-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Jurnalis Blitar Raya Gelar Aksi Tolak label “Londo Ireng”

By On Rabu, Juli 29, 2026

Aksi jurnalis Blitar Raya tolak disebut 'Londo Ireng' oleh Prabowo Subianto. 

BLITAR, KabarViral79.Com - Sejumlah wartawan dan jurnalis di Blitar Raya menggelar aksi damai sebagai bentuk protes atas pernyataan 'Londo Ireng' dari Presiden Prabowo Subianto. 

Aksi solidaritas itu digelar dengan memajang kartu identitas pers resmi milik wartawan. 

Puluhan wartawan bergerak di Simpang Tiga Herlingga Kota Blitar. Aksi dimulai dengan jalan mundur menuju Patung Bung Karno. 

Sejumlah wartawan juga menggunakan penutup mata dan mulut sebagai simbol gelapnya demokrasi Indonesia. 

Orasi disampaikan oleh perwakilan wartawan secara bergantian. Aksi ditutup dengan penandatanganan petisi bersama dan menggelar kartu press sebagai bukti bahwa wartawan memiliki identitas yang resmi. 

"Hari ini kami bersama dengan PWI, IJTI dan perwakilan AJI di Blitar Raya menggelar aksi atas pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut kami sebagai "Londo Ireng". Kami mengecam pernyataan tersebut, sehingga kami menggelar aksi ini sebagai bentuk protes," ujar Koordinator Lapangan (Korlab), Winanto kepada wartawan, Selasa, 28 Juli 2026. 

Winanto menyebut, wartawan merupakan profesi yang termasuk dalam pilar demokrasi. 

Wartawan dan jurnalis bekerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik. 

Selain itu, tugas jurnalis juga bagian dari fungsi kontrol sosial untuk memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi yang benar. 

"Kami juga menolak segala bentuk pelabelan, stereotip, maupun narasi yang mendiskreditkan profesi wartawan, terlebih jika disampaikan oleh pejabat publik," ujarnya. 

Melalui aksi itu, Winanto menegaskan meminta Presiden Prabowo menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka kepada insan pers Indonesia. 

Hal itu bertujuan agar tidak menimbulkan penafsiran yang merendahkan profesi wartawan. 

"Seluruh pihak harusnya turut menghormati kebebasan pers sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi di Indonesia. Harusnya pemerintah menggunakan produk jurnalis sebagai bentuk pertimbangan kebijakan pemerintah, bukan malah menciderai profesi kami," pungkasnya. (*/red)

Tabrak Belakang Dump Truk di Pontang, Satu Pengendara Sepeda Motor Meninggal Dunia

By On Senin, Juli 27, 2026

Personel Polsek Pontang saat memberikan pertolongan pertama kepada korban, dan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan. 

SERANG, KabarViral79.Com Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Ciruas–Pontang, tepatnya di Kampung Sukadiri RT 09/03, Desa Pulokencana, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Sabtu, 25 Juli 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. 

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka berat. 

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Beat bernomor polisi A-5634-IC yang melaju dari arah Pontang menuju Ciruas menabrak bagian belakang sebuah dump truk bak terbuka bernomor polisi A-8384-FH yang sedang berhenti di bahu jalan dan menghadap searah dengan arus lalu lintas. 

Akibat benturan tersebut, pengendara sepeda motor atas nama Muhamad Faisal (25), warga Kampung Domas, Desa Domas, Kecamatan Pontang, meninggal dunia. 

Sementara penumpangnya, Muhamad Fais, mengalami luka berat berupa patah kaki kiri dan pendarahan di area telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), sehingga dirujuk ke RS Hermina Ciruas untuk mendapatkan penanganan medis. 

Personel Polsek Pontang yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian, melakukan pengamanan TKP, memberikan pertolongan pertama kepada korban, mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan, mencatat identitas para pihak dan saksi, serta berkoordinasi dengan Unit Gakkum Satlantas Polres Serang untuk penanganan lebih lanjut. 

Kapolres Serang melalui Kapolsek Pontang mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat berkendara, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kendaraan yang berhenti di bahu jalan guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. 

Saat ini, penanganan perkara kecelakaan lalu lintas tersebut telah dilimpahkan kepada Unit Gakkum Satlantas Polres Serang untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Situasi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan kondusif. (*/red)

Duduk Perkara Duel Carok Kakek Vs Dua Pria di Sampang gegara Cinta Tak Direstui

By On Senin, Juli 27, 2026

Lokasi duel carok di Sampang. 

SAMPANG, KabarViral79.Com - Peristiwa carok kembali terjadi di Kabupaten Sampang, Madura. 

Duel berdarah kali ini melibatkan seorang kakek berusia 60 tahun melawan dua pria di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates. 

Perkelahian bersenjata tajam itu diduga dipicu persoalan asmara yang berujung dendam dan membuat ketiga orang yang terlibat sama-sama mengalami luka. 

Insiden tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba. Berdasarkan keterangan polisi, peristiwa bermula dari cekcok di jalan, berlanjut perkelahian menggunakan kayu, hingga salah satu pihak kembali datang membawa celurit untuk mencari lawannya. 

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, perkelahian terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, di depan sebuah bengkel motor di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates. 

"Tiga orang yang terlibat yakni S (60) warga Dusun Pao Pale Daya, Kecamatan Ketapang, Sampang, dengan H (44) dan HR (51) Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Sampang," kata Eko kepada wartawan, Sabtu, 25 Juli 2026. 

Menurut Eko, pemicu perkelahian yaitu rasa sakit hati HR yang tidak merestui hubungan asmara yang diduga terjalin antara ibunya dengan korban. 

"Kejadian penganiayaan atau perkelahian dengan menggunakan senjata tajam dipicu oleh rasa sakit hati atau dendam oleh HR terhadap S, dikarenakan saudara S diduga ada hubungan asmara dengan ibunya HR dan saudara HR tidak merestui," ujar Eko. 

Sebelum duel bersenjata tajam terjadi, kata Eko, S dan HR lebih dulu bertemu di Jalan Dusun Jablung, Desa Masaran, sekitar pukul 20.50 WIB. 

Saat itu, S mengendarai sepeda motor dari arah selatan. Dari arah berlawanan datang HR yang berboncengan dengan seorang saksi. 

"Sekira pukul 20.50 WIB, S mengendarai sepeda motor dari arah selatan berpapasan dengan terduga pelaku HR (51) yang berboncengan dengan saksi dari arah Utara ke Selatan di Jalan Dusun Jablung, Desa Masaran, Kecamatan Banyuates," tuturnya. 

Eko menyebut, HR diduga menabrakkan sepeda motornya ke kendaraan S sehingga memicu pertengkaran. 

"Kemudian, terduga saudara HR menabrakkan sepeda motor yang dikendarainya terhadap sepeda motor yang dikendarai saudara S sehingga terjadi cek cok dan perkelahian diantara keduanya dengan menggunakan kayu, namun berhasil dilerai oleh saksi," ujar Eko. 

Perkelahian pertama berhasil dihentikan warga sehingga kedua belah pihak berpisah. 

Usai insiden di jalan, HR mendatangi rumah sepupunya, H, untuk menceritakan kejadian tersebut. 

"Kemudian HR mendatangi rumah H yang tak lain adalah sepupunya di dusun yang kemudian menceritakan perihal kejadian yang dialaminya," ujar Eko. 

Mendengar cerita itu, H emosi lalu mengajak HR mengambil celurit untuk mencari korban. 

"Mendengar cerita itu kemudian H marah dan mengajak HR membawa dan mengambil celurit untuk mencari S di rumah istrinya di Dusun Jablung Desa Masaran," ujar Eko. 

Keduanya kemudian berboncengan sepeda motor mencari korban hingga akhirnya bertemu di sebuah bengkel milik Suhar di Desa Masaran. 

"H dan HR kemudian mencari S dengan berboncengan mengendarai motor. Mereka akhirnya bertemu sebuah bengkel milik S hingga di sana terjadi perkelahian dengan menggunakan senjata tajam," terang Eko. 

Dalam duel tersebut, ketiga orang sama-sama menggunakan senjata tajam. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, HR dan H membawa celurit, sedangkan S menggunakan parang. 

"Jenis senjata tajam yang dipakai S senjata yang dipakai menurut pengakuan adalah parang. Sedangkan H dan HR menurut pengakuan menggunakan sajam celurit," ucapnya. 

Akibat perkelahian tersebut, seluruh pihak mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. 

"S mengalami luka di tangan sebelah kanan, dan kepala bagian belakang. Sedangkan HR mengalami luka tangan sebelah kanan sementara H mengalami luka paha kanan juga siku sebelah kanan (terjatuh)," pungkasnya. 

Setelah kejadian, polisi mengamankan pakaian para pelaku yang berlumuran darah, senjata tajam, serta kendaraan bermotor yang digunakan. 

Ketiga orang yang terluka terlebih dahulu menjalani perawatan medis sebelum dibawa ke Polsek Banyuates dan selanjutnya ke Polres Sampang untuk proses penyelidikan. 

"Para pelaku (tiga orang terlibat perkelahian) berhasil diamankan di Polsek Banyuates dan dibawa ke Polres Sampang guna proses lidik dan sidik," pungkasnya. (*/red)

Pria di Lumajang Tewas Dibacok dalam Rumahnya, Pelaku Langsung Kabur

By On Selasa, Juli 14, 2026

Foto ilustrasi. 

LUMAJANG, KabarViral79.Com - Seorang pria bernama Wahyudi (32), warga Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), ditemukan tewas berlumuran darah, Selasa, 14 Juli 2026. 

Korban ditemukan dengan kondisi penuh luka bacok di bagian punggung, pundak, dan telinga. 

Wahyudi diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan temannya sendiri bernama Huri. 

Rika Kusumawati, istri korban, mengatakan bahwa pembunuhan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.

Saat itu, terduga pelaku mendatangi rumah korban dan langsung melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam. 

"Saya bangun tidur itu langsung dibantai itu suami saya," ujar Rika di RSUD dr. Haryoto Lumajang, Selasa, 14 Juli 2026. 

Rika mengaku tidak mengenali pelaku. Namun, dia sering berjumpa dengannya. 

"Pelakunya satu orang, tidak kenal, saya hanya tahu saja orangnya," ujarnya. 

Dia juga mengaku, tidak mengetahui permasalahan apa yang tengah dihadapi suaminya. 

"Saya enggak boleh ikut-ikut urusan laki-laki, jadi saya tidak tahu masalahnya apa," ucapnya. 

Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Lumajang, Ipda Yanuar Ishaq mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku pembunuhan. 

Selain itu, kata dia, pihaknya masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan tim dokter RSUD dr. Haryoto Lumajang. 

"Untuk dugaan pembunuhan saat ini masih dalam penyelidikan, terduga pelaku masih dalam pengejaran," ujarnya. (*/red)

Nyaris Bentrok, LSM Luar Daerah Dipukul Mundur Oleh Gabungan LSM dan Media Gresik di Wringinanom

By On Rabu, Juni 24, 2026

Aksi demonstrasi yang dilakukan puluhan orang yang mengatasnamakan Aliansi Alam Bersatu Jaya Indonesia asal Kabupaten Lamongan di depan Kantor Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Rabu, 24 Juni 2026. 

GRESIK, KabarViral79.Com - Ketegangan mewarnai rencana aksi demonstrasi yang dilakukan puluhan orang yang mengatasnamakan Aliansi Alam Bersatu Jaya Indonesia asal Kabupaten Lamongan di depan Kantor Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), Rabu, 24 Juni 2026. 

Aksi tersebut nyaris berujung bentrokan setelah mendapat penolakan dari ratusan orang yang tergabung dalam sejumlah LSM dan insan media di Kabupaten Gresik. 

Situasi memanas ketika rombongan Aliansi Alam Bersatu Jaya Indonesia hendak menggelar aksi unjuk rasa terkait persoalan yang mereka nilai terjadi di wilayah Kabupaten Gresik. 

Kehadiran mereka langsung dihadang massa dari berbagai elemen organisasi masyarakat dan LSM lokal yang mempertanyakan tujuan serta dasar aksi tersebut. 

Bentrokan fisik berhasil dihindari setelah aparat kepolisian yang berada di lokasi segera turun tangan menjadi penengah. 

Petugas berupaya meredam emosi kedua belah pihak dan mencegah terjadinya tindakan anarkis yang dapat mengganggu ketertiban umum. 

Dalam peristiwa itu, massa gabungan LSM dan media Gresik mendesak kelompok demonstran untuk membatalkan aksinya dan meninggalkan lokasi. 

Desakan tersebut membuat rombongan Aliansi Alam Bersatu Jaya Indonesia akhirnya mundur dari area depan Kecamatan Wringinanom. 

Ketua Front Pembela Suara Rakyat (FPSR), Aris Gunawan menegaskan bahwa pihaknya mempertanyakan etika organisasi luar daerah yang datang untuk melakukan demonstrasi terkait persoalan di Kabupaten Gresik. 

"Kami mempertanyakan etika berlembaga. Warga Gresik tidak ada yang mengeluh terhadap kondisi keuangan daerah. Kenapa organisasi dari luar daerah justru memperkeruh keadaan dengan pernyataan yang terkesan memojokkan kinerja pemerintah wilayah," ujar Aris. 

Menurutnya, apabila terdapat dugaan penyimpangan atau tindak pidana korupsi, mekanisme pelaporan dan pengawasan telah tersedia melalui aparat penegak hukum maupun lembaga pengawas yang berwenang. 

"Kalaupun ada dugaan korupsi, LSM daerah sudah menyikapinya melalui aparat penegak hukum. Ada pembagian wilayah dan kewenangan dalam penegakan hukum. Kapasitas mereka apa? Ada motivasi apa di balik upaya memaksa melakukan aksi demonstrasi tersebut?" tegasnya. 

Aris juga menilai kebijakan pengelolaan keuangan daerah saat ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang berorientasi pada penguatan koperasi desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

"Kebijakan pemerintah pusat saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Anggaran daerah diprioritaskan untuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) demi kesejahteraan masyarakat Gresik. Mengapa justru organisasi dari daerah lain yang merasa dirugikan, sementara masyarakat dan organisasi masyarakat di Gresik tetap tenang karena adanya transparansi anggaran?" jelasnya. 

Ia menambahkan, apabila terdapat ketidaksesuaian data atau dugaan pelanggaran administrasi, seharusnya dilakukan melalui mekanisme konfirmasi kepada instansi terkait, termasuk Inspektorat, bukan dengan memaksakan kehendak melalui aksi demonstrasi. 

"Dalam aturan berorganisasi sudah jelas diatur mengenai kewenangan masing-masing pihak. Jangan sampai organisasi salah kaprah dan seolah mengambil alih peran aparat penegak hukum. Yang membayar pajak itu orang Gresik, bukan orang Lamongan," pungkas Aris. 

Di tengah ketegangan tersebut, sempat terdengar pernyataan provokatif dari salah seorang anggota LSM yang menolak aksi demonstrasi. 

Sambil berteriak, dia terus mengeluarkan kata kasar dan penolakan terhadap akan adanya demonstrasi tersebut. Namun, aparat kepolisian berhasil meredam situasi sehingga tidak berkembang menjadi tindakan kekerasan. 

"Saya juga LSM, kalau tidak balik, akan saya bakar," kata salah satu anggota LSM yang menolak Aliansi Alam Bersatu Jaya Indonesia. 

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Aliansi Alam Bersatu Jaya Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait tujuan aksi maupun tanggapan atas penolakan yang dilakukan gabungan LSM dan media di Kabupaten Gresik. 

Polisi juga belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden yang nyaris berujung bentrokan tersebut. (*/red)

Rumah Panggung di Cihara Lebak Hangus Terbakar, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

By On Kamis, Juni 18, 2026

Kanit Sabhara Polsek Panggarangan, Aditya Kurnia saat meninjau lokasi kebakaran. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Personel Polsek Panggarangan meninjau lokasi kebakaran rumah di Kampung Cibobos, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis, 18 Juni 2026. 

Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin mengatakan, anggotanya telah diterjunkan untuk melihat lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

"Benar, pada Kamis, 18 Juni 2026, Kanit Sabhara Polsek Panggarangan, Aditya Kurnia, telah melakukan peninjauan terhadap satu unit rumah warga bernama Saudara Ono yang mengalami musibah kebakaran di Cihara," ujar AKP Acep Komarudin. 

AKP Acep menjelaskan, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 10.25 WIB. Rumah yang terbakar merupakan rumah hunian jenis panggung dengan dinding bilik permanen yang berlokasi di Kampung Cibobos RT 002 RW 004, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara. 

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian bernama Said, kronologi bermula saat kepulan asap tebal tiba-tiba muncul dari dalam kamar. Dalam waktu singkat, api langsung membesar dan melalap seluruh bangunan rumah. 

Melihat kejadian tersebut, warga sekitar langsung bergotong-royong mencoba memadamkan kobaran api dengan alat seadanya. 

Upaya cepat ini dilakukan agar api tidak merembet ke hunian lain, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan padat penduduk. 

"Pemicu kebakaran diduga kuat berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik di dalam kamar rumah tersebut," ucap AKP Acep. 

Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp 30 juta. (Cup/Uday)

Penataan Eks TPPS Cisoka Temui Jalan Buntu, Para Pedagang Menolak Pindah

By On Kamis, Juni 18, 2026


TANGERANG, KabarViral79.Com - Penataan Eks Penampungan Pasar Sementara (TPPS) Cisoka hingga kini masih belum terlaksana karena para Pedagang masih enggan pindah dari lokasi lama. 

Karena menurut para pedagang tempat tersebut lebih ramai dari tempat pasar yang baru. 

Sampai berita ini ditayangkan masih berlangsung mediasi antara pihak para pedagang Eks TPPS Cisoka dengan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang yang diwakili Sekda H. Soma Atmaja, Camat Cisoka, Satpol PP Kecamatan Solear dan pihak terkait lainnya. 

Diketahui, penataan Eks TPPS Cisoka yang sedianya berlangsung hari yang masih belum menemui jalan keluar. 

Menurut salah satu pedagang Eks TPPS Cisoka yang enggan disebut namanya menyampaikan bahwa hasil mediasi belum ada jalan keluar karena dari pihak Pemkab Tangerang dinilai hanya mementingkan keinginan mereka saja. 

Salah satu pemilik lahan, Ibu Nunung saat hadir pada mediasi hari ini mengatakan, saat ini belum ada solusi. 

Menurutnya, lahanya disewakan karena kasihan kepada para pedagang kecil. 

Dia pun menyampaikan, dirinya hanya meminta keadilan saja buat para pedagang pedagang kecil. (*/red)

Ledakan di Kamar Mesin KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, 14 Orang Alami Luka Bakar

By On Jumat, Juni 12, 2026

14 orang mengalami luka bakar setelah ledakan yang terjadi di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat, 12 Juni 2026. 

BANDA ACEH, KabarViral79.Com - Sebanyak 14 orang mengalami luka bakar akibat ledakan yang terjadi di kamar mesin Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2 saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat, 12 Juni 2026. 

Kapten Kapal SAR Kresna, Supriadi mengatakan, insiden ledakan yang disertai kebakaran tersebut terjadi sekitar 45 menit sebelum dirinya memberikan keterangan kepada media. 

"Terjadi ledakan dan kebakaran di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue," kata Supriadi saat dikonfirmasi. 

Menurutnya, mayoritas korban merupakan Taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) yang sedang menjalani praktik di atas kapal. 

Seluruh korban telah dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis. 

14 orang mengalami luka bakar setelah ledakan yang terjadi di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat, 12 Juni 2026. 

"Semua korban sudah dibawa ke RSUDZA," ujarnya. 

Supriadi menambahkan, awak kapal KN Kresna yang sedang bersiaga di sekitar lokasi turut membantu proses evakuasi korban pasca kejadian. 

Hingga berita ini ditayangkan, penyebab pasti ledakan dan kebakaran di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 masih dalam penyelidikan. 

Pihak terkait juga masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui kronologi lengkap insiden tersebut. 

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kondisi para korban masih dalam penanganan tim medis di RSUDZA Banda Aceh. (Joniful Bahri)

Lansia Tewas Ditabrak Truk Fuso Muatan Semen di Bener Meriah Aceh, Sopir Diduga Hilang Kendali

By On Kamis, Juni 11, 2026

Satu unit truk Mitsubishi Fuso mengalami kecelakaan di Jalan Takengon–Bireuen, di Desa Timang Gajah, Kecamatan Gajah Putih, Bener Meriah, Kamis, 11 Juni 2026, sekitar pukul 06.30 WIB. 

BENER MERIAH, KabarViral79.Com - Seorang perempuan lanjut usia meninggal dunia setelah tertabrak truk Mitsubishi Fuso di Jalan Takengon–Bireuen, tepatnya di Desa Timang Gajah, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Kamis, 11 Juni 2026, sekitar pukul 06.30 WIB. 

Korban diketahui bernama Suwarni (59), seorang petani asal Desa Timang Gajah. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami benturan keras saat kecelakaan berlangsung. 

Kasat Lantas Polres Bener Meriah, AKP Safarudin mengatakan, kecelakaan melibatkan satu unit Mitsubishi Fuso nomor polisi BL 8560 ZK yang dikemudikan Agus Cahyono (48), warga Kabupaten Bireuen. 

Saat kejadian, truk yang mengangkut semen tersebut melaju dari arah Bireuen menuju Takengon dengan membawa seorang penumpang bernama M. Danuarta (14), seorang pelajar. 

“Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan diduga hilang kendali sehingga bergerak ke sisi kiri jalan dan menabrak seorang pejalan kaki yang berada di pekarangan kios bambu di pinggir jalan,” kata AKP Safarudin. 

Satu unit truk Mitsubishi Fuso mengalami kecelakaan di Jalan Takengon–Bireuen, di Desa Timang Gajah, Kecamatan Gajah Putih, Bener Meriah, Kamis, 11 Juni 2026, sekitar pukul 06.30 WIB. 

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kondisi cuaca saat kejadian cerah dengan arus lalu lintas relatif sepi. Ruas jalan di lokasi kejadian beraspal, lurus, dan menurun. 

Selain menyebabkan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. 

Petugas Satlantas Polres Bener Meriah yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, memeriksa kondisi korban, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti berupa satu unit Mitsubishi Fuso BL 8560 ZK dan satu lembar SIM B II Umum milik pengemudi. 

Saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Satlantas Polres Bener Meriah guna proses penyelidikan lebih lanjut. (Joniful Bahri)

Dua Personel Brimob Polda Banten Jadi Korban Aksi Brutal Debt Collector

By On Rabu, Juni 03, 2026

Personel Satbrimob Polda Banten jadi korban pembacokan dalam insiden yang melibatkan sejumlah Debt Collector (DC). 

SERANG, KabarViral79.ComDua personel Satbrimob Polda Banten menjadi korban pembacokan dalam insiden yang melibatkan sejumlah Debt Collector (DC) di Jalan Raya Serang–Cilegon Km 3,5, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, Selasa, 02 Juni 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. 

Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan kepolisian, peristiwa bermula dari upaya penarikan kendaraan milik salah satu personel Satbrimob Polda Banten. 

Situasi kemudian memicu cekcok dan adu argumen antara kedua belah pihak hingga berujung keributan di lokasi kejadian. 

Dalam laporan Kepolisian disebutkan, salah seorang dari kelompok DC yang disebut berasal dari kelompok Ambon diduga mengambil kapak dari mobil Toyota Fortuner berwarna hitam yang berada di lokasi. 

Tak lama kemudian terjadi aksi pembacokan yang mengakibatkan dua anggota Satbrimob Polda Banten mengalami luka serius. 

Korban pertama, Bripda M. Fajar Dwi, mengalami luka bacok pada bagian kepala dan tangan. Saat ini, korban menjalani perawatan di IGD Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten. 

Sementara korban kedua, Bripda Ahmad Yani, mengalami pendarahan pada bagian hidung dan kaki serta bahu kiri. Korban kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang. 

Dua orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan personel Satbrimob Polda Banten. 

Pasca kejadian, sekitar 30 personel Satbrimob Polda Banten langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap kelompok DC yang melarikan diri menggunakan dua unit mobil Toyota Fortuner berwarna hitam. 

Berdasarkan laporan awal, kendaraan tersebut sempat bergerak ke arah Kota Serang sebelum berputar balik menuju kawasan depan Mako Grup 1 Kopassus. 

Dalam perkembangan terbaru, aparat telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan tersebut, yakni Fhilip Ndarman dan Yulianus Silvester Bedanaen. 

Keduanya saat ini berada dalam penanganan kepolisian dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP). 

Perkara tersebut kini ditangani Tim Resmob Polda Banten yang masih melakukan pendalaman guna mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. 

Selain itu, personel Satbrimob Polda Banten juga melakukan penyisiran di sejumlah wilayah Kota Serang untuk mencari pihak lain yang diduga terlibat dan melarikan diri setelah kejadian. 

Hingga berita ini ditulis, proses penyelidikan dan pengembangan kasus masih terus berlangsung. (*/red)

Kapolresta Tangerang Cek TKP Penemuan Mayat Tukang Cilok di Cikupa

By On Selasa, Juni 02, 2026

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mendatangi TKP penemuan mayat pria, di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Selasa, 02 Juni 2026. 

TANGERANG, KabarViral79.Com - Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat pria di sebuah kontrakan di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Selasa petang, 02 Juni 2026. 

Di kontrakan tersebut, seorang pria berinisial R yang sehari-hari berjualan cilok ditemukan meninggal. Saat mengecek TKP, nampak bekas darah di lantai. 

"Kami melakukan penyelidikan untuk mengungkap peristiwa ini," kata Indra Waspada. 

Dia menjelaskan, korban terindikasi meninggal karena pembunuhan. Oleh karena itu, petugas langsung bergerak memeriksa saksi, barang bukti, termasuk menyisir sekitar lokasi guna mendapatkan bukti petunjuk. 

"Terkait korban, kami masih menunggu hasil autopsi," ujarnya. 

Indra Waspada juga mengatakan, korban baru sekitar 10 hari tinggal di kontrakan tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, kata dia, korban diketahui tinggal berdua bersaama rekannya. 

"Penyelidikan masih terus kami lakukan, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terungkap," pungkasnya. (Reno)

Pelajar MIN Cot Batee yang Terseret Arus di Pantai Jangka Ditemukan Meninggal Dunia

By On Minggu, Mei 31, 2026

Firat Altakim (12), pelajar MIN Cot Batee, Kuala, Bireuen, dilaporkan hilang setelah terseret arus laut di Kawasan Pantai Jangka, Sabtu sore, 30 Mei 2026, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi, 31 Mei 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.ComFirat Altakim (12), pelajar MIN Cot Batee, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, yang dilaporkan hilang setelah terseret arus laut di Kawasan Pantai Jangka, Sabtu sore, 30 Mei 2026, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi, 31 Mei 2026. 

Korban ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB di pesisir Pantai Gampong Pante Paku, Kecamatan Jangka, atau sekitar 8 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam. 

Kapolsek Jangka, Ipda Fidhal Akhyar Febrina mengatakan, korban sebelumnya terseret arus saat mandi bersama dua rekannya di Pantai Laut Jangka pada Sabtu, sekitar pukul 15.50 WIB. 

Menurut keterangan yang diperoleh, setelah selesai mandi dan hendak pulang, korban bersama teman-temannya telah berada di pesisir pantai. Namun, korban kembali masuk ke laut untuk mencuci kaki di sekitar batu pemecah ombak. 

"Pada saat itu kondisi arus laut cukup kuat. Korban diduga terseret arus secara tiba-tiba hingga terbawa menjauh dari bibir pantai dan akhirnya tenggelam," ujar Kapolsek. 

Setelah menerima laporan dari Keuchik Gampong Jangka Mesjid dan Kepala Dusun Jabari, personel Polsek Jangka segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan membantu proses penanganan awal. 

Firat Altakim (12), pelajar MIN Cot Batee, Kuala, Bireuen, dilaporkan hilang setelah terseret arus laut di Kawasan Pantai Jangka, Sabtu sore, 30 Mei 2026, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi, 31 Mei 2026. 

Sekitar pukul 16.20 WIB, tim Basarnas Bireuen tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait serta nelayan setempat untuk melakukan operasi pencarian. 

Tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi korban dilaporkan hilang. 

Namun, pencarian terpaksa dihentikan sementara pada pukul 18.40 WIB akibat cuaca yang kurang mendukung dan gelombang laut yang cukup tinggi. 

Keesokan harinya, Minggu pagi, Kapolsek Jangka menerima laporan dari Panglima Laot Kuala Jangka, Abu Bakar Jalil, bahwa jasad korban telah ditemukan. 

"Korban ditemukan oleh pengunjung pantai di bibir Pantai Desa Pante Paku dalam keadaan meninggal dunia," kata Ipda Fidhal Akhyar Febrina. 

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga setempat. Masyarakat bersama pengelola kawasan wisata pantai selanjutnya mengevakuasi jenazah korban ke Meunasah Desa Pante Paku. 

Personel Polsek Jangka yang dipimpin langsung Kapolsek kemudian menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu proses penanganan lebih lanjut. 

Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Gampong Cot Batee, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, guna dimakamkan. 

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di lokasi yang memiliki arus kuat dan berada di sekitar batu pemecah ombak. 

Selain itu, diperlukan pemasangan rambu peringatan di titik-titik rawan guna mencegah terulangnya kejadian serupa. (Joniful Bahri)

Saluran Irigasi Jebol Akibat Longsor, 360 Hektare Sawah di Cihara Lebak Terancam Gagal Tanam

By On Selasa, Mei 26, 2026

Saluran irigasi yang ambruk di Ruas Kampung Cikadu - Cingagoler, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Tingginya intensitas hujan menyebabkan saluran irigasi di Ruas Kampung Cikadu - Cingagoler, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, jebol akibat longsor pada Minggu, 24 Mei 2026. 

Kerusakan infrastruktur ini mengancam keberlangsungan sektor pertanian setempat. 

Longsoran dilaporkan merusak sekitar 30 meter dinding irigasi yang menjadi sumber pengairan utama bagi ratusan hektare lahan pertanian warga. 

"Kejadian longsor terjadi saat hujan deras hari Minggu kemarin, mengakibatkan sepanjang bangunan irigasi longsor. Kami berharap ada penanganan cepat dari pemerintah terkait," ujar Febi, warga sekitar, Selasa, 26 Mei 2026. 

Febi menambahkan, warga dan petani saat ini merasa sangat cemas. Jika perbaikan tidak segera dilakukan, pasokan air ke area persawahan akan terputus total. 

"Yang dikhawatirkan, kalau irigasi itu tidak segera diperbaiki, semua penggarap sawah sekitar 360 hektare akan mengalami gagal tanam," pungkasnya. (Cup/Uday) 

Sungai Cimadur Meluap Akibat Hujan Deras, BPBD Lebak Imbau Warga Mengungsi Sementara

By On Minggu, Mei 24, 2026

Rumah warga di Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, yang terendam banjir akibat luapan Sungai Cimadur setelah diguyur hujan deras. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak sore hari menyebabkan Sungai Cimadur meluap pada Minggu, 24 Mei 2026. 

Akibatnya, permukiman warga di beberapa titik di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, mulai terendam banjir. 

Berdasarkan rekaman video yang beredar di grup WhatsApp, luapan air dilaporkan telah merendam sejumlah rumah warga di Kampung Bayah Satu, RT 05 RW 05, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah. 

"Lokasi banjir di Kampung Bayah 1, RT 05 RW 05, Desa Bayah Barat. Air sungai meluap dan masuk ke rumah warga," ujar seorang warga dalam rekaman video tersebut. 

Kondisi serupa dilaporkan oleh Deni, warga Kampung Sukajaya, Desa Bayah Timur. Ia menyebutkan bahwa debit Sungai Cimadur terus meningkat drastis hingga hampir melewati tanggul bronjong penahan air. 

"Kami mengimbau agar seluruh warga tetap selalu waspada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi sampai saat ini hujan masih terus mengguyur dengan deras," kata Deni.

Menanggapi situasi darurat ini, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, H. Sukanta langsung mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat demi keselamatan bersama. 

"Karena hujan masih belum berhenti, demi keselamatan jiwa dan keluarga, masyarakat diimbau untuk sementara waktu tidak menempati rumah tinggal yang rentan terdampak musibah bencana," ujar H. Sukanta kepada awak media ini melalui pesan WhastApp. 

Ia juga meminta kerja sama dari para camat di wilayah terdampak untuk mempercepat penyebaran informasi evakuasi ini. 

"Saya meminta bantuan kepada Bapak dan Ibu Camat agar mengedukasi dan menyampaikan imbauan ini secara langsung kepada masyarakat," tambahnya. 

Berdasarkan pantauan di lapangan hingga pukul 22.00 WIB, wilayah Kecamatan Bayah dan sekitarnya masih terus diguyur hujan lebat. 

Sementara itu, debit air Sungai Cimadur dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda surut. (Cup/Uday) 

Warga Panyabrangan Digegerkan Penemuan Mayat Pria di Sungai Dekat Bendungan Pamarayan

By On Kamis, Mei 21, 2026

Pamapta Polres Serang membantu tim gabungan Basarnas melakukan evakuasi penemuan mayat. 

SERANG, KabarViral79.Com - Warga Desa panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang mengambang di aliran Sungai Ciujung dekat Bendungan Pamarayan, pada Rabu petang, 20 Mei 2026. 

Kapolsek Cikeusal, Iptu Hairus Saleh membenarkan kejadian tersebut. 

Menurutnya, penemuan mayat pertama kali diketahui oleh seorang warga, yang sedang mencari ikan sekitar pukul 17.30 WIB. 

"Benar ada penemuan mayat di sungai Ciujung, Bendungan Pamarayan baru. Pertama kali diketahui oleh seorang warga yang sedang mencari ikan. Setelah menerima laporan, personel Polsek Cikeusal langsung mendatangi TKP, dan langsung berkoordinasi dengan Tim Basarnas" ujar Kapolsek. 

Bersama Tim Inafis Polres Serang dan Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Pamapta Polres Serang, Ipda Fajar Agung mendatangi lokasi kejadian untuk membantu melakukan evakuasi. 

Ipda Fajar Agung mengatakan, kegiatan Pamapta Polres Serang guna membantu tim gabungan Basarnas dalam penanganan evakuasi mayat yang ditemukan di tengah sungai. 

"Berdasarkan pantauan di lapangan, korban ditemukan dalam posisi mengambang mengenakan pakaian, tubuh korban telah mengalami pembengkakan karena diperkirakan sudah berada di dalam air selama kurang lebih dua hari," tuturnya. 

"Pamapta Polres Serang ke lokasi kejadian guna membantu evakuasi bersama tim gabungan Basarnas, Kepolisian dan Koramil setempat," imbuhnya. 

Guna penyelidikan lebih lanjut, jenazah tanpa identitas dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Serang untuk dilakukan otopsi. (*/red)

Jembatan Lapuk di Lebak Makan Korban, Satu Keluarga Nyaris Jatuh ke Sungai

By On Rabu, Mei 20, 2026

Jembatan lapuk di Lebak makan korban. 

LEBAK, KabarViral79.Com Satu keluarga mengalami kecelakaan akibat infrastruktur rusak di jembatan penghubung antara Desa Mekarsari (Kecamatan Cihara) dan Desa Cimandiri (Kecamatan Panggarangan), Kabupaten Lebak, Banten.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 19 Mei 2026, sekira pukul 11.47 WIB.

Korban merupakan seorang ibu rumah tangga asal Kampung Cimanggu, Desa Karangkamulyan. Saat kejadian, ia tengah membonceng ketiga anaknya menggunakan sepeda motor

“Anak korban yang paling kecil mengalami luka sobek pada bagian dahi. Kondisi jembatan penghubung antar-kecamatan ini memang sudah lama rusak parah, lapuk, dan hampir ambruk,” ungkap seorang warga setempat saat dihubungi, Selasa, 19 Mei 2026.

Warga mengatakan, hingga saat ini belum ada upaya perbaikan permanen dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi. Padahal, jalur ekstrem tersebut terpaksa tetap dilalui masyarakat karena menjadi akses utama untuk mobilitas ekonomi dan sosial antar-kecamatan.

Insiden ini memicu gelombang desakan dari masyarakat sekitar agar pemerintah segera peka terhadap pembangunan infrastruktur di daerah tersebut. Kondisi jembatan yang dibiarkan terbengkalai dinilai sangat membahayakan keselamatan publik.

Warga khawatir kecelakaan serupa akan terus berulang dan berpotensi menelan korban jiwa jika perbaikan tidak segera dilakukan. (Cup)

Warga Kragilan Kembali Resah Usai Percobaan Pembobolan Rumah Terjadi Jelang Subuh

By On Sabtu, Mei 16, 2026

Aksi percobaan pencurian kembali terjadi di Perumahan Puri Pratama Cisait RW 05, Desa Cisait, Kecamatan Kragilan. 

SERANG, KabarViral79.ComAksi percobaan pencurian kembali terjadi di Perumahan Puri Pratama Cisait RW 05, Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Jumat, 15 Mei, 2026, sekitar pukul 04.50 WIB.

Peristiwa tersebut membuat warga kembali resah lantaran kasus serupa disebut bukan kali pertama terjadi di lingkungan perumahan tersebut. 

Seorang warga RT 05/RW 05 Blok A1B nyaris menjadi korban setelah terduga pelaku mencoba membobol gerbang rumah saat situasi lingkungan masih sepi menjelang waktu Subuh. 

Korban menuturkan, kejadian pertama kali diketahui istrinya yang mendengar suara mencurigakan dari arah pagar rumah. 

“Awalnya terdengar bunyi klotrek-klotrek dari gerbang. Padahal posisi gerbang sudah digembok dan dikunci,” ujarnya. 

Merasa curiga, korban kemudian mengintip dari jendela rumah. Saat itu terlihat tangan seseorang masuk melalui sela-sela pagar dan mencoba membuka gembok gerbang rumah. 

“Setelah ketahuan, pelaku langsung melarikan diri,” katanya. 

Warga menduga pelaku berjumlah dua orang dan menggunakan satu unit sepeda motor. Setelah diperiksa, kondisi gembok rumah diketahui sudah mengalami kerusakan akibat percobaan pembobolan tersebut. 

Rekaman CCTV lingkungan juga memperlihatkan satu sepeda motor melintas di kawasan perumahan sekitar pukul 04.32 WIB saat suasana masih gelap dan lengang. 

Kejadian itu kembali memicu keluhan warga terkait sistem keamanan lingkungan RW 05. Sejumlah warga meminta patroli keamanan diperketat agar aksi serupa tidak terus berulang. 

“Warga berharap ada langkah nyata untuk meningkatkan keamanan lingkungan supaya masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujar salah seorang warga. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengurus lingkungan terkait evaluasi sistem keamanan di wilayah RW 05 Perumahan Puri Pratama Cisait. (*/red)

Gegara Pinjol, Satpam di Surabaya Tewas Ditusuk Rekan Kerja

By On Rabu, Mei 13, 2026

Foto ilustrasi. 

SURABAYA, KabarViral79.Com - Seorang satpam perumahan di kawasan Jalan Sukomanunggal Jaya, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), berinisial DM (48) tewas ditusuk, diduga dipicu persoalan pinjaman online (Pinjol). 

Diketahui, pelaku merupakan rekan kerja sesama satpam perumahan berinisial OA (26). 

Pelaku telah ditangkap anggota Tim Jatanras Polrestabes Surabaya di kamar kosnya di Kawasan Sememi, Benowo, pada Senin, 11 Mei 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. 

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, pembunuhan berawal dari perselisihan terkait pembayaran utang Pinjol yang digunakan bersama oleh korban dan pelaku. 

"Motif pembunuhan itu diawali dengan permasalahan Pinjol. Menurut pengakuannya, uang Pinjol itu digunakan berdua antara tersangka dan korban," kata Edy kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Selasa, 12 Mei 2026. 

Menurutnya, cekcok mengenai tanggung jawab pelunasan utang Pinjol memicu pembunuhan satpam tersebut. 

Perselisihan itu terjadi pada Minggu, 10 Mei 2026, sehari sebelum korban ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kosong dekat pos satpam tempat mereka bekerja. 

Dalam kondisi emosi, pelaku diduga menyerang korban menggunakan pisau dan menusuk beberapa bagian tubuh vital. 

"Ada ketersinggungan berkaitan mungkin masalah pertanggungjawaban dengan pembayaran Pinjol itu. Adanya percekcokan itulah akhirnya tersangka melakukan pembunuhan korban dengan cara menusuk leher dan dada. Sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” tutur Edy. 

Akibat luka tusuk di bagian leher dan dada, korban mengalami pendarahan hebat hingga meninggal di lokasi kejadian. 

Sempat Keluhkan Akun Pinjol Dipinjam

Adik korban, Adi Deden Februadi (35) mengungkapkan bahwa kakaknya sempat bercerita kepada sang istri mengenai akun Pinjol miliknya yang dipakai oleh pelaku. 

"Jadi korban mengeluh akun Shopee pay later-nya dipinjam temannya itu. Ngomongnya istrinya itu beberapa bulan yang lalu," ujar Adi kepada wartawan di RS Bhayangkara Surabaya, Senin, 11 Mei 2026. 

Korban juga sempat meminta saran kepada adiknya terkait cara menonaktifkan akun Pinjol tersebut. 

"Cuma telepon saya kayak gitu aja sih. Cara untuk menonaktifkan (akun pinjol) itu. Menstop gitu ya,” ujarnya. 

Adi mengaku telah mengingatkan kakaknya agar berhati-hati apabila terdapat tunggakan pembayaran Pinjol. 

"Saya bilang juga, misalnya enggak mau bayar hati-hati loh," pungkasnya. (*/red)

Warga Kadu Agung Sweeping Warung Remang-remang di Area Puspemkab Tangerang, Dianggap Bikin Resah

By On Rabu, Mei 13, 2026

Sejumlah warga Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, melakukan aksi sweeping warung rem ang-remang yang berada di Puspemkab Tangerang, Selasa malam, 12 Mei 2026. 


TANGERANG, KabarViral79.Com - Sejumlah warga Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, melakukan aksi sweeping warung rem ang-remang yang berada di Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Selasa malam, 12 Mei 2026. 

‎Informasi yang didapat dari warga setempat, aksi yang dilakukan sekira pukul 22.11 Wib itu karena warga sudah resah dengan keberadaan sejumlah warung remang-remang tersebut. 

‎"Sweeping masih berlangsung,sampai malam ini. Kerumunan massa tampak menuju salah satu warung remang-remang Sopo Sanggar," ujar salah satu warga Tigaraksa yang enggan disebutkan namanya. 

‎Sementara itu, Penggiat Pemerhati Kebijakan Publik, Hendra Primitif mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian warga masyarakat Kampung Bugel, Kelurahan Kaduagung, Tigaraksa, atas dampak dari menjamurnya warung remang-remang yang sudah berlangsung lama dan terkesan dibiarkan oleh pemangku kebijakan di wilayah tersebut. 

‎Menurut Hendra, sikap warga tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial demi menjaga kenyamanan, ketertiban, dan marwah kawasan Pusat Pemerintahan sebagai simbol pelayanan publik dan pusat pemerintahan daerah. 

‎“Langkah warga patut diapresiasi karena memiliki kepedulian terhadap ketertiban lingkungan. Jangan sampai ada pihak-pihak yang merasa memiliki aturan sendiri dan mengabaikan ketentuan yang berlaku di wilayah pusat pemerintahan,” tegas. 

‎Ia juga meminta aparat terkait serta OPD yang memiliki kewenangan untuk lebih tegas dalam melakukan pengawasan dan penertiban, agar tidak muncul kesan pembiaran terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum di tengah masyarakat. 

‎Hendra menambahkan, aturan daerah harus ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu demi menjaga wibawa pemerintah daerah dan kenyamanan masyarakat sekitar. 

‎“Kalau masyarakat saja peduli terhadap ketertiban umum, maka instansi terkait juga harus hadir dan membuktikan ketegasannya. Jangan sampai masyarakat bertanya, yang punya aturan sendiri sebenarnya ke mana," pungkasnya. 

‎Sampai berita ini ditulis, aksi sweeping masih berlangsung dan kerumunan massa semakin bertambah banyak. (Reno)

Ratusan Warga Nambo Ilir Gelar Demo Tuntut Prioritas Rekrutmen di Pabrik PT Tunas Alpin

By On Senin, Mei 11, 2026

Ratusan warga Desa Nambo Ilir berunjuk rasa di depan PT Tunas Alpin, di Kawasan Industri Modern Cikande, di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, Senin, 11 Mei 2025.  

SERANG, KabarViral79.Com- Ratusan warga Desa Nambo Ilir berunjuk rasa di depan PT Tunas Alpin, di Kawasan Industri Modern Cikande, di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, Senin, 11 Mei 2025. 

Aksi yang digelar warga Kp Panebong, Nagrek, Gambar, yang terdiri dari Ibu-ibu dan Bapak-bapak, para pemuda, itu menuntut pihak perusahaan memprioritaskan warga setempat dalam rekrutmen tenaga kerja.

”Kami warga Nambo Ilir juga layak bekerja di sini. Kami menuntut ke­adilan dan keberpihakan ke­pada warga sekitar,” kata Rubil, sa­lah seorang peserta aksi, dalam orasinya di atas mobil komando.

Pria yang menjabat Ketua BUMDes Nambo Ilir ini juga menyampaikan bahwa selama ini pihak perusahaan berdalih hanya memprioritaskan tenaga ahli atau yang memiliki keahlian (skil) saja. 

"Bahkan, hingga saat ini tidak ada komunikasi antara pihak perusahaan dengan pemerintah desa. Untuk itu, dalam aksi ini kami meminta agar pihak perusahaan dapat segera mengakomodir dari tuntutan warga," tuturnya. 

"Ini aksi damai, dan kami berharap hari ini sudah ada keputusan dari pihak perusahaan," tegasnya. 

Hal senada disampaikan warga setempat, Sakti. Menurutnya, warga sekitar berharap agar pihak perusahaan dapat mengakomodir warga sekitar dalam perekrutan tenaga kerja. 

"Sejak pabrik ini ada, belum ada warga yang diterima berkerja di pabrik ini atau merekrut tenaga kerja warga sekitar. Mereka berdalih hanya skil saja bisa diterima bekerja," tutur seorang ibu yang anaknya belum dapat kesempatan bekerja di pabrik PT Tunas Alpin. 

Hingga berita ini tayangkan, perwakilan warga masih negosiasi dengan pihak perusahaan di dalam pabrik. (*/red)