-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ratusan Siswa di Bireuen Diduga Keracunan Paket MBG, Puluhan Dilarikan ke Rumah Sakit Umum dan Swasta

By On Jumat, Februari 27, 2026

Puluhan siswa masih menjalani penanganan medis di Puskesmas Simpang Mamplam dan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Bireuen pasca keracunan program MBG

BIREUEN, KabarViral79.Com - Hingga Jumat dini hari, 27 Februari 2026, puluhan siswa masih menjalani penanganan medis di Puskesmas Simpang Mamplam. 

Kondisi para siswa dilaporkan stabil dan tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan. 

Diketahui sebelumnya, ratusan siswa dan siswi di kawasan Simpang Mamplam, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 26 Februari 2026 kemarin. 

Peristiwa tersebut berawal saat pembagian makanan pada jam istirahat sekolah. Selang beberapa waktu, para siswa mulai merasakan gejala seperti mual, muntah, pusing, dan sakit perut

Aparat Kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan sumber penyebab keracunan. 

Pemerintah daerah juga diharapkan segera mengevaluasi mekanisme pelaksanaan program MBG agar kejadian serupa tidak terulang. 

Berdasarkan informasi di lapangan, paket makanan MBG dikirimkan ke rumah siswa pada Kamis sore sebagai penyesuaian selama bulan Ramadan. 

Namun sejumlah wali siswa menilai kualitas makanan yang diterima kurang layak. Salah seorang wali siswa menyebut paket tersebut berisi dua butir telur, dua roti kecil, lima butir kurma, satu jeruk, satu pisang, empat butir bakso, dan satu bungkus kecil kacang polong

“Beberapa bahan makanan terlihat kurang segar. Kami berharap ke depan kualitas makanan lebih diperhatikan,” ujarnya berharap perbaikan dan pengawasan lebih ketat terhadap kualitas pangan. 

Tim medis melaporkan sedikitnya 140 siswa telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan, di antaranya di RSUD dr. Fauziah, RS BMC, RS Jeumpa Hospital, RSU Pidie Jaya. 

Selain itu juga dirawat di Puskesmas Pandrah, Puskesmas Samalanga, dan Puskesmas Jeunieb. 

Evakuasi dilakukan cepat oleh petugas kesehatan dari berbagai wilayah barat Bireuen bersama Tim PSC 119. 

Armada ambulans bergerak bolak-balik mengevakuasi korban dari Puskesmas ke rumah sakit rujukan, memastikan para siswa mendapatkan perawatan optimal. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen dan pengelola program MBG belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab gangguan kesehatan massal ini. 

Penelusuran terkait sumber makanan dan rantai distribusi masih berlangsung. 

Sebelumnya diberitakan, sedikitnya 13 siswa telah lebih dulu dirawat di Puskesmas Simpang Mamplam. 

Kepala fasilitas tersebut, Suryani, menyebutkan jumlah korban terus bertambah sejak malam kejadian. 

Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan dan memastikan distribusi program MBG tetap aman serta layak konsumsi. (Joniful Bahri)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »