-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

75 KK Warga Bumi Kasemen Lestari Mengungsi Akibat Banjir Berkepanjangan

By On Senin, Januari 12, 2026



SERANG, KabarViral79.Com – Banjir kembali melanda Perumahan Bumi Kasemen Lestari, tepatnya di RT 06 RW 04, mengakibatkan sedikitnya 75 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi. Warga yang terdampak saat ini mengamankan diri ke Yayasan Ummatan Wasathon Banten untuk menghindari risiko yang lebih besar, Senin, (12/1/2026).

Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut, sehingga air meluap dan merendam rumah-rumah warga. Ketinggian air di beberapa titik mencapai pinggang orang dewasa, membuat aktivitas warga lumpuh dan memaksa mereka meninggalkan tempat tinggalnya.

Ketua RT 06 RW 04, Saiful Rahman, mengatakan bahwa kondisi banjir ini sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah terkait.

“Sebanyak 75 KK terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak bisa ditempati. Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan untuk menangani banjir ini, baik penanganan darurat maupun solusi jangka panjang,” ujar Saiful Rahman.

Ia menambahkan, banjir di wilayah Perumahan Bumi Kasemen Lestari kerap terjadi saat hujan deras dan belum ada penanganan maksimal yang dirasakan warga.

“Warga sudah sering mengeluhkan kondisi ini. Kami memohon agar pemerintah tidak menunda lagi, karena keselamatan dan kenyamanan warga sangat terancam,” tambahnya.

Saat ini, warga yang mengungsi membutuhkan bantuan logistik, seperti makanan, air bersih, serta perlengkapan tidur. Warga berharap adanya respons cepat dari instansi terkait guna meringankan beban para korban banjir. (*/red)

Curah Hujan Tinggi Sebabkan Longsor di Desa Dahu, Warga Minta Penanganan Cepat dari Pemerintah

By On Senin, Januari 12, 2026



Serang, KabarViral79.Com — Curah hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor di Kampung Pasir Manggu RT 05 RW 02, Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal. Peristiwa tersebut menimbulkan kecemasan mendalam bagi warga, khususnya mereka yang rumahnya berada tepat di dekat tebing rawan longsor, Senin (12/1/2026).

Longsor terjadi akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Material tanah dari tebing mengalami pergeseran dan dikhawatirkan akan kembali longsor apabila hujan kembali turun. Sejumlah rumah warga terancam terdampak langsung, sehingga warga terpaksa meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan keluarga mereka.

Dua warga yang terdampak, Bapak Muhadi dan Ibu Jasinah mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa longsor ini membuat warga merasa tidak aman untuk beraktivitas, terutama saat hujan turun.

“Kami sangat cemas, karena rumah kami persis di dekat tebing. Kalau hujan turun lagi, kami takut longsor susulan terjadi dan bisa menimpa rumah. Kami berharap pemerintah terkait segera turun tangan sebelum ada korban,” ujar Muhadi.

Ditempat yang sama Ibu Jasinah menuturkan, hingga saat ini belum ada penanganan serius yang dilakukan, sementara retakan tanah di sekitar tebing semakin terlihat jelas. Warga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk segera melakukan peninjauan lokasi dan mengambil langkah penanganan darurat, seperti penguatan tebing atau relokasi sementara bagi warga yang terancam.

“Kami sebagai warga sangat khawatir, apalagi kalau hujan turun malam hari. Kami sering tidak bisa tidur karena takut tiba-tiba longsor susulan terjadi. Rumah kami sangat dekat dengan tebing, jadi kami berharap pemerintah segera membantu dan mencari solusi agar kami bisa merasa aman,” tutur Ibu Jasinah.

Masyarakat Kampung Pasir Manggu berharap bencana ini tidak dibiarkan berlarut-larut, mengingat keselamatan jiwa warga menjadi hal yang paling utama. Mereka meminta pemerintah daerah bertindak cepat dan sigap agar potensi longsor susulan dapat diminimalisir. (Wawan/K) 

Video: Banjir Kayu Gelondongan Kembali Terjang Bener Meriah Aceh

By On Jumat, Januari 09, 2026


BENER MERIAH, KabarViral79.Com - Banjir bandang yang membawa kayu gelondongan kembali menerjang Kabupaten Bener Meriah, Aceh tepatnya di Kawasan aliran Sungai Wih Gile Kampung Fajar Harapan, Kecamatan Timang Gajah, pada Kamis, 08 Januari 2026.

Dari video yang beredar, material kayu yang terbawa arus banjir itu melintas di perkampungan warga dengan cukup deras yang membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, Ilham Abdi membenarkan informasi itu.

Namun karena sungai yang dalam, air yang membawa material kayu tidak sempat meluap dan hingga kini belum ada laporan adanya korban jiwa.

"Tadi di Kampung Fajar Harapan, sempat sungai kembali banjir bandang tapi karena sungai dalam jadi aliran air tidak sempat keluar dari sungai. Laporan sementara tidak ada korban," ujar Ilham. (*/red) 

Mobil Dinas Camat Pantan Cuaca Hanyut Usai Jembatan Ambruk di Gayo Lues Aceh

By On Minggu, Januari 04, 2026

Mobil dinas hanyut terseret arus sungai di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, viral di media sosial pada Kamis, 01 Januari 2026 kemarin. 

GAYO LUES, KabarViral79.Com - Sebuah video yang memperlihatkan satu unit mobil dinas hanyut terseret arus sungai di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, viral di media sosial pada Kamis, 01 Januari 2026 kemarin.

Mobil tersebut diketahui merupakan kendaraan dinas milik Camat Pantan Cuaca.

Peristiwa hanyutnya mobil dinas itu terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 16.30 WIB, setelah jembatan tempat kendaraan tersebut terjebak dilaporkan ambruk akibat derasnya arus sungai.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Gayo Lues, Muhaimin, Sabtu, 03 Januari 2026 membenarkan kejadian tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa mobil dinas itu tidak sedang dikendarai saat hanyut terbawa arus.

“Mobil itu bukan dalam kondisi digunakan. Kendaraan tersebut sudah terparkir dan terjebak di jalur Kecamatan Pantan Cuaca sejak 26 November 2025," terang Muhaimin.

Ia menjelaskan, mobil dinas Camat Pantan Cuaca terisolasi di lokasi tersebut akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu dan memutus akses jalan sejak akhir November lalu.

Menurut Muhaimin, pada saat kejadian, Camat Pantan Cuaca sedang meninjau kondisi masyarakat terdampak bencana di Desa Remukut dan Desa Dedingin dengan menggunakan sepeda motor. Sementara itu, tim BPBK melakukan pemantauan menggunakan kendaraan double cabin.

“Jembatan yang menjadi akses utama ambruk karena arus sungai yang deras, sehingga mobil dinas yang sudah lama terjebak di lokasi akhirnya hanyut,” jelasnya.

BPBK Gayo Lues mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Gayo Lues. (Joniful Bahri)

Gempa M 3,9 Guncang Gayo Lues Aceh, Dipicu Aktivitas Sesar Besar Sumatera

By On Sabtu, Januari 03, 2026


GAYO LUES, KabarViral79.Com - Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 3,9 mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Kamis malam, 01 Januari 2026, pukul 21.06 WIB. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Besar Sumatera pada segmen Oreng.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Hendro Nugroho mengatakan, berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 4,14° Lintang Utara dan 97,48° Bujur Timur.

“Episenter gempa berada di darat, sekitar 24 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, dengan kedalaman hiposenter 2 kilometer,” kata Hendro dalam keterangan tertulisnya.

Ia menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Besar Sumatera segmen Oreng.

BMKG mencatat gempa tersebut dirasakan masyarakat di wilayah Gayo Lues dan Aceh Tamiang dengan skala intensitas II–III MMI. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang melintas.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. 

“Hingga pukul 21.34 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan,” ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (Joniful Bahri)

Status Gunung Burni Telong Bener Meriah Aceh Naik ke Level III Siaga Usai Diguncang Gempa Beruntun

By On Rabu, Desember 31, 2025

Status aktivitas Gunung Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, resmi dinaikkan menjadi Level III (Siaga). 

BENER MERIAH , KabarViral79.Com Status aktivitas Gunung Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, resmi dinaikkan menjadi Level III (Siaga) setelah terjadi peningkatan signifikan aktivitas kegempaan yang dipicu gempa beruntun, Selasa, 30 Desember 2025.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Laporan Khusus Nomor 180/GL.03/BGL/2025 menyebutkan, peningkatan aktivitas terpantau sejak pukul 20.43 WIB, ditandai dengan gempa terasa berkekuatan magnitudo 4,5 yang berpusat sekitar 5 kilometer di barat daya puncak Gunung Burni Telong.

Gunung api bertipe strato dengan ketinggian 2.624 meter di atas permukaan laut itu berada pada koordinat 96°49'16" BT dan 4°46'10" LU.

Secara administratif, gunung tersebut terletak di wilayah Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Pasca gempa utama, aktivitas kegempaan terus meningkat hingga pukul 21.30 WIB.

Alat pemantauan mencatat 7 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 12 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), serta 1 kali Gempa Tektonik Lokal.

Selain itu, teramati pula emisi asap dari area puncak, meski kawah tidak dapat diamati secara visual.


Badan Geologi menjelaskan, pola kegempaan yang semakin dangkal dan intens mengindikasikan adanya aktivitas magma yang mudah terpicu oleh gempa tektonik di sekitar Gunung Burni Telong.

Kondisi tersebut berpotensi memicu erupsi akibat gempa tektonik maupun erupsi freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului peningkatan kegempaan yang signifikan.

Ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah hembusan gas vulkanik dari area solfatara dan fumarol.

Gas tersebut berbahaya apabila terakumulasi dalam konsentrasi tinggi, terutama saat cuaca mendung atau hujan yang dapat memperparah akumulasi gas di sekitar kawah.

Sebelumnya, hingga pukul 22.00 WIB, status Gunung Burni Telong masih berada pada Level II (Waspada).

Seiring perkembangan terbaru, masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang memasuki kawasan kawah dalam radius 3 kilometer, serta diminta menjauhi area solfatara dan fumarol demi keselamatan.

Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Burni Telong. (Joniful Bahri)

Diduga Akibat Kelalayan Pengemudi, Mobil Honda Jazz Tabrak Tiga Pemotor di Rangkasbitung, Lima Orang Luka-Luka

By On Selasa, Desember 30, 2025

 


Lebak, KabarViral79.Com — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Prof. Dr. Ir. Soetami Km 10, tepatnya di Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Senin, 29 Desember 2025, sekitar pukul 15.15 WIB. Insiden tersebut melibatkan satu unit mobil Honda Jazz warna putih dan tiga sepeda motor, mengakibatkan lima orang mengalami luka-luka.

Berdasarkan rilis di lapangan, mobil Honda Jazz warna putih bernomor polisi B 1211 SDI bertabrakan dengan tiga kendaraan roda dua, yakni Honda Vario nomor polisi AB 3532 BN, Honda Vario nomor polisi A 5685 NX, serta Yamaha Aerox nomor polisi B 6972 JCR.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, kecelakaan bermula saat mobil Honda Jazz melaju dari arah Rangkasbitung menuju Maja. Pengemudi mobil diduga berusaha menghindari sepeda motor di depannya, sehingga membanting setir ke arah kanan dan kehilangan kendali hingga menabrak tiga sepeda motor yang berada di jalur tersebut.

Saksi warga setempat, Angga, mengatakan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat dan membuat warga sekitar panik.

“Mobil dari arah Rangkasbitung mau ke Maja, katanya mau menghindari motor, terus banting ke kanan dan langsung menabrak motor-motor itu,” ujar Angga.

Akibat kecelakaan tersebut, lima orang menjadi korban, termasuk satu orang anak-anak. Seluruh korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Informasi sementara menyebutkan sebagian korban mengalami luka ringan, sementara dua orang lainnya mengalami luka cukup parah.

“Hingga saat ini belum ada informasi korban meninggal dunia. Korban yang mengalami luka parah masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat dievakuasi, meskipun kondisinya cukup kritis,” tambah saksi.

Sementara itu, pengemudi mobil Honda Jazz dilaporkan langsung dibawa oleh pihak keluarganya meninggalkan lokasi kejadian sesaat setelah insiden berlangsung. Saksi menyebutkan bahwa pengemudi dalam kondisi sadar, namun diduga masih di bawah umur dan merupakan pelajar SMA kelas tiga. Hingga kini, belum diketahui secara pasti keberadaan pengemudi tersebut.

Menanggapi kejadian ini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lebak, khususnya dari Unit Gakkum, dengan sigap langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami perlambatan.

Petugas juga melakukan pendataan korban dan kendaraan yang terlibat, serta menghimpun keterangan dari sejumlah saksi guna keperluan penyelidikan lebih lanjut. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kronologis kecelakaan, termasuk memastikan identitas pengemudi dan menunggu laporan resmi dari rumah sakit terkait kondisi para korban.

(Cup/Ady)

Video: Hanyut Terseret Arus Banjir, Warga Panton Bili Bireuen Ditemukan Tewas

By On Kamis, Desember 25, 2025


BIREUEN, KabarViral79.Com - Seorang warga Gampong Panton Bili, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, Aceh, dilaporkan meninggal dunia setelah hanyut terseret arus air yang meluap akibat hujan deras, Rabu sore, 24 Desember 2025.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, di kawasan Simpang Panton Bili–Samagadeng, Kecamatan Pandrah. Korban saat itu hendak pulang ke Panton Bili dengan mengendarai sepeda motor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen menyebutkan, korban diduga terjatuh dari sepeda motor saat mencoba menyeberangi aliran air yang meluap dari sungai dan saluran irigasi. Arus air yang datang dari hulu dilaporkan cukup deras akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Menurut informasi warga, korban yang dikenal dengan panggilan sehari-hari Abi, terseret arus bersama sepeda motornya setelah kehilangan kendali di tengah derasnya aliran air.

"Almarhum hendak pulang ke Panton Bili. Saat melintas di simpang Panton Bili–Samagadeng, arus air sangat deras dan korban terseret hingga hanyut," ujar seorang warga setempat. (Joniful Bahri)

Warga Panton Bili Bireuen Tewas Hanyut Terseret Arus saat Menyeberang Banjir di Pandrah

By On Kamis, Desember 25, 2025

Seorang warga Gampong Panton Bili, Pandra Bireuen, dilaporkan meninggal dunia setelah hanyut terseret arus air yang meluap akibat hujan deras, Rabu sore, 24 Desember 2025

BIREUEN, KabarViral79.Com - Seorang warga Gampong Panton Bili, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, Aceh, dilaporkan meninggal dunia setelah hanyut terseret arus air yang meluap akibat hujan deras, Rabu sore, 24 Desember 2025.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, di kawasan Simpang Panton Bili–Samagadeng, Kecamatan Pandrah. Korban saat itu hendak pulang ke Panton Bili dengan mengendarai sepeda motor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen menyebutkan, korban diduga terjatuh dari sepeda motor saat mencoba menyeberangi aliran air yang meluap dari sungai dan saluran irigasi. Arus air yang datang dari hulu dilaporkan cukup deras akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Menurut informasi warga, korban yang dikenal dengan panggilan sehari-hari Abi, terseret arus bersama sepeda motornya setelah kehilangan kendali di tengah derasnya aliran air.

"Almarhum hendak pulang ke Panton Bili. Saat melintas di simpang Panton Bili–Samagadeng, arus air sangat deras dan korban terseret hingga hanyut," ujar seorang warga setempat.

Seorang warga Gampong Panton Bili, Pandra Bireuen, dilaporkan meninggal dunia setelah hanyut terseret arus air yang meluap akibat hujan deras, Rabu sore, 24 Desember 2025. 

Sekitar satu jam kemudian, jenazah korban ditemukan oleh warga di saluran irigasi yang tidak jauh dari lokasi kejadian, sekitar pukul 18.00 WIB. Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan masyarakat dan aparat setempat.

Kapolsek Pandrah, Iptu Jusman, S.Sos, membenarkan kejadian tersebut.

"Kejadiannya saat hujan deras. Korban melewati jalur irigasi, kemudian terjatuh dan hanyut. Jasad korban sudah ditemukan. Untuk identitas lengkapnya akan kami sampaikan selanjutnya," ujarnya saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Anwar, warga Pandrah mengatakan, banjir yang terjadi hari ini merupakan banjir kedua dalam beberapa hari terakhir. Hujan deras yang mengguyur wilayah barat Kabupaten Bireuen menyebabkan luapan air di sejumlah saluran irigasi dan jalan penghubung antar-gampong.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi aliran air yang meluap, mengingat curah hujan masih tinggi dan kondisi arus sungai belum stabil. (Joniful Bahri)

Kapolresta Tangerang Tinjau Lokasi Jatuhnya Santri Tenggelam di Kali Cidurian Kresek

By On Sabtu, Desember 20, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com - Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah meninjau langsung lokasi jatuhnya korban di Kali Cidurian, Kampung Renged RT 14 RW 001, Desa Renged, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu, 20 Desember 2025.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pencarian korban berjalan optimal serta memonitor kesiapan personel di lapangan.

Korban diketahui bernama Hilman Fauzi, Santri Kelas 3 MTs di Pondok Pesantren (Ponpes) Nadhlatul Ulum (NU) Kresek.

Korban merupakan warga Kampung Pasir Gadung, Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Indra Waspada menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 19 Desember 2025, sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat itu, kata Indra Waspada, menurut keterangan saksi, korban bersama dua temannya datang ke bantaran Kali Cidurian dengan tujuan mencuci jeroan atau daleman kambing.

Namun, saat berada di tepi sungai, korban diduga terpeleset dan jatuh ke aliran Kali Cidurian, lalu terbawa arus yang cukup deras.

"Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun kondisi arus tidak memungkinkan," ujar Indra Waspada.

Setelah menerima laporan kejadian, personel Polsek Kresek segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Lalu melakukan langkah-langkah awal, termasuk pengamanan lokasi serta koordinasi lintas instansi dengan BPBD Kabupaten Tangerang dan Basarnas Provinsi Banten.

Dalam kegiatan pencarian tersebut, Polri bersama unsur terkait langsung melakukan upaya kemanusiaan dengan menyisir aliran Kali Cidurian dari titik awal korban jatuh hingga ke arah hilir.

Pencarian melibatkan sedikitnya tiga personel Satpolair Polresta Tangerang, 10 personel Polsek Kresek, sembilan personel Basarnas, serta tiga anggota Satpol PP Kecamatan Kresek.

Indra Waspada menyampaikan, hingga saat ini tim gabungan masih terus melakukan pencarian dengan memfokuskan penyisiran dari titik jatuh korban dan sepanjang aliran Kali Cidurian.

"Kendala di lapangan di antaranya debit air yang tinggi, arus sungai yang deras, serta banyaknya ranting dan bambu di sepanjang aliran sungai. Namun pencarian tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel," jelasnya.

Indra Waspada juga menyampaikan empati dan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, membantu dengan memberikan informasi jika melihat tanda-tanda keberadaan korban, dan tidak menghambat proses pencarian.

Sebagai pusat informasi, Basarnas telah membuka Posko Informasi di Balai Warga Desa Renged yang dapat dihubungi melalui nomor 0813-1606-9077.

Polresta Tangerang memastikan akan terus melakukan pengamanan, pendampingan, dan koordinasi hingga proses pencarian korban dinyatakan selesai. (Reno)

Video: Empat Desa di Kecamatan Labuan Pandeglang Banten Terendam Banjir

By On Kamis, Desember 18, 2025


PANDEGLANG, KabarViral79.Com - Cuaca ekstrem yang menerjang kawasan Pandeglang mengakibatkan aliran Sungai Cipunten Agung di Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, meluap. Luapan itu mengakibatkan empat Desa terendam banjir, Kamis, 18 Desember 2025.

Berikut titik lokasi di empat desa yang terendam banjir:

1. Kp. Pangseiupan, Kp. Kampung Sawah, dan Kp. Masjid barat, Desa Labuan.

2. Kp. Sukahati, dan Kp. Padasuka, Kp Kadu Gareng, Desa Kalang Anyar.

3. Kp. BTN Sentul, Kp. Citanggok, Kp. Nelayan pinggiran sungai Cipunten Agung, Desa teluk

4. Perumahan BTN Caringin, Desa Caringin.

Saat ini, evakuasi berjalan dengan lancer. Warga terdampak dievakuasi di sekolah, masjid-masjid, dan posko pengungsian yang dididirikan oleh BNPB.

Adapun kebutuhan pengungsi makanan siap saji, selimut pempes dan obat-obatan.


Sumber: Banser NU

Video: Produser Lapangan Irine Wardhanie Tak Kuasa Menahan Tangis saat Melaporkan Kondisi Terkini Aceh Tamiang

By On Kamis, Desember 18, 2025


ACEH TAMIANG, KabarViral79.Com - Produser Lapangan Irine Wardhanie tak kuasa menahan tangis saat melaporkan kondisi terkini Aceh Tamiang, Aceh, Rabu, 17 Desember 2025.


Ia bercerita bahwa dari seberang lokasi tempat ia berdiri, terdapat anak-anak yang belum makan.


Irene juga menyampaikan, mendapat pesan dari pengungsi agar memberitakan yang sebenarnya dari Aceh. (*/red)

Video: Masyarakat Aceh Gelar Demo di Depan Masjid Raya, Tuntut Status Bencana Nasional

By On Kamis, Desember 18, 2025


BANDA ACEH, KabarViral79.Com - Sejumlah massa dari Koalisi Masyarakat Sipil Aceh Peduli Bencana Sumatera melakukan aksi demonstrasi dengan pengibaran bendera putih di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis, 18 Desember 2025.

Aksi pengibaran bendera putih itu dilakukan buntut kekecewaan terhadapa penanganan bencana ekologis yang melanda Aceh. 

Mereka menilai penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor Aceh perlu penanganan cepat dan segera. 

Dalam aksi tersebut terdapat sejumlah spanduk yang bertuliskan agar Pemerintah Pusat 'Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional' atas bencana ekologis yang melanda Aceh.

Bendera putih yang dikibarkan agar pemerintah perlu hadir dalam kebijakan nyata. Pemerintah juga didesak agar membuka akses terhadap komunitas nasional agar memberikan bantuan. (*/red)

Korban Perahu Getek Terbalik di Sungai Krueng Peusangan Teridentifikasi, Warga Jangka Bireuen

By On Kamis, Desember 18, 2025

Korban hanyut dan hilang saat menumpangi getek penyeberangan di Sungai Krueng Peusangan, Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Aceh, akhirnya ditemukan di Kawasan Awee Geutah pada Kamis, 18 Desember 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Misteri identitas korban peristiwa terbaliknya perahu getek di Sungai Krueng Peusangan, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Aceh, akhirnya terungkap.

Tim Inafis Polres Bireuen berhasil mengidentifikasi jenazah yang ditemukan mengapung di Kawasan Awee Geutah pada Kamis, 18 Desember 2025.

Korban diketahui bernama Syarifuddin M Daud (48), seorang petani/pekebun, berjenis kelamin laki-laki, beragama Islam, dan berstatus belum menikah. Identitas korban dipastikan melalui pencocokan data kependudukan dan pemeriksaan forensik oleh Tim Inafis Polres Bireuen.

Alamat korban tercatat di Dusun Muda Ali, Gampong Pulo Iboih, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Korban hanyut dan hilang saat menumpangi getek penyeberangan di Sungai Krueng Peusangan, Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Aceh, akhirnya ditemukan di Kawasan Awee Geutah pada Kamis, 18 Desember 2025. 

Proses identifikasi dilakukan setelah jenazah dievakuasi dari Sungai Krueng Peusangan dan dibawa ke RSUD Fauziah Bireuen.

Tim Inafis melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari identifikasi ciri fisik, pencocokan data administrasi kependudukan, hingga pendataan sidik jari guna memastikan identitas korban secara akurat dan resmi.

Sebelumnya, Syarifuddin dilaporkan hilang setelah perahu getek yang ditumpanginya terbalik saat melakukan penyeberangan darurat di Kawasan Ulee Jalan, Kecamatan Peusangan Selatan, pada Selasa lalu, 16 Desember 2025.

Setelah dilakukan pencairian selama dua hari, korban dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, Satpolairud, relawan, serta masyarakat setempat.

Jenazah korban ditemukan sekitar dua kilometer dari lokasi awal kejadian, diduga terseret arus Sungai Krueng Peusangan. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri proses pencarian intensif yang dilakukan sejak hari pertama.

Pihak Kepolisian menyampaikan, setelah identitas korban dipastikan, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Kepolisian juga telah melakukan pendataan administrasi sebagai bagian dari laporan resmi kecelakaan air tersebut. (Joniful Bahri)

Banjir, Hutan yang Hilang, dan Perjuangan Warga Buntul Takengon Menembus Lumpur Akibat Pembalakan Liar

By On Kamis, Desember 18, 2025

Warga Buntul, Aceh Tangah, berjalan puluhan kilometer menembus lumpur tebal dan suhu dingin pegunungan hanya untuk mendapatkan beras ke Lhokseumawe dan Bireuen

BIREUEN, KabarViral79.Com - Mereka berjalan puluhan kilometer menembus lumpur tebal dan suhu dingin pegunungan. Setiap langkah adalah risiko, setiap perjalanan adalah ujian. 

Bukan untuk berwisata, melainkan menjual rempah-rempah, cabai, dan sayur-mayur hasil kebun seadanya ke Bireuen dan Lhokseumawe.

Dari jerih payah itu, hasil yang didapat hanya cukup untuk membeli beras dan minyak goreng—sekadar bertahan hidup pasca bencana.

Inilah potret nyata warga Buntul Takengon, Aceh Tengah, yang hingga kini masih terisolasi akibat banjir bandang yang melanda kawasan Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Bencana ini tidak datang tiba-tiba. Ia lahir dari proses panjang perusakan lingkungan yang dibiarkan berlangsung selama bertahun-tahun.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, kawasan hulu yang dahulu menjadi penyangga alami kini mengalami kerusakan parah. Aktivitas pembalakan liar disebut warga berlangsung terbuka, bahkan menggunakan alat berat. Kayu-kayu hutan ditebang tanpa kendali, lereng dibiarkan gundul, dan alur sungai kehilangan daya tampungnya.

Warga Buntul, Aceh Tangah, berjalan puluhan kilometer menembus lumpur tebal dan suhu dingin pegunungan hanya untuk mendapatkan beras ke Lhokseumawe dan Bireuen. 

Ketika hujan deras mengguyur pegunungan, air tak lagi tertahan. Lumpur, batang kayu, dan bebatuan turun serentak, menghantam permukiman dan lahan pertanian. Jalan desa terputus, akses ekonomi lumpuh, dan warga terkurung di wilayahnya sendiri.

"Dulu banjir tidak separah ini. Sekarang setiap hujan kami takut," ujar Ramadhansyah seorang warga Buntul Takengon.

Menurutnya, perubahan drastis terjadi setelah hutan di sekitar kampung mulai ditebang secara masif. Namun keluhan warga kerap tak mendapat respons berarti.

Ironisnya, di tengah penderitaan warga, penindakan terhadap praktik pembalakan liar nyaris tak terlihat. Lemahnya pengawasan dan minimnya penegakan hukum menimbulkan pertanyaan serius: siapa yang diuntungkan dari rusaknya hutan, dan mengapa warga kecil justru harus menanggung dampaknya?

Hingga kini, bantuan yang masuk lebih banyak bersifat darurat. Belum ada langkah konkret untuk memulihkan akses jalan maupun menata ulang kawasan hulu yang rusak. Warga kembali dipaksa mengandalkan tenaga dan ketahanan mereka sendiri.

Kisah warga Buntul Takengon bukan sekadar cerita bencana alam, melainkan cermin kegagalan tata kelola lingkungan. Selama pembalakan liar terus dibiarkan dan hutan hanya dipandang sebagai komoditas, banjir bandang akan terus berulang—dan warga kecil akan kembali menjadi korban paling pertama dan paling lama merasakan dampaknya. (Joniful Bahri)

Bhabinkamtibmas Desa Sindangratu Bantu Evakuasi Material Longsor di Jalan Poros Penghubung Desa Hegarmanah dan Sindangratu

By On Kamis, Desember 18, 2025

 

Bhabinkamtibmas Polsek Panggarangan Aipda Fery Alamsyah bersama Ketua BPBD Kecamatan Panggarangan, Herdi, saat melakukan evakuasi material longsor di Kampung Karang Sewu, Desa Hegarmanah, yang menghubungkan ke Desa Sindangratu

Lebak, KabarViral79.Com – Bhabinkamtibmas Polsek Panggarangan Polres Lebak, Aipda Fery Alamsyah, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Panggarangan melakukan pengecekan sekaligus membantu evakuasi material longsor di jalan poros penghubung dua desa di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis, (18/12/2025).

Peristiwa longsor tersebut terjadi di Kampung Karang Sewu, Desa Hegarmanah, yang merupakan akses penghubung menuju Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten.

Anggota Polsek Panggarangan, Aipda Fery Alamsyah, selaku Bhabinkamtibmas Desa Sindangratu, mengatakan bahwa longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari dua malam. Akibatnya, terdapat tiga titik longsor dalam satu arah jalan sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

“Saya bersama BPBD Kecamatan Panggarangan pada hari ini melakukan pengecekan dan membantu warga dalam melakukan evakuasi material longsor di Kampung Karang Sewu, Kecamatan Panggarangan, yang juga merupakan akses jalan penghubung Desa Hegarmanah dan Desa Sindangratu,” kata Aipda Fery Alamsyah.

Fery Alamsyah juga menyampaikan bahwa terdapat tiga titik jalan poros desa yang mengalami longsor, masing-masing sepanjang 20 meter, 15 meter, dan 25 meter, yang seluruhnya berada pada satu jalur.

Selain itu, kata Aipda Fery Alamsyah, kondisi jalan rabat beton yang berada di tanjakan Judin juga mulai ambles dan mengalami retakan, sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada, apalagi beberapa hari terakhir hujan terus mengguyur wilayah ini tanpa henti. Dikhawatirkan dapat terjadi longsor susulan di mana saja,” imbaunya.

(Cup)

Update Korban Bencana Sumatera: Korban Meninggal 1.059, Pengungsi 577.600 Jiwa

By On Kamis, Desember 18, 2025

Tim Gabungan Evakuasi korban bencana. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh terus bertambah. Hari ini jumlah korban tewas menjadi 1.059 orang.

"Per hari ini ditemukan tambahan enam jasad. Di Aceh Utara dua jiwa dan di Sumatera Utara, Tapanuli Tengah, empat jiwa. Sehingga rekapitulasi korban meninggal per hari ini berjumlah 1.059 jiwa," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari kepada wartawan saat jumpa pers, Rabu, 17 Desember 2025.

Saat ini, kata dia, korban hilang di tiga provinsi berjumlah 192 orang, dan jumlah pengungsi mengalami penurunan sebanyak 28.440 jiwa dari 606.040 orang.

"Sehingga total (pengungsi) sejumlah 577.600 jiwa," ucap Abdul Muhari.

Berikut data korban jiwa di tiga Provinsi:

Aceh: 451 meninggal dunia

Sumut: 364 meninggal dunia

Sumbar: 244 meninggal dunia.

BNPB masih melakukan pencarian terhadap korban hilang.

Berikut ini data korban yang masih dilakukan pencarian:

Sumatera Utara:

- Tapanuli Tengah: Kecamatan Sukabangun dan Aloban Bair (41 hilang)

- Tapanuli Selatan: Desa Garoga, Batang Toru (30 hilang)

- Kota Sibolga: Pancuran Gerobak, Sibolga Kota (1 hilang).

Sumatera Barat:

- Kabupaten Agam: Kecamatan Malalak dan Palembayan (55 hilang)

- Kota Padang Panjang: Aliran Sungai Batang Anai (31 hilang)

- Kabupaten Padang Pariaman: Aliran Sungai batang Anai (1 hilang)

- Kabupaten Ranah Datar: Aliran Sungai batang Anai.

Aceh:

- Kabupaten Bener Meriah (14 hilang)

- Kabupaten Aceh Utara (6 hilang)

- Kabupaten Aceh Tengah (4 hilang)

- Kabupaten Bireuen (3 hilang)

- Kabupaten Nagan Raya (3 hilang)

- Kabupaten Aceh Tamiang.


(*/red)

Polresta Tangerang Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Maut di Jalan Tigaraksa-Cisoka

By On Minggu, Desember 14, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com - Personel Satlantas Polresta Tangerang bersama anggota Polsek Tigaraksa bergerak cepat menangani kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Syech Mubarok, ruas Tigaraksa–Cisoka, Kabupaten Tangerang, Minggu, 14 Desember 2025, sekitar pukul 02.50 WIB.

Akibat kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan satu unit dump truck itu, pengendara sepeda motor seorang pria berinisial AS (20) meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Kasat Lantas Polresta Tangerang, AKP Zaeni Aji Bakhtiar mengatakan, pengendara sepeda motor melaju dari arah Cisoka menuju Tigaraksa. Saat melintas di lokasi kejadian, korban diduga kehilangan kendali sehingga menabrak bagian belakang dump truck. Korban yang mengalami benturan, mengalami luka berat di bagian kepala dan wajah. 

"Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Balaraja," kata Zaeni.

Zaeni menambahkan, tidak berselang lama, petugas mendapatkan laporan atas peristiwa itu. Dengan cepat, petugas Satlantas Polresta Tangerang bersama personel Polsek Tigaraksa langsung melakukan olah TKP. 

"Kami olah TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan para saksi," terang Zaeni. 

Satu unit dump truck beserta seorang pengemudi selanjutnya dibawa ke Unit Gakum Satlantas Polresta Tangerang untuk penyelidikan lebih lanjut. 

Sementara itu, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah memastikan, penanganan atas peristiwa kecelakaan lalu lintas itu dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur.

"Proses pemeriksaan pengendara mobil dan juga keterangan saksi sedang dilakukan," ujar Indra Waspada. 

Indra Waspada juga mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan saat berkendara.

"Pastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan dan selalu mematuhi peraturan. Selalu berhati-hati dan stabil dalam mengendalikan kecepatan kendaraan. (Reno)

Video: Enam Anggota Polri Jadi Tersangka Pengeroyokan Mata Elang hingga Tewas

By On Minggu, Desember 14, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com - Sebanyak enam Anggota Polri ditetapkan menjadi tersangka pelaku pengeroyokan dua mata elang alias debt collector hingga tewas di Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis malam, 11 Desember 2025.

"Penyidik telah menetapkan enam orang tersangka yang diduga terlibat tindak pidana tersebut," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko di Polda Metro Jaya, pada Jumat malam, 12 Desember 2025.

Trunoyudo mengatakan, enam orang yang ditetapkan tersangka itu antara lain JLA, RGW, IAB, IAM, BN, dan AM. Menurutnya, mereka bertugas di Mabes Polri.

"Keenam tersangka itu merupakan anggota pelayanan markas di Mabes Polri," ujarnya.

Trunoyudo menyatakan para tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat 3 KUHP.

"Pasal yang dikenakan 170 ayat 3 KUHP. Pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," katanya. (*/red)

Video: Mobil MBG Tabrak Siswa SD di Cilincing, Rano Karno: Tak Ada Korban Jiwa

By On Jumat, Desember 12, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, tak ada korban jiwa dalam insiden mobil pengangkut makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak siswa di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 11 Desember 2025.

Hal itu disampaikan Rano Karno saat mengunjungi korban di Rumah Sakit (RS) Koja, Jakarta Utara.

Ia menyebut, ada sebanyak 21 korban luka akibat kecelakaan mobil itu.

Dari 21 korban, lima orang masih dirawat di RS Koja dan sisanya dirawat di RS Cilincing

Kemudian, ada satu siswa yang mengalami luka pada bagian wajah dan harus menjalani operasi. (*/red)