-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Dua Warga Ditemukan Meninggal dalam Mobil di Pidie Jaya Aceh, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

By On Rabu, Maret 25, 2026

Dua warga ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah mobil yang terparkir, di kawasan Gampong Keude Luengputu, Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh, Selasa, 24 Maret 2026 dini hari. 

PIDIE JAYA, KabarViral79.Com - Dua warga ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah mobil yang terparkir di kawasan Gampong Keude Luengputu, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa, 24 Maret 2026 dini hari. 

Kedua korban diketahui berinisial M (25), warga Kabupaten Bireuen, dan H.S (26), warga Kabupaten Bener Meriah. Kedua korban ditemukan dalam posisi miring dengan kondisi tubuh telah kaku. 

Keduanya ditemukan dalam mobil Honda Jazz bernomor polisi BK 1508 JI yang terparkir di jalan rel lama, tepatnya di depan Yayasan Bustanul Fakri Aceh

Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, Rabu, 25 Maret 2026 mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian kedua korban. 

“Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya sedang menyelidiki penemuan dua warga meninggal dunia dalam mobil guna memastikan penyebab kematian kedua korban,” ujarnya. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil tersebut telah berada di lokasi sejak Senin, 23 Maret 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Awalnya, keberadaan kendaraan itu tidak menimbulkan kecurigaan warga karena diduga milik pemudik yang beristirahat. 

Namun, hingga menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.55 WIB, warga mulai curiga lantaran mobil masih berada di lokasi dengan kondisi mesin menyala. 

Dua warga ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah mobil yang terparkir, di kawasan Gampong Keude Luengputu, Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh, Selasa, 24 Maret 2026 dini hari. 

Sejumlah warga kemudian mendekati kendaraan tersebut dan mencoba memanggil penumpang di dalamnya, namun tidak mendapat respons. 

Warga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bandar Baru. Sekitar pukul 00.05 WIB, personel Kepolisian bersama warga mendatangi lokasi dan memecahkan kaca mobil untuk memastikan kondisi korban. 

Petugas yang turut melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Bandar Baru memastikan kedua korban telah meninggal dunia di dalam kendaraan. 

Dugaan sementara, korban meninggal saat beristirahat di dalam mobil dengan kondisi mesin dan pendingin udara (AC) menyala tanpa adanya sirkulasi udara yang cukup. 

Selanjutnya, personel Polsek Bandar Baru bersama Koramil 11/Bandar Baru dan tim Inafis Polres Pidie Jaya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Bandar Baru sebelum dirujuk ke RSUD Pidie Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Sementara itu, kendaraan yang digunakan korban masih berada di lokasi kejadian dan telah dipasangi garis polisi. 

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, khususnya saat beristirahat di dalam kendaraan, dengan memastikan adanya sirkulasi udara guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (Joniful Bahri)

HRD Tinjau Jalan Sigli–Garot, Warga Pidie Akhirnya Nikmati Jalan Mulus Setelah 25 Tahun

By On Minggu, Maret 08, 2026

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD) yang juga Ketua DPW PKB Aceh, meninjau langsung kondisi ruas jalan Sigli–Garot di Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat, 06 Maret 2026

SIGLI, KabarViral79.Com Masyarakat Kabupaten Pidie, Aceh, akhirnya dapat menikmati ruas jalan yang mulus setelah menunggu selama sekitar 25 tahun. 

Perbaikan ruas jalan Sigli–Garot tersebut merupakan bagian dari Program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang diperjuangkan oleh Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD). 

HRD yang juga Ketua DPW PKB Aceh itu meninjau langsung kondisi ruas jalan Sigli–Garot di Kabupaten Pidie, Jumat, 06 Maret 2026, dalam rangka kunjungan kerja Reses di Provinsi Aceh. 

Peninjauan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie, anggota DPRK Pidie dari Fraksi PKB, serta Tokoh Masyarakat setempat. 

Rombongan memulai peninjauan dari Desa Barat hingga Desa Ulee Tutue Keulibeut. 

Sebelumnya, ruas jalan tersebut diketahui mengalami kerusakan parah dan sudah lama dikeluhkan masyarakat. 

Warga setempat mengaku baru kali ini merasakan kondisi jalan yang baik setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan tanpa penanganan berarti. 

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada Pak HRD yang telah melobi pemerintah pusat dalam memperjuangkan berbagai infrastruktur di Kabupaten Pidie, salah satunya jalan Sigli Garot,” kata Anggota DPRK Pidie Fraksi PKB, Zulfadli. 

Hal senada disampaikan Keuchik Gampong Aree, Kecamatan Delima, Roni. 

Ia menyebut, kepedulian HRD terhadap pembangunan di Aceh, khususnya Kabupaten Pidie, sangat dirasakan masyarakat. 

“Kami masyarakat Pidie sangat berterima kasih kepada Pak HRD. Meski beliau terpilih dari daerah pemilihan Aceh II, kepeduliannya terhadap masyarakat Aceh, khususnya Pidie, sangat luar biasa,” ujar Roni. 

Sementara itu, Ruslan Daud mengatakan, pembangunan ruas jalan Sigli–Garot dapat terwujud berkat kerja sama dan komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. 

Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah kabupaten harus mengupayakan dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

“Karena anggaran daerah sangat terbatas, Pak Bupati Pidie Sarjani Abdullah yang juga sahabat dekat selalu meminta kami untuk memperjuangkan dana APBN untuk pembangunan jalan Sigli–Garot dan sejumlah infrastruktur lainnya. Alhamdulillah sekarang sudah terwujud dan masyarakat bisa menikmatinya,” kata HRD. 

Ia juga menyebut, salah satu tokoh masyarakat Pidie, Zainal Arifin M Nur yang merupakan Pimpinan Redaksi Harian Serambi Indonesia, turut menyampaikan langsung aspirasi terkait prioritas pembangunan jalan tersebut saat bertemu dirinya di Senayan, Jakarta. 

Dalam kunjungan tersebut, HRD bersama rombongan juga meninjau sejumlah titik abrasi di sepanjang Sungai Krueng Baro, khususnya di Desa Raya Sanggeu, Keulibeut, dan beberapa lokasi lain yang mengalami kerusakan parah pada tebing sungai. 

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengancam keselamatan warga, rumah penduduk, serta ruas jalan penghubung antar desa dan kecamatan. 

HRD mengatakan, penanganan erosi tebing sungai akibat banjir dan longsor akan menjadi salah satu prioritas yang diperjuangkan melalui dana APBN dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi. 

Sebelumnya, pada 2023, pemerintah pusat melalui Kementerian PU juga telah merealisasikan pembangunan tanggul sungai di Desa Pulo Pisang, Kecamatan Pidie, yang rusak akibat banjir bandang, melalui perjuangan yang sama. 

Selain ruas Sigli–Garot, dalam kunjungan Reses tersebut HRD juga meninjau ruas jalan Masjid Beu’ah–Bukit Kurma di Kecamatan Delima serta ruas jalan Gogo di Kecamatan Padang Tiji yang menghubungkan Kecamatan Batee. 

Ia juga meninjau beberapa ruas jalan lain di Kabupaten Pidie yang direncanakan menjadi prioritas Program Inpres Jalan Daerah pada 2026 dan 2027, di antaranya ruas jalan Cot Tunong–Blang Mane di Kecamatan Simpang Tiga serta beberapa ruas jalan di Kecamatan Mutiara. 

Namun sejumlah lokasi belum sempat ditinjau karena keterbatasan waktu dan belum tersedianya dokumen Detail Engineering Design (DED). 

“Kita berharap Pemkab Pidie dapat segera melengkapi DED agar proses pengusulan pembangunan bisa dipercepat,” ujar HRD. (Joniful Bahri)

Lima Warga Lhok Sandeng Pidie Jaya Aceh Diamankan Polisi, Diduga Sebarkan Isu Kenaikan Air Laut

By On Senin, Desember 01, 2025

Lima warga Desa Lhok Sandeng, Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, diamankan aparat Satreskrim Polres Pidie Jaya, Senin, 01 Desember 2025. 

PIDIE JAYA, KabarViral79.ComLima warga Desa Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, diamankan aparat Satreskrim Polres Pidie Jaya, Senin, 01 Desember 2025, sekitar pukul 03.00 WIB.

Mereka diduga menyebarkan isu naiknya air laut yang memicu kepanikan masyarakat setempat.

Para terduga pelaku itu, di antaranya Dedi Haryadi (38), petani; Muhammad Nazar (23), mahasiswa; Nazaruddin (22), mahasiswa berdomisili di Langsa; Riazul Azkia (19), mahasiswa; dan Mariati (50), ibu rumah tangga. Mereke merupakan warga Lhok Sandeng, kecuali satu orang yang berdomisili di Langsa.

Informasi yang diterima menyebutkan, kelima orang tersebut diamankan setelah warga melaporkan adanya penyebaran informasi terkait naiknya air laut pada dini hari, yang menyebabkan sebagian masyarakat panik dan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Pihak Kepolisian kemudian bertindak cepat dengan mengamankan para terduga pelaku ke ruang Satreskrim Polres Pidie Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Pidie Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait motif serta kronologi lengkap dugaan penyebaran isu tersebut. (Joniful Bahri)