-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Skandal Pengembalian Lahan 10 Hektar di Banten: Kewenangan Pusat Diabaikan?

By On Kamis, Februari 12, 2026

 


Banten, KabarViral79.Com – Ketua LSM Karat, Iwan Hermawan, mengungkapkan bahwa pengembalian lahan seluas 10 hektar dari PT Jaya Perkasa Sasmita kepada Pemerintah Provinsi Banten yang diklaim sebagai Rawa Enang diduga sangat keliru. Pasalnya, lahan tersebut berada di wilayah sungai strategis nasional (WS C3) yang merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Menurutnya, pengembalian lahan tersebut jelas-jelas melanggar Pasal 5 ayat (3) Peraturan Menteri PUPR Nomor 4 Tahun 2015, yang menyatakan bahwa pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas negara, wilayah sungai lintas provinsi, dan wilayah sungai strategis nasional menjadi wewenang dan tanggung jawab Menteri.

Untuk membuktikan bahwa Rawa Enang termasuk kewenangan pusat, Iwan menjelaskan bahwa caranya sangat sederhana. “Tinggal buka hape android, klik situs SIP SDA (Sistem Informasi Perizinan Sumber Daya Air) Kementerian PUPR, dan masukan titik koordinat Rawa Enang, maka hasilnya bahwa Rawa Enang termasuk kewenangan pusat karena berada di wilayah sungai strategis nasional (WS C3),” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembalian lahan 10 hektar dari PT Jaya Perkasa Sasmita seharusnya, kalaupun mau dikembalikan, tentunya ke pusat, bukan ke Pemprov Banten. “Sehingga muncul penafsiran diduga ada motif penyelamatan karena pada tahun 2022 Dinas PUPR Provinsi Banten lewat Bidang Sumber Daya Air ada anggaran yang sudah digelontorkan untuk pengurusan kelengkapan administrasi Rawa Enang dan ini masuk ranah tipikor,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan apakah sebenarnya Gubernur mengetahui atau tidak terkait pengembalian lahan 10 hektar dari PT Jaya Perkasa Sasmita ke Pemprov Banten yang diklaim sebagai Rawa Enang. Untuk itu, secara resmi pihaknya telah meminta klarifikasi dan koreksi melalui surat kepada Dinas PUPR Provinsi Banten, Inspektorat, serta kepada Gubernur atas nama Pemprov Banten atas tindakan tersebut.

Di akhir pernyataannya, Iwan Hermawan menyatakan bahwa dirinya siap dikonfrontir dengan Gubernur Banten dengan data dan fakta yang dimiliki melalui investigasi lapangan, pengumpulan data, dan hasil wawancara sebagai perwujudan Banten Maju adil dan merata, tidak korupsi, bukan hanya isapan jempol belaka.

Seharusnya Pendidikan Anti Korupsi Jadi Muatan Lokal Wajib di SD dan SMP di Kabupaten Pandeglang

By On Rabu, Februari 11, 2026



PANDEGLANG, KabarViral79.ComPendidikan anti korupsi seharusnya dijadikan muatan lokal wajib di satuan pendidikan dasar (SD) dan menengah pertama (SMP) se-Kabupaten Pandeglang. Tujuannya untuk mencegah terjadinya kejahatan tindak pidana korupsi sejak dini dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas pada peserta didik, Rabu, 11/02/2026.

‎Dengan menjadikan pendidikan anti korupsi sebagai muatan lokal, diharapkan generasi penerus bangsa di Pandeglang dapat memahami dampak negatif korupsi terhadap pembangunan daerah dan kehidupan bermasyarakat. Materi yang akan disampaikan diharapkan disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak, sehingga mudah dipahami dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Nuryahman, Ketua DPC PPWI Pandeglang, menyampaikan bahwa pencegahan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga penegak hukum, tetapi juga perlu dilakukan melalui pembinaan nilai-nilai positif sejak jenjang awal pendidikan. Hal ini diharapkan dapat membentuk karakter pemimpin dan warga negara yang memiliki integritas tinggi di masa depan.

‎”Di era digitalisasi saat ini, selain pendidikan khusus terkait teknologi dan internet di sekolah setingkat SD dan SMP, sudah sangat harus pendidikan anti korupsi diajarkan kepada para peserta didik sebagai muatan lokal atau ekstrakurikuler wajib,” ungkapnya. (Tim/Red)

Video: Pemerintah Akan Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Selama Ramadan

By On Rabu, Februari 11, 2026

JAKARTA, KabarViral79.Com - Pemerintah akan berikan bantuan pangan kepada masyarakat tidak mampu selama dua bulan terhitung sejak Ramadan pada pertengahan Februari ini.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, bantuan pangan yang diberikan berupa beras dan minyak.

“Untuk memperluas daya beli dan memperkuat dari sisi demand side, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan yaitu bantuan pangan 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng selama 2 bulan,” ujar Airlangga saat Konferensi Pers di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

Airlangga mengatakan, target penerima bantuan itu sebanyak l 35,04 juta keluarga yang terdata dalam desil 1-4, atau juga masyarakat miskin dan miskin ekstrem, dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Pemerintah akan menggelontorkan APBN belasan triliun untuk penyaluran bantuan pangan tersebut. (*/red)

Video: Noel Sebut OTT hanya Tangkap Maling Kelas Teri

By On Rabu, Februari 11, 2026

JAKARTA, KabarViral79.Com - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan menyinggung soal hukum di Indonesia yang bisa dibeli. 

Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Noel itu setelah sidang pemeriksaan saksi kasusnya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin, 09 Februari 2026.

Noel menyebut informasi soal rencana pembentukan ‘komisi penitipan kasus’.

Menurutnya, operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi atau OTT KPK sebagai operasi tipu-tipu.

Ia pun sempat menyanyikan penggalan lagu Iwan Fals berjudul Bento.

"Yang ditangkap hanya maling kelas teri, bandit kelas coro. Giliran kelas kakap, tidak pernah diungkap, apalagi ditangkap,” ucapnya. (*/red)

Sinergitas MOI dengan Diskominfo Kabupaten Tangerang Disambut Baik

By On Rabu, Februari 11, 2026

 


Tangerang, KabarViral79.Com – Sinergitas MOI dengan Diskominfo Kabupaten Tangerang disambut baik. Dalam rangka memperkuat sinergitas tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika mendelegasikan kepada Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Febi Febiansyah Yusuf, S.Ikom., M.Si., untuk melakukan pertemuan dengan Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Tangerang pada Rabu (11/2/2026).

Pertemuan tersebut disambut baik oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik sebagai bentuk kerja sama dalam promosi, sosialisasi, dan publikasi program kerja serta berbagai kegiatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Febi Febiansyah Yusuf, S.Ikom., M.Si., mengatakan bahwa Diskominfo menerima MOI dengan baik untuk menjalin kerja sama dalam memajukan Kabupaten Tangerang agar semakin gemilang.

“Ada ratusan media di Kabupaten Tangerang,” ujar Febi.

“Kami siap menerima kerja samanya sesuai aturan yang telah ditetapkan. Kami juga sangat mengapresiasi kedatangan rekan-rekan dari MOI DPC Kabupaten Tangerang melalui surat permohonan audiensi yang ditujukan kepada Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang,” tutup Febi.

Jelang Ramadan, H. Ruslan Daud Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tengah

By On Rabu, Februari 11, 2026

Menjelang bulan suci Ramadan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD), kembali menyalurkan bantuan sembako bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tengah, Rabu, 11 Februari 2026. 

TAKENGON, KabarViral79.Com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD), kembali menyalurkan bantuan sembako bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tengah, Rabu, 11 Februari 2026.

Bantuan berupa beras, mie instan, minyak goreng, air mineral, dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya disalurkan melalui tim pemenangan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh Tengah.

Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat mempersiapkan kebutuhan dasar menjelang puasa.

Anggota DPRK Aceh Tengah dari Fraksi PKB, Saiful Ms Amirullah dan Azhari, menyampaikan apresiasi atas komitmen HRD yang terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat di dataran tinggi Gayo.

“Seluruh bantuan dari Pak HRD kami distribusikan langsung kepada masyarakat terdampak banjir di Aceh Tengah. Beliau selalu hadir untuk warga, tidak hanya saat bencana,” ujar Saiful.

Ia menambahkan, pendistribusian bantuan dilakukan secara merata hingga ke gampong-gampong terdampak bencana agar tepat sasaran.

Bantuan ini juga bukan yang pertama. Pada masa tanggap darurat sebelumnya, HRD telah menyalurkan bantuan serupa untuk warga Aceh Tengah.

Menurut Saiful, perhatian HRD terhadap masyarakat Gayo bukan hanya dalam situasi bencana. Berbagai program pembangunan infrastruktur juga telah diperjuangkan HRD untuk mendukung kemajuan wilayah tersebut.

“Beliau sudah lama memperhatikan masyarakat Aceh, khususnya Aceh Tengah. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pak HRD. Semoga diberi kekuatan dalam menjalankan amanah, termasuk sebagai Ketua DPW PKB Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, H. Ruslan Daud mengatakan, penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari instruksi Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, agar seluruh kader hadir membantu masyarakat yang terkena musibah di Aceh dan wilayah Sumatera.

“Bantuan kebutuhan pokok ini diharapkan dapat meringankan beban warga pada masa pemulihan pasca banjir serta membantu mereka menyambut Ramadan dengan lebih tenang,” kata HRD.

Ia berharap, aktivitas masyarakat di Aceh Tengah dapat segera pulih dan roda kehidupan dapat kembali berjalan normal. (Joniful Bahri)

SDN Serang XIII Meraih Juara Pertama Dalam Lomba Pantomim

By On Rabu, Februari 11, 2026

 


Serang, KabarViral79.ComSDN Serang XIII menurunkan siswa-siswi terbaik yang telah lulus dalam seleksi pemilihan untuk mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Sains Nasional (OSN), dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

Kegiatan lomba yang diikuti SDN Serang XIII salah satunya adalah lomba pantomim yang diikuti oleh Rasendriya Mahendra (Rama) dan Muhamad Kaffie El Azzam (EL).

Lomba pantomim tingkat Kecamatan diikuti oleh berbagai Sekolah Dasar yang berada di wilayah hukum Kecamatan Serang dengan tema “Merdeka Berprestasi, Seni Membangun Karakter dan Talenta Menginspirasi Negeri” yang diselenggarakan di SDIT Widya Cendekia, Rabu, 11/02/2026.

Kepala Sekolah SDN Serang XIII, Hj. Nina Rostiana, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa tahun 2026 ini Rama dan EL terpilih kembali untuk mewakili SDN Serang XIII dalam mengikuti lomba pantomim tingkat Kecamatan. Ujarnya.

Lomba pantomim memiliki beberapa manfaat di antaranya meningkatkan kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan komunikasi non-verbal, membentuk karakter, serta kecerdasan emosional melalui olah tubuh dan ekspresi wajah,” ungkapnya.

Amsanah, S.Pd., selaku guru pembimbing lomba pantomim menjelaskan bahwa, “Sebelumnya Rama dan EL telah memenangkan lomba pantomim tingkat Kecamatan dengan meraih Juara ke-2 dan meraih Juara ke-3 (tiga) tingkat Kota Serang pada tahun 2025,” jelasnya.

“Alhamdulillah Rama dan EL memenangkan kembali perlombaan pantomim pada hari ini dengan meraih Juara ke-1 (satu) tingkat Kecamatan,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Lilis Kurniasih, S.Pd., mengungkapkan kegembiraannya karena Rama dan EL akhirnya meraih Juara ke-1 tingkat Kecamatan. Ucapnya.

“Akhirnya usaha tidak mengkhianati hasil. Semoga Rama dan EL dapat memenangkan kembali lomba pantomim tingkat Kota Serang. Aaamiiin,” pungkasnya. (Asep Hendi)

Portal Perhutani di RPH Bayah Selatan Diduga Hanya Formalitas, Akses Tambang Batu Bara Tetap Terbuka

By On Rabu, Februari 11, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.Com - Upaya penertiban lahan milik Perhutani di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bayah Selatan, BKPH Bayah, kembali menuai sorotan. Pemasangan portal di pintu masuk kawasan wisata Karang Bokor, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, yang dimaksudkan untuk menghalang truk pengangkut batu bara ilegal, diduga hanya menjadi “pajangan” dan rekayasa semata, Kamis (11/2/2026).

Berdasarkan investigasi tim media pada Selasa, 10 Februari 2026, ditemukan fakta bahwa portal tersebut sering kali dalam kondisi terbuka. Meski rantai dan gembok tampak terpasang, pipa penyangga portal dapat digeser dengan mudah sehingga akses jalan tetap bisa dilalui kendaraan besar. Kondisi ini memicu dugaan bahwa pemasangan atribut keamanan tersebut tidak dilakukan dengan serius.

Padahal, lokasi tersebut merupakan lahan resmi milik Perum Perhutani yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan portal tersebut berulang kali dibongkar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (KBKPH) Bayah, Lucyta Sakagiri, berdalih bahwa pihaknya sudah berupaya melakukan pengamanan maksimal.

“Pemasangan portal itu sebenarnya sudah dicor. Memang sebelumnya sempat ada yang membongkar, dan kejadian tersebut sudah kami laporkan (Lapdu) ke Polsek setempat,” ujar Lucyta saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Selasa (10/2).

Lucyta menambahkan bahwa pihaknya menduga ada oknum yang sengaja menggeser pipa penutup akses tersebut untuk kepentingan tertentu.

“Mungkin sekarang portalnya ada yang menggeser kembali. Namanya pencuri, pasti mencari berbagai cara. Kami tidak akan tinggal diam dan segera melaporkan hal ini kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Lebih lanjut, Lucyta menjelaskan bahwa pada Rabu, 11 Februari 2026, pihak internal Perhutani akan melakukan tinjauan lapangan bersama Wakil Administratur (Waka).

“Kebetulan hari ini ada kunjungan Pak Waka ke Bayah. Perihal ini akan kami sampaikan langsung untuk meminta arahan terkait tindakan selanjutnya, apakah akan kembali melaporkan ke Polsek atau ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Dengan adanya aksi pembongkaran paksa portal di wilayah kerja Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bayah memicu reaksi keras dari elemen masyarakat. Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya PAC Bayah mendesak pihak Perum Perhutani untuk mengusut tuntas pelaku pengrusakan aset negara tersebut.

Ketua GRIB Jaya PAC Bayah, Ade PK, menegaskan bahwa insiden ini tidak boleh dibiarkan tanpa ada proses hukum yang jelas. Menurutnya, pembongkaran portal merupakan bentuk perlawanan terhadap aturan yang harus segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

“Kami menekan dengan tegas kepada pihak Perhutani agar segera melakukan pengusutan tuntas atas kasus pembongkaran portal di wilayah BKPH Bayah. Pelakunya harus terungkap dan diproses secara hukum agar ada efek jera,” tegas Ade PK dalam keterangannya di Lebak.

Ade menambahkan bahwa portal tersebut merupakan instrumen penting dalam mengawasi keluar-masuknya kendaraan di kawasan hutan, termasuk mencegah aktivitas tambang ilegal. Pembongkaran portal secara sepihak diduga kuat berkaitan dengan upaya pihak tertentu untuk memuluskan kembali aktivitas yang melanggar hukum.

Hingga saat ini, publik menunggu langkah konkret dari manajemen Perum Perhutani KPH Banten untuk menggandeng aparat penegak hukum guna mengidentifikasi aktor di balik pengrusakan tersebut. GRIB Jaya berkomitmen akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi tegaknya supremasi hukum di wilayah Bayah.

(Tim/Red)

HRD: Huntara adalah Hak Mutlak Korban Banjir Bireuen, Bukan Kebijakan yang Boleh Ditunda

By On Selasa, Februari 10, 2026

HRD saat bersilaturahmi dengan wartawan di kediamannya, Meuligoe Residence Cot Gapu, Bireuen, Selasa, 10 Februari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen kembali menjadi sorotan.

Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan M. Daud (HRD) menegaskan, Huntara merupakan hak mutlak masyarakat terdampak, bukan sekadar kebijakan opsional yang bisa ditunda atau dinegosiasikan.

Menurut HRD, hingga kini masih banyak titik terdampak parah yang belum mendapatkan perhatian maksimal, termasuk Gampong Salah Sirong kawasan yang mengalami kerusakan terberat pasca banjir bandang dan longsor akhir tahun lalu.

Banyak warga masih tinggal di tenda-tenda darurat karena belum adanya Huntara maupun Hunian Tetap (Huntap).

“Huntara bukan hanya tempat tinggal sementara. Setelah masa darurat selesai, bangunan Huntara dapat menjadi aset desa dan dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar HRD saat bersilaturahmi dengan wartawan di kediamannya, Meuligoe Residence Cot Gapu, Bireuen, Selasa, 10 Februari 2026.

Komitmen Memperjuangkan Hak Warga

HRD menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi warga yang kehilangan rumah, lahan, serta harta benda akibat bencana.

Ia memastikan akan terus memperjuangkan hak-hak masyarakat di tingkat pusat agar bantuan perumahan dan infrastruktur dapat segera direalisasikan.

“Selaku wakil rakyat, saya akan memperjuangkan agar bantuan bagi korban banjir segera terealisasi. Masyarakat tidak boleh menunggu terlalu lama di tenda pengungsian,” tegasnya.

Dalam kunjungannya ke beberapa lokasi terdampak, HRD mendengar langsung keluhan masyarakat yang meminta hunian sederhana, walaupun hanya dari tepas atau bambu, asalkan layak sebagai tempat berteduh.

HRD menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bireuen masih memiliki kesempatan untuk mengusulkan pembangunan Huntara kepada pemerintah pusat.

Skema pembangunan melalui kementerian/lembaga terkait telah tersedia dan siap diakomodasi bagi daerah yang mengusulkan.

“Jika bupati mau mengusulkan Huntara, itu masih bisa dilakukan. Namun kalau diajukan sekarang, Huntara kemungkinan baru siap ditempati saat Hari Raya,” jelasnya.

Ia mempertanyakan alasan mengapa Bireuen belum mengusulkan, sementara daerah lain di Aceh sudah menerima dukungan pembangunan hunian dari pemerintah pusat.

“Bireuen ini milik kita semua, bukan milik individu. Jangan ada ego. Kita bukan Fir’aun. Kalau ada kekurangan, mari kita perbaiki bersama,” tegasnya.

HRD juga mengingatkan pentingnya peran media dalam menyampaikan fakta lapangan secara objektif.

Menurutnya, pemberitaan yang tepat akan mendorong pemerintah untuk lebih peka terhadap kondisi nyata masyarakat terdampak.

“Media adalah instrumen penting agar pemerintah melihat langsung apa yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Tidak Ada Alasan Menunda Hak Masyarakat

Menutup penyampaiannya, HRD menegaskan bahwa pembangunan Huntara adalah kewajiban moral dan konstitusional pemerintah terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal.

“Tidak ada alasan apa pun untuk menunda, apalagi meniadakan Huntara. Pemerintah seharusnya meringankan beban masyarakat, bukan menambah beban mereka,” ujarnya.

HRD menekankan bahwa Bireuen memiliki hak yang sama dengan daerah lain di Aceh.

“Kalau daerah lain bisa, kenapa Bireuen tidak? Hak masyarakat jangan sampai terpangkas hanya karena kelalaian administrasi atau keterlambatan usulan,” pungkasnya. (Joniful Bahri)

Kejari Bireuen Musnahkan Ribuan Barang Bukti Berbagai Perkara, Termasuk 88 Kilogram Ganja dan 800 Gram Sabu

By On Selasa, Februari 10, 2026

Kejari Bireuen memusnahkan ribuan barang bukti dari berbagai perkara tindak pidana, pemusnahan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kejari Bireuen, Selasa, 10 Februari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen memusnahkan ribuan barang bukti dari berbagai perkara tindak pidana umum, mulai dari narkotika, kejahatan terhadap orang dan harta benda (Oharda), keamanan negara dan ketertiban umum (Kamnegtibum), hingga tindak pidana umum lainnya (TPUL).

Pemusnahan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kejari Bireuen, Selasa, 10 Februari 2026.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Yarnes, S.H., M.H., Kasat Reskrim Polres Bireuen, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.

Kajari Bireuen, Yarnes menyampaikan, seluruh barang bukti yang dimusnahkan merupakan barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Bireuen.

“Pemusnahan ini merupakan pelaksanaan kewenangan Jaksa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 10 KUHAP, yaitu mengeksekusi putusan pengadilan serta melaksanakan penetapan hakim. Semua barang bukti dimusnahkan agar tidak disalahgunakan dan demi menjaga integritas proses penegakan hukum,” ujarnya.

Barang bukti yang dimusnahkan tesebut, di antaranya narkotika (10 perkara sabu, 4 perkara ganja, 1 perkara obat keras), Sabu (methamphetamine/amphetamine): 800,3 gram,  Ganja: 88.379,87 gram,  Obat keras: 1.050 butir.

Begitupun barang bukti pendukung, Handphone (3 unit), bong (3 buah), timbangan (4), kotak rokok (4), plastik (14 lembar), kaca pirex (1), gunting (4), pisau lipat (1), tas/dompet (6), pakaian (2), korek (2), sedotan/sendok sabu (4), penjepit bambu (2), keranjang (1), terpal (2), karung (2), kardus (3), ATM (1).

Selain itu, barang bukti OHARDA (Orang dan Harta Benda), parang (1 bilah), kunci (1), gunting (1), tang (1), tas selempang (1). Barang bukti Kamnegtibum/TPUL,  Pakaian (8 buah), kitab (983 buah). 

Barang bukti narkotika dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam air hingga tidak dapat digunakan kembali.

Barang bukti lain seperti senjata tajam, alat bantu, pakaian, dan barang OHARDA dihancurkan, sementara ribuan kitab serta barang tertentu dibakar atau direndam hingga rusak total.

Kejari Bireuen menegaskan bahwa seluruh proses—mulai dari pengumpulan, pendataan, hingga pemusnahan—dilakukan secara transparan dan terdokumentasi.

Hal ini untuk mencegah terjadinya penyimpangan serta memastikan pemusnahan benar-benar dilakukan sesuai ketentuan hukum.

“Semua tahapan kami dokumentasikan sebagai bentuk akuntabilitas Kejaksaan. Ini untuk menghindari potensi penyalahgunaan barang bukti,” tegas Yarnes.

Dengan pemusnahan ini, Kejari Bireuen berharap masyarakat semakin percaya terhadap komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas kejahatan, khususnya narkotika yang masih mengancam generasi muda di Kabupaten Bireuen dan sekitarnya. (Joniful Bahri)

Di Tengah Lumpur dan Ketidakpastian, Warga Bireuen Masih Menunggu Kepastian Nasib Jelang Ramadan

By On Selasa, Februari 10, 2026

Satu unit rumah warga Salah Sirong, Jeumpa, Bireuen, menyisakan kenangan pasca dihantam banjir bandang. Sejauh ini mereka masih bertahan di titik pengungsian. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Di antara tumpukan lumpur yang mulai mengering dan serpihan kayu yang berserakan di halaman rumah mereka yang hancur, warga Bireuen masih menatap hari-hari dengan perasaan cemas.

Banjir bandang dan tanah longsor yang meluluhlantakkan sejumlah kecamatan pada akhir 2025 itu memang telah berlalu. Namun bagi para penyintas, bencana itu meninggalkan jejak yang jauh lebih sulit: ketidakpastian.

Ramadan tinggal menghitung hari. Biasanya, desa-desa di Bireuen mulai dipenuhi suara orang membersihkan Meunasah, aroma kue boi yang dipanggang di dapur rumah, dan anak-anak yang berlatih azan menjelang tarawih pertama.

Tahun ini, pemandangannya lain. Meunasah menjadi tempat pengungsian, dapur berubah jadi tenda darurat, dan anak-anak mengingat suara hujan deras lebih sering daripada suara tadarus.

Mencari Nama di Daftar yang Terus Berubah

Di Meunasah Peusangan Selatan, warga berdiri memandangi selembar kertas lusuh yang ditempel di dinding. Daftar keluarga terdampak itu masih terus berubah—ada yang baru ditambahkan, ada yang hilang, ada yang dicoret.

“Kami cuma ingin tahu, apakah data ini sudah benar. Kalau data belum selesai, kami takut bantuan tak sampai,” ujarnya seorang warga dengan suara lelah setelah sudah dua minggu tidur di tikar tipis bersama istri dan dua anaknya.

Rumah mereka rusak parah, dinding roboh, dan sumur tertimbun lumpur. Setiap malam mereka berdoa agar daftar itu suatu hari benar-benar final karena di balik finalnya data, ada harapan untuk kembali bangkit.

Nek Ti: Menunggu Rumah yang Mungkin Tak Kembali

Di Gampong Salah Sirong, Jeumpa, seorang nenek berusia hampir 70 tahun duduk memeluk tas kecil berisi pakaian. Ia dikenal sebagai Nek Ti, sosok yang rumahnya hanyut diseret banjir bandang.

“Rumah saya hilang… semua ikut air,” ujarnya perlahan. Tangannya bergetar saat menyeka air mata.

Sejak itu, Nek Ti berpindah dari satu tenda ke tenda lain bersama beberapa keluarga lainnya. Ia hanya berharap satu hal: sebuah tempat tinggal yang bisa membuatnya beribadah dengan tenang di bulan Ramadan nanti. 

“Ramadan sebentar lagi. Saya tidak tahu harus tinggal di mana. Doa saya cuma satu: dapat rumah yang tidak bocor dan tidak takut kalau hujan turun,” katanya.

Warga Salah Sirong, Jeumpa, Bireuen, masih terpaku di titik pengungsian. Sejauh ini belum ada kepastian untuk tempat tinggal. 

Antara Bertahan dan Pasrah

Di beberapa titik pengungsian, para ibu menjemur pakaian anak yang masih berbau lumpur, sementara para ayah bekerja memecah tanah yang mengeras dengan cangkul, mencoba menyelamatkan sisa-sisa yang tertinggal.

Ada yang menemukan foto keluarga yang basah, ada yang menemukan mushaf Al-Qur’an yang masih utuh meski terendam air.

“Barang boleh hilang, tapi bukan semangat,” kata Zulfikar, seorang warga yang kini membangun dapur darurat dengan papan bekas jembatan.

Namun semangat saja tidak cukup. Warga masih mengharapkan kejelasan: bagaimana nasib rumah mereka, kapan bantuan datang, dan di mana mereka akan menjalani ibadah di bulan suci nanti.

Verifikasi Data yang Masih Berjalan

Sebelumnya, Plt. Kalak BPBD Bireuen, Doli Mardian menyampaikan, jumlah pengungsi saat ini tersisa 359 KK, namun pendataan masih berjalan karena ada warga yang berpindah, ada desa yang baru dilaporkan, dan ada rumah yang kerusakannya baru diketahui setelah air benar-benar surut.

“Kami terus perbarui data agar bantuan tepat sasaran. Kondisi di lapangan sangat dinamis,” ujarnya.

Bagi pemerintah, angka-angka itu mungkin sekadar data. Namun bagi warga, angka itu adalah penentu apakah mereka akan menerima bantuan pangan, renovasi rumah, atau hanya kembali bergantung pada belas kasih tetangga.

Ramadan Tanpa Kepastian

Di malam-malam yang semakin mendekati Ramadan, warga Bireuen tidak lagi membicarakan menu sahur atau rencana tarawih pertama. Mereka berbicara tentang cuaca, tentang tenda yang bocor, tentang daftar penerima bantuan yang masih berubah.

Di bawah lampu darurat Meunasah, ada anak-anak yang tetap tertawa, bermain lumpur di halaman, seakan bencana tidak pernah singgah. Namun di balik tawa mereka, para orang tua menyimpan kegelisahan—kegelisahan yang tidak bisa dihapus dalam hitungan hari.

“Kami ingin Ramadan yang tenang. Tapi entah bisa atau tidak,” kata Sulaiman Taeb sambil menatap reruntuhan rumahnya yang tersisa separuh.

Di tengah lumpur yang mulai mengering dan ketidakpastian yang belum usai, warga Bireuen tetap berharap satu hal: adanya kepastian nasib sebelum bulan suci tiba. Harapan itu sederhana, tapi bagi mereka—itu adalah satu-satunya pegangan untuk melanjutkan hidup. (Joniful Bahri)

Video: Mensos Sebut RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif, Jamin Biaya Tiga Bulan

By On Senin, Februari 09, 2026

JAKARTA, KabarViral79.Com Pemerintah dan DPR menegaskan Rumah Sakit (RS) tidak boleh menolak pasien, termasuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang statusnya nonaktif dan menderita penyakit kronis.

Selama tiga bulan ke depan, layanan kesehatan telah disepakati akan ditanggung pemerintah.

“Untuk yang penyakit-penyakit kronis yang membutuhkan perawatan berkelanjutan seperti cuci darah, otomatis tidak boleh ditolak oleh rumah sakit dan langsung nanti pembiayaannya dibiayai oleh pemerintah,” ujar Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 09 Februari 2026.

Ia menegaskan, jaminan pembiayaan tersebut berlaku dalam jangka waktu tiga bulan ke depan sembari pemutakhiran data dilakukan. 

Seluruh rumah sakit tidak boleh menolak pasien dengan alasan apa pun.

“Tiga bulan ke depan ini akan dijamin. Jadi untuk itu jangan ada rumah sakit yang menolak. Menurut saya, Menteri Kesehatan juga sudah ada jelas itu, undang-undangnya ada, peraturannya ada, tidak boleh rumah sakit menolak pasien,” tegasnya. (*/red)

Video: Penonaktifan 11 Juta PBI JKN Bikin Gaduh, Menkeu Purbaya Tegur BPJS Kesehatan

By On Senin, Februari 09, 2026

JAKARTA, KabarViral79.Com Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik keras terhadap pengelolaan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) oleh BPJS Kesehatan.

Ia menilai, penonaktifan mendadak jutaan peserta justru menimbulkan kegaduhan publik tanpa memberikan efisiensi anggaran bagi negara.

Purbaya menegaskan, alokasi dana pemerintah untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen PBI tidak mengalami pengurangan.

Menurutnya, polemik yang muncul akibat penonaktifan peserta secara tiba-tiba sebagai langkah yang tidak bijak dan merugikan citra pemerintah.

"Uang negara yang dikeluarkan tetap sama, tapi masyarakat ribut. Pemerintah justru dirugikan secara reputasi,” kata Purbaya saat rapat konsultasi bersama DPR dan jajaran BPJS Kesehatan, Senin, 09 Februari 2026. (*/red)

Video: Prabowo Sebut Terlalu Banyak Kekayaan Negara Dicuri, Dibawa ke Luar

By On Senin, Februari 09, 2026

JAKARTA, KabarViral79.Com Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang melimpah oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Menurut Prabowo, banyak aset negara yang dicuri dan dibawa keluar negeri, sehingga rakyat Indonesia tidak dapat menikmati hasil dari kekayaan yang dimiliki.

Prabowo pun bertekad untuk melindungi dan menjaga kekayaan negara demi kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur (Jatim), Minggu, 08 Februari 2026.

Ia menegaskan, pemerintahannya akan dengan tegas melawan segala bentuk korupsi, manipulasi, serta pencurian yang merugikan kekayaan Indonesia.

"Kita tidak boleh ragu-ragu, dan pemerintah yang saya pimpin tidak akan ragu-ragu untuk melawan segala bentuk korupsi, segala bentuk penipuan, segala bentuk manipulasi, segala bentuk penggarongan atas kekayaan rakyat Indonesia. Saya tidak akan ragu-ragu dan saya tidak akan mundur, setapak pun," tegas Prabowo. (*/red)

Anggota DPRD Kabupaten Lebak Samboja Ucapkan Selamat HPN 2026: Pers Garda Terdepan untuk Kepentingan Masyarakat

By On Senin, Februari 09, 2026

Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Samboja Uton Witono

LEBAK, KabarViral79.Com - Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Samboja Uton Witono (Ama Dewan) menyampaikan selamat dan suksesnya peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Provinsi Banten, pada Senin, 09 Februari 2026.

Menurutnya, media merupakan salah satu garda terdepan yang dapat memberikan informasi untuk kepentingan dan  kemerdekaan masyarakat, baik itu jalan rusak,  infrastuktur, dan yang lainnya.

“Keberadaan pers atau media itu menjadi penyambung aspirasi dari masyarakat  terhadap pemerintah, seperti keluhan-keluhan di wilayahnya masing-masing, baik dari segi infrastuktur, jalan rusak, bencana, dan banyak lagi yang lainnya,” ujar Samboja Uton Witono yang juga Tokoh Masyarakat di Lebak Selatan ini.

“Saya atas nama DPRD Kabupaten Lebak dari Partai Gerindra, mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya HPN 2026. Semoga pers makin jaya, dan media merupakan garda terdepan dalam memberikan informasi terhadap publik,” imbuhnya. (Cup)

Tingkatkan Effisiensi Operasional, Arjaya Berkah Marine Luncurkan Aplikasi Berbasis Web

By On Senin, Februari 09, 2026

 


Serang, KabarViral79.Com – Menghadapi tantangan industri maritim yang semakin kompleks di tahun 2026, PT Arjaya Berkah Marine perusahaan yang bergerak di bidang reparasi & penutuhan kapal yang berlokasi di Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, secara resmi mengumumkan peluncuran aplikasi berbasis web terbaru mereka.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata perusahaan dalam mengoptimalkan efisiensi operasional, keakuratan administrasi dan mempercepat digitalisasi dalam layanan reparasi & penutuhan kapal.

Aplikasi ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai proses Administrasi yang sebelumnya dilakukan secara manual. Dengan sistem manajemen terpusat, tim operasional kini dapat memantau pergerakan aset, jadwal pemeliharaan, hingga manajemen logistik secara real-time.

“Kami menyadari bahwa kecepatan dan akurasi data adalah kunci utama. Peluncuran aplikasi berbasis web ini merupakan solusi untuk memangkas birokrasi internal dan memberikan nilai tambah bagi klien kami.” Kata Divisi Kehumasan Arjaya Berkah Marine, Rahmatulloh, melalui keterangan tertulis, yang diterima awak media, Senin (9/2/2026).

Rahmatulloh menjelaskan, Dengan implementasi teknologi ini, Arjaya Berkah Marine optimis dapat menekan biaya operasional serta meminimalisir kesalahan manusia (human error). Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain industri yang adaptif terhadap perkembangan Teknologi 4.0.

“Kami memproyeksikan peningkatan efisiensi kerja hingga 30%. Kami berharap dengan adanya aplikasi ini dapat meminimalisasi human error dalam input data & administrasi menjadi target utama,” ujarnya.

Langkah inovatif PT Arjaya Berkah Marine ini diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain utama di industri galangan kapal yang adaptif terhadap perkembangan teknologi Industri 4.0, sekaligus memberikan nilai tambah yang signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Peringati HPN 2026, PPWI Simpul Lebak Selatan Gelar Tasyakuran

By On Senin, Februari 09, 2026

LEBAK, KabarViral79.Com Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) simpul Lebak Selatan menggelar tasyukuran bersama, Senin, 09 Februari 2026.

Kegiatan tasyakuran HPN 2026 itu berlangsung di Sekretariat PPWI Simpul Lebak Selatan, tepatnya di Kampung Sukasari, Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten.

Hadir dalam kesempatan itu, Muspika Kecamatan Panggarangan, di antaranya Kapolsek Panggarangan AKP Acep Komarudin, Danramil Bayah yang diwakili Sertu Asep M. Hasan serta Camat Panggarangan diwakili MP. Usep Herdiana.

Selain itu hadir juga Kepala Desa Sukajadi Ujang Supiana, Kiyai Ace Desa Situregen, Ketua Karang Taruna Kecamatan Panggarangan Najruli, Tokoh Pemuda Panggarangan Asep Dedin, dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Ketua PPWI Simpul Lebak Selatan, yang diwakili Ade Abdul Rojak menyampaikan terima kasih atas kehadiran Muspika Kecamatan Panggarangan pada tasyakuran HPN 2026.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sinergitasnya TNI dan Polri serta unsur pemerintah dan masyarakat yang telah membersamai tasyakuran HPN 2026 yang dilaksanakan PPWI Simpul Lebak Selatan ini,” ucap Ade.

Menurut Ade, tanggal 9 Februari, tepatnya pada hari ini adalah Hari Pers Nasional (HPN) dimana momen penting baginya selaku insan pers.

Karena, kehadiran Pers atau pun Pewarta memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi, pengawal demokrasi, serta jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Akan tetapi, dibalik era digital saat ini, cepatnya informasi, tak menampik pers juga dihadapkan juga pada tantangan yang besar, mulai dari maraknya informasi yang belum tentu kebenarannya (hoaks).

Oleh karena itu, pers harus tetap menjaga profesionalisme, etika jurnalistik, dan keberpihakan pada kebenaran harus senantiasa menjadi landasan utama dalam setiap karya jurnalistik.

“Kami berharap, melalui peringatan HPN 2026 ini, insan pers Indonesia umumnya, khususnya PPWI Simpul Baksel semakin kuat, berintegritas, tepat, akurat dalam menyampaikan informasi terhadap publik,” pungkasnya. (Uday)

HRD Tanggapi Isak Tangis Nek Ti, Desak Pemda Sediakan Hunian Sementara Jelang Ramadan

By On Senin, Februari 09, 2026

Nek Ti dengan isak tangis mengeluh saat bertemu Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan M. Daud (HRD), dalam kunjungannya ke Desa Salah Sirong Jaya, Jeumpa, Bireuen, Sabtu, 07 Februari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Harapan seorang lansia bernama Nek Ti (70) dari Gampong Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, mencuatkan kembali urgensi penanganan hunian bagi korban bencana di Aceh.

Rumah Nek Ti hancur dan hanyut dibawa arus sungai akibat banjir bandang pada 26 November 2025, membuatnya kini tinggal di tenda pengungsian yang jauh dari layak, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

"Hanale rumoh loen, ka dicoek le Krueng (Rumah saya tidak ada lagi nak, sudah hanyut menjadi sungai),” ujar Nek Ti dengan isak tangis saat bertemu Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan M. Daud (HRD), dalam kunjungannya ke Desa Salah Sirong Jaya, Sabtu, 07 Februari 2026.

Ia mengaku sangat berharap adanya tempat tinggal sementara yang dapat ditempati segera, bukan hunian tetap yang membutuhkan waktu lama untuk dibangun.

Hidup di tenda membuatnya kesulitan beristirahat, terlebih untuk mempersiapkan diri menjalani ibadah puasa.

Dalam suasana haru, Nek Ti menyampaikan langsung permohonannya kepada HRD.

Ketiadaan hunian membuatnya merasa cemas, baik untuk kebutuhan berteduh maupun ketenangan beribadah menjelang Ramadan.

Menanggapi hal tersebut, HRD menegaskan bahwa kondisi yang dialami Nek Ti adalah gambaran nyata dari banyak korban bencana lainnya, terutama kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak-anak, yang masih hidup tanpa kepastian hunian.

“Ketika seorang nenek menangis karena tidak memiliki tempat tinggal untuk menyambut Ramadan, itu bukan sekadar permintaan pribadi. Ini panggilan nurani bagi negara untuk hadir secara nyata,” ujar HRD.

Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, perumahan rakyat, dan penanggulangan bencana, HRD menilai belum tersedianya hunian sementara (Huntara) merupakan indikasi lemahnya respons darurat di tingkat daerah.

Padahal, pemerintah pusat melalui BNPB serta Kementerian terkait telah menyediakan skema pendanaan dan asistensi teknis yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah.

HRD menegaskan, hunian sementara adalah solusi mendesak agar korban bencana tidak terlalu lama hidup dalam kondisi tidak layak. Tanpa Huntara, korban berisiko menghadapi masalah kesehatan, tekanan psikologis, hingga hambatan dalam menjalani aktivitas harian, terutama menjelang Ramadan.

Ia juga mengingatkan bahwa hak atas tempat tinggal yang layak dijamin oleh Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 serta UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Karena itu, pemerintah daerah diminta segera bergerak memanfaatkan dukungan kebijakan pusat dan menerjemahkannya dalam tindakan nyata di lapangan.

HRD memastikan akan mengawal aspirasi warga terdampak melalui fungsi pengawasan DPR RI.

Ia menekankan bahwa suara korban bencana tidak boleh berhenti pada air mata, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata yang berpihak pada kemanusiaan. (Joniful Bahri)

Forum Kader Bela Negara Laksanakan Diklat Penyegaran dan Pemantapan Kogaphan di Pusdikzi Bogor

By On Senin, Februari 09, 2026

 


Bogor, KabarViral79.Com – Forum Kader Bela Negara (FKBN) melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) penyegaran serta pemantapan Komando Gabungan Potensi Pertahanan (Kogaphan) yang bertempat di Pusdikzi (Pusat Pendidikan Zeni Tempur TNI AD), Bogor, Minggu, 08 Januari 2026.

Kegiatan ini berada di bawah pembinaan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Kasatwas Forum Kader Bela Negara RI, Mayor Jenderal TNI (Purn) Adi Sudaryanto, turut hadir bersama Kolonel Laut (Purn) Bagus. Selain itu, Brigadir Jenderal TNI Luhut Marpaung selaku Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI juga memberikan sambutan dan arahan.

Acara ini dihadiri oleh beberapa Bakorwil serta perwakilan, di antaranya Bakorpus Angga dan Sekretaris Sistama beserta jajaran staf. Hadir pula Bakorwil dari berbagai daerah seperti Lampung, Riau, Padang, dan Jawa Barat.

Dari FKBN Banten, hadir Bakorwil Radianto, Staf Khusus H. Mujiono, SH, Direktur Pertahanan FKBN Banten Miyono, Sekwil Saudara Raka, Bendahara Roy, serta anggota lainnya. Kegiatan dilaksanakan di Pusdikzi Bogor dengan jumlah peserta latihan kurang lebih 100 personel Kogaphan dan Srikandi. Para peserta berasal dari berbagai provinsi, antara lain Lampung, Jawa Barat, Palembang, Riau, dan Padang.

Dalam kesempatan tersebut, Bakorwil FKBN Banten menunjuk H. Mujiono, SH sebagai Komandan Kogaphan Provinsi Banten.

Kepala Satuan Pengawas Kogaphan, Mayor Jenderal TNI (Purn) Adi Sudaryanto, menyampaikan harapannya agar latihan dan penyegaran Kogaphan di Pusdikzi Bogor ini dapat menambah wawasan kebangsaan serta menumbuhkan rasa cinta tanah air. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan hingga gelombang berikutnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Bacadnas Brigadir Jenderal TNI Luhut Marpaung menegaskan pentingnya penerapan Sishankamrata (Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta). Menurutnya, latihan dan penyegaran ini dapat dijadikan sebagai penguatan wawasan kebangsaan serta pembentukan kader bela negara yang nantinya dapat diterapkan dan disosialisasikan di daerah masing-masing. Hal ini dinilai penting mengingat akhir-akhir ini wawasan kebangsaan di tengah masyarakat dinilai mengalami penurunan.

Pada kesempatan tersebut, Bacadnas Mayjen TNI Luhut Marpaung juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta Forum Kader Bela Negara agar senantiasa menjaga kekompakan. Ia berharap kegiatan ini dapat terus ditularkan kepada generasi muda sehingga mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Menang Tiga Gol, FC Jalu Besutan Kades Amanta dan Jaro Begeng Melenggang ke Semifinal Turnamen Sepak Bola H. Ayah Jono Cup

By On Minggu, Februari 08, 2026


TANGERANG, KabarViral79.Com - FC Jalu (Jalupang) Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, besutan Kades Cileles Amanta dan Jaro Begeng  berhasil maju ke putaran semifinal pada turnamen 16 Bendera H. Ayah Jono Cup dalam rangka silaturahmi menyambut bulan suci ramadan, setelah menang atas Pordes Solear 3 - 0, di lapangan Sepak Bola Daan Mogot (DM) Desa Cireundeu, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Minggu, 08 Februari 2026.

Sejak awal kick of, tanda pertandingan dimulai dan dipimpin Wasit Drs. Iwan Deeleng asal Askab Tangerang, FC Jalu di bawah besutan Kepala Desa Cileles Amanta dan Jaro Begeng  langsung mengambil kendali permainan. 

Tim yang diperkuat para pemain Tarkam terbaik begitu sangat mendominasi permainan. Namun kokohnya tembok pertahanan FC Pordes Solear hingga sampai berakhirnya babak pertama usai, skor tetap 0-0.

Memasuki awal babak kedua, barulah FC Jalu berhasil menyarangkan gol lewat satu kemelut di depan FC Pordes Solear sehingga merubah skor jadi 1-0.

Tak sampai di situ, lewat satu sekelumit lagi di depan gawang, kembali FC Jalu kembali  menyarangkan gol, dengan merubah skor menjadi 2-0.

Memasuki akhir babak kedua, FC Jalu lagi-lagi membobol jala FC Pordes Solear dan merubah papan skor menjadi 3-0.

Hingga peluit babak kedua berakhir di tiup oleh wasit Drs. Iwan Deeleng, kemenangan 3-0 tanpa balas bertahan.


Kades Cileles Amanta dan Jaro Begeng sebelum pertandingan dimulai menyampaikan kepada para pemain Tim FC Jalu bersama tim official untuk bermain dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan bekerja sama antar pemain di dalam lapangan.

"Tanpa adanya kerja sama yang baik, tidak mungkin kita memenangkan sebuah pertandingan," ucap keduanya. 

Usai pertandingan, Kades Cileles Amanta dan Jaro Begeng mengucapkan terima kasih kepada para pemain FC Jalu yang sudah bekerja keras di lapangan sehingga bisa memenangkan Laga di putaran kedua ini. 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para Ketua RT dan RW, Jaro seluruh tim official, serta para pendukung yang telah memberikan semangat dan dukungan, sehingga FC Jalu berhasil melaju ke semifinal.

"Semoga Tim FC Jalu di putaran Semifinal nanti bisa memberikan kemenangan lagi dan bisa tembus ke final, sehingga nanti bisa membawa nilai yang positif kepada masyarakat Desa Cileles lewat olahraga sepak bola," tuturnya.

Seperti biasa, jalannya Turnamen Sepak Bola 16 Bendera H. Ayah Jono Cup di Lapangan Daan Mogot, Desa Cireundeu ini dipandu oleh Reporter Sepak Bola Tarkam kawakan Bung Edward Faris yang sudah sangat melekat dengan para pecinta Sepak Bola Tarkam. 

Lewat ciutan-ciutan khasnya, dia selalu menyapa para penonton yang diselingi dengan banyolan-banyolan yang  membuat suasana lapangan pertandingan semakin semarak. (Reno)

Pesta Demokrasi Warga Taman Adiyasa Cikasungka Usai, Husniadi Terpilih Jadi Ketua RW 07 Periode 2026-2031

By On Minggu, Februari 08, 2026


TANGERANG, KabarViral79.Com - Usai sudah pesta demokrasi warga Taman Adiyasa, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten

Pemilihan Ketua RW 07 Taman Adiyasa Periode 2026-2031 yang digelar di Sekretariat Balai Warga RW 07 Taman Adiyasa, Minggu, 08 Februari 2026 itu diikuti oleh tiga kandidat.

Dalam kesempatan itu, Husniadi, Kandidat Nomor Urut 01 dengan perolehan 487 suara ditetapkan sebagai pemenang dalam pesta demokrasi tingkat RW itu. 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa (Kades) Cikasungka H. M. Supriyadi (UPI) yang diwakili Kadus Boy Adi, Ketua Pemilihan RW 07 Andi Sugandi, Ketiga Calon Ketua RW, para Ketua RT dari RT 01 sampai 09, seluruh warga RW 09 Taman Adiyasa, dan warga RW 07.

Kadus Boy Adi mengatakan, siapapun yang terpilih agar didukung bersama untuk membangun wilayah di RW 07 Taman Adiyasa yang lebih baik lagi ke depan.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua warga RW 07 Taman Adiyasa yang sudah antusias memberikan hak suaranya.

"Pesan saya kepada Ketua RW 07 terpilih untuk menjalankan Amanah ini dengan sebaik baiknya," ujarnya. 

Ketua RW 07 terpilih, Husnaidi menyampaikan terima kasih kepada warga Taman Adiyasa yang telah memberikan kepercayaan untuk memimpin lingkungan di RW 07.

"Kepercayaan ini akan saya jalankan dengan baik, dan ke depan saya akan berkolaborasi dengan Pemerintahan Desa Cikasungka dan warga RW 07 dalam rangka membangun wilayah lingkungan RW 07 Taman Adiyasa yang lebih baik lagi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Ketua RW 07 Taman Adiyasa, Andi Sugandi mengaku bersyukur atas usainya pemilihan Ketua RW secara demokrasi dan berjalan lancar. 

"Tak lupa sya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Panitia yang sudah bekerja keras untuk menyukseskan jalanya pemilihan Ketua RW 07 ini," tuturnya. (Reno)