-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kasus Penusukan Pisau Menancap di Kepala Warga Cilegon Belum Terungkap, Kinerja Reskrim Polsek Pulomerak Dipertanyakan

By On Selasa, Oktober 27, 2026



CILEGON – Kasus dugaan penusukan terhadap Jahidi, warga Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, yang menyebabkan sebilah pisau menancap di kepalanya hingga harus menjalani operasi, masih menyisakan tanda tanya. 


Lebih dari sebulan sejak peristiwa itu terjadi, belum ada kejelasan mengenai pelaku maupun penyebab kejadian tersebut.


Lambannya pengungkapan kasus ini pun memunculkan pertanyaan terhadap kinerja Unit Reskrim Polsek Pulomerak, Polres Cilegon, dalam mengusut peristiwa yang nyaris merenggut keselamatan korban.


Peristiwa itu terjadi di sebuah bengkel di kawasan Flyover Merak, Kecamatan Pulomerak, pada Jumat dini hari (25/9/2026).


Istri korban, Lena, menuturkan bahwa sebelum kejadian, suaminya pulang bekerja dari PT Yuliana Inti Persada (YIP) sekitar waktu magrib. Setelah itu, Jahidi kembali berangkat untuk membantu pekerjaan mantan bosnya di sebuah bengkel karena mekanik di tempat tersebut sedang pulang.


“Suami saya meminta izin berangkat kembali untuk membantu pekerjaan bos sebelumnya di sebuah bengkel di kawasan Merak, karena mekanik bengkel tersebut sedang pulang,” kata Lena saat ditemui di rumahnya, Senin (12/10/2026).


Berdasarkan informasi yang diterima Lena dari rekan suaminya, Jahidi menyelesaikan pekerjaannya sekitar tengah malam. Karena kelelahan, korban kemudian tertidur di kursi bengkel.


Namun, saat subuh, Lena justru menerima kabar bahwa suaminya mengalami kecelakaan. Informasi tersebut disampaikan seorang sopir tanpa penjelasan terperinci mengenai kejadian yang sebenarnya.


Saat ditemukan, Jahidi dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban mengalami luka serius hingga harus menjalani operasi di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Kota Cilegon.


Di balik kondisi korban yang berangsur pulih, keluarga kini menghadapi persoalan lain. Biaya pengobatan yang disebut mencapai sekitar Rp150 juta menjadi beban berat, terlebih masih terdapat tunggakan yang belum terlunasi.


“Saat ini sudah dibayar Rp80 juta, sedangkan sisanya masih menunggak. Pihak rumah sakit memberikan waktu satu minggu untuk melunasi,” ungkap Lena.


Lena menjelaskan, pendaftaran perawatan awal dengan biaya umum dilakukan oleh pihak bengkel. Pemilik bengkel, kata dia, sebelumnya menyatakan kesediaan membantu biaya pengobatan dengan skema ditanggung bersama. Namun, menurut Lena, bantuan yang telah diberikan sejauh ini baru sebesar Rp20 juta.


“Kami berharap pemerintah bisa membantu melunasi tunggakan biaya pengobatan. Kami juga berharap polisi bisa mengungkap kasus ini agar jelas apa yang sebenarnya terjadi pada suami saya,” ujarnya.


Kini Jahidi telah berada di rumah, tetapi kondisinya belum sepenuhnya pulih. Sementara itu, pertanyaan mengenai bagaimana pisau bisa menancap di kepalanya dan siapa yang bertanggung jawab masih menunggu jawaban.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, Unit Reskrim Polsek Pulomerak masih mendalami kasus tersebut. Sejumlah saksi, termasuk istri korban, disebut telah dimintai keterangan. Polisi juga dikabarkan telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa pisau dan telepon seluler milik korban.


Meski demikian, belum ada informasi mengenai penetapan tersangka maupun perkembangan konkret pengungkapan kasus tersebut. Belum diketahui pula apakah polisi telah mengungkap motif dan kronologi lengkap kejadian.


Kondisi ini menuntut kejelasan dari kepolisian mengenai perkembangan penyelidikan, langkah yang telah dilakukan, serta kendala yang dihadapi dalam mengungkap kasus tersebut.


Sebab, perkara ini bukan sekadar persoalan luka serius yang dialami korban. Di balik pisau yang menancap di kepala Jahidi, ada keluarga yang menunggu kepastian hukum sekaligus berjuang menghadapi beban biaya pengobatan.***

Satpol PP Cilegon Dinilai Tebang Pilih: Tegas ke Pedagang Kecil, Tumpul ke Hiburan Malam Kaliyana Mita

By On Sabtu, Oktober 17, 2026



CILEGON — Tindakan penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon terhadap para pedagang kecil di kawasan Bonakarta pada Selasa (13/10/2026) memicu sorotan tajam warga. Langkah penegakan Peraturan Daerah (Perda) tersebut dinilai tebang pilih lantaran aparat terkesan membiarkan aktivitas Tempat Hiburan Malam (THM) Kaliyana Mita yang beroperasi hingga menjelang subuh.

Warga Kecamatan Jombang, Isman, menyuarakan kekecewaannya atas ketimpangan penegakan hukum di wilayah tersebut. Menurutnya, Satpol PP seolah kehilangan keberanian saat berhadapan dengan pengelola bisnis hiburan malam.

"Sama pedagang kecil mah berani tegas, tapi sama tempat hiburan malam Kaliyana Mita yang buka sampe jelang waktu subuh mah lemah. Ada apa ini? Ya setahu saya sih pedagang di Bonakarta itu melanggar Perda, tapi tempat hiburan malam yang melanggar Perda bagaimana? Jangan tebang pilih dong," tegas Isman, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan penelusuran di lapangan, THM Kaliyana Mita yang berada di kawasan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, diduga tak hanya menjual minuman keras (miras) dan menyediakan wanita pendamping. Tempat tersebut kerap beroperasi melebihi batas waktu ketentuan hingga mendekati waktu sholat subuh. Selain itu, keberadaan fasilitas hotel di area belakang THM ditengarai kerap dijadikan titik kumpul praktik prostitusi berbasis aplikasi daring.

Kondisi ini diperparah oleh rekam jejak penegakan hukum di lokasi tersebut. Pada Jumat malam (13/6/2025) sekitar pukul 22.00 WIB, Subdit IV PPA Ditreskrimum Polda Banten pernah membongkar dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Hotel Kalyana Mitta, Jalan Raya Cilegon No. 50.

Sikap tegas disuarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon. Sekretaris Umum MUI Kota Cilegon, KH Sutisna Abas, menegaskan dukungannya terhadap penindakan hukum tanpa pandang bulu dan mendesak pemerintah mengevaluasi total operasional tempat tersebut.

"Saya kira tempat-tempat seperti itu perlu dievaluasi. Jika terbukti ada unsur kesengajaan menyediakan praktik prostitusi, izinnya perlu dicabut. Layak untuk ditutup," ujar KH Sutisna Abas saat dikonfirmasi via telepon.

KH Sutisna menekankan bahwa aktivitas ilegal tersebut merusak moral masyarakat serta melanggar UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO yang mengamanatkan sanksi pidana, denda, hingga pencabutan izin usaha. Dari sisi syariat, praktik prostitusi berlandaskan Fatwa MUI No. U-287/2001, hasil Mukernas VIII MUI 2010, serta Al-Qur'an Surat An-Nur ayat 33.

"Dalam Islam, praktik prostitusi dalam bentuk apa pun dianggap sebagai perbuatan haram dan pelakunya berdosa besar. Kami berharap Kota Cilegon terbebas dari praktik transaksi seksual seperti itu. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah dan kehidupan yang sesuai dengan tuntunan agama," pungkasnya.

Praktik Prostitusi dan Bisnis Miras Ilegal THM Cilegon Disorot, Satpol PP Jangan tebang pilih

By On Jumat, Oktober 16, 2026



​CILEGON – Bisnis tempat hiburan malam (THM) di Kota Cilegon makin meresahkan warga. Praktik penjualan minuman keras (miras) tanpa izin hingga penyediaan dan transaksi wanita penghibur secara bebas mendesak Pemerintah Kota Cilegon untuk segera mengambil tindakan drastis.

​Kondisi ini memicu desakan publik agar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon memeriksa ulang seluruh izin usaha karaoke dan diskotek. Banyak tempat hiburan diduga menyalahgunakan izin restoran untuk melegalkan penjualan miras ilegal dan menyediakan lady companion (LC) hingga jelang subuh.

​Sekretaris Dinas Satpol PP Kota Cilegon, Sam Wangge, menegaskan pihaknya siap menyisir dan menindak THM yang terbukti menjual miras tanpa izin serta memfasilitasi bisnis prostitusi.

​"Intinya, kami tetap melakukan pengawasan dan koordinasi. Jika ditemukan pelanggaran yang terbukti, tentu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku," tegas Sam, Kamis (15/10/2026).

​Sam mengakui adanya indikasi kuat penyalahgunaan izin usaha. Sebagian besar tempat hiburan mendaftarkan usahanya sebagai rumah makan atau restoran, tetapi pada praktiknya beroperasi layaknya diskotek yang menjual miras dan menyediakan wanita pemandu lagu.

​"Kafe-kafe rata-rata perizinannya untuk restoran. Kita tidak menutup kemungkinan adanya penyalahgunaan perizinan tersebut. Namun, penindakan tetap harus berdasarkan bukti pemeriksaan yang jelas," lanjutnya.

​THM Kaliyana Mita Disorot: Bisnis Miras dan Prostitusi Daring

​Sorotan tajam salah satunya tertuju pada THM Kaliyana Mita di kawasan Sukmajaya, Kecamatan Jombang. Tempat ini diduga kuat menjadi sarang peredaran miras tak berizin dan penyedia wanita penghibur yang beroperasi hingga mendekati waktu subuh. Tidak hanya itu, hotel yang berada tepat di belakang area THM tersebut disinyalir kuat dijadikan lokasi mangkal dan transaksi prostitusi daring (online).

​Warga menilai penegakan Perda oleh Satpol PP masih tebang pilih. Ketegasan petugas saat menertibkan pedagang kecil di kawasan Bonakarta pada Selasa (13/10/2026) berbanding terbalik dengan pembiaran terhadap bisnis miras dan eksploitasi wanita di THM.

​"Sama pedagang kecil berani tegas, tapi sama THM Kaliyana Mita yang jelas-jelas jualan miras dan ada wanita penghibur sampai subuh malah lemah. Ada apa ini? Jangan tebang pilih dong," cetus Isman, warga Kecamatan Jombang, Rabu (14/10/2026).

​Masyarakat menuntut Satpol PP Kota Cilegon tidak berlindung di balik prosedur administratif dan segera menutup THM yang menyalahgunakan izin untuk bisnis miras ilegal serta prostitusi.

Gubernur Andra Soni Tinjau Pelabuhan Merak, Pastikan Arus Mudik Lebaran Lancar

By On Jumat, Maret 20, 2026

CILEGON, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni meninjau kondisi arus mudik di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, sejak Rabu malam, 18 Maret 2026 hingga Kamis dini hari, 19 Maret 2026. 

Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan pelayanan optimal bagi pemudik menjelang Lebaran. 

​Dalam kunjungan tersebut, Andra Soni menyempatkan diri berdialog langsung dengan masyarakat yang hendak menyeberang melalui Pelabuhan Merak. 

Ia memberikan semangat dan mengimbau pemudik untuk selalu mengedepankan kehati-hatian selama perjalanan. 

​"Malam ini kami meninjau Pelabuhan Merak. Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik. Mudah-mudahan para pemudik mendapatkan pelayanan terbaik," ujarnya. 

​Selain memantau fasilitas dan alur penyeberangan, Andra Soni juga menyapa serta menanyakan kondisi kesehatan para pemudik sebelum mereka naik ke kapal. 

​"Sehat-sehat, ya. Semoga sampai tujuan dengan selamat," ujar Andra Soni kepada para pemudik. 

Dia menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan pemudik merupakan prioritas utama pemerintah selama periode mudik Lebaran. 

Oleh karena itu, ia berharap seluruh pihak terkait terus bersinergi memberikan pelayanan terbaik. 

​Gubernur Andra Soni juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kondisi fisik dan mematuhi aturan demi keselamatan bersama. 

​"Mudik aman, keluarga bahagia," pungkasnya. (Welfendry)

Safari Ramadan di Cilegon, Gubernur Andra Soni Apresiasi Dukungan Warga untuk Program Sekolah Gratis

By On Kamis, Maret 05, 2026

CILEGON, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni, melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Masjid Al-Musyawarah, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Rabu, 04 Maret 2026. 

Dalam kesempatan itu, Andra Soni menyampaikan rasa syukur karena dapat bersilaturahmi dan memperkuat persaudaraan dengan masyarakat di bulan suci Ramadan. 

“Alhamdulillah, kita dapat bersilaturahmi di bulan Ramadan ini. Sekaligus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten ingin berbagi dengan masyarakat,” ujar Andra Soni. 

Andra Soni juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan yang dilaksanakan Pemprov Banten. Salah satunya program unggulan Sekolah Gratis. Gubernur menilai pendidikan merupakan salah satu jalan utama untuk keluar dari kemiskinan. 

“Saya percaya dan yakin bahwa pendidikan merupakan salah satu cara kita keluar dari kemiskinan. Dengan berpendidikan, kita mengasah akal untuk keluar dari kesulitan,” ujarnya. 

Andra Soni mengatakan, Pemprov Banten pada tahun ini melanjutkan program sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta di Provinsi Banten. 

"Insya Allah, tahun ini kita akan melebarkan sampai ke Madrasah Aliyah swasta di Provinsi Banten," katanya. 

Andra Soni juga menuturkan, Pemprov Banten ke depan akan memperkuat program pemberdayaan agar masyarakat semakin mandiri dan mampu keluar dari kemiskinan. 

“Selain memberikan bantuan sosial, kita juga harus memberikan pemberdayaan agar masyarakat berdaya, mandiri, dan bisa keluar dari kemiskinan,” ucapnya. 

Sementara itu, Walikota Cilegon, Robinsar menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Gubernur beserta jajaran di Kota Cilegon. 

"Sama-sama kita doakan semoga Pak Gubernur Andra Soni dan jajarannya semua senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan serta dijadikan sebagai pemimpin yang amanah, tanggung jawab, dan bermanfaat untuk masyarakat Provinsi Banten," ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat, terdiri dari dua kursi roda dan dua tongkat ketiak dari Dinsos Provinsi Banten. 

Kemudian dari UPZ BAZNAS Provinsi Banten terdiri dari bantuan untuk Masjid Al-Musyawarah, bantuan untuk Ponpes Al-Khairiyah, bantuan untuk marbot, guru ngaji, paket sembako, bantuan kesehatan, bantuan tebus ijazah, beasiswa untuk siswa SLTA dan Bantuan RLHB. (Welfendry)

Safari Ramadan di Al Khairiyah, Gubernur Andra Soni Paparkan Program Sekolah Gratis

By On Senin, Maret 02, 2026

CILEGON, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, Al Khairiyah dan pendirinya Brigjen KH Syam’un yang juga pahlawan nasional, memiliki sejarah besar dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. 

Di bidang pendidikan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah melaksanakan Program Pendidikan Gratis. 

Hal itu disampaikan Andra Soni pada Syirafah (Syiar Ramadan Al Khairiyah) yang diselenggarakan di Universitas Al Khairiyah, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Sabtu, 28 Februari 2026. 

“Syiar Ramadan Al Khairiyah di bulan Ramadan sebagai bulan yang penuh keberkahan, mengajarkan kita tentang kepedulian, serta penguatan ukhuwah Islamiyah,” ujar Andra Soni. 

“Brigjen KH Syam'un, pahlawan nasional dari Banten sangat konsen pada sektor pendidikan,” imbuhnya. 

Andra Soni mengaku takjub atas perjuangan KH Syam’un pada tahun 1925 mendirikan Pesantren Salafi, Madrasah Al Khairiyah yang kini dikenal Universitas Al Khairiyah. 

Andra Soni menegaskan, beberapa hari ini Pemprov Banten keliling Safari Ramadan. 

“Kita diberi penghormatan oleh masyarakat luar biasa, dimana-mana kita bisa disambut. Padahal kita tahu tidak semua hal sudah kita kerjakan, masih banyak hal-hal yang belum kita kerjakan,” ucapnya. 

“Maka kita harus membalas penghormatan tersebut dengan kerja-kerja nyata, kerja-kerja dengan integritas untuk mewujudkan Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi", tegas Andra. 

Andra menjelaskan, pada tahun 2025 Pemprov Banten telah memulai program sekolah gratis untuk SMA, SMK, SKh yang ada di Provinsi Banten. 

“Ini juga merupakan bagian dari perjuangan kita, bagian dari perjuangan aulia untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Cilegon dan Provinsi Banten,” tuturnya. 

“Alhamdulillah, kurang lebih sekitar 60.730 anak-anak kita mengikuti program sekolah gratis, yang Insya Allah tahun ini akan meningkat dan kita akan menyasar anak-anak yang dari sekolah agama,” imbuhnya. 

Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga memohon doa dan dukungan dalam pengusulan Ki Wasyid sebagai Pahlawan Nasional. 

Sementara itu, Ketua Umum PB Al Khairiyah, KH Ali Mujahidin mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kunjungan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten untuk memberikan support dan semangat kepada para generasi muda mahasiswa dalam rangka menjalankan Syiar Ramadan Al Khairiyah. 

Hal senada juga diungkap Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo. Ia mengucapkan terima kasih kepada Al Khairiyah yang sudah melakukan kontribusi yang sangat baik untuk Kota Cilegon. 

“Insya Allah kami siap sinergi dengan apa yang sudah dikerjakan oleh Pemprov Banten, terutama program-program Gubernur dan Wakil Gubernur Banten,” ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Pemprov Banten menyalurkan berbagai bantuan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan saat Safari Ramadan. 

Bantuan tersebut diberikan kepada masjid, pondok pesantren, guru ngaji dan bantuan pendidikan, serta alat bantu untuk disabilitas berupa tongkat ketiak dan kursi roda. (Welfendry)

Refreshmans Satpam UPDL Suralaya Dalam Pelatihan Pemadaman Api Menggunakan Apar dan Apat

By On Jumat, Januari 23, 2026

 


Cilegon, KabarViral79.Com - PLN (Persero) UPDL Suralaya melaksanakan kegiatan refreshment pagi bagi petugas keamanan melalui pelatihan pemadaman api. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin bulanan yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan dasar security dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan kerja, Jumat (23/01/2026).

Kegiatan refreshment ini diikuti oleh sekitar 15 orang security dan difokuskan pada latihan pemadaman kebakaran menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta Alat Pemadam Api Tradisional (APAT). Latihan dilaksanakan di lingkungan UPDL Suralaya dan dibina langsung oleh tim Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) Serang.

Pembinaan diberikan oleh Pak Ali Gozzali dan Pak Yusidi dari KOPASSUS Serang, dengan dukungan Pak Hasan Basri selaku Komandan Regu (Danru). Kegiatan ini juga melibatkan Tim K3L dan KAM guna memastikan penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja selama pelatihan berlangsung.

Salah satu pembina dari KOPASSUS Serang, Pak Yusidi, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian penting dari pembinaan dasar petugas keamanan. Menurutnya, kegiatan ini bukanlah hal yang sepele, melainkan bagian dari pembinaan mental dan fisik. “Kegiatan ini sangat penting karena menjadi bekal dasar bagi anggota dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Pak Halawi, salah satu anggota security, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat yang sangat signifikan. “Kegiatannya sangat luar biasa karena menambah ilmu dan wawasan. Sangat seru karena kami belajar dengan dua metode, yaitu menggunakan APAR dan APAT, apalagi didampingi langsung oleh tim dari KOPASSUS,” ungkapnya.

Melalui kegiatan refreshment ini, PLN (Persero) UPDL Suralaya berharap para petugas keamanan semakin sigap dan terampil dalam menghadapi potensi keadaan darurat, khususnya kebakaran, serta mampu mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman dan berstandar keselamatan tinggi.