Disdikbud Bireuen Aceh Tetapkan Masuk Sekolah 5 Januari 2026, Dua Pekan Awal Fokus Trauma Healing
On Minggu, Januari 04, 2026
![]() |
| Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M Si. |
BIREUEN, KabarViral79.Com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bireuen secara resmi menetapkan jadwal masuk sekolah usai libur semester pada Senin, 5 Januari 2026.
Ketentuan tersebut berlaku bagi seluruh satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP di bawah naungan Disdikbud Bireuen.
Penetapan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3/2026 yang ditandatangani Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, MSi, dan ditujukan kepada seluruh Kepala UPTD PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Bireuen.
Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada minggu pertama dan kedua Januari 2026 akan difokuskan pada kegiatan trauma healing.
Kebijakan ini diambil mengingat banyak peserta didik yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bireuen dalam beberapa waktu terakhir.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi siswa, Disdikbud Bireuen juga memberikan kelonggaran aturan berpakaian.
Peserta didik yang kehilangan atau tidak memiliki seragam sekolah akibat bencana diperbolehkan mengenakan pakaian bebas yang sopan selama proses pembelajaran berlangsung.
Surat edaran tersebut mengacu pada Keputusan Bersama Kepala Dinas Pendidikan Aceh dan Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Aceh tentang Kalender Pendidikan Sekolah dan Madrasah Provinsi Aceh Tahun Pelajaran 2025/2026, serta Keputusan Bupati Bireuen Nomor 300.2.2/722 Tahun 2025 tentang Perpanjangan Status Keadaan Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Bireuen.
Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, menyampaikan bahwa sebagian besar sekolah yang terdampak bencana telah selesai dibersihkan. Proses pembersihan tersebut juga mendapat dukungan dari unsur TNI dan Polri.
“Bagi sekolah yang meja dan kursinya rusak atau terbawa arus banjir, siswa diperbolehkan duduk di lantai dan akan difasilitasi tikar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Namun yang terpenting, proses tatap muka tetap bisa berjalan dengan baik,” ujar Dr. Muslim. (Joniful Bahri)




















