-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

NATO Tolak Bantu Amankan Selat Hormuz, Trump Kembali Mencak-mencak: Pengecut!

By On Sabtu, Maret 21, 2026

Presiden AS, Donald Trump

JAKARTA, KabarViral79.Com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengecam keras minimnya dukungan yang diberikan negara-negara NATO kepada AS dalam perang melawan Iran, khususnya mengamankan jalur Selat Hormuz

Trump menyebut, sekutunya di NATO itu sebagai pengecut. 

"Tanpa AS, NATO hanya macan kertas," ujar Trump dalam unggahannya di Truth Social dilansir dari Channel News Asia (CNA), Jumat, 20 Maret 2026. 

Diketahui, Selat Hormuz telah diblokade Iran sejak negara itu diserang AS dan Israel pada 28 Februari silam. 

Penutupan di jalur perdagangan minyak dunia ini membuat kelangkaan dan naiknya harga minyak. 

Trump kemudian meminta sekutunya di NATO untuk turun tangan dalam mengamankan jalur Selat Hormuz dari Iran. Namun, keinginan dari Trump itu tidak digubris oleh para anggota NATO. 

"Sekarang pertempuran itu telah dimenangkan secara militer, dengan bahaya yang sangat kecil bagi mereka, mereka mengeluh tentang harga minyak yang tinggi yang terpaksa mereka bayar, tetapi tidak mau membantu membuka Selat Hormuz, manuver militer sederhana yang merupakan satu-satunya alasan tingginya harga minyak. Sangat mudah bagi mereka untuk melakukannya, dengan risiko yang sangat kecil," tulis Trump. 

"Para pengecut dan kita akan mengingatnya," imbuhnya. 

Dilansir dar AFP, Jumat, 20 Maret 2026, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Belanda mengatakan pada Kamis, 19 Maret 2026, bahwa mereka siap berkontribusi pada upaya yang tepat untuk memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz. 

Kelompok tersebut mengatakan mereka menyambut baik komitmen negara-negara yang terlibat dalam perencanaan persiapan, dan mereka mengutuk dengan keras serangan baru-baru ini oleh Iran terhadap kapal-kapal komersial tak bersenjata di Teluk. 

Namun Italia, Jerman, dan Prancis kemudian menjelaskan pada Kamis, 19 Maret 2026 bahwa mereka tidak berbicara tentang bantuan militer langsung, melainkan inisiatif multilateral potensial setelah gencatan senjata. (*/red)

Diserang AS-Israel, Iran Balas Gempur Fasilitas Gas Negara Teluk

By On Kamis, Maret 19, 2026

Fasilitas pengolahan gas bumi di Ras Laffan, Qatar. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Iran melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas dan ladang gas negara-negara Teluk usai ladang gasnya di Pars Selatan diserang oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel

Kebakaran hebat dilaporkan terjadi di fasilitas gas di Qatar. 

Dilansir dari Al Jazeera, Kamis  19 Maret 2026, Kementerian Dalam Negeri Qatar mengumumkan bahwa tim pertahanan sipil saat ini sedang berupaya memadamkan kebakaran di Kota Industri Ras Laffan setelah serangan Iran. 

Tidak ada korban luka yang dilaporkan menurut pernyataan Kementerian. 

Sebelumnya, pertahanan sipil mengatakan telah berhasil mengendalikan kebakaran di Ras Laffan. 

Kementerian Luar Negeri Qatar telah mengeluarkan pernyataan lain menyusul serangan Iran terhadap fasilitas gas Ras Laffan. 

"Serangan brutal Iran terhadap negara-negara di kawasan ini telah melanggar semua garis merah dengan menargetkan warga sipil, infrastruktur sipil, dan fasilitas vital," tulis pernyataan itu. 

Sementara itu, QatarEnergy mengatakan, kebakaran besar telah terjadi di beberapa fasilitas gas alam cair (LNG) miliknya menyusul serangan terbaru Iran di Kota Industri Ras Laffan. 

Serangan ini "merupakan tambahan dari serangan sebelumnya di Kota Industri Ras Laffan pada hari Rabu" yang "mengakibatkan kerusakan luas pada fasilitas Pearl GTL (Gas-to-Liquids)," kata QatarEnergy. 

"Terdapat kerusakan lebih lanjut yang luas akibat serangan baru ini, dengan tim tanggap darurat segera dikerahkan dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan," tambah QatarEnergy. 

Negara lainnya, UUEA mengutuk serangan Iran terhadap fasilitas gas Habshan dan ladang Bab

Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan, serangan Iran yang menargetkan fasilitas gas Habshan dan ladang minyak Bab merupakan eskalasi berbahaya dan pelanggaran prinsip-prinsip hukum internasional. 

Kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berhak sepenuhnya untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasionalnya, dan untuk menjaga prestasi nasionalnya. 

Pernyataan itu menyebutkan bahwa pertahanan udara UEA berhasil mencegat serangan tersebut, dan tidak ada korban jiwa yang tercatat. 

Pernyataan itu juga menekankan bahwa penargetan infrastruktur energi vital merupakan ancaman langsung terhadap stabilitas regional dan pasar energi global. (*/red)

Iran Tegaskan Selat Hormuz Terbuka untuk Semua, Kecuali AS Beserta Sekutunya

By On Rabu, Maret 18, 2026

Selat Hormuz

JAKARTA, KabarViral79.Com - Otoritas Iran mulai membuka akses terbatas bagi sejumlah kapal tanker minyak untuk melintasi Selat Hormuz, di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel

Jalur strategis tersebut ditegaskan hanya akan ditutup bagi pihak yang dianggap sebagai 'musuh'. 

Dalam pernyataan resmi, otoritas Teheran menyebut kapal-kapal dari negara yang tidak terlibat dalam konflik tetap diizinkan melintas, dengan syarat berkoordinasi dengan militer Iran. 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyatakan bahwa kebijakan tersebut diberlakukan secara selektif. 

"Selat Hormuz hanya akan ditutup untuk musuh-musuh dan pihak-pihak yang mendukung agresi mereka," ujarnya. 

Pernyataan senada disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei. 

Ia menegaskan, kapal dari negara netral tetap dapat melintas dengan izin otoritas Iran. 

"Kapal-kapal milik negara yang tidak terlibat dalam perang diizinkan melintasi Selat Hormuz dengan koordinasi dan izin militer Iran," ujarnya. 

Kebijakan ini muncul di tengah situasi yang memanas, di mana konflik antara Iran melawan AS dan Israel telah mengganggu lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut. 

Banyak kapal tanker sempat tertahan, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global

Sebagai jalur vital, Selat Hormuz dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia dan gas alam cair (LNG). Gangguan di kawasan ini berpotensi langsung memengaruhi harga dan distribusi energi global. 

Sejak serangan besar-besaran lebih dari dua pekan lalu, Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan ke sejumlah target di Israel, pangkalan militer AS, serta infrastruktur energi di kawasan Teluk menggunakan rudal dan drone

Di tengah ketegangan tersebut, lalu lintas maritim di Selat Hormuz sempat melambat signifikan. Namun, dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kapal mulai kembali diizinkan melintas, menandakan adanya pelonggaran terbatas. 

Laporan menyebutkan kapal tanker dari beberapa negara seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan Turki telah mendapat izin melintas dengan aman. 

Otoritas India bahkan melaporkan dua kapal tanker yang mengangkut LPG berhasil melewati Selat Hormuz tanpa hambatan pada Sabtu, 14 Maret 2026. 

Sementara itu, kapal tanker berbendera Pakistan bernama Karachi juga menyelesaikan pelayarannya sehari setelahnya. 

Kapal berbendera Turki, Rozana, turut diizinkan melintas setelah pemerintah Ankara memperoleh persetujuan dari Teheran. 

Meski akses mulai dibuka secara terbatas, situasi di kawasan tersebut masih dinilai rawan. 

Kebijakan selektif Iran terhadap lalu lintas kapal menjadi penanda bahwa Selat Hormuz tetap berada dalam kendali ketat di tengah konflik yang belum mereda. (*/red)

Iran Disebut Bakal Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asalkan Bayar Pakai Yuan

By On Senin, Maret 16, 2026

Selat Hormuz

JAKARTA, KabarViral79.Com - Iran disebut bakal mengizinkan kapal tanker minyak melintas di Selat Hormuz. Asalkan dengan satu syarat, yakni membayar dengan mata uang asing China, Yuan

Seperti diketahui baru-baru ini, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur minyak di Pulau Kharg, Iran. Hal itu akan dilakukan AS jika Teheran terus memblokir kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Terbaru, Iran dikabarkan akan mengizinkan kapal tanker melintasi Selat Hormuz. Asal, transaksinya menggunakan mata uang China, yuan.

Dilansir dari CNN, seorang pejabat senior mengatakan, Iran sedang mempertimbangkan mengizinkan sejumlah kecil kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz dengan syarat kargo minyak tersebut diperdagangkan dalam yuan China. 

Langkah ini muncul ketika Republik Islam sedang mengerjakan rencana baru mengelola arus kapal tanker minyak melalui Selat tersebut. 

Minyak internasional hampir seluruhnya diperdagangkan dalam dolar AS, kecuali minyak Rusia yang dikenai sanksi, yang diperdagangkan dalam rubel atau yuan. 

Kekhawatiran pasar tentang selat tersebut, yang merupakan jalur penting bagi energi dunia, telah mendorong harga minyak ke titik tertinggi sejak Juli 2022. 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan bahwa pembatasan arus kapal melalui Selat Hormuz akan berdampak besar pada upaya kemanusiaan seiring berlanjutnya perang. 

"Ketika kapal berhenti bergerak melalui Selat itu, konsekuensinya menyebar dengan cepat. Makanan, obat-obatan, pupuk, dan persediaan lainnya menjadi lebih sulit untuk dipindahkan dan lebih mahal untuk dikirim," ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Tom Fletcher

Perang di Iran dimulai oleh Israel dan AS pada 28 Februari 2026. Serangan AS-Israel telah menyebabkan Ayatollah Ali Khamenei, yang saat itu merupakan Pemimpin Tertinggi Iran, tewas. 

Iran lalu membalas dengan menyerang Israel, pangkalan AS di negara-negara kawasan Teluk hingga menutup Selat Hormuz. 

Iran juga mengatakan, kapal-kapal minyak bisa melintas dengan syarat negara asal kapal itu mengusir duta besar AS dan Israel dari negara masing-masing. (*/red)

AS Klaim Mojtaba Khamenei Terluka-Cacat di Wajah

By On Minggu, Maret 15, 2026

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.  

JAKARTA, KabarViral79.Com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth melontarkan klaim terbaru soal pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei

Hegseth mengklaim Mojtaba, yang sejauh ini belum pernah muncul secara langsung ke hadapan publik, dalam kondisi terluka dan kemungkinan mengalami cacat akibat serangan AS-Israel

Klaim Hegseth ini disampaikan setelah Presiden Donald Trump, dalam wawancara Fox News yang ditayangkan pada Kamis malam, 12 Maret 2026 mengatakan, dirinya meyakini bahwa Mojtaba masih hidup, namun mengalami cedera akibat serangan AS-Israel. 

Berbagai spekulasi bermunculan karena Mojtaba belum muncul secara langsung ke hadapan publik Iran sejak diumumkan terpilih sebagai pemimpin tertinggi yang baru untuk negara Syiah tersebut pada 1 Maret lalu. 

Sejauh ini belum ada foto terbaru Mojtaba yang dirilis oleh otoritas Iran sejak rentetan serangan AS-Israel di awal perang pada 28 Februari lalu menewaskan sebagian besar keluarganya, termasuk ayahnya, mendiang Ayatollah Ali Khamenei, ibundanya dan istrinya. 

Pernyataan pertama Mojtaba kepada publik sebagai pemimpin tertinggi Iran disampaikan secara tertulis, dengan dibacakan oleh seorang presenter televisi pemerintah Iran pada Kamis, 12 Maret 2026, waktu setempat. 

Dalam pernyataan perdananya itu, Mojtaba berjanji untuk tetap menutup Selat Hormuz dan menyerukan negara-negara tetangga Iran menutup pangkalan militer AS di wilayah mereka atau berisiko menjadi sasaran serangan Teheran. 

"Kita mengetahui bahwa pemimpin yang disebut-sebut tidak begitu tertinggi itu terluka dan kemungkinan mengalami cacat fisik. Dia merilis pernyataan kemarin. Pernyataan yang lemah, sebenarnya, tetapi tidak ada suara dan tidak ada video. Itu adalah pernyataan tertulis," ujar Hegseth seperti dilansir Reuters, Sabtu, 14 Maret 2026. 

"Iran memiliki banyak kamera dan memiliki banyak alat perekam suara. Mengapa pernyataan tertulis? Saya rasa Anda mengetahui alasannya. Ayahnya -- tewas. Dia takut, dia terluka, dia menjadi buronan, dan dia tidak memiliki legitimasi," kata Menhan AS itu dalam Konferensi Pers, pada Jumat, 13 Maret 2026. 

Iran sendiri telah mengakui bahwa Pemimpin Tertinggi mereka yang baru mengalami luka-luka. 

Seorang pejabat Teheran, yang enggan disebut namanya mengatakan kepada Reuters bahwa Mojtaba mengalami luka ringan dan masih bisa terus beraktivitas. 

Duta Besar Iran untuk Jepang, Peyman Saadat mengatakan pada Jumat, 13 Maret 2026, bahwa Mojtaba tidak dalam kondisi "melemah". 

"Yang kami ketahui adalah bahwa dia menderita luka-luka akibat perang saat ini, ketika Pemimpin Tertinggi saya dibunuh," ujar Saadat kepada Asahi TV. 

"Tetapi bukan dengan cara yang akan mencegahnya (Mojtaba-red) untuk berfungsi. Dia adalah pemimpin yang berfungsi. Jadi untungnya, tidak ada yang terganggu. Itulah mengapa mereka memilih pemimpin saat ini," pungkasnya. (*/red)

Kapal Tug Boat Musaffah 2 Meledak di Selat Hormuz, Kemlu Sebut Tiga WNI Hilang

By On Senin, Maret 09, 2026

Ilustrasi perahu-perahu di Selat Hormuz

JAKARTA, KabarViral79.Com - Kapal tugboat Musaffah 2 berbendera Persatuan Emirat Arab (PEA) mengalami ledakan di Selat Hormuz. 

Dilaporkan ada tiga awak Warga Negara Indonesia (WNI) dalam proses pencarian. 

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah mengatakan, insiden terbakar dan tenggelamnya kapal Musaffah 2 terjadi pada Kamis, 6 Maret 2026. Kapal itu tenggelam di antara perairan PEA dan Oman, pukul 02.00 dini hari waktu setempat. 

"Insiden terjadi di Selat Hormuz, di antara perairan PEA dan Oman pada tanggal 06 Maret 2026,pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar dan tenggelam. Hingga saat ini, Otoritas di PEA dan Oman masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden ini," ujar Heni kepada wartawan, Minggu, 08 Maret 2026. 

Kemlu menyebut, perwakilan RI berkoordinasi dengan otoritas PEA, Oman dan pihak perusahaan Safeen Prestige. Musaffah 2 terdiri dari tujuh personel kapal yang berkewarganegaraan Indonesia, India, dan Filipina

Heni mengatakan, ada empt WNI yang berada dalam kapal tersebut. Dilaporkan satu WNI dalam keadaan selamat mendapat perawatan luka bakar di rumah sakit. Sementara tiga WNI lainnya, masih dalam proses pencarian. 

"Berdasarkan informasi yang diterima, Musaffah 2 berawak total tujuh personil berkewarganegaraan Indonesia, India, dan Filipina. Empat awak selamat, sedangkan tiga awak lainnya masih dalam proses pencarian," ujarnya. 

"Khusus kondisi empat awak WNI, satu WNI selamat sedang mendapat perawatan luka bakar di Rumah Sakit di Kota Khasab, Oman. Sedangkan tiga WNI lainnya masih terus diupayakan pencarian oleh otoritas setempat," imbuhnya. 

Heni mengatakan, ada satu WNI lain saat kejadian berlangsung. Namun, WNI itu berada di kapal berbeda dan dalam kondisi selamat. 

Kemlu RI mendorong adanya investigasi menyeluruh terkait insiden tersebut. 

"Saat ini, perwakilan RI di PEA dan Oman secara intensif berkoordinasi dengan otoritas setempat dan perusahaan untuk proses pencarian tiga awak WNI yang hilang, memastikan perawatan satu WNI selamat dan menyampaikan perkembangan penanganan kepada pihak keluarga di Indonesia. Kementerian Luar Negeri juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden ini," ujarnya. 

Kemlu RI mengimbau seluruh WNI yang berada di Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Ia meminta, WNI di sana terus berkoordinasi dengan perwakilan RI terkait. 

"Memperhatikan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri kembali mengimbau seluruh WNI di Timur Tengah termasuk awak WNI yang bekerja di kapal laut, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat," kata Heni. 

"Segera lakukan lapor diri untuk memastikan respons cepat dan tepat dari Perwakilan RI. Dalam keadaan darurat, segera hubungi hotline perwakilan RI terkait," tutupnya. (*/red)

Trump Kembali Tebar Ancaman, Akan Bombardir Iran Lagi

By On Minggu, Maret 08, 2026

Presiden AS, Donald Trump. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memperingatkan akan menyerang kembali Iran

Trump menyebut serangan yang akan dilancarkan sangat keras. 

"Hari ini Iran akan diserang sangat keras!" ujar Trump melalui postingan Truth Social-nya dilansir kantor berita AFP, Sabtu, 07 Maret 2026. 

Trump juga menyebut, pihaknya akan memperluas serangan yang mengarah target-target baru. 

Trump mengancam akan menghancurkan Iran. 

"Wilayah dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan sebagai target hingga saat ini sedang dipertimbangkan secara serius untuk dihancurkan sepenuhnya dan menghadapi kematian pasti, karena perilaku buruk Iran," pungkasnya. 

Diketahui, AS dan Israel telah melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran pada Sabtu pagi waktu Iran. 

Serangan itu diklaim menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Iran

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei diketahui telah tewas di kompleks kepemimpinannya pada Sabtu, 28 Februari 2026, pada hari pertama serangan gabungan AS-Israel yang memicu perang Timur Tengah. 

Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini sebelumnya mengatakan Iran sepenuhnya siap untuk "perang berkepanjangan" dengan AS dan Israel. 

Dia menambahkan, Iran siap memperkenalkan generasi baru persenjataan strategis yang belum pernah terlihat di medan perang. 

Jenderal Iran tersebut menekankan bahwa gelombang serangan di bawah Operasi "Janji Sejati 4" yang dilakukan hingga saat ini, hanya menggunakan sebagian kecil dari kemampuan Iran yang sebenarnya. 

"Inisiatif dan senjata baru Iran sebentar lagi," kata juru bicara tersebut. 

"Teknologi ini belum dikerahkan dalam skala besar. Musuh harus bersiap untuk serangan menyakitkan di setiap gelombang operasi yang akan datang," ujarnya, dilansir media Iran, Press TV, Jumat, 06 Maret 2026. (*/red)