SERANG, KabarViral79.Com - Melawan saat diminta menunjukan tempat persembunyian kelompoknya, YS (29) warga Desa Ciujuk, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, terpaksa dilakukan tindakan tegas.
Gembong Curanmor ini berhasil diringkus setelah kaki kirinya terkena peluru tajam petugas Unit Reskrim Polsek Curug, Senin, 14 Oktober 2019.
"Dari tersangka YS, diamankan 5 unit sepeda motor hasil kejahatan. Selain YS, juga kita amankan HB (22), tersangka penadah yang tinggal masih satu kampung dengan tersangka YS," ungkap Kapolsek Curug, Iptu Shilton saat disambangi di kantornya, Senin, 14 Oktober 2019.
Kapolsek menjelaskan, terungkapnya kasus pencurian motor ini berawal dari laporan Rosita Sari, warga Kelurahan Pancalaksana, Kecamatan Curug, Kota Serang pada Sabtu, 28 September 2019. Wanita yang berprofesi sebagai bidan ini melaporkan kehilangan motor Honda Beat dan handphone yang berada di dalam rumah.
"Tersangka YS melakukan pencurian motor dan HP dengan cara masuk rumah korban. Pelaku membawa motor menggunakan kunci kontak yang ada di meja televisi," terang Shilton.
Berbekal dari laporan itu, Tim Reskrim bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan HB yang memegang HP milik korban pada Minggu, 13 Oktober 2019, sekitar pukul 07.00 Wib. Tersangka HB berhasil diamankan di rumahnya. Berikut barang bukti HP, tersangka HB langsung digelandang ke Mapolsek Curug untuk dilakukan pemeriksaan.
"Dalam pemeriksaan, tersangka HB mengakui HP yang dipegangnya itu dibeli dari tersangka YS seharga Rp600 ribu," kata Kapolsek.
Berbekal dari keterangan HB, Tim unwit Reskrim langsung bergerak mengejar tersangka YS dan berhasil menangkap tersangka tak jauh dari rumahnya. Dari tersangka YS ini, petugas juga mengamankan 5 unit motor berbagai merk yang tidak memiliki dokumen kepemilikan dan diduga seluruhnya merupakan kendaraan hasil kejahatan.
"Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku 5 motor tersebut hasil kejahatan bersama beberapa rekannya. Dari pengakuan ini, kami berusaha mengembangkan kasus untuk mendapatkan pelaku lainnya," ujar Shilton.
Tersangka YS diminta untuk menunjukan tempat persembunyian rekan-rekannya masih di sekitar Kecamatan Cadasari. Namun dalam pengembangan itu, tersangka berusaha melarikan diri. Tak mau buruannya lepas, petugas berusaha menangkap kembali sambil memberikan tembakan peringatan.
"Karena tidak diindahkan, tersangka terpaksa kita lakukan tindakan tegas dengan menembak bagian tubuh. Tersangka YS berhasil kita tangkap setelah bagian kaki kiri terkena tembakan," tegas Kapolsek seraya mengatakan tersangka YS dijerat Pasal 363 KUHP dengan hukuman lebih dari 5 tahun, sedangkan HB dijerat Pasal 480 KUHP terkait penadahan. (Faiz)