-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Rumah Panggung di Cihara Lebak Hangus Terbakar, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

By On Kamis, Juni 18, 2026

Kanit Sabhara Polsek Panggarangan, Aditya Kurnia saat meninjau lokasi kebakaran. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Personel Polsek Panggarangan meninjau lokasi kebakaran rumah di Kampung Cibobos, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis, 18 Juni 2026. 

Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin mengatakan, anggotanya telah diterjunkan untuk melihat lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

"Benar, pada Kamis, 18 Juni 2026, Kanit Sabhara Polsek Panggarangan, Aditya Kurnia, telah melakukan peninjauan terhadap satu unit rumah warga bernama Saudara Ono yang mengalami musibah kebakaran di Cihara," ujar AKP Acep Komarudin. 

AKP Acep menjelaskan, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 10.25 WIB. Rumah yang terbakar merupakan rumah hunian jenis panggung dengan dinding bilik permanen yang berlokasi di Kampung Cibobos RT 002 RW 004, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara. 

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian bernama Said, kronologi bermula saat kepulan asap tebal tiba-tiba muncul dari dalam kamar. Dalam waktu singkat, api langsung membesar dan melalap seluruh bangunan rumah. 

Melihat kejadian tersebut, warga sekitar langsung bergotong-royong mencoba memadamkan kobaran api dengan alat seadanya. 

Upaya cepat ini dilakukan agar api tidak merembet ke hunian lain, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan padat penduduk. 

"Pemicu kebakaran diduga kuat berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik di dalam kamar rumah tersebut," ucap AKP Acep. 

Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp 30 juta. (Cup/Uday)

Penataan Eks TPPS Cisoka Temui Jalan Buntu, Para Pedagang Menolak Pindah

By On Kamis, Juni 18, 2026


TANGERANG, KabarViral79.Com - Penataan Eks Penampungan Pasar Sementara (TPPS) Cisoka hingga kini masih belum terlaksana karena para Pedagang masih enggan pindah dari lokasi lama. 

Karena menurut para pedagang tempat tersebut lebih ramai dari tempat pasar yang baru. 

Sampai berita ini ditayangkan masih berlangsung mediasi antara pihak para pedagang Eks TPPS Cisoka dengan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang yang diwakili Sekda H. Soma Atmaja, Camat Cisoka, Satpol PP Kecamatan Solear dan pihak terkait lainnya. 

Diketahui, penataan Eks TPPS Cisoka yang sedianya berlangsung hari yang masih belum menemui jalan keluar. 

Menurut salah satu pedagang Eks TPPS Cisoka yang enggan disebut namanya menyampaikan bahwa hasil mediasi belum ada jalan keluar karena dari pihak Pemkab Tangerang dinilai hanya mementingkan keinginan mereka saja. 

Salah satu pemilik lahan, Ibu Nunung saat hadir pada mediasi hari ini mengatakan, saat ini belum ada solusi. 

Menurutnya, lahanya disewakan karena kasihan kepada para pedagang kecil. 

Dia pun menyampaikan, dirinya hanya meminta keadilan saja buat para pedagang pedagang kecil. (*/red)

Ledakan di Kamar Mesin KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, 14 Orang Alami Luka Bakar

By On Jumat, Juni 12, 2026

14 orang mengalami luka bakar setelah ledakan yang terjadi di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat, 12 Juni 2026. 

BANDA ACEH, KabarViral79.Com - Sebanyak 14 orang mengalami luka bakar akibat ledakan yang terjadi di kamar mesin Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2 saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat, 12 Juni 2026. 

Kapten Kapal SAR Kresna, Supriadi mengatakan, insiden ledakan yang disertai kebakaran tersebut terjadi sekitar 45 menit sebelum dirinya memberikan keterangan kepada media. 

"Terjadi ledakan dan kebakaran di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue," kata Supriadi saat dikonfirmasi. 

Menurutnya, mayoritas korban merupakan Taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) yang sedang menjalani praktik di atas kapal. 

Seluruh korban telah dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis. 

14 orang mengalami luka bakar setelah ledakan yang terjadi di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat, 12 Juni 2026. 

"Semua korban sudah dibawa ke RSUDZA," ujarnya. 

Supriadi menambahkan, awak kapal KN Kresna yang sedang bersiaga di sekitar lokasi turut membantu proses evakuasi korban pasca kejadian. 

Hingga berita ini ditayangkan, penyebab pasti ledakan dan kebakaran di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 masih dalam penyelidikan. 

Pihak terkait juga masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui kronologi lengkap insiden tersebut. 

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kondisi para korban masih dalam penanganan tim medis di RSUDZA Banda Aceh. (Joniful Bahri)

Lansia Tewas Ditabrak Truk Fuso Muatan Semen di Bener Meriah Aceh, Sopir Diduga Hilang Kendali

By On Kamis, Juni 11, 2026

Satu unit truk Mitsubishi Fuso mengalami kecelakaan di Jalan Takengon–Bireuen, di Desa Timang Gajah, Kecamatan Gajah Putih, Bener Meriah, Kamis, 11 Juni 2026, sekitar pukul 06.30 WIB. 

BENER MERIAH, KabarViral79.Com - Seorang perempuan lanjut usia meninggal dunia setelah tertabrak truk Mitsubishi Fuso di Jalan Takengon–Bireuen, tepatnya di Desa Timang Gajah, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Kamis, 11 Juni 2026, sekitar pukul 06.30 WIB. 

Korban diketahui bernama Suwarni (59), seorang petani asal Desa Timang Gajah. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami benturan keras saat kecelakaan berlangsung. 

Kasat Lantas Polres Bener Meriah, AKP Safarudin mengatakan, kecelakaan melibatkan satu unit Mitsubishi Fuso nomor polisi BL 8560 ZK yang dikemudikan Agus Cahyono (48), warga Kabupaten Bireuen. 

Saat kejadian, truk yang mengangkut semen tersebut melaju dari arah Bireuen menuju Takengon dengan membawa seorang penumpang bernama M. Danuarta (14), seorang pelajar. 

“Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan diduga hilang kendali sehingga bergerak ke sisi kiri jalan dan menabrak seorang pejalan kaki yang berada di pekarangan kios bambu di pinggir jalan,” kata AKP Safarudin. 

Satu unit truk Mitsubishi Fuso mengalami kecelakaan di Jalan Takengon–Bireuen, di Desa Timang Gajah, Kecamatan Gajah Putih, Bener Meriah, Kamis, 11 Juni 2026, sekitar pukul 06.30 WIB. 

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kondisi cuaca saat kejadian cerah dengan arus lalu lintas relatif sepi. Ruas jalan di lokasi kejadian beraspal, lurus, dan menurun. 

Selain menyebabkan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. 

Petugas Satlantas Polres Bener Meriah yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, memeriksa kondisi korban, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti berupa satu unit Mitsubishi Fuso BL 8560 ZK dan satu lembar SIM B II Umum milik pengemudi. 

Saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Satlantas Polres Bener Meriah guna proses penyelidikan lebih lanjut. (Joniful Bahri)

Dua Personel Brimob Polda Banten Jadi Korban Aksi Brutal Debt Collector

By On Rabu, Juni 03, 2026

Personel Satbrimob Polda Banten jadi korban pembacokan dalam insiden yang melibatkan sejumlah Debt Collector (DC). 

SERANG, KabarViral79.ComDua personel Satbrimob Polda Banten menjadi korban pembacokan dalam insiden yang melibatkan sejumlah Debt Collector (DC) di Jalan Raya Serang–Cilegon Km 3,5, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, Selasa, 02 Juni 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. 

Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan kepolisian, peristiwa bermula dari upaya penarikan kendaraan milik salah satu personel Satbrimob Polda Banten. 

Situasi kemudian memicu cekcok dan adu argumen antara kedua belah pihak hingga berujung keributan di lokasi kejadian. 

Dalam laporan Kepolisian disebutkan, salah seorang dari kelompok DC yang disebut berasal dari kelompok Ambon diduga mengambil kapak dari mobil Toyota Fortuner berwarna hitam yang berada di lokasi. 

Tak lama kemudian terjadi aksi pembacokan yang mengakibatkan dua anggota Satbrimob Polda Banten mengalami luka serius. 

Korban pertama, Bripda M. Fajar Dwi, mengalami luka bacok pada bagian kepala dan tangan. Saat ini, korban menjalani perawatan di IGD Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten. 

Sementara korban kedua, Bripda Ahmad Yani, mengalami pendarahan pada bagian hidung dan kaki serta bahu kiri. Korban kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang. 

Dua orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan personel Satbrimob Polda Banten. 

Pasca kejadian, sekitar 30 personel Satbrimob Polda Banten langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap kelompok DC yang melarikan diri menggunakan dua unit mobil Toyota Fortuner berwarna hitam. 

Berdasarkan laporan awal, kendaraan tersebut sempat bergerak ke arah Kota Serang sebelum berputar balik menuju kawasan depan Mako Grup 1 Kopassus. 

Dalam perkembangan terbaru, aparat telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan tersebut, yakni Fhilip Ndarman dan Yulianus Silvester Bedanaen. 

Keduanya saat ini berada dalam penanganan kepolisian dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP). 

Perkara tersebut kini ditangani Tim Resmob Polda Banten yang masih melakukan pendalaman guna mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. 

Selain itu, personel Satbrimob Polda Banten juga melakukan penyisiran di sejumlah wilayah Kota Serang untuk mencari pihak lain yang diduga terlibat dan melarikan diri setelah kejadian. 

Hingga berita ini ditulis, proses penyelidikan dan pengembangan kasus masih terus berlangsung. (*/red)

Kapolresta Tangerang Cek TKP Penemuan Mayat Tukang Cilok di Cikupa

By On Selasa, Juni 02, 2026

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mendatangi TKP penemuan mayat pria, di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Selasa, 02 Juni 2026. 

TANGERANG, KabarViral79.Com - Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat pria di sebuah kontrakan di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Selasa petang, 02 Juni 2026. 

Di kontrakan tersebut, seorang pria berinisial R yang sehari-hari berjualan cilok ditemukan meninggal. Saat mengecek TKP, nampak bekas darah di lantai. 

"Kami melakukan penyelidikan untuk mengungkap peristiwa ini," kata Indra Waspada. 

Dia menjelaskan, korban terindikasi meninggal karena pembunuhan. Oleh karena itu, petugas langsung bergerak memeriksa saksi, barang bukti, termasuk menyisir sekitar lokasi guna mendapatkan bukti petunjuk. 

"Terkait korban, kami masih menunggu hasil autopsi," ujarnya. 

Indra Waspada juga mengatakan, korban baru sekitar 10 hari tinggal di kontrakan tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, kata dia, korban diketahui tinggal berdua bersaama rekannya. 

"Penyelidikan masih terus kami lakukan, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terungkap," pungkasnya. (Reno)

Pelajar MIN Cot Batee yang Terseret Arus di Pantai Jangka Ditemukan Meninggal Dunia

By On Minggu, Mei 31, 2026

Firat Altakim (12), pelajar MIN Cot Batee, Kuala, Bireuen, dilaporkan hilang setelah terseret arus laut di Kawasan Pantai Jangka, Sabtu sore, 30 Mei 2026, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi, 31 Mei 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.ComFirat Altakim (12), pelajar MIN Cot Batee, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, yang dilaporkan hilang setelah terseret arus laut di Kawasan Pantai Jangka, Sabtu sore, 30 Mei 2026, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi, 31 Mei 2026. 

Korban ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB di pesisir Pantai Gampong Pante Paku, Kecamatan Jangka, atau sekitar 8 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam. 

Kapolsek Jangka, Ipda Fidhal Akhyar Febrina mengatakan, korban sebelumnya terseret arus saat mandi bersama dua rekannya di Pantai Laut Jangka pada Sabtu, sekitar pukul 15.50 WIB. 

Menurut keterangan yang diperoleh, setelah selesai mandi dan hendak pulang, korban bersama teman-temannya telah berada di pesisir pantai. Namun, korban kembali masuk ke laut untuk mencuci kaki di sekitar batu pemecah ombak. 

"Pada saat itu kondisi arus laut cukup kuat. Korban diduga terseret arus secara tiba-tiba hingga terbawa menjauh dari bibir pantai dan akhirnya tenggelam," ujar Kapolsek. 

Setelah menerima laporan dari Keuchik Gampong Jangka Mesjid dan Kepala Dusun Jabari, personel Polsek Jangka segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan membantu proses penanganan awal. 

Firat Altakim (12), pelajar MIN Cot Batee, Kuala, Bireuen, dilaporkan hilang setelah terseret arus laut di Kawasan Pantai Jangka, Sabtu sore, 30 Mei 2026, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi, 31 Mei 2026. 

Sekitar pukul 16.20 WIB, tim Basarnas Bireuen tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait serta nelayan setempat untuk melakukan operasi pencarian. 

Tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi korban dilaporkan hilang. 

Namun, pencarian terpaksa dihentikan sementara pada pukul 18.40 WIB akibat cuaca yang kurang mendukung dan gelombang laut yang cukup tinggi. 

Keesokan harinya, Minggu pagi, Kapolsek Jangka menerima laporan dari Panglima Laot Kuala Jangka, Abu Bakar Jalil, bahwa jasad korban telah ditemukan. 

"Korban ditemukan oleh pengunjung pantai di bibir Pantai Desa Pante Paku dalam keadaan meninggal dunia," kata Ipda Fidhal Akhyar Febrina. 

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga setempat. Masyarakat bersama pengelola kawasan wisata pantai selanjutnya mengevakuasi jenazah korban ke Meunasah Desa Pante Paku. 

Personel Polsek Jangka yang dipimpin langsung Kapolsek kemudian menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu proses penanganan lebih lanjut. 

Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Gampong Cot Batee, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, guna dimakamkan. 

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di lokasi yang memiliki arus kuat dan berada di sekitar batu pemecah ombak. 

Selain itu, diperlukan pemasangan rambu peringatan di titik-titik rawan guna mencegah terulangnya kejadian serupa. (Joniful Bahri)

Saluran Irigasi Jebol Akibat Longsor, 360 Hektare Sawah di Cihara Lebak Terancam Gagal Tanam

By On Selasa, Mei 26, 2026

Saluran irigasi yang ambruk di Ruas Kampung Cikadu - Cingagoler, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Tingginya intensitas hujan menyebabkan saluran irigasi di Ruas Kampung Cikadu - Cingagoler, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, jebol akibat longsor pada Minggu, 24 Mei 2026. 

Kerusakan infrastruktur ini mengancam keberlangsungan sektor pertanian setempat. 

Longsoran dilaporkan merusak sekitar 30 meter dinding irigasi yang menjadi sumber pengairan utama bagi ratusan hektare lahan pertanian warga. 

"Kejadian longsor terjadi saat hujan deras hari Minggu kemarin, mengakibatkan sepanjang bangunan irigasi longsor. Kami berharap ada penanganan cepat dari pemerintah terkait," ujar Febi, warga sekitar, Selasa, 26 Mei 2026. 

Febi menambahkan, warga dan petani saat ini merasa sangat cemas. Jika perbaikan tidak segera dilakukan, pasokan air ke area persawahan akan terputus total. 

"Yang dikhawatirkan, kalau irigasi itu tidak segera diperbaiki, semua penggarap sawah sekitar 360 hektare akan mengalami gagal tanam," pungkasnya. (Cup/Uday) 

Sungai Cimadur Meluap Akibat Hujan Deras, BPBD Lebak Imbau Warga Mengungsi Sementara

By On Minggu, Mei 24, 2026

Rumah warga di Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, yang terendam banjir akibat luapan Sungai Cimadur setelah diguyur hujan deras. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak sore hari menyebabkan Sungai Cimadur meluap pada Minggu, 24 Mei 2026. 

Akibatnya, permukiman warga di beberapa titik di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, mulai terendam banjir. 

Berdasarkan rekaman video yang beredar di grup WhatsApp, luapan air dilaporkan telah merendam sejumlah rumah warga di Kampung Bayah Satu, RT 05 RW 05, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah. 

"Lokasi banjir di Kampung Bayah 1, RT 05 RW 05, Desa Bayah Barat. Air sungai meluap dan masuk ke rumah warga," ujar seorang warga dalam rekaman video tersebut. 

Kondisi serupa dilaporkan oleh Deni, warga Kampung Sukajaya, Desa Bayah Timur. Ia menyebutkan bahwa debit Sungai Cimadur terus meningkat drastis hingga hampir melewati tanggul bronjong penahan air. 

"Kami mengimbau agar seluruh warga tetap selalu waspada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi sampai saat ini hujan masih terus mengguyur dengan deras," kata Deni.

Menanggapi situasi darurat ini, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, H. Sukanta langsung mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat demi keselamatan bersama. 

"Karena hujan masih belum berhenti, demi keselamatan jiwa dan keluarga, masyarakat diimbau untuk sementara waktu tidak menempati rumah tinggal yang rentan terdampak musibah bencana," ujar H. Sukanta kepada awak media ini melalui pesan WhastApp. 

Ia juga meminta kerja sama dari para camat di wilayah terdampak untuk mempercepat penyebaran informasi evakuasi ini. 

"Saya meminta bantuan kepada Bapak dan Ibu Camat agar mengedukasi dan menyampaikan imbauan ini secara langsung kepada masyarakat," tambahnya. 

Berdasarkan pantauan di lapangan hingga pukul 22.00 WIB, wilayah Kecamatan Bayah dan sekitarnya masih terus diguyur hujan lebat. 

Sementara itu, debit air Sungai Cimadur dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda surut. (Cup/Uday) 

Warga Panyabrangan Digegerkan Penemuan Mayat Pria di Sungai Dekat Bendungan Pamarayan

By On Kamis, Mei 21, 2026

Pamapta Polres Serang membantu tim gabungan Basarnas melakukan evakuasi penemuan mayat. 

SERANG, KabarViral79.Com - Warga Desa panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang mengambang di aliran Sungai Ciujung dekat Bendungan Pamarayan, pada Rabu petang, 20 Mei 2026. 

Kapolsek Cikeusal, Iptu Hairus Saleh membenarkan kejadian tersebut. 

Menurutnya, penemuan mayat pertama kali diketahui oleh seorang warga, yang sedang mencari ikan sekitar pukul 17.30 WIB. 

"Benar ada penemuan mayat di sungai Ciujung, Bendungan Pamarayan baru. Pertama kali diketahui oleh seorang warga yang sedang mencari ikan. Setelah menerima laporan, personel Polsek Cikeusal langsung mendatangi TKP, dan langsung berkoordinasi dengan Tim Basarnas" ujar Kapolsek. 

Bersama Tim Inafis Polres Serang dan Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Pamapta Polres Serang, Ipda Fajar Agung mendatangi lokasi kejadian untuk membantu melakukan evakuasi. 

Ipda Fajar Agung mengatakan, kegiatan Pamapta Polres Serang guna membantu tim gabungan Basarnas dalam penanganan evakuasi mayat yang ditemukan di tengah sungai. 

"Berdasarkan pantauan di lapangan, korban ditemukan dalam posisi mengambang mengenakan pakaian, tubuh korban telah mengalami pembengkakan karena diperkirakan sudah berada di dalam air selama kurang lebih dua hari," tuturnya. 

"Pamapta Polres Serang ke lokasi kejadian guna membantu evakuasi bersama tim gabungan Basarnas, Kepolisian dan Koramil setempat," imbuhnya. 

Guna penyelidikan lebih lanjut, jenazah tanpa identitas dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Serang untuk dilakukan otopsi. (*/red)

Jembatan Lapuk di Lebak Makan Korban, Satu Keluarga Nyaris Jatuh ke Sungai

By On Rabu, Mei 20, 2026

Jembatan lapuk di Lebak makan korban. 

LEBAK, KabarViral79.Com Satu keluarga mengalami kecelakaan akibat infrastruktur rusak di jembatan penghubung antara Desa Mekarsari (Kecamatan Cihara) dan Desa Cimandiri (Kecamatan Panggarangan), Kabupaten Lebak, Banten.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 19 Mei 2026, sekira pukul 11.47 WIB.

Korban merupakan seorang ibu rumah tangga asal Kampung Cimanggu, Desa Karangkamulyan. Saat kejadian, ia tengah membonceng ketiga anaknya menggunakan sepeda motor

“Anak korban yang paling kecil mengalami luka sobek pada bagian dahi. Kondisi jembatan penghubung antar-kecamatan ini memang sudah lama rusak parah, lapuk, dan hampir ambruk,” ungkap seorang warga setempat saat dihubungi, Selasa, 19 Mei 2026.

Warga mengatakan, hingga saat ini belum ada upaya perbaikan permanen dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi. Padahal, jalur ekstrem tersebut terpaksa tetap dilalui masyarakat karena menjadi akses utama untuk mobilitas ekonomi dan sosial antar-kecamatan.

Insiden ini memicu gelombang desakan dari masyarakat sekitar agar pemerintah segera peka terhadap pembangunan infrastruktur di daerah tersebut. Kondisi jembatan yang dibiarkan terbengkalai dinilai sangat membahayakan keselamatan publik.

Warga khawatir kecelakaan serupa akan terus berulang dan berpotensi menelan korban jiwa jika perbaikan tidak segera dilakukan. (Cup)

Warga Kragilan Kembali Resah Usai Percobaan Pembobolan Rumah Terjadi Jelang Subuh

By On Sabtu, Mei 16, 2026

Aksi percobaan pencurian kembali terjadi di Perumahan Puri Pratama Cisait RW 05, Desa Cisait, Kecamatan Kragilan. 

SERANG, KabarViral79.ComAksi percobaan pencurian kembali terjadi di Perumahan Puri Pratama Cisait RW 05, Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Jumat, 15 Mei, 2026, sekitar pukul 04.50 WIB.

Peristiwa tersebut membuat warga kembali resah lantaran kasus serupa disebut bukan kali pertama terjadi di lingkungan perumahan tersebut. 

Seorang warga RT 05/RW 05 Blok A1B nyaris menjadi korban setelah terduga pelaku mencoba membobol gerbang rumah saat situasi lingkungan masih sepi menjelang waktu Subuh. 

Korban menuturkan, kejadian pertama kali diketahui istrinya yang mendengar suara mencurigakan dari arah pagar rumah. 

“Awalnya terdengar bunyi klotrek-klotrek dari gerbang. Padahal posisi gerbang sudah digembok dan dikunci,” ujarnya. 

Merasa curiga, korban kemudian mengintip dari jendela rumah. Saat itu terlihat tangan seseorang masuk melalui sela-sela pagar dan mencoba membuka gembok gerbang rumah. 

“Setelah ketahuan, pelaku langsung melarikan diri,” katanya. 

Warga menduga pelaku berjumlah dua orang dan menggunakan satu unit sepeda motor. Setelah diperiksa, kondisi gembok rumah diketahui sudah mengalami kerusakan akibat percobaan pembobolan tersebut. 

Rekaman CCTV lingkungan juga memperlihatkan satu sepeda motor melintas di kawasan perumahan sekitar pukul 04.32 WIB saat suasana masih gelap dan lengang. 

Kejadian itu kembali memicu keluhan warga terkait sistem keamanan lingkungan RW 05. Sejumlah warga meminta patroli keamanan diperketat agar aksi serupa tidak terus berulang. 

“Warga berharap ada langkah nyata untuk meningkatkan keamanan lingkungan supaya masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujar salah seorang warga. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengurus lingkungan terkait evaluasi sistem keamanan di wilayah RW 05 Perumahan Puri Pratama Cisait. (*/red)

Gegara Pinjol, Satpam di Surabaya Tewas Ditusuk Rekan Kerja

By On Rabu, Mei 13, 2026

Foto ilustrasi. 

SURABAYA, KabarViral79.Com - Seorang satpam perumahan di kawasan Jalan Sukomanunggal Jaya, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), berinisial DM (48) tewas ditusuk, diduga dipicu persoalan pinjaman online (Pinjol). 

Diketahui, pelaku merupakan rekan kerja sesama satpam perumahan berinisial OA (26). 

Pelaku telah ditangkap anggota Tim Jatanras Polrestabes Surabaya di kamar kosnya di Kawasan Sememi, Benowo, pada Senin, 11 Mei 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. 

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, pembunuhan berawal dari perselisihan terkait pembayaran utang Pinjol yang digunakan bersama oleh korban dan pelaku. 

"Motif pembunuhan itu diawali dengan permasalahan Pinjol. Menurut pengakuannya, uang Pinjol itu digunakan berdua antara tersangka dan korban," kata Edy kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Selasa, 12 Mei 2026. 

Menurutnya, cekcok mengenai tanggung jawab pelunasan utang Pinjol memicu pembunuhan satpam tersebut. 

Perselisihan itu terjadi pada Minggu, 10 Mei 2026, sehari sebelum korban ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kosong dekat pos satpam tempat mereka bekerja. 

Dalam kondisi emosi, pelaku diduga menyerang korban menggunakan pisau dan menusuk beberapa bagian tubuh vital. 

"Ada ketersinggungan berkaitan mungkin masalah pertanggungjawaban dengan pembayaran Pinjol itu. Adanya percekcokan itulah akhirnya tersangka melakukan pembunuhan korban dengan cara menusuk leher dan dada. Sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” tutur Edy. 

Akibat luka tusuk di bagian leher dan dada, korban mengalami pendarahan hebat hingga meninggal di lokasi kejadian. 

Sempat Keluhkan Akun Pinjol Dipinjam

Adik korban, Adi Deden Februadi (35) mengungkapkan bahwa kakaknya sempat bercerita kepada sang istri mengenai akun Pinjol miliknya yang dipakai oleh pelaku. 

"Jadi korban mengeluh akun Shopee pay later-nya dipinjam temannya itu. Ngomongnya istrinya itu beberapa bulan yang lalu," ujar Adi kepada wartawan di RS Bhayangkara Surabaya, Senin, 11 Mei 2026. 

Korban juga sempat meminta saran kepada adiknya terkait cara menonaktifkan akun Pinjol tersebut. 

"Cuma telepon saya kayak gitu aja sih. Cara untuk menonaktifkan (akun pinjol) itu. Menstop gitu ya,” ujarnya. 

Adi mengaku telah mengingatkan kakaknya agar berhati-hati apabila terdapat tunggakan pembayaran Pinjol. 

"Saya bilang juga, misalnya enggak mau bayar hati-hati loh," pungkasnya. (*/red)

Warga Kadu Agung Sweeping Warung Remang-remang di Area Puspemkab Tangerang, Dianggap Bikin Resah

By On Rabu, Mei 13, 2026

Sejumlah warga Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, melakukan aksi sweeping warung rem ang-remang yang berada di Puspemkab Tangerang, Selasa malam, 12 Mei 2026. 


TANGERANG, KabarViral79.Com - Sejumlah warga Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, melakukan aksi sweeping warung rem ang-remang yang berada di Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Selasa malam, 12 Mei 2026. 

‎Informasi yang didapat dari warga setempat, aksi yang dilakukan sekira pukul 22.11 Wib itu karena warga sudah resah dengan keberadaan sejumlah warung remang-remang tersebut. 

‎"Sweeping masih berlangsung,sampai malam ini. Kerumunan massa tampak menuju salah satu warung remang-remang Sopo Sanggar," ujar salah satu warga Tigaraksa yang enggan disebutkan namanya. 

‎Sementara itu, Penggiat Pemerhati Kebijakan Publik, Hendra Primitif mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian warga masyarakat Kampung Bugel, Kelurahan Kaduagung, Tigaraksa, atas dampak dari menjamurnya warung remang-remang yang sudah berlangsung lama dan terkesan dibiarkan oleh pemangku kebijakan di wilayah tersebut. 

‎Menurut Hendra, sikap warga tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial demi menjaga kenyamanan, ketertiban, dan marwah kawasan Pusat Pemerintahan sebagai simbol pelayanan publik dan pusat pemerintahan daerah. 

‎“Langkah warga patut diapresiasi karena memiliki kepedulian terhadap ketertiban lingkungan. Jangan sampai ada pihak-pihak yang merasa memiliki aturan sendiri dan mengabaikan ketentuan yang berlaku di wilayah pusat pemerintahan,” tegas. 

‎Ia juga meminta aparat terkait serta OPD yang memiliki kewenangan untuk lebih tegas dalam melakukan pengawasan dan penertiban, agar tidak muncul kesan pembiaran terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum di tengah masyarakat. 

‎Hendra menambahkan, aturan daerah harus ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu demi menjaga wibawa pemerintah daerah dan kenyamanan masyarakat sekitar. 

‎“Kalau masyarakat saja peduli terhadap ketertiban umum, maka instansi terkait juga harus hadir dan membuktikan ketegasannya. Jangan sampai masyarakat bertanya, yang punya aturan sendiri sebenarnya ke mana," pungkasnya. 

‎Sampai berita ini ditulis, aksi sweeping masih berlangsung dan kerumunan massa semakin bertambah banyak. (Reno)

Ratusan Warga Nambo Ilir Gelar Demo Tuntut Prioritas Rekrutmen di Pabrik PT Tunas Alpin

By On Senin, Mei 11, 2026

Ratusan warga Desa Nambo Ilir berunjuk rasa di depan PT Tunas Alpin, di Kawasan Industri Modern Cikande, di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, Senin, 11 Mei 2025.  

SERANG, KabarViral79.Com- Ratusan warga Desa Nambo Ilir berunjuk rasa di depan PT Tunas Alpin, di Kawasan Industri Modern Cikande, di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, Senin, 11 Mei 2025. 

Aksi yang digelar warga Kp Panebong, Nagrek, Gambar, yang terdiri dari Ibu-ibu dan Bapak-bapak, para pemuda, itu menuntut pihak perusahaan memprioritaskan warga setempat dalam rekrutmen tenaga kerja.

”Kami warga Nambo Ilir juga layak bekerja di sini. Kami menuntut ke­adilan dan keberpihakan ke­pada warga sekitar,” kata Rubil, sa­lah seorang peserta aksi, dalam orasinya di atas mobil komando.

Pria yang menjabat Ketua BUMDes Nambo Ilir ini juga menyampaikan bahwa selama ini pihak perusahaan berdalih hanya memprioritaskan tenaga ahli atau yang memiliki keahlian (skil) saja. 

"Bahkan, hingga saat ini tidak ada komunikasi antara pihak perusahaan dengan pemerintah desa. Untuk itu, dalam aksi ini kami meminta agar pihak perusahaan dapat segera mengakomodir dari tuntutan warga," tuturnya. 

"Ini aksi damai, dan kami berharap hari ini sudah ada keputusan dari pihak perusahaan," tegasnya. 

Hal senada disampaikan warga setempat, Sakti. Menurutnya, warga sekitar berharap agar pihak perusahaan dapat mengakomodir warga sekitar dalam perekrutan tenaga kerja. 

"Sejak pabrik ini ada, belum ada warga yang diterima berkerja di pabrik ini atau merekrut tenaga kerja warga sekitar. Mereka berdalih hanya skil saja bisa diterima bekerja," tutur seorang ibu yang anaknya belum dapat kesempatan bekerja di pabrik PT Tunas Alpin. 

Hingga berita ini tayangkan, perwakilan warga masih negosiasi dengan pihak perusahaan di dalam pabrik. (*/red)

Rem Blong di Jalur Turunan, Sopir Truk Kopi Tewas Hantam Tebing di Bener Meriah

By On Sabtu, Mei 09, 2026

Truk pengangkut kopi mengalami kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Lintas Nasional KKA-Lhokseumawe, di Kampung Seni Antara, Permata, Bener Meriah, Jumat malam, 08 Mei 2026, sekitar pukul 23.50 WIB. 

BENER MERIAH, KabarViral79.Com - Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Lintas Nasional KKA-Lhokseumawe, tepatnya di Kampung Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Jumat malam, 08 Mei 2026, sekitar pukul 23.50 WIB. 

Seorang sopir truk pengangkut kopi dilaporkan meninggal dunia setelah kendaraan yang dikemudikannya diduga mengalami rem blong dan menghantam tebing di sisi jalan. 

Korban meninggal dunia diketahui bernama Maskur Zikrayandi (40), warga Kampung Bintang Musara, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. Sementara kernet truk, Fitra Iwan Tona (27), warga Kampung Bahgie Bertona, Kecamatan Bandar, selamat dengan luka ringan berupa lecet pada kaki kanan. 

Kapolsek Permata, Iptu Taufik, mengatakan, kecelakaan tersebut melibatkan satu unit truk Mitsubishi Colt Diesel bernomor polisi BK 8468 XE yang mengangkut sekitar delapan ton biji kopi dari Pondok Baru menuju Kota Medan. 

“Berdasarkan kronologi kejadian, kendaraan berangkat sekitar pukul 20.30 WIB. Saat melintasi jalan menurun di kawasan perbatasan Kabupaten Bener Meriah dengan Aceh Utara, tepatnya di tikungan menuju Jembatan Besi Kampung Seni Antara, truk diduga mengalami kerusakan pada sistem pengereman,” ujar Iptu Taufik dalam keterangannya, Sabtu, 09 Mei 2026. 

Diduga akibat rem blong, sopir kehilangan kendali di jalur turunan yang dikenal rawan kecelakaan. Dalam upaya menghindari kecelakaan yang lebih fatal, korban sempat mengarahkan kendaraan ke bahu jalan sebelah kanan. 

Namun truk justru terperosok dan menghantam dinding tebing di sisi jalan. Benturan keras membuat bagian kabin depan ringsek parah hingga menyebabkan korban terjepit di dalam kendaraan dan meninggal dunia di lokasi kejadian. 

Sementara itu, kernet berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka ringan. 

Usai menerima laporan masyarakat, personel piket Polsek Permata langsung menuju lokasi bersama warga untuk melakukan evakuasi korban. 

Petugas kemudian membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat dan berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas Polres Bener Meriah untuk penanganan lebih lanjut. 

Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat bagi pengemudi angkutan berat agar memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, dalam keadaan layak sebelum melintasi jalur pegunungan yang rawan kecelakaan. (Joniful Bahri)

Cemburu Buta, Pria di Mojokerto Habisi Mertua dan Lukai Istri

By On Sabtu, Mei 09, 2026

Insiden pembunuhan yang dipicu persoalan rumah tangga. 

MOJOKERTO, KabarViral79.Com Warga Dusun Sumbertempur, RT 02 RW 01, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), digemparkan oleh insiden dugaan pembunuhan yang dipicu persoalan rumah tangga.

Seorang pria berinisial Satuan (40) diduga nekat melakukan aksi kekerasan terhadap istri dan ibu mertuanya sendiri akibat diliputi rasa cemburu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, peristiwa bermula dari pertengkaran antara pelaku dengan istrinya, Yuni (40).

Cekcok yang terjadi diduga dipicu rasa cemburu hingga akhirnya memuncak menjadi tindakan kekerasan.

Dalam kejadian tersebut, korban Siti Arofah (55), yang merupakan ibu mertua pelaku, datang ke rumah anaknya untuk mengantarkan paket. Namun, kedatangannya justru berujung petaka.

Ia diduga menjadi korban pertama dalam insiden tersebut dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, Yuni yang juga berada di lokasi turut menjadi sasaran amarah pelaku. Ia mengalami luka berat dan kini dalam kondisi kritis setelah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek.

Aparat dari Polsek Puri bersama Satreskrim Polres Mojokerto telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Pasca melakukan aksi kejinya, tersangka Satuan langsung melarikan diri untuk menghindari kejaran petugas. Namun, gerak cepat tim gabungan Resmob dan Jatanras Satreskrim Polres Mojokerto membuahkan hasil dalam hitungan jam.

Berdasarkan pelacakan di lapangan, tersangka diketahui bersembunyi di wilayah Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, pengejaran dilakukan secara intensif segera setelah laporan diterima.

“Kurang dari enam jam, pelaku berhasil ditangkap di wilayah Asemrowo. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB tanpa perlawanan berarti,” kata AKP Aldhino.

Saat ditangkap, tersangka langsung mengakui perbuatannya dan kini harus mendekam di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Polisi menyebut, insiden bermula dari pertengkaran hebat antara tersangka dengan istrinya di dalam rumah kontrakan mereka. Situasi memanas hingga pelaku melakukan kekerasan fisik terhadap istrinya, Sri Wahyuni. 

Saat aksi penganiayaan berlangsung, korban Siti Arofah masuk melalui pintu belakang rumah dan memergoki langsung kejadian tersebut. Tersangka yang panik dan merasa terdesak kemudian mengambil pisau dapur yang berada di dekat lokasi kejadian.

Pelaku lalu menyerang korban dengan menusuk bagian perut dan leher hingga menyebabkan luka fatal. Akibat serangan tersebut, Siti Arofah meninggal dunia di lokasi kejadian dengan kondisi mengenaskan.

Menurut polisi, aksi pembunuhan itu dilakukan secara spontan lantaran tersangka panik setelah perbuatannya diketahui oleh ibu mertuanya sendiri. (*/red)

Kemenkes Ungkap Kronologi Dokter di Jambi Meninggal, Tak Pernah Libur

By On Sabtu, Mei 09, 2026

Kronologi meninggalnya dokter magang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), Myta Aprilia Azmy. 

JAKARTA, KabarViral79.Com Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan kronologi meninggalnya dokter magang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), Myta Aprilia Azmy, karena dugaan kerja berlebih.

Pada Agustus 2025, Myta mengikuti medical check up (MCU) sebelum menjalani magang alias internship. Hasil pemeriksaan laboratorium dinyatakan kondisinya normal alias sehat.

“Sejak tanggal 11 Agustus 2025-10 Februari 2026, MAA menjalani intenship di Puskesmas Kuala Tungkal II, yang bersangkutan dalam kondisi sehat,” ujar Plt Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan, Rudi Supriatna Nata Saputra saat Konferensi Pers di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis, 07 Mei 2026.

Pada 11 Februari 2026, Myta mulai menjalani stase (pelatihan praktik mahasiswa) di RSUD KH Daud Arief, tepatnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Sampai pada 26 Maret 2026, Myta mulai mengeluhkan kurang enak badan dengan gejala demam, batuk dan pilek.

Meski dalam kondisi sakit, ia tetap bertugas di IGD dan melakukan pengobatan mandiri.

“Yang bersangkutan menjalani pengobatan mandiri, keluhan ini terus berlanjut di tanggal 31 Maret 2026, kondisinya masih demam, batuk, pilek, dan jaga malam,” katanya.

Pada 31 Maret 2026 itu, peserta atau dokter magang ternyata dikumpulkan oleh dokter pendamping untuk membahas kritik peserta terhadap sistem internship yang ditulis di media sosial dan situs pengaduan.

Pada 11 April 2026, Myta masih berjaga dalam kondisi masih batuk, pilek, dan demam.

Pada 13 April 2026 tepat di hari ulang tahunnya, Myta mendapatkan infus karena masih mengalami keluhan tersebut. Pada 15 April 2026, kondisi Myta semakin memburuk.

Ia bahkan menghubungi rekan magangnya melalui voice note (VN). Dalam rekaman suara yang diperdengarkan Kemenkes, Myta mengatakan tidak kuat untuk hadir jadwal jaga pagi dan minta ganti dengan rekannya.

“Aku enggak kuat, Astri,” ujar Myta ke rekannya sebagaimana diungkap Rudi Supriatna Nata Saputra.

Pada 15-20 April 2026, Myta dirawat di rumah sakit tempatnya bertugas. Kemudian, ia diperbolehkan pulang pada 21 April 2026 pagi.

Pada 21 April 2026 sore, kondisi Myta kembali demam hingga dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi.

Dari hasil investigasi, proses rujuk Myta ke RSUD Raden Mattaher Jambi tidak menggunakan ambulans maupun prosedur rujukan resmi.

“Sekitar tiga hari dirawat di Rumah Sakit Mattaher Jambi, diperbolehkan pulang oleh dokter penanggungjawab di Rumah Sakit Matahir Jambi,” ujar Rudi.

Pada 29 April 2026, Myta dijadwalkan untuk kontrol kesehatannya di Poli Paru. Pada 24 hingga 26 April 2026, kondisi Myta menurun dan mengalami demam tinggi ketika kembali saat perjalanan pulang.

Pada 27 April 2026, Myta dilarikan RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang dan dirawat di ruang isolasi infeksi sebelum akhirnya ke ICU karena kondisi napasnya semakin berat.

“Karena ada gangguan paru, bernapasnya berat, maka perlu alat bantu pernapasan,” kata Rudi.

Setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari, Myta dinyatakan meninggal dunia pada 1 Mei 2026 akibat kondisi paru-paru berat.

Meninggalnya Myta Aprilia Azmy menjadi sorotan publik bahkan anggota DPR karena diduga berkaitan dengan beban kerja berlebihan selama menjalani magang di RS KH Daud Arif, Tungkal, Jambi.

Pada 11 April 2026, Myta masih berjaga dalam kondisi masih batuk, pilek, dan demam.

Ketua Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI), Budi Iman Santoso mendesak dilakukannya audit independen secara menyeluruh terhadap kasus tersebut. (*/red)

Mobil Diduga Angkut BBM Terbakar di Takengon Acèh, Polisi Lakukan Penyelidikan

By On Kamis, Mei 07, 2026

Mobil Toyota Avanza terbakar saat melintas di Jalan Sengeda, kawasan Jalan Lintang, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Kamis, 07 April 2026. 

TAKENGON, KabarViral79.Com - Satu unit mobil Toyota Avanza terbakar saat melintas di Jalan Sengeda, kawasan Jalan Lintang, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Kamis, 07 April 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. 

Mobil berwarna hitam dengan nomor polisi BK 1193 NH itu terbakar di tengah jalan dan sempat menarik perhatian warga sekitar akibat kepulan asap tebal yang membumbung dari kendaraan tersebut. 

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, kendaraan tersebut diduga mengangkut enam jerigen berisi Bahan Bakar Minyak (BBM). Dugaan itu muncul setelah warga melihat sejumlah jerigen berada di dalam mobil sebelum api membesar. 

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran kendaraan tersebut. Api dengan cepat melalap sebagian besar badan mobil hingga menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat terganggu. 

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan dan memasang garis polisi di sekitar kendaraan yang terbakar. 

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti kebakaran maupun informasi adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Sementara itu, aparat dari Polres Aceh Tengah bersama tim dari Dinas Perdagangan, Pertamina, serta petugas pemadam kebakaran masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, dan menelusuri identitas pemilik maupun sopir kendaraan. 

Kasus kebakaran mobil tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (Joniful Bahri)

Kades Buncitan Sidoarjo Ditemukan Tewas di Kantor Desa

By On Senin, Mei 04, 2026

Kades Buncitan Sedati Sidoarjo ditemukan meninggal di ruang kerjanya. 

SIDOARJO, KabarViral79.Com Kepala Desa (Kades) Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), berinisial MJ (56), ditemukan meninggal dunia di ruang kerjanya, Minggu, 03 Mei 2026, sekitar pukul 16.30 WIB.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan balai desa bernama Khosim.

Khosim mengatakan, saat itu dirinya sedang membersihkan area Balai Desa Buncitan sekitar pukul 16.00 WIB. Ia melihat sepeda motor milik kepala desa masih terparkir di depan kantor.

“Saya curiga karena kendaraan Pak Lurah masih ada. Biasanya kalau sudah pulang tidak ada di sini,” ujar Khosim kepada wartawan, Minggu, 03 Mei 2026.

Sekitar pukul 16.30 WIB, hujan mulai turun. Khosim kemudian hendak masuk ke dalam balai desa untuk mencuci tangan. Saat melewati ruang kepala desa, ia melihat kondisi ruangan gelap dan pintu tidak terkunci.

“Saya panggil dari luar, tapi tidak ada jawaban. Saya kira beliau sedang istirahat,” ujarnya.

Karena tak mendapat respons, Khosim memberanikan diri masuk dan menyalakan lampu. Saat itulah ia mendapati MJ dalam kondisi tidak sadarkan diri.

“Melihat Pak Kades terlihat duduk di sofa ruang kerja, tapi ada tali yang mengikat lehernya. Saya langsung panik, keluar minta tolong warga sekitar dan Pak RW,” imbuhnya.

Menurut Khosim, selama ini MJ dikenal sebagai sosok sederhana dan dekat dengan masyarakat. Ia mengaku tidak melihat tanda-tanda mencurigakan sebelumnya.

“Setahu saya orangnya baik, biasa saja, dekat dengan warga. Tidak kelihatan ada masalah,” ucapnya.

Warga yang datang ke lokasi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Petugas yang tiba selanjutnya melakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut terkait peristiwa itu. (*/red)