-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Yaqut Disebut Terima Fee Percepatan Jemaah Haji Khusus, Bisa Berangkat Tanpa Antre

By On Jumat, Maret 13, 2026

Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengenakan rompi oranye usai pemeriksaan KPK

JAKARTA, KabarViral79.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan mantan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) menerima fee dari kasus korupsi kuota haji 2023-2024

KPK menyebut fee yang diterima Yaqut setelah dirinya menyetujui usulan pembagian kuota haji tambahan tahun 2023. 

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengatakan, untuk kuota haji tambahan tahun 2023 seharusnya diberikan sepenuhnya sebanyak delapan ribu kuota untuk haji. 

Namun, Yaqut menyepakati adanya pembagian 92 persen untuk kuota reguler dan delapan persen untuk kuota khusus setelah menerima surat dari bos travel Maktour, Fuad Hasan Masyhur yang juga selaku Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji Dan Umrah (SATHU) untuk memaksimalkan penyerapan kuota tambahan. 

"YCQ kemudian menyetujui usulan tersebut dengan menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 467 Tahun 2023 pada tanggal 19 Mei 2023 tentang Penetapan kuota haji tambahan Tahun 2023 dengan komposisi 7.360 kuota untuk reguler dan 640 kuota untuk haji khusus," terang Asep saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Maret 2026. 

Kemudian, kata Asep, Dirjen PHU pada tahun 2023 menerbitkan surat keputusan yang disusun oleh Rizky Fisa Abadi (RFA) selaku mantan Kasubdit Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggaraan Haji Khusus di Kementerian Agama. 

Asep mengatakan, penerbitan surat keputusan tersebut atas arahan dari Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex yang saat itu merupakan staf khusus Yaqut untuk melonggarkan kebijakan terkait jemaah yang baru mendaftar untuk bisa langsung berangkat haji. 

RFA, kata Asep, turut melakukan pertemuan dengan asosiasi PIHK terkait penyerapan kuota haji khusus tambahan sebanyak 640 jemaah. 

RFA juga menentukan kuota jemaah untuk 54 PIHK sehingga bisa berangkat langsung tanpa antrean. (*/red)

Menunggu Kepastian di Halaman Kantor Bupati: Tenda Pengungsi Banjir Jadi Simbol Kekecewaan Warga Bireuen

By On Jumat, Maret 13, 2026

Pengungsi korban banjir dari Gampong Kapa, Peusangan, Bireuen, mendirikan tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen, Cot Gapu, Kamis, 12 Maret 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Sore itu, halaman Kantor Bupati Bireuen di Cot Gapu tidak seperti biasanya. Di bawah rindangnya pepohonan, beberapa lembar terpal mulai dibentangkan. Tali-tali diikat ke batang pohon, sementara warga saling membantu mendirikan tenda sederhana. 

Puluhan warga dari Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, datang bersama keluarga mereka pada Kamis, 12 Maret 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. 

Anak-anak, ibu rumah tangga, hingga para orang tua ikut dalam rombongan tersebut. Mereka membawa beras, bahan makanan, serta peralatan dapur. 

Bagi mereka, halaman kantor pemerintahan itu kini menjadi tempat menagih janji. 

Aksi mendirikan tenda ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan pemerintah daerah terhadap para korban banjir yang hingga kini masih bertahan dalam kondisi serba terbatas. 

Sejak banjir melanda beberapa bulan lalu, sebagian warga masih tinggal di tenda darurat di kampung mereka. Kondisinya jauh dari layak. Terpal tipis yang menjadi atap tidak mampu menahan panas terik pada siang hari, dan kerap bocor saat hujan turun. 

“Kami mendirikan tenda di depan kantor Bupati menuntut hak kami. Kami ingin hunian sementara dan kejelasan dari pemerintah,” kata Jamilah, salah seorang pengungsi. 

Bagi Jamilah dan warga lainnya, bertahan di tenda darurat di kampung bukan lagi pilihan. Selain tidak nyaman, kondisi tersebut juga membuat kehidupan sehari-hari semakin sulit. 

Keluhan serupa disampaikan Aspiana, warga yang mengaku kehilangan rumah akibat banjir. Hingga kini, ia mengatakan belum menerima bantuan apa pun. 

Pengungsi korban banjir dari Gampong Kapa, Peusangan, Bireuen, mendirikan tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen, Cot Gapu, Kamis, 12 Maret 2026. 

“Masih ada warga yang rumahnya tidak rusak mendapat bantuan seperti DTH. Saya kehilangan rumah, tapi tidak mendapat apa-apa,” ujarnya dengan nada kecewa. 

Di tengah kegelisahan itu, para pengungsi berharap pemerintah daerah segera memberikan kejelasan mengenai penyediaan hunian sementara (Huntara) maupun hunian tetap bagi korban yang rumahnya rusak atau hilang. 

Badriah, salah satu warga lainnya mengatakan, mereka tidak akan kembali ke kampung sebelum ada kepastian dari pemerintah. 

“Kami tidak akan pulang sebelum hak kami diberikan. Kami butuh hunian sementara,” katanya tegas. 

Warga juga membantah pernyataan pemerintah daerah yang sebelumnya menyebut korban banjir menolak pembangunan hunian sementara. 

Menurut Suratin, pemerintah tidak pernah berdiskusi langsung dengan warga mengenai rencana pembangunan huntara tersebut. 

“Kami sangat membutuhkan hunian sementara. Pemerintah tidak pernah berdiskusi dengan kami. Pernyataan bahwa kami menolak Huntara itu tidak benar,” ujarnya. 

Hingga Kamis sore, tenda-tenda darurat masih berdiri di halaman Kantor Bupati Bireuen. Beberapa petugas Satuan Polisi Pamong Praja sempat meminta warga agar tidak mendirikan tenda di kawasan perkantoran pemerintah. 

Namun para pengungsi tetap bertahan. Bagi mereka, tenda-tenda itu bukan sekadar tempat berlindung sementara, melainkan simbol dari harapan yang belum terpenuhi. 

Di tengah halaman kantor pemerintahan yang biasanya sunyi menjelang petang, suara anak-anak yang bermain di sekitar tenda bercampur dengan percakapan para orang tua yang masih menunggu satu hal yang sama: kepastian dari pemerintah. (Joniful Bahri)

KPK Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

By On Jumat, Maret 13, 2026

Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengenakan rompi oranye usai pemeriksaan KPK

JAKARTA, KabarViral79.Com - Eks Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus kuota haji 2024

Usai pemeriksaan, ia terlihat mengenakan rompi oranye yang menandakan statusnya sebagai tahanan KPK.

Yaqut terlihat mengenakan rompi oranye setelah pemeriksaan sekira pukul 18.48 WIB. Selain itu, tangan Gus Yaqut juga terborgol. 

Gus Yaqut kemudian digiring menuju mobil tahanan untuk dibawa ke rumah tahanan. 

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari KPK terkait penahanan tersebut. 

Diketahui, Gus Yaqut tiba di Gedung Merah Putih KPK sekira pukul 13.04 WIB. 

"Ya, saya menghadiri undangan dari penyidik KPK ya, bismillah," ujar Yaqut, Kamis, 12 Maret 2026. 

Pemanggilan Gus Yaqut kali ini dilakukan dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Saat ditanya awak media soal kesiapannya ditahan, ia enggan menjawab secara gamblang. 

"Tanya diri mas sendiri," ujarnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yaqut juga membantah dirinya mengajukan penundaan pemeriksaan hari ini.

"Gak ada kok," ucapnya. (*/red)

HRD Sesalkan Dana Bantuan Presiden Rp 4 Miliar untuk Banjir Bireuen Belum Digunakan

By On Jumat, Maret 13, 2026

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD) menghadiri acara buka puasa bersama masyarakat korban banjir dan longsor, di Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka,  Bireuen, Aceh

BIREUEN, KabarViral79.Com - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud menyesalkan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen yang hingga kini belum memanfaatkan bantuan dana tanggap darurat sebesar Rp 4 miliar dari Presiden Prabowo Subianto untuk penanganan dampak banjir dan tanah longsor di daerah tersebut. 

Hal itu disampaikan Ruslan Daud, yang akrab disapa HRD, saat menghadiri acara buka puasa bersama masyarakat korban banjir dan longsor di Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, Kamis 12 Maret 2026. 

Menurut HRD, bantuan dari Presiden tersebut seharusnya segera dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, bukan dibiarkan tersimpan di rekening kas daerah

“Dana itu diberikan Presiden untuk membantu masyarakat korban bencana, bukan untuk disimpan di rekening. Masyarakat masih kesulitan, bahkan masih ada yang tinggal di pengungsian,” kata Ruslan Daud. 

Ia mengaku sering menerima keluhan dari warga saat turun langsung ke lapangan. Banyak korban banjir yang kehilangan rumah dan harta benda serta belum sepenuhnya pulih dari dampak bencana. 

“Masyarakat Bireuen selalu mengadu kepada saya setiap turun ke lapangan. Harta benda sudah tidak ada lagi, rumah masih tertimbun, mereka masih di pengungsian. Kenapa uang yang diberikan Pak Presiden belum digunakan,” ujarnya. 

Ruslan menilai, lambannya pemanfaatan dana bantuan tersebut menimbulkan sorotan publik, terutama di tengah kondisi masyarakat yang masih berjuang memulihkan diri pasca bencana. 

Menurutnya, dana darurat semestinya dimanfaatkan secara cepat agar proses pemulihan masyarakat terdampak bisa berjalan lebih cepat. 

“Kalau dana bantuan sudah tersedia tapi tidak segera digunakan, ini menunjukkan ada persoalan dalam respons kebijakan di tingkat daerah. Dalam situasi bencana, pemerintah seharusnya bergerak cepat agar masyarakat bisa segera pulih,” katanya. 

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD) meninjau rumah yang ambruk pasca banjir bandang di Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka,  Bireuen, Aceh, sebelum buka puasa di desa tersebut. 

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar lebih proaktif mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terdampak sehingga dana yang tersedia benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan publik. 

“Bantuan Presiden itu diberikan karena ada kebutuhan mendesak di daerah. Kalau sampai tidak digunakan, tentu publik akan bertanya sejauh mana pemerintah daerah serius menangani dampak bencana,” kata Ruslan. 

Sementara itu, Nisda, warga korban bencana di Desa Kuala Ceurape, juga mempertanyakan belum digunakannya bantuan tersebut. Ia mengaku hingga kini belum menerima bantuan untuk kebutuhan rumah tangga setelah bencana. 

“Sudah tiga bulan bencana berlalu, kami belum mendapat bantuan apa-apa dari pemerintah. Kemana kami harus mengadu? Masa sudah dikasih uang sama Presiden tidak dipakai sampai sekarang,” ujar Nisda. 

Ia berharap, Pemkab Bireuen segera menggunakan dana tersebut untuk membantu pemulihan warga yang terdampak banjir dan longsor. 

Sebelumnya, Pemkab Bireuen menyatakan bantuan darurat Rp 4 miliar dari pemerintah pusat memang belum digunakan dan masih tersimpan di rekening kas daerah. 

Penjabat Sekretaris Daerah Bireuen, Hanafiah mengatakan, dana tersebut belum dipakai karena belum ada kebutuhan mendesak yang memerlukan penggunaan anggaran tersebut. 

“Uang tersebut bisa digunakan jika ada kebutuhan,” kata Hanafiah dalam audiensi dengan Gerakan Masyarakat Sipil, di ruang Badan Musyawarah DPRK Bireuen, Selasa, 10 Maret 2026. 

Ia menambahkan, anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2025 sebesar Rp 2 miliar juga belum habis digunakan. 

“Jangankan yang Rp 4 miliar, yang Rp 2 miliar saja belum habis. Siapa yang perlu bisa dikeluarkan. Uang itu masih utuh di rekening daerah,” ujarnya. (Joniful Bahri)

BBM Tiga Minggu dan Kepanikan yang Tak Perlu

By On Kamis, Maret 12, 2026

Ilustrasi antrean di SPBU. 

Oleh: Andri Yudhi Supriadi

Beberapa hari terakhir, satu kalimat sederhana beredar cepat di ruang publik: “cadangan BBM Indonesia hanya cukup untuk tiga minggu.” 

Bagi banyak orang, kalimat ini terdengar seperti alarm bahaya—seolah negeri ini sedang menghitung mundur menuju kehabisan bahan bakar. 

Bayangan antrean panjang di SPBU, pembelian berlebihan, hingga kekhawatiran terganggunya aktivitas ekonomi pun segera muncul. 

Namun seperti banyak informasi di era digital, masalahnya sering bukan pada datanya, melainkan pada cara kita memahaminya. 

Angka tiga minggu memang nyata, tetapi maknanya tidak sesederhana yang dibayangkan. 

Tanpa pemahaman yang utuh, informasi ini justru bisa memicu kepanikan yang sebenarnya tidak perlu. 

Hal pertama yang perlu dipahami adalah bahwa cadangan BBM tiga minggu bukan berarti Indonesia hanya memiliki BBM untuk tiga minggu dalam kondisi normal. 

Sistem pasokan energi modern tidak bekerja seperti gudang yang diisi penuh lalu dikonsumsi sampai habis. Ia bekerja seperti aliran sungai yang terus bergerak. 

Setiap hari ada produksi dari kilang, ada kapal tanker yang membawa minyak mentah atau BBM dari luar negeri, dan ada distribusi dari terminal penyimpanan menuju ribuan SPBU di seluruh Indonesia. 

Rantai pasok energi nasional ini dikelola oleh perusahaan energi negara seperti PT Pertamina (Persero), yang mengoperasikan kilang, terminal penyimpanan, kapal pengangkut, hingga sistem distribusi BBM di seluruh nusantara. 

Artinya, pasokan energi tidak hanya bergantung pada stok yang tersimpan di tangki penyimpanan.

Angka tiga minggu yang sering disebut sebenarnya merujuk pada ketahanan stok operasional. 

Artinya, jika dalam skenario ekstrem tidak ada pasokan baru sama sekali—tidak ada impor, tidak ada kapal tanker datang, dan tidak ada tambahan produksi—maka stok yang ada masih mampu menopang konsumsi nasional sekitar tiga minggu. 

Dalam manajemen energi, periode ini justru disebut sebagai buffer time, yaitu waktu penyangga bagi negara untuk melakukan berbagai langkah stabilisasi pasokan. 

Untuk memahami skala tantangan tersebut, kita juga perlu melihat berapa besar konsumsi BBM masyarakat Indonesia.

Dengan konsumsi BBM nasional yang berada di kisaran 1,4 hingga 1,6 juta barel per hari, dan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, konsumsi energi Indonesia berada pada kisaran sekitar 0,9 hingga 1 liter BBM per kapita per hari. 

Angka ini memang tidak setinggi negara dengan tingkat kepemilikan kendaraan sangat tinggi, tetapi tetap menunjukkan bahwa energi berbasis minyak masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, terutama untuk transportasi darat dan logistik. 

Besarnya konsumsi ini menjelaskan mengapa pengelolaan pasokan BBM harus dilakukan secara sangat presisi. Sedikit gangguan pada rantai distribusi dapat langsung terasa di masyarakat. 

Di sisi lain, Indonesia sebenarnya memiliki kapasitas kilang domestik yang cukup signifikan. 

Beberapa kilang besar beroperasi di Cilacap, Balikpapan, Balongan, Dumai, dan Plaju. 

Secara keseluruhan kapasitas pengolahan kilang nasional berada di kisaran sekitar 1,1 juta barel minyak per hari. 

Namun kapasitas tersebut tidak selalu dapat dimanfaatkan sepenuhnya. 

Produksi kilang sangat bergantung pada ketersediaan minyak mentah sebagai bahan baku, kondisi teknis fasilitas yang sebagian sudah berusia tua, serta kebutuhan pemeliharaan rutin. 

Akibatnya, produksi BBM domestik masih belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan nasional. 

Sebagian kebutuhan energi Indonesia masih harus dipenuhi melalui impor minyak mentah maupun BBM jadi. 

Dalam situasi normal, pasokan energi Indonesia memang berasal dari kombinasi produksi dalam negeri dan impor. 

Meski demikian, dalam kondisi krisis pasokan, produksi kilang domestik masih dapat dioptimalkan sampai batas tertentu. 

Optimalisasi ini biasanya dilakukan dengan meningkatkan utilisasi kilang yang sedang beroperasi, mengurangi waktu penghentian operasi untuk pemeliharaan, atau memprioritaskan produksi jenis BBM yang paling dibutuhkan masyarakat.

Namun peningkatan tersebut tentu tidak dapat dilakukan secara drastis dalam waktu singkat. Kapasitas kilang memiliki batas desain teknis, dan ketersediaan minyak mentah juga menjadi faktor pembatas. 

Karena itu, ketika terjadi potensi gangguan pasokan energi, pemerintah biasanya tidak hanya mengandalkan peningkatan produksi kilang.

Langkah lain yang dapat dilakukan adalah mengalihkan sumber impor energi. Pasar minyak dunia bersifat global dan saling terhubung. 

Jika pasokan dari satu kawasan terganggu, pembelian dapat dialihkan sementara ke pemasok dari kawasan lain. 

Selain itu, pemerintah juga dapat memanfaatkan stok yang sebenarnya sudah berada di laut. 

Dalam perdagangan energi global, selalu ada kapal tanker yang sedang dalam perjalanan membawa minyak mentah atau BBM. 

Dalam situasi darurat, pengiriman tersebut dapat diprioritaskan untuk segera tiba di pelabuhan Indonesia. 

Langkah berikutnya adalah manajemen distribusi energi. 

Dalam kondisi tertentu, pasokan BBM dapat diprioritaskan untuk sektor-sektor vital seperti transportasi logistik, layanan kesehatan, pembangkit listrik, dan transportasi publik. 

Negara juga dapat menerapkan kebijakan penghematan energi sementara, seperti pengurangan penggunaan kendaraan dinas, kampanye hemat energi, atau penyesuaian operasional sektor tertentu. 

Langkah-langkah seperti ini telah dilakukan oleh banyak negara ketika menghadapi krisis energi global. 

Namun di luar semua strategi teknis tersebut, ada satu faktor yang sering kali justru paling menentukan stabilitas pasokan energi: perilaku masyarakat. 

Dalam banyak kasus, kelangkaan BBM yang terlihat di lapangan bukan semata-mata disebabkan oleh kekurangan pasokan, melainkan oleh lonjakan permintaan mendadak akibat kepanikan publik. 

Ketika masyarakat khawatir BBM akan habis, mereka cenderung membeli lebih banyak dari kebutuhan normal. 

Lonjakan permintaan seperti ini dapat membuat SPBU terlihat kehabisan stok lebih cepat, padahal distribusi berikutnya sebenarnya sudah dalam perjalanan. 

Fenomena ini dikenal dalam ekonomi perilaku sebagai self-fulfilling prophecy—ketakutan akan kelangkaan justru menciptakan kelangkaan sementara karena perilaku masyarakat sendiri. 

Karena itu, menjaga ketenangan publik sebenarnya merupakan bagian penting dari ketahanan energi nasional. 

Namun di balik perdebatan mengenai cadangan tiga minggu, ada satu isu yang justru lebih mendasar dan jarang dibicarakan: bukan semata soal minyaknya, tetapi soal kapasitas penyimpanannya

Indonesia sebenarnya tidak selalu kekurangan pasokan energi, tetapi kapasitas storage nasional memang relatif terbatas dibandingkan negara maju yang mampu menyimpan cadangan strategis hingga berbulan-bulan. 

Di sinilah tantangan kebijakan energi ke depan berada. Memperkuat ketahanan energi bukan hanya soal menambah impor atau meningkatkan produksi kilang, tetapi juga tentang membangun infrastruktur penyimpanan energi yang lebih besar dan lebih strategis.

Pada akhirnya, angka tiga minggu cadangan BBM seharusnya tidak dilihat sebagai tanda bahwa energi akan habis dalam waktu dekat.

Sebaliknya, angka tersebut menunjukkan bahwa sistem energi nasional memiliki waktu penyangga untuk merespons gangguan pasokan. 

Dan mungkin di situlah pelajaran pentingnya: dalam sistem energi modern, stabilitas tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak minyak yang dimiliki suatu negara, tetapi oleh seberapa siap infrastrukturnya dan seberapa rasional masyarakatnya dalam menggunakan energi.

Penulis adalah Kepala BPS Kota Denpasar

Sumber: kompas.com

Pengungsi Korban Banjir Dirikan Tenda di Halaman Kantor Bupati Bireuen Aceh, Tuntut Hunian Sementara

By On Kamis, Maret 12, 2026

Pengungsi korban banjir dari Gampong Kapa, Peusangan, Bireuen, Aceh, mendirikan tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen, Cot Gapu, Kamis, 12 Maret 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Sejumlah pengungsi korban banjir dari Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, mendirikan tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen, Cot Gapu, Kamis, 12 Maret 2026. 

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan pemerintah daerah terhadap nasib para korban banjir. 

Para pengungsi tiba di kompleks pusat pemerintahan sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka datang bersama anak-anak, orang tua, dan kepala keluarga, sambil membawa berbagai perlengkapan untuk bertahan di lokasi, seperti tenda, peralatan dapur, beras, serta bahan makanan. 

Salah seorang pengungsi, Jamilah mengatakan, warga mendirikan tenda di depan kantor Bupati untuk menuntut hak mereka berupa hunian sementara (Huntara). 

“Kami mendirikan tenda di depan kantor Bupati menuntut hak kami. Kami ingin hunian sementara dan kejelasan dari pemerintah,” kata Jamilah. 

Menurutnya, para korban banjir sudah tidak sanggup lagi bertahan di tenda darurat yang didirikan di kampung mereka. Kondisi tenda dinilai tidak layak karena terasa sangat panas pada siang hari dan kerap bocor saat hujan turun. 

Keluhan serupa disampaikan Aspiana. Ia mengaku hingga kini belum menerima bantuan apa pun, meskipun rumahnya hilang akibat banjir. 

“Masih ada warga yang rumahnya tidak rusak mendapat bantuan seperti DTH. Saya kehilangan rumah, tapi tidak mendapat apa-apa,” ujarnya. 

Pengungsi korban banjir dari Gampong Kapa, Peusangan, Bireuen, Aceh, mendirikan tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen, Cot Gapu, Kamis, 12 Maret 2026. 

Para pengungsi juga menuntut kejelasan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen terkait penyediaan hunian sementara maupun hunian tetap bagi warga yang rumahnya rusak atau hilang akibat bencana banjir

Badriah, salah seorang warga lainnya, menegaskan, para pengungsi tidak akan kembali ke kampung sebelum ada kepastian dari pemerintah mengenai penyediaan hunian sementara. 

“Kami tidak akan pulang sebelum hak kami diberikan. Kami butuh hunian sementara,” katanya. 

Para warga juga membantah pernyataan pemerintah daerah yang sebelumnya menyebut korban banjir menolak pembangunan Huntara

Menurut Suratin, pemerintah daerah tidak pernah berdiskusi langsung dengan warga terkait rencana pembangunan hunian sementara. 

“Kami sangat membutuhkan hunian sementara. Pemerintah tidak pernah berdiskusi dengan kami. Pernyataan bahwa kami menolak Huntara itu tidak benar,” ujarnya. 

Hingga Kamis sore, para pengungsi masih bertahan di sekitar halaman Kantor Bupati Bireuen. 

Tiga petugas Satuan Polisi Pamong Praja sempat meminta warga agar tidak mendirikan tenda di kawasan perkantoran pemerintah, namun para pengungsi tetap memilih bertahan hingga tuntutan mereka dipenuhi. (Joniful Bahri)

Spanduk PKBM Maharani Tunjung Teja Bertuliskan Bagian Dari Keluarga Besar Brimob

By On Kamis, Maret 12, 2026

 


SERANG, KabarViral79.Com – Spanduk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Maharani disorot. Pasalnya hal itu dianggap tidak ada korelasinya antara PKBM dan keluarga besar Brimob. Apalagi, PKBM tersebut diduga bermasalah.

Diketahui, Ketika awak media berusaha mengkonfirmasi soal adanya dugaan markup jumlah siswa yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sebab, antara jumlah siswa yang dilaporkan di Dapodik untuk mendapatkan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) dengan jumlah siswa yang belajar di PKBM sangat berbeda.

Hasil penelusuran awak media di lapangan pada hari Sabtu, tidak ditemukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Bahkan tidak ada satu siswa pun yang berada di PKBM. Sedangkan tenaga pendidik (Tendik) hanya ditemukan satu orang.

Salah seorang Tendik PKBM Maharani yang enggan menyebutkan Namanya Ketika dikonfirmasi di lokasi, hanya mengatakan agar awak media menghubungi nomor Nanang salah seorang angota Brimob yang tercantum pada spanduk dan papan nama PKBM.

“Gak tau saya soal operasional sekolah. Itu aja ada nomornya yang di spanduk, silahkan dihubungi,” ujarnya.

Terpisah, Nanang, salah seorang anggota Brimob Polda Banten yang nomor handphonenya tertera pada spanduk dan papan nama PKBM Maharani mengatakan, jika dirinya tidak memiliki tujuan tertentu atas keterangan yang tercantum dalam spanduk tersebut.

“Saya tidak ada tujuan apa-apa, Cuma sekedar ngasih tau aja, beliau yang punya PKBM punya anggota keluarga di satuan Brimob Polda Banten yaitu saya,” ujarnya melalui pesat Whatsap, Kamis (12/03/2026).

“Silahkan cari tau, saya sudah 13 tahun dinas. Yang jelas saya tidak punya tujuan jelek, niat saya Cuma mau bantu keluarga saya,” tambahnya.

Mengenai adanya dugaan permasalahan markup jumlah siswa pada PKBM Maharani, Nanang mengaku jika Persoalan Dapodik atau masalah PKBM ia tidak mengetahui, dan tidak akan melarang maupun menghalangi tugas wartawan.

“Saya gak tau apa-apa. Setahu saya kemaren juga sempat ada yang laporin dan sudah di selesaikan infonya. Cari tahu aja gak apa-apa, saya gak bakal menghalangi atau melarang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah PKBM Maharani Sri Suprapti tidak dapat ditemui, bahkan Ketika dikonfirmasi melalui seluler dalam kondisi tidak aktif dan belum memberikan tanggapan.

12 Pegawai Lapas Serang Naik Pangkat, Kalapas pimpin penyematan

By On Kamis, Maret 12, 2026

 


Serang, KabarViral79.Com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang menggelar upacara penyematan kenaikan pangkat bagi 12 pegawai, Kamis (12/3/2026) pukul 17.00 WIB di lapangan apel Lapas IIA Serang. Penyematan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Serang, Riko Stiven.

Dalam kesempatan ini, Kalapas Riko Stiven mengucapkan selamat kepada 12 pegawai yang naik pangkat. "Semoga dengan kenaikan pangkat ini, bapak dan ibu dapat menambah kemajuan bagi organisasi Lapas Serang khususnya, dan dapat menjadi contoh bagi rekan-rekan lainnya," ujarnya.

12 pegawai yang naik pangkat tersebut adalah hasil dari penilaian kinerja dan kompetensi yang telah dilakukan oleh tim penilai, berdasarkan masa pangkat reguler 4 tahun dan melalui tes kompetensi penyesuaian ijazah Strata 1. Kenaikan pangkat ini diharapkan dapat memotivasi pegawai lainnya untuk meningkatkan kinerja dan kompetensi mereka.

Upacara penyematan kenaikan pangkat ini diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dan foto bersama.

Wabup Intan Ucapkan Terima Kasih dan Apresiasi kepada Rekan Media Sudah Ikut Membantu untuk Kemajuan Kabupaten Tangerang

By On Rabu, Maret 11, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Hj. Intan Nurul Hikmah menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada para rekan-rekan Media yang telah ikut membantu mempublikasikan capaian kerja dari Bupati dan Wakil Bupati Tangerang di masa Pemerintahanya yang telah berjalan satu tahun. 

Hal itu disampaikan Wabup Intan saat mendampingi Bupati Tangerang pada kegiatan Repleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Selasa, 10 Maret 2026. 

"Ya saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan Media yang sudah ikut membantu mempublikasikan dan  memberikan informasi kepada kami terkait perkembangan wilayah Kabupaten Tangerang dalam semua bidang," ucapnya. 

Saat ini, kata dia, masih ada jalan-jalan yang masih rusak. Dia pun meminta waktu.

"Jika masih ada masyarakat yang menyiyir hasil kerja kami dalam satu tahun ini tidak apa-apa, saya dan Bupati terus bekerja untuk masyarakat Kabupaten Tangerang," ujarnya. 

"Kami juga sangat responsif sekali terkait adanya informasi yang luput dari pengawasan kami, disinilah fungsinya Media, ikut membantu kami dalam pengawasan. Untuk para Camat di 29 Kecamatan agar cepat responsif menerima informasi dari masyarakat," imbuhnya.

Ia juga menyampaikan imbauan kepada para ASN untuk mengaplosd dan mensosialisasikan semua program unggulan yang dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan oleh Pemkab Tangerang. 

"Ya mereka sebagai ASN juga harus tahu apa Program Pemkab Tangerang jangan cuma kerja aja," tuturnya. 

Dia juga menyampaikan prestasi yang telah dicapai oleh Pemkab Tangerang, baik dari pemerintah pusat dan Provinsi.

"Di masa kepemimpinan kami sebagai barometer tolak ukur buat ke depannya agar lebih baik lagi. Insyah Allah dalam masa jabatan kami sampai 2029  program visi misi kami akan berjalan dengan baik. Harapannya k edepan semoga hubungan baik antara rekan Media dan Pemkab Tangerang terus terjalin dengan baik," tutupnya. (Reno)

Kasus Pelanggaran Penggunaan Hak Cipta Logo RSUD Labuan Berbuntut Panjang, Dinkes Banten Resmi Dilaporkan ke Kemenkum RI

By On Rabu, Maret 11, 2026

 


Serang, KabarViral79.Com – Kasus dugaan pelanggaran penggunaan karya orisinal (Hak Cipta) milik orang lain tanpa izin, yang mencakup penggandaan, distribusi, adaptasi, atau penggunaan komersial ilegal yang diduga dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, berbuntut panjang.

Seorang konsultan dan desainer branding asal Kota Serang, Agus Guntur Maulana, S.Sn. telah secara resmi mengajukan laporan pengaduan dugaan pelanggaran hak cipta atas karya desain Logo RSUD Labuan kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Laporan tersebut tercatat dalam Laporan Pengaduan Nomor HKI.7.KI.08.01-01.01.05-LP tanggal 18 Februari 2026, yang diajukan kepada Direktorat Penegakan Hukum DJKI terkait dugaan penggunaan ciptaan berupa seni rupa logo RSUD Labuan tanpa izin dan tanpa pengalihan hak ekonomi dari pemegang hak cipta.

Karya logo tersebut diketahui telah tercatat secara resmi dalam sistem pencatatan ciptaan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dengan Nomor Permohonan EC002025102090.

“Sebagai tindak lanjut atas laporan tersebut, DJKI telah mengeluarkan Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan serta Tanda Penerimaan Dokumen sebagai bukti bahwa laporan beserta dokumen pendukung telah diterima secara resmi oleh otoritas yang berwenang. Dalam perkembangan terbaru, Direktorat Penegakan Hukum DJKI Kementerian Hukum RI juga telah mengirimkan Surat Undangan Wawancara tertanggal 5 Maret 2026 dengan nomor HKI.7.KI.08.01-26.01.05-132 kepada pelapor dan para saksi,”ujar pria yang akrab disapa Guntur lewat Press rillisnya yang diterima redaksi

Ia juga mengapresiasi kinerja Direktorat Penegakan Hukum DJKI yang telah melakukan langkah cepat dengan memanggil Pelapor dan saksi-saksi untuk menjalani pemeriksaan perdana. Agenda Wawancara Pemeriksaan untuk memberikan keterangan telah dilangsungkan di Ruang Pemeriksaan Gedung DJKI, Jakarta Selatan, pada Selasa, 10 Maret 2026, pukul 09.00 WIB kemarin.

Proses ini menghadirkan Agus Guntur Maulana, S.Sn. selaku Pelapor, didampingi oleh dua saksi, Mochamad Fariz Nur Rachman, S.Sn. dan Achmad Ginanjar Pratama, S.Kom.

Pemanggilan tersebut merupakan bagian dari tahap klarifikasi dan pemeriksaan awal oleh Direktorat Penegakan Hukum DJKI, terkait dugaan pelanggaran sebagaimana diatur dalam Pasal 113 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Agus menyampaikan bahwa langkah hukum ini dilakukan untuk menegakkan prinsip perlindungan hak cipta, profesionalitas karya desain, serta penghormatan terhadap kekayaan intelektual di Indonesia.

“Sebagai desainer profesional lulusan dari Fakultas Seni Rupa & Desain (School of Crrative Industries Telkom University), Perlindungan hak cipta adalah bagian penting dari ekosistem industri kreatif yang adil dan bermartabat, karya kreatif bukan hanya produk estetika, tetapi juga hasil intelektual yang dilindungi oleh hukum dalam upaya menjaga integritas dan profesionalitas,” tegas Guntur.

Ia berharap, Laporan ini menjadi bagian dari proses penegakan hukum serta memberikan kepastian hukum bagi para pelaku industri kreatif, khususnya di bidang desain dan branding.

“Saat ini kasusnya dalam proses penanganan laporan dan tengah tahap pemeriksaan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Penegakan Hukum DJKI Kementerian RI sesuai mekanisme hukum yang berlaku Semoga dalam waktu dekat cepat terselesaikan,” ucapnya menandaskan.

Terpisah, kasus dugaan pelanggaran Hak Cipta yang dilakukan manajemen RSUD Labuan Banten rupanya menjadi sorotan dan kritik, salah satunya dari akademisi Andri Nugroho. Ia menyampaikan keprihatinannya terkait dugaan penggunaan logo yang memiliki hak cipta oleh instansi pemerintah di lingkungan Dinas Kesehatan. Menurutnya, persoalan ini tidak hanya menyangkut kepentingan individu sebagai pemilik karya, tetapi juga menyangkut komitmen negara dalam menghormati hukum dan hak kekayaan intelektual.

“Sangat disayangkan jika Provinsi Banten yang kaya akan potensi kreatif justru diduga ‘miskin’ orisinalitas dalam birokrasinya. Jika benar terjadi, duplikasi karya anak bangsa oleh Pemprov Banten (Dinas Kesehatan) bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan skandal moral. Bagaimana mungkin pemerintah mengajak rakyatnya berinovasi jika hak intelektual mereka justru ‘dijarah’ oleh institusi yang seharusnya melindungi,” ungkap Andri.

Ia menyebut bahwa ini sebuah ironi besar ketika institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum dan perlindungan hak cipta, justru menjadi pihak yang diduga melakukan pencurian intelektual.

“Mengambil karya tanpa izin bukan sekadar khilaf administrasi, melainkan bentuk pelecehan terhadap kreativitas anak bangsa. Karya anak bangsa adalah aset, bukan ‘sumber gratisan’ untuk proyek pemerintah. Jika Pemprov Banten saja tidak mampu menghargai hak cipta, jangan harap iklim kreatif di provinsi ini bisa tumbuh. Plagiasi oleh penguasa adalah korupsi dalam bentuk ide,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Serang pada, Selasa (10/3/2026).

Andri juga menegaskan bahwa langkah ini bukan semata untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk edukasi hukum agar seluruh institusi pemerintah lebih berhati-hati dalam menggunakan karya cipta milik pihak lain.

“Oleh karena itu, penggunaan suatu karya tanpa persetujuan dapat menimbulkan konsekuensi hukum, baik secara perdata maupun pidana,” tegas Andri.

Andri juga berharap kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar ke depan setiap penggunaan karya intelektual dilakukan secara sah, profesional, dan menghormati hak penciptanya.

Ramadan Berbagi, Polresta Tangerang dan Insan Pers Bagikan Takjil hingga Sembako untuk Petugas Kebersihan

By On Rabu, Maret 11, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Polresta Tangerang bersama Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan dan Insan Pers menggelar kegiatan Ramadan Berbagi, Selasa, 10 Maret 2026. 

Kegiatan sosial tersebut diisi dengan pembagian bantuan sembako kepada petugas kebersihan jalan, pembagian takjil kepada masyarakat, serta ditutup dengan buka puasa bersama. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembagian bantuan sembako kepada para petugas kebersihan yang bertugas di sepanjang Jalan Baru Puspemkab Tangerang. 

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi kepada para petugas yang setiap hari menjaga kebersihan lingkungan. 

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil kepada para pengguna jalan di kawasan gerbang selamat datang Pemkab Tangerang. 

Pembagian takjil tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. 

Rangkaian kegiatan Ramadan Berbagi kemudian ditutup dengan acara buka puasa bersama antara jajaran Polresta Tangerang dan para Insan Pers di Masjid Al-Latief Polresta Tangerang

"Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sekaligus kebersamaan antara Polri dan insan pers dalam berbagi kepada masyarakat di bulan suci Ramadan," kata Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah

Kapolresta mengatakan, melalui kegiatan Ramadan Berbagi, hendak menunjukkan bahwa Polri bersama para wartawan tidak hanya bersinergi dalam menyampaikan informasi. Tetapi juga bersama-sama menghadirkan kepedulian sosial bagi yang membutuhkan. 

Indra Waspada menambahkan, petugas kebersihan merupakan salah satu profesi yang memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat. 

"Melalui kegiatan ini kami ingin menyampaikan apresiasi sekaligus berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan," katanya. 

Indra Waspada juga menegaskan, hubungan baik antara Polresta Tangerang dan Insan Pers selama ini terjalin dengan sangat baik. 

Hal itu, kata dia, menjadi bagian penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. 

"Media merupakan mitra strategis Polri dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Pokja Wartawan Polresta Tangerang, Sangki Wahyudin menyampaikan apresiasi kepada Polresta Tangerang yang telah mengajak Insan Pers untuk bersama-sama terlibat dalam kegiatan sosial di bulan Ramadan. 

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum yang baik untuk mempererat kebersamaan. Sekaligus menumbuhkan semangat berbagi kepada masyarakat. 

"Ini menjadi bentuk sinergi yang positif antara Polresta Tangerang dan rekan-rekan wartawan," terangnya. 

Sangki menambahkan, wartawan tidak hanya bekerja sama dalam kegiatan peliputan. Tetapi juga dapat bersama-sama berbagi kepada masyarakat. Dia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang. 

"Sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya. (Reno)

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Paparkan Capaian Kerja

By On Rabu, Maret 11, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Satu tahun kepemimpinan Bupati Tangerang dan Wakilnya, Drs. H. Moch.Maesyal Rasyid, M.Si dan Hj Nurul Intan dimasa kepemimpinannya ciptakan Inovasi membagun Kabupaten Tangerang, yang sudah terlaksana dengan baik dalam segi pendidikan, pelayanan, infrastruktur, sampah, penanggulangan bencana dan juga fasilitas kesehatan. 

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Tangerang, Moch Maesal Rasyid didampingi Wakilnya, Intan Nurul Hikmah dan perangkat OPD kepada awak media yang hadir dan para undangan, di Gedung Pendopo Jalan Kisamaun, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Selasa, 10 Maret 2026. 

Moch Maeysal Rasyid mengatakan, Kabupaten Tangerang selama masa kepemimpinannya bersama Intan Nurul Hikmah dalam capaiannya secara masif telah melakukan penataan wilayah melalui program Tangerang Gemilang

Fokus utamanya, yaitu aksesibilitas dan keamanan, penataan jalan, jembatan, TPS sampah, serta penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) baru, khususnya di jalur rawan kecelakaan dan akses desa, pelayanan cetak KTP dan Kartu Keluarga (KK) dan akta lahir

"Masyarakat tidak perlu lagi harus antri di kantor Disdukcapil, karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang sudah menyediakan pelayanan tersebut di seluruh kantor Kecamatan," ujarnya. 

Lalu, ada juga program Hunian Layak masyarakat kurang mampu

Pemkab Tangerang sudah berhasil bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). 

​Sanitasi: Pembangunan lebih dari 5.000 Sambungan Rumah (SR) Sanitasi serta pembuatan jamban masif untuk menurunkan kawasan kumuh. 

"Bahkan dalam capaiannya Pemkab Tangerang kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-17 kalinya secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Banten atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2024. Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD," ungkap Bupati Tangerang, Moch Maeysal Rasyid. (Reno)

Bupati dan Wabup Tangerang Hadiri Serah Terima Jabatan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang

By On Selasa, Maret 10, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tangerang, di GSG Puspemkab Tangerang, Senin, 09 Maret 2026. 

Acara tersebut jiga dihadiri oleh perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para Kepala Perangkat Daerah, serta jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang. 

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa pergantian jabatan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun, yang paling penting adalah keberlanjutan pengabdian kepada masyarakat serta komitmen dalam menegakkan hukum. 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Dr. Fajar Gurindro atas dedikasi, kerja keras, serta kebersamaan yang telah dibangun selama bertugas di Kabupaten Tangerang,” ujar Bupati Maesyal Rasyid. 

Ia menambahkan, selama masa kepemimpinan Fajar Gurindro, sinergi dan komunikasi antara Kejaksaan Negeri dengan Pemkab Tangerang serta unsur Forkopimda berjalan dengan baik, sehingga mampu menciptakan situasi daerah yang kondusif serta mendukung kelancaran pembangunan. 

Bupati juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wahyudi Eko Husodo, S.H., M.H. yang kini resmi menjabat sebagai Kajari Kabupaten Tangerang. 

“Selamat datang di Kabupaten Tangerang dan selamat menjalankan tugas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang. Kita membutuhkan sinergi, komunikasi, dan kebersamaan yang kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh unsur Forkopimda,” ucapnya. 

Sementara itu, Kajari Kabupaten Tangerang yang baru, Wahyudi Eko Husodo, dalam sambutannya menceritakan perjalanan tugasnya di sejumlah wilayah di Indonesia. 

Ia menyampaikan, sebelumnya pernah bertugas di wilayah Jawa Barat dan Banten, di antaranya sebagai Kasi Intel di Depok serta Kasi Penyidikan di Kejaksaan Tinggi Banten pada tahun 2018–2019. 

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Kajari Kutai Barat di Kalimantan Timur, Kajari Maros di Sulawesi Selatan, serta Asisten Pidana Khusus di Kalimantan Tengah sebelum akhirnya dipercaya mengemban tugas sebagai Kajari Kabupaten Tangerang. 

Wahyudi menyampaikan, penugasan di Kabupaten Tangerang merupakan amanah yang tidak pernah ia rencanakan sebelumnya. 

Ia siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dan unsur Forkopimda. 

“Kami mohon dukungan dari Bapak Bupati, Ibu Wakil Bupati, Forkopimda, serta seluruh kepala perangkat daerah agar dapat bersinergi sesuai dengan tugas dan fungsi kami dalam penegakan hukum serta pendampingan hukum,” ujarnya. 

Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang maupun tindak pidana korupsi, sekaligus memastikan pembangunan di Kabupaten Tangerang dapat berjalan dengan baik. 

“Kita akan lebih mengutamakan pencegahan. Namun apabila setelah diberikan arahan dan pencegahan masih ada yang melanggar, tentu kami akan menindak secara tegas sesuai dengan kewenangan yang kami miliki,” tegasnya. 

Ia juga menegaskan komitmennya untuk membuka ruang koordinasi yang luas dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung pembangunan Kabupaten Tangerang yang semakin maju di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang. (Reno)

Jalin Silaturahmi di Bulan Ramadhan, Keluarga Besar PT Wijaya Inti Packindo Gelar Buka Puasa Bersama

By On Selasa, Maret 10, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, solidaritas dan menikmati kebersamaan di luar rutinitas, keluarga besar PT Wijaya Inti Packindo menggelar kegiatan buka puasa bersama (Bukber) yang berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan, di Kawasan IGL RT 01 RW 05, Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin, 09 Maret 2026

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bos PT Inti Wijaya Packindo, Wiliam, Tokoh Masyarakat Desa Cileles, Pemimpin Do'a H. Nur, Ketua MAC LMP Kecamatan Tigaraksa Rafli Yunus, mewakili lingkungan setempat Wardi, Rohman, Arki, Security setempat, dan seluruh Staf serta karyawan lainnya. 

Momentum buka puasa bersama ini menjadi ajang untuk mempererat ukhuwah islamiyah serta meningkatkan rasa kebersamaan di antara perusahan dan karyawan. 

Sebelum berbuka puasa, acara diisi dengan tausiyah singkat yang mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi, memperbanyak amal ibadah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama di bulan yang penuh berkah ini. 

Dalam kesempatan itu, Wiliam selaku Pemimpin Perusahan PT Wijaya Inti Packindo menyampaikan, kegiatan ini bukber ini dilaksanakan sebagai bentuk mempererat hubungan antar perusahan dan karyawan. 

"Melalui kegiatan buka puasa bersama ini kami berharap silaturahmi antar karyawan dan perusahan semakin kuat serta membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya. 

Ketua Markas Anak Cabang (MAC) Laskar Merah Putih (LMP) Kecamatan Tigaraksa, Rafli Yunus menyampaikan apresiasi dengan adanya kegiatan Bukber antara pihak Perusahan dan Karyawan.  

"Semoga kegiatan seperti ini ke depan terus berlanjut yang tujuanya adalah untuk mempererat tali silaturahmi dan hubungan yang baik antara pihak Perusahan dan Karyawanya," ujarnya. 

"Semoga kita terus inovatif, bersatu, dan meraih lebih banyak kesuksesan di tahun mendatang, bersama kita bisa dan raih prestasi sukses selalu," imbuhnya. 

"Rezeki yang barokah, rezeki yang bertambah, manfaat yang melimpah  bukan hanya soal jumlah, akan tetapi pada kualitas ketenangan hati, serta kemampuan mengunakan untuk hal hal positif dan bermanfaat," tutupnya. (Reno)

Bengkulu Heboh! Beredar Kabar Dugaan Bupati Rejang Lebong Terjaring OTT KPK

By On Selasa, Maret 10, 2026

 


BENGKULU, KabarViral79.Com – Provinsi Bengkulu dihebohkan dengan kabar dugaan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Kabupaten Rejang Lebong pada Senin malam (9/3/2026).

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, pejabat yang dikabarkan diamankan adalah Bupati Kabupaten Rejang Lebong. Ia disebut-sebut terjaring OTT saat menghadiri sebuah acara peringatan hari ulang tahun di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Sumber yang beredar di kalangan wartawan menyebutkan, sebelum Bupati Rejang Lebong diamankan, tim KPK terlebih dahulu mengamankan seorang pengusaha bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU). Setelah itu, tim KPK kemudian menjemput Bupati Rejang Lebong beserta istrinya yang saat itu berada di Bengkulu Selatan.

Selanjutnya, mereka dibawa ke Kota Bengkulu dan dikabarkan menjalani pemeriksaan awal di Polresta Bengkulu.

Selain itu, informasi yang beredar menyebutkan proses pemeriksaan juga dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni di Polresta Bengkulu dan Polres Kepahiang.

Pantauan di Polresta Bengkulu, puluhan wartawan dari berbagai media telah berkumpul sejak malam hari untuk menunggu kepastian informasi tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak KPK terkait kabar dugaan OTT tersebut.

Semarakkan Ramadhan 1447 H, PPWI Lebak Selatan Bagikan Takjil dan Nasi Kotak ke Warga

By On Senin, Maret 09, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Lebak Selatan menggelar aksi sosial berbagi takjil dan nasi kotak kepada pengguna jalan serta warga sekitar, Senin (9/3/2026).

Kegiatan ini dipusatkan di depan Kantor Sekretariat PPWI Lebak Selatan, Kampung Sukasari, Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten.

Ketua Simpul PPWI Lebak Selatan, Ucup Supriadi, menyampaikan bahwa momentum Ramadhan dan menjelang Idul Fitri merupakan waktu yang paling tepat untuk memperbanyak amal kebaikan serta mempererat kepedulian sosial.

“Berbagi nasi kotak dan takjil ini adalah bentuk nyata kepedulian kami terhadap sesama. Kami ingin menyemarakkan bulan suci ini dengan aksi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Ucup di sela-sela kegiatan.



Menurutnya, esensi dari kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan upaya memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kami berharap semangat berbagi ini dapat meningkatkan rasa kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, serta membawa keberkahan bagi kita semua. Saya juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini,” tambahnya.

Apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat setempat. Yadi, salah seorang warga Kampung Sukasari, mengaku sangat terbantu dan bangga atas inisiatif para pewarta warga tersebut.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh jajaran PPWI Lebak Selatan atas bantuan nasi kotak dan takjil ini. Semoga amal kebaikan rekan-rekan mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT,” pungkas Yadi.

(Uday)