-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Soroti Potensi Bahari dan Kinerja Pemprov, AMAN Banten Komitmen Dukung Pembangunan Daerah

By On Rabu, Oktober 21, 2026



SERANG — Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Provinsi Banten menggelar diskusi kebangsaan di 1994 Coffee, Serang, pada Selasa (20/10/2026).


Forum ini diselenggarakan dalam rangka memperingati dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sekaligus menjadi wadah apresiasi serta dukungan terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Banten.


Kegiatan yang mengusung tema "Mengawal Keberlanjutan Pembangunan Nasional: Kontribusi Mahasiswa Banten dalam Wujudkan Kesejahteraan Rakyat dan Indonesia Emas 2045" ini melibatkan kalangan mahasiswa, akademisi, hingga praktisi kebijakan.


Dalam pembukaannya, perwakilan AMAN Banten, Iqbal, menyampaikan bahwa acara ini dirancang sebagai ruang dialog objektif untuk menyoroti berbagai pencapaian pemerintah pusat. 


Menurutnya, mahasiswa tidak hanya berkewajiban menyampaikan kritik, tetapi juga harus berani mengapresiasi keberhasilan program pemerintah.


"Melalui kegiatan ini mari kita berdiskusi terkait capaian-capaian yang sudah diraih oleh pemerintah pusat dan memberikan apresiasi. Sebagai mahasiswa, kita jangan hanya mengkritisi tanpa memberikan apresiasi atas pencapaian yang ada," ujar Iqbal.


Selain membahas isu nasional, diskusi tersebut juga menyoroti potensi daerah Banten, khususnya di bidang kelautan dan sumber daya alam.


Garis pantai Banten yang panjang dinilai sebagai aset strategis yang harus dimaksimalkan demi kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir.


Iqbal menegaskan komitmen AMAN Banten untuk terus mengawal dan mendukung program-program Pemerintah Provinsi Banten agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, salah satunya Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Banten, Hj. Neneng

Gandeng Kemendag, PTPN IV Cari Pasar Baru untuk Sawit RI di Tengah Pengetatan Regulasi Eropa

By On Rabu, Oktober 21, 2026

  


Jakarta - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo bersama Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia, resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis. Langkah ini menjadi manuver krusial bagi industri kelapa sawit nasional untuk memperluas akses pasar internasional di tengah bayang-bayang ketatnya regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang akan berlaku efektif pada 1 Januari 2027.



Sinergi ini tidak hanya dirancang sebagai bentuk pertahanan terhadap kebijakan diskriminatif di Benua Biru, melainkan sebagai momentum transformasi PTPN IV PalmCo dari pemasok komoditas domestik menjadi pemain ekspor langsung (direct exporter) berskala global.



*ESG Sebagai Kunci Daya Saing Global*



Sebelumnya, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, telah menegaskan bahwa penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) bukan lagi sebagai cara untuk menggugurkan kewajiban hukum, melainkan senjata utama untuk memenangkan persaingan di pasar internasional. 



Beliau menekankan bahwa kepatuhan terhadap standar berkelanjutan, seperti persyaratan ketat dalam EUDR, adalah syarat mutlak agar produk agrikultur Indonesia dapat menembus dan bertahan di pasar dunia, khususnya Uni Eropa.



"Dalam hal ini, kinerja ESG tidak hanya tentang mengikuti aturan, tetapi juga menjamin akses pasar jangka panjang dan memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi industri perkebunan nasional," tegas Jatmiko K. Santosa.



*Transformasi Agresif: Dari 1% ke Target Ekspor 25%*



Sejalan dengan arahan Direktur Utama, Direktur Pemasaran dan Sistem Manajemen PTPN IV, Rury C. Baskoro, memaparkan bahwa kekuatan kapasitas produksi tidak lagi cukup jika tidak diimbangi dengan kemampuan penetrasi pasar secara mandiri dan langsung ke buyer global.



"Transformasi fundamental ini sudah kami jalankan dan alhamdulillah mulai menunjukkan progres yang sangat baik. Jika pada tahun 2024 porsi ekspor CPO kami hanya sekitar 1% dari total penjualan, hingga September 2026 porsi ini sudah meningkat tajam menjadi 10%. Insya Allah, tahun depan kami menargetkan porsi ekspor mencapai 25%, atau kurang lebih sekitar 759.000 ton," ujar Rury dalam sesi gelar wicara bertajuk Indonesian Sustainable Palm Oil: Global Competitiveness and Expanding International Market di ICE BSD.



Peningkatan eksponensial ini, lanjut Rury, mencerminkan perubahan cara PTPN IV mengelola bisnisnya dalam membangun hubungan langsung dengan pembeli, refiners, traders, hingga end-user di berbagai negara, sembari tetap memprioritaskan pemenuhan pasokan domestik.



*Menangkis EUDR dengan Fakta Historis dan Sertifikasi*



Pemberlakuan EUDR menjadi kekhawatiran besar bagi importir dan operator di Eropa, mengingat ancaman denda yang mencapai 4% dari total pendapatan tahunan mereka jika komoditas terbukti melanggar kriteria bebas deforestasi per consignment (pengiriman).



Meski demikian, Rury memastikan bahwa PTPN IV PalmCo memiliki keunggulan yang tidak bisa dibantah. "Kebun kami adalah peninggalan Belanda. Jadi bisa dipastikan tidak ada aktivitas deforestasi baru, tidak ada okupasi lahan dari masyarakat, dan tidak ada pengambilan lahan dari hutan," tegas Rury.



Fakta historis tersebut diperkuat dengan kepemilikan sertifikasi berkelanjutan tingkat nasional maupun global, seperti Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), yang menjamin aspek ketertelusuran (traceability).



*Buka Pasar Baru dan Berdayakan Desa Ekspor*



Perjanjian kerja sama dengan Kemendag ini dirancang secara komprehensif dari hulu hingga hilir, mencakup lima komoditas perkebunan Utama yaitu kelapa sawit, karet, kopi, teh, dan gambir.



Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag RI, Miftah Farid, membeberkan bahwa Indonesia harus proaktif mencari ceruk pasar alternatif di tengah stagnasi pasar Eropa.



"Berdasarkan data ITC Export Potential Map, kelapa sawit kita memiliki potensi yang sangat besar untuk diekspansi. Selain memperkuat pasar yang sudah established melalui pendekatan G-to-G seperti di Tiongkok dan India, kita melihat peluang luar biasa di Pakistan dan Filipina," ungkap Miftah.



Sebagai bentuk nyata penciptaan nilai ekonomi yang inklusif, kolaborasi ini juga menyepakati integrasi PTPN IV PalmCo ke dalam program prioritas "Desa Bisa Ekspor". Miftah menambahkan, sebagai pilot project, pemberdayaan produk akan difokuskan pada komoditas gambir di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani daerah penghasil, menyelesaikan masalah di sektor hulu, dan meningkatkan daya saing melalui penguatan standardisasi hilirisasi komoditas.



Kerja sama ini diharapkan bukan sekadar penandatanganan dokumen di atas kertas, tetapi terwujud dalam intelijen pasar yang presisi, fasilitasi bisnis dengan pembeli internasional, serta bertambahnya volume ekspor dan kemitraan global berkelanjutan bagi Indonesia.

PERSOALKAN PAYMENT OUTSIDE SYSTEM, ALIANSI BERTAHAN DI KANTOR BUPATI SERANG DAN DESAK SEKDA BUKA RUANG DIALOG

By On Rabu, Oktober 21, 2026

  



SERANG – Aliansi Pemerhati Pembangunan Provinsi Banten kembali menggelar aksi unjuk rasa lanjutan di depan Kantor Bupati Serang, Rabu (21/10/2026). Dalam aksi tersebut, massa menegaskan akan terus bertahan hingga tuntutan mereka dipenuhi, khususnya terkait permintaan klarifikasi dan keterbukaan data pengadaan barang dan jasa pemerintah Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2025 yang tercatat berstatus Payment Outside System pada data INAPROC.


Aliansi mendesak Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang beserta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera membuka ruang dialog dan memberikan penjelasan secara terbuka atas data yang menjadi perhatian masyarakat.


Danny Pratama, selaku perwakilan Aliansi Pemerhati Pembangunan Provinsi Banten, menegaskan bahwa pihaknya memahami terdapat ketentuan yang memungkinkan pembayaran di luar sistem dalam kondisi tertentu. Namun, menurutnya, setiap transaksi yang menggunakan mekanisme tersebut harus memiliki alasan yang jelas, dasar yang dapat dipertanggungjawabkan, serta dokumen pendukung yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


“Kami memahami bahwa dalam kondisi tertentu pembayaran di luar sistem dimungkinkan oleh regulasi. Namun, pertanyaan kami sederhana: apa alasan penggunaan mekanisme tersebut, apa dasar hukumnya, dan bagaimana pertanggungjawabannya? Semua itu harus dijelaskan secara transparan kepada publik,” tegas Danny.


Menurut Danny, berdasarkan hasil analisis dan rekapitulasi data INAPROC Tahun Anggaran 2025 yang dihimpun pihaknya, terdapat perbedaan yang dinilai mencolok antara jumlah keseluruhan paket pengadaan dan jumlah paket yang tercatat berstatus Payment Outside System pada sejumlah perangkat daerah.


Salah satu yang menjadi sorotan adalah Sekretariat Daerah Kabupaten Serang. Berdasarkan rekapitulasi internal aliansi, proporsi paket berstatus Payment Outside System disebut mencapai sekitar 85 persen dari keseluruhan paket yang dianalisis pada Tahun Anggaran 2025.


Angka tersebut, menurut aliansi, perlu diklarifikasi secara langsung oleh pihak terkait, termasuk mengenai jumlah paket, status realisasi, mekanisme pembayaran, serta kesesuaian pencatatan dengan ketentuan yang berlaku.


Danny menegaskan bahwa status Payment Outside System tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran hukum. Akan tetapi, tingginya proporsi yang ditemukan dalam analisis tersebut dinilai menjadi alasan kuat untuk meminta penjelasan resmi dan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung apabila diperlukan.


“Jangan sampai masyarakat dibiarkan bertanya-tanya tanpa mendapatkan jawaban. Kami tidak ingin membangun tuduhan tanpa dasar. Justru karena itu kami meminta klarifikasi, membuka data, dan berdialog agar persoalan ini menjadi terang. Kalau memang seluruh prosesnya sesuai aturan, seharusnya tidak ada alasan untuk menutup ruang komunikasi dengan masyarakat,” ujar Danny.


DESAK SEKDA DAN OPD TERKAIT TEMUI MASSA


Aliansi menilai keterbukaan informasi dan komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat merupakan bagian penting dari penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel. Oleh karena itu, mereka meminta Sekda Kabupaten Serang serta OPD terkait agar tidak mengabaikan permintaan dialog yang disampaikan melalui aksi tersebut.


Menurut Danny, aksi yang dilakukan bukan semata-mata untuk menyampaikan kritik, melainkan juga untuk memperoleh penjelasan resmi mengenai data pengadaan yang menjadi perhatian publik.


“Apa sulitnya membuka ruang dialog dengan kami? Jika tidak ada persoalan, mari duduk bersama, buka data yang diperlukan, dan jelaskan berdasarkan dokumen serta regulasi. Kami datang untuk meminta penjelasan, bukan untuk menghakimi tanpa proses klarifikasi,” tegasnya.


Ia menambahkan, pemerintah daerah sebagai pengelola anggaran publik memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi sesuai ketentuan keterbukaan informasi publik, dengan tetap memperhatikan informasi yang dikecualikan berdasarkan hukum.


AKSI AKAN TERUS BERLANJUT HINGGA TUNTUTAN DIPENUHI


Danny Pratama menegaskan bahwa Aliansi Pemerhati Pembangunan Provinsi Banten tidak akan menghentikan perjuangan sebelum tuntutan mereka mendapatkan respons yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.


Menurutnya, massa aksi siap bertahan selama pekan ini. Bahkan, apabila belum ada penyelesaian dan ruang dialog yang memadai, aliansi menyatakan siap melanjutkan aksi hingga satu bulan.


“Pekan ini kami akan terus bertahan. Bahkan, satu bulan pun kami tidak akan mundur selama tuntutan kami belum dipenuhi. Kami ingin ada jawaban resmi, ada ruang dialog, dan ada keterbukaan atas data yang kami persoalkan. Ini menyangkut pengelolaan anggaran publik yang harus bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tandas Danny.


Aliansi menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut melalui mekanisme penyampaian aspirasi, permintaan informasi, serta langkah-langkah sesuai ketentuan hukum apabila klarifikasi yang diminta belum diberikan.


Aksi lanjutan ini sekaligus menjadi desakan kepada Pemerintah Kabupaten Serang agar mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi terbuka dalam menjawab pertanyaan masyarakat terkait pengelolaan anggaran dan pengadaan barang dan jasa pemerintah.


Aliansi berharap Sekda Kabupaten Serang dan OPD terkait segera menemui massa, membuka ruang dialog, serta memberikan klarifikasi berbasis data dan dokumen agar persoalan ini tidak terus berkembang menjadi polemik di tengah masyarakat.

UIA Bireuen Wisuda 227 Sarjana dan Magister, 32 Lulusan Raih Cum Laude

By On Rabu, Oktober 21, 2026

UIA mewisuda 227 lulusan program S1 dan S2 dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan XXXVIII di Auditorium UIA, Paya Lipah, Peusangan, Bireuen, Selasa, 20 Oktober 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com — Universitas Islam Aceh (UIA) mewisuda 227 lulusan program sarjana (S1) dan magister (S2) dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan XXXVIII, di Auditorium UIA, Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Selasa, 20 Oktober 2026. 

Dari total lulusan tersebut, sebanyak 32 orang meraih predikat cum laude atau lulus dengan pujian, sedangkan 195 lainnya memperoleh predikat sangat memuaskan. 

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIA, Dr. Dhiauddin, M.Pd., melaporkan bahwa para wisudawan berasal dari enam program studi. Rinciannya, Magister Pendidikan Agama Islam 33 orang, Pendidikan Agama Islam 58 orang, Manajemen Pendidikan Islam 18 orang, Pendidikan Bahasa Arab 28 orang, Ekonomi Syariah tujuh orang, serta Hukum Keluarga Islam 83 orang. 

Rektor UIA, Dr. Nazaruddin, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukan akhir perjalanan akademik, melainkan awal tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu dan memberi manfaat bagi masyarakat. 

Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital, ia mengingatkan para lulusan agar terus meningkatkan kompetensi serta menjaga kejujuran dan integritas. 

“Reputasi dapat dibangun melalui prestasi, tetapi kehormatan hanya dapat dipertahankan melalui integritas,” tegasnya. 

Nazaruddin juga menyampaikan sejumlah capaian UIA, di antaranya akreditasi Unggul Program Studi Pendidikan Agama Islam pada tahun lalu dan Ekonomi Syariah pada tahun ini. UIA turut meraih 10 penghargaan dalam ajang PTKIS Award dan AICISSS Award 2026. 

Sementara itu, Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk berkarya serta berkontribusi bagi kemajuan daerah. 

Menurut Mukhlis, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial. 

"UIA terus menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat," harapnya. (Joniful Bahri)

Tabrakan Tiga Kendaraan Kembali Terjadi di Bireuen, Tiga Orang Luka Parah

By On Rabu, Oktober 21, 2026

Tiga unit kendaraan terlibat kecelakaan di jalan nasional Medan–Banda Aceh, tepatnya di Desa Geulumpang Payong, Jeumpa, Bireuen, Selasa 20 Oktober 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Tiga orang dilaporkan mengalami luka berat dalam insiden tersebut. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil Honda CR-V, truk tronton Mitsubishi, dan satu mobil Mitsubishi Xpander terjadi di jalan nasional Medan–Banda Aceh, tepatnya di Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Selasa 20 Oktober 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. 

Tiga orang dilaporkan mengalami luka berat dalam insiden tersebut. 

Ketiga kendaraan yang terlibat masing-masing Honda CR-V bernomor polisi BL 1395 JX, truk tronton Mitsubishi bernomor polisi BK 8328 FI, serta satu unit Mitsubishi Xpander yang sedang terparkir di depan Warung Indaco di sisi selatan jalan. 

Benturan keras menyebabkan bagian depan Honda CR-V ringsek parah. Sementara itu, truk tronton mengalami kerusakan pada bagian depan sebelah kanan. Mobil Xpander yang belum diketahui nomor polisinya juga mengalami kerusakan parah pada bagian belakang setelah dihantam truk tersebut. 

Kapolres Bireuen melalui Kasat Lantas Polres Bireuen, AKP Irwansyah Nasution membenarkan peristiwa tersebut. Pihak kepolisian menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 09.22 WIB. 

Pengemudi Honda CR-V, Fajrial (41), warga Desa Rebak Waido, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, mengalami luka berat. Dua orang lainnya yang berada di dalam mobil tersebut juga menjadi korban, yakni Husniati (40), seorang bidan, serta Dafa (14). 

Ketiga korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Fauziah Bireuen untuk mendapatkan penanganan medis. 

Sementara itu, pengemudi truk tronton Mitsubishi, M. Yani (36), warga Desa Lingka Kuta, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, dilaporkan tidak mengalami luka. 

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, kecelakaan bermula saat Honda CR-V melaju dari arah Banda Aceh menuju Medan. Setibanya di lokasi kejadian, pada ruas jalan yang lurus, mobil tersebut diduga melebar ke sisi kanan jalan. 

Pada saat bersamaan, truk tronton Mitsubishi yang dikemudikan M. Yani melaju dari arah Medan menuju Banda Aceh. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari. 

Benturan terjadi antara bagian depan Honda CR-V dan bagian depan sebelah kanan truk tronton. Setelah bertabrakan, truk tersebut juga menghantam bagian belakang mobil Xpander yang sedang terparkir di depan Warung Indaco. 

Saat kejadian, cuaca dilaporkan cerah, kondisi jalan beraspal dan kering, sedangkan arus lalu lintas terpantau sedang. 

Petugas kepolisian telah mengamankan kedua kendaraan yang terlibat langsung dalam tabrakan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Polisi masih melakukan penanganan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. 

Kepolisian mengimbau para pengguna jalan agar selalu berhati-hati, menjaga konsentrasi, serta mengendalikan kecepatan saat berkendara. 

Pengendara juga diminta tetap berada di jalur masing-masing dan menghindari manuver berisiko, terutama saat melintasi jalan nasional dengan arus kendaraan dari dua arah. (Joniful Bahri)

Satgas PRR Aceh: Dari Hunian hingga Infrastruktur, Pemulihan Pascabencana Aceh Terus Dikebut

By On Selasa, Oktober 20, 2026

Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA saat menyampaikan paparan terkait capaian pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh, di Banda Aceh. 

BANDA ACEH, KabarViral79.Com – Pemerintah melaporkan progres pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh terus menunjukkan perkembangan. 

Berdasarkan data Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) per 16 Oktober 2026, pembangunan hunian sementara (Huntara) telah mencapai 99 persen, sementara jumlah pengungsi yang masih tinggal di tenda darurat tercatat nihil. 

Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA mengatakan, kemajuan tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, kementerian/lembaga, serta masyarakat dalam mempercepat pemulihan di berbagai sektor. 

“Berbagai indikator utama pemulihan terus menunjukkan perkembangan positif. Layanan dasar masyarakat telah pulih, pengungsi di tenda sudah nihil, dan berbagai program rehabilitasi maupun rekonstruksi terus berjalan sesuai target,” kata Safrizal, Senin, 19 Oktober 2026. 

Pada sektor kelistrikan, jaringan di seluruh wilayah terdampak dilaporkan telah pulih 100 persen dan beroperasi normal. 

Distribusi energi juga kembali berjalan melalui 156 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), 11 stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE), dan 131 agen LPG. 

Pemulihan jaringan telekomunikasi turut mencapai 100 persen setelah perbaikan terhadap 3.815 base transceiver station (BTS) terdampak diselesaikan. 

Pembangunan Sumur Bor Masih Berlangsung

Meski sejumlah layanan dasar telah pulih, pembangunan sarana air bersih dan sanitasi masih berlanjut. Dari target 1.434 unit sumur bor, sebanyak 920 unit telah selesai dibangun, sedangkan 514 unit lainnya masih dalam pengerjaan. 

Pembangunan tersebut melibatkan TNI AD, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Polri, dan Satgas PRR. Sementara itu, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) komunal telah mencapai 54 unit dari target 72 unit. 

Operasi pembersihan lumpur dan material longsor di 650 lokasi sasaran dilaporkan telah rampung 100 persen. 

Huntara Hampir Rampung

Di sektor perumahan, dari total rencana pembangunan 18.949 unit huntara, sebanyak 18.916 unit telah selesai dibangun dan siap dimanfaatkan masyarakat. Capaian tersebut setara dengan sekitar 99,8 persen dari target. 

Penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) juga dilaporkan telah mencapai 100 persen kepada 18.422 kepala keluarga (KK) penerima manfaat. 

Seiring dengan pelaksanaan program penyediaan hunian dan relokasi, data Posko Wilayah Satgas PRR mencatat tidak ada lagi keluarga yang tinggal di tenda darurat di Aceh. 

Jembatan dan Sekolah Terus Dipulihkan

Pada sektor infrastruktur, pembangunan jembatan perintis dan jembatan gantung terus dilakukan untuk membuka akses wilayah terdampak. Salah satu proyek di Desa Sikundo dilaporkan telah mencapai progres fisik 41–50 persen. 

Satgas Jembatan Polri juga telah menyelesaikan 21 jembatan perintis di sejumlah daerah, termasuk Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Satu jembatan lainnya di Desa Samarena, Kabupaten Bener Meriah, masih dalam pengerjaan dengan progres 60 persen. 

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di seluruh 3.120 sekolah terdampak dilaporkan tetap berlangsung, baik di ruang kelas darurat maupun di fasilitas sekolah asal. Tidak ada lagi sekolah yang melaksanakan pembelajaran menggunakan tenda terbuka. 

Untuk mendukung kegiatan belajar, pemerintah telah menyalurkan 292.319 paket perlengkapan sekolah (school kit), 198.294 unit mebel, serta 1.361.981 eksemplar buku teks dan nonteks. 

Normalisasi Sungai dan Muara Berlanjut

Di sektor lingkungan, normalisasi terhadap 31 sungai sasaran masih berlangsung. Sebanyak 10 sungai telah selesai ditangani, sedangkan 21 sungai lainnya masih dalam pengerjaan. 

Adapun normalisasi muara baru rampung di dua dari total 23 lokasi sasaran. Sebanyak 21 muara lainnya masih dalam tahap pengerjaan. 

Safrizal menegaskan, Satgas PRR Aceh akan terus mengawal penyelesaian program rehabilitasi dan rekonstruksi yang masih berjalan melalui koordinasi lintas sektor. 

"Keberhasilan pemulihan tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga oleh kembalinya aktivitas sosial dan ekonomi serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan," paparnya. (Joniful Bahri)

Konsolidasi PKB Bireuen, HRD Tekankan Soliditas Kader hingga Tingkat Desa

By On Selasa, Oktober 20, 2026

Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud, S.E., M.A.P. (HRD), memimpin Rapat Konsolidasi DPC PKB Kabupaten Bireuen, di Kompleks Meuligoe Residence, Minggu malam, 18 Oktober 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com – Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh, H. Ruslan M. Daud, S.E., M.A.P. (HRD), meminta seluruh kader dan pengurus Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) hingga Dewan Pengurus Ranting (DPRt) PKB menjadi corong aspirasi masyarakat serta responsif terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat. 

Permintaan tersebut disampaikan HRD saat memimpin Rapat Konsolidasi DPC PKB Kabupaten Bireuen di Kompleks Meuligoe Residence, Minggu malam, 18 Oktober 2026. 

HRD menekankan pentingnya soliditas organisasi dan peran aktif kader dalam menyerap serta menyampaikan aspirasi masyarakat kepada para pemangku kebijakan. 

Menurutnya, kader PKB juga harus peka terhadap persoalan sosial, termasuk penanganan dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. 

Selain memperkuat komunikasi dengan masyarakat, HRD meminta pengurus partai mengoptimalkan penggunaan media digital untuk mendukung aktivitas organisasi. 

Media digital dinilai dapat dimanfaatkan sebagai sarana publikasi kegiatan partai, penyampaian aspirasi warga, serta penyebarluasan informasi mengenai kinerja anggota legislatif Fraksi PKB. 

Ia juga menegaskan bahwa penguatan struktur partai harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, agar komunikasi organisasi dan pelayanan terhadap masyarakat berjalan lebih efektif. 

HRD menyebutkan, rapat konsolidasi tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. 

Dalam kesempatan itu, HRD menyampaikan bahwa pengukuhan pengurus DPC dan pelantikan pengurus DPAC PKB se-Kabupaten Bireuen dijadwalkan berlangsung pada November 2026. 

Kegiatan pengukuhan tersebut akan dihadiri sekitar 4.000 peserta yang berasal dari 609 desa di 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen. 

Menurut HRD, pelantikan itu direncanakan menjadi kegiatan perdana sekaligus percontohan bagi DPAC PKB di kabupaten dan kota lainnya di Aceh.  

"Agenda ini direncanakan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, tokoh perempuan hingga ulama," paparnya.  

Melalui konsolidasi tersebut, pengurus dan kader PKB diharapkan semakin memperkuat koordinasi organisasi serta menjalankan peran sebagai penghubung antara aspirasi masyarakat dan kebijakan publik. (Joniful Bahri)

GEMPAR! DUA PROYEK REVITALISASI PAUD Rp1,75 MILIAR DI REJANG LEBONG DISOROT! SATU KEPALA TUKANG DIDUGA GARAP DUA SEKOLAH, SWAKELOLA DIPERTANYAKAN!

By On Senin, Oktober 19, 2026

 


REJANG LEBONG, BENGKULU — Program revitalisasi sekolah yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Rejang Lebong kembali menuai sorotan tajam! Kali ini, perhatian tertuju pada dua proyek PAUD dengan total anggaran sekitar Rp1,75 miliar yang diduga melibatkan satu kepala tukang dalam pengerjaan di dua lokasi berbeda.


Dua sekolah tersebut adalah PAUD Terpadu Al-Hidayah di Desa Pal VII, Kecamatan Bermani Ulu Raya, dengan anggaran sekitar Rp700 juta, serta PAUD Negeri Dahlia V di Desa Baru Manis, Kecamatan Bermani Ulu, dengan anggaran Rp1.051.067.000.


Berdasarkan pantauan wartawan, seorang kepala tukang bernama Totok diduga menangani pekerjaan di kedua sekolah tersebut. Di PAUD Terpadu Al-Hidayah, sejumlah pekerja disebut berasal dari luar Kecamatan Bermani Ulu Raya dan bukan dari unsur komite maupun wali murid setempat.


Sementara itu, di PAUD Negeri Dahlia V, pekerjaan disebut dijalankan oleh dua orang yang diduga merupakan anak buah Totok dari Desa Kampung Delima, Kecamatan Curup Timur.


Pertanyaannya: jika program ini harus berjalan melalui mekanisme swakelola, bagaimana sebenarnya pembagian peran P2SP dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan?


SWAKELOLA JANGAN HANYA JADI SLOGAN!


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong sebelumnya disebut menegaskan bahwa program revitalisasi harus dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan komite sekolah dan tidak sekadar diserahkan kepada kontraktor luar.


Namun, kondisi yang ditemukan di lapangan memunculkan tanda tanya besar. Apakah pelaksanaan kedua proyek tersebut sudah sesuai dengan petunjuk teknis, atau justru terdapat kesenjangan antara ketentuan dan praktik pengerjaan?


Penggunaan kepala tukang dan tenaga kerja dari luar daerah bukan otomatis merupakan pelanggaran. Akan tetapi, apabila ditemukan bahwa P2SP hanya tercantum dalam dokumen sementara pengelolaan pekerjaan sesungguhnya dijalankan pihak lain tanpa mekanisme yang dibenarkan, kondisi itu patut diperiksa secara serius.


Dugaan bahwa pihak sekolah hanya menerima bangunan jadi atau terima bersih juga perlu dibuktikan melalui pemeriksaan struktur organisasi P2SP, pembagian tanggung jawab, dokumen pelaksanaan, pembayaran, dan kondisi fisik bangunan.


KETERANGAN TOTOK DIPERTANYAKAN, WARTAWAN MENGAKU MENEMUKANNYA DI LOKASI


Persoalan semakin menjadi sorotan ketika wartawan melakukan konfirmasi kepada Totok.


Menurut keterangan wartawan, Totok menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di Curup, tepatnya di Simpang Nangka, untuk melayat. Dalam percakapan tersebut, ia juga menyebut Beben sebagai perencana dan Leo sebagai pengawas.


Namun, setelah itu wartawan mendatangi lokasi pekerjaan PAUD Terpadu Al-Hidayah di Desa Pal VII. Wartawan mengaku mendapati Totok berada di lokasi tersebut.


Perbedaan keterangan ini menimbulkan pertanyaan yang layak dijawab. Apa sebenarnya peran Totok dalam pekerjaan revitalisasi tersebut? Apakah ia hanya bertindak sebagai kepala tukang, atau memiliki tanggung jawab lebih luas dalam pengendalian pekerjaan?


Jawaban atas pertanyaan itu harus diperoleh melalui klarifikasi langsung, bukan sekadar asumsi. Totok, Beben, Leo, pihak sekolah, dan pengurus P2SP perlu diberikan kesempatan menjelaskan peran masing-masing.


DINAS DIKBUD JANGAN TUTUP MATA!


Dengan total anggaran sekitar Rp1,75 miliar, pelaksanaan kedua proyek tersebut layak mendapat pengawasan yang memadai. Dinas Dikbud Rejang Lebong perlu menjelaskan bagaimana pengawasan teknis dilakukan, bagaimana keterlibatan P2SP dipastikan, serta apakah pelaksanaan pekerjaan sudah sesuai dengan petunjuk teknis program revitalisasi 2026.


Publik juga berhak mengetahui apakah papan informasi kegiatan, dokumen anggaran, laporan kemajuan, dan pertanggungjawaban pekerjaan tersedia sesuai ketentuan yang berlaku.


Jika seluruh pelaksanaan telah sesuai aturan, penjelasan terbuka disertai dokumen pendukung akan membantu menjawab keraguan masyarakat. Sebaliknya, apabila ditemukan ketidaksesuaian, instansi berwenang perlu melakukan pemeriksaan administrasi dan fisik secara objektif.


APBN BUKAN UNTUK PERMAINAN!


Dana revitalisasi bersumber dari uang negara dan ditujukan untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan. Karena itu, pelaksanaannya tidak boleh hanya terlihat baik di atas kertas, tetapi harus dapat dipertanggungjawabkan dari sisi proses, mutu bangunan, dan penggunaan anggaran.


Dua proyek, dua sekolah, dan anggaran miliaran rupiah kini memunculkan pertanyaan yang harus dijawab secara terbuka.


Apakah pelaksanaan revitalisasi di PAUD Terpadu Al-Hidayah dan PAUD Negeri Dahlia V benar-benar berjalan sesuai mekanisme swakelola? Ataukah terdapat ketidaksesuaian yang selama ini luput dari pengawasan?


Publik menunggu penjelasan Dinas Dikbud Rejang Lebong, P2SP, pihak sekolah, perencana, dan pengawas. Jika ditemukan bukti penyimpangan, hasil pemeriksaan dapat diteruskan kepada instansi berwenang sesuai ketentuan hukum.

Aliansi Gelar Aksi Tenda Di Kantor Bupati Serang, Sorot Sikap Sekda, Bapperida, Dan Kesbangpol

By On Senin, Oktober 19, 2026

  



SERANG,  - Senin (19/10/2026)  Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Pemerhati Pembangunan Provinsi Banten menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Serang, Senin (19/10/2026). 


Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan kekecewaan terhadap sikap Pemerintah Kabupaten Serang, khususnya Sekretariat Daerah, Bapperida, dan Kesbangpol, yang dinilai belum memberikan tanggapan memadai atas tuntutan dan permintaan data yang telah disampaikan sebelumnya.


Sebagai bentuk protes, massa memilih bertahan dengan mendirikan tenda di sekitar lokasi aksi. Mereka menyatakan akan terus bertahan hingga ada perwakilan pemerintah daerah atau organisasi perangkat daerah (OPD) yang bersedia menemui massa dan membuka ruang dialog.


Danny Pratama, selaku koordinator lapangan (korlap), menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari unjuk rasa pada Senin, 12 Oktober 2026, yang hingga kini dinilai belum membuahkan hasil konkret.


“Jujur, kami sangat kecewa. Aksi ini bukan tanpa dasar. Pekan lalu, tepatnya Senin, 12 Oktober 2026, kami sudah menyampaikan sejumlah tuntutan dan meminta penjelasan serta data dari beberapa OPD. Namun, sampai hari ini, persoalan yang kami sampaikan belum mendapatkan jawaban yang jelas,” ujar Danny di lokasi aksi.


Menurutnya, pihak aliansi datang untuk meminta penjelasan dan mendorong keterbukaan informasi terkait tata kelola pemerintahan serta penggunaan anggaran daerah. Namun, hingga aksi kembali digelar, belum ada pihak yang dinilai memberikan ruang dialog secara terbuka.


Danny juga menyayangkan adanya pertanyaan mengenai legalitas aliansi yang justru muncul di tengah upaya mereka meminta penjelasan atas persoalan yang disampaikan.


“Lucunya, justru legalitas kami yang dipertanyakan. Kami ini aliansi yang tergabung dari beberapa organisasi. 


Apa sulitnya menemui kami, mendengarkan tuntutan kami, dan membuka ruang dialog? Kami datang untuk meminta penjelasan, bukan untuk mencari keributan,” tegasnya.


Ia menilai, dialog antara masyarakat dan pemerintah daerah merupakan bagian penting dari prinsip transparansi, akuntabilitas, serta keterbukaan informasi publik. Karena itu, Danny meminta Pemerintah Kabupaten Serang tidak mengabaikan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui mekanisme unjuk rasa.


Bawa Nisan dan Tabur Bunga, Simbol Kekecewaan atas Transparansi


Dalam aksi tersebut, massa juga membawa sejumlah nisan simbolis dan melakukan tabur bunga. Aksi teatrikal ini dimaksudkan sebagai simbol kekecewaan terhadap kondisi keterbukaan informasi dan transparansi tata kelola pemerintahan Kabupaten Serang yang menurut mereka belum berjalan sebagaimana diharapkan.


Simbol nisan dan tabur bunga tersebut menggambarkan apa yang mereka sebut sebagai “matinya transparansi dan keterbukaan” ketika tuntutan masyarakat belum memperoleh jawaban yang memadai.


Massa menegaskan bahwa simbol tersebut merupakan bentuk kritik dan ekspresi kekecewaan, sekaligus seruan agar pemerintah daerah kembali membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan organisasi masyarakat sipil.


Aksi Berlanjut hingga Ada Respons


Danny menegaskan, pihaknya berencana melanjutkan aksi selama beberapa hari ke depan sampai tuntutan yang telah disampaikan mendapatkan respons dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.


“Kami akan tetap bertahan dan melanjutkan aksi ini sampai ada pihak dari Pemkab Serang maupun OPD terkait yang bersedia menemui kami. Kami berharap ada itikad baik untuk berdialog dan memberikan jawaban atas persoalan yang kami sampaikan,” katanya.


Aliansi berharap Pemerintah Kabupaten Serang, Sekretariat Daerah, Bapperida, dan Kesbangpol dapat segera merespons tuntutan tersebut secara terbuka, termasuk menjelaskan data dan informasi yang menjadi pokok persoalan.


Bagi aliansi, keterbukaan informasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat. 


Mereka juga menegaskan bahwa kritik yang disampaikan melalui aksi damai merupakan salah satu bentuk partisipasi publik dalam mengawasi penyelenggaraan pemerintahan.


“Harapan kami sederhana: temui kami, buka ruang dialog, dan berikan penjelasan yang jelas. Jangan sampai masyarakat terus menunggu tanpa kepastian. Salam demokrasi,” tutup Danny Pratama.

GEMPAR! REVITALISASI PAUD NEGERI DAHLIA V SENILAI Rp1,05 MILIAR DIKULITI! PASIR DIDUGA BERCAMPUR TANAH, K3 DISOROT, PENGAWAS DIPERTANYAKAN

By On Senin, Oktober 19, 2026

 


REJANG LEBONG, BENGKULU — Program revitalisasi PAUD Negeri Dahlia V di Desa Baru Manis, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, dengan pagu anggaran yang disebut mencapai Rp1.051.067.000 dan masa pelaksanaan 120 hari kalender, kini menjadi sorotan tajam. Proyek bernilai miliaran rupiah tersebut memunculkan sederet pertanyaan serius, mulai dari dugaan lemahnya pengawasan, minimnya pelibatan masyarakat, keselamatan pekerja, hingga kualitas material bangunan yang dipersoalkan.


Besarnya anggaran publik yang digelontorkan pemerintah semestinya menjadi jaminan bahwa pembangunan dilaksanakan secara transparan, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan dari sejumlah warga dan pekerja, pelaksanaan revitalisasi tersebut justru menyisakan sejumlah persoalan yang menuntut penjelasan terbuka.


Anggaran lebih dari Rp1 miliar, tetapi pengawasan dan mutu pekerjaan justru dipertanyakan. Ada apa dengan proyek revitalisasi PAUD Negeri Dahlia V?


P2SP DIDUGA HANYA JADI TAMENG ADMINISTRASI


Sejumlah warga Desa Baru Manis yang dikonfirmasi wartawan menyampaikan sorotan terhadap pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan tersebut. Mereka mempertanyakan sejauh mana masyarakat setempat dilibatkan dan bagaimana Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) menjalankan tugasnya.


Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa keberadaan P2SP berpotensi hanya menjadi formalitas administratif apabila pelaksanaan dan pengambilan keputusan tidak benar-benar berjalan sesuai pembagian tugas.


Jika dugaan tersebut benar, persoalannya bukan sekadar kurangnya komunikasi dengan warga, melainkan menyangkut transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program yang menggunakan uang negara.


Publik berhak mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas pekerjaan, bagaimana keputusan teknis dibuat, siapa yang mengendalikan penggunaan anggaran, dan apakah seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai petunjuk teknis yang berlaku.


P2SP jangan sampai hanya tercantum di atas kertas, sementara pelaksanaan di lapangan berjalan tanpa pengawasan yang memadai. Dugaan ini harus diuji melalui pemeriksaan struktur organisasi, dokumen pelaksanaan, laporan pertanggungjawaban, serta kondisi fisik bangunan.


PASIR DIDUGA BERCAMPUR TANAH, MUTU BANGUNAN JADI TANDA TANYA!


Sorotan paling serius muncul terkait material pasir yang digunakan dalam pembangunan. Berdasarkan informasi yang diterima wartawan, pasir tersebut diduga bercampur tanah dan kualitasnya dipertanyakan.


Jika benar material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi teknis, hal itu berpotensi memengaruhi mutu konstruksi, tergantung pada jenis pekerjaan dan hasil pemeriksaan teknis.


Persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Bangunan pendidikan harus memenuhi persyaratan keselamatan dan mutu agar dapat digunakan dengan aman dalam jangka panjang.


Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong bersama instansi teknis terkait perlu melakukan pemeriksaan langsung, mencocokkan material dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta melakukan pengujian apabila diperlukan.


Tak hanya kualitasnya, asal-usul pasir juga menjadi pertanyaan. Muncul dugaan bahwa material tersebut berasal dari tambang yang tidak memiliki izin sebagaimana dipersyaratkan.


Namun, dugaan mengenai tambang ilegal tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan asal material, identitas pemasok, dokumen pengangkutan, dan perizinan yang relevan.


Jangan sampai anggaran negara digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan dengan material yang tidak memenuhi persyaratan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, siapa pun yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai aturan.


PEKERJA DIDUGA TANPA APD, KESELAMATAN KERJA DI MANA?


Persoalan berikutnya menyangkut penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerja di lokasi revitalisasi tersebut diduga tidak dilengkapi alat pelindung diri (APD) yang memadai.


Jika dugaan ini terbukti, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pihak pelaksana dan pihak yang bertanggung jawab atas keselamatan pekerjaan.


Penggunaan APD, pengendalian risiko, dan prosedur keselamatan tidak boleh diabaikan hanya karena proyek dikerjakan melalui mekanisme swakelola.


Tim pelaksana dan pengawas perlu menjelaskan langkah-langkah keselamatan yang diterapkan, termasuk apakah pekerja telah memperoleh perlengkapan sesuai risiko pekerjaan.


Publik tentu tidak menginginkan pembangunan fasilitas pendidikan justru mengabaikan keselamatan orang-orang yang bekerja di dalamnya.


PENGAWAS DAN PERENCANA JARANG TERLIHAT, TUJUH HINGGA SEPULUH PROYEK SEKALIGUS?


Keterangan sejumlah pekerja turut menambah panjang daftar pertanyaan. Menurut beberapa tukang yang ditemui wartawan, tim teknis, perencana, dan pengawas disebut menangani banyak kegiatan revitalisasi sekolah sekaligus.


Mereka menyebut jumlahnya diperkirakan mencapai tujuh hingga sepuluh lokasi.


Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar: apakah pembagian tugas dan waktu pengawasan sudah memadai untuk memastikan setiap proyek berjalan sesuai spesifikasi?


Wartawan yang mendatangi lokasi dan tidak menjumpai personel terkait pada saat kunjungan belum dapat memastikan bahwa pengawasan sama sekali tidak dilakukan. Namun, persoalan ini patut ditelusuri melalui jadwal kunjungan, surat tugas, buku harian pengawasan, laporan kemajuan, dan dokumentasi pekerjaan.


Jika pengawasan ternyata tidak berjalan efektif akibat penugasan yang terlalu banyak atau pembagian tugas yang tidak memadai, pihak berwenang harus melakukan evaluasi.


Proyek bernilai miliaran rupiah tidak boleh sekadar mengejar penyelesaian administrasi. Pengawasan teknis harus dapat dibuktikan melalui pekerjaan nyata, bukan hanya tanda tangan dalam dokumen.


KEPALA DINAS DIKBUD ZAKARIA DIMINTA BUKA SUARA


Sorotan publik kini mengarah kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, khususnya Kepala Dinas Zakaria.


Ia diminta menjelaskan bagaimana mekanisme pengawasan, pembinaan, dan evaluasi terhadap program revitalisasi sekolah dilaksanakan, termasuk di PAUD Negeri Dahlia V.


Muncul pula dugaan yang belum terverifikasi mengenai kemungkinan adanya pemberian fee dalam pelaksanaan sejumlah kegiatan revitalisasi di Kabupaten Rejang Lebong. Dugaan tersebut memerlukan bukti dan penelusuran tersendiri, serta tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa kepala dinas atau pejabat tertentu telah menerima uang.


Karena itu, klarifikasi dari pihak dinas menjadi penting untuk menjawab pertanyaan publik dan mencegah berkembangnya spekulasi.


Jika ditemukan indikasi penyimpangan anggaran, ketidaksesuaian pekerjaan, atau praktik pemberian imbalan yang melanggar hukum, hasil pemeriksaan dan bukti pendukung dapat diteruskan kepada Inspektorat maupun aparat penegak hukum sesuai kewenangannya.


KEPALA PAUD BELUM MEMBERIKAN KLARIFIKASI


Hingga berita ini disusun, kepala PAUD Negeri Dahlia V belum memberikan klarifikasi kepada wartawan terkait berbagai persoalan yang dipertanyakan, termasuk pelibatan masyarakat, kualitas material, penerapan K3, serta pelaksanaan pengawasan teknis.


Belum adanya tanggapan tidak dapat dimaknai sebagai bukti kesalahan. Pihak sekolah tetap perlu diberi ruang untuk menjelaskan fakta dan menyampaikan dokumen yang relevan.


Wartawan akan terus berupaya meminta konfirmasi kepada kepala sekolah, Kepala Dinas Dikbud Zakaria, tim perencana, pengawas, dan pihak P2SP guna memperoleh keterangan berimbang.


APARAT DIMINTA TURUN, AUDIT DOKUMEN DAN FISIK JANGAN SETENGAH HATI!


Melihat berbagai informasi yang berkembang, Inspektorat Kabupaten Rejang Lebong dan instansi berwenang diminta melakukan pemeriksaan apabila terdapat indikasi yang cukup, meliputi:


- Kesesuaian volume dan mutu pekerjaan dengan RAB serta spesifikasi teknis.

- Kualitas dan asal-usul material pasir yang digunakan.

- Pelaksanaan standar keselamatan dan kesehatan kerja.

- Struktur, pembagian tugas, serta bukti kegiatan P2SP.

- Penugasan dan efektivitas pengawasan teknis di lokasi.

- Bukti transaksi, dokumen pengadaan material, serta pertanggungjawaban penggunaan anggaran.


Pemeriksaan harus dilakukan berdasarkan dokumen, kondisi fisik, dan keterangan para pihak, bukan sekadar asumsi atau tudingan.


Uang negara wajib dipertanggungjawabkan. Jika seluruh pekerjaan telah sesuai aturan, hasil pemeriksaan harus menjelaskannya. Namun, jika ditemukan pelanggaran, jangan ada pihak yang dilindungi dari proses pemeriksaan sesuai hukum.


Kini, masyarakat menunggu jawaban nyata: apakah revitalisasi PAUD Negeri Dahlia V benar-benar dilaksanakan sesuai ketentuan, atau terdapat persoalan yang selama ini belum terungkap?


Catatan redaksi: Seluruh dugaan dalam pemberitaan ini masih memerlukan verifikasi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi kepala sekolah, Dinas Dikbud, P2SP, tim perencana, pengawas, serta pihak lain yang disebutkan. Semua pihak tetap dijunjung asas praduga tak bersalah.

Spektakuler! Enam Paramotor Hiasi Langit Margahayu, Danbrigade Parako I Pasgat Mendarat Gagah di Hadapan Pasukan pada HUT ke-79 Korpasgat

By On Senin, Oktober 19, 2026

 



Margahayu – Korpasgat. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara berlangsung spektakuler di Lapangan Merah, Mako Korpasgat, Margahayu, Bandung, Sabtu (17/10/2026). Suasana upacara semakin semarak saat enam paramotor menghiasi langit Margahayu dengan atraksi udara yang memukau, mencerminkan keberanian, ketangkasan, dan profesionalisme prajurit Korpasgat dalam mengemban tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Momen paling menegangkan sekaligus memikat perhatian terjadi ketika salah satu paramotor bermanuver dan mendarat secara presisi di hadapan pasukan upacara yang berdiri tegap dengan sikap sempurna. Pendaratan berlangsung sigap dan tertib, menghadirkan atraksi yang menyatukan ketangkasan di udara dengan ketepatan dalam pelaksanaan tugas. Sementara itu, lima paramotor lainnya terus menghiasi langit sebelum kembali menuju area pendaratan yang telah ditentukan.


Sosok yang mendarat gagah tersebut adalah Komandan Brigade Parako I Pasgat, Kolonel Pas M. M. Munir, alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2001, yang bertindak sebagai Komandan Upacara HUT ke-79 Korpasgat. Kehadirannya melalui atraksi paramotor memberikan warna istimewa dalam peringatan tersebut sekaligus merefleksikan karakter prajurit Korpasgat yang menjunjung tinggi keberanian, disiplin, ketepatan, dan kesiapsiagaan. Atraksi ini juga menjadi gambaran semangat prajurit yang senantiasa dituntut tangguh, terampil, dan profesional dalam menghadapi beragam tantangan tugas.


Atraksi enam paramotor tersebut bukan sekadar pertunjukan yang menghibur, melainkan juga simbol semangat juang, soliditas, dan pengabdian tanpa batas prajurit Korpasgat. Momentum HUT ke-79 ini menegaskan tekad Korpasgat untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kesiapan operasional dalam mendukung tugas TNI Angkatan Udara, menjaga kedaulatan wilayah udara, serta mempertahankan keutuhan NKRI. Dengan semangat pantang menyerah dan dedikasi yang kokoh, Korpasgat terus berkomitmen menjadi prajurit yang tangguh, andal, dan senantiasa siap menghadapi setiap tantangan demi bangsa dan negara.


(Penkopasgat)

Perjudian Sabung Ayam dan Dadu di Klurak Candi Sidoarjo: Warga Menolak Keras, Desak Polda Jatim Tindak dengan Serius

By On Senin, Oktober 19, 2026

Diduga lokasi aktivitas sabung ayam dan perjudian dadu cap jikie di Desa Klurak, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jatim. 

SIDOARJO, KabarViral79.Com — Aktivitas sabung ayam dan perjudian dadu cap jikie di Desa Klurak, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), menjadi sorotan. 

Aktivitas yang diduga meresahkan masyarakat tersebut meminta perhatian serius Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polres Sidoarjo dan Polda Jatim, agar segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan pelanggaran. 

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, dugaan aktivitas perjudian 303 tersebut menjadi perhatian warga karena dikhawatirkan mengganggu ketenteraman lingkungan. 

Kabar di media sosial beredar pembongkaran dan dibakar lokasi  kalangan di Desa Klurak. Tindakan seperti itu apakah ada efek jera bagi penyelenggara kalangan judi 303. Setelah ditindak oleh pihak Polresta Sidoarjo bersama Polsek Candi tidak lama beberapa hari sudah kembali beraktivitas sediakala. 

Masyarakat Sidoarjo mendesak pihak Bupati Sidoarjo bersama jajaran Kepolisian Polresta maupun Polsek, Kodim dan Koramil untuk bisa bersinergi berantas para penyakit masyarakat. 

Masyarakat Minta Aparat Tidak Mengabaikan Aduan

Warga berharap aparat Kepolisian tidak menunggu persoalan berkembang lebih jauh sebelum melakukan pemeriksaan. 

Jika laporan tersebut benar, penanganan yang cepat, profesional, dan transparan diperlukan untuk menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Candi. 

Polres Sidoarjo bersama Polsek setempat diharapkan segera memverifikasi lokasi, meminta keterangan saksi, serta menelusuri apakah benar terdapat aktivitas sabung ayam dan perjudian dadu sebagaimana yang dilaporkan. 

Apabila ditemukan bukti yang cukup, penindakan harus dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. 

Judi Berpotensi Berhadapan dengan Ketentuan Pidana

Terkait dugaan perjudian, aparat dapat menelaah ketentuan pidana perjudian dalam KUHP Nasional, yakni Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, yang mulai berlaku pada 2 Januari 2026, termasuk Pasal 426 dan Pasal 427 sesuai unsur perbuatan yang ditemukan. 

Penerapan pasal harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan pembuktian, bukan semata-mata dugaan. 

Sementara itu, apabila ditemukan dugaan tindak pidana terkait penyelenggaraan sabung ayam, aparat perlu menilai fakta dan unsur hukumnya secara cermat. 

Tidak setiap kegiatan yang melibatkan ayam otomatis memenuhi unsur tindak pidana; pembuktian harus dilakukan berdasarkan keadaan nyata di lapangan. 

Klarifikasi dan Penindakan Harus Terbuka

Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Polres Sidoarjo mengenai kebenaran laporan tersebut maupun langkah penanganan yang telah dilakukan. 

Redaksi mendorong pihak Kepolisian memberikan klarifikasi agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan tidak berkembang menjadi spekulasi. 

Penegakan hukum tidak boleh hanya berhenti pada pemeriksaan sesaat. Jika dugaan tersebut terbukti, tindakan harus dilakukan secara konsisten sesuai hukum. 

Sebaliknya, apabila tidak ditemukan pelanggaran, hasil pemeriksaan juga perlu disampaikan secara jelas agar tidak menimbulkan tuduhan yang tidak berdasar terhadap pihak mana pun. 

Masyarakat berharap Desa Klurak tetap menjadi lingkungan yang aman dan kondusif. Karena itu, Polres Sidoarjo diminta menindaklanjuti informasi ini secara serius, objektif, dan profesional demi kepastian hukum serta ketenteraman warga. 

Catatan redaksi: Berita ini memuat dugaan yang masih memerlukan verifikasi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak kepolisian maupun pihak terkait lainnya. (*/red)

Dijanjikan Keuntungan 10 Persen, Korban Dugaan Penipuan Bisnis Arisan Online MS Blesse Bigget Rugi Rp 886 Juta

By On Minggu, Oktober 18, 2026

Dugaan penipuan berkedok bisnis dana pinjaman yang dikaitkan dengan arisan online MS Blesse Bigget dilaporkan ke Polrestabes Surabaya. 

SURABAYA, KabarViral79.Com – Dugaan penipuan berkedok bisnis dana pinjaman yang dikaitkan dengan arisan online MS Blesse Bigget dilaporkan ke Polrestabes Surabaya. 

Seorang warga Surabaya bernama Iswatul Mufidah mengaku mengalami kerugian hingga Rp 886.635.000 setelah menyerahkan dana kepada seorang perempuan bernama Pratiwi Novia Wijayanti, warga Jl. Manukan Tengah No. III Blok 6 I/1 Kel. Manukan Tengah, Kec. Tandes, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim). 

Laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/2090/X/2026/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR, sebagaimana tercantum dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan tertanggal 17 Oktober 2026. 

Iswatul melaporkan dugaan tindak pidana penipuan tersebut melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026. Dalam laporan itu, ia didampingi kuasa hukumnya, Dodik Firmansyah, SH, dan Sukardi, SH. 

Berawal dari Pertemuan di Pasar

Menurut keterangan kuasa hukum, perkenalan Iswatul dengan Pratiwi bermula pada 2025, ketika keduanya bertemu di sebuah pasar di Surabaya. Saat itu, Iswatul sedang berbelanja pakaian dan nasi jagung. 

Dalam pertemuan tersebut, Pratiwi disebut memperkenalkan bisnis arisan online MS Blesse Bigget serta menawarkan kerja sama dalam bisnis dana pinjaman bagi anggota arisan. 

Iswatul kemudian mendapat penjelasan bahwa modal yang disetorkan akan dikelola dalam bisnis pinjaman tersebut. Ia juga dijanjikan keuntungan sebesar 10 persen dari modal yang ditanamkan. 

Tertarik dengan tawaran itu, Iswatul kemudian menyalurkan sejumlah dana secara bertahap ke rekening BCA atas nama Pratiwi Novia Wijayanti. 

Transfer Dana Capai Rp 886 Juta

Berdasarkan keterangan dalam laporan yang disampaikan, transfer dana dilakukan mulai Juni 2026 dan berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. 

Total dana yang diserahkan Iswatul disebut mencapai Rp 886.635.000. Namun, menurut pihak korban melalui kuasa hukumnya, keuntungan yang dijanjikan tidak terealisasi. Dana pokok yang telah disetorkan juga disebut belum dikembalikan. 

Pihak korban menilai kondisi tersebut menimbulkan kerugian finansial yang besar. Kuasa hukum menyatakan bahwa kliennya telah berupaya meminta penyelesaian, termasuk melalui dua kali somasi yang dilayangkan oleh kantor hukum D’Firmansyah & Rekan. 

Namun, menurut kuasa hukum, upaya tersebut belum membuahkan pengembalian dana sebagaimana yang diharapkan. 

Kuasa Hukum Sebut Ada Dugaan Korban Lain

Kuasa hukum Iswatul, Dodik Firmansyah menyebut, pihaknya memperoleh informasi adanya orang lain yang diduga mengalami kerugian dalam bisnis serupa. Para pihak tersebut disebut berencana menempuh jalur hukum secara terpisah. 

Berdasarkan perkiraan awal dari pihak kuasa hukum, total kerugian yang dialami sejumlah orang diduga mencapai miliaran rupiah, dengan nilai kerugian masing-masing mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah. 

Meski demikian, jumlah korban dan total kerugian keseluruhan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang. 

Dodik mengatakan, kliennya berharap laporan yang telah disampaikan kepada kepolisian dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku. 

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan mengenai perkembangan penanganan laporan dari pihak kepolisian maupun tanggapan dari Pratiwi Novia Wijayanti terkait dugaan tersebut. (*/red)

Penggunaan Tanah Merah Diduga Ilegal di Proyek Jalan Tol Serang–Panimbang Diminta Ditindak Tegas

By On Minggu, Oktober 18, 2026

Aktivitas pengangkutan tanah merah untuk proyek jalan Tol Serang–Panimbang. 

PANDEGLANG, KabarViral79.Com — Pelaksanaan proyek strategis nasional Jalan Tol Serang–Panimbang kini tengah menjadi sorotan publik. 

Muncul dugaan bahwa PT Panca, salah satu pihak pelaksana di Sta 70, Desa Pasirgadung, menggunakan pasokan tanah merah yang berasal dari lokasi pertambangan tanpa izin (ilegal) sebagai material timbunan di sepanjang ruas proyek tersebut. 

Menanggapi isu tersebut, Ketua DPC PPWI Kabupaten Pandeglang, Nuryahman, S.Pd., menyampaikan keprihatinannya. 

"Masyarakat berhak tahu dari mana asal material yang digunakan untuk membangun infrastruktur vital di wilayah kita. Jika benar tanah merah yang diambil dari tambang tanpa izin digunakan untuk proyek tol, maka ini adalah pelanggaran yang serius. Selain merugikan negara, aktivitas tambang ilegal juga merusak lingkungan dan sumber mata pencaharian warga," ujarnya, Sabtu, 17 Oktober 2026. 

Nuryahman mendesak agar pihak pengawas proyek segera memverifikasi dokumen sumber material tersebut dan mempublikasikannya secara terbuka kepada masyarakat. 

"Jangan sampai proyek yang seharusnya membawa kemajuan justru membiarkan pelanggaran hukum terjadi di depan mata kita," tegasnya. 

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke menegaskan sikap organisasi secara nasional. 

PPWI mendesak pihak terkait untuk menyelidiki dugaan ini secara menyeluruh dan transparan. 

"Proyek strategis nasional yang menggunakan dana rakyat harus bebas dari segala bentuk pelanggaran hukum. Jika terbukti benar, maka ini bukan sekadar masalah administrasi, tetapi sudah merugikan negara sekaligus merusak tatanan hukum," kata Wilson. 

Ia menambahkan, legalitas asal-usul material pembangunan tidak boleh ditoleransi. 

"Sumber material harus jelas izinnya, terukur, dan tidak merusak lingkungan. Kami akan terus mengawal isu ini agar kebenaran terungkap dan pihak yang bertanggung jawab ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku," pungkasnya. (*/red)

Cegah Kenakalan Remaja, Dosen dan Mahasiswa Ilmu Hukum UNPAM Serang Gelar PKM di SMAN 1 Cikeusal

By On Minggu, Oktober 18, 2026

Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum UNPAM Kampus Serang menggelar kegiatan PKM, di SMAN 1 Cikeusal, Kabupaten Serang, pada Rabu 14 Oktober 2026. 

SERANG, KabarViral79.Com – Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMAN 1 Cikeusal, Kabupaten Serang, pada Rabu 14 Oktober 2026. 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum pelajar sebagai upaya mencegah kenakalan remaja. 

Mengusung tema “Meningkatkan Kesadaran Hukum sebagai Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja di SMAN 1 Cikeusal”, kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan edukasi hukum kepada generasi muda sekaligus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Tim PKM melibatkan tiga dosen Ilmu Hukum UNPAM Kampus Serang, yakni Dr. Asmariah, S.Pd., S.H., M.H., Nurul Wahyuni, S.H., M.H., dan Nining Kurniati, S.H., M.H. Kegiatan diketuai Fitri Anggraeni Suliani, dengan anggota Adi Pranata, Asep Repaldo, Firman Alaudin, dan Hamid Ari Hartoko. 

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai kenakalan remaja, faktor penyebab, bentuk perilaku menyimpang, serta dampak sosial dan konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan. 

Materi juga membahas berbagai persoalan yang kerap terjadi di kalangan pelajar, seperti perundungan (bullying), tawuran antarpelajar, kekerasan, dan penyalahgunaan media digital. 

Ketua tim pengabdi, Fitri Anggraeni Suliani, menekankan pentingnya membangun kesadaran hukum sejak usia sekolah. 

Menurutnya, pemahaman terhadap aturan harus disertai sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan mengambil keputusan secara bijak. 

Melalui edukasi tersebut, para siswa diharapkan mampu memahami batasan perilaku yang sesuai dengan norma dan hukum, menghormati hak orang lain, serta berani menolak ajakan yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar. 

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Cikeusal, Drs. Nandang Safrudin, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan PKM tersebut. 

Ia menilai pendidikan hukum penting untuk mendukung pembentukan karakter siswa sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif. 

“Kami menyambut baik kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini karena memberikan wawasan dan pengetahuan tambahan kepada para siswa mengenai pentingnya kesadaran hukum. Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat memahami konsekuensi dari setiap tindakan, menaati peraturan yang berlaku, serta mampu menjaga perilaku dalam pergaulan sehari-hari agar terhindar dari kenakalan remaja,” ujarnya. 

Ia juga berharap kerja sama antara SMAN 1 Cikeusal dan UNPAM Kampus Serang dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan edukatif yang bermanfaat bagi siswa. 

Kegiatan ini menegaskan bahwa pencegahan kenakalan remaja tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata. Peran keluarga, masyarakat, dan institusi pendidikan juga diperlukan untuk membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda secara positif. 

Melalui kegiatan PKM tersebut, UNPAM Kampus Serang berharap dapat berkontribusi dalam membentuk pelajar yang sadar hukum, disiplin, berintegritas, dan bertanggung jawab, sehingga mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan bebas dari perilaku menyimpang. (*/red)

DANA DESA SUSUP Rp2,65 MILIAR DIKULITI! SEJUMLAH KEGIATAN DIDUGA FIKTIF, SUMBER INTERNAL MINTA AUDIT MENYELURUH

By On Sabtu, Oktober 17, 2026

 


BENGKULU TENGAH — Pengelolaan Dana Desa (DD) Susup, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah, selama tahun anggaran 2023 hingga 2026 mulai menjadi sorotan serius. Sejumlah pos anggaran bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah kini patut dipertanyakan, menyusul informasi dari salah satu sumber internal desa yang menyebut adanya dugaan sejumlah kegiatan fiktif.


Informasi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dokumen dan verifikasi langsung di lapangan. Jika benar terdapat kegiatan yang dianggarkan tetapi tidak pernah dilaksanakan, persoalannya bukan sekadar administrasi, melainkan berpotensi menyentuh pertanggungjawaban hukum pengelolaan keuangan desa.


Berdasarkan data yang dihimpun, total pagu Dana Desa Susup selama empat tahun anggaran mencapai Rp2.652.390.000. Angka tersebut terdiri atas Rp843.917.000 pada 2023, Rp836.572.000 pada 2024, Rp710.882.000 pada 2025, serta Rp261.019.000 pada 2026.


Perlu ditegaskan, data penyaluran dan rincian anggaran tersebut belum dengan sendirinya membuktikan adanya kerugian negara. Namun, informasi mengenai dugaan kegiatan fiktif menjadi alasan kuat bagi aparat pengawas untuk melakukan verifikasi secara independen.


ANGGARAN RATUSAN JUTA JADI SOROTAN


Sejumlah kegiatan dengan nilai anggaran besar layak menjadi prioritas pemeriksaan.


1. Penyertaan Modal: Rp387,93 Juta


Penyertaan modal tercatat sebesar Rp26,19 juta pada 2023, Rp175,4 juta pada 2024, Rp143,17 juta pada 2025, dan Rp43,16 juta pada 2026.


Pertanyaan mendasarnya: apakah seluruh penyertaan modal tersebut benar-benar masuk ke rekening atau kas usaha BUMDes? Bagaimana perkembangan unit usaha, aset, laporan keuangan, dan manfaat ekonominya bagi masyarakat?


Aparat pengawas perlu mencocokkan bukti transfer, keputusan penyertaan modal, laporan pengurus, serta keberadaan aset dan kegiatan usaha.


2. Pipanisasi Air Bersih: Rp233,18 Juta


Pada 2023 tercatat dua alokasi pembangunan atau peningkatan sambungan air bersih senilai Rp36,3 juta dan Rp196,88 juta.


Apakah jaringan tersebut benar-benar dibangun dan berfungsi? Berapa rumah tangga yang menerima manfaat? Apakah volume material dan panjang jaringan sesuai dengan RAB?


Jika ditemukan perbedaan antara laporan dan kondisi fisik, hal itu harus diperiksa lebih lanjut.


3. Jalan Usaha Tani dan Jalan Lingkungan: Rp419,08 Juta


Pada 2024 terdapat anggaran jalan usaha tani Rp76,4 juta. Pada 2025, jalan usaha tani dianggarkan Rp204,926 juta dan jalan lingkungan Rp137,76 juta.


Ketiga kegiatan tersebut perlu diperiksa dari sisi lokasi, panjang dan lebar jalan, ketebalan material, kualitas pekerjaan, serta dokumentasi pelaksanaan.


Jangan sampai anggaran besar hanya terlihat dalam dokumen, sementara hasil pekerjaan di lapangan tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipertanggungjawabkan.


4. Peternakan: Rp239,18 Juta


Pada 2024 tercatat tiga alokasi peningkatan produksi peternakan senilai Rp57,449 juta, Rp100,5 juta, dan Rp81,228 juta.


Keberadaan ternak, kandang, sarana produksi, penerima manfaat, serta bukti pengadaan perlu diverifikasi. Apabila program tersebut melibatkan kelompok masyarakat, kelompok penerima harus dimintai keterangan mengenai barang atau bantuan yang benar-benar diterima.


5. Kolam Perikanan: Rp95,38 Juta


Pada 2023 tercatat anggaran pembangunan atau peningkatan kolam perikanan darat sebesar Rp31,74 juta dan Rp63,645 juta.


Apakah kolam tersebut benar-benar tersedia, berfungsi, dan sesuai spesifikasi? Apakah aset itu masih ada dan memberikan manfaat ekonomi? Pemeriksaan fisik menjadi penting untuk menjawab pertanyaan tersebut.


SUMBER INTERNAL SEBUT ADA DUGAAN KEGIATAN FIKTIF


Salah satu sumber internal Desa Susup, yang identitasnya perlu dilindungi, menyampaikan informasi mengenai dugaan sejumlah kegiatan yang disebut tidak sesuai dengan pelaksanaan sebenarnya.


Informasi ini menjadi pintu masuk untuk penelusuran lebih lanjut, bukan kesimpulan bahwa tindak pidana telah terjadi. Redaksi perlu memperoleh rincian kegiatan yang dimaksud, dokumen pendukung, serta keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui pelaksanaannya sebelum menyatakan adanya kegiatan fiktif sebagai fakta.


Jika terdapat kegiatan yang tercatat dalam laporan pertanggungjawaban tetapi tidak pernah dilaksanakan, aparat penegak hukum perlu menelusuri siapa yang mengusulkan, melaksanakan, memeriksa, dan menyetujui pembayaran kegiatan tersebut.


INSPEKTORAT DAN APARAT PENEGAK HUKUM DIMINTA TURUN TANGAN


Inspektorat Kabupaten Bengkulu Tengah perlu melakukan pemeriksaan berbasis risiko terhadap kegiatan bernilai besar, terutama penyertaan modal, pipanisasi, infrastruktur jalan, peternakan, dan kolam perikanan.


Apabila ditemukan bukti awal yang cukup mengenai dugaan tindak pidana, hasil pemeriksaan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan oleh aparat penegak hukum.


Pemeriksaan sebaiknya mencakup dokumen APBDes dan perubahannya, RAB, bukti pengadaan, rekening koran, kuitansi, berita acara serah terima, laporan pertanggungjawaban, serta pemeriksaan fisik dan keterangan penerima manfaat.


KEPALA DESA JANGAN DIHAKIMI, TETAPI WAJIB MEMBERIKAN KLARIFIKASI


Pengelolaan Dana Desa merupakan tanggung jawab yang harus dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan hukum. Karena itu, pihak pemerintah Desa Susup perlu diberi kesempatan menjelaskan pelaksanaan kegiatan yang dipersoalkan, termasuk menunjukkan bukti fisik dan dokumen pertanggungjawabannya.


Redaksi belum dapat menyimpulkan adanya kerugian negara, kegiatan fiktif yang terbukti, ataupun pihak yang bertanggung jawab hanya berdasarkan data anggaran dan keterangan sumber internal.


Namun, apabila dugaan tersebut didukung bukti yang dapat diverifikasi, persoalan ini tidak boleh berhenti pada klarifikasi administratif semata.


UANG NEGARA HARUS BISA DIBUKTIKAN HASILNYA. Masyarakat berhak mengetahui apakah setiap rupiah Dana Desa benar-benar digunakan untuk pembangunan dan kepentingan warga.


Kini, pemeriksaan independen menjadi langkah penting untuk menjawab pertanyaan publik: apakah seluruh kegiatan Dana Desa Susup benar-benar terlaksana sesuai anggaran, atau terdapat ketidaksesuaian yang harus dipertanggungjawabkan?


Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan data anggaran yang diberikan dan informasi awal dari sumber internal yang belum diverifikasi secara independen. Konfirmasi dari pemerintah desa, pengelola BUMDes, dan instansi pengawas perlu dimuat setelah diperoleh. Angka-angka di atas merupakan nilai alokasi yang tercantum dalam data, bukan nilai kerugian negara yang telah terbukti.

Kapolsek Pangarangan  Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Panggarangan

By On Sabtu, Oktober 17, 2026

 


LEBAK,Kabarviral79.com– Kapolsek Panggarangan beserta anggota menghadiri sekaligus mengamankan jalannya kegiatan Open House Sekolah Rakyat yang diselenggarakan di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak.


Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Lebak, Lela Gifty; Anggota DPRD Provinsi Banten, Musa Weliansyah; Plt. Camat Panggarangan, Aang Kurnia; serta Sekmat Bayah, Hendi Sukma Raharja.


Turut hadir pula Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin, S.H, Danramil 0314/Panggarangan, Kapten Inf. Bayu Danu; beserta jajaran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat.


Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin, S.H., membenarkan bahwa dirinya bersama sejumlah personel telah melaksanakan pengamanan sekaligus menghadiri agenda tersebut.


"Iya benar, saya bersama anggota telah melaksanakan kegiatan Open House Sekolah Rakyat di Kecamatan Panggarangan," ujar AKP Acep Komarudin saat dikonfirmasi.


Ia menambahkan bahwa ada dua poin utama yang berhasil dicapai dari pelaksanaan agenda ini. 


Pertama, terjalinnya komunikasi dan sinergi yang makin erat antarunsur terkait di wilayah Kecamatan Panggarangan. Kedua, seluruh rangkaian kegiatan open house dipastikan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.


(Cup)

Satpol PP Cilegon Dinilai Tebang Pilih: Tegas ke Pedagang Kecil, Tumpul ke Hiburan Malam Kaliyana Mita

By On Sabtu, Oktober 17, 2026



CILEGON — Tindakan penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon terhadap para pedagang kecil di kawasan Bonakarta pada Selasa (13/10/2026) memicu sorotan tajam warga. Langkah penegakan Peraturan Daerah (Perda) tersebut dinilai tebang pilih lantaran aparat terkesan membiarkan aktivitas Tempat Hiburan Malam (THM) Kaliyana Mita yang beroperasi hingga menjelang subuh.

Warga Kecamatan Jombang, Isman, menyuarakan kekecewaannya atas ketimpangan penegakan hukum di wilayah tersebut. Menurutnya, Satpol PP seolah kehilangan keberanian saat berhadapan dengan pengelola bisnis hiburan malam.

"Sama pedagang kecil mah berani tegas, tapi sama tempat hiburan malam Kaliyana Mita yang buka sampe jelang waktu subuh mah lemah. Ada apa ini? Ya setahu saya sih pedagang di Bonakarta itu melanggar Perda, tapi tempat hiburan malam yang melanggar Perda bagaimana? Jangan tebang pilih dong," tegas Isman, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan penelusuran di lapangan, THM Kaliyana Mita yang berada di kawasan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, diduga tak hanya menjual minuman keras (miras) dan menyediakan wanita pendamping. Tempat tersebut kerap beroperasi melebihi batas waktu ketentuan hingga mendekati waktu sholat subuh. Selain itu, keberadaan fasilitas hotel di area belakang THM ditengarai kerap dijadikan titik kumpul praktik prostitusi berbasis aplikasi daring.

Kondisi ini diperparah oleh rekam jejak penegakan hukum di lokasi tersebut. Pada Jumat malam (13/6/2025) sekitar pukul 22.00 WIB, Subdit IV PPA Ditreskrimum Polda Banten pernah membongkar dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Hotel Kalyana Mitta, Jalan Raya Cilegon No. 50.

Sikap tegas disuarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon. Sekretaris Umum MUI Kota Cilegon, KH Sutisna Abas, menegaskan dukungannya terhadap penindakan hukum tanpa pandang bulu dan mendesak pemerintah mengevaluasi total operasional tempat tersebut.

"Saya kira tempat-tempat seperti itu perlu dievaluasi. Jika terbukti ada unsur kesengajaan menyediakan praktik prostitusi, izinnya perlu dicabut. Layak untuk ditutup," ujar KH Sutisna Abas saat dikonfirmasi via telepon.

KH Sutisna menekankan bahwa aktivitas ilegal tersebut merusak moral masyarakat serta melanggar UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO yang mengamanatkan sanksi pidana, denda, hingga pencabutan izin usaha. Dari sisi syariat, praktik prostitusi berlandaskan Fatwa MUI No. U-287/2001, hasil Mukernas VIII MUI 2010, serta Al-Qur'an Surat An-Nur ayat 33.

"Dalam Islam, praktik prostitusi dalam bentuk apa pun dianggap sebagai perbuatan haram dan pelakunya berdosa besar. Kami berharap Kota Cilegon terbebas dari praktik transaksi seksual seperti itu. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah dan kehidupan yang sesuai dengan tuntunan agama," pungkasnya.

Gubernur Andra Soni Sebut Satlinmas Bagian dari Pemerintah untuk Lindungi Masyarakat

By On Jumat, Oktober 16, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat Rakor Satlinmas Provinsi Banten Tahun 2026, di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Kamis, 15 Oktober 2026. 

SERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, perlindungan masyarakat merupakan bagian penting dari kehadiran pemerintah untuk menciptakan rasa aman. 

Untuk memastikan masyarakat memperoleh perlindungan yang memadai, penting untuk memperkuat kapasitas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas). 

“Satlinmas merupakan unsur yang dekat dengan masyarakat dan berada di lingkungan tempat berbagai aktivitas masyarakat berlangsung. Karena itu, Satlinmas harus menjadi bagian penting dari sistem perlindungan masyarakat yang dibina secara berkelanjutan dan diperkuat kapasitasnya,” ujar Andra Soni saat Rapat Koordinasi (Rakor) Satlinmas Provinsi Banten Tahun 2026, di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Kamis, 15 Oktober 2026. 

“Penguatan Satlinmas tidak hanya berkaitan dengan jumlah personel, tetapi juga mencakup peningkatan kompetensi, kesiapan sarana dan prasarana, kualitas informasi, serta koordinasi dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk keadaan darurat,” imbuhnya. 

Menurutnya, penyelenggaraan perlindungan masyarakat membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, desa, kelurahan, hingga perangkat daerah terkait. 

Andra Soni mengingatkan agar pelaksanaan tugas perlindungan masyarakat senantiasa mengedepankan sikap humanis, disiplin, proporsional, serta menghormati hak-hak masyarakat. 

“Dengan pendekatan tersebut, kita ingin membangun ketertiban yang tidak hanya bertumpu pada penindakan, tetapi juga pada kesadaran, pencegahan, komunikasi, dan partisipasi masyarakat,” ujarnya. 

Melalui Rakor ini, Andra Soni berharap dapat menghasilkan langkah nyata pemetaan kondisi dan kompetensi personel Satlinmas di setiap kabupaten kota, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan mekanisme koordinasi, peningkatan kapasitas melalui pelatihan, dan simulasi. Termasuk penyusunan rencana aksi yang terukur dengan target dan indikator keberhasilan yang jelas. 

“Penting membangun sistem perlindungan masyarakat yang inklusif, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang membutuhkan bantuan tambahan dalam situasi darurat,” ujarnya. 

“Peningkatan perlindungan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Kita memiliki modal sosial berupa budaya gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan tradisi saling membantu ketika menghadapi kesulitan. Modal sosial ini harus kita pelihara dan kembangkan menjadi kekuatan dalam membangun ketahanan masyarakat,” tambah Andra Soni menjelaskan. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Thephilus Lukas Ayomi mengungkapkan, dukungan pemerintah terhadap Satlinmas tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 300.6.7-E657/BAK tanggal 6 Mei 2025 mengenai pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Perlindungan Masyarakat (Simlinmas) serta penjelasan nomenklatur dan kodifikasi program dan kegiatan dalam APBD. 

Melalui kebijakan tersebut, kata dia, pemerintah daerah memiliki acuan dalam merencanakan dukungan anggaran untuk pemberdayaan Satlinmas. Termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan dan pemeliharaan sarana prasarana, pembinaan, serta penguatan koordinasi penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum. 

“Dukungan kebijakan dan anggaran tersebut dapat mendorong optimalisasi peran Satlinmas sebagai instrumen partisipasi masyarakat dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum,” ujarnya. 

Menurutnya, melalui Rakor Satlinmas Provinsi Banten Tahun 2026, dapat terbangun komitmen bersama untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas personel, serta memperjelas mekanisme koordinasi dalam penyelenggaraan perlindungan masyarakat. 

“Mampu memperkuat ketahanan masyarakat dan mewujudkan kondisi daerah yang aman, tertib, serta kondusif bagi keberlangsungan pembangunan di Provinsi Banten,” ujar Thephilus. 

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten, Herry Hermanus Horo menyampaikan bahwa penguatan Satlinmas merupakan upaya strategis untuk mengoptimalkan potensi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. 

Menurutnya, Satlinmas memiliki jangkauan hingga tingkat desa dan kelurahan sehingga berpotensi menjadi kekuatan penting dalam mendukung penyelenggaraan perlindungan masyarakat. 

Oleh karena itu, kata dia, diperlukan kerja sama dan koordinasi yang baik antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kota, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

“Ini mungkin bagian dari anak bangsa yang seperti terlupakan. Kita coba maksimalkan dengan kerja sama dan kolaborasi serta koordinasi yang baik. Kita akan coba mengangkat harkat dan martabat serta tugas dan fungsi Linmas sebagai ujung tombak penjaga ketertiban dan keamanan di wilayah,” ujarnya. (Welfendry)