-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

HRD: Huntara adalah Hak Mutlak Korban Banjir Bireuen, Bukan Kebijakan yang Boleh Ditunda

By On Selasa, Februari 10, 2026

HRD saat bersilaturahmi dengan wartawan di kediamannya, Meuligoe Residence Cot Gapu, Bireuen, Selasa, 10 Februari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen kembali menjadi sorotan.

Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan M. Daud (HRD) menegaskan, Huntara merupakan hak mutlak masyarakat terdampak, bukan sekadar kebijakan opsional yang bisa ditunda atau dinegosiasikan.

Menurut HRD, hingga kini masih banyak titik terdampak parah yang belum mendapatkan perhatian maksimal, termasuk Gampong Salah Sirong kawasan yang mengalami kerusakan terberat pasca banjir bandang dan longsor akhir tahun lalu.

Banyak warga masih tinggal di tenda-tenda darurat karena belum adanya Huntara maupun Hunian Tetap (Huntap).

“Huntara bukan hanya tempat tinggal sementara. Setelah masa darurat selesai, bangunan Huntara dapat menjadi aset desa dan dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar HRD saat bersilaturahmi dengan wartawan di kediamannya, Meuligoe Residence Cot Gapu, Bireuen, Selasa, 10 Februari 2026.

Komitmen Memperjuangkan Hak Warga

HRD menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi warga yang kehilangan rumah, lahan, serta harta benda akibat bencana.

Ia memastikan akan terus memperjuangkan hak-hak masyarakat di tingkat pusat agar bantuan perumahan dan infrastruktur dapat segera direalisasikan.

“Selaku wakil rakyat, saya akan memperjuangkan agar bantuan bagi korban banjir segera terealisasi. Masyarakat tidak boleh menunggu terlalu lama di tenda pengungsian,” tegasnya.

Dalam kunjungannya ke beberapa lokasi terdampak, HRD mendengar langsung keluhan masyarakat yang meminta hunian sederhana, walaupun hanya dari tepas atau bambu, asalkan layak sebagai tempat berteduh.

HRD menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bireuen masih memiliki kesempatan untuk mengusulkan pembangunan Huntara kepada pemerintah pusat.

Skema pembangunan melalui kementerian/lembaga terkait telah tersedia dan siap diakomodasi bagi daerah yang mengusulkan.

“Jika bupati mau mengusulkan Huntara, itu masih bisa dilakukan. Namun kalau diajukan sekarang, Huntara kemungkinan baru siap ditempati saat Hari Raya,” jelasnya.

Ia mempertanyakan alasan mengapa Bireuen belum mengusulkan, sementara daerah lain di Aceh sudah menerima dukungan pembangunan hunian dari pemerintah pusat.

“Bireuen ini milik kita semua, bukan milik individu. Jangan ada ego. Kita bukan Fir’aun. Kalau ada kekurangan, mari kita perbaiki bersama,” tegasnya.

HRD juga mengingatkan pentingnya peran media dalam menyampaikan fakta lapangan secara objektif.

Menurutnya, pemberitaan yang tepat akan mendorong pemerintah untuk lebih peka terhadap kondisi nyata masyarakat terdampak.

“Media adalah instrumen penting agar pemerintah melihat langsung apa yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Tidak Ada Alasan Menunda Hak Masyarakat

Menutup penyampaiannya, HRD menegaskan bahwa pembangunan Huntara adalah kewajiban moral dan konstitusional pemerintah terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal.

“Tidak ada alasan apa pun untuk menunda, apalagi meniadakan Huntara. Pemerintah seharusnya meringankan beban masyarakat, bukan menambah beban mereka,” ujarnya.

HRD menekankan bahwa Bireuen memiliki hak yang sama dengan daerah lain di Aceh.

“Kalau daerah lain bisa, kenapa Bireuen tidak? Hak masyarakat jangan sampai terpangkas hanya karena kelalaian administrasi atau keterlambatan usulan,” pungkasnya. (Joniful Bahri)

Kejari Bireuen Musnahkan Ribuan Barang Bukti Berbagai Perkara, Termasuk 88 Kilogram Ganja dan 800 Gram Sabu

By On Selasa, Februari 10, 2026

Kejari Bireuen memusnahkan ribuan barang bukti dari berbagai perkara tindak pidana, pemusnahan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kejari Bireuen, Selasa, 10 Februari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen memusnahkan ribuan barang bukti dari berbagai perkara tindak pidana umum, mulai dari narkotika, kejahatan terhadap orang dan harta benda (Oharda), keamanan negara dan ketertiban umum (Kamnegtibum), hingga tindak pidana umum lainnya (TPUL).

Pemusnahan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kejari Bireuen, Selasa, 10 Februari 2026.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Yarnes, S.H., M.H., Kasat Reskrim Polres Bireuen, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.

Kajari Bireuen, Yarnes menyampaikan, seluruh barang bukti yang dimusnahkan merupakan barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Bireuen.

“Pemusnahan ini merupakan pelaksanaan kewenangan Jaksa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 10 KUHAP, yaitu mengeksekusi putusan pengadilan serta melaksanakan penetapan hakim. Semua barang bukti dimusnahkan agar tidak disalahgunakan dan demi menjaga integritas proses penegakan hukum,” ujarnya.

Barang bukti yang dimusnahkan tesebut, di antaranya narkotika (10 perkara sabu, 4 perkara ganja, 1 perkara obat keras), Sabu (methamphetamine/amphetamine): 800,3 gram,  Ganja: 88.379,87 gram,  Obat keras: 1.050 butir.

Begitupun barang bukti pendukung, Handphone (3 unit), bong (3 buah), timbangan (4), kotak rokok (4), plastik (14 lembar), kaca pirex (1), gunting (4), pisau lipat (1), tas/dompet (6), pakaian (2), korek (2), sedotan/sendok sabu (4), penjepit bambu (2), keranjang (1), terpal (2), karung (2), kardus (3), ATM (1).

Selain itu, barang bukti OHARDA (Orang dan Harta Benda), parang (1 bilah), kunci (1), gunting (1), tang (1), tas selempang (1). Barang bukti Kamnegtibum/TPUL,  Pakaian (8 buah), kitab (983 buah). 

Barang bukti narkotika dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam air hingga tidak dapat digunakan kembali.

Barang bukti lain seperti senjata tajam, alat bantu, pakaian, dan barang OHARDA dihancurkan, sementara ribuan kitab serta barang tertentu dibakar atau direndam hingga rusak total.

Kejari Bireuen menegaskan bahwa seluruh proses—mulai dari pengumpulan, pendataan, hingga pemusnahan—dilakukan secara transparan dan terdokumentasi.

Hal ini untuk mencegah terjadinya penyimpangan serta memastikan pemusnahan benar-benar dilakukan sesuai ketentuan hukum.

“Semua tahapan kami dokumentasikan sebagai bentuk akuntabilitas Kejaksaan. Ini untuk menghindari potensi penyalahgunaan barang bukti,” tegas Yarnes.

Dengan pemusnahan ini, Kejari Bireuen berharap masyarakat semakin percaya terhadap komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas kejahatan, khususnya narkotika yang masih mengancam generasi muda di Kabupaten Bireuen dan sekitarnya. (Joniful Bahri)

Di Tengah Lumpur dan Ketidakpastian, Warga Bireuen Masih Menunggu Kepastian Nasib Jelang Ramadan

By On Selasa, Februari 10, 2026

Satu unit rumah warga Salah Sirong, Jeumpa, Bireuen, menyisakan kenangan pasca dihantam banjir bandang. Sejauh ini mereka masih bertahan di titik pengungsian. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Di antara tumpukan lumpur yang mulai mengering dan serpihan kayu yang berserakan di halaman rumah mereka yang hancur, warga Bireuen masih menatap hari-hari dengan perasaan cemas.

Banjir bandang dan tanah longsor yang meluluhlantakkan sejumlah kecamatan pada akhir 2025 itu memang telah berlalu. Namun bagi para penyintas, bencana itu meninggalkan jejak yang jauh lebih sulit: ketidakpastian.

Ramadan tinggal menghitung hari. Biasanya, desa-desa di Bireuen mulai dipenuhi suara orang membersihkan Meunasah, aroma kue boi yang dipanggang di dapur rumah, dan anak-anak yang berlatih azan menjelang tarawih pertama.

Tahun ini, pemandangannya lain. Meunasah menjadi tempat pengungsian, dapur berubah jadi tenda darurat, dan anak-anak mengingat suara hujan deras lebih sering daripada suara tadarus.

Mencari Nama di Daftar yang Terus Berubah

Di Meunasah Peusangan Selatan, warga berdiri memandangi selembar kertas lusuh yang ditempel di dinding. Daftar keluarga terdampak itu masih terus berubah—ada yang baru ditambahkan, ada yang hilang, ada yang dicoret.

“Kami cuma ingin tahu, apakah data ini sudah benar. Kalau data belum selesai, kami takut bantuan tak sampai,” ujarnya seorang warga dengan suara lelah setelah sudah dua minggu tidur di tikar tipis bersama istri dan dua anaknya.

Rumah mereka rusak parah, dinding roboh, dan sumur tertimbun lumpur. Setiap malam mereka berdoa agar daftar itu suatu hari benar-benar final karena di balik finalnya data, ada harapan untuk kembali bangkit.

Nek Ti: Menunggu Rumah yang Mungkin Tak Kembali

Di Gampong Salah Sirong, Jeumpa, seorang nenek berusia hampir 70 tahun duduk memeluk tas kecil berisi pakaian. Ia dikenal sebagai Nek Ti, sosok yang rumahnya hanyut diseret banjir bandang.

“Rumah saya hilang… semua ikut air,” ujarnya perlahan. Tangannya bergetar saat menyeka air mata.

Sejak itu, Nek Ti berpindah dari satu tenda ke tenda lain bersama beberapa keluarga lainnya. Ia hanya berharap satu hal: sebuah tempat tinggal yang bisa membuatnya beribadah dengan tenang di bulan Ramadan nanti. 

“Ramadan sebentar lagi. Saya tidak tahu harus tinggal di mana. Doa saya cuma satu: dapat rumah yang tidak bocor dan tidak takut kalau hujan turun,” katanya.

Warga Salah Sirong, Jeumpa, Bireuen, masih terpaku di titik pengungsian. Sejauh ini belum ada kepastian untuk tempat tinggal. 

Antara Bertahan dan Pasrah

Di beberapa titik pengungsian, para ibu menjemur pakaian anak yang masih berbau lumpur, sementara para ayah bekerja memecah tanah yang mengeras dengan cangkul, mencoba menyelamatkan sisa-sisa yang tertinggal.

Ada yang menemukan foto keluarga yang basah, ada yang menemukan mushaf Al-Qur’an yang masih utuh meski terendam air.

“Barang boleh hilang, tapi bukan semangat,” kata Zulfikar, seorang warga yang kini membangun dapur darurat dengan papan bekas jembatan.

Namun semangat saja tidak cukup. Warga masih mengharapkan kejelasan: bagaimana nasib rumah mereka, kapan bantuan datang, dan di mana mereka akan menjalani ibadah di bulan suci nanti.

Verifikasi Data yang Masih Berjalan

Sebelumnya, Plt. Kalak BPBD Bireuen, Doli Mardian menyampaikan, jumlah pengungsi saat ini tersisa 359 KK, namun pendataan masih berjalan karena ada warga yang berpindah, ada desa yang baru dilaporkan, dan ada rumah yang kerusakannya baru diketahui setelah air benar-benar surut.

“Kami terus perbarui data agar bantuan tepat sasaran. Kondisi di lapangan sangat dinamis,” ujarnya.

Bagi pemerintah, angka-angka itu mungkin sekadar data. Namun bagi warga, angka itu adalah penentu apakah mereka akan menerima bantuan pangan, renovasi rumah, atau hanya kembali bergantung pada belas kasih tetangga.

Ramadan Tanpa Kepastian

Di malam-malam yang semakin mendekati Ramadan, warga Bireuen tidak lagi membicarakan menu sahur atau rencana tarawih pertama. Mereka berbicara tentang cuaca, tentang tenda yang bocor, tentang daftar penerima bantuan yang masih berubah.

Di bawah lampu darurat Meunasah, ada anak-anak yang tetap tertawa, bermain lumpur di halaman, seakan bencana tidak pernah singgah. Namun di balik tawa mereka, para orang tua menyimpan kegelisahan—kegelisahan yang tidak bisa dihapus dalam hitungan hari.

“Kami ingin Ramadan yang tenang. Tapi entah bisa atau tidak,” kata Sulaiman Taeb sambil menatap reruntuhan rumahnya yang tersisa separuh.

Di tengah lumpur yang mulai mengering dan ketidakpastian yang belum usai, warga Bireuen tetap berharap satu hal: adanya kepastian nasib sebelum bulan suci tiba. Harapan itu sederhana, tapi bagi mereka—itu adalah satu-satunya pegangan untuk melanjutkan hidup. (Joniful Bahri)

Video: Mensos Sebut RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif, Jamin Biaya Tiga Bulan

By On Senin, Februari 09, 2026

JAKARTA, KabarViral79.Com Pemerintah dan DPR menegaskan Rumah Sakit (RS) tidak boleh menolak pasien, termasuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang statusnya nonaktif dan menderita penyakit kronis.

Selama tiga bulan ke depan, layanan kesehatan telah disepakati akan ditanggung pemerintah.

“Untuk yang penyakit-penyakit kronis yang membutuhkan perawatan berkelanjutan seperti cuci darah, otomatis tidak boleh ditolak oleh rumah sakit dan langsung nanti pembiayaannya dibiayai oleh pemerintah,” ujar Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 09 Februari 2026.

Ia menegaskan, jaminan pembiayaan tersebut berlaku dalam jangka waktu tiga bulan ke depan sembari pemutakhiran data dilakukan. 

Seluruh rumah sakit tidak boleh menolak pasien dengan alasan apa pun.

“Tiga bulan ke depan ini akan dijamin. Jadi untuk itu jangan ada rumah sakit yang menolak. Menurut saya, Menteri Kesehatan juga sudah ada jelas itu, undang-undangnya ada, peraturannya ada, tidak boleh rumah sakit menolak pasien,” tegasnya. (*/red)

Video: Penonaktifan 11 Juta PBI JKN Bikin Gaduh, Menkeu Purbaya Tegur BPJS Kesehatan

By On Senin, Februari 09, 2026

JAKARTA, KabarViral79.Com Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik keras terhadap pengelolaan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) oleh BPJS Kesehatan.

Ia menilai, penonaktifan mendadak jutaan peserta justru menimbulkan kegaduhan publik tanpa memberikan efisiensi anggaran bagi negara.

Purbaya menegaskan, alokasi dana pemerintah untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen PBI tidak mengalami pengurangan.

Menurutnya, polemik yang muncul akibat penonaktifan peserta secara tiba-tiba sebagai langkah yang tidak bijak dan merugikan citra pemerintah.

"Uang negara yang dikeluarkan tetap sama, tapi masyarakat ribut. Pemerintah justru dirugikan secara reputasi,” kata Purbaya saat rapat konsultasi bersama DPR dan jajaran BPJS Kesehatan, Senin, 09 Februari 2026. (*/red)

Video: Prabowo Sebut Terlalu Banyak Kekayaan Negara Dicuri, Dibawa ke Luar

By On Senin, Februari 09, 2026

JAKARTA, KabarViral79.Com Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang melimpah oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Menurut Prabowo, banyak aset negara yang dicuri dan dibawa keluar negeri, sehingga rakyat Indonesia tidak dapat menikmati hasil dari kekayaan yang dimiliki.

Prabowo pun bertekad untuk melindungi dan menjaga kekayaan negara demi kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur (Jatim), Minggu, 08 Februari 2026.

Ia menegaskan, pemerintahannya akan dengan tegas melawan segala bentuk korupsi, manipulasi, serta pencurian yang merugikan kekayaan Indonesia.

"Kita tidak boleh ragu-ragu, dan pemerintah yang saya pimpin tidak akan ragu-ragu untuk melawan segala bentuk korupsi, segala bentuk penipuan, segala bentuk manipulasi, segala bentuk penggarongan atas kekayaan rakyat Indonesia. Saya tidak akan ragu-ragu dan saya tidak akan mundur, setapak pun," tegas Prabowo. (*/red)

Anggota DPRD Kabupaten Lebak Samboja Ucapkan Selamat HPN 2026: Pers Garda Terdepan untuk Kepentingan Masyarakat

By On Senin, Februari 09, 2026

Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Samboja Uton Witono

LEBAK, KabarViral79.Com - Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Samboja Uton Witono (Ama Dewan) menyampaikan selamat dan suksesnya peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Provinsi Banten, pada Senin, 09 Februari 2026.

Menurutnya, media merupakan salah satu garda terdepan yang dapat memberikan informasi untuk kepentingan dan  kemerdekaan masyarakat, baik itu jalan rusak,  infrastuktur, dan yang lainnya.

“Keberadaan pers atau media itu menjadi penyambung aspirasi dari masyarakat  terhadap pemerintah, seperti keluhan-keluhan di wilayahnya masing-masing, baik dari segi infrastuktur, jalan rusak, bencana, dan banyak lagi yang lainnya,” ujar Samboja Uton Witono yang juga Tokoh Masyarakat di Lebak Selatan ini.

“Saya atas nama DPRD Kabupaten Lebak dari Partai Gerindra, mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya HPN 2026. Semoga pers makin jaya, dan media merupakan garda terdepan dalam memberikan informasi terhadap publik,” imbuhnya. (Cup)

Tingkatkan Effisiensi Operasional, Arjaya Berkah Marine Luncurkan Aplikasi Berbasis Web

By On Senin, Februari 09, 2026

 


Serang, KabarViral79.Com – Menghadapi tantangan industri maritim yang semakin kompleks di tahun 2026, PT Arjaya Berkah Marine perusahaan yang bergerak di bidang reparasi & penutuhan kapal yang berlokasi di Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, secara resmi mengumumkan peluncuran aplikasi berbasis web terbaru mereka.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata perusahaan dalam mengoptimalkan efisiensi operasional, keakuratan administrasi dan mempercepat digitalisasi dalam layanan reparasi & penutuhan kapal.

Aplikasi ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai proses Administrasi yang sebelumnya dilakukan secara manual. Dengan sistem manajemen terpusat, tim operasional kini dapat memantau pergerakan aset, jadwal pemeliharaan, hingga manajemen logistik secara real-time.

“Kami menyadari bahwa kecepatan dan akurasi data adalah kunci utama. Peluncuran aplikasi berbasis web ini merupakan solusi untuk memangkas birokrasi internal dan memberikan nilai tambah bagi klien kami.” Kata Divisi Kehumasan Arjaya Berkah Marine, Rahmatulloh, melalui keterangan tertulis, yang diterima awak media, Senin (9/2/2026).

Rahmatulloh menjelaskan, Dengan implementasi teknologi ini, Arjaya Berkah Marine optimis dapat menekan biaya operasional serta meminimalisir kesalahan manusia (human error). Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain industri yang adaptif terhadap perkembangan Teknologi 4.0.

“Kami memproyeksikan peningkatan efisiensi kerja hingga 30%. Kami berharap dengan adanya aplikasi ini dapat meminimalisasi human error dalam input data & administrasi menjadi target utama,” ujarnya.

Langkah inovatif PT Arjaya Berkah Marine ini diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain utama di industri galangan kapal yang adaptif terhadap perkembangan teknologi Industri 4.0, sekaligus memberikan nilai tambah yang signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Peringati HPN 2026, PPWI Simpul Lebak Selatan Gelar Tasyakuran

By On Senin, Februari 09, 2026

LEBAK, KabarViral79.Com Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) simpul Lebak Selatan menggelar tasyukuran bersama, Senin, 09 Februari 2026.

Kegiatan tasyakuran HPN 2026 itu berlangsung di Sekretariat PPWI Simpul Lebak Selatan, tepatnya di Kampung Sukasari, Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten.

Hadir dalam kesempatan itu, Muspika Kecamatan Panggarangan, di antaranya Kapolsek Panggarangan AKP Acep Komarudin, Danramil Bayah yang diwakili Sertu Asep M. Hasan serta Camat Panggarangan diwakili MP. Usep Herdiana.

Selain itu hadir juga Kepala Desa Sukajadi Ujang Supiana, Kiyai Ace Desa Situregen, Ketua Karang Taruna Kecamatan Panggarangan Najruli, Tokoh Pemuda Panggarangan Asep Dedin, dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Ketua PPWI Simpul Lebak Selatan, yang diwakili Ade Abdul Rojak menyampaikan terima kasih atas kehadiran Muspika Kecamatan Panggarangan pada tasyakuran HPN 2026.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sinergitasnya TNI dan Polri serta unsur pemerintah dan masyarakat yang telah membersamai tasyakuran HPN 2026 yang dilaksanakan PPWI Simpul Lebak Selatan ini,” ucap Ade.

Menurut Ade, tanggal 9 Februari, tepatnya pada hari ini adalah Hari Pers Nasional (HPN) dimana momen penting baginya selaku insan pers.

Karena, kehadiran Pers atau pun Pewarta memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi, pengawal demokrasi, serta jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Akan tetapi, dibalik era digital saat ini, cepatnya informasi, tak menampik pers juga dihadapkan juga pada tantangan yang besar, mulai dari maraknya informasi yang belum tentu kebenarannya (hoaks).

Oleh karena itu, pers harus tetap menjaga profesionalisme, etika jurnalistik, dan keberpihakan pada kebenaran harus senantiasa menjadi landasan utama dalam setiap karya jurnalistik.

“Kami berharap, melalui peringatan HPN 2026 ini, insan pers Indonesia umumnya, khususnya PPWI Simpul Baksel semakin kuat, berintegritas, tepat, akurat dalam menyampaikan informasi terhadap publik,” pungkasnya. (Uday)

HRD Tanggapi Isak Tangis Nek Ti, Desak Pemda Sediakan Hunian Sementara Jelang Ramadan

By On Senin, Februari 09, 2026

Nek Ti dengan isak tangis mengeluh saat bertemu Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan M. Daud (HRD), dalam kunjungannya ke Desa Salah Sirong Jaya, Jeumpa, Bireuen, Sabtu, 07 Februari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Harapan seorang lansia bernama Nek Ti (70) dari Gampong Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, mencuatkan kembali urgensi penanganan hunian bagi korban bencana di Aceh.

Rumah Nek Ti hancur dan hanyut dibawa arus sungai akibat banjir bandang pada 26 November 2025, membuatnya kini tinggal di tenda pengungsian yang jauh dari layak, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

"Hanale rumoh loen, ka dicoek le Krueng (Rumah saya tidak ada lagi nak, sudah hanyut menjadi sungai),” ujar Nek Ti dengan isak tangis saat bertemu Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan M. Daud (HRD), dalam kunjungannya ke Desa Salah Sirong Jaya, Sabtu, 07 Februari 2026.

Ia mengaku sangat berharap adanya tempat tinggal sementara yang dapat ditempati segera, bukan hunian tetap yang membutuhkan waktu lama untuk dibangun.

Hidup di tenda membuatnya kesulitan beristirahat, terlebih untuk mempersiapkan diri menjalani ibadah puasa.

Dalam suasana haru, Nek Ti menyampaikan langsung permohonannya kepada HRD.

Ketiadaan hunian membuatnya merasa cemas, baik untuk kebutuhan berteduh maupun ketenangan beribadah menjelang Ramadan.

Menanggapi hal tersebut, HRD menegaskan bahwa kondisi yang dialami Nek Ti adalah gambaran nyata dari banyak korban bencana lainnya, terutama kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak-anak, yang masih hidup tanpa kepastian hunian.

“Ketika seorang nenek menangis karena tidak memiliki tempat tinggal untuk menyambut Ramadan, itu bukan sekadar permintaan pribadi. Ini panggilan nurani bagi negara untuk hadir secara nyata,” ujar HRD.

Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, perumahan rakyat, dan penanggulangan bencana, HRD menilai belum tersedianya hunian sementara (Huntara) merupakan indikasi lemahnya respons darurat di tingkat daerah.

Padahal, pemerintah pusat melalui BNPB serta Kementerian terkait telah menyediakan skema pendanaan dan asistensi teknis yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah.

HRD menegaskan, hunian sementara adalah solusi mendesak agar korban bencana tidak terlalu lama hidup dalam kondisi tidak layak. Tanpa Huntara, korban berisiko menghadapi masalah kesehatan, tekanan psikologis, hingga hambatan dalam menjalani aktivitas harian, terutama menjelang Ramadan.

Ia juga mengingatkan bahwa hak atas tempat tinggal yang layak dijamin oleh Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 serta UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Karena itu, pemerintah daerah diminta segera bergerak memanfaatkan dukungan kebijakan pusat dan menerjemahkannya dalam tindakan nyata di lapangan.

HRD memastikan akan mengawal aspirasi warga terdampak melalui fungsi pengawasan DPR RI.

Ia menekankan bahwa suara korban bencana tidak boleh berhenti pada air mata, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata yang berpihak pada kemanusiaan. (Joniful Bahri)

Forum Kader Bela Negara Laksanakan Diklat Penyegaran dan Pemantapan Kogaphan di Pusdikzi Bogor

By On Senin, Februari 09, 2026

 


Bogor, KabarViral79.Com – Forum Kader Bela Negara (FKBN) melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) penyegaran serta pemantapan Komando Gabungan Potensi Pertahanan (Kogaphan) yang bertempat di Pusdikzi (Pusat Pendidikan Zeni Tempur TNI AD), Bogor, Minggu, 08 Januari 2026.

Kegiatan ini berada di bawah pembinaan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Kasatwas Forum Kader Bela Negara RI, Mayor Jenderal TNI (Purn) Adi Sudaryanto, turut hadir bersama Kolonel Laut (Purn) Bagus. Selain itu, Brigadir Jenderal TNI Luhut Marpaung selaku Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI juga memberikan sambutan dan arahan.

Acara ini dihadiri oleh beberapa Bakorwil serta perwakilan, di antaranya Bakorpus Angga dan Sekretaris Sistama beserta jajaran staf. Hadir pula Bakorwil dari berbagai daerah seperti Lampung, Riau, Padang, dan Jawa Barat.

Dari FKBN Banten, hadir Bakorwil Radianto, Staf Khusus H. Mujiono, SH, Direktur Pertahanan FKBN Banten Miyono, Sekwil Saudara Raka, Bendahara Roy, serta anggota lainnya. Kegiatan dilaksanakan di Pusdikzi Bogor dengan jumlah peserta latihan kurang lebih 100 personel Kogaphan dan Srikandi. Para peserta berasal dari berbagai provinsi, antara lain Lampung, Jawa Barat, Palembang, Riau, dan Padang.

Dalam kesempatan tersebut, Bakorwil FKBN Banten menunjuk H. Mujiono, SH sebagai Komandan Kogaphan Provinsi Banten.

Kepala Satuan Pengawas Kogaphan, Mayor Jenderal TNI (Purn) Adi Sudaryanto, menyampaikan harapannya agar latihan dan penyegaran Kogaphan di Pusdikzi Bogor ini dapat menambah wawasan kebangsaan serta menumbuhkan rasa cinta tanah air. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan hingga gelombang berikutnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Bacadnas Brigadir Jenderal TNI Luhut Marpaung menegaskan pentingnya penerapan Sishankamrata (Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta). Menurutnya, latihan dan penyegaran ini dapat dijadikan sebagai penguatan wawasan kebangsaan serta pembentukan kader bela negara yang nantinya dapat diterapkan dan disosialisasikan di daerah masing-masing. Hal ini dinilai penting mengingat akhir-akhir ini wawasan kebangsaan di tengah masyarakat dinilai mengalami penurunan.

Pada kesempatan tersebut, Bacadnas Mayjen TNI Luhut Marpaung juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta Forum Kader Bela Negara agar senantiasa menjaga kekompakan. Ia berharap kegiatan ini dapat terus ditularkan kepada generasi muda sehingga mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Menang Tiga Gol, FC Jalu Besutan Kades Amanta dan Jaro Begeng Melenggang ke Semifinal Turnamen Sepak Bola H. Ayah Jono Cup

By On Minggu, Februari 08, 2026


TANGERANG, KabarViral79.Com - FC Jalu (Jalupang) Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, besutan Kades Cileles Amanta dan Jaro Begeng  berhasil maju ke putaran semifinal pada turnamen 16 Bendera H. Ayah Jono Cup dalam rangka silaturahmi menyambut bulan suci ramadan, setelah menang atas Pordes Solear 3 - 0, di lapangan Sepak Bola Daan Mogot (DM) Desa Cireundeu, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Minggu, 08 Februari 2026.

Sejak awal kick of, tanda pertandingan dimulai dan dipimpin Wasit Drs. Iwan Deeleng asal Askab Tangerang, FC Jalu di bawah besutan Kepala Desa Cileles Amanta dan Jaro Begeng  langsung mengambil kendali permainan. 

Tim yang diperkuat para pemain Tarkam terbaik begitu sangat mendominasi permainan. Namun kokohnya tembok pertahanan FC Pordes Solear hingga sampai berakhirnya babak pertama usai, skor tetap 0-0.

Memasuki awal babak kedua, barulah FC Jalu berhasil menyarangkan gol lewat satu kemelut di depan FC Pordes Solear sehingga merubah skor jadi 1-0.

Tak sampai di situ, lewat satu sekelumit lagi di depan gawang, kembali FC Jalu kembali  menyarangkan gol, dengan merubah skor menjadi 2-0.

Memasuki akhir babak kedua, FC Jalu lagi-lagi membobol jala FC Pordes Solear dan merubah papan skor menjadi 3-0.

Hingga peluit babak kedua berakhir di tiup oleh wasit Drs. Iwan Deeleng, kemenangan 3-0 tanpa balas bertahan.


Kades Cileles Amanta dan Jaro Begeng sebelum pertandingan dimulai menyampaikan kepada para pemain Tim FC Jalu bersama tim official untuk bermain dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan bekerja sama antar pemain di dalam lapangan.

"Tanpa adanya kerja sama yang baik, tidak mungkin kita memenangkan sebuah pertandingan," ucap keduanya. 

Usai pertandingan, Kades Cileles Amanta dan Jaro Begeng mengucapkan terima kasih kepada para pemain FC Jalu yang sudah bekerja keras di lapangan sehingga bisa memenangkan Laga di putaran kedua ini. 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para Ketua RT dan RW, Jaro seluruh tim official, serta para pendukung yang telah memberikan semangat dan dukungan, sehingga FC Jalu berhasil melaju ke semifinal.

"Semoga Tim FC Jalu di putaran Semifinal nanti bisa memberikan kemenangan lagi dan bisa tembus ke final, sehingga nanti bisa membawa nilai yang positif kepada masyarakat Desa Cileles lewat olahraga sepak bola," tuturnya.

Seperti biasa, jalannya Turnamen Sepak Bola 16 Bendera H. Ayah Jono Cup di Lapangan Daan Mogot, Desa Cireundeu ini dipandu oleh Reporter Sepak Bola Tarkam kawakan Bung Edward Faris yang sudah sangat melekat dengan para pecinta Sepak Bola Tarkam. 

Lewat ciutan-ciutan khasnya, dia selalu menyapa para penonton yang diselingi dengan banyolan-banyolan yang  membuat suasana lapangan pertandingan semakin semarak. (Reno)

Pesta Demokrasi Warga Taman Adiyasa Cikasungka Usai, Husniadi Terpilih Jadi Ketua RW 07 Periode 2026-2031

By On Minggu, Februari 08, 2026


TANGERANG, KabarViral79.Com - Usai sudah pesta demokrasi warga Taman Adiyasa, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten

Pemilihan Ketua RW 07 Taman Adiyasa Periode 2026-2031 yang digelar di Sekretariat Balai Warga RW 07 Taman Adiyasa, Minggu, 08 Februari 2026 itu diikuti oleh tiga kandidat.

Dalam kesempatan itu, Husniadi, Kandidat Nomor Urut 01 dengan perolehan 487 suara ditetapkan sebagai pemenang dalam pesta demokrasi tingkat RW itu. 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa (Kades) Cikasungka H. M. Supriyadi (UPI) yang diwakili Kadus Boy Adi, Ketua Pemilihan RW 07 Andi Sugandi, Ketiga Calon Ketua RW, para Ketua RT dari RT 01 sampai 09, seluruh warga RW 09 Taman Adiyasa, dan warga RW 07.

Kadus Boy Adi mengatakan, siapapun yang terpilih agar didukung bersama untuk membangun wilayah di RW 07 Taman Adiyasa yang lebih baik lagi ke depan.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua warga RW 07 Taman Adiyasa yang sudah antusias memberikan hak suaranya.

"Pesan saya kepada Ketua RW 07 terpilih untuk menjalankan Amanah ini dengan sebaik baiknya," ujarnya. 

Ketua RW 07 terpilih, Husnaidi menyampaikan terima kasih kepada warga Taman Adiyasa yang telah memberikan kepercayaan untuk memimpin lingkungan di RW 07.

"Kepercayaan ini akan saya jalankan dengan baik, dan ke depan saya akan berkolaborasi dengan Pemerintahan Desa Cikasungka dan warga RW 07 dalam rangka membangun wilayah lingkungan RW 07 Taman Adiyasa yang lebih baik lagi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Ketua RW 07 Taman Adiyasa, Andi Sugandi mengaku bersyukur atas usainya pemilihan Ketua RW secara demokrasi dan berjalan lancar. 

"Tak lupa sya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Panitia yang sudah bekerja keras untuk menyukseskan jalanya pemilihan Ketua RW 07 ini," tuturnya. (Reno)

432 Pesepak Bola Muda Ikuti Seleksi Juang FC untuk Piala Soeratin Aceh 2026

By On Minggu, Februari 08, 2026

Sebanyak 432 pesepak bola muda dari 17 Kecamatan di Kabupaten Bireuen mengikuti seleksi terbuka pembinaan usia dini yang digelar Juang FC Bireuen, persiapan menghadapi Piala Soeratin Aceh 2026, di Lapangan RTH Cot Gapu, Kota Juang, mulai 7 hingga 16 Februari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Sebanyak 432 pesepak bola muda dari 17 Kecamatan di Kabupaten Bireuen mengikuti seleksi terbuka pembinaan usia dini yang digelar Juang FC Bireuen sebagai persiapan menghadapi Piala Soeratin Aceh 2026.

Seleksi tanpa biaya pendaftaran ini berlangsung di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Kota Juang, mulai 7 hingga 16 Februari 2026.

Seleksi kelompok Umur (U) 15 dan U-17 tersebut resmi dibuka oleh Presiden Juang FC Bireuen, Ir. H. Saifuddin Muhammad atau sering disapa Yah Fud, pada Sabtu sore, 7 Februari 2026.

Yah Fud mengatakan, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk menjaring talenta potensial dari seluruh wilayah Bireuen, sekaligus mempersiapkan tim menghadapi Piala Soeratin.

Ia menyebut, tahun sebelumnya Juang FC menjadi satu-satunya klub di Bireuen yang konsisten melakukan pembinaan usia dini secara terbuka.

“Seleksi U-15 dan U-17 ini kita lakukan setiap tahun. Tahun lalu hanya Juang FC yang aktif menjaring pemain muda berbakat di Bireuen,” ujarnya.

Menurut Yah Fud, prestasi Juang FC pada Piala Soeratin Aceh 2025 menjadi motivasi tambahan.

Saat itu, tim U-15 meraih posisi runner-up, sementara tim U-17 menjadi juara dan melaju hingga babak empat besar nasional di Solo.

Berdasarkan capaian tersebut, Juang FC berkomitmen terus memperkuat pembinaan dan kembali mencari pemain berbakat dari 17 Kecamatan di Kabupaten Bireuen.

Presiden Juang FC Bireuen, Ir. H. Saifuddin Muhammad atau sering Yah Fud membuka secara resmi seleksi kelompok umur (U) 15 dan U-17 menghadapi Piala Soeratin Aceh 2026, di Lapangan RTH Cot Gapu, Kota Juang, mulai 7 hingga 16 Februari 2026. 


Ia berharap, klub-klub lain di bawah Asprov PSSI Aceh turut berpartisipasi dalam Piala Soeratin tahun ini.

“Potensi pemain muda Bireuen sangat besar, tetapi masih sedikit klub yang membina secara berkelanjutan. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah daerah, pemerhati olahraga, media, dan masyarakat agar pembinaan ini dapat terus digelar setiap tahun,” ujarnya.

Selain sebagai ajang pencarian bakat, seleksi ini juga menjadi bagian dari program trauma healing bagi anak-anak korban banjir dan tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

Melalui aktivitas olahraga, para peserta diharapkan dapat mengurangi tekanan mental, mengalihkan pikiran dari trauma, serta meningkatkan rasa percaya diri.

Yah Fud memastikan seleksi dilakukan secara objektif dan profesional tanpa adanya praktik titipan pemain. Juang FC hanya memilih peserta yang benar-benar memiliki kemampuan dan potensi.

Koordinator Tim Seleksi, Mulya Saputra, melaporkan bahwa seleksi diikuti 207 peserta U-15 dan 225 peserta U-17.

Dari total 432 pemain, panitia akan memilih 50 pemain, yakni 25 pemain pada masing-masing kelompok umur.

“Pemain yang terpilih akan memperkuat Juang FC pada Piala Soeratin Aceh 2026 serta sejumlah turnamen lainnya,” kata Mulya.

Pembukaan seleksi juga dihadiri Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Bireuen, Muhammad Al Muttaqin, pengurus Askab PSSI Bireuen, pengurus Juang FC, serta para orang tua peserta. (Joniful Bahri)

Silaturahim Perdana Ketua DPW PKB Aceh ke Sesepuh Partai di Subulussalam, HRD Mantapkan Konsolidasi Awal Kepemimpinan

By On Sabtu, Februari 07, 2026

Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Aceh, H Ruslan M. Daud (HRD) melakukan silaturahim perdana ke kediaman ulama dan sesepuh PKB Aceh, Abu Syarifuddin Firdaus, di Dayah Jannatun Firdaus, Subulussalam

SUBULUSSALAM, KabarViral79.ComDua hari setelah resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh, H Ruslan M. Daud (HRD) langsung melakukan silaturahim perdana ke kediaman ulama dan sesepuh PKB Aceh, Abu Syarifuddin Firdaus, di Dayah Jannatun Firdaus, Subulussalam, Jumat, 06 Februari 2026.

Silaturahim tersebut menjadi agenda pertama HRD usai pelantikan di Jakarta pada 04 Februari 2026.

Meski baru tiba kembali di Medan sehari sebelumnya, HRD tetap menempuh perjalanan darat selama enam jam untuk menyambangi tokoh yang selama ini dikenal sebagai salah satu figur sentral dalam membesarkan PKB di Aceh.

Abu Syarifuddin Firdaus merupakan Ketua Dewan Syuro PKB Aceh Periode 202-2026 dan pernah menjadi anggota DPRA dari Fraksi PKB-PDA periode 2019-2024.

Di internal partai, beliau dihormati sebagai sosok pembina yang konsisten menjaga marwah dan nilai perjuangan PKB.

Rombongan HRD turut didampingi Ketua Dewan Syura PKB Aceh Periode 2026-2031 Waled Kiran, Mustasyar PKB Aceh Abiya Anwar yang juga Pimpinan Pesantren Darul Munawwarah Pidie Jaya, Sekretaris Wilayah DPW PKB Aceh Teungku Mujlisal, serta sejumlah pengurus lainnya.

Pertemuan berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan. Dialog yang terjalin tidak hanya bersifat formalitas organisasi, tetapi juga memuat nasihat, refleksi perjalanan PKB Aceh, serta harapan untuk masa depan partai.

HRD menyampaikan bahwa silaturahim ini menjadi langkah penting dalam memulai amanah kepemimpinan.


“Kami datang untuk meminta doa dan restu dari Abu sebagai sesepuh yang telah membesarkan PKB di Aceh. Tanpa doa dan bimbingan beliau, kami tentu tidak akan mampu menjalankan amanah ini dengan baik,” ujar HRD.

Ia menegaskan komitmennya menjaga soliditas internal serta kesinambungan perjuangan PKB.

“Kepengurusan ke depan harus berjalan dengan semangat kebersamaan, menghormati para pendahulu, dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Silaturahim ini menjadi fondasi moral bagi kami untuk melangkah,” katanya.

Sementara itu, Abu Syarifuddin Firdaus menyambut kehadiran rombongan dengan penuh kehangatan. Ia mengapresiasi langkah cepat HRD yang menjadikan silaturahim sebagai prioritas awal.

“Ini tradisi yang baik dalam PKB, menghormati yang tua dan menjaga mata rantai perjuangan. Insya Allah, selama kita kompak dan ikhlas, PKB Aceh akan semakin kuat,” ujarnya.

Dia juga berpesan agar kepengurusan baru tetap menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kedekatan dengan masyarakat akar rumput.

“Partai ini besar karena kerja bersama dan kedekatan dengan rakyat. Jangan jauh dari umat, dan jangan tinggalkan akhlak dalam berpolitik,” pesannya.

Silaturahim perdana ini menjadi simbol kesinambungan generasi serta penguatan soliditas internal PKB Aceh. Kepemimpinan baru di bawah H Ruslan M. Daud diharapkan mampu membawa PKB Aceh semakin kokoh dan berperan lebih besar bagi masyarakat. (Joniful Bahri)

Anak TK Asal Kota Serang Raih Juara di Cabang Olahraga Karate pada Turnamen BKC Piala Bupati Serang, Potensi Ciptakan Generasi Emas

By On Jumat, Februari 06, 2026

 


SERANG, KabarViral79.ComKejuaraan Karate Bandung Club (BKC) Piala Bupati Serang 2026 berlangsung sukses. Kegiatan tersebut digelar di Cikande, Kabupaten Serang, pada Minggu, 1 Februari 2026.

Diketahui, BKC Kota Serang berhasil meraih juara umum kedua. Selain itu, BKC Kota Serang juga meraih juara 1 kumite dan juara 1 tabeka yang diraih oleh Adinda Aulia Aul.

Prestasi membanggakan lainnya juga diraih oleh Azalea Bintang Widiyanto, salah satu atlet berprestasi di tingkat TK B yang berhasil meraih medali perak. Oleh karena itu, Banten dinilai membutuhkan generasi emas di bidang cabang olahraga karate di bawah naungan BKC.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat luas Kota Serang. Selain mewakili BKC Kota Serang, Adinda Aulia Aul juga telah mendapatkan gelar sabuk hitam tingkat provinsi dan berperan sebagai pelatih BKC di tingkat pemula (generasi emas hingga tingkat SMP) di lingkungan Griya Permata Asri (GPA), Kota Serang.

Adinda Aulia Aul mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian yang diraih dalam Kejuaraan BKC Piala Bupati Serang 2026 yang digelar di Cikande tersebut.

“Kami bersyukur atas apa yang kami raih kemarin, dan kami juga mendapatkan juara umum kedua,” ungkapnya.

Dalam Piala Bupati Kabupaten Serang Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Ketua Pengurus Daerah BKC Banten, Farhan, kegiatan ini bertujuan untuk mencetak generasi cabang olahraga karate mulai dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi (profesional).

359 KK Masih Mengungsi di Bireuen, BPBD Pastikan Bantuan Terus Disalurkan

By On Jumat, Februari 06, 2026

Plt BPBD Bireuen, Doli Mardian

BIREUEN, KabarViral79.Com - Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Doli Mardian menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan pengungsi akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen.

Hingga Jumat, 06 Februari 2026, tercatat sebanyak 359 Kepala Keluarga (KK) masih berada di lokasi pengungsian. 

Menurut hasil verifikasi BPBD Bireuen, para pengungsi tersebut tersebar di 28 desa pada tujuh kecamatan di wilayah Bireuen.

Doli menjelaskan, jumlah pengungsi terus berkurang karena sebagian warga telah mendapatkan tempat tinggal sementara di luar lokasi pengungsian.

“Para pengungsi secara bertahap meninggalkan lokasi karena sudah mendapatkan tempat berteduh, seperti rumah kontrakan, rumah keluarga, maupun hunian pinjaman dari tetangga,” ujar Doli.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui BPBD terus melakukan pemantauan dan distribusi bantuan kepada warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pangan, perlengkapan dasar, serta dukungan logistik lainnya. 

“Baru-baru ini BPBD juga menyalurkan puluhan kasur palembang kepada warga yang membutuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, tercatat 736 kepala keluarga telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) yang disalurkan melalui bank-bank Himbara.

Doli menyebutkan, walau dana tersebut diperuntukkan untuk biaya sewa hunian, sebagian warga memanfaatkannya sebagai tambahan anggaran untuk membeli tanah tapak rumah sebagai persiapan pembangunan hunian tetap dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dalam penjelasannya, Doli menegaskan, seluruh rangkaian penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatera berada di bawah kewenangan BNPB, sementara pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator. 

“Ini penting untuk dipahami oleh semua pihak. Pemkab hanya memfasilitasi, sedangkan semua proses penanggulangan hingga rehabilitasi dan rekonstruksi dilaksanakan langsung oleh BNPB,” tegasnya.

BPBD Bireuen memastikan proses pendampingan dan penyaluran bantuan akan terus dilakukan hingga seluruh korban bencana mendapatkan kepastian hunian dan kondisi kembali pulih. (Joniful Bahri)

Kajari Kabupaten Tangerang Lantik Dua Pejabat Baru, Perkuat Kinerja dan Sinergi

By On Jumat, Februari 06, 2026


TANGERANG, KabarViral79.Com - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tangerang, Fajar Gurindro melantik dua pejabat baru di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang, di Aula Kejari Kabupaten Tangerang, Jumat, 14 Februari 2026.

Dua pejabat yang dilantik tersebut, yaitu Teddy Lazuardi Syahputra sebagai Kepala Seksi Intelijen dan Hifni sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang.

Kajari Fajar Gurindro dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik sekaligus menyampaikan apresiasi kepada pejabat sebelumnya atas dedikasi dan kinerja yang telah diberikan.

“Saya mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru dilantik, yaitu Kepala Seksi Intelijen dan Kepala Seksi Pidum, serta terima kasih kepada pejabat sebelumnya. Saya meminta pejabat baru segera bersinergi dan beradaptasi demi melanjutkan tugas-tugas yang ada, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja dari pejabat sebelumnya,” ujar Fajar Gurindro.

Diketahui, Teddy Lazuardi Syahputra sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti pada Kejari Banda Aceh.

Ia kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Tangerang, menggantikan Doni Saputra.

Sementara itu, Doni Saputra mendapatkan promosi jabatan sebagai Kepala Seksi V pada Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejari) Riau.

Selain Teddy, Kajari Kabupaten Tangerang juga melantik Hifni sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Umum. Sebelumnya, Hifni menjabat sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Umum pada Kejari Tangerang Selatan.

Usai pelantikan, Teddy Lazuardi Syahputra menyampaikan harapannya agar sinergi dan kolaborasi yang selama ini telah terbangun di lingkungan Kejari Kabupaten Tangerang dapat terus terjaga dan ditingkatkan ke depan.

Pelantikan ini diharapkan mampu memperkuat kinerja Kejari Kabupaten Tangerang dalam menjalankan tugas penegakan hukum serta pelayanan kepada masyarakat secara profesional dan berintegritas. (Reno)

Video: Anak SD di NTT Bunuh Diri, Pemerintah Sampaikan Keprihatinan Mendalam

By On Kamis, Februari 05, 2026


JAKARTA, KabarViral79.Com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara soal kasus anak SD di NTT yang bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan pulpen.

Dia menegaskan, pemerintah menaruh perhartian mendalam terhadap kasus tersebut.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk menindaklanjuti kejadian itu.

Menurutnya, kejadian itu menjadi teguran untuk meningkatkan kepedulian sosial di seluruh lapisan masyarakat.

"Jadi kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Sosial untuk melakukan penanganan-penanganan terhadap keluarga dan terutama memikirkan supaya kejadian ini tidak terulang kembali," ujar Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 04 Februari 2026. (*/red)