-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Prabowo Cicipi Hidangan Dapur Umum saat Tinjau Korban Banjir dan Jembatan Putus di Bireuen

By On Minggu, Desember 07, 2025

Presiden Prabowo Subianto mencicipi hidangan dapur umum saat meninjau korban banjir dan jembatan putus di Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu, 07 Desember 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto meninjau langsung pembangunan jembatan Bailey darurat di atas Sungai Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh, sekaligus menyapa pengungsi banjir di posko pengungsian Desa Bale Panah, Kecamatan Juli, Minggu, 07 Desember 2025.

Kedatangan Presiden sekitar pukul 11.45 WIB menggunakan helikopter kepresidenan disambut dengan pemaparan progres perbaikan jembatan.

Jembatan ini menjadi akses vital jalur darat penghubung Medan-Banda Aceh, yang terputus setelah rusak parah dampak banjir dan longsor pada 25-27 November lalu.

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pembangunan jembatan Bailey darurat di atas Sungai Teupin Mane, Bireuen, Aceh, sekaligus menyapa pengungsi banjir di posko pengungsian Desa Bale Panah, Juli, Minggu, 07 Desember 2025. 

Dalam kunjungannya, Prabowo memeriksa langsung rangka baja yang menjadi struktur utama jembatan sementara serta berdiskusi dengan pejabat terkait mengenai percepatan pemulihan akses transportasi.

Setelah peninjauan jembatan, Prabowo melanjutkan kunjungan ke posko pengungsian. Sekitar pukul 12.30 WIB, ia tiba di area dapur umum dimana relawan tengah menyiapkan makanan untuk para korban banjir.

Di sana, Presiden meminta seporsi nasi dengan lauk sederhana ikan tongkol yang juga dicicipi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Dengan santai, Prabowo menikmati makanan tersebut sebagai bentuk empati terhadap pengungsi yang tengah berjuang di masa sulit.

Kunjungan kerja ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara termasuk Sekretaris Kabinet, Menteri PU, serta Gubernur Aceh.

Peninjauan dan aksi sederhana tersebut mencerminkan upaya cepat pemerintah dalam pemulihan akses transportasi dan perhatian terhadap warga terdampak bencana. (Joniful Bahri)

Video: Prabowo Tinjau Pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane, Harap Bisa Selesai dalam Sepekan

By On Minggu, Desember 07, 2025


BIREUEN, KabarViral79.Com Presiden Prabowo Subianto berharap pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Aceh, selesai dalam waktu satu pekan dan dapat digunakan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat melihat langsung pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane, Minggu, 07 Desember 2025.

Ia berharap setelah pengerjaan jembatan itu selesai kemudian dilanjutkan dengan pengerjaan tiga jembatan lain yang merupakan jalur akses menuju Bener Meriah dan Takengon.

“Ya, saya kira kita lihat ya, salah satu jembatan yang mereka kerja terus diharapkan satu minggu sudah bisa buka dan dari sini bisa terus untuk membuka tiga jembatan lagi ya menuju Bener Meriah dan Takengon ke atas,” ujarnya. (*/red)

Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Jembatan Bailey di Teupin Mane, Akselerasi Pemulihan Akses Medan - Banda Aceh

By On Minggu, Desember 07, 2025

Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto meninjau pembangunan jembatan bailey di atas Sungai Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu, 07 Desember 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto meninjau pembangunan jembatan bailey di atas Sungai Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu, 07 Desember 2025.

Jembatan tersebut merupakan titik kritis jalur darat penghubung Medan - Banda Aceh yang sempat terputus akibat banjir besar.

Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 11.45 WIB. Setibanya di sana, Prabowo langsung mendapat pemaparan teknis terkait progres perbaikan jembatan.

Ia kemudian meninjau pemasangan rangka baja yang akan menjadi struktur utama jembatan sementara tersebut.

Dalam peninjauan itu, Presiden Prabowo didampingi Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto meninjau pembangunan jembatan bailey di atas Sungai Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu, 07 Desember 2025. 

Presiden tampak memeriksa serta memegang salah satu komponen rangka baja yang sedang dipasang di atas aliran sungai deras.

Di bibir sungai, Kepala Negara juga berdiskusi dengan Menteri PU, Bupati Bireuen Mukhlis Takabeya, serta sejumlah pejabat terkait lainnya mengenai percepatan pemulihan akses transportasi.

Sebelumnya, dua unit jembatan bailey sudah mulai dipasang oleh TNI AD, Kementerian Pekerjaan Umum, serta masyarakat setempat di lokasi tersebut.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya mengatakan, pemasangan jembatan menjadi fokus utama pemerintah demi memulihkan konektivitas lintas provinsi.

“Pemasangan dua jembatan bailey oleh TNI AD, Kementerian PU, dan masyarakat setempat di Sungai Teupin Mane, Aceh Bireuen, dilakukan untuk mempercepat pemulihan jalur vital Medan-Banda Aceh,” ujar Teddy. 

Ia menjelaskan, jembatan bailey berbobot sekitar 50 ton itu berfungsi sebagai jembatan sementara, namun dapat difungsikan layaknya jembatan permanen dalam situasi darurat. Pekerjaan dilakukan 24 jam non-stop setiap hari, bahu-membahu antara pemerintah dan warga.

Kerusakan infrastruktur di kawasan itu terjadi akibat meluapnya sungai yang melebar hingga 180 meter dari kondisi normal sekitar 100 meter. Dengan pemasangan dua jembatan darurat tersebut, pemerintah menargetkan jalur logistik segera tersambung kembali dalam 2-3 hari ke depan.

“Pemulihan tidak hanya dilakukan di satu titik, tapi juga di berbagai lokasi lain yang terdampak bencana,” tegas Teddy.

Pemerintah memastikan upaya pemulihan akan terus dimaksimalkan untuk menjamin mobilitas masyarakat dan distribusi logistik kembali berjalan normal. (Joniful Bahri)

Banjir Lumpuhkan Bireuen, Listrik dan Jaringan Komunikasi Masih “Meugap-Meugap” Belum Normal

By On Minggu, Desember 07, 2025

Petugas PLN saat melakukan perbaikan jaringan pasca banjir bandang yang melanda Bireuen, tapi sejauh ini, pasukan listrik dan jaringan komunikasi masih belum normal. 

BIREUEN, KabarViral79.ComKondisi pasca banjir di Kabupaten Bireuen, Aceh, masih memprihatinkan. Hingga Sabtu, 06 Desember 2025, pasokan listrik dan jaringan komunikasi belum sepenuhnya pulih sehingga aktivitas warga terganggu di sejumlah kecamatan.

Banjir besar yang melanda wilayah Bireuen sejak akhir November lalu tidak hanya merusak infrastruktur jalan dan jembatan, tetapi juga sistem kelistrikan dan telekomunikasi.

Warga mengeluhkan sulitnya mengakses informasi karena listrik kerap padam dan sinyal telepon masih “meugap-meugap” atau hilang timbul.

“Sudah beberapa hari listrik putus. Kalau pun hidup hanya sebentar lalu mati lagi. Sinyal telepon juga susah, kami kesulitan menghubungi keluarga,” kata Sulaiman, warga Jeumpa.

Petugas PLN masih bekerja di lapangan untuk memperbaiki jaringan yang rusak akibat banjir dan longsor. Namun medan yang berat dan sejumlah titik yang masih terendam menyebabkan perbaikan belum merata.

“Tapi aneh juga, petugas PLN sejak satu hari bencana banjir sudah bekerja, ditambah petugas dari pusat. Namun jaringan listriknya belum juga normal, alasanya pasukan daya lah dan lainnya,” cetus Taufik, warga lainya.

Sementara itu, operator telekomunikasi berupaya meningkatkan kapasitas jaringan darurat untuk mengembalikan layanan secara bertahap. Posko-posko pengungsian menjadi prioritas penyediaan akses komunikasi demi kelancaran koordinasi bantuan.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan bersabar karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Petugas gabungan terus bersiaga menangani gangguan layanan publik yang belum normal sepenuhnya. (Joniful Bahri)

HRD dan Kementerian PU Tinjau Percepatan Pembangunan Jembatan Bailey Kutablang

By On Minggu, Desember 07, 2025

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD) bersama pejabat Kementerian PUPR saat meninjau progres pembangunan jembatan bailey di lintas nasional Medan - Banda Aceh, Kutablang, Bireuen, Sabtu, 06 Desember 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD) bersama pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), meninjau langsung progres pembangunan jembatan bailey di lintas nasional Medan - Banda Aceh, Kawasan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Sabtu, 06 Desember 2025.

Jembatan rangka baja tersebut sebelumnya putus akibat diterjang banjir bandang pada akhir November 2025, sehingga memutus akses transportasi antarprovinsi dan menghambat distribusi logistik.

“Alhamdulillah hari ini kami bersama Dirjen Bina Marga, Dirjen Cipta Karya, Kepala BPJN Wilayah I Aceh, dan pejabat terkait turun langsung melihat progres di lapangan,” ujar HRD di sela peninjauan.

Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR sedang membangun jembatan bailey sepanjang sekitar 50 meter. Jembatan modular itu dirancang mampu dilintasi kendaraan dengan beban hingga 40 ton dan dapat dirakit cepat untuk kebutuhan darurat di lokasi bencana.

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD) bersama pejabat Kementerian PUPR saat meninjau progres pembangunan jembatan bailey di lintas nasional Medan-Banda Aceh, Kutablang, Bireuen, Sabtu, 06 Desember 2025. 

HRD menyebutkan, pekerjaan dilakukan siang dan malam untuk mempercepat pemulihan konektivitas.

“Insya Allah beberapa hari ke depan sudah bisa dilintasi kendaraan dari Medan ke Banda Aceh maupun sebaliknya,” ujarnya.

Selain di Kutablang, pembangunan jembatan bailey di lintas nasional Bireuen–Takengon, Km 10 Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, juga terus dipacu. Setelah akses utama terbuka, akan dilanjutkan perbaikan sejumlah titik longsor dan jembatan rusak hingga ke wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah agar tidak lagi terisolasi.

Sementara itu, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Ir. Roy Rizali Anwar, S.T., M.T menegaskan pemulihan fungsi jembatan menjadi prioritas saat ini.

“Pekerja terus memacu pekerjaan siang dan malam supaya jembatan bailey Kutablang segera rampung. Harapannya, dalam beberapa hari ke depan kendaraan sudah bisa melintas dan aktivitas masyarakat kembali normal,” ujar Roy. (Joniful Bahri)

HRD Desak Menteri PU Buka Tol Banda Aceh-Sigli untuk Masyarakat Umum

By On Minggu, Desember 07, 2025

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M Daud (HRD). 

BIREUEN, KabarViral79.Com Banjir besar yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh sejak 26 November 2025 terus menimbulkan dampak serius terhadap konektivitas antarwilayah. Sejumlah akses utama terputus, mobilitas warga terganggu, dan distribusi logistik kian terhambat.

Melihat kondisi tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M Daud (HRD), bergerak cepat dengan menghubungi langsung Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, untuk meminta pembukaan ruas tol Banda Aceh-Sigli bagi kendaraan umum.

HRD menegaskan, Tol Banda Aceh-Sigli, khususnya seksi Seulimum-Padangtiji, sangat penting sebagai jalur alternatif demi menunjang pengiriman bantuan, distribusi logistik, dan kendaraan evakuasi. Hal ini menyusul banyaknya ruas jalan nasional dan provinsi yang rusak dan terendam banjir.

“Tol Seulimum-Padangtiji saat ini sudah bisa dilalui kendaraan bantuan. Namun, kita minta kepada Pak Menteri untuk segera membukanya untuk umum,” ujar HRD,  Sabtu, 06  Desember 2025.

Ia menyebut, pemeriksaan kelayakan jalur serta pertimbangan teknis lainnya sedang dilakukan agar pemanfaatan tol dapat dioptimalkan tanpa mengabaikan faktor keselamatan pengguna.

“Yang lebih penting saat ini adalah misi kemanusiaan. Akses cepat sangat dibutuhkan agar penanganan bencana berjalan efektif,” tegasnya.

Dari laporan petugas di lapangan, Tol Sigli-Banda Aceh seksi nomor telah digunakan secara terbatas oleh kendaraan logistik sejak beberapa hari terakhir. Namun pembukaan secara penuh masih menunggu verifikasi teknis oleh pemerintah pusat dan pihak terkait.

Desakan untuk memfungsikan tol secara menyeluruh semakin menguat seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat dan percepatan penyaluran bantuan ke berbagai wilayah terdampak banjir di Aceh.

HRD berharap pemerintah pusat segera mengambil keputusan, mengingat tahap pemulihan pasca bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat membutuhkan dukungan infrastruktur yang optimal.

“Jangan sampai aktivitas masyarakat dan penanganan darurat lumpuh hanya karena akses yang terhambat,” pungkasnya. (Joniful Bahri)

Kementerian PUPR Bangun Jembatan Bailey di Kutablang untuk Pulihkan Akses Lintas Nasional

By On Sabtu, Desember 06, 2025

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) meninjau bendungan karet yang rusak diterjang banjir di Krueng Peusangan, Desa Kapa, Peusangan, Bireuen, Aceh, Jumat, 05 Desember 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai membangun jembatan bailey di ruas jalan nasional Medan–Banda Aceh, tepatnya kawasan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, yang putus akibat banjir pada pekan lalu.

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD) menyampaikan kepastian tersebut setelah berkomunikasi dengan pejabat terkait di Kementerian PUPR, pada Jumat, 05 Desember 2025.

“Alhamdulillah direspons cepat. Malam ini material jembatan dan pekerja langsung dikirim ke Kutablang untuk memulai pembangunan jembatan bailey,” ujarnya kepada wartawan.

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) meninjau bendungan karet yang rusak diterjang banjir di Krueng Peusangan, Desa Kapa, Peusangan, Bireuen, Aceh, Jumat, 05 Desember 2025. 

HRD menjelaskan, jembatan tersebut sangat vital karena menjadi jalur utama distribusi logistik. Jika tidak segera difungsikan, suplai sembako, BBM, dan elpiji ke wilayah Aceh bisa terganggu dan berdampak pada perekonomian masyarakat.

Jembatan bailey Kutablang direncanakan memiliki panjang sekitar 50 meter dan dapat dilintasi kendaraan bermuatan hingga 40 ton.

Selain di Kutablang, pembangunan jembatan bailey juga dilakukan di Teupin Mane, Kecamatan Juli, pada jalur nasional Bireuen–Takengon Km 10. Pembangunan jembatan dengan panjang sekitar 30 meter itu ditargetkan selesai dalam satu pekan.

"Jembatan Teupin Mane menjadi akses penting untuk pengiriman alat berat ke berbagai titik longsor dan putusnya jalan di lintasan Bireuen–Takengon, mulai dari Km 22 hingga kawasan Bener Meriah dan Takengon,” terangnya.

HRD mengatakan, masyarakat di dataran tinggi Gayo masih mengalami keterisolasian pasca banjir dan longsor. Ketersediaan logistik serta BBM mulai menipis, sementara harga barang di lapangan meningkat tajam.

Selain dua lokasi tersebut, Kementerian PUPR juga sedang memacu pembangunan jembatan bailey di jalur alternatif yang menghubungkan Bireuen–Lhokseumawe atau Banda Aceh–Medan.

“Insya Allah dalam beberapa hari ke depan dapat dilintasi kendaraan bermuatan 20 ton,” pungkasnya. (Joniful Bahri)