-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Dampingi Menko AHY Tinjau Underpass Bitung, Gubernur Andra Soni Harap Dapat Urai Kemacetan

By On Jumat, November 06, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni mendampingi Menko AHY meninjau progres pembangunan Underpass Bitung di Kabupaten Tangerang, Jumat, 06 November 2026. 

TANGERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau progres pembangunan Underpass Bitung di Kabupaten Tangerang, Jumat, 06 November 2026. 

Proyek strategis yang ditargetkan beroperasi pada Februari 2027 ini diharapkan mampu menjadi solusi atas masalah kemacetan di wilayah tersebut. 

​Proyek lintas bawah sepanjang 350 meter ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan dukungan anggaran sebesar Rp 87,31 miliar. 

​Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan, progres pembangunan saat ini telah mencapai 70,7 persen dan berjalan sesuai dengan tenggat waktu yang direncanakan. 

Ia berharap kualitas dan standar keselamatan konstruksi tetap menjadi prioritas utama. 

​"Insya Allah akan terus dikejar hingga tahun depan, dan pada Februari (2027) akan ada serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO)," ujar AHY. 

​Ia menambahkan, lokasi pembangunan ini sangat strategis karena menjadi titik utama yang selama ini menghambat arus kendaraan dari arah Kota Tangerang maupun Kabupaten Serang. 

​"Ini penting sekali. Sudah terlalu lama masyarakat yang melewati jalur ini terdampak kemacetan. Konektivitas merupakan urat nadi dari pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," tegasnya. 

​Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni memproyeksikan kehadiran Underpass Bitung dapat mengurangi kemacetan hingga 50 persen. 

Namun, ia menekankan bahwa penanganan infrastruktur di kawasan tersebut tetap memerlukan langkah lanjutan agar arus lalu lintas benar-benar lancar. 

​Kawasan Bitung, kata Andra Soni, merupakan urat nadi penghubung berbagai wilayah, baik menuju Serang, Jakarta, maupun kawasan utara Tangerang. 

​“Dampaknya nanti bisa mengurai kemacetan hingga separuh dari kondisi saat ini. Artinya, masih ada beberapa hal lagi yang harus dikerjakan secara berkelanjutan supaya lalu lintas bisa lancar," jelasnya. 

Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat dan Pemkab Tangerang. 

Andra Soni berharap, kolaborasi lintas pemerintahan ini dapat terus diperkuat guna meningkatkan konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di Banten. (Welfendry)

Gubernur Andra Soni Dampingi Menko AHY Tinjau Kali Perancis, Bahas Mitigasi Banjir

By On Jumat, November 06, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat mendampingi Menko IPK, AHY meninjau Kali Perancis, di Kota Tangerang, Jumat, 06 November 2026. 

TANGERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni menilai, upaya mitigasi banjir perlu dilakukan secara terintegrasi melalui kolaborasi lintas pemerintahan. 

Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau Kali Perancis, di Kota Tangerang, Jumat, 06 November 2026. 

​Peninjauan tersebut merupakan bagian dari pengawasan persiapan mitigasi banjir, khususnya di jalur akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang kerap dilanda banjir setiap musim hujan. 

Gubernur Andra Soni mengatakan, penanganan banjir di kawasan tersebut tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterpaduan program dan koordinasi antar pemerintah daerah. 


​“Ini dalam rangka mengantisipasi kejadian berulang setiap tahun terkait banjir di sekitar jalan tol menuju bandara. Oleh karena itu, Pak Menteri berkesempatan untuk meninjau secara langsung hal-hal yang sudah dan akan dikerjakan,” ujar Andra Soni. 

Menurutnya, mitigasi banjir membutuhkan kolaborasi semua pihak secara terintegrasi agar program penanganan dapat memberikan hasil yang optimal. 

​“Harapannya, semua yang kita kerjakan ini terintegrasi sehingga hasilnya adalah pengurangan banjir atau tidak terjadinya banjir di kemudian hari di wilayah bandara,” ujarnya. 

Andra Soni juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Banten. 

Rapat tersebut dilakukan sebagai langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. 

​“Dalam waktu dekat, kita akan melaksanakan rapat koordinasi seluruh kabupaten/kota dalam rangka mengantisipasi musim hujan,” tegasnya. 

​“Ini perlu dilakukan karena kita sudah lama berada di masa kemarau. Oleh sebab itu, potensi-potensi kebencanaan yang disampaikan oleh BMKG, salah satunya banjir dan longsor, harus kita antisipasi dan mitigasi,” imbuhnya. 

​Sementara itu, Menko IPK, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, upaya penanganan banjir di Kali Perancis dan anak sungainya menjadi prioritas. 

Hal ini bertujuan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

​"Masalah banjir ini kerap terjadi, terutama yang sangat diwaspadai pada bulan Januari dan Februari," ujar AHY. 

Menurutnya, Kali Perancis di Kota Tangerang bersinggungan langsung dengan sejumlah daerah, yakni Kabupaten Tangerang dan Jakarta. 

"Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi dan daerah sangat penting agar penanganan banjir dapat berjalan maksimal," pungkasnya. (Welfendry)

Salurkan Bansos di Tangerang, Gubernur Andra Soni Kampanyekan Sekolah Gratis

By On Selasa, November 03, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat menyalurkan Bansos Keluarga Provinsi Banten Tahun 2026 kepada warga Kabupaten Tangerang, di Gedung Serbaguna Kecamatan Rajeg, Senin, 02 November 2026. 

TANGERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni menyalurkan Bantuan Jaminan Sosial (Bansos) Keluarga Provinsi Banten Tahun 2026 kepada warga Kabupaten Tangerang, di Gedung Serbaguna Kecamatan Rajeg, Senin, 02 November 2026. 

Penyaluran bantuan perlindungan sosial ini merujuk pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). 

​“Tahun ini kami baru menganggarkan untuk 16 ribu lebih warga Banten. Semoga tahun depan bisa dimaksimalkan,” ujar Andra Soni. 

Menurut Andra Soni, bantuan perlindungan sosial ini merupakan penyaluran tahap pertama dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. 

Prosesnya didampingi langsung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang guna memastikan penyaluran berjalan sesuai perencanaan. 

​“Kami pastikan juga tidak ada satu rupiah pun pungutan (potongan) terhadap bantuan sosial ini,” tegasnya. 

Andra Soni berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Program ini turut disinergikan dengan bantuan serupa yang disediakan oleh pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat. 

Gubermur Andra Soni juga memaparkan program pendidikan gratis bagi SMA, SMK, dan sekolah khusus (SKh) swasta di Provinsi Banten. 

Mengingat pendidikan tingkat SD dan SMP di Kabupaten Tangerang telah digratiskan, ia menegaskan tidak boleh ada lagi masyarakat Banten yang putus sekolah. 

​"Tidak ada alasan anak-anak Banten putus sekolah. Kalau ada yang putus sekolah, laporkan ke kepala desa. Saya meyakini, pendidikan dapat memutus rantai kemiskinan,” ujarnya. 

​Sementara itu, Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid mewakili warganya menyampaikan terima kasih atas perhatian dari Pemprov Banten. 

Selain bantuan infrastruktur jalan, sebanyak 2.200 warga kurang mampu di wilayahnya menerima manfaat dari bansos tersebut. 

​“Pemkab Tangerang juga turut menyalurkan bantuan sosial untuk 4.000 warga. Bapak dan Ibu harus selalu menjaga kesehatan dan bahagia,” kata Maesyal. 

​Dalam laporannya, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Lukman menyebutkan bahwa Pemprov Banten menyalurkan lima jenis bantuan sosial. 

Kelimanya meliputi bantuan jaminan sosial keluarga, bantuan usaha ekonomi produktif, bantuan sosial disabilitas, bantuan sosial anak telantar, serta bantuan sosial lansia. 

​“Mudah-mudahan apa yang menjadi program Pemprov Banten terlaksana dengan baik dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya. 

​Sebagai informasi, pada 2026 Pemprov Banten telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8,15 miliar untuk 16.311 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di delapan kabupaten/kota. 

Masing-masing keluarga memperoleh bantuan uang tunai senilai Rp 500 ribu. (Welfendry)

Apresiasi Karya Kreatif Banten, Gubernur Andra Soni Targetkan UMKM dan Wastra Lokal Bersaing di Kancah Global

By On Minggu, Oktober 11, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat menghadiri peragaan busana (fashion show) Karya Kreatif Banten, di Bintaro Jaya Xchange Mall, Kota Tangerang Selatan, Sabtu, 10 Oktober 2026. 

TANGERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni menyatakan bahwa gelaran Karya Kreatif Banten secara efektif mampu mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Banten untuk naik kelas. 

Kegiatan ini dinilai sukses mengkurasi produk UMKM agar mampu bersaing dan tampil di panggung provinsi, nasional, bahkan internasional. 

​“Kami mengapresiasi kegiatan Karya Kreatif Banten yang alhamdulillah rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten. Ini adalah salah satu upaya mengkurasi UMKM kita agar bisa tampil di ajang bergengsi seperti ini,” kata Gubernur Andra Soni usai menyaksikan peragaan busana (fashion show) Karya Kreatif Banten di Bintaro Jaya Xchange Mall, Kota Tangerang Selatan, Sabtu, 10 Oktober 2026. 

​Menurut Gubernurnya, ragam karya desain yang dipamerkan sangat menarik, terutama inovasi wastra tenun Baduy yang dikembangkan oleh para pelaku usaha. 

“Niat baik dari acara ini adalah bagaimana UMKM kita bisa naik kelas sekaligus mendukung pariwisata daerah, dengan menjadikan tenun Baduy sebagai ikon,” ujarnya. 

​Hal senada disampaikan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni. 

Ia turut mengapresiasi perhelatan tersebut sebagai wadah unjuk gigi bagi talenta lokal. 

​“Saya ikut serta dalam rangka memperkenalkan karya para desainer muda Banten. Banyak desainer muda kita yang kini turut menjadi aset daerah,” ujar Tinawati. 

​Ia menegaskan, tenun Baduy merupakan salah satu kekayaan Provinsi Banten yang harus terus dilestarikan dan diperkenalkan. 

Ia berharap wastra khas ini semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. 

"Tadi banyak juga karya adibusana yang potensial untuk kita bawa ke mancanegara,” katanya. 

​Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Sofwan Kurnia mengatakan, kegiatan Karya Kreatif Banten rutin diselenggarakan dari tahun ke tahun melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. 

Fokus utamanya, kata dia, mendorong wastra Banten yang memiliki kekhasan etnik, seperti tenun Baduy, agar semakin menembus pasar global. 

​“Tenun Baduy kini digandrungi oleh para eksekutif muda maupun senior karena tampilannya yang keren. Siapa pun bisa mengenakan wastra Banten, terutama tenun Baduy,” tutur Sofwan. 

Diketahui, peragaan busana dalam gelaran tersebut menampilkan beragam karya desain pakaian, tas, topi, dan aksesori berbahan dasar tenun Baduy, teknik cetak ramah lingkungan (ecoprint), batik, hingga rajut. 

Di lokasi yang sama, dipamerkan pula berbagai produk unggulan UMKM Provinsi Banten lainnya, mulai dari jajanan pasar, produk herbal, kopi, hingga kerajinan khas daerah. (Welfendry)

Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis di Banten Tertinggi Kedua

By On Senin, Oktober 05, 2026

Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, saat melakukan kunjungan kerja ke RSUP Sitanala, Kota Tangerang, Senin, 05 Oktober 2026. 

TANGERANG, KabarViral79.Com - Capaian pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Banten tercatat sebagai yang tertinggi kedua di tingkat nasional. 

Tingginya angka partisipasi masyarakat ini menempatkan Banten sebagai rujukan penyelenggaraan cek kesehatan di Indonesia. 

​Prestasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Filep Wamafma, saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sitanala, Kota Tangerang, Senin, 05 Oktober 2026. 

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka Inventarisasi Materi Pengawasan Atas Pelaksanaan Program CKG. 

​Turut hadir dalam acara tersebut, jajaran anggota Komite III DPD RI, Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Banten Abdi Sumaithi, Wali Kota Tangerang Sachrudin, serta para Kepala Puskesmas se-Kota Tangerang. 

​"Pelaksanaan CKG di Banten menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia," ujar Filep. 

​Filep menjelaskan, kunjungannya ke Tangerang bertujuan untuk menginventarisasi pelaksanaan Program CKG. 

Pihaknya perlu memahami secara langsung strategi penerapan program tersebut, sehingga manfaatnya dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat. 

​Menurutnya, hasil inventarisasi ini akan menjadi bahan evaluasi sekaligus rekomendasi Komite III DPD RI kepada pemerintah pusat. 

Proses dan strategi pelaksanaan di Banten diharapkan dapat diduplikasi oleh daerah lain. 

​Pada kesempatan yang sama, Direktur Fasilitasi dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Roy Himawan, turut mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. 

Ia berharap program ini semakin masif menjangkau seluruh lapisan masyarakat di wilayah Tanah Jawara. 

​Menurut Roy, langkah pengecekan kesehatan ini akan memberikan data valid mengenai tingkat kesehatan masyarakat Indonesia. 

"Gambaran ini berguna untuk menentukan kebijakan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," katanya. 

​Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Ahmad Dimyati Natakusumah mengungkapkan bahwa Program CKG di wilayahnya telah menjangkau lebih dari tujuh juta jiwa. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata nasional yang baru menyentuh 42 persen. 

​"Bahkan (pesertanya) hampir mencapai delapan juta orang. Di Banten, capaiannya sudah lebih dari 70 persen," pungkas Dimyati. 

​Meski partisipasi masyarakat sudah tergolong mayoritas, Pemprov Banten berkomitmen untuk terus mendongkrak capaian CKG melalui pemerataan pelayanan kesehatan. 

Sebagai contoh, di wilayah Banten bagian utara akan terus dilakukan pemutakhiran teknologi kesehatan, sedangkan wilayah selatan difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana. 

​"Sehingga, seluruh masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal," tutur Wagub Dimyati. 

​Mendukung upaya tersebut, Walikota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa CKG merupakan wujud pencegahan dan promosi kesehatan. 

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus berinovasi untuk meningkatkan jangkauan program. 

​"Pemkot Tangerang melakukan sistem jemput bola dalam pelaksanaan CKG. Kami mendatangi sekolah-sekolah, perusahaan, komunitas, hingga turun langsung ke tempat tinggal masyarakat," tegas Sachrudin. 

​Melengkapi capaian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menyebutkan bahwa Banten hanya berselisih sangat tipis dari peringkat pertama nasional, yakni Provinsi Gorontalo. 

​"Peringkat teratas capaian Program CKG di Indonesia adalah Provinsi Gorontalo. Selisih capaian kita sekitar 0,7 persen saja," jelas Ati. 

Dengan selisih yang begitu kecil, Dinkes Banten terus termotivasi untuk mendorong masyarakat melakukan cek kesehatan dengan menerjunkan petugas secara langsung ke lapangan. (*/red)

Peduli Kesehatan Anak, PT Mayora Indah Plant Jayanti 2 Gelar Khitanan Massal

By On Kamis, Oktober 01, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Kepedulian terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). PT Mayora Indah Tbk Plant Jayanti 2 menggelar khitanan massal sebagai bagian dari kontribusi sosial perusahaan bagi masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan. 

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Sejumlah 40 peserta khitanan bersama pihak perusahaan dan unsur pendukung kegiatan tampak mengikuti rangkaian acara serta mengabadikan momentum bersama di kantor Desa Sumur Bandung, Kamis, 01 Oktober 2026. 

Lulut Prabowo  Perwakilan dari Manajemen PT Mayora Indah Tbk Plant Jayanti 2 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin CSR perusahaan di bidang kesehatan. 

"Kami ingin hadir dan memberi semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, kegiatan khitanan massal ini menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan program CSR perusahaan. Kehadiran program tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perusahaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan bisnis dan produksi, tetapi juga memiliki ruang untuk memberikan manfaat sosial kepada masyarakat," ujar Lulut. 

Di tempat yang sama, drg Retno Windanarti pihaknya dari RS Hermina Bitung sangat senang bisa berkolaborasi dengan PT Mayora Indah Tbk Plant Jayanti 2 dan Desa Sumur Bandung. Khitanan massal ini adalah bagian dari pengabdian kami untuk kesehatan anak. 

"Kami menurunkan tim medis berpengalaman, dokter dan perawat, dengan alat-alat steril dan standar rumah sakit, sehingga orang tua tidak perlu khawatir. Kami berharap 40 anak yang hari ini dikhitan bisa cepat pulih dan sehat," ujar drg. Retno Windanarti. 

Program CSR semacam ini menjadi penting di tengah keberadaan industri yang berdampingan langsung dengan masyarakat. 

Hubungan yang baik antara perusahaan dan lingkungan sosial di sekitarnya tidak hanya dibangun melalui aktivitas ekonomi, tetapi juga melalui kepedulian dan kontribusi terhadap kebutuhan masyarakat. 

"Melalui kegiatan khitanan massal tersebut, PT Mayora Indah Tbk Plant Jayanti 2 diharapkan dapat terus memperluas program sosial yang menyentuh langsung masyarakat serta menjadikan CSR sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar", ungkapnya. 

Kegiatan sosial bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bagian penting dari bagaimana kehadiran sebuah perusahaan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Eka Bulbul)

Polresta Tangerang Pastikan Situasi Aman, Persoalan di Rajeg Diselesaikan dengan Dialog

By On Minggu, September 20, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Aparat Polresta Tangerang bergerak cepat mengamankan situasi setelah terjadi perbedaan pendapat antara sejumlah warga dan jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Minggu, 20 September 2026. 

Setelah menerima informasi mengenai adanya perbedaan pendapat tersebut, personel Polresta Tangerang segera mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah terjadinya gesekan. 

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, kehadiran personel kepolisian merupakan langkah preventif untuk memastikan situasi tetap aman dan tidak berkembang menjadi konflik. 

"Kami hadir untuk mengamankan situasi dan memastikan tidak terjadi hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas," kata Indra Waspada. 

Dia menegaskan, personel kepolisian mengedepankan langkah persuasif dan mendorong agar persoalan yang ada diselesaikan melalui dialog. 

Setelah situasi berhasil diamankan, kemudian dilaksanakan musyawarah di kediaman salah seorang tokoh masyarakat Desa Mekarsari. 

Musyawarah tersebut dihadiri Camat Rajeg Oman Apriaman, Ketua FKDM Rajeg Suparji Rustam beserta anggota, ketua lingkungan setempat, sejumlah tokoh agama, serta perwakilan pihak GKPI. 

Dalam musyawarah tersebut disepakati sejumlah langkah sementara untuk menjaga situasi tetap kondusif. 

Persoalan tersebut selanjutnya akan dibahas melalui mediasi tingkat Kecamatan Rajeg. 

Sementara menunggu proses mediasi, berdasarkan hasil musyawarah, lokasi kegiatan ibadah untuk sementara tidak digunakan dan dalam kondisi terkunci. 

Warga juga diminta tidak berkumpul di sekitar lokasi guna mencegah munculnya provokasi maupun potensi gesekan. 

Indra Waspada kembali menegaskan, kepolisian mengedepankan langkah persuasif dan mengajak seluruh pihak menjaga ketenangan selama proses penyelesaian berlangsung. 

Dia juga menegaskan, negara menjamin hak setiap warga negara untuk beribadah sesuai keyakinan. 

Dia pun mengimbau semua pihak untuk menahan diri, tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keributan, serta menghormati proses mediasi yang akan dilakukan di tingkat kecamatan. 

"Yang paling utama adalah menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat," katanya. 

Indra Waspada juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas, termasuk video maupun potongan informasi mengenai kejadian yang beredar di media sosial. 

"Apabila ada informasi yang beredar, kami berharap masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan," ujarnya. 

Setelah musyawarah selesai, masing-masing pihak meninggalkan lokasi untuk mencegah kerumunan dan menjaga situasi tetap aman. 

Indra Waspada juga memastikan, situasi dalam keadaan aman dan kondusif. 

Indra Waspada memastikan, pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pihak terkait lainnya guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (Reno)