-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Sabung Ayam di Karang Duren Jember Diduga Kembali Beroperasi, APH Diminta Tindak Tegas!

By On Sabtu, September 12, 2026

Foto ilustrasi. 

JEMBER, KabarViral79.Com – Aktivitas yang diduga merupakan arena sabung ayam di wilayah Karang Duren, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), kembali menjadi perhatian masyarakat. 

Setelah sebelumnya sempat berhenti beroperasi, aktivitas tersebut kini dikabarkan kembali berlangsung.

Kembalinya aktivitas tersebut membuat sejumlah warga mempertanyakan pengawasan dan penindakan dari aparat penegak hukum. 

Warga mengaku khawatir apabila kegiatan tersebut tidak segera ditindaklanjuti, keberadaannya akan semakin terbuka dan kembali menjadi aktivitas rutin. 

Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan bahwa lokasi tersebut sebelumnya sempat tidak terlihat melakukan aktivitas. 

Namun, belakangan kegiatan kembali disebut mulai berjalan. 

“Sempat berhenti, sekarang katanya aktif lagi. Kalau memang benar ada kegiatan sabung ayam, kami berharap segera dicek oleh pihak kepolisian,” ujarnya. 

Warga lainnya menyebut, persoalan yang menjadi perhatian bukan semata-mata aktivitas adu ayam, melainkan dugaan adanya unsur taruhan atau perjudian di dalamnya. 

“Kalau hanya memelihara ayam tentu berbeda. Yang menjadi persoalan kalau ada pertandingan dan taruhan uang. Kami berharap aparat jangan hanya menunggu laporan, tetapi turun langsung memastikan kondisi di lapangan,” ucapnya. 

Dugaan aktivitas tersebut juga dinilai berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat apabila berlangsung secara terbuka dan mendatangkan banyak orang dari luar wilayah. 

Karena itu, warga meminta adanya langkah preventif maupun penindakan apabila hasil pengecekan aparat menemukan adanya pelanggaran hukum. 

Secara hukum, perjudian merupakan perbuatan yang dapat dikenakan ketentuan pidana. Namun, penerapan pasal terhadap suatu aktivitas tetap harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan alat bukti yang ditemukan oleh aparat berwenang. 

Masyarakat berharap Polres Jember dapat segera melakukan pengecekan terhadap informasi mengenai kembali aktifnya dugaan arena sabung ayam tersebut. 

Jika ditemukan adanya unsur perjudian atau pelanggaran lainnya, warga meminta agar ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

“Kami hanya ingin lingkungan tetap aman dan kondusif. Kalau memang ada pelanggaran, ya harus ditertibkan. Jangan sampai setelah sempat berhenti kemudian muncul lagi,” pungkas warga. 

Hingga berita ini ditayangkan, informasi mengenai kembali beroperasinya aktivitas tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait. 

Redaksi masih melakukan koordinasi dan membuka ruang bagi pihak kepolisian, pemerintah setempat, maupun pihak yang berkaitan dengan lokasi tersebut untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab. (*/red) 

Bandel! Arena Sabung Ayam di Sumberejo Wuluhan Diduga Kembali Buka dan Ramai, Kapolsek: Nanti Kami Cek!

By On Senin, September 07, 2026

JEMBER, KabarViral79.Com – Dugaan aktivitas sabung ayam di wilayah Desa Sumberejo, Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), kembali menjadi sorotan. 

Setelah sebelumnya dilaporkan terpantau ramai, aktivitas yang diduga merupakan kalangan sabung ayam tersebut disebut kembali buka pada Senin, 07 September 2026. 

Informasi yang diterima media menyebutkan bahwa arena sabung ayam yang disebut-sebut milik Bos Eko itu kembali didatangi sejumlah orang dan terpantau ramai. 

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, aktivitas tersebut disebut kembali berlangsung hanya berselang sehari setelah informasi mengenai dugaan arena sabung ayam ramai pada Minggu, 06 September 2026. 

Baca juga: Diduga Beromzet Ratusan Juta, BL Arena Sabung Ayam di Balung Wuluhan Jember Tak Tersentuh APH, Warga Resah!

Seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan bahwa aktivitas di lokasi tersebut kembali berlangsung pada hari ini.

“Hari ini kalangan sabung ayam sudah buka dan ramai,” ujar warga.

Pernyataan warga tersebut masih merupakan informasi lapangan yang perlu dikonfirmasi lebih lanjut. 

Media belum dapat memastikan apakah aktivitas yang berlangsung benar merupakan perjudian sabung ayam atau kegiatan lain, sebelum adanya hasil pengecekan dan keterangan resmi dari aparat penegak hukum. 

Kapolsek Wuluhan: Nanti Kami Cek

Terkait informasi tersebut, media kemudian melakukan konfirmasi kepada Kapolsek Wuluhan, Iptu Handoko Dardhak Saputro. 

Saat diklarifikasi mengenai adanya informasi bahwa lokasi tersebut kembali buka dan ramai pada Senin, 07 September 2026, Kapolsek Wuluhan memberikan respons bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan.

“Iya, nanti akan kami cek siang nanti,” kata Kapolsek Wuluhan. 

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa informasi mengenai dugaan aktivitas di lokasi tersebut akan ditindaklanjuti dengan pengecekan oleh pihak kepolisian. 

Masyarakat kini menunggu hasil pengecekan tersebut, termasuk apakah benar ditemukan aktivitas sabung ayam, apakah terdapat unsur taruhan atau perjudian, serta langkah apa yang akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran hukum. 

Publik Pertanyakan Pengawasan

Kembali ramainya lokasi yang diduga menjadi arena sabung ayam juga memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan langkah pencegahan di wilayah tersebut. 

Apabila hasil pengecekan kepolisian menemukan adanya kegiatan perjudian, masyarakat berharap aparat dapat mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. 

Namun apabila setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan unsur perjudian maupun pelanggaran hukum, masyarakat juga membutuhkan penjelasan resmi agar informasi yang berkembang tidak menimbulkan kesimpangsiuran. 

Hingga berita ini ditulis, media masih menunggu hasil pengecekan dari Polsek Wuluhan terkait dugaan aktivitas tersebut. 

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebut maupun pihak terkait demi menjaga keberimbangan pemberitaan. (*/red)

Perjudian Sabung Ayam di Desa Karangduren Jember Ada Pembiaran, Diduga Penyelenggara Judi Orang dalam Polda Jatim dan Polres Jember

By On Kamis, Agustus 07, 2025


JEMBER, KabarViral79.Com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menegaskan, pemberantasan perjudian adalah bentuk upaya untuk meraih kembali kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Tetapi hal ini tidak dilakukan oleh jajarannya. Satu pekan pemberitaan terkait perjudian di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), sempat menjadi pergunjingan masyarakat luas. Sampai detik ini perjudian di Dusun Krajan, Desa Karangduren, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, tidak satu pun ada yang ditangkap penyelenggara judi maupun pemain lokal maupun luar daerah, Kamis, 07 Agustus 2025.

Narasumber Rud (58) membeberkan permasalah perjudian darat seperti sabung ayam, dadu dan cap Djiki belum ada yang tertangkap sampai saat ini.

“Harapan masyarakat Jember, penyakit masyarakat harus ditindak tegas. Kepolisian Polda Jawa Timur bersama Jajarannya, Polres dan Polsek, harus tegas dalam penegakan hukum, jangan kalah dengan PREMAN,” ujar Rud.

Menurut informasi, pengelola arena itu bernama Yon dan Imam.

“Mereka selalu dikatakan memang orangnya Resmob Polres Jember dan Polda Jatim mas. Mangkanya mereka tenang aja bukak kalangan, tanpa ada hambatan,” ujar Rud.

“Informasi apa terkait kriminallitas di Jember maupun narkoba, pihak jajaran Kepolisian pasti minta bantuan mereka,” urainya.

“Pesan kami juga kepada tokoh agama ranting Balung, segera berkordinasi dengan pihak Kepala Desa, Koramil, Polsek, Kecamatan untuk membahas wilayahnya tempat penyakit Masyarakat. Biar segera ditertibkan para pelaku membuat rusuh di Kecamatan Balung, karena adanya arena itu. Wilayah Jember sudah tidak kondusif kembali, meningkatnya kriminalitas, pencurian hewan, ranmor, jambret dan banyak kejahatan,” pungkasnya. (*/red)


Warga Sebut Pembongkaran Lima Lokasi Arena Sabung Ayam di Jember yang Sempat Viral Tidak Benar!

By On Jumat, Mei 30, 2025


JEMBER, KabarViral79.Com – Aktivitas judi sabung ayam di Jember, Jawa Timur (Jatim), yang berada di lima titik lokasi sudah lama berjalan tanpa terendus oleh siapapun. Namun baru-baru ini terbongkar ke publik.

Bahkan, beberapa hari lalu sempat terpublik di media online lokal yang menyebut lima lokasi sabung ayam telah digrebek oleh Polres Jember. Namun kabar tersebut tidak benar adanya.

Lokasi arena sabung ayam yang dibongkar oleh pihak Polres Jember haya satu titik, yaitu di Desa Karang Ayar, Kecamatan Tempurejo.

Sejumlah titik lokasi sabung ayam yang dilaporkan warga masih aktif, di antaranya:

1. Desa Karangduren, Kecamatan Balung (Pemilik Arena disebut berinisial IM, mantan Kepala Desa setempat).

2. Desa Bendengan, Kecamatan Ambulu (Pemilik Arena diduga merupakan oknum anggota TNI)

3. Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan (Pemilik Kalangan dikenal dengan inisial AS).

4. Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari. (Diketahui dikelola oleh YDH, yang juga diduga merupakan oknum TNI).

Salah seorang warga setempat yang tidak mau menyebutkan namanya kepada awak media ini mengaku sangat menyayangkan atas pemberitaan yang tidak benar tersebut.

“Kok bisa pihak Polres Jember tidak transparan,” ucapnya kepada awak media, Jumat, 30 Mei 2025.

“Aktivitas perjudian itu tidak ditutup ada apa. Kenapa kok terkesan sangat sulit dibubarkan. Apakah ada keterlibatan dari pihak Lembaga, seperti LSM atau wartawan yang terlibat di dalamnya,” imbuhnya.

Warga pun berharap, Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya serius menangani pengaduan warga Jember.

“Tokoh Agama (NU) jangan diam saja. Demi kebaikan bersama, Jember tidak ada perjudian bentuk apapun,” ujarnya. (*/red)

Hujan Deras, Tiga Kecamatan di Jember Terendam Banjir

By On Senin, Januari 20, 2025


JEMBER, KabarViral79.Com – Akibat hujan deras, tiga Kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), terendam, pada Minggu, 19 Januari 2025.

Tiga kecamatan itu, yaitu Kecamatan Sumbersari, Kaliwates, dan Rambipuji. Bahkan, satu mobil hanyut karena terbawa arus banjir genangan di depan kampus Universitas Terbuka.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Widodo Julianto mengatakan, hujan deras mengguyur Jember sejak pukul 12.30 WIB.

“Air meluap ke permukiman warga serta menyebabkan kemacetan pada akses jalan,” kata Widodo.

Menurutnya, penyebab meluapnya air yaitu penyempitan selokan yang disebabkan oleh material tanah atau sampah serta banyaknya saluran yang tertutup bangunan.

“Banjir terjadi di Jalan Kaliurang, 25 rumah warga terendam dengan ketinggian hingga 40 cm,” kata dia.

Selain itu, banjir luapan berdampak ke jalan dengan ketinggian hingga 60 cm, banyak sepeda motor yang mati, dan satu mobil terseret arus. Banjir juga terjadi di Perumahan Mastrip. Di sana, 30 rumah warga tergenang dengan ketinggian antara 10 sampai 30 cm.

Lalu, di Kecamatan Kaliwates, banjir juga merendam 50 rumah milik warga Lingkungan Krajan, Kelurahan Mangli. Kemudian, 14 rumah milik warga Lingkungan Condro, Kelurahan Kepatihan, dengan ketinggian air hingga 60 cm. Banjir juga melanda Dusun Dukusiah, Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji.

“Ada 41 KK yang terdampak banjir dengan ketinggian air hingga 40 cm. Banjir luapan juga menggenangi jalan hingga ketinggian 70 sampai 100 cm,” ujarnya. 

Widodo mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyedotan air di sejumlah rumah warga yang tergenang air.

“Air sudah mulai surut di beberapa titik. Warga mulai membersihkan rumahnya,” ujarnya. (*/red)

Ini Modus Pasutri di Jember yang Bobol Bank Rp 750 Juta

By On Sabtu, Januari 18, 2025


JEMBER, KabarViral79.Com – Pasangan suami istri (Pasutri) di Jember, Jawa Timur (Jatim), membobol salah satu bank pelat merah bermodal dokumen palsu. Mereka mencairkan pinjaman Rp 750 juta dari bank di Kecamatan Balung, Jember, kemudian berupaya lepas tanggung jawab dengan cara sang istri melapor bahwa suaminya telah meninggal. Padahal suaminya masih hidup.

Pelaku pembobolan bank itu adalah Rakhmad Habibi (41) dan istrinya Indah Suryaningsih (38), warga Kecamatan Sumbersari, Jember.

Keduanya berhasil mencairkan pinjaman pada Maret 2024 dengan dokumen palsu.

Selanjutnya, demi melepaskan tanggung jawab untuk membayar cicilan dari pinjaman itu, sang istri melapor kepada bank bahwa suaminya telah meninggal pada November 2024.

“Sebelum berakhirnya masa kontrak, yang bersangkutan melapor ke bank bahwa kreditur telah meninggal pada November 2024,” kata Kapolres Jember, AKBP Bayu Pratama Gubunagi kepada wartawan, Jumat, 17 Januari 2025.

Agar dipercaya, Indah menyertakan foto pemakaman dan batu nisan bertulisan nama suaminya. Tujuannya, agar tanggung jawab membayar angsuran Rp 750 juta bisa hilang.

“Kerugian Bank Jatim sebesar Rp 750 juta rupiah,” ujarnya.

Namun, tindakan ini memicu kecurigaan Bank Jatim terhadap pelaku. Notaris dari pihak perbankan pun melaporkan tindakan pelaku kepada kepolisian.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan pasutri pelaku pembobolan bank dengan modal dokumen palsu itu.

“Tersangka diduga melakukan pemalsuan sertifikat. Ada yang sedang kami kembangkan,” kata Bayu.

Kini pasutri itu terancam jeratan tiga pasal. Pertama, Pasal 264, 266, 267 KUHP, kemudian UU Kependudukan, serta UU Data Pribadi dengan ancaman paling lama enam tahun penjara. (*/red)

Jember Belum Bisa Gelar Program Makan Bergizi Gratis karena Dapur Belum Siap

By On Selasa, Januari 07, 2025

Dandim 0824 Jember, Letkol Arm Indra Andriansyah. 

JEMBER, KabarViral79.Com – Program makanan bergizi gratis yang dijadwalkan dimulai secara serentak hari ini, di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), masih belum siap digelar. Pasalnya, ketersediaan dapur untuk menyiapkan makanan bergizi tersebut masih dalam tahap persiapan.

Demikian seperti dikatakan Dandim 0824 Jember, Letkol Arm Indra Andriansyah kepada wartawan di Alun-alun Jember, Senin, 06 Januari 2025.

“Untuk Jember sendiri, dari kepala dapurnya belum siap untuk dioperasionalkan,” kata Indra.

Menurut Indra, pihaknya tidak akan memaksakan pelaksanaan program makanan bergizi gratis sebelum semua persiapan matang.

Saat ini, kata dia, di Jember hanya terdapat satu dapur sehat yang baru berdiri di Koramil Patrang, yang direncanakan akan mulai beroperasi pada 13 Januari 2025.

“Kita belum seluruh kecamatan, baru satu percontohan,” ujarnya.

Dapur sehat tersebut, kata dia, hanya mampu memproduksi makanan bergizi gratis untuk 3.000 pelajar. Sementara itu, Jember membutuhkan 157 dapur sehat untuk memenuhi kebutuhan seluruh pelajar yang ada.

“Disesuaikan dengan jumlah siswa yang ada di Kecamatan masing-masing, seperti Kecamatan Jelbuk yang memiliki 5.300 siswa, sehingga dibutuhkan dua dapur sehat,” kata Indra.

Kecamatan Patrang membutuhkan 12 dapur sehat. Makanan bergizi ini akan dikirim ke penerima di setiap sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA, dengan nilai satu porsi sebesar Rp 10 ribu.

Indra juga mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 50 personel untuk satu dapur sehat, terdiri dari kepala, ahli gizi, akuntan, tenaga penyiapan bahan makanan, tenaga masak, packing, pendistribusian, pencucian alat makan, dan lainnya.

Indra mengimbau warga untuk berhati-hati jika ada yang menawarkan kerja sama dalam penyediaan makanan bergizi gratis, mengingat beberapa warga telah menjadi korban penipuan.

“Karena dari Badan Gizi Nasional (BGN) sudah bekerja sama dengan TNI AD, dalam hal ini Kodim untuk mengkoordinir kegiatan makan bergizi ini,” pungkasnya. (*/red)