LEBAK, KabarViral79.Com – Pemerintah Desa Darmasari menggelar pertemuan mediasi untuk merespons keresahan warga terkait rumor Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap 12 karyawan lokal di PT Surya Wira Abadi Tribuana (SWAT). Musyawarah tersebut dilangsungkan di Aula Kantor Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, pada Jumat (20/2/2026).
Acara dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Darmasari, Achmad Soleh, dengan didampingi Sekretaris Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Turut hadir dalam pertemuan tersebut tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan manajemen PT SWAT, para pekerja terdampak, serta unsur TNI-Polri dari Polsek Bayah dan Koramil 0315/Bayah.
Dalam forum tersebut, tokoh pemuda setempat, Entep S., mendesak pihak perusahaan untuk memberikan klarifikasi nyata terkait status para pekerja. Ia meminta bukti tertulis jika memang perusahaan telah melakukan pemberhentian resmi.
“Kami mempertanyakan kebenaran rumor yang beredar luas ini. Jika memang benar ada PHK, mana bukti surat pemberhentiannya secara formal?” ujar Entep.
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Darmasari, Ahmadyani (Elod). Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya masyarakat mendukung investasi di wilayah mereka, namun perusahaan harus tetap mengedepankan transparansi, terutama yang menyangkut nasib warga lokal.
“Kami mendukung keberadaan perusahaan, namun kami meminta ketegasan terkait dasar persoalan ini. Jika ada kendala internal, tolong selesaikan secara baik-baik sesuai prosedur ketenagakerjaan yang berlaku,” tegas Ahmadyani.
Suasana sempat memanas saat salah satu warga, Eko, mempertanyakan otoritas Diki sebagai perwakilan PT SWAT yang hadir. Warga meragukan kapasitas perwakilan tersebut dalam mengambil keputusan strategis di tingkat desa.
Menanggapi hal tersebut, Diki mengakui bahwa dirinya belum dapat memberikan keputusan final dalam pertemuan tersebut dikarenakan statusnya yang masih baru di internal perusahaan.
“Saya belum lama bergabung di PT SWAT. Terkait isu PHK ini, saya akan mencatat dan menyampaikan seluruh poin hasil pertemuan hari ini kepada pimpinan perusahaan untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Diki singkat.
Pertemuan ditutup dengan harapan besar dari warga agar manajemen pusat PT SWAT segera mengeluarkan klarifikasi resmi. Langkah ini dinilai krusial guna meredam spekulasi sekaligus menjaga kondusivitas hubungan antara pihak perusahaan dengan masyarakat Desa Darmasari.
(Tim/Red)

