-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Sanggar Tari Bundo Kanduang Minang Lebak Meriahkan Milad dan Halalbihalal IKKM Pandeglang

By On Minggu, April 19, 2026

SERANG, KabarViral79.Com - Sanggar Tari Bundo Kanduang Minang Lebak di bawah asuhan Bundo Deni Marlina S.Ag turut memeriahkan acara  Milad dan Halalbihalal IKKM Pandeglang, di Gedung Graha Pancasila Pandeglang, Banten, Sabtu, 18 April 2026. 

Dalam acara Baralek Gadang itu Sanggar Tari Bundo Kanduang Minang Lebak menampilkan tarian khas minang, yaitu Tari Pasambahan dan Indang. 

Bundo Deni Marlina S.Ag kepada awak media mengatakan, organisasi Bundo  Kanduang Minang Lebak bukan hanya tempat berkumpulnya Bundo-bundo perantauan saja, lebih dari itu adalah wadah untuk pemersatu, berbagi ilmu, mengasah kemampuan anak-anak muda dan Bundo Kanduang dalam melestarikan budaya Minang Kabau di perantauan. 

"Semoga kami masih bisa memberi manfaat untuk saudara-saudara kita di parantauan khususnya dan semua lingkungan dimanapun Bundo Kanduang Minang berada," tuturnya. 

"Di perantauan, perempuan Minang tidak lagi duduk bersila di anjungan rumah gadang, tetapi perannya sebagai Bundo Kanduang tidak pernah hilang," imbuhnya. 

Menurutnya, Perempuan Minang di rantau, khususnya yang ada di Lebak hari ini membuktikan bahwa adat tidak mati oleh jarak. 

Ia tidak lagi menjaga rumah gadang secara fisik, tapi ia membangun “rumah gadang” baru di mana pun ia tinggal — dengan nilai, dengan doa, dengan keteguhan. 

Ia merantau membawa badan, tapi jiwanya tetap menjadi limpapeh. Agar anak-cucunya tahu: sejauh apa pun pergi, adat dan budaya Minang tetap melekat di dalam keteguhan. 

"Semoga ke depannya Bundo Kandung Minang Lebak bisa lebih exis lagi dalam pengembangan Budaya Minang, khususnya dan Budaya Lokal di manapun kita merantau, sesuai dengan pepatah Minang, dimana bumi dipijak disinan langik dijunjung. Yang artinya di manapun kita berada atau merantau kita harus bisa menghargai dan mampu beradaptasi dengan masyarakat dan menghargai adat istiadat budaya setempat tanpa  kehilangan jati diri kita," ujarnya menutup pembicaraan. (Welfendry)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »