-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

DPC PKB Bireuen Gelar Musancab, Perkuat Struktur Partai hingga Tingkat Gampong

By On Minggu, September 20, 2026

DPC PKB Kabupaten Bireuen, Aceh, menggelar Sosialisasi Struktur Kepengurusan dan Musancab DPAC PKB se-Kabupaten Bireuen masa bakti 2026–2031, di Aula DPC PKB setempat, Minggu, 20 September 2026.

BIREUEN, KabarViral79.Com - Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Bireuen, Aceh, menggelar Sosialisasi Struktur Kepengurusan dan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPAC PKB se-Kabupaten Bireuen masa bakti 2026–2031. 

Kegiatan yang berlangsung di Aula DPC PKB Bireuen, Minggu, 20 September 2026 tersebut diikuti sekitar 115 peserta dari perwakilan pengurus DPAC 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen. 

Selain Musancab, kegiatan konsolidasi internal partai itu juga dirangkai dengan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi calon pimpinan partai di tingkat kecamatan. 

Sekretaris DPC PKB Bireuen, Zulfikar Muhammad mengapresiasi dukungan para ulama dan pimpinan dayah terhadap perjalanan PKB di Kabupaten Bireuen. 

Ia mengatakan, pada periode kepengurusan 2026–2031, PKB mulai menerapkan pendekatan berbeda dalam mekanisme pemilihan pimpinan organisasi. 

"PKB di awal kepengurusan ini sudah mulai melakukan pendekatan pemilihan yang tidak lagi semata-mata mengandalkan jumlah suara seperti metode lama, baik untuk pemilihan di tingkat kecamatan maupun kabupaten," ujar Zulfikar. 

Sementara itu, Ketua DPC PKB Bireuen, Amiruddin M. Daud atau Dek Gam menekankan pentingnya memperkuat struktur dan mesin partai hingga ke tingkat bawah. 

Menurutnya, Musancab menjadi momentum untuk menata organisasi, memperkuat koordinasi, serta menyatukan langkah seluruh kader. 

"Kita ingin seluruh struktur partai dari DPC, PAC, sampai ranting semakin solid. Musancab ini bukan sekadar pergantian atau penataan kepengurusan, melainkan bagaimana kita membangun kekuatan organisasi dan memperkuat pengabdian kepada masyarakat," kata Dek Gam. 

Koordinator Zona (Korzon) Bireuen DPW PKB Aceh, Muhammad Iqbal, yang hadir mewakili Ketua DPW PKB Aceh H. Ruslan M. Daud, mengimbau seluruh kader menjaga persatuan setelah Musancab. 

Ia meminta tidak ada kelompok-kelompok kecil yang berjalan sendiri setelah kepengurusan baru terbentuk.

Iqbal yang juga anggota DPR Aceh itu menegaskan, konsolidasi partai tidak boleh berhenti pada pelaksanaan Musancab, tetapi harus dilanjutkan hingga tingkat gampong. 

"Partai harus hadir sepanjang waktu di tengah masyarakat untuk menyelesaikan persoalan warga, bukan hanya hadir menjelang pemilihan umum. Kader PKB harus menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah dan lembaga legislatif," ujarnya. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal DPC PKB Bireuen untuk menata struktur organisasi masa bakti 2026–2031 sekaligus memperkuat koordinasi kepartaian hingga tingkat gampong. (Joniful Bahri)

Jembatan Kutablang Bireuen Resmi Dibuka, Jalur Nasional Medan–Banda Aceh Kembali Lancar

By On Minggu, September 20, 2026

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Pemkab Bireuen resmi membuka akses lalu lintas Jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang, Bireuen, Aceh, pada Sabtu, 20 September 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen resmi membuka akses lalu lintas Jembatan Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Sabtu, 20 September 2026. 

Pembukaan atau open traffic jembatan tersebut menjadi bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana banjir yang menerjang Kabupaten Bireuen pada akhir November 2025. 

Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Gatot Sukmara mengatakan, Jembatan Krueng Tingkeum yang baru telah memenuhi persyaratan teknis, mulai dari desain, konstruksi hingga mutu pekerjaan. 

"Jembatan ini juga telah lulus uji beban. Oleh karena itu, sudah siap untuk dilakukan open traffic bagi masyarakat umum,” kata Gatot di lokasi. 

Menurut Gatot, pengoperasian jembatan baru dilakukan untuk mengalihkan arus kendaraan dari jembatan lama yang berada di sekitar lokasi. 

Sementara itu, pekerjaan penyempurnaan pada jembatan lama masih terus dilanjutkan. 

Dibukanya jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa di jalur lintas timur Aceh. 

Jembatan Krueng Tingkeum dibangun kembali setelah mengalami kerusakan akibat banjir bandang pada akhir November 2025. 

Bencana tersebut juga berdampak terhadap sedikitnya 12 jembatan di sepanjang aliran Krueng Peusangan, mulai dari wilayah Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan hingga Pante Peusangan. 

Sementara Bupati Bireuen, Mukhlis mengatakan, Jembatan Krueng Tingkeum merupakan salah satu dari tiga jembatan yang menjadi prioritas penanganan pada tahun ini. 

"Tahun ini ada tiga jembatan yang ditangani, yaitu Jembatan Krueng Tingkeum dan Jembatan Teupin Mane yang menjadi kewenangan pusat, serta Jembatan Pante Lhong yang ditangani Pemkab dengan dukungan pusat,” ujar Mukhlis. 

Ia menyebutkan, Jembatan Krueng Tingkeum memiliki posisi strategis karena menjadi bagian penting dari jalur penghubung lintas timur menuju wilayah tengah Aceh, termasuk Kabupaten Bener Meriah dan Gayo Lues. 

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini mengatakan, Jembatan Krueng Tingkeum memiliki bentang sekitar 200 meter dan menjadi salah satu jalur penting bagi pergerakan kendaraan serta distribusi logistik. 

"Jalur ini sudah bisa dilintasi masyarakat umum. Kami berharap akses ini kembali memulihkan arus transportasi barang dan jasa,” kata Zulkarnaini. 

Selain tiga jembatan yang ditangani tahun ini, Pemkab Bireuen juga telah mengusulkan pembangunan tiga jembatan lainnya untuk dikerjakan pada tahun depan. 

Ketiga jembatan tersebut, yakni Jembatan Peusangan–Peusangan Siblah Krueng dengan panjang sekitar 200 meter, Jembatan Ulee Jalan, serta Jembatan Alue Limeng. (Joniful Bahri)

Pererat Silaturahmi Incu Putu, Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek Gelar Seren Taun 2026

By On Minggu, September 20, 2026

 



LEBAK,Kabarviral79.com — Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek kembali menggelar ritual adat Seren Taun sebagai wujud rasa syukur, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur.


Tradisi tahunan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 19 hingga 21 September 2026, bertempat di kawasan adat Kasepuhan Citorek, Kabupaten Lebak, Banten.


Seren Taun menjadi momentum sakral bagi masyarakat adat, khususnya para incu putu (anak cucu keturunan) Kasepuhan Citorek, untuk berkumpul dan bersilaturahmi. 


Selain mempererat tali persaudaraan, esensi utama dari ritual ini adalah mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya hasil pertanian selama satu musim ke belakang.


Ketua Barisan Pemuda Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek, Asep Suparman (Aka Amang), menegaskan bahwa Seren Taun memiliki nilai spiritual dan sosial yang sangat kuat, bukan sekadar seremonial tahunan.


"Seren Taun ini adalah ruang silaturahmi akbar bagi seluruh incu putu Kasepuhan Wewengkon Citorek sekaligus bentuk totalitas rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa," ujar Aka Amang kepada media, Minggu (20/09/2026).


Ia menambahkan, tradisi ini sukses mempertemukan kembali keluarga besar masyarakat adat yang tersebar di berbagai wilayah. 

Kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu menjaga kekompakan dan melestarikan nilai-nilai adat secara turun-temurun.


Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Barisan Pemuda Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek, Johar (Mang Oang), menyebutkan bahwa acara ini menjadi perayaan kebahagiaan bersama setelah melewati masa lelahnya masa panen.


"Melalui Seren Taun, kami merayakan berkah pascapanen. Ini adalah ajang terbaik untuk mempererat keakraban dan menjaga keharmonisan di antara sesama warga adat," ungkap Johar.


Pelaksanaan Seren Taun 2026 membuktikan bahwa hukum dan tradisi adat masih memegang peranan krusial di era modern. 


Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian budaya purba, tetapi juga menjadi motor penggerak gotong royong dan penguat hubungan sosial antargenerasi.


Melalui rangkaian acara yang berjalan hingga Senin (21/09/2026), masyarakat Kasepuhan Citorek kembali meneguhkan identitas budaya mereka. 


Di tengah arus modernisasi, Seren Taun menjadi alarm pengingat bahwa kemajuan zaman tidak boleh mengikis akar budaya dan kearifan lokal.


(Cup)

Kades Cirebon Baru Dorong Posyandu Rutin, Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

By On Minggu, September 20, 2026

 


KEPAHIANG — Komitmen Pemerintah Desa Cirebon Baru, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat terus diwujudkan melalui pelaksanaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) secara rutin.


Kepala Desa Cirebon Baru menjadi salah satu penggerak dalam mendorong keberlangsungan kegiatan Posyandu sebagai bagian dari perhatian pemerintah desa terhadap kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam upaya pencegahan stunting.


Kegiatan Posyandu tidak hanya menjadi tempat pemeriksaan kesehatan balita, tetapi juga menjadi sarana pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala. Pelaksanaannya turut melibatkan tenaga kesehatan atau bidan dari Puskesmas setempat.


Salah satu kegiatan Posyandu dijadwalkan pada 16 Agustus pukul 09.00 WIB, bertempat di Kantor Desa Cirebon Baru.


Melalui pelayanan yang dilakukan secara rutin, Pemerintah Desa Cirebon Baru mendorong masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki balita, untuk aktif memanfaatkan Posyandu.


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah desa dalam membangun kesadaran masyarakat bahwa pemantauan kesehatan anak sejak dini merupakan hal penting dalam mendukung tumbuh kembang generasi penerus.


Kepala Desa Cirebon Baru menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan dan masyarakat agar pelayanan Posyandu dapat terus berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat langsung bagi warga.

Sawah Produktif Terancam, Tokoh Ketahanan Pangan Soroti Maraknya Batching Plant di Lebak Selatan

By On Minggu, September 20, 2026

 



LEBAK,Kabarviral79.com- Maraknya alih fungsi lahan persawahan produktif menjadi kawasan industri dan batching plant (pabrik pencampuran beton) di wilayah Lebak Selatan menuai sorotan tajam. Senin (19/9/2026)


Alih fungsi lahan yang terjadi di Jalan Baru, Desa Rahong, Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak, ini memicu keprihatinan mendalam dari tokoh masyarakat sekaligus penggiat ketahanan pangan setempat, Syaeful Jaro Komarudin (SJK).


Menurut SJK, lahan pertanian produktif memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan pangan masyarakat. 


Oleh karena itu, konversi lahan sawah menjadi bangunan industri dinilai akan membawa dampak buruk jangka panjang terhadap kemandirian pangan daerah.


"Saya sangat menyayangkan apa yang terjadi di depan mata kita. Lahan sawah yang seharusnya menghasilkan pangan bagi masyarakat kini berubah menjadi bangunan batching plant.

Ini merupakan kerugian besar bagi petani dan generasi mendatang," ujar SJK kepada awak media, Sabtu (19/9/2026).


SJK menjelaskan bahwa area yang dialihfungsikan tersebut merupakan lahan subur yang selama ini menjadi sumber produksi padi utama sekaligus tumpuan ekonomi warga. 


Jika tren alih fungsi ini terus dibiarkan tanpa kendali, penurunan produksi pangan daerah tidak akan terhindarkan.Secara rinci, SJK memetakan beberapa risiko fatal dari maraknya alih fungsi lahan ini, di antaranya:


Penurunan drastis produksi padi akibat berkurangnya luas lahan tanam.


Melemahnya kemandirian pangan di tingkat regional.


Hilangnya mata pencaharian utama para petani lokal.


Meningkatnya ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar wilayah Lebak.


Melihat ancaman nyata tersebut, SJK mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak untuk memperketat pengawasan dan menjaga keberadaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).


"Kami berharap pemerintah daerah bertindak tegas dan memperkuat perlindungan terhadap sawah-sawah produktif agar tidak mudah dialihfungsikan.


Pangan adalah kebutuhan dasar. Jangan sampai kita kehilangan sumber pangan kita sendiri," tegasnya.


Dilindungi Undang-Undang


Secara hukum, perlindungan terhadap kawasan pertanian telah diatur secara ketat dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). 


Regulasi ini melarang keras alih fungsi lahan yang telah ditetapkan sebagai kawasan pangan berkelanjutan, kecuali untuk kepentingan umum yang sangat terbatas.


Selain itu, setiap aktivitas industri wajib mematuhi Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang serta Peraturan Daerah terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). 


Pembangunan infrastruktur maupun industri tidak boleh menabrak zonasi yang telah ditetapkan.


SJK mengingatkan agar semua pihak mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.


Investasi dan pembangunan memang penting, namun tidak boleh mengorbankan hajat hidup orang banyak yang bersumber dari sektor pertanian.Kekhawatiran senada juga diungkapkan oleh sejumlah warga di sekitar lokasi proyek. 


Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan mengevaluasi izin operasional industri di kawasan tersebut demi menyelamatkan masa depan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lebak.


(NK/Tim/Red)

Jembatan Baru Kutablang Bireuen Resmi Dibuka Besok, HRD Pastikan Kesiapan Akhir

By On Sabtu, September 19, 2026

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD), bersama Kepala Satker BPJN Wilayah II Aceh, Rizki Anugrah, meninjau langsung kesiapan akhir jembatan, Sabtu, 19 September 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Jembatan baru Krueng Tingkeum, Kutablang, Kabupaten Bireuen, dipastikan mulai dioperasikan dan dibuka secara resmi pada Minggu, 20 September 2026. 

Jembatan tersebut dibangun sebagai pengganti sekaligus duplikasi infrastruktur yang sebelumnya rusak akibat banjir. 

Menjelang pengoperasian, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD), bersama Kepala Satker BPJN Wilayah II Aceh, Rizki Anugrah, meninjau langsung kesiapan akhir jembatan, Sabtu, 19 September 2026. 

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh bagian jembatan dan fasilitas pendukung telah siap serta aman digunakan masyarakat. 

Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang menjadi mitra kerja Kementerian Pekerjaan Umum, HRD turut menjalankan fungsi pengawasan terhadap pembangunan dan pemulihan infrastruktur, termasuk Jembatan Krueng Tingkeum yang menjadi jalur penting penghubung lintas Bireuen. 

"Jembatan ini sudah lama dinantikan masyarakat. Sebelumnya, masyarakat harus menghadapi antrean panjang setelah jembatan lama putus akibat banjir. Karena itu, mari kita sama-sama menjaga dan merawat jembatan ini demi keselamatan dan kenyamanan bersama agar dapat digunakan dalam jangka panjang," ujar HRD. 

Dalam peninjauan tersebut, HRD mengecek sejumlah bagian penting, di antaranya kondisi pengaspalan pada segmen tengah, pemasangan marka jalan, lampu penerangan, serta fasilitas keselamatan bagi pengguna jalan. 

"Kami ingin memastikan jembatan ini benar-benar siap dan aman untuk dilalui masyarakat mulai besok. Ini merupakan infrastruktur vital yang dinantikan masyarakat Aceh maupun pengguna jalan lintas Sumatera," katanya. 

HRD mengapresiasi percepatan pembangunan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Wilayah II Aceh. Pekerjaan jembatan baru tersebut dilaporkan telah mencapai sekitar 99 persen dan ditargetkan dapat difungsikan sesuai jadwal. 

"Dengan rampungnya jembatan baru Kutablang Bireuen, kita berharap angkutan barang dan orang kembali normal, ekonomi masyarakat juga terus membaik dan harga barang kembali normal," harap HRD. 

Sementara itu, Kepala Satker BPJN Wilayah II Aceh, Rizki Anugrah mengatakan, pekerjaan struktural utama jembatan, termasuk pengaspalan menggunakan lapisan AC-WC, telah rampung. 

Pada H-1 pengoperasian, tim di lapangan masih melakukan pembersihan material serta menyelesaikan sejumlah fasilitas pelengkap. 

"Besok jembatan baru ini akan langsung dibuka untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Dengan beroperasinya jembatan baru, sistem buka-tutup kendaraan yang selama ini diterapkan di jembatan darurat atau bailey otomatis berakhir," ujar Rizki. (Joniful Bahri)

Gubernur Andra Soni Doa Bersama Keluarga Korban, Harap Ada Petunjuk Delapan Orang yang Hilang

By On Sabtu, September 19, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat menghadiri doa bersama dengan keluarga delapan korban hilang kontak kapal Arupadhatu I, Kamis, 17 September 2026. 

PANDEGLANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni menghadiri doa bersama dengan keluarga delapan korban hilang kontak kapal Arupadhatu I. 

Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu penginapan di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis, 17 September 2026. 

​Doa bersama ini digelar sebagai bentuk dukungan moral dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kepada keluarga korban. 

Kegiatan ini sekaligus memanjatkan permohonan kepada Tuhan agar segera diberikan petunjuk terkait keberadaan kelima jurnalis, dua Anak Buah Kapal (ABK), dan seorang pemandu wisata yang hilang di perairan Selat Sunda. 

​Gubernur Andra Soni menyampaikan, kehadirannya merupakan bentuk komitmen Pemprov Banten untuk terus mendampingi keluarga. 

Meski operasi pencarian aktif oleh Tim SAR telah resmi ditutup pada hari ke-10, ia memastikan pemantauan di perairan Selat Sunda akan terus berjalan. 

​“Pemantauan tetap dilakukan dan kami akan terus berkoordinasi dengan Tim SAR,” ujarnya. 

​Ia memastikan, Pemprov Banten akan proaktif meneruskan setiap perkembangan informasi dari Tim SAR maupun pihak terkait. 

Hal ini dilakukan agar keluarga korban selalu mendapatkan pembaruan informasi yang akurat dan tepat waktu. 

​“Sekecil apa pun informasi yang kami peroleh, akan segera kami sampaikan kepada keluarga,” kata dia. 

​Andra Soni menegaskan, penghentian pencarian aktif bukan berarti harapan dan komunikasi terputus. 

Pihaknya berjanji akan mengawal setiap perkembangan di lapangan dan menjaga komunikasi intensif dengan berbagai pihak. 

​Suasana haru dan penuh harap menyelimuti kegiatan tersebut. Pemprov Banten berharap doa yang dipanjatkan dapat memberikan kekuatan bagi keluarga dan membuka jalan terbaik bagi para korban yang hingga kini masih dalam pencarian. (Welfendry) 

Jaga Kondusifitas Wilayah, Polsek Cikande Konsisten Gelar Patroli Rutin dan Dialogis di Cikande dan Kibin

By On Sabtu, September 19, 2026

Personel Polsek Cikande Polres Serang secara konsisten melaksanakan kegiatan patroli rutin pada Jumat, 18 September 2026. 

SERANG, KabarViral79.Com Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif, personel Polsek Cikande Polres Serang secara konsisten melaksanakan kegiatan patroli rutin pada Jumat, 18 September 2026. 

Patroli ini menyasar berbagai titik strategis di wilayah hukum Polsek Cikande yang mencakup Kecamatan Cikande dan Kecamatan Kibin. 

Dalam kegiatan patroli tersebut, petugas menyiagakan kendaraan patroli Subsektor Kibin di jalur utama guna mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas. 

Tak hanya melakukan pemantauan wilayah dan arus lalu lintas, personel di lapangan juga mengedepankan pendekatan humanis dengan berdialog langsung bersama petugas keamanan (Satpam) dan warga. 

Kapolsek Cikande, Kompol Rudika Harto Kanajiri menyampaikan bahwa kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk pelayanan prima kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. 

"Kegiatan patroli ini kami laksanakan secara konsisten dan berkelanjutan di seluruh wilayah hukum Polsek Cikande, meliputi Kecamatan Cikande dan Kecamatan Kibin. Melalui patroli dialogis ini, kami ingin memastikan kehadiran Polri dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta menjalin sinergitas dalam menjaga keamanan lingkungan," ujar Kompol Rudika Harto Kanajiri. 

Melalui imbauan Kamtibmas yang disampaikan secara langsung, petugas mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa waspada dan turut serta menjaga kondusifitas lingkungan sekitar. 

Komitmen Polsek Cikande ini diharapkan dapat terus mewujudkan situasi wilayah yang aman, nyaman, dan tertib. (*/red)

Kapolri Ajak Jawara Banten Jadi Sabuk Kamtibmas

By On Sabtu, September 19, 2026

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan Balai Latihan Seni Silat dan Peringatan Milad PTBI. 

SERANG, KabarViral79.Com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak para jawara dan perguruan silat di Banten untuk menjadi bagian dari Sabuk Kamtibmas. 

Dia mengajak semua pihak bersinergi bersama Polri menjaga keamanan, memberantas penyakit masyarakat, dan melindungi warga. 

"Yang namanya pendekar, yang namanya jawara selalu membela kebenaran, membela yang lemah, dan tentunya bersama-sama dengan Polri kita titip untuk sama-sama menjaga kamtibmas, sama-sama memberantas penyakit masyarakat, dan sama-sama kita jaga wilayah Banten," kata Kapolri, Jumat, 18 September 2026. 

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat meresmikan Balai Latihan Seni Silat sekaligus memperingati Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI). 

Dia menegaskan, jawara dan pendekar memiliki peran penting di tengah masyarakat. 

Kemampuan bela diri yang dimiliki harus digunakan untuk membela kebenaran, melindungi kelompok yang lemah, serta menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. 

Menurutnya, sinergi antara Polri dan para jawara menjadi kekuatan penting untuk menjaga Banten tetap aman dan kondusif. 

Kebersamaan tersebut juga harus didukung dengan kekompakan serta soliditas seluruh perguruan silat. 

Kapolri mengingatkan, pencak silat Tjimande dan seni budaya debus merupakan kekhasan Banten yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan. 

Pelestarian tersebut menjadi tanggung jawab bersama para pimpinan perguruan dan seluruh pesilat agar nilainya tidak hilang di tengah perkembangan zaman. 

Ia juga mendorong agar keberadaan padepokan dan balai latihan tidak hanya terpusat di satu tempat. 

Ke depan, kata Kapolri, dia meminta agar setiap kabupaten di Banten memiliki tempat pembinaan serupa sehingga seni budaya, kearifan lokal, serta tradisi pencak silat dapat terus dilatih dan dikembangkan. 

"Jadi saya minta nanti di setiap kabupaten didirikan hal seperti ini sehingga kemudian semua budaya yang ada di Banten bisa dijaga, dilatih, dan dilestarikan," ujarnya. 

Sigit menjelaskan, pesanggrahan bukan hanya tempat latihan bela diri. Tempat tersebut harus menjadi ruang belajar, berdiskusi, mempererat silaturahmi, serta menyelesaikan persoalan bersama melalui semangat kebersamaan. 

Balai Latihan Seni Silat PTBI pun diharapkan terbuka tidak hanya bagi anggota PTBI, tetapi juga seluruh perguruan silat dan masyarakat. 

Selain sebagai tempat pembinaan pencak silat, balai tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seni budaya dan pelestarian berbagai kearifan lokal Banten. 

Dia berharap para jawara dan perguruan silat terus menjaga semangat persatuan dalam mengembangkan pencak silat Tjimande dan debus hingga ke tingkat nasional. 

Jika dikelola dengan baik, kekayaan budaya tersebut tidak hanya memperkuat identitas Banten, tetapi juga dapat memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. 

"Ini menjadi sumber kekuatan yang tentunya apabila kita kelola dengan baik, tidak hanya sekadar budaya saja, tetapi juga bisa kita kembangkan dan perkenalkan," pungkasnya. (*/red)

Tim SAR Setop Pencarian Jurnalis Hilang di Hari ke-10

By On Sabtu, September 19, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni. 

PANDEGLANG, KabarViral79.Com - Proses pencarian terhadap lima orang jurnalis, dua Anak Buah Kapal (ABK), dan satu guide hilang di Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda resmi dihentikan. 

Penghentian itu dilakukan karena tim SAR gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal Arupadhatu I, yang ditumpangi rombongan. 

"Tadi disampaikan bahwa sejak pelaksanaan hari pertama operasi gabungan pencarian dan pertolongan sampai dengan hari ke-10, setelah perpanjangan tiga hari, secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut," ujar Gubernur Banten, Andra Soni, di Carita-Pandeglang, Kamis, 17 September 2026. 

Selama proses pencarian, kata dia, tim SAR menemukan 13 objek, seperti life jacket, terpal, helm, hingga galon. Namun objek tersebut tidak mengarah pada kapal Arupadhatu I. 

"Bahwa kemudian ada beberapa temuan material atau objek dicatat ada 13 objek yang ditemukan selama operasi, dan itu sudah dikonfirmasi oleh Polairud. Setelah dicek dan diteliti, dinyatakan bahwa saat ini temuan tersebut tidak terhubung dengan Arupadhatu I," tuturnya. 

Andra Soni mengatakan, proses pencarian dinyatakan dihentikan. Namun, kata dia, pencarian terhadap lima jurnalis yang dinyatakan hilang saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, akan dilakukan dengan pemantauan. 

"Kemudian telah perpanjangan pihak Basarnas tadi menyampaikan bahwa karena sudah dinilai tidak efektif dalam pelaksanaannya, dalam pencarian dan pertolongan ini, maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan dan pertolongan ini oleh pihak yang berkepentingan atau pihak yang memiliki kewenangan dinyatakan dihentikan," ujar Andra Soni. 

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad menambahkan, pihaknya akan melakukan pemantauan. 

Jika ada informasi terkait tanda-tanda keberadaan kapal Arupadhatu, pencarian akan kembali dilanjutkan. 

"Operasi SAR ini tidak berhenti sampai di sini, setelah pencarian ini kita hentikan, kita lakukan dengan pemapelan melalui srop vts, termasuk lanal, termasuk dari Polairud yang melakukan patroli, yang melakukan pencarian, termasuk aktivitas kapal yang melintas di Selat Sunda yang akan menjadi ujung tombak apabila menemukan informasi lebih lanjut," tuturnya. 

"Apabila itu ada tanda-tanda, operasi SAR akan dinyatakan dibuka kembali," pungkasnya. (*/red)

Geledah Kantor Summarecon, KPK Sita Dokumen soal Kasus Suap HGB

By On Sabtu, September 19, 2026

KPK menggeledah kantor Summarecon Agung Tbk terkait kasus suap HGB. (dok.istimewa) 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah dokumen dan Barang Bukti Elektronik (BBE) saat menggeledah PT Summarecon Agung Tbk yang berlokasi di Jakarta Timur, Jumat, 18 September 2026. 

Sejumlah dokumen itu, yakni Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) terkait dengan perkara; dokumen terkait keuangan PT Summarecon Agung Tbk dan kaitannya dengan PT KCJA; serta BBE terkait pemblokiran atas sengketa tanah di wilayah Bogor. 

"Seluruh barang bukti tersebut kemudian dibawa oleh penyidik untuk dilakukan telaah dan analisis lebih lanjut guna membantu pendalaman konstruksi perkara dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan kementerian ATR BPN dimaksud,” ujar Juru Bicara (Jubir) KPK, Budi Prasetyo dalam keterangannya, Jumat, 18 September 2026. 

Menurutnya, rangkaian penggeledahan belum usai.Penyidik masih terus bergerak untuk titik-titik penggeledahan berikutnya. 

Budi mengatakan, penyidik melanjutkan penggeledahan di rumah pribadi Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN Lampri yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. 

"Petang ini, tim penyidik beranjak melanjutkan penggeledahan di rumah tersangka LMP, yang berlokasi di daerah Bekasi,” ujarnya. 

“Penggeledahan masih berlangsung,” imbuhnya. 

Diketahui sebelumnya, KPK menetapkan Dirut Summarecon Adrianto Pitojo Adi dalam kasus suap pengurusan SHGB di lingkungan Kementerian ATR/BPN. 

Adrianto diduga memberikan suap Rp 1,5 miliar untuk mengurus pembukaan blokir dan pemecahan SHGB atas tanah di Kabupaten Bogor. 

Suap tersebut diberikan kepada orang kepercayaan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) Nusron Wahid, Erwin. 

"Pada 27 Agustus 2026, Sudara ADR (Adrianto Pitojo Adi) selaku Direktur Utama (Dirut) Summarecon melalui YA (Yaser) dan LEV (Riza Pahlevi) diduga menyerahkan uang sebesar Rp 1,5 miliar kepada ERW (Erwin)," kata Plt Direktur Penyidikan KPK, Taufik Husein, Selasa, 15 September 2026. 

Taufik mengatakan, Rp 200 juta dari Rp 1,5 miliar yang diterima Erwin itu kemudian diberikan kepada Kepala Kantor Pertanahan Bogor I Sontang Coin Manurung. 

"Selanjutnya, Erwin menyerahkan sebagian dari uang tersebut yaitu senilai Rp 200 juta kepada Sontang Coin di sebuah kafe di Jakarta Selatan, untuk fee pembukaan blokir dan pemecahan HGB atas pihak Summarecon," kata Taufik. (*/red)

Dari Kampus, Literasi Bergerak ke Masyarakat: RELIMA Amar Salahuddin Hadirkan Inovasi “RELIMA Goes to Campus” di UNDHARI

By On Sabtu, September 19, 2026

 


Dharmasraya - Gerakan literasi menemukan ruang baru untuk tumbuh di perguruan tinggi. Di Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI), potensi kampus, organisasi kemahasiswaan, dan kekuatan mahasiswa dipadukan menjadi sebuah model gerakan yang tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi diarahkan untuk memperluas manfaat literasi hingga ke masyarakat.


Inilah gagasan yang dikembangkan melalui “RELIMA Goes to Campus: Dari Kampus, Menggerakkan Mahasiswa, Menyalakan Literasi Masyarakat”, sebuah inovasi literasi yang digagas dan dikembangkan oleh Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional RI, Assoc. Prof. Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., di Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI), Dharmasraya, Sumatera Barat, Sabtu (19/9/2026).


Bukan sekadar membawa kegiatan literasi masuk ke kampus, RELIMA Goes to Campus mengembangkan kampus sebagai simpul gerakan dan mahasiswa sebagai penggerak. Literasi diintegrasikan ke dalam berbagai ruang akademik dan kemahasiswaan yang telah hidup, kemudian mahasiswa dibekali, dilibatkan, dan digerakkan agar manfaat literasi dapat menjangkau ruang yang lebih luas.


Berbagai agenda seperti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM), Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) bagi mahasiswa calon guru. kegiatan BEM, UKM, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai kegiatan akademik dan pembinaan mahasiswa menjadi ruang strategis untuk mengintegrasikan literasi.


Materinya pun tidak dibuat seragam, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter sasaran, mulai dari literasi akademik dan digital, membaca kritis, keterampilan menulis dan komunikasi, hingga kemampuan mengolah informasi dan gagasan menjadi karya serta aksi nyata.


*Bukan Membuat Banyak Acara, tetapi Menghidupkan Banyak Ruang*


Amar Salahuddin mengatakan, gagasan RELIMA Goes to Campus berangkat dari besarnya potensi perguruan tinggi yang dapat dioptimalkan sebagai kekuatan gerakan literasi.


Menurutnya, kampus memiliki mahasiswa lintas disiplin ilmu, dosen, perpustakaan, BEM, UKM, organisasi kemahasiswaan, fasilitas, jejaring, hingga agenda rutin yang dapat menjadi ekosistem untuk memperluas gerakan.


 “Inovasinya bukan pada membuat sebanyak-banyaknya acara literasi. Kami justru ingin membuat literasi hadir di sebanyak-banyaknya ruang yang sudah hidup di kampus. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi peserta; mereka perlu dibekali, dilibatkan, lalu digerakkan menjadi penggerak literasi,” ujar Amar.


Amar yang juga merupakan Wakil Rektor III UNDHARI Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Humas, dan Kerja Sama menyebut, pendekatan tersebut memungkinkan kegiatan literasi menjadi lebih adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa.


Mahasiswa kependidikan, kesehatan, teknologi, maupun bidang ilmu lainnya tidak harus menerima bentuk literasi yang sama. Literasi dapat dikontekstualisasikan sesuai disiplin ilmu, kebutuhan, dan ruang aktivitas masing-masing.


*Rektor UNDHARI: Kampus Harus Melahirkan Penggerak*


Assoc. Prof. Dr. Gunawan, Ali, M.Kom. Rektor UNDHARI menyambut positif pengembangan RELIMA Goes to Campus. Menurutnya, penguatan literasi merupakan bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang kritis, kreatif, adaptif, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.


“Kami mendukung RELIMA Goes to Campus karena perguruan tinggi bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan. Kampus juga harus menjadi tempat lahirnya generasi yang mampu membawa pengetahuan itu menjadi manfaat bagi masyarakat. Literasi menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkannya,” ungkapnya.


Dukungan tersebut tidak diarahkan berhenti pada kegiatan di lingkungan universitas. UNDHARI juga membuka ruang pengembangan gerakan melalui KKN Literasi serta penguatan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan mahasiswa yang dapat menyasar sekolah, perpustakaan desa/nagari, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), komunitas, dan berbagai simpul literasi lainnya.


*Literasi Bukan Hanya Urusan Mahasiswa Bahasa*


Sementara itu, Wulan Andang Purnomo, M.Kom. Wakil Rektor I UNDHARI menilai pendekatan lintas disiplin menjadi salah satu kekuatan RELIMA Goes to Campus.


 “Kemampuan membaca secara kritis, menulis, mengolah informasi, dan mengomunikasikan gagasan dibutuhkan mahasiswa dari semua bidang ilmu. Karena itu, literasi tidak boleh dipandang hanya sebagai urusan mahasiswa bahasa. Ketika literasi terintegrasi dengan proses akademik dan pengembangan mahasiswa, manfaatnya menjadi jauh lebih luas,” tuturnya.



Menurutnya, penguatan literasi juga memiliki hubungan erat dengan kualitas akademik mahasiswa. Kemampuan memahami sumber informasi, membangun argumentasi, menulis secara baik, serta mengomunikasikan gagasan merupakan kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi maupun ketika terjun ke masyarakat.


*Mahasiswa Merasakan Literasi yang Lebih Dekat*


Bagi mahasiswa, model tersebut membuat literasi tidak lagi terasa sebagai aktivitas yang berdiri sendiri dan kaku, tetapi hadir di ruang yang memang dekat dengan kehidupan mereka.


Mahasiswa UNDHARI, Mufid, mengungkapkan bahwa mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya literasi, tetapi juga memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan dan terlibat secara langsung.


“Kami tidak hanya diajak membaca atau mendengar materi. Kami dilatih menulis, menyampaikan gagasan, berkomunikasi, dan terlibat dalam kegiatan. Dari sini kami memahami bahwa mahasiswa juga bisa menjadi bagian dari gerakan literasi dan membawanya ke masyarakat,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Radhita. Menurutnya, literasi yang hadir melalui aktivitas mahasiswa membuat pesan dan praktik literasi lebih mudah diterima.


 “Literasi menjadi dekat dengan kehidupan kami. Bukan hanya tentang buku, tetapi bagaimana kami berpikir kritis, memahami informasi, berani menyampaikan gagasan, menghasilkan karya, dan kemudian memberi manfaat kepada orang lain,” katanya.


*Dari “Literasi untuk Mahasiswa” Menjadi “Literasi Bersama Mahasiswa”*


RELIMA Goes to Campus juga ditopang oleh ekosistem yang tersedia di UNDHARI, mulai dari sumber daya dosen dan mahasiswa, perpustakaan, organisasi kemahasiswaan dan UKM Literasi, dukungan anggaran Bidang Kemahasiswaan dan UKM Literasi, fasilitas akademik, kendaraan operasional dan bus kampus, hingga 16 gedung asrama mahasiswa.


Sebagai kampus berasrama, UNDHARI memiliki potensi besar untuk menjadikan literasi bukan hanya bagian dari aktivitas di ruang perkuliahan, tetapi juga tumbuh dalam kehidupan keseharian dan interaksi mahasiswa.


Model RELIMA Goes to Campus pun relatif sederhana untuk dikembangkan. RELIMA membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi, memetakan kebutuhan mahasiswa, mengintegrasikan literasi ke dalam agenda yang telah berjalan, membekali dan melibatkan mahasiswa, kemudian mendorong mahasiswa membawa praktik baik literasi menuju masyarakat.


Karena berbentuk model dan pendekatan, inovasi tersebut juga memungkinkan untuk diadaptasi oleh perguruan tinggi di daerah lain. Bentuk kegiatannya tidak harus sama. Kampus kependidikan dapat memperkuat literasi sekolah, kampus kesehatan dapat mengembangkan literasi kesehatan, kampus teknologi dapat memperkuat literasi digital, sementara perguruan tinggi lainnya dapat menyesuaikan dengan bidang keilmuan dan kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing.


Bagi Amar, tujuan akhirnya bukan sekadar memperbanyak kegiatan.

 “Kami ingin bergerak dari ‘literasi untuk mahasiswa’ menjadi ‘literasi bersama mahasiswa untuk masyarakat’. Kampus menjadi simpulnya, mahasiswa menjadi penggeraknya, dan masyarakat menjadi ruang tempat manfaat literasi itu diperluas,” tegasnya.


Dari Dharmasraya, RELIMA Goes to Campus membawa satu pesan kuat: literasi tidak harus selalu menciptakan ruang baru. Terkadang, yang dibutuhkan adalah menghidupkan ruang-ruang yang sudah ada, menghubungkannya, lalu melahirkan lebih banyak penggerak.


Dibekali, Dilibatkan, Digerakkan. Mengabdi. Lalu melahirkan penggerak berikutnya. Itulah denyut RELIMA Goes to Campus UNDHARI, dari kampus, literasi bergerak menuju masyarakat.

Nestapa Penambang Rakyat di Lebak Selatan, Akankah Indonesia Emas 2045 Terwujud?

By On Jumat, September 18, 2026

Aktivis Banten Selatan, yang juga Ketua SMSI Lebak, Deni Ismayadi.

LEBAK, KabarViral79.Com - Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, masyarakat kian terhimpit oleh terbatasnya lapangan pekerjaan dan lonjakan harga kebutuhan pokok. 

Pemandangan antrean panjang di sejumlah SPBU menjadi salah satu potret nyata kesulitan tersebut. Di sisi lain, keberadaan tambang rakyat hadir menjadi solusi instan bagi perputaran ekonomi warga, meskipun para penambang menyadari aktivitas mereka masih dikategorikan ilegal. 

Ironisnya, para penambang rakyat ini kerap dihadapkan pada operasi penertiban oleh Aparat Penegak Hukum (APH) yang datang hampir setiap pekan dengan dalih penegakan hukum. 

Aktivis Banten Selatan sekaligus Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lebak, Deni Ismayadi, membenarkan bahwa keberadaan tambang rakyat ini sangat krusial dalam menopang perekonomian warga sekitar. 

Berkat aktivitas tersebut, penduduk setempat tidak lagi kesulitan mencari penghidupan. 

"Sektor UMKM di sekitar lokasi pun mulai bergairah kembali karena dampak positifnya sangat terasa. Namun, saya juga perlu menegaskan bahwa akhir-akhir ini para penambang merasa risih dan resah dengan intensitas penertiban yang terlalu sering," ujar Deni, Jumat, 18 September 2026. 

Menurut Deni, semua pihak harus bersikap adil dan bijak dalam menyikapi persoalan ini, tidak hanya melihat dari satu sisi hukum semata. Bagi penduduk sekitar, para penambang ini adalah penyelamat ekonomi di tengah kelesuan pasar. 

Ia menilai kontribusi mereka dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran justru patut diapresiasi, bukan malah ditekan. 

"Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran saat kampanye berjanji akan menciptakan 19 juta lapangan kerja. Namun hingga saat ini, tampaknya realisasi dari janji tersebut belum mencapai setengahnya," ungkap Deni. 

Deni menambahkan, pemerintah seharusnya hadir untuk membina dan melegalkan para penambang rakyat ini agar kesejahteraan mereka lebih terjamin, bukan justru terus-menerus melakukan penertiban tanpa solusi konkret. 

"Pertanyaannya, jika kondisi rakyat kecil terus diombang-ambingkan seperti ini tanpa pembinaan, akankah visi Indonesia Emas 2045 bisa benar-benar terwujud?" pungkas Deni. (Tim/Red)

KPK Tahan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Trans Sumatra Rp.205 Milyar. Dirkeu BPJS TK, Bambang Joko Sutarto Tidak Terlibat

By On Jumat, September 18, 2026

 


Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan dua pejabat PT Hutama Karya yaitu Bintang Perbowo (Dirut PT HK) dan M. Rizal Sucipto, tersangka korupsi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tahun anggaran 2018–2020 senilai Rp.205 milyar. IZ Pemilik PT Sanitarindo Tanggon Jaya (PT STJ), yang lebih dulu jadi tersangka meninggal dunia


Sementara Bambang Joko Sutarto, Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan (2026-2031) yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan anak perusahaan (PT HK Realtindo/HKR), selaku pembayar tagihan dalam proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), tidak terlibat dalam penyalahgunaan wewenang yang merugikan negara Rp. 205 milyar itu


Sebagai mantan Direktur Keuangan anak perusahaan (PT HK Realtindo/HKR), Bambang Joko Sutarto memang mengetahui dan mengurusi aliran dana operasional serta biaya-biaya proyek tersebut, tetapi hal itu menurit KPK tidak serta-merta membuatnya menjadi tersangka karena posisinya dinilai menjalankan fungsi administratif kedinasan sesuai prosedur pembayaran formal.


Dalam hukum pidana korupsi, mengetahui aliran dana atau menandatangani pembayaran kas keluar belum cukup untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka, kecuali ditemukan bukti bahwa ia ikut berniat jahat (mens rea) atau memalsukan dokumen untuk memperkaya diri sendiri.


Masalah Bambang Joko Sutarto yang ikut seleksi Dirut BPJS Ketenagakerjaan, periode 2026-2031 sempat memanas, setelah Koordinator Forum Jamsos, KRH.HM.Jusuf Rizal,SH mengkritik Pansel BPJS Kerenagakerjaan dan DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional), sebab kasus Korupsi Trans Sumatra senilai Rp.205 milyar belum berkeputusan tetap.


Kepada media Jusuf Rizal mengomentari status hukum Direktur Keuangan Bambang Joko Sutarto yang sudah ditetapkan tidak terlibat korupsi alias bebas demi hukum, menyebutkan Forum Jamsos menghargai keputusan hukum KPK. Dengan keputusan KPK itu, sebagai Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto dapat bekerja tenang


Kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tahun anggaran 2018–2020 yang diusut oleh KPK menetapkan beberapa tersangka, yang melibatkan pejabat tinggi PT Hutama Karya (PT HK) serta pihak swasta dengan kerugian negara mencapai Rp205 miliar.


Daftar Tersangka


Bintang Perbowo (BP): Mantan Direktur Utama PT Hutama Karya M. Rizal Sucipto (RS): Mantan Kepala Divisi Pengembangan Bisnis dan Investasi PT Hutama Karya sekaligus Ketua Tim Pengadaan Lahan.


Satu orang berinisial iZ: Pemilik PT Sanitarindo Tanggon Jaya (PT STJ), yang perkaranya dihentikan karena yang bersangkutan meninggal dunia.


Sementara Bambang Joko Sutarto yang sempat diperiksa sebagai saksi bebas dan dinyatakan tidak terlibat dalam korupsi itu.

ALIANSI KOTA SERANG AKAN LAYANGKAN SURAT AUDIENSI TERKAIT THM DAN PENGELOLAAN LAPAK DI KAWASAN PASAR RAU

By On Kamis, September 17, 2026

 


SERANG – Aliansi Kota Serang yang tergabung dari berbagai elemen masyarakat berencana melayangkan surat permohonan audiensi kepada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMperindag) Kota Serang.


Audiensi tersebut berkaitan dengan persoalan dugaan maraknya Tempat Hiburan Malam (THM) serta pengelolaan dan penataan lapak pedagang di bahu jalan maupun trotoar kawasan Pasar Induk Rau Kota Serang.


Aliansi menilai, Pasar Rau merupakan salah satu pusat perekonomian masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kota Serang, terutama dalam aspek penataan, pengawasan, dan perlindungan terhadap aktivitas perdagangan masyarakat.


Persoalan keberadaan THM serta pengelolaan lapak pedagang di kawasan Pasar Rau dinilai perlu diklarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan keresahan dan ketimpangan di tengah masyarakat.


“Kami dari Aliansi Kota Serang yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat akan melayangkan surat permohonan audiensi kepada pihak terkait. Kami ingin mendapatkan penjelasan secara terbuka mengenai pengelolaan Pasar Rau, termasuk penataan lapak pedagang dan dugaan aktivitas THM di kawasan tersebut,” ujar perwakilan Aliansi Kota Serang.


Mendorong Transparansi dan Penataan yang Berkeadilan


Aliansi Kota Serang berharap Pemerintah Kota Serang dapat memberikan perhatian terhadap kondisi pedagang kecil yang menjalankan aktivitas usaha di sekitar kawasan Pasar Rau.


Selain itu, Aliansi juga mendorong adanya kejelasan mengenai kewenangan pengelolaan pasar, mekanisme pemanfaatan kios dan ruko, serta pengawasan terhadap aktivitas usaha yang diduga tidak sesuai dengan peruntukannya.


Menurut Aliansi, penataan kawasan Pasar Rau harus dilakukan secara transparan, proporsional, dan tetap memperhatikan keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil.


Harapan Audiensi Segera Dijadwalkan


Aliansi Kota Serang berharap surat permohonan audiensi yang akan disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.


“Kami sangat berharap audiensi ini dapat diagendakan dalam waktu dekat. Kami ingin membangun komunikasi yang konstruktif dengan Pemerintah Kota Serang sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung,” tegas perwakilan Aliansi.


Aliansi menegaskan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial dan upaya mendorong tata kelola Pasar Rau yang tertib, transparan, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

Gubernur Andra Soni: Keselamatan Transportasi Bukan Sekadar Rutinitas, Melainkan Tanggung Jawab Moral

By On Kamis, September 17, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat memimpin Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026, di area PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Ciwandan, Kota Cilegon, Kamis, 17 September 2026. 

CILEGON, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan bahwa keselamatan transportasi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan tanggung jawab moral sekaligus ujung tombak pelayanan publik. 

Oleh karena itu, keselamatan dan konektivitas harus senantiasa dijaga bersama oleh seluruh pemangku kepentingan. 

​Hal tersebut disampaikan Gubernur Andra saat memimpin Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026, di area PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Ciwandan, Kota Cilegon, Kamis, 17 September 2026. 

​“Satu hal yang sangat mendasar, dalam transportasi, keselamatan tidak pernah boleh menjadi rutinitas administratif terhadap sistem yang kita bangun dan kita awasi. Keselamatan adalah tanggung jawab moral,” tegas Andra Soni. 

​Ia menjabarkan, tanggung jawab tersebut termasuk keberanian insan perhubungan untuk menghentikan operasi ketika keadaan tidak aman, sekaligus harus tanggap mencari alternatif agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terputus. 

​Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andra juga menyampaikan duka cita mendalam atas berbagai musibah kecelakaan transportasi yang terjadi belakangan ini. 

Ia menyoroti tantangan berat jajaran perhubungan yang harus siaga merespons berbagai situasi darurat, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga kecelakaan penerbangan dan pelayaran. 

​Terkait tema Harhubnas 2026, yakni "Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju", Gubernur Andra menggarisbawahi peran vital transportasi yang lebih dari sekadar urusan infrastruktur. 

Perhubungan berperan penting dalam mempertemukan keluarga, membuka lapangan kerja, membawa bahan pangan, menggerakkan industri, hingga menghadirkan negara sampai ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil). 

​“Bapak Presiden Prabowo Subianto juga telah menegaskan pentingnya konektivitas antara pusat-pusat produksi dan permukiman untuk menurunkan biaya angkut dan biaya logistik, serta memperluas pemerataan pembangunan,” paparnya. 

​Gubernur Andra juga mengingatkan agar transformasi digital di sektor perhubungan berujung pada hasil yang nyata. Pemanfaatan teknologi harus bermuara pada perjalanan yang lebih aman dan sistem logistik yang makin tertib. Baginya, secanggih apa pun teknologi, hal yang terpenting tetaplah kualitas pelayanan publik. 

​Untuk mewujudkan hal tersebut, ia meminta agar pedoman 'Lima Citra Manusia Perhubungan' tidak hanya dihafalkan, tetapi benar-benar diimplementasikan. 

​"Tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, tangguh menghadapi tantangan, serta bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan jasa perhubungan harus terlihat dalam cara kita bekerja setiap hari,” ungkapnya. 

​Sebagai langkah konkret, Gubernur Andra mengajak seluruh insan perhubungan di Banten untuk menjadikan bulan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi. 

​“Bulan ini kita canangkan sebagai awal untuk membangun budaya keselamatan yang lebih kuat sepanjang tahun,” pungkasnya. (Welfendry

Gandeng Damkar PT Nikomas, Polsek Cikande Siram Jalan dan Distribusikan Air Bersih

By On Kamis, September 17, 2026

Polsek Cikande gelar aksi kemanusiaan dan penataan lingkungan secara intensif pada Kamis, 17 September 2026. 

SERANG, KabarViral79.Com Polsek Cikande, Polres Serang, bergerak cepat menanggulangi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dengan menggelar aksi kemanusiaan dan penataan lingkungan secara intensif pada Kamis, 17 September 2026. 

Selain berkolaborasi dengan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) PT Nikomas Gemilang untuk menyiram jalur utama, Polsek Cikande juga mendistribusikan bantuan 8.000 liter air bersih untuk warga terdampak di Kampung Pasir Mindi, Desa Sukatani, Kecamatan Cikande. 

Penyiraman jalan difokuskan di sepanjang Jalan Raya Serang–Jakarta wilayah hukum Polsek Cikande, khususnya di titik-titik pusat aktivitas masyarakat seperti Simpang Ambon, Simpang Modern, Simpang Interchange, Pasar Tambak, hingga Simpang Tambak. 

Langkah ini diambil untuk mencegah risiko kecelakaan akibat jalan licin berdebu serta meminimalisir polusi udara. 

Sementara itu, penyaluran air bersih disambut antusias oleh warga Kp. Pasir Mindi yang membutuhkan pasokan air segar setelah pemukiman mereka terpapar abu vulkanik. 

Kapolsek Cikande, Kompol Rudika Harto Kanajiri menegaskan bahwa rangkaian aksi ini merupakan komitmen nyata kepolisian dalam mengayomi dan membantu masyarakat di situasi darurat. 

"Polsek Cikande hadir, diminta atau tanpa diminta masyarakat," tegas Kompol Rudika Harto Kanajiri. 

Dia berharap, langkah kolaboratif dan bantuan kemanusiaan ini dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. 

"Semoga kegiatan penyiraman jalan ini dapat meminimalisir polusi udara, serta bantuan air bersih ini bisa membantu memenuhi kebutuhan harian warga Kp. Pasir Mindi pasca sebaran abu vulkanik," tuturnya. 

Petugas juga mengimbau kepada pengguna jalan dan seluruh masyarakat Cikande agar tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan pernapasan. (*/red)

Keracunan MBG Massal di Jombang: Kepala SPPG Dicopot, Dapur Disetop

By On Kamis, September 17, 2026

SPPG Mangunan milik Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta yang ditutup sementara imbas keracunan massal di Jombang. 

JOMBANG, KabarViral79.ComOperasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan, Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta dihentikan sementara (disuspend) buntut 256 siswa dan 4 guru SMPN 1 Kabuh, Jombang, Jawa Timur (Jatim), keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Tidak hanya itu, Kepala SPPG Mangunan, Cakra Rizky Fortuna juga dicopot. 

"(SPPG Mangunan) Suspend sampai semua persyaratan yang harus dipenuhi terpenuhi," kata Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, Kusmayanti kepada wartawan, Rabu, 16 September 2026. 

Tidak hanya itu, kata Kusmayanti, pihaknya juga mencopot Kepala SPPG Mangunan, Cakra Rizky Fortuna. 

"Nonaktif bahasa kami ya, dan pastinya Kepala SPPG diganti," tegasnya. 

Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono membenarkan distribusi MBG untuk sekolahnya dihentikan sejak Jumat, 04 September 2026. 

Begitu juga sekolah-sekolah lain penerima MBG dari SPPG Mangunan. 

Selama ini sekolahnya menerima MBG dari dapur tersebut untuk 639 siswa, serta 47 guru dan karyawan. 

"Sejak kejadian itu (keracunan massal), besoknya hari Jumat itu sudah enggak ada, sampai sekarang belum ada. Mungkin SPPG-nya masih belum beroperasi," ucapnya. 

Jika nantinya SPPG Mangunan diizinkan beroperasi kembali, Suprihadiono berharap sudah ada perbaikan mutu untuk mencegah kasus serupa. 

Sehingga MBG yang disalurkan ke para siswa dan guru benar-benar layak dikonsumsi. 

"Kalau memang kami diberi lagi (MBG) ya nanti kami serahkan ke anak-anak. Anak-anak kalau mau ya silakan dimakan, kalau enggak ya enggak usah," pungkasnya. 

Diketahui sebelumnya, keracunan massal ini baru terbongkar pada Kamis pagi, 03 September 2026. 

Banyak siswa SMPN 1 Kabuh yang mengalami diare di tengah jam pelajaran. Keluhan mereka di antaranya sakit perut, diare, mual, muntah dan pusing. 

Mereka mengalami keracunan setelah menyantap MBG pada Rabu siang, 02 September 2026. 

MBG dari SPPG Mangunan, Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta itu berupa nasi putih, udang saus padang, tahu susu, pepaya, serta tumis wortel, sawi putih dan brokoli.

Data terbaru yang dirilis Dinas Kesehatan Jombang, total 256 siswa dan 4 guru SMPN 1 Kabuh keracunan MBG. 

Dari jumlah itu, 175 siswa dan guru pulih karena melakukan pengobatan secara mandiri pada Rabu, 02 September 2026. 

Sedangkan 85 siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan karena masih sakit perut, diare, pusing, mual dan muntah pada Kamis, 03 September 2026. 

Setiap harinya, SPPG Mangunan menyediakan 2.899 porsi MBG untuk 19 sekolah penerima manfaat. Salah satunya untuk 639 siswa, serta 47 guru dan pegawai SMPN 1 Kabuh. 

Artinya, tidak semua siswa dan guru keracunan setelah memakan MBG tersebut. 

Penyebab keracunan massal ini pun terungkap dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel dari SPPG Mangunan. 

Sampel yang diperiksa meliputi nasi putih, udang saus padang, tahu susu, pepaya, serta tumis wortel, sawi putih dan brokoli. 

Termasuk sampel air galon isi ulang yang digunakan memasak MBG. 

Kandungan bakteri e coli di air galon isi ulang tidak terlalu tinggi. 

Kandungan e coli melebihi batas aman justru ditemukan di udang saus padang, yaitu mencapai 120 CFU per Gram. 

Kelebihan e coli di dalam perut para korban selanjutnya menyebabkan sakit perut, mual, muntah, demam, dan diare. 

Tidak hanya itu, nasi pada MBG yang disantap para siswa juga mengandung bacillus cereus, bakteri penyebab keracunan. (*/red)

Total Rp 106,3 Miliar Disita KPK dari OTT, Terbanyak dari Orang Kepercayaan Nusron

By On Kamis, September 17, 2026

Penampakan uang senilai Rp 106 miliar yang disita KPK dalam kasus suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN, di Gedung Merah Putih KPK, Selasa, 15 September 2026. (Dok KPK) 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti kasus suap di lingkungan Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berupa uang tunai senilai Rp 106,3 miliar. 

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein mengatakan, jumlah tersebut adalah nilai barang bukti terbanyak yang disita oleh KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). 

"Ini termasuk jumlah yang terbanyak operasi OTT KPK sebelumnya," kata Achmad saat Konferensi Pers, Selasa, 15 September 2026. 

Sejumlah barang bukti tersebut tersebar di beberapa tempat, di antaranya di rumah tersangka Arif Sugiyanto, Rizal Pahlevi, Sontang Coin Manurung, dan Arif Sugiyanto. 

Menurut Achmad, temuan terbanyak berada di rumah Arif Sugiyanto dengan koper berwarna merah dengan pecahan rupiah dan valuta asing. 

Uang yang ditemukan berupa pecahan rupiah sebanyak Rp 31,86 miliar. 

Kemudian ada juga pecahan dollar Amerika Serikat senilai 2.611.500 USD. pecahan dollar Singapura 1.974.500 SGD. 

Kemudian ada juga pecahan 910 Riyal Arab Saudi, dan 981 Ringgit Malaysia. 

Sedangkan di rumah Rizal Pahlevi, KPK menyita Rp 896 juta, dari rumah ZNM Rp 8 juta, dan rumah Sontang Coin Manurung senilai Rp 49,5 juta. 

Adapun kasus ini bermula dari pengajuan perpanjangan HGB yang dikelola Summarecon yang berada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). 

Sebagian tanah disebut bermasalah dengan ahli waris sebelumnya yang memegang SHM atas tanah tersebut. 

Masalah ini kemudian dimanfaatkan oleh tersangka Erwin untuk memasang fee sejumlah Rp 2 miliar. Namun pihak Summarecon menyanggupi Rp 1,5 miliar. 

KPK juga mengungkap ada banyak penerimaan lainnya terkait gratifikasi dan mutasi promosi jabatan pelayanan pertanahan di ATR/BPN. 

Dalam kasus ini, KPK menetapkan delapan tersangka, empat di antaranya diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. 

Mereka Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor 1 Sontang Coin Manurung, Direktur Utama Summarecon Adrianto Pitojo Adi, Arif Sugiyanto selaku pihak swasta kepercayaan Nusron Wahid. 

Lalu ada Fahd El Fouz pihak swasta diduga kepercayaan Nusron Wahid, Rizal Pahlevi selaku pihak swasta, Erwin selaku pihak swasta orang kepercayaan Nusron Wahid, dan Muhammad Fakhry selaku pihak swasta kepercayaan Nusron Wahid. 

Pihak Adrianto dan Rizal Pahlevi dikenakan Pasal 605 ayat (1) huruf a atau huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo Pasal VII angka 48 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian pidana atau Pasal 606 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo Pasal VII angka 49 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana jo Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. 

Sementara sisanya disangkakan Pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan/atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau pasal 606 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo Pasal VII angka 49 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana jo Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. (*/red)

Fahd A Rafiq Cetak Hattrick Jadi Tersangka KPK

By On Kamis, September 17, 2026

Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Nama Fahd El Fouz Arafiq kembali mencuat setelah lama tidak terdengar dari peristiwa terakhir: terlibat dalam kasus pengadaan Al-Qur'an. 

Fahd diketahui memiliki rekam jejak dalam dua kasus korupsi, yaitu korupsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) pada 2011, dan pengadaan Al-Qur'an pada 2017. 

Kini namanya mencuat lagi karena kasus yang sama, korupsi. 

Ia disebut-sebut dalam dugaan kasus pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). 

Diketahui, Fahd Arafiq merupakan tokoh organisasi yang cukup vokal. 

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum KNPI (2015-2018). 

Saat ini menjabat sebagai Ketua Umum DPP Bapera serta Ketua DPP Partai Golkar Bidang Hubungan Ormas periode 2024-2029 di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia. 

Istri Fahd, Ranny Fahd Arafiq, saat ini juga menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Golkar. 

Melihat kadernya dicokok KPK untuk kali ketiga, Partai Golkar mengaku menghormati proses hukum yang berlaku. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Sarmuji pun mempersilakan KPK untuk mengungkap kebenarannya dugaan tindak pidana yang dilakukan Fahd sesuai mekanisme hukum. 

“Kita menghormati proses hukum. Silakan aparat mengungkapkan kebenaran melalui proses hukum,” kata Sarmuji kepada wartawan, Selasa  15 September 2026. 

Ketua Fraksi Golkar DPR RI itu mengatakan, partainya juga akan menentukan langkah-langkah untuk menindaklanjuti proses hukum tersebut, setelahnya mengetahui duduk persoalannya. 

Tiga kasus korupsi jerat Fahd, dalam kasus DPID yang bergulir 2011-2012, Fahd terbukti menyuap mantan anggota DPR RI, Wa Ode Nurhayati, sebesar Rp 5,5 miliar. 

Suap itu digunakan untuk alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) di tiga kabupaten di Aceh. 

Tiga kabupaten yang dimaksud adalah kabupaten Pidie Jaya, Aceh Besar, dan Bener Meriah. Saat itu, ia divonis dua tahun enam bulan penjara. 

Kasus Korupsi Pengadaan Al-Qur'an, kasus ini bergulir pada 2017, setelah Fahd bebas dari kurungan penjara dan merasakan udara bebas. 

Namun belum lama mendekam di penjara, Fahd kembali bermain suap, kali ini tidak main-main pengadaan kitab suci Al-Qur'an dikorupsi. 

Ia terseret kasus suap pengadaan Al-Qur'an dan laboratorium komputer di Kementerian Agama. 

Ia terbukti menerima suap Rp 3,411 miliar dan kembali dijebloskan ke penjara pada 2017. 

Terkini, setelah melenggang kembali dari jeruji besi, Fahd kembali berulah. 

Kali ini ia kembali terjerat korupsi dan ditetapkan sebagai tersangka dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) yang berada di Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). (*/red)

Belasan Siswa SMA Negeri 1 Kuala Bireuen Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG

By On Kamis, September 17, 2026

Siswa SMA Negeri 1 Kuala Bireuen mengalami keluhan mual dan menjalani penanganan medis di RSUD dr. Fauziah Bireuen pasca mengonsumsi makanan program MBG, Kamis, 17 September 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Belasan siswa SMA Negeri 1 Kuala Bireuen mengalami keluhan mual dan menjalani penanganan medis di RSUD dr. Fauziah Bireuen setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis, 17 September 2026. 

Kepala SMA Negeri 1 Kuala Bireuen, Nurul Aini, S.Pd., M.A.P., mengatakan, kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 10.10 WIB saat jam istirahat sekolah. 

Menurut Nurul Aini, informasi awal diterima pihak sekolah setelah siswa menemukan belatung pada olahan daging ayam yang disajikan dalam paket MBG. 

Selain itu, makanan tersebut disebut mengeluarkan aroma tidak sedap. 

"Pada saat itu ditemukan belatung pada daging ayam dan tercium aroma tidak sedap dari makanan yang disajikan," ujar Nurul Aini kepada wartawan, Kamis, 17 September 2026. 

Tak lama kemudian, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual dan melapor kepada guru yang bertugas di Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Pihak sekolah sempat memberikan pertolongan pertama. 

Namun, jumlah siswa yang mengalami keluhan serupa terus bertambah sehingga penanganan di sekolah tidak lagi mencukupi. 

Para guru kemudian mengevakuasi siswa menggunakan kendaraan sekolah dan kendaraan pribadi menuju fasilitas kesehatan. 

Adapun menu MBG yang dibagikan kepada siswa terdiri atas nasi, tahu goreng, ayam kecap, dan semangka. 

Nurul Aini mengatakan seluruh siswa yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan medis di RSUD dr. Fauziah Bireuen. 

Pihak sekolah juga akan memperketat pemeriksaan makanan yang diterima sebelum dibagikan kepada siswa sebagai langkah antisipasi. 

"Kami akan memperketat pemeriksaan dan melakukan re-check terhadap setiap makanan yang diterima sebelum dibagikan kepada para siswa," katanya. 

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa belum dapat dipastikan. 

Penentuan penyebab masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta penelusuran terhadap makanan MBG yang dikonsumsi para siswa. 

Awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak penyedia MBG dan instansi terkait mengenai kejadian tersebut. (Joniful Bahri)

Dua Titik Dugaan Sabung Ayam Muncul di Lumajang, Polsek Tempeh dan Sukodono Diminta Cek Lokasi

By On Kamis, September 17, 2026

Foto ilustrasi. 

LUMAJANG, KabarViral79.ComDugaan aktivitas sabung ayam kembali menjadi sorotan di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim). 

Informasi yang diterima media menyebutkan adanya dugaan kegiatan yang diduga berkaitan dengan sabung ayam di dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Tempeh dan Kecamatan Sukodono, Kamis, 17 September 2026. 

Salah satu titik yang disebut berada di sekitar Dusun Ngebruk, Desa Tempeh Kidul, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. 

Informasi yang diterima menyebutkan bahwa lokasi kegiatan sebelumnya berada di wilayah Desa Tempeh, namun belakangan diduga bergeser ke wilayah desa tetangga. 

Selain itu, dugaan aktivitas serupa juga disebut berada di Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. 

Dengan adanya informasi mengenai dua titik tersebut, masyarakat meminta aparat kepolisian tidak hanya menerima laporan di atas kertas, tetapi melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan apakah benar terdapat aktivitas perjudian sabung ayam. 

Sorotan semakin menguat karena kegiatan tersebut, berdasarkan informasi warga, diduga melibatkan sejumlah orang dan berlangsung di sebuah tempat yang terlihat seperti arena berkumpul. 

Foto yang diterima redaksi juga memperlihatkan sejumlah orang berada di dalam sebuah bangunan semi-permanen. 

Namun, keberadaan orang-orang dalam foto tersebut belum dengan sendirinya membuktikan adanya perjudian atau sabung ayam, sehingga diperlukan verifikasi langsung dari aparat. 

Masyarakat berharap Polsek Tempeh melakukan pengecekan terhadap informasi di wilayah Kecamatan Tempeh, sementara informasi mengenai Desa Dawuhan Lor dapat menjadi perhatian Polsek Sukodono sesuai wilayah hukumnya. 

Jika ditemukan unsur perjudian, masyarakat meminta proses penegakan hukum dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. 

Secara hukum, sejak 2 Januari 2026, KUHP Nasional berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2023 telah berlaku. 

Pasal 426 mengatur mengenai pihak yang tanpa izin menawarkan atau memberi kesempatan kepada umum untuk bermain judi, sedangkan Pasal 427 mengatur orang yang menggunakan kesempatan bermain judi yang diadakan tanpa izin. 

Karena itu, informasi mengenai dugaan sabung ayam di dua wilayah tersebut patut menjadi perhatian aparat untuk memastikan fakta di lapangan, termasuk apakah terdapat unsur taruhan, penyelenggara, maupun aktivitas lain yang memenuhi unsur tindak pidana perjudian. 

Hingga rilisan ini disusun, informasi tersebut masih berupa dugaan dan membutuhkan klarifikasi serta verifikasi aparat penegak hukum. 

Redaksi juga membuka ruang bagi pihak-pihak terkait, termasuk kepolisian, pemerintah desa, maupun pihak yang disebut dalam informasi, untuk memberikan penjelasan dan hak jawab secara proporsional. (*/red)

Kejari Siap Tindak Lanjuti Aduan KEMAS dan DPD KNPI Pandeglang Terkait Dugaan Pengelolaan PBB-P2 di Desa Kertaraharja

By On Kamis, September 17, 2026

 



Pandeglang – Keluarga Mahasiswa Sobang (KEMAS) bersama Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Pandeglang dan masyarakat Desa Kertaraharja, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, melakukan audiensi dan menyampaikan pengaduan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang terkait dugaan permasalahan dalam pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).


Audiensi tersebut berlangsung pada Kamis, 17 September 2026. Pengaduan yang disampaikan berkaitan dengan dugaan tidak disetorkannya pembayaran PBB-P2 masyarakat selama beberapa tahun serta dugaan adanya pemungutan pembayaran yang melebihi nominal sebagaimana tercantum dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) masyarakat.


Sebelumnya, KEMAS bersama DPD KNPI Kabupaten Pandeglang dan masyarakat Desa Kertaraharja telah menyampaikan laporan pengaduan kepada Kejaksaan Negeri Pandeglang pada Senin, 14 September 2026.


Dalam audiensi tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang, Surayadi Sembiring, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas pengaduan yang disampaikan masyarakat dan organisasi kepemudaan. Ia mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.


“Kami berterima kasih atas aduan yang disampaikan masyarakat dan teman-teman DPD KNPI Pandeglang. Kami akan menindaklanjutinya sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Kami juga akan melakukan penelusuran kepada sejumlah instansi terkait, mulai dari DPMPD hingga Bapenda Pandeglang, serta melakukan investigasi dan pemeriksaan langsung ke lokasi, yaitu Desa Kertaraharja, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang,” ungkap Surayadi.


Ia juga menyampaikan bahwa Kejari Pandeglang akan menugaskan jajaran terkait untuk mengawal proses penanganan pengaduan tersebut serta melengkapi informasi dan bukti yang diperlukan dalam proses pemeriksaan.


“Kami mengapresiasi kedatangan DPD KNPI Kabupaten Pandeglang dalam rangka silaturahmi dan audiensi ini. Kami akan segera menugaskan jajaran Kejari Pandeglang untuk mengawal persoalan ini sesuai kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk melengkapi bukti-bukti yang diperlukan. Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran hukum, tentunya akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Pandeglang, Saepudin, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan respons Kejaksaan Negeri Pandeglang terhadap aspirasi yang disampaikan masyarakat, KEMAS, dan KNPI.


“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh Kejaksaan Negeri Pandeglang beserta seluruh jajaran. Kami berharap penegakan hukum di Kabupaten Pandeglang dapat dilakukan secara jujur, transparan, profesional, dan akuntabel. Ini menjadi bagian dari cita-cita kami sebagai pemuda dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Pandeglang agar kepercayaan masyarakat terhadap hukum tetap terjaga,” kata Saepudin.


Menurut Saepudin, pernyataan Kejari Pandeglang yang menyatakan siap menindaklanjuti pengaduan tersebut menjadi respons positif bagi masyarakat.


“Kami mengapresiasi sikap Kejaksaan Negeri Pandeglang yang terbuka dalam menerima aduan dan kritik yang disampaikan masyarakat. Khususnya terkait persoalan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan PBB-P2 di Desa Kertaraharja, Kecamatan Sobang. Kami berharap prosesnya dapat berjalan secara objektif, transparan, dan berdasarkan data serta fakta,” ujarnya.


Saepudin menegaskan, DPD KNPI Kabupaten Pandeglang bersama KEMAS akan terus mengawal persoalan tersebut hingga terdapat kejelasan dari pihak yang berwenang.


“Kami akan mengawal persoalan ini hingga tuntas dan akan terus berada pada garis perjuangan untuk masyarakat, terlebih persoalan ini berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.


Di tempat yang sama, Ketua KEMAS, Yusuf Maulana, mengapresiasi respons Kejaksaan Negeri Pandeglang terhadap aspirasi yang disampaikan.


“Kami mengapresiasi respons dari Kejaksaan Negeri Pandeglang yang menyatakan siap menindaklanjuti pengaduan ini. Selanjutnya, kami menyerahkan proses pemeriksaan kepada pihak yang berwenang. Kami akan tetap mengawal proses ini agar berjalan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan hukum,” ujar Yusuf.


Yusuf berharap proses tindak lanjut dilakukan secara objektif dengan berpedoman pada data dan fakta yang ada.


“Kami berharap proses tindak lanjut ini dapat berjalan secara objektif berdasarkan data dan fakta. Masyarakat sudah melaksanakan kewajibannya membayar pajak, sehingga wajar apabila mereka ingin mengetahui kejelasan mengenai pengelolaan dan penyetoran pajak tersebut,” lanjutnya.


KEMAS dan DPD KNPI Kabupaten Pandeglang menyatakan akan terus mengawal aspirasi masyarakat Desa Kertaraharja, Kecamatan Sobang, hingga proses tindak lanjut dari pihak berwenang memperoleh kejelasan.


Mereka juga berharap apabila dalam proses pemeriksaan nantinya ditemukan adanya pelanggaran atau tindak pidana, pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Adapun terkait rencana aksi lanjutan, KEMAS dan DPD KNPI menyatakan akan mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya apabila tidak terdapat kejelasan dalam proses penanganan pengaduan tersebut, termasuk kemungkinan menyampaikan aspirasi secara terbuka sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Pemuda di Bireuen Diduga Bakar Rumah Orang Tua Gegara Minta Rp 200 Ribu

By On Rabu, September 16, 2026

Satu unit rumah milik Zakaria A Rahman warga Desa Buket Dalam, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen ludes terbakar, Rabu, 16 September 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Seorang pemuda berinisial ZU (25), warga Desa Buket Dalam, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, diamankan polisi setelah diduga membakar rumah orang tua kandungnya, Rabu, 16 September 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. 

Peristiwa tersebut diduga dipicu permintaan uang sebesar Rp 200 ribu kepada ibunya, Mursyidah Yusuf (43). Karena tidak memiliki uang, terjadi pertengkaran antara ZU dengan kedua orang tuanya, Zakaria A Rahman (45) dan Mursyidah. 

Dalam kondisi emosi, ZU diduga membakar tumpukan pakaian di ruang makan setelah sebelumnya mengancam akan membakar rumah. Api kemudian dengan cepat menjalar hingga menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya. 

Saat warga berupaya membantu memadamkan api, ZU disebut berdiri di depan rumah sambil membawa parang dan mengancam warga agar tidak mendekat. Warga kemudian meminta bantuan aparat kepolisian. 

Petugas pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 12.00 WIB. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.15 WIB setelah empat armada dikerahkan. 

Sementara itu, saat polisi tiba di lokasi, ZU sempat berusaha melarikan diri dengan membawa dua tas ransel. Ia akhirnya berhasil diamankan setelah dikejar personel kepolisian, Posramil Kuta Blang, dan warga. 

Akibat kebakaran tersebut, rumah milik Zakaria yang terdiri dari konstruksi beton dan kayu ludes terbakar. 

Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 80 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. 

ZU telah dibawa ke Mapolsek Kuta Blang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. (Joniful Bahri)

THM DIDUGA SEMAKIN MENJAMUR DI PASAR RAU, SEJUMLAH ELEMEN MASYARAKAT PERTANYAKAN KINERJA OPD TERKAIT

By On Rabu, September 16, 2026

 



Danny Pratama: Jangan Hanya Tertibkan Pedagang Kecil, Pengawasan Ruko yang Dijadikan Tempat Hiburan Juga Harus Dilakukan


SERANG, BANTEN – Sejumlah elemen masyarakat mempertanyakan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang, menyusul dugaan semakin maraknya Tempat Hiburan Malam (THM) di kawasan Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang.


Pasar Rau diketahui merupakan kawasan yang berkaitan dengan aset Pemerintah Kota Serang. Kondisi sejumlah ruko yang diduga dimanfaatkan sebagai tempat hiburan malam pun menjadi sorotan masyarakat, terutama terkait pengawasan, penataan, dan legalitas pemanfaatan ruang usaha di kawasan tersebut.


TUGAS DISPERINDAGKOP DIPERTANYAKAN


Aktivis Banten, Danny Pratama, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi Pasar Rau yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kota Serang.


> “Kami sangat menyayangkan apabila benar terdapat ruko-ruko di kawasan Pasar Rau yang digunakan sebagai tempat hiburan malam tanpa memperhatikan ketentuan yang berlaku. Ini merupakan kawasan yang berkaitan dengan aset Pemkot Serang. Kami mempertanyakan sejauh mana tugas dan tanggung jawab Disperindagkop dalam mengelola serta menata kawasan pasar tersebut,” ujar Danny.




Danny menegaskan, penataan pasar seharusnya tidak hanya menyasar pedagang kecil yang berjualan sayur-mayur di pinggir jalan, tetapi juga mencakup pengawasan terhadap pemanfaatan kios dan ruko yang diduga digunakan untuk kegiatan hiburan malam.


> “Jangan sampai penertiban hanya menyasar pedagang kecil yang mencari nafkah di pinggir jalan. Ruko-ruko yang diduga dijadikan tempat hiburan juga harus diperiksa legalitas dan peruntukannya. Semua harus ditangani secara adil dan sesuai aturan,” tegasnya.




LSM GEGER BANTEN SOROT SIKAP PEMKOT SERANG


Sementara itu, Arul selaku Ketua LSM GEGER Banten turut menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi kawasan Pasar Rau.


Arul menilai, Pemerintah Kota Serang perlu memberikan perhatian lebih serius terhadap dugaan maraknya THM di kawasan tersebut.


> “Kami sangat menyayangkan apabila persoalan ini terus dibiarkan. Pemerintah Kota Serang jangan sampai terkesan diam dan tutup mata terhadap dugaan aktivitas THM di kawasan Pasar Rau. Kami meminta adanya langkah konkret dan transparansi dari OPD terkait,” ujar Arul.




Menurutnya, pemerintah perlu memastikan bahwa seluruh aktivitas usaha di kawasan Pasar Rau berjalan sesuai ketentuan perizinan dan peraturan daerah yang berlaku.


APRESIASI KETUA DPRD KOTA SERANG


Di sisi lain, Danny Pratama mengapresiasi langkah Ketua DPRD Kota Serang yang turut melakukan kegiatan peninjauan di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Serang, termasuk kawasan Pasar Rau.


Danny menilai, perhatian DPRD terhadap persoalan THM merupakan bagian penting dalam mendorong pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah.


> “Kami sangat mengapresiasi langkah Ketua DPRD Kota Serang yang telah melakukan kegiatan di sejumlah THM, termasuk di kawasan Pasar Rau. Namun, dalam upaya mengatasi persoalan THM di Pasar Induk Rau, diperlukan kerja sama yang serius antara legislatif dan eksekutif,” ungkap Danny.




Ia menambahkan, penanganan persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi, tetapi membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, OPD terkait, DPRD, dan masyarakat.


PEMERINTAH DIMINTA TIDAK HANYA MENERTIBKAN DI LUAR ASET DAERAH


Danny kembali menyoroti pentingnya peran Disperindagkop dalam penataan kawasan Pasar Rau.


> “Pasar Rau merupakan kawasan yang berkaitan dengan aset Pemkot Serang. Jangan hanya berbicara tentang penertiban hiburan malam di tempat lain, sementara pemanfaatan ruko di kawasan yang menjadi tanggung jawab pemerintah sendiri tidak mendapatkan perhatian yang memadai. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kita semua sebagai masyarakat Kota Serang,” tegas Danny.




Ia menekankan, pemerintah perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap status pengelolaan kios, ruko, serta legalitas usaha yang beroperasi di kawasan Pasar Rau.


AKAN LAKUKAN TABAYUN DAN AUDIENSI DENGAN OPD TERKAIT


Danny Pratama menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya bersama sejumlah elemen masyarakat Kota Serang akan melakukan tabayun dan meminta pandangan dari tokoh masyarakat serta pihak-pihak terkait mengenai persoalan dugaan maraknya THM di kawasan Pasar Rau.


> “Kami akan melakukan tabayun dan meminta pendapat dari tokoh-tokoh masyarakat serta pihak terkait. Kami ingin persoalan ini dibahas secara terbuka dan objektif. Jangan sampai terus dibiarkan hingga semakin berkembang tanpa pengawasan yang jelas,” ujar Danny.




Senada dengan hal tersebut, Arul selaku Ketua LSM GEGER Banten mengatakan bahwa pihaknya berencana mengupayakan audiensi dengan OPD terkait untuk meminta penjelasan mengenai pengelolaan dan pengawasan kawasan Pasar Rau.


> “Dalam waktu dekat, kami akan mencoba melakukan audiensi dengan OPD terkait. Kami ingin mengetahui sejauh mana pengawasan dilakukan, bagaimana status pengelolaan ruko, serta langkah apa yang akan diambil pemerintah terhadap dugaan aktivitas THM di kawasan Pasar Rau,” kata Arul.




MINTA PEMKOT SERANG SEGERA BERTINDAK


Sejumlah elemen masyarakat berharap Pemerintah Kota Serang segera memberikan penjelasan dan mengambil langkah sesuai kewenangan terhadap dugaan aktivitas THM di kawasan Pasar Rau.


Mereka meminta agar pengawasan dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan tidak tebang pilih, dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum serta hak para pelaku usaha.


Masyarakat Kota Serang menanti langkah nyata Pemerintah Kota Serang dalam menata Pasar Rau agar tetap menjadi kawasan perdagangan yang tertib, aman, dan sesuai dengan peruntukannya.