![]() |
| Plt BPBD Bireuen, Doli Mardian. |
BIREUEN, KabarViral79.Com - Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Doli Mardian menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan pengungsi akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen.
Hingga Jumat, 06 Februari 2026, tercatat sebanyak 359 Kepala Keluarga (KK) masih berada di lokasi pengungsian.
Menurut hasil verifikasi BPBD Bireuen, para pengungsi tersebut tersebar di 28 desa pada tujuh kecamatan di wilayah Bireuen.
Doli menjelaskan, jumlah pengungsi terus berkurang karena sebagian warga telah mendapatkan tempat tinggal sementara di luar lokasi pengungsian.
“Para pengungsi secara bertahap meninggalkan lokasi karena sudah mendapatkan tempat berteduh, seperti rumah kontrakan, rumah keluarga, maupun hunian pinjaman dari tetangga,” ujar Doli.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui BPBD terus melakukan pemantauan dan distribusi bantuan kepada warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pangan, perlengkapan dasar, serta dukungan logistik lainnya.
“Baru-baru ini BPBD juga menyalurkan puluhan kasur palembang kepada warga yang membutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, tercatat 736 kepala keluarga telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) yang disalurkan melalui bank-bank Himbara.
Doli menyebutkan, walau dana tersebut diperuntukkan untuk biaya sewa hunian, sebagian warga memanfaatkannya sebagai tambahan anggaran untuk membeli tanah tapak rumah sebagai persiapan pembangunan hunian tetap dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dalam penjelasannya, Doli menegaskan, seluruh rangkaian penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatera berada di bawah kewenangan BNPB, sementara pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator.
“Ini penting untuk dipahami oleh semua pihak. Pemkab hanya memfasilitasi, sedangkan semua proses penanggulangan hingga rehabilitasi dan rekonstruksi dilaksanakan langsung oleh BNPB,” tegasnya.
BPBD Bireuen memastikan proses pendampingan dan penyaluran bantuan akan terus dilakukan hingga seluruh korban bencana mendapatkan kepastian hunian dan kondisi kembali pulih. (Joniful Bahri)
