-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mantan Kepala BIN Sebut Pihak Asing Dalang Demo Ricuh di DPR

By On Kamis, Agustus 28, 2025

Mantan Kepala BIN, Jenderal (Purn) AM Hendropriyono

JAKARTA, KabarViral79.ComMantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN), Jenderal (Purn) AM Hendropriyono mengaku tahu dalang di balik demo di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Menurutnya, ada pihak-pihak yang “bermain” menunggangi demo tersebut. Namun, ia belum mau mengungkap siapa orangnya.

“Karena saya tahu, saya nggak lebih pintar dari kalian. Saya tidak lebih pintar. Tapi saya mengalami semua. Dan ini ada yang main gitu. Pada waktunya saya bisa sampaikan namanya yang main. Itu dari sana (luar negeri),” ujar Hendropriyono kepada wartawan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 28 Agustus 2025.

Saat ditanya lebih lanjut apakah pihak yang dimaksud berasal dari dalam atau luar negeri, Hendropriyono dengan tegas menyebut aktor tersebut datang dari luar.

Menurutnya, pihak asing hanya menggerakkan kaki tangan di dalam negeri yang tanpa sadar diperalat.

“Dari luar. Dari luar. Orang yang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam. Dan saya sangat yakin bahwa kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti bahwa dia dipakai. Tapi pada waktunya nanti harus dibuka,” ujarnya.

Hendropriyono menegaskan, pihak tersebut bukanlah sebuah negara. Meskipun, pengaruhnya sangat besar terhadap kebijakan negara mereka. 

“Sebetulnya non-state. Tapi pengaruhnya sangat besar kepada kebijakan dari negaranya. Kebijakannya itu langkah-langkahnya kita baca selalu pas dengan usulan dari non-state,” ujarnya.

Dia juga menyebut, sejumlah nama tokoh kapitalis global yang menurutnya memiliki pengaruh besar dalam agenda tersebut.

“Non-state tapi isinya George Soros, isinya George Tenet, isinya tadi saya sampaikan David Rockefeller, Bloomberg. Baca sendirilah kaum kapitalis begitu. Itu yang usul,” ungkapnya.

Hendropriyono menilai, tujuan dari gerakan tersebut tidak berbeda jauh dengan kolonialisme di masa lalu, hanya dengan metode yang berbeda.

“Tujuannya kan sama saja. Dari dulu juga maunya menjajah. Tapi kan caranya lain. Dulu kan pakai peluru, pakai bom. Kalau kita masih diam saja ya habis kita,” tuturnya.  (*/red)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »