-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Video: Banjir Kayu Gelondongan Kembali Terjang Bener Meriah Aceh

By On Jumat, Januari 09, 2026


BENER MERIAH, KabarViral79.Com - Banjir bandang yang membawa kayu gelondongan kembali menerjang Kabupaten Bener Meriah, Aceh tepatnya di Kawasan aliran Sungai Wih Gile Kampung Fajar Harapan, Kecamatan Timang Gajah, pada Kamis, 08 Januari 2026.

Dari video yang beredar, material kayu yang terbawa arus banjir itu melintas di perkampungan warga dengan cukup deras yang membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, Ilham Abdi membenarkan informasi itu.

Namun karena sungai yang dalam, air yang membawa material kayu tidak sempat meluap dan hingga kini belum ada laporan adanya korban jiwa.

"Tadi di Kampung Fajar Harapan, sempat sungai kembali banjir bandang tapi karena sungai dalam jadi aliran air tidak sempat keluar dari sungai. Laporan sementara tidak ada korban," ujar Ilham. (*/red) 

Mobil Dinas Camat Pantan Cuaca Hanyut Usai Jembatan Ambruk di Gayo Lues Aceh

By On Minggu, Januari 04, 2026

Mobil dinas hanyut terseret arus sungai di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, viral di media sosial pada Kamis, 01 Januari 2026 kemarin. 

GAYO LUES, KabarViral79.Com - Sebuah video yang memperlihatkan satu unit mobil dinas hanyut terseret arus sungai di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, viral di media sosial pada Kamis, 01 Januari 2026 kemarin.

Mobil tersebut diketahui merupakan kendaraan dinas milik Camat Pantan Cuaca.

Peristiwa hanyutnya mobil dinas itu terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 16.30 WIB, setelah jembatan tempat kendaraan tersebut terjebak dilaporkan ambruk akibat derasnya arus sungai.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Gayo Lues, Muhaimin, Sabtu, 03 Januari 2026 membenarkan kejadian tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa mobil dinas itu tidak sedang dikendarai saat hanyut terbawa arus.

“Mobil itu bukan dalam kondisi digunakan. Kendaraan tersebut sudah terparkir dan terjebak di jalur Kecamatan Pantan Cuaca sejak 26 November 2025," terang Muhaimin.

Ia menjelaskan, mobil dinas Camat Pantan Cuaca terisolasi di lokasi tersebut akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu dan memutus akses jalan sejak akhir November lalu.

Menurut Muhaimin, pada saat kejadian, Camat Pantan Cuaca sedang meninjau kondisi masyarakat terdampak bencana di Desa Remukut dan Desa Dedingin dengan menggunakan sepeda motor. Sementara itu, tim BPBK melakukan pemantauan menggunakan kendaraan double cabin.

“Jembatan yang menjadi akses utama ambruk karena arus sungai yang deras, sehingga mobil dinas yang sudah lama terjebak di lokasi akhirnya hanyut,” jelasnya.

BPBK Gayo Lues mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Gayo Lues. (Joniful Bahri)

Gempa M 3,9 Guncang Gayo Lues Aceh, Dipicu Aktivitas Sesar Besar Sumatera

By On Sabtu, Januari 03, 2026


GAYO LUES, KabarViral79.Com - Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 3,9 mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Kamis malam, 01 Januari 2026, pukul 21.06 WIB. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Besar Sumatera pada segmen Oreng.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Hendro Nugroho mengatakan, berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 4,14° Lintang Utara dan 97,48° Bujur Timur.

“Episenter gempa berada di darat, sekitar 24 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, dengan kedalaman hiposenter 2 kilometer,” kata Hendro dalam keterangan tertulisnya.

Ia menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Besar Sumatera segmen Oreng.

BMKG mencatat gempa tersebut dirasakan masyarakat di wilayah Gayo Lues dan Aceh Tamiang dengan skala intensitas II–III MMI. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang melintas.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. 

“Hingga pukul 21.34 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan,” ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (Joniful Bahri)

Status Gunung Burni Telong Bener Meriah Aceh Naik ke Level III Siaga Usai Diguncang Gempa Beruntun

By On Rabu, Desember 31, 2025

Status aktivitas Gunung Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, resmi dinaikkan menjadi Level III (Siaga). 

BENER MERIAH , KabarViral79.Com Status aktivitas Gunung Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, resmi dinaikkan menjadi Level III (Siaga) setelah terjadi peningkatan signifikan aktivitas kegempaan yang dipicu gempa beruntun, Selasa, 30 Desember 2025.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Laporan Khusus Nomor 180/GL.03/BGL/2025 menyebutkan, peningkatan aktivitas terpantau sejak pukul 20.43 WIB, ditandai dengan gempa terasa berkekuatan magnitudo 4,5 yang berpusat sekitar 5 kilometer di barat daya puncak Gunung Burni Telong.

Gunung api bertipe strato dengan ketinggian 2.624 meter di atas permukaan laut itu berada pada koordinat 96°49'16" BT dan 4°46'10" LU.

Secara administratif, gunung tersebut terletak di wilayah Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Pasca gempa utama, aktivitas kegempaan terus meningkat hingga pukul 21.30 WIB.

Alat pemantauan mencatat 7 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 12 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), serta 1 kali Gempa Tektonik Lokal.

Selain itu, teramati pula emisi asap dari area puncak, meski kawah tidak dapat diamati secara visual.


Badan Geologi menjelaskan, pola kegempaan yang semakin dangkal dan intens mengindikasikan adanya aktivitas magma yang mudah terpicu oleh gempa tektonik di sekitar Gunung Burni Telong.

Kondisi tersebut berpotensi memicu erupsi akibat gempa tektonik maupun erupsi freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului peningkatan kegempaan yang signifikan.

Ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah hembusan gas vulkanik dari area solfatara dan fumarol.

Gas tersebut berbahaya apabila terakumulasi dalam konsentrasi tinggi, terutama saat cuaca mendung atau hujan yang dapat memperparah akumulasi gas di sekitar kawah.

Sebelumnya, hingga pukul 22.00 WIB, status Gunung Burni Telong masih berada pada Level II (Waspada).

Seiring perkembangan terbaru, masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang memasuki kawasan kawah dalam radius 3 kilometer, serta diminta menjauhi area solfatara dan fumarol demi keselamatan.

Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Burni Telong. (Joniful Bahri)

Diduga Akibat Kelalayan Pengemudi, Mobil Honda Jazz Tabrak Tiga Pemotor di Rangkasbitung, Lima Orang Luka-Luka

By On Selasa, Desember 30, 2025

 


Lebak, KabarViral79.Com — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Prof. Dr. Ir. Soetami Km 10, tepatnya di Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Senin, 29 Desember 2025, sekitar pukul 15.15 WIB. Insiden tersebut melibatkan satu unit mobil Honda Jazz warna putih dan tiga sepeda motor, mengakibatkan lima orang mengalami luka-luka.

Berdasarkan rilis di lapangan, mobil Honda Jazz warna putih bernomor polisi B 1211 SDI bertabrakan dengan tiga kendaraan roda dua, yakni Honda Vario nomor polisi AB 3532 BN, Honda Vario nomor polisi A 5685 NX, serta Yamaha Aerox nomor polisi B 6972 JCR.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, kecelakaan bermula saat mobil Honda Jazz melaju dari arah Rangkasbitung menuju Maja. Pengemudi mobil diduga berusaha menghindari sepeda motor di depannya, sehingga membanting setir ke arah kanan dan kehilangan kendali hingga menabrak tiga sepeda motor yang berada di jalur tersebut.

Saksi warga setempat, Angga, mengatakan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat dan membuat warga sekitar panik.

“Mobil dari arah Rangkasbitung mau ke Maja, katanya mau menghindari motor, terus banting ke kanan dan langsung menabrak motor-motor itu,” ujar Angga.

Akibat kecelakaan tersebut, lima orang menjadi korban, termasuk satu orang anak-anak. Seluruh korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Informasi sementara menyebutkan sebagian korban mengalami luka ringan, sementara dua orang lainnya mengalami luka cukup parah.

“Hingga saat ini belum ada informasi korban meninggal dunia. Korban yang mengalami luka parah masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat dievakuasi, meskipun kondisinya cukup kritis,” tambah saksi.

Sementara itu, pengemudi mobil Honda Jazz dilaporkan langsung dibawa oleh pihak keluarganya meninggalkan lokasi kejadian sesaat setelah insiden berlangsung. Saksi menyebutkan bahwa pengemudi dalam kondisi sadar, namun diduga masih di bawah umur dan merupakan pelajar SMA kelas tiga. Hingga kini, belum diketahui secara pasti keberadaan pengemudi tersebut.

Menanggapi kejadian ini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lebak, khususnya dari Unit Gakkum, dengan sigap langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami perlambatan.

Petugas juga melakukan pendataan korban dan kendaraan yang terlibat, serta menghimpun keterangan dari sejumlah saksi guna keperluan penyelidikan lebih lanjut. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kronologis kecelakaan, termasuk memastikan identitas pengemudi dan menunggu laporan resmi dari rumah sakit terkait kondisi para korban.

(Cup/Ady)

Video: Hanyut Terseret Arus Banjir, Warga Panton Bili Bireuen Ditemukan Tewas

By On Kamis, Desember 25, 2025


BIREUEN, KabarViral79.Com - Seorang warga Gampong Panton Bili, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, Aceh, dilaporkan meninggal dunia setelah hanyut terseret arus air yang meluap akibat hujan deras, Rabu sore, 24 Desember 2025.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, di kawasan Simpang Panton Bili–Samagadeng, Kecamatan Pandrah. Korban saat itu hendak pulang ke Panton Bili dengan mengendarai sepeda motor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen menyebutkan, korban diduga terjatuh dari sepeda motor saat mencoba menyeberangi aliran air yang meluap dari sungai dan saluran irigasi. Arus air yang datang dari hulu dilaporkan cukup deras akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Menurut informasi warga, korban yang dikenal dengan panggilan sehari-hari Abi, terseret arus bersama sepeda motornya setelah kehilangan kendali di tengah derasnya aliran air.

"Almarhum hendak pulang ke Panton Bili. Saat melintas di simpang Panton Bili–Samagadeng, arus air sangat deras dan korban terseret hingga hanyut," ujar seorang warga setempat. (Joniful Bahri)

Warga Panton Bili Bireuen Tewas Hanyut Terseret Arus saat Menyeberang Banjir di Pandrah

By On Kamis, Desember 25, 2025

Seorang warga Gampong Panton Bili, Pandra Bireuen, dilaporkan meninggal dunia setelah hanyut terseret arus air yang meluap akibat hujan deras, Rabu sore, 24 Desember 2025

BIREUEN, KabarViral79.Com - Seorang warga Gampong Panton Bili, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, Aceh, dilaporkan meninggal dunia setelah hanyut terseret arus air yang meluap akibat hujan deras, Rabu sore, 24 Desember 2025.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, di kawasan Simpang Panton Bili–Samagadeng, Kecamatan Pandrah. Korban saat itu hendak pulang ke Panton Bili dengan mengendarai sepeda motor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen menyebutkan, korban diduga terjatuh dari sepeda motor saat mencoba menyeberangi aliran air yang meluap dari sungai dan saluran irigasi. Arus air yang datang dari hulu dilaporkan cukup deras akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Menurut informasi warga, korban yang dikenal dengan panggilan sehari-hari Abi, terseret arus bersama sepeda motornya setelah kehilangan kendali di tengah derasnya aliran air.

"Almarhum hendak pulang ke Panton Bili. Saat melintas di simpang Panton Bili–Samagadeng, arus air sangat deras dan korban terseret hingga hanyut," ujar seorang warga setempat.

Seorang warga Gampong Panton Bili, Pandra Bireuen, dilaporkan meninggal dunia setelah hanyut terseret arus air yang meluap akibat hujan deras, Rabu sore, 24 Desember 2025. 

Sekitar satu jam kemudian, jenazah korban ditemukan oleh warga di saluran irigasi yang tidak jauh dari lokasi kejadian, sekitar pukul 18.00 WIB. Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan masyarakat dan aparat setempat.

Kapolsek Pandrah, Iptu Jusman, S.Sos, membenarkan kejadian tersebut.

"Kejadiannya saat hujan deras. Korban melewati jalur irigasi, kemudian terjatuh dan hanyut. Jasad korban sudah ditemukan. Untuk identitas lengkapnya akan kami sampaikan selanjutnya," ujarnya saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Anwar, warga Pandrah mengatakan, banjir yang terjadi hari ini merupakan banjir kedua dalam beberapa hari terakhir. Hujan deras yang mengguyur wilayah barat Kabupaten Bireuen menyebabkan luapan air di sejumlah saluran irigasi dan jalan penghubung antar-gampong.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi aliran air yang meluap, mengingat curah hujan masih tinggi dan kondisi arus sungai belum stabil. (Joniful Bahri)