-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Memerdekakan Jalan dari Penjajahan Sunyi

By On Minggu, Agustus 17, 2025

Spanduk larangan parkir mobil di jalanan Kampung Bulak Macan RW 022, Harapan Jaya, Bekasi Utara. 

Oleh: Edy Suhardono 

SETIAP pagi, di banyak pemukiman kelas menengah di kota-kota besar, sebuah tarian canggung dipertontonkan. Mobil hendak keluar dari gerbang rumahnya, tapi lajunya terhenti. Dari arah berlawanan, mobil lain hendak masuk. Keduanya tak bisa bergerak.

Penyebabnya adalah "mobil-mobil sang raja"—kendaraan yang berjejer angkuh di kedua sisi jalan, mereduksi lebar jalan yang seharusnya bisa dilalui dua lajur menjadi lorong sempit untuk satu kendaraan saja.

Ada klakson pelan yang dibunyikan sebagai kode, ada lambaian tangan yang menyiratkan "silakan duluan", ada pula helaan napas panjang dari pengemudi yang merasa paginya sudah terganggu.

Pemandangan ini begitu jamak sehingga kita cenderung memakluminya sebagai kewajaran urban, ketidaknyamanan kecil yang harus diterima.

Namun, jika kita berhenti sejenak dan merefleksikannya, kita akan sadar bahwa ini bukanlah sekadar gangguan minor.

Ini adalah gejala dari penyakit sosial yang lebih dalam: sebuah krisis etos, pemahaman yang terdistorsi tentang hak, dan pengkhianatan terhadap makna kemerdekaan itu sendiri.

Premis dasarnya sederhana, tapi menusuk: fenomena mobil tanpa garasi yang memakan badan jalan bukanlah masalah ketiadaan lahan, melainkan krisis tanggung jawab.

Ini adalah manifestasi fisik dari egoisme ruang yang tumbuh subur di tengah masyarakat yang merayakan kebebasan individual tanpa menginternalisasi kewajiban komunal.

Ketika setiap meter persegi aspal publik dianggap sebagai lahan parkir pribadi yang gratis, kita tidak sedang menyaksikan solusi kreatif atas keterbatasan lahan, melainkan erosi nilai-nilai fundamental yang menopang kota yang beradab.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pertumbuhan kepemilikan kendaraan yang masif pasca-pandemi, indikator kemajuan ekonomi. Namun, kemajuan ini menjadi ironis ketika tidak diimbangi dengan kemajuan cara berpikir.

Badan PBB untuk pemukiman, UN-Habitat, dalam laporannya seringkali menekankan bahwa kualitas hidup di perkotaan sangat bergantung pada kualitas ruang publik yang dapat diakses secara adil (INRIX. (2022).

Ketika jalanan yang seharusnya menjadi arteri kehidupan kota justru tersumbat oleh properti pribadi yang "diparkir", kita secara kolektif sedang menurunkan kualitas hidup kita sendiri.

Masalahnya kini bukan lagi "di mana harus parkir?", melainkan "sudah benarkah pemahaman kita tentang hak dan ruang bersama?".

Merampas Hak dan Keadilan Ruang

Jalanan di depan rumah kita, sejatinya, bukanlah perpanjangan dari properti pribadi kita. Ia adalah ruang publik.

Seperti yang digagas dalam disertasi Muzwar Irawan (2014) berjudul “Makna Ruang Publik Kota (Studi Kasus: Lapangan Karebosi di Kota Makassar)” yang dimuat di jurnal Nalars, 13(1), ruang publik bukanlah sekadar ruang fisik yang kosong, melainkan arena kultural dan politik tempat hak-hak warga bertemu dan bernegosiasi.

Ketika mobil diparkir permanen di badan jalan, pemiliknya secara sepihak telah mengklaim hak yang bukan miliknya.

Ia telah merebut hak pejalan kaki untuk berjalan dengan aman di bahu jalan, hak anak-anak untuk memiliki ruang gerak yang lebih leluasa, hak tetangga untuk mengakses rumahnya tanpa halangan, dan yang terpenting, hak kendaraan darurat seperti ambulans atau pemadam kebakaran untuk lewat dengan cepat.

Ini adalah bentuk pelanggaran terhadap keadilan ruang (spatial justice). Kelas menengah yang kritis terhadap kemacetan di jalan raya seringkali buta terhadap ketidakadilan yang mereka ciptakan sendiri di depan rumah mereka.

Mereka menuntut pemerintah menyediakan infrastruktur yang lebih baik, tetapi gagal menyediakan hal paling mendasar: tidak merampas infrastruktur yang sudah ada untuk kepentingan pribadi.

Kemerdekaan yang kita rayakan setiap tahun bukanlah kemerdekaan untuk mengambil apa yang bukan milik kita. Kemerdekaan sejati justru terletak pada kemampuan untuk menahan diri dan menghormati hak orang lain atas ruang yang kita gunakan bersama.

Membiarkan jalanan bebas dari parkir liar adalah tindakan sederhana yang menegaskan bahwa kita memahami esensi dari hidup berkomunitas. Masalah ini melampaui sekadar isu sosial; ia adalah cerminan dari rendahnya kewarganegaraan ekologis (ecological citizenship).

Konsep ini, seperti yang diwujudkan dalam studi di Kampung Gambiran, Yogyakarta (Haryanto, J. T. (2020) yang ditulis di Jurnal Pemikiran Sosiologi 7(2), mengajarkan bahwa tanggung jawab kita sebagai warga negara tidak berhenti pada sesama manusia, tetapi meluas hingga ke lingkungan tempat kita tinggal.

Mobil yang terparkir di jalan tidak hanya memakan ruang. Ia menghalangi sistem drainase, menyebabkan genangan saat hujan. Ia mempersulit petugas kebersihan untuk menyapu jalan, membiarkan debu dan sampah menumpuk yang pada akhirnya mencemari udara dan tanah.

Deretan mobil yang terpanggang di bawah sinar matahari turut menyumbang pada efek pulau bahang perkotaan (urban heat island), membuat lingkungan sekitar menjadi lebih panas.

Kita mungkin bangga memiliki mobil baru yang mengkilap, tetapi kita seringkali buta terhadap jejak ekologis yang ditinggalkannya, bahkan saat ia diam. Kita menuntut udara bersih, tetapi berkontribusi pada polusi mikro di lingkungan kita sendiri. Kita mengeluhkan banjir, tetapi ikut andil dalam menyumbat saluran air.

Kemerdekaan sejati adalah bebas dari egoisme ruang yang merusak. Ia adalah kesadaran bahwa trotoar, selokan, dan aspal jalan merupakan bagian dari ekosistem urban yang rapuh.

Menjaga fungsi-fungsi ekologis ini adalah bentuk tanggung jawab kewarganegaraan yang paling nyata, langkah kecil untuk memastikan kota kita tetap layak huni bagi generasi mendatang.

Jebakan Prestise Konsumtif Semu

Mengapa fenomena ini begitu meluas? Jawabannya terletak pada perspektif sosial-budaya kita terhadap kepemilikan mobil.

Seperti yang dianalisis oleh Dr. Yannes Martinus Pasaribu, M.Sn (Kompas, 22/7/2022) dari ITB, di Indonesia, mobil seringkali bukan lagi sekadar alat transportasi fungsional, melainkan telah berevolusi menjadi simbol status, penanda kesuksesan, dan validasi sosial.

Dorongan untuk diakui sebagai bagian dari kelas menengah yang "berhasil" seringkali lebih kuat daripada pertimbangan logis tentang kebutuhan dan kapasitas.

Akibatnya, banyak orang memaksakan diri membeli mobil tanpa memikirkan konsekuensi paling mendasar: di mana mobil itu akan "tidur" di malam hari.

Inilah kemerdekaan yang semu, kemerdekaan konsumtif yang menjebak kita dalam perlombaan prestise tanpa akhir. Kita merasa "merdeka" karena mampu membeli mobil, tetapi pada saat yang sama kita memenjarakan diri kita dan tetangga kita dalam ketidaknyamanan dan konflik sosial.

Tulisan ini secara khusus ditujukan kepada kita, kelas menengah penikmat pembangunan, untuk merefleksikan kembali makna sukses. Apakah sukses itu diukur dari apa yang bisa kita pamerkan di pinggir jalan, atau dari kontribusi kita dalam menciptakan lingkungan hidup yang nyaman dan adil?

Kemerdekaan yang sejati bukanlah kebebasan untuk mengonsumsi tanpa batas, melainkan kesadaran untuk memilih secara bertanggung jawab, dengan mempertimbangkan dampak sosial dari setiap pilihan pribadi kita.

Bela Negara dari Tepi Jalan

Dalam konteks urbanisasi yang pesat, makna bela negara pun harus diperluas. Bela negara hari ini bukan hanya tentang mengangkat senjata, tetapi tentang partisipasi aktif warga dalam menjaga stabilitas sosial dan kelestarian lingkungan (Kusumastuti & Khoir, 2019).

Ketika kita membiarkan parkir liar merajalela, kita secara tidak langsung sedang menggerogoti ketertiban sosial. Kita menciptakan potensi konflik antarwarga, menumbuhkan sikap apatis terhadap aturan, dan melemahkan rasa kebersamaan.

Kesadaran berbangsa dan bernegara mendorong kita untuk menjaga harmoni. Menjaga harmoni di tingkat mikro—di gang pemukiman kita—adalah fondasi dari harmoni di tingkat makro.

Dengan memastikan mobil kita memiliki garasi, kita tidak hanya menjadi tetangga yang baik, kita sedang melakukan tindakan bela negara. Kita membela hak publik, menjaga kelestarian lingkungan mikro, dan memperkuat tatanan sosial.

Kemerdekaan untuk menikmati hasil pembangunan harus diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga fondasi negara ini, yang salah satunya adalah keteraturan dan rasa hormat dalam kehidupan bersama.

Pada akhirnya, solusi atas masalah "mobil-mobil sang raja" ini tidak hanya terletak pada penegakan Perda oleh pemerintah. Ia berakar pada pendidikan dan kesadaran.

Sebagaimana studi di Kampung Bekelir yang berhasil mengubah perilaku warga melalui pendidikan kewarganegaraan berbasis komunitas, kita pun perlu mendidik diri kita sendiri.

Kita perlu memulai percakapan di lingkungan RT/RW, saling mengingatkan dengan empati, dan bersama-sama mencari solusi.

Kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan yang aktif, yang mau terlibat dan bertanggung jawab dalam menjaga ruang hidup bersama.

Sudah saatnya kita memerdekakan jalanan kita dari egoisme pribadi, dan mengembalikannya pada fungsinya sebagai milik publik, demi kota yang lebih adil, lestari, dan manusiawi untuk semua.


Penulis adalah Peneliti & Assessor pada IISA Assessment Consultancy & Research Centre


Sumber: Kompas.com

Upacara Detik-detik Proklamasi, Kapolresta Tangerang Bacakan Naskah Pembukaan UUD 1945

By On Minggu, Agustus 17, 2025

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah membacakan Naskah Pembukaan UUD 1945 saat Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Tangerang, di Lapangan Maulana Yudhanegara, Minggu, 17 Agustus 2025. 

TANGERANG, KabarViral79.ComUpacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tingkat Kabupaten Tangerang di Lapangan Maulana Yudhanegara, Minggu, 17 Agustus 2025, berlangsung khidmat.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah didaulat membacakan Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dengan suara yang lugas dan intonasi yang jelas, Indra Waspada apik membacakan Naskah Pembukaan UUD 1945.

Cara membacanya tidak cepat, tapi juga tidak terlampau lambat. Ritmenya justru tepat, membuat peserta Upacara dengan khidmat mendengarkan.

“Upacara Detik-detik Proklamasi kali ini sangat spesial, karena, Alhamdulillah, dipercaya untuk ditugaskan membacakan teks pembukaan UUD 1945,” kata Indra Waspada.

Dalam momen sakral yang dipimpin Bupati Tangerang Maesyal Rasyid itu, Indra Waspada dengan tenang dan lantang membacakan alinea demi alinea teks Pembukaan UUD 1945 yang berisikan cita-cita Nasional, tujuan bernegara, dan acuan moral bagi segenap Bangsa Indonesia.

“Deg-degan pasti ada. Momen yang sakral, dapat tugas membacakan naskah yang juga sakral. Tapi Alhamdulillah berjalan lancar,” ucap Indra Waspada. (Reno)

Jadi Inspektur Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Bupati Ratu Zakiyah Ajak Perangi Korupsi dan Narkoba

By On Minggu, Agustus 17, 2025

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah menjadi Inspektur Upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Serang Tahun 2025, di Alun-alun Kecamatan Kramatwatu, Minggu, 17 Agustus 2025. 

SERANG, KabarViral79.ComBupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah menjadi Inspektur Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tingkat Kabupaten Serang Tahun 2025, di Alun-alun Kecamatan Kramatwatu, Minggu, 17 Agustus 2025. 

Dalam momen perayaan kemerdekaan itu, Bupati Ratu Zakiyah mengajak semua elemen masyarakat untuk memerangi korupsi dan peredaran narkoba khususnya di Kabupaten Serang.

“Hari ini kita semua menyelenggarakan pengibaran bendera merah putih dalam rangka Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-80 tahun,” ujar Bupati Ratu Zakiyah kepada wartawan usai upacara.

Ratu Zakiyah menyampaikan terima kasih kepada petugas Paskibraka Kabupaten Serang yang sudah membersamai  kegiatan pengibaran bendera merah putih. 

“Kemudian juga kami mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda Kabupaten Serang yang hari ini hadir,” ujarnya.

Dalam rangka memaknai Kemerdekaan RI, Bupati Ratu Zakiyah berpesan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk melakukan yang terbaik sebagai pelayanan masyarakat.  

“Kita semua adalah pelayan masyarakat, maka kita harus melayani masyarakat dengan sepenuh hati, profesional dan tentu dengan tanpa pilih-pilih,” tegasnya.

Bupati Ratu Zakiyah juga mengajak para ASN dan semua elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba, korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Sedangkan untuk seluruh masyarakat, para generasi muda, pelajar dan mahasiswa sebagai penerus bangsa maka teruslah untuk giat belajar dan disiplin.

“Karena para kaum muda inilah para penerus generasi bangsa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan. Jika generasi mudanya kuat, Insya Allah kita bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Turut hadir, Wakil Bupati M Najib Hamas beserta istri, Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, Wakil Ketua dan sejumlah Anggota DPRD, para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Serang beserta para Istri, Unsur Forkopimda dan para tamu undangan lainnya. 

Dalam kesempatan itu juga, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah memberikan bingkisan kepada para mantan Napiter.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Serang, Epi Priatna menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, baik Bupati, Wakil Bupati, Pj Sekda dan seluruh Kepala OPD, Forkopimda meliputi TNI, Polri, Kejaksaan, PPI dan jajaran Kesbangpol serta seluruh masyarakat terutama Paskibraka yang sudah melaksanakan tugasnya dengan baik dan berlangsung aman.

“Mudah-mudahan di penurunan juga bisa berlangsung aman dan baik.  Secara prinsip sama, tidak ada yang berbeda yang jelas sesuai dengan tata upacara yang telah ditentukan. Mudah-mudahan kita selalu kompak, NKRI selalu terjaga sehingga masyarakat selalu damai tenang dan tentram,” ujarnya.

“Kita doakan juga pemimpin kita semuanya dalam keadaan baik bisa melaksanakan tugas sesuai tupoksi sehingga tercapai tujuan yang kita impikan bersama,” harap Epi Priatna. (*/red)

Gubernur Andra Soni Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI Tingkat Provinsi Banten

By On Minggu, Agustus 17, 2025

Gubernur Banten, Andra Soni saat meminpin Upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Banten, di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Minggu, 17 Agustus 2025. 

SERANG, KabarViral79.Com Gubernur Banten, Andra Soni memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tingkat Provinsi Banten, di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Minggu, 17 Agustus 2025.

Bertindak sebagai Komandan Upacara, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Riki Tridarma yang saat ini bertugas sebagai Kasat PJR Direktorat Polda Banten.

Pembacaan teks Pancasila oleh Kapolda Banten, Irjen Pol Suyudi Ario Seto, pembacaan pembukaan UUD 1945 oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Siswanto l.

Sedangkan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahmi Hakim.

“Alhamdulillah, upacara berjalan lancar. Di HUT ke-80 Republik Indonesia ini, di bawah kepemimpinan Presiden baru dan pimpinan kepala daerah baru,” ujar Andra Soni usai memimpin upacara.

Menurutnya, sebagai Gubernur Banten dalam memaknai HUT ke-80 RI, salah satunya menjalankan mandat yang diberikan oleh rakyat.

Makna tersebut, kata dia, sesuai tema HUT RI yakni “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”.

“Semangat kita adalah terus mengisi kemerdekaan dengan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh masyarakat, yaitu membangun sesuai tema HUT RI tahun ini,” ujar Andra.

Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga bagikan paket sembako kepada masyarakat yang ikuti upacara. (*/red)

Peringati HUT ke-80 RI, Bupati Maesyal Tekankan Pembangunan dan Pelayanan Publik

By On Minggu, Agustus 17, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan upacara penaikan duplikat bendera pusaka dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Lapangan Aria Yudhanegara, Minggu, 17 Agustus 2025.

Upacara ini dihadiri Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, Polres Kabupaten Tangerang, Polres Metro Tangerang Kota, Polres Tangerang Selatan, Komando Distrik Militer 0510, Kemenag Kabupaten Tangerang, beserta para jajaran.

Hadir pula berbagai unsur masyarakat dan organisasi yang ikut meramaikan peringatan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menekankan bahwa peringatan kemerdekaan ke-80 tahun ini harus menjadi momentum untuk memperkokoh persatuan sekaligus menghormati jasa para pahlawan bangsa.

“Dengan upacara ini kita semua sepakat, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama masyarakat senantiasa mengingat sekaligus menghormati para pejuang, para pahlawan yang telah gugur memerdekakan negara Republik Indonesia,” ujar Bupati Maesyal di lokasi.

Ia menambahkan, kemerdekaan yang telah diraih dengan pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan harus diisi dengan karya nyata. Bukan hanya mengenang, tetapi juga melanjutkan perjuangan mereka melalui pembangunan dan peningkatan pelayanan bagi masyarakat.

“Kita mengabadikan sekaligus melanjutkan perjuangan para almarhum pejuang dan pahlawan dengan mengisi kegiatan pembangunan di Kabupaten Tangerang. Alhamdulillah, Forkopimda bersama masyarakat bahu-membahu, bergandeng tangan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Menurut Bupati Maesyal, pembangunan di Kabupaten Tangerang tidak boleh berhenti pada proyek fisik semata, tetapi juga harus menyentuh aspek kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan, kehadiran pemerintah bersama Forkopimda ditujukan untuk memperkuat pelayanan publik, sekaligus memastikan masyarakat dapat merasakan langsung manfaat pembangunan.

“Harapannya, semua aspek bisa benar-benar meningkat. Kehadiran kami dari Forkopimda tentu untuk memperkuat pelayanan, dan secara bertahap mensejahterakan masyarakat. Karena tujuan hadirnya pemerintah adalah satu, mensejahterakan masyarakat secara bertahap,” tegasnya.

Perayaan HUT ke-80 RI tingkat Kabupaten Tangerang tahun ini juga diwarnai berbagai rangkaian kegiatan.

Selain pengibaran Sang Saka Merah Putih, ada penampilan Paduan Suara Gita Swara Tangerang Gemilang, penyanyi solo, Tari Kreasi Wangsakara yang menambah semarak suasana

“Mari semua komponen yang ada di sini ikut merayakan dan melaksanakan upacara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 tahun 2025,” pungkasnya. (Reno)

Upacara HUT ke-80 RI di Bireuen Tampilkan Prestasi Generasi Muda

By On Minggu, Agustus 17, 2025

Bupati Bireuen, H. Mukhlis bertindak sebagai Inspektur Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kabupaten Bireuen, Aceh, di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Minggu pagi, 17 Agustus 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kabupaten Bireuen, Aceh, berlangsung khidmat sekaligus meriah.

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Minggu pagi, 17 Agustus 2025, dihadiri ribuan peserta dari unsur pejabat, TNI/Polri, pelajar, hingga masyarakat umum.

Bupati Bireuen H. Mukhlis bertindak sebagai Inspektur Upacara, didampingi Wakil Bupati Ir. H. Razuardi, unsur Forkopimda, serta para tamu undangan.

Usai upacara, Bupati menyampaikan apresiasi atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

“Alhamdulillah, mulai dari tadi malam hingga pagi ini semua kegiatan berjalan tertib, lancar, dan sukses. Ini berkat doa kita semua, ditambah cuaca yang sangat mendukung,” ujar Bupati Mukhlis.

Sejumlah perangkat inti turut berperan dalam upacara tersebut. Lettu Inf Aris Adam bertugas sebagai Komandan Upacara, Lettu Inf Jamaluddin sebagai Perwira Upacara, dan Ipda Ridwan memimpin Paskibraka.

Pelaksanaan Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kabupaten Bireuen, Aceh, di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Minggu pagi, 17 Agustus 2025. 

Sementara itu, Ziaul Fahmi dari KNPI membacakan teks UUD 1945 dan doa dipimpin Kepala Kankemenag Bireuen, Dr. H. Zulkifli.

Pasukan Inti Paskibraka diisi oleh pelajar terbaik, di antaranya Salwa Miranda (MAN 3 Bireuen) sebagai pembawa baki, Rafli Pasya Lubis (SMAN 3 Bireuen) sebagai komandan pasukan delapan, dan Rizki (SMAN 1 Bireuen) sebagai pembentang bendera.

Usai pengibaran Sang Saka Merah Putih, lapangan upacara semakin semarak dengan penampilan seni dan atraksi.

Salah satu yang menyita perhatian adalah aksi bela diri Aqila Mirzani Amir, siswi SD Negeri 4 Bireuen sekaligus atlet Tapak Suci Putra Muhammadiyah.

Aqila telah mengoleksi 21 medali sepanjang 2024-2025, terdiri dari 19 emas dan dua gelar pesilat terbaik tingkat daerah dan nasional.

Terbaru, ia meraih dua emas di ajang Internasional Indonesia Student Championship yang diikuti peserta dari 38 Provinsi dan 20 negara.

Selain Atraksi Aqila, acara juga diramaikan Rapai Pulot Geurimpheng asal Kecamatan Kuta Blang, penampilan perkusi Sanggar Meuligoe Jeumpa Percussion Ensemble, serta aksi menggemaskan murid TK Kartika XIV-10 Bireuen yang menutup rangkaian kegiatan.

Upacara HUT ke-80 RI di Bireuen ini tidak hanya menjadi momentum mengenang jasa Pahlawan, tetapi juga wahana menumbuhkan semangat kebangsaan, cinta tanah air, sekaligus kebanggaan terhadap prestasi generasi muda daerah. (Joniful Bahri)

Kajari Bireuen Pimpin Upacara Taptu dan Pawai Obor HUT RI ke-80

By On Minggu, Agustus 17, 2025

Kajari Bireuen, Munawal Hadi, SH, MH bertindak sebagai Inspektur Upacara Penetapan Waktu (Taptu) dan Pawai Obor dalam rangka HUT ke-80 RI, di halaman Pendopo Bupati Bireuen, Sabtu malam, 16 Agustus 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.ComKepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Munawal Hadi, SH, MH bertindak sebagai Inspektur Upacara Penetapan Waktu (Taptu) dan Pawai Obor dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Upacara berlangsung khidmat di halaman Pendopo Bupati Bireuen, Sabtu malam, 16 Agustus 2025.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bireuen, Mukhlis, S.T, Ketua DPRK, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Staf Ahli Bupati, Kepala SKPK, serta undangan lainnya.

Usai pelaksanaan upacara, peserta pawai obor dilepas langsung oleh Bupati Bireuen Mukhlis disaksikan Kajari Bireuen, Forkopimda, dan para pejabat terkait.

Rute pawai dimulai dari halaman Pendopo Bireuen, melintasi sejumlah jalan utama di seputaran Kota Bireuen, lalu kembali ke halaman pendopo dengan jarak tempuh sekitar dua kilometer.

Peserta Pawai Obor saat melintas beberapa ruas jalan dalam rangka HUT ke-80 RI, di Bireuen. 

Kajari Bireuen, Munawal Hadi secara simbolis menyalakan obor Taptu yang kemudian diteruskan kepada peserta upacara. Obor tersebut dibawa oleh pasukan dari unsur TNI, Polri, ASN, dan pelajar.

Dalam keterangannya, Kajari Bireuen menyampaikan, Upacara Taptu dan Pawai Obor merupakan tradisi untuk mengingatkan kembali perjuangan para Pahlawan bangsa.

“Kegiatan ini bertujuan membangkitkan semangat perjuangan bagi seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa mengenang jasa Pahlawan, sekaligus menjadi motivasi untuk terus berjuang demi kemajuan bangsa,” ujar Munawal Hadi.

Untuk diketahui, upacara Taptu merupakan tradisi kemiliteran yang telah dilakukan sejak lama menjelang peringatan Hari Kemerdekaan

Sedangkan Pawai Obor menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian peringatan 17 Agustus, sebagai simbol perjuangan dan pengorbanan para Pahlawan dalam merebut Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). (Joniful Bahri)

Usai Upacara Detik-detik Proklamasi HUT RI ke-80, Ribuan Masyarakat Desa Pasanggrahan Ikuti Karnaval

By On Minggu, Agustus 17, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com Usai mengikuti Upacara Bendera peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia, ribuan warga Desa Pasanggrahan langsung mengikuti Karnaval Kemerdekaan yang digelar Panitia HUT RI ke-80 Pemdes Pasanggrahan, di lapangan sepak bola Taman Kirana Surya, Minggu, 17 Agustus 2025.

Dengan memakai beragam kostum daerah maupun modern, peserta karnaval kemerdekaan berusaha menampilkan penampilannya yang terbaik. Para peserta karnaval kemerdekaan diikuti oleh warga pasanggrahan yang mewakili 14 RW.

Rute Karnaval Kemerdekaan dari Perumahan Taman Kirana Surya menuju Perumahan Batara yang kemudian akan melintasi Jalan Raya Cisoka Adyasa, dan terakhir kembali masuk ke Perumahan Taman Kirana Surya.


Kepala Desa (Kades) Pasanggrahan, Agus Setyantoro mengucapkan terima kasih kepada warga atas partisipasinya dalam karnaval kemerdekaan dan menjaga persatuan dalam memperingati HUT RI ke-80.

“Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh warga desa pasanggrahan dalam partisipasinya mengikuti Karnaval Kemerdekaan, juga telah menunjukan rasa nasionalisme yang tinggi sehingga menunjukan satu kesatuan, sekali lagi terima kasih,” ucapnya.

Dalam penyelenggaraan Karnaval Kemerdekaan, panitia pelaksana HUT RI ke-80 Desa Pasanggrahan menyediakan hiburan serta ratusan doorprize untuk seluruh peserta karnaval. (Reno)

Penurunan Bendera HUT RI ke-80 Lancar dan Sukses, Sekcam Solear H. Raka Adiputra Mengaku Bersyukur

By On Minggu, Agustus 17, 2025



TANGERANG, KabarViral79.Com Sekretaris Camat (Sekcam) Solear, H. Raka Adiputra bertindak selaku Inspektur Upacara pada penurunan bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di halaman kantor Kecamatan Solear, Minggu sore, 17 Agustus 2025.

Sebelumnya di tempat yang sama, Camat Solear, Rizkia Nurul Fajar yang memimpin upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 pada pagi hari.

Pada kesempatan upacara penurunan bendera sebagai Komandan Upacara penurunan bendera peringatan HUT RI ke-80 dipercaya kepada Sertu Irawan anggota Koramil 13/Cisoka Kodim 0510/Tigaraksa jabatan Babinsa Desa Munjul, Kecamatan Solear, Perwira Upacara Bripka Asep Saepudin jabatan Babinsa Desa Cikasungka.

Sedangkan Komandan Paskibra, Adil Fitri SH, Purna Paskibra Tahun 2013. Sementara, pembawa baki pada upacara penurunan bendera merah putih, Rahma Mutiara Agustin.



Kegiatan Upacara penurunan bendera merah putih yang dimulai pukul 17.00 WIB itu mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” dan berlangsung khidmat, tertib, dan lancar.

Peserta upacara terdiri dari PNS/ASN, PGRI, UPTD Puskesmas Cikuya, dewan Guru para siswa siswi SMP dan SMA yang ada di wilayah Kecamatan Solear dalam barisan upacara penurunan bendera dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Usai penurunan bendera, Sekcam Solear, H. Raka Adiputra menyampaikan, upacara penurunan bendera adalah bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperingati HUT RI ke-80 dan sebagai penghormatan kepada jasa-jasa para pahlawan kemerdekaan.

“Tentunya ini juga sebagai penghormatan kepada jasa para pahlawan kemerdekaan sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme kepada para penerus bangsa,” ucapnya.

Ia juga menuturkan, upacara penurunan bendera menjadi hal yang wajib dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap bendera merah putih, yang mengandung nilai-nilai patriotisme, kepahlawanan dan nasionalisme dan untuk selanjutnya disimpan dengan baik.

“Mereka lah putra putri terbaik Kecamatan Solear. Harapan masa depan bangsa turut menjadi bagian di pundak mereka. Saya berpesan, tetap semangat, tetap junjung tinggi nilai cita-cita para pejuang. Semoga kita mampu untuk meneruskan perjuangan para pahlawan,” tuturnya. 

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Petugas Paskibra yang telah sukses menjalankan tugasnya dengan baik pada saat Penaikan dan Penurunan Bendera, dan semua pihak terkait lainnya yang telah membantu menyukseskan jalannya pelaksanan upacara peringatan HUT RI ke-80 di Kecamatan Solear Tahun 2025,” tutupnya.(Reno)

HUT RI ke-80, Kampung Pasir Kupa Gelar Upacara Hingga Lomba Tradisional Meriah

By On Minggu, Agustus 17, 2025



Serang, KabarViral79.Com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80, warga Kampung Pasir Kupa RT 07 RW 02 Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal, menggelar berbagai perlombaan yang diikuti oleh seluruh kalangan, mulai dari anak-anak, bapak-bapak hingga ibu-ibu, Minggu, (17/8/2025).

Kegiatan dimulai pada pagi hari dengan pelaksanaan upacara bendera yang diikuti masyarakat dengan penuh semangat dan antusiasme. Suasana khidmat tercermin dari kekompakan warga dalam memberikan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih.

Usai upacara, kemeriahan semakin terasa dengan digelarnya aneka perlombaan tradisional yang menjadi ciri khas perayaan 17 Agustus. Anak-anak tampak antusias mengikuti lomba makan kerupuk, balap karung, tarik tambang, hingga Panjat Pinang. Tidak ketinggalan para bapak-bapak dan ibu-ibu pun turut memeriahkan suasana dengan mengikuti berbagai lomba yang menambah keceriaan dan kebersamaan warga.

Cecep Fadhiludin (Fadil), selaku Ketua Pemuda Kampung Pasir Kupa, menyampaikan apresiasinya atas semangat masyarakat dalam memeriahkan HUT RI tahun ini.

“Alhamdulillah, tahun ini warga begitu antusias. Semua elemen masyarakat ikut berpartisipasi dalam rangka memperingati hari kemerdekaan. Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga semakin mempererat persatuan dan kekompakan antarwarga,” ungkap Fadil.

Tak lupa, Fadil juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara tersebut. “Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia yang sudah berjuang dan meluangkan waktu demi terselenggaranya kegiatan ini. Tanpa kerja keras dan kekompakan panitia, acara semeriah ini tidak mungkin bisa terlaksana dengan baik,” tambahnya.

Semarak peringatan HUT RI ke-80 di Kampung Pasir Kupa ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan nasionalisme masyarakat yang terus hidup dari generasi ke generasi.

(Wawan)

Kado Spesial HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Ratusan Warga Binaan Lapas Serang Terima Remisi Umum dan Dasawarsa

By On Minggu, Agustus 17, 2025

 


SERANG, KabarViral79.Com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang Kanwil Ditjenpas Banten memberikan remisi atau pengurangan masa pidana kepada ratusan warga binaan Lapas Kelas IIA Serang, Minggu (17/08).

Pelaksanaan pemberian Remisi Umum dan Remisi Dasawarsa bagi Narapidana yang dilaksanakan secara terpusat pada Lapas Kelas IIA Serang. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Banten M Ali Syeh Bana, Gubernur Banten Andra Soni, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Siswanto, Walikota Serang, Budi Rustandi, Forkopimda Provinsi Banten dan Kota Serang, Kepala Satker di Lingkungan Kanwil Ditjenpas Banten, Kepala Lapas Kelas IIA Serang Gumilar Budirahayu, Pejabat Manajerial dan Petugas Lapas Kelas IIA Serang.

Penyerahan Remisi Umum dan Remisi Dasawarsa dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025 tersebut diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Banten dan Gubernur Banten secara simbolis kepada Perwakilan Warga Binaan yang mendapatkan Remisi. Adapun Warga Binaan di Lapas Kelas IIA Serang yang mendapat RU I sebanyak 580 orang dan RU II sebanyak 13 orang (5 orang langsung pulang, 8 orang menjalani subsider), dan Warga Binaan yang mendapatkan Remisi Dasawarsa sebanyak RD I 583 orang, RD II 8 orang (5 orang langsung bebas, 3 orang menjalani subsider), dan RD I Denda 9 orang.

Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Gumilar Budirahayu, menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur Banten. Penyerahan remisi secara simbolis oleh Gubernur merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap warga binaan.

“Remisi ini bukan hanya pengurangan masa pidana, tetapi juga bentuk penghargaan dari negara atas usaha dan kesungguhan warga binaan dalam mengikuti program pembinaan. Harapannya, remisi ini dapat memotivasi warga binaan untuk terus memperbaiki diri,” ujar Kalapas.

Kalapas menambahkan bahwa pihaknya terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan, baik kepribadian maupun kemandirian, agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai insan yang lebih baik.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga binaan mampu mengisi masa pidana dengan kegiatan positif, produktif, dan bermartabat. Dengan begitu, setelah bebas nanti mereka bisa berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tambahnya.

Pemberian remisi diharapkan dapat menjadi pendorong semangat bagi warga binaan untuk terus menjaga kedisiplinan, menaati aturan, serta menumbuhkan jiwa nasionalisme dalam semangat kemerdekaan.

(ZR)

Anggota DPRD Kabupaten Lebak Samboja Uton Witono Bacakan Teks Proklamasi di Acara HUT RI Ke-80

By On Minggu, Agustus 17, 2025

Anggota DPRD Kabupaten Lebak Samboja Uton Witono saat membacakan teks proklamasi di lapangan merdeka Cimandiri Laut Desa Situregen Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak


Lebak, KabarViral79.Com – Anggota DPRD Kabupaten Lebak Samboja Uton Witono yang suka disapa Ama Dewan menhadiri acara upacara pengibaran bendera merah putih di acara HUT RI yang ke-80 sekaligus membacakan teks Proklamasi di Lapangam Merdeka Cimandiri Laut Desa Situregen Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak Provinsi Banten, Minggu (17/8/2025).

Saat dikonfirmasi awak media ini Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Samboja Uton Witono yang juga menjabat Sekretaris Komisi IV Kabupaten Lebak, mengatakan bahwa dirinya telah menghadiri upacara HUT RI, yang ke -80 di Kecamatan Panggarangan.

“Alhamdulillah pada hari ini saya bisa menghadiri dan sekaligus membacakan teks proklamasi di acara memperingati HUT RI yang ke 80 di Kecamatan Panggarangan,” kata Samboja Uton Witono.

Ia menambahkan bahwa merasa bangga terhadap para peserta upacara pengibaran bendera merah putih yang penuh semangat.

“Semoga kegiatan HUT RI yang akan datang bisa lebih semangat lagi, bisa lebih sukses dan meriah,” tutup Ama Dewan.

(Cup)

Camat Panggarangan Kembali Menjadi Inspektur Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Acara HUT RI Yang ke 80

By On Minggu, Agustus 17, 2025

 

Camat Panggarangan Ahmad Faidlullah S.IP,MM, saat menyampaikan sambutan podium lapangan Merdeka Cimandiri Laut Deda Situregen Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak

Lebak, KabarViral79.Com - Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tujuh Belas Agustus Tahun 2025, Camat Panggarangan Ahmad Faidlulah kembali menjadi Inspektur Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT RI ke -80 di Lapangan Merdeka Cimandiri Laut Desa Situreen Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak Banten, Minggu (17/8/2025).

Hadir dalam acara Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih tersebut Camat Panggarangan Ahmad Faidlulah, Danramil Panggarangan Serma Eman Guratman, Kapolsek Panggarangan Iptu Acep Komaridin bersa anggota, Anggota DPRD Lebak dari Fraksi Gerindra Samboja Uton Wotono, Anggota DPSD Lebak dari Fraksi Demokrat H. Aa Suryadi, para kepala desa, ketua umum panitia PHBN Kecamatan Pangharangan Bambang Sudrajat para dewan guru, PLD,TKSK,Pendamping Sosial Kecamatan, para peserta upacara dan tamu undangan lainya.

Dalam penyampaian amahatnya Camat Pamggarangan Ahmad Faidlulah menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara ini untuk mengenang jasa dan mendo’akan para pahlawan kusuma Bangsa. Mereka telah berjuang mempertaruhkan, tidak hanya harta, akan tetapi secara ikhlas, mengorbankan jiwa dan raga, demi kemerdekaan republik indonesia dari belenggu penjajahan. Oleh karena itu, sebagai bangsa yang besar, yang senantiasa menghormati jasa pahlawan. 

Paskibra K saat pengibaran bendera merah putih di Lapangan Merdeka Cimandiri Laut Desa Situregen Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak


“Untuk itu mari kita do’akan para pahlawan kita, senantiasa diampuni atas segala kesalahan dan kekhilafannya, serta mendapat tempat yang istimewa di sisi-nya, dan kepada kita semua, kiranya dapat meneruskan perjuangan mereka, dalam melanjutkan cita- proklamasi kemerdekaan republik indonesia, yang kita cintai,” kata Camat Panggarangan Ahmad Faidlulah.

Lanjut Ahmad Faidlulah dalam peringatan kemerdekaan republik indonesia di tahun 2025 yang menusung tema “Rakyat Sejahtrea Indonesia Maju” ini dipilih karena selaras dengan visi besar negara dan mewakili arah perjuangan bangsa kita ingin selalu menjadi negara yang bersatu, bhinneka tunggal ika, berbeda- tapi satu.

“Melalui momentum peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ini, saya menegaskan, mengajak kepada seluruh masyarakat kabupaten lebak, kita berikhtiar, terus berjuang untuk bangsa yang bersatu dan berdaulat, masyarakat yang makmur sejahtera, serta Indonesia maju dan bermartabat,” ujarnya.

“Ditahun 2025 ini kita merayakan hari kemerdekaan negara republik indonesia yang Ke-80. Dengan dekade bangsa ini berdiri merdeka, perjalanan panjang yang dibangun dengan semangat perjuangan, dengan pengorbanan jiwa dan raga seluruh anak bangsa. Kita tidak hanya memperingati sebuah peristiwa bersejarah, tapi juga merayakan semangat yang Tidak pernah padam dari para pendiri bangsa dan seluruh rakyat indonesia yang memiliki cita-cita yang besar, sebuah negara indonesia yang bersatu,berdaulat, adil, dan makmur. Kemerdekaan ini merupakan hasil perjuangan,” paparnya.

Para tamu undangan saat menghadiri upacara pengibaran Bendera Merah Putik di Lapangan Merdeka Cimandiri Laut Desa Situregen Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak


Lanjut Ahmad Faidlulah, bahwa para pelopor bangsa, para pendiri bangsa, para pejuang kemerdekaan, seluruh rakyat indonesia telah berjuang dan bekerja tanpa lelah untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan.indonesia merdeka harus jadi bangsa yang indah, bangsa yang bersih, bangsa yang penuh dengan kebanggaan.

Menurutnya tidak ada orang lain yang akan menghargai kita kalau kita tidak Menghargai diri kita sendiri. Semangat 80 tahun indonesia merdeka, mari kita teguh melangkah maju membangun masa depan bangsa yang lebih baik masyarakat kabupaten Lebak tercinta.

“Saya mengawali tugas sebagai bupati kabupaten lebak, bertekad akan terus berjuang dalam membangun lebak yang maju melalui visi kita bersama, terwujudnya kabupaten Lebak yang rukun, unggul, hegar, aman dan yakin (Lebak Ruhay). Saya akan totalitas membangun kabupaten lebak tercinta. Kita terus berjuang bersama, dengan sekuat tenaga, bahu membahu, bekerja sepenuh hati. Sehingga cita- membangun kabupaten lebak yang semakin maju dan sejahtera, insyaallah dapat terwujud. Lebak maju untuk Indonesia emas 2025,” pungkasnya.

Diketahui susunan upacara pengibaran bendera merah putih tersebut yaitu:

1. Inspektur Upacara : Ahmad Faidlullah, Camat Panggarangan

2. Komandan Upacara : Serda Anggun Koramil 0314/Pgr,

3. Perwira Upacara : Iptu Dede, angota Polsek Panggarangan

4. Ajudan Inspektur Upacara : Usep Herdiana, Kasi Trantib Kecamatan Panggarangan,

5. Pembaca Teks Proklamasi: Samboja Uton Witono (Anggota DPRD Kab. Lebak Dapil 4)

6. Pembawa Teks Proklamasi: Erwan Budiana, (Kepala Sekolah SMP 5 Panggarangan)

7. Pembaca Teks Pancasila : Iptu Acep kimarudin (Kapolsek

8. Pembawa Teks Pancasila : Kiki

9. Pembaca Teks UUD 1945 : Serma Eman (Pgs Danramil 0314/Pgr)

10. Pembawa Teks UUD 1945 : Adi Heri Restu, S.Pd (Guru SMP 3 Panggarangan)

11. Paduan Suara : Arya Wangsakara Smanggar

12. Pembaca Do’a : Drs H Nurkib (Kepala KUA Panggarangan)

13. Pembawa Acara : Mega Suci Lestari, M.Pd. (Guru SMA 1 Pgr)

(Cup)

Pemkab Bireuen Gelar Ziarah Nasional ke TMP Husein Yusuf Jelang HUT ke-80 RI

By On Sabtu, Agustus 16, 2025

Bupati Bireuen Muhklis saat melakukan prosesi tabur bunga di pusara pahlawan, Kolonel (Purn) Husein Yusuf dan Istrinya, Letda (Purn) Ummi Salmah Geulumpang Payong, Jeumpa, Sabtu, 16 Agustus 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.ComMenyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melaksanakan ziarah nasional ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kolonel (Purn) Husein Yusuf dan Istrinya, Letda (Purn) Ummi Salmah, di Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Sabtu, 16 Agustus 2025.

Upacara ziarah dipimpin Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani, selaku inspektur upacara. Bertindak sebagai komandan upacara Danramil 04 Peudada, Lettu Arh Muhammad Agus Apriansyah, sementara perwira upacara dipercayakan kepada Kapolsek Kota Juang, AKP Tarmizi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bireuen H. Mukhlis,  jajaran Forkopimda, Pj Sekda, para Kepala Dinas, serta perwakilan TNI-Polri dan Satpol-PP.

Organisasi wanita juga turut serta, di antaranya Persit Kartika Chandra Kirana Kodim Bireuen, Bhayangkari Polres Bireuen, dan TP-PKK Bireuen.

Usai upacara, prosesi tabur bunga dilakukan di pusara kedua pahlawan. Bupati Mukhlis bersama Ketua TP-PKK Bireuen, Sadriah, memimpin tabur bunga yang kemudian diikuti pejabat Forkopimda dan organisasi wanita.

Bupati Mukhlis menyebutkan, ziarah ke makam pahlawan menjadi pengingat penting bagi generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.

“Kegiatan ini adalah bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi kita semua. Dengan berziarah, kita kembali meneladani semangat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan demi kemerdekaan,” ungkap Bupati Mukhlis. (Joniful Bahri)

Kukuhkan 35 Anggota Paskibraka Bireuen Tahun 2025, Ini Pesan Bupati Muhklis

By On Sabtu, Agustus 16, 2025

Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST mengukuhkan 35 Paskibraka Kabupaten Bireuen Tahun 2025, di Aula Lama Setdakab Bireuen, Jumat malam, 15 Agustus 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, mengukuhkan 35 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen Tahun 2025, di Aula Lama Setdakab Bireuen, Jumat malam, 15 Agustus 2025.

Upacara pengukuhan berlangsung khidmat dengan prosesi pembacaan ikrar oleh Brigadir Israr Fuadi, SH (Purna Paskibraka 2009) yang diikuti seluruh anggota.

Salah satu anggota, Prameshwari Sekar Prabandari (siswi SMAN 1 Bireuen) juga melakukan prosesi mencium Sang Saka Merah Putih sebagai simbol cinta tanah air.

Pengukuhan ditandai dengan penyematan kendit oleh Bupati Mukhlis serta pemasangan pangkat oleh orang tua anggota Paskibraka.

Seorang Paskibraka Kabupaten Bireuen mencium bendara merah putih saat pengukuhan, di Aula Lama Setdakab Bireuen, Jumat malam, 15 Agustus 2025. 

Acara diakhiri doa oleh Aipda Muhammad Fuady, S.Sos, M.S.M, dan dihadiri Wakil Bupati Ir. Razuardi, MT, Ketua DPRK, Forkopimda, serta pejabat Pemkab Bireuen.

Dalam sambutannya, Bupati Mukhlis menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi para anggota Paskibraka yang telah melalui seleksi dan pelatihan ketat.

“Pengukuhan ini bukan hanya sebuah prosesi seremonial, tetapi juga pengakuan atas tanggung jawab besar yang kalian emban. Kalian adalah putra-putri terbaik Bireuen yang terpilih untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada momen bersejarah HUT ke-80 RI,” ujar Bupati.

“Jalankan tugas dengan penuh disiplin, semangat nasionalisme, dan rasa bangga sebagai generasi penerus bangsa,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pelatih Paskibraka Bireuen 2025, Muhammad Iqbal, SE, MM menyampaikan, pengukuhan ini menandai perubahan status calon menjadi anggota resmi Paskibraka.

Anggota Paskibraka yang terdiri dari siswa SLTA sederajat negeri dan swasta se-Kabupaten Bireuen tersebut akan bertugas mengibarkan bendera pada upacara peringatan HUT ke-80 RI, Minggu pagi 17 Agustus 2025 serta menurunkan bendera pada sore harinya.

“Kami berharap Paskibraka Bireuen 2025 dapat melaksanakan tugas dengan baik pada upacara HUT ke-80 RI,” harap Muhammad Iqbal. (Joniful Bahri)