-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tujuh Korban Tertimpa Pohon saat Tumpangi Mobil di Pidie Aceh, Dimakamkan dalam Dua Liang

By On Rabu, Agustus 12, 2026

Tujuh korban meninggal dunia akibat tertimpa pohon besar di Gampong Tanjong Krueng, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, dimakamkan dalam dua liang di Gampong Puli, Kecamatan Pidie, Rabu, 12 Agustus 2026. 

PIDIE, KabarViral79.Com - Tujuh korban meninggal dunia akibat tertimpa pohon besar di Gampong Tanjong Krueng, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie, dimakamkan dalam dua liang di Gampong Puli, Kecamatan Pidie, Rabu, 12 Agustus 2026. 

Ketujuh korban merupakan penumpang mobil pikap Suzuki Carry BL 8160 AN yang tertimpa pohon kedondong saat melintas di jalan nasional Banda Aceh-Medan, Selasa, 11 Agustus 2026, sekitar pukul 21.00 WIB. 

Keuchik Gampong Puli, Razali mengatakan, empat jenazah dimakamkan dalam satu liang, sementara tiga jenazah lainnya dimakamkan di liang kedua. 

"Ketujuh jenazah akan dikebumikan di dua liang. Satu liang empat jenazah dan satu liang tiga jenazah,” kata Razali, Rabu, 12 Agustus 2026. 

Sebelum pemakaman, warga bersama keluarga korban melaksanakan fardu kifayah terhadap ketujuh jenazah. Masyarakat juga berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan kepada keluarga korban. 

Berdasarkan data kepolisian, mobil pikap tersebut membawa 12 penumpang. Sebanyak tujuh orang meninggal dunia, sedangkan lima lainnya, termasuk sopir, mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. 

Hendak Menjenguk Keluarga yang Dirawat

Razali mengatakan, rombongan tersebut dalam perjalanan menuju RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli untuk menjenguk salah seorang anggota keluarga mereka, Tgk Zainal Abidin, yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. 

Dalam rombongan itu terdapat ibu kandung Tgk Zainal Abidin, Zubaidah (68), yang turut menjadi korban meninggal dunia. 

"Zubaidah ibu kandung Tgk Zainal Abidin ikut meninggal. Tgk Zainal Abidin anak pertama dari almarhumah. Tapi, saya tidak mengetahui penyakit apa yang diderita Tgk Zainal Abidin,” ujar Razali. 

Tertimpa Pohon saat Hujan dan Angin Kencang

Tragedi itu terjadi ketika hujan turun disertai angin kencang. Mobil yang dikemudikan M. Hidayat (25) melaju di jalan nasional Banda Aceh-Medan, tepatnya di Gampong Tanjong Krueng. 

Saat melintas, pohon kedondong berukuran besar tumbang dan menimpa mobil pikap yang membawa 12 orang tersebut. 

Akibat kejadian itu, tujuh penumpang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka berat. Para korban selamat kemudian dievakuasi ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli untuk mendapatkan penanganan medis. (Joniful Bahri)

Jembatan Bailey Kuta Blang Bireuen Kembali Bermasalah, Truk Bermuatan Besar Terperosok

By On Rabu, Agustus 12, 2026

Satu unit truk bermuatan pupuk terperosok di lantai Jembatan Bailey Krueng Tingkeum, Kuta Blang, Bireuen, Aceh, Selasa sore, 11 Agustus 2026. Akibat terperosok nya truk tersebut, arus lalu lintas macet. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Satu unit truk bermuatan pupuk terperosok di lantai Jembatan Bailey Krueng Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh, Selasa sore, 11 Agustus 2026. 

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Ban belakang truk dilaporkan masuk ke plat besi lantai jembatan hingga menyebabkan bagian lantai jembatan patah. Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di jembatan tersebut terpaksa ditutup sementara. 

Truk yang terjebak di antara rangka baja jembatan darurat itu membutuhkan bantuan alat berat jenis ekskavator untuk proses evakuasi. Penanganan tersebut menyebabkan arus lalu lintas di jalur itu lumpuh sekitar dua jam. 

Sejumlah petugas dari berbagai instansi terlihat berada di lokasi, di antaranya personel TNI, polisi lalu lintas, Dinas Perhubungan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta pihak pelaksana proyek PT Adhi Karya. 

Namun, insiden tersebut kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap kendaraan bermuatan besar yang melintasi Jembatan Bailey Kuta Blang. 

Warga setempat menilai pengawasan terhadap kendaraan yang melintas perlu diperketat. Mereka mengaku selama ini kerap membantu menjaga kondisi jembatan, terutama terkait kendaraan yang membawa muatan berlebih. 

Menurut warga, hingga kini belum tersedia alat timbang resmi di sekitar jembatan. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan petugas untuk memastikan berat riil kendaraan sebelum melintas. 

Warga menyebut, sejumlah truk bermuatan besar selama ini dapat melintas dengan hanya menunjukkan surat jalan tanpa pemeriksaan berat muatan secara langsung di lapangan. 

Hingga menjelang malam, Jembatan Bailey Kuta Blang masih belum dapat dilalui kendaraan karena proses penanganan dan pemeriksaan terhadap kerusakan lantai jembatan. 

Masyarakat berharap kejadian tersebut menjadi momentum bagi pihak terkait untuk memperketat pengawasan, menyediakan fasilitas penimbangan kendaraan, serta memastikan kapasitas jembatan dipatuhi demi mencegah kerusakan serupa terulang kembali. (Joniful Bahri)

Tiga Rumah di Pulo Ara Bireuen Ludes Terbakar, Empat KK Terdampak

By On Senin, Agustus 10, 2026

Tiga unit rumah warga di Lorong Dewi, Dusun Geudong Teugoh, Gampong Pulo Ara Geudong Teugoh, Kota Juang, Bireuen, ludes terbakar, Minggu, 09 Agustus 2026, sekitar pukul 03.00 WIB. 

BIREUEN, KabarViral79.ComTiga unit rumah warga di Lorong Dewi, Dusun Geudong Teugoh, Gampong Pulo Ara Geudong Teugoh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, ludes terbakar pada Minggu, 09 Agustus 2026, sekitar pukul 03.00 WIB. 

Kebakaran terjadi saat warga sedang tertidur. Api pertama kali diketahui membesar dari bagian belakang salah satu rumah, kemudian merambat ke dua bangunan di sekitarnya. 

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, seluruh harta benda di dalam tiga rumah tidak berhasil diselamatkan. Sebanyak empat kepala keluarga terdampak dan kehilangan tempat tinggal. 

Petugas pemadam kebakaran Pemkab Bireuen dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api dan mencegah kobaran merambat ke rumah warga lainnya. 

Kapolres Bireuen, AKBP Yulhendri melalui Kapolsek Kota Juang, Iptu Faisal Riza mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. 

Keuchik Pulo Ara Geudong Teugoh, Hasan Basri alias Agam Djarwal mengatakan, pihak Gampong telah menyalurkan bantuan awal kepada korban. Para korban untuk sementara menumpang di rumah kerabat. 

Pihak Gampong berharap, pemerintah daerah memberikan bantuan lanjutan, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan pembangunan kembali rumah yang terbakar. 

Kerugian material sementara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (Joniful Bahri)

Truk Sampah Pemkab Bireuen Tabrakan dengan Truk Kontainer, Satu Pekerja Meninggal Dunia

By On Senin, Agustus 10, 2026

Truk sampah milik Pemkab Bireuen dan truk kontainer terlibat tabrakan di Jalan Medan–Banda Aceh, tepatnya di kawasan Gampông Ceurucok, Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Minggu, 09 Agustus 2026, sekitar pukul 07.45 WIB. Insiden itu satu orang meninggal dunia. 

BIREUEN, KabarViral79.ComKecelakaan lalu lintas melibatkan truk sampah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen dan truk kontainer terjadi di Jalan Medan–Banda Aceh, tepatnya di kawasan Gampông Ceurucok, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Minggu, 09 Agustus 2026, sekitar pukul 07.45 WIB. 

Dalam kecelakaan tersebut, seorang kondektur truk sampah bernama Adam Basri (51), warga Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Simpang Mamplam, meninggal dunia. Sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka. 

Berdasarkan informasi di lokasi, truk sampah jenis Colt Diesel Mitsubishi BL 8071 Z milik Pemkab Bireuen melaju dari arah Samalanga. Sementara truk box kontainer BK 8810 CI yang mengangkut barang melaju dari arah Medan menuju Banda Aceh. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bireuen, Zaldi AP., S.Sos., membenarkan adanya kecelakaan tersebut. 

Ia mengatakan, kasus itu masih dalam penyelidikan Satuan Lalu Lintas Polres Bireuen. 

"Sejauh ini kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan Satlantas Polres Bireuen," kata Zaldi. 

Ia menyebut, Adam Basri merupakan pekerja yang bertugas sebagai kondektur truk sampah. Truk tersebut selama ini melayani pengangkutan sampah di wilayah Kecamatan Samalanga. 

Truk sampah milik Pemkab Bireuen dan truk kontainer terlibat tabrakan di Jalan Medan–Banda Aceh, tepatnya di kawasan Gampông Ceurucok, Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Minggu, 09 Agustus 2026, sekitar pukul 07.45 WIB. Insiden itu satu orang meninggal dunia. 

Selain Adam, tiga orang lainnya yang berada dalam truk sampah, yakni sopir M Husaini, warga Gampong Meunasah Mamplam, serta Zikrullah (20), warga Gampong Meunasah Mesjid, dan Asnawi (47), warga Gampong Pulo Dapong, Kecamatan Simpang Mamplam. Ketiganya mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke Puskesmas terdekat. 

Sementara itu, Kapolres Bireuen, AKBP Yulhendri melalui Kasat Lantas AKP Irwansyah Nasution menjelaskan, truk kontainer Mitsubishi BK 8810 CI dikemudikan Muchlis (45), warga Desa Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan. 

Adapun truk sampah Colt Diesel Mitsubishi BL 8071 Z dikemudikan M Husaini, warga Gampong Meunasah Mamplam, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen. 

Menurut Irwansyah, kecelakaan terjadi ketika truk kontainer yang membawa muatan melaju dari arah Medan menuju Banda Aceh. 

Setibanya di lokasi kejadian, truk tersebut bertabrakan dengan bagian depan kanan truk sampah yang melaju dari arah berlawanan. 

"Truk sampah melaju melebar ke kanan jalan sehingga terjadi tabrakan dengan truk yang membawa muatan kontainer," jelasnya. 

Pasca kecelakaan, kedua kendaraan telah diamankan oleh Satlantas Polres Bireuen untuk kepentingan penyelidikan dan proses lebih lanjut. 

Polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab serta kronologi lengkap kecelakaan tersebut. (Joniful Bahri)

Jurnalis Blitar Raya Gelar Aksi Tolak label “Londo Ireng”

By On Rabu, Juli 29, 2026

Aksi jurnalis Blitar Raya tolak disebut 'Londo Ireng' oleh Prabowo Subianto. 

BLITAR, KabarViral79.Com - Sejumlah wartawan dan jurnalis di Blitar Raya menggelar aksi damai sebagai bentuk protes atas pernyataan 'Londo Ireng' dari Presiden Prabowo Subianto. 

Aksi solidaritas itu digelar dengan memajang kartu identitas pers resmi milik wartawan. 

Puluhan wartawan bergerak di Simpang Tiga Herlingga Kota Blitar. Aksi dimulai dengan jalan mundur menuju Patung Bung Karno. 

Sejumlah wartawan juga menggunakan penutup mata dan mulut sebagai simbol gelapnya demokrasi Indonesia. 

Orasi disampaikan oleh perwakilan wartawan secara bergantian. Aksi ditutup dengan penandatanganan petisi bersama dan menggelar kartu press sebagai bukti bahwa wartawan memiliki identitas yang resmi. 

"Hari ini kami bersama dengan PWI, IJTI dan perwakilan AJI di Blitar Raya menggelar aksi atas pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut kami sebagai "Londo Ireng". Kami mengecam pernyataan tersebut, sehingga kami menggelar aksi ini sebagai bentuk protes," ujar Koordinator Lapangan (Korlab), Winanto kepada wartawan, Selasa, 28 Juli 2026. 

Winanto menyebut, wartawan merupakan profesi yang termasuk dalam pilar demokrasi. 

Wartawan dan jurnalis bekerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik. 

Selain itu, tugas jurnalis juga bagian dari fungsi kontrol sosial untuk memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi yang benar. 

"Kami juga menolak segala bentuk pelabelan, stereotip, maupun narasi yang mendiskreditkan profesi wartawan, terlebih jika disampaikan oleh pejabat publik," ujarnya. 

Melalui aksi itu, Winanto menegaskan meminta Presiden Prabowo menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka kepada insan pers Indonesia. 

Hal itu bertujuan agar tidak menimbulkan penafsiran yang merendahkan profesi wartawan. 

"Seluruh pihak harusnya turut menghormati kebebasan pers sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi di Indonesia. Harusnya pemerintah menggunakan produk jurnalis sebagai bentuk pertimbangan kebijakan pemerintah, bukan malah menciderai profesi kami," pungkasnya. (*/red)

Tabrak Belakang Dump Truk di Pontang, Satu Pengendara Sepeda Motor Meninggal Dunia

By On Senin, Juli 27, 2026

Personel Polsek Pontang saat memberikan pertolongan pertama kepada korban, dan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan. 

SERANG, KabarViral79.Com Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Ciruas–Pontang, tepatnya di Kampung Sukadiri RT 09/03, Desa Pulokencana, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Sabtu, 25 Juli 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. 

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka berat. 

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Beat bernomor polisi A-5634-IC yang melaju dari arah Pontang menuju Ciruas menabrak bagian belakang sebuah dump truk bak terbuka bernomor polisi A-8384-FH yang sedang berhenti di bahu jalan dan menghadap searah dengan arus lalu lintas. 

Akibat benturan tersebut, pengendara sepeda motor atas nama Muhamad Faisal (25), warga Kampung Domas, Desa Domas, Kecamatan Pontang, meninggal dunia. 

Sementara penumpangnya, Muhamad Fais, mengalami luka berat berupa patah kaki kiri dan pendarahan di area telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), sehingga dirujuk ke RS Hermina Ciruas untuk mendapatkan penanganan medis. 

Personel Polsek Pontang yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian, melakukan pengamanan TKP, memberikan pertolongan pertama kepada korban, mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan, mencatat identitas para pihak dan saksi, serta berkoordinasi dengan Unit Gakkum Satlantas Polres Serang untuk penanganan lebih lanjut. 

Kapolres Serang melalui Kapolsek Pontang mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat berkendara, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kendaraan yang berhenti di bahu jalan guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. 

Saat ini, penanganan perkara kecelakaan lalu lintas tersebut telah dilimpahkan kepada Unit Gakkum Satlantas Polres Serang untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Situasi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan kondusif. (*/red)

Duduk Perkara Duel Carok Kakek Vs Dua Pria di Sampang gegara Cinta Tak Direstui

By On Senin, Juli 27, 2026

Lokasi duel carok di Sampang. 

SAMPANG, KabarViral79.Com - Peristiwa carok kembali terjadi di Kabupaten Sampang, Madura. 

Duel berdarah kali ini melibatkan seorang kakek berusia 60 tahun melawan dua pria di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates. 

Perkelahian bersenjata tajam itu diduga dipicu persoalan asmara yang berujung dendam dan membuat ketiga orang yang terlibat sama-sama mengalami luka. 

Insiden tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba. Berdasarkan keterangan polisi, peristiwa bermula dari cekcok di jalan, berlanjut perkelahian menggunakan kayu, hingga salah satu pihak kembali datang membawa celurit untuk mencari lawannya. 

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, perkelahian terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, di depan sebuah bengkel motor di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates. 

"Tiga orang yang terlibat yakni S (60) warga Dusun Pao Pale Daya, Kecamatan Ketapang, Sampang, dengan H (44) dan HR (51) Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Sampang," kata Eko kepada wartawan, Sabtu, 25 Juli 2026. 

Menurut Eko, pemicu perkelahian yaitu rasa sakit hati HR yang tidak merestui hubungan asmara yang diduga terjalin antara ibunya dengan korban. 

"Kejadian penganiayaan atau perkelahian dengan menggunakan senjata tajam dipicu oleh rasa sakit hati atau dendam oleh HR terhadap S, dikarenakan saudara S diduga ada hubungan asmara dengan ibunya HR dan saudara HR tidak merestui," ujar Eko. 

Sebelum duel bersenjata tajam terjadi, kata Eko, S dan HR lebih dulu bertemu di Jalan Dusun Jablung, Desa Masaran, sekitar pukul 20.50 WIB. 

Saat itu, S mengendarai sepeda motor dari arah selatan. Dari arah berlawanan datang HR yang berboncengan dengan seorang saksi. 

"Sekira pukul 20.50 WIB, S mengendarai sepeda motor dari arah selatan berpapasan dengan terduga pelaku HR (51) yang berboncengan dengan saksi dari arah Utara ke Selatan di Jalan Dusun Jablung, Desa Masaran, Kecamatan Banyuates," tuturnya. 

Eko menyebut, HR diduga menabrakkan sepeda motornya ke kendaraan S sehingga memicu pertengkaran. 

"Kemudian, terduga saudara HR menabrakkan sepeda motor yang dikendarainya terhadap sepeda motor yang dikendarai saudara S sehingga terjadi cek cok dan perkelahian diantara keduanya dengan menggunakan kayu, namun berhasil dilerai oleh saksi," ujar Eko. 

Perkelahian pertama berhasil dihentikan warga sehingga kedua belah pihak berpisah. 

Usai insiden di jalan, HR mendatangi rumah sepupunya, H, untuk menceritakan kejadian tersebut. 

"Kemudian HR mendatangi rumah H yang tak lain adalah sepupunya di dusun yang kemudian menceritakan perihal kejadian yang dialaminya," ujar Eko. 

Mendengar cerita itu, H emosi lalu mengajak HR mengambil celurit untuk mencari korban. 

"Mendengar cerita itu kemudian H marah dan mengajak HR membawa dan mengambil celurit untuk mencari S di rumah istrinya di Dusun Jablung Desa Masaran," ujar Eko. 

Keduanya kemudian berboncengan sepeda motor mencari korban hingga akhirnya bertemu di sebuah bengkel milik Suhar di Desa Masaran. 

"H dan HR kemudian mencari S dengan berboncengan mengendarai motor. Mereka akhirnya bertemu sebuah bengkel milik S hingga di sana terjadi perkelahian dengan menggunakan senjata tajam," terang Eko. 

Dalam duel tersebut, ketiga orang sama-sama menggunakan senjata tajam. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, HR dan H membawa celurit, sedangkan S menggunakan parang. 

"Jenis senjata tajam yang dipakai S senjata yang dipakai menurut pengakuan adalah parang. Sedangkan H dan HR menurut pengakuan menggunakan sajam celurit," ucapnya. 

Akibat perkelahian tersebut, seluruh pihak mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. 

"S mengalami luka di tangan sebelah kanan, dan kepala bagian belakang. Sedangkan HR mengalami luka tangan sebelah kanan sementara H mengalami luka paha kanan juga siku sebelah kanan (terjatuh)," pungkasnya. 

Setelah kejadian, polisi mengamankan pakaian para pelaku yang berlumuran darah, senjata tajam, serta kendaraan bermotor yang digunakan. 

Ketiga orang yang terluka terlebih dahulu menjalani perawatan medis sebelum dibawa ke Polsek Banyuates dan selanjutnya ke Polres Sampang untuk proses penyelidikan. 

"Para pelaku (tiga orang terlibat perkelahian) berhasil diamankan di Polsek Banyuates dan dibawa ke Polres Sampang guna proses lidik dan sidik," pungkasnya. (*/red)