Sawah Rusak Berat di Pidie Direhabilitasi, Satgas PRR Jadikan Pilot Project
On Jumat, September 04, 2026
PIDIE, KabarViral79.Com - Penanganan dampak bencana hidrometeorologi terhadap lahan pertanian di Kabupaten Pidie mulai menunjukkan progres signifikan.
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) menjadikan rehabilitasi sawah rusak berat di daerah tersebut sebagai pilot project untuk penanganan lahan pertanian terdampak bencana di wilayah lain.
Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Dr. Safrizal ZA, mengatakan total luas sawah rusak berat di Kabupaten Pidie mencapai 95 hektare.
Hal itu disampaikan Safrizal setelah melakukan peninjauan langsung ke Desa Blang Cut, Kecamatan Kembang Tanjong, Jumat, 03 September 2026.
"Satgas PRR telah mengerahkan alat berat untuk merehabilitasi sawah rusak berat di wilayah ini sebagai pilot project percontohan, mengingat Pidie memiliki luasan dampak yang relatif lebih kecil dibanding wilayah lain,” ujar Safrizal.
Menurutnya, hasil penanganan di Pidie nantinya akan menjadi model yang diajukan kepada Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR.
Model tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana di kabupaten lain dengan skala kerusakan lebih luas.
Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah Aceh Utara, yang berdasarkan data mencatat kerusakan sawah hingga 4.800 hektare.
Penanganan di daerah tersebut masih dalam tahap pengkajian kebutuhan anggaran.
Untuk wilayah Kembang Tanjong, rehabilitasi terhadap target 95 hektare ditargetkan selesai 100 persen dalam waktu 30 hari. Saat peninjauan dilakukan, pekerjaan telah memasuki hari ke-9 dan berjalan lancar.
Selain di Desa Blang Cut, rehabilitasi juga berlangsung di Desa Pante Beunot, Kecamatan Tiro, serta Desa Blang Pandak, Kecamatan Tangse.
Satgas Kementerian Pertanian di Aceh, Dr. Drs. Agus Susanto, dari Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, mengapresiasi percepatan penanganan yang dilakukan di lapangan.
Menurut Agus, kolaborasi lintas sektor di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri mampu mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi.
"Pengerjaan di lapangan ini sangat cepat. Area seluas 12 hektare berhasil dikerjakan dalam kurun waktu kurang lebih 9-10 hari,” ungkap Agus.
Ia menjelaskan, kondisi lahan saat ini sudah terbuka. Material lumpur dan timbunan telah dibuang, sementara tata letak parit juga telah disepakati bersama para petani.
Dengan kondisi tersebut, lahan diharapkan segera dapat kembali diolah dan ditanami oleh masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, Hasballah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Satgas PRR, khususnya Safrizal ZA dan Agus Susanto, yang dinilai konsisten turun langsung memantau penanganan dampak bencana di lapangan.
Ia berharap rehabilitasi sawah di Pidie dapat menjadi model percontohan yang dapat diterapkan di daerah lain dengan kondisi kerusakan serupa.
Sementara itu, Keuchik Blang Cut, Rusyidi, S.Pd., mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Dalam Negeri dan Satgas PRR yang telah membantu menangani sawah rusak berat di wilayahnya.
"Tinggi lumpur hingga 81 centimeter, hampir satu meter. Alhamdulillah setelah Satgas PRR turun tangan, masalah ini selesai. Terima kasih kepada Pak Safrizal, Pak Mendagri, dan seluruh pihak yang telah membantu kami di Blang Cut,” ujarnya. (Joniful Bahri)





















