-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kecelakaan Tambang Emas di Panggarangan Lebak: Satu Pekerja Tewas, Satu Kritis Diduga Akibat Gas Beracun

By On Minggu, Mei 17, 2026

 

Foto Ilustrasi
 


LEBAK,Kabarviral79.com   – Kecelakaan tambang (laka tambang) terjadi di sebuah lubang tambang emas tradisional Blok Naga Hurip, Kampung Nagahurip RT 02/04, Desa Mekarjaya, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten. 


Peristiwa ini mengakibatkan satu orang pekerja meninggal dunia dan satu orang lainnya dalam kondisi kritis.


Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin, S.H., membenarkan adanya dugaan kecelakaan tambang tersebut. Peristiwa maut itu terjadi pada Rabu, 13 Mei 2026 sekitar pukul 15.30 WIB, namun baru dilaporkan dan diketahui oleh pihak Polsek Panggarangan pada Sabtu, 16 Mei 2026 sekitar pukul 19.30 WIB.


Kronologi Kejadian


AKP Acep Komarudin menjelaskan bahwa kejadian bermula saat dua orang korban, yakni Awaludin bin Misran dan Umyadi bin Sanali, pergi ke lokasi lubang tambang untuk mengambil alat-alat penambangan emas tradisional, seperti pompa celup (Tsurumi) dan peralatan lainnya.


" Biasanya, kedua korban sudah pulang ke rumah saat waktu Zuhur. Namun, hingga sore hari mereka tidak kunjung kembali. Istri korban Awaludin, yakni Sdri. Ela binti Abu, kemudian menyusul ke lokasi lubang tambang. Di sana, ia menemukan kedua korban sudah terkapar tidak sadarkan diri di bibir lubang," ujar AKP Acep Komarudin Minggu 17 Mei 2026


Lanjut Kapolsek, Melihat kondisi tersebut, Ela segera kembali ke kampung untuk meminta bantuan warga. Setelah dievakuasi, korban atas nama Awaludin bin Misran dinyatakan meninggal dunia. Sementara rekannya, Umyadi bin Sanali, ditemukan dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri.


Penyebab Kecelakaan


Pihak kepolisian menduga kedua korban menghirup gas asam (gas beracun) yang terperangkap di dalam lubang tambang. Lubang tersebut diketahui sudah lama tidak digarap, sehingga kayu penyangga di dalam lubang membusuk dan memicu terbentuknya gas beracun.


Korban meninggal dunia, Sdr. Awaludin, telah dikebumikan oleh pihak keluarga pada Kamis pagi, 14 Mei 2026. Sementara itu, korban kritis, Sdr. Umyadi, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilograng untuk mendapatkan perawatan medis.


Kondisi Terkini Korban Kritis


Kepala Desa Mekarjaya, Sudirman, mengonfirmasi bahwa lubang tambang tersebut merupakan milik almarhum Awaludin. Ia juga memberikan pembaruan mengenai kondisi terkini korban Umyadi yang sempat dirawat di RSUD Cilograng.


"Korban yang kritis saat ini sudah dibawa pulang ke rumahnya di Kampung Naga Hurip. Pihak rumah sakit sebenarnya menyarankan agar korban dirujuk untuk penanganan lebih lanjut. Namun, karena kendala faktor ekonomi, keluarga memutuskan membawa korban pulang ke rumah meski kondisinya belum sadar sepenuhnya," kata Sudirman saat dikonfirmasi via WhatsApp, Minggu (17/5/2026).


(Cup/Tim)



Next
« Prev Post
Previous
Next Post »