-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Abraham Garuda Laksono Jadi Inspirasi Gerakan Hijau Gen Z

By On Sabtu, November 29, 2025


TANGERANG, KabarViral79.ComPagi itu, Jumat, 28 November 2025, halaman Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis terasa lebih teduh dari biasanya. Puluhan anak muda berkumpul untuk satu tujuan sederhana namun bermakna: menanam masa depan melalui pohon.

Kegiatan ini diikuti berbagai kalangan, mulai dari Generasi Z, Gen Alpha, dan para milenial, hingga mahasiswa UMN, kader PDI Perjuangan, serta anak-anak pengungsi Afghanistan yang turut ambil bagian dalam aksi menanam pohon.

Di antara mereka hadir Anggota DPRD Provinsi Banten, Abraham Garuda Laksono. Ia datang bukan sebagai pejabat, tetapi sebagai bagian dari generasi yang ingin menjawab panggilan Ibu Pertiwi.

Dengan tangan berlumpur tanah seperti peserta lainnya, Abraham menegaskan bahwa menanam pohon bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan tindakan cinta kepada bumi.

“Aksi menanam pohon hari ini adalah simbol komitmen kita kepada Ibu Pertiwi. Kita ingin menjadi penjaga alam, bukan pihak yang mengeksploitasi lingkungan,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kerusakan ekologis—dari deforestasi hingga anomali iklim—adalah akibat hilangnya hubungan emosional manusia dengan alam.

Karena itu ia mengajak menghidupkan kembali tradisi lama: menanam satu pohon setiap kali seorang anak lahir, sebagai simbol harapan dan amanah menjaga bumi.

Suasana semakin hangat ketika dua anak pengungsi Afghanistan turut menanam bibit dengan antusias.

“Saya senang bisa menanam pohon. Ini pengalaman bagus bagi saya,” kata Frishta, salah satu peserta.


Karolin Sherli Aulea, mahasiswa UMN menambahkan, kegiatan ini adalah gerakan positif yang mengajak kita lebih peduli pada alam.

Sementara perwakilan kader PDI Perjuangan, Sukoto mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya nyata masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Abraham mengaitkan gerakan sederhana ini dengan Marhaenisme—bahwa alam adalah rumah kaum kecil, dan merawatnya adalah bagian dari melindungi kehidupan rakyat.

Ia menyebut politik hijau sebagai arah masa depan bangsa: membangun ekonomi hijau, memperkuat ruang hijau, hingga menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Dalam refleksinya, Abraham juga menyinggung teladan Megawati Soekarnoputri yang sepanjang hidupnya konsisten menanam dan merawat pohon.

Sikap itu, menurutnya, adalah pengingat bahwa mencintai bumi tidak membutuhkan panggung besar, hanya ketulusan dan tangan yang mau bekerja.

Kegiatan ditutup dengan pembagian bibit untuk dibawa pulang. Setiap peserta diminta menanam satu pohon di lingkungan masing-masing sebagai komitmen melanjutkan gerakan penghijauan.

Dan pagi itu, di bawah matahari yang mulai meninggi, puluhan tangan muda menggenggam tanah dan menanam harapan—sebuah jawaban lembut namun tegas bagi Ibu Pertiwi: kami siap merawat bumi, karena bumi telah merawat kami. (Reno)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »