-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Video: Dedi Saputra Ditangkap Polisi, Minta Maaf kepada Ulama Aceh

By On Minggu, Februari 22, 2026


ACEH, KabarViral79.Com - Dedi Saputra, seorang warga Aceh yang telah Murtad dibekuk Polda Aceh lantaran telah menghina ulama Aceh dan menistakan Agama Islam pada November 2025 lalu lewat akun TikTok @tersadarkan5758. 

Usai ditangkap Polda Aceh, seorang Murtaddin ini memberikan klarifikasi dan minta maaf pada 20 Febuari 2026. 

Dalam video itu, Dedi Saputra murtadin Aceh meminta maaf kepada ulama Aceh. Video itu pun beredar di media sosial. 

Dedi Saputra juga meminta proses hukumnya dilakukan di Kalimantan tidak di Aceh. Hal itu disampaikan oleh Dedi Saputra didampingi oleh pengacaranya. 

Dia juga berjanji tidak akan mengulangi lagi dan akan menghapus semua video-videonya di akun media sosial yang selama ini gencar ia lakukan. (Joniful Bahri

Silaturahim Perdana Ketua DPW PKB Aceh ke Sesepuh Partai di Subulussalam, HRD Mantapkan Konsolidasi Awal Kepemimpinan

By On Sabtu, Februari 07, 2026

Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Aceh, H Ruslan M. Daud (HRD) melakukan silaturahim perdana ke kediaman ulama dan sesepuh PKB Aceh, Abu Syarifuddin Firdaus, di Dayah Jannatun Firdaus, Subulussalam

SUBULUSSALAM, KabarViral79.ComDua hari setelah resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh, H Ruslan M. Daud (HRD) langsung melakukan silaturahim perdana ke kediaman ulama dan sesepuh PKB Aceh, Abu Syarifuddin Firdaus, di Dayah Jannatun Firdaus, Subulussalam, Jumat, 06 Februari 2026.

Silaturahim tersebut menjadi agenda pertama HRD usai pelantikan di Jakarta pada 04 Februari 2026.

Meski baru tiba kembali di Medan sehari sebelumnya, HRD tetap menempuh perjalanan darat selama enam jam untuk menyambangi tokoh yang selama ini dikenal sebagai salah satu figur sentral dalam membesarkan PKB di Aceh.

Abu Syarifuddin Firdaus merupakan Ketua Dewan Syuro PKB Aceh Periode 202-2026 dan pernah menjadi anggota DPRA dari Fraksi PKB-PDA periode 2019-2024.

Di internal partai, beliau dihormati sebagai sosok pembina yang konsisten menjaga marwah dan nilai perjuangan PKB.

Rombongan HRD turut didampingi Ketua Dewan Syura PKB Aceh Periode 2026-2031 Waled Kiran, Mustasyar PKB Aceh Abiya Anwar yang juga Pimpinan Pesantren Darul Munawwarah Pidie Jaya, Sekretaris Wilayah DPW PKB Aceh Teungku Mujlisal, serta sejumlah pengurus lainnya.

Pertemuan berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan. Dialog yang terjalin tidak hanya bersifat formalitas organisasi, tetapi juga memuat nasihat, refleksi perjalanan PKB Aceh, serta harapan untuk masa depan partai.

HRD menyampaikan bahwa silaturahim ini menjadi langkah penting dalam memulai amanah kepemimpinan.


“Kami datang untuk meminta doa dan restu dari Abu sebagai sesepuh yang telah membesarkan PKB di Aceh. Tanpa doa dan bimbingan beliau, kami tentu tidak akan mampu menjalankan amanah ini dengan baik,” ujar HRD.

Ia menegaskan komitmennya menjaga soliditas internal serta kesinambungan perjuangan PKB.

“Kepengurusan ke depan harus berjalan dengan semangat kebersamaan, menghormati para pendahulu, dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Silaturahim ini menjadi fondasi moral bagi kami untuk melangkah,” katanya.

Sementara itu, Abu Syarifuddin Firdaus menyambut kehadiran rombongan dengan penuh kehangatan. Ia mengapresiasi langkah cepat HRD yang menjadikan silaturahim sebagai prioritas awal.

“Ini tradisi yang baik dalam PKB, menghormati yang tua dan menjaga mata rantai perjuangan. Insya Allah, selama kita kompak dan ikhlas, PKB Aceh akan semakin kuat,” ujarnya.

Dia juga berpesan agar kepengurusan baru tetap menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kedekatan dengan masyarakat akar rumput.

“Partai ini besar karena kerja bersama dan kedekatan dengan rakyat. Jangan jauh dari umat, dan jangan tinggalkan akhlak dalam berpolitik,” pesannya.

Silaturahim perdana ini menjadi simbol kesinambungan generasi serta penguatan soliditas internal PKB Aceh. Kepemimpinan baru di bawah H Ruslan M. Daud diharapkan mampu membawa PKB Aceh semakin kokoh dan berperan lebih besar bagi masyarakat. (Joniful Bahri)

DPW PKB Aceh Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, HRD Nahkodai PKB Aceh

By On Kamis, Februari 05, 2026

Ruslan M. Daud (HRD) resmi dilantik sebagai Ketua DPW PKB Aceh Periode 2026-2031 oleh Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, di Movenpick Hotel Jakarta City Centre, Selasa malam, 03 Februari 2026. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh Periode 2026-2031 resmi dilantik oleh Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, di Movenpick Hotel Jakarta City Centre, Selasa malam, 03 Februari 2026. 

Pelantikan tersebut berlangsung bersamaan dengan prosesi pelantikan serentak DPW PKB se-Indonesia.

Dalam susunan pengurus yang dilantik, Waled H Muniruddin M Diah dipercaya sebagai Ketua Dewan Syuro, didampingi Tgk Muhammad Hafiz H.Ib sebagai Sekretaris Dewan Syuro.

Sementara itu, tampuk kepemimpinan Dewan Tanfidz DPW PKB Aceh dipegang oleh H Ruslan M Daud, S.E., M.A.P atau HRD, dengan Tgk Mujlisal S.Ag, M.H sebagai Sekretaris dan Dony Arega Rajes sebagai Bendahara.

Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar dalam sambutannya menegaskan, pentingnya peran Aceh dalam pengembangan PKB di tingkat nasional.

Ia memberikan arahan strategis serta memompa semangat pengurus baru agar mampu memperkuat konsolidasi partai di seluruh wilayah Aceh.

Pelantikan serentak 38 DPW PKB di seluruh Indonesia ini, menurut Muhaimin, menjadi bukti soliditas dan kebersamaan PKB dalam menghadapi dinamika politik nasional.

Ketua DPW PKB Aceh, HRD, seusai dilantik menyampaikan bahwa pelantikan massal ini melibatkan lima unsur penting dari setiap provinsi, yakni Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPW atau Dewan Tanfidz, serta Ketua dan Sekretaris Dewan Syuro.

“Pelantikan ini bukan sekadar formalitas, tetapi momentum penguatan struktur partai. Sinergi antara Dewan Tanfidz dan Dewan Syuro menjadi kunci bagi PKB Aceh untuk bergerak lebih solid dan efektif,” ujar HRD.

Ia menegaskan, kepengurusan baru ini siap mengemban amanah rakyat Aceh dan berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Dengan formasi lengkap dan solid, DPW PKB Aceh diharapkan semakin mampu menjawab tantangan politik ke depan serta memperkuat peran PKB sebagai kekuatan politik yang konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat. (Joniful Bahri)

Video: Mualem Sebut Banjir Bandang Aceh Seperti Tsunami Kedua

By On Senin, Desember 01, 2025


ACEH, KabarViral79.Com Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bencana banjir bandang dang longsor yang menerjang sejumlah daerah di Aceh seperti tsunami kedua karena memporak-porandakan pemukiman hingga menghilangkan sejumlah kampung.

Mualem mengatakan, ada sekitar empat kampung yang hilang disapu banjir bandang hingga longsor seperti kampung di daerah Sawang, Jambo Aye di Aceh Utara hingga kampung di kawasan Peusangan, Bireuen.

Hal itu dikatakan Mualem saat Apel Tim Recovery Bencana yang digelar di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda (SIM), Sabtu, 29 November 2025.

Untuk itu Mualem menegaskan bahwa penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh harus dilakukan secara cepat, terukur, dan tanpa jeda.

Percepatan pembukaan akses darat menjadi prioritas utama untuk memastikan logistik segera menjangkau masyarakat, terutama di desa-desa yang terisolasi. (*/red)

Video: Istri Gubernur Aceh Dua Hari Terjebak Banjir Besar, Menginap di SPBU hingga Nebeng Truk

By On Senin, Desember 01, 2025


ACEH, KabarVial79.Com - Istri Gubernur Aceh, Marlina Muzakir terjebak banjir di area SPBU Panteu Breuh, Simpang Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, selama dua hari.

Peristiwa bermula saat Marlina bersama rombongan bergerak dari Banda Aceh menuju Lhokseumawe.

Mereka menyalurkan bantuan tanggap darurat untuk korban banjir di sejumlah lokasi.

Rombongan juga menyalurkan bantuan ke Lhoksukon, Aceh Utara, dan ke Julok, Aceh Timur

Namun, saat perjalanan pulang menuju Banda Aceh, mereka tidak dapat lagi melintas setelah jalan nasional Banda Aceh-Medan di kawasan Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, terendam banjir hingga 2,1 meter.

Selama dua hari terjebak, kondisi rombongan semakin memprihatinkan. Bahkan persediaan logistik menipis dan belum ada bantuan luar yang bisa mengevakuasi rombongan.

Rombongan akhirnya berhasil keluar dari lokasi banjir. Mereka menumpang sebuah mobil tangki pengangkut crude palm oil (CPO).

Marlina duduk di bagian depan kendaraan, sementara anggota rombongan lainnya berada di atas tangki. (*/red)

Demi Aceh Lebih Baik dan Berkeadilan, Mantan Panglima GAM dan HRD Bergandengan

By On Senin, Agustus 12, 2024

HRD melakukan foto bersama dengan Ketum DPP PKB, Gus Abdul Muhaimin Iskandar dan Ketua Partai Gerindra Aceh, Fadhlullah (Dek Fad), di Kantor DPP PKB di Jakarta, Jumat malam, 09 Agustus 2024. 

JAKARTA, KabarViral79.Com – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2024 di Provinsi Aceh, belakangan ini muncul sejumlah Bakal Calon (Bacalon) Kepala Daerah, baik Bupati, Walikota serta Gubernur Aceh. 

Kondisi itu terlihat dari sejumlah baliho beberapa Bacalon Gubernur Aceh yang diusung partai nasional maupun partai lokal yang terpasang hampir di seluruh Kabupaten dan Kota di Aceh.

Sebelumnya beredar isu kalau Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H Ruslan M Daud S.E., M.A.P atau akrab disapa HRD komit maju untuk Aceh 1. 

Informasi yang beredar baru baru ini, H. Muzakir Manaf atau sering disapa, Mualem yang juga Bacalon Gubernur Aceh ikut bergadengan dengan kubu HRD.

Dipastikan salah satu dari mereka urung mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh Periode 2024-2029 mendatang. Atau sebaliknya keduanya menjadi pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Aceh mendatang. 

Sempat beredar, Mualem sebagai Ketua DPP Partai Aceh dan politisi terbaik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh HRD ikut melakukan foto bersama dengan Ketum DPP PKB, Gus Abdul Muhaimin Iskandar dan Ketua Partai Gerindra Aceh, Fadhlullah (Dek Fad), di Kantor DPP PKB di Jakarta, Jumat malam, 09 Agustus 2024.

Sementara HRD yang dihubungi Wartawan, Senin, 11 Agustus 2024 ikut membenarkan, kalau  foto tersebut memang foto dirinya dan Mualem juga Gus Muhaimin serta Dek Fad  beserta tim berada di Jakarta. 

“Syukur Alhamdulillah, malam ini kami bisa saling bersilaturrahmi di Jakarta,” tutur HRD.

HRD yang juga tokoh penggerak pembangunan Aceh menambahkan, dirinya dan Mualem memiliki hubungan emosional dan ideologis yang baik sejak sebelum konflik Aceh hingga sekarang ini. 

Berlatarbelakang keduanya mantan kombatan GAM dan ingin sama-sama ingin membangun Aceh ke arah yang lebih baik, berkeadilan, dan berkelanjutan serta saling melengkapi.

Mereka tidak ingin ada pihak-pihak yang ingin menghancurkan Aceh. Jika saling sikut-menyikut, dikhawatirkan ada pihak ketiga yang ingin memanfaatkan situasi Aceh menjelang Pilkada ini. Padahal pesta demokrasi hanya sesaat.

“Jangan ada yang memprovokasi atau mengadu domba masyarakat Aceh. Kalau bisa kita saling merangkul, bukan untuk saling bermusuhan,” imbuhnya. 

Menurut HRD, apabila masih bisa saling mengajak untuk apa saling menginjak, kalau bisa saling menerima kenapa harus saling menolak. 

“Untuk itu mari sama-sama kita merangkul dan bersatu demi untuk Aceh yang lebih baik ke depan,” tegas HRD tanpa merinci kompensasi politis apa yang akan ia peroleh dari pihak Mualem jika berkeinginan mengurungkan niatnya untuk maju pada Pilkada Aceh tahun ini. (Joniful Bahri)

HRD Nyatakan Siap Maju sebagai Balon Gebernur Aceh untuk Memajukan dan Sejahterakan Warga Aceh

By On Kamis, Juli 18, 2024

Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan M Daud S.E, M.A.P. 

JAKARTA, KabarViral79.Com – Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan M Daud SE, M.A.P atau akrab disapa HRD, menyatakan siap maju sebagai Bakal Calon (Bacalon) Gubernur Aceh Periode 2024-2029.

Pernyataan ini dikatakan HRD menjawab Wartawan di sela-sela waktu luangnya sembari bersilaturrahmi dengan beberapa Tokoh Aceh, di Jakarta, Selasa malam, 16 Juli 2024.

“Syukur Alhamdulillah, hingga saat ini kita masih diberikan kesehatan oleh Allah SWT, sehingga masih bisa bersilaturrahmi dengan beberapa Tokoh Aceh di Jakarta, sambil membahas kondisi Aceh saat ini, kita berharap ke depan Aceh lebih maju dan terus berkembang,” kata HRD.

Disinggung terkait Bakal Calon Gubernur Aceh, HRD tetap komit untuk maju dan dirinya telah memantapkan diri serta mengungkapkan secara terbuka ke publik serta berkomitmen untuk maju sebagai Calon Gubernur Aceh pada Pilkada serentak tahun ini.

Menurut kader terbaik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh itu, Aceh bukan milik kelompok atau golongan, tapi milik bersama, sehingga siapapun boleh mencalonkan diri maju Gubernur Aceh.

“Tentunya yang memiliki track record atau rekam jejak yang baik dan peduli untuk kepentingan rakyat Aceh,” paparnya. 

Dikatakan HRD, meskipun dirinya sudah sangat nyaman duduk di kursi DPR RI, dan telah banyak membawa pulang program pembangunan skala besar maupun kecil yang pro rakyat, sehingga bisa membantu masyarakat Aceh, dan umumnya Indonesia serta terpilih lagi untuk Periode 2024-2029.

Namun tokoh penggerak pembangunan di Aceh ini ingin membangun Aceh ke arah yang lebih baik, berkeadilan dan sejahtera juga merata. 

“Tujuan utama saya ingin bangun Aceh di berbagai aspek juga di sektor pembangunan, baik infrastruktur berkelanjutan, pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, budaya, serta yang tak kalah penting membangun Sumber Daya Manusia (SDM),” imbuhnya. 

Diakui HRD, harapan terbesar ke depan, tidak muncul lagi julukan Aceh sebagai Provinsi termiskin di Sumatera, dan ingin Aceh ada perbaikan dan perubahan yang signifikan. 

“Kita harus kembali mengurai benang kusut, akar masalah pembangunan dan menawarkan solusi terbaik untuk kemajuan Aceh. Sehingga untuk mewujudkan hal tersebut tentu membutuhkan dukungan masyarakat dan semua pihak di Kabupaten atau Kota di Aceh,” harap HRD.

Menurut HRD, dalam kontek kebersamaan membangun Aceh itu tidak sulit, asalkan mau merangkul dan melibatkan semua pihak sebagai stakeholder pembangunan. Dengan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, bisa digali dan dikelola bersama untuk sama-sama membangun Aceh. 

"Keterbukaan antara Pemerintah Pusat dan Aceh, tidak muncul pandangan negatif dan kecurigaan. Karena kita sudah komit dengan perdamaian. Kita isi perdamaian yang berguna bagi agama, masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya.

Di samping itu, sambung HRD, perlunya memangkas birokrasi, jangan berbelit-belit, agar investor lokal maupun investor asing, dapat membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat Aceh itu sendiri. 

“Namun yang sangat utama adalah keamanan dan kenyamanan, agar masyarakat, pengusaha atau investor dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan nyaman, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat seluruh Kabupaten dan Kota di Aceh,” paparnya. (Joniful Bahri)