-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Usai Sita Ribuan Miras di Gudang, Koar Minta APH Proses Hukum Pemilik Miras

By On Minggu, September 21, 2025

 


SERANG, KabarViral79.ComKoalisi Aksi Rakyat (Koar) Banten meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) menindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku pemilik ribuan Minuman Keras (Miras) yang di grebeg tim gabungan terdiri dari anggota DPRD, Satpol pp, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat, di Kampung Kubang, RT 01/RW 012, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Sabtu (20/09/2025) lalu.

Diketahui, Anggota DPRD Kota Serang dari Komisi I, Edi Santoso, bersama jajaran Polres Kota Serang, Satpol-PP, Kapolsek Taktakan, Danramil Taktakan, serta tokoh masyarakat menggerebek sebuah gudang miras di Kampung Kubang, RT 01/RW 012, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Penggerebekan dilakukan setelah adanya laporan warga terkait aktivitas penyimpanan minuman keras. Awalnya, Satpol-PP menyita sekitar 500 dus miras. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh Polsek dan Koramil Taktakan, hingga berujung pada penggeledahan rumah milik Mulyono yang terdiri dari enam unit bangunan.

Dalam operasi gabungan tersebut, aparat menemukan sekitar 2.000 dus minuman keras berbagai merek, seperti Rajawali Prost, Santana, Anggur Merah, Black Currant, Singaraja, Ale, dan Arak. Seluruh barang bukti diamankan ke Polres Kota Serang.

Koordinator Koar Provinsi Banten Rahmat Gunawan mengatakan, dengan disitanya ribuan dus Miras, maka APH diminta turut serta memproses pemilik sesuai aturan hukum yang berlaku. Sebab, jika dibiarkan tidak akan menjadi efek jera, bahkan ada kemungkinan akan membuka usaha serupa ditempat lain.

“Jangan hanya Miras yang di sita, tapi juga pemiliknya harus diperiksa dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku, biar tidak menjual Miras lagi dikemudian hari,” tegasnya, Minggu (21/09/2025).

Selain itu, Rahmat juga meminta APH menelusuri peredaran Miras hingga ke seluruh THM dan warung jamu di Kota Serang yang kerap menjual Miras.

“THM dan warung jamu banyak yang bebas menjual, seperti dibiarkan. Ini apakah punya izin edar atau memang sengaja dibiarkan oleh para oknum yang membekingi tempat hiburan,” ungkapnya.

Jika memang tidak ada tindakan tegas dari APH, khawatir nanti justru masyarakat yang bertindak karena sudah tidak percaya lagi pada penegakan hukum. Pasalnya, setiap terjadi razia THM, informasi tersebut akan bocor terlebih dahulu kepada pengelola maupun pegawai.

“Kemungkinan besar THM dan warung jamu ini ada yang backup. Sebaiknya kalau mau razia, lebih baik dadakan seperti Inspeksi Mendadak (Sidak) biar informasinya tidak bocor,”

Meski begitu, Rahmat juga mengapresiasi sinergi Satpol-PP, Polri, TNI, serta masyarakat yang berhasil melakukan penggerebekan gudang Miras di Taktakan.

“Saya apresiasi untuk tim gabungan yang berhasil menyita ribuan dus Miras dari gudang. Semoga hal itu juga akan berlaku bagi THM dan warung jamu,” katanya. (Dinar)

Creative Democracy Tantang Walikota Diskusi Terbuka Terkait Polemik Mega Proyek Sawah

By On Sabtu, September 20, 2025

 


Serang, KabarViral79.Com – Polemik mega proyek Sawah Luhur kembali mencuat dan menimbulkan pro-kontra yang tajam di tengah masyarakat. Proyek yang diduga ilegal ini bukan hanya berpotensi melanggar regulasi tata ruang, tetapi juga dikaitkan dengan dugaan alih fungsi Pulau Burung dan Pulau Satu yang memiliki nilai ekologis penting.

Creative Democracy Center (CDC), lembaga kajian demokrasi dan advokasi publik, menilai pemerintah daerah—khususnya Walikota Serang—gagal memberikan jawaban transparan atas polemik yang berkembang. Atas dasar itu, CDC secara terbuka menantang Walikota Serang untuk hadir dalam diskusi publik terbuka, menghadapi langsung masyarakat, akademisi, dan pemerhati lingkungan untuk menjelaskan duduk perkara sebenarnya.

Wildan Founder CDC menegaskan bahwa proyek yang menyangkut ruang hidup rakyat tidak boleh berjalan secara elitis dan penuh misteri. “Pemerintah seharusnya tidak bersembunyi di balik retorika pembangunan. Jika proyek Sawah Luhur benar-benar legal dan bermanfaat, mengapa pemerintah enggan membuka data, dokumen, dan analisis dampak lingkungannya secara terang benderang?” ujarnya.

Menurut kajian ilmiah CDC, terdapat tiga dimensi kritis yang mendasari polemik ini:

1. Dimensi Hukum

Dugaan ilegalitas proyek Sawah Luhur berpotensi melanggar UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta UU Nomor 27 Tahun 2007 jo. UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Jika benar terjadi alih fungsi Pulau Burung dan Pulau Satu, maka pemerintah kota dapat dianggap melakukan pembiaran atas pelanggaran hukum yang serius.

2. Dimensi Ekologis

Pulau Burung dan Pulau Satu memiliki fungsi ekologis penting sebagai penyangga biodiversitas pesisir. Alih fungsi kawasan ini berpotensi menghancurkan ekosistem laut, mengganggu mata pencaharian nelayan, serta menimbulkan kerusakan lingkungan yang tak tergantikan.

3. Dimensi Demokrasi dan Sosial

Pembangunan yang dilakukan tanpa partisipasi publik akan melahirkan resistensi dan krisis legitimasi. Masyarakat tidak boleh dijadikan objek pembangunan, sementara kepentingan investor dibiarkan menguasai ruang hidup rakyat. Demokrasi kreatif menuntut transparansi, akuntabilitas, dan keberanian pejabat publik untuk menghadapi kritik rakyat.

Wildan menilai bahwa diamnya pemerintah dan absennya ruang dialog hanyalah memperlebar jurang ketidakpercayaan publik. “Walikota harus membuktikan apakah ia pemimpin yang berani berdiri di hadapan rakyat, atau hanya pelayan modal yang menutup mata terhadap pelanggaran hukum dan kerusakan lingkungan,” tegas Wildan dalam pernyataan resminya.

Melalui tantangan diskusi terbuka ini, Wildan berharap tercipta ruang keterbukaan publik yang sehat, transparan, dan objektif. Tanpa itu, mega proyek Sawah Luhur hanya akan tercatat sebagai contoh buruk pembangunan yang mengorbankan hukum, ekologi, dan martabat demokrasi lokal.

Tolak Tax Amnesty, Menkeu Purbaya: Insentif Orang Kibul-kibul!

By On Sabtu, September 20, 2025

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA, KabarViral79.Com Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa enggan menjalankan lagi program tax amnesty untuk menambah penerimaan negara.

Alasannya, kata dia, program tax amnesty adalah insentif untuk orang menghindari pajak.

“Saya enggak tahu saya bisa nolak apa enggak, nanti saya lihat perkembangannya seperti apa. Cuman begini, kalau dua tahun ada tax amnesty, itu akan memberi insentif kepada orang-orang untuk kibul-kibul,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat malam, 19 September 2025.

Dia juga menyebut, para pengemplang pajak itu justru hanya akan memanfaatkan tax amnesty, bukan berubah menjadi wajib pajak yang taat.

Mereka bakal berpikir tidak perlu taat membayar pajak tepat waktu lantaran pemerintah bakal memberikan tax amnesty setiap dua tahun sekali.

“Karena dia akan pikir, dua tahun lagi ada tax amnesty lagi. Jadi itu bukan sinyal yang bagus,” ujarnya.

Kendati demikian, Purbaya mengaku akan mempelajari lebih dahulu proposal tax amnesty yang diusulkan.

Meski ia berpikir, kebijakan itu sejatinya tidak terlalu pas untuk perekonomian.

“Untuk saya sih, tidak terlalu appropriate. Tidak terlalu paslah,” pungkasnya.

Ia juga beranggapan, pemerintah lebih baik menjalankan program-program harmonisasi sistem perpajakan secara benar, bukan memberi pengampunan pajak.

“Jadi yang pas adalah ya, jalankan program-program pajak yang betul, collect yang betul. Kalau enggak ada yang salah dihukum, tapi kita jangan meres gitu. Jadi harus perlakuan yang baik terhadap pembayar pajak. Dan kalau udah punya duit, ya dibelanjain kira-kira gitu,” tuturnya. (*/red)

KPK Sebut Penyidikan Korupsi Kuota Haji Tidak Mengarah ke Ormas Tertentu

By On Sabtu, September 20, 2025

Jubir KPK, Budi Prasetyo

JAKARTA, KabarViral79.Com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, penanganan perkara kasus dugaan korupsi kuota haji 2024 belum mengarah ke institusi maupun Organisasi Masyarakat (Ormas) tertentu.

Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) KPK, Budi Prasetyo menanggapi pemberitaan terkait penanganan perkara tersebut yang dikaitkan dengan institusi atau Ormas tertentu.

“Dalam penyidikan perkara ini, KPK fokus mendalami peran-peran individu yang diduga terlibat terkait pembagian kuota haji tambahan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024,” ujar Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat, 19 September 2025.

Menurut Budi, fokus KPK saat ini tidak ada mengarah kepada institusi atau organisasi masyarakat tertentu, melainkan penyidikan berfokus pada pribadi yang harus bertanggung jawab di kasus ini.

“Sepanjang penyidikan sampai hari ini, tidak ada mengarah kepada institusi ataupun organisasi masyarakat tertentu. Penyidikan murni berfokus pada peran pihak-pihak secara individu yang bertanggung jawab dalam perkara ini,” ujarnya.

Adapun kasus dugaan korupsi kuota haji pada 2024 ini telah naik ke tahap penyidikan, tapi KPK belum menetapkan tersangka.

KPK telah memeriksa sejumlah pihak, termasuk eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Kasus bermula saat Indonesia mendapat tambahan kuota haji sebanyak 20 ribu. Kemudian, ada pembagian kuota haji tambahan itu sebanyak 50:50 untuk haji reguler dan haji khusus.

Padahal, menurut Undang-Undang, kuota haji khusus delapan persen dari total kuota nasional.

KPK menduga bahwa asosiasi travel haji yang mendengar informasi adanya kuota tambahan itu lebih menghubungi pihak Kementerian Agama (Kemenag) untuk membahas masalah pembagian kuota haji.

Berdasarkan penghitungan sementara, kerugian negara yang disebabkan kasus ini mencapai lebih dari Rp 1 triliun. Kerugian itu timbul akibat perubahan jumlah kuota haji reguler menjadi khusus.

Terbaru KPK mengungkap ada juru simpan untuk menampung uang hasil korupsi tersebut. KPK masih memburu siapa juru simpan uang tersebut.

KPK juga mengungkap ada oknum dari Kemenag yang menawarkan ke pihak travel kuota haji khusus yang bisa langsung berangkat di tahun yang sama. Syaratnya dengan membayar 'uang percepatan'. (*/red)

Banyak Kasus Keracunan MBG, Istana Minta Maaf: Akan Ada Evaluasi

By On Sabtu, September 20, 2025

Mensesneg Prasetyo Hadi

JAKARTA, KabarViral79.Com Pihak Istana Kepresidenan menyampaikan permohonan maaf atas kasus keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih saja terjadi di berbagai daerah.

Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 20 September 2025.

Menurutnya, kasus keracunan tersebut bukanlah sebuah hal yang diharapkan.

“Tentunya kami atas namanya pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional (BGN), memohon maaf karena telah terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah,” ujarnya.

“Ya tentu saja itu bukan sesuatu yang kita harapkan dan bukan sesuatu kesengajaan,” imbuhnya.

Sejak program MBG dijalankan hingga pertengahan September 2025, lembaga pemantau pendidikan mencatat ada 5.360 siswa menjadi korban keracunan makanan akibat program ini.


Kasus-kasus keracunan MBG terjadi di beberapa wilayah sejak program tersebut dijalankan, di antaranya Tasikmalaya, Pamekasan, Garut, Sumbawa, Blora, Banggai Kepulauan, Lamongan, Brebes, Gunungkidul, Wonogiri, Bengkulu, Muba, hingga Ambon.

Atas kasus keracunan MBG yang terjadi, Prasetyo memastikan kejadian-kejadian ini akan menjadi evaluasi bagi BGN dan pihak terkait lainnya.

“Tentu saja ini menjadi bahan evaluasi dan catatan kami telah berkoordinasi dengan BGN termasuk dengan pemerintah daerah,” tuturnya.

Prasetyo juga meminta agar korban terdampak mendapat penanganan cepat.

“Memastikan bahwa seluruh yang terdampak harus mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik-baiknya,” ujarnya. (*/red)

Prabowo Lawatan ke Empat Negara, dari Jepang, AS, Kanada, hingga Belanda

By On Sabtu, September 20, 2025

Prabowo lawatan ke empat negara

JAKARTA, KabarViral79.Com Presiden Prabowo Subianto memulai kunjungan kenegaraan ke empat negara, yakni Jepang, Amerika Serikat (AS), Kanada, hingga Belanda

Prabowo bertolak ke negara pertama, yaitu Jepang, menggunakan Pesawat Kepresidenan melalui Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat malam, 19 September 2025.

Diketahui, Presiden Prabowo dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Jumat-Sabtu, 26-27 September 2025.

“Mungkin (kembali ke Indonesia) 26-27 (September 2025),” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Prabowo akan memulai kunjungan kerjanya ke New York, Amerika Serikat (AS), dalam rangka menghadiri Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Namun sebelum ke New York, Prabowo akan singgah lebih dahulu di Jepang untuk menghadiri Osaka Expo.

“Sebelum ke New York, beliau akan singgah dulu di Osaka, mengunjungi Pavilion Indonesia di Osaka Expo, dan kemudian melanjutkan perjalanannya ke New York,” ucapnya.

Prabowo direncanakan akan berada di New York hingga 23 September 2025.

Selepas dari New York, Prabowo akan melakukan lawatan ke Kanada dan Belanda. Selama berada di Ottawa, Kanada, ia akan menyaksikan penandatanganan CEPA antara Indonesia dan Kanada.

“Kemudian dari Ottawa beliau akan ke Belanda, rencananya akan diterima oleh Raja dan Actinh Perdana Menteri Belanda, dan setelah itu akan kembali ke Tanah Air,” ujarnya.

Sugiono berharap, perjalanan Kepala Negara dan rombongan berjalan lancar serta bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

“Mohon doa restunya dari semua masyarakat dan rekan-rekan sekalian. Semoga perjalanan kami lancar, berangkat, lancar acara dan lancar sampai kembali ke tujuan,” tutupnya. (*/red)

Warga Tangsel Ngeluh soal Maling Motor dan Mata Elang, Polisi Akan Tindak Tegas

By On Sabtu, September 20, 2025

Polres Tangsel menggelar Program Jumat Curhat di Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Tangerang, Jumat, 19 September 2025. 

TANGSEL, KabarViral79.Com Warga Tangerang Selatan (Tangsel) menyampaikan keluhan kepada polisi terkait kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) hingga mata elang.

Terkait keluhan itu, Polres Tangsel menegaskan akan menindak para pelaku tindak pidana yang meresahkan.

Hal itu disampaikan dalam program Jumat Curhat di Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Tangerang, Jumat, 19 September 2025.

Polisi mendengarkan langsung masukan dari masyarakat, yang juga implementasi Program Jaga Jakarta+.

Dalam dialog itu, Kapolres Tangsel, AKBP Victor Inkiriwang mengimbau masyarakat untuk menghindari tawuran, penyalahgunaan narkoba, perjudian, hingga pinjaman online ilegal.

Dia juga meminta masyarakat senantiasa menggunakan kunci ganda untuk mencegah tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.

“Curanmor adalah masalah klasik, pencegahannya bisa dengan kunci ganda dan siskamling terpadu. Saya tekankan, keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi tapi kita bersama, siskamling ini dari warga untuk warga,” ujar Victor kepada wartawan, Jumat, 19 September 2025.

Dalam kesempatan itu, polisi turut menyerahkan bantuan CCTV untuk mengawasi lingkungan sekitar.

Pihak kepolisian mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga Kamtibmas, salah satunya melalui Pos Kamling.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap masyarakat semakin aktif berpartisipasi dalam menjaga lingkungannya,” tuturnya.

Victor juga meminta warga untuk melapor jika menjadi korban mata elang (matel) atau debt collector.

Dia menegaskan, pihaknya akan menindak tegas para pelaku.

“Terkait matel, apabila meresahkan bisa lapor ke RT/RW atau layanan 110 gratis. Jika sudah merampas atau menganiaya, segera serahkan ke kepolisian, jangan main hakim sendiri,” ujarnya.

Selain berdialog, Polisi memberikan pelayanan kesehatan gratis dan pembagian sembako. Bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian polisi dan diharapkan bisa bermanfaat untuk para penerima. (*/red)

1.068 Peserta Meriahkan Peratrampra Madrasah Ibtidaiyah se-Bireuen di RTH Cot Gapu

By On Sabtu, September 20, 2025

Sebanyak 1.068 peserta dari 58 Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Bireuen tampil di ajang Peratrampra di RTH Cot Gapu, Sabtu, 20 September 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Sebanyak 1.068 peserta dari 58 Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Bireuen mengikuti ajang Pesta Raya Terampil Pramuka (Peratrampra) di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Sabtu, 20 September 2025.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80.

Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bireuen, hadir sebagai pembina upacara sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Mukhlis menegaskan pentingnya gerakan pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda.

“Bireuen hari ini sedang membangun masa depan, dan masa depan itu adalah anak-anak kita semua, generasi emas sebagai tunas harapan. Melalui pesta raya ini, kalian tidak hanya belajar berkompetisi, tetapi juga belajar berbagi, menghargai, dan bekerja sama,” ujarnya.

Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, yang juga Ketua Majelis Pembimbing Kamabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Bireuen, hadir sebagai pembina upacara, sekaligus membuka kegiatan Peratrampra di RTH Cot Gapu, Sabtu, 20 September 2025. 

Bupati juga mengingatkan bahwa kemenangan maupun kekalahan dalam lomba harus diterima dengan sportivitas. Menurutnya, proses pembelajaran yang melahirkan insan terampil, tangguh, dan berkarakter jauh lebih penting.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag, M.Pd, menyampaikan bahwa pramuka di lingkungan madrasah bukan hanya sarana keterampilan, tetapi juga integrasi nilai keislaman, kepemimpinan, dan nasionalisme.

“Kegiatan ini mempererat silaturahmi antar madrasah sekaligus membentuk generasi muda yang beriman, bertakwa, dan cinta tanah air,” jelasnya.

Ketua Panitia, Mudassir, S.Ag, M.Ag melaporkan bahwa kegiatan Peratrampra berlangsung selama satu hari dengan berbagai lomba, antara lain Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB), Kemampuan Indera Manusia (KIM), penjelajahan, dan delapan halang rintang.

“Total peserta mencapai 1.068 orang dari 58 madrasah ibtidaiyah se-Kabupaten Bireuen,” ungkapnya.

Acara berlangsung meriah dengan antusiasme peserta dan dukungan penuh dari guru pembina, pelatih, serta panitia penyelenggara. (Joniful Bahri)

Kapolsek Panggarangan Polres Lebak Siap Kawal Pendistribusian Program Makan Gizi Gratis

By On Sabtu, September 20, 2025

 

Kapolsek Panggarangan Iptu Acep Komarudin saat sambutan di acara Launching Satuan Penambahan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak

Lebak, KabarViral79.Com – Kapolsek Panggarangan Polres Lebak, Iptu Acep Komarudin, SH, menyatakan siap mengawal distribusi penyaluran makan gizi gratis di wilayah hukum Polsek Panggarangan.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Panggarangan saat menghadiri acara Launching Satuan Penambahan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (20/09/2025).

“Saya mengucapkan terima kasih banyak atas undangan yang telah diberikan kepada kami untuk menghadiri acara Launching SPPG ini. Semoga pelaksanaan kegiatan penyaluran makanan bergizi yang akan dimulai dari hari Senin mendatang bisa berjalan dengan lancar dan tertib,” kata Iptu Acep Komarudin.

“Dan saya selaku Kapolsek Panggarangan bersama pihak Koramil akan siap untuk mengawal distribusi penyaluran makanan bergizi untuk sekolah pada hari Senin yang akan datang, tanggal 20 September 2025 mendatang. Kebetulan acara hari ini hanya selamatan, mudah-mudahan SPPG Desa Panyaungan ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Aamiin,” tambah Kapolsek Panggarangan.

(Cup)

Anggota DPRD Kabupaten Lebak Samboja Uton Witono Hadiri Launching SPPG di Desa Panyaungan

By On Sabtu, September 20, 2025

 

Anggota DPRD Kabupaten Lebak Samboja Uton Witono saat sambutan di acara Launching SPPG di Desa Panyaungan Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak

LEBAK, KabarViral79.Com – Anggota DPRD Kabupaten Lebak dari Fraksi Gerindra, Samboja Uton Witono yang juga selaku Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Lebak, turut menghadiri acara Launching Satuan Penambahan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. Acara tersebut digelar pada Sabtu, 20 September 2025.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Lebak Samboja Uton Witono dari Dapil 4, Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR) Gloro Harimas Sihombing, Direktur Utama (Dirut) Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR) Antoni Shiombing SH, PIC Yayasan Indonesian Food Security Review (IFSR) Supardi, Kepala SPPG Irwan, Ahli Gizi Atania Br Ginting S.Gz, Camat Cihara Drs Asep Kusnandar, Kapolsek Panggarangan Iptu Acep Komarudin SH, Pgs Danramil 0314/Pgr Serma Eman Guratman, Kepala Puskesmas Cihara Hermansyah S.Keb, Korwil Pendidikan Kecamatan Cihara Jejen M.Si, perwakilan Kepala Sekolah Kecamatan Cihara 13, para OPD, karyawan, dan masyarakat Panyaungan.

Dalam sambutannya, Anggota DPRD Lebak dari Fraksi Gerindra, Samboja Uton Witono, menyampaikan rasa syukur.

Para tamu undangan saat menghadiri acara Launching SPPG di Desa Panyaungan Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak


“Alhamdulillah pada kesempatan pagi ini menjelang siang kita bisa duduk bersama dalam rangka launching bersama yaitu terkait dengan dapur gizi yang ada di Desa Panyaungan Kecamatan Cihara,” ucapnya.

Lebih lanjut, Samboja menjelaskan, “Sesuai tadi yang telah disampaikan oleh Ketua Yayasan, bahwasanya ini adalah program dari pemerintah yaitu Bapak Presiden Prabowo. Program ini ditujukan untuk memperbaiki masukan gizi terutama terhadap anak-anak didik. Untuk itu, saya hadir di sini karena kami mempunyai fungsi atau tugas dari partai. Kebetulan saya juga sebagai Anggota DPRD Lebak dari Fraksi Partai Gerindra yang ditunjuk langsung bertujuan untuk mengawasi atau monitoring terkait bagaimana pelaksanaan yang akan dilaksanakan terhadap program SPPG ini.”

Samboja Uton Witono yang akrab disapa “Ama Dewan” menambahkan, “Dalam hal ini kita semua dari semua unsur, baik itu dari pihak desa, pihak kecamatan, Koramil, kepolisian, maupun sosial kontrol harus bisa mengawasi dalam penyaluran supply/penyaluran dalam program ini. Saya berharap kita semua bisa bekerja sama mendukung dan mengawal dengan baik.”

Diketahui, usai acara selesai langsung dilanjutkan dengan gunting pita Dapur Makan Gizi Gratis (MBG).

(Cup)

Sekdis DTRB Kabupaten Tangerang Hadiri Word Clean Up Day 2025

By On Sabtu, September 20, 2025


TANGERANG, KabarViral79.ComSekertaris Dinas (Sekdis) Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang dan jajaran menghadiri peringati World Clean Up Day 2025 (WCD) yang jatuh setiap tanggal 19 September 2025.

Kegiatan yang digelar di Alun-alun Pemkab Tangerang, Sabtu, 20 September 2025 itu untuk mengajak seluruh masyarakat melakukan pemilahan sampah.

Termasuk pelaku usaha, perkantoran, restoran, dan hotel serta agar tidak membuang sampah sembarangan.

Dalam kesempatan itu, Sekdis DTRB Kabupaten Tangerang, Erni Nurlaeni, ST menyampaikan, peringatan World Clean Up Day 2025 merupakan gerakan global untuk mengajak individu, komunitas, dunia usaha dan pemerintah di seluruh dunia menyatakan kepedulian dan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Tahun ini, tema World Clean Up Day 2025 di Indonesia adalah ‘Bersatu untuk Indonesia Bersih yang Relevan dengan Kondisi yang Dihadapi Seluruh Dunia’,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada seluruh jajaran pemerintahan termasuk juga di wilayah agar melakukan sosialisasi dan kampanye kebijakan serta program pengelolaan sampah.

Selain itu, melakukan gerakan kolaboratif masyarakat dengan dunia usaha dalam pengembangan ekonomi sirkular seperti rumah kompos (UPS), urban farming dan bank sampah, dan untuk Word Clean Up Day 2025 di Kabupaten Tangerang di lingkup Pemda Tangerang dan di Tanjung Burung.

“Mudah-mudahan dengan  upaya yang terus kita lakukan dan sosialisasikan secara masif ini, bisa membawa lingkungan jadi lebih baik, dan hari ini di Kabupaten Tangerang serentak melaksanakan kegiatan ini di setiap Kecamatan, Kelurahan, Desa,” ujarnya.

Adapun jenis sampah yang diambil, kata dia, yaitu sampah plastik yang secara khusus nanti akan dijadikan kompos. Kegiatan juga diikuti lebih dari 2.500 orang yang sudah tercatat di DLHK Kabupaten Tangerang, yang nantinya kegiatan ini dilaporkan ke Kementrian Lingkungan Hidup, 

Dia juga mengatakan, kegiatan hari ini adalah bentuk aksi nyata, yakni betapa pentingnya lingkungan yang sehat dan bersih. 

“Karena tanpa lingkungan yang bersih dari sampah, itu tidak bisa terlihat suatu kemajuan kalau di sekitar kita masih dikelilingi sampah,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, mewakili Kadis DTRB, Sekdis Erni Nurlaeni ST, dan para Staf ikut andil pada acara Word Clean Up Day 2025 dengan sambil memilah sampah plastik di sekitaran Alun-alun Pemkab Tangerang, yang selanjutnya dimasukan ke kantong plastik yang telah disediakan oleh pihak DLHK Kabupaten Tangerang. (Reno)

Geber Banten Klarifikasi Aksi Sawahluhur: Kami Didukung Warga, Bukan Pembuat Gaduh

By On Jumat, September 19, 2025


SERANG, KabarViral79.Com – Kelompok Gerakan Bersama Masyarakat Banten (Geber Banten) meluruskan pemberitaan salah satu media online yang terbit pada 19 September 2025 dengan judul “Aksi Massa Demo di Sawahluhur Diduga Hanya Membuat Gaduh”. Menurut Geber Banten, pemberitaan tersebut dinilai provokatif dan tidak sesuai dengan tujuan aksi yang mereka gelar di Sawahluhur, Kota Serang.

Koordinator Lapangan Geber Banten, Mulyadi, menegaskan aksi yang dilakukan pihaknya sah dan berdasarkan prosedur. Pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada kepolisian terkait kegiatan tersebut.

“Aksi ini bukan gaduh, tapi bentuk penyampaian aspirasi. Kami sudah menempuh prosedur dengan pemberitahuan ke kepolisian, bukan ke kelurahan atau kecamatan. Itu mekanismenya,” kata Mulyadi.

Ia menjelaskan, aksi tersebut bertujuan meminta kejelasan soal perizinan dan alih fungsi lahan di Sawahluhur yang dinilai belum transparan. Masyarakat, kata Mulyadi, masih bingung terhadap peruntukan proyek pembangunan di wilayah tersebut.

“Banyak masyarakat Sawahluhur yang tidak menerima adanya proyek ini. Mereka tidak tahu peruntukannya untuk apa. Kami hanya menuntut kejelasan dan tanggung jawab dari pemerintah kota,” ujarnya.

Mulyadi juga menyinggung keberadaan kelompok yang mengatasnamakan Himpunan Masyarakat Sawahluhur (HAMAS), yang menurutnya tidak sepenuhnya berasal dari warga setempat.

“HAMAS itu bukan mayoritas orang Sawahluhur. Hanya segelintir saja yang benar warga sana. Justru masyarakat lebih banyak mendukung gerakan kami,” tegasnya.

Ia menolak anggapan bahwa aksi Geber Banten menimbulkan kegaduhan. Menurutnya, aksi yang dilakukan merupakan hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

“Kita menyampaikan aspirasi sesuai aturan undang-undang. Jadi kalau dibilang gaduh, itu tidak benar. Faktanya, banyak masyarakat yang pro dan mendukung pergerakan Geber Banten. Bukan buat onar, kami justru didukung masyarakat. Yang buat onar Cuma oknum bayaran yang tidak terima bahwa ada aksi dari masyarakat,” ujar Mulyadi.

Mulyadi menambahkan, jika ada pihak yang merasa terganggu, seharusnya yang ditegur adalah perusahaan atau pihak terkait proyek, bukan masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Lebih lanjut, ia mempertanyakan aturan yang mewajibkan adanya izin dari kelurahan dalam melakukan aksi.

Ia juga mengharapkan agar media, ketika menayangkan suatu berita, harus sesuai fakta yang terjadi, bukan justru menggiring opini provokatif.

“Dalam hal ini yang telah membuat kegaduhan itu siapa? Faktanya, di lapangan terlihat diduga adanya massa bayaran yang berusaha menghalangi Geber Banten dengan menjual atas nama warga Sawahluhur. Jangan membodohi demi meraup keuntungan pribadi dan golongan, merusak tanah karuhun Banten, dan jadi antek-antek oligarki yang mau saja diadu domba. Harusnya kepolisian menegur pihak perusahaan. Aksi kami jelas untuk meminta klarifikasi dan keadilan,” pungkasnya. (*/red)

Komdigi Sebut Judi Online Hancurkan Keluarga, Jutaan Konten Ditindak

By On Jumat, September 19, 2025

Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar saat Konferensi Pers di Kantor Komdigi, Jakarta, Rabu, 17 September 2025. 

JAKARTA, KabarViral79.Com Judi Online (Judol) telah menghancurkan banyak keluarga di Indonesia. Judol juga merupakan bentuk pelanggaran hukum yang merusak tatanan sosial masyarakat.

Hal itu dikatakan Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar saat Konferensi Pers di Kantor Komdigi, Jakarta, Rabu, 17 September 2025.

“Kita ketahui bersama bahwa terkait dengan judi online ini banyak keluarga yang hancur. Jadi, kita melihat anak-anak kehilangan masa depan, orang tua kehilangan harta, bahkan rumah tangga runtuh,” ujar Alexander.

“Judi online bukan hanya pelanggaran hukum tetapi juga ancaman nyata bagi kehidupan sosial kita,” sambungnya.

Menurutnya, besarnya dampak Judol terlihat dari jumlah konten yang telah ditindak oleh Komdigi.

Sejak 20 Oktober 2024 hingga 16 September 2025, lebih dari 2,8 juta konten negatif dicabut atau "takedown" dari ruang digital Indonesia. Dari jumlah itu, 2,1 juta di antaranya merupakan konten perjudian.

“Jumlah sebesar itu kalau kita bandingkan misalnya dengan daya tampung Gelora Bung Karno itu 20 kali lipat dari daya tampung Gelora Bung Karno kalau kita mengasumsikan tiap kursi diibaratkan satu konten berbahaya,” ujarnya.

“Ini tentunya memberikan gambaran kepada kita bahwa ancaman yang kita hadapi itu sangat besar,” imbuhnya.

Dalam upaya pemberantasan konten berbahaya, Komdigi bersama TikTok, Google, Meta, dan platform digital lainnya sedang mengevaluasi sistem moderasi bernama SAMAN.

Sistem ini telah melalui tahap uji coba selama setahun dan ditargetkan bisa berjalan penuh mulai bulan depan.

“Kita harapkan nantinya dengan berbagai masukan dari teman-teman yang ada di penyelenggara sistem elektronik ini, kemudian dari internal kita sendiri juga melakukan evaluasi terhadap sistem ini, sistem ini dapat berjalan dengan baik," harapnya.

“Celah-celahnya bisa kita tutupi dan kemudian kita berharap di bulan depan sistem ini bisa berjalan secara penuh,” imbuhnya.

Komdigi juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan konten judi online melalui kanal resmi yang tersedia. (*/red)

Kajari Bireuen Gerak Cepat Tindaklanjuti Temuan Belatung pada Program Makan Bergizi Gratis

By On Kamis, September 18, 2025

Kajari Bireuen, Munawal Hadi turun menindaklanjuti laporan adanya temuan belatung pada makanan program MBG di SD IT Azkia, Kota Juang, BIREUEN, Kamis, 18 September 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Munawal Hadi, SH, MH, turun langsung menindaklanjuti laporan adanya temuan belatung pada makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD IT Azkia, Kecamatan Kota Juang, Kamis, 18 September 2025.

Kehadiran Kajari bersama tim di sekolah tersebut merupakan respon cepat atas keluhan orang tua murid dan pihak sekolah yang menemukan makanan berbau tidak sedap serta lauk yang terindikasi mengandung belatung.

Kondisi itu jelas membuat resah karena makanan tersebut diperuntukkan bagi anak-anak sekolah dasar yang menjadi sasaran utama program pemerintah pusat.

“Setelah kami cek di lokasi, memang ada makanan yang berbau kurang sedap dan lauk yang tidak layak dikonsumsi. Ini tentu harus segera diperbaiki,” ujar Munawal Hadi saat meninjau langsung.

Tak berhenti di sekolah, Kajari bersama tim melanjutkan pemeriksaan ke dapur penyedia makanan di Kecamatan Kota Juang. Dari hasil pengecekan, ditemukan adanya kesalahan dalam proses pengemasan.

Belatung yang muncul pada lauk diduga berasal dari buah salak yang dikemas bersamaan dengan menu utama, sehingga memicu kerusakan makanan.

Kajari Bireuen, Munawal Hadi turun menindaklanjuti laporan adanya temuan belatung pada makanan program MBG di SD IT Azkia, Kota Juang, BIREUEN, Kamis, 18 September 2025. 

Kajari menekankan agar pihak penyedia segera memperbaiki standar pengolahan dan pengemasan makanan.

Ia menegaskan, makanan yang disalurkan harus higienis, bergizi, dan aman dikonsumsi.

“Program MBG ini adalah program nasional. Tidak boleh dijalankan asal-asalan. Harus ada keseriusan dan rasa tanggung jawab penuh dari semua pihak yang terlibat,” tegasnya.

Munawal Hadi juga menambahkan, Kejaksaan tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran.

Karena itu, pihaknya akan terus melakukan pengawasan, pendampingan, dan penindakan jika ditemukan penyimpangan.

“Tujuan utamanya adalah agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Jangan sampai program yang seharusnya menyehatkan justru menimbulkan masalah,” ujarnya.

Dengan adanya temuan ini, masyarakat berharap penyedia makanan dapat lebih berhati-hati dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Sebab, keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi prioritas utama. (Joniful Bahri)

HRD Tinjau SPAM Regional Jatiluhur, Dorong Akses Air Minum Layak di Jabodetabek

By On Kamis, September 18, 2025

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD), bersama rombongan melakukan kunjungan kerja spesifik ke Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I di Bekasi, Jawa Barat (Jabar), Rabu, 17 September 2025. 

JAKARTA, KabarViral79.Com Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD), bersama rombongan melakukan kunjungan kerja spesifik ke Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I di Bekasi, Jawa Barat (Jabar), Rabu, 17 September 2025.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pengawasan Komisi V DPR RI terhadap program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menggunakan dana APBN untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat serta mengurangi ketergantungan pada penggunaan air tanah.

“Kita harapkan SPAM Regional Jatiluhur ini benar-benar bisa membawa manfaat besar bagi masyarakat, khususnya di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, DKI Jakarta, dan Kabupaten Karawang,” ujar HRD kepada wartawan.

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD) saat kunjungan kerja spesifik ke SPAM Regional Jatiluhur I di Bekasi, Jabar, Rabu, 17 September 2025. 

Dalam kesempatan itu, pejabat Kementerian PUPR juga memaparkan perkembangan pembangunan hingga penyaluran air minum dari SPAM Jatiluhur.

HRD menegaskan agar pemerintah terus memberikan pelayanan terbaik melalui penyediaan air minum yang mencukupi, aman, dan bersih.

Menurutnya, keberadaan SPAM Jatiluhur diharapkan mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu 90 persen akses air minum layak dan 15 persen akses air minum aman bagi masyarakat. (Joniful Bahri)

Warga Demo Mega Proyek Pengurukan Lahan Di Sawah Luhur

By On Kamis, September 18, 2025


Serang, KabarViral79.Com – Ratusan warga Gerakan Bersama Rakyat Banten (Geber Banten) menggelar aksi demo menolak mega proyek pengurukan lahan di Kelurahan Sawah Luhur, Kota Serang. Proyek oleh PT Jaya Dinasty Indonesia ini diduga melanggar aturan, termasuk alih fungsi cagar budaya dan tanpa izin resmi.

Dalam aksi yang berlangsung Kamis (18/9/2025), warga menilai Pemerintah Kota Serang terkesan membiarkan proyek berjalan tanpa izin. Proyek yang diklaim akan menjadi kawasan industri ini juga rencananya akan dikembangkan menjadi kawasan komersial dan permukiman elit, mirip proyek PIK 2 di Tangerang.

Warga mengaku selama ini hanya merasakan dampak negatif seperti debu dan kekhawatiran atas alih fungsi lahan.

 “Kami tidak mendapatkan apa-apa dari proyek tersebut, hanya kena imbasnya saja seperti debu. Untuk pembangunan juga tidak mengetahui, kami tahu ketika sudah berdiri,” ucap salah seorang warga yang mengikuti aksi.

Menurutnya, diperkirakan sudah enam bulan proyek pengurukan, tapi warga tidak tahu mau dibangun apa. Pernah dengar bahasa Mandarin, lalu ditutup bendera, dan sudah tiga hari terakhir berhenti beroperasi.

Selain itu, warga juga memprotes rencana Wali Kota Serang merevisi Perda Nomor 11 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Usaha Kepariwisataan. Revisi ini dinilai akan melegalkan tempat hiburan malam di hotel bintang tiga ke atas, yang diduga hanya untuk mempermudah rencana alih fungsi lahan proyek tersebut.

Hingga kini, aksi warga menuntut pemerintah menghentikan sementara proyek pengurukan sambil meminta transparansi izin dan dampak lingkungan yang akan timbul.

Bupati Maesyal Rasyid Kunjungi Kediaman Penerima Beasiswa SGU di Marga Mulya Mauk

By On Kamis, September 18, 2025

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid saat mengunjungi kediaman orang tua Nabila (18), warga Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, yang mendapatkan beasiswa dari SGU, Kamis, 18 September 2025. 

TANGERANG, KabarViral79.Com Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dididampingi Rektor Swiss German University (SGU), Kepala Bappeda, Kadis DBMSDA, mengunjungi kediaman orang tua Nabila (18), warga Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, yang mendapatkan beasiswa dari SGU, Kamis, 18 September 2025.

Bupati Maesyal mengatakan, Nabila merupakan salah satu siswa berprestasi yang berhasil lolos seleksi dan mendapatkan beasiswa kerja sama Pemkab Tangerang dengan SGU secara penuh selama pendidikan.

“Nabila ini adalah salah satu dari dua orang siswa di Kecamatan Mauk yang mendapatkan beasiswa kerja sama antara pemerintah dan SGU, secara penuh selama menempuh pendidikannya di SGU,” ujar Maesyal.

Dia juga menegaskan, Pemkab Tangerang telah menjalin kerja sama dalam bentuk beasiswa dengan berbagai Universitas luar negeri (Mesir) untuk para pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Tangerang yang berprestasi namun kurang beruntung karena ketiadaan biaya sekolahnya.

“Kita sudah menjalin kerja sama dengan Universitas-Universitas, bahkan dengan luar negeri. Ini adalah komitmen kami kepada mereka yang berprestasi namun kurang beruntung. Kita bantu mereka mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah, kuliahnya,” ujarnya.

Dia pun berpesan kepada Nabila agar tetap semangat belajar dan tidak merasa minder bisa melanjutkan pendidikan berkelas internasional seperti SGU.

“Jangan minder, tingkatkan semangat belajar. Buktikan bahwa Nabila bisa dan mampu. Jangan lupa sholat dan berdoa agar senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran,” pungkasnya.

Dia juga meminta kepada Nabila agar setelah selesai kuliahnya bisa menjadi teladan bagi orang tua, teman dan agama serta mampu mendarma baktikan ilmu yang didapat untuk kemajuan masyarakat.

“Jangan lupa nanti setelah selesai pendidikan, bangun daerah, bangun desa supaya lebih maju dan menginspirasi teman-teman lainnya yang ingin maju dan lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu, Nabila dan orang tuanya sangat bersyukur dan bangga, karena Bupati Tangerang beserta jajaran dan Rektor SGU datang langsung ke kediamannya untuk memberikan selamat dan memberikan dorongan semangat.

“Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata pokoknya. Terima kasih Bapak Maesyal Rasyid, Pak Rektor, Camat, Kades, yang datang langsung memberikan arahan dan dorongan semangat agar terus menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lainnya,” ucap Nabila. (Reno)

Petani Asal Lebak Selatan Berhasil Tanam Jagung Hibrida Hingga Diterima Bulog

By On Kamis, September 18, 2025

 


LEBAK, KabarViral79.Com - Feby Tripadilah seorang petani warga Kampung Pamatang Gedong Desa Gununggede Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak Provinsi Banten telah berhasil menanam jagung Hibrida, dan hasil panennya hingga diterima oleh Bulog di Serang.

Hal tersebut disampaikan Feby Tripadilah saat dikonfirmasi awak media di Mapolsek Panggarangan Polres Lebak, mengatakan bahwa keberhasilannya dalam menanam jagung Hibrida hingga di Bulog Serang, Kamis 18 September 2025.

“Awalnya saya sempat berbincang-bincang dengan pak Kapolsek Panggarangan yaitu pak Iptu Acep Komarudin dan dikasih saran agar tanaman jagung yang saya kelola secara mandiri di masukan ke pihak Bulog. Dan pada saat itu saya juga merasa ragu karena takut tidak masuk kalau dibawa ke Bulog, tapi setelah saya mencoba ternyata alhamdulillah pada hari Senin tanggal 15 September 2025 kemarin sekitar 3,7 ton hasil panen jagung saya diterima oleh Bulog di Serang,” kata Feby.

“Dengan alat seadanya kata Feby dalam proses penanaman Jagung mandiri ini saya juga berharap kepada pihak-pihak terkait agar kiranya bisa memberikan bantuan fasilitas Alsintan (Traktor roda 2 atau roda 4) untuk bisa membantu dalam proses pembenahan pengolahan lahan,” harapnya.

Dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada pak Kapolsek Panggarangan yang selama ini telah memberikan Suporrt kepada saya dalam proses pengolahan lahan penanaman jagung yang saya kelola dengan cara mandiri,” ungkapnya.

Sementara Kapolsek Panggarangan Polres Lebak Iptu Acep Komarudin SH, saatt dilonfirmasi mengatakan,”saya berharap ketahanan pangan khususnya penanaman jagung Hibrida ini bisa semakin pesat di wilayah Hukum Polsek Panggarangan,” kata Kapolsek Panggarangan. 

(Cup)