![]() |
| ilustrasi |
SERANG – Masalah fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Drajat Prawiranegara Kabupaten Serang kembali menuai keluhan dari keluarga pasien. Setelah sebelumnya kasus buruknya fasilitas di Ruang Mawar viral, kini keluhan serupa datang dari pasien yang dirawat di Ruang Mina.
S, istri pasien yang sedang merawat suaminya selama empat hari, mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi fasilitas yang sangat memprihatinkan. Menurutnya, sejumlah fasilitas dasar di ruang rawat tidak berfungsi atau diganti dengan benda seadanya.
"Keset di depan kamar mandi tidak ada, diganti pakai kardus saja. Pintu kamar mandi bolong juga ditambal dengan kardus. Belum lagi TV di ruangan ini sama sekali tidak menyala, mati total," ungkap S, Senin (8/6/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan kardus sebagai pengganti keset kamar mandi sangat membahayakan keselamatan. Kardus yang mudah basah dan licin membuat siapa saja yang keluar dari kamar mandi berisiko terpeleset.
![]() |
| foto di salah satu ruangan Mina keset berupa kardus dan pintu rusak/ bolong yang ditambal |
"Saya sendiri hampir jatuh terpeleset saat keluar dari kamar mandi. Kardus itu basah, licin sekali. Selama empat hari suami saya dirawat, kardus itu tidak pernah diganti sama sekali," tambahnya.
Selain masalah keamanan, kondisi pintu kamar mandi yang bolong dan ditambal kardus juga membuat keluarga pasien merasa tidak nyaman dan takut.
"Pintu bolong ditutup kardus, saya jadi takut ada orang yang mengintip dari luar. Rasanya tidak aman dan tidak nyaman sama sekali," keluhnya.
Sementara itu, televisi yang seharusnya menjadi sarana hiburan bagi pasien dan keluarga yang menunggu, ternyata tidak bisa dinyalakan. Padahal, fasilitas hiburan tersebut sangat dibutuhkan untuk mengurangi kejenuhan selama masa perawatan.
Keluhan ini menambah daftar panjang masalah fasilitas di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara yang belakangan ini terus menjadi sorotan publik. Sebelumnya, warga juga mengeluhkan kondisi fasilitas yang rusak, kumuh, dan tidak terawat di ruang rawat lainnya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di masyarakat: Kemana anggaran pemeliharaan fasilitas rumah sakit yang seharusnya tersedia? Pasalnya, sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah, RSUD Dr. Drajat Prawiranegara rutin menerima anggaran untuk perawatan dan perbaikan sarana prasarana.
"Ini rumah sakit pemerintah, anggarannya pasti ada. Tapi kenapa fasilitasnya begini? Pasien sakit makin menderita bukan cuma karena penyakitnya, tapi karena fasilitas yang buruk," ujar salah satu warga yang kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Dr. Drajat Prawiranegara belum memberikan tanggapan terkait keluhan terbaru ini. Masyarakat berharap pihak terkait segera menindaklanjuti dan memperbaiki fasilitas agar layanan kesehatan di rumah sakit ini benar-benar layak dan aman bagi pasien.

