Banjir Susulan dan Longsor Terjang Aceh Tengah, Sejumlah Jembatan Putus dan Akses Jalan Lumpuh
On Jumat, April 10, 2026
![]() |
| Akses jalan nasional Bireuen-Takengon di kawasan Teritit jalur lama dilaporkan amblas. |
ACEH TENGAH, KabarViral79.Com - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tengah sejak Senin 6 April 2026 sore hingga malam kembali memicu banjir susulan serta meluapnya sejumlah sungai.
Dampak cuaca ekstrem tersebut kian meluas pada Kamis, 9 April 2026,ketika akses jalan di kawasan Teritit jalur lama dilaporkan amblas.
Badan jalan runtuh dan tertutup material tanah serta bebatuan dari tebing di sisi kiri, sehingga kendaraan tidak dapat melintas dan warga terpaksa mencari jalur alternatif.
Selain itu, derasnya arus sungai juga menghanyutkan sejumlah jembatan darurat yang sebelumnya dibangun untuk kebutuhan mobilitas warga.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika menyampaikan bahwa beberapa jembatan mengalami kerusakan parah hingga putus. Di antaranya jembatan Berawang Gajah di Kampung Burlah, Kecamatan Ketol, jembatan Terang Engon di Kampung Mulie Jadi, Kecamatan Silih Nara, serta jembatan Simpil di Kecamatan Linge.
“Kondisi ini menyebabkan akses kendaraan roda dua dan roda empat terhenti,” ujar Andika.
Tak hanya itu, longsor juga terjadi di sejumlah ruas jalan utama. Material longsoran dilaporkan menutup badan jalan di Jalan Provinsi Mendale–Bintang, ruas Bintang–Simpang Kraff serta Jalan Nasional Pameu–Genting Gerbang.
Sementara itu, banjir sempat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Nasional Takengon–Ise-ise, tepatnya di Kampung Lumut.
Akibat kerusakan infrastruktur tersebut, sejumlah kampung kini terisolasi.
Kampung Terang Engon di Kecamatan Silih Nara tidak dapat diakses sama sekali. Di Kecamatan Ketol, beberapa kampung seperti Burlah, Buge Ara, Kekuyang, dan Bintang Pepara juga terputus akibat banjir dan jembatan yang rusak.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini terus melakukan pendataan serta upaya penanganan darurat guna membuka kembali akses bagi masyarakat terdampak. (Joniful Bahri)








