-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

 Harga Seragam SMAN 1 Serang Capai Rp995 Ribu,Gmaks Pertanyakan Dasar Penetapan Harga Seragam Koperasi Sekolah

By On Senin, Juli 20, 2026



SERANG, KabarViral79 - SMAN 1 Serang menjual seragam sekolah seperti pakaian olahraga, batik, dan baju muslim beserta atribut sekolah senilai Rp995 ribu. Harga tersebut diduga kuat kemahalan, karena memiliki selisih yang cukup besar dibanding harga pasar.

Diketahui, 

Harga Seragam Koperasi SMAN1 Serang

Harga Seragam di SMAN1 Serang, yanki : 

Seragam Olahraga, : 1 celana training dan dua kaos olahraga sebesar Rp300.000

Batik : dua baju batik sebesar Rp300.000

Kemudian Dua Pakaian Muslim sebesar Rp300.000

Survey Harga Pasar 

Seragam Olahraga SMA: 

a. Kaos olahraga Rp50.000 - Rp90.000 (tergantung bahan seperti Cotton PE atau Adidas).

b. Celana Training SMA (Joger/Lurus): Rp55.000 - Rp100.000.

c. Setelan Lengkap (Baju + Celana): Rp85.000 - Rp150.000.

Sedangkan untuk Batik, yakni berkisar antara Rp55.000 hingga Rp100.000 per potong.

Kemudian untuk baju muslim SMA, yakni : 

Baju Kurung Padang (Putih Lengan Panjang): Rp55.000 - Rp75.000 (sesuai ukuran).

Baju Koko Sekolah Putra: Rp55.000 - Rp65.000. 

Salah seorang Walimurid yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ia diminta untuk membeli seragam seperti baju olahraga berupa satu celana training dan dua kaos olahraga sebesar Rp300 ribu, kemudian dua baju batik Rp300 ribu, dan dua baju Muslim Rp300 ribu. 

"Ditambah atribut jadi totalnya sekitar Rp995 ribu rupiah," jelasnya, Senin (20/07/2026).

Selain itu juga, katanya. Para Walimurid juga ditawarkan membeli buku paket oleh koperasi senilai Rp1,9 juta rupiah. Namun, hal itu tidak diwajibkan. 

"Kalau ga mau beli, nanti dikasih link nya untuk minjam ke perpustakaan," jelasnya. 

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Gerakan Moral Anti Kriminalitas (Gmaks) Saeful Bahri mengatakan, harga yang dipatok oleh koperasi sekolah tersebut sebagai bentuk eksploitasi di lingkungan pendidikan karena jauh melampaui harga pasar grosir konveksi seragam SMA pada umumnya.

"Jika mengacu ke hasil survey harga pasar yang beli satuan, yakni antara Rp135.000 hingga Rp240.000 untuk dua pakaian olahraga, dua baju batik Rp110.000 hingga Rp200.000, dan Rp110.000 hingga Rp150.000 untuk dua pakaian muslim. Totalnya hanya berkisar Rp335.000 - Rp590.000. Dari jumlah itu, terdapat selisih cukup besar, apalagi apapun yang dibeli dalam jumlah banyak, tentu harganya bisa lebih murah," ungkapnya.

Karena itu, kata Saeful Bahri. Pihaknya meminta penjelasan dasar penetapan harga yang diterapkan oleh koperasi SMAN1 Serang.

"Kami akan layangkan surat meminta dasar penetapan harga yang dipatok oleh koperasi SMAN1 Serang. Kita lihat nanti jawabanya seperti apa," ungkapnya. 

Meski begitu, Saeful Bahri menegaskan seharusnya pihak sekolah tidak memberatkan orang tua siswa. "Koperasi sekolah itu kan harusnya bisa lebih murah dari harga pasar. Jangan sampai harga yang ditetapkan justru memberatkan orang tua siswa," katanya. (red/tim)

Gelar Simulasi Bencana Tsunami, Kegiatan MPLS di SDN Sidamukti 2 Mengajak Siswa Sigap Terhadap Bencana

By On Jumat, Juli 17, 2026



Pandeglang - KabarViral79.com - Masa Pengenalan Lingkungan Sekola (MPLS) yaitu kegiatan wajib di awal tahun ajaran baru untuk membantu siswa baru beradaptasi


Sebagaimana yang dilakukan SDN Sidamukti 2, dihari kelima MPLS yang digelar oleh para dewan guru SDN Sidamukti 2 dan diikuti oleh para siswa siswi baru maupun lama, menggelar kegiatan Simulasi Bencana Tsunami di halaman Sekolah


Adapun tujuan dilakukan simulasi menghadapi bencana Tsunami, menurut Kepala Sekolah SDN Sidamukti 2, Saefullah, M.Pd, agar dapat memahami langkah dalam penyelamatan diri dan tetap tenang saat menghadapi keadaan darurat


Lebih lanjut, menurut Kepala Sekolah SDN Sidmukti 2 yang sekaligus Ketua PGRI Kecamatan Sukaresmi, bahwa dengan digelarnya kegiatan simulasi menghadapi bencana Tsunami karena wilayah Sidamukti Kecamatan Sukaresmi persis berdampingan dengan Pantai atau Laut, sehingga , bagi para siswa agar dapat menumbuhkan budaya siap siaga terhadap bencana sejak dini


"Alhamdulillah, kegiatan simulasi mitigasi bencana tsunami pada hari kelima MPLS di SDN Sidamukti 2 telah berjalan dengan baik. Harapan saya, seluruh peserta didik dapat memahami langkah-langkah penyelamatan diri, tetap tenang saat menghadapi keadaan darurat" Ucapnya


Kegiatan tersebut pun, diisi selain tata cara menghindari wilayah rawan bencana, kegiatan tersebutpun memberikan pelatihan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) yang merupakan bentuk tindakan medis darurat awal untuk menyelamatkan nyawa atau mencegah kondisi korban memburuk sebelum benar-benar ditangani oleh Tenaga Media, kegiatan pun berjalan dengan baik dan disambut antusias para siswa dari SDN Sidamukti 2 hingga kegiatan usai (Kie87)

Gubernur Andra Soni Tegaskan Program Sekolah Gratis Utamakan Mutu Pendidikan

By On Selasa, Juli 14, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat melakukan monitoring pelaksanaan MPLS sekaligus meninjau Program Sekolah Gratis di SMK Jaya Buana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Selasa 14 Juli 2026.

TANGERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan bahwa Program Sekolah Gratis yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tidak hanya bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga harus mampu menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan bermutu. 

Hal itu disampaikan Andra Soni usai melakukan monitoring pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus meninjau Program Sekolah Gratis di SMK Jaya Buana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Selasa, 14 Juli 2026. 

"Saya mengapresiasi seluruh sekolah yang melaksanakan Program Sekolah Gratis. Di sini kita melihat, bahwa ini bukan hanya sekadar gratis, tetapi juga berkualitas. Jadi bukan hanya sekadar gratis, tetapi juga memberikan kualitas," ujar Andra Soni. 

Menurut Andra Soni, SMK Jaya Buana telah memasuki tahun kedua sebagai penyelenggara Program Sekolah Gratis. Hampir dua ribu siswa mengikuti pendidikan di 10 program keahlian bidang teknik yang masuk dalam Program Sekolah Gratis baik untuk kelas X maupun kelas XI. 

Andra Soni juga mengapresiasi SMK Jaya Buana yang telah menjalin kerja sama dengan 130 perusahaan industri serta dua perguruan tinggi teknik di China. 

Kemitraan tersebut membuka peluang bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan maupun bekerja di luar negeri. 

"Tadi juga disampaikan ada sembilan siswa yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di sana. Tidak hanya itu, dari sekolah ini juga ada siswa yang mewakili Provinsi Banten untuk Lomba Kompetensi Siswa (LKS) di tingkat nasional," tuturnya. 

Dikatakan Andra Soni, capaian tersebut menjadi bukti bahwa sekolah swasta yang tergabung dalam Program Sekolah Gratis mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif dan memiliki daya saing. 

Andra Soni menegaskan, Pemprov Banten akan terus memperluas akses pendidikan melalui Program Sekolah Gratis bagi peserta didik yang belum tertampung di sekolah negeri. 

Bersamaan dengan itu, peningkatan mutu pendidikan di sekolah negeri maupun swasta akan terus dilakukan. 

"Program Sekolah Gratis, kita membuka akses seluas-luasnya agar anak-anak memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan. Di sekolah negeri tidak tertampung, maka tertampung di sekolah-sekolah swasta," kata dia. 

"Kemudian, kita akan terus meningkatkan kualitas masing-masing sekolah dan peserta didik kita, termasuk sekolah negeri dan swasta," imbuh dia. 

Andra Soni berharap, seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan Program Sekolah Gratis agar semakin banyak anak-anak Banten memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan terbaik. 

"Mohon dukungannya agar apa yang kita laksanakan ini bisa memberikan kesempatan yang terbuka kepada seluruh anak-anak Banten untuk mendapatkan pendidikan terbaik," ucapnya. 

Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga berpesan kepada para peserta didik baru agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh. 

"Kita mendoakan agar mereka mampu cepat beradaptasi dengan lingkungan baru mereka. Kita berharap anak-anak bisa mengikuti proses belajar-mengajar di SMK Jaya Buana ini sebaik-baiknya," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala SMK Jaya Buana, Aan Angsori menyampaikan bahwa Program Sekolah Gratis memberikan dampak positif terhadap meningkatnya akses pendidikan masyarakat. 

Dikatakannya, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi. Pada tahun ajaran 2026/2027, SMK Jaya Buana menerima sekitar seribu peserta didik baru melalui Program Sekolah Gratis. 

Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 912 siswa. 

"Peminatnya memang di kita Alhamdulillah sangat tinggi, mungkin kalau kita tidak tutup kemarin bisa di 1.800 sampai 2.000 pendaftar. Tapi karena kita batasi agar kita juga bisa lebih memaksimalkan fasilitas yang sudah ada," ujarnya. 

Aan menambahkan, sekolah terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri melalui kemitraan dengan 130 perusahaan serta dua perguruan tinggi di China. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari program unggulan BMW Sakti (Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha) serta dapat melanjutkan pendidikan dan dapat bekerja di luar negeri. 

"Tujuan kami itu sesuai dengan Nawacita berdirinya sekolah ini, yaitu memberikan kepastian di masa depan," ujarnya. 

Di tempat yang sama, Raisa, siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMK Jaya Buana mengatakan, dengan adanya Program Sekolah Gratis yang dilakukan Pemprov Banten sangat membantu, terutama dalam mengurangi biaya keluarga. 

"Kemarin satu tahun benar-benar gratis, dengan program ini rasanya senang dan beban yang ada memang benar-benar berkurang," ujar Raisa. 

Raisa juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Banten Andra Soni yang memberikan Program Sekolah Gratis dan diharapkan program tersebut dapat berlanjut sehingga memberikan akses pendidikan untuk anak-anak Provinsi Banten. 

"Jadi memungkinkan hampir sebagian anak Indonesia bisa sekolah," ucapnya. 

Hal senada disampaikan Siti Alfiah Sahnaz, siswi kelas XI Teknik Kimia Industri SMK Jaya Buana. 

Dia berharap, Program Sekolah Gratis dapat berlanjut. 

"Sudah pastinya terima kasih telah ada program sekolah gratis, semoga ke depannya program ini masih ada," pungkasnya. (Welfendry)

Biaya Pendidikan Anak yang Layak Capai Rp 18 Juta Per Tahun, tapi Dana BOS Cuma Rp 900 Ribu

By On Selasa, Juli 14, 2026

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Sarmuji. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Fraksi Partai Golkar DPR RI menilai, biaya pendidikan yang layak untuk satu siswa mencapai Rp 18 juta per tahun. 

Nilai itu didapat dari hasil kajian Fraksi Partai Golkar yang menghimpun data dari kajian resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (2024), Risalah Kebijakan Kemendikbud (2020), data Badan Pusat Statistik (BPS), serta berbagai regulasi yang berlaku. 

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji mengatakan, kajian itu menemukan bahwa biaya mendidik satu anak bukan hanya soal dana operasional sekolah yang selama ini dicakup melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 

Setidaknya, kata dia, ada tiga lapis biaya yang harus dihitung bersama, yakni biaya operasional sekolah, biaya pendidik, dan biaya yang harus ditanggung langsung oleh keluarga. 

"Untuk jenjang SD, misalnya, kalau ketiga lapisan itu dijumlahkan, biaya yang sesungguhnya layak mencapai sekitar Rp 18 juta per anak per tahun. Sementara BOS yang diterima sekolah hanya Rp 900 ribu, kurang dari lima persen dari total kebutuhan," kata Sarmuji saat membuka Seminar Nasional Fraksi Golkar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2026. 

Menurutnya, nilai ideal biaya pendidikan sebesar Rp 18 juta per tahun itu masih bisa diperdebatkan. Namun, ia menegaskan angka tersebut ditetapkan karena pendidikan merupakan sektor yang sangat penting. 

"Sehingga kita tidak memberi standar yang sekadarnya saja. Angka Rp 18 juta itu memang akan bisa menjadikan seorang siswa untuk lebih maju dan bisa bersaing dengan peradaban lain di dunia," tuturnya. 

Dengan angka tersebut, Sarmuji mempertanyakan kecukupan dana BOS dalam memenuhi kebutuhan siswa. 

Meski demikian, ia menyadari kebutuhan anggaran pendidikan yang layak tidak bisa seluruhnya dipenuhi oleh negara. 

"Tentu angka Rp 18 juta saat ini tidak bisa negara sampai bisa mencukupi Rp 18 juta. Tentu tetap akan ada biaya yang ditanggung oleh orang tua. Ada yang bisa jadi pendidik masih harus memberikan jasanya meskipun pembayarannya tidak optimal," kata Sarmuji. 

"Tetapi setidak-tidaknya kita ingin ada peningkatan secara gradual biaya operasional siswa, operasional sekolah yang selama ini diberikan oleh pemerintah. Kita review kembali, dan kita meng-endorse supaya terjadi hitung-hitungan yang lebih rasional, ada peningkatan, dan ada juga sisi keadilannya," imbuh dia. 

Menurut dia, besaran biaya pendidikan yang ideal di setiap daerah berbeda. Ia mencontohkan kebutuhan biaya pendidikan di Jakarta, Jawa Tengah, hingga Papua Pegunungan tentu tidak sama. 

Karena itu, Fraksi Golkar mendorong pemerintah untuk meningkatkan dana BOS agar lebih mampu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan yang layak. 

"Hal-hal itu yang kita dorong supaya di satu sisi ada peningkatan dana BOS, kita review kembali, dan syukur-syukur bisa ditingkatkan. Di sisi yang lain kita juga mengusulkan supaya lebih berkeadilan dengan mempertimbangkan beban masing-masing daerah maupun jenis satuan pendidikannya," pungkasnya. (*/red)

Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Tahun Depan Akan Tambah Rombel di SMPN 3 Solear

By On Senin, Juli 13, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tangerang berencana tahun depan akan menambah rombongan belajar (Rombel) di SMPN 3 Solear. 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Tangerang melalui Sekdis H. Agus Supriyatna saat kunjungan di SMPN 3 Solear, Desa Munjul, Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang, Banten, Senin, 13 Juli 2026. 

"Rombel kelas yang sebelumya ada 9 akan kita tambah menjadi 10. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi membludaknya para siswa siswi yang ingin bersekolah di SMPN favorit sesuai keinginan dari siswa tersebut," ujarnya. 

"Kami juga akan menindaklanjuti terkait adanya aspirasi warga yang menginginkan adanya Kepala Sekolah defenitif di SMPN 3 Solear karena sudah cukup lama dijabat oleh Plh," imbuhnya. 

Sementara itu, Plh Kepala Sekolah SMPN 3 Solear, H. Asep Sarip Hidayat menyampaikan, pihaknya telah menjalankan SOP dengan baik sesuai apa yang dianjurkan oleh pihak Disdik Kabupaten Tangerang terkait SPPMB tahun 2026 di SMPN 3 Solear. (Reno)

Disdikbud Bireuen Latih 45 Kepala Sekolah dan Guru PAUD Perkuat Layanan Holistik Integratif

By On Senin, Juni 22, 2026

Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si membuka pelatihan Perkuat Layanan Holistik Integratif bagi Kepala Sekolah dan Guru PAUD Negeri dan Swasta, di Hotel Bireuen Jaya, Senin, 22 Juni 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.ComDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bireuen melatih 45 Kepala Sekolah dan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari satuan Negeri dan Swasta untuk memperkuat penerapan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI). 

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 22-24 Juni 2026, di Hotel Bireuen Jaya tersebut dibuka Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si, Senin 22 Juni 2026. 

Muslim mengatakan, PAUD HI merupakan layanan terpadu yang mencakup pendidikan, kesehatan dan gizi, pengasuhan, perlindungan, serta kesejahteraan anak guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. 

Menurutnya, keberhasilan program tersebut memerlukan kolaborasi antara satuan pendidikan, orang tua, masyarakat, dan berbagai instansi terkait. 

Pemateri memberi pemahaman terkait pelatihan Perkuat Layanan Holistik Integratif bagi Kepala Sekolah dan Guru PAUD Negeri dan Swasta, di Hotel Bireuen Jaya, Senin 22 Juni 2026. 

Ia juga mengingatkan para pendidik PAUD agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh karena memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perkembangan anak sejak usia dini. 

Ketua Panitia, Bakhtiar, S.Sos menjelaskan pelatihan bertujuan memastikan kebutuhan esensial anak usia dini terpenuhi secara menyeluruh sehingga mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia. 

Kegiatan yang diikuti 45 peserta dari 45 satuan PAUD di Kabupaten Bireuen itu menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, yakni Drs. Johari Efendi, M.Pd dan Ita Warliani, M.Ed. Pelatihan dibiayai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Disdikbud Bireuen Tahun 2026. (Joniful Bahri)

Diduga Lakukan Pemborosan Dana BOS, 26 SMA/SMK Negeri di Pandeglang Dilaporkan ke Kejati

By On Selasa, Mei 26, 2026

 


Serang, KabarViral79.Com – Perkumpulan Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS) resmi melayangkan laporan pengaduan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang terkait dugaan penyimpangan berupa pemborosan Anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025. Dugaan pelanggaran ini menyasar 26 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten.

Menurut surat laporan nomor 122/LPD/DPP-GMAKS/V/2026 tertanggal 18 Mei 2026, pemborosan tersebut terjadi akibat adanya "anggaran ganda" (dobel anggaran) untuk pembiayaan langganan akses internet sekolah.

Ketua Umum GMAKS mengungkapkan bahwa pada Tahun Anggaran 2025, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Provinsi Banten sebenarnya telah memfasilitasi bantuan jaringan internet gratis kepada 26 SMA/SMK Negeri di Pandeglang. Bantuan yang diberikan berupa akses internet dedicated berkapasitas 30 Mbps (1:1) dengan masa kontrak selama 10 bulan.

"Berdasarkan analisis teknis kebutuhan administrasi sekolah, kapasitas 30 Mbps dedicated dari Diskominfo tersebut sudah lebih dari cukup dan efisien karena sekolah tidak membuka akses internet bebas untuk siswa," tulis GMAKS dalam laporannya.

Namun di lapangan, 26 sekolah penerima manfaat diketahui tetap berlangganan internet dari penyedia layanan swasta lain (ISP Non-Diskominfo). Biaya langganan tambahan tersebut berkisar antara Rp3 juta hingga Rp14 juta per bulan untuk tiap sekolah, yang dibayarkan menggunakan dana BOS masing-masing instansi.

Akibat kebijakan dobel anggaran ini, keuangan negara/daerah diperkirakan mengalami potensi kerugian atau pemborosan kumulatif berkisar antara Rp780 juta hingga Rp3,64 miliar.

Beberapa sekolah yang tercantum dalam lampiran laporan pengaduan tersebut di antaranya meliputi:

  • SMA Negeri CMBBS
  • SMA Negeri 1 Pandeglang
  • SMA Negeri 3 Pandeglang
  • SMA Negeri 4 Pandeglang
  • SMA Negeri 6 Pandeglang
  • SMA Negeri 7 Pandeglang
  • SMA Negeri 9 Pandeglang
  • SMA Negeri 10 Pandeglang
  • SMA Negeri 11 Pandeglang
  • SMA Negeri 12 Pandeglang
  • SMA Negeri 14 Pandeglang
  • SMA Negeri 17 Pandeglang
  • SMA Negeri 18 Pandeglang
  • SMK Negeri 3 Pandeglang hingga SMK Negeri 15 Pandeglang

GMAKS mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan tegas. Terdapat tiga poin utama saran dan tuntutan yang diajukan:

  1. Audit Dana BOS: Meminta pertanggungjawaban laporan penggunaan dana BOS Tahun 2025 kepada 24 s.d 26 Kepala Sekolah terkait untuk membuktikan ada tidaknya belanja internet ganda.
  2. Uji Rasio Kebutuhan: Meminta kejelasan perhitungan riil kebutuhan bandwidth yang mendasari pihak sekolah nekat menggunakan penyedia internet di luar bantuan Pemprov.
  3. Pengembalian Uang Negara: Meminta para Kepala Sekolah mengembalikan seluruh uang dana BOS yang dihamburkan untuk dobel anggaran tersebut ke Kas Daerah (Kasda) Pemprov Banten sebesar 10 bulan dikalikan nilai jasa internet swasta yang dibayarkan.

Selain ditujukan kepada KEJATI BANTEN, surat pengaduan ini juga ditembuskan ke sejumlah instansi tinggi seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, serta Diskominfo SP Banten. (di/Red)

 

Disdikbud Bireuen Gelar FLS3N SMP 2026, Diikuti 140 Siswa

By On Jumat, Mei 22, 2026

Kepala Disdikbud Bireuen, Muslim MSi, saat membuka FLS3N jenjang SMP Tahun 2026, di Aula SPNF-SKB Disdikbud Bireuen, Kamis, 21 Mei 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen melalui Bidang Pembinaan SMP menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SMP Tahun 2026. 

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 21–22 Mei 2026, di lima lokasi dalam kompleks Disdikbud Bireuen dan diikuti 140 peserta dari 28 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Bireuen. 

Kegiatan FLS3N itu mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya” dan dibuka Kepala Disdikbud Bireuen, Muslim MSi, di Aula SPNF-SKB Disdikbud Bireuen, Kamis 21 Mei 2026. 

Dalam sambutannya, Muslim mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung. 

Ia menegaskan, peserta yang mengikuti FLS3N membawa nama baik sekolah masing-masing sehingga harus mampu menunjukkan bakat, kreativitas, dan kemampuan terbaik yang dimiliki. 

Seorang siswi tampil di ajang FLS3N jenjang SMP Tahun 2026, di Aula SPNF-SKB Disdikbud Bireuen, Kamis, 21 Mei 2026. 

Selain itu, Muslim juga meminta dewan juri memberikan penilaian secara objektif, transparan, dan profesional tanpa intervensi pihak manapun. 

“Kompetisi ini harus menjadi ajang adu bakat yang adil, jujur, dan sportif bagi seluruh peserta,” ujarnya. 

Sementara itu, Plt Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Bireuen, Azhari, mengatakan, FLS3N menjadi wadah bagi siswa untuk menggali potensi, mengekspresikan kreativitas, serta menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa. 

Menurutnya, terdapat delapan cabang lomba yang dipertandingkan, yakni ilustrasi, menyanyi solo, kreativitas musik tradisional, ansambel campuran, tari kreasi, pantomim, mendongeng, dan menulis cerita. 

“Juara I di masing-masing cabang lomba akan mewakili Kabupaten Bireuen ke tingkat provinsi,” kata Azhari. (Joniful Bahri)

Ratusan Siswa SD Bireuen Tampilkan Talenta di Ajang FLS3N 2026

By On Rabu, Mei 20, 2026

Kepala Disdikbud Bireuen, Muslim M.Si, membuka ajang (FLS3N) Tingkat SD di lapangan terbuka Disdikbud setempat, Selasa, 19 Mei 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Ratusan peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen, Selasa, 19 Mei 2026. 

Kegiatan yang mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa Melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya” itu dibuka Kepala Disdikbud setempat, Muslim M.Si, di lapangan terbuka Disdikbud setempat. 

Dalam sambutannya, Muslim mengapresiasi para peserta yang telah lolos seleksi tingkat KKKS dan meminta seluruh siswa mengikuti perlombaan dengan semangat, percaya diri, serta menjunjung sportivitas. 

Menurutnya, selain menjadi ajang pengembangan bakat seni dan sastra, FLS3N juga dinilai sebagai sarana mempererat silaturahmi antar sekolah di Kabupaten Bireuen. 

“Kemenangan bukan tujuan utama, tetapi pengalaman dan proses belajar menjadi bekal penting bagi masa depan anak-anak,” ujarnya. 

Peserta FLS3N tingkat SD saat tampil di lapangan terbuka Disdikbud setempat, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia juga meminta dewan juri bersikap netral dan objektif dalam melakukan penilaian agar bakat peserta dapat berkembang secara maksimal. 

Ketua panitia, Khairul Mursalin mengatakan, FLS3N berlangsung selama dua hari, 19–20 Mei 2026, di kompleks Disdikbud Bireuen dengan melibatkan 20 juri. 

Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan prestasi, kreativitas, serta pembentukan karakter peserta didik di Kabupaten Bireuen. 

Juara pertama setiap cabang lomba akan mewakili Kabupaten Bireuen pada FLS3N tingkat Provinsi Aceh Juni 2026 mendatang. (Joniful Bahri)

110 Guru SD di Bireuen Ikuti Pelatihan Coding dan Kecerdasan Artifisial

By On Selasa, Mei 19, 2026

Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si saat kegiatan pelatihan pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), di Aula SPNF-SKB Disdikbud Bireuen, Senin, 18 Mei 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Sebanyak 110 guru Sekolah Dasar (SD) negeri dan swasta di Kabupaten Bireuen mengikuti pelatihan pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen. 

Kegiatan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut dilaksanakan melalui Bidang Pembinaan Ketenagaan (PTK) selama tiga hari, 18–20 Mei 2026, di komplek Disdikbud Bireuen. 

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si, di Aula SPNF-SKB Disdikbud Bireuen, Senin 18 Mei 2026. 

Dalam arahannya, Muslim mengatakan, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. 

Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21. 

“Peserta didik saat ini dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan melek teknologi,” ujar Muslim. 

Ia menjelaskan, coding merupakan dasar dalam pengembangan teknologi digital, sedangkan kecerdasan artifisial (AI) telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. 

“AI dapat digunakan dalam pembuatan media pembelajaran, analisis hasil belajar, pembuatan soal, hingga administrasi pembelajaran,” katanya. 

Karena itu, lanjut Muslim, guru perlu meningkatkan kompetensi digital agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menerapkannya dalam proses belajar mengajar. 

“Pelatihan coding dan kecerdasan artifisial ini merupakan upaya mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi,” jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PTK Disdikbud Bireuen, Abdul Majid, S.H., MM, mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai dasar-dasar coding dan AI. 

Selain itu, kegiatan juga bertujuan membantu guru memahami perkembangan teknologi digital dan penerapannya dalam dunia pendidikan, sekaligus meningkatkan kompetensi digital guru dalam mendukung pembelajaran yang inovatif dan kreatif. 

“Guru juga dibekali keterampilan penggunaan tools berbasis AI untuk membantu pembuatan materi ajar, soal, media pembelajaran, dan administrasi pendidikan,” ujar Abdul Majid. 

Ia menyebutkan, untuk mengoptimalkan proses pelatihan, sebanyak 110 peserta dibagi dalam empat kelas. 

Pelatihan menghadirkan empat narasumber, di antaranya Gustina Fitriani, S.Pd dari SMA Negeri 1 Gandapura, Khairul Azmi, S.Kom dari UPTD SD Negeri 19 Bireuen, Yunita, S.Pd dari UPTD SMP Negeri 1 Bireuen, serta Irmayani, S.Pd dari UPTD SD Negeri 13 Bireuen. 

“Hasil dari pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan serta mendukung terwujudnya generasi emas 2045,” pungkas Abdul Majid. (Joniful Bahri)

Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Bireuen Tegaskan Komitmen pada Kesejahteraan Guru dan Transformasi Pendidikan

By On Senin, Mei 04, 2026

Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, M.T., bertindak sebagai Inspektur upacara Hardiknas tahun 2026, di lapangan Upacara Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Senin, 04 Mei 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menyelenggarakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 dengan khidmat di Lapangan Upacara Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Senin, 04 Mei 2026. 

Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, M.T., bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan yang mengusung semangat transformasi pendidikan nasional tersebut. 

Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang dibacakan, ditegaskan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini merupakan momentum krusial untuk merefleksikan kembali pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia. 

Transformasi pendidikan saat ini menitikberatkan pada implementasi sistem Among dari Ki Hajar Dewantara: asah, asih, dan asuh. 

Pemkab Bireuen menyatakan dukungan penuh terhadap lima kebijakan strategis nasional, yakni revitalisasi dan digitalisasi, ​kesejahteraan guru, penguatan karakter, peningkatan mutu, akses pendidikan luas. 

​Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, M.T., menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan guru dan transformasi pendidikan harus didorong dengan pendekatan Deep Learning serta landasan Tiga M: Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. 

​“Tanpa Tiga M tersebut, kebijakan hanya akan berhenti sebagai formalitas dan angka-angka kuantitatif. Kunci keberhasilan ada pada sumber daya manusia yang menjalankan pendidikan itu sendiri,” ujar Wakil Bupati. 

Upacara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Ketua DPRK Bireuen, Bunda PAUD Kabupaten Bireuen, Kepala Kantor Kementerian Agama, para rektor perguruan tinggi, serta perwakilan organisasi profesi seperti PGRI dan IGI Kabupaten Bireuen. 

​Pemkab Bireuen berharap momentum Hardiknas 2026 ini mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat. (Joniful Bahri)

Pesan Hardiknas 2026, Mendikdasmen: 3M Kunci Tingkatkan Mutu Pendidikan

By On Minggu, Mei 03, 2026

Mendikdasmen, Abdul Mu'ti. 

JAKARTA, KabarViral79.Com Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti menyampaikan soal kunci peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. 

Menurutnya, faktor 3M menjadi kunci peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan. 

“Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa 3M: Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus,” ujar Mendikdasmen Mu'ti, Sabtu, 02 Mei 2026. 

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu'ti dalam pidatonya saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). 

Tanpa ketiganya, kata dia, semua kebijakan yang telah berjalan hanya akan berhenti sebagai program dan formalitas, yang sekadar ditandai dengan capaian angka-angka kuantitatif. 

Di sisi lain, lanjut dia, sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan adalah proses mencerdaskan kehidupan, membangun watak dan peradaban bangsa. 

Dia menilai pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan kepribadian utama lainnya. 

“Sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat,” ujarnya. 

Dia pun menyampaikan apresiasi sekaligus terima kasih kepada lembaga-lembaga mitra di dalam maupun luar negeri yang telah bekerja sama dengan baik bersama Kemendikdasmen. 

Dalam delapan belas bulan, kata dia, Kemendikdasmen telah meletakkan fondasi pendidikan bermutu untuk semua melalui berbagai regulasi dan ekosistem yang mengintegrasikan empat pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. (*/red)

Perkuat Kualitas Pendidikan Hukum, YLBH Fajar Trilaksana Jalin Kerja Sama Strategis dengan Universitas Gresik

By On Kamis, April 23, 2026

GRESIK, KabarViral79.Com - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Fajar Trilaksana menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Gresik guna memperkuat kualitas pendidikan hukum yang lebih aplikatif. 

Kerja sama tersebut tidak hanya membuka peluang magang bagi mahasiswa Fakultas Hukum, tetapi juga mencakup kolaborasi di bidang penelitian dan pengembangan kompetensi. 

Program yang dijalankan meliputi pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

Kesepakatan ini berlaku selama lima tahun dan diarahkan untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat. 

Direktur YLBH Fajar Trilaksana, Andi Fajar Yulianto mengatakan, kemitraan ini bertujuan mengoptimalkan potensi kedua lembaga, khususnya dalam pengembangan ilmu hukum dan kontribusi nyata mahasiswa di tengah masyarakat. 

"Melalui sinergi ini, mahasiswa diharapkan mampu mengasah kemampuan praktis sekaligus memahami realitas penegakan hukum di lapangan," ujar Fajar, Rabu, 22 April 2026. 

Ia menegaskan, kolaborasi ini juga dirancang untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan integritas tinggi. 

Sementara itu, Pj Rektor Universitas Gresik, Dr. H. Suyanto menyampaikan, kerja sama dengan lembaga bantuan hukum menjadi langkah penting untuk membekali mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat. 

“Di kampus, kami memberikan dasar keilmuan. Namun untuk praktiknya, LBH sebagai garda terdepan dalam penegakan keadilan menjadi mitra penting bagi mahasiswa,” ujarnya. 

Melalui kemitraan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan bantuan hukum, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Program ini sekaligus mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Ke depan, kolaborasi Universitas Gresik dan YLBH Fajar Trilaksana diharapkan mampu melahirkan lulusan hukum yang siap terjun ke dunia kerja, memiliki kepekaan sosial, serta berkontribusi dalam pengembangan hukum di Indonesia. (*/red)

Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Bireuen Edukasi Hukum Siswa SMPN 7 Peusangan

By On Sabtu, Desember 20, 2025

Narasumber dari Kejari Bireuen, Sekdis Pendidikan dan Kwbudayaan, Kepala Sekokah, Guru serta siswa berfoto bersama usai kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMPN 7 Peusangan. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen menggelar kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) sebagai upaya sosialisasi dan penerangan hukum kepada pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan di UPTD SMP Negeri 7 Peusangan, Kabupaten Bireuen. 

Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMPN 7 Peusangan itu diikuti 40 siswa, serta dihadiri Guru dan Kepala Sekolah guna memberi pemahaman tentang kedatangan hukum bagi siawa.

Program JMS tersebut merupakan inisiatif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen melalui Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sebagai langkah preventif dalam menanamkan kesadaran hukum sejak dini di lingkungan pendidikan.

Hadir sebagai narasumber dari Kejari Bireuen, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Bireuen, Wendy Yuhfrizal, SH, MH bersama Dimas Wijaksana, SH, MH.

Dalam pemaparannya, Dimas menjelaskan berbagai aspek hukum yang kerap bersentuhan dengan kehidupan pelajar.

Narasumber dari Kejari Bireuen, Kasi Intel Wendy Yuhfrizal, SH, MH bersama Dimas Wijaksana, SH, M.H memberikan pemahaman hukum untuk siswa SMPN 7 Peusangan Bireuen. 

Menurut Dimas, kegiatan JMS di SMPN 7 Peusangan merupakan pertemuan kedelapan yang dilaksanakan Kejari Bireuen di sekolah-sekolah.

Ia menegaskan bahwa setiap orang diatur oleh hukum, termasuk di dunia pendidikan.

"Perilaku seperti perundungan atau bullying, tawuran antarkelas maupun antarsekolah, vandalisme seperti mencoret dinding dan merusak fasilitas sekolah, semuanya dapat berimplikasi hukum karena fasilitas pendidikan dibangun menggunakan uang negara," jelasnya.

Selain itu, Dimas juga memaparkan bahaya dan konsekuensi hukum penyalahgunaan narkoba, baik berupa zat maupun obat-obatan terlarang, serta praktik judi online yang melibatkan unsur taruhan dengan harapan memperoleh keuntungan.

Ia berharap, melalui penyuluhan hukum di sekolah, siswa dan guru dapat memahami batasan perilaku yang diatur oleh hukum, sehingga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Zamzami, S.Pd, M.M menyampaikan, kegiatan ini sangat penting, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru dalam memahami aspek hukum saat menjalankan tugas mendidik.

"Tujuan kita baik, namun dalam praktiknya ada batasan hukum yang harus dipahami agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat bagi peserta didik, guru, dan sekolah, sehingga semua pihak memahami ketentuan hukum selama berada di lingkungan sekolah," ujarnya.

Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah tersebut diikuti puluhan siswa serta dihadiri seluruh Guru dan Kepala SMP Negeri 7 Peusangan. (Joniful Bahri)

Disdikbud Bireuen Gelar Pelatihan Menulis Kreatif untuk Tingkatkan Minat Literasi Siswa SMP

By On Rabu, Desember 17, 2025

Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si, yang diwakili Analis Kebijakan Ahli Muda Disdikbud Bireuen, Anita Fonna, S.S., M.M membuka Pelatihan Menulis Kreatif bagi siswa, Selasa, 16 Desember 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Dalam upaya meningkatkan motivasi dan minat menulis di kalangan pelajar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bireuen menggelar Pelatihan Menulis Kreatif bagi siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Disdikbud Bireuen ini berlangsung selama dua hari, 16–17 Desember 2025, bertempat di Aula SPNF-SKB Disdikbud Bireuen.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si, yang diwakili Analis Kebijakan Ahli Muda Disdikbud Bireuen, Anita Fonna, S.S., M.M., pada Selasa, 16 Desember 2025.

Dalam sambutannya, Anita Fonna menjelaskan, pelatihan menulis kreatif ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam menghasilkan karya tulis yang orisinal, ekspresif, dan menarik.

Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan imajinasi, mempertajam wawasan, serta memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai teknik penulisan.

"Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu mengembangkan kreativitas dan imajinasi, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, mengekspresikan diri secara sehat, serta meningkatkan keterampilan komunikasi dan bahasa," ujar Anita Fonna.

Ia menambahkan, manfaat lain dari kegiatan ini antara lain membangun kepercayaan diri dan empati dengan memahami berbagai sudut pandang, meningkatkan daya ingat dan pemahaman materi pelajaran, hingga membuka potensi pengembangan karier di masa depan.

Anita Fonna juga mengharapkan seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan penuh dedikasi agar hasil yang diperoleh maksimal.

Ratusan siswa jenjang SMP Bireuen mengikuti Pelatihan Menulis Kreatif bagi siswa, di Aula dinas setengah, Selasa, 16 Desember 2025. 

Ia turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para narasumber, pihak sekolah, peserta, panitia, serta seluruh pihak terkait yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Panitia Pelaksana yang juga Analis Kebijakan Ahli Muda Disdikbud Bireuen, Sofyan, S.Pd melaporkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 100 siswa SMP dari berbagai sekolah di Kabupaten Bireuen.

Menurut Sofyan, tujuan kegiatan ini antara lain mendorong peserta menggali potensi kreatif dan mengembangkan imajinasi sebagai dasar penciptaan ide-ide baru.

Peserta juga dibekali pemahaman kaidah penulisan yang baik dan benar, meliputi ejaan, struktur kalimat, pengembangan alur, serta karakterisasi, baik untuk karya fiksi maupun nonfiksi.

"Menulis kreatif membantu peserta menemukan dan mengorganisasikan ide-ide yang ada dalam pikiran mereka menjadi sebuah karya utuh, sekaligus melatih kemampuan mengungkapkan perasaan, pengalaman, dan gagasan secara efektif dan menarik," jelasnya.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Aceh, yakni Ibrahim Sembiring, S.S. dan Nurhaida, S.Pd. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan cerpen, ciri-ciri dan tujuan penulisan cerpen, unsur intrinsik, serta langkah-langkah menulis cerpen.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang puisi, mulai dari hakikat dan makna puisi, aspek lahiriah dan batiniah, hingga proses kreatif penulisan puisi.

"Dengan adanya pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menuangkan dan mengekspresikan gagasan serta isi pikirannya melalui bahasa tulis, baik dalam bentuk jurnal pribadi, puisi, maupun cerpen," pungkas Sofyan. (Joniful Bahri)

Ny. Rida Rizkia Nurul Fajar, Bunda PAUD Kecamatan Solear Hadiri Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun

By On Kamis, Desember 04, 2025




TANGERANG, KabarViral79.Com - Pemerintah Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, melalui Dinas Pendidikan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional di sektor pendidikan.

Salah satunya, dengan menggelar kegiatan sosialisasi Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat bagi satuan pendidikan PAUD, yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Solear, Kamis, 04 Desember 2025.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Bunda PAUD Kecamatan Solear didampingi Ny. Dona Raka Adiputra, dan Bunda PAUD dari 7 Desa yang ada di wilayah Kecamatan Solear.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait pelaksanaan program Wajib Belajar 13 Tahun.

Sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Kadisdik Kabupaten Tangerang yang diwakili oleh Kabid PAUD, Ruslan Farid. 

Dalam kesempatan itu, Bunda PAUD Kecamatan Solear Ny.Rida Rizkia Nurul Fajar yang juga Istri dari Camat Solear Rizkia Nurul Fajar menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan penguatan pemahaman kepada pendamping dan Kepala Satuan PAUD dalam mendukung implementasi kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah.

"Tujuan sosialisasi Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah untuk memberikan penguatan peran pemahaman terkait pendamping satuan pendidikan dan kepala satuan PAUD dalam mendukung implementasi kebijakan wajib belajar 1 tahun pra sekolah untuk memastikan setiap anak usia 5-6 tahun dapat terlayani dan mendapatkan pendidikan di PAUD sebelum memasuki pendidikan sekolah dasar,” tuturnya.

Selain itu, kegiatan ini juga memuat sosialisasi yang dinilai penting untuk pembentukan karakter anak sejak dini.

"Tujuan sosialisasi ini adakah  untuk memberikan pemahaman dan komitmen pendamping satuan pendidikan dan kepala satuan untuk PAUD menginternalisakepada para orang tua," ucapnya. 

Ia menyampaikan apresiasi terhadap Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang atas inisiasi kegiatan ini yang sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional, program PAUD satu tahun pra sekolah SD merupakan bagian penting dari Strategi Nasional dalam mendukung masa transisi anak usia dini ke jenjang pendidikan dasar. 

"Melalui program ini, anak usia 5 - 6 tahun diarahkan untuk mengikuti pendidikan di lembaga PAUD sebagai bekal kesiapan sebelum masuk SD," ujarnya. (Reno) 

Sekdis Dikbud Bireuen: Festival Budaya Pelajar 2025 Dorong Revitalisasi Bahasa Daerah

By On Selasa, November 18, 2025

Sekdis Dikbud Bireuen, Zamzami, S.Pd, M.M saat membuka Festival Budaya tingkat Pelajar 2025 di Bireuen, di Aula SPNF-SKB, Senin, 17 November 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.ComDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen melalui Bidang Kebudayaan menggelar Festival Budaya Tingkat Pelajar 2025 sebagai upaya menghidupkan kembali penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda. 

Kegiatan yang berlangsung 17-18 November 2025 di kompleks Disdikbud itu diikuti 285 pelajar SD dan SMP dari seluruh Kabupaten.

Festival dibuka Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si, yang diwakili Sekretaris Dinas (Sekdi) Zamzami, S.Pd, M.M, di Aula SPNF-SKB, Senin, 17 November 2025.

Dalam sambutannya, Zamzami menegaskan bahwa bahasa daerah merupakan aset budaya yang memuat identitas dan kearifan lokal, namun kini semakin terpinggirkan akibat arus globalisasi.

Zamzami menyebut, revitalisasi bahasa daerah sebagai langkah penting untuk menjaga keberlanjutannya.

Seorang peserta tampil pada Festival Budaya tingkat Pelajar 2025 di Bireuen, di Aula SPNF-SKB, Senin, 17 November 2025. 

“Revitalisasi bahasa daerah sebagai bahasa ibu adalah upaya penting untuk memastikan nilai budaya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi pelanjut,” ujarnya.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Bireuen, Muhammad Tasrief, SE, M.M menyampaikan bahwa festival tahun ini mengusung tema “Revitalisasi Bahasa Daerah sebagai Bahasa Ibu”.

Festival bertujuan menumbuhkan kecintaan pelajar terhadap budaya lokal, menyediakan ruang ekspresi kreativitas, serta melestarikan seni tutur, sastra, dan pertunjukan tradisional.

“Enam cabang lomba dipertandingkan, yaitu Buhak (mendongeng), Pidatoe (pidato), Penulisan dan Pembacaan Hadih (puisi), Lagu Jameun (tembang tradisi), Calitra Paneuk (cerita pendek), dan Meucagok (lawakan tunggal). Peserta SMP tampil pada 17 November, sementara peserta SD berlomba pada 18 November 2025,” ujarnya.

Menurutnya, para juara I dari setiap cabang akan mewakili Kabupaten Bireuen pada ajang tingkat Provinsi. 

Festival ini diharapkan menjadi wadah penting dalam memperkuat pelestarian bahasa daerah sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri pelajar dalam menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. (Joniful Bahri)

Siswa MIN 1 Bireuen Wakili Aceh di Olimpiade Bahasa Arab Nasional 2025

By On Selasa, November 11, 2025

Kakan Kemenag Bireuen, Dr. Zulkifli didampingi Camat Peusangan, Alfian S. Sisa dan Kepala MIN 1, Sardani melakukan pelepasan Muhibbul Jamal, mewakili Aceh di OBA tingkat Nasional, di Jakarta

BIREUEN, KabarViral79.ComMuhibbul Jamal, peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bireuen, akan mewakili Provinsi Aceh pada ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Nasional Tahun 2025 yang digelar di Jakarta pada 13–15 November mendatang.

Keberangkatan Muhibbul dilepas langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., di Madrasah setempat, Jalan Almuslim, Desa Neuheun, Kecamatan Peusangan, Senin pagi, 10 November 2025.

Muhibbul Jamal, kelahiran 8 Oktober 2013, merupakan putra pasangan Tgk. Raziyuddin dan Ismayanti asal Desa Ceubrek, Kecamatan Peusangan Selatan. Ia menjadi satu-satunya wakil dari Aceh setelah meraih juara pertama OBA tingkat Provinsi.

Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Bireuen, Dr. Zulkifli menyampaikan apresiasi dan harapan besar agar Muhibbul dapat tampil maksimal di tingkat nasional.

“Mewakili Aceh di tingkat nasional bukan hal mudah. Kami berharap Muhibbul tampil percaya diri, berjuang dengan semangat tinggi, dan memberikan yang terbaik untuk madrasah serta daerah,” ujarnya.

Kepala MIN 1 Bireuen, Sardani, S.Pd menyampaikan kata sambutan dan motivasi saat pelepasan, Muhibbul Jamal, mewakili Aceh di OBA tingkat Nasional, di Jakarta. 

Zulkifli menilai, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Madrasah mampu bersaing dan melahirkan generasi unggul di bidang akademik maupun keagamaan.

“Keberhasilan Muhibbul semoga menjadi motivasi bagi peserta didik Madrasah lainnya di Bireuen untuk terus berprestasi,” tambahnya.

Camat Peusangan, Alfian, S.Sos yang turut hadir memberikan dukungan moral dan do’a bagi keberhasilan siswa tersebut.

“Kami berharap Muhibbul dapat mengulang prestasi gemilang seperti di tingkat Provinsi. Mohon doa masyarakat Aceh, khususnya Bireuen, agar ia meraih hasil terbaik di nasional,” kata Alfian.

Sementara itu, Kepala MIN 1 Bireuen, Sardani, S.Pd menyampaikan, Muhibbul akan berangkat ke Jakarta pada Selasa, 11 November 2025, dan didampingi oleh Rosita, S.Pd. selaku guru pendamping. 

Kakan Kemenag Bireuen, Dr. Zulkifli, Camat Peusangan, Alfian S. Sisa dan Kepala MIN 1 dan Guru melakukan foto bersama saat  pelepasan Muhibbul Jamal, mewakili Aceh di OBA tingkat Nasional, di Jakarta. 

“Tujuan kami bukan sekadar ikut serta, tetapi berjuang meraih prestasi dan mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional,” tegas Sardani.

Ia menambahkan, dua tahun berturut-turut peserta didik MIN 1 Bireuen berhasil mewakili Aceh pada ajang yang sama. Tahun lalu, Azzahira Qamara Azzuri juga tampil di tingkat nasional.

Menurut Sardani, capaian ini merupakan hasil kerja keras tim pembimbing, dukungan penuh Kankemenag Bireuen, Komite Madrasah, serta orang tua siswa.

Sepanjang tahun 2025, MIN 1 Bireuen juga menorehkan berbagai prestasi lain, seperti Juara II Olimpiade Sains Madrasah (OSMA) Aceh, Juara OMI Kabupaten Bireuen, dan Juara Umum Milad Pesantren Almuslim.

“Kami akan terus mendorong lahirnya generasi Madrasah yang berprestasi, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional,” pungkas Sardani. (Joniful Bahri)

132 Siswa SD Bersaing di Pentas PAI Tingkat Kabupaten Bireuen 2025

By On Kamis, Oktober 30, 2025

Sekretaris Disdikbud Bireuen, Zamzami, S.Pd, MM mewakili Kepala Disdikbud Dr. Muslim, M.Si membuka kegiatan Pentas PAI tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2025, di Aula SPNF-SKB Disdikbud setempat. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Sebanyak 132 peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) perwakilan dari 12 Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) se-Kabupaten Bireuen, mengikuti Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2025.

Kegiatan yang digelar Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen berlangsung selama dua hari, 30-31 Oktober 2025, di Aula SPNF-SKB Disdikbud setempat.

Pentas PAI dengan tema “Generasi Berprestasi, Talenta Keterampilan dan Seni Menginspirasi, Budi Pekerti Sebagai Pondasi Masa Depan” dibuka oleh Sekretaris Disdikbud Bireuen, Zamzami, S.Pd., M.M., mewakili Kepala Disdikbud Dr. Muslim, M.Si.

Zamzami menyebutkan, kegiatan ini bertujuan mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam bidang Pendidikan Agama Islam, serta menumbuhkan sikap mental, sportivitas, kejujuran, dan ukhuwah islamiyah antar sesama siswa.

Seorang peserta sedang mengikuti lomba Pentas PAI tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2025, di Aula SPNF-SKB Disdikbud setempat. 

“Tidak ada istilah kalah dan menang dalam kegiatan ini. Semua peserta adalah juara yang telah mewakili K3S masing-masing,” ujarnya.

Panitia pelaksana, Khairul Mursalin, S.Pd, MM menjelaskan, Pentas PAI diikuti 132 siswa putra dan putri dengan pendamping 72 guru. Enam cabang lomba dipertandingkan, yaitu tilawatil quran, hifdzil quran, pidato, cerdas cermat, azan, dan kaligrafi.

Juara 1, 2, dan 3 dari setiap cabang lomba akan memperoleh piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan dari Disdikbud Bireuen. (Joniful Bahri)

Disdikbud Bireuen Gelar Pelatihan Anti Bullying untuk Guru dan Siswa SD

By On Selasa, Oktober 28, 2025

Sekretaris Disdikbud Bireuen, Zamzami, S.Pd, M.M saat membuka Pelatihan Anti Bullying bagi guru dan siswa SD, di Aula SPNF-SKB Disdikbud setempat. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Sebanyak 300 peserta terdiri atas 100 guru dan 200 siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bireuen mengikuti Pelatihan Anti Bullying yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen melalui Bidang Pembinaan Sekolah Dasar.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 28-29 Oktober 2025, dibuka oleh Sekretaris Disdikbud Bireuen, Zamzami, S.Pd, M.M, mewakili Kepala Dinas, Dr. Muslim, M.Si, di Aula SPNF-SKB Disdikbud setempat.

Dalam sambutannya, Zamzami menekankan pentingnya pencegahan perundungan di sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

“Setiap siswa memiliki hak untuk merasa aman dan dihargai. Stop bullying,” tegasnya.

Siswa dan guru SD dibekali Pelatihan Anti Bullying di Aula SPNF-SKB Disdikbud setempat. 

Panitia kegiatan, Dewi Sri Maharani, ST, M.M menyebutkan, pelatihan ini lahir dari keprihatinan terhadap masih adanya perilaku perundungan di lingkungan sekolah, baik berupa ejekan, kekerasan fisik, maupun pengucilan terhadap teman sebaya.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, yakni Raslina, M.Pd, dan Wahyuni, yang berpengalaman dalam bidang pendidikan karakter dan pencegahan kekerasan di sekolah.

Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa empati, saling menghormati, dan membentuk karakter siswa agar menjadi pelopor anti-bullying di lingkungan sekolah. (Joniful Bahri)