-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

HRD Minta Kementerian PU Prioritaskan Perbaikan Irigasi Jambo Aye Aceh Pasca Banjir

By On Minggu, Januari 04, 2026

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD) bersama Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, didampingi Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, saat meninjau Irigasi Jambo Aye.

ACEH UTARA, KabarViral79.Com Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), H. Ruslan M. Daud (HRD) meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan pemulihan dan perbaikan Irigasi Jambo Aye yang rusak akibat banjir dan longsor pada akhir November 2025 lalu. 

Langkah tersebut dinilai strategis untuk membangkitkan kembali sektor pertanian di Kabupaten Aceh Utara dan sekitarnya.

Permintaan itu disampaikan HRD saat kunjungan lapangan bersama Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, yang turut didampingi Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, pada Sabtu, 03 Januari 2026.

HRD menegaskan, Daerah Irigasi Jambo Aye merupakan urat nadi perekonomian masyarakat karena menjadi sumber pengairan utama bagi lahan pertanian di Aceh Utara hingga sebagian wilayah Aceh Timur.

Berdasarkan data Kementerian PU, irigasi tersebut mengairi lahan pertanian seluas 19.473 hektare di sisi kiri dan 3.028 hektare di sisi kanan sungai, yang mencakup dua kabupaten.

Menurut HRD, kerusakan irigasi yang tidak segera ditangani akan berdampak serius terhadap aktivitas pertanian. Petani terancam gagal tanam akibat terganggunya pasokan air, yang pada akhirnya berpotensi menurunkan pendapatan masyarakat dan memicu persoalan sosial.

“Jika petani tidak bisa bercocok tanam karena sawah tidak dialiri air, dampaknya bukan hanya pada ekonomi, tetapi juga sosial. Kondisi ini bisa meningkatkan angka kemiskinan dan kerawanan sosial,” ujar HRD.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menyampaikan bahwa proses pemulihan Irigasi Jambo Aye telah dimulai.

Saat ini, kata dia, Kementerian PU melakukan normalisasi sungai serta pembersihan material kayu yang menyumbat bendung akibat banjir.

“Selanjutnya akan dilakukan perbaikan tiga bangunan sadap, pembangunan pintu air baru untuk pengaturan aliran yang lebih optimal, serta penguatan tebing sungai guna mencegah banjir di masa mendatang,” kata Dody.

HRD berharap, langkah cepat Kementerian PU tersebut dapat segera memulihkan fungsi irigasi, memastikan ketersediaan air bagi petani, serta mengembalikan sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat Aceh Utara dan wilayah sekitarnya. (Joniful Bahri)

HRD Desak Menteri PU Bangun Huntara untuk Pengungsi Bencana di Aceh Utara

By On Kamis, Januari 01, 2026

HRD berbincang serius dengan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo pada saat kunjungan ke Langkahan, Aceh Utara, Kamis, 01 Januari 2026. 

ACEH UTARA, KabarViral79.Com - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H. Ruslan M. Daud (HRD) mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera membangun hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Desakan tersebut disampaikan HRD saat meninjau langsung lokasi bencana bersama Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo, dan Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil (Ayahwa), Kamis, 01 Januari 2026.

HRD menegaskan, hingga lebih dari satu bulan pasca bencana, sebagian warga masih hidup dalam kondisi yang tidak layak.

Menurutnya, penanganan pasca bencana tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi harus berlanjut pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama tempat tinggal sementara yang manusiawi.

“Pembangunan Huntara ini sangat mendesak. Kalau menunggu hunian permanen, waktunya akan lama, sementara masyarakat membutuhkan tempat tinggal yang layak untuk melanjutkan kehidupan sehari-hari,” kata HRD.

Ia menjelaskan, Huntara sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman, memiliki akses air bersih melalui sumur bor, sanitasi yang memadai, serta tempat istirahat yang aman dan sehat.

Menurut HRD, keberadaan Huntara juga berperan penting dalam pemulihan sosial dan psikologis warga terdampak bencana. Dengan fasilitas dasar yang terpenuhi, masyarakat diharapkan dapat kembali beraktivitas secara normal sembari menunggu pembangunan rumah permanen.

Selain itu, HRD mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara untuk segera menyiapkan data warga terdampak secara akurat serta menyediakan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan huntara.

Ia menilai, kesiapan data dan lahan menjadi kunci percepatan realisasi program tersebut.

“Saya berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat. Namun yang paling penting saat ini adalah memastikan masyarakat bisa hidup layak terlebih dahulu,” tegasnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti usulan pembangunan Huntara di Langkahan.

Ia menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kesiapan lahan dan pendataan calon penghuni.

“Menindaklanjuti apa yang disampaikan Pak Ruslan, Insya Allah saya akan segera mengarahkan BUMN yang ditunjuk untuk memulai pembangunan Huntara yang layak sesegera mungkin. Namun yang terpenting adalah kesiapan lahan dan data kebutuhan yang akurat,” ujar Dody. (Joniful Bahri)

Pengabdian kepada Masyarakat, Mahasiswa KKN Unimal Kelompok 414 Lakukan Pengecekan Suhu Tubuh dan Bagikan Masker

By On Selasa, Oktober 27, 2020


ACEH UTARA, KabarViral79.Com  - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 414 Angkatan XXVII Universitas Malikussaleh (Unimal) Tahun 2020 berpartisipasi dalam pencegahan penularan virus Covid–19 di Desa Rayeuk Meunye, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, sebagai bentuk mewujudkan Tridarma yang ke-3, yaitu pengabdian kepada masyarakat, Selasa, 27 Oktober 2020.

Upaya yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut salah satunya adalah dengan melalukan pengecekan suhu tubuh dan membagikan masker gratis kepada masyarakat setempat dilakukan dari jam 10 sampai jam 11 siang. 

Hal ini juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan Protokol Kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Muktaruddin yang merupakan mahasiswa dari Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur sebagai Ketua Kelompok menjelaskan, KKN pencegahan Covid-19 itu dilaksanakan selama satu bulan dari tanggal 20 Oktober sampai 20 November 2020, bersama rekan-rakan kelompok beranggota tujuh orang mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Fisip yakni M. Ikbal (Prodi Ilmu Komunikasi), Dani Maulana (Prodi Arsitektur), Nurjannah (Prodi Administrasi Publik), Vivi Asrinisa (Prodi Arsitektur), Tazki Raturrahmi (Prodi Administrasi Publik), Maria Ulfah (Prodi Arsitektur). 

“Selama pelaksanaan KKN kegiatan difokuskan pada masalah wabah Covid-19. Kami sudah melaksanakan pencegahan Covid-19 di desa ini selama satu bulan, dan ini juga kami lakukan bersama rekan-rekan kelompok yang beranggotakan tujuh orang dari berbagai jurusan. Kami berharap, apa yang kami lakukan kali ini dapat bermanfaat bagi Desa Rayeuk Meunye khususnya, umumnya bagi negeri kita tercinta ini,” ujarnya.

Yusmayadi selaku Kepala Desa di kampung tersebut juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan mahasiswa KKN serta mengimbau kepada masyarakat agar memakai masker saat sedang beraktivitas di luar rumah demi memutuskan rantai penularan virus Covid-19.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Zulpikar, S.P., M.SI juga mengingatkan untuk tetap terus menjaga kesehatan diri sendiri, keluarga dan orang di sekelilingnya. Karena mengingat meskipun dalam keadaan pandemi Covid-19, banyak warga yang harus melakukan aktifitas di luar rumah, seperti harus mencari rejeki untuk menafkahi keluarganya.

Ia juga berharap, dengan adanya kegiatan pembagikan masker ini dapat membantu masyarakat untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

“Saya berharap ini dapat membantu, karena memang walaupun dalam keadaan yang seperti ini (pandemi Covid-19-red) kegiatan masyarakat dalam mencari rejeki harus tetap berjalan,” tukasnya. (Muktaruddin/red)