-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Akses Jalan Bireuen–Takengon Lumpuh Total, Banjir Rendam Kawasan Weh Porak Bener Meriah Aceh

By On Minggu, April 05, 2026

Akses jalan lintas Bireuen–Takengon lumpuh total akibat banjir yang merendam kawasan Desa Weh Porak, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Minggu sore, 05 Maret 2026.  

BENER MERIAH, KabarViral79.Com - Akses jalan lintas Bireuen–Takengon lumpuh total akibat banjir yang merendam kawasan Desa Weh Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Minggu sore, 05 Maret 2026. 

Banjir terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. 

Luapan sungai menyebabkan air melimpah ke badan jalan hingga menutup seluruh akses transportasi di lokasi. 

Akibatnya, arus lalu lintas di jalur penghubung Bireuen–Takengon tidak dapat dilalui kendaraan. Bahkan, satu unit truk dilaporkan terperosok saat mencoba melintasi genangan air. 

Selain mengganggu mobilitas warga, banjir juga kembali merusak badan jalan yang sebelumnya telah diperbaiki secara darurat pasca bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025. 

Akses jalan lintas Bireuen–Takengon lumpuh total akibat banjir yang merendam kawasan Desa Weh Porak, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Minggu sore, 05 Maret 2026.  

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsi, kerugian material dirasakan masyarakat, terutama terganggunya distribusi barang dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan. 

Sejumlah alat berat juga dikerahkan guna mempercepat penanganan serta normalisasi akses jalan. 

Hingga Minggu malam sekitar pukul 20.50 WIB, kondisi jalan masih tergenang air dan belum dapat dilalui kendaraan. 

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Bener Meriah terus melakukan pemantauan intensif, termasuk di wilayah lain di Aceh, guna mengantisipasi potensi bencana susulan. 

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir lanjutan, mengingat curah hujan di sejumlah wilayah Aceh masih tergolong tinggi. (Joniful Bahri)

Kurang dari 24 Jam, Satresnarkoba Bener Meriah Ringkus Pemasok 18 Paket Sabu

By On Sabtu, Februari 28, 2026

Polisi berhasil menyita berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan peredaran narkotika di Bener Meriah

BENER MERIAH, KabarViral79.Com - Upaya pemberantasan narkotika kembali membuahkan hasil. Kurang dari 24 jam setelah pengungkapan 18 paket sabu di Desa Seni Antara, Kecamatan Permata, pada Kamis, 26 Februari 2026 malam, Satresnarkoba Polres Bener Meriah berhasil menangkap pemasok utama yang diduga memasok barang haram tersebut. 

Penangkapan pertama terhadap MZ mengantarkan penyidik pada identitas pemasok berinisial HM (36), yang kemudian diburu ke wilayah Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara

Kapolres Bener Meriah, Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil pengembangan cepat dari tim Satresnarkoba. 

“Setelah mengamankan MZ beserta 18 paket sabu pada Kamis malam, kami langsung melakukan pendalaman. Dari pemeriksaan, diperoleh informasi bahwa barang tersebut berasal dari HM di wilayah Nisam Antara. Tim kemudian bergerak melakukan pengejaran,” ujar Kapolres. 

Penangkapan pemasok utama pada Jumat, 27 Februari 2026, sekitar pukul 20.00 WIB, tim Satresnarkoba melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Desa Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. 

Saat penggerebekan berlangsung, HM sempat mencoba kabur, namun berhasil ditangkap tanpa perlawanan berarti. 

Dalam penggeledahan badan dan rumah, Polisi menyita berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan peredaran narkotika, yakni empat paket kecil plastik putih dan tiga paket plastik klip merah berisi sabu dengan berat bruto sekitar empat gram. 

Selain itu, satu timbangan elektrik kecil warna silver hitam; satu dompet kecil motif orange; dua unit handphone (Vivo biru dongker dan Oppo hitam); satu bong; satu mancis; uang tunai Rp 1.300.000 yang diduga hasil transaksi sabu. 

Seluruh barang bukti bersama tersangka HM telah dibawa ke kantor Satresnarkoba Polres Bener Meriah untuk proses hukum lebih lanjut. 

Kapolres menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap jaringan peredaran narkoba demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. (Joniful Bahri)

Petani di Bener Meriah Tewas Diserang Kawanan Gajah Liar, Polisi Imbau Warga Tidak Bertindak Sendiri

By On Sabtu, Februari 21, 2026

Seorang petani Kampung Pantanlah, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Musbahar, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar pada Sabtu, 21 Februari 2026. 

BENER MERIAH, KabarViral79.Com Seorang petani asal Kampung Pantanlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo di Bener Meriah, bernama Musbahar (53), meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Korban mengembuskan napas terakhirnya di RS BMC Bireuen sekitar pukul 10.00 WIB usai mengalami luka serius akibat diinjak gajah.

Kapolres Bener Meriah melalui Kapolsek Pintu Rime Gayo, AKP Suci menjelaskan, insiden itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, di kawasan Genengan, Dusun Ayu Ara.

Saat itu, kata dia, korban sedang bekerja di kebun dan berupaya mengusir seekor gajah yang masuk ke lahannya.

Namun tanpa disadari, gajah tersebut merupakan bagian dari kawanan yang berjumlah sekitar tiga ekor. Ketika mencoba menyelamatkan diri, korban terjatuh dan mengalami luka parah akibat injakan di bagian perut.

Seorang petani Kampung Pantanlah, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Musbahar, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar pada Sabtu, 21 Februari 2026. 

“Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan evakuasi dan membawa Musbahar ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Meski sempat dirawat, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” katanya. 

Kapolsek menuturkan, kawanan gajah hingga kini masih berada di sekitar area perkebunan warga. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan pengusiran mandiri apabila bertemu satwa liar, melainkan segera melapor kepada aparat desa atau pihak berwenang untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

Jenazah Musbahar rencananya akan dipulangkan keluarga dan dimakamkan di kampung halamannya di Kutacane.

Peristiwa tragis ini kembali menjadi pengingat serius akan meningkatnya konflik antara manusia dan gajah di wilayah tersebut, yang membutuhkan penanganan terpadu dari pemerintah dan pihak terkait. (Joniful Bahri)

Putra HRD Beri Pengobatan Gratis bagi Korban Banjir dan Longsor di Bener Meriah

By On Rabu, Januari 28, 2026

dr. Zulhilmi, putra anggota Komisi V DPR RI H. Ruslan Daud (HRD) memberi payanan kepada warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, pada Selasa, 27 Januari 2026. 


BENER MERIAH, KabarViral79.Com - Sejumlah warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mendapatkan pelayanan pengobatan gratis dari dr. Zulhilmi, putra anggota Komisi V DPR RI H. Ruslan Daud (HRD), pada Selasa, 27 Januari 2026.

Kegiatan sosial dan kemanusiaan yang mengusung tema HRD dan PKB Peduli tersebut dilaksanakan langsung di lokasi pengungsian korban banjir dan tanah longsor di Desa Uning Mas.

Dalam kegiatan itu, dr. Zulhilmi yang akrab disapa dr. Alung, turut didampingi ibundanya, Hj. Faridah Adam, serta dibantu dua tenaga medis lainnya, yakni Algandi dan Dedi Safriadi, bersama Tim Relawan HRD Peduli.

Dr. Alung bersama tim relawan turun langsung ke lokasi terdampak untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada warga yang masih mengalami keterbatasan akses layanan medis pasca bencana.

Pengobatan gratis tersebut merupakan bentuk kepedulian dr. Alung bersama Tim Relawan HRD dan PKB Peduli terhadap kondisi kesehatan masyarakat di wilayah dataran tinggi Gayo yang terdampak bencana alam.

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat yang hingga kini masih berupaya memulihkan kondisi kehidupan pasca banjir dan longsor.


Selain memberikan pelayanan medis, Tim Relawan HRD Peduli juga menyalurkan berbagai bantuan, seperti obat-obatan, perlengkapan kesehatan, serta kebutuhan pokok berupa beras, mie instan, air mineral, minyak goreng, perlengkapan balita, hingga pakaian baru untuk anak-anak di lokasi pengungsian.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi masyarakat sekaligus mencegah timbulnya penyakit pasca banjir.

Kegiatan pengobatan gratis ini menjadi bagian dari komitmen HRD dan PKB Peduli dalam menjalankan misi kemanusiaan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera.

Pj Reje (Kepala Desa) Uning Mas, Hasiluddin yang didampingi Tuha Peut Usman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian tersebut.

“Alhamdulillah, kehadiran Tim Relawan HRD Peduli beserta tenaga medisnya sangat meringankan beban masyarakat kami yang baru saja dilanda musibah banjir,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan warga setempat. Salah seorang warga, Rusda mengaku sangat terbantu dengan adanya pengobatan gratis dan bantuan yang diberikan.

“Alhamdulillah, pengobatan gratis dan berbagai bantuan dari istri dan putra Pak HRD serta para relawan sangat membantu meringankan beban warga kami yang tertimpa musibah bencana alam ini,” katanya. (Joniful Bahri)

Motif Pencurian Berujung Maut, Polisi Ungkap Pembunuhan Pasutri di Bener Meriah Aceh

By On Jumat, Januari 09, 2026

Polisi Bener Meriah saat mengamankan pelaku pembunahan Pasutri di Bener Meriah.  

BENER MERIAH, KabarViral79.ComKepolisian Resor (Polres) Bener Meriah mengungkap dugaan motif di balik kasus pembunuhan yang menewaskan sepasang suami istri di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa tragis tersebut diduga dipicu oleh aksi pencurian yang diketahui oleh korban hingga berujung pada tindak kekerasan.

Kapolres Bener Meriah melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) AKP Supriadi, S.Sos mengatakan, pihaknya telah mengamankan seorang pria berinisial RF (24) yang diduga sebagai pelaku dalam kasus tersebut.

“Terduga pelaku berhasil kami amankan kurang dari 12 jam setelah kejadian, tepatnya pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di sebuah rumah kebun kopi di Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit,” ujar AKP Supriadi.

Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 02.30 WIB di Dusun Makmur, Kampung Blang Tampu, Kecamatan Bukit.

Dua korban yang merupakan pasangan suami istri ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam rumah oleh warga setempat.

Korban laki-laki berinisial HBT (26) dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di RSU Muyang Kute.

Sementara istrinya, IYR (22), sempat menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia saat dirujuk ke rumah sakit di Kabupaten Bireuen.

Berdasarkan keterangan saksi, warga sekitar sempat mendengar suara mencurigakan dari dalam rumah korban pada dini hari tersebut.

Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah, lalu kejadian itu segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga terduga pelaku melakukan aksi pencurian di rumah korban.

Aksi tersebut diketahui oleh korban sehingga memicu terjadinya perlawanan dan berujung pada tindak kekerasan yang menyebabkan kedua korban meninggal dunia.

Meski demikian, polisi menegaskan bahwa motif dan kronologi lengkap kejadian masih terus didalami.

Saat ini, terduga pelaku RF telah diamankan di Mapolres Bener Meriah dan dijerat dengan Pasal 458 Ayat (3) KUHP tentang tindak pidana pembunuhan.

Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku dan para saksi, serta melengkapi berkas perkara untuk proses hukum selanjutnya.

“Kami akan menuntaskan perkara ini secara profesional dan transparan,” tegas AKP Supriadi. (Joniful Bahri)

Istri Toke Kopi di Bener Meriah Aceh Juga Ikut Meninggal, Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan dalam 24 Jam

By On Selasa, Januari 06, 2026

Satreskrim Polres Bener Meriah berhasil mengamankan RF, warga Kabupaten Aceh Tengah, yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. 

BENER MERIAH, KabarViral79.Com Jumlah korban dugaan pencurian dengan kekerasan (Curas) yang berujung pembunuhan di Kampung Blang Tampu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, bertambah.

IYR (22), istri dari Hairul Bani Takwa (26), meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis dan dirujuk ke Rumah Sakit Fauziah, Kabupaten Bireuen, Senin, 05 Januari 2026.

Informasi tersebut dibenarkan oleh warga setempat. Korban yang diketahui merupakan pengantin baru tidak dapat diselamatkan meski telah mendapat penanganan medis lanjutan.

“Istrinya juga sudah meninggal dunia setelah dirujuk ke Bireuen. Mereka ini pengantin baru,” ujar seorang warga Blang Tampu.

Sebelumnya, Hairul Bani Takwa ditemukan tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan luka bacok di bagian kepala. Sementara sang istri ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan sempat dirawat di RSUD Muyang Kute, Bener Meriah, sebelum dirujuk ke Bireuen karena kondisinya kritis.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Aris Cai Dwi Susanto menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang merupakan tetangga korban. Saksi mendengar suara benturan keras disertai tangisan dari arah rumah korban sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.

“Awalnya saksi mengira tidak terjadi sesuatu yang serius karena kondisi kembali tenang. Namun setelah suara kembali terdengar, saksi mendekati rumah korban untuk memastikan,” jelas Kapolres.

Satreskrim Polres Bener Meriah berhasil mengamankan RF, warga Kabupaten Aceh Tengah, yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. 

Saksi kemudian mendapati pintu rumah korban sudah terbuka. Bersama seorang rekannya, saksi melihat seorang pria berpakaian hitam dengan kepala tertutup kain melarikan diri ke arah dapur rumah korban. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada warga dan pihak kepolisian.

Kurang dari 24 jam setelah kejadian, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bener Meriah berhasil mengamankan RF (25), warga Kabupaten Aceh Tengah, yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Kasatreskrim Polres Bener Meriah, AKP Supriadi S.Sos mengatakan, terduga pelaku ditangkap di Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit, pada Senin, 05 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB.

“Setelah menerima laporan, kami langsung membentuk tim penyelidikan. Dari hasil pengembangan, pelaku terdeteksi berada di sebuah rumah kebun kopi di Desa Bale Atu dan berhasil kami amankan,” kata Supriadi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga melakukan pencurian kopi di dalam rumah korban. Aksinya diketahui setelah korban terbangun, sehingga pelaku nekat menyerang kedua korban menggunakan senjata tajam.

Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Polres Bener Meriah untuk menjalani pemeriksaan intensif. Sementara itu, jasad Hairul Bani Takwa masih menjalani proses autopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Pihak Kepolisian menyatakan masih mendalami motif dan kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. (Joniful Bahri)

Presiden Prabowo Batal Kunjungi Bener Meriah Aceh Usai Gempa Beruntun Guncang Wilayah Tersebut

By On Kamis, Januari 01, 2026

Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kerja ke Takengon, Aceh Tengah, pasca banjir bandang pekan lalu. Sementara ia batal Kunker ke Bener Meriah

BENER MERIAH, KabarViral79.Com - Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto batal melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 31 Desember 2025.

Pembatalan tersebut terjadi setelah wilayah itu diguncang gempa beruntun pada Selasa malam.

Sebelumnya, Presiden Prabowo dijadwalkan mendarat di Bandara Rembele, Bener Meriah, untuk meninjau sejumlah lokasi pengungsian pasca banjir yang melanda daerah tersebut beberapa waktu lalu.

Kunjungan itu juga diharapkan menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap proses pemulihan pasca bencana.

Berbagai persiapan penyambutan telah dilakukan oleh pemerintah daerah. Bahkan, kendaraan dinas Presiden RI 1 jenis Maung, produksi PT Pindad, telah lebih dahulu tiba di Bandara Rembele menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara beberapa hari sebelumnya.

Namun, hingga Rabu sore, kunjungan tersebut dipastikan batal dilaksanakan. Pemerintah belum menyampaikan keterangan resmi terkait alasan pembatalan agenda Presiden ke wilayah tersebut.

Meski demikian, pembatalan kunjungan Presiden Prabowo bertepatan dengan meningkatnya aktivitas kegempaan di Gunung Bur Ni Telong, yang dalam beberapa hari terakhir dilaporkan mengalami gempa vulkanik beruntun dan telah dinaikkan statusnya oleh otoritas terkait.

Situasi tersebut memicu kewaspadaan di kalangan masyarakat dan aparat pemerintah daerah, terutama terkait potensi dampak lanjutan terhadap keselamatan warga dan stabilitas wilayah. (Joniful Bahri)