-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pererat Silaturahmi Incu Putu, Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek Gelar Seren Taun 2026

By On Minggu, September 20, 2026

 



LEBAK,Kabarviral79.com — Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek kembali menggelar ritual adat Seren Taun sebagai wujud rasa syukur, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur.


Tradisi tahunan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 19 hingga 21 September 2026, bertempat di kawasan adat Kasepuhan Citorek, Kabupaten Lebak, Banten.


Seren Taun menjadi momentum sakral bagi masyarakat adat, khususnya para incu putu (anak cucu keturunan) Kasepuhan Citorek, untuk berkumpul dan bersilaturahmi. 


Selain mempererat tali persaudaraan, esensi utama dari ritual ini adalah mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya hasil pertanian selama satu musim ke belakang.


Ketua Barisan Pemuda Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek, Asep Suparman (Aka Amang), menegaskan bahwa Seren Taun memiliki nilai spiritual dan sosial yang sangat kuat, bukan sekadar seremonial tahunan.


"Seren Taun ini adalah ruang silaturahmi akbar bagi seluruh incu putu Kasepuhan Wewengkon Citorek sekaligus bentuk totalitas rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa," ujar Aka Amang kepada media, Minggu (20/09/2026).


Ia menambahkan, tradisi ini sukses mempertemukan kembali keluarga besar masyarakat adat yang tersebar di berbagai wilayah. 

Kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu menjaga kekompakan dan melestarikan nilai-nilai adat secara turun-temurun.


Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Barisan Pemuda Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek, Johar (Mang Oang), menyebutkan bahwa acara ini menjadi perayaan kebahagiaan bersama setelah melewati masa lelahnya masa panen.


"Melalui Seren Taun, kami merayakan berkah pascapanen. Ini adalah ajang terbaik untuk mempererat keakraban dan menjaga keharmonisan di antara sesama warga adat," ungkap Johar.


Pelaksanaan Seren Taun 2026 membuktikan bahwa hukum dan tradisi adat masih memegang peranan krusial di era modern. 


Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian budaya purba, tetapi juga menjadi motor penggerak gotong royong dan penguat hubungan sosial antargenerasi.


Melalui rangkaian acara yang berjalan hingga Senin (21/09/2026), masyarakat Kasepuhan Citorek kembali meneguhkan identitas budaya mereka. 


Di tengah arus modernisasi, Seren Taun menjadi alarm pengingat bahwa kemajuan zaman tidak boleh mengikis akar budaya dan kearifan lokal.


(Cup)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »