-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Seolah Tutup Mata Serta Tutup Telinga, Forum Guru Banten Sesalkan Gubernur Dan Ketua DPRD Tak Responsif

By On Sabtu, Februari 28, 2026

 


Banten, KabarViral79.ComForum Guru Banten merasa kecewa dengan terabaikannya surat silaturahmi dan audensi yang ditujukan pada Gubernur Banten, Ketua DPRD Provinsi Banten, dan Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Forum Guru Banten menilai Pemerintah dan DPRD dalam hal ini Ketua DPRD Banten seolah tutup mata tutup telinga kaitan dengan persoalan Guru di Banten.

Septian Pengurus Forum Guru Banten menuturkan bahwa Forum guru sudah dua kali bersurat kepada Gubernur Banten dan Ketua DPRD Provinsi Banten keduanya nihil respon.

“Kami dari forum guru sudah dua kali bersurat untuk silaturahmi dan audensi mengingat persoalan guru di Banten kami dari forum guru merasa sangat pelik. Pengiriman surat pertama tahun lalu dan terakhir tiga minggu lalu. Kami menunggu sampai saat ini tidak ada respon atau agenda pertemuan baik dari Gubernur dan ketua DPRD,” ungkap Septian kepada awak media, Jumat (27/02/2026).

Septian menambahkan bahwa Forum Guru Banten ingin bersilaturahmi dan audensi bukan tanpa sebab. “Kami ingin Gubernur Banten dan Ketua DPRD mendengar apa yang menjadi keresahan guru. Soal guru paruh waktu, soal guru honorer, dan lain-lain yang tentu menjadi keluh kesah Guru di Banten. Kami sangat menyayangkan ingin bersilaturahmi saja susah, tidak responsif,” lanjutnya.

Ditempat terpisah Koordinator Forum Guru Banten Dadang Hidayat mengungkapkan bahwa, “ Harusnya sebagai Pemerintah dan DPRD Provinsi dalam hal ini ketua DPRD bisa memberikan teladan. Menjadi role model tidak abai terhadap ajakan silaturahmi dan audiensi. Harus terbuka dan membuka diri,” pungkas Dadang.

Dadang kembali menuturkan, “Mungkin semua sedang sibuk banyak kegiatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada respon, ajakan silaturahmi dan audiensi kami tidak terkatung-katung sehingga apa yang menjadi keresahan para guru bisa tersampaikan, dan harapannya di akomodir,” ungkap Dadang.

Video: Puluhan Siswa di Bireuen Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan MBG

By On Sabtu, Februari 28, 2026

BIREUEN, KabarViral79.Com - Ratusan siswa dan siswi di kawasan Simpang Mamplam, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 26 Februari 2026 kemarin. 

Peristiwa tersebut berawal saat pembagian makanan pada jam istirahat sekolah. Selang beberapa waktu, para siswa mulai merasakan gejala seperti mual, muntah, pusing, dan sakit perut. 

Aparat Kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan sumber penyebab keracunan. 

Berdasarkan informasi di lapangan, paket makanan MBG dikirimkan ke rumah siswa pada Kamis sore sebagai penyesuaian selama bulan Ramadan

Namun sejumlah wali siswa menilai kualitas makanan yang diterima kurang layak. 

Salah seorang wali siswa menyebut paket tersebut berisi dua butir telur, dua roti kecil, lima butir kurma, satu jeruk, satu pisang, empat butir bakso, dan satu bungkus kecil kacang polong. 

“Beberapa bahan makanan terlihat kurang segar. Kami berharap ke depan kualitas makanan lebih diperhatikan,” ujarnya berharap perbaikan dan pengawasan lebih ketat terhadap kualitas pangan. 

Tim medis melaporkan sedikitnya 140 siswa telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan, di antaranya di RSUD dr. Fauziah, RS BMC, RS Jeumpa Hospital, RSU Pidie Jaya

Selain itu juga dirawat di Puskesmas Pandrah, Puskesmas Samalanga, dan Puskesmas Jeunieb. 

Evakuasi dilakukan cepat oleh petugas kesehatan dari berbagai wilayah barat Bireuen bersama Tim PSC 119

Hingga Jumat dini hari, 27 Februari 2026, puluhan siswa masih menjalani penanganan medis di Puskesmas Simpang Mamplam. Kondisi para siswa dilaporkan stabil dan tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan. (Joniful Bahri) 

Program Gizi MBG Pemerintah yang Berujung Petaka: Kisah Kepanikan Massal di Simpang Mamplam

By On Sabtu, Februari 28, 2026

Puluhan siswa masih menjalani penanganan medis di Puskesmas Simpang Mamplam dan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Bireuen pasca keracunan program MBG

Oleh: Joniful Bahri

Malam itu, Kamis, 26 Februari 2026, suasana di kawasan Simpang Mamplam mendadak berubah tegang. Satu per satu orang tua membawa anak mereka menuju Puskesmas Simpang Mamplam. 

Tubuh kecil para siswa lemas, sebagian muntah berulang, sementara beberapa lainnya mengeluh pusing dan sakit perut. Aroma kepanikan memenuhi ruang perawatan yang biasanya sepi. 

Tak ada yang menyangka, paket makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)—yang seharusnya menjadi sumber nutrisi—justru menjadi awal dari petaka. 

Ketika Makanan Bergizi Berubah Menjadi Ancaman

Rabu siang, seperti biasanya, pihak sekolah membagikan menu MBG saat jam istirahat. Namun hanya berselang beberapa jam, keluhan mulai muncul. Anak-anak yang sebelumnya ceria mendadak meringis kesakitan. 

“Anak saya tiba-tiba muntah tanpa henti. Wajahnya pucat. Kami langsung bawa ke puskesmas,” ujar seorang wali siswa dengan suara bergetar. 

Gejala serupa juga dialami ratusan siswa lain. Data awal mencatat puluhan siswa harus dirawat intensif, sementara jumlah korban terus bertambah seiring malam berganti. 

140 Siswa Dievakuasi ke Berbagai Rumah Sakit

Tim medis bekerja tanpa jeda. Ambulans dari berbagai penjuru Bireuen hilir-mudik menjemput pasien. Tenaga kesehatan dari wilayah barat Bireuen dikerahkan, dibantu tim PSC 119. 

Sebanyak 140 siswa akhirnya dirawat di berbagai fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD dr. Fauziah, RS BMC, RS Jeumpa Hospital, RSU Pidie Jaya disamping dievakuasi ke Puskesmas Pandrah, Puskesmas Samalanga, dan ke Puskesmas Jeunieb. 

Ruangan perawatan darurat berubah menjadi pusat aktivitas yang tak henti-henti. Orang tua berkumpul dengan wajah cemas, sebagian tak mampu menahan tangis saat melihat anak mereka terbaring lemah. 

Paket Makanan Ramadan yang Menjadi Sorotan

Menjelang Ramadan, paket MBG diubah mekanismenya: makanan dikirimkan langsung ke rumah siswa. Namun justru di sinilah masalah baru muncul. 

Seorang wali murid memperlihatkan isi paket yang diterima, dua butir telur, dua roti kecil, lima butir kurma, satu buah jeruk, satu pisang, empat butir bakso, dan satu plastik kecil kacang polong. 

“Beberapa tampak kurang segar,” ucapnya. 

“Kami tidak tahu apakah itu penyebabnya, tapi kondisinya memang patut dipertanyakan.” 

Tak sedikit yang mengeluhkan kualitas makanan yang tak lagi terjamin kesegarannya saat sampai ke rumah-rumah. 

Kamis Malam yang Tak Terlupakan

Di lorong Puskesmas, tangis anak-anak terdengar bersahutan dengan suara kesibukan petugas medis. Para dokter dan perawat berlarian dari satu pasien ke pasien lain. Suasana penuh ketegangan, tetapi kerja tim tetap terkoordinasi. 

Kepala Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani mengonfirmasi bahwa lonjakan pasien terjadi sangat cepat. 

“Awalnya 13 siswa. Lalu terus bertambah. Kami kewalahan, tapi semua tenaga dikerahkan,” ujarnya. 

Penyelidikan Dimulai

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen belum memberikan keterangan resmi. Rantai distribusi siap ditelusuri, mulai dari penyedia bahan makanan, proses pengolahan, hingga pengiriman ke siswa.

Kapolsek setempat memastikan penyelidikan sedang berjalan. Masyarakat berharap transparansi dan langkah tegas diambil agar program gizi yang bertujuan menyehatkan anak tidak lagi menjadi ancaman. 

Harapan Setelah Petaka

Di tengah deretan anak-anak yang masih berbaring lemah, orang tua hanya memiliki satu keinginan: kejadian ini menjadi evaluasi besar-besaran bagi program MBG. 

“Programnya bagus, tapi pengawasannya harus lebih ketat. Jangan sampai anak-anak jadi korban lagi,” pinta salah satu wali murid. 

Program gizi harusnya menjadi penyangga masa depan generasi muda. Namun insiden ini menjadi tamparan keras bahwa keamanan pangan tidak boleh diabaikan walau hanya dalam sebungkus makanan sederhana.

Ratusan Siswa di Bireuen Diduga Keracunan Paket MBG, Puluhan Dilarikan ke Rumah Sakit Umum dan Swasta

By On Jumat, Februari 27, 2026

Puluhan siswa masih menjalani penanganan medis di Puskesmas Simpang Mamplam dan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Bireuen pasca keracunan program MBG

BIREUEN, KabarViral79.Com - Hingga Jumat dini hari, 27 Februari 2026, puluhan siswa masih menjalani penanganan medis di Puskesmas Simpang Mamplam. 

Kondisi para siswa dilaporkan stabil dan tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan. 

Diketahui sebelumnya, ratusan siswa dan siswi di kawasan Simpang Mamplam, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 26 Februari 2026 kemarin. 

Peristiwa tersebut berawal saat pembagian makanan pada jam istirahat sekolah. Selang beberapa waktu, para siswa mulai merasakan gejala seperti mual, muntah, pusing, dan sakit perut

Aparat Kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan sumber penyebab keracunan. 

Pemerintah daerah juga diharapkan segera mengevaluasi mekanisme pelaksanaan program MBG agar kejadian serupa tidak terulang. 

Berdasarkan informasi di lapangan, paket makanan MBG dikirimkan ke rumah siswa pada Kamis sore sebagai penyesuaian selama bulan Ramadan. 

Namun sejumlah wali siswa menilai kualitas makanan yang diterima kurang layak. Salah seorang wali siswa menyebut paket tersebut berisi dua butir telur, dua roti kecil, lima butir kurma, satu jeruk, satu pisang, empat butir bakso, dan satu bungkus kecil kacang polong

“Beberapa bahan makanan terlihat kurang segar. Kami berharap ke depan kualitas makanan lebih diperhatikan,” ujarnya berharap perbaikan dan pengawasan lebih ketat terhadap kualitas pangan. 

Tim medis melaporkan sedikitnya 140 siswa telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan, di antaranya di RSUD dr. Fauziah, RS BMC, RS Jeumpa Hospital, RSU Pidie Jaya. 

Selain itu juga dirawat di Puskesmas Pandrah, Puskesmas Samalanga, dan Puskesmas Jeunieb. 

Evakuasi dilakukan cepat oleh petugas kesehatan dari berbagai wilayah barat Bireuen bersama Tim PSC 119. 

Armada ambulans bergerak bolak-balik mengevakuasi korban dari Puskesmas ke rumah sakit rujukan, memastikan para siswa mendapatkan perawatan optimal. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen dan pengelola program MBG belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab gangguan kesehatan massal ini. 

Penelusuran terkait sumber makanan dan rantai distribusi masih berlangsung. 

Sebelumnya diberitakan, sedikitnya 13 siswa telah lebih dulu dirawat di Puskesmas Simpang Mamplam. 

Kepala fasilitas tersebut, Suryani, menyebutkan jumlah korban terus bertambah sejak malam kejadian. 

Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan dan memastikan distribusi program MBG tetap aman serta layak konsumsi. (Joniful Bahri)

Jalin Silaturahmi, Kapolsek Panggarangan Gelar Shalat Jumat Keliling di Masjid Al-Ittihad

By On Jumat, Februari 27, 2026



LEBAK, KabarViral79.Com – Dalam upaya memperkuat silaturahmi dan menjaga kondusifitas wilayah, Kapolsek Panggarangan Polres Lebak, AKP Acep Komarudin, S.H., melaksanakan kegiatan Shalat Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Al-Ittihad, Kampung Cisiih, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Jumat (27/02/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Cooling System serta implementasi program unggulan Kapolda Banten untuk memakmurkan masjid. Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek didampingi oleh Kanit Binmas, Kanit Provost, Kanit Samapta, serta Bhabinkamtibmas setempat.

Kapolres Lebak, AKBP Herfio Zaki, melalui Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin, menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah aktivitas ibadah masyarakat bertujuan untuk menciptakan rasa aman.

“Hari ini kami melaksanakan program Shalat Jumat Keliling di Desa Situregen. Selain untuk beribadah bersama, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat sinergitas antara Polri dan warga masyarakat,” ujar AKP Acep Komarudin.

Ia menambahkan bahwa program ini sangat efektif sebagai sarana komunikasi dua arah guna memantau situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

“Ini adalah komitmen kami dalam menjaga situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Panggarangan agar tetap aman, damai, dan kondusif melalui pendekatan yang religius dan humanis,” tutupnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 11.45 WIB tersebut berjalan dengan khidmat dan mendapat apresiasi positif dari tokoh agama serta warga masyarakat setempat. (Cup)

Pembangunan Jalan Sukadame-Kubangkondang Rampung, Gubernur Andra Soni Ajak Warga Jaga Infrastruktur Desa

By On Jumat, Februari 27, 2026

PANDEGLANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni meninjau pembangunan jalan desa, di ruas Sukadame-Kubangkondang, Kabupaten Pandeglang, yang telah dibangun melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), Kamis, 26 Februari 2026. 

Ruas itu dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten pada tahun anggaran 2025 untuk meningkatkan roda perekonomian masyarakat

Kedatangan Andra Soni disambut hangat oleh masyarakat sekitar. Mereka menyampaikan terima kasih atas dibangunnya jalan desa tersebut karena telah mempermudah akses masyarakat desa. 

"Terima kasih Pak Andra Soni, kaya mimpi jalannya bagus," kata salah satu warga saat menyambut kedatangan Gubernur. 

Kepada masyarakat, Andra Soni lalu menyampaikan pesan-pesan. Bahwa, ruas jalan Sukadame-Kubangkondang merupakan salah satu akses masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari dan menjadi akses pengangkut hasil panen. 

"Jalan ini berada di wilayah yang salah satu lumbung padi di Pandeglang, akses menuju sekolah dan penduduknya padat," ujar Andra Soni. 

Ia juga menyampaikan, jalan tersebut dibangun dengan kontruksi beton sepanjang 1,4 kilometer dan lebar 4 meter. 

Pembangunan tersebut diinisiasi oleh  Pemprov Banten yang fokus pada pembukaan akses masyarakat di desa-desa. 

"Jalan ini dari usul Kepala Desa yang kemudian kita verifikasi dan cek serta berkoordinasi dengan Bupati. Maka jalan ini dibangun pada tahun 2025 dengan program Bang Andra. Semoga jalan ini bermanfaat dan masyarakat semakin produktif," ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga mengajak masyarakat untuk dapat bersama-sama menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun. 

Ia berharap, ada kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dalam membuka akses jalan di desa-desa. 

"Membangun itu butuh biaya dan Provinsi Banten sedang berusaha membantu Kabupaten Pandeglang untuk membangun jalan-jalan desanya. Kami juga berharap, Bupati dapat mengalokasikan anggaran untuk membangun jalan desa bersamaan dengan provinsi," harapnya. 

Sementara itu, Epan, salah satu masyarakat Desa Sukadame menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Banten yang telah membangun jalan di desanya. 

Ia mengaku, masyarakat diuntungkan karena semakin mudahnya akses. 

"Terima kasih Pak Andra Soni sudah dibangun jalannya, jadi nyaman dan lancar. Kami berharap jalannya awet agar masyarakat tidak kesusahan lagi kalau kemana-mana," ujarnya. 

Di tempat yang sama, Siti, salah satu masyarakat Desa Sukadame juga menyampaikan rasa syukur lantaran jalan di desanya telah dibangun.

Jalan itu, kata dia, dulu rusak dan membuat masyarakat kesulitan saat hujan. 

"Alhamdulillah sekarang sudah dibangun, terima kasih sudah benerin jalan ini. Ini sudah lama ditunggu-tunggu," ucapnya. 

Kepala Desa (Kades) Sukadame, Asep Rizal Chudori menyampaikan, desanya memiliki potensi pada sektor pertanian. Sehingga, dengan jalan yang telah dibangun, sangat membantu masyarakat. Khususnya, dalam mengangkut hasil pertanian. 

"Kita memiliki potensi di sektor pertanian, dengan jalan ini juga sangat membantu masyarakat untuk mengangkut hasil panen. Sehingga ini sangat dirasakan," ucapnya. 

Ia juga akan mengajak masyarakat untuk dapat bersama-sama menjaga jalan tersebut. 

"Karena ini bagian dari hasil pembangunan, maka kita harus menjaga jalan yang sudah di bangun ini," ujarnya. 

Diketahui, dalam kunjungan tersebut Andra Soni juga menyalurkan 150 paket sembako kepada masyarakat di Desa Sukadame dari UPZ BAZNAS Provinsi Banten. (Welfendry)

Puluhan Siswa SD dan TK di Simpang Mamplam Diduga Keracunan Paket Makan Bergizi Gratis

By On Jumat, Februari 27, 2026

Puluhan murid SD dan TK di Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Aceh, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi paket MBG, Kamis malam, 26 Februari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Puluhan murid Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-kanak (TK), di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Aceh, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis malam, 26 Februari 2026. 

Kepala Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani mengatakan, sedikitnya 13 siswa telah mendapatkan perawatan intensif di fasilitas tersebut. 

“Sekitar 13 orang lebih saat ini sudah dirawat di Puskesmas kami. Korban terus bertambah,” ujarnya kepada wartawan. 

Karena kapasitas yang terbatas, sebagian siswa juga ditangani di sejumlah Polindes di wilayah Simpang Mamplam, termasuk Polindes Peuneulet

Sejumlah pasien kemudian dirujuk ke Puskesmas lain seperti Puskesmas Pandrah dan Puskesmas Samalanga

Suryani menjelaskan, para murid mulai berdatangan setelah berbuka puasa dengan keluhan yang diduga terkait keracunan makanan. 

"Mereka diduga keracunan usai mengonsumsi MBG yang dibagikan sore hari,” katanya. 

Seorang warga Simpang Mamplam menyebutkan, selama Ramadan, paket makanan tersebut diantar langsung ke rumah para murid. 

"Mereka mengonsumsi setelah diantar ke rumah, setelah sore hari,” ujarnya. 

Puluhan murid SD dan TK di Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Aceh, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi paket MBG, Kamis malam, 26 Februari 2026. 

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, MBG tersebut disalurkan oleh Yayasan Bumi Produksi Gizi dengan sistem distribusi door to door selama bulan puasa untuk menghindari pembagian di sekolah. 

Perwakilan Yayasan, Zamzami mengatakan, pihaknya sedang menelusuri penyebab dugaan keracunan tersebut. 

“Kami sedang mengecek di pemasok, di mana permasalahannya. Karena kami mengambil bahan dari supplier UMKM lokal. Informasi sementara mungkin di menu bakso,” jelasnya. 

Ia menambahkan, tim yayasan telah diturunkan untuk memeriksa keseluruhan rantai produksi mulai dari bahan baku hingga penyajian. 

"Apakah dari menu atau proses lainnya, semua harus dicek,” kata Zamzami. 

Menurutnya, selama Ramadan yayasan juga menyediakan menu kering sebagai alternatif, dan seluruh menu telah melalui pengawasan ahli gizi. Namun ia mengaku belum mengetahui jumlah pasti korban maupun penyebab pasti kejadian tersebut. 

“Kami berharap tidak ada korban lanjutan. Soal pertanggungjawaban, tentu kami bertanggung jawab dan akan mengevaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya. 

Hingga berita ini diturunkan, jumlah murid yang diduga terdampak masih terus bertambah dan sebagian masih dalam penanganan tenaga medis. (Joniful Bahri)