Pandeglang – Di bawah pekatnya langit malam Selat Sunda, getaran doa dan lantunan zikir memecah keheningan Posko SAR Carita.Dewan Pimpinan Daerah Barisan Pemuda Nusantara (DPD BAPERA) Provinsi Banten menggelar aksi simpati dan istighosah akbar,Sabtu malam, 12 September 2026.
Suasana haru sekaligus khusyuk menyelimuti lokasi acara sejak pukul 19.30 WIB. Ratusan kader BAPERA dari berbagai perwakilan Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten tampak memadati posko. Mereka datang dengan satu tujuan suci: melangitkan doa tanpa putus bagi keselamatan delapan jiwa yang hingga kini masih terperangkap dalam ketidakpastian di luasnya perairan Selat Sunda.
Bahkan, jarak dan gelapnya malam tidak menyurutkan langkah para kader. Beberapa di antaranya rela menempuh perjalanan jauh dari wilayah selatan Banten, seperti Malingping, demi bisa bersimpuh bersama, menyatukan energi spiritual dalam ikhtiar mengetuk pintu langit.
Ketua DPD BAPERA Banten,DR. HM. Ali Hanafiah, SE, SH, M.Si, menegaskan bahwa aksi doa bersama ini merupakan bentuk kepedulian mendalam dan dukungan moral yang nyata dari keluarga besar BAPERA terhadap proses pencarian yang tengah berlangsung.
"Malam ini, kita menyatukan hati dan jiwa, mengetuk pintu rahmat Sang Maha Pencipta. Kita memohon mukjizat dan kekuatan agar para korban segera ditemukan. Enam hari bukanlah waktu yang singkat bagi mereka yang menunggu di rumah, dan malam ini kita hadir untuk menguatkan ikhtiar itu," ujar Ali Hanafiah dengan nada bergetar penuh harap.
Bukan hanya terhadap 8 korban hilang yang hingga saat ini belum ditemukan, doa juga dipanjatkan kepada sang Maha Pencipta agar para pejuang kemanusiaan yang pimpinan Tim Basarnas diberikan kesehatan dan keselamatan dalam melakukan pencarian. Upaya terus dilakukan, bahkan menerjunkan tim secara maksimal.
"Upaya pencarian telah maksimal dilakukan. Kami sangat mengapresiasi kerja keras Tim SAR dari berbagai elemen yang terlibat. Semoga dengan mengetuk pintu langit, Upaya yang dilakukan Tim SAR dapat segera membuahkan hasil. Tentu saja kami berharap seluruh korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat," tambah Ali Hanafiah lagi.
"Kami juga mengapresiasi Gubernur Banten Bapak Andra Soni yang memimpin langsung pencarian, sebagai upaya maksimal untuk mencari para korban yang hilang. Inilah kekelan ikhtiar yang dilakukan segenap lapisan, termasuk Bapera Banten dalam mengekspresikan bentuk simpati dan solidaritas," tambah Ali Hanafiah.
Menanti Keajaiban di Pusaran Krakatau
Berdasarkan data resmi yang dihimpun dari posko pencarian, delapan korban yang dilaporkan hilang kontak sejak enam hari lalu di sekitar kawasan Gunung Krakatau terdiri dari jurnalis, kru kapal, dan pemandu wisata.
Berikut adalah daftar korban hilang yang terus didoakan agar segera ditemukan:
Kelompok Jurnalis / Wartawan:
• M. Bagus Khoirunnas(LKBN ANTARA)
• Ari Basuki(Merdeka.com)
• Yudistiro Pranoto / Yudhis(iNews)
• Firdaus Wajidi / Daus(Anadolu Agency)
• Donal Husni(Jurnalis Lepas / Freelance)
Kelompok Kru Kapal dan Pemandu:
• Warta(Kapten / Nakhoda kapal)
• Surakman(Anak Buah Kapal / ABK)
• Heriyanto(Pemandu / Guide)
Hingga acara berakhir menjelang tengah malam, lantunan"Aamiin Ya Allah ya Rabbal alamin"terus menggema di Posko SAR Carita, mengiringi ombak Selat Sunda yang terus bergulung. BAPERA Banten berharap, sinergi antara tim SAR gabungan yang berjuang di laut dan untaian doa yang menggema di darat dapat segera membuahkan titik terang atas keberadaan para korban.
