-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pemkab Bireuen Gelar Zikir dan Tausiah Sambut 1 Muharram 1448 H, Warga Diajak Maknai Hijrah

By On Selasa, Juni 16, 2026

Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, ST saat membuka kegiatan zikir bersama dan tausiah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi, di Masjid Agung Sulthan Jeumpa, Senin, 15 Juni 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.ComPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menggelar zikir bersama dan tausiah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi, di Masjid Agung Sulthan Jeumpa, Senin pagi, 15 Juni 2026. 

Kegiatan yang difasilitasi Dinas Syariat Islam (DSI) Bireuen itu menjadi momentum mengajak masyarakat memaknai hijrah sebagai langkah menuju kehidupan yang lebih baik. 

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, ST, serta menghadirkan Pimpinan Dayah Dhiyaul Haq Al-Aziziyah Jeunieb, Tgk. Nasruddin M. Judon atau yang akrab disapa Abi Nas Jeunieb, sebagai penceramah. 

Dalam sambutannya, Razuardi mengajak masyarakat menjadikan peringatan Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi diri sekaligus meneladani perjuangan Rasulullah SAW saat hijrah dari Makkah ke Madinah. 

“Hijrah bukan hanya peristiwa sejarah yang menjadi tonggak awal penanggalan Islam, tetapi juga mengandung nilai-nilai perubahan yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. 

Menurutnya, pada tingkat individu hijrah dapat menjadi sarana membentuk akhlak yang baik dan memperkuat keimanan. 

Sementara dalam kehidupan bermasyarakat, hijrah menjadi momentum mempererat persaudaraan, kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian sosial. 

Pimpinan Dayah Dhiyaul Haq Al-Aziziyah Jeunieb, Tgk. Nasruddin M. Judon (Abi Nas) Jeunieb saat memberi tausiah Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Agung Sulthan Jeumpa, Senin, 15 Juni 2026. 

Wakil Bupati berharap seluruh jamaah dapat mengikuti rangkaian zikir dan tausiah dengan khidmat sehingga tujuan kegiatan untuk memperoleh ridha, hidayah, dan taufik dari Allah SWT dapat tercapai. 

Ia juga berharap Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Bireuen. 

“Semoga tahun baru ini membawa kesuksesan, kemakmuran, keselamatan, kebahagiaan, kemajuan, serta perlindungan yang berlimpah dari Allah SWT bagi kita semua,” katanya. 

Sementara itu, Kepala DSI Bireuen, Munawar, SKM, MKes mengatakan, peringatan 1 Muharram merupakan agenda tahunan pemerintah daerah dalam rangka menyemarakkan syiar Islam di tengah masyarakat. 

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memperingati hijrah Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi sarana muhasabah atau introspeksi diri untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri pada awal tahun Hijriah. 

“Melalui tausiah yang disampaikan Abi Nas Jeunieb, diharapkan masyarakat dapat memaknai Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah untuk meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, dan ibadah kepada Allah SWT,” ujarnya. 

Selain zikir bersama, kegiatan juga diisi dengan tausiah keagamaan oleh Abi Nas Jeunieb yang mengupas makna hijrah dan pentingnya membangun kehidupan yang lebih baik, baik secara pribadi maupun sosial, sebagai implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. (Joniful Bahri

PMI Bireuen Kumpulkan 115 Kantong Darah, Semangat Kemanusiaan Mengalir di Hari Donor Darah Sedunia

By On Kamis, Juni 11, 2026

Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M menyemangati pendonor darah dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia, di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Cot Gapu, Kamis, 11 Juni 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Aksi donor darah massal yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia berhasil mengumpulkan 115 kantong darah. 

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Cot Gapu, Kamis, 11 Juni 2026 mendapat dukungan luas dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat, hingga warga umum. 

Sebanyak 115 kantong darah yang terkumpul akan disalurkan kepada pasien yang membutuhkan melalui Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD dr. Fauziah Bireuen. 

Darah tersebut diharapkan dapat membantu pasien yang menjalani perawatan, korban kecelakaan, ibu melahirkan, maupun penderita penyakit yang membutuhkan transfusi darah secara rutin. 

Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M., yang akrab disapa Edi Obama, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. 

“115 kantong darah yang terkumpul hari ini bukan sekadar angka. Di balik setiap kantong darah ada harapan, ada kesempatan hidup, dan ada kepedulian yang tulus dari masyarakat untuk membantu sesama. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen, LSM, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh masyarakat yang telah ikut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini,” ujar Edi Obama. 

Menurutnya, ketersediaan stok darah merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, peran para pendonor menjadi kontribusi nyata yang mampu menyelamatkan banyak nyawa. 

“Setiap tetes darah yang didonorkan hari ini adalah nafas kehidupan bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang melawan sakit. Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh dan menjadi budaya kemanusiaan di tengah masyarakat,” tambahnya. 

Edi Obama menjelaskan, kegiatan donor darah tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Donor Darah Sedunia, tetapi juga bertujuan membantu memenuhi kebutuhan darah yang terus meningkat di Kabupaten Bireuen. 

Ia menegaskan bahwa momentum Hari Donor Darah Sedunia harus dimaknai sebagai panggilan untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. 

“Tetesan darah yang kita berikan mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit dari hidup kita. Namun bagi mereka yang sedang berjuang di ruang ICU, sebotol darah adalah harapan baru untuk menyambung hidup. Ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap sesama,” katanya. 

Kegiatan donor darah tersebut mendapat dukungan penuh dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), unsur Forkopimda, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta berbagai elemen masyarakat lainnya. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bireuen Ir. Razuardi, M.T., Sekretaris Daerah Ismunandar, S.T., M.T., Asisten I Mulyadi, S.H., M.M., Asisten III Zamzami, S.Pd., M.Pd., para Kepala SKPK, serta sejumlah Camat. 

Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung gerakan kemanusiaan sekaligus menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan. 

Keberhasilan kegiatan ini juga tidak terlepas dari antusiasme para pendonor yang berasal dari kalangan ASN, organisasi masyarakat, komunitas, hingga warga umum. Mereka hadir dengan satu tujuan yang sama, yakni memberikan harapan hidup bagi sesama melalui donor darah. 

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan wujud nyata solidaritas kemanusiaan. Setiap kantong darah yang didonorkan hari ini dapat menjadi penyelamat bagi mereka yang sedang berjuang mempertahankan hidup. (Joniful Bahri)

Wakil Ketua DPRA Yah Fud Soroti Kondisi Memprihatinkan MIN 23 Bireuen: Butuh Renovasi dan Perhatian Serius Pemerintah

By On Minggu, Juni 07, 2026

Wakil Ketua I DPRA Bireuen, Ir. H. Saifuddin Muhammad (Yah Fud). 

BIREUEN, KabarViral79.Com Wakil Ketua I DPRA sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bireuen, Ir. H. Saifuddin Muhammad atau yang akrab disapa Yah Fud, menyoroti kondisi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 23 Bireuen di Desa Lhok Seumira, Kecamatan Samalanga, Bireuen, yang dinilainya sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. 

Pernyataan tersebut disampaikan Yah Fud saat menyerahkan ratusan stel seragam sekolah kepada siswa yang terdampak bencana hidrometeorologi di MIN 23 Bireuen, Sabtu, 06 Juni 2026 kemarin. 

Menurut Yah Fud, setelah melihat langsung kondisi sekolah di lapangan, ia menilai bangunan maupun sarana pendukung pendidikan di madrasah tersebut sudah tidak layak dan memerlukan renovasi menyeluruh, termasuk pengadaan mobiler baru. 

"Ketika kami turun langsung ke lokasi, kondisi sekolah ini memang sangat memprihatinkan. Bangunan dan fasilitasnya sudah tidak layak lagi sebagai tempat mencetak generasi masa depan," ujar Yah Fud. 

Ia menilai, persoalan yang dihadapi madrasah di bawah naungan Kementerian Agama tidak hanya terjadi di MIN 23 Bireuen, tetapi juga menyangkut keterbatasan infrastruktur dan fasilitas pendidikan secara umum. 

Selain kondisi bangunan sekolah, Yah Fud juga menyoroti akses jalan menuju sekolah yang hingga kini belum pernah tersentuh pengaspalan. 

Ia berjanji akan memperjuangkan pembangunan jalan lingkungan tersebut melalui berbagai sumber anggaran. 

"Kalau tidak bisa direalisasikan tahun ini, kita akan upayakan tahun depan. Bahkan jika anggaran tidak tersedia, kita harus mencari solusi bersama, termasuk melibatkan alumni dan pihak-pihak yang peduli terhadap pendidikan," katanya. 

Yah Fud mengakui kondisi anggaran pemerintah saat ini cukup terbatas, terutama setelah adanya perubahan regulasi dari pemerintah pusat yang berdampak pada pengurangan sejumlah alokasi dana pendidikan dari APBN. 

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat belajar dan berani bermimpi besar meskipun berasal dari daerah pelosok. 

"Anak-anak harus siap menghadapi tantangan masa depan. Jangan pernah takut bermimpi besar. Kami juga berasal dari kampung, tetapi dengan tekad dan pendidikan yang kuat, kita bisa meraih cita-cita yang tinggi," pesannya. 

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan moral dan akhlak sejak dini untuk mencegah berbagai persoalan kenakalan remaja yang semakin marak terjadi saat ini. 

Menurutnya, pengaruh media elektronik dan teknologi yang tidak digunakan secara bijak dapat membentuk pola pikir yang kurang sehat bagi generasi muda. 

Karena itu, Yah Fud berharap pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mendorong kreativitas, kemandirian, serta pembentukan karakter peserta didik. 

Melihat kondisi MIN 23 Bireuen saat ini, Yah Fud berkomitmen untuk melakukan koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen guna mencari solusi terkait rehabilitasi gedung dan pengadaan fasilitas sekolah. 

"Kami akan duduk bersama dan mencari jalan keluar. Mudah-mudahan ada peluang melalui APBK maupun APBA untuk membantu rehabilitasi bangunan dan melengkapi kebutuhan sekolah ini," ujarnya. 

Ia menambahkan, sebagai salah satu madrasah tertua di wilayah Samalanga, MIN 23 Bireuen seharusnya mendapatkan perhatian lebih serius dari pemerintah dan para alumninya. 

"Kondisi sekolah ini sangat menyedihkan dan menjadi catatan penting bagi kita semua. MIN membutuhkan peremajaan agar kembali mampu bersaing dan menjadi kebanggaan masyarakat," tutup Yah Fud. 

Kunjungan silaturahmi tersebut turut dihadiri Anggota DPRK Bireuen H. Jamaluddin, Komite Madrasah, Keuchik Gampong Lhok Seumira, dewan guru, peserta didik, serta sejumlah undangan lainnya. (Joniful Bahri)

Yah Fud Serahkan Ratusan Seragam untuk Siswa Korban Banjir di MIN 23 Bireuen, Dorong Percepatan Rehabilitasi Sekolah Menulis

By On Sabtu, Juni 06, 2026

Wakil Ketua I DPRA, Ir. H. Saifuddin Muhammad (Yah Fud) menyerahkan ratusan stel seragam sekolah kepada siswa MIN 23 Bireuen, di Lhok Seumira, Samalanga, Bireuen, Sabtu, 06 Juni 2026.

BIREUEN, KabarViral79.ComWakil Ketua I DPRA, Ir. H. Saifuddin Muhammad atau yang akrab disapa Yah Fud menyerahkan ratusan stel seragam sekolah kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 23 Bireuen yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. 

Bantuan melalui program NasDem Peduli Pendidikan tersebut diserahkan dalam kunjungan silaturahmi dan temu ramah bersama keluarga besar MIN 23 Bireuen, di Jalan Masjid Kuta Blang, Gampong Lhok Seumira, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Sabtu, 06 Juni 2026. 

MIN 23 Bireuen merupakan salah satu madrasah yang terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025 lalu. 

Selain menyerahkan seragam sekolah kepada para siswa, Yah Fud juga memberikan puluhan bingkisan kepada dewan guru. 

"Kami hadir untuk membantu meringankan beban para siswa dan orang tua pasca bencana. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Partai NasDem terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak banjir dan longsor," ujar Yah Fud. 

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bireuen itu mengakui jumlah bantuan yang disalurkan masih terbatas. 

Namun, ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan para siswa yang terdampak bencana. 

"Meski jumlahnya terbatas, kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban para siswa dan orang tua," katanya. 

Yah Fud menegaskan, program NasDem Peduli akan terus berlanjut dan menyasar sekolah-sekolah lain yang terdampak bencana di Kabupaten Bireuen. 

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti kondisi sejumlah madrasah di bawah naungan Kementerian Agama yang masih mengalami kerusakan akibat banjir. 

Wakil Ketua I DPRA, Ir. H. Saifuddin Muhammad (Yah Fud) menyerahkan bingkisan kepada dewan guru MIN 23 Bireuen, di Lhok Seumira, Samalanga, Bireuen, Sabtu, 06 Juni 2026. 

Menurutnya, kerusakan fasilitas belajar mengajar membutuhkan perhatian serius dan penanganan cepat dari pihak terkait. 

"Kita bisa melihat langsung kondisi ruang belajar dan mobiler di madrasah ini yang sudah tidak layak. Karena itu, perlu keseriusan dan gerak cepat untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak," ujarnya. 

Ia berharap, Kementerian Agama Kabupaten Bireuen dapat segera mempercepat proses rehabilitasi madrasah-madrasah yang mengalami kerusakan parah akibat bencana. 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRK Bireuen H. Jamaluddin, Komite Madrasah, Keuchik Gampong Lhok Seumira, Dewan Guru, peserta didik, serta sejumlah undangan lainnya. 

Sementara itu, Kepala MIN 23 Bireuen, Mulyadi, S.Ag melalui pendamping madrasah, Irwansyah, S.Pd menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada para siswa. 

"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Saifuddin Muhammad yang telah datang langsung menyerahkan bantuan kepada peserta didik kami. Semoga bantuan ini menjadi berkah dari Allah SWT," kata Irwansyah. 

Pihak madrasah juga berharap adanya dukungan untuk rehabilitasi gedung sekolah serta pengaspalan jalan menuju madrasah sepanjang sekitar 75 meter. 

Irwansyah menjelaskan, saat banjir melanda pada November 2025, MIN 23 Bireuen terendam air bercampur lumpur setinggi sekitar 25 sentimeter. Genangan tersebut menutupi ruang kelas, perpustakaan, kantor, dan hampir seluruh area sekolah. 

Akibatnya, sejumlah buku pelajaran, mobiler, serta pagar depan dan belakang madrasah mengalami kerusakan. 

Meski masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pasca bencana, sebanyak 127 siswa MIN 23 Bireuen tetap menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti proses belajar mengajar. (Joniful Bahri)

Pasca Libur Idul Adha, Bupati Bireuen Minta ASN Tingkatkan Disiplin dan Percepat Program Pembangunan

By On Selasa, Juni 02, 2026

Bupati Bireuen, Muhklos ST memimpin Apel Gabungan dan Halal Bihalal Idul Adha 1447 H/2026 M, di halaman Kantor Pusat Pemkab Bireuen, Selasa, 02 Juni 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.ComBupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen untuk meningkatkan disiplin kerja, memperkuat sinergi antar lembaga, serta mempercepat pelaksanaan program pembangunan daerah pasca libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. 

Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin Apel Gabungan dan Halal Bihalal Idul Adha 1447 H/2026 M, di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Selasa, 02 Juni 2026. 

Apel gabungan diikuti Wakil Bupati Bireuen, Sekretaris Daerah, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, para Camat, Kepala Sekretariat Lembaga Keistimewaan Aceh, Kepala Bagian Setdakab, serta ASN dari 32 Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK). 

Dalam sambutannya, Mukhlis menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh ASN dan mengapresiasi tingginya tingkat kehadiran pegawai pada hari pertama kerja setelah libur Idul Adha. 

Menurutnya, kehadiran ASN pada apel gabungan mencerminkan komitmen dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat. 

Bupati menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi antarsatuan kerja. 

Bupati Bireuen, Muhklos ST memimpin Apel Gabungan dan Halal Bihalal Idul Adha 1447 H/2026 M, di halaman Kantor Pusat Pemkab Bireuen, Selasa, 02 Juni 2026. 

Ia mengatakan nilai-nilai pengorbanan yang terkandung dalam ibadah kurban dapat menjadi inspirasi bagi ASN dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan publik. 

“Makna kurban bagi ASN dapat diwujudkan dengan mengesampingkan ego sektoral serta mengorbankan waktu dan tenaga demi kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah,” ujar Mukhlis. 

Selain itu, ia mengingatkan seluruh SKPK agar segera mengakselerasi pelaksanaan program dan kegiatan yang sempat tertunda selama masa libur. 

Bupati meminta realisasi program dan penyerapan anggaran dilakukan secara akuntabel, efektif, efisien, dan tepat sasaran guna mendukung percepatan pembangunan daerah. 

Mukhlis juga menegaskan bahwa disiplin ASN menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. 

Menurutnya, budaya kerja yang disiplin akan berdampak positif terhadap kinerja aparatur dan kepuasan masyarakat. 

Ia turut meminta seluruh unit pelayanan publik, termasuk RSUD dr. Fauziah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Puskesmas, Kantor Camat, serta unit layanan lainnya, segera beroperasi secara normal pada hari pertama kerja pasca libur Idul Adha. 

“Masyarakat tidak boleh menunggu. Kehadiran ASN harus memberikan manfaat nyata melalui pelayanan yang cepat, mudah, dan berkualitas,” katanya. 

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak ASN menjadi penyampai informasi yang benar terkait berbagai program dan capaian pembangunan daerah kepada masyarakat.

Menurutnya, peran ASN penting dalam membangun kepercayaan publik melalui penyebaran informasi yang objektif dan akurat. 

Kegiatan apel gabungan dan halal bihalal ditutup dengan saling bersalaman antara Bupati dan para peserta sebagai bentuk mempererat silaturahmi serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Bireuen. (Joniful Bahri)

Pelajar MIN Cot Batee yang Terseret Arus di Pantai Jangka Ditemukan Meninggal Dunia

By On Minggu, Mei 31, 2026

Firat Altakim (12), pelajar MIN Cot Batee, Kuala, Bireuen, dilaporkan hilang setelah terseret arus laut di Kawasan Pantai Jangka, Sabtu sore, 30 Mei 2026, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi, 31 Mei 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.ComFirat Altakim (12), pelajar MIN Cot Batee, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, yang dilaporkan hilang setelah terseret arus laut di Kawasan Pantai Jangka, Sabtu sore, 30 Mei 2026, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi, 31 Mei 2026. 

Korban ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB di pesisir Pantai Gampong Pante Paku, Kecamatan Jangka, atau sekitar 8 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam. 

Kapolsek Jangka, Ipda Fidhal Akhyar Febrina mengatakan, korban sebelumnya terseret arus saat mandi bersama dua rekannya di Pantai Laut Jangka pada Sabtu, sekitar pukul 15.50 WIB. 

Menurut keterangan yang diperoleh, setelah selesai mandi dan hendak pulang, korban bersama teman-temannya telah berada di pesisir pantai. Namun, korban kembali masuk ke laut untuk mencuci kaki di sekitar batu pemecah ombak. 

"Pada saat itu kondisi arus laut cukup kuat. Korban diduga terseret arus secara tiba-tiba hingga terbawa menjauh dari bibir pantai dan akhirnya tenggelam," ujar Kapolsek. 

Setelah menerima laporan dari Keuchik Gampong Jangka Mesjid dan Kepala Dusun Jabari, personel Polsek Jangka segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan membantu proses penanganan awal. 

Firat Altakim (12), pelajar MIN Cot Batee, Kuala, Bireuen, dilaporkan hilang setelah terseret arus laut di Kawasan Pantai Jangka, Sabtu sore, 30 Mei 2026, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi, 31 Mei 2026. 

Sekitar pukul 16.20 WIB, tim Basarnas Bireuen tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait serta nelayan setempat untuk melakukan operasi pencarian. 

Tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi korban dilaporkan hilang. 

Namun, pencarian terpaksa dihentikan sementara pada pukul 18.40 WIB akibat cuaca yang kurang mendukung dan gelombang laut yang cukup tinggi. 

Keesokan harinya, Minggu pagi, Kapolsek Jangka menerima laporan dari Panglima Laot Kuala Jangka, Abu Bakar Jalil, bahwa jasad korban telah ditemukan. 

"Korban ditemukan oleh pengunjung pantai di bibir Pantai Desa Pante Paku dalam keadaan meninggal dunia," kata Ipda Fidhal Akhyar Febrina. 

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga setempat. Masyarakat bersama pengelola kawasan wisata pantai selanjutnya mengevakuasi jenazah korban ke Meunasah Desa Pante Paku. 

Personel Polsek Jangka yang dipimpin langsung Kapolsek kemudian menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu proses penanganan lebih lanjut. 

Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Gampong Cot Batee, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, guna dimakamkan. 

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di lokasi yang memiliki arus kuat dan berada di sekitar batu pemecah ombak. 

Selain itu, diperlukan pemasangan rambu peringatan di titik-titik rawan guna mencegah terulangnya kejadian serupa. (Joniful Bahri)

Semangat Idul Adha, Warga Dusun Kommes Sembelih 22 Hewan Kurban

By On Kamis, Mei 28, 2026

Warga Dusun Kommes, Bireuen Meunasah Capa, Kota Juang, Bireuen, menyembelih 22 ekor hewan kurban dan dibagikan kepada warhamhu fakir miskin, pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, di dusun setempat, Kamis, 28 Mei 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.ComWarga Dusun Kommes, Gampong Bireuen Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, menunjukkan semangat kebersamaan pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan menyembelih 22 ekor hewan kurban, Kamis, 28 Mei 2026. 

Dari jumlah tersebut, tiga ekor sapi merupakan bantuan dari lembaga amal internasional asal Turki, Turkiye Diyanet Vakfi (TDV), yang disalurkan melalui Badan Kemakmuran Meunasah (BKM) Al-Ikhlas Dusun Kommes. 

Prosesi penyembelihan hingga pembagian daging kurban dipusatkan di kompleks Mushalla Al-Ikhlas, Jalan Gayo Km 1, dan berlangsung tertib serta lancar. Daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat usai salat zuhur. 

Kegiatan tahunan itu turut dihadiri Wakil Bupati Bireuen, H. Razuardi yang sebelumnya telah dinobatkan sebagai warga kehormatan Dusun Kommes. 

Dalam sambutannya, Razuardi mengapresiasi kekompakan panitia dan warga Dusun Kommes yang konsisten menjaga tradisi kurban setiap tahun. 

“Kurban adalah salah satu syiar Islam yang sangat agung. Selain bentuk ketaatan kepada Allah SWT, ibadah ini juga menjadi energi kebersamaan yang mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat,” ujarnya. 

Ia juga mengimbau masyarakat yang memiliki kemampuan finansial agar menjadikan Idul Adha sebagai momentum berbagi dan membantu sesama melalui ibadah kurban. 

“Kita harus membiasakan tradisi ini. Untuk panitia, pertahankan terus kebersamaan seperti ini,” katanya. 

Ketua Panitia Kurban Dusun Kommes, Ridwan Ibrahim didampingi Syafaruddin Johan dan Ery Syah Reza, menjelaskan, dari total 22 hewan kurban yang disembelih, sebanyak 19 ekor berasal dari partisipasi warga Dusun Kommes, baik yang berdomisili di Bireuen maupun di luar daerah. 

Warga Dusun Kommes, Bireuen Meunasah Capa, Kota Juang, Bireuen, menyembelih 22 ekor hewan kurban dan dibagikan kepada warhamhu fakir miskin, pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, di dusun setempat, Kamis, 28 Mei 2026.  

“Hewan kurban warga terdiri dari 11 ekor sapi dan delapan ekor kambing atau kibas. Alhamdulillah, tahun ini kami kembali dipercaya masyarakat untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban,” ujarnya. 

Ridwan berharap, jumlah warga yang berkurban terus meningkat pada tahun mendatang, baik secara kelompok maupun pribadi atas nama keluarga. 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. 

“Semoga semangat berkurban ini semakin mempererat silaturahmi serta persatuan antar warga Dusun Kommes dan masyarakat Gampong Bireuen Meunasah Capa pada umumnya,” katanya. 

Sementara itu, Syafaruddin Johan menyebutkan, panitia membagikan sekitar 740 kupon kepada warga yang dinilai berhak menerima daging kurban, termasuk masyarakat kurang mampu di Dusun Kommes dan beberapa gampong lainnya. 

“Pembagian daging kurban diprioritaskan bagi warga fakir dan miskin,” ujarnya. 

Di lokasi yang sama, BKM Al-Ikhlas juga melaksanakan penyembelihan tiga ekor sapi bantuan dari Turkiye Diyanet Vakfi (TDV), lembaga amal milik pemerintah Turki yang bergerak di bidang sosial dan keagamaan. 

Ketua BKM Al-Ikhlas, dr. Minar Mushari, mengatakan, daging kurban bantuan tersebut diprioritaskan untuk jamaah Mushalla Al-Ikhlas dan warga sekitar. 

“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan dan bantuan dari TDV. Semoga ini menjadi bagian dari syiar Islam dan mempererat ukhuwah antar warga,” katanya. (Joniful Bahri)