![]() |
| Pj Sekda Bireuen, Hanafiah, S.P., CGCAE saat Konferensi Pers, di Meuligoe Bireuen, Jumat malam, 13 Maret 2026, terkait keberadaan para pengungsi, di halaman kantor Bupati setempat. |
BIREUEN, KabarViral79.Com – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bireuen, Hanafiah, S.P., CGCAE menegaskan bahwa Kantor Bupati Bireuen bukanlah lokasi yang diperuntukkan sebagai tempat pengungsian bagi korban bencana.
Hal tersebut disampaikan Hanafiah saat Konferensi apers di Meuligoe Bireuen, Jumat malam, 13 Maret 2026, menanggapi keberadaan sejumlah pengungsi yang mendirikan tenda di sekitar kawasan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen.
Menurutnya, kompleks perkantoran pemerintah tidak diperuntukkan sebagai area pengungsian. Karena itu, jika pengungsi diminta untuk pindah dari lokasi tersebut, hal itu dinilai wajar.
“Kantor pemerintahan tidak diperuntukkan sebagai lokasi pengungsian. Sah-sah saja kalau kita tertibkan, seperti menertibkan pedagang kaki lima yang tidak tertib,” kata Hanafiah.
Meski demikian, ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah tetap mengedepankan pendekatan persuasif, terutama karena saat ini masih dalam suasana bulan Ramadan.
“Karena ini bulan puasa, Bupati cukup bijak. Kalau memang tidak mau pindah, ya sudah. Tapi bukan berarti dibenarkan atau diizinkan,” ujarnya.
Hanafiah juga berharap masyarakat tidak menilai pemerintah daerah tidak peduli terhadap kondisi para korban bencana.
Ia menjelaskan, Pemkab Bireuen telah menawarkan sejumlah solusi sementara kepada para pengungsi, salah satunya dengan menyediakan rumah sewa di kawasan Cot Ijue, Kecamatan Peusangan.
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan dua unit rumah sewa dengan total 14 kamar yang dilengkapi berbagai fasilitas.
“Pemerintah sudah mencari dan memberi solusi dengan menyediakan dua unit rumah sewa dengan 14 kamar. Fasilitasnya lengkap, ada kulkas dan televisi. Rumah itu bahkan lebih bagus dari rumah saya,” ujarnya.
Namun, kata Hanafiah, tawaran tersebut belum diterima oleh para pengungsi yang memilih tetap bertahan di tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen.
“Mereka menolak dan memilih tetap tinggal di tenda di kantor Bupati. Mungkin mereka memang merasa lebih nyaman di sana,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah telah berupaya mencari solusi terbaik bagi para korban bencana.
“Kita sudah berupaya, tapi kalau tidak diterima mau bagaimana lagi. Kita sudah habis upaya,” pungkasnya. (Joniful Bahri)

