-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Presiden Prabowo Batal Kunjungi Bener Meriah Aceh Usai Gempa Beruntun Guncang Wilayah Tersebut

By On Kamis, Januari 01, 2026

Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kerja ke Takengon, Aceh Tengah, pasca banjir bandang pekan lalu. Sementara ia batal Kunker ke Bener Meriah

BENER MERIAH, KabarViral79.Com - Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto batal melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 31 Desember 2025.

Pembatalan tersebut terjadi setelah wilayah itu diguncang gempa beruntun pada Selasa malam.

Sebelumnya, Presiden Prabowo dijadwalkan mendarat di Bandara Rembele, Bener Meriah, untuk meninjau sejumlah lokasi pengungsian pasca banjir yang melanda daerah tersebut beberapa waktu lalu.

Kunjungan itu juga diharapkan menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap proses pemulihan pasca bencana.

Berbagai persiapan penyambutan telah dilakukan oleh pemerintah daerah. Bahkan, kendaraan dinas Presiden RI 1 jenis Maung, produksi PT Pindad, telah lebih dahulu tiba di Bandara Rembele menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara beberapa hari sebelumnya.

Namun, hingga Rabu sore, kunjungan tersebut dipastikan batal dilaksanakan. Pemerintah belum menyampaikan keterangan resmi terkait alasan pembatalan agenda Presiden ke wilayah tersebut.

Meski demikian, pembatalan kunjungan Presiden Prabowo bertepatan dengan meningkatnya aktivitas kegempaan di Gunung Bur Ni Telong, yang dalam beberapa hari terakhir dilaporkan mengalami gempa vulkanik beruntun dan telah dinaikkan statusnya oleh otoritas terkait.

Situasi tersebut memicu kewaspadaan di kalangan masyarakat dan aparat pemerintah daerah, terutama terkait potensi dampak lanjutan terhadap keselamatan warga dan stabilitas wilayah. (Joniful Bahri)

Hujan Ekstrem di Bener Meriah Picu Ancaman Banjir Kiriman ke Aceh Utara, Warga Diminta Siaga Dini Hari

By On Sabtu, Desember 27, 2025

Curah hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur wilayah Dataran Tinggi Gayo sejak Kamis, 25 Desember 2025, sore kemarin, warga pesisir utara diminta berhati-hati. 

BENER MERIAH, KabarViral79.ComCurah hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur wilayah Dataran Tinggi Gayo sejak Kamis, 25 Desember 2025, sore kemarin, mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah titik di Kabupaten Bener Meriah.

Kondisi tersebut memicu peringatan dini banjir kiriman bagi wilayah hilir, khususnya Kabupaten Aceh Utara, pada dini hari nanti.

Hingga Kamis malam, sekitar pukul 21.00 WIB, jalur lintas nasional Bireuen–Takengon di kawasan Pintu Rime Gayo sempat terhambat akibat material longsor dan luapan air dari tebing pegunungan.

Selain itu, debit air sungai-sungai utama yang berhulu di Bener Meriah, seperti Krueng Keureuto dan Krueng Pirak, dilaporkan meningkat tajam dengan warna air keruh pekat serta membawa material kayu dan lumpur.

Peningkatan debit air di wilayah hulu ini berdampak langsung terhadap daerah hilir. Kabupaten Aceh Utara yang berada di Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) dari Bener Meriah ditetapkan dalam status Siaga Satu oleh pihak berwenang.

Curah hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur wilayah Dataran Tinggi Gayo sejak Kamis, 25 Desember 2025, sore kemarin, warga pesisir utara diminta berhati-hati. 

Berdasarkan simulasi aliran dan pemantauan lapangan, puncak volume air kiriman diperkirakan akan mencapai wilayah dataran rendah Aceh Utara pada rentang waktu pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.

Sejumlah kecamatan yang masuk dalam zona merah dan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, di antaranya Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu, Lhoksukon, Paya Bakong, dan Tanah Luas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai agar tetap terjaga sepanjang malam, melakukan ronda, serta segera mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

"Kami meminta warga tidak lengah meskipun di wilayah hilir hujan sudah reda. Debit air dari hulu Bener Meriah saat ini sedang bergerak turun dengan volume yang sangat besar," ujar salah satu koordinator relawan kebencanaan di Aceh Utara.

BPBD bersama aparat desa, relawan, dan unsur TNI-Polri terus melakukan pemantauan intensif serta menyiapkan langkah evakuasi apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan. (Joniful Bahri)

Sunyi dari Publik, Menjerit dalam Sepi: "Bener Meriah Aceh yang Terputus Tanpa Ada Tanda Pertolongan"

By On Kamis, Desember 11, 2025

Warga Bener Meriah, Aceh, melintasi lereng perbukitan, jalan yang terjal untuk mendapat bantuan makanan ke arah Aceh Utara

BENER MERIAH, KabarViral79.Com - Empat belas hari telah berlalu sejak bencana besar menghantam Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Kini memasuki hari ke-15, kabupaten yang berdiri di dataran tinggi Gayo itu seakan tenggelam dalam keheningan.

Tidak ada hiruk-pikuk pejabat yang datang, tidak ada sorot kamera media besar, tidak ada langkah artis yang biasanya berlomba tampil di lokasi bencana, yang terdengar hanya kabar duka, yang datang berulang, kabar tentang manusia yang meregang nyawa karena lapar, kelelahan, dan keputusasaan.

Di daerah yang terputus oleh lebih dari 130 jembatan yang runtuh, kehidupan seperti terhenti. Jalan penghubung antar-desa lenyap tersapu arus. Banyak kampung terisolir total, tak dapat ditembus kendaraan, bahkan tak dapat dicapai bantuan udara karena cuaca ekstrem.

Bener Meriah, yang seharusnya menjadi kabupaten yang berdiri tegak di peta Aceh, kini nyaris seperti titik yang hilang dari ingatan.

Sementara itu, dunia luar justru fokus pada Takengon. Nama Aceh Tengah terdengar di mana-mana: di televisi, di platform donasi, di rombongan relawan yang berdatangan.

Takengon seakan menjadi satu-satunya wajah dari wilayah Gayo. Namun hanya sedikit yang menyadari bahwa di balik punggung Takengon, ada Bener Meriah yang sedang menjerit tanpa suara.

Salah pemahaman yang sederhana, namun dampaknya mematikan. Karena itulah Bener Meriah terabaikan. Mereka disangka bagian dari Takengon. Maka bantuan yang datang pun berhenti di Takengon. Sementara desa-desa di Bener Meriah tetap gelap, tetap lapar, tetap terjebak dalam sunyi panjang yang penuh air mata.

Sunyi yang Menghanyutkan

Dalam dunia bencana, daerah yang paling hancur justru sering kali paling senyap. Aceh Tamiang pernah menjadi contohnya. Berhari-hari tidak terlihat di pemberitaan, padahal ribuan warganya sedang berjuang antara hidup dan mati. Kini, pola itu berulang—kali di Bener Meriah.

"Air beriak tanda tak dalam," kata orang bijak. Yang tenang justru menghanyutkan. Keheningan Bener Meriah bukan tanda aman. Ia tanda bahaya yang disembunyikan semesta," ujar M Salihin.

Warga melintasi jalan berlumpur di kawasan jalan KKA, Guci Bener Meriah, untuk memperolah bantuan makanan dan logistik. 

Kini warga terpaksa berjalan kaki berhari-hari menembus hutan untuk mencari sekantong beras. Ada anak-anak yang tidur dengan perut kosong. Ada lansia yang menunggu bantuan sambil memegang sisa air hujan di botol plastik.

Ada ibu-ibu yang memeluk anaknya di balik dingin malam, menahan tangis agar si kecil tidak ikut menangis karena lapar.

Dan ada pula keluarga yang tidak sempat menyelamatkan anggotanya—karena pertolongan tidak pernah tiba.

Kabupaten yang Hilang dari Radar

Bener Meriah adalah Kabupaten, berdiri sendiri, dengan penduduk yang besar. Namun dalam tragedi ini, ia seperti terhapus dari peta bencana nasional. Tidak ada pejabat tinggi datang. Tidak ada kamera berita nasional. Tidak ada poster artis atau ajakan donasi yang viral. Seakan-akan kabupaten ini tidak eksis.

Padahal di sana, ada kehidupan yang sedang dipertaruhkan. Ada waktu yang berlari tanpa ampun. Ada manusia yang memanggil-manggil pertolongan tanpa suara.

Seruan dari Tanah Gayo yang Terlupakan

Warga dunia maya, relawan, donatur, dan siapa pun yang masih memiliki empati, inilah saatnya menyuarakan kebenaran:

Bener Meriah adalah Kabupaten, bukan Kecamatan di Aceh Tengah. Lebih dari 130 jembatan putus. Ratusan desa terisolir. Ada yang meninggal karena lapar. Ada yang berjalan berhari-hari demi sesuap nasi. Ada ibu, anak, dan lansia yang menunggu tanpa kepastian.

Ini bukan sekadar bencana alam. Ini kegagalan melihat mereka. Ini tragedi karena salah persepsi.

Dalam tujuh hari ke depan, Bener Meriah harus keluar dari status “terisolir”. Dan itu hanya bisa terjadi jika Kabupaten ini kembali terlihat, kembali disebut, kembali diingat.

Jika kita tidak bersuara, maka siapa lagi?

Karena di Bener Meriah, kehidupan sedang menggantung di ujung yang rapuh, menunggu sebuah pertolongan yang tak kunjung datang.

Di tengah hiruk-pikuk bantuan yang menumpuk di Takengon, seorang warga Aceh Tengah yang ditemui relawan tak kuasa menahan haru. Dengan suara bergetar ia berkata:

"Maafkan kami ya Allah… Hanya setingkat mati lampu dan sinyal buruk saja kami sudah mengeluh. Sementara saudara-saudara kami di Bener Meriah harus berjalan berkilo-kilo meter hanya untuk mendapatkan beras. Kami di sini merasa terbantu, tapi mereka di sana sedang bertaruh nyawa."

Kalimat sederhana itu terdengar lirih, namun menghantam jantung siapa pun yang mendengarnya. Di tengah bencana, empati adalah cahaya paling terang, dan pengakuan jujur itu seperti tamparan lembut bagi semua yang selama ini hanya melihat Takengon—tanpa menyadari ada Bener Meriah yang hampir tenggelam tanpa kabar. (Joniful Bahri)

HRD Lobi Lion Group, Dorong Penerbangan Harian ke Bandara Rembele untuk Buka Isolasi Warga Gayo

By On Kamis, Desember 11, 2025

H Ruslan Daud bersama CEO Lion Gruop, Rudi Kirana yang juga Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKB

BENER MERIAH, KabarViral79.Com - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD), melobi pimpinan Lion Group agar membuka layanan penerbangan harian rute Kualanamu–Rembele (PP) dan Banda Aceh–Rembele (PP).

Langkah ini diambil menyusul terputusnya akses darat yang menghubungkan Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Jalur Bireuen–Lhokseumawe akibat bencana banjir dan longsor.

HRD menjelaskan bahwa situasi darurat tersebut membuat ribuan warga kini terisolasi karena tidak ada jalur darat yang bisa dilalui kendaraan. Kondisi ini memaksa masyarakat berjalan kaki menempuh jarak puluhan kilometer melewati jalan berlumpur dan rawan longsor hanya untuk membeli kebutuhan pokok atau melanjutkan perjalanan menuju Medan maupun Banda Aceh.

"Layanan transportasi udara menjadi solusi paling cepat dan realistis dalam kondisi seperti ini. Harga tiket juga harus terjangkau agar masyarakat benar-benar terbantu," ujar HRD.

Politisi PKB itu menyampaikan bahwa permintaan pembukaan penerbangan harian telah disampaikan melalui Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), untuk diteruskan kepada Pendiri Lion Group, Rusdi Kirana, yang juga Anggota DPR RI dan Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKB.

"Kalau bisa, untuk sementara waktu Wings Air melayani penerbangan setiap hari, bahkan dua kali sehari dari Medan maupun Banda Aceh ke Rembele dan sebaliknya," kata HRD.

Selain komunikasi dengan Lion Group, HRD juga telah berkoordinasi dengan otoritas Bandara Rembele untuk memastikan proses administrasi perizinan penerbangan dipercepat.

Menurutnya, situasi darurat tidak boleh diperlakukan dengan standar normal.

"Saya sudah hubungi Kepala Bandara Rembele supaya perizinan dipercepat. Jangan diperlambat administrasinya. Ini kondisi darurat, dan ribuan nyawa sangat bergantung pada layanan transportasi udara," tegas mantan Bupati Bireuen itu.

HRD optimistis upaya tersebut akan segera terealisasi karena sudah ditindaklanjuti langsung oleh Gus Muhaimin dan dikomunikasikan dengan pihak Lion Group. (Joniful Bahri)

HRD Tinjau Irigasi dan Infrastruktur Bener Meriah, Respons Cepat Aspirasi Fraksi PKB

By On Selasa, November 18, 2025

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) saat melakukan Kunker ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Jumat, 14 November 2025. 

BENER MERIAH, KabarViral79.Com Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H. Ruslan Daud (HRD), melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Jumat, 14 November 2025.

Kunker tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan Ketua dan Anggota Fraksi PKB DPRK Bener Meriah yang meminta HRD membawa pulang dukungan anggaran APBN untuk percepatan pembangunan di daerah tersebut.

Dalam lawatan itu, HRD turut didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera 1 Banda Aceh, Asyari MT beserta jajaran, serta perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR.

Rombongan disambut Wakil Bupati Bener Meriah Ir. H. Armia, Sekda Riswandika Putra S.STP, MAP.

Selain itu, Wakil Ketua I DPRK Bener Meriah Guntur Alamsyah, Anggota Fraksi PKB Tgk. Husnul Ilmi, Kepala Bappeda Alfahmi ST, M.A.P, serta Tokoh Masyarakat setempat.

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) saat melakukan Kunker ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Jumat, 14 November 2025. 

Salah satu fokus tinjauan adalah jaringan irigasi di Desa Delung Tue, Kecamatan Bukit, yang dinilai sangat penting dalam rangka penguatan ketahanan pangan sebagaimana program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo.

“Ini merupakan bagian dari program Instruksi Presiden (Inpres) dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win, yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan di seluruh Indonesia,” kata HRD.

Politisi PKB itu meminta Pemkab Bener Meriah segera melakukan pendataan dan identifikasi kebutuhan prioritas masyarakat, termasuk usulan pembangunan Jalan Inpres dan infrastruktur vital lainnya, untuk diperjuangkan melalui anggaran APBN.

Kabalai BWS Sumatera 1, Asyari MT, menambahkan bahwa usulan pembangunan irigasi dapat diajukan melalui aplikasi SIPURI (Sistem Informasi Pengusulan Irigasi).

Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu memenuhi sejumlah syarat, seperti menyiapkan DED, kesiapan menerima dana hibah, serta komitmen merawat infrastruktur yang dibangun.

Ketua DPC PKB Bener Meriah, Tgk. Husnul Ilmi menyampaikan terima kasih atas respons cepat HRD yang langsung menghadirkan pejabat Kementerian PUPR untuk meninjau berbagai proyek yang diusulkan. 

“Hari ini kita meninjau irigasi dan madrasah. Ke depan kita berharap HRD juga dapat melihat rencana pembangunan Jalan Inpres yang telah diusulkan,” ujarnya.

Wakil Bupati Bener Meriah, Ir. H. Armia menyatakan kesiapan Pemkab mendukung penuh program-program pemerintah pusat yang akan dilaksanakan di daerah tersebut.

Ia berharap upaya ini dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih atas kehadiran HRD dan rombongan dari Kementerian PUPR. Semoga harapan masyarakat kami dapat segera terwujud,” tutup Armia. (Joniful Bahri)

Bertemu Bupati Bener Meriah, Senator Fachrul Razi Dukung Pengembangan Kopi dan Pembangunan Insfrastruktur

By On Selasa, Desember 28, 2021

BENER MERIAH, KabarViral79.Com – Senator Fachrul Razi dalam kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Bener Meriah, Senin, 27 Desember 2021, turut disambut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bener Meriah, Dailami. 

Dalam pertemuan tersebut, Senator Fachrul Razi yang juga Ketua Komite I DPD RI mengatakan, sangat mendukung pengembangan Kopi Gayo baik secara nasional maupun internasional dan juga dukungan terhadap pembangunan ekonomi dan insfrastruktur di Bener Meriah. 

“Lahan kopi yang luas, SDM yang terus berkembang serta potensi pendapatan asli daerah. Maka kita terus mendukung Kabupaten Bener Meriah ini untuk terus membangun infrastruktur serta SDM-nya,” ujar Fachrul Razi. 

Fachrul Razi menambahkan, infrastruktur membuat potensi-potensi yang ada di Bener Meriah bisa lebih berkembang. Daerah tengah Aceh ini adalah salah satu penghasil Kopi Aceh atau Kopi Gayo yang terbaik bukannya di nasional, namun juga di dunia. Setiap tahun Kabupaten Bener Meriah bisa ekspor sampai 45 ribu ton kopi.

“Dari kopi saja, masyarakat kita, terutama petaninya, sudah cukup mandiri. Apalagi, Bener Meriah punya ciri khas dibandingkan daerah lainnya. Di Bener Meriah, 100 persen kopinya adalah kebun milik rakyat. Mereka menggarap kopi secara tradisional,” tutupnya. (*/red)