-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Jelang Ramadan, H. Ruslan Daud Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tengah

By On Rabu, Februari 11, 2026

Menjelang bulan suci Ramadan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD), kembali menyalurkan bantuan sembako bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tengah, Rabu, 11 Februari 2026. 

TAKENGON, KabarViral79.Com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD), kembali menyalurkan bantuan sembako bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tengah, Rabu, 11 Februari 2026.

Bantuan berupa beras, mie instan, minyak goreng, air mineral, dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya disalurkan melalui tim pemenangan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh Tengah.

Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat mempersiapkan kebutuhan dasar menjelang puasa.

Anggota DPRK Aceh Tengah dari Fraksi PKB, Saiful Ms Amirullah dan Azhari, menyampaikan apresiasi atas komitmen HRD yang terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat di dataran tinggi Gayo.

“Seluruh bantuan dari Pak HRD kami distribusikan langsung kepada masyarakat terdampak banjir di Aceh Tengah. Beliau selalu hadir untuk warga, tidak hanya saat bencana,” ujar Saiful.

Ia menambahkan, pendistribusian bantuan dilakukan secara merata hingga ke gampong-gampong terdampak bencana agar tepat sasaran.

Bantuan ini juga bukan yang pertama. Pada masa tanggap darurat sebelumnya, HRD telah menyalurkan bantuan serupa untuk warga Aceh Tengah.

Menurut Saiful, perhatian HRD terhadap masyarakat Gayo bukan hanya dalam situasi bencana. Berbagai program pembangunan infrastruktur juga telah diperjuangkan HRD untuk mendukung kemajuan wilayah tersebut.

“Beliau sudah lama memperhatikan masyarakat Aceh, khususnya Aceh Tengah. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pak HRD. Semoga diberi kekuatan dalam menjalankan amanah, termasuk sebagai Ketua DPW PKB Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, H. Ruslan Daud mengatakan, penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari instruksi Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, agar seluruh kader hadir membantu masyarakat yang terkena musibah di Aceh dan wilayah Sumatera.

“Bantuan kebutuhan pokok ini diharapkan dapat meringankan beban warga pada masa pemulihan pasca banjir serta membantu mereka menyambut Ramadan dengan lebih tenang,” kata HRD.

Ia berharap, aktivitas masyarakat di Aceh Tengah dapat segera pulih dan roda kehidupan dapat kembali berjalan normal. (Joniful Bahri)

Lubang Raksasa di Aceh Tengah Terus Meluas, Ancam Permukiman dan Putuskan Akses Utama

By On Rabu, Februari 04, 2026

Tanah longsor yang membentuk lubang raksasa di Kampung Bah dan Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, semakin mengkhawatirkan.  

ACEH TENGAH, KabarViral79.Com Fenomena tanah longsor yang membentuk lubang raksasa di Kampung Bah dan Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, semakin mengkhawatirkan, Rabu, 04 Februari 2026.

Lubang menganga dengan kedalaman diperkirakan mencapai 100 meter itu kini hanya berjarak sekitar lima meter dari badan jalan Simpang Balik–Blang Mancung. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika menjelaskan, pergerakan tanah yang terjadi bukan merupakan amblesan jenis sinkhole klasik.

“Longsoran ini terbentuk akibat pergerakan material tanah secara perlahan dan berlangsung cukup lama,” ujarnya.

Fenomena serupa yang telah terpantau sejak 2013 itu kini menunjukkan perkembangan yang lebih cepat dan parah.

Perluasan lubang raksasa bahkan menyebabkan jalan utama di kawasan tersebut putus total, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko keselamatan.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga menyampaikan, pemerintah daerah telah melakukan rapat koordinasi dengan tim teknis dan tenaga ahli untuk membahas langkah penanganan mendesak.

“Pergerakan tanah semakin cepat mendekati permukiman. Jika tidak ditangani segera, desa terdekat bisa terdampak langsung,” katanya.

Untuk mengantisipasi dampak lebih luas, pemerintah kabupaten meminta dukungan pemerintah provinsi dan pusat dalam upaya mitigasi jangka panjang.

Selain itu, jalur alternatif telah disiapkan agar mobilitas warga tetap berjalan di tengah kondisi jalan utama yang terputus.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat sekitar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, mengingat potensi perluasan longsor masih tinggi. (Joniful Bahri)

Warga Blang Mancung Bawah Gotong Royong Bangun Bendungan Air Bersih, YTWU Turut Ambil Bagian

By On Rabu, Januari 28, 2026

Warga Desa Blang Mancung Bawah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, bergotong royong membangun bendungan penampung air bersih, memasang pipa HDPE melibatkan Yayasan Tabung Wakaf Umat (YTWU).  


ACEH TENGAH, KabarViral79.Com Sekitar 200 warga Desa Blang Mancung Bawah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, bergotong royong membangun bendungan penampung air bersih sementara serta memasang pipa HDPE sepanjang satu kilometer, guna memulihkan kembali akses air bersih pasca bencana banjir dan tanah longsor.

Kegiatan gotong royong tersebut turut melibatkan Yayasan Tabung Wakaf Umat (YTWU) bersama para relawan yang bahu-membahu bersama masyarakat setempat. 

Meski medan menuju lokasi bendungan tergolong ekstrem dan menantang, bahkan cukup menegangkan saat dilalui dengan sepeda motor, hal itu tidak menyurutkan semangat warga dan relawan dalam menyelesaikan pekerjaan.

Reje (Kepala Desa) Blang Mancung Bawah, Sudirman menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Tabung Wakaf Umat atas bantuan pemulihan pipa-pipa pipanisasi air bersih yang rusak akibat bencana.


“Alhamdulillah, berkat bantuan YTWU, warga kini kembali bisa menikmati air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dan keperluan ibadah. Masyarakat tidak lagi harus mengambil air ke tempat-tempat yang jauh,” ujar Sudirman.

Ia menjelaskan, keberadaan pipanisasi air bersih tersebut sangat membantu kehidupan warga, terutama setelah infrastruktur air sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir dan longsor.

Secara keseluruhan, pipanisasi air bersih yang dibangun Yayasan Tabung Wakaf Umat kini telah mengaliri delapan desa di wilayah tersebut, dengan jumlah penerima manfaat lebih dari 10 ribu jiwa. Selain itu, sebanyak 23 masjid dan mushalla juga turut merasakan manfaat dari program air bersih tersebut.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pasca bencana serta wujud kepedulian kemanusiaan YTWU dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih yang layak dan berkelanjutan. (Joniful Bahri) 

Dua Bulan Pasca Banjir Bandang Aceh Tengah, Empat Korban Masih Hilang dan 24 Desa Terisolir

By On Senin, Januari 19, 2026

Sebagian besar rumah warga di Desa Jongok Meluem Takengon, Aceh Tengah, ikut terimbun longsor pasca banjir bandang di kawasan itu. 

ACEH TENGAH, KabarViral79.Com Hampir dua bulan pasca banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, hingga kini masih menyisakan duka mendalam.

Sebanyak empat korban jiwa dilaporkan belum ditemukan, sementara puluhan desa masih terisolir akibat kerusakan infrastruktur.

Empat korban banjir bandang yang belum ditemukan masing-masing Rajulul Irfan, warga Dusun Ayangan, Desa Jongok Meluem, Kecamatan Kebayakan.

Kemudian Aldia Rizkika dan Cintia Rizkika, warga Kampung Sadong, Kecamatan Bebesan, serta Rahmat Bon Musa, warga Pilar Wih Inikiri, Kecamatan Rusip Antara.

Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, satu korban diduga tertimbun material longsor, sementara tiga korban lainnya terbawa arus banjir bandang Sungai Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan.

BPBD Aceh Tengah mencatat, banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lalu menyebabkan sebanyak 25 orang meninggal dunia. Selain itu, enam orang mengalami luka berat dan 52 orang lainnya luka ringan.

Sementara itu, dampak bencana juga masih dirasakan oleh masyarakat di wilayah pedalaman. Sebanyak 24 desa di Aceh Tengah hingga kini masih terisolir akibat rusaknya akses jalan dan putusnya sejumlah jembatan. Kondisi tersebut menghambat aktivitas warga serta distribusi logistik dan pelayanan dasar.

Hingga kini, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berupaya melakukan pemulihan infrastruktur dan pendampingan bagi warga terdampak, meski terkendala medan berat dan cuaca yang tidak menentu. (Joniful Bahri)

Video: BBM Masuk Aceh Tengah, Bupati Haili Yoga Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih kepada Presiden

By On Senin, Desember 22, 2025


ACEH TENGAH, KabarViral79.Com - Setelah hampir 25 hari terisolasi akibat bencana alam yang memutus akses darat, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) akhirnya kembali masuk ke Kabupaten Aceh Tengah.

Masuknya kembali BBM kali ini dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat Air Tractor. Selanjutnya, BBM didistribusikan ke SPBU menggunakan mobil tangki Pertamina.

Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia melalui jajaran Direksi Pertamina atas upaya dan respons cepat dalam memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.

"Kami atas nama masyarakat Aceh Tengah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden melalui Direktur Pertamina yang telah berusaha maksimal. Ini merupakan langkah penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Haili Yoga.

Ia juga berharap distribusi BBM dapat terus berlanjut seiring dengan proses pemulihan pasca bencana.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan energi harus berjalan beriringan dengan perbaikan infrastruktur dan pemulihan akses jalan. 

"Harapan kami, pasokan ini terus berlanjut dan secara bertahap seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Pemulihan infrastruktur dan akses jalan harus menjadi kerja nyata bersama," ujarnya. (*/red)

Video: Aceh Tengah Darurat Bencana, 9 Warga Meninggal Akibat Banjir dan Longsor

By On Senin, Desember 01, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com Bupati Aceh Tengah Haili Yoga telah menetapkan status darurat bencana banjir dan longsor untuk kabupaten setempat dan hingga saat ini sembilan warganya dilaporkan meninggal dunia tertimbun longsor.

Pernyataan itu diumumkan Bupati Haili Yoga lewat akun media sosial TikTok resmi Aceh Tengah _Bup_Wabup, bersama unsur jajaran pemerintahan setempat, Kamis, 27 November 2025.

Ia menyebutkan sembilan warga yang meninggal dunia tersebut tiga orang berasal dari Kampung Paya Tumpi dan tiga orang asal Kampung Daling. Kemudian dua warga Kampung Kelopak Mata dan Kampung Tami Dalem, serta warga meninggal di lokasi tempat objek wisata Natural Park satu orang.

Karena itu, lanjut Haili Yoga, mengatakan pihaknya membutuhkan Presiden Prabowo melalui Gubernur Aceh dan Kepala BNPB untuk membantu penanggulangan bencana alam di Aceh Tengah, terutama terkait kebutuhan alat berat seperti alat loader, ekskavator.

Menurutnya, Aceh Tengah sudah tidak bisa lagi diakses dari jalan pertama menuju Kabupaten Bireuen karena sudah tertutup longsor, terutama di daerah Merie Satu Satu, Jamur Ujung berdekatan dengan Bener Meriah. Kemudian kawasan Gunung Salak menuju Aceh Utara juga tidak bisa dilewati.

Selanjutnya dari Takengon - Blangkejeren (Gayo Lues) juga terjadi longsor di wilayah Isak Aceh Tengah juga tidak bisa lewat.

Lalu, di Nagaraya, Payekolak, Beutong, dan Genting di Nagan Raya. Berikutnya, dari Takengon menuju Kabupaten Pidie di wilayah Rusep dan Pame Aceh Tengah juga terjadi longsor. (*/red)