-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Video: Hasil Otopsi Ungkap Ada Luka Bakar pada Bocah 12 Tahun yang Tewas di Sukabumi

By On Senin, Februari 23, 2026

JAKARTA, KabarViral79.Com NS (12), seorang bocah laki-laki asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), tewas secara tragis. 

Ia meninggal dunia dengan sejumlah luka lebam hingga bakar di tubuhnya. 

Hasil autopsi yang dilakukan tim forensik mengungkap adanya luka bakar di hampir seluruh bagian tubuh korban. 

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Kombes Carles Siagian mengatakan, proses autopsi dilakukan setelah pihaknya menerima jenazah dari Polres Sukabumi. 

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan luka bakar pada sejumlah bagian tubuh korban. Luka terlihat pada anggota gerak, terutama kaki kiri, punggung, hingga area wajah. 

Ia menyebut, luka bakar tersebut tersebar di sekujur tubuh, termasuk lengan, kaki, paha, dan tangan. 

Namun demikian, pihaknya belum dapat memastikan apakah luka tersebut akibat tindak penganiayaan atau bukan. 

"Kami tidak bisa menyebutkan apakah itu kekerasan atau bukan. Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar," ujarnya. 

Meski terdapat luka bakar, tim forensik belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. 

Menurut Carles, luka-luka tersebut secara teori tidak serta-merta menyebabkan kematian.

"Penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan karena dari luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian," tuturnya. (*/red)

Video: Respons Mensesneg soal Ketua BEM UGM Ngaku Diteror

By On Senin, Februari 23, 2026

JAKARTA, KabarViral79.Com Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi merespons soal isu teror yang menimpa Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto

Juru Bicara Presiden Prabowo Subianto itu tidak menampik bahwa ia lebih menyoroti bagaimana cara Ketua BEM UGM menyampaikan kritik alih-alih mengecam tindakan terornya

Sebagai lulusan UGM, Prasetyo juga mengingatkan pesannya itu bukan hanya tertuju untuk Tiyo tapi juga berlaku secara umum. 

Menurutnya, masyarakat perlu memegang prinsip-prinsip budaya Timur saat melontarkan kritik yaitu dengan mengedepankan etika dan adab. 

Politikus Partai Gerindra itu juga mengatakan, pemerintah menjamin kebebasan berpendapat bagi warga negara. 

Namun, dia kembali menekankan bahwa penyampaian kritik harus diikuti dengan cara yang arif serta menggunakan pilihan kata secara selektif. 

Prasetyo juga menyampaikan, pemerintah tidak tahu menahu siapa yang melakukan teror terhadap Tiyo. 

Diketahui sebelumnya, Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto mendapatkan teror setelah memprotes kelalaian pemerintahan Presiden Prabowo dalam mencegah tragedi seorang anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Tiyo menerima pesan WhatsApp bernada ancaman penculikan dari nomor dengan kode Inggris empat hari setelah BEM mengkritik Prabowo. 

Selain ancaman penculikan, peneror juga mengirimkan pesan yang menuduh Tiyo sebagai agen asing dan mencari panggung. (*/red)

Video Donald Trump Puji Prabowo di Forum BoP: Dia Sangat Tangguh, dan Tak Ingin Melawannya

By On Senin, Februari 23, 2026

JAKARTA, KabarViral79.Com Presiden Prabowo Subianto mendapat pujian langsung dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam rapat perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian

Dalam forum tersebut, Trump bahkan menyebut Prabowo sebagai sosok yang tidak akan dilawannya.

Untuk diketahui, forum perdana Board of Peace itu digelar di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis, 19 Februari 2026, waktu setempat. 

Dalam forum tersebut hadir sejumlah pemimpin negara yang ikut gabung dalam BoP.

Trump membuka forum tersebut dengan menyapa para pemimpin negara yang hadir. 

Saat menyapa Prabowo, Trump lantas melempar pujian. 

Ia menilai, Prabowo sebagai sosok yang tangguh. Trump bahkan tak ingin melawan Prabowo. 

Trump juga memuji Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan jumlah penduduk terbanyak. 

Karena hal itu, Trump memuji Prabowo telah melakukan pekerjaan yang hebat dan menjadi sosok yang dihormati semua orang. (*/red)

Video: Jenderal Tempur AS Sebut Indonesia Jadi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian di Gaza

By On Senin, Februari 23, 2026

JAKARTA, KabarViral79.Com Indonesia telah setuju atas tawaran menjadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang baru dibentuk di Gaza

Hal itu diumumkan dalam rapat perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian

Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, yang menyampaikan kabar tersebut. 

Ia memastikan Indonesia telah menyetujui tawaran menjadi Wakil Komandan ISF. 

"Saya telah menawarkan dan Indonesia telah menerima posisi wakil komandan untuk ISF," kata Jeffers dilansir dari AFP, Jumat, 20 Februari 2026. 

Jeffers memastikan kehadiran pasukan ISF ini untuk memastikan keamanan di Gaza. Dengan demikian, kata dia, perdamaian yang langgeng bisa terwujud. 

"Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza demi kemakmuran masa depan dan perdamaian yang langgeng," kata Jeffers. (*/red)

Jalan Rusak Kembali Makan Korban, Aktivis Muda Nilai Ini Bentuk Kelalaian DPUPR Provinsi Banten Bertanggungjawab Hilangnya Nyawa Manusia

By On Senin, Februari 23, 2026

 


Pandeglang, KabarViral79.Com – Kondisi jalan rusak kembali memakan korban jiwa. Seorang pelajar dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu oleh jalan berlubang di ruas Pandeglang – Labuan, yang merupakan kewenangan. UPTD PJJ Pandeglang DPUPR Banten.

Menanggapi peristiwa tersebut, Aliansi Banten Raya (ABR) atau aktivis muda Pandeglang, Iim Mukhoiri Adhan, mengecam keras kejadian itu. Ia menilai tragedi tersebut tidak dapat dipandang semata-mata sebagai kecelakaan lalu lintas, melainkan sebagai bukti kegagalan tata kelola infrastruktur yang terus berulang tanpa penyelesaian mendasar.

Apalagi dengan kejadian tersebut seorang tukang ojek warga Kampung Pasir Bunut, Desa Cilaja, Kecamatan Majasari, kini justru menyandang status tersangka akibat dari kejadian tersebut. Maka ini harusnya menjadi catatan penting bagi aparat penegak hukum (APH) Khusus nya Polres Pandeglang,” ungkapnya iim

Jika kita lihat dari sisi hukum pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ) Dalam Pasal 229 ayat (5) UULLAJ disebutkan bahwa kecelakaan dapat disebabkan oleh kelalaian pengguna jalan, ketidaklaikan kendaraan, maupun ketidaklaikan jalan dan/atau lingkungan.

“Setiap kali jalan rusak memakan korban, narasi yang selalu muncul adalah kecelakaan, kelalaian pengendara, atau faktor teknis. Namun, sangat jarang ada keberanian untuk mengakui bahwa ini merupakan buah dari kelalaian kekuasaan dalam menjalankan mandat pelayanan publik,” tegas Iim dalam keterangannya.

Menurutnya, jalan sebagai fasilitas publik bukan sekadar proyek fisik, melainkan tanggung jawab konstitusional negara untuk menjamin keselamatan warga. Ketika jalan dibiarkan berlubang dalam waktu lama tanpa perbaikan menyeluruh dan pengawasan berkala, potensi terjadinya korban jiwa adalah sesuatu yang dapat diprediksi.

Dalam pasal 24 ayat (1) UULLAJ mengatur kewajiban penyelenggara jalan untuk segera dan patut memperbaiki jalan rusak yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Jika belum dapat diperbaiki, ayat (2) mewajibkan pemasangan rambu atau tanda peringatan.

Kewajiban serupa ditegaskan dalam Pasal 31 Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Dalam konteks ini, tragedi tersebut bukan lagi peristiwa insidental, melainkan konsekuensi dari pembiaran,” ujarnya.

Ia juga menyoroti penetapan pengendara sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Meski tidak menafikan pentingnya proses hukum, Iim mempertanyakan keadilan substantif apabila akar persoalan berupa infrastruktur jalan yang tidak laik justru luput dari evaluasi serius oleh pihak berwenang.

Lebih lanjut, Iim menilai pola pembangunan infrastruktur di Provinsi Banten, khususnya di wilayah Pandeglang, masih cenderung reaktif dan bersifat tambal sulam, bukan sistematis dan berkelanjutan. Jalan sering kali diperbaiki setelah viral di media sosial, setelah jatuh korban, atau setelah muncul tekanan publik.

“Padahal, perencanaan dan pemeliharaan jalan adalah kewajiban rutin pemerintah, bukan respons darurat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa persoalan tersebut tidak hanya soal lubang di aspal, tetapi juga mencerminkan adanya kelemahan dalam sistem pengawasan dan perencanaan pembangunan.

“Jika anggaran infrastruktur setiap tahun disahkan, lalu di mana efektivitasnya? Di mana prioritas keselamatan publik dalam kebijakan pembangunan?” tambahnya.

Atas dasar itu, Iim mendesak Provinsi Banten serta pemerintah daerah terkait untuk melakukan audit terbuka dan independen terhadap kondisi jalan provinsi yang dinilai rawan kecelakaan.

Ia menegaskan bahwa keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan. Jalan, menurutnya, tidak boleh menjadi arena taruhan nyawa warga negara.

“Ketika negara lalai memastikan kelayakan infrastruktur, maka negara turut memikul tanggung jawab atas risiko yang ditimbulkan,” pungkasnya.

Menutup pernyataannya, Iim mengajak masyarakat, mahasiswa, dan seluruh elemen pemuda untuk terus mengawal persoalan ini agar tidak tenggelam dalam siklus pemberitaan sesaat, serta mendorong adanya perbaikan kebijakan yang nyata dan berkelanjutan.

Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Aceh Bekuk Dua Pengedar Sabu di Peusangan, Satu Pelaku Tembakkan Senjata Rakitan

By On Senin, Februari 23, 2026

Barang Bukti Sabu. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Tim Opsnal Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu seberat 51,79 gram di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen

Dua terduga pelaku berinisial L (28) dan MH (40) ditangkap dalam operasi yang berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026 lalu. 

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto menyampaikan, pengungkapan kasus ini dilakukan di dua lokasi berbeda, yaitu di pinggir jalan Simpang Kampus IAI Al Muslim, Desa Paya Lipah, serta di sebuah rumah di Desa Paya Cut, Peusangan

“Pengungkapan berawal dari informasi masyarakat terkait maraknya transaksi sabu di kawasan Simpang Kampus IAI Al Muslim,” kata Joko dalam keterangannya, Minggu, 22 Februari 2026. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim melakukan penyelidikan pada Kamis dini hari. 

Sekitar pukul 01.00 WIB, petugas menemukan seorang pria berinisial L dengan gerak-gerik mencurigakan. Saat hendak diamankan, L melakukan perlawanan dengan menembakkan senjata api rakitan berpeluru jenis M-16 ke arah petugas. 

“Beruntung, petugas berhasil menghindar dan mengamankan pelaku tanpa korban,” ujarnya. 

Dari tangan L, ditemukan satu paket kecil sabu. 

Dalam interogasi awal, L mengaku masih menyimpan sabu lainnya di sebuah rumah di Desa Paya Cut. 

Tim kemudian menuju lokasi dan melakukan penggeledahan yang disaksikan perangkat desa. 

Di dalam sebuah tas kecil berwarna hitam putih, petugas menemukan 46 paket kecil serta lima paket sedang sabu. 

Di lokasi yang sama, petugas juga mengamankan MH yang merupakan pemilik rumah. 

“Kedua pelaku merupakan warga Peusangan yang berprofesi sebagai wiraswasta,” kata Joko. 

Saat ini, kedua terduga pelaku serta barang bukti telah diamankan di Mapolda Aceh untuk proses penyidikan lebih lanjut. (Joniful Bahri)

Video: Dedi Saputra Ditangkap Polisi, Minta Maaf kepada Ulama Aceh

By On Minggu, Februari 22, 2026


ACEH, KabarViral79.Com - Dedi Saputra, seorang warga Aceh yang telah Murtad dibekuk Polda Aceh lantaran telah menghina ulama Aceh dan menistakan Agama Islam pada November 2025 lalu lewat akun TikTok @tersadarkan5758. 

Usai ditangkap Polda Aceh, seorang Murtaddin ini memberikan klarifikasi dan minta maaf pada 20 Febuari 2026. 

Dalam video itu, Dedi Saputra murtadin Aceh meminta maaf kepada ulama Aceh. Video itu pun beredar di media sosial. 

Dedi Saputra juga meminta proses hukumnya dilakukan di Kalimantan tidak di Aceh. Hal itu disampaikan oleh Dedi Saputra didampingi oleh pengacaranya. 

Dia juga berjanji tidak akan mengulangi lagi dan akan menghapus semua video-videonya di akun media sosial yang selama ini gencar ia lakukan. (Joniful Bahri

Pimpinan DPRK Bireuen Tegaskan Pendataan Korban Banjir Tak Boleh Asal-asalan dan Dipolitisasi

By On Minggu, Februari 22, 2026

Pimpinan DPRK Bireuen, Surya Dharma SH

BIREUEN, KabarViral79.Com - Pimpinan DPRK Bireuen, Surya Dharma SH, mengingatkan para Camat di Kabupaten Bireuen, Aceh, agar tidak melakukan pendataan secara serampangan terhadap warga terdampak banjir

Ia menegaskan, seluruh bantuan dari pemerintah pusat tidak boleh ditunggangi kepentingan politik dalam bentuk apa pun. 

“Semua jenis bantuan pemerintah pusat untuk korban bencana jangan dipolitisasi, termasuk soal usulan data yang hingga kini masih simpang siur akibat tidak adanya penjelasan kategori yang jelas kepada para Meuchik,” tegas Surya Dharma kepada wartawan, Sabtu, 21 Februari 2026. 

Menurutnya, bantuan yang bersumber dari APBN merupakan hak masyarakat terdampak dan tidak boleh “dikotak-katik” di tingkat daerah. 

Ketidakjelasan kategori kerusakan rumah—mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat—disebut menjadi pemicu kisruh data penerima bantuan di sejumlah kecamatan. 

“Kami menerima banyak keluhan dari para Keuchik soal bantuan yang tidak tepat sasaran. Camat seharusnya melakukan evaluasi dan sosialisasi secara menyeluruh terkait kriteria pendataan. Jangan asal-asalan,” ujarnya. 

Surya Dharma juga meminta Camat dan pihak BPBD Bireuen mengkaji ulang data yang telah dihimpun, sehingga penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat. 

Ia menyoroti sikap sebagian Camat yang dinilai lepas tangan saat dimintai penjelasan terkait kekeliruan data awal, khususnya di Kecamatan Gandapura dan Kecamatan Peusangan

“Pendataan awal tetap dilakukan di tingkat kecamatan. Jadi Camat harus bertanggung jawab atas data yang keliru. Jangan beralasan tidak mengetahui,” tegas Surya Dharma. 

Sebelumnya, sejumlah Keuchik di dua kecamatan tersebut memprotes penyaluran bantuan, baik Dana Tunggu Hunian (DTH) maupun bantuan daging meugang, yang dinilai tidak tepat sasaran. Mereka menilai pendataan tidak akurat sehingga menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat. 

Para Keuchik mengungkapkan bahwa bantuan DTH diberikan secara tidak merata dan terkesan pilih kasih. Mereka meminta pemerintah daerah segera memperbaiki kembali basis data penerima agar polemik tidak berlarut di tingkat desa. 

Sejumlah Keuchik yang enggan disebutkan namanya mengaku kerap mendapat tekanan apabila berbicara di media. Mereka menyebut akan ditegur Camat atau Bupati dan diminta klarifikasi bila pernyataannya diberitakan. 

“Data jangan amburadul dan jangan pilih kasih. Kalau desa lain dapat, kami juga harus dapat. Jangan sampai masyarakat mempertanyakan kepada kami, kenapa desa lain menerima sementara mereka tidak,” ujar para Keuchik tersebut. (Joniful Bahri)

HRD Kawal Pembangunan Jembatan Salah Sirong, Pemerintah Pusat Pastikan Jembatan Aramco Segera Dibangun

By On Minggu, Februari 22, 2026

HRD terus mengawal percepatan pembangunan kembali Jembatan Salah Sirong yang hanyut akibat banjir beberapa waktu lalu. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Ketua DPW PKB Aceh sekaligus Anggota DPR RI Dapil Aceh II, Ruslan M. Daud (HRD) menegaskan bahwa negara harus hadir ketika rakyat membutuhkan, terutama dalam situasi darurat pasca bencana. 

HRD terus mengawal percepatan pembangunan kembali Jembatan Salah Sirong yang hanyut akibat banjir beberapa waktu lalu. 

Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat, termasuk bagi anak-anak sekolah yang selama ini terpaksa menyeberang sungai dengan risiko tinggi. 

Kondisi ini mendorong HRD melakukan lobi intensif kepada Menteri Pekerjaan Umum agar pembangunan jembatan baru dapat segera direalisasikan. 

Hasil komunikasi tersebut membuahkan kepastian bahwa pemerintah pusat akan membangun Jembatan Aramco, yang dirancang lebih kokoh dan tahan terhadap bencana. 

Material konstruksi dijadwalkan segera didatangkan, dan proses pembangunan akan dipercepat demi memulihkan mobilitas serta aktivitas sosial-ekonomi warga. 

HRD menyebut, langkah ini sebagai bukti nyata bahwa perjuangan politik harus berpihak pada keselamatan dan kebutuhan rakyat. 

Ia juga mengapresiasi komitmen semua pihak yang bergerak cepat merespons kebutuhan masyarakat di kawasan terdampak. 

“Ini adalah bentuk kehadiran negara yang sesungguhnya. Kita ingin memastikan masyarakat tidak kembali terisolasi akibat kerusakan infrastruktur,” ujar HRD. 

DPW PKB Aceh turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan yang telah menunjukkan respons cepat serta komitmen kuat dalam menghadirkan kembali infrastruktur penting bagi warga Salah Sirong. (Joniful Bahri)

Mendagri Tito Karnavian Serahkan Bantuan kepada Pengungsi di Bale Panah Bireuen

By On Sabtu, Februari 21, 2026

Mendagri Tito Karnavian saat menyerahkan bantuan perlengkapan salat, pakaian, beras, serta Al-Qur’an wakaf dari Presiden Prabowo Subianto

BIREUEN, KabarViral79.Com Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menyerahkan bantuan kepada warga yang mengungsi di Gampong Bale Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu, 21 Februari 2026.

Kehadirannya didampingi oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhullah, Bupati Bireuen Mukhlis, serta Walikota Lhokseumawe Sayuti Abubakar. Turut hadir pula Kasatgaswil Aceh Safrizal ZA dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Bireuen Mukhlis menyampaikan bahwa kehadiran Mendagri di tengah warga pengungsi memiliki arti penting.

“Ini adalah simbol bahwa negara benar-benar hadir. Kehadiran Bapak Mendagri memberikan rasa aman dan optimisme bagi masyarakat bahwa mereka tidak sendirian menghadapi cobaan ini,” ujarnya.

Ia berharap, bantuan yang diserahkan dapat meringankan beban 83 kepala keluarga yang kini menempati posko pengungsian di Bale Panah.

“Mari kita tetap bersabar dan saling membantu sembari pemerintah terus mengupayakan langkah pemulihan terbaik,” tambahnya.

Mendagri Tito Karnavian saat menyerahkan bantuan perlengkapan salat, pakaian, beras, serta Al-Qur’an wakaf dari Presiden Prabowo Subianto. 

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan, ia telah beberapa kali mengunjungi Aceh sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah.

Ia merinci, terdapat tiga provinsi terdampak, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, dengan total puluhan kabupaten/kota yang masih membutuhkan penanganan pasca bencana.

Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi masyarakat bukan hanya kerusakan rumah, tetapi juga tumpukan lumpur yang menimbun permukiman dan fasilitas umum.

“Ini membutuhkan penanganan lanjutan dan dukungan dari semua pihak,” kata mantan Kapolri tersebut.

Dalam kunjungannya kali ini, Mendagri juga meninjau progres pembangunan jembatan baru di Kutablang yang ditargetkan selesai pada Juli 2026. Jembatan tersebut nantinya dapat dilalui dua jalur kendaraan untuk memperlancar konektivitas warga.

“Sejak hari pertama puasa, saya sudah berada di Aceh Tamiang. Kehadiran saya menunjukkan bahwa pemerintah pusat tidak diam. Kami ingin melihat langsung dan mendengar apa saja kendala yang dihadapi masyarakat, Bupati, dan Walikota,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Mendagri menyerahkan bantuan berupa perlengkapan salat, pakaian, beras, serta Al-Qur’an wakaf dari Presiden Prabowo Subianto. Sementara paket bantuan lain untuk korban banjir akan didistribusikan oleh pihak pemerintah kabupaten.

“Kita semua berdoa semoga permasalahan pasca bencana dapat segera terselesaikan. Saya berharap masyarakat tetap kuat dan sabar,” tutup Mendagri. (Joniful Bahri)

Petani di Bener Meriah Tewas Diserang Kawanan Gajah Liar, Polisi Imbau Warga Tidak Bertindak Sendiri

By On Sabtu, Februari 21, 2026

Seorang petani Kampung Pantanlah, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Musbahar, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar pada Sabtu, 21 Februari 2026. 

BENER MERIAH, KabarViral79.Com Seorang petani asal Kampung Pantanlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo di Bener Meriah, bernama Musbahar (53), meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Korban mengembuskan napas terakhirnya di RS BMC Bireuen sekitar pukul 10.00 WIB usai mengalami luka serius akibat diinjak gajah.

Kapolres Bener Meriah melalui Kapolsek Pintu Rime Gayo, AKP Suci menjelaskan, insiden itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, di kawasan Genengan, Dusun Ayu Ara.

Saat itu, kata dia, korban sedang bekerja di kebun dan berupaya mengusir seekor gajah yang masuk ke lahannya.

Namun tanpa disadari, gajah tersebut merupakan bagian dari kawanan yang berjumlah sekitar tiga ekor. Ketika mencoba menyelamatkan diri, korban terjatuh dan mengalami luka parah akibat injakan di bagian perut.

Seorang petani Kampung Pantanlah, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Musbahar, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar pada Sabtu, 21 Februari 2026. 

“Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan evakuasi dan membawa Musbahar ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Meski sempat dirawat, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” katanya. 

Kapolsek menuturkan, kawanan gajah hingga kini masih berada di sekitar area perkebunan warga. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan pengusiran mandiri apabila bertemu satwa liar, melainkan segera melapor kepada aparat desa atau pihak berwenang untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

Jenazah Musbahar rencananya akan dipulangkan keluarga dan dimakamkan di kampung halamannya di Kutacane.

Peristiwa tragis ini kembali menjadi pengingat serius akan meningkatnya konflik antara manusia dan gajah di wilayah tersebut, yang membutuhkan penanganan terpadu dari pemerintah dan pihak terkait. (Joniful Bahri)

Polda Aceh Tangkap Pemilik Akun TikTok Terkait Dugaan Penistaan Agama di Bengkayang

By On Sabtu, Februari 21, 2026

Tim bersama Polres Bengkayang berhasil mengamankan Dedi Saputra di kawasan Dusun Mao, Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Betung. 

BANDA ACĂˆH, KabarViral79.Com Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh melalui Unit 3 Subdit Siber berhasil menangkap Dedi Saputra, pemilik akun TikTok @tersadarkan5758, atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian dan penistaan terhadap agama. Penangkapan tersebut dipimpin Kanit Siber Ditreskrimsus Polda Aceh, Iptu Adam Maulana.

Dedi Saputra yang dikenal sebagai pendeta asal Aceh diamankan di wilayah Bengkayang setelah tim penyidik menindaklanjuti laporan Nomor LP/B/357/XI/2025/SPKT/POLDA ACEH yang diajukan oleh Pelajar Islam Indonesia (PII) Wilayah Aceh bersama Dinas Syariat Islam Aceh, Satpol PP dan WH Aceh, serta sejumlah organisasi masyarakat Islam.

Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Wahyudi melalui Kanit Siber, Iptu Adam Maulana menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah penyidik menerima laporan dari seorang mahasiswa asal Aceh Utara pada 18 November 2025 terkait unggahan bernuansa ujaran kebencian. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Unit 3 Siber Bertolak ke Kalimantan Barat pada 17 Februari 2026 untuk melakukan koordinasi dengan Kepolisian setempat.

Pada 18 Februari 2026, tim bersama Polres Bengkayang berhasil mengamankan Dedi Saputra di kawasan Dusun Mao, Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Betung.

Saat itu, Dedi sedang bepergian bersama istrinya menggunakan sepeda motor. Ia kemudian dibawa ke Mapolres Bengkayang untuk pemeriksaan awal sebagai saksi.

Setelah dilakukan gelar perkara melalui konferensi video, penyidik resmi menetapkan Dedi Saputra sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian. 

Pada 19 Februari 2026, tersangka dibawa ke Aceh dan tiba di Mapolda Aceh pada 20 Februari 2026 untuk pemeriksaan lanjutan.

Penahanan terhadap tersangka dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor SP.Han/08/II/RES.2.5/2026/Ditreskrimsus tertanggal 20 Februari 2026.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang direkam pada 19 Februari 2026, Dedi yang didampingi kuasa hukum dari LBH menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Aceh, termasuk para ulama dan teungku.

Ia mengakui pernyataannya di akun TikTok @tersadarkan5758 telah menimbulkan kegaduhan serta berjanji menghapus seluruh konten dan tidak lagi aktif di media sosial.

Kasus ini kini ditangani penuh oleh Ditreskrimsus Polda Aceh, dan proses hukum terhadap tersangka masih terus berlanjut. (Joniful Bahri)

Tim Khusus Polda Aceh Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Ganja, Seorang Petani Aceh Tengah Ditangkap

By On Sabtu, Februari 21, 2026

Barang bukti 50 kilogram ganja kering yang berhasil diamankan serta mengamankan seorang terduga pelaku asal Acèh Tengah di kawasan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Minggu dini hari, 15 Februari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Tim Khusus Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Aceh menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis ganja seberat kurang lebih 50 kilogram dan menangkap seorang terduga pelaku di kawasan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Minggu dini hari, 15 Februari 2026.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, di Banda Aceh, Sabtu, 21 Februari 2026 mengatakan, terduga pelaku berinisial AW (58), seorang petani asal Kabupaten Aceh Tengah, ditangkap di Jalan Lintas Banda Aceh-Medan, tepatnya sebelum Jembatan Kuta Blang, Desa Kulu, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, sekitar pukul 02.54 WIB.

Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan tiga karung goni besar dan satu karung goni kecil berisi ganja kering dengan total berat sekitar 50 kilogram. Selain itu, turut disita satu unit minibus Toyota Avanza berwarna hitam bernomor polisi BL 1841 GW, satu unit telepon genggam, serta KTP milik AW.

Menurut Joko Krisdiyanto, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat yang diterima pada Jumat, 13 Februari 2026. Informasi tersebut menyebutkan akan ada pengangkutan ganja menggunakan minibus dengan nomor polisi BL 1841 GW yang bergerak dari wilayah Beutong, Kabupaten Nagan Raya, menuju wilayah  hukum kabupatèn Bireuen.

“Menindaklanjuti informasi itu, tim Ditresnarkoba Polda Aceh melakukan penyelidikan dan memantau pergerakan kendaraan. Dari hasil penyelidikan, minibus tersebut terdeteksi melintas menuju Bireuen,” ujarnya.

Pada Jumat sekitar pukul 02.00 WIB, tim mendapatkan informasi bahwa kendaraan tersebut berada di wilayah Bireuen. Petugas kemudian melakukan pembuntutan dan pengejaran hingga akhirnya menghentikan minibus yang dikemudikan AW.

Dalam pemeriksaan awal, AW mengaku mengambil ganja dari seseorang berinisial Z di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, untuk diantarkan kepada penerima berinisial G di wilayah Geudong, Kabupaten Aceh Utara. Kedua orang tersebut kini masih dalam proses penyelidikan.

AW kini menjalani pemeriksaan intensif di Polda Aceh, sementara aparat terus mengembangkan penyidikan untuk membongkar jaringan peredaran narkotika yang lebih luas. (Joniful Bahri)

Warga dan Pemdes Sawarna Apresiasi Bantuan Sarana Ibadah dari Sosok "Hamba Allah"

By On Sabtu, Februari 21, 2026

LEBAK, KabarViral79.Com - Masyarakat serta Pemerintah Desa (Pemdes) Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, menyampaikan apresiasi mendalam atas aksi kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh sosok dermawan "Hamba Allah". 

Bantuan yang disalurkan melalui perwakilan, Dedi B dan Fahlevi, menyasar pembangunan serta kelengkapan sarana ibadah di wilayah tersebut.

Bantuan yang diberikan berupa material konstruksi dan perlengkapan sarana ibadah untuk sejumlah musala dan masjid di beberapa titik di Desa Sawarna

Penyerahan bantuan meliputi puluhan sak semen, batako, karpet, hingga perangkat pengeras suara (speaker) yang diterima langsung oleh pengurus lingkungan setempat. 

Perwakilan warga mengungkapkan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi kelancaran aktivitas ibadah dan pembangunan fisik musala yang sedang berjalan. 

"Kami atas nama warga Desa Sawarna mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Hamba Allah, melalui Bapak Dedi B dan Bapak Fahlevi, yang telah menyumbangkan material untuk pembangunan musala di kampung kami. Semoga kebaikan ini dibalas dengan kelancaran urusan, kesehatan, serta kesuksesan yang lebih besar," ujar sejumlah warga melalui pesan video yang diterima media ini, Jumat, 20 Februari 2026

Senada dengan warga, Pemerintah Desa Sawarna turut menyambut positif inisiatif tersebut. 

Pihak desa menilai, kontribusi dari tokoh masyarakat dan para donatur sangat membantu mempercepat pembangunan fasilitas umum, khususnya tempat ibadah di pelosok desa. 

"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada 'Hamba Allah' melalui  Bapak Dedi B dan Bapak Fahlevi atas bantuan material untuk musala dan masjid di beberapa titik wilayah kami. Kontribusi ini merupakan bentuk nyata sinergi dalam membangun fasilitas umum," ujar Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasie Ekbang) Desa Sawarna

Aksi kepedulian ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat gotong royong bagi masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Lebak, untuk terus bahu-membahu dalam merawat dan membangun fasilitas peribadahan di tingkat pedesaan. (Cup)

Satgas TMMD Kodim 0111/Bireuen Bersihkan Jalan Desa Jeumpa Sikureng, Warga Antusias Bergotong Royong

By On Jumat, Februari 20, 2026

Satgas TMMD ke-127 Kodim 0111/Bireuen membuka kembali akses penting bagi masyarakat Desa Jeumpa Sikureng, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat, 20 Febuari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Derap langkah para prajurit Satgas TMMD ke-127 Kodim 0111/Bireuen menggema di antara hamparan jalan desa yang sebelumnya dipenuhi semak dan debu.

Dengan membawa peralatan kerja dan semangat pengabdian, mereka hadir untuk membuka kembali akses penting bagi masyarakat Desa Jeumpa Sikureng, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat, 20 Febuari 2026.

Sejak pagi, personel Satgas TMMD terlihat bekerja berdampingan dengan warga. Cangkul, parang, dan sekop bergerak serempak membersihkan badan jalan yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat namun kurang terawat.

Meski debu beterbangan dan keringat tak berhenti mengalir, para prajurit dan warga tetap bekerja penuh antusias tanpa menunjukkan rasa lelah.

Satgas TMMD ke-127 Kodim 0111/Bireuen membuka kembali akses penting bagi masyarakat Desa Jeumpa Sikureng, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat, 20 Febuari 2026. 

Pembersihan jalan tersebut merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026, yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong sebagai fondasi pembangunan nasional.

Jalan yang dibersihkan memiliki peran vital bagi masyarakat setempat. Akses ini digunakan anak-anak menuju sekolah, menjadi penghubung petani ke area pertanian, serta jalur utama mobilitas ekonomi warga.

Kini, jalan tersebut perlahan kembali terbuka dan lebih layak dilalui, memberi harapan baru bagi peningkatan aktivitas sosial dan ekonomi desa. 

Kehadiran Satgas TMMD juga memantik semangat warga. Mereka yang awalnya hanya melihat, kini ikut turun tangan membantu proses pembersihan. Suasana kerja pun diwarnai tawa, sapaan hangat, dan kolaborasi yang menunjukkan eratnya kemanunggalan TNI dan rakyat.

Melalui kegiatan ini, TMMD menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal memperbaiki infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan, kepedulian, dan optimisme.

Jalan desa yang kini bersih menjadi simbol nyata bahwa kerja keras dan kolaborasi mampu menghadirkan perubahan hingga ke pelosok negeri. (Joniful Bahri)

Pemdes Darmasari Mediasi Rumor PHK Sepihak 12 Karyawan PT SWAT

By On Jumat, Februari 20, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.ComPemerintah Desa Darmasari menggelar pertemuan mediasi untuk merespons keresahan warga terkait rumor Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap 12 karyawan lokal di PT Surya Wira Abadi Tribuana (SWAT). Musyawarah tersebut dilangsungkan di Aula Kantor Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, pada Jumat (20/2/2026).

Acara dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Darmasari, Achmad Soleh, dengan didampingi Sekretaris Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Turut hadir dalam pertemuan tersebut tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan manajemen PT SWAT, para pekerja terdampak, serta unsur TNI-Polri dari Polsek Bayah dan Koramil 0315/Bayah.

Dalam forum tersebut, tokoh pemuda setempat, Entep S., mendesak pihak perusahaan untuk memberikan klarifikasi nyata terkait status para pekerja. Ia meminta bukti tertulis jika memang perusahaan telah melakukan pemberhentian resmi.

“Kami mempertanyakan kebenaran rumor yang beredar luas ini. Jika memang benar ada PHK, mana bukti surat pemberhentiannya secara formal?” ujar Entep.



Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Darmasari, Ahmadyani (Elod). Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya masyarakat mendukung investasi di wilayah mereka, namun perusahaan harus tetap mengedepankan transparansi, terutama yang menyangkut nasib warga lokal.

“Kami mendukung keberadaan perusahaan, namun kami meminta ketegasan terkait dasar persoalan ini. Jika ada kendala internal, tolong selesaikan secara baik-baik sesuai prosedur ketenagakerjaan yang berlaku,” tegas Ahmadyani.

Suasana sempat memanas saat salah satu warga, Eko, mempertanyakan otoritas Diki sebagai perwakilan PT SWAT yang hadir. Warga meragukan kapasitas perwakilan tersebut dalam mengambil keputusan strategis di tingkat desa.

Menanggapi hal tersebut, Diki mengakui bahwa dirinya belum dapat memberikan keputusan final dalam pertemuan tersebut dikarenakan statusnya yang masih baru di internal perusahaan.

“Saya belum lama bergabung di PT SWAT. Terkait isu PHK ini, saya akan mencatat dan menyampaikan seluruh poin hasil pertemuan hari ini kepada pimpinan perusahaan untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Diki singkat.

Pertemuan ditutup dengan harapan besar dari warga agar manajemen pusat PT SWAT segera mengeluarkan klarifikasi resmi. Langkah ini dinilai krusial guna meredam spekulasi sekaligus menjaga kondusivitas hubungan antara pihak perusahaan dengan masyarakat Desa Darmasari.

(Tim/Red)

Pemkab Bireuen dan DT Peduli Bangun 45 Unit Huntap untuk Penyintas Banjir Bandang di Jangka

By On Jumat, Februari 20, 2026

Laznas DT Peduli dan Pemkab Bireuen, serta masyarakat Desa Alue Kuta dan Desa Kuala Ceurape, Jangka, menandatangani komitmen bersama pembangunan kawasan Huntap bagi warga penyintas banjir bandang

BIREUEN, KabarViral79.ComUpaya pemulihan pasca bencana terus digencarkan di Kabupaten Bireuen. Pada Kamis, 19 Februari 2026, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhid (DT) Peduli, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, serta masyarakat Desa Alue Kuta dan Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, resmi menandatangani komitmen bersama pembangunan Kawasan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga penyintas banjir bandang. 

Penandatanganan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Bireuen, ditandatangani oleh Bupati Bireuen, Ketua Yayasan DT Peduli Ir. M. Bascharul Ashana, M.BA, dan perwakilan masyarakat, Dedi Hermanto. 

Dalam kesepakatan itu, DT Pedili akan membangun 45 unit Huntap tipe 36 bagi penerima manfaat yang telah diverifikasi Pemkab Bireuen. 

Setiap unit dilengkapi instalasi listrik, kamar mandi, serta sistem sanitasi internal yang layak. 

Pembangunan dilakukan dalam dua tahap. Untuk tahap I sebanyak 25 unit, dan 20 unit untuk tahap II. 

Sementara itu, Pemkab Bireuen bertanggung jawab menyediakan infrastruktur pendukung, mulai dari pematangan lahan (land clearing), pembangunan jalan lingkungan, drainase, jaringan listrik rumah, Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga pengurusan Sertifikat Hak Milik (SHM) bagi warga penerima Huntap. 

Adapun masyarakat Desa Alue Kuta dan Kuala Ceurape menyediakan lahan seluas 6.567 m², dengan proses pembangunan dilakukan secara swadaya oleh para penerima manfaat. 

Laznas DT Peduli dan Pemkab Bireuen, serta masyarakat Desa Alue Kuta dan Desa Kuala Ceurape, Jangka, menandatangani komitmen bersama pembangunan kawasan Huntap bagi warga penyintas banjir bandang. 

Bupati Apresiasi Kolaborasi dan Semangat Warga

Bupati Bireuen menyampaikan apresiasi atas kontribusi DT Peduli dan semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat. 

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak bencana. 

"Kami berharap pembangunan Huntap bantuan DT Peduli ini dapat segera dilaksanakan tanpa hambatan. Pemerintah daerah berkomitmen penuh memastikan infrastruktur pendukung siap tepat waktu agar kawasan ini menjadi hunian yang sehat, aman, dan legal bagi masyarakat," ujarnya. 

Harapan Pulihnya Ekonomi dan Psikologis Warga

Melalui program ini, pemerintah dan lembaga kemanusiaan berharap beban ekonomi maupun psikologis warga penyintas banjir bandang dapat segera pulih. 

Kehadiran hunian yang lebih layak dan tangguh diharapkan mampu memberikan rasa aman serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap potensi bencana di masa mendatang. (Joniful Bahri)

Pengungsi Banjir dan Longsor di Bireuen Masih Tinggal di Tenda Darurat, Huntara dan Huntap Tak Kunjung Dibangun

By On Jumat, Februari 20, 2026

Korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen hingga kini masih bertahan di tenda darurat. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Ratusan warga korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen, Aceh, hingga kini masih bertahan di tenda darurat. 

Kondisi itu terjadi akibat belum tersedianya hunian sementara (Huntara), sementara hunian tetap (Huntap) yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen juga belum menunjukkan progres berarti. 

Memasuki bulan suci Ramadan, para pengungsi mengaku semakin kesulitan bertahan di bawah tenda seadanya. 

Ketika hujan turun, air kerap masuk ke dalam tenda, sementara saat cuaca panas mereka harus menahan terik dan suhu yang sangat gerah. 

Bahkan, diperkirakan sebagian besar pengungsi yang rumah dan tanahnya hilang akibat banjir bandang dan longsor pada 26 November 2025 lalu, terpaksa harus hidup di bawah tenda selama berbulan-bulan. 

Sebagian warga bahkan diprediksi akan lebih dari satu tahun tinggal di lokasi pengungsian karena belum memiliki tanah maupun rumah. 

“Kami belum punya tanah. Rumah dan tanah kami hilang diseret arus sungai saat banjir dan longsor tersebut. Kalau ada Huntara, kami tidak harus tinggal berbulan-bulan di bawah tenda darurat seperti ini,” ungkap seorang pengungsi di Kecamatan Juli, Kamis, 19 Februari 2026. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pengungsi kini tersebar di 28 desa pada tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Kutablang, Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, Jangka, Juli, dan Jeumpa. 

Di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, sebanyak 43 kepala keluarga (KK) masih bertahan di tenda darurat yang didirikan di lintasan nasional Bireuen–Takengon Km 9

Korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen hingga kini masih bertahan di tenda darurat. 

Mayoritas penghuni tenda adalah anak-anak, perempuan, serta lanjut usia yang kondisinya semakin rentan. 

Para pengungsi ini kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang menghancurkan rumah mereka akhir November lalu. 

Kini, tenda-tenda darurat tampak dipenuhi tumpukan pakaian, peralatan dapur, kardus berisi barang warga, hingga kompor dan wadah air seadanya. 

Ironisnya, di Desa Balee Panah sebenarnya telah berdiri tiga unit rumah percontohan hunian tetap (Huntap). Namun, bangunan tersebut belum dapat ditempati karena belum tersambung air bersih dan listrik. 

Warga menduga ketiga unit tersebut hanya sebagai rumah contoh meskipun sudah ditetapkan pemiliknya. 

Hingga kini belum ada tanda-tanda pembangunan Huntap lainnya, padahal sebelumnya Pemkab Bireuen menjanjikan akan membangun 1.000 unit Huntap pada tahap pertama. 

“Ini seolah hanya memberi angin segar kepada pengungsi. Tidak mungkin Huntap selesai dalam waktu singkat. Harusnya Huntara dibangun dulu agar kami tidak berbulan-bulan menderita di tenda,” ujar warga setempat. 

Warga juga menyesalkan kondisi para pengungsi yang harus menjalani sahur dan berbuka puasa dalam tenda darurat pada musim hujan. 

“Pemkab Bireuen seharusnya memikirkan keadaan ini. Tidak boleh membiarkan pengungsi terus menderita di bawah tenda darurat seperti sekarang,” keluh warga lainnya. (Joniful Bahri)

Dibantu H. Basirun, Oknum Kapolsek di Garut Diduga Lakukan Tangkap Lepas Penjual Obat Daftar G

By On Kamis, Februari 19, 2026

GARUT, KabarViral79.Com -- Sebuah kabar mengejutkan beredar di kalangan masyarakat Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), terkait penanganan warung yang menjual obat daftar G jenis Tramadol dan Hexymer yang sebelumnya berhasil diamankan oleh Polsek Tarogong Kaler

Informasi ini mencuat dari seorang narasumber sebut aja Bomber (nama samaran). 

"Ya kemarin penjualnya dibawa dan barang bukti obat Tramadol dan Hexymer diamankan oleh Polsek Tarogong Kaler," ujarnya. 

Namun, kata dia, setelah beberapa jam, penjual obat daftar G sudah kembali balik ke kios. 

"Awalnya kami lihat pihak Kepolisian didampingi oleh Haji Basirun, pemilik kios yang satunya," ujarnya.

Hal ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan awak media. 

Kapolsek Tarongong Kaler, Iptu Ate Ahmad Hermawan saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan Whatsapp, Kamis, 19 Februari 2026, membenarkan pihaknya telah mengamankan pejual obat keras tersebut. 

"Sudah kami tindak lanjuti dan kami tutup," ujarnya. 

Awak media berupaya mengklarifikasi dugaan penangkapan dan pelepasan seorang terduga pelaku penjual obat terlarang jenis Tramadol dan Hexymer tersebut. 

Kasus ini menjadi sorotan, mengingat instruksi tegas Kapolri terkait pemberantasan segala bentuk Narkotika serta segala hal yang berbenturan dengan Hukum. (*/red) 

HRD Desak Jembatan Darurat Salah Sirong Dibangun Lebih Kokoh, Menteri PU Pastikan Kirim Jembatan Aramco

By On Kamis, Februari 19, 2026

Anggota DPR RI Dapil Aceh II, H Ruslan M Daud (HRD).  

BIREUEN, KabarViral79.Com - Anggota DPR RI Dapil Aceh II, H. Ruslan M Daud (HRD) menegaskan, pembangunan jembatan darurat di Salah Sirong sebelumnya merupakan hasil kerja politik dan lobi intensif yang ia lakukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai mitra kerja Komisi V DPR RI. 

HRD bahkan turut membawa langsung Menteri Pekerjaan Umum ke lokasi jembatan beberapa waktu lalu, sehingga pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh segera membangun jembatan darurat di kawasan tersebut. 

Kepada wartawan, Kamis, 19 Februari 2026, HRD menjelaskan, jembatan itu sejatinya berada dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab). 

Namun, karena tak kunjung ditangani, ia mengambil inisiatif untuk melobi Menteri PU agar pembangunan dapat dibiayai melalui APBN dengan skema tanggap darurat kebencanaan. 

“Seharusnya ini kewenangan Pemkab. Tapi karena tidak dibangun dan tidak direspons, saya mengambil inisiatif melobi Menteri PU agar negara hadir melalui APBN. Alhamdulillah, Kementerian PU sangat responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya. 

Ia mengapresiasi langkah cepat Ditjen Bina Marga dan BPJN Aceh yang telah menghadirkan jembatan darurat melalui BUMN PT Adhi Karya

Jembatan tersebut menjadi akses utama antara Desa Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, dan Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli. 

Namun, jembatan darurat tersebut kembali rusak setelah dihantam air sungai yang meluap akibat hujan dengan intensitas tinggi. 

Kondisi jembatan darurat di Salah SirĂ´ng Jeumpa, Bireuen, yang sempat ambruk setelah dibangun. 

Menurut HRD, kondisi ini dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan di hulu sungai akibat alih fungsi hutan menjadi kebun kelapa sawit secara besar-besaran. 

“Ini pelajaran penting. Kerusakan lingkungan di hulu berdampak langsung ke hilir. Karena itu, jembatan pengganti harus dibangun jauh lebih kokoh dan disesuaikan dengan karakter debit air di kawasan ini,” tegasnya. 

HRD menekankan, jembatan tersebut memegang peranan vital bagi aktivitas warga, termasuk akses pendidikan bagi anak-anak sekolah. Tanpa jembatan layak, warga bahkan terpaksa menyeberang menggunakan sling yang sangat berisiko. 

“Ini bukan sekadar jembatan, ini akses hidup masyarakat. Keselamatan anak-anak sekolah juga dipertaruhkan,” katanya. 

Menindaklanjuti laporan HRD, Menteri Pekerjaan Umum, Dodi Hanggodo memastikan, pemerintah pusat akan membangun jembatan tipe Aramco yang lebih kuat dan cepat dipasang. Material jembatan tersebut akan didatangkan langsung dari Jakarta dalam dua hingga tiga hari ke depan. 

“Kami akan segera menindaklanjuti. Dalam dua sampai tiga hari ke depan, material jembatan Aramco akan dimobilisasi ke lokasi. Salam Bapak Presiden kepada masyarakat Bireuen dan khususnya warga Salah Sirong. Insya Allah, saya juga akan kembali ke sana,” ujar Menteri PU. 

HRD menyambut baik respons tersebut dan menyatakan kesiapannya mengawal proses pembangunan hingga tuntas. 

“Saya yakin jembatan ini akan segera dibangun dengan konstruksi yang lebih kuat. Ini bukti bahwa ketika negara hadir, masyarakat tidak dibiarkan sendiri,” tutupnya. 

Pembangunan jembatan Aramco diharapkan menjadi solusi yang lebih aman dan tahan bencana bagi masyarakat Salah Sirong serta mampu mengantisipasi banjir dan cuaca ekstrem di masa mendatang. (Joniful Bahri)