-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Modal Usaha Buat Penyintas Bencana Sumatera, Rp 12 Triliun Sudah Disalurkan

By On Rabu, Maret 04, 2026

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) PRR Pasca Bencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian

JAKARTA, KabarViral79.Com - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pasca Bencana Sumatera melaporkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk penyintas bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). 

Berdasarkan data Satgas PRR per 17 Februari yang dipublikasikan pada 1 Maret 2026, penyaluran KUR di tiga daerah terdampak bencana Sumatera telah mencapai 206.705 debitur dengan total outstanding atau pokok pinjaman senilai Rp 12,23 triliun. 

Jumlah ini nyaris meningkat dua kali lipat jika dibandingkan progres penyaluran KUR per 26 Januari yang mencapai 111.601 debitur dengan total outstanding Rp 6,02 triliun. 

Adapun rincian penyaluran di setiap daerah terdampak bencana Sumatera, di antaranya di Aceh dengan realisasi 125.173 debitur dengan outstanding Rp 7,38 triliun. 

Kemudian Sumut dengan realisasi 53.181 debitur dengan outstanding Rp 3,06 triliun. Sementara di Sumbar dengan realisasi 28.351 debitur dengan outstanding Rp 1,79 triliun. 

Capaian peningkatan KUR ini berbanding selaras dengan transaksi UMKM melalui e-commerce seperti Tokopedia, TikTok, Shopee yang merangkak naik sekaligus menandakan pemulihan daya beli masyarakat. 

Adapun rinciannya berdasarkan data Satgas per 18 Februari yang dipublikasikan pada 3 Maret, capaian transaksi UMKM melalui e-commerce di Sumbar sebanyak 2.162.858 transaksi dengan 101 produk, Sumut 2.173.688 transaksi dengan 631 produk. Sementara Aceh 24.841 transaksi dengan 1.396 produk. 

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) PRR Pasca Bencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian mengatakan, aktivitas jual beli di pasar dan UMKM merupakan indikator kunci yang harus menjadi atensi untuk memulihkan ekonomi penyintas bencana di Sumatera. 

"Pasar dan UMKM merupakan indikator penting pergerakan ekonomi daerah. Ketika keduanya kembali hidup, maka harapan pemulihan ekonomi masyarakat semakin nyata," kata Tito dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 03 Maret 2026. 

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan debitur penyintas bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar akan mendapatkan relaksasi bunga KUR dalam dua tahun ini. 

Khusus untuk 2026, Airlangga mengatakan, bunga kredit KUR para korban terdampak bencana itu akan dibebaskan alias nol persen. 

Pada 2027, akan naik bertahap menjadi tiga persen, dan pada 2028 baru pulih sesuai dengan bunga normal di level enam persen. 

"Tahun pertama ini bunganya kita nol kan, di 2026. Lalu di 2027 tiga persen, dan 2028 baru kembali ke enam persen," tuturnya. (*/red)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »