![]() |
| H.Abdul Roji, S.Sos,M.M, Wakil Ketua Komisi V DPRD Banten |
Tangerang – Komitmen untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus diwujudkan melalui berbagai kolaborasi strategis. Salah satunya ditunjukkan oleh Universitas Dharma Indonesia (UNDHI) bersama LPK Gyokai Kompeten Indonesia yang meluncurkan Program PAKSA SARJANA, sebuah inovasi pendidikan yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan dunia kerja melalui pemberian 1.000 beasiswa subsidi bagi peserta magang.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Universitas Dharma Indonesia dengan LPK Gyokai Kompeten Indonesia yang dipimpin oleh Teguh Imam Pambudi, S.E., selaku CEO & Founder. Melalui program ini, peserta magang tidak hanya memperoleh pengalaman kerja dan peningkatan kompetensi profesional, tetapi juga mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan jenjang sarjana dengan biaya yang sangat terjangkau.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Universitas Dharma Indonesia, Dr. Budi Ilham, menjelaskan bahwa Program PAKSA SARJANA lahir dari semangat menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih inklusif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia industri. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM tidak cukup hanya melalui pelatihan kerja, tetapi juga harus diperkuat dengan pendidikan akademik yang berkelanjutan.
"Melalui Program PAKSA SARJANA, kami ingin memastikan bahwa para peserta magang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih gelar sarjana tanpa terbebani biaya pendidikan yang tinggi. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan meningkatkan daya saing individu maupun bangsa," ujarnya.
Sementara itu, Teguh Imam Pambudi, S.E. menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara lembaga pelatihan kerja dan perguruan tinggi. Menurutnya, lulusan yang memiliki kompetensi teknis sekaligus pendidikan akademik akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Program PAKSA SARJANA dirancang tidak sekadar memberikan bantuan biaya kuliah, tetapi juga membangun budaya belajar sepanjang hayat (lifelong learning). Dengan demikian, peserta didorong untuk terus meningkatkan kemampuan, karakter, dan profesionalisme sehingga mampu menjadi SDM yang produktif, inovatif, dan kompetitif di era global.
Keunggulan program ini juga terletak pada konsep link and match antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di ruang kuliah, tetapi juga pengalaman praktik melalui ekosistem pelatihan dan magang yang telah dibangun oleh LPK Gyokai Kompeten Indonesia. Model seperti ini dinilai mampu mempersempit kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari H. Abdul Roji, S.Sos., M.M., Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten. Menurutnya, Program PAKSA SARJANA merupakan inovasi yang patut didukung karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja.
"Program seperti ini memiliki dampak yang sangat positif. Dari sisi ekonomi, masyarakat memperoleh kesempatan meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan. Dari sisi sosial, semakin banyak generasi muda yang memiliki akses terhadap pendidikan tinggi. Sementara dari sisi pembangunan berkelanjutan, program ini turut menciptakan SDM yang berkualitas sebagai modal utama kemajuan daerah," ungkap Abdul Roji.
Melalui Program PAKSA SARJANA, Universitas Dharma Indonesia dan LPK Gyokai Kompeten Indonesia menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga pelatihan kerja, dan para pemangku kepentingan mampu melahirkan solusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan SDM. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai institusi di Indonesia untuk menghadirkan inovasi serupa demi memperluas akses pendidikan tinggi dan mencetak generasi yang unggul, berkarakter, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
