-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Usai Investigasi Gudang LPG di Sukodono, Wartawan Diduga Diintimidasi dan Dilecehkan

By On Jumat, April 17, 2026

SIDOARJO, KabarViral79.Com Kebebasan Pers kembali menjadi sorotan. Seorang wartawan media online  bernama Sapta mengaku mengalami intimidasi dan pelecehan verbal usai menjalankan tugas jurnalistik saat melakukan investigasi terkait aktivitas gudang LPG di wilayah Dungus, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Jumat, 17 April 2026. 

Peristiwa bermula ketika Sapta mendatangi lokasi gudang LPG untuk mengambil gambar dan video sebagai bagian dari kegiatan peliputan. 

Dokumentasi tersebut dilakukan sebagai bahan pemberitaan sekaligus upaya menggali informasi yang dibutuhkan publik. 

Tak lama setelah meninggalkan lokasi, Sapta menerima pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal, 0831-3674-00**. 

Pengirim kemudian mengaku sebagai pemilik gudang di Dungus dan meminta Sapta kembali datang ke lokasi. 

Dalam percakapan itu, pengirim pesan yang juga mengaku sebagai pemilik gudang menulis pesan: 

“Monggo pean nang Dungus mane pak, mumpung aku nang umah. (Silahkan anda ke dungus lagi pak, mumpung saya dirumah)”. 

Sapta lalu menanyakan identitas pengirim pesan tersebut. 

“Niki sinten? (Ini siapa ?)” 

Pengirim kemudian menjawab: 

“Seng duwe gudang Dungus (Yang Punya Gudang dungus).” 

Percakapan berlanjut ketika pengirim kembali menegaskan bahwa dirinya mengetahui Sapta  datang ke gudang dan meminta agar datang ke rumahnya saat itu juga. 

“Pean maeng jarene nang gudang, monggo nang umah sakniki (anda tadi katanya di Gudang, silahkan ke rumah sekarang)” 

Sapta menjawab bahwa saat itu dirinya sudah berada di Surabaya dan menawarkan pertemuan pada hari berikutnya di tempat netral. 

“Iki wes nang Suroboyo mas. Mene ae ketemuan nang kantin Polres, piye? (Ini sudah di Surabaya mas, besok aja ketemuan di kantin polres bagaimana?)” 

Namun ajakan itu ditolak. Pengirim justru meminta agar Sapta datang ke gudang. 

“Lapo nang Polres, tak enteni nang gudang maeng, nang gudang kok pean (kenapa ke Polres, tak tunggu di gudang tadi, di gudang kok sampean).” 

Sapta kemudian menjelaskan bahwa keesokan hari masih ada agenda peliputan lain. 

Percakapan ditutup dengan pesan dari pengirim: 

“Monggo isok pean kapan, tak enteni (Silahkan bisa pean kapan, tak tunggu)” 

Meski awal komunikasi terkesan sebagai ajakan bertemu, situasi berubah ketika Sapta  berupaya menggali informasi lebih lanjut terkait identitas pengirim pesan tersebut. 

Dalam percakapan lanjutan melalui telpon WhatsApp, orang yang mengaku sebagai pemilik gudang diduga menyampaikan ucapan bernada intimidatif dan merendahkan profesi wartawan. 

Menurut keterangan Sapta, penelepon berbicara dengan nada tinggi sambil menyebut sejumlah nama yang diklaim dikenal di kalangan media. 

“Koen gak eruh aku ta? Takon o arek media Ojik, Edi Gendeng, Edi Macan (Kamu tidak tahu aku ta? Tanyakan anak media Ojik,Edi gendeng, Edi Macan)”. 

Sapta menjawab bahwa dirinya tidak mengenal nama-nama yang disebutkan. Namun, penelepon kembali melontarkan kata-kata kasar. 

“Gak kenal arek media, gak kenal taek a (Tidak kenal anak media, tidak kenal Tai a)” 

Insiden tersebut dinilai sebagai bentuk tekanan terhadap kerja jurnalistik yang dijamin Undang-Undang. 

Wartawan memiliki tugas mencari, memperoleh, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama terhadap isu yang berkaitan dengan kepentingan publik. 

Distribusi LPG merupakan sektor penting karena menyangkut kebutuhan masyarakat luas. 

Oleh sebab itu, pengawasan sosial melalui media menjadi bagian penting agar aktivitas usaha berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan potensi pelanggaran. 

Kemerdekaan Pers dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pada Pasal 4 ayat (3), pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan serta informasi. 

Sementara Pasal 18 ayat (1) menyebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta. 

Selain perlindungan dalam UU Pers, dugaan penghinaan, ancaman, atau pelecehan melalui media elektronik juga dapat ditelaah berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU ITE, apabila unsur pidananya terpenuhi. 

Sapta berharap peristiwa ini menjadi perhatian bersama bahwa wartawan bukan pihak yang harus ditakuti ataupun dimusuhi. Pers hadir sebagai pilar demokrasi yang menjalankan fungsi kontrol sosial demi kepentingan masyarakat. (*/red)

Ketika Hukum Memilih Diam, Semaraknya Arena Judi Sabung Ayam di Prambon Sidoarjo

By On Selasa, Maret 24, 2026

SIDOARJO, KabarViral79.ComDi balik rerimbunan tepi lahan di kawasan Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), sebuah arena sabung ayam berdiri dengan penuh percaya diri. 

Ratusan orang berkumpul. Taruhan dilakukan secara terbuka. Tak ada rasa cemas, apalagi takut. Yang ada hanyalah kesan kuat bahwa tempat ini tak tersentuh hukum. 

Tim investigasi media pun menyusup ke lokasi dan mendokumentasikan langsung aktivitas yang berlangsung. Ini bukan ruang tersembunyi. Ini bukan kejadian insidental. Ini adalah arena perjudian yang berjalan rutin, terorganisir, dan seolah mendapat “restu” dari ketidakpedulian institusi.

“Sudah berbulan bulan begini. Semua tahu, tapi tak ada yang berani usik,” ujar seorang warga lokal yang minta identitasnya disamarkan. 

Ekspresinya campuran antara ketakutan dan keputusasaan — seperti orang yang sudah terlalu lama hidup berdampingan dengan hukum yang hanya hadir di spanduk. 

Yang dipertontonkan di Desa Jatikalang bukan hanya sabung ayam, tapi juga cap jiki — antara nurani masyarakat melawan diamnya aparat. Ini bukan soal siapa pelaku, tapi siapa yang membiarkan. 

“Ketika hukum lumpuh di daerah, media wajib hidup. Kalau kami ikut diam, maka keadilan betul-betul mati. Kami akan terus dorong agar ada tindakan nyata, bukan sekadar janji.”

Sementara, Kapolsek Prambon, Kasatreskrim belum dapat dikonfirmasi. (*/red)

Dua Wanita Penyelundup Sabu dan Ekstasi di Sidoarjo Terancam Hukuman Mati

By On Rabu, Oktober 22, 2025

Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Budi Mulyanto (tiga dari kiri) dan Kapolresta Sidoarjo, Kombes Christian Tobing (tiga dari kanan) saat Konferensi Pers di Mapolresta Sidoarjo, Selasa, 21 Oktober 2025. 

SIDOARJO, KabarViral79.ComSatuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Sidoarjo bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Timur (Jatim) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 8,266 kilogram dan 10 butir ekstasi.

Dua perempuan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Christian Tobing mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal dari informasi yang diterima petugas Satresnarkoba pada 18 September 2025 terkait penyelundupan narkotika melalui Bandara Internasional Juanda.

“Kami menerima informasi dari Denpom Lanudal Juanda terkait penggagalan upaya penyelundupan sabu yang dikirim melalui pesawat Batik Air rute Surabaya-Jakarta. Dari temuan itu, petugas menemukan satu plastik besar berisi sabu seberat lebih dari 500 gram,” kata Christian kepada wartawan saat Konferensi Pers di Mapolresta Sidoarjo, Selasa, 21 Oktober 2025.

Selanjutnya, kata dia, pada 23 September 2025, petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tersangka ARF (22) di Cipondoh, Tangerang, saat menerima paket yang berisi narkotika golongan I jenis sabu seberat 477 gram.

Beberapa hari kemudian, pada 25 September 2025, petugas menangkap tersangka WLN (27) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Dari tangan WLN, pihaknya menyita koper biru berisi tiga paket sabu seberat 7,788 kilogram dan 10 butir ekstasi bergambar Labubu.

Barang haram itu diketahui milik seorang berinisial BY, yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“WLN ini dititipi koper oleh BY untuk dibawa ke daerah Sunter, Jakarta Pusat. Keduanya berperan sebagai kurir yang diupah untuk mengantarkan paket berisi sabu dan ekstasi tersebut,” ujar Christian.

Menurutnya, total barang bukti yang disita dari kedua tersangka mencapai 8,266 kilogram sabu dan 10 butir ekstasi, dengan nilai ekonomis sekitar Rp 9,2 miliar.

Selama September 2025, Polresta Sidoarjo disebut telah menyelamatkan lebih dari 65 ribu jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, Kepala BNN Jatim, Brigjen Pol Budi Mulyanto menyampaikan keprihatinannya karena dua tersangka yang terlibat dalam kasus ini merupakan perempuan muda.

“Kami sangat prihatin. Dua wanita yang berdiri di depan kita ini menjadi bagian dari jaringan peredaran narkotika. Ke depan, mari bersama-sama memerangi narkoba, bukan hanya dari sisi pemberantasan, tapi juga pencegahan dan rehabilitasi,” ujar Budi.

Menurutnya, kolaborasi antara Polresta Sidoarjo, BNNP Jatim, dan BNN RI merupakan bentuk sinergi penegakan hukum dan kepedulian sosial untuk menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba.

“Apa yang kita lakukan hari ini bukan hanya soal prestasi penegakan hukum, tapi juga tentang bagaimana menyelamatkan sumber daya manusia Indonesia agar terbebas dari jerat narkotika,” pungkasnya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara hingga 20 tahun serta denda maksimal Rp 8 miliar. (*/red)

Video: Perwakilan Ponpes Al-Khoziny Sampaikan Permintaan Maaf ke Keluarga Korban

By On Kamis, Oktober 09, 2025


SIDOARJO, KabarViral79.Com Perwakilan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), M Zainal Abidin menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya puluhan santri akibat ambruknya bangunan musala Ponpes.

Ia meyakini para santri yang wafat dalam musibah tersebut berada dalam kondisi terbaik.

Mengingat para santri meninggal dalam kondisi menuntut ilmu dan melaksanakan salat.

Hal itu disampaikan Zainal Abidin kepada wartawan, di Sidoarjo, Selasa, 07 Oktober 2025.

Dia mewakili keluarga dan pengurus pesantren turut menyampaikan permintaan maaf apabila pihak Ponpes belum mampu memberikan pelayanan terbaik secara maksimal kepada para santri.

Permohonan maaf juga disampaikan kepada seluruh masyarakat, khususnya para awak media jika mendapatkan perlakuan yang kurang nyaman selama penanganan ambruknya bangunan Ponpes. (*/red)

Video: Basarnas Sebut Total Korban Tragedi Ponpes Ambruk di Sidoarjo Capai 171 Orang

By On Kamis, Oktober 09, 2025


SIDOARJO, KabarViral79.Com Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) menyatakan, jumlah total korban ambruknya bangunan Musholla Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), mencapai 171 orang.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, dari total 171 korban sebanyak 104 orang dinyatakan selamat, sedangkan 67 lainnya dilaporkan meninggal dunia.

Hal itu disampaikan Syafii kepada wartawan, Selasa, 07 Oktober 2025.

Menurut Syafii, dengan ditemukannya seluruh korban dari lokasi reruntuhan maka seluruh rangkaian misi pencarian dan penyelamatan dinyatakan selesai.

Seluruh korban meninggal saat ini telah diserahkan kepada Tim Identifikasi Korban Bencana atau Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim untuk proses identifikasi para korban.

Ia memastikan, proses identifikasi korban dan juga seluruh proses lain termasuk investigasi penyebab bencana tersebut akan tetap berlanjut dan bukan merupakan kewenangan dari Basarnas. (*/red)

Basarnas Sebut Total Korban Tragedi Ponpes Ambruk di Sidoarjo Capai 171 Orang

By On Rabu, Oktober 08, 2025

Evakuasi korban Mushola ambruk di Ponpes Al Khoziny

SIDOARJO, KabarViral79.ComBadan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) menyatakan, jumlah total korban ambruknya bangunan Musholla Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), mencapai 171 orang.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, dari total 171 korban sebanyak 104 orang dinyatakan selamat, sedangkan 67 lainnya dilaporkan meninggal dunia.

“Tim penyelamat gabungan berhasil mengevakuasi 171 korban, dengan korban selamat 104 orang. Sementara 67 korban dinyatakan meninggal dunia dengan delapan di antaranya merupakan bagian tubuh korban yang tidak lengkap,” kata Syafii kepada wartawan, Selasa, 07 Oktober 2025.

Menurut Syafii, dengan ditemukannya seluruh korban dari lokasi reruntuhan maka seluruh rangkaian misi pencarian dan penyelamatan dinyatakan selesai.

Seluruh korban meninggal saat ini telah diserahkan kepada Tim Identifikasi Korban Bencana atau Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim untuk proses identifikasi para korban.


Ia memastikan, proses identifikasi korban dan juga seluruh proses lain termasuk investigasi penyebab bencana tersebut akan tetap berlanjut dan bukan merupakan kewenangan dari Basarnas.

Syafii berharap, Ponpes Al Khoziny Sidoarjo dapat segera pulih dari bencana tersebut sehingga proses belajar mengajar dapat segera kembali seperti sedia kala.

Sementara untuk proses rehabilitasi Ponpes Al Khoziny, Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat akan memberikan supervisi yang ketat dalam proses pelaksanaan demi memastikan kegiatan di Ponpes tersebut berjalan dengan aman dan terhindar dari musibah serupa.

Sementara itu, Ketua Alumni Ponpes Al Khoziny selaku perwakilan dari Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, KH Zainal Abidin menyatakan, kegiatan belajar mengajar ke depannya akan menjadi perhatian khusus pengasuh dan pengurus Ponpes.

“Sudah pasti akan dimusyawarahkan oleh pengasuh dan para pengurus ponpes untuk mekanisme program belajar mengajar selanjutnya di ponpes ini,” ujarnya.

Ia mengaku tidak dapat memberikan keterangan lebih banyak terkait proses investigasi bencana.

Ia meminta seluruh pihak untuk menunggu hasil resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab bencana tersebut. (*/red)

Proses Pencarian Korban Ponpes Al Khoziny Resmi Dihentikan

By On Rabu, Oktober 08, 2025

Proses evakuasi korban robohnya bangunan Ponpes Al Khoziny. 

SIDOARJO, KabarViral79.Com Operasi pencarian korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), pada Senin, 29 Oktober 2025.

Basarnas menyatakan, sebanyak 104 orang selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk di antaranya terdapat 8 body part.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menutup operasi ini lewat apel resmi di halaman Ponpes Putra Al Khoziny pada hari kesembilan usai terjadinya insiden tersebut.

“Hari ini masuk di hari ke-sembilan, kita telah menyelesaikan pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban dan kita juga telah bisa memindahkan seluruh material bangunan yang runtuh,” kata Syafii kepada wartawan usai apel penutupan, Selasa, 07 Oktober 2025.

Saat ini, kata Syafii, area ambruknya Ponpes tersebut telah steril dan tidak ada korban yang belum ditemukan.

“Kita pastikan bahwa kejadian ini terisolasi dalam satu titik. Jadi saya sampaikan kepada teman-teman bahwa kejadian ini pertama waktunya jelas, titiknya jelas, kondisi kejadiannya juga jelas, sehingga kita pastikan ini terjadi di tempat yang sudah terisolasi dengan jelas,” ujarnya.

Dia juga menyoroti beberapa kendala selama proses pelaksanaan operasi pencarian. Seperti kendala akses masuk ke lokasi kejadian yang sempit hingga menyulitkan pergerakan maupun alat-alat yang digunakan.

“Begitu juga pada saat korban masih ada tanda-tanda kehidupan kita juga harus melakukan tindakan yang terukur untuk menyelamatkan dan alhamdulillah itu bisa kita lakukan,” ungkapnya.

Kemudian terkait dengan bangunan lain yang berada di sekitar lokasi, menurutnya akan dilakukan asessment oleh pihak-pihak terkait untuk memastikan kelayakan maupun keamanannya.

“Untuk melihat bagaimana struktur kekuatan gedung itu nanti ada pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk meng-assessment. Sampai dinyatakan bahwa gedung ini apakah perlu diperkuat atau mungkin tindakannya apa,” pungkasnya. (*/red)

Video: Cerita Abdul Aziz, Tim Rescue yang Evakuasi Santri Al Khoziny: Nangis Mental Down

By On Selasa, Oktober 07, 2025


SIDOARJO, KabarViral79.Com Abdul Aziz, Anggota Tim Rescue Peleton 1 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, membagikan kisahnya saat terjun langsung dalam misi penyelamatan di lokasi ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).

Video dirinya saat menenangkan korban selamat sempat terekam dan viral di media sosial, menggambarkan betapa berat dan emosionalnya situasi di lapangan.

Seperti diketahui, Damkar Kota Surabaya turut menjadi bagian dari Tim SAR gabungan dalam proses evakuasi tragedi robohnya musala empat lantai Ponpes Al Khoziny pada Senin, 29 September 2025.

Dalam misi tersebut, Aziz yang baru 13 bulan bertugas sebagai anggota rescue ditugaskan masuk ke reruntuhan untuk mencari santri yang masih hidup.

Aziz menyebut bahwa ruang gerak di dalam reruntuhan sangat terbatas, bahkan untuk merayap pun sulit.

Saat berada di dalam, Aziz mendengar suara tangis dan rintihan korban dari berbagai arah.

Aziz kemudian memastikan keberadaan dua korban selamat yaitu Haikal, santri asal Probolinggo, dan Yusuf, santri asal Malang. (*/red)

Video: BNPB Sebut Jumlah Korban Mushola Ambruk Ponpes Al Khoziny Terbesar di Sepanjang 2025

By On Senin, Oktober 06, 2025


SIDOARJO, KabarViral79.Com Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, tragedi runtuhnya Mushola di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), sebagai peristiwa dengan korban terbanyak sepanjang tahun 2025.

Deputi III Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan mengatakan, total korban jiwa dalam insiden tersebut mencapai 50 orang tewas, menjadikannya tragedi paling mematikan tahun ini.

Bahkan, kata dia, jumlah korban tragedi Mushola ambruk tersebut lebih banyak dibandingkan korban bencana alam di Poso, Sulawesi Tengah, hingga banjir bandang di Bali.

Ia menjelaskan, total korban secara keseluruhan mencapai 154 orang, terdiri atas 104 orang selamat, 50 orang meninggal dunia, dan 13 orang masih dalam pencarian. (*/red)

Video: Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny Hari ke-7: Meninggal 45 Orang

By On Senin, Oktober 06, 2025


SIDOARJO, KabarViral79.Com Pencarian korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), terus dilakukan.

Data terkini pada Minggu malam, 05 Oktober 2025, sebanyak 45 santri meninggal, dua di antaranya ditemukan dengan kondisi tak utuh, serta 104 orang selamat.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii mengatakan, ada 19 korban yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan hari ini.

“Bahwa sampai dengan tadi pukul 16.03 WIB kami telah menemukan 19 korban dari Pesantren Al Khoziny ini. Dan semua sudah dibawa RS Bhayangkara,” kata Bramantyo kepada wartawan, Minggu, 5 Oktober 2025. (*/red)

Sudah Teridentifikasi, Tiga Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny Diserahkan ke Keluarga

By On Minggu, Oktober 05, 2025

Tiga jenazah korban Ponpes Al Khoziny diserahkan ke keluarga. 

SIDOARJO, KabarViral79.Com Tiga jenazah korban ambruknya Mushola Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), berhasil diidentifikasi oleh petugas dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa tampak hadir langsung dalam proses serah terima jenazah.

Ia tak kuasa menahan tangis saat menyaksikan kesedihan keluarga korban yang menangis histeris saat mengetahui jenazah yang berhasil diidentifikasi tersebut adalah anaknya.

Ketiga jenazah yang telah teridentifikasi merupakan santri asal Kota Surabaya. Setelah proses shalat jenazah di RS Bhayangkara, ketiganya langsung dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka masing-masing.

“Dini hari ini juga akan kami serahkan, karena keluarga pasti menghendaki cepat,” kata Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes M. Khusnan, di RS Bhayangkara Polda Jatim, Minggu, 05 Oktober 2025.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim menyampaikan, identifikasi tiga jenazah baru yang berhasil dievakuasi Tim SAR gabuangan itu melalui metode medis, forensik, dan pencocokan data ante mortem dengan pihak keluarga.

Proses identifikasi dilakukan secara teliti menggunakan pencocokan gigi, properti pribadi, data medis, dan sidik jari.

Ketiga jenazah yang berhasil diidentifikasi itu, di antaranya:

1. FN (16), warga Tembok Lor, Surabaya. Jenazah dengan nomor PM RSPB 002 ini teridentifikasi melalui pemeriksaan gigi.

2. MAI (13), warga Jalan Randu Indah, Kenjeran, Surabaya. Teridentifikasi melalui data medis dan properti, dicocokkan dengan data ante mortem nomor AM 007.

3. DM (15), warga Sidokapasan, Surabaya. Jenazah dengan nomor PM RSB B006 dikenali melalui pemeriksaan sidik jari, gigi, medis, dan properti pribadi.

“Ketiganya teridentifikasi melalui data antemortem melalui medis dan properti yang diserahkan kepada kami,” ujarnya.

Dengan demikian, total sudah ada delapan jenazah yang telah berhasil Tim DVI identifikasi. Sementara lainnya masih dalam proses.

Terkait satu bagian tubuh (body part) yang ditemukan berupa kaki kanan masih dalam proses identifikasi menggunakan pengujian DNA.

“Untuk body part, bagian tubuh yang ditemukan berupa kaki kanan, dan belum dihitung sebagai satu jenazah karena masih menunggu hasil pencocokan DNA. Besok (Minggu, 05 Oktober 2025) kami akan kirim sampel DNA ke Jakarta untuk pengujian laboratorium,” ujarnya.

Operasi DVI ini melibatkan Pusdokkes Polri, Tim Inafis Polda Jatim, serta Persatuan Dokter Forensik Indonesia.

Proses identifikasi korban tragedi runtuhnya bangunan Mushola Ponpes Al Khoziny masih terus berlangsung, dengan harapan seluruh korban dapat segera dikenali dan dipulangkan ke keluarga masing-masing. (*/red)

Video: Tim DVI Ungkap Kendala Identifikasi Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny

By On Minggu, Oktober 05, 2025


SIDOARJO, KabarViral79.Com Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur (Jatim) mengungkap kendala dalam proses identifikasi jenazah korban Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny yang ambruk di Sidoarjo, Jatim.

Kabid DVI Pusdokkes Polri, Kombes Pol Wahyu Hidajati mengatakan, ada empat faktor utama yang menyebabkan identifikasi berlangsung lambat.

Pertama, seluruh korban berusia 12-15 tahun. Kondisi sidik jari sebagian besar sudah rusak akibat pembusukan, sementara data pembanding dari KTP belum ada karena korban masih di bawah umur.

Kedua, dari sisi pertumbuhan gigi, anak-anak seusia itu umumnya memiliki bentuk gigi yang relatif sama. Belum ada ciri khas yang menonjol, ditambah keluarga juga belum memberikan laporan mengenai tanda khusus pada gigi korban.

Ketiga, faktor pakaian. Seluruh santri mengenakan seragam khas pondok berupa koko putih, sarung, dan peci. Tidak ada identitas tambahan seperti label nama yang bisa dijadikan pembeda.

Keempat, belum adanya informasi detail mengenai ciri khusus dari keluarga, misalnya letak tahi lalat atau tanda lahir. (*/red)

Video: Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny Sulit Diidentifikasi, Akan Dilakukan Tes DNA

By On Minggu, Oktober 05, 2025


SIDOARJO, KabarViral79.Com Sembilan jenazah korban robohnya mushola Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) telah tiba di RS Bhayangkara Polda Jatim hingga Sabtu pagi, 4 Oktober 2025.

Delapan jenazah masih dalam proses identifikasi di Instalasi Kedokteran Forensik

Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan mengatakan, kondisi jenazah yang rusak membuat sidik jari tidak bisa dijadikan patokan utama. Hal ini memaksa tim Disaster Victim Identification (DVI) mengandalkan metode yang lebih rumit.

Mengingat korban mayoritas masih berusia 12-17 tahun, data antemortem seperti rekam gigi atau sidik jari tidak tersedia.

Sebanyak 56 sampel DNA dari keluarga korban sudah dikirim ke Jakarta, meski prosesnya bisa memakan waktu hingga dua minggu. (*/red)

Video: Soal Penyelidikan Ponpes Al Khoziny Ambruk, Kapolda Jatim Sebut Fokus Kemanusiaan Dulu

By On Minggu, Oktober 05, 2025


SIDOARJO, KabarViral79.Com Kapolda Jawa Timur (Jatim), Irjen Polisi Nanang Avianto meminta publik bersabar soal penyelidikan terkait mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Akhoziny yang ambruk.

Nanang kembali meninjau lokasi runtuhnya bangunan mushala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Jatim, pada Jumat sore, 03 Oktober 2025.

Menurut Nanang, prioritas utama saat ini adalah menuntaskan seluruh proses evakuasi hingga seluruh korban yang masih berada di bawah runtuhan dapat ditemukan. (*/red)

Video: Kepala BNPB Berdialog dengan Orang Tua Korban: Satu Nyawa Lebih Berharga!

By On Jumat, Oktober 03, 2025


SIDOARJO, KabarViral79.Com Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menyampaikan alasan utama Tim SAR Gabungan belum membongkar reruntuhan dengan alat berat karena masih ada indikasi sejumlah santri bertahan hidup di bawah puing bangunan.

Hal itu disampaikan Suharyanto kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Kamis, 02 Oktober 2025.

Kehadiran Kepala BNPB di lokasi merupakan perintah langsung Presiden RI Prabowo Subianto, yang sekaligus menitipkan ucapan bela sungkawa dan doa bagi para korban serta keluarga. (*/red)

Video: Dua Jasad Santri Ditemukan di Area Wudu Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

By On Jumat, Oktober 03, 2025


SIDOARJO, KabarViral79.Com Tim SAR Gabungan kembali menemukan dua korban jiwa dalam proses evakuasi gedung ambruk Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), pada Jumat pagi, 03 Oktober 2025

Dengan temuan terbaru ini, jumlah santri yang meninggal dunia akibat ambruknya bangunan tersebut bertambah menjadi tujuh orang.

Sebelumnya hingga Kamis petang kemarin, 2 Oktober 2025, diduga ada 59 korban masih terjebak di reruntuhan bangunan ambruk itu.

Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menyebut, kedua korban ditemukan di area tempat wudu.

Proses evakuasi dilakukan secara manual tanpa bantuan alat berat karena lokasi yang masih bisa dijangkau. (*/red)

Video: Tiga Jenazah Ditemukan di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

By On Jumat, Oktober 03, 2025


SIDOARJO, KabarViral79.Com Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menyebut, Tim SAR Gabungan menemukan tiga jenazah lagi dalam pencarian korban robohnya mushola Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).

Ia menjelaskan, hingga hari ini, Jumat, 03 Oktober 2025, Tim SAR Gabungan kembali menemukan tiga jenazah dari reruntuhan.

Dengan ditemukannya lagi tiga jenazah, berarti hingga hari ini tercatat jumlah korban selamat sebanyak 103 orang, jumlah korban meninggal delapan orang, dan 58 masih dalam pencarian. (*/red)

Video: Kisah Mengharukan! Haikal, Santri Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Selamat dari Reruntuhan

By On Jumat, Oktober 03, 2025


SIDOARJO, KabarViral79.Com Haikal, korban robohnya gedung di kompleks Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), berhasil dievakuasi, Rabu siang, 01 Oktober 2025.

Santri yang sudah tiga hari bertahan di bawah reruntuhan itu masih selamat usai santri dievakuasi. 

Haikal sempat viral karena video tentang dia yang sempat berkomunikasi dengan petugas SAR beredar luas di media sosial.

Padahal saat itu Haikal berada di bawah reruntuhan bangunan dan terjebak di dalamnya. (*/red)

Biddokkes Polda Jatim Kumpulkan Sampel DNA Keluarga Korban Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

By On Jumat, Oktober 03, 2025

Bid Dokkes Polda Jatim, mulai melakukan pengumpulan sampel DNA dari keluarga korban yang masih belum ditemukan di dalam reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jatim. 

SIDOARJO, KabarViral79.Com Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur (Jatim) mulai melakukan pengumpulan sampel DNA dari keluarga korban yang masih belum ditemukan di reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jatim.

Pengumpulan sampel DNA itu untuk proses identifikasi korban reruntuhan mushala Ponpes Al Khoziny.

“Kami mulai kumpulkan DNA dari keluarga dekat yang melaporkan ke posko antemortem Polda Jatim,” kata Kepala Bidang Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol M Khusnan kepada wartawan, Kamis, 02 Oktober 2025.

DNA keluarga kandung terdekat korban diambil melalui metode swab mukosa mulut yakni mengambil lapisan selaput lendir dari bagian dalam mulut, seperti dinding pipi.

Hasilnya kemudian diproses untuk membuat profil DNA pembanding yang nantinya akan dicocokkan dengan sampel dari jenazah korban yang ditemukan Tim SAR.

“Dengan DNA dari keluarga kandung, Tim DVI dapat melakukan pencocokan lebih akurat terhadap korban yang sulit dikenali secara visual,” ujarnya.

Informasi terkini akan disiarkan Bid Dokkes Polda Jatim melalui siaran WhatsApp Group (WAG) bagi keluarga korban.

“Melalui WAG, komunikasi bisa lebih efektif, cepat, dan transparan antara keluarga korban dengan tim kami,” ujarnya.

Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi korban apabila ditemukan dalam kondisi luka parah maupun tidak utuh.

Bangunan yang difungsikan sebagai mushala tiga lantai di area asrama putra Ponpes Al Khoziny Sidoarjo mengalami ambruk dan menimpa para santri saat sedang melakukan salat Ashar sekitar pukul 15.00 WIB, Senin, 29 September 2025.

Berdasarkan analisis Tim SAR Gabungan, penyebab ambruknya bangunan mushala Ponpes Al Khoziny adalah kegagalan konstruksi akibat ketidakmampuan menahan beban dari kapasitas seharusnya.

Dari 108 korban yang tercatat, 18 di antaranya berhasil dievakuasi petugas SAR gabungan. Kemudian 5 dinyatakan meninggal dunia dan 103 orang selamat.

Diduga, 59 orang masih dalam daftar pencarian. Sejumlah korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Notopuro Sidoarjo, Rumah Sakit Siti Hajar, Rumah Sakit Delta Surya, serta rumah sakit lain terdekat. (*/red)

Video Ahli Konstruksi ITS soal Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

By On Jumat, Oktober 03, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com Ahli konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya turut dilibatkan dalam evakuasi korban reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).

Diketahui, Ponpes Al Khoziny, salah satu pesantren tertua di Jawa Timur ini, mengalami insiden bangunan runtuh pada Senin sore, 29 September 2025.

Akibat ambruknya bangunan tiga lantai itu, sebanyak lima orang meninggal dunia dan sejumlah santri mengalami luka-luka.

Proses evakuasi gedung roboh di kompleks Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran pun masih terus dilakukan. Termasuk menggandeng Muji Irmawan, ahli konstruksi dari Departemen Teknik Sipil ITS Surabaya.

Muji Irmawan menyebut, pihaknya mem-back up penuh proses evakuasi di gedung Ponpes dengan komando dari Basarnas

Dikatakan Muji, proses evakuasi tersebut, termasuk pengangkatan berbagai elemen bangunan yang ambruk.

Ada balok, pelat, hingga beton yang sudah runtuh jadi satu di area pesantren tersebut. 

Hal itu dikatakan Muji yang juga Dosen ITS itu kepada wartawan Rabu, 01 September 2025.

Menurut Muji, terdapat elemen struktur bangunan yang kurang bagus diduga menjadi penyebab bangunan itu ambruk

Hal itu, lantas menyulitkan petugas untuk mengevakuasi korban yang terjebak reruntuhan. (*/red)