![]() |
| Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD) yang juga Ketua DPW PKB Aceh, meninjau langsung kondisi ruas jalan Sigli–Garot di Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat, 06 Maret 2026. |
SIGLI, KabarViral79.Com – Masyarakat Kabupaten Pidie, Aceh, akhirnya dapat menikmati ruas jalan yang mulus setelah menunggu selama sekitar 25 tahun.
Perbaikan ruas jalan Sigli–Garot tersebut merupakan bagian dari Program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang diperjuangkan oleh Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD).
HRD yang juga Ketua DPW PKB Aceh itu meninjau langsung kondisi ruas jalan Sigli–Garot di Kabupaten Pidie, Jumat, 06 Maret 2026, dalam rangka kunjungan kerja Reses di Provinsi Aceh.
Peninjauan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie, anggota DPRK Pidie dari Fraksi PKB, serta Tokoh Masyarakat setempat.
Rombongan memulai peninjauan dari Desa Barat hingga Desa Ulee Tutue Keulibeut.
Sebelumnya, ruas jalan tersebut diketahui mengalami kerusakan parah dan sudah lama dikeluhkan masyarakat.
Warga setempat mengaku baru kali ini merasakan kondisi jalan yang baik setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan tanpa penanganan berarti.
“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada Pak HRD yang telah melobi pemerintah pusat dalam memperjuangkan berbagai infrastruktur di Kabupaten Pidie, salah satunya jalan Sigli Garot,” kata Anggota DPRK Pidie Fraksi PKB, Zulfadli.
Hal senada disampaikan Keuchik Gampong Aree, Kecamatan Delima, Roni.
Ia menyebut, kepedulian HRD terhadap pembangunan di Aceh, khususnya Kabupaten Pidie, sangat dirasakan masyarakat.
“Kami masyarakat Pidie sangat berterima kasih kepada Pak HRD. Meski beliau terpilih dari daerah pemilihan Aceh II, kepeduliannya terhadap masyarakat Aceh, khususnya Pidie, sangat luar biasa,” ujar Roni.
Sementara itu, Ruslan Daud mengatakan, pembangunan ruas jalan Sigli–Garot dapat terwujud berkat kerja sama dan komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah kabupaten harus mengupayakan dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Karena anggaran daerah sangat terbatas, Pak Bupati Pidie Sarjani Abdullah yang juga sahabat dekat selalu meminta kami untuk memperjuangkan dana APBN untuk pembangunan jalan Sigli–Garot dan sejumlah infrastruktur lainnya. Alhamdulillah sekarang sudah terwujud dan masyarakat bisa menikmatinya,” kata HRD.
Ia juga menyebut, salah satu tokoh masyarakat Pidie, Zainal Arifin M Nur yang merupakan Pimpinan Redaksi Harian Serambi Indonesia, turut menyampaikan langsung aspirasi terkait prioritas pembangunan jalan tersebut saat bertemu dirinya di Senayan, Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, HRD bersama rombongan juga meninjau sejumlah titik abrasi di sepanjang Sungai Krueng Baro, khususnya di Desa Raya Sanggeu, Keulibeut, dan beberapa lokasi lain yang mengalami kerusakan parah pada tebing sungai.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengancam keselamatan warga, rumah penduduk, serta ruas jalan penghubung antar desa dan kecamatan.
HRD mengatakan, penanganan erosi tebing sungai akibat banjir dan longsor akan menjadi salah satu prioritas yang diperjuangkan melalui dana APBN dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Sebelumnya, pada 2023, pemerintah pusat melalui Kementerian PU juga telah merealisasikan pembangunan tanggul sungai di Desa Pulo Pisang, Kecamatan Pidie, yang rusak akibat banjir bandang, melalui perjuangan yang sama.
Selain ruas Sigli–Garot, dalam kunjungan Reses tersebut HRD juga meninjau ruas jalan Masjid Beu’ah–Bukit Kurma di Kecamatan Delima serta ruas jalan Gogo di Kecamatan Padang Tiji yang menghubungkan Kecamatan Batee.
Ia juga meninjau beberapa ruas jalan lain di Kabupaten Pidie yang direncanakan menjadi prioritas Program Inpres Jalan Daerah pada 2026 dan 2027, di antaranya ruas jalan Cot Tunong–Blang Mane di Kecamatan Simpang Tiga serta beberapa ruas jalan di Kecamatan Mutiara.
Namun sejumlah lokasi belum sempat ditinjau karena keterbatasan waktu dan belum tersedianya dokumen Detail Engineering Design (DED).
“Kita berharap Pemkab Pidie dapat segera melengkapi DED agar proses pengusulan pembangunan bisa dipercepat,” ujar HRD. (Joniful Bahri)

