-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Polresta Tangerang Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Maut di Jalan Tigaraksa-Cisoka

By On Minggu, Desember 14, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com - Personel Satlantas Polresta Tangerang bersama anggota Polsek Tigaraksa bergerak cepat menangani kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Syech Mubarok, ruas Tigaraksa–Cisoka, Kabupaten Tangerang, Minggu, 14 Desember 2025, sekitar pukul 02.50 WIB.

Akibat kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan satu unit dump truck itu, pengendara sepeda motor seorang pria berinisial AS (20) meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Kasat Lantas Polresta Tangerang, AKP Zaeni Aji Bakhtiar mengatakan, pengendara sepeda motor melaju dari arah Cisoka menuju Tigaraksa. Saat melintas di lokasi kejadian, korban diduga kehilangan kendali sehingga menabrak bagian belakang dump truck. Korban yang mengalami benturan, mengalami luka berat di bagian kepala dan wajah. 

"Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Balaraja," kata Zaeni.

Zaeni menambahkan, tidak berselang lama, petugas mendapatkan laporan atas peristiwa itu. Dengan cepat, petugas Satlantas Polresta Tangerang bersama personel Polsek Tigaraksa langsung melakukan olah TKP. 

"Kami olah TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan para saksi," terang Zaeni. 

Satu unit dump truck beserta seorang pengemudi selanjutnya dibawa ke Unit Gakum Satlantas Polresta Tangerang untuk penyelidikan lebih lanjut. 

Sementara itu, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah memastikan, penanganan atas peristiwa kecelakaan lalu lintas itu dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur.

"Proses pemeriksaan pengendara mobil dan juga keterangan saksi sedang dilakukan," ujar Indra Waspada. 

Indra Waspada juga mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan saat berkendara.

"Pastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan dan selalu mematuhi peraturan. Selalu berhati-hati dan stabil dalam mengendalikan kecepatan kendaraan. (Reno)

Video: Enam Anggota Polri Jadi Tersangka Pengeroyokan Mata Elang hingga Tewas

By On Minggu, Desember 14, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com - Sebanyak enam Anggota Polri ditetapkan menjadi tersangka pelaku pengeroyokan dua mata elang alias debt collector hingga tewas di Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis malam, 11 Desember 2025.

"Penyidik telah menetapkan enam orang tersangka yang diduga terlibat tindak pidana tersebut," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko di Polda Metro Jaya, pada Jumat malam, 12 Desember 2025.

Trunoyudo mengatakan, enam orang yang ditetapkan tersangka itu antara lain JLA, RGW, IAB, IAM, BN, dan AM. Menurutnya, mereka bertugas di Mabes Polri.

"Keenam tersangka itu merupakan anggota pelayanan markas di Mabes Polri," ujarnya.

Trunoyudo menyatakan para tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat 3 KUHP.

"Pasal yang dikenakan 170 ayat 3 KUHP. Pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," katanya. (*/red)

Video: Mobil MBG Tabrak Siswa SD di Cilincing, Rano Karno: Tak Ada Korban Jiwa

By On Jumat, Desember 12, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, tak ada korban jiwa dalam insiden mobil pengangkut makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak siswa di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 11 Desember 2025.

Hal itu disampaikan Rano Karno saat mengunjungi korban di Rumah Sakit (RS) Koja, Jakarta Utara.

Ia menyebut, ada sebanyak 21 korban luka akibat kecelakaan mobil itu.

Dari 21 korban, lima orang masih dirawat di RS Koja dan sisanya dirawat di RS Cilincing

Kemudian, ada satu siswa yang mengalami luka pada bagian wajah dan harus menjalani operasi. (*/red)

Warga Bantar Panjang Cileies Tigaraksa Resah, Monyet Liar Ekor Panjang Turun ke Pemukiman

By On Selasa, Desember 09, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com - Warga Kampung Bantar Panjang RW 05, Desa Cileies, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, resah dengan adanya kawanan monyet ekor panjang yang berkeliaran di pemukiman mereka, Senin, 08 Desember 2025.

Monyet ekor panjang tersebut melompat-lompat dari satu atap rumah dan memasuki halaman warga sekitar.

Ketua RW 05 Kampung Bantar Panjang, Jaro Dudung mengaku melihat langsung kawanan monyet tersebut berdatangan dengan cara bergelantungan di pohon-pohon. Kemudian melompat ke atap rumah warga, diduga sedang mencari makanan.

Jaro Dudung mengaku bingung dari mana datangnya kawanan monyet ekor panjang tersebut.

Dia pun menduga, turunnya kawanan monyet ekor panjang itu karena kelaparan dan mencari makanan, sehingga keluar dan ke rumah-rumah warga.

"Monyet ini kan termasuk binatang buas juga. Takutnya nyerang anak-anak, sampai turun ke seng (atap warung), tapi setelah itu kabur lagi," ujarnya.

Jaro Dudung berharap, pihak Damkar Kabupaten Tangerang, berharap bisa segera dievakuasi gerombolan monyet tersebut yang dikhawatirkan akan menggigit anak-anak.

Salah satu warga setempat, Enjen (Boan) juga berharap kepada Trantib Kecamatan Tigaraksa untuk segera turun ke lapangan dan segera memberi tahu pihak Damkar Kabupaten Tangerang untuk segera mengevakuasi kawanan monyet ekor panjang itu.

"Kalau dibiarkan bisa menggangu ketemtraman warga dan dikhawatirkan akan menggigit anak-anak kecil yang sedang bermain," ucapnya. (Reno)

Video: Mendagri Tito Maklumi Ada Pemerintah Daerah Tidak Mampu Tangani Bencana

By On Minggu, Desember 07, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai wajar dan memaklumi apabila ada pemerintah daerah yang menyatakan tidak sanggup menangani bencana berskala besar yang terjadi di wilayahnya.

Hal itu dikatakan Mendagri kepada wartawan di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin, 01 Desember 2025.

Tito menjelaskan saat terjadi bencana banjir dan longsor di Aceh, akses menuju Takengon terputus sehingga satu-satunya cara untuk mengangkut bantuan, seperti pangan, hanya bisa menggunakan pesawat.

Pemerintah daerah lain yang juga menyatakan tidak sanggup menangani bencana di daerahnya adalah Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Tito mengaku paham dengan situasi yang dihadapi para kepala daerah yang wilayahnya sedang menghadapi bencana.

Para Kepala Daerah tersebut memang tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan peralatan dan akses. (*/red)

Video: Titiek Soeharto Jengkel Ada Truk Muat Kayu Besar Usai Banjir Sumatera

By On Minggu, Desember 07, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto merasa sedih menyimak pembahasan bencana Sumatera dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, pada Kamis, 04 Desember 2025.

Ungkapan tersebut disampaikan Titiek setelah ia meminta panitia rapat memutar video yang sempat viral, memperlihatkan sebuah truk mengangkut kayu gelondongan berdiameter besar.

Truk itu melintas di jalan raya beberapa waktu setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Sumatera.

“Terus terang saya sedih, ngenes menyimak. Bayangkan kayu sebesar itu, diameter satu setengah meter itu enggak gampang, perlu puluhan tahun untuk pohon sebesar itu,” ujar Titiek saat memimpin rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis, 04 Desember 2025. (*/red)

HRD Tembus Wilayah Terisolir, Salurkan Bantuan ke Korban Banjir dan Longsor di Aceh

By On Kamis, Desember 04, 2025

Anggota DPR RI Dapil Aceh II, H. Ruslan M. Daud (HRD), menembus sejumlah wilayah terisolir akibat banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen, Aceh, Rabu kemarin, 03 Desember 2025. 


BIREUEN, KabarViral79.Com - Anggota DPR RI Dapil Aceh II, H. Ruslan M. Daud (HRD), menembus sejumlah wilayah terisolir akibat banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen, Aceh, Rabu, 3 Desember 2025.

Legislator Fraksi PKB ini bergerak melalui jalur darat menuju Kecamatan Juli dan Jeumpa untuk memastikan kondisi warga terdampak bencana.

Rombongan HRD memulai perjalanan dari Kota Bireuen menuju Desa Bale Panah, Kecamatan Juli, menggunakan mobil double cabin.

Setiba di lokasi, ia disambut warga dan perangkat desa, sebelum meninjau kawasan erosi sungai Krueng Peusangan yang amblas diterjang banjir bandang.

Menurut warga setempat, sedikitnya 56 rumah hilang disapu aliran sungai yang meluap. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, seluruh warga kini mengungsi ke balai desa.

Kepada para pengungsi, HRD menegaskan bahwa pemerintah sedang mengupayakan percepatan pembangunan tanggul penahan sungai agar erosi tidak semakin meluas dan mengancam permukiman penduduk.

Dari Bale Panah, HRD meninjau jembatan yang putus di lintas Nasional Bireuen–Takengon Km 10, Desa Teupin Mane.

Ia langsung berkoordinasi dengan pejabat terkait di Kementerian Pekerjaan Umum untuk percepatan penanganan jembatan tersebut.

Anggota DPR RI Dapil Aceh II, H. Ruslan M. Daud (HRD), menembus sejumlah wilayah terisolir akibat banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen, Aceh, Rabu kemarin, 03 Desember 2025. 

"Sejak jembatan Teupin Mane putus, arus transportasi lumpuh total. Masyarakat di seberang sungai terisolir sehingga pasokan bahan makanan terganggu,” kata HRD.

Ia menyayangkan warga harus menggunakan seutas tali untuk menyeberangi sungai demi kebutuhan sehari-hari, yang dinilai sangat membahayakan keselamatan.

Perjalanan HRD berlanjut ke lokasi pengungsian di Desa Pante Baroe. Tangis haru pecah ketika mantan Bupati Bireuen periode 2012–2017 itu tiba sambil membawa bantuan logistik bagi korban banjir.

Menjelang sore, HRD dan rombongan melanjutkan misi ke Desa Sarah Sirong dan Alue Limeng di Kecamatan Jeumpa, wilayah yang hingga kemarin belum tersentuh bantuan. Untuk mencapai lokasi, ia harus menaiki tangga darurat di jembatan putus dan dibonceng warga dengan sepeda motor.

"Alhamdulillah Pak HRD sudah tiba di desa kami. Ini pertama kalinya pejabat mampu menembus desa kami setelah banjir," ungkap Ridwan, warga Alue Limeng.

HRD menyampaikan pemerintah terus berupaya membuka akses jalan dan mengirimkan bantuan logistik ke seluruh desa yang masih terisolir.

"Kami bekerja keras memastikan bantuan tepat sasaran dan masyarakat tetap aman," ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat saling menguatkan agar situasi darurat dapat segera pulih.

"Saya menyerukan doa dan dukungan bersama, semoga bencana ini cepat berakhir dan aktivitas masyarakat kembali normal," pungkasnya.(Joniful Bahri)

Bireuen Terkoyak Angkara Perusak Hutan: Titik Banjir Melumat Desa, Air Bah Mengantar Peringatan Kiamat Ekologi

By On Rabu, Desember 03, 2025

Warga berusaha melintas di jalan yang mengalami kerusakan berat pasca banjir dan longsor di kawasan jalan Bireuen-Takengon

BIREUEN, KabarViral79.Com - Air mata Bireuen belum kering ketika banjir bandang kembali merangsek seperti pasukan maut dari perut gunung yang dilukai. Alam marah, dan amarah itu tumpah melalui 11 jembantan yang memporak-porandakan pemukiman warga.

Jembatan nasional yang kokoh selama puluhan tahun ambruk dalam sekejap. Rumah-rumah yang menjadi tempat tawa dan doa kini berubah menjadi serpihan yang hanyut bersama pekatnya lumpur. Namun yang lebih menyayat, nyawa dan harapan ikut dibawa arus.

Air bah datang bersama batang kayu besar jejak kejahatan ekologis yang selama ini dibiarkan. Rimba yang menjadi benteng terakhir desa-desa itu sudah lama dipreteli oleh tangan serakah. Namun kini, para pembabat hutan hanya mampu menunduk dan melirihkan suara.

Mereka tak hanya menyaksikan kehancuran lingkungan, tapi juga keruntuhan sumber pendapatan pribadi yang selama ini mereka banggakan lenyap dihantam murka alam.

Seorang personel TNI AD menyeberang sungai Teupi Mane, Juli, yang putus diterjang banjir bandang untuk membawa bantuan makanan untuk warga yang masih terisolir. 

"Sejatinya pemerintah daerah dan pemangku kepentingan harus segera mengevaluasi kejadian pahit ini. Bila tidak, bukan mustahil pemukiman warga Bireuen akan lenyap dari peta," ujar seorang Tokoh Masyarakat dengan suara tercekat, menahan getir di tenggorokan.

Namun apa lacur isu dan dugaan justru berkembang, bahwa ada oknum yang turut menikmati manisnya keuntungan dari hutan yang dikorbankan. Seolah ada ketakutan untuk menetapkan aturan yang tegas dan sehat. Ketakutan yang membuat kerusakan ini seperti dilestarikan dalam diam.

Warga berdiri di tengah puing-puing kehidupannya, menatap masa depan yang kabur dibalut bau lumpur bencana. Mereka tidak berteriak meminta banyak hanya keadilan. Hanya sebuah keberanian untuk menghentikan kerusakan sebelum bumi benar-benar menelan semuanya.

Malam itu, Bireuen menangis keras. Bukan hanya karena datangnya banjir, tetapi karena peringatan yang terlalu lama diabaikan.

Dan air bah yang lalu itu seperti berkata: Jika rakus masih diberi ruang, maka ruang hidup manusia akan hilang lebih dulu. (Joniful Bahri)

Dua Titik Longsor Gunung Salak Berhasil Ditembus, Akses Aceh Utara–Bener Meriah Mulai Pulih

By On Selasa, Desember 02, 2025

Dua titik longsor yang menutup jalur di kawasan Gunung Salak, Aceh Utara dan Bener Meriah berhasil diterobos oleh tim di lapangan. 

ACEH UTARA, KabarViral79.Com - Dua titik longsor yang menutup jalur di kawasan Gunung Salak, Kabupaten Aceh Utara, berhasil diterobos oleh tim di lapangan.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, M. Nasir SIP MPA, berdasarkan laporan Tim PUPR yang bekerja sejak awal masa tanggap darurat.

Nasir menjelaskan, perkembangan ini diterima Posko melalui rekaman video dan foto yang disampaikan pada Senin 1 Desember 2025 kemarin.

"Ini kemajuan penting untuk percepatan normalisasi akses di kawasan tersebut,” ujarnya.

Dua titik longsor yang menutup jalur di kawasan Gunung Salak, Aceh Utara dan Bener Meriah berhasil diterobos oleh tim di lapangan. 

Gunung Salak merupakan jalur vital penghubung Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah.

Sejak bencana longsor terjadi beberapa hari lalu, jalur ini tertutup total oleh material tanah dan batu, sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik bagi warga terdampak banjir serta longsor.

Hingga saat ini, Tim PUPR Bener Meriah bersama Tim PUPR Aceh terus bekerja siang dan malam untuk membuka seluruh titik longsor yang masih tersisa.

Upaya percepatan menjadi prioritas pemerintah daerah demi memulihkan konektivitas antarwilayah dan memastikan keselamatan masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi kerja keras tim di lapangan yang terus berjuang untuk membantu masyarakat terdampak. Pemerintah Aceh berkomitmen mempercepat pembukaan jalur demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tambah Nasir. (Joniful Bahri)

HRD Desak Pertamina Tuntaskan Kelangkaan LPG dan BBM di Aceh, Sumut, dan Sumbar Pasca Bencana

By On Selasa, Desember 02, 2025

Warga  Bireuen masih mengantri di beberapa SPBU untuk mendapatkan BBM, sejauh ini kelangkaan BBM terus terjadi pasca banjir bandang

BIREUEN, KabarViral79.Com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H Ruslan Daud (HRD), mendesak Pertamina untuk segera mengatasi kelangkaan elpiji (LPG) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Krisis energi ini terjadi pasca bencana banjir serta tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Permintaan itu disampaikan HRD kepada wartawan, Selasa, 02 Desember 2025, berdasarkan hasil pantauannya langsung di lapangan.

Ia menyebut, antrean panjang kendaraan terlihat di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh, seperti di Kabupaten Bireuen, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Utara, Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Bener Meriah, hingga Aceh Tengah.

Bahkan di sejumlah daerah, stok LPG dan BBM sudah benar-benar kosong akibat distribusi yang terhambat lantaran banyak jalan dan jembatan terputus. Pasokan gas LPG dari Arun, Lhokseumawe, juga mengalami gangguan serius karena jalur transportasi darat tidak dapat dilintasi.

Warga  Bireuen masih mengantri di beberapa SPBU untuk mendapatkan BBM, sejauh ini kelangkaan BBM terus terjadi pasca banjir bandang. 

“Solusinya, Pertamina harus segera menyalurkan gas LPG lewat laut atau udara,” tegas HRD.

Akibat kondisi tersebut, seluruh agen LPG di Aceh untuk sementara menghentikan operasional karena tidak mendapat suplai dari Pertamina. Kelangkaan ini berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga, pelaku UMKM, hingga dapur umum di lokasi pengungsian korban banjir.

Dalam situasi darurat ini, HRD meminta perhatian dan langkah cepat dari Pertamina Aceh serta Ditjen Migas untuk mengambil kebijakan percepatan distribusi energi.

Ia juga mendorong dibukanya jalur alternatif, penyiapan armada khusus, dan mekanisme penyaluran darurat untuk memastikan suplai tetap sampai ke masyarakat.

“Kami berharap penanganan dan koordinasi segera dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dan distribusi LPG kembali stabil,” pungkasnya. (Joniful Bahri)

Presiden Prabowo Tinjau Jembatan Pante Dona yang Putus Akibat Banjir Besar di Aceh Tenggara

By On Senin, Desember 01, 2025

Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Pante Dona, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin, 01 Desember 2025. 

ACEH TENGGARA, KabarViral79.ComPresiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Pante Dona, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin, 01 Desember 2025.

Jembatan penghubung utama antar kecamatan itu putus total setelah diterjang banjir besar yang melanda wilayah tersebut, menyebabkan ribuan warga terisolasi dan jalur logistik terhenti.

Setibanya di lokasi, Presiden langsung menuju titik kerusakan untuk melihat kondisi jembatan dari dekat.

Jembatan Pante Dona kini hanya menyisakan rangka baja yang tergerus derasnya aliran sungai. Material jembatan terseret banjir, sementara penopangnya runtuh akibat kuatnya arus.

Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Pante Dona, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin, 01 Desember 2025. 

Selain Pante Dona, empat jembatan baja lain di Aceh Tenggara dilaporkan mengalami kerusakan berat, namun jembatan ini menjadi yang paling parah.

Presiden Prabowo terlihat berjalan menyusuri tepian jembatan sambil memperhatikan sisa-sisa konstruksi yang ambruk.

Warga yang berada di sekitar lokasi tampak haru melihat Kepala Negara berdiri di tengah reruntuhan infrastruktur yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian mereka.

Di sela peninjauan, Presiden berdiskusi dengan jajaran pemerintah pusat dan daerah mengenai langkah percepatan penanganan.

Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Pante Dona, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin, 01 Desember 2025. 

Ia menegaskan, pembangunan akses darurat harus segera dilakukan agar mobilitas warga dapat kembali normal.

Pemerintah juga memastikan rekonstruksi jembatan permanen akan diprioritaskan untuk memulihkan aktivitas transportasi dan ekonomi masyarakat.

Usai melihat kondisi jembatan, Presiden menyempatkan diri menyapa dan menyalami warga yang menunggu kedatangannya. Mereka menyambut Presiden dengan penuh haru dan rasa syukur.

“Presiden Prabowo, terima kasih sudah datang di Bumi Sepakat Segenep,” ujar salah seorang warga sembari menjabat tangan Presiden.

Kehadiran Presiden di tengah masyarakat terdampak menjadi bukti bahwa pemerintah bergerak cepat menangani dampak bencana dan memastikan kebutuhan warga tetap menjadi prioritas. (Joniful Bahri)

11 Titik Terputus: Ketika Akses dan Kehidupan di Bireuen Terhenti

By On Senin, Desember 01, 2025

Jembatan lintasan nasional di Kutablang Bireuen yang menghungkan Aceh Utara dan Bireuen putus total dan sulit dilintasi kendaraan untuk memasok bahan pokok masyarakat. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Hampir sepekan setelah hujan deras dan banjir bandang mengguncang Provinsi Aceh, sebuah fakta tragis mulai terkuak: puluhan jembatan terputus, dengan setidaknya lima jembatan utama di Kabupaten Bireuen dari Kutablang hingga Peusangan Selatan rusak berat atau ambruk.

Jalan nasional yang biasa mengalirkan kehidupan kini sunyi, digantikan sungai deras yang merobohkan struktur vital.

Jembatan utama seperti Jembatan Kuta Blang di Krueng Tingkeum yang menghubungkan lintas nasional Banda Aceh–Medan, kini terbelah, membuat kendaraan roda dua maupun empat tak bisa melintas sama sekali. 

Di Peusangan dan Peusangan Selatan, jembatan rangka baja seperti Pante Lhong, Awe Geutah Paya–Teupin Reudeup, dan Ulee Jalan ikut tumbang. 

Jembatan Pante Lhong, Peusangan Bireuen ambruk dan dibawa arus hingga bangkai besinya ikut terdampar di pinggir sungai. 

Bagi warga, kondisi ini lebih dari sekadar infrastruktur rusak. Ini adalah pintu yang tertutup akses ke pasar, sekolah, layanan kesehatan, bahkan bantuan darurat pun terhenti. Komunikasi sempat hilang total, dan sinyal seluler sulit dijangkau di banyak titik.

Sementara pihak BPJN Aceh telah mencatat total 14 jembatan di Aceh yang terputus akibat bencana tanda bahwa kerusakan ini bukan kecelakaan lokal, tetapi bagian dari bencana sistemik yang melumpuhkan banyak wilayah sekaligus.

Sementara itu, warga berharap agar penanganan darurat berupa jembatan darurat (misalnya jembatan gantung atau jembatan darurat) segera terpasang, agar mobilitas dan distribusi logistik kembali berjalan.

Kini, puing—puing besi dan beton di lokasi jembatan putus bukan sekadar reruntuhan. Ia adalah saksi bisu betapa rapuhnya koneksi antara manusia, tanah, dan kehidupan ketika alam tak lagi bersahabat serta tanggung jawab kolektif yang harus segera dijawab. (Joniful Bahri)

Ketika Sungai Membawa Luka: Misteri Kayu Gelondongan yang Menyumbat Jembatan di Bireuen!

By On Senin, Desember 01, 2025

Tumpukan kayu gelondongan di atas jembatan dan bantalan jembatan di Awe Geutah, Peusangan Siblah Krueng memperlihatkan dasyatnya terjangan arus air banjir bandang di wilayah Bireuen

BIREUEN, KabarViral79.Com - Di bawah lengkung jembatan yang menghubungkan dua Gampong di Kabupaten Bireuen, pemandangan yang tersaji bukan lagi aliran sungai yang tenang.

Sejak banjir bandang menerjang wilayah ini dalam beberapa hari terakhir, bantalan jembatan kini dipenuhi tumpukan kayu gelondongan, potongan batang besar, dan lumpur pekat.

Bau tanah basah bercampur aroma kayu basah menusuk hidung, seakan menjadi saksi bisu tentang apa yang terjadi di hulu sana.

Saat debit air surut, masyarakat sekitar perlahan berkumpul di tepi sungai. Mereka menatap tumpukan kayu itu bukan sebagai sisa bencana, tetapi sebagai pertanyaan besar yang menggantung: dari mana datangnya semua kayu ini?

"Sungai ini tak pernah membawa batang kayu sebesar itu,” ujar Safwan, warga setempat, sambil menunjuk pada gelondongan yang tersangkut di tiang jembatan.

"Kalau bukan ditebang dari hutan, darimana lagi?"

Fenomena ini bukan sekadar sisa amukan air. Banyak warga menduga bahwa kayu-kayu tersebut adalah hasil pembalakan liar di kawasan hulu.

Saat curah hujan tinggi dan banjir bandang menerjang, batang-batang yang ditebang secara ilegal itu hanyut bersama arus, lalu berkumpul dan tersangkut di bawah jembatan, mengancam struktur bangunan serta keselamatan warga.

Di tengah situasi ini, muncul pertanyaan retoris yang menggugah hati masyarakat: apakah alam ini tidak lagi punya pemerintahan?

Siapa yang tega menebang pohon hingga sungai kehilangan penjaganya, dan kampung-kampung di hilir menjadi korban?

Tumpukan kayu gelondongan di atas jembatan dan bantalan jembatan di Awe Geutah, Peusangan Siblah Krueng memperlihatkan dasyatnya terjangan arus air banjir bandang di wilayah Bireuen. 

Pemerhati lingkungan menyebut, hutan yang rusak adalah awal dari bencana yang berulang.

Ketika pohon ditebang tanpa kendali, tanah kehilangan pegangan, air kehilangan jalur, dan sungai kehilangan keseimbangan.

Banjir pun datang bukan hanya membawa air, tetapi juga membawa bukti-bukti kerusakan: batang kayu, akar pohon, dan lumpur yang membentuk lapisan tebal di fondasi jembatan.

Beberapa warga berharap pemerintah daerah segera melakukan investigasi atas temuan kayu gelondongan ini.

Mereka menilai perlu ada langkah serius, mulai dari patroli hutan, penindakan para pelaku pembalakan liar, hingga pemulihan kawasan hulu yang kritis.

"Hutan adalah tameng kita," ujar seorang tokoh masyarakat Bireuen.

"Ketika tameng itu dirusak, bencana akan mencari jalannya sendiri."

Kini, setelah air sungai surut, tumpukan kayu di bawah jembatan itu seperti catatan peringatan dari alam.

Tugas selanjutnya bukan hanya membersihkan, tetapi mencari jawabannya: siapa yang mengkhianati hutan, dan siapa yang bertanggung jawab memulihkannya?. (Joniful Bahri

Pasca Banjir Bandang, BBM dan Gas Elpiji 3 Kg Langka di Bireuen: Harga Eceran BBM Melonjak

By On Senin, Desember 01, 2025

Ratusan warga harus mengantri di depan SPBU untuk mendapat BBM, namun BBM hanya dapat diperoleh sebagian warga. 

BIREUEN, KabarViral79.ComKondisi pasca bencana banjir bandang yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Bireuen dalam sepekan terakhir mulai berdampak pada kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram.

Warga di berbagai Gampong mengeluhkan sulitnya mendapatkan kebutuhan energi tersebut, sementara sebagian pedagang menjualnya secara eceran dengan harga tinggi.

Sejumlah warga mengaku terpaksa membeli BBM eceran karena pasokan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terbatas akibat akses jalan yang masih terganggu. Harga eceran disebut mencapai dua hingga tiga kali lipat dari harga normal.

“Biasanya kami beli Pertalite di SPBU, tapi sekarang hampir selalu kosong. Di pengecer harganya sampai Rp 20 ribu lebih per liter,” ujar Basyir Abdullah warga Kecamatan Jeumpa, Senin, 01 Desember 2025.

Kelangkaan juga terjadi pada gas elpiji 3 kg. Tabung subsidi tersebut sulit ditemukan di pangkalan resmi, sehingga sebagian masyarakat harus membelinya dari eceran dengan harga yang melambung. Di beberapa lokasi, harga per tabung bahkan mencapai Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu.

Ratusan warga harus mengantri di depan SPBU untuk mendapat BBM, namun BBM hanya dapat diperoleh sebagian warga. 

"Seharusnya pengambil kebijakan di daerah dapat berusaha menyuplai gas elpiji melalui jalur laut dengan memanfaatkan boat, karena ini kebutuhan masyarakat kecil. Tapi kondisi tidak terpikirkan oleh pejabat atau instansi terkait," sebut Radiah, warga Kota Bireuen.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan mengatasi situasi ini. Mereka meminta pengawasan distribusi dan penyaluran BBM serta elpiji diperketat agar tidak dimanfaatkan oleh oknum yang mencari keuntungan di tengah kesulitan.

Pihak pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Bireuen menyampaikan bahwa koordinasi dengan Pertamina dan distributor elpiji sedang dilakukan untuk menstabilkan pasokan. Upaya percepatan pembukaan akses jalan dan mobilisasi logistik juga terus dilakukan untuk memastikan distribusi kembali normal.

Banjir bandang yang terjadi sejak akhir November lalu telah menyebabkan puluhan gampong terdampak, menghambat jalur transportasi, serta memutus pasokan logistik ke sejumlah wilayah.

Pemerintah terus mendata kebutuhan warga dan menyalurkan bantuan darurat di lokasi-lokasi terdampak. (Joniful Bahri)

Video: Mualem Sebut Banjir Bandang Aceh Seperti Tsunami Kedua

By On Senin, Desember 01, 2025


ACEH, KabarViral79.Com Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bencana banjir bandang dang longsor yang menerjang sejumlah daerah di Aceh seperti tsunami kedua karena memporak-porandakan pemukiman hingga menghilangkan sejumlah kampung.

Mualem mengatakan, ada sekitar empat kampung yang hilang disapu banjir bandang hingga longsor seperti kampung di daerah Sawang, Jambo Aye di Aceh Utara hingga kampung di kawasan Peusangan, Bireuen.

Hal itu dikatakan Mualem saat Apel Tim Recovery Bencana yang digelar di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda (SIM), Sabtu, 29 November 2025.

Untuk itu Mualem menegaskan bahwa penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh harus dilakukan secara cepat, terukur, dan tanpa jeda.

Percepatan pembukaan akses darat menjadi prioritas utama untuk memastikan logistik segera menjangkau masyarakat, terutama di desa-desa yang terisolasi. (*/red)

Korban Meninggal Pasca Banjir Bandang di Bireuen Sudah 15 Orang, 10 Kecamatan Masih Terisolir

By On Senin, Desember 01, 2025

Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Afwadi BA. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Hingga Senin, 01 Desember 2025, tepatnya pukul 10.30 Wib, korban meninggal dunia pasca banjir bandang di Kabupaten Bireuen sudah mencapai 15 orang.

Sejauh ini, tim penanggulangan bencana terus mengupayakan melakukan upaya untuk dapat menelusuri titik yang masih terisolir di sejumlah kecamatan.

Sementara 10 kecamatan di wilayah Kabupaten Bireuen masih terisolir, karena  jalan tembus yang belum bisa dilintasi dengan kendaraan, kecuali melalui alur sungai.

Hal itu dikatakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Bireuen, Afwadi BA kepada media ini, Senin, 01 Desember 2025.

"Berdasarkan data yang sudah masuk ke Posko utama di Pendopo Bireuen, warga yang meninggal pasca banjir bandang di Bireuen sudah mencapai 15 orang," katanya.

Sarana jembatan yang menghubungkan Simpang Jaya, Juli dan Alue Limeng serta Salah Sirong Jeumpa, Bireuen juga ambruk dan masih terisolir. 

Disinggung dua desa di wilayah selatan Bireuen, baik desa Salah Sirong dan Alue Limeng Jeumpa, sebagian warga Bivak Juli hingga saat ini masih terisolir, dan sedang diupayakan agar sarana jalan ke wilayah bisa bisa diterobos.

Kendati demikian, berdasarkan laporan petugas warga di sana sudah berada di titik pengungsian dan akan diupayakan agar dapat segara mendapatkan bantuan masa panik di titik tersebut.

Sejauh ini pihaknya dan tim di lapangan terus melakukan pengembangan sarana jalan yang tertimbun sehingga bisa dilewati meski dengan kendaraan roda dua.

Begitupun terkait sarana jembatan Kutablang, dan Teupi Mane juga akan terus diupayakan penanggulangan secara darurat sehingga bisa dilintasi, terutama di jembatan Kutablang guna mendistribusi logistik serta bahan pokok lainnya.

"Saat ini terus melakukan upaya penanggulangan secara darurat baik petugas BPBD, Basarnas, TNI dan Polri, kita sangat berharap peran serta masyarakat dan organisi masyarakat untuk saling bahu membahu membantu masyarakat yang masih terjebak lonsor dan banjir bandang ini," harapnya. (Joniful Bahri)

Video: Istri Gubernur Aceh Dua Hari Terjebak Banjir Besar, Menginap di SPBU hingga Nebeng Truk

By On Senin, Desember 01, 2025


ACEH, KabarVial79.Com - Istri Gubernur Aceh, Marlina Muzakir terjebak banjir di area SPBU Panteu Breuh, Simpang Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, selama dua hari.

Peristiwa bermula saat Marlina bersama rombongan bergerak dari Banda Aceh menuju Lhokseumawe.

Mereka menyalurkan bantuan tanggap darurat untuk korban banjir di sejumlah lokasi.

Rombongan juga menyalurkan bantuan ke Lhoksukon, Aceh Utara, dan ke Julok, Aceh Timur

Namun, saat perjalanan pulang menuju Banda Aceh, mereka tidak dapat lagi melintas setelah jalan nasional Banda Aceh-Medan di kawasan Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, terendam banjir hingga 2,1 meter.

Selama dua hari terjebak, kondisi rombongan semakin memprihatinkan. Bahkan persediaan logistik menipis dan belum ada bantuan luar yang bisa mengevakuasi rombongan.

Rombongan akhirnya berhasil keluar dari lokasi banjir. Mereka menumpang sebuah mobil tangki pengangkut crude palm oil (CPO).

Marlina duduk di bagian depan kendaraan, sementara anggota rombongan lainnya berada di atas tangki. (*/red)

Video: Aceh Tengah Darurat Bencana, 9 Warga Meninggal Akibat Banjir dan Longsor

By On Senin, Desember 01, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com Bupati Aceh Tengah Haili Yoga telah menetapkan status darurat bencana banjir dan longsor untuk kabupaten setempat dan hingga saat ini sembilan warganya dilaporkan meninggal dunia tertimbun longsor.

Pernyataan itu diumumkan Bupati Haili Yoga lewat akun media sosial TikTok resmi Aceh Tengah _Bup_Wabup, bersama unsur jajaran pemerintahan setempat, Kamis, 27 November 2025.

Ia menyebutkan sembilan warga yang meninggal dunia tersebut tiga orang berasal dari Kampung Paya Tumpi dan tiga orang asal Kampung Daling. Kemudian dua warga Kampung Kelopak Mata dan Kampung Tami Dalem, serta warga meninggal di lokasi tempat objek wisata Natural Park satu orang.

Karena itu, lanjut Haili Yoga, mengatakan pihaknya membutuhkan Presiden Prabowo melalui Gubernur Aceh dan Kepala BNPB untuk membantu penanggulangan bencana alam di Aceh Tengah, terutama terkait kebutuhan alat berat seperti alat loader, ekskavator.

Menurutnya, Aceh Tengah sudah tidak bisa lagi diakses dari jalan pertama menuju Kabupaten Bireuen karena sudah tertutup longsor, terutama di daerah Merie Satu Satu, Jamur Ujung berdekatan dengan Bener Meriah. Kemudian kawasan Gunung Salak menuju Aceh Utara juga tidak bisa dilewati.

Selanjutnya dari Takengon - Blangkejeren (Gayo Lues) juga terjadi longsor di wilayah Isak Aceh Tengah juga tidak bisa lewat.

Lalu, di Nagaraya, Payekolak, Beutong, dan Genting di Nagan Raya. Berikutnya, dari Takengon menuju Kabupaten Pidie di wilayah Rusep dan Pame Aceh Tengah juga terjadi longsor. (*/red)

Akses Bireuen–Takengon Lumpuh Total: Banjir Bandang dan Longsor Isolasi Aceh Tengah, Ribuan Warga Mengungsi

By On Senin, Desember 01, 2025

Ruas jalan Bireuen-Takengon di KM 17 Juli Bireuen mengalami kerusakan berat. Sejauh ini akses jalan ke arah Bener Meriah dan Takengon lumpuh total. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Bener Meriah dan Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, sejak Selasa malam, 25 November 2025, menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur, khususnya ruas jalan dan jembatan penghubung antara Bireuen–Takengon. Hingga Sabtu, 29 November 2025, kondisi semakin memburuk.

Bencana alam yang dipicu cuaca ekstrem tersebut membuat akses utama dari berbagai arah lumpuh total. Material longsor menutup badan jalan, sementara beberapa jembatan strategis dilaporkan putus.

Personel Kepolisian diterjunkan ke seluruh titik rawan untuk membantu evakuasi warga, pengaturan arus lalu lintas, hingga membuka akses yang tertimbun bersama BPBD, TNI, dan instansi terkait.

Di tempat terpisah, Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H mengatakan, seluruh jajaran Polres dan Polsek berada dalam status siaga penuh. 

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, serta instansi terkait untuk mempercepat penanganan di lapangan," ujarnya.

Kerusakan Parah pada Jalan dan Jembatan

Dampak paling dirasakan terjadi di jalur Bireuen–Takengon. Dari arah Bireuen dilaporkan jembatan Rangka Baja Teupi Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, putus total.

Selian itu, jembatan rangka baja di kawasan Enang-Enang Bener Meriah dan jembatan Tangga Besi juga mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat dilalui kendaraan dari dua arah.

Kondisi ini membuat Aceh Tengah praktis terisolasi dari jalur utama Takengon–Bireuen, Takengon–Gayo Lues, dan Takengon–Nagan Raya. Beberapa kecamatan hingga kini masih terputus akses menuju pusat kota.

Jembatan Tangga besi, yang menghubungkan jalan Bener Meriah dan Takengon Aceh Tengah ikut putus dan tak bisa dilintasi. 

Korban dan Kerusakan Meluas

Data sementara pada Kamis, 27 November 2025, mencatat 14 orang meninggal dunia, ratusan rumah rusak maupun tertimbun, puluhan jembatan putus, serta ratusan titik jalan tak bisa dilewati.

Kerusakan juga menimpa fasilitas umum seperti sekolah, sarana air bersih, drainase, serta area pertanian.

Sebanyak 3.213 warga telah mengungsi ke masjid, meunasah, sekolah, hingga gedung serbaguna.

Kecamatan Bintang menjadi wilayah paling parah dengan lebih dari 2.000 KK tercatat meninggalkan rumah.

Adapun 14 kecamatan terdampak meliputi: Bebesen, Bies, Bintang, Celala, Kebayakan, Ketol, Kute Panang, Linge, Lut Tawar, Pegasing, Silih Nara, Rusip Antara, dan Atu Lintang.

Stok Sembako Menipis, BBM Habis, Listrik Padam

Isolasi jalur utama berdampak serius pada kebutuhan harian masyarakat. Di sejumlah titik, stok sembako dilaporkan menipis, SPBU mulai kehabisan BBM, dan listrik PLN padam di seluruh Aceh Tengah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan krisis bantuan bila akses tak segera terbuka.

Pemerintah daerah dan aparat gabungan kini fokus pada pembukaan jalur darurat dan penyaluran logistik bagi warga terdampak. (Joniful Bahri)