-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Disdikbud Bireuen Gelar Festival Permainan Rakyat, Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir Bandang Peusangan

By On Minggu, Desember 14, 2025

Disdikbud Bireuen menggelar Festival Permainan Rakyat bagi anak-anak dampak banjir bandang, Peusangan, Sabtu, 13 Desember 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Sebagai upaya pemulihan psikologis (trauma healing) bagi anak-anak yang terdampak banjir bandang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bireuen menggelar Festival Permainan Rakyat di Kecamatan Peusangan, Sabtu, 13 Desember 2025.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua desa terdampak, yakni Desa Kapa dan Desa Pante Lhong, dengan melibatkan total 250 anak. Rinciannya, sebanyak 87 anak berasal dari Desa Kapa dan 163 anak dari Desa Pante Lhong.

Pelaksanaan kegiatan dimulai pada pagi hingga siang hari di Desa Kapa, kemudian dilanjutkan pada siang hingga sore hari di Desa Pante Lhong.

Festival ini merupakan inisiatif kolaboratif yang bertujuan untuk melakukan penyembuhan psikososial sekaligus mengembalikan keceriaan anak-anak pasca bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

Festival yang diprakarsai oleh Bidang Kebudayaan Disdikbud Bireuen ini berlangsung meriah di lokasi pengungsian. Gelak tawa dan semangat anak-anak tampak memenuhi area kegiatan, menandakan proses pemulihan luka batin mulai membuahkan hasil.

Berbagai permainan rakyat dan kegiatan edukatif disuguhkan sesuai jenjang usia. Anak-anak PAUD mengikuti kegiatan mewarnai, siswa SD bermain bakiak, sementara pelajar SMP dan SMA mengikuti permainan tradisional seperti gaseng dan egrang. Selain itu, panitia juga menyediakan snack serta makan siang bersama.

Momen yang paling berkesan adalah pembagian perlengkapan sekolah kepada seluruh peserta. Setiap anak menerima satu paket lengkap berisi tas, buku tulis, buku cerita, pulpen, pensil, penghapus, buku gambar, dan penggaris.

Disdikbud Bireuen menggelar Festival Permainan Rakyat bagi anak-anak dampak banjir bandang, Peusangan, Sabtu, 13 Desember 2025. 

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua serta membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat bencana.

Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si melalui Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Bireuen, Muhammad Tasrief, SE, MM mengatakan, kegiatan tersebut sengaja dirancang untuk mengajak anak-anak kembali berekspresi secara positif.

Selain permainan, Disdikbud Bireuen juga menghadirkan sesi pendampingan psikologis, salah satunya melalui storytelling atau seni bercerita menggunakan boneka tangan.

Menurut Tasrief, metode ini dinilai efektif karena mampu menyampaikan pesan motivasi dan keberanian tanpa memaksa anak-anak menceritakan trauma yang dialami.

"Dengan interaksi bersama boneka tangan, anak-anak merasa lebih aman untuk tertawa dan berinteraksi. Teknik storytelling ini membantu memecah ketegangan dan membuat proses pemulihan lebih menyenangkan," ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan Festival Permainan Rakyat merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascabencana. Mengingat Desa Kapa dan Desa Pante Lhong termasuk wilayah dengan dampak terparah, banyak rumah warga yang rusak dan tertimbun lumpur, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk kembali bersekolah.

"Pemulihan tidak hanya soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga pemulihan luka batin dan semangat hidup anak-anak," tambahnya.

Tasrief menutup dengan menyatakan bahwa kegiatan ini membuktikan trauma psikologis anak korban bencana dapat ditangani dengan pendekatan yang tepat, melalui keceriaan permainan, dukungan perlengkapan sekolah, serta terapi komunikasi kreatif.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Bireuen, Sadiah, S.K.M, M.K.M, yang memberikan dukungan moral dan semangat kepada anak-anak serta para pengungsi. (Joniful Bahri)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »