sangat bergantung pada arahan administratif. 

Dalam banyak kasus, institusi transportasi lebih sering bekerja berdasarkan instruksi pimpinan politik daripada berdasarkan kebutuhan teknokratis jangka panjang. 

Di tingkat pusat, misalnya, sering muncul pernyataan bahwa kebijakan hanya dijalankan sesuai dengan arahan presiden atau program pemerintah pusat. 

Di tingkat daerah, jawaban yang sering muncul juga serupa: pemerintah daerah hanya melaksanakan perintah gubernur, wali kota, atau bupati. 

Pendekatan semacam ini pada akhirnya membuat proses perencanaan transportasi kehilangan basis analitisnya. 

Transportasi adalah sistem yang sangat dinamis dan sangat dipengaruhi oleh perubahan ekonomi, demografi, dan ruang wilayah. Karena itu, pengelolaannya tidak bisa hanya bergantung pada perintah administratif yang bersifat jangka pendek. 

Tanpa analisis masa depan yang kuat, kebijakan transportasi akan selalu tertinggal satu langkah di belakang perkembangan permintaan perjalanan. 

Jika pemerintah benar-benar ingin mencegah kemacetan seperti yang terjadi di Ketapang–Gilimanuk, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membangun sistem forecasting transportasi yang kuat di semua moda. 

Sistem ini harus mampu memantau perkembangan permintaan perjalanan secara berkala dan menerjemahkannya menjadi proyeksi kapasitas infrastruktur yang dibutuhkan. 

Dengan dukungan data yang memadai, pemerintah dapat mengetahui sejak awal kapan suatu simpul transportasi akan mencapai titik jenuh. 

Langkah kedua adalah membangun integrasi data transportasi lintas moda. 

Saat ini, data transportasi di Indonesia masih tersebar di berbagai institusi. Data lalu lintas jalan berada di satu lembaga, data pelabuhan di lembaga lain, sementara data logistik dan pariwisata berada di instansi yang berbeda. Padahal, pergerakan transportasi modern bersifat multimoda. 

Kemacetan di pelabuhan penyeberangan tidak bisa dipahami hanya dari sudut pandang pelabuhan itu sendiri, tetapi juga harus dilihat dari pola pergerakan kendaraan di jaringan jalan nasional yang terhubung dengannya. 

Langkah ketiga adalah memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lembaga transportasi. 

Pemodelan transportasi bukan pekerjaan sederhana. Dibutuhkan tenaga analis yang memahami statistik, ekonomi transportasi, teknik lalu lintas, dan perencanaan wilayah. 

Tanpa SDM yang kuat, berbagai sistem data dan teknologi yang tersedia tidak akan menghasilkan analisis yang berguna bagi pengambilan keputusan. 

Selain itu, pemerintah juga perlu membangun budaya kebijakan berbasis bukti atau evidence-based policy dalam sektor transportasi. 

Setiap keputusan strategis seharusnya didasarkan pada hasil analisis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. 

Dengan cara ini, kebijakan transportasi tidak lagi sekadar respons terhadap tekanan situasional, tetapi menjadi bagian dari strategi pembangunan jangka panjang. 

Dalam konteks lintas Ketapang–Gilimanuk, pendekatan ini dapat diterapkan dengan melakukan kajian kapasitas jangka panjang terhadap sistem penyeberangan Jawa–Bali. 

Kajian tersebut harus mencakup proyeksi pertumbuhan kendaraan, kebutuhan jumlah kapal, kapasitas dermaga, hingga sistem manajemen antrean. 

Jika hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas eksisting akan segera terlampaui, maka pemerintah harus segera merancang langkah penambahan kapasitas sebelum kemacetan besar kembali terjadi. 

Pada akhirnya, persoalan kemacetan transportasi bukan sekadar masalah teknis, melainkan juga masalah cara berpikir dalam mengelola masa depan. 

Infrastruktur transportasi memiliki umur layanan yang panjang dan membutuhkan investasi besar. 

Karena itu, setiap keputusan yang diambil hari ini harus didasarkan pada pemahaman yang jelas tentang apa yang akan terjadi di masa depan. 

Prinsip dasar yang harus dipegang sejak sekarang adalah sederhana, tapi fundamental: setiap simpul transportasi harus direncanakan berdasarkan proyeksi permintaan jangka panjang, bukan sekadar berdasarkan kondisi saat ini. 

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah dapat bergerak dari pola penanganan masalah menuju pola pencegahan masalah. 

Jika prinsip ini benar-benar dijadikan pegangan dalam pengelolaan transportasi nasional, maka kemacetan yang selalu berulang di berbagai simpul transportasi, termasuk di lintas Ketapang–Gilimanuk, tidak lagi menjadi kejadian yang harus diterima sebagai rutinitas tahunan. 

Sebaliknya, ia dapat diantisipasi sejak awal melalui perencanaan yang cermat, analisis kuat, dan keberanian mengambil keputusan strategis jauh sebelum krisis benar-benar terjadi. 

Penulis adalah Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITERA

Sumber: kompas.com

Bupati Tangerang Pastikan Jalan dan Jembatan Kalibaru Diperbaiki

By On Rabu, Maret 18, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid memastikan perbaikan jalan dan jembatan Kalibaru Kosambi diperbaiki. 

Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri acara silaturahmi bersama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan warga setempat, di Kampung Benda Baru, Desa Rawarengas, Kecamatan Kosambi, Selasa, 17 Maret 2026. 

"Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran. Insya Allah, tahun ini jembatan kalibaru kita bangun supaya tidak macet lagi, begitu juga dengan perbaikan jalan-jalan lainnya yang saat ini sedang dalam proses lelang," ujar Bupati Maesyal Rasyid. 

Dia memohon maaf atas keterlambatan pelaksanaan pembangunan yang terjadi. Hal tersebut disebabkan salah satunya karena harus melalui proses lelang dan mengikuti aturan yang berlaku. 

"Saya memohon maaf jika ada keterlambatan pembangunan. Semua ada aturannya, harus melalui proses anggaran dan tender lelang," jelasnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid juga mengapresiasi masyarakat Desa Rawarengas yang terus menjaga tradisi silahturahmi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan elemen masyarakat lainnya. 

"Saya bangga, hari ini dalam suasana hangat bulan suci Ramadan, masyarakat terus menjaga tradisi silahturahmi dan berbagai kebahagiaan dengan sesama. Ini adalah cermin fondasi kekuatan umat dan kerukunan antarumat beragama di wilayah Kabupaten Tangerang," ujarnya. 

Menurutnya, bulan suci Ramadan bukan hanya momen meningkatkan ibadah personal seperti puasa, tarawih, dan zakat, tetapi juga momentum memperkuat hubungan sosial tanpa memandang suku, ras dan agama. 

"Orang Islam itu baik, bergaul dengan siapa saja, baik dengan saudara kita yang beragama Kristen, Buddha, Hindu, maupun agama lainnya. Saya senang melihat di Kabupaten Tangerang, kita saling menghargai dan menjaga Itulah kekuatan kita," ujarnya. 

Acara silahturahmi diakhiri dengan pemberian santunan kepada 312 janda dan 96 anak yatim. (Reno)

Iran Tegaskan Selat Hormuz Terbuka untuk Semua, Kecuali AS Beserta Sekutunya

By On Rabu, Maret 18, 2026

Selat Hormuz

JAKARTA, KabarViral79.Com - Otoritas Iran mulai membuka akses terbatas bagi sejumlah kapal tanker minyak untuk melintasi Selat Hormuz, di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel

Jalur strategis tersebut ditegaskan hanya akan ditutup bagi pihak yang dianggap sebagai 'musuh'. 

Dalam pernyataan resmi, otoritas Teheran menyebut kapal-kapal dari negara yang tidak terlibat dalam konflik tetap diizinkan melintas, dengan syarat berkoordinasi dengan militer Iran. 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyatakan bahwa kebijakan tersebut diberlakukan secara selektif. 

"Selat Hormuz hanya akan ditutup untuk musuh-musuh dan pihak-pihak yang mendukung agresi mereka," ujarnya. 

Pernyataan senada disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei. 

Ia menegaskan, kapal dari negara netral tetap dapat melintas dengan izin otoritas Iran. 

"Kapal-kapal milik negara yang tidak terlibat dalam perang diizinkan melintasi Selat Hormuz dengan koordinasi dan izin militer Iran," ujarnya. 

Kebijakan ini muncul di tengah situasi yang memanas, di mana konflik antara Iran melawan AS dan Israel telah mengganggu lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut. 

Banyak kapal tanker sempat tertahan, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global

Sebagai jalur vital, Selat Hormuz dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia dan gas alam cair (LNG). Gangguan di kawasan ini berpotensi langsung memengaruhi harga dan distribusi energi global. 

Sejak serangan besar-besaran lebih dari dua pekan lalu, Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan ke sejumlah target di Israel, pangkalan militer AS, serta infrastruktur energi di kawasan Teluk menggunakan rudal dan drone

Di tengah ketegangan tersebut, lalu lintas maritim di Selat Hormuz sempat melambat signifikan. Namun, dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kapal mulai kembali diizinkan melintas, menandakan adanya pelonggaran terbatas. 

Laporan menyebutkan kapal tanker dari beberapa negara seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan Turki telah mendapat izin melintas dengan aman. 

Otoritas India bahkan melaporkan dua kapal tanker yang mengangkut LPG berhasil melewati Selat Hormuz tanpa hambatan pada Sabtu, 14 Maret 2026. 

Sementara itu, kapal tanker berbendera Pakistan bernama Karachi juga menyelesaikan pelayarannya sehari setelahnya. 

Kapal berbendera Turki, Rozana, turut diizinkan melintas setelah pemerintah Ankara memperoleh persetujuan dari Teheran. 

Meski akses mulai dibuka secara terbatas, situasi di kawasan tersebut masih dinilai rawan. 

Kebijakan selektif Iran terhadap lalu lintas kapal menjadi penanda bahwa Selat Hormuz tetap berada dalam kendali ketat di tengah konflik yang belum mereda. (*/red)

Korban Banjir Bireuen Kecewa dengan Pernyataan Safrizal, Minta Turun Langsung ke Lokasi Pengungsian

By On Selasa, Maret 17, 2026

Korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen menyayangkan pernyataan Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas PRR Pasca Bencana, Safrizal ZA

BIREUEN, KabarViral79.ComMasyarakat korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen menyayangkan pernyataan Kepala Posko Wilayah Aceh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana, Safrizal ZA, yang menyebut pengungsi tidak boleh lagi tinggal di tenda karena telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH). 

Pernyataan tersebut diketahui dari sebuah video yang beredar di media sosial, saat Safrizal menjawab pertanyaan seorang warganet di Pendopo Bupati Bireuen

Sejumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda darurat di kompleks Kantor Bupati Bireuen mengaku kecewa atas pernyataan tersebut. 

Mereka menilai, kondisi di lapangan belum memungkinkan untuk meninggalkan tenda karena belum adanya kepastian hunian yang layak. 

“Kami masih tinggal di tenda bersama keluarga karena rumah kami hancur. Kami kecewa dengan pernyataan itu,” ujar salah seorang pengungsi, Selasa, 17 Maret 2026. 

Para korban menyatakan akan tetap bertahan di tenda hingga ada kejelasan terkait pembangunan hunian tetap maupun hunian sementara. 

Korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen menyayangkan pernyataan Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas PRR Pasca Bencana, Safrizal ZA. 

Mereka juga meminta Safrizal untuk turun langsung ke lokasi bencana agar dapat melihat kondisi yang sebenarnya. 

Selain itu, para pengungsi menilai kehadiran pejabat pusat seharusnya membawa solusi, bukan menimbulkan polemik di tengah kondisi mereka yang masih sulit. 

“Kami berharap beliau bisa datang langsung dan mendengar keluhan kami, bukan hanya menerima informasi dari pihak lain,” kata pengungsi lainnya. 

Dalam kesempatan itu, para korban juga mengaku tidak seluruhnya menerima DTH. Sebagian dari mereka bahkan menyatakan kehilangan rumah dan lahan akibat bencana, sehingga saat ini tidak memiliki tempat tinggal selain tenda darurat. 

“Kami tidak tahu harus ke mana jika tenda dibongkar. Tidak semua dari kami menerima DTH, dan kami juga tidak mampu menyewa rumah,” ujarnya. 

Para pengungsi turut meminta perhatian pemerintah pusat untuk mengevaluasi penanganan bencana di daerah, serta memastikan bantuan dan kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi riil di lapangan. 

Hingga kini, para korban masih bertahan di tenda pengungsian sambil menunggu kepastian terkait tempat tinggal yang layak pasca bencana. (Joniful Bahri)

Pria di Bireuen Ditangkap Polisi atas Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur

By On Selasa, Maret 17, 2026

Pria berinisial MY, warga Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, diamankan oleh polisi atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Aparat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bireuen menangkap seorang pria berinisial MY (55), warga Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. 

Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan pelecehan seksual terhadap seorang anak perempuan dari keluarga kurang mampu, yang identitasnya disamarkan sebagai Melati. 

Kasus tersebut menjadi perhatian Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bireuen sejak awal Maret 2026. Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Hendardi, turut memberi atensi khusus agar perkara itu segera ditangani. 

Kasatreskrim Polres Bireuen, AKP Jefryandi mengatakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan. 

“Setelah dilakukan pendalaman secara detail, pelaku berhasil diamankan. Dari hasil pemeriksaan dan didukung alat bukti yang cukup, tersangka mengakui perbuatannya,” ujar Jefryandi, Senin, 16 Maret 2026 kemarin. 

Saat ini, tersangka telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. Pemeriksaan terhadap tersangka dilakukan oleh penyidik Unit PPA dengan didampingi penasihat hukum, guna memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan. 

Jefryandi menambahkan, pihaknya juga terus mendalami kasus tersebut untuk melengkapi berkas perkara. 

“Pelaku dijerat Pasal 50 juncto Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2025 tentang perubahan atas Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, dengan ancaman hukuman maksimal 16 tahun penjara,” jelasnya. 

Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika mengetahui adanya tindak kekerasan atau pelecehan terhadap anak, agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku. (Joniful Bahri)

Pemkab Bireuen Klaim Sudah Tawarkan Hunian Sementara, Pengungsi Tetap Bertahan di Tenda Komplek Kantor Bupati

By On Selasa, Maret 17, 2026

Bupati Bireuen, H. Mukhlis saat melakukan pertemuan dengan pengungsi yang mendirikan tenda di Kantor Bupati setempat. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menyatakan telah berupaya mencarikan solusi sementara bagi para pengungsi korban bencana yang mendirikan tenda di kompleks Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen. Namun, tawaran tersebut belum diterima oleh para penyintas. 

Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli menjelaskan, sejak hari pertama para pengungsi tiba, Bupati Bireuen langsung menemui mereka pada 13 Maret 2026 untuk mendengar aspirasi secara langsung. 

Dalam pertemuan yang berlangsung di mushala kantor pusat pemerintahan, para penyintas menyampaikan keluhan serta mempertanyakan kepastian pembangunan hunian tetap (Huntap). Mereka juga meminta solusi tempat tinggal sementara yang lebih layak, karena telah lama bertahan di tenda. 

“Bupati merespons dengan menawarkan hunian sementara yang layak bagi seluruh pengungsi, tanpa membedakan apakah sudah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) atau belum,” ujar Muhajir. 

Ia menyebutkan, meski pemerintah daerah berkomitmen menyediakan hunian sementara yang memenuhi kebutuhan dasar seperti kamar per kepala keluarga, fasilitas mandi, dapur, serta logistik, namun kepastian pembangunan Huntap belum dapat ditentukan. 

“Pembangunan Huntap merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui BNPB dan kementerian terkait,” katanya. 

Menurutnya, kesepakatan sempat tercapai antara pemerintah dan pengungsi pada dini hari menjelang sahur, di mana para penyintas bersedia menempati hunian sementara yang disiapkan. Bahkan, momen tersebut diakhiri dengan santap sahur bersama. 

Namun, pada pagi harinya, sikap sebagian pengungsi berubah. Melalui perwakilan mereka, disampaikan penolakan terhadap solusi tersebut dan memilih tetap bertahan di tenda hingga ada kepastian pembangunan Huntap. 

Upaya lanjutan juga dilakukan oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bireuen, Hanafiah yang ditugaskan langsung oleh Bupati untuk menyiapkan hunian sementara. Namun, saat proses penjemputan, para pengungsi kembali menolak dipindahkan. 

Pada Senin, 16 Maret 2026, puluhan pengungsi bersama sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati. Mereka menuntut kepastian pembangunan huntap serta pengakuan status sebagai korban bencana. 

Dalam aksi tersebut, massa juga menilai Bupati tidak peduli dan tidak pernah menjenguk pengungsi. Pernyataan ini dibantah oleh Pemkab Bireuen. 

Asisten II Setdakab Bireuen, Mawardi menegaskan bahwa Bupati telah turun langsung menemui pengungsi pada awal kejadian,” kata Muhajir. 

Ia juga menjelaskan, ketidakhadiran Bupati saat aksi berlangsung karena sedang menjalankan tugas dinas di Banda Aceh yang tidak dapat diwakilkan. 

Dalam dialog dengan demonstran, pemerintah juga mengajak pengungsi untuk memverifikasi data melalui kartu keluarga dan KTP guna memastikan status mereka dalam data Jitupasna, termasuk penerimaan DTH. Namun, ajakan tersebut tidak mendapat respons penuh dari peserta aksi. 

Muhajir menyimpulkan bahwa kebuntuan (deadlock) yang terjadi bukan karena kurangnya upaya pemerintah, melainkan adanya penolakan terhadap solusi yang ditawarkan. 

Ia mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan kerja sama demi kepentingan para korban bencana, terlebih menjelang Idul Fitri

“Pemerintah daerah bersama seluruh pihak terus berupaya mempercepat penanganan pasca bencana. Diharapkan semua elemen dapat bersatu mencari solusi terbaik agar para pengungsi tidak berlarut-larut tinggal di tenda,” tutupnya. (Joniful Bahri)

Sikapi Maraknya Tambang Batubara Ilegal di Blok Kobak Cihara, Asper Bayah Segera Koordinasikan Patroli Gabungan

By On Selasa, Maret 17, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Maraknya aktivitas tambang batubara ilegal di lahan Perhutani, tepatnya di Blok Kobak, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, mendapat perhatian serius dari pihak berwenang. Asisten Perhutani (Asper) KBKPH Bayah, Lucyta Sakagiri, menyatakan akan segera melaporkan temuan ini ke Dinas Kehutanan Provinsi Banten.

Langkah tegas tersebut diambil menyusul banyaknya laporan dan pemberitaan media terkait aktivitas penambangan tanpa izin yang semakin menjamur di wilayah tersebut.

"Lokasi tersebut merupakan kawasan KHDPK (Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus) sesuai SK 149 Kemenhut Tahun 2025. Kewenangan pengelolaannya berada di bawah Kementerian Kehutanan, sementara Perhutani fokus menjaga aset-aset yang ada di dalamnya," ujar Lucyta saat memberikan keterangan pada Selasa (17/3/2026).

Lucyta menambahkan, karena masih ditemukan kegiatan penambangan batubara ilegal di dalam kawasan tersebut, pihak Perhutani akan segera berkoordinasi dan mengirimkan laporan resmi ke Dinas Kehutanan Provinsi Banten.

"Selanjutnya, kami akan melakukan patroli gabungan bersama Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) dan instansi terkait lainnya untuk menertibkan aktivitas ilegal tersebut," pungkasnya.

(Cup/Tim)

Teks foto

1.Fhoto salah satu tambang batubara ilegal di Blok Kobak Desa Panyaungan Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak