-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

DPW PKB Aceh Buka Pendaftaran Calon Ketua DPC 2026-2031, HRD Ajak Kader dan Tokoh Aceh Ambil Peran

By On Sabtu, Februari 28, 2026

Ketua DPW PKB Aceh, Ruslan M. Daud (HRD) saat berpidato dan resmi membuka pendaftaran bakal calon Ketua DPC PKB Kabupaten/Kota se-Aceh, untuk masa kepengurusan 2026-2031

BANDA ACEH, KabarViral79.Com - DPW PKB Aceh resmi membuka pendaftaran bakal calon Ketua DPC PKB Kabupaten/Kota se-Aceh untuk masa kepengurusan 2026-2031. Proses pendaftaran berlangsung mulai 1 hingga 15 Maret 2026

Ketua DPW PKB Aceh, Ruslan M. Daud (HRD) mengajak seluruh kader potensial PKB di Aceh agar turut mengambil peran dalam memperkuat kepemimpinan partai di tingkat Kabupaten/Kota. 

Ia menegaskan, kesempatan terbuka bagi semua kader yang memiliki kapasitas dan komitmen terhadap perjuangan politik PKB. 

“DPW PKB Aceh membuka ruang seluas-luasnya bagi kader internal baik pengurus, anggota DPRK maupun anggota DPRA untuk mendaftar sebagai bakal calon Ketua DPC,” ujar HRD. 

Selain kader internal, HRD juga mengundang tokoh masyarakat, profesional, akademisi, pengusaha, kalangan dayah, aktivis sosial, pemuda, mahasiswa, tokoh perempuan hingga mantan birokrat untuk bergabung memperkuat PKB di tingkat daerah. 

Menurutnya, PKB adalah rumah politik yang inklusif dan terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi bagi kemaslahatan masyarakat Aceh. 

Terkait persyaratan, HRD menegaskan, proses administrasi dibuat sederhana. Setiap calon cukup mengirimkan Curriculum Vitae (CV) ke email pkb_aceh@pkb.or.id atau menghubungi panitia melalui WhatsApp di nomor 0813 6010 9482 selama masa pendaftaran. 

“Format CV bebas, silakan buat selengkap dan seinformatif mungkin,” ujar HRD. 

Tahapan berikutnya, para pendaftar yang dinilai berpotensi akan dibawa ke forum Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret hingga 20 April 2026. 

Setelah itu, kandidat akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPP PKB

HRD menegaskan, keputusan akhir penetapan Ketua DPC berada sepenuhnya di tangan DPP sesuai mekanisme organisasi. 

Lebih jauh, HRD menjelaskan, PKB bukan hanya partai politik elektoral, tetapi sarana perjuangan sosial untuk menghadirkan kemanfaatan publik. 

Ia juga memberi perhatian khusus kepada generasi muda Aceh, terutama dari kalangan santri dan dayah, agar tidak menjauhi dunia politik. 

“PKB adalah perahu perjuangan. Politik adalah alat untuk menghadirkan kemaslahatan umat melalui jalur kebijakan,” tegasnya. 

Sebagai langkah penguatan kelembagaan, DPW PKB Aceh telah membentuk Tim Penataan Struktur dan Panitia Seleksi DPC PKB se-Aceh atau Tim Lima yang bertugas melakukan pemetaan, penjaringan, dan seleksi bakal calon. 

Tim ini diketuai oleh Muhammad Adam dengan anggota Salihin, Rijaluddin, Amiruddin M. Daud, dan Tgk. Zulfikar. 

DPW PKB Aceh berharap, proses ini dapat melahirkan kepemimpinan DPC yang kuat, inklusif, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh Kabupaten/Kota di Aceh. (Joniful Bahri)

Polda Aceh Tangkap Pemilik Akun TikTok Terkait Dugaan Penistaan Agama di Bengkayang

By On Sabtu, Februari 21, 2026

Tim bersama Polres Bengkayang berhasil mengamankan Dedi Saputra di kawasan Dusun Mao, Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Betung. 

BANDA ACÈH, KabarViral79.Com Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh melalui Unit 3 Subdit Siber berhasil menangkap Dedi Saputra, pemilik akun TikTok @tersadarkan5758, atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian dan penistaan terhadap agama. Penangkapan tersebut dipimpin Kanit Siber Ditreskrimsus Polda Aceh, Iptu Adam Maulana.

Dedi Saputra yang dikenal sebagai pendeta asal Aceh diamankan di wilayah Bengkayang setelah tim penyidik menindaklanjuti laporan Nomor LP/B/357/XI/2025/SPKT/POLDA ACEH yang diajukan oleh Pelajar Islam Indonesia (PII) Wilayah Aceh bersama Dinas Syariat Islam Aceh, Satpol PP dan WH Aceh, serta sejumlah organisasi masyarakat Islam.

Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Wahyudi melalui Kanit Siber, Iptu Adam Maulana menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah penyidik menerima laporan dari seorang mahasiswa asal Aceh Utara pada 18 November 2025 terkait unggahan bernuansa ujaran kebencian. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Unit 3 Siber Bertolak ke Kalimantan Barat pada 17 Februari 2026 untuk melakukan koordinasi dengan Kepolisian setempat.

Pada 18 Februari 2026, tim bersama Polres Bengkayang berhasil mengamankan Dedi Saputra di kawasan Dusun Mao, Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Betung.

Saat itu, Dedi sedang bepergian bersama istrinya menggunakan sepeda motor. Ia kemudian dibawa ke Mapolres Bengkayang untuk pemeriksaan awal sebagai saksi.

Setelah dilakukan gelar perkara melalui konferensi video, penyidik resmi menetapkan Dedi Saputra sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian. 

Pada 19 Februari 2026, tersangka dibawa ke Aceh dan tiba di Mapolda Aceh pada 20 Februari 2026 untuk pemeriksaan lanjutan.

Penahanan terhadap tersangka dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor SP.Han/08/II/RES.2.5/2026/Ditreskrimsus tertanggal 20 Februari 2026.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang direkam pada 19 Februari 2026, Dedi yang didampingi kuasa hukum dari LBH menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Aceh, termasuk para ulama dan teungku.

Ia mengakui pernyataannya di akun TikTok @tersadarkan5758 telah menimbulkan kegaduhan serta berjanji menghapus seluruh konten dan tidak lagi aktif di media sosial.

Kasus ini kini ditangani penuh oleh Ditreskrimsus Polda Aceh, dan proses hukum terhadap tersangka masih terus berlanjut. (Joniful Bahri)

Kecelakaan Maut di Tol Sibanceh, Satu Kader PKB Meninggal dan Ketua Fraksi PKB Bireuen Luka Serius

By On Selasa, Februari 17, 2026

Mobil MPV putih yang ditumpangi korban mengalami ringsek berat setelah menabrak bagian belakang sebuah truk kargo di jalur tol Sibanceh.  

BANDA ACEH, KabarViral79.Com Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) pada Senin sore, 16 Februari 2026, menimpa rombongan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) asal Bireuen. 

Dalam insiden tersebut, seorang kader PKB, Syahrizal Putra, meninggal dunia. Sementara Ketua Fraksi PKB di DPRK Bireuen, Nanda Rizka, mengalami luka serius. 

Informasi yang diterima media menyebutkan, rombongan baru saja kembali dari kegiatan Silaturahmi dan Ta’aruf Pra-Muskerwil PKB Aceh yang digelar di Hotel Hermes Palace Banda Aceh

Dalam perjalanan pulang, mobil MPV berwarna putih yang mereka tumpangi menabrak bagian belakang sebuah truk kargo di jalur tol.

Benturan keras menyebabkan Syahrizal Putra, salah satu kader aktif PKB, meninggal dunia di tempat. Jenazah almarhum kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Zainoel Abidin untuk penanganan lebih lanjut. 

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB Bireuen, Nanda Rizka atau yang akrab disapa Abi Nanda mengalami luka serius dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama. 

Musibah ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar PKB, terutama di Kabupaten Bireuen. Kepergian Syahrizal Putra menjadi kehilangan besar bagi rekan dan sahabat yang mengenalnya sebagai sosok berdedikasi dan bersemangat dalam kegiatan organisasi. 

Kecelakaan tersebut juga terpantau langsung oleh petugas di lapangan. Minibus yang ditumpangi rombongan PKB terlihat ringsek parah pada bagian depan hingga pilar tengah, mengindikasikan benturan keras akibat dugaan tabrak belakang. 

Potongan kap mesin mobil itu bahkan terlihat masih tersangkut pada besi pengaman belakang truk box yang terlibat dalam insiden. 

Petugas jalan tol bersama Kepolisian segera melakukan evakuasi kendaraan dan penanganan korban. Arus lalu lintas sempat mengalami perlambatan selama proses evakuasi berlangsung. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan dan kronologi lengkap kejadian. (Joniful Bahri)

PKB Aceh Gelar Ta’aruf Pra-Muskerwil, HRD Fokus Perkuat Konsolidasi dan Pembangunan Kantor Baru

By On Senin, Februari 16, 2026

DPW PKB Aceh menggelar kegiatan Ta’aruf dan Silaturrahmi Pra-Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) di Banda Aceh, Minggu, 15 Januari 2026. 

BANDA ACEH, KabarViral79.Com - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh menggelar kegiatan Ta’aruf dan Silaturrahmi Pra-Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil), di Banda Aceh, Minggu, 15 Januari 2026. 

Acara tersebut menjadi ajang konsolidasi awal bagi pengurus PKB Aceh Periode 2026-2031 di bawah kepemimpinan H. Ruslan M. Daud (HRD). 

Ketua DPW PKB Aceh yang juga Anggota DPR RI Komisi V itu menginisiasi langsung kegiatan tersebut sebagai langkah memperkuat soliditas internal, sekaligus mempersiapkan agenda pengukuhan kepengurusan dan arah politik PKB Aceh ke depan. 

Ketua panitia, Tgk. Mujlisal, dalam laporannya menyampaikan, undangan kegiatan meliputi seluruh unsur kepengurusan, mulai dari Mustasyar, Syuro, Tanfidz, hingga kader dan anggota Fraksi PKB di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. 

“Ta’aruf dan silaturrahmi ini menjadi bagian dari proses konsolidasi awal menjelang agenda besar partai. Alhamdulillah hampir seluruh pengurus hadir, menunjukkan komitmen kita membangun PKB Aceh yang lebih kuat dan solid,” ujar Tgk. Mujlisal. 

Dalam sambutannya, Ruslan Daud mengapresiasi kerja panitia dan antusiasme para pengurus meski persiapan kegiatan berlangsung dalam waktu singkat. 

“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa PKB Aceh memiliki semangat kebersamaan yang kuat. Konsolidasi internal adalah fondasi utama memperkuat posisi PKB di Aceh,” kata Ruslan. 

Ia menegaskan, setelah Idul Fitri, DPW PKB Aceh akan melaksanakan pengukuhan resmi kepengurusan. Pada kesempatan yang sama, akan dibentuk panitia khusus untuk pengukuhan serta persiapan peletakan batu pertama pembangunan kantor baru DPW PKB Aceh. 

“Kantor baru ini akan menjadi simbol kebangkitan organisasi kita, bukan hanya bangunan fisik tetapi representasi semangat dan komitmen kita untuk masyarakat,” ujarnya. 

Sebagai legislator yang dikenal fokus pada pembangunan dan infrastruktur, Ruslan juga menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran sosial PKB di seluruh Aceh. Salah satunya dengan penyediaan ambulans bagi setiap Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB

“Ambulans ini bukan hanya untuk kepentingan partai, tetapi untuk membantu masyarakat. PKB harus hadir dalam kehidupan rakyat setiap saat, bukan hanya menjelang pemilu,” tegasnya. 

Ruslan turut mengingatkan seluruh kader agar tetap dekat dengan masyarakat dan menjalankan kerja politik secara konsisten. 

“Kerja politik harus dimulai dari bawah, dari A sampai Z, dengan kerja nyata. Jangan hanya datang ke rakyat saat membutuhkan dukungan,” katanya. 

Pada kesempatan itu, Ruslan juga menyampaikan target politik PKB Aceh pada pemilu mendatang, yakni meraih minimal 15 kursi DPR Aceh

“Target ini bukan hal yang mustahil. Dengan soliditas dan kerja bersama, insya Allah PKB Aceh akan menjadi lebih besar dan kuat,” ujarnya. 

Ia menutup sambutan dengan menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun kejayaan PKB Aceh.

“PKB adalah rumah kita bersama. Dengan kerja kolektif dan dukungan masyarakat Aceh, kita bisa menghadirkan PKB yang lebih bermanfaat bagi rakyat,” pungkasnya. (Joniful Bahri) 

Presiden Prabowo Salurkan Rp 72,7 Miliar Bantuan Sapi Meugang untuk 19 Kabupaten/Kota Terdampak Bencana di Aceh

By On Kamis, Februari 12, 2026

Pemerintah Aceh mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan bantuan pembelian sapi tradisi Meugang senilai lebih dari Rp 72,7 miliar untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi dan gempa bumi di Aceh

BANDA ACEH, KabarViral79.Com - Pemerintah Aceh mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan bantuan pembelian sapi tradisi Meugang senilai lebih dari Rp 72,7 miliar untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi dan gempa bumi di Aceh.

Bantuan tersebut ditujukan sebagai dukungan menjelang bulan suci Ramadhan.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah dalam keterangan di Banda Aceh, Kamis, 12 Februari 2026 menyebutkan, dana bantuan itu telah ditransfer melalui Sekretariat Presiden langsung ke 19 Pemerintah Kabupaten/Kota penerima, pada Selasa, 10 Februari 2026. 

“Alhamdulillah, Bapak Presiden telah menyetujui permohonan Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh untuk bantuan daging sapi Meugang, dan dananya telah ditransfer,” kata Fadhlullah.

Total bantuan yang dikucurkan mencapai Rp 72.750.000.000, yang akan disalurkan kepada masyarakat oleh Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai alokasi masing-masing. Setiap desa penerima—sebanyak 1.455 desa—mendapatkan dana Rp 50 juta.

Atas nama pemerintah dan masyarakat Aceh, Fadhlullah menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan dukungan bagi daerah-daerah terdampak.

“Kami, Pemerintah Aceh serta seluruh masyarakat Aceh, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut bertujuan meringankan beban masyarakat terdampak bencana, terutama dalam menyambut Ramadhan dan menjaga keberlangsungan tradisi Meugang.

Para Bupati dan Walikota diminta segera menindaklanjuti proses pembelian sapi sesuai dana yang telah masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Selain itu, Kepala Daerah diwajibkan memastikan pendistribusian berlangsung merata, tertib, dan tepat sasaran, dengan prioritas bagi warga terdampak bencana serta masyarakat di lokasi pengungsian.

“Penyaluran bantuan ini harus ditargetkan rampung paling lambat satu hari sebelum Ramadhan 1447 Hijriah,” tegas Fadhlullah.

Setelah penyaluran selesai, Pemerintah Kabupaten/Kota diwajibkan mengirimkan dokumentasi berupa foto atau video serta laporan singkat realisasi bantuan kepada Biro Isra Setda Aceh paling lambat tiga hari setelah hari pertama Ramadhan, untuk kemudian diteruskan kepada Presiden. 

Adapun 19 Kabupaten/Kota penerima bantuan tersebut meliputi Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Timur, Bireuen, Langsa, Aceh Utara, Aceh Barat, Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Selatan, dan Simeulue.

Beberapa daerah tersebut selain mengalami bencana hidrometeorologi, juga terdampak gempa bumi yang menyebabkan sejumlah kerusakan, termasuk di Kabupaten Simeulue.

“Semoga bantuan ini bermanfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi wujud kehadiran negara dalam membantu warga terdampak bencana, terutama dalam menyambut tradisi Meugang dan bulan suci Ramadhan,” tutup Fadhlullah. (Joniful Bahri)

Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor Hingga Akhir Januari

By On Sabtu, Januari 24, 2026

Kondisi wilayah Aceh Utara pasca banjir bandang dan sejauh ini wilayah itu masih berdampak sangat parah dan belum normal. 


BANDA ACEH, KabarViral79.Com Pemerintah Aceh kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir dan longsor untuk keempat kalinya. Perpanjangan ini berlaku selama tujuh hari, terhitung mulai 23 Januari hingga 29 Januari 2026.

Dengan perpanjangan tersebut, total masa tanggap darurat bencana di Aceh telah berlangsung selama dua bulan sejak pertama kali ditetapkan pada Kamis, 27 November 2025.

Keputusan ini diambil dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh yang digelar pada Kamis, 22 Januari 2026, menyusul masih adanya dampak banjir dan longsor di sejumlah kabupaten/kota.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA mengatakan, perpanjangan status tanggap darurat didasarkan pada surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri), serta hasil Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual dengan para Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten/Kota terdampak.

“Pertimbangan utama perpanjangan ini adalah kondisi lapangan yang masih membutuhkan penanganan terpadu, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak serta percepatan pemulihan pasca bencana,” ujar Muhammad MTA.

Pemerintah Aceh memastikan koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna mempercepat penanganan bencana, termasuk distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, dan perbaikan infrastruktur terdampak. (Joniful Bahri)

Pemulihan Jalan dan Jembatan Pasca Bencana Aceh Capai Target, Akses Nasional Kembali Fungsional

By On Sabtu, Januari 03, 2026

Aparat TNI beserta masyarakat bahu membahu dalam proses pemasangan jembatan Barley di Jamur Ujung  Bener Meriah, Aceh Tengah. 

BANDA ACEH, KabarViral79.Com - Upaya pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan pasca bencana di Provinsi Aceh terus menunjukkan kemajuan signifikan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, target pemulihan jalan nasional yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah tercapai sesuai jadwal pada 30 Desember 2025.

Hingga Kamis, 01 Januari 2026, sebanyak 13 titik ruas jalan nasional telah kembali fungsional. Dari jumlah tersebut, dua ruas masih dilalui melalui jalur alternatif, di antaranya akses penghubung Bireuen–Bener Meriah dan Bener Meriah–Aceh Tengah yang dapat dilalui melalui Jembatan Weihni Enang-Enang dan Jembatan Jamu Ujung.

Sementara itu, ruas Genting Gerbang–Simpang Uning masih mengalami hambatan, namun masyarakat dapat menggunakan jalur alternatif melalui Jembatan Titi Merah. Untuk jalur Takengon–Blangkejeren, proses pemulihan masih berlangsung.

Meski demikian, konektivitas antarwilayah utama di Aceh kini kembali terhubung. Akses Banda Aceh–Medan melalui jalur timur, Banda Aceh–Nagan Raya–Medan melalui jalur barat, serta Nagan Raya–Takengon telah dapat dilalui.

Jalur Lhokseumawe–Takengon via kawasan KKA, Bireuen–Bener Meriah, dan Pidie–Takengon juga sudah fungsional meski beberapa titik jembatan masih dalam perbaikan dan dilengkapi jalur alternatif.

BNPB menilai, pulihnya jalur lintas timur, lintas tengah, lintas barat, serta jalur penghubung antarlintas akan mempercepat pemulihan sektor vital, khususnya energi, kelistrikan, dan komunikasi di wilayah terdampak seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Untuk infrastruktur jembatan, dari total 16 jembatan yang mengalami kerusakan, seluruhnya telah diselesaikan 100 persen.

Rinciannya, 12 jembatan telah fungsional di lokasi eksisting, sementara empat jembatan lainnya berfungsi melalui jalur alternatif, yakni Weihni Enang-Enang, Jamu Ujung, Titi Merah, dan Krueng Beutong.

Selain itu, dari 361 titik longsoran yang tercatat, sebanyak 360 titik atau 99,72 persen telah selesai ditangani.

Satu titik longsoran yang masih dalam pengerjaan berada di arah Jembatan Weihni Enang-Enang dan saat ini tetap dapat dilalui melalui jalur alternatif.

BNPB menegaskan, capaian ini merupakan hasil kolaborasi dan gotong royong lintas sektor. Pemerintah berharap pemulihan sektor energi dapat tercapai pada pertengahan Januari 2026 seiring semakin terbukanya akses darat.

Meski demikian, BNPB tetap mewaspadai potensi gangguan akibat faktor cuaca. Daya tampung saluran air utama sungai dan drainase primer belum sepenuhnya pulih, sehingga hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi berpotensi menyebabkan luapan air yang dapat mengganggu hasil perbaikan infrastruktur.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BNPB masih melaksanakan operasi modifikasi cuaca guna mendukung percepatan normalisasi sungai di sejumlah titik rawan. (Joniful Bahri)