-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Laga Jangka vs Jeunieb Ricuh, Wasit Dilarikan ke Rumah Sakit

By On Rabu, Oktober 07, 2026

Pertandingan sepak bola antarkecamatan dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kabupaten Bireuen antara tim Jangka dan Jeunieb berakhir ricuh di RTH Eks Stadion Cot Gapu, Bireuen, Rabu sore, 07 Oktober 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com – Pertandingan sepak bola antarkecamatan dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kabupaten Bireuen yang mempertemukan Kecamatan Jangka dan Kecamatan Jeunieb berakhir ricuh, di RTH Eks Stadion Cot Gapu, Bireuen, Rabu sore, 07 Oktober 2026. 

Kericuhan terjadi pada menit ke-63 saat pertandingan masih berlangsung imbang 0-0. 

Situasi memanas setelah wasit Ahmad Wazky mengeluarkan kartu merah kepada dua pemain Kecamatan Jeunieb. 

Salah seorang pemain diduga tidak menerima keputusan tersebut dan kemudian memukul wasit. Pukulan mengenai bagian wajah, sekitar mata. 

Kericuhan semakin meluas setelah terjadi aksi saling dorong antarpemain. Sejumlah penonton kemudian masuk ke lapangan sehingga situasi semakin tidak terkendali. 

Dalam kericuhan tersebut, wasit juga disebut sempat membalas pukulan pemain yang sebelumnya menyerangnya. 

Ratusan pendukung Jeunieb kemudian mengejar wasit. Menyahuti kondisi ini, sejumlah petugas keamanan segera mengamankan wasit dari lapangan dan membawanya menggunakan ambulans ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. 

Akibat insiden tersebut, pertandingan dihentikan dan tidak dapat dilanjutkan. Hingga pertandingan dihentikan, skor Jangka dan Jeunieb masih 0-0. 

Pertandingan tersebut merupakan bagian dari kejuaraan sepak bola antarkecamatan se-Kabupaten Bireuen yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen dan memperebutkan Piala Bupati Bireuen (Joniful Bahri)

Tekuk Simpang Mamplam 3-1, Kota Juang Melaju ke Semifinal Piala Bupati Bireuen

By On Selasa, Oktober 06, 2026

Kota Juang melaju ke semifinal Piala Bupati Bireuen 2026 setelah menaklukkan Simpang Mamplam dengan skor 3-1 pada laga delapan besar, di Lapangan RTH Cot Gapu, Kota Juang, Bireuen, Selasa, 06 Oktober 2026 sore. 

BIREUEN, KabarViral79.Com – Tim sepak bola Kecamatan Kota Juang memastikan tiket semifinal Piala Bupati Bireuen 2026 setelah menaklukkan Kecamatan Simpang Mamplam dengan skor 3-1 pada babak delapan besar. 

Laga berlangsung di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Kota Juang, Bireuen, Selasa, 06 Oktober 2026 sore. 

Kota Juang langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika Yasir mencetak gol pada menit keenam untuk membawa Kota Juang unggul 1-0. 

Simpang Mamplam mencoba bangkit dan meningkatkan tekanan. Namun, hingga babak pertama berakhir, keunggulan Kota Juang tetap bertahan. 

Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung lebih terbuka. Simpang Mamplam mendapat hadiah penalti setelah pemain Kota Juang melakukan pelanggaran di area terlarang. 

Ihsan Pep yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya pada menit ke-38 dan mengubah skor menjadi 1-1. 

Kota Juang merespons cepat. Al Farazi kembali membawa timnya unggul pada menit ke-44. Lima menit kemudian, Syahrol Akbar mencetak gol ketiga sekaligus memperlebar keunggulan menjadi 3-1. 

Skor tersebut bertahan hingga wasit Rinaldi dari PSSI Bireuen meniup peluit panjang. 

Kemenangan itu mengantarkan Kota Juang menjadi tim pertama yang memastikan tempat di semifinal Piala Bupati Bireuen 2026. 

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Bireuen, M Al Muttaqin MPd mengatakan, turnamen tersebut diikuti 17 tim kecamatan dan telah berlangsung sejak 27 September 2026. 

Delapan tim yang lolos ke perempat final masing-masing Simpang Mamplam, Kota Juang, Jangka, Gandapura, Makmur, Samalanga, Peusangan dan Jeunieb. 

Babak delapan besar berlanjut pada Rabu, 07 Oktober 2026 dengan pertandingan Jangka menghadapi Jeunieb. Gandapura bertemu Makmur pada Kamis, 08 Oktober 2026. Sedangkan Samalanga menghadapi Peusangan pada Jumat, 09 Oktober 2026. 

Babak semifinal dijadwalkan berlangsung pada 13 dan 14 Oktober 2026. Sementara final digelar 15 Oktober 2026, di Lapangan RTH Cot Gapu Bireuen. (Joniful Bahri)

Dari Lapangan Hijau RTH, Mukhlis Bangun Semangat Kebersamaan Lewat Piala Bupati Bireuen

By On Minggu, September 27, 2026

Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, secara resmi membuka Kejuaraan Sepak Bola Antar Kecamatan memperebutkan Piala Bupati Bireuen Tahun 2026, Minggu sore, 27 September 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com — Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, secara resmi membuka Kejuaraan Sepak Bola Antar Kecamatan memperebutkan Piala Bupati Bireuen Tahun 2026, Minggu sore, 27 September 2026. 

Pembukaan kejuaraan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) tersebut berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Bireuen, ditandai dengan tendangan perdana (kick off) oleh Bupati Mukhlis. 

Kejuaraan yang diikuti tim dari 17 kecamatan itu memperebutkan hadiah total Rp 70 juta dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-72 Kabupaten Bireuen Tahun 2026. 

Dalam sambutannya, Bupati Mukhlis mengatakan, kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan masyarakat. 

“Olahraga mengajarkan banyak hal. Di dalamnya terdapat nilai disiplin, kerja keras, sportivitas, kebersamaan, serta sikap pantang menyerah,” kata Mukhlis. 

Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting ditanamkan kepada generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah. 

Laga perdana, Piala Bupati Bireue tim Kecamatan Peusangan Selatan dan Kuala berlangsung alot pada Minggu, 27 September 2026, di Lapangan RTH Cot Gapu, Bireuen. 

Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan Piala Bupati Bireuen sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan fair play. 

“Menang dan kalah merupakan bagian dari sebuah pertandingan. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu berkompetisi dengan penuh semangat, menghormati lawan, menjaga persaudaraan, serta memberikan contoh yang baik bagi masyarakat dan generasi muda,” ujarnya. 

Mukhlis berharap, kejuaraan tersebut dapat menjadi wadah untuk melahirkan bibit-bibit potensial sekaligus mendorong peningkatan prestasi sepak bola di Kabupaten Bireuen. 

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan rangkaian HUT Kabupaten Bireuen sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan kecintaan terhadap daerah. 

“Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian peringatan HUT ini, kita berharap masyarakat dapat semakin aktif, sehat, produktif, dan memiliki rasa memiliki terhadap Kabupaten Bireuen,” katanya. 

Bupati Mukhlis turut menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan kejuaraan tersebut. 

“Jaga sportivitas, dan jadikan Piala Bupati Bireuen Tahun 2026 ini sebagai momentum untuk melahirkan semangat dan prestasi baru bagi olahraga Kabupaten Bireuen,” pesannya. (Joniful Bahri)

17 Tim Sepak Bola Kecamatan Berebut Piala Bupati Bireuen di Lapangan RTH

By On Minggu, September 27, 2026

Kadisporapar Bireuen, Muhammad Al Muttaqin, S.Pd., M.Pd saat mendampingi Bupati, H. Mukhlis ST dan Wabup, Ir Razuardi Ibrahim ketika pembukaan Piala Bupati Bireuen dalam rangka HUT ke-72 Kabupaten Bireuen. 

BIREUEN, KabarViral79.Com — Sebanyak 17 tim sepak bola dari 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen, Aceh, berjibaku memperebutkan Piala Bupati Bireuen dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kabupaten Bireuen. 

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Bireuen, Muhammad Al Muttaqin, S.Pd., M.Pd., mengatakan, turnamen sepak bola antarkecamatan tersebut berlangsung mulai 27 September hingga 10 Oktober 2026. 

“Kejuaraan sepak bola antarkecamatan memperebutkan Piala Bupati Bireuen ini digelar dalam rangka menyambut HUT ke-72 Kabupaten Bireuen,” kata Muhammad Al Muttaqin. 

Menurutnya, turnamen diikuti 17 kesebelasan yang masing-masing mewakili kecamatan di Kabupaten Bireuen. Pertandingan menggunakan sistem gugur, sehingga setiap laga menjadi penentu bagi tim untuk melangkah ke babak berikutnya. 

Selain aspek kompetisi, panitia juga menerapkan aturan ketat terkait domisili pemain. Setiap pemain diwajibkan memiliki KTP dari kecamatan yang diwakilinya. 

“Pemain wajib menunjukkan KTP dari kecamatan yang bersangkutan sebagai bukti domisili yang sah. Aturan tersebut bertujuan untuk menghindari tim mendatangkan pemain dari kecamatan lain,” ujar Muhammad Al Muttaqin. 

Pembukaan turnamen dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 27 September 2026, di Lapangan RTH Cot Gapu, Bireuen. 

Pada laga perdana, kesebelasan Kecamatan Peusangan Selatan dijadwalkan menghadapi Kecamatan Kuala. 

Turnamen tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mempererat silaturahmi dan semangat sportivitas antarkecamatan di Kabupaten Bireuen. (Joniful Bahri)

Wartawan KabarViral79.Com Joniful Bahri Terima Penghargaan Haornas 2026

By On Senin, September 14, 2026

Dandim 0111/Bireuen, Letkol Inf Dikdik Sukayat didampingi Wakil Bupati Bireuen, Ir Razuardi saat menyerahkan piagam penghragan kepada wartawan KabarViral79.Com pada Haornas ke-43 Tahun 2026, di Halaman Pendopo Bireuen. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memberikan penghargaan kepada sejumlah insan olahraga yang dinilai berdedikasi dan berkontribusi dalam memajukan olahraga di daerah tersebut pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026. 

Penghargaan tersebut diserahkan seusai upacara peringatan Haornas yang digelar di Halaman Pendopo Bireuen, Senin, 14 September 2026. 

Penyerahan penghargaan dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Bireuen, Ir. H. Razuardi, S.T., M.T., bersama unsur Forkopimda. 

Salah satu penerima penghargaan dari kategori wartawan adalah Joniful Bahri, wartawan KabarViral79.Com. 

Ia menerima penghargaan sebagai wartawan yang dinilai berdedikasi dan berkontribusi dalam memajukan olahraga di Kabupaten Bireuen. 

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap peran media dan wartawan dalam memberikan ruang pemberitaan, publikasi, serta turut mendorong perkembangan olahraga dan prestasi atlet di Kabupaten Bireuen. 

Penerima penghargaan Haornas ke 34 Bireuen berfoto bersama dengan unsur Forkopimda usai kegiatan upacara Haornas, ke-43 Tahun 2026, di Halaman Pendopo Bireuen. 

Joniful Bahri juga bukan sosok baru dalam dunia olahraga. Pada tahun-tahun sebelumnya, ia pernah menerima penghargaan sebagai pelatih tinju daerah terbaik secara berturut-turut. 

Pemkab Bireuen melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata memberikan penghargaan kepada insan olahraga dalam sejumlah kategori, meliputi pembina cabang olahraga, pelatih, atlet, akademisi/tenaga keolahragaan, wasit, serta wartawan. 

Adapun penerima penghargaan lainnya, di antaranya Ir. H. Saifuddin Muhammad atau Yah Fud sebagai pembina cabang olahraga sepak bola; Munazir Nurdin, pembina Muay Thai, Mulya Saputra, S.E., pelatih sepak bola; Munzir Mustafa, pelatih balap sepeda, Syuhada Assaif, atlet sepak bola, lalu Muhammad Rangga, atlet skateboard; disusul Khairul Rizal, S.Pd., akademisi/tenaga keolahragaan Muay Thai dan Ahmad, S.Pd., akademisi/tenaga keolahragaan panahan; serta Maimun Adam, wasit bola voli. 

Wabup Bireuen, Razuardi mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan capaian para pelaku olahraga yang telah mengharumkan nama Kabupaten Bireuen dalam berbagai ajang, baik tingkat regional, nasional maupun internasional. 

"Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan prestasi, kualitas pembinaan, serta melahirkan lebih banyak atlet berprestasi di Kabupaten Bireuen," ujar Razuardi. 

Pemberian penghargaan tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen dan kepedulian Pemkab Bireuen terhadap pembinaan olahraga serta insan-insan yang selama ini berperan dalam mengembangkan olahraga di daerah. (*/red)

Haornas 2026, Menakar Kesiapan Atlet Bireuen Menuju PORA XV Aceh Jaya

By On Sabtu, September 12, 2026

Peringatan Haornas 2026 di Kabupaten Bireuen menjadi momentum kesiapan atlet daerah menghadapi PORA XV di Aceh Jaya dalam waktu dekat ini. 

BIREUEN, KabarViral79.Com — Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 di Kabupaten Bireuen menjadi momentum untuk kembali melihat sejauh mana kesiapan atlet daerah menghadapi Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV di Aceh Jaya dalam waktu dekat ini. 

Sementara upacara peringatan Haornas ke 43 tahun 2026 ini akan dipusatkan di Halaman Meuligoe (Pendopo) Bupati Bireuen, Senin, 14 September 2026. 

Ajang PORA bukan sekadar arena pertandingan dan perebutan medali. Di balik setiap nomor yang dipertandingkan, ada proses panjang yang dijalani para atlet. Ada keringat yang jatuh di lapangan, latihan berulang kali, evaluasi, kekalahan dalam uji tanding, hingga perjuangan untuk kembali menemukan kepercayaan diri. 

Bagi Bireuen, perjalanan menuju PORA XV juga menjadi kesempatan untuk membangun kembali kekuatan olahraga daerah. Setelah berbagai persiapan dilakukan dalam beberapa waktu terakhir, para atlet mulai diarahkan pada program latihan yang lebih intensif dan terukur. 

Sejumlah cabang olahraga telah menjalani berbagai uji coba, baik melalui kegiatan Pra-PORA maupun pertandingan persahabatan dan uji tanding. Ajang tersebut menjadi bagian penting untuk mengukur kemampuan atlet sebelum menghadapi persaingan sesungguhnya di PORA Aceh Jaya. 

Kini, perhatian mulai tertuju pada bagaimana seluruh proses persiapan itu dapat menghasilkan prestasi ketika pertandingan resmi dimulai. 

Banyak yang berharap kontingen Kabupaten Bireuen mampu tampil lebih baik dan kembali mendulang medali seperti yang diraih pada PORA XIV di Kabupaten Pidie tahun 2022 lalu. 

Harapan tersebut tentu tidak ringan. Persaingan pada PORA selalu ketat. Setiap daerah datang dengan kekuatan terbaiknya, membawa atlet-atlet yang telah dipersiapkan melalui program latihan masing-masing. 

Karena itu, persiapan Bireuen tidak hanya membutuhkan latihan fisik. Teknik, mental bertanding, kekompakan tim, strategi pelatih, hingga koordinasi antara cabang olahraga dan KONI Bireuen menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. 

Latihan Berjalan di Banyak Tempat

Menjelang PORA XV Aceh Jaya, aktivitas latihan atlet Bireuen berlangsung di sejumlah lokasi berbeda. 

Pagi, siang maupun sore, sejumlah venue latihan mulai kembali dipenuhi aktivitas para atlet. Mereka berlatih sesuai karakter masing-masing cabang olahraga. 

Atlet Muaythai (MI) misalnya, menjalani latihan di Gedung Trisna Werdha Cot Bada, Peusangan. Di tempat tersebut, latihan menjadi bagian dari proses pembentukan fisik, teknik dan mental para petarung sebelum turun menghadapi lawan di arena PORA. 

Di lokasi lain, atlet Atletik (PASI) menjalani latihan di Lapangan Paya Kareung, Peusangan. 

Lintasan dan lapangan menjadi ruang bagi atlet atletik untuk mengasah kemampuan. Setiap gerakan, kecepatan dan daya tahan terus diperhatikan karena dalam olahraga atletik, selisih waktu yang sangat kecil dapat menentukan posisi seorang atlet di podium. 

Sementara itu, atlet Anggar (IKASI) menjalani latihan di BTN Keupula Indah Geulanggang Gampong, Kota Juang. 

Olahraga yang mengandalkan kecepatan, ketepatan dan konsentrasi tinggi tersebut menuntut atlet untuk mampu membaca gerakan lawan sekaligus mengambil keputusan dalam waktu singkat. 

Berbeda lagi dengan atlet Panjat Tebing (FPTI) yang berlatih di GOR Geulumpang Payung, Jeumpa. 

Dinding panjat menjadi tempat para atlet menguji kekuatan tangan, keseimbangan tubuh, keberanian serta kemampuan membaca jalur. Setiap latihan menjadi simulasi untuk menghadapi tekanan pertandingan yang sebenarnya. 

Sedangkan atlet Kempo (Perkemi) menjalani latihan di UPTD SMPN 1 Bireuen, Kota Juang. 

Dari berbagai tempat latihan tersebut terlihat satu gambaran yang sama: persiapan menuju PORA tidak berlangsung dalam satu lokasi, melainkan bergerak di berbagai penjuru Bireuen sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga. 

29 Cabang Olahraga Menjadi Harapan

Kontingen Bireuen dipersiapkan untuk bertanding pada 29 cabang olahraga. 

Cabang olahraga tersebut meliputi anggar, angkat besi, atletik, balap sepeda, bermotor, bola basket 3x3 dan 5x5, bola voli indoor dan voli pasir, bulutangkis, dayung, futsal, karate, kempo, layar, menembak, muaythai, panahan, panjat tebing, pencak silat, petanque, sepak bola, sepak takraw, sepatu roda, taekwondo, tarung derajat, tenis lapangan, tenis meja, tinju, wushu dan arung jeuram. 

Masing-masing cabor memiliki target dan tantangan tersendiri. Ada cabang olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik, ada yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, teknik, konsentrasi, keberanian hingga kerja sama tim. 

Karena itu, tidak ada satu ukuran yang dapat digunakan untuk melihat kesiapan seluruh atlet. 

Seorang petinju membutuhkan latihan fisik dan teknik bertanding. Atlet panahan membutuhkan ketenangan dan konsistensi. 

Atlet anggar membutuhkan refleks dan ketepatan. Sementara cabang olahraga beregu membutuhkan kekompakan seluruh anggota tim. 

Di situlah peran pelatih menjadi sangat penting. Latihan tidak hanya bertujuan membuat atlet semakin kuat, tetapi juga memastikan mereka siap menghadapi tekanan pertandingan. Kekalahan dalam uji tanding harus menjadi bahan evaluasi, sementara kemenangan tidak boleh membuat atlet terlena. 

Uji Tanding Menjadi Cermin Kesiapan

Berbagai ujicoba yang telah dilakukan menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju PORA XV. 

Pra-PORA dan uji tanding bukan sekadar mencari hasil pertandingan. Dari sana pelatih dapat melihat kekurangan atlet, mengukur kemampuan menghadapi lawan, sekaligus menentukan bagian mana yang masih harus diperbaiki. 

Bagi atlet, pertandingan uji coba juga menjadi kesempatan untuk merasakan kembali atmosfer kompetisi. Sebab, latihan dan pertandingan adalah dua hal berbeda. 

Di tempat latihan, atlet dapat mengulang teknik berkali-kali. Namun ketika memasuki arena pertandingan, tekanan mulai muncul. Lawan, penonton, target medali dan harapan daerah dapat memengaruhi konsentrasi. 

Karena itu, semakin banyak pengalaman pertandingan yang diperoleh sebelum PORA, semakin besar pula kesempatan atlet untuk memahami situasi kompetisi yang sesungguhnya. 

Harapan Mengulang Prestasi Pidie 2022

Kini, PORA XV Aceh Jaya menjadi tujuan berikutnya. 

Bireuen tentu ingin datang bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai kontingen yang mampu bersaing dan membawa pulang medali. 

Pencapaian pada PORA XIV di Pidie tahun 2022 menjadi salah satu pijakan dan pembanding. Prestasi tersebut memperlihatkan bahwa atlet Bireuen memiliki kemampuan untuk bersaing dengan daerah lain di Aceh. 

Tantangannya adalah bagaimana capaian tersebut dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan. 

Untuk itu, persiapan tidak boleh berhenti pada latihan rutin. Program latihan harus terus dievaluasi, kebutuhan atlet diperhatikan, dan komunikasi antara atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga serta KONI Bireuen harus berjalan baik. 

Dukungan terhadap atlet juga menjadi faktor penting. Sebab, prestasi tidak lahir secara tiba-tiba pada hari pertandingan. 

Medali yang nantinya dipersembahkan dari Aceh Jaya merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai jauh sebelum atlet menginjakkan kaki di arena pertandingan. 

Haornas dan Semangat Olahraga Bireuen

Peringatan Haornas 2026 menjadi pengingat bahwa pembangunan olahraga bukan hanya berbicara tentang siapa yang menjadi juara.

Lebih dari itu, olahraga merupakan proses membentuk manusia yang disiplin, tangguh, sehat dan memiliki semangat berkompetisi secara sportif. 

Di Bireuen, semangat tersebut kini terlihat dari aktivitas para atlet yang terus berlatih di berbagai tempat. 

Dari Gedung Trisna Werdha Cot Bada, Lapangan Paya Kareung, BTN Keupula Indah Geulanggang Gampong, GOR Geulumpang Payung hingga UPTD SMPN 1 Bireuen, latihan terus berjalan. 

Keringat para atlet hari ini adalah bagian dari cerita yang sedang dibangun menuju Aceh Jaya. 

Masih ada waktu untuk melakukan pembenahan. Masih ada kesempatan untuk memperkuat fisik, mempertajam teknik, membangun mental dan memperbaiki kekurangan. 

Pada akhirnya, PORA XV bukan hanya tentang berapa banyak atlet yang diberangkatkan atau berapa banyak cabang olahraga yang diikuti. 

PORA adalah tentang bagaimana perjuangan panjang tersebut berujung pada prestasi. Dan bagi Bireuen, harapan itu kini sedang ditempa melalui latihan. 

Satu per satu atlet mempersiapkan diri. Satu per satu cabang olahraga menyusun kekuatan. Sementara KONI Bireuen bersama seluruh pemangku kepentingan olahraga daerah diharapkan terus mengawal proses tersebut hingga hari pertandingan tiba. 

Dari tempat-tempat latihan yang sederhana, dari keringat yang terus mengalir, Bireuen sedang menyiapkan jawaban untuk satu pertanyaan besar: mampukah prestasi PORA Pidie 2022 kembali diukir, bahkan target bisa dilampaui, di Aceh Jaya nanti? 

Haornas 2026 menjadi momentum untuk menjawabnya-bukan dengan kata-kata, tetapi dengan kerja keras, disiplin dan prestasi di arena PORA XV. 

Haornas ke-43 di Bireuen bukan sekadar upacara seremonial belaka. Peringatan ini menjadi momentum untuk melihat kembali sejauh mana pembinaan olahraga dan prestasi atlet Bireuen dipersiapkan. 

Terlebih, Bupati Bireuen,  H Mukhlis ST yang juga Ketua Umum KONI Bireuen memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan olahraga daerah. Haornas hendaknya menjadi puncak semangat bersama untuk memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan prestasi, serta mematangkan langkah Bireuen menuju PORA Aceh Jaya. (Joniful Bahri)

Anniversary Persita ke-73, Ketua Laskar Benteng Viola Tangerang Berharap Persita Juara di Liga 1

By On Rabu, September 09, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Laskar Benteng Viola Tangerang berharap Persita bisa menjadi juara di Liga 1.

Hal itu disampaikan Ketua La Viola, Dolpo saat perayaan Anniversary Persita ke-73 yang berlangsung di Jembatan Kaca Berendeng, Tangerang Kota, Rabu, 09 September 2026. 

"Kami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk Persita. Doa kita, Persita bisa memberikan yang terbaik, yakni bisa menjadi Juara di Liga 1 musim ini," ucapnya. 

Dia pun mengajak pencinta sepak bola untuk bersama-sama mendukung Persita yang merupakan tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Tangerang. 

"Ayo kita bangkitkan kembali gairah sepak bola, kita ramaikan kembali  Stadion Indomilik Arena yang merupakan markas Tim Persita kebanggan masyarakat Kabupaten Tangerang, satu-satunya Tim yang berlaga di Liga 1," ujarnya. (Reno)