-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Wartawan Tulungagung Dikeroyok 12 Orang gegara Ungkap Dugaan Mafia Solar Bersubsidi

By On Sabtu, Juni 20, 2026

Adi Bachtiar membuat laporan polisi terkait dugaan pengeroyokan di Polres Tulungagung. 

TULUNGAGUNG, KabarViral79.ComUpaya mengungkap dugaan praktik mafia solar bersubsidi di Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), berujung petaka bagi wartawan Adi Bachtiar. 

Usai melakukan investigasi terkait aktivitas yang diduga melibatkan penyalahgunaan BBM subsidi di sejumlah SPBU, Adi justru menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 12 orang di Cafe Maxy, Kawasan timur GOR Lembu Peteng, Jumat dini hari, 19 Juni 2026. 

“Saya datang karena diundang. Baru masuk lobi, tiba-tiba langsung dihajar ramai-ramai. Saya sempat melawan, tapi kalah jumlah,” kata Adi, Sabtu, 20 Juni 2026. 

Menurut Adi, sebelum kejadian dirinya tengah menelusuri dugaan aktivitas pengangkutan solar subsidi menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi. 

Saat investigasi berlangsung, kata dia, sejumlah orang yang diduga bagian dari jaringan mafia solar mulai berdatangan dan mencoba mendekatinya. 

Tak hanya itu, korban mengaku sempat ditawari untuk ikut mengamankan aktivitas tersebut dengan imbalan sejumlah uang. Namun tawaran itu langsung ditolaknya. 

“Saya ini bekerja mencari fakta, bukan mencari jatah dari pelanggaran hukum,” tegas Adi. 

Penolakan tersebut diduga membuat sejumlah pihak tidak senang. Beberapa jam kemudian, Adi menerima undangan untuk datang ke Cafe Maxy. Tanpa menaruh curiga, ia memenuhi undangan tersebut. 

Namun setibanya di lokasi, suasana yang awalnya terlihat biasa berubah menjadi aksi kekerasan. Belasan orang diduga telah menunggu dan langsung menyerang korban secara membabi buta. 

Pukulan dan tendangan bertubi-tubi menghantam tubuh Adi hingga tersungkur ke lantai. 

“Saya tidak diberi kesempatan bicara. Begitu masuk langsung dihajar,” katanya. 

Aksi pengeroyokan itu baru berhenti setelah petugas keamanan kafe turun tangan dan melerai para pelaku. 

Akibat kejadian tersebut, Adi mengalami luka memar di wajah dan bahu, luka gores di bagian belakang leher, serta cedera pada bagian tulang rusuk berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RS Bhayangkara Tulungagung. 

Adi menduga, pengeroyokan yang dialaminya bukan peristiwa spontan. Menurutnya, terdapat indikasi aksi tersebut merupakan bentuk intimidasi terhadap kerja jurnalistik yang sedang mengungkap dugaan praktik mafia solar bersubsidi. 

“Kalau wartawan yang menjalankan tugas bisa dihajar seperti ini, tentu menjadi ancaman bagi kebebasan pers dan hak masyarakat untuk mengetahui kebenaran,” ujarnya. 

Lebih lanjut, Adi menyebut beberapa inisial nama yang diduga berada dalam lingkaran aktivitas tersebut, yakni DN, RD alias Codet, dan SG alias Celeng. 

SG, kata Adi, diduga berada di dalam mobil Terios hitam yang diduga milik seseorang berinisial KM. 

Selain itu, terdapat sejumlah orang lain yang mengaku sebagai pengawal solar milik seorang oknum anggota aktif berinisial RY. 

"Yang saya ketahui ada DN, RD, dan SG alias Celeng yang diduga berada di dalam mobil Terios hitam milik KM,” ungkapnya. 

Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polres Tulungagung dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTLP/B/109/VI/2026/SPKT/Polres Tulungagung. 

Korban berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, termasuk pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik pengeroyokan tersebut. 

"Saya hanya ingin hukum ditegakkan dan kasus ini dibuka seterang-terangnya,” pungkasnya. (*/red)

Duduk Perkara Polisi di Tulungagung Dikeroyok Pesilat saat Amankan Konvoi

By On Kamis, September 25, 2025

Seorang pesilat pelaku penganiayaan terhadap Wakapolsek Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), ditangkap Polisi, Senin, 22 September 2025. 

TULUNGAGUNG, KabarViral79.ComSeorang anggota Polisi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), menjadi korban pengeroyokan saat menjalankan tugas pengamanan rombongan konvoi pencak silat.

Korban adalah Wakil Kapolsek (Wakapolsek) Pakel, Iptu Muhtar, yang dianiaya sekelompok pesilat saat berusaha melerai keributan.

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Jumat, 05 September 2025, sekira pukul 15.00 WIB, di depan Balai Desa Gebang, Kecamatan Pakel, Tulungagung.

Saat itu, aparat Polres Tulungagung bersama Polsek Pakel tengah melakukan pengamanan dan pengawalan terhadap rombongan konvoi pesilat usai mengikuti ujian kenaikan tingkat di Desa Nguri, Kecamatan Bandung.

Konvoi tersebut melibatkan lebih dari 200 kendaraan yang bergerak dari Kecamatan Bandung menuju Boyolangu, lalu kembali lagi ke arah selatan melewati Kecamatan Pakel.

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana mengatakan, rombongan konvoi pesilat sempat berselisih dengan warga di sekitar lokasi. Keributan pecah ketika sekelompok pesilat berpapasan dengan seorang dalang yang mengendarai sepeda motor.

“Karena dianggap melawan dan tidak menyingkir dari jalan, massa hendak mengeroyok pengendara tersebut. Saat itu Iptu Muhtar bermaksud melindungi si dalang agar tidak dipukuli massa,” kata Ryo Pradana saat Konferensi Pers, Senin, 22 September 2025.

Namun, upaya melindungi warga justru membuat Iptu Muhtar menjadi sasaran amukan massa. Sekitar 10 orang pesilat melayangkan pukulan bertubi-tubi ke arah tubuhnya hingga terjatuh.

“Iptu Muhtar saat itu memeluk si dalang ini agar tidak dipukuli massa. Tapi dia justru menjadi sasaran pukulan,” ujar Ryo.

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil menangkap satu tersangka berinisial AF (20), warga Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung.

AF disebut sebagai anggota salah satu perguruan pencak silat yang ikut dalam konvoi tersebut.

“Pelaku melakukan penganiayaan secara brutal dengan tangan kosong, memukul korban berulang kali hingga korban terjatuh. Bahkan sempat memprovokasi rombongan lain untuk melawan aparat yang bertugas,” ujar Ryo.

AF yang dikenal dengan panggilan Ari terbukti ikut memukul Wakapolsek Pakel bersama sembilan rekannya.

Dalam kejadian itu, Iptu Muhtar mengalami luka di kedua lengan dan wajahnya. Anggota Resmob Polres Tulungagung yang berada tidak jauh dari lokasi segera bergerak cepat dan berhasil mengamankan AF di tempat kejadian.

Hasil pemeriksaan mengungkapkan bahwa AF merupakan residivis kasus penganiayaan secara bersama-sama pada tahun 2024.

Atas perbuatannya kali ini, AF dijerat dengan Pasal 214 jo Pasal 212 sub Pasal 170 ayat (1) KUHP tentang perlawanan terhadap pejabat negara dan penganiayaan secara bersama-sama.

“AF kami tetapkan sebagai tersangka, sementara sembilan orang temannya masih dalam pencarian,” jelas Ryo.

Polres Tulungagung kini masih memburu para pelaku pengeroyokan lainnya yang ikut memukul Wakapolsek Pakel.

Pihak kepolisian menegaskan akan menindak tegas siapapun yang menghalangi tugas aparat, termasuk dengan melakukan kekerasan. (*/red)

Menolak Dipindah ke RSJ Lawang, ODGJ di Tulungagung: Aku Ora Edan!

By On Rabu, Februari 26, 2025


TULUNGAGUNG, KabarViral79.Com – Sebanyak 577 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) asal Tulungagung dirujuk secara bertahap ke RSJ dr Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Malang, Jawa Timur (Jatim), untuk menjalani rawat inap. Sejumlah pasien pun tampak memberontak dan menolak dibawa petugas.

Sub Koordinator Kesehatan Jiwa Dinkes Tulungagung, Heru Santoso mengatakan, progam Assertive Community Treatment (ACT) kesehatan jiwa telah dilakukan sejak Juni 2024. Hingga kini pihaknya telah melakukan pengiriman pasien sebanyak 22 gelombang.

“Hari ini merupakan pengiriman ke-5 di tahun 2025. Total tahun ini 200 orang. Kalau sejak 24 Juni 2024, kami sudah mengirim 22 kali, dengan total pasien kalau tidak salah 577 orang,” kata Heru Santoso kepada wartawan, Rabu, 26 Februari 2025.

Menurutnya, layanan kesehatan jiwa bersama RSJ dr Radjiman Wediodiningrat diawali dengan asesmen oleh tim medis di seluruh Puskesmas yang ada di Tulungagung. Hasil asesmen menjadi landasan dinas kesehatan untuk merujuk para pasien jiwa ke RSJ.

“Namun yang kami bawa hari ini ada 27 orang, dari rencana awal 33 orang. Untuk yang lain masih belum bisa, karena ada beberapa kendala di lapangan,” ujarnya.

Seperti pasien sebelumnya, 27 ODGJ tersebut akan menjalani perawatan intensif selama 14 hari ke depan. Mereka akan mendapatkan 'treatment' khusus dari tim RSJ. Harapannya setelah dipulangkan kondisi seluruh pasien bisa membaik.

Rencana pengiriman pasien jiwa tersebut sempat diwarnai ketegangan. Sebab ada salah satu pasien yang memberontak dan menolak dirujuk ke Malang.

“Aku ora edan! wegah lek caramu ngene iki (Saya tidak gila, enggak mau kalau caramu seperti ini),” kata salah satu pasien jiwa.

Dengan sigap tim RSJ Lawang dan beberapa petugas lainnya langsung mengamankan pasien dan mengikat tangan dan kakinya. Selanjutnya pasien disuntik dengan obat penenang.

Tak butuh waktu lama, sikap pasien itu pun berubah, ia tampak lebih santai dan rileks. Bahkan ikatan pada kaki bisa dilepas oleh petugas.

Heru mengatakan, perlawanan dari pasien jiwa selalu terjadi saat hendak dikirim ke RSJ Lawang. Namun, hal itu bisa teratasi oleh petugas.

Selain mengirimkan pasien, pihaknya juga menerima pemulangan 32 pasien yang sebelumnya telah menjalani rawat inap di Malang.

“Alhamdulillah kondisinya banyak yang membaik dan tidak agresif. Selanjutnya dibutuhkan kerja sama dengan keluarga agar pasien tersebut tertib minum obat,” pungkasnya.

Heru menambahkan, dari data di Dinas Kesehatan Tulungagung, pada 2024 jumlah ODGJ mencapai 2.116 orang. Dari jumlah itu 1.000 di antaranya telah mendapatkan layanan kesehatan jiwa pada tahun ini.

“Jumlahnya akan terus bertambah, biasanya hingga akhir tahun akan terlayani,” ujarnya. (*/red)

Seorang Pedagang Bakso Ditemukan Tewas di Pantai Sine Tulungagung

By On Kamis, Februari 20, 2025


TULUNGAGUNG, KabarViral79.Com – Seorang pedagang bakso asal Kabupaten Blitar ditemukan tewas di Pantai Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim).

Korban diduga terseret sungai hingga ke pesisir selatan.

Salah satu keluarga korban, Roni mengatakan, kejadian itu bermula saat korban Riono (39) Warga Desa Pakisaji, Kademangan, Kabupaten Blitar berjualan bakso keliling di sekitar jalur Pantai Selatan (Pansela) Pantai Sine sejak Selasa siang, 18 Februari 2025.

“Kakak saya memang setiap hari jualan di sekitar Pantai Sine. Tadi malam itu sekitar jam delapan sempat telepon istrinya tanya hujan apa tidak,” ujar Roni, Rabu, 19 Februari 2025.

Tidak lama berselang istri korban sempat menelepon kembali, namun, nomor teleponnya sudah tidak dapat dihubungi.

“Malam itu juga keluarga sempat mencari, barang kali kendaraannya rusak. Tapi dicari-cari tidak ada,” ujarnya.

Kejadian tersebut akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisan dan dilakukan pencarian bersama-sama. Rabu pagi rombong bakso korban ditemukan di sekitar sungai di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung.

“Informasinya tadi malam itu di lokasi situ memang banjir. Gorong-gorong tersumbat sehingga air meluap ke jalan. Kemungkinan kakak saya itu nekat lewat dan terseret,” imbuhnya.

Tak hanya rombong bakso, di aliran sungai tersebut juga ditemukan sepeda motor milik korban.

Camat Kalidawir, Rusdiyanto membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, Tim SAR gabungan dan masyarakat sempat melakukan upaya pencarian di sekitar aliran sungai.

“Kemudian tadi siang ada nelayan yang melaporkan penemuan mayat di Pantai Sine,” kata Rusdi.

Jasad korban akhirnya sekitar pukul 15.30 WIB dievakuasi ke Pantai Sine dan dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr Iskak Tulungagung untuk proses identifikasi lebih lanjut.

“Saat ini masih diidentifikasi. Sedangkan untuk kronologis pastinya masih menunggu hasil penyelidikan polisi,” ujarnya.

Sementara itu, keluarga korban memastikan jenazah yang ditemukan di Pantai Sine adalah Riono. Hal itu dikuatkan dengan ciri-ciri pada tubuh korban.

“Betul itu kakak saya,” ujar Roni. (*/red)

Pria Asal Blitar Meninggal Usai Tersambar KA Penataran di Tulungagung

By On Selasa, Februari 18, 2025


TULUNGAGUNG, KabarViral79.Com – Seorang pria asal Blitar dikabarkan meninggal usai tertabrak Kereta Api (KA) Penataran di Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), Selasa, 18 Februari 2025.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.47 WIB. Sehari sebelumnya, korban berinisial DDJ (60), warga Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, itu terlihat tiduran di pos kamling yang ada di sekitar lokasi kejadian.

“Ada warga yang melihat korban itu sudah di sekitar TKP sejak kemarin. Kalau menurut warga, korban terlihat murung,” ujarnya.

“Korban meninggal dunia di lokasi kejadian, dengan kondisi tubuh hancur,” imbuhnya.

Nanang mengatakan, peristiwa itu dilaporkan ke Poslek Rejotangan. Awalnya polisi kesulitan mengidentifikasi jenazah korban karena tidak ditemukan identitas maupun data diri.

“Kemudian setelah dilakukan identifikasi lebih lanjut oleh Tim Inafis akhirnya identitas korban berhasil diketahui. Inisial DDJ, warga Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar,” ujarnya.

Terkait penyebab pasti kejadian itu, kata Nanang, pihaknya masih melakukan proses penyelidikan.Saat ini, jasad korban telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Pasca kejadian, kereta api sempat berhenti untuk melakukan pemeriksaan. Setelah dipastikan tidak ada kerusakan, akhirnya melanjutkan perjalanan sesuai tujuan,” ujar Nanang. (*/red)

Cuaca Buruk, Ratusan Nelayan di Tulungagung Tak Melaut

By On Jumat, Februari 07, 2025


TULUNGAGUNG, KabarViral79.Com – Akibat kondisi cuaca buruk, ratusan nelayan di Pelabuhan Perikanan Popoh, Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), berhenti melaut.

Salah seorang nelayan, Jumalianto mengatakan, kondisi cuaca buruk telah terjadi sejak lima hari lalu. Para nelayan tidak berani melaut karena kondisi di tengah berbahaya untuk aktivitas pelayaran.

“Badai, anginnya kencang sekali. Selain itu, gelombang juga cukup tinggii. Kalau untuk jenis kapal kecil seperti ini berbahaya,” ujar Jumalianto kepada wartawan, Kamis, 06 Februari 2025.

Menurutnya, saat kondisi cuaca buruk hasil tangkapan cenderung lebih sulit. Bahkan beberapa nelayan nekat melaut, pulang dengan tangan kosong.

“Kalau untuk nelayan slerek (purse seine) sama sekali nggak ada yang melaut. Kalau yang masih nekat itu beberapa nelayan pancing,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, sejumlah kapal besar asal Pekalongan memilih untuk sandar dan berlindung di Pantai Popoh hingga kondisi cuaca kembali membaik.

“Kapal besar itu bongkar, tapi belum belum berani melaut lagi, nunggu cuaca membaik,” ujarnya.

Sementara itu, data di BMKG kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi 2,5-4 meter diprediksi akan terjadi hingga 9 Februari mendatang. Kondisi ini dipengaruhi oleh adanya fenomena Siklon Tropis Taliah yang bergerak dari perairan dekat Ustralia.

Badai tersebut memicu terjadinya peningkatan kecepatan angin hingga 25 knot. Angin bergerak dari barat hingga barat laut. (*/red)

Polres Tulungagung Gencar Sosialisasikan Bahaya Judi Daring ke Kalangan Pelajar

By On Selasa, Januari 21, 2025


TULUNGAGUNG, KabarViral79.Com – Jajaran Polres Tulungagung gencar melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat terkait bahaya judi daring. Program ini sebagai bentuk tindak lanjut dari Asta Cita Presiden Prabowo.

Tidak hanya menyasar pada orang dewasa, namun juga kalangan pelajar.

Sosialisasi bahaya judi daring kepada pelajar merupakan langkah proaktif untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh perjudian daring.

Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi melalui Kasihumas Polres Tulungagung, Ipda Nanang mengatakan, sesuai perintah Kapolri, seluruh jajaran diwajibkan menindaklanjuti program Asta Cita Presiden Prabowo, salah satunya pemberantasan kejahatan yang memiliki ancaman berat. Termasuk, tindak pidana perjudian.

“Kami melakukan beberapa upaya pencegahan, Jajaran Polres Tulungagung melakukan sosialisai secara langsung saat melaksanakan patroli ketika berdialogis juga secara daring lewat medsos, kemarin jajaran mendatangi sekolah, untuk mengingatkan kalangan pelajar agar tidak terjerumus judi daring”, kata Ipda Nanang, Minggu, 19 Januari 2025.

Sosialisasi ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelajar tentang risiko finansial dan hukum yang menyertai judi daring, tetapi juga untuk mendorong kesadaran mengenai dampak psikologis dan sosialnya.

“Pelajar menjadi sasaran sosialisai karena mereka rentan terhadap pengaruh judi daring, terutama melalui aplikasi atau platform yang mudah diakses lewat ponsel pintar,” ujarnya.

Kehidupan pada era digital masyarakat cukup mudah mengakses berbagai hal secara daring. Kondisi tersebut turut meningkatkan kerentanan untuk terjebak dalam permainan judi daring.

“Pencegahan dini seperti ini merupakan investasi untuk masa depan generasi muda yang bebas dari pengaruh negatif judi daring,” pungkasnya. (*/red)