TANGERANG, KabarViral79.Com - Dua pemuda berinisial AR dan RA yang diduga mengedarkan obat-obatan terlarang jenis Tramadol HCI dan Heximer diamankan Anggota Subdit III Ditresnarkoba Polda Banten, Selasa, 08 Oktober 2019, sekira pukul 16.00 Wib.
Kapolda Banten, Irjend Pol Tomsi Tohir, melalui Diresnarkoba Polda Banten, Kombes Pol Yohanes Hernowo membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan dua pemuda bernisial AR dan RA yang diduga mengedarkan obat-obatan terlarang di wilayah Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.
"Keduanya diamankan oleh Tim Subdit III Ditresnarkoba Polda Banten, saat keduanya berada di dalam toko yang berkedok Kosmetik di Kampung Mauk, Desa Tegal Kunir Kidul, Kacamatan Mauk, Kabupaten Tangerang," kata Hernowo kepada awak media, Rabu, 09 Oktober 2019.
Hernowo menambahkan, untuk tersangka AR diketahui warga asal Bireun Provinsi Aceh dan RA merupakan warga Kabupaten Tangerang. Keduanya diduga menjual obat-obatan terlarang jenis Tramadol HCI dan Heximer.
"Barang bukti yang berhasil kami amankan diantaranya berupa, 40 paket yang berisi 12 dengan jumlah 480 butir pil Heximer, 14 paket yang berisi 5 dengan jumlah 70 butir pil Heximer, 13 lempeng yang berisi 10 dengan jumlah 130 butir pil Tramadol, 1 lempeng yang berisi 8, dan 3 bungkus plastik klip bening yang di dalamnya berisikan lempengen plastik klip bening yang ditemukan di dalam kardus dan uang hasil penjualan sebesar Rp 255.000 disimpan di dalam botol air mineral yang ditemukan di samping kardus box," jelasnya.
"Kedua pelaku kita jerat dengan Pasal 196, 197 dan 198 Undang-Undang Republik Indonesia (RI) Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan, dan dapat di pidana 10 tahun penjara, denda satu milyar," imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap maraknya peredaran obat-obatan terlarang.
"Hendaknya diteliti dulu sebelum membeli, dan jauhi penggunaan obat-obatan terlarang. Selain dapat berakibat buruk hingga kematian, obat jenis Tramadol HCI dan Heximer merupakan salah satu obat keras yang dilarang untuk dikonsumsi," pungkasnya
"Kepada masyarakat, khususnya para remaja, agar jagan coba-coba dan mengkonsumsi obat-obatan tersebut. Karena akan berdampak buruk terhadap kesehatan," imbaunya. (Ady/Bid Hms)