-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Warga dan Pemdes Sawarna Apresiasi Bantuan Sarana Ibadah dari Sosok "Hamba Allah"

By On Sabtu, Februari 21, 2026

LEBAK, KabarViral79.Com - Masyarakat serta Pemerintah Desa (Pemdes) Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, menyampaikan apresiasi mendalam atas aksi kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh sosok dermawan "Hamba Allah". 

Bantuan yang disalurkan melalui perwakilan, Dedi B dan Fahlevi, menyasar pembangunan serta kelengkapan sarana ibadah di wilayah tersebut.

Bantuan yang diberikan berupa material konstruksi dan perlengkapan sarana ibadah untuk sejumlah musala dan masjid di beberapa titik di Desa Sawarna

Penyerahan bantuan meliputi puluhan sak semen, batako, karpet, hingga perangkat pengeras suara (speaker) yang diterima langsung oleh pengurus lingkungan setempat. 

Perwakilan warga mengungkapkan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi kelancaran aktivitas ibadah dan pembangunan fisik musala yang sedang berjalan. 

"Kami atas nama warga Desa Sawarna mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Hamba Allah, melalui Bapak Dedi B dan Bapak Fahlevi, yang telah menyumbangkan material untuk pembangunan musala di kampung kami. Semoga kebaikan ini dibalas dengan kelancaran urusan, kesehatan, serta kesuksesan yang lebih besar," ujar sejumlah warga melalui pesan video yang diterima media ini, Jumat, 20 Februari 2026

Senada dengan warga, Pemerintah Desa Sawarna turut menyambut positif inisiatif tersebut. 

Pihak desa menilai, kontribusi dari tokoh masyarakat dan para donatur sangat membantu mempercepat pembangunan fasilitas umum, khususnya tempat ibadah di pelosok desa. 

"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada 'Hamba Allah' melalui  Bapak Dedi B dan Bapak Fahlevi atas bantuan material untuk musala dan masjid di beberapa titik wilayah kami. Kontribusi ini merupakan bentuk nyata sinergi dalam membangun fasilitas umum," ujar Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasie Ekbang) Desa Sawarna

Aksi kepedulian ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat gotong royong bagi masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Lebak, untuk terus bahu-membahu dalam merawat dan membangun fasilitas peribadahan di tingkat pedesaan. (Cup)

Satgas TMMD Kodim 0111/Bireuen Bersihkan Jalan Desa Jeumpa Sikureng, Warga Antusias Bergotong Royong

By On Jumat, Februari 20, 2026

Satgas TMMD ke-127 Kodim 0111/Bireuen membuka kembali akses penting bagi masyarakat Desa Jeumpa Sikureng, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat, 20 Febuari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Derap langkah para prajurit Satgas TMMD ke-127 Kodim 0111/Bireuen menggema di antara hamparan jalan desa yang sebelumnya dipenuhi semak dan debu.

Dengan membawa peralatan kerja dan semangat pengabdian, mereka hadir untuk membuka kembali akses penting bagi masyarakat Desa Jeumpa Sikureng, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat, 20 Febuari 2026.

Sejak pagi, personel Satgas TMMD terlihat bekerja berdampingan dengan warga. Cangkul, parang, dan sekop bergerak serempak membersihkan badan jalan yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat namun kurang terawat.

Meski debu beterbangan dan keringat tak berhenti mengalir, para prajurit dan warga tetap bekerja penuh antusias tanpa menunjukkan rasa lelah.

Satgas TMMD ke-127 Kodim 0111/Bireuen membuka kembali akses penting bagi masyarakat Desa Jeumpa Sikureng, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat, 20 Febuari 2026. 

Pembersihan jalan tersebut merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026, yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong sebagai fondasi pembangunan nasional.

Jalan yang dibersihkan memiliki peran vital bagi masyarakat setempat. Akses ini digunakan anak-anak menuju sekolah, menjadi penghubung petani ke area pertanian, serta jalur utama mobilitas ekonomi warga.

Kini, jalan tersebut perlahan kembali terbuka dan lebih layak dilalui, memberi harapan baru bagi peningkatan aktivitas sosial dan ekonomi desa. 

Kehadiran Satgas TMMD juga memantik semangat warga. Mereka yang awalnya hanya melihat, kini ikut turun tangan membantu proses pembersihan. Suasana kerja pun diwarnai tawa, sapaan hangat, dan kolaborasi yang menunjukkan eratnya kemanunggalan TNI dan rakyat.

Melalui kegiatan ini, TMMD menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal memperbaiki infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan, kepedulian, dan optimisme.

Jalan desa yang kini bersih menjadi simbol nyata bahwa kerja keras dan kolaborasi mampu menghadirkan perubahan hingga ke pelosok negeri. (Joniful Bahri)

Pemdes Darmasari Mediasi Rumor PHK Sepihak 12 Karyawan PT SWAT

By On Jumat, Februari 20, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.ComPemerintah Desa Darmasari menggelar pertemuan mediasi untuk merespons keresahan warga terkait rumor Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap 12 karyawan lokal di PT Surya Wira Abadi Tribuana (SWAT). Musyawarah tersebut dilangsungkan di Aula Kantor Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, pada Jumat (20/2/2026).

Acara dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Darmasari, Achmad Soleh, dengan didampingi Sekretaris Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Turut hadir dalam pertemuan tersebut tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan manajemen PT SWAT, para pekerja terdampak, serta unsur TNI-Polri dari Polsek Bayah dan Koramil 0315/Bayah.

Dalam forum tersebut, tokoh pemuda setempat, Entep S., mendesak pihak perusahaan untuk memberikan klarifikasi nyata terkait status para pekerja. Ia meminta bukti tertulis jika memang perusahaan telah melakukan pemberhentian resmi.

“Kami mempertanyakan kebenaran rumor yang beredar luas ini. Jika memang benar ada PHK, mana bukti surat pemberhentiannya secara formal?” ujar Entep.



Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Darmasari, Ahmadyani (Elod). Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya masyarakat mendukung investasi di wilayah mereka, namun perusahaan harus tetap mengedepankan transparansi, terutama yang menyangkut nasib warga lokal.

“Kami mendukung keberadaan perusahaan, namun kami meminta ketegasan terkait dasar persoalan ini. Jika ada kendala internal, tolong selesaikan secara baik-baik sesuai prosedur ketenagakerjaan yang berlaku,” tegas Ahmadyani.

Suasana sempat memanas saat salah satu warga, Eko, mempertanyakan otoritas Diki sebagai perwakilan PT SWAT yang hadir. Warga meragukan kapasitas perwakilan tersebut dalam mengambil keputusan strategis di tingkat desa.

Menanggapi hal tersebut, Diki mengakui bahwa dirinya belum dapat memberikan keputusan final dalam pertemuan tersebut dikarenakan statusnya yang masih baru di internal perusahaan.

“Saya belum lama bergabung di PT SWAT. Terkait isu PHK ini, saya akan mencatat dan menyampaikan seluruh poin hasil pertemuan hari ini kepada pimpinan perusahaan untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Diki singkat.

Pertemuan ditutup dengan harapan besar dari warga agar manajemen pusat PT SWAT segera mengeluarkan klarifikasi resmi. Langkah ini dinilai krusial guna meredam spekulasi sekaligus menjaga kondusivitas hubungan antara pihak perusahaan dengan masyarakat Desa Darmasari.

(Tim/Red)

Pemkab Bireuen dan DT Peduli Bangun 45 Unit Huntap untuk Penyintas Banjir Bandang di Jangka

By On Jumat, Februari 20, 2026

Laznas DT Peduli dan Pemkab Bireuen, serta masyarakat Desa Alue Kuta dan Desa Kuala Ceurape, Jangka, menandatangani komitmen bersama pembangunan kawasan Huntap bagi warga penyintas banjir bandang

BIREUEN, KabarViral79.ComUpaya pemulihan pasca bencana terus digencarkan di Kabupaten Bireuen. Pada Kamis, 19 Februari 2026, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhid (DT) Peduli, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, serta masyarakat Desa Alue Kuta dan Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, resmi menandatangani komitmen bersama pembangunan Kawasan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga penyintas banjir bandang. 

Penandatanganan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Bireuen, ditandatangani oleh Bupati Bireuen, Ketua Yayasan DT Peduli Ir. M. Bascharul Ashana, M.BA, dan perwakilan masyarakat, Dedi Hermanto. 

Dalam kesepakatan itu, DT Pedili akan membangun 45 unit Huntap tipe 36 bagi penerima manfaat yang telah diverifikasi Pemkab Bireuen. 

Setiap unit dilengkapi instalasi listrik, kamar mandi, serta sistem sanitasi internal yang layak. 

Pembangunan dilakukan dalam dua tahap. Untuk tahap I sebanyak 25 unit, dan 20 unit untuk tahap II. 

Sementara itu, Pemkab Bireuen bertanggung jawab menyediakan infrastruktur pendukung, mulai dari pematangan lahan (land clearing), pembangunan jalan lingkungan, drainase, jaringan listrik rumah, Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga pengurusan Sertifikat Hak Milik (SHM) bagi warga penerima Huntap. 

Adapun masyarakat Desa Alue Kuta dan Kuala Ceurape menyediakan lahan seluas 6.567 m², dengan proses pembangunan dilakukan secara swadaya oleh para penerima manfaat. 

Laznas DT Peduli dan Pemkab Bireuen, serta masyarakat Desa Alue Kuta dan Desa Kuala Ceurape, Jangka, menandatangani komitmen bersama pembangunan kawasan Huntap bagi warga penyintas banjir bandang. 

Bupati Apresiasi Kolaborasi dan Semangat Warga

Bupati Bireuen menyampaikan apresiasi atas kontribusi DT Peduli dan semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat. 

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak bencana. 

"Kami berharap pembangunan Huntap bantuan DT Peduli ini dapat segera dilaksanakan tanpa hambatan. Pemerintah daerah berkomitmen penuh memastikan infrastruktur pendukung siap tepat waktu agar kawasan ini menjadi hunian yang sehat, aman, dan legal bagi masyarakat," ujarnya. 

Harapan Pulihnya Ekonomi dan Psikologis Warga

Melalui program ini, pemerintah dan lembaga kemanusiaan berharap beban ekonomi maupun psikologis warga penyintas banjir bandang dapat segera pulih. 

Kehadiran hunian yang lebih layak dan tangguh diharapkan mampu memberikan rasa aman serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap potensi bencana di masa mendatang. (Joniful Bahri)

Pengungsi Banjir dan Longsor di Bireuen Masih Tinggal di Tenda Darurat, Huntara dan Huntap Tak Kunjung Dibangun

By On Jumat, Februari 20, 2026

Korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen hingga kini masih bertahan di tenda darurat. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Ratusan warga korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen, Aceh, hingga kini masih bertahan di tenda darurat. 

Kondisi itu terjadi akibat belum tersedianya hunian sementara (Huntara), sementara hunian tetap (Huntap) yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen juga belum menunjukkan progres berarti. 

Memasuki bulan suci Ramadan, para pengungsi mengaku semakin kesulitan bertahan di bawah tenda seadanya. 

Ketika hujan turun, air kerap masuk ke dalam tenda, sementara saat cuaca panas mereka harus menahan terik dan suhu yang sangat gerah. 

Bahkan, diperkirakan sebagian besar pengungsi yang rumah dan tanahnya hilang akibat banjir bandang dan longsor pada 26 November 2025 lalu, terpaksa harus hidup di bawah tenda selama berbulan-bulan. 

Sebagian warga bahkan diprediksi akan lebih dari satu tahun tinggal di lokasi pengungsian karena belum memiliki tanah maupun rumah. 

“Kami belum punya tanah. Rumah dan tanah kami hilang diseret arus sungai saat banjir dan longsor tersebut. Kalau ada Huntara, kami tidak harus tinggal berbulan-bulan di bawah tenda darurat seperti ini,” ungkap seorang pengungsi di Kecamatan Juli, Kamis, 19 Februari 2026. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pengungsi kini tersebar di 28 desa pada tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Kutablang, Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, Jangka, Juli, dan Jeumpa. 

Di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, sebanyak 43 kepala keluarga (KK) masih bertahan di tenda darurat yang didirikan di lintasan nasional Bireuen–Takengon Km 9

Korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen hingga kini masih bertahan di tenda darurat. 

Mayoritas penghuni tenda adalah anak-anak, perempuan, serta lanjut usia yang kondisinya semakin rentan. 

Para pengungsi ini kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang menghancurkan rumah mereka akhir November lalu. 

Kini, tenda-tenda darurat tampak dipenuhi tumpukan pakaian, peralatan dapur, kardus berisi barang warga, hingga kompor dan wadah air seadanya. 

Ironisnya, di Desa Balee Panah sebenarnya telah berdiri tiga unit rumah percontohan hunian tetap (Huntap). Namun, bangunan tersebut belum dapat ditempati karena belum tersambung air bersih dan listrik. 

Warga menduga ketiga unit tersebut hanya sebagai rumah contoh meskipun sudah ditetapkan pemiliknya. 

Hingga kini belum ada tanda-tanda pembangunan Huntap lainnya, padahal sebelumnya Pemkab Bireuen menjanjikan akan membangun 1.000 unit Huntap pada tahap pertama. 

“Ini seolah hanya memberi angin segar kepada pengungsi. Tidak mungkin Huntap selesai dalam waktu singkat. Harusnya Huntara dibangun dulu agar kami tidak berbulan-bulan menderita di tenda,” ujar warga setempat. 

Warga juga menyesalkan kondisi para pengungsi yang harus menjalani sahur dan berbuka puasa dalam tenda darurat pada musim hujan. 

“Pemkab Bireuen seharusnya memikirkan keadaan ini. Tidak boleh membiarkan pengungsi terus menderita di bawah tenda darurat seperti sekarang,” keluh warga lainnya. (Joniful Bahri)

Dibantu H. Basirun, Oknum Kapolsek di Garut Diduga Lakukan Tangkap Lepas Penjual Obat Daftar G

By On Kamis, Februari 19, 2026

GARUT, KabarViral79.Com -- Sebuah kabar mengejutkan beredar di kalangan masyarakat Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), terkait penanganan warung yang menjual obat daftar G jenis Tramadol dan Hexymer yang sebelumnya berhasil diamankan oleh Polsek Tarogong Kaler

Informasi ini mencuat dari seorang narasumber sebut aja Bomber (nama samaran). 

"Ya kemarin penjualnya dibawa dan barang bukti obat Tramadol dan Hexymer diamankan oleh Polsek Tarogong Kaler," ujarnya. 

Namun, kata dia, setelah beberapa jam, penjual obat daftar G sudah kembali balik ke kios. 

"Awalnya kami lihat pihak Kepolisian didampingi oleh Haji Basirun, pemilik kios yang satunya," ujarnya.

Hal ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan awak media. 

Kapolsek Tarongong Kaler, Iptu Ate Ahmad Hermawan saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan Whatsapp, Kamis, 19 Februari 2026, membenarkan pihaknya telah mengamankan pejual obat keras tersebut. 

"Sudah kami tindak lanjuti dan kami tutup," ujarnya. 

Awak media berupaya mengklarifikasi dugaan penangkapan dan pelepasan seorang terduga pelaku penjual obat terlarang jenis Tramadol dan Hexymer tersebut. 

Kasus ini menjadi sorotan, mengingat instruksi tegas Kapolri terkait pemberantasan segala bentuk Narkotika serta segala hal yang berbenturan dengan Hukum. (*/red) 

HRD Desak Jembatan Darurat Salah Sirong Dibangun Lebih Kokoh, Menteri PU Pastikan Kirim Jembatan Aramco

By On Kamis, Februari 19, 2026

Anggota DPR RI Dapil Aceh II, H Ruslan M Daud (HRD).  

BIREUEN, KabarViral79.Com - Anggota DPR RI Dapil Aceh II, H. Ruslan M Daud (HRD) menegaskan, pembangunan jembatan darurat di Salah Sirong sebelumnya merupakan hasil kerja politik dan lobi intensif yang ia lakukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai mitra kerja Komisi V DPR RI. 

HRD bahkan turut membawa langsung Menteri Pekerjaan Umum ke lokasi jembatan beberapa waktu lalu, sehingga pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh segera membangun jembatan darurat di kawasan tersebut. 

Kepada wartawan, Kamis, 19 Februari 2026, HRD menjelaskan, jembatan itu sejatinya berada dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab). 

Namun, karena tak kunjung ditangani, ia mengambil inisiatif untuk melobi Menteri PU agar pembangunan dapat dibiayai melalui APBN dengan skema tanggap darurat kebencanaan. 

“Seharusnya ini kewenangan Pemkab. Tapi karena tidak dibangun dan tidak direspons, saya mengambil inisiatif melobi Menteri PU agar negara hadir melalui APBN. Alhamdulillah, Kementerian PU sangat responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya. 

Ia mengapresiasi langkah cepat Ditjen Bina Marga dan BPJN Aceh yang telah menghadirkan jembatan darurat melalui BUMN PT Adhi Karya

Jembatan tersebut menjadi akses utama antara Desa Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, dan Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli. 

Namun, jembatan darurat tersebut kembali rusak setelah dihantam air sungai yang meluap akibat hujan dengan intensitas tinggi. 

Kondisi jembatan darurat di Salah Sirông Jeumpa, Bireuen, yang sempat ambruk setelah dibangun. 

Menurut HRD, kondisi ini dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan di hulu sungai akibat alih fungsi hutan menjadi kebun kelapa sawit secara besar-besaran. 

“Ini pelajaran penting. Kerusakan lingkungan di hulu berdampak langsung ke hilir. Karena itu, jembatan pengganti harus dibangun jauh lebih kokoh dan disesuaikan dengan karakter debit air di kawasan ini,” tegasnya. 

HRD menekankan, jembatan tersebut memegang peranan vital bagi aktivitas warga, termasuk akses pendidikan bagi anak-anak sekolah. Tanpa jembatan layak, warga bahkan terpaksa menyeberang menggunakan sling yang sangat berisiko. 

“Ini bukan sekadar jembatan, ini akses hidup masyarakat. Keselamatan anak-anak sekolah juga dipertaruhkan,” katanya. 

Menindaklanjuti laporan HRD, Menteri Pekerjaan Umum, Dodi Hanggodo memastikan, pemerintah pusat akan membangun jembatan tipe Aramco yang lebih kuat dan cepat dipasang. Material jembatan tersebut akan didatangkan langsung dari Jakarta dalam dua hingga tiga hari ke depan. 

“Kami akan segera menindaklanjuti. Dalam dua sampai tiga hari ke depan, material jembatan Aramco akan dimobilisasi ke lokasi. Salam Bapak Presiden kepada masyarakat Bireuen dan khususnya warga Salah Sirong. Insya Allah, saya juga akan kembali ke sana,” ujar Menteri PU. 

HRD menyambut baik respons tersebut dan menyatakan kesiapannya mengawal proses pembangunan hingga tuntas. 

“Saya yakin jembatan ini akan segera dibangun dengan konstruksi yang lebih kuat. Ini bukti bahwa ketika negara hadir, masyarakat tidak dibiarkan sendiri,” tutupnya. 

Pembangunan jembatan Aramco diharapkan menjadi solusi yang lebih aman dan tahan bencana bagi masyarakat Salah Sirong serta mampu mengantisipasi banjir dan cuaca ekstrem di masa mendatang. (Joniful Bahri) 

Lapas Serang Bersih Bersih Halaman, Siap Hadapi Ramadhan

By On Rabu, Februari 18, 2026

 


Serang, KabarViral79.Com Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang menggelar kegiatan bersih-bersih halaman dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Lapas Serang, Riko Stiven, petugas, dan warga binaan Lapas Serang.

Dengan semangat dan gotong royong, mereka membersihkan halaman Lapas Serang dari sampah dan kotoran, serta memotong rumput liar. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman dalam menyambut bulan Ramadhan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Lapas Serang dapat menjadi contoh dalam menjaga kebersihan dan lingkungan yang sehat,” kata Kepala Lapas Serang, Riko Stiven. “Kami juga ingin mengajak warga binaan untuk junjung tinggi nilai-nilai kebersihan dan kesehatan dalam menjalani ibadah puasa.”

Besok, Kamis 19 Februari 2026, Lapas Serang akan memasuki bulan suci Ramadhan (1 Ramadhan). Dengan lingkungan yang bersih dan nyaman, warga binaan Lapas Serang siap menjalani ibadah puasa dengan khusyuk dan nyaman. Acara bersih-bersih halaman ini merupakan salah satu upaya Lapas Serang untuk meningkatkan kualitas hidup warga binaan dan menciptakan lingkungan yang sehat dan harmonis.

Polsek Tarogong Kaler Diduga Mandul dalam Memberantas Peredaran Obat Daftar G

By On Rabu, Februari 18, 2026

KABUPATEN GARUT, KabarViral79.ComSetelah berita berjudul "Respon Cepat Polsek Tarogong Kaler di Apresiasi Masyarakat" dari salah satu media online.

Nyatanya, penjual obat daftar G di Jl. Otista No. RT.01, Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), masih bebas berjualan.

Informasi ini mencuat dari seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya.

"Iya benar, rumah warga yang dijadikan transaksi obat terlarang ramai lagi pembelinya" ujarnya kepada awak media, Rabu, 18 Februari 2026.

Hal ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan awak media.

Di tempat terpisah, seseorang berinisial F kepada awak media mengatakan, tempat tersebut memang benar telah kembali menjual obat terlarang golongan (G) jenis Hexymer dan Tramadol yang diduga tanpa resep dokter.

“Dengan adanya tempat eksekusi, peredaran obat-obatan terlarang yang setiap harinya terlihat jelas banyak anak-anak dan para remaja usia di bawah umur, dikhawatirkan obat yang telah dikonsumsi akan berdampak buruk,” ujarnya.

Warga berharap, pihak Kepolisian, khususnya Satresnarkoba Polres Garut bertindak tegas atas keberadaan tepmat yang menjual obat terlarang jenis Tramadol dan Hexhymer.

"Kami sebagai masyarakat merasa resah dan takut atas bebasnya penjualan obat-obatan yang ada di wilayah kami,” ujar warga.

Kejadian ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan penegakan hukum terkait peredaran obat-obatan terlarang.

Penjualan obat-obatan terlarang secara bebas dapat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

“Kalau seperti ini terus, bagaimana masyarakat mau percaya pada penegakan hukum? jualan seenaknya,” kata warga sekitar.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian, mengenai kelanjutan penindakan terhadap warung tersebut. 

Publik berharap, aparat tidak tinggal diam melihat pelanggaran yang terjadi secara terang-terangan dan segera menindak tegas siapa pun yang terbukti melanggar hukum, tanpa pandang bulu.

Penjualan obat keras tanpa izin tidak hanya melanggar Undang-Undang, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat luas, terutama generasi muda yang kerap menjadi sasaran pasar gelap tersebut.

Diketahui, sesuai dengan UU Kesehatan, pelaku bisa dijerat dengan Pasal 196 Juncto Pasal (98) ayat 2 dan 3 dan atau Pasal 197 juncto Pasal 106 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun. (*/red)

Operasi Pekat Jelang Ramadhan, Tim Gabungan Amankan 4 Orang dan Ratusan Obat Terlarang di Pantai Pasput

By On Rabu, Februari 18, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Panggarangan, Koramil 0314/Panggarangan, Satpol PP Kecamatan Cihara dan Panggarangan, serta MUI Kecamatan Cihara berhasil mengamankan empat orang pria yang kedapatan menguasai ratusan butir obat-obatan terlarang jenis Tramadol dan Hexymer.

Penangkapan dilakukan dalam kegiatan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Selasa (17/02/2026) malam.

Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin, S.H., mengonfirmasi penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa operasi ini menyasar penyakit masyarakat (pekat) guna menciptakan kondusivitas menjelang bulan suci Ramadhan di wilayah hukum Polsek Panggarangan.

“Sekitar pukul 23:00 WIB, saat tim menyisir kawasan Wisata Pantai Pasput, Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, petugas menangkap tangan empat orang yang membawa obat-obatan jenis Tramadol dan Hexymer,” ujar AKP Acep.

Sebelumnya, operasi dimulai pukul 23:30 WIB dengan menyasar warung-warung di daerah Cantigi dan Cibobos yang diduga menjual minuman keras. Dalam penyisiran tersebut, petugas berhasil menyita beberapa botol miras berbagai merek sebelum akhirnya bergerak ke arah pantai.

Dari tangan para terduga pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti signifikan:

Dari Inisial MU: 421 butir Hexymer, 107 butir Tramadol, uang tunai hasil penjualan senilai Rp320.000, satu unit HP Vivo, satu buah tas pinggang, serta satu unit sepeda motor Honda Beat tanpa nomor polisi.

Dari Inisial IN: 105 butir Hexymer, 13 butir Tramadol, satu unit HP Realme, dan satu unit sepeda motor Honda Beat tanpa nomor polisi.

Saat ini, dua orang telah ditetapkan sebagai terduga pelaku utama, yakni:

MU (21), warga Kp. Bojong Koneng, Desa Bojong Koneng, Kec. Gunung Kencana.

IP (26), warga Kp. Bojong Koneng, Desa Bojong Koneng, Kec. Gunung Kencana.

Sementara itu, dua orang lainnya berinisial AN (22) dan NU (29) saat ini masih berstatus sebagai saksi guna pendalaman informasi.

Pasca penangkapan, pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah hukum berupa olah TKP, pengamanan barang bukti, pemeriksaan keterangan saksi dan pelaku, serta pembuatan berita acara penyerahan.

“Selanjutnya, keempat orang beserta seluruh barang bukti telah kami amankan di Polsek Panggarangan. Kami juga telah berkoordinasi dengan Satnarkoba Polres Lebak untuk proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut,” tutup AKP Acep Komarudin. (Tim/Red)

Jelang Ramadan, Tim Gabungan Amankan Puluhan Botol Miras dalam Operasi Pekat di Panggarangan

By On Rabu, Februari 18, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Guna menciptakan situasi kondusif menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, tim gabungan lintas instansi menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukum Polsek Panggarangan, Selasa (17/02/2026) malam.

Operasi yang dimulai pukul 21.00 WIB ini melibatkan personel TNI dari Koramil 0314/Panggarangan, Polri, Satpol PP Kecamatan Cihara dan Panggarangan, serta tokoh agama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Fokus utama operasi meliputi pemberantasan peredaran minuman keras (miras), pencegahan balap liar, hingga antisipasi tawuran antarwarga.

Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin, S.H., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergitas antarinstansi demi menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Kami bersama jajaran Koramil, Satpol PP, dan didampingi Ketua MUI Kecamatan Cihara menyisir sejumlah warung yang diduga menjual miras di wilayah Kecamatan Cihara dan Panggarangan,” ujar AKP Acep Komarudin usai kegiatan.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita sedikitnya 25 botol miras berbagai merek dari wilayah Kecamatan Cihara. Barang bukti yang diamankan terdiri dari:

9 botol besar Kawa-Kawa

9 botol besar Anggur Merah (Cap Orang Tua)

6 botol Bir Putih (Anker)

1 botol Bir Hitam (Guinness)

Selain menyasar peredaran miras, tim gabungan juga melakukan patroli intensif di titik rawan gangguan keamanan, termasuk di Jalan Nasional III Malingping-Bayah (Kampung Cimundu) yang kerap dijadikan lokasi balap liar. Petugas juga memantau area perkantoran, sekolah, SPBU, perbankan, hingga pusat perbelanjaan.

“Kegiatan ini kami lakukan agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan. Kami ingin memastikan situasi Kamtibmas tetap terkendali,” tambah Kapolsek.

Senada dengan hal tersebut, Ketua MUI Kecamatan Cihara, Kiyai Deri Setiadi, memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas aparat. Ia berharap wilayah Kecamatan Cihara dapat bersih dari peredaran miras yang meresahkan.

“Kami berharap lingkungan kita benar-benar terbebas dari miras agar ibadah Ramadan berjalan khidmat,” ungkapnya.

Operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Panggarangan dengan melibatkan personel Polsek (Aipda Dimas Sutarwoko, Aipda Inu Rohmawan, dkk), personel Koramil (Serma Agus, dkk), serta anggota Satpol PP dari dua kecamatan terkait. (Cup/Tim)

Sinergi TNI dan Warga, Babinsa Serma Agus Suprapta Terjun Langsung Perbaiki Jalan di Desa Cimandiri

By On Selasa, Februari 17, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.ComBabinsa Koramil 0314/Panggarangan Serma Agus Suprapta bergabung bersama warga dan Kepala Desa Cimandiri dalam aksi kerja bakti memperbaiki infrastruktur jalan di Kampung Gunung Buleud D, Lebak, Selasa (17/2/2026).

Aksi turun ke lapangan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara Babinsa dengan masyarakat binaannya. Serma Agus menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan sosial seperti ini sangat penting untuk menciptakan kemanunggalan yang solid.

“Saya ingin selalu dekat dengan warga. Dengan bergotong royong seperti ini, kita bisa saling mengenal lebih dekat sekaligus membantu mempercepat pembangunan di desa,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Desa Cimandiri, Pe’i, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Babinsa Koramil 0314/Pgr, Serma Agus, yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap warga binaannya melalui aksi gotong royong.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul keterlibatan aktif Babinsa dalam kegiatan kerja bakti perbaikan jalan poros di Desa Cimandiri, Kecamatan Panggarangan, yang dilakukan secara swadaya bersama masyarakat setempat.

“Saya, atas nama Pemerintah Desa Cimandiri, sangat mengapresiasi aksi nyata Pak Agus selaku Babinsa kami. Beliau tidak hanya hadir, tetapi ikut terjun langsung dalam kerja bakti memperbaiki jalan poros desa secara swadaya,” ujar Pe’i saat ditemui di lokasi kegiatan.

Menurut Pe’i, kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat memberikan motivasi tambahan bagi warga untuk saling bahu-mabah membantu pembangunan infrastruktur desa. Semangat gotong royong ini diharapkan dapat terus terjaga demi kenyamanan dan kelancaran akses transportasi warga.

Sinergi antara TNI dan masyarakat seperti inilah yang kami butuhkan untuk mempercepat pembangunan dan mempererat tali silaturahmi di tingkat desa,” pungkasnya.

(Cup)

Panduan Mengurus Alih Waris pada Sertifikat Tanah agar Hak Atas Tanah Tetap Terlindun gi

By On Selasa, Februari 17, 2026

 


Kabupaten Batang, KabarViral79.Com Sertifikat tanah bukan sekedar dokumen, namun merupakan jejak sejarah, sumber penghidupan, sekaligus jaminan masa depan. Tak jarang, tanah sudah mencatatkan kepemilikan turun-temurun dalam suatu keluarga. Tanah yang sudah diwariskan ke penerus keluarga, perlu diurus secara resmi perubahan hak miliknya dalam sertifikat.

Fenomena yang kerap terjadi di Indonesia adalah tanah sudah diwariskan hanya dengan janji antar keluarga, namun sertipikatnya tidak dialih wariskan. Proses alih waris hak atas tanah dianggap rumit, padahal prosesnya sudah jelas diatur dalam regulasi pertanahan. Ketika pemegang hak atas tanah meninggal dunia, keluarga perlu segera memastikan status kepemilikan diperbarui agar memiliki kepastian hukum dan menghindari potensi sengketa di kemudian hari.

Petugas loket di Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Batang, Fiya Pramusinta menjelaskan bahwa langkah awal pengurusan biasanya dimulai dari dokumen dasar keluarga. “Persyaratan biasanya kan awal dari KTP, KK, dari orang tua. Kalau misalnya sudah tidak ada berarti nanti dibutuhkan ahli waris, anak-anaknya. Kalau surat keterangan waris biasanya di sini menyediakan formatnya, tapi beberapa desa juga menyediakan dan bisa sekaligus dimintakan pengesahannya,” ujar Fiya Pramusinta dalam keterangannya di Kantah Kabupaten Batang.

Secara hukum, peralihan hak atas tanah karena pewarisan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Ketentuan lebih lanjut mengenai kewajiban pendaftarannya diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Adapun tata cara teknis pelayanan dan kelengkapan dokumen dijabarkan dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN (ATR/BPN) Nomor 16 Tahun 2021.

Sedikitnya ada delapan persyaratan yang harus dipenuhi. Mulai dari (1) formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas meterai cukup; (2) surat kuasa apabila dikuasakan; (3) fotokopi identitas pemohon/para ahli waris (KTP,KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket; (4) sertipikat tanah asli.

Dokumen selanjutnya yang perlu dilengkapi, yaitu (5) surat keterangan waris sesuai perundangan-undangan; (6) akte wasiat notariil (jika ada); (7) fotokopi SPPT dan PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, penyerahan bukti SBB (BPHTB) dan bukti bayar uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak); dan (8) penyerahan bukti SSB (BPHTB), bukti SSP/PPh untuk perolehan tanah lebih dari 60 juta Rupiah bukti bayar uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak).

Setelah dokumen dinyatakan lengkap, masyarakat tinggal mengajukan permohonan peralihan hak di Kantah sesuai lokasi tanah. Petugas Kantah kemudian melakukan penelitian data yuridis dan fisik tanah sebelum mencatat perubahan pemegang hak dalam buku tanah. Tahap akhir dari proses ini adalah penerbitan sertipikat tanah baru atas nama ahli waris, baik secara bersama maupun berdasarkan kesepakatan keluarga.

Khusus bagi pemohon yang sertipikatnya masih dalam bentuk analog, akan dilakukan proses alih media menjadi Sertipikat Elektronik terlebih dahulu sebelum sertipikat diterbitkan. “Kalau yang analog alih media terlebih dulu, kalau sudah sertipikat elektronik bisa langsung di _entry_,” lanjut Fiya Pramusinta.

Adapun untuk tarif biaya tanah waris ini dihitung berdasarkan nilai tanah yang dikeluarkan oleh Kantah dengan rumus (nilai tanah (per m2) x luas tanah (m2))/1000. Bagi masyarakat yang ingin melakukan proses ahli waris ataupun informasi layanan pertanahan lainnya, Kementerian ATR/BPN telah menyediakan aplikasi Sentuh Tanahku yang sudah menyediakan berbagai informasi layanan pertanahan.

Dukung Program Presiden Prabowo, SPPG Sukajadi 2 Resmi Diluncurkan untuk Perkuat Gizi Masyarakat Panggarangan

By On Selasa, Februari 17, 2026

 

Jajaran Forkopimcam Panggarangan saat mengabadikan momen bersama pengelola Dapur Sukasari usai seremoni tasyakuran

LEBAK, KabarViral79.Com – Upaya percepatan perbaikan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat. Hal ini ditandai dengan peresmian (launching) dan tasyakuran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukajadi 2 yang berlokasi di Dapur Sukasari, Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, pada Selasa (17/02/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Camat Panggarangan Ahmad Faidlullah, Kapolsek Panggarangan AKP Acep Komarudin, Pgs. Danramil 0314/Pgr Pelda Eman Guratman, serta Plt. Kepala Puskesmas Panggarangan Mamat. Turut hadir Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak Asep Royani, para kepala desa setempat, serta pengelola SPPG.

Dalam sambutannya, Camat Panggarangan Ahmad Faidlullah menyampaikan apresiasi atas hadirnya fasilitas ini. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan program demi memastikan kebutuhan gizi siswa di wilayah Panggarangan terpenuhi.

“Kami berpesan kepada pengelola agar profesional dalam menjalankan tugasnya. Berikan pelayanan terbaik bagi siswa-siswi penerima manfaat program MBG,” ujar camat muda yang dikenal ramah tersebut.

H. Rifki selaku pengelola Dapur Sukasari memberikan sambutan di hadapan tamu undangan


Senada dengan hal itu, Korwil BGN Kabupaten Lebak Asep Royani menjelaskan bahwa keberadaan SPPG membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Namun, ia mengingatkan agar seluruh operasional tetap patuh pada standar pemerintah.

“Saya meminta kepada pengelola SPPG untuk tetap menaati seluruh aturan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” tegas Asep.

Kepala SPPG Sukajadi 2 Ikbal Muhammad menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan generasi yang sehat dan kuat. Fokus utama program ini mencakup anak sekolah, balita, hingga ibu hamil.

“Dapur ini didirikan untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Kami berkomitmen penuh untuk mencegah keracunan makanan dan menjaga kebersihan dengan standar keamanan dapur yang ketat,” jelas Ikbal.

Sementara itu, H. Rifki selaku pengelola fasilitas Dapur Sukasari menyatakan kesiapannya untuk beroperasi sesuai regulasi. Ia juga menyampaikan keterbukaan untuk berkomunikasi dengan pihak manapun apabila terdapat kendala di lapangan.

“Melalui sinergi antara pemerintah, BGN, dan masyarakat, kehadiran SPPG Sukajadi 2 diharapkan dapat beroperasi secara optimal dan konsisten dalam meningkatkan kualitas kesehatan serta gizi masyarakat di wilayah Lebak, khususnya Kecamatan Panggarangan,” tutur H. Rifki.

(Cup)

Kecelakaan Maut di Tol Sibanceh, Satu Kader PKB Meninggal dan Ketua Fraksi PKB Bireuen Luka Serius

By On Selasa, Februari 17, 2026

Mobil MPV putih yang ditumpangi korban mengalami ringsek berat setelah menabrak bagian belakang sebuah truk kargo di jalur tol Sibanceh.  

BANDA ACEH, KabarViral79.Com Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) pada Senin sore, 16 Februari 2026, menimpa rombongan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) asal Bireuen. 

Dalam insiden tersebut, seorang kader PKB, Syahrizal Putra, meninggal dunia. Sementara Ketua Fraksi PKB di DPRK Bireuen, Nanda Rizka, mengalami luka serius. 

Informasi yang diterima media menyebutkan, rombongan baru saja kembali dari kegiatan Silaturahmi dan Ta’aruf Pra-Muskerwil PKB Aceh yang digelar di Hotel Hermes Palace Banda Aceh

Dalam perjalanan pulang, mobil MPV berwarna putih yang mereka tumpangi menabrak bagian belakang sebuah truk kargo di jalur tol.

Benturan keras menyebabkan Syahrizal Putra, salah satu kader aktif PKB, meninggal dunia di tempat. Jenazah almarhum kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Zainoel Abidin untuk penanganan lebih lanjut. 

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB Bireuen, Nanda Rizka atau yang akrab disapa Abi Nanda mengalami luka serius dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama. 

Musibah ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar PKB, terutama di Kabupaten Bireuen. Kepergian Syahrizal Putra menjadi kehilangan besar bagi rekan dan sahabat yang mengenalnya sebagai sosok berdedikasi dan bersemangat dalam kegiatan organisasi. 

Kecelakaan tersebut juga terpantau langsung oleh petugas di lapangan. Minibus yang ditumpangi rombongan PKB terlihat ringsek parah pada bagian depan hingga pilar tengah, mengindikasikan benturan keras akibat dugaan tabrak belakang. 

Potongan kap mesin mobil itu bahkan terlihat masih tersangkut pada besi pengaman belakang truk box yang terlibat dalam insiden. 

Petugas jalan tol bersama Kepolisian segera melakukan evakuasi kendaraan dan penanganan korban. Arus lalu lintas sempat mengalami perlambatan selama proses evakuasi berlangsung. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan dan kronologi lengkap kejadian. (Joniful Bahri)

PKB Aceh Gelar Ta’aruf Pra-Muskerwil, HRD Fokus Perkuat Konsolidasi dan Pembangunan Kantor Baru

By On Senin, Februari 16, 2026

DPW PKB Aceh menggelar kegiatan Ta’aruf dan Silaturrahmi Pra-Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) di Banda Aceh, Minggu, 15 Januari 2026. 

BANDA ACEH, KabarViral79.Com - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh menggelar kegiatan Ta’aruf dan Silaturrahmi Pra-Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil), di Banda Aceh, Minggu, 15 Januari 2026. 

Acara tersebut menjadi ajang konsolidasi awal bagi pengurus PKB Aceh Periode 2026-2031 di bawah kepemimpinan H. Ruslan M. Daud (HRD). 

Ketua DPW PKB Aceh yang juga Anggota DPR RI Komisi V itu menginisiasi langsung kegiatan tersebut sebagai langkah memperkuat soliditas internal, sekaligus mempersiapkan agenda pengukuhan kepengurusan dan arah politik PKB Aceh ke depan. 

Ketua panitia, Tgk. Mujlisal, dalam laporannya menyampaikan, undangan kegiatan meliputi seluruh unsur kepengurusan, mulai dari Mustasyar, Syuro, Tanfidz, hingga kader dan anggota Fraksi PKB di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. 

“Ta’aruf dan silaturrahmi ini menjadi bagian dari proses konsolidasi awal menjelang agenda besar partai. Alhamdulillah hampir seluruh pengurus hadir, menunjukkan komitmen kita membangun PKB Aceh yang lebih kuat dan solid,” ujar Tgk. Mujlisal. 

Dalam sambutannya, Ruslan Daud mengapresiasi kerja panitia dan antusiasme para pengurus meski persiapan kegiatan berlangsung dalam waktu singkat. 

“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa PKB Aceh memiliki semangat kebersamaan yang kuat. Konsolidasi internal adalah fondasi utama memperkuat posisi PKB di Aceh,” kata Ruslan. 

Ia menegaskan, setelah Idul Fitri, DPW PKB Aceh akan melaksanakan pengukuhan resmi kepengurusan. Pada kesempatan yang sama, akan dibentuk panitia khusus untuk pengukuhan serta persiapan peletakan batu pertama pembangunan kantor baru DPW PKB Aceh. 

“Kantor baru ini akan menjadi simbol kebangkitan organisasi kita, bukan hanya bangunan fisik tetapi representasi semangat dan komitmen kita untuk masyarakat,” ujarnya. 

Sebagai legislator yang dikenal fokus pada pembangunan dan infrastruktur, Ruslan juga menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran sosial PKB di seluruh Aceh. Salah satunya dengan penyediaan ambulans bagi setiap Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB

“Ambulans ini bukan hanya untuk kepentingan partai, tetapi untuk membantu masyarakat. PKB harus hadir dalam kehidupan rakyat setiap saat, bukan hanya menjelang pemilu,” tegasnya. 

Ruslan turut mengingatkan seluruh kader agar tetap dekat dengan masyarakat dan menjalankan kerja politik secara konsisten. 

“Kerja politik harus dimulai dari bawah, dari A sampai Z, dengan kerja nyata. Jangan hanya datang ke rakyat saat membutuhkan dukungan,” katanya. 

Pada kesempatan itu, Ruslan juga menyampaikan target politik PKB Aceh pada pemilu mendatang, yakni meraih minimal 15 kursi DPR Aceh

“Target ini bukan hal yang mustahil. Dengan soliditas dan kerja bersama, insya Allah PKB Aceh akan menjadi lebih besar dan kuat,” ujarnya. 

Ia menutup sambutan dengan menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun kejayaan PKB Aceh.

“PKB adalah rumah kita bersama. Dengan kerja kolektif dan dukungan masyarakat Aceh, kita bisa menghadirkan PKB yang lebih bermanfaat bagi rakyat,” pungkasnya. (Joniful Bahri) 

Bupati Bireuen Optimalkan Bantuan Presiden, Pengadaan Lembu Meugang Ditambah Jadi 90 Ekor bagi Korban Banjir

By On Senin, Februari 16, 2026

Bupati Bireuen, H Mukhlis melakukan proses karantina bantuan lembu di Pasar Lembu Desa Geulumpang Payong, Jeumpa dan akan dilakukan pendistribusian melalui Camat dan diteruskan kepada korban banjir. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Bupati Bireuen, H Mukhlis ST secara resmi menerima dana bantuan kemanusiaan untuk kebutuhan meugang dari Presiden Republik Indonesia senilai Rp 2,25 miliar. 

Dana tersebut awalnya dialokasikan untuk pengadaan 45 ekor lembu bagi masyarakat terdampak banjir menjelang bulan Ramadan.

Namun, berdasarkan hasil pemetaan kondisi di lapangan, jumlah tersebut dinilai tidak mencukupi untuk menjangkau seluruh desa yang terdampak banjir. 

Banyak warga kehilangan mata pencaharian pasca bencana dan sangat membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan daging Meugang

Untuk memastikan pemerataan dan efektivitas bantuan, Bupati Bireuen memutuskan untuk mengoptimalkan dana yang sama dengan membeli 90 ekor lembu, atau dua kali lipat dari rencana awal. 

"Kami sangat mengapresiasi perhatian besar Bapak Presiden terhadap warga Bireuen. Tugas kami sekarang adalah memastikan bantuan ini sampai ke tangan yang tepat dengan volume yang maksimal. Dengan dana yang sama, kami upayakan mendapatkan 90 ekor lembu agar lebih banyak saudara kita yang terbantu,” ujar Bupati Bireuen. 

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik, sekaligus memastikan tidak ada warga terdampak banjir yang terabaikan dalam proses pemulihan. 

Saat ini, lembu bantuan meugang tersebut sedang menjalani proses karantina di Pasar Lembu Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa

Distribusi kepada masyarakat akan dimulai Selasa, 17 Februari 2026, melalui para Keuchik masing-masing desa, disaksikan camat setempat. 

Selanjutnya, nanti Keuchik akan menyalurkan daging tersebut langsung kepada warga di gampongnya masing-masing. 

Dengan penambahan jumlah lembu menjadi 90 ekor, pemerintah daerah berharap bantuan ini dapat menjangkau lebih banyak keluarga terdampak dan mengurangi beban kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan. (Joniful Bahri

120 Pesepak Bola Muda Lolos Seleksi Akhir Juang FC Bireuen, Persiapan Piala Soeratin Aceh 2026

By On Senin, Februari 16, 2026

Presiden Juang FC, Saifuddin Muhammad menutup seleksi pemain sepak bola persiapan menghadapi Piala Soeratin Aceh 2026, di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Kota Juang, Bireuen

BIREUEN, KabarViral79.Com - Sebanyak 120 pesepak bola muda berhasil melaju ke tahap akhir seleksi pembinaan usia dini Juang FC sebagai persiapan menghadapi Piala Soeratin Aceh 2026. 

Mereka terpilih dari total 410 peserta yang mengikuti seleksi terbuka sejak awal Februari 2026. 

Proses seleksi berlangsung selama sembilan hari, mulai 7 hingga 15 Februari 2026 di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Kota Juang. 

Penutupan seleksi dilakukan langsung oleh Presiden Juang FC, Saifuddin Muhammad, Minggu, 15 Februari 2026 sore. 

Koordinator Tim Seleksi, Mulya Saputra mengungkapkan, peserta berasal dari 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen, terdiri atas 185 pemain kelompok U-15 dan 225 pemain kelompok U-17

Dari hasil penyaringan, 55 pemain U-15 dan 65 pemain U-17 dinyatakan layak maju ke sidang final seleksi. 

Sidang final dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Ramadan. Dalam tahapan tersebut, tim seleksi yang beranggotakan 10 orang menyerahkan seluruh penilaian kepada manajemen klub untuk menentukan pemain terbaik. 

Tim Juang FC berfoto bersama dengan pengurus Juang FC usai penutupan seleksi pemain sepak bola persiapan menghadapi Piala Soeratin Aceh 2026, di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Kota Juang, Bireuen.  

Nantinya, manajemen Juang FC akan menetapkan masing-masing 25 pemain dari U-15 dan U-17 untuk masuk dalam skuad resmi yang mulai menjalani program latihan pada April 2026. 

Presiden Juang FC, Saifuddin Muhammad menegaskan, seluruh proses seleksi dilakukan secara profesional tanpa adanya intervensi atau pemain titipan

Menurutnya, kualitas, kedisiplinan, dan potensi pengembangan menjadi tolok ukur utama penilaian. 

“Seleksi ini dilakukan secara transparan. Tidak ada pemain titipan, semua murni berdasarkan kualitas demi membentuk tim yang solid,” tegasnya. 

Ia juga mengingatkan, para pemain yang terpilih nantinya wajib menjaga disiplin selama pembinaan. Pemain yang tidak menunjukkan perkembangan atau melanggar aturan dapat digantikan oleh pemain cadangan. 

Kepada peserta yang belum lolos, Yah Fud memberikan motivasi agar tidak menyerah dan terus mengasah kemampuan karena peluang untuk bergabung tetap terbuka pada seleksi berikutnya. 

Di akhir kegiatan, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim seleksi yang dinilai berhasil menemukan bibit-bibit muda potensial dari berbagai kecamatan di Bireuen. 

“Terima kasih kepada tim seleksi yang telah bekerja dengan baik, transparan, dan mampu menjaring bakat-bakat terbaik untuk Juang FC,” ujar Yah Fud. (Joniful Bahri)