-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

China Sebut AS dan Israel Biang Kerok Masalah di Jalur Perdagangan Minyak Selat Hormuz

By On Jumat, April 03, 2026

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - China mengingatkan bahwa serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran merupakan akar penyebab blokade terhadap Selat Hormuz. 

Hal itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump menyerukan negara-negara yang terdampak pemblokiran Selat Hormuz untuk merebut jalur perairan strategis itu. 

"Akar penyebab gangguan navigasi melalui Selat Hormuz adalah operasi militer ilegal Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam Konferensi Pers, seperti dilansir AFP, Kamis, 02 April 2026. 

Mao menjawab pertanyaan wartawan saat ditanyai soal seruan terbaru Trump tersebut. 

Dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu malam, 01 April 2026, Trump mengatakan bahwa negara-negara di dunia yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut. 

"Kita akan membantu, tetapi mereka harus memimpin dalam melindungi minyak yang sangat mereka andalkan," ujar Trump dalam pidatonya. 

Trump bahkan mendesak negara-negara yang bergantung pada Selat Hormuz untuk "rebut saja, lindungi, gunakan untuk diri Anda sendiri". 

Dia juga mengklaim bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali secara alami setelah perang berakhir, dan bahwa harga gas akan segera turun kembali -- pernyataan yang, menurut CNN, telah dibantah oleh para ekonom dan analis. 

Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global, terdampak oleh perang berkelanjutan antara AS dan Israel melawan Iran. 

Aktivitas perlintasan di jalur perairan penting itu telah secara efektif dibatasi sejak awal Maret lalu. 

Hal tersebut memicu gangguan global yang meningkatkan biaya pengiriman dan mendorong harga minyak global lebih tinggi. 

Sementara China merupakan pembeli utama minyak Iran, yang sebagian besar melewati Selat Hormuz. 

Penutupan jalur perairan vital itu menyebabkan harga minyak global melonjak 40-50 persen, mempengaruhi industri-industri utama, khususnya sektor penerbangan. 

Beberapa maskapai penerbangan China, termasuk maskapai nasional Air China mengatakan, mereka akan menaikkan biaya tambahan bahan bakar pada penerbangan domestik mulai Minggu (5/3) mendatang karena perang di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak. 

Mao, dalam Konferensi Pers di Beijing, juga menyerukan gencatan senjata segera di Timur Tengah, setelah Trump mengancam akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran dalam beberapa minggu ke depan. 

"Cara militer pada dasarnya tidak dapat menyelesaikan masalah ini, dan peningkatan konflik bukanlah kepentingan kedua belah pihak," ujar Mao. 

Dia mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan operasi militer. 

Trump sebelumnya memberikan sinyal bahwa AS siap untuk mengintensifkan respons militernya terhadap Iran selama 2-3 pekan ke depan, dan mencetuskan akan membombardir Iran hingga kembali ke "Zaman Batu". (*/red)

Rudal-rudal Iran Kembali Hantam Wilayah Israel, 14 Orang Luka-luka

By On Rabu, April 01, 2026

Rudal Iran meluncur ke Israel. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Serangan rudal Iran kembali menghantam wilayah Israel. Rudal-rudal itu juga menyebabkan kerusakan di beberapa lokasi. 

Layanan medis darurat Israel mengatakan, 14 orang terluka selama serangan rudal Iran pada Rabu, 01 April 2026. 

Militer Israel mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel untuk pertama kalinya dalam sekitar 20 jam, dengan sirene serangan udara diaktifkan di seluruh Israel tengah. 

Peringatan lain tentang serangan rudal yang datang kurang dari satu jam kemudian, memicu peringatan di sebagian besar wilayah utara dan tengah Israel, menurut Komando Pertahanan Dalam Negeri. 

"Petugas EMT dan paramedis memberikan perawatan medis dan mengevakuasi 14 korban ke rumah sakit," kata layanan medis darurat Magen David Adom dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Rabu, 01 April 2026. 

Korban luka termasuk seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang dalam kondisi serius dengan luka-luka akibat pecahan peluru. 

Disebutkan bahwa seorang anak laki-laki berusia 13 tahun dan seorang wanita berusia 36 tahun, juga dengan luka akibat pecahan peluru, berada dalam kondisi sedang dan 11 korban lainnya dalam kondisi ringan. 

Polisi melaporkan kerusakan di beberapa lokasi di Israel tengah, dan membagikan foto-foto yang tampaknya merupakan puing-puing rudal di jalan. 

Media Israel melaporkan bahwa amunisi kluster, yang meledak di udara dan menyebarkan bom-bom kecil di area yang luas, digunakan dalam serangan tersebut. 

Iran dan Israel sebelumnya telah saling menuduh menggunakan bom kluster. (*/red)

Israel Digempur Rudal Iran, Satu Orang Tewas di Tel Aviv

By On Sabtu, Maret 28, 2026

Dampak serangan rudal Iran di wilayah Israel. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Dikabarkan sedikitnya satu orang tewas di kawasan Ibu Kota Tel Aviv akibat serangan rudal Iran. 

Diketahui, Teheran terus melancarkan serangan pembalasan terhadap Tel Aviv saat perang memasuki bulan pertama. 

Dilansir dari AFP, Sabtu, 28 Maret 2026, militer Israel menyebut pihaknya telah mengidentifikasi rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran menuju ke wilayah negara Israel, setidaknya lima kali serangan selama lebih dari lima jam, pada Jumat, 27 Maret 2026, waktu setempat. 

Serangan-serangan rudal Iran itu memicu diaktifkannya sirene peringatan pada Jumat malam, 27 Maret 2026 hingga Sabtu dini hari, 28 Maret 2026. 

Sistem pertahanan udara Tel Aviv juga diaktifkan untuk mencegat serangan-serangan tersebut. 

Otoritas layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA) menyebut, seorang pria tewas di Tel Aviv menyusul serangan rudal terbaru Iran. 

Dua pria lainnya, berusia 65 tahun dan 50 tahun, sebut MDA dalam laporannya, mengalami luka-luka di area Tel Aviv dan telah dibawa ke rumah sakit. 

Dua orang lainnya, yang berusia 37 tahun dan 21 tahun, mengalami luka-luka akibat serpihan rudal di area kota Kuseife, Israel bagian selatan dan telah dilarikan ke rumah sakit setempat. 

Menurut foto-foto yang dipublikasikan MDA, terdapat banyak petugas tanggap darurat di lokasi yang terdampak serangan rudal di Tel Aviv, dengan ruas jalanan utama ditutup sebagian. 

Dalam salah satu video yang dibagikan oleh militer Israel, pejabat Komando Pertahanan Dalam Negeri Miki David mengatakan bahwa sebuah apartemen terkena amunisi cluster. 

Beberapa foto menunjukkan bagian pintu masuk sebuah bangunan yang hancur dipenuhi puing-puing. 

Amunisi cluster dapat meledak di udara dan menyebarkan bom-bom kecil di area yang lebih luas. Israel dan Iran sebelumnya telah saling tuduh menggunakan bom cluster. 

Sebuah rekaman video yang dibagikan seorang sakti mata kepada AFP menunjukkan rentetan rudal mengarah ke Yerusalem

Militer Israel mengatakan, pihaknya sedang mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan untuk menangani lokasi-lokasi terdampak. 

"Beberapa saat yang lalu, IDF (Angkatan Bersenjata Israel) mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," demikian pernyataan militer Israel melalui saluran Telegram resminya. 

"Pasukan pencarian dan penyelamatan, baik pasukan cadangan maupun reguler, saat ini beroperasi di lokasi-lokasi di Israel tengah di mana laporan soal dampak telah diterima," pungkas pernyataan itu. (*/red)

Iran Tolak Negosiasi dengan AS, Tegaskan Perlawanan

By On Kamis, Maret 26, 2026

Menlu Iran, Abbas Araqchi

JAKARTA, KabarViral79.Com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak berencana untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) dan berniat untuk terus berperang. 

Hal itu menyusul pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang menyebutkan Washington telah mengusulkan sebuah rencana perdamaian

"Saat ini, kebijakan kami adalah kelanjutan dari perlawanan," kata Araghchi dilansir kantor berita AFP, Kamis, 26 Maret 2026.

Menurutnya, Teheran tidak berniat untuk melakukan negosiasi dengan AS. Pihaknya akan terus melakukan perlawanan. 

"Kami tidak berniat untuk bernegosiasi sejauh ini, tidak ada negosiasi yang terjadi, dan saya yakin posisi kami sepenuhnya berdasarkan prinsip," ujarnya. 

"Berbicara tentang negosiasi saat ini merupakan sebuah pengakuan atas kekalahan," imbuhnya. 

Dilansir dari Aljazeera, Araghchi menyampaikan, AS telah gagal mencapai sasaran perang utamanya terhadap Iran, termasuk mengamankan kemenangan militer yang cepat dan mewujudkan perubahan rezim (regime change) di Teheran. 

Dia pun mendesak negara-negara tetangga Iran untuk menjauhkan diri dari AS. 

Ia menegaskan, respons Iran terhadap tindakan AS telah menunjukkan kepada dunia bahwa tidak ada negara yang dapat mengancam keamanannya. (*/red)

AS Dikabarkan Siap Kirim 3.000 Tentara Elite ke Timur Tengah

By On Rabu, Maret 25, 2026

Pentagon, Markas Besar Departemen Pertahanan AS. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) dikabarkan akan mengirimkan satu brigade tempur dari Divisi Lintas Udara ke-82, yang merupakan pasukan elite Angkatan Darat AS, ke kawasan Timur Tengah

Pengerahan pasukan itu dimaksudkan untuk mendukung operasi militer AS melawan Iran yang terus berlanjut.  

Rencana tersebut, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Rabu, 25 Maret 2026, diungkapkan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip dua sumber pejabat pemerintahan AS, dalam laporannya pada Selasa, 24 Maret 2026, waktu setempat. 

Disebutkan WSJ dalam laporannya bahwa perintah tertulis untuk mengerahkan unit elite Divisi Lintas Udara ke-82 tersebut diperkirakan akan dirilis dalam beberapa jam mendatang. 

Satu brigade tempur Divisi Lintas Udara ke-82, menurut WSJ, terdiri atas sekitar 3.000 tentara AS. 

Laporan serupa juga disampaikan oleh Reuters, dengan sejumlah sumber pejabat AS yang dikutip media terkemuka tersebut menyebut Pentagon berencana mengirimkan pasukan tambahan antara 3.000 personel hingga 4.000 personel. 

Divisi Lintas Udara ke-82 AS, yang menurut Reuters, dapat dikerahkan dalam waktu 18 jam setelah menerima perintah, memiliki spesialisasi dalam melancarkan serangan parasut. 

Informasi soal pengerahan pasukan tambahan ini akan semakin meningkatkan pengerahan militer AS ke kawasan tersebut, bahkan ketika Presiden Donald Trump membahas soal kemungkinan kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang berkecamuk sejak 28 Februari lalu. 

Beberapa pejabat AS yang dikutip Reuters tidak menyebutkan secara spesifik soal lokasi mana di kawasan Timur Tengah tepatnya pasukan tambahan itu akan ditempatkan, atau kapan mereka akan tiba di kawasan tersebut. 

Militer AS meminta pertanyaan soal pengerahan semacam itu diarahkan ke Gedung Putih. Namun Gedung Putih mengatakan bahwa semua pengumuman soal pengerahan pasukan akan datang dari Pentagon. 

Pentagon sendiri tidak memberikan informasi tambahan ketika ditanya oleh Anadolu Agency mengenai laporan media yang menyebutkan bahwa unsur-unsur Angkatan Darat AS, termasuk unit-unit terkait Divisi Lintas Udara ke-82 yang bermarkas di Fort Bragg, North Carolina, mulai dikerahkan ke Timur Tengah. 

"Karena alasan keamanan operasional, kami tidak membahas pergerakan di masa depan atau hipotetisnya," kata Pentagon dalam tanggapannya. 

Sejauh ini, menurut salah satu pejabat AS yang dikutip Reuters, belum ada keputusan yang diambil untuk mengirimkan pasukan darat ke Iran. 

Hanya disebutkan pejabat AS itu bahwa pasukan tambahan dimaksudkan untuk membangun kapasitas bagi potensi operasi militer di masa mendatang di kawasan tersebut. 

Sejumlah sumber yang dikutip Reuters mengatakan bahwa militer AS sedang mempertimbangkan berbagai opsi dalam perang melawan Iran, termasuk mengamankan Selat Hormuz yang berpotensi melibatkan pengerahan pasukan militer AS ke garis pantai Iran. 

Pemerintahan Trump, menurut laporan Reuters, juga membahas opsi mengirimkan pasukan darat ke Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak Iran. 

AS sejauh ini, menurut laporan militer Washington, telah menggempur lebih dari 9.000 target di wilayah Iran sejak akhir Februari lalu. 

Serangan-serangan itu menuai balasan dari Teheran yang menggempur negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. 

Sedikitnya 13 tentara AS di negara-negara Teluk tewas akibat rentetan serangan pembalasan Iran tersebut. Sebanyak 290 tentara AS lainnya luka-luka, dengan 10 personel di antaranya mengalami cedera serius. (*/red)

Kim Jong Un Resmi Terpilih Kembali sebagai Presiden Korea Utara

By On Senin, Maret 23, 2026

Parlemen Korea Utara kembali menunjuk Kim Jong Un sebagai Presiden Urusan Negara, menurut laporan media pemerintah pada Senin, 22 Maret 2026. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Badan Legislatif Korea Utara (Korut) telah memilih kembali Kim Jong Un sebagai Presiden. 

Kantor Berita Pemerintah Korut mengumumkan pengangkatan kembali Kim sebagai Kepala Badan Pembuat Kebijakan sekaligus Pemerintahan Tertinggi Negara, Komisi Urusan Negara. 

Dilansir dari AFP, Senin, 23 Maret 2026, para kritikus berpendapat bahwa pemilihan di Korea Utara telah ditentukan sebelumnya dan dirancang untuk memberikan kepemimpinan negara tersebut lapisan legitimasi demokratis

"Majelis Rakyat Tertinggi DPRK memilih kembali Kamerad Kim Jong Un sebagai Presiden Urusan Negara Republik Demokratik Rakyat Korea pada Sidang Pertama, kegiatan urusan negara pertama dari masa jabatan ke-15, pada tanggal 22 Maret," lapor KCNA. 

Laporan tersebut mengatakan bahwa keputusan untuk memilih kembali Kim ke "jabatan tertinggi" mencerminkan "kehendak dan keinginan bulat seluruh rakyat Korea". 

Kim adalah penguasa generasi ketiga dari negara bersenjata nuklir yang didirikan oleh kakeknya, Kim Il Sung, pada tahun 1948. Ia telah memerintah negara itu sejak kematian ayahnya pada tahun 2011. 

"Pemilihan ini adalah acara yang sangat terencana dengan hasil yang telah ditentukan sebelumnya," kata Lee Ho-ryung dari Institut Analisis Pertahanan Korea

"Sepanjang pemerintahan generasi ketiga, Korea Utara telah menggelar acara-acara seperti ini untuk menunjukkan suatu prosedur dalam upaya mencapai legitimasi politik," ujarnya. 

"Tetapi tidak ada yang berpikir akan ada hasil yang berbeda dari itu," imbuhnya. 

Foto-foto yang dirilis oleh KCNA menunjukkan Kim mengenakan setelan jas formal ala Barat dan duduk di tengah panggung, diapit oleh para pejabat tinggi di depan dua patung raksasa ayahnya, Kim Jong Il, dan kakeknya. 

Sebelum acara tersebut, 687 deputi terpilih ke Majelis Rakyat Tertinggi, dengan warga Korea Utara yang berusia di atas 17 tahun diberi pilihan untuk menyetujui atau menolak satu-satunya kandidat yang diajukan oleh partai yang berkuasa. 

Para anggota parlemen baru telah disetujui dengan 99,93 persen suara mendukung dan 0,07 persen menentang, seperti yang dilaporkan KCNA sebelumnya, dengan tingkat partisipasi sebesar 99,99 persen. 

"Aula sidang Pyongyang dipenuhi dengan kesadaran politik yang luar biasa dan antusiasme revolusioner oleh para anggota yang baru terpilih," kata laporan tersebut. 

Para analis mengatakan, sidang parlemen saat ini mungkin juga akan membahas kemungkinan amandemen konstitusi yang dapat mencakup pengkodifikasian resmi hubungan antar-Korea sebagai hubungan antara "dua negara yang bermusuhan". 

"Bahasa yang digunakan Kim untuk menggambarkan sikapnya terhadap Korea Selatan dalam pidatonya di parlemen akan menjadi 'indikator' rencana antar-Korea-nya," kata Hong Min, seorang analis senior di Institut Unifikasi Nasional Korea, kepada AFP. 

"Sejauh mana istilah-istilah seperti 'unifikasi nasional' atau 'persatuan Korea' dihilangkan dan digantikan oleh ungkapan-ungkapan agresif termasuk 'kontrol teritorial' dapat berfungsi sebagai indikator kerangka ideologisnya," ujarnya. 

"Poin kuncinya terletak pada seberapa jauh ia akan 'menguraikan isu-isu teritorial, perairan teritorial, dan wilayah udara' dalam berurusan dengan Seoul," imbuhnya. 

Pertemuan ini menyusul pertemuan lima tahunan partai yang berkuasa bulan lalu. (*/red)

Iran Gelar Salat Id di Lapangan Terbuka saat Perang dengan AS-Israel

By On Minggu, Maret 22, 2026

Warga Iran mengikuti Salat Idul Fitri, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan, di Masjid Agung Mosalla di Teheran, Sabtu, 21 Maret 2026.  

JAKARTA, KabarViral79.Com - Ribuan umat Muslim di Iran melaksanakan Salat Idul Fitri yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. 

Salat Id menandai berakhirnya puasa bulan Ramadan di tengah berkecamuknya perang di Timur Tengah. 

Dilansir dari AFP, Sabtu, 21 Maret 2026, warga Iran melaksanakan Salat Idul Fitri, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan sehari setelah sebagian besar negara muslim lainnya. 

Saat fajar, kerumunan jemaah berkumpul di Masjid Agung Imam Khomeini di pusat Teheran, yang dinamai menurut nama pendiri Republik Islam tersebut. 

Karena keterbatasan ruang, banyak jamaah melaksanakan Salat di luar, dengan televisi pemerintah menayangkan gambar-gambar area yang ramai di sekitar Masjid, meskipun ada risiko serangan. 

Ibu Kota Iran telah dibombardir hampir setiap hari sejak serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel memulai perang pada 28 Februari, yang menewaskan para Pejabat Tinggi, termasuk Pemimpin Tertinggi Republik Islam tersebut. 

Serangan pada Jumat malam, 20 Maret 2026, kembali menargetkan beberapa distrik di Teheran dan sekitarnya, serta Kota Isfahan di pusat, menurut Kantor Berita Fars

Televisi Iran juga menayangkan warga Salat Id di tempat lain di negara itu, termasuk di Arak di bagian tengah, Zahedan di tenggara, dan Kota Abadan di barat. (*/red)