![]() |
| Seorang petani Kampung Pantanlah, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Musbahar, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar pada Sabtu, 21 Februari 2026. |
BENER MERIAH, KabarViral79.Com – Seorang petani asal Kampung Pantanlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo di Bener Meriah, bernama Musbahar (53), meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Korban mengembuskan napas terakhirnya di RS BMC Bireuen sekitar pukul 10.00 WIB usai mengalami luka serius akibat diinjak gajah.
Kapolres Bener Meriah melalui Kapolsek Pintu Rime Gayo, AKP Suci menjelaskan, insiden itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, di kawasan Genengan, Dusun Ayu Ara.
Saat itu, kata dia, korban sedang bekerja di kebun dan berupaya mengusir seekor gajah yang masuk ke lahannya.
Namun tanpa disadari, gajah tersebut merupakan bagian dari kawanan yang berjumlah sekitar tiga ekor. Ketika mencoba menyelamatkan diri, korban terjatuh dan mengalami luka parah akibat injakan di bagian perut.
![]() |
| Seorang petani Kampung Pantanlah, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Musbahar, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar pada Sabtu, 21 Februari 2026. |
“Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan evakuasi dan membawa Musbahar ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Meski sempat dirawat, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” katanya.
Kapolsek menuturkan, kawanan gajah hingga kini masih berada di sekitar area perkebunan warga. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan pengusiran mandiri apabila bertemu satwa liar, melainkan segera melapor kepada aparat desa atau pihak berwenang untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.
Jenazah Musbahar rencananya akan dipulangkan keluarga dan dimakamkan di kampung halamannya di Kutacane.
Peristiwa tragis ini kembali menjadi pengingat serius akan meningkatnya konflik antara manusia dan gajah di wilayah tersebut, yang membutuhkan penanganan terpadu dari pemerintah dan pihak terkait. (Joniful Bahri)

