-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Wamenkes Benjamin Apresiasi Kinerja Pemkab Tangerang Percepatan Program Kesehatan

By On Kamis, Agustus 20, 2026

Wamenkes Benjamin saat meninjau pelaksanaan program Desa Siaga TB di Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Kamis, 20 Agustus 2026. 

TANGERANG, KabarViral79.Com - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi kinerja Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama jajarannya yang terus memperkuat program kesehatan masyarakat, khususnya percepatan penemuan dan penanganan Tuberkulosis (TB). 

Apresiasi tersebut disampaikan Wamenkes Benjamin saat meninjau pelaksanaan program Desa Siaga TB, di Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Kamis, 20 Agustus 2026. 

“Apa yang dilakukan oleh Kabupaten Tangerang yang dipimpin Pak Bupati bersama jajaran, luar biasa. Saya sangat mengapresiasi berbagai program kesehatan yang dilakukan,” ujar Benjamin. 

Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes melihat langsung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan X-ray atau rontgen, serta berbagai layanan kesehatan masyarakat. 

Benjamin mengatakan, kunjungannya tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional, salah satunya pemberantasan TB. 

Menurutnya, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kasus TB tertinggi di dunia sehingga percepatan penemuan dan pengobatan menjadi perhatian khusus pemerintah pusat. 

“Kami datang ke sini sebagai bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional. Ternyata CKG dilakukan dengan X-ray. Kalau ada kelainan paru maupun kelainan lainnya bisa ditemukan. Selain itu, CKG juga memeriksa hipertensi, diabetes dan penyakit lainnya,” ujarnya. 

Benjamin menilai, Kabupaten Tangerang bersama Provinsi Banten memiliki kinerja yang sangat baik dalam penemuan kasus TB. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Puskesmas, PKK dan para kader kesehatan. 

"Saya berharap pola kolaborasi yang dilakukan Kabupaten Tangerang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat penemuan kasus, pengobatan dan pencegahan TB. Kalau melihat kinerja dengan penduduk 3,5 juta, Pak Bupati Tangerang sangat luar biasa sekali kerjanya di bidang kesehatan,” tuturnya. 

Sementara itu, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, pemerintah daerah terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat karena kesehatan menjadi dasar utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. 

Dengan jumlah penduduk sekitar 3,5 juta jiwa, Kabupaten Tangerang memiliki tantangan besar dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan mudah dijangkau masyarakat. 

“Karena penduduk kita besar, maka apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus mendapatkan respons yang cepat. Untuk kesehatan, kita bahkan mengalokasikan sekitar 24 persen APBD untuk mendukung berbagai program kesehatan,” jelas Bupati Maesyal Rasyid. 

Ia menambahkan, Pemkab Tangerang juga terus memperkuat pelayanan berbasis masyarakat melalui Posyandu, mulai dari pelayanan balita, lansia, pencegahan stunting, kesehatan paru hingga pemeriksaan penyakit lainnya. 

“Semua harus sehat terlebih dahulu baru bisa beraktivitas. Kalau derajat kesehatan masyarakat meningkat, maka SDM kita juga semakin baik. SDM yang unggul akan mendukung terwujudnya daerah yang maju,” ujarnya. 

Pemkab Tangerang pun terus mendorong masyarakat agar tidak malu dan takut melakukan pemeriksaan. Deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan TB sekaligus mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang semakin sehat dan produktif. 

"Deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan TB. Masyarakat tidak usah malu dan takut memeriksakannya," pungkasnya. 

Sementara itu, salah satu penyintas TB asal Kampung Waru Dua, Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Muhammad, membagikan pengalamannya selama menjalani pengobatan TB. 

Ia mengaku bersyukur berhasil sembuh setelah menjalani pengobatan selama delapan bulan secara rutin di bawah pendampingan tenaga medis dari Puskesmas. 

“Alhamdulillah saya sudah berhasil bebas dan sembuh dari penyakit TB. Itu semua berkat bimbingan dan arahan dari terjaga medis yang ada di Puskesmas " ujarnya. 

Selama menjalankan pengobatan Muhammad mengaku disiplin mengkomsusi obat dan mengikuti arahan tenaga kesehatan hingga akhirnya dinyatakan sembuh. 

"Saya selama delapan belas bulan menjalani pengobatan dan minum obat rutin alhamdulilah sekarang saya sudah sehat kembali dan sudah dinyatakan sembuh" katanya. 

Menurut Muhammad, kedisipinan menjadi hal yang penting dalam proses pengobatan TB. 

Selain rajin mengkomsuksi obat, ia juga berupaya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat. 

"Ya itu semua berkat kedisipilnan saya menjaga kebersihan dan juga rutin mengkomsuksi obat," ujarnya. 

Kisah Muhammad menjadi bukti bahwa TB dapat disembuhkan apabila pasien disiplin menjalani pengobatan dan mendapatkan pendampingan yang tepat dari tenaga medis kesehatan. (Reno)

Simak berita terupdate di Ponselmu. Pilih Saluran KabarViral79.Com di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaH07CmKmCPNgkJBSy1N

Pastikan aplikasi WhatsApp sudah terinstal.

Jelang Pemilihan Ketua PWI, Bupati Tangerang Nyatakan Dukungan, Perkuat Profesionalisme Wartawan

By On Kamis, Agustus 20, 2026

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid saat menerima audensi panitia Konferensi PWI Kabupaten Tangerang di ruang kerjanya, Kamis, 20 Agustus 2026. 

TANGERANG, KabarViral79.Com - Dukungan terhadap penyelenggaraan Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang mengalir dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang. 

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menegaskan dukungannya terhadap agenda organisasi wartawan tersebut. 

Dukungan itu disampaikan Maesyal saat menerima audensi panitia Konferensi PWI Kabupaten Tangerang di ruang kerjanya, Kamis, 20 Agustus 2026. 

Konferensi yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026 itu menjadi momentum penting bagi PWI Kabupaten Tangerang. 

Selain menjadi forum evaluasi dan konsolidasi organisasi, konferensi tersebut akan diisi dengan agenda utama pemilihan Ketua PWI Kabupaten Tangerang periode 2026-2029. 

“Pemkab Tangerang mendukung pelaksanaan Konferensi PWI Kabupaten Tangerang. Mudah-mudahan seluruh rangkaiannya berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa organisasi semakin baik,” kata Maesyal. 

Menurut Maesyal, keberadaan pers memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Wartawan tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga ikut mengawal jalannya pembangunan melalui pemberitaan yang faktual dan berimbang. 

“Pers merupakan mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Karena itu, sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan insan pers harus terus dibangun,” ujarnya. 

Maesyal berharap konferensi dapat menjadi ruang demokratis bagi seluruh anggota PWI Kabupaten Tangerang untuk menentukan arah organisasi ke depan. 

“Semoga konferensi ini berjalan tertib, lancar, dan menghasilkan kepemimpinan yang amanah serta mampu membawa PWI Kabupaten Tangerang semakin profesional,” katanya. 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Kabupaten Tangerang, Teguh Akbar Idham mengatakan, konferensi tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian kepemimpinan. 

Menurutnya, forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat soliditas dan merumuskan arah organisasi dalam menghadapi tantangan profesi wartawan yang terus berkembang. 

“Konferensi ini bukan sekadar memilih ketua baru. Ini adalah momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun langkah PWI Kabupaten Tangerang ke depan,” kata Akbar. 

Ia menegaskan, seluruh tahapan konferensi akan diarahkan agar berlangsung secara tertib, demokratis, dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan. 

“Kami berharap konferensi ini dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga soliditas organisasi, meningkatkan profesionalisme wartawan, dan memperkuat peran PWI di tengah masyarakat,” ujarnya. 

Akbar juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Bupati Tangerang terhadap pelaksanaan konferensi. Dukungan tersebut dinilai menjadi energi positif bagi panitia untuk mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan. 

“Kami mengapresiasi dukungan Bupati Tangerang. Sinergi antara PWI dan pemerintah daerah perlu terus dijaga agar pers dapat menjalankan fungsi secara profesional sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” pungkasnya. (Reno)

Simak berita terupdate di Ponselmu. Pilih Saluran KabarViral79.Com di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaH07CmKmCPNgkJBSy1N

Pastikan aplikasi WhatsApp sudah terinstal.

Musda VII Golkar Bireuen Jadi Momentum Konsolidasi dan Perkuat Soliditas Kader

By On Kamis, Agustus 20, 2026

Bupati Bireuen, H. Mukhlis saat menghadiri agenda Musda VII DPD II Partai Golkar, di Aula Hotel Fajar, Bireuen, Kamis 20 Agustus 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.ComMusyawarah Daerah (Musda) VII DPD II Partai Golkar Kabupaten Bireuen menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi dan soliditas kader menghadapi dinamika politik ke depan. 

Musda tersebut berlangsung di Aula Hotel Fajar, Bireuen, Kamis, 20 Agustus 2026, dan dibuka oleh Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M. 

Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T., anggota DPR RI dari Partai Golkar, unsur Forkopimda, pimpinan partai politik di Kabupaten Bireuen, pejabat di lingkungan Pemkab Bireuen, jajaran pengurus Golkar, sesepuh partai, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, peserta musyawarah serta tamu undangan lainnya. 

Ketua Panitia Pelaksana, Taufiq Ridha, dalam laporannya mengatakan Musda VII merupakan forum konsolidasi organisasi. Selain mengevaluasi kinerja kepengurusan periode sebelumnya, Musda juga menjadi forum untuk memilih dan menetapkan kepengurusan DPD II Partai Golkar Kabupaten Bireuen untuk periode berikutnya. 

Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian Partai Golkar Kabupaten Bireuen pada pemilu sebelumnya. 

Menurutnya, perolehan kursi yang signifikan di lembaga legislatif merupakan bentuk kepercayaan masyarakat yang harus dijawab melalui kerja politik yang bertanggung jawab. 

"Pemerintah Daerah menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang luar biasa atas capaian Golkar Kabupaten Bireuen, di mana Golkar berhasil meraih kepercayaan masif dari masyarakat sehingga memperoleh alokasi kursi yang sangat signifikan di lembaga legislatif Kabupaten Bireuen," ujar Mukhlis. 

Ia berharap kekuatan Fraksi Golkar di DPRK Bireuen dapat menjalankan fungsi politik secara kritis dan konstruktif serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel dan berkeadilan. 

"Melalui Musda VII ini, saya berharap lahir struktur kepengurusan yang solid, berintegritas serta visioner. Mari kita jadikan perbedaan pandangan politik sebagai wujud dinamika demokrasi yang mendewasakan,” katanya. 

Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar Aceh H. M. Salim Fakhry menegaskan Musda merupakan bagian penting dalam proses konsolidasi organisasi. Ia meminta seluruh tahapan musyawarah dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi secara terbuka dan adil. 

"Organisasi yang modern wajib menjalankan proses serta tahapan sesuai mekanisme yang terbuka dan berlaku secara adil. Saya imbau seluruh kader mengesampingkan kepentingan pribadi demi kemajuan bersama,” tegas Salim Fakhry. 

Ia juga mengingatkan kader Golkar untuk menjaga hubungan baik dengan partai politik lainnya. 

Menurutnya, perbedaan pilihan dan kepentingan politik merupakan bagian dari demokrasi sehingga persaingan politik harus dilakukan secara sehat. 

"Siapapun yang terpilih ke depannya kita harus menjaga kebersamaan dengan organisasi politik lain. Fokus kita memenangkan usungan masing-masing secara sehat tanpa mengganggu atau mencuri kursi milik organisasi lain,” katanya. 

Salim Fakhry turut mengapresiasi capaian Golkar di Kabupaten Bireuen, termasuk keberhasilan kader partai menduduki posisi Ketua DPRK Bireuen. 

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama kader serta dukungan para tokoh yang selama ini ikut membangun dan mempertahankan eksistensi Partai Golkar di Aceh dan Bireuen. 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD I Partai Golkar Aceh H. M. Salim Fakhry didampingi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T., memberikan penghargaan kepada empat tokoh sepuh Golkar, yakni M. Amin Hamzah, S.Pd., Aziz Ishak, H. Zainal Abidin Mahmud, dan H. Yusri Abdullah, S.Sos. 

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap jasa dan kontribusi para tokoh senior dalam perjalanan serta perkembangan Partai Golkar di Kabupaten Bireuen. (Joniful Bahri)

Simak berita terupdate di Ponselmu. Pilih Saluran KabarViral79.Com di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaH07CmKmCPNgkJBSy1N

Pastikan aplikasi WhatsApp sudah terinstal.

Transkrip Nilai Ditahan, Universitas Pamulang Diduga Langgar Hak Mahasiswa

By On Kamis, Agustus 20, 2026

  



Serang, 20 Agustus 2026 Seorang mahasiswa Universitas Pamulang berinisial FH mengaku tidak bisa mendapatkan transkrip nilai meski telah menempuh kuliah hingga semester 2


Dugaan pelanggaran ini menimbulkan pertanyaan serius tentang transparansi dan akuntabilitas kampus.



Dalam keterangannya, FH sempat berhenti kuliah setelah orang tuanya pindah ke Bogor, Jawa Barat. Saat hendak mengambil transkrip nilai dua semester yang telah diselesaikan nya, pihak kampus menolak memberikan dokumen tersebut. 


"Saya mengikuti kuliah di Unpam sudah semester dua, kemudian saya ikut orang tua pindah ke bogor. secara otomatis saya jarang masuk kuliah," papar FH kepada tim media


"Namun upaya saya meminta transkrip nilai yang dua semester itu, pihak kampus terkesan mempersulit," tambahnya


Sementara terpisah, Upaya konfirmasi melalui nomor resmi Universitas Pamulang tidak membuahkan hasil. Nomor aktif, tetapi tidak ada balasan.  



Penahanan transkrip nilai berpotensi melanggar hak mahasiswa sebagaimana diatur dalam UU Sistem Pendidikan Nasional dan Permendikbud terkait layanan akademik.  


Tanpa transkrip, FH terhambat melanjutkan studi atau pindah ke kampus lain.  


Penolakan memberikan transkrip nilai bukan sekadar masalah administrasi, melainkan indikasi lemahnya tata kelola perguruan tinggi. 


Transparansi akademik adalah hak dasar mahasiswa, dan penahanan dokumen dapat dianggap sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap prinsip keterbukaan pendidikan


Publik menunggu klarifikasi resmi dari Universitas Pamulang. Jika dugaan ini benar, maka kasus FH bisa menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia (BA)

Jampe Apresiasi Raperda Minerba Banten: Regulasi Harus Berbasis Karakter Banten Selatan

By On Kamis, Agustus 20, 2026

 

Ketua Jampe, Eko Priyono

LEBAK,Kabarviral79.com  – Langkah Pemerintah Provinsi Banten dalam menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pelaksanaan kewenangan urusan pemerintahan bidang pertambangan mineral dan batubara (Minerba) mendapat apresiasi dari Jaringan Masyarakat Peduli (Jampe). Kamis  (20/8/2025)



Eko Priyono, masyarakat Bayah yang peduli terhadap lingkungan dan tata kelola sumber daya alam, sekaligus narasumber dalam persoalan pertambangan di Banten Selatan.


Menurut Eko Priyono, penyusunan Raperda Minerba merupakan momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Banten untuk menghadirkan regulasi yang tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha, tetapi juga mampu menjawab karakter sosial, ekonomi, lingkungan dan sejarah pertambangan di Banten Selatan.


“Kami mengapresiasi langkah Gubernur Banten dan Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan Raperda Minerba. Bagi kami masyarakat Bayah yang peduli terhadap lingkungan, ini merupakan momentum untuk membangun tata kelola pertambangan yang lebih tertib, adil dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata  Eko Priyono


Namun demikian, Eko menilai bahwa karakter pertambangan batubara di Bayah tidak dapat begitu saja disamakan dengan wilayah pertambangan di Sumatera maupun Kalimantan.


Menurutnya, Banten Selatan memiliki karakter geografis, sosial, ekonomi, lingkungan dan sejarah pertambangan yang berbeda.


"Karakter batubara Bayah memiliki kekhasan tersendiri. Karena itu, kami berharap Raperda Minerba Banten mampu melahirkan pengaturan yang lebih spesifik sesuai karakter daerah, tentu tanpa mengangkangi atau bertentangan dengan UU, PP dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi,” ungkapnya


Dorong Pengaturan Khusus atau Lex Specialis


Eko mendorong agar Raperda tersebut dapat memuat pengaturan khusus atau lex specialis dalam lingkup kewenangan daerah, sepanjang tetap berada dalam koridor hukum nasional.


Menurutnya, pengaturan khusus tersebut bukan dimaksudkan untuk menciptakan hukum tandingan terhadap pemerintah pusat.


“Yang kami harapkan bukan aturan yang melawan hukum nasional. Justru sebaliknya, Raperda harus menjadi jembatan antara regulasi nasional dengan kenyataan di lapangan. Hukum nasional memberikan kerangka, sementara daerah mengatur pelaksanaannya sesuai karakter wilayah dan kewenangannya,” jelas Eko.»


Perlu Regulatory Impact Assessment


Eko juga mendorong Pemerintah Provinsi Banten melakukan Regulatory Impact Assessment (RIA) atau analisis dampak regulasi sebelum Raperda tersebut ditetapkan.


Menurutnya, setiap kebijakan pertambangan harus dihitung dampaknya secara menyeluruh.


Mulai dari dampak ekonomi terhadap masyarakat, dampak sosial terhadap masyarakat penambang, dampak terhadap lingkungan, penerimaan daerah dan negara, lapangan pekerjaan, UMKM, hingga dampak birokrasi terhadap masyarakat yang ingin memperoleh legalitas.


“Jangan hanya dihitung apakah peraturannya sah secara hukum. Tetapi juga harus dihitung apakah peraturan tersebut efektif, dapat dilaksanakan, memberikan manfaat, tidak menciptakan beban birokrasi yang berlebihan, dan mampu memberikan keadilan bagi masyarakat,” ujar Eko


Masyarakat Jangan Hanya Ditertibkan, Tetapi Diberikan Jalan untuk Legal


Eko menilai bahwa salah satu persoalan penting yang harus dijawab melalui Raperda adalah bagaimana memberikan akses yang lebih jelas kepada masyarakat penambang untuk masuk ke dalam sistem hukum.


“Kami tidak meminta kata Eko,  masyarakat diberikan kemudahan untuk melanggar aturan. Yang kami minta adalah masyarakat diberikan kemudahan untuk menaati aturan,” tegasnya


Menurut Eko, apabila masyarakat harus memenuhi persyaratan tertentu, pemerintah perlu memberikan informasi, pendampingan dan mekanisme pelayanan yang jelas.


Jangan sampai masyarakat yang ingin memperoleh legalitas justru menghadapi proses birokrasi yang panjang, tidak jelas dan sulit dipahami.


“Kalau masyarakat ingin legal, negara harus menyediakan jalan menuju legalitas. Jangan sampai sulitnya birokrasi justru membuat masyarakat semakin jauh dari sistem hukum,” katanya.


Sejarah Pertambangan Bayah Tidak Boleh Dilupakan


Eko juga mengingatkan bahwa pertambangan di Bayah memiliki sejarah panjang.


Aktivitas pertambangan batubara di Bayah telah berlangsung sejak masa pendudukan Jepang dan berkaitan dengan sejarah romusha. Sejarah tersebut kemudian berkembang melalui berbagai fase hingga aktivitas pertambangan rakyat menjadi bagian dari dinamika sosial-ekonomi masyarakat Bayah.


Karena itu, menurut Eko, kebijakan pertambangan hari ini harus memahami sejarah tersebut.


“Kita tidak bisa melihat masyarakat penambang hari ini hanya dari persoalan ada atau tidak ada izin. Kita juga harus memahami sejarah dan realitas sosial yang membentuk kehidupan masyarakat Bayah selama puluhan tahun,” ujarnya.


Tambang Harus Memberikan Manfaat


Eko menegaskan bahwa dirinya tidak berada pada posisi anti-pertambangan.


Menurutnya, pertambangan yang legal dan bertanggung jawab justru dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.


Lapangan pekerjaan dapat terbuka, UMKM berkembang, sektor transportasi dan perdagangan bergerak, masyarakat mendapatkan kesempatan usaha, pemerintah daerah mendapatkan manfaat sesuai kewenangannya, dan negara memperoleh penerimaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Namun seluruh manfaat tersebut harus berjalan bersama dengan perlindungan lingkungan.


"Bagi kami, keberhasilan pertambangan bukan hanya berapa ton batubara yang dapat diambil dari bumi Bayah. Tetapi berapa besar manfaat yang tinggal di masyarakat setelah batubara itu diambil,” kata Eko


Raperda Harus Pancasilais dan Berkeadilan Sosial


Eko berharap Raperda Minerba Banten nantinya tidak hanya menjadi produk hukum administratif, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai Pancasila, khususnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Keadilan dalam pengelolaan pertambangan, menurutnya, harus dirasakan oleh seluruh pihak.


Masyarakat memperoleh kesempatan kerja dan usaha.


Dunia usaha memperoleh kepastian hukum.


Pemerintah daerah memperoleh manfaat ekonomi.


Negara memperoleh penerimaan.


Dan lingkungan memperoleh perlindungan.


“Inilah yang kami harapkan. Regulasi pertambangan harus mampu mempertemukan kepastian hukum, pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan perlindungan lingkungan,” ujar Eko ketua Jampe


Bayah Tidak Meminta Keistimewaan


Menutup pernyataannya, Eko menegaskan bahwa masyarakat Bayah tidak meminta perlakuan istimewa.


“Bayah tidak meminta keistimewaan. Bayah hanya meminta agar karakter dan kondisi daerah dipahami dalam membuat kebijakan. Kami ingin tambang yang legal, masyarakat yang sejahtera, pemerintah yang mendapatkan manfaat, negara mendapatkan penerimaan, dan lingkungan tetap terjaga,” pungkasnya.


Eko Priyono

Ketua Jaringan Masyarakat Peduli ( Jampe ) & Narasumber Persoalan Pertambangan Banten Selatan

red.

Tubagus Delly Suhendar Ajukan Citizen Lawsuit terhadap Pemprov Banten dan Kepala Dindikbud Banten Terkait Tata Kelola Pembiayaan Sekolah Swasta

By On Rabu, Agustus 19, 2026

 


SERANG, 20 Agustus 2026 — Warga negara Tubagus Delly Suhendar (47) mengajukan Gugatan Warga Negara (Citizen Lawsuit) ke Pengadilan Negeri Serang pada 13 Agustus 2026 terhadap Pemerintah Provinsi Banten c.q. Gubernur Banten dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.


Gugatan tersebut tercatat dengan nomor registrasi PN SRG-13082026OWF dan diajukan melalui kuasa hukum Muhammad Ridwan, S.H., M.M., M.H. dari Kantor Hukum M. Ridwan Sulaiman, S.H., M.M. & Rekan.


Perkara ini pada pokoknya mempersoalkan dugaan Perbuatan Melawan Hukum oleh Penguasa (Onrechtmatige Overheidsdaad) dan/atau kelalaian dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya terkait tata kelola pembiayaan pendidikan pada sekolah menengah swasta, termasuk Program Sekolah Gratis (PSG), BOSDA, dan hibah BOSP.


Bukan untuk Menghentikan Program Sekolah Gratis


Penggugat menegaskan bahwa gugatan tersebut tidak dimaksudkan untuk menghentikan Program Sekolah Gratis maupun kegiatan belajar-mengajar. Gugatan juga tidak ditujukan untuk memperoleh keuntungan atau ganti rugi pribadi dan bukan merupakan perkara pidana.


Sebaliknya, gugatan diajukan untuk mendorong agar kebijakan dan penggunaan anggaran pendidikan yang bersumber dari APBD dilaksanakan berdasarkan prinsip legalitas, transparansi, akuntabilitas, ketepatan sasaran, tertib administrasi, serta dapat diverifikasi dan dipertanggungjawabkan.


“Gugatan ini merupakan bentuk kontrol publik terhadap tata kelola anggaran pendidikan. Yang kami dorong adalah perbaikan tata kelola agar hak peserta didik tetap terlindungi dan program pendidikan berjalan secara sah, transparan, akuntabel, serta tepat sasaran. Bukan menghentikan program.”


Demikian disampaikan kuasa hukum Penggugat.


Sejumlah Data dan Hasil Pengawasan yang Dipersoalkan


Gugatan tersebut, menurut Penggugat, disusun berdasarkan dokumen, data resmi, dan hasil pengawasan yang menjadi dasar untuk meminta klarifikasi, verifikasi, serta perbaikan tata kelola. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain:


1. Temuan BPK RI terkait hibah BOSP


Temuan pemeriksaan BPK RI Tahun Anggaran 2025 mengenai penyaluran hibah BOSP kepada 11 SMK swasta dengan nilai sekitar Rp861,27 juta, yang dalam hasil pemeriksaan disebut tidak tercantum dalam dokumen APBD/APBD Perubahan dan tidak didukung Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).


Penggugat menegaskan bahwa objek tersebut berkaitan dengan skema BOSP/hibah dan perlu dibedakan secara tegas dari pembiayaan Program Sekolah Gratis, sehingga tidak terjadi pencampuran nomenklatur maupun sumber pembiayaan.


2. Verifikasi dan validasi satuan pendidikan penerima


Dari daftar publikasi penerima program yang memuat 783 satuan pendidikan, terdiri atas 215 SMA, 509 SMK, dan 59 SKh swasta, terdapat sejumlah data yang menurut Penggugat masih perlu direkonsiliasi dengan data resmi kementerian dan basis data pendidikan.


Penggugat menekankan bahwa kondisi tersebut bukan tuduhan bahwa satuan pendidikan tertentu ilegal, melainkan merupakan indikasi administratif yang perlu diverifikasi untuk memastikan ketepatan identitas, status, dan kelayakan penerima.


3. Perbedaan jumlah satuan pendidikan


Terdapat perbedaan antara cakupan program yang disebut mencapai sekitar 801 satuan pendidikan dengan daftar publikasi sebanyak 783 satuan pendidikan, atau selisih sedikitnya 18 satuan pendidikan.


Selain perbedaan jumlah tersebut, terdapat pula data yang menurut Penggugat perlu diperiksa terhadap kemungkinan duplikasi identitas/nama satuan pendidikan. Rekonsiliasi berbasis NPSN dipandang penting untuk meminimalkan risiko kesalahan penyaluran maupun pembayaran ganda (over-payment).


4. Hasil pengawasan Inspektorat Tahun Anggaran 2024


Penggugat juga merujuk pada hasil pengawasan Inspektorat yang antara lain mencatat rangkap penganggaran pada 3 SMK swasta sekitar Rp113 juta, selisih/kelebihan alokasi sekitar Rp2,11 miliar, serta 48 SMK swasta yang disebut tidak memenuhi syarat salur namun tetap teralokasi sekitar Rp1,997 miliar.


Seluruh angka dan status temuan tersebut, menurut Penggugat, tetap perlu dilihat berdasarkan dokumen pemeriksaan dan tindak lanjut resmi dari instansi terkait.


5. Transparansi tindak lanjut hasil pengawasan


Penggugat juga mempersoalkan perlunya keterbukaan mengenai rencana aksi, status penyelesaian, dan tindak lanjut atas hasil pemeriksaan BPK RI maupun pengawasan internal, sehingga masyarakat dapat mengetahui apakah setiap rekomendasi telah ditindaklanjuti secara memadai.


Notifikasi dan Upaya Penyelesaian Telah Ditempuh


Sebelum mengajukan gugatan, Penggugat menyatakan telah menempuh sejumlah langkah komunikasi dan penyampaian aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Banten.


Langkah tersebut antara lain berupa:


penyampaian surat klarifikasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada 21–22 Mei 2026;

permohonan audiensi kepada Gubernur Banten pada 2–3 Juli dan 22 Juli 2026;

penyampaian tembusan kepada DPRD Provinsi Banten pada 8 Juli 2026; dan

penyampaian aspirasi secara damai pada 6–7 Agustus 2026.


Menurut Penggugat, langkah-langkah tersebut ditempuh sebagai upaya memperoleh klarifikasi dan penyelesaian administratif sebelum perkara diajukan ke pengadilan.


Karena menurut Penggugat belum diperoleh tanggapan resmi yang secara komprehensif menjawab persoalan berbasis data dan dokumen, gugatan kemudian diajukan sebagai upaya hukum untuk memperoleh kepastian mengenai tata kelola penyelenggaraan pembiayaan pendidikan.


Pokok Permohonan dalam Gugatan


Dalam petitumnya, Penggugat pada pokoknya meminta Para Tergugat, sesuai kewenangan masing-masing, untuk:


melakukan pendataan, verifikasi, dan validasi seluruh satuan pendidikan penerima dengan rekonsiliasi berbasis NPSN;

memastikan status, legalitas, dan persyaratan administratif setiap penerima sebelum dilakukan penyaluran anggaran APBD;

memastikan setiap penganggaran, penyaluran, dan pertanggungjawaban memiliki dasar hukum serta dokumen administrasi yang lengkap, termasuk NPHD untuk skema hibah;

melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap penerima dan penggunaan anggaran;

menindaklanjuti secara transparan temuan BPK RI dan hasil pengawasan internal sesuai ketentuan yang berlaku;

memperkuat transparansi informasi publik, mekanisme pengaduan, serta partisipasi masyarakat dalam pengawasan penyelenggaraan pembiayaan pendidikan; dan

mengambil langkah administratif yang diperlukan untuk memastikan penyelenggaraan pembiayaan pendidikan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dasar Hukum yang Dirujuk


Gugatan antara lain merujuk pada:


Pasal 1365 dan Pasal 1366 KUH Perdata;

Pasal 28C, Pasal 28F, dan Pasal 31 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;

UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik; dan

Pasal 10 UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.


Penggugat juga merujuk pada perkembangan praktik Citizen Lawsuit dalam peradilan umum, termasuk Putusan Mahkamah Agung Nomor 2560 K/Pdt/2023 dalam perkara terkait pencemaran udara di Jakarta.


Posisi Penggugat


Tubagus Delly Suhendar merupakan warga negara yang berdomisili di Kota Serang. Dalam perkara ini, Penggugat menyatakan bertindak dalam kapasitas sebagai warga negara untuk kepentingan umum, bukan berdasarkan legal standing sebagai organisasi.


Gugatan tersebut diharapkan menjadi sarana untuk menguji sejauh mana penyelenggaraan pembiayaan pendidikan oleh Pemerintah Provinsi Banten telah memenuhi prinsip kepastian hukum, tertib administrasi pemerintahan, transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan terhadap kepentingan peserta didik.

Malam Apresiasi Festival Pawai Budaya Bireuen, Panitia Tetapkan Para Juara HUT ke-81 RI

By On Rabu, Agustus 19, 2026

Bupati Bireuen, Mukhlis berfoto bersama pemenang Festival Pawai Budaya dan Kirab Drumband HUT ke-81 RI, rangkaian penutupan Apresiasi Festival Pawai Budaya, Selasa malam, 18 Agustus 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Pemerintah Kabupaten (Pemkan) Bireuen melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Malam Apresiasi Festival Pawai Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2026. 

Kegiatan yang berlangsung di halaman Pendopo Bupati Bireuen, Selasa malam 18 Agustus 2026, menjadi puncak rangkaian Festival Pawai Budaya dan Kirab Drumband. 

Acara diisi dengan penampilan seni tari Pemulia Jamee oleh Sanggar Meuligoe Jeumpa serta Rapa’i Bijeh Muda dari siswa UPTD SMPN 2 Bireuen. 

Suasana malam apresiasi semakin semarak dengan pembacaan puisi berjudul Tanah Pusaka oleh Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si. Puisi tersebut menjadi bagian dari pesan kebudayaan sekaligus ajakan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air dan menjaga warisan budaya. 

Puncak acara ditandai dengan pengumuman para pemenang lomba serta penyerahan hadiah kepada peserta terbaik Festival Pawai Budaya dan Kirab Drumband. 

Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si., mengatakan Festival Pawai Budaya dan Kirab Drumband merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI sekaligus menjadi ruang bagi peserta didik untuk menampilkan kreativitas dan kekayaan budaya. 

"Untuk tahun ini kegiatan mengangkat tema Indonesia Maju, Bireuen Berjaya, Budaya Terpelihara. Kegiatan diikuti ribuan peserta mulai dari jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTs hingga SMA, SMK dan MA,” ujar Muslim kepada Kabar Bireuen. 

Muslim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. 

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab Bireuen, pihak sekolah, peserta didik, guru, orang tua serta seluruh pihak yang terlibat sehingga pelaksanaan festival pawai budaya dan kirab drumband berjalan meriah, sukses dan terkendali. 

Berdasarkan hasil penilaian panitia pelaksana, berikut daftar pemenang Festival Pawai Budaya dan Kirab Drumband HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten Bireuen: 

Pawai Budaya Tingkat TK/RA: 

Juara I: TK Kartika XIV-10 Bireuen

Juara II: TK Harapan Bangsa Juli

Juara III: TK Keumala Bhayangkari

Juara Harapan I: UPTD TKN Pembina

Juara Harapan II: UPTD TKN Pertiwi Batee Kureng

Juara Harapan III: RA Miftahul Jannah

Pawai Budaya Tingkat SD/MI: 

Juara I: SD Tahfizh Aisyiyah

Juara II: UPTD SDN 21 Bireuen

Juara III: UPTD SDN 4 Peusangan

Juara Harapan I: UPTD SDN 12 Bireuen

Juara Harapan II: UPTD SDN 1 Bireuen

Juara Harapan III: UPTD SDN 4 Bireuen

Pawai Budaya Tingkat SMP/MTs: 

Juara I: UPTD SMPN 1 Bireuen

Juara II: UPTD SMPN 3 Bireuen

Juara III: UPTD SMPN 4 Bireuen

Juara Harapan I: UPTD SMPN 1 Jeumpa

Juara Harapan II: MTsN 5 Bireuen

Juara Harapan III: UPTD SMPN 2 Bireuen

Pawai Budaya Tingkat SMA/SMK/MA: 

Juara I: SMAN 2 Bireuen

Juara II: SMAN 1 Bireuen

Juara III: SMKN 1 Bireuen

Juara Harapan I: MAN 2 Bireuen

Juara Harapan II: SMAN 1 Kuala

Juara Harapan III: SMAN 1 Jeumpa

Kirab Drumband Tingkat SD/MI: 

Juara I: UPTD SDN 4 Jeumpa

Juara II: UPTD SDN 21 Bireuen

Juara III: UPTD SDN 16 Juli

Juara Harapan I: MIN 16 Bireuen

Kirab Drumband Tingkat SMP/MTs/SMA/SMK/MA: 

Juara I: MTsN 4 Bireuen

Juara II: MTsN 1 Bireuen (MTsN Model Gandapura)

Juara III: UPTD SMPN 2 Bireuen

Juara Harapan I: SMAN 1 Gandapura

Juara Harapan II: MTsN 9 Bireuen

Juara Harapan III: UPTD SMPN 1 Juli 

Para pemenang masing-masing kategori mendapatkan hadiah berupa piala dan uang pembinaan yang diserahkan panitia pelaksana. 

Malam apresiasi tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian Festival Pawai Budaya dan Kirab Drumband HUT ke-81 RI di Kabupaten Bireuen, dengan semangat memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni, budaya dan nilai-nilai kebangsaan. (Joniful Bahri)

H. Abdulah, Kades Cangkudu Balaraja Gelar Program Layanan Cek Rangka dan Oli Gratis di Kediamannya

By On Rabu, Agustus 19, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Kepala Desa (Kades) Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, mengelar program cek rangka kendaraan gratis di kediamannya Kampung Ciapus RT 04 RW 01 Desa Cangkudu, Rabu, 19 Agustus 2026. 

Kades Cangkudu, H. Abdulah atau akrab disapa H. Viktor menyampaikan, program layanan cek rangka dan oli mesin gratis ini untuk memeriahkan Hari Ulat Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang diselenggarakan di kediamannya selama tiga hari, yakni 19, 20 dan 21 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 sampai pukul 17 .00 Wib. 

Menurutnya, layanan cek rangka dan oli gratis ini bekerja sama dengan Honda One Heart. 

Adapun syarat dan ketentuan untuk mendapatkan layanan ini adalah: 

Tidak ada warna hijau, merah, dan putih di nomor rangka kendaraan: 

Genio 2012/2023 

Beat Series 2020/2023 

Scoopy 2020/2023 

Vario 160 CC 2022/2023 

Gratis tanpa dipungut biaya 

Pengecekan dilakukan oleh Mekanik Bersertifikat Honda. 

Setiap Unit yang dikerjakan akan mendapatkan satu botol Oil MPX2. 

Apabila ditemukan masalah pada rangka akan diganti dengan rangka baru (gratis). 

"Semoga dengan adanya program cek rangka kendaraan gratis ini bisa di 

manfaatkan dengan sebaik mungkin oleh warga Desa Cangkudu," ujar H. Abdullah. (Reno)

Tuntaskan Pelatih dan Tugas, Paskibraka Kabupaten Tangerang 2026 Siap Jadi Teladan Generasi Muda

By On Rabu, Agustus 19, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Kabupaten Tangerang Tahun 2026 resmi ditutup di Hotel Yasmin, Kabupaten Tangerang, Selasa, 18 Agustus 2026. 

Kegiatan yang berlangsung sejak 10 hingga 17 Agustus 2026 dengan Sistem Desa Bahagia tersebut menjadi rangkaian pembentukan karakter dan penguatan kesiapan Paskibraka sebelum menjalankan tugas pada Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). 

Bupati Maesyal menegaskan, nilai-nilai dan wawasan yang diperoleh selama pelatihan tidak boleh berhenti diterapkan setelah tugas sebagai Paskibraka selesai. 

Para peserta diminta membawa dan mengimplementasikan kedisiplinan, kepedulian, semangat gotong royong, dan pengalaman selama berada di Desa Bahagia kemb1ali ke sekolah, keluarga, serta lingkungan masyarakat. 

“Tugas kalian sebagai Paskibraka mungkin telah selesai, tetapi tugas kalian sebagai generasi penerus bangsaq baru saja dimulai. Jadilah teladan dan jadikan nilai dan pengalaman yang diperoleh sebagai bekal untuk meraih cita-cita,” tegas Bupati Measyal. 

Ia menjelaskan, Sistem Desa Bahagia menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta. Para pelajar yang berasal dari sekolah, keluarga, dan lingkungan berbeda dilatih dan dibina untuk hidup bersama, saling menghargai, saling membantu, serta membangun rasa persaudaraan. 

“Menjadi generasi muda tidak cukup hanya dengan memiliki kemampuan dan prestasi, tetapi juga harus memiliki kepedulian, karakter, semangat gotong royong, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. 

Ia juga berpesan agar mereka terus belajar, berprestasi, memberikan manfaat, serta menjadiqq teladan bagi lingkungan. 

"Teruslah belajar dan berprestasi, jadilah teladan yang dapat menginspirasi serta memberikan manfaat bagi sekolah, keluarga dan masyarakat," pesannya. 

Bupati Maesyal juga menyampaikan selamat kepada seluruh Paskibraka Kabupaten Tangerang Tahun 2026 atas keberhasilan menyelesaikan pemusatan pelatihan dan penugasan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. 

Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pelatih, pembina, pendamping, panitia, orang tua serta seluruh pihak terkait atas dukungan, doa, keiklasan, tenaga dan pikiran yang telah dicurahkan untuk mendidik, melatih dan membina para peserta sehingga mereka mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. 

"Kami juga ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pelatih, pembina, pendamping, panitia, orang tua serta seluruh pihak yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, doa, keiklasan dan perhatian selama proses pelatihan sehingga menghantarkan peserta dalam menyelesaikan seluruh rangkaian tugasnya dengan baik," pungkasnya. (Reno)

Momentum HUT RI ke 81 Tahun, Pemdes Pasirkadu Gelar Berbagai Kegiatan

By On Selasa, Agustus 18, 2026



Pandeglang - KabarViral79.com - Momentum perayaan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke 81 tahun, Pemerintah Desa Pasirkadu Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang melalui Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) desa, melaksanakan beberapa kegiatan hiburan dan olah raga


Sebagaimana yang disampaikan A Junaedi, Kepala Desa Pasirkadu, bahwa pihaknya telah mengadakan kegiatan hiburan dalam rangka menyambut dan mempringati HUT RI di tingkat Desa yang dirinya pimpin


"Allhamdulilah, kami dari Pemdes Pasirkadu melalui PHBN, telah melakukan kegiatan dalam rangka menyambut HUT RI, diantara nya Bidang Olah Raga, ada pertandingan Volly Ball antar RT, Bidang Kreatifitas, ada Lomba Pidato dan Bidang Hiburannya ada Lomba Karaoke" jelas Uneh sapaan akrab Kades Pasirkadu saat media temui di lokasi kegiatan


Uneh (A Junaedi.red) mengatakan lebih lanjut, bahwa tujuan diadakan nya kegiatan dalam rangka menyambut juga memeriahkan HUT RI ke 81 tahun, kegiatan yang digelar di Desa Pasirkadu pun untuk menjalin persatuan dan kesatuan antar warga masyarakat terutama pemuda dan pemudi se Desa Pasirkadu


"Selain ajang hiburan juga untuk menampilkan bakat mereka yang selama ini kemampuannya dalam bernyanyi tidak diketahui masyarakat luas" lanjutnya


Sementara, kegiatan Lomba pidato diikuti oleh seluruh LKD ( RT, RW, LINMAS, & KADER) dengan tujuannya agar mereka mampu menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat, baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten juga Pemerintah desa, serta dapat menampung aspirasi dari masyarakat di wilayah masing-masing


Dalam obrolan terakhir dengan media, A Junaedi selaku Kepala Desa Pasirkadu mengucapan terimakasih kepada para panitia PHBN yang dengan segala keterbatasan anggaran, namun mampu menyelenggarakan peringatan dan perayaan HUT kemerdekaan RI yang ke 81 di Desa Pasirkadu dengan aman dan sukses


"Ucapan terima kasih juga buat seluruh warga masyarakat Desa Pasirkadu yang telah berpartisipasi mengikuti segala rangkaian kegiatan yang telah diadakan oleh para panitia PHBN Desa Pasirkadu" tutupnya

Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Bireuen Berlangsung Sukses, Paskibraka Sujud Syukur

By On Selasa, Agustus 18, 2026

Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, M.T., bertindak sebagai Inspektur penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, di Lapangan RTH Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Senin sore, 17 Agustus 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.ComUpacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tingkat Kabupaten Bireuen berlangsung khidmat dan lancar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Eks Stadion Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Senin sore, 17 Agustus 2026. 

Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, M.T., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Ipda Eric Fransisco Hasugian, A.AP., Kanit Tipikor Satreskrim Polres Bireuen, dan Perwira Upacara AKP Darli, S.H., Kabag Ops Polres Bireuen. 

Prosesi penurunan bendera dilakukan Paskibraka Kelompok 8 Kabupaten Bireuen Tahun 2026. Komandan Kompi Paskibraka dijabat Ipda Ghulaman Dzaki Bramantya, S.Tr.IK., Kanit Regident Satlantas Polres Bireuen. 

Pembawa baki bendera adalah Aina Rahmatika, siswi MAN 2 Bireuen. Sedangkan Muhammad Raihan, siswa SMK Kesehatan Muhammadiyah Bireuen, bertugas sebagai Komandan Pasukan 8. 

Petugas penggerek bendera adalah Muhammad Akbar AR Rahman, siswa SMKN 1 Peusangan, sedangkan pembentang bendera Muhammad Iksan, siswa SMAN 1 Bireuen. 

Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, M.T., bertindak sebagai Inspektur penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, di Lapangan RTH Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Senin sore, 17 Agustus 2026. 

Prosesi berlangsung tertib dan penuh khidmat. Setelah Bendera Merah Putih diturunkan, bendera dilipat dengan cermat dan diletakkan di atas baki yang dibawa Aina Rahmatika. Selanjutnya, bendera dibawa menuju mimbar kehormatan untuk diserahkan kepada Inspektur Upacara. 

Momen haru terjadi setelah seluruh rangkaian tugas selesai. Sebanyak 35 anggota Paskibraka Kabupaten Bireuen melakukan sujud syukur di lapangan. 

Tangis bahagia dan pelukan orang tua turut mewarnai suasana setelah para anggota Paskibraka berhasil menuntaskan tugas yang telah dipersiapkan melalui latihan panjang. 

Prosesi penurunan bendera turut diiringi Marching Band Gita Batee Kureng SMPN 1 Bireuen dan Paduan Suara SMAN 1 Bireuen. 

Sujud syukur tersebut menjadi penutup penuh haru bagi perjuangan 35 anggota Paskibraka Bireuen, sekaligus menjadi simbol rasa syukur atas keberhasilan mereka menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (Joniful Bahri)

217 Warga Binaan Lapas Bireuen Terima Remisi HUT ke-81 RI

By On Selasa, Agustus 18, 2026

Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T serahkan Remisi kepada 217 warga binaan Lapas Kelas IIB Bireuen, rangkaian memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin, 17 Agustus 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.ComSebanyak 217 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bireuen menerima Remisi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Senin, 17 Agustus 2026. 

Remisi tersebut diserahkan dalam upacara pemberian Remisi Umum dan Pengurangan Masa Pidana yang dihadiri Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., di Lapas Kelas IIB Bireuen. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mukhlis membacakan sambutan tertulis Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto. 

Disebutkan, pada 2026 pemerintah memberikan Remisi Umum kepada 173.706 narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Umum kepada 1.085 Anak Binaan di seluruh Indonesia. 

Menteri menegaskan, remisi merupakan bentuk apresiasi negara kepada warga binaan yang menunjukkan perubahan perilaku, disiplin, serta aktif mengikuti program pembinaan sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. 

Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T serahkan Remisi kepada 217 warga binaan Lapas Kelas IIB Bireuen, rangkaian memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin, 17 Agustus 2026. 

Kepala Lapas Kelas IIB Bireuen, Didik Niryanto, A.Md.IP., S.H., mengatakan, Lapas Bireuen saat ini dihuni 344 orang, terdiri atas 73 tahanan dan 271 narapidana. Dari jumlah tersebut, 217 warga binaan memenuhi syarat menerima remisi, termasuk satu orang yang langsung bebas pada hari tersebut. 

"Warga binaan yang memperoleh remisi sebanyak 217 orang, di mana satu orang di antaranya langsung bebas hari ini,” ujar Didik. 

Pada puncak kegiatan, Bupati Mukhlis menyerahkan secara simbolis penetapan Remisi dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan kepada Kepala Lapas Kelas IIB Bireuen. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bungong jaroe kepada warga binaan. 

Turut hadir Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Razuardi, M.T., Ketua DPRK Bireuen Juniadi, Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., M.I.K., Sekda Bireuen Ismunandar, unsur Forkopimda, pejabat Pemkab Bireuen, jajaran Lapas Kelas IIB Bireuen, serta warga binaan. (Joniful Bahri)

Upacara HUT ke-81 RI di Bireuen Berlangsung Khidmat, Paskibraka Sukses Kibarkan Merah Putih

By On Selasa, Agustus 18, 2026

Bupati Bireuen, H. Mukhlis bertindak sebagai Inspektur Upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, di Ruang RTH atau Eks Stadion Cot Gapu, Bireuen, Senin pagi, 17 Agustus 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2026 berlangsung khidmat dan sukses di Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Eks Stadion Cot Gapu, Bireuen, Senin pagi, 17 Agustus 2026. 

Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara Lettu Inf. Andi Adianto Yudha Prawira, S.Tr.(Han), dipercaya sebagai Komandan Upacara dan Kapten Arh. M. Agus Apriansyah sebagai Perwira Upacara. 

Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut mengikuti upacara dengan mengenakan pakaian adat Aceh Laka. 

Prosesi pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu rangkaian utama. Sebanyak 35 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen Tahun 2026 yang berasal dari sejumlah SMA, SMK dan MA se-Kabupaten Bireuen menjalankan tugas dengan lancar. 

Komandan Kompi Paskibraka dipercayakan kepada Letda Inf. Muhammad Ega Daryanto, Danton Drone Kompi Bantuan Yonif 113/Jaya Sakti. 

Dalam prosesi pengibaran bendera, pembawa baki adalah Saskya Syaliandria, siswi SMA Negeri 1 Bireuen. 

Sementara anggota Kelompok 8 yang bertugas mengibarkan bendera, yakni Rafif Putra Alhaska, siswa SMA Negeri 1 Bireuen. 

Bupati Bireuen, H. Mukhlis bertindak sebagai Inspektur Upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, di Ruang RTH atau Eks Stadion Cot Gapu, Bireuen, Senin pagi, 17 Agustus 2026. 

Adapun pengerek Bendera Merah Putih adalah Muhammad Sultan Alrifqi, siswa SMA Sukma Bangsa Bireuen, sedangkan Raka Bimantara, siswa MAN 4 Bireuen, bertugas sebagai Danpas Kelompok 8. 

Rangkaian upacara juga diisi pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh Ketua KNPI Kabupaten Bireuen, Abdul Halim, S.Sos., dan pembacaan doa oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd. 

Untuk mengiringi jalannya upacara, Marching Band Sanggar Batee Kureng SMP Negeri 1 Bireuen dipercaya sebagai Korps Musik (Korsik). 

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Bireuen turut dimeriahkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, di antaranya tari kolosal yang melibatkan 120 penari dari SMP Negeri 1 Bireuen. 

Selain itu, ditampilkan Colour Guard Ensemble hasil kolaborasi Marching Band Sanggar Batee Kureng SMP Negeri 1 Bireuen dengan Sanggar Bunggoeng Nanggroe SMP Negeri 2 Bireuen. 

Kemeriahan semakin bertambah dengan penampilan drumband cilik dari TK Kartika XIV-10 Yonif RK 113/JS serta seni bela diri pencak silat dari Perguruan Tapak Suci UMMAH. 

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat, sekaligus menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan serta menumbuhkan semangat nasionalisme dan persatuan dalam memperingati 81 tahun Kemerdekaan RI. (Joniful Bahri)

Hening dan Khidmat, Renungan Suci di Makam Kolonel Husein Yusuf

By On Selasa, Agustus 18, 2026

Pemkab Bireuen gelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) di makam Kolonel Husein Yusuf di Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Minggu, 16 Agustus 2026, tengah malam. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Suasana hening dan khidmat menyelimuti Makam Kolonel Husein Yusuf di Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Minggu, 16 Agustus 2026 tengah malam. 

Keheningan malam menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) itu diisi dengan Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) untuk mengenang jasa serta pengorbanan para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan Indonesia. 

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan menjelang peringatan 17 Agustus, momentum untuk memberikan penghormatan kepada para pahlawan sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme. 

Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan pasukan kepada arwah para pahlawan dan penyalaan obor. Selanjutnya dilakukan pembacaan naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci, mengheningkan cipta, pembacaan doa, serta penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan. 

Dalam kegiatan tersebut, Dandim 0111/Bireuen Letkol Inf Dikdik Sukayat, S.I.P., M.I.P., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapten Sukamto dan Perwira Upacara Kapten Adha Mizar. 

AKRS turut dihadiri Bupati Bireuen bersama Wakil Bupati Bireuen, Ketua DPRK Bireuen, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala SKPK, serta personel Kodim 0111/Bireuen, Yonif RK 113/JS, Polres Bireuen dan Satpol PP. 

Di bawah temaram cahaya obor, seluruh peserta mengikuti prosesi dengan penuh kekhidmatan. 

Heningnya malam di kompleks makam menjadi simbol penghormatan atas jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Peringatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi generasi penerus bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak diperoleh dengan mudah, melainkan melalui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. (Joniful Bahri)

Ketua Kwarnas Kunjungi Stand Banten di Jamnas XII, Cicipi Kulit Tangkil dan Kue Satu

By On Senin, Agustus 17, 2026

  

Ketua Kwarnas Bersama Petugas Stand Banten Jamnas XII 2026


Jakarta (17/8) – Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso, mengunjungi Stand Pameran Kwarda Banten dalam rangkaian Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta, Senin (17/8/2026).


Kunjungan tersebut berlangsung selepas Budi Waseso mengikuti Pawai Budaya Nusantara dan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di lapangan utama Buperta Cibubur.


Dalam kunjungannya, Budi Waseso dan pimpinan Kwarnas didampingi Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda) Banten, Indra Martha Rusmana. Kehadiran Ketua Kwarnas di stand Banten disambut para pengelola stand dan anggota kontingen yang tengah menampilkan berbagai potensi, budaya, serta produk khas Banten.


Salah satu momen menarik terjadi ketika Budi Waseso mencicipi sejumlah makanan khas Banten yang disajikan di stand, di antaranya kulit tangkil dan kue satu.


Sambil menikmati hidangan khas tersebut, Budi Waseso berdialog dengan Indra Martha Rusmana mengenai konsep pameran Banten dan upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui kegiatan kepramukaan.


Dalam dialog tersebut, Budi Waseso menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran unsur budaya daerah dalam Jamnas XII. Menurutnya, kegiatan kepramukaan tidak hanya menjadi ruang pembinaan karakter dan keterampilan generasi muda, tetapi juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.

“Pramuka harus menjadi bagian dari upaya mengenalkan dan melestarikan budaya Indonesia. Setiap daerah memiliki kekayaan dan keunikan masing-masing. Ini harus diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka tidak hanya mengenal budaya daerahnya, tetapi juga bangga menjadi bagian dari Indonesia,” ujar Budi Waseso dalam dialog singkat tersebut.


Ia juga mengapresiasi kreativitas Kwarda Banten yang menghadirkan unsur budaya dan kearifan lokal dalam stand pameran.

“Yang seperti ini bagus. Pramuka tidak hanya berkemah dan berkegiatan di lapangan, tetapi juga mengenalkan potensi daerah. Makanan, budaya, kesenian, dan nilai-nilai lokal merupakan bagian dari identitas bangsa,” katanya.


Sementara itu, Pinkonda Banten, Indra Martha Rusmana, menjelaskan bahwa Stand Kwarda Banten dirancang sebagai ruang untuk memperkenalkan Banten secara lebih luas kepada peserta Jamnas XII yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.


Menurut Indra, kehadiran stand tersebut tidak semata-mata untuk menampilkan produk atau dekorasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai sejarah, budaya, potensi daerah, serta karakter masyarakat Banten.

“Kami ingin Stand Banten menjadi etalase kecil yang bisa bercerita tentang Banten. Di sini kami mencoba menghadirkan berbagai unsur, mulai dari budaya, kuliner, sejarah, hingga semangat kepramukaan. Harapannya, setiap orang yang berkunjung tidak hanya melihat, tetapi juga mengenal dan membawa cerita tentang Banten,” jelas Indra.


Indra menambahkan, momen kunjungan Ketua Kwarnas menjadi dorongan bagi kontingen Banten untuk terus menghadirkan kreativitas dalam mempromosikan daerah.


Ia juga menjelaskan bahwa kuliner khas yang disajikan merupakan bagian dari strategi memperkenalkan kekayaan pangan lokal Banten kepada peserta dan tamu Jamnas.

“Ketika Ketua Kwarnas berkenan mencicipi kulit tangkil dan kue satu, bagi kami ini menjadi bentuk apresiasi yang sangat berarti. Kuliner tradisional bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas dan cerita masyarakat Banten,” ungkapnya.


Promosi Budaya Melalui Gerakan Pramuka


Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana momentum Jamnas XII dapat dimanfaatkan sebagai ruang pertukaran budaya antardaerah.


Jamnas XII yang diikuti Pramuka dari berbagai penjuru Indonesia menjadi kesempatan strategis bagi setiap kontingen untuk memperkenalkan karakter dan kekayaan daerah masing-masing.


Bagi Banten, kehadiran stand pameran menjadi salah satu sarana untuk memperkuat citra daerah sekaligus memperkenalkan potensi budaya kepada generasi muda.


Indra berharap pengalaman para peserta yang diperoleh selama Jamnas XII dapat menjadi inspirasi bagi anggota Pramuka Banten untuk semakin mencintai budaya daerah dan berani memperkenalkannya dalam ruang yang lebih luas.

“Pramuka adalah generasi penerus. Kalau mereka mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budayanya, maka mereka akan menjadi bagian penting dalam menjaga identitas bangsa. Kami ingin semangat itu tumbuh dari Banten dan dibawa oleh anak-anak muda Banten ke mana pun mereka pergi,” pungkas Indra.


Kunjungan Ketua Kwarnas Budi Waseso ke Stand Banten pun ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama pengelola stand serta unsur kontingen Banten.

SPPG Cundamanik Ikut Memeriahkan Karnaval 17 Agustus 2026 di Kecamatan Cihara

By On Senin, Agustus 17, 2026

 



LEBAK,Kabarviral79.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, SPPG Cundamanik turut serta dalam kegiatan karnaval 17 Agustus 2026. Acara ini diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Cihara pada Senin (17/08/2026).


Karnaval Agustus merupakan salah satu agenda tahunan yang paling dinantikan oleh masyarakat untuk memperingati hari kemerdekaan. 


Tidak hanya menjadi ajang hiburan, karnaval ini juga menjadi simbol persatuan, kreativitas, dan semangat gotong royong warga. Tradisi perayaan ini terus dirawat dan dilestarikan di berbagai daerah.



Tahun ini, ribuan warga memadati jalan-jalan utama untuk menyaksikan pawai budaya, kendaraan hias, hingga atraksi seni. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah, komunitas, instansi pemerintah, hingga masyarakat umum.


Karnaval ini menjadi momen berkumpulnya masyarakat dari lintas usia. Selain menyaksikan pertunjukan yang menarik, warga juga dapat menikmati aneka kuliner, membeli produk UMKM lokal, serta mengabadikan momen kebersamaan tersebut.


Melalui kegiatan ini, karnaval tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan rakyat, tetapi juga menjadi media efektif untuk memperkenalkan budaya lokal sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga.


(Cup/Uday)

Camat Panggarangan Hendi Suhendi Jadi Inspektur Upacara HUT RI ke-81

By On Senin, Agustus 17, 2026

 

Camat Panggarangan Hendi Suhendi saat menyampaikan sambutan podium lapangan Merdeka Cimandiri Laut Deda Situregen Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak Senin (17/8/2026)


LEBAK,Kabarviral79.com  – Camat Panggarangan, Hendi Suhendi, bertindak sebagai Inspektur Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Upacara khidmat ini berlangsung di Lapangan Merdeka Cimandiri Laut, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, pada Senin (17/8/2026).


Kegiatan ini turut dihadiri oleh Serma Agus dari Koramil 0314/Panggarangan, Kapolsek Panggarangan AKP Acep Komarudin beserta anggota, serta Anggota DPRD Kabupaten Lebak dari Fraksi Gerindra, Samboja Uton Witono yang akrab disapa "Ama Dewan". Hadir pula para kepala desa, Ketua Umum PHBN Kecamatan Panggarangan Bambang Sudrajat, dewan guru, Pendamping Lokal Desa (PLD), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pendamping Sosial, serta para tamu undangan lainnya.


Dalam amanatnya, Camat Panggarangan Hendi Suhendi mengajak seluruh peserta untuk mengenang jasa dan mendoakan para pahlawan kusuma bangsa yang telah gugur.

Paskibraka saat pengibaran bendera merah putih di Lapangan Merdeka Cimandiri Laut Desa Situregen Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak Senin (17/8/2026)


"Mereka telah berjuang mempertaruhkan harta, jiwa, dan raga demi memerdekakan Republik Indonesia dari belenggu penjajahan. Sebagai bangsa yang besar, kita wajib senantiasa menghormati jasa para pahlawan," ujar Hendi.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dirasakan selama 81 tahun, sejak diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945.

Para tamu undangan saat menghadiri upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Merdeka Cimandiri Laut Desa Situregen Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak Senin (17/8/2026)


Menurut Hendi, perjuangan generasi saat ini sudah berbeda dengan era kolonial. Tugas sejarah masyarakat sekarang bukan lagi mengangkat senjata, melainkan mengangkat martabat bangsa melalui jalur pembangunan.


"Tugas kita hari ini adalah berjuang di medan yang baru, yaitu medan pembangunan, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Pada momentum HUT RI ke-81 tahun 2026 ini, mari kita satukan gerak dan langkah di bawah tema 'Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur'," pungkasnya.


(Cup/Angga)



Novel Di Balik Kotak Suara Hadirkan Kisah Demokrasi, Integritas, dan Keberanian

By On Senin, Agustus 17, 2026

 



Pandeglang - KabarViral79.com — Novel Di Balik Kotak Suara karya Badrul Munir menghadirkan cerita yang tidak sekadar berbicara tentang pemilu, tetapi juga mengajak pembaca melihat lebih dekat tentang integritas, keberanian, persahabatan, cinta, serta perjuangan menjaga demokrasi.


Hal tersebut tergambar dalam resensi yang ditulis Didin Tahajudin, Anggota Bawaslu Kabupaten Pandeglang, menurut pandangannya (Didi.red) , novel setebal 435 halaman tersebut mampu membawa isu kepemiluan ke dalam sebuah cerita yang dekat dengan kehidupan manusia.


Sedangkan, Tokoh utama dalam novel tersebut, Damar Panuluh, digambarkan sebagai sosok muda idealis yang kembali ke desa asal orang tuanya dan kemudian menjadi Pengawas Kelurahan/Desa pada Pemilu 2024.


Damar harus berhadapan dengan berbagai persoalan, termasuk dugaan praktik politik uang, tekanan, intimidasi hingga ancaman yang tidak hanya menyasar dirinya, tetapi juga keluarganya.


Di tengah situasi tersebut, Damar dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan integritas atau mengutamakan keselamatan, Konflik inilah yang membuat cerita terasa lebih manusiawi karena tokohnya tidak digambarkan sebagai sosok sempurna.


Novel ini juga menghadirkan karakter Sarah dan Bimbim yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Damar. Persahabatan, cinta, humor, ketegangan dan konflik personal membuat cerita demokrasi terasa lebih hidup dan tidak kaku seperti sebuah buku pendidikan politik.


Lebih lanjut, menurut Didin, salah satu kekuatan novel Di Balik Kotak Suara adalah kemampuannya menjadikan sastra sebagai media pendidikan politik, Pembaca tidak hanya diberi tahu mengenai bahaya politik uang dan pentingnya pengawasan pemilu, tetapi diajak memahami persoalan tersebut melalui pengalaman para tokohnya.


Novel ini juga dinilai relevan bagi generasi muda, khususnya Generasi Z yang tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk opini publik dan menentukan masa depan demokrasi Indonesia.


Pesan penting yang ditawarkan novel tersebut adalah bahwa melawan pelanggaran pemilu tidak selalu berarti harus menjadi seorang pahlawan. Setiap orang dapat mengambil peran, mulai dari menolak politik uang, mencari informasi yang benar, berani melaporkan dugaan pelanggaran hingga menggunakan hak politik secara sadar.


Cerita kemudian berkembang melalui perjuangan Damar bersama Sarah, Rizki dan Bimbim dalam membangun Forum Demokrasi Desa (FDD). Perlawanan mereka tidak hanya dilakukan melalui jalur formal, tetapi juga melalui dialog dengan masyarakat, diskusi pemuda, konsolidasi warga hingga gerakan kebudayaan.


Pada akhirnya, Di Balik Kotak Suara tidak menawarkan kemenangan yang berlebihan. Justru, novel ini menunjukkan bahwa demokrasi bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, melainkan tentang bagaimana nilai, keberanian dan integritas tetap hidup setelah sebuah proses politik berakhir.

Melalui kisah Damar, pembaca diajak menyadari bahwa kotak suara hanyalah tempat untuk menitipkan pilihan. Yang menentukan masa depan demokrasi adalah manusia yang berdiri di balik pilihan tersebut.


Novel Di Balik Kotak Suara diterbitkan oleh CV. Elba Sejahtera Grup dan menjadi salah satu karya yang menarik untuk dibaca, terutama bagi mereka yang ingin memahami demokrasi dari sisi yang lebih dekat, manusiawi dan reflektif.

Camat Panggarangan Kukuhkan Anggota Paskibra 2026, Ingatkan Tugas sebagai Duta Bangsa

By On Senin, Agustus 17, 2026

 

Camat Panggarangan Hendi Suhendi Saat  selaku Inspektur Upacara saat membacakan naskah pengukuhan

LEBAK,KabarViral79.Net – Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Tingkat Kecamatan Panggarangan Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Gedung SMA Negeri 1 Panggarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, berjalan dengan khidmat dan lancar.


Acara pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Panggarangan, Hendi Suhendi, pada Minggu (16/8/2026) malam.

 

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Panggarangan, Ketua PHBN Kecamatan Panggarangan, para pelatih dan pembina Paskibra, orang tua anggota Paskibra, serta jajaran penggerak PKK.


Saat membacakan naskah pengukuhan, Camat Panggarangan Hendi Suhendi selaku Inspektur Upacara menyampaikan bahwa para anggota Paskibra yang terpilih merupakan duta bangsa.


"Adik-adik Paskibra yang saya cintai dan saya banggakan, hari ini kalian dikukuhkan bukan sekadar sebagai pengibar bendera. Kalian dikukuhkan sebagai duta bangsa kita di Kecamatan Panggarangan. Dari sekian banyak pelajar, kalianlah yang terpilih karena disiplin, tanggung jawab, dan semangat juang yang tinggi," kata Hendi Suhendi.

Forkopimcam Panggarangan beserta para pelatih dan pembina paskibra saat menghadiri acara pengukuhan

Hendi juga memaparkan bahwa tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tahun ini adalah "Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju".


Makna tema ini harus kita bawa dalam setiap langkah pengibaran bendera Merah Putih pada tanggal 17 Agustus. Ini bukan hanya sebuah seremonial, melainkan simbol penghormatan kepada para pahlawan, perekat persatuan, serta janji kita untuk mengisi kemerdekaan dengan prestasi," ungkapnya.


"Saya minta adik-adik pasukan pengibar bendera tetap kompak dan tidak mengecewakan kepercayaan yang telah diberikan," ungkapnya.


Lebih lanjut, Hendi mengingatkan para anggota Paskibra untuk menjaga kesehatan setelah menjalani latihan yang berat. Ia mengimbau agar mereka beristirahat dengan cukup dan menjaga kekompakan agar bisa menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.


"Setelah pengukuhan malam ini, tunjukkan sikap disiplin dan cinta tanah air, baik di sekolah, di lingkungan masyarakat, maupun di lingkungan keluarga," tambahnya.


Di akhir sambutannya, Camat Panggarangan menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan ini.


"Khusus kepada para pelatih, pembina, dan panitia Paskibra, saya ucapkan terima kasih atas dedikasi kalian dalam membentuk karakter generasi muda. Kepada para orang tua, terima kasih atas dukungan dan doanya. 


Mari kita doakan bersama agar pada tanggal 17 Agustus 2026 besok, upacara tingkat Kecamatan Panggarangan dapat berjalan dengan khidmat, lancar, dan membanggakan. Selamat bertugas, jaga nama baik daerah kita. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Merdeka!" pungkas Hendi

(Cup/Uday)



Merajut Kebersamaan, Warga Perumahan Bumi Kasemen Lestari Sukses Gelar Peringatan HUT ke-81 RI

By On Senin, Agustus 17, 2026



KOTA SERANG — Warga Perumahan Bumi Kasemen Lestari, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dengan penuh khidmat dan kemeriahan. Peringatan hari kemerdekaan tahun ini menjadi momentum mempererat kebersamaan dan kerukunan antarwarga.

Acara yang dipusatkan di lingkungan perumahan tersebut diikuti oleh seluruh warga, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa tanpa terkecuali.

Rangkaian Acara Khidmat dan Penuh Makna

Kegiatan dimulai tepat pada pagi hari dengan susunan acara kenegaraan yang membangkitkan rasa nasionalisme. Seluruh warga berdiri tegak mengikuti rangkaian pembukaan yang meliputi:

Menyanyikan Lagu Kebangsaan: Seluruh warga dengan lantang dan penuh semangat menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama.


Mengheningkan Cipta: Dilanjutkan dengan doa bersama untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan.


Mendengarkan Teks Proklamasi: Suasana menjadi hening saat pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan, mengingatkan kembali detik-detik bersejarah lahirnya bangsa Indonesia.


Semarak Perlombaan untuk Segala Usia

Usai pelaksanaan upacara singkat penuh khidmat, suasana langsung berubah menjadi meriah dan penuh gelak tawa. Panitia pelaksana telah menyiapkan berbagai macam perlombaan tradisional dan kreatif yang dirancang untuk seluruh kalangan usia.

"Keterlibatan seluruh warga dari berbagai usia tanpa terkecuali adalah kunci utama dari kesuksesan acara ini. Tua dan muda, anak-anak hingga orang tua, semuanya melebur menjadi satu menikmati kebersamaan," ujar Ketua RT Sekaligus panitia penyelenggara di lokasi.


Berbagai perlombaan seru seperti balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, hingga lomba cerdas cermat anak-anak sukses menyedot antusiasme penonton. Gelak tawa dan sorak-sorai penonton kian membakar semangat para peserta lomba yang berjuang untuk menjadi juara.

Melalui perayaan HUT ke-81 RI ini, warga Perumahan Bumi Kasemen Lestari berharap nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan semangat nasionalisme dapat terus terjaga serta diwariskan kepada generasi penerus bangsa. (Di/red)

Pemkab Bireuen Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga di Makam Pejuang Kolonel Husein Jusuf

By On Minggu, Agustus 16, 2026

Pemkab Bireuen melaksanakan upacara ziarah nasional dan tabur bunga di makam Kolonel (Purn) Husein Jusuf dan istrinya, Letda (Purn) Ummi Salmah, di Gampong Geulumpang Payong, Jeumpa, Bireuen, Minggu pagi, 16 Agustus 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melaksanakan upacara ziarah nasional dan tabur bunga di makam Kolonel (Purn) Husein Jusuf dan istrinya, Letda (Purn) Ummi Salmah, di Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Minggu pagi, 16 Agustus 2026. 

Kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan Pemkab Bireuen atas jasa serta perjuangan almarhum dan almarhumah, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI). 

Upacara dipimpin Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri selaku Inspektur Upacara. 

Prosesi diawali dengan peletakan karangan bunga, kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga di pusara Kolonel (Purn) Husein Jusuf dan Letda (Purn) Ummi Salmah. 

Bupati Bireuen H. Mukhlis, Wakil Bupati Razuardi, Sekretaris Daerah Ismunandar, unsur Forkopimda, serta para undangan turut mengikuti prosesi penghormatan tersebut. 

Dalam kesempatan itu, Pemkab Bireuen juga menyerahkan bantuan sosial berupa santunan uang tunai kepada ahli waris Kolonel (Purn) Husein Jusuf. 

Bantuan tersebut diserahkan Bupati Bireuen dan diterima Emilza Putra, cucu almarhum dan almarhumah. 

Kapolres Bireuen, AKBP Yulhendri mengatakan, generasi muda perlu mewarisi semangat dan nilai-nilai kepahlawanan yang telah ditunjukkan para pejuang dalam membangun bangsa dan negara. 

"Kita harus mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah mendahului kita agar nilai-nilai perjuangan tetap hidup di generasi muda penerus bangsa dan negara,” ujarnya. 

Ia menegaskan, kegiatan ziarah bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengingat kembali pengorbanan para pejuang serta menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi penerus. 

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekda Bireuen, para Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala SKPK, unsur TNI-Polri, Kakankemenag Bireuen, Wilayatul Hisbah, Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 0111/Bireuen, Bhayangkari Polres Bireuen, TP-PKK, BKMT, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kejaksaan Negeri Bireuen, Dharmayukti Karini, serta sejumlah undangan lainnya. (Joniful Bahri)