-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Korban Banjir Bireuen Kecewa dengan Pernyataan Safrizal, Minta Turun Langsung ke Lokasi Pengungsian

By On Selasa, Maret 17, 2026

Korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen menyayangkan pernyataan Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas PRR Pasca Bencana, Safrizal ZA

BIREUEN, KabarViral79.ComMasyarakat korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen menyayangkan pernyataan Kepala Posko Wilayah Aceh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana, Safrizal ZA, yang menyebut pengungsi tidak boleh lagi tinggal di tenda karena telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH). 

Pernyataan tersebut diketahui dari sebuah video yang beredar di media sosial, saat Safrizal menjawab pertanyaan seorang warganet di Pendopo Bupati Bireuen

Sejumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda darurat di kompleks Kantor Bupati Bireuen mengaku kecewa atas pernyataan tersebut. 

Mereka menilai, kondisi di lapangan belum memungkinkan untuk meninggalkan tenda karena belum adanya kepastian hunian yang layak. 

“Kami masih tinggal di tenda bersama keluarga karena rumah kami hancur. Kami kecewa dengan pernyataan itu,” ujar salah seorang pengungsi, Selasa, 17 Maret 2026. 

Para korban menyatakan akan tetap bertahan di tenda hingga ada kejelasan terkait pembangunan hunian tetap maupun hunian sementara. 

Korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen menyayangkan pernyataan Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas PRR Pasca Bencana, Safrizal ZA. 

Mereka juga meminta Safrizal untuk turun langsung ke lokasi bencana agar dapat melihat kondisi yang sebenarnya. 

Selain itu, para pengungsi menilai kehadiran pejabat pusat seharusnya membawa solusi, bukan menimbulkan polemik di tengah kondisi mereka yang masih sulit. 

“Kami berharap beliau bisa datang langsung dan mendengar keluhan kami, bukan hanya menerima informasi dari pihak lain,” kata pengungsi lainnya. 

Dalam kesempatan itu, para korban juga mengaku tidak seluruhnya menerima DTH. Sebagian dari mereka bahkan menyatakan kehilangan rumah dan lahan akibat bencana, sehingga saat ini tidak memiliki tempat tinggal selain tenda darurat. 

“Kami tidak tahu harus ke mana jika tenda dibongkar. Tidak semua dari kami menerima DTH, dan kami juga tidak mampu menyewa rumah,” ujarnya. 

Para pengungsi turut meminta perhatian pemerintah pusat untuk mengevaluasi penanganan bencana di daerah, serta memastikan bantuan dan kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi riil di lapangan. 

Hingga kini, para korban masih bertahan di tenda pengungsian sambil menunggu kepastian terkait tempat tinggal yang layak pasca bencana. (Joniful Bahri)

Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »