-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Disdikbud Bireuen Gelar Festival Permainan Rakyat, Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir Bandang Peusangan

By On Minggu, Desember 14, 2025

Disdikbud Bireuen menggelar Festival Permainan Rakyat bagi anak-anak dampak banjir bandang, Peusangan, Sabtu, 13 Desember 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Sebagai upaya pemulihan psikologis (trauma healing) bagi anak-anak yang terdampak banjir bandang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bireuen menggelar Festival Permainan Rakyat di Kecamatan Peusangan, Sabtu, 13 Desember 2025.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua desa terdampak, yakni Desa Kapa dan Desa Pante Lhong, dengan melibatkan total 250 anak. Rinciannya, sebanyak 87 anak berasal dari Desa Kapa dan 163 anak dari Desa Pante Lhong.

Pelaksanaan kegiatan dimulai pada pagi hingga siang hari di Desa Kapa, kemudian dilanjutkan pada siang hingga sore hari di Desa Pante Lhong.

Festival ini merupakan inisiatif kolaboratif yang bertujuan untuk melakukan penyembuhan psikososial sekaligus mengembalikan keceriaan anak-anak pasca bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

Festival yang diprakarsai oleh Bidang Kebudayaan Disdikbud Bireuen ini berlangsung meriah di lokasi pengungsian. Gelak tawa dan semangat anak-anak tampak memenuhi area kegiatan, menandakan proses pemulihan luka batin mulai membuahkan hasil.

Berbagai permainan rakyat dan kegiatan edukatif disuguhkan sesuai jenjang usia. Anak-anak PAUD mengikuti kegiatan mewarnai, siswa SD bermain bakiak, sementara pelajar SMP dan SMA mengikuti permainan tradisional seperti gaseng dan egrang. Selain itu, panitia juga menyediakan snack serta makan siang bersama.

Momen yang paling berkesan adalah pembagian perlengkapan sekolah kepada seluruh peserta. Setiap anak menerima satu paket lengkap berisi tas, buku tulis, buku cerita, pulpen, pensil, penghapus, buku gambar, dan penggaris.

Disdikbud Bireuen menggelar Festival Permainan Rakyat bagi anak-anak dampak banjir bandang, Peusangan, Sabtu, 13 Desember 2025. 

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua serta membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat bencana.

Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si melalui Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Bireuen, Muhammad Tasrief, SE, MM mengatakan, kegiatan tersebut sengaja dirancang untuk mengajak anak-anak kembali berekspresi secara positif.

Selain permainan, Disdikbud Bireuen juga menghadirkan sesi pendampingan psikologis, salah satunya melalui storytelling atau seni bercerita menggunakan boneka tangan.

Menurut Tasrief, metode ini dinilai efektif karena mampu menyampaikan pesan motivasi dan keberanian tanpa memaksa anak-anak menceritakan trauma yang dialami.

"Dengan interaksi bersama boneka tangan, anak-anak merasa lebih aman untuk tertawa dan berinteraksi. Teknik storytelling ini membantu memecah ketegangan dan membuat proses pemulihan lebih menyenangkan," ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan Festival Permainan Rakyat merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascabencana. Mengingat Desa Kapa dan Desa Pante Lhong termasuk wilayah dengan dampak terparah, banyak rumah warga yang rusak dan tertimbun lumpur, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk kembali bersekolah.

"Pemulihan tidak hanya soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga pemulihan luka batin dan semangat hidup anak-anak," tambahnya.

Tasrief menutup dengan menyatakan bahwa kegiatan ini membuktikan trauma psikologis anak korban bencana dapat ditangani dengan pendekatan yang tepat, melalui keceriaan permainan, dukungan perlengkapan sekolah, serta terapi komunikasi kreatif.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Bireuen, Sadiah, S.K.M, M.K.M, yang memberikan dukungan moral dan semangat kepada anak-anak serta para pengungsi. (Joniful Bahri)

Jembatan Bailey Teupin Mane Mulai Difungsikan, Warga Ucapkan Terima Kasih atas Pemulihan Akses Bireuen–Bener Meriah

By On Minggu, Desember 14, 2025

Pembangunan jembatan Bailey di Gampong Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, menunjukkan progres signifikan. Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, Minggu sore 14 Desember 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Pembangunan jembatan Bailey di Gampong Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceuh, menunjukkan progres signifikan.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, Minggu sore, 14 Desember 2025, jembatan darurat tersebut sudah mulai difungsikan secara terbatas dan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua.

Jembatan Bailey Teupin Mane sebelumnya putus akibat banjir besar disertai tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu. 

Putusnya jembatan ini sempat mengisolasi sejumlah wilayah serta memutus akses transportasi darat, khususnya pada jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah.

Pembangunan jembatan darurat tersebut telah dimulai beberapa hari terakhir. Pada Jumat, 12 Desember 2025, rangka utama jembatan Bailey dilaporkan berhasil tersambung.

Setelah melalui tahapan penyempurnaan dan pengecekan teknis, jembatan akhirnya mulai difungsikan secara terbatas pada Minggu sore.

Keberadaan jembatan sementara ini menjadi urat nadi penting dalam upaya pemulihan akses darat pascabencana.

Sebelumnya, derasnya arus sungai dan kerusakan infrastruktur akibat banjir menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh, mulai dari distribusi logistik, pemenuhan kebutuhan pokok, hingga mobilitas warga antar wilayah.


Tersambungnya kembali jembatan Bailey Teupin Mane disambut antusias oleh masyarakat setempat.

Salah seorang warga, Armiadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas rampungnya pembangunan jembatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang telah bekerja keras merampungkan pembangunan jembatan Bailey ini. Jembatan ini sangat membantu warga karena akses yang sebelumnya terputus kini kembali terbuka,” ujar Armiadi.

Dengan berfungsinya jembatan Bailey tersebut, ruas vital Bireuen–Bener Meriah kembali dapat dilewati, terutama untuk mendukung distribusi logistik menuju wilayah tengah Aceh.

Jalur ini selama ini dikenal sebagai salah satu akses utama pergerakan barang, kebutuhan pokok, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme warga cukup tinggi. Sejumlah masyarakat tampak mencoba melintasi jembatan, sementara lainnya mengabadikan momen tersebut melalui rekaman video yang dibagikan di media sosial sebagai bentuk rasa syukur atas pulihnya kembali akses transportasi darat.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan terus melakukan pemantauan serta memastikan keamanan dan kelayakan jembatan Bailey tersebut hingga pembangunan jembatan permanen dapat direalisasikan.

Dengan demikian, pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan. (Joniful Bahri)

Tangan-tangan Serakah di Balik Banjir Bandang Bireuen Aceh: Ketika Keserakahan Merenggut Rumah, Harapan, dan Nyawa

By On Sabtu, Desember 13, 2025

Satu unit rumah warga di Balee Panah, Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, nyaris ambruk ditepi sungai dan berlatar tumpukan kayu gelondomgan yang masih menumpuk di pinggir sungai.  

BIREUEN, KabarViral79.Com - Air bah itu datang tanpa kompromi. Deru banjir bandang bercampur longsor menyeret apa saja yang dilewatinya: rumah warga, lahan pertanian, fasilitas umum, bahkan nyawa manusia.

Namun di balik amukan alam yang tampak buas itu, terselip jejak tangan-tangan serakah manusia yang selama ini perlahan mengoyak benteng alam, membuka lahan demi keuntungan pribadi, dan menutup mata terhadap keselamatan sesama.

Kayu-kayu gelondongan yang hanyut terbawa arus bukan sekadar sisa hutan yang roboh secara alami. Ia adalah bukti bisu dari pembabatan hutan, perluasan lahan ilegal, dan penggundulan kawasan pegunungan yang seharusnya menjadi penyangga kehidupan.

Saat hujan deras mengguyur, hutan yang telah kehilangan fungsinya tak lagi mampu menahan air. Lereng rapuh runtuh, sungai meluap, dan banjir bandang pun berubah menjadi algojo bagi warga yang tinggal di hilir.

Di sejumlah titik di Kabupaten Bireuen, Aceh, rumah-rumah warga rata dengan tanah. Sawah dan kebun yang selama ini menjadi sumber penghidupan lenyap seketika. Jalan, jembatan, dan fasilitas umum rusak parah.

Bantalan kerangka baja jembatan Pante Lhong, Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, ambruk dan putus membelah, salah satu infrastuktur yang harus dibayar malah pasca diterjang banjir bandang. 

Lebih memilukan, bencana ini juga merenggut nyawa warga, orang-orang yang sama sekali tak pernah ikut menebang hutan atau meraup untung dari kayu dan lahan yang dijarah. Warga menyebut bencana ini bukan semata-mata takdir.

"Ini akibat ulah manusia," ujar seorang warga Kota Bireuen dengan mata berkaca-kaca, sembari menunjuk sisa-sisa kayu gelondongan yang tersangkut di puing rumah.

Baginya dan banyak warga lain, para pelaku illegal logging, pembabat hutan, hingga pihak-pihak yang diduga ikut merusak kawasan pegunungan, telah menyeret masa depan masyarakat ke jurang kehancuran.

Kerusakan lingkungan yang dibiarkan bertahun-tahun kini menagih harga mahal. Bukan hanya kerugian materi, tetapi juga trauma mendalam dan rasa kehilangan yang tak tergantikan. Anak-anak kehilangan rumah, orang tua kehilangan ladang, dan sebagian keluarga kehilangan anggota tercinta.

Ironisnya, di tengah penderitaan warga, pertanyaan besar masih menggantung: siapa yang bertanggung jawab? Hukum sering kali tampak tumpul ke atas, sementara masyarakat kecil harus menanggung akibat paling parah.

Padahal, bencana ini adalah akumulasi dari keputusan dan pembiaran dari penebangan liar yang tak ditindak tegas, hingga alih fungsi lahan yang mengabaikan daya dukung lingkungan.

Bireuen kini menjadi cermin buram tentang bagaimana keserakahan dapat berubah menjadi bencana kemanusiaan. Alam yang dirusak akan selalu mencari cara untuk menagih balas. Jika tangan-tangan serakah terus dibiarkan bekerja tanpa kendali, maka bukan hanya rumah dan lahan yang hilang, tetapi juga masa depan generasi yang akan datang.

Bagi warga Bireuen, harapan kini bertumpu pada keadilan dan keberanian negara untuk bertindak tegas. Menindak pelaku perusakan lingkungan bukan sekadar soal hukum, melainkan upaya menyelamatkan nyawa, menjaga alam, dan memastikan tragedi serupa tak terus berulang. Sebab, ketika hutan terakhir tumbang, yang runtuh bukan hanya pepohonan melainkan juga kemanusiaan. (Joniful Bahri)

Progres Jembatan Penghubung Bireuen–Medan di Awee Geutah Capai 80 Persen, Warga Berharap Segera Dimanfaatkan

By On Sabtu, Desember 13, 2025

Pekerjaan pembangunan Jembatan Penghubung Bireuen–Medan yang berada di kawasan Awee Geutah Bireuen terus menunjukkan perkembangan positif. 

BIREUEN, KabarViral79.ComPekerjaan pembangunan Jembatan Penghubung Bireuen–Medan yang berada di kawasan Awee Geutah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupatèn Bireuen terus menunjukkan perkembangan positif.

Hingga saat ini, progres fisik jembatan tersebut telah mencapai sekitar 80 persen.

Pada Jumat kemarin, pihak pelaksana akan melakukan tahapan penting berupa dorongan penuh struktur jembatan. Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan lantai jembatan sebelum memasuki tahap uji coba beban. Jembatan ini dirancang memiliki kapasitas beban maksimal hingga 10 ton.

Apabila seluruh tahapan teknis dan prosedur keselamatan dapat dilaksanakan dengan baik tanpa kendala, jembatan tersebut ditargetkan dapat dibuka untuk umum paling lambat pada Minggu, 14 Desember 2025.

Kehadiran jembatan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Warga menilai jembatan penghubung tersebut sangat dibutuhkan, terutama untuk mendukung aktivitas sehari-hari serta memperlancar akses transportasi.

“Kami sangat berharap jembatan tersebut bisa segera dimanfaatkan oleh warga. Selain memudahkan mobilitas masyarakat, jembatan ini juga sangat penting untuk pengangkutan logistik dan penyaluran bantuan, terutama saat kondisi darurat,” ujar Razali Usman, salah seorang warga Awee Geutah.

Masyarakat berharap proses penyelesaian jembatan berjalan lancar sesuai rencana, sehingga akses penghubung Bireuen–Medan dapat kembali normal dan memberikan dampak positif bagi perekonomian serta kelancaran distribusi barang dan bantuan kemanusiaan. (Joniful Bahri)

Tarif Sungai yang Mencekik: Ketika Bantuan Bencana Harus Membayar Lebih Mahal dari Derita

By On Kamis, Desember 11, 2025

Aktifitas boat Penyebarangan warga di Jembatan Kutablang, Bireuen, Aceh, pasca banjir bandang menuai protes warga, sebab jasa penyeberangan itu telah terjadi pungutan uang jasa yang tidak sesuai sama sekali. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Sungai yang seharusnya menjadi pintu harapan bagi warga terisolasi banjir bandang di Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, justru berubah menjadi jalur penuh luka bagi para relawan.

Alih-alih menjadi ruang solidaritas, penyeberangan darurat di kawasan Kuta Blang dituding menjadi ladang bisnis yang memberatkan, bahkan menyakiti nurani.

Keluhan itu datang bertubi-tubi dari relawan yang setiap hari berjibaku mengirimkan bantuan ke desa-desa yang terputus aksesnya akibat banjir dan longsor.

Di balik senyum dan peluh mereka yang menyusuri jalan rusak dan jalur licin, tersimpan kekecewaan mendalam terhadap tarif “tak masuk akal” yang dipungut oleh pihak yang disebut sebagai ‘Harlan’ dan sejumlah pemilik boat penyeberangan.

Bantuan Kemanusiaan yang Dihalang Biaya Tak Wajar

Kamis, 11 Desember 2025, sejumlah relawan menyampaikan keluhannya kepada wartawan. Mereka menilai pemerintah daerah dan aparat keamanan seolah tutup mata, membiarkan pungutan tak wajar itu berlangsung di tengah situasi krisis. Hal itu juga dikeluhkan relawan lain di beberapa titik lainnya di Bireuen.

Di antara relawan itu, terdapat seorang pejuang kemanusiaan yang telah menghabiskan bertahun-tahun hidupnya di tengah konflik dan derita masyarakat Aceh.

Ia datang membawa bantuan bersama dua rekannya: beras, mie instan, dan air mineral barang sederhana namun sangat dibutuhkan ratusan keluarga yang diisolasi bencana di seberang sungai.

Aktifitas boat Penyebarangan warga di Jembatan Kutablang, Bireuen, Aceh, pasca banjir bandang menuai protes warga, sebab jasa penyeberangan itu telah terjadi pungutan uang jasa yang tidak sesuai sama sekali. 

Perjalanan panjang telah mereka tempuh, melewati rumah-rumah terendam lumpur, warga yang letih menunggu bantuan, hingga jalan yang patah diterjang arus. Namun saat tiba di penyeberangan darurat Kutablang, hatinya terguncang.

"Rp 2 juta untuk bongkar, Rp 5 juta untuk menyeberang, dan Rp 2 juta lagi untuk bongkar di seberang. Total Rp 9 juta. Untuk bantuan, bukan untuk dagangan," ungkapnya dengan nada getir.

Bagi relawan, angka itu lebih mahal dari nilai bantuan yang mereka bawa.

"Kami bukan mencari untung. Kami datang membawa harapan," tuturnya.

Camat Pun Ikut Menjadi Korban

Tak hanya relawan, pejabat pemerintah pun merasakan getirnya pungutan tersebut.

Camat Kutablang, Erizal mengaku harus merogoh kocek hingga Rp 6 juta untuk menyeberangkan bantuan resmi pemerintah ke lokasi terdampak.

Ia sudah mengimbau. Ia sudah menegur. Namun semua itu berbuah sunyi.

"Diam menjadi jawaban sehari-hari," ucapnya.

Kisah serupa dilaporkan terjadi pula di kawasan penyeberangan darurat lainnya tempat warga dan relawan menduga adanya praktik serupa.

Secercah Cahaya: Boat Karet Gratis

Di tengah kekecewaan itu, sebuah kabar baik muncul. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan akhirnya menyediakan boat karet gratis untuk menyeberangkan warga, logistik, dan barang kebutuhan mendesak.

Upaya ini cukup melegakan, namun bagi banyak relawan, luka akibat pungutan mencekik itu belum sepenuhnya terhapus.

"Ini soal kemanusiaan. Jangan bebankan krisis kepada mereka yang sedang membantu," ujar seorang relawan lain.

Citra Daerah Dipertaruhkan

Masyarakat berharap, praktik pungutan liar di jalur penyeberangan darurat segera dihentikan. Bupati Bireuen, H Mukhlis dan Polres Bireuen didesak turun tangan langsung, memastikan jalur-jalur evakuasi dan distribusi bantuan bebas dari tindakan yang merusak citra daerah dan melukai rasa keadilan publik.

Di tengah bencana, harapan warga sederhana: jalan dibuka, bantuan sampai, dan kemanusiaan kembali pulih ke tempatnya.

Karena di saat air bah menenggelamkan tanah, yang seharusnya tetap mengapung adalah solidaritas bukan harga tarif penyeberangan. (Joniful Bahri)

Listrik Belum Normal, Anggota DPR RI Ruslan M Daud Desak Pemerintah Percepat Pemulihan di Daerah Bencana

By On Rabu, Desember 10, 2025

Anggota DPR RI, Ruslan M Daud (HRD). 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Anggota DPR RI dari Fraksi PKB daerah pemilihan Aceh, Ruslan M Daud, mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pemulihan jaringan listrik di wilayah Sumatera yang terdampak banjir dan longsor.

Menurutnya, kondisi di lapangan masih jauh dari pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang sebelumnya menyebut pemulihan listrik telah mencapai 97 persen.

"Masih banyak daerah terdampak banjir dan longsor yang hingga hari ini listriknya belum menyala. Kondisinya tidak seperti yang dikatakan sudah 97 persen pulih. Pemadaman berkepanjangan membuat masyarakat makin kesulitan di tengah situasi pasca bencana," ujar Ruslan, Rabu, 10 Desember 2025.

Anggota Komisi V DPR RI tersebut menyampaikan bahwa ketiadaan listrik menghambat proses pemulihan dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Pelayanan publik seperti administrasi desa, fasilitas kesehatan, distribusi logistik, hingga akses komunikasi, tidak dapat berjalan normal.

"Di banyak daerah, pelayanan publik tidak bisa maksimal karena listrik belum masuk. Banyak UMKM dan warung kopi terpaksa memakai genset dengan biaya tinggi. Bila tidak memakai genset, aktivitas mereka lumpuh dan roda ekonomi makin terganggu," katanya.

Tidak hanya itu, akses air bersih juga terdampak akibat pompa air yang tidak beroperasi. Sementara sejumlah SPBU belum dapat melayani masyarakat karena jaringan listrik belum pulih sepenuhnya. Hanya beberapa SPBU yang tetap beroperasi menggunakan genset dengan kapasitas terbatas.

Ruslan juga menyoroti terhambatnya proses evakuasi warga akibat minimnya penerangan dan terbatasnya alat komunikasi. Relawan dan aparat kesulitan memetakan wilayah yang masih terisolasi lantaran jaringan listrik dan telekomunikasi belum stabil.

"Ketika listrik padam, akses informasi terbatas. Relawan sulit berkoordinasi, terutama pada malam hari. Ini memperlambat proses evakuasi dan distribusi bantuan. Pemulihan listrik harus menjadi prioritas utama," tegasnya.

Ia menegaskan, percepatan pemulihan listrik merupakan kebutuhan mendesak, karena berhubungan langsung dengan keselamatan warga, pemulihan ekonomi, kelancaran logistik, serta stabilitas sosial di wilayah terdampak. (Joniful Bahri)

Akses Terputus, Tim Umuslim Susuri Sungai Salurkan Bantuan ke Peusangan Siblah Krueng

By On Rabu, Desember 10, 2025

Tim Satgas Bencana Hidrometeorologi Umuslim Bireuen salurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah desa terdampak banjir di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Selasa, 09 Desember 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Tim Satgas Bencana Hidrometeorologi Universitas Almuslim (Umuslim) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah desa terdampak banjir di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Selasa, 09 Desember 2025.

Penyaluran bantuan ini merupakan hari ketiga rangkaian distribusi yang dilakukan ke wilayah Peusangan Raya setelah sebelumnya menjangkau daerah terdampak di Kecamatan Peusangan dan Jangka.

Perjalanan tim menuju Peusangan Siblah Krueng tidaklah mudah. Akses jembatan yang masih terputus memaksa para dosen, staf, dan relawan Umuslim menyeberangi sungai menggunakan perahu karet yang dikendalikan mahasiswa Mapala Alask serta boat milik warga. Arus sungai yang deras bahkan sempat menghambat proses penyeberangan, sehingga boat harus beberapa kali memutar haluan untuk mencari jalur aman.

Koordinator penyaluran bantuan, Dasril Azmi, M.Kom mengatakan, bantuan pada hari ketiga difokuskan ke lima desa, yakni Gampong Kubu, Gampong Teupin Raya, Gampong Pantee Baro Glee Siblah, Gampong Lueng Daneun, dan Gampong Dayah Baro. Desa-desa tersebut merupakan wilayah yang mengalami dampak banjir cukup parah pada 26 November 2025.

Tim Satgas Bencana Hidrometeorologi Umuslim Bireuen salurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah desa terdampak banjir di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Selasa, 09 Desember 2025. 

"Masih ada beberapa desa lain yang terdampak dan belum sempat kami jangkau. Itu akan menjadi prioritas pada tahap berikutnya. Kami berkomitmen memastikan tidak ada desa yang terabaikan, meski aksesnya sulit," ujar Dasril Azmi, didampingi Zulkifli, M.Kom, Dr. Elfiana, dan Nuraina, M.Keb.

Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, beras, makanan ringan, cabai, bawang merah, ikan asin, pakaian, sepatu, mukena, serta obat-obatan. Semua bantuan dibawa langsung ke titik desa terdalam dengan memanfaatkan akses sungai.

Secara terpisah, Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim satgas yang telah bekerja tanpa pamrih membantu masyarakat terdampak banjir.

"Kami berterima kasih kepada seluruh sivitas akademika dan donatur yang menyalurkan bantuan melalui Umuslim. Kampus ini berkomitmen memberi manfaat bagi masyarakat, terlebih dalam kondisi bencana seperti sekarang," ujar Rektor.

Dalam penyaluran bantuan kali ini turut hadir sejumlah anggota Tim Satgas Bencana Umuslim, di antaranya Zulkifli, M.Kom., Dr. Elfiana, M.Si., Nuaraina, M.Keb., Elga Safitri, M.Pd., Mursalin, S.E., Irwan, Faizin, Iqbal (Security), mahasiswa, serta relawan lainnya. (Joniful Bahri)

Akses ke Salah Sirong Jeumpa Lumpuh Total, Warga Terisolasi Pasca Banjir Bandang

By On Rabu, Desember 10, 2025

Salah satu unit rumah warga di Alue Limeng Jeumpa, Bireuen hampir ambruk ke sungai pasca di hantam banjir bandang

BIREUEN, KabarViral79.Com – Dampak banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen, Aceh, hingga kini masih menyisakan kerusakan parah. Sejumlah akses jalan, termasuk jalur menuju Gampong Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, belum dapat digunakan.

Gampong Salah Sirong yang berbatasan langsung dengan wilayah barat selatan Kecamatan Juli menjadi salah satu daerah yang paling terdampak. Banjir bandang tidak hanya menerjang pemukiman warga, tetapi juga memutus akses jalan utama.

Selain badan jalan yang amblas dan tergerus arus banjir hingga hilang menjadi bagian dari aliran sungai, sarana jembatan di kawasan Alue Limeng, Jeumpa juga turut ambruk.

"Kendaraan sama sekali tidak bisa lewat melalui jalan utama dari arah Alue Limeng. Badan jalannya sudah hilang, berubah jadi areal sungai,” ujar Anas, Ketua Sekdes Jeumpa yang turut mengantarkan bantuan ke Salah Sirong dan Alue Limeng, Senin,08 Desember 2025.

Badan jalan utama ke Salah Sirong, Jeumpa, Bireuen amblas dan tergerus arus banjir hingga hilang menjadi bagian dari aliran sungai. 

Untuk dapat menjangkau wilayah tersebut, warga dan relawan kini terpaksa memanfaatkan jalur alternatif melalui Cot Mugo, Jeumpa. Namun, sebagian perjalanan harus ditempuh lewat kebun milik warga yang kini dijadikan jalan darurat untuk pengiriman bantuan.

Tidak hanya Salah Sirong, Gampong Alue Limeng juga mengalami kerusakan serupa. Puluhan rumah warga dilaporkan hanyut terseret arus banjir bandang. Ratusan warga terpaksa mengungsi ke meunasah setempat untuk menyelamatkan diri.

Kerusakan juga melanda area pemakaman umum di Salah Sirong yang ikut hilang terbawa arus, serta lahan kebun dan rumah warga yang berada dekat aliran sungai.

Hingga kini, warga berharap pemerintah dapat segera menyediakan akses darurat yang memadai serta melakukan penanganan cepat terhadap infrastruktur yang rusak. (Joniful Bahri)

HRD Kerahkan Alat Berat Bersihkan Lumpur di Pesantren Terdampak Banjir Aceh

By On Rabu, Desember 10, 2025

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD), kerahkan alat berat guna membersihkan lumpur yang menumpuk di sejumlah pesantren (dayah) di beberapa daerah di Aceh

BIREUEN, KabarViral79.ComAnggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) mengerahkan alat berat berupa beco dan bulldozer untuk membersihkan lumpur yang menumpuk di sejumlah pesantren (dayah) di Aceh pasca banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.

Upaya itu dilakukan atas arahan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, yang meminta jajaran PKB turun langsung membantu masyarakat, khususnya pesantren yang terdampak banjir.

"Gus Muhaimin, Panglima Santri, menginstruksikan kami untuk bergerak cepat membantu pesantren—membersihkan pekarangan, ruang belajar, hingga fasilitas ibadah yang masih dipenuhi lumpur," ujar HRD kepada wartawan, Senin, 08 Desember 2025.

Pantauan di lokasi, HRD bersama relawan PKB terlihat ikut terjun langsung dalam kerja bakti bersama para santri. Lumpur bahkan masih mencapai lutut orang dewasa di beberapa titik.

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD), kerahkan alat berat guna membersihkan lumpur yang menumpuk di sejumlah pesantren (dayah) di beberapa daerah di Aceh. 

Selain alat berat, HRD juga mengerahkan mobil tangki air bersih dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mempercepat proses pembersihan.

Politisi PKB asal Daerah Pemilihan Aceh II itu menegaskan, pemulihan aktivitas belajar di pesantren harus diprioritaskan.

"Negara wajib hadir di pesantren. Kita harus pastikan santri dapat kembali menuntut ilmu agama seperti sedia kala,” tegasnya.

HRD menyebut, para santri sebagai generasi Qurani yang menjadi harapan bangsa kini dan masa mendatang. Karena itu, pemulihan fasilitas pendidikan agama tak boleh tertunda. (Joniful Bahri)

HRD dan Kementerian PU Tinjau Infrastruktur Rusak di Kutablang, Salurkan Bantuan ke Pengungsi

By On Rabu, Desember 10, 2025

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) bersama Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Roy Rizali Anwar, S.T., M.T., meninjau sejumlah infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang di wilayah timur Aceh, Senin, 08 Desember 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.ComAnggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Roy Rizali Anwar, S.T., M.T., meninjau sejumlah infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang di wilayah timur Aceh, Senin, 08 Desember 2025.

Rombongan harus menyeberangi Krueng Kutablang menggunakan boat getek, karena jembatan penghubung lintas Medan–Banda Aceh di titik tersebut masih terputus.

Setelah tiba di seberang, tim melanjutkan perjalanan darat menuju Bireuen bagian timur hingga ke Lhokseumawe, Aceh Utara, Langsa, Aceh Tamiang, bahkan ke wilayah Sumatera Utara.

Dalam peninjauan itu, HRD dan rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi beberapa titik pengungsian untuk menyerahkan bantuan berupa sembako, obat-obatan, dan kebutuhan darurat lainnya.

"Alhamdulillah, hari ini kita bisa menerobos wilayah terdampak hingga ke Sumatera Utara. Banyak infrastruktur yang harus segera dipulihkan, dan para pengungsi masih sangat membutuhkan uluran tangan kita,” ujar HRD.

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) bersama Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Roy Rizali Anwar, S.T., M.T., meninjau sejumlah infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang di wilayah timur Aceh, Senin, 08 Desember 2025. 

Dirjen Bina Marga, Roy Rizali Anwar menegaskan, pemerintah pusat saat ini memprioritaskan pemulihan fungsi infrastruktur terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

“Kami fokus pada percepatan pemulihan fasilitas publik seperti jembatan, sekolah, madrasah, dan fasilitas umum lainnya. Upaya ini dilakukan bertahap agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepatnya,” kata Roy.

Ia menambahkan, beberapa pembangunan darurat telah berjalan, termasuk jembatan sementara (Bailey) di Kutablang yang ditargetkan segera bisa dilintasi kendaraan.

"Harapannya seluruh penanganan dapat dituntaskan secepat mungkin sehingga konektivitas dan kehidupan warga kembali pulih,” tutup Roy. (Joniful Bahri)

Pemulihan Listrik Aceh Diklaim 97 Persen, Warga di Sejumlah Daerah Masih Gelap

By On Senin, Desember 08, 2025


BIREUEN, KabarViral79.Com - Pemerintah pusat menyebut pemulihan listrik di Aceh telah mencapai 97 persen pasca banjir dan longsor besar yang melanda belasan kabupaten/kota.

Klaim tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia kepada Presiden Prabowo Subianto saat meninjau kondisi pascabencana di sejumlah titik di Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu, 07 Desember 2025 kemarin.

Bahlil menjelaskan, kerusakan terjadi akibat tower transmisi roboh dan gardu terendam banjir. Tim teknis bekerja siang malam melakukan pemasangan tower darurat dan manuver jalur alternatif agar listrik segera menyala kembali.

Presiden Prabowo mengapresiasi kerja cepat para petugas karena listrik dinilai menjadi kunci pemulihan aktivitas warga, mulai dari komunikasi hingga pelayanan kesehatan.


Namun, di lapangan, sejumlah warga di Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan wilayah pantai barat masih mengeluhkan listrik belum menyala. Mereka terpaksa memakai lilin dan genset untuk kebutuhan mendesak.

Tokoh masyarakat dan aktivis kemanusiaan mempertanyakan akurasi data pemulihan, mengingat masih banyak rumah terendam lumpur dan akses terputus sehingga belum tersambung jaringan listrik.

Warga berharap pemerintah melakukan pengecekan langsung ke daerah yang belum tersentuh pemulihan, agar hasil perbaikan benar-benar dirasakan menyeluruh, bukan sekadar angka di atas kertas. (Joniful Bahri)

Jalan Putus Tak Menghalangi Sekdes Jeumpa Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Korban Banjir di Salah Sirong dan Alue Limeng

By On Senin, Desember 08, 2025

Ketua Sekdes Jeumpa, Anas bersama sejumlah Sekdes lainnya menyerahkan bantuan masa panik dan diterima oleh Keuchik Alue Limeng dan perangkat desa setempat, Senin, 08 Desember 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.ComKesatuan Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, menyalurkan bantuan masa panik kepada pengungsi korban banjir bandang di dua desa, yakni Gampong Alue Limeng dan Sarah Sirong, Senin, 08 Desember 2025.

Ketua Sekdes Jeumpa, Anas, ST mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil pengumpulan dana secara sukarela dari 42 Sekdes di Kecamatan Jeumpa selama beberapa hari terakhir. 

Bantuan yang diberikan berupa gula pasir, kopi, teh, roti, makanan ringan untuk anak-anak, sabun mandi, serta pakaian layak pakai.

Selain itu, turut diberikan bantuan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung transportasi warga saat mengangkut logistik.

Ketua Sekdes Jeumpa, Anas bersama sejumlah Sekdes lainnya menyerahkan bantuan masa panik dan diterima oleh Keuchik Salah Sirong dan perangkat desa setempat, Senin, 08 Desember 2025. 

Seluruh bantuan diantar langsung ke lokasi pengungsian menggunakan kendaraan roda dua, karena akses jalan utama menuju dua desa terdampak rusak berat dan terputus akibat banjir bandang.

"Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan saudara-saudara kita yang masih bertahan di pengungsian," ujar Anas kepada media ini.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua Sekdes Jeumpa bersama sejumlah Sekdes lainnya, dan diterima oleh Keuchik, perangkat desa, serta perwakilan warga di masing-masing Gampong.

Berdasarkan data sementara, puluhan rumah warga di Alue Limeng dan Sarah Sirong rusak berat setelah diterjang banjir bandang beberapa hari lalu. Warga terpaksa mengungsi ke sejumlah titik yang dinilai lebih aman dari ancaman banjir susulan. (Joniful Bahri)

Prabowo Cicipi Hidangan Dapur Umum saat Tinjau Korban Banjir dan Jembatan Putus di Bireuen

By On Minggu, Desember 07, 2025

Presiden Prabowo Subianto mencicipi hidangan dapur umum saat meninjau korban banjir dan jembatan putus di Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu, 07 Desember 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto meninjau langsung pembangunan jembatan Bailey darurat di atas Sungai Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh, sekaligus menyapa pengungsi banjir di posko pengungsian Desa Bale Panah, Kecamatan Juli, Minggu, 07 Desember 2025.

Kedatangan Presiden sekitar pukul 11.45 WIB menggunakan helikopter kepresidenan disambut dengan pemaparan progres perbaikan jembatan.

Jembatan ini menjadi akses vital jalur darat penghubung Medan-Banda Aceh, yang terputus setelah rusak parah dampak banjir dan longsor pada 25-27 November lalu.

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pembangunan jembatan Bailey darurat di atas Sungai Teupin Mane, Bireuen, Aceh, sekaligus menyapa pengungsi banjir di posko pengungsian Desa Bale Panah, Juli, Minggu, 07 Desember 2025. 

Dalam kunjungannya, Prabowo memeriksa langsung rangka baja yang menjadi struktur utama jembatan sementara serta berdiskusi dengan pejabat terkait mengenai percepatan pemulihan akses transportasi.

Setelah peninjauan jembatan, Prabowo melanjutkan kunjungan ke posko pengungsian. Sekitar pukul 12.30 WIB, ia tiba di area dapur umum dimana relawan tengah menyiapkan makanan untuk para korban banjir.

Di sana, Presiden meminta seporsi nasi dengan lauk sederhana ikan tongkol yang juga dicicipi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Dengan santai, Prabowo menikmati makanan tersebut sebagai bentuk empati terhadap pengungsi yang tengah berjuang di masa sulit.

Kunjungan kerja ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara termasuk Sekretaris Kabinet, Menteri PU, serta Gubernur Aceh.

Peninjauan dan aksi sederhana tersebut mencerminkan upaya cepat pemerintah dalam pemulihan akses transportasi dan perhatian terhadap warga terdampak bencana. (Joniful Bahri)

Video: Prabowo Tinjau Pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane, Harap Bisa Selesai dalam Sepekan

By On Minggu, Desember 07, 2025


BIREUEN, KabarViral79.Com Presiden Prabowo Subianto berharap pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Aceh, selesai dalam waktu satu pekan dan dapat digunakan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat melihat langsung pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane, Minggu, 07 Desember 2025.

Ia berharap setelah pengerjaan jembatan itu selesai kemudian dilanjutkan dengan pengerjaan tiga jembatan lain yang merupakan jalur akses menuju Bener Meriah dan Takengon.

“Ya, saya kira kita lihat ya, salah satu jembatan yang mereka kerja terus diharapkan satu minggu sudah bisa buka dan dari sini bisa terus untuk membuka tiga jembatan lagi ya menuju Bener Meriah dan Takengon ke atas,” ujarnya. (*/red)

Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Jembatan Bailey di Teupin Mane, Akselerasi Pemulihan Akses Medan - Banda Aceh

By On Minggu, Desember 07, 2025

Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto meninjau pembangunan jembatan bailey di atas Sungai Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu, 07 Desember 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto meninjau pembangunan jembatan bailey di atas Sungai Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu, 07 Desember 2025.

Jembatan tersebut merupakan titik kritis jalur darat penghubung Medan - Banda Aceh yang sempat terputus akibat banjir besar.

Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 11.45 WIB. Setibanya di sana, Prabowo langsung mendapat pemaparan teknis terkait progres perbaikan jembatan.

Ia kemudian meninjau pemasangan rangka baja yang akan menjadi struktur utama jembatan sementara tersebut.

Dalam peninjauan itu, Presiden Prabowo didampingi Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto meninjau pembangunan jembatan bailey di atas Sungai Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu, 07 Desember 2025. 

Presiden tampak memeriksa serta memegang salah satu komponen rangka baja yang sedang dipasang di atas aliran sungai deras.

Di bibir sungai, Kepala Negara juga berdiskusi dengan Menteri PU, Bupati Bireuen Mukhlis Takabeya, serta sejumlah pejabat terkait lainnya mengenai percepatan pemulihan akses transportasi.

Sebelumnya, dua unit jembatan bailey sudah mulai dipasang oleh TNI AD, Kementerian Pekerjaan Umum, serta masyarakat setempat di lokasi tersebut.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya mengatakan, pemasangan jembatan menjadi fokus utama pemerintah demi memulihkan konektivitas lintas provinsi.

“Pemasangan dua jembatan bailey oleh TNI AD, Kementerian PU, dan masyarakat setempat di Sungai Teupin Mane, Aceh Bireuen, dilakukan untuk mempercepat pemulihan jalur vital Medan-Banda Aceh,” ujar Teddy. 

Ia menjelaskan, jembatan bailey berbobot sekitar 50 ton itu berfungsi sebagai jembatan sementara, namun dapat difungsikan layaknya jembatan permanen dalam situasi darurat. Pekerjaan dilakukan 24 jam non-stop setiap hari, bahu-membahu antara pemerintah dan warga.

Kerusakan infrastruktur di kawasan itu terjadi akibat meluapnya sungai yang melebar hingga 180 meter dari kondisi normal sekitar 100 meter. Dengan pemasangan dua jembatan darurat tersebut, pemerintah menargetkan jalur logistik segera tersambung kembali dalam 2-3 hari ke depan.

“Pemulihan tidak hanya dilakukan di satu titik, tapi juga di berbagai lokasi lain yang terdampak bencana,” tegas Teddy.

Pemerintah memastikan upaya pemulihan akan terus dimaksimalkan untuk menjamin mobilitas masyarakat dan distribusi logistik kembali berjalan normal. (Joniful Bahri)

Banjir Lumpuhkan Bireuen, Listrik dan Jaringan Komunikasi Masih “Meugap-Meugap” Belum Normal

By On Minggu, Desember 07, 2025

Petugas PLN saat melakukan perbaikan jaringan pasca banjir bandang yang melanda Bireuen, tapi sejauh ini, pasukan listrik dan jaringan komunikasi masih belum normal. 

BIREUEN, KabarViral79.ComKondisi pasca banjir di Kabupaten Bireuen, Aceh, masih memprihatinkan. Hingga Sabtu, 06 Desember 2025, pasokan listrik dan jaringan komunikasi belum sepenuhnya pulih sehingga aktivitas warga terganggu di sejumlah kecamatan.

Banjir besar yang melanda wilayah Bireuen sejak akhir November lalu tidak hanya merusak infrastruktur jalan dan jembatan, tetapi juga sistem kelistrikan dan telekomunikasi.

Warga mengeluhkan sulitnya mengakses informasi karena listrik kerap padam dan sinyal telepon masih “meugap-meugap” atau hilang timbul.

“Sudah beberapa hari listrik putus. Kalau pun hidup hanya sebentar lalu mati lagi. Sinyal telepon juga susah, kami kesulitan menghubungi keluarga,” kata Sulaiman, warga Jeumpa.

Petugas PLN masih bekerja di lapangan untuk memperbaiki jaringan yang rusak akibat banjir dan longsor. Namun medan yang berat dan sejumlah titik yang masih terendam menyebabkan perbaikan belum merata.

“Tapi aneh juga, petugas PLN sejak satu hari bencana banjir sudah bekerja, ditambah petugas dari pusat. Namun jaringan listriknya belum juga normal, alasanya pasukan daya lah dan lainnya,” cetus Taufik, warga lainya.

Sementara itu, operator telekomunikasi berupaya meningkatkan kapasitas jaringan darurat untuk mengembalikan layanan secara bertahap. Posko-posko pengungsian menjadi prioritas penyediaan akses komunikasi demi kelancaran koordinasi bantuan.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan bersabar karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Petugas gabungan terus bersiaga menangani gangguan layanan publik yang belum normal sepenuhnya. (Joniful Bahri)