-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kejari Bireuen Terima Pengembalian Kerugian Negara Rp 98,7 Juta dalam Kasus Dugaan Korupsi Baitul Mal

By On Selasa, Maret 31, 2026

Kejari Bireuen, Yarnes, S.H., M.H didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, M. Riko Ari Pratama, Inspektorat Bireuen serta BPKD saat penyerahan kerugian negara 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen menerima pengembalian kerugian keuangan negara sebesar Rp 98,7 juta dalam penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran zakat dan infak pada Baitul Mal Kabupaten Bireuen Tahun 2024. 

Pengembalian tersebut diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Yarnes, S.H., M.H didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, M. Riko Ari Pratama, bersama pihak Inspektorat Kabupaten Bireuen serta Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bireuen

Penyerahan dilakukan di Kantor Kejari Bireuen pada Selasa, 31 Maret 2026. 

Dana yang dikembalikan tersebut merupakan hasil penghitungan audit investigasi Inspektorat Kabupaten Bireuen terhadap pengelolaan anggaran zakat dan infak pada Baitul Mal tahun 2024. 

Usai menerima pengembalian kerugian negara, Kejari Bireuen langsung menyerahkan dana tersebut kepada BPKD Kabupaten Bireuen untuk selanjutnya disetorkan ke kas daerah. 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan kerugian keuangan negara dalam proses penyelidikan kasus dugaan korupsi yang tengah berjalan. 

Kajari Bireuen, Yarnes, S.H., M.H, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pengelolaan keuangan negara agar berjalan secara transparan dan akuntabel, serta memastikan setiap penyimpangan dapat ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. 

Pihaknya juga mengimbau seluruh instansi pengelola anggaran publik agar meningkatkan tata kelola keuangan yang baik guna mencegah terjadinya penyimpangan yang merugikan negara dan masyarakat. (Joniful Bahri) 

Bantuan Stimulan Perumahan Tahap I di Bireuen Mulai Ditransfer, 868 Rekening Sudah Cair

By On Selasa, Maret 31, 2026

Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli

BIREUEN, KabarViral79.Com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mulai menyalurkan bantuan stimulan perumahan Tahap I bagi korban banjir dan tanah longsor. 

Hingga 27 Maret 2026, sebanyak 868 rekening penerima telah menerima transfer dengan total Rp 18,12 miliar. 

Penyaluran bantuan tersebut merujuk pada Keputusan Bupati Bireuen Nomor 300.2.2/63 Tahun 2026 tentang Penetapan Penerima Bantuan Stimulan Rumah Terdampak Bencana Tahap I, yang ditetapkan pada 18 Februari 2026. 

Bantuan ini sebelumnya telah diserahkan secara simbolis oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, pada 03 Maret 2026. 

Saat ini, proses transfer terus berlangsung melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) pusat, yang juga membuka rekening bagi para penerima. 

Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan stimulan perumahan di Kabupaten Bireuen mencapai 4.347 Kepala Keluarga (KK). 

Rinciannya, sebanyak 2.954 KK masuk kategori rumah rusak ringan dengan total bantuan Rp44,31 miliar. 

Sementara itu, 1.393 KK lainnya menerima bantuan masing-masing Rp 30 juta dengan total Rp 41,79 miliar. 

Pemerintah menjadwalkan sosialisasi terkait mekanisme pencairan bantuan akan dilaksanakan pada minggu kedua April 2026. 

Sesuai ketentuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pencairan bantuan dilakukan dalam dua tahap, yakni 80 persen pada termin pertama dan 20 persen pada termin kedua. 

Seluruh dana wajib digunakan untuk perbaikan atau pembangunan rumah dan tidak diperbolehkan untuk keperluan lain. 

Untuk memastikan penggunaan bantuan tepat sasaran, Bupati Bireuen membentuk tim teknis yang melibatkan unsur Pemerintah Daerah, Kepolisian, Kejaksaan, dan TNI. 

Adapun mekanisme pencairan dimulai dari pemberitahuan kepada penerima dan pihak bank, penyusunan rencana kebutuhan material bersama tukang, hingga pembelian bahan bangunan secara mandiri oleh penerima di toko material. 

Selanjutnya, penerima melakukan pencairan dana di bank dengan membawa dokumen yang diperlukan, termasuk faktur pembelian. 

Dana tersebut kemudian ditransfer langsung ke rekening toko material serta digunakan untuk membayar upah tukang. 

Setelah proses pembangunan berjalan, penerima wajib mengumpulkan seluruh bukti transaksi untuk diverifikasi oleh tim teknis. Jika dinyatakan sesuai, maka pencairan tahap kedua dapat dilanjutkan. 

Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli mengatakan bahwa proses transfer bantuan masih terus berlangsung dan diharapkan dapat segera menjangkau seluruh penerima. 

“Pemerintah memastikan proses penyaluran berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat segera memperbaiki rumah mereka pasca bencana,” ujarnya. 

Pemerintah mengimbau masyarakat penerima bantuan agar mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan serta tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang mencoba mengintervensi proses pencairan dan penggunaan dana. (Joniful Bahri)

Ketua DPD Partai NasDem Bireuen, Yah Fud Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Samalanga

By On Jumat, Maret 27, 2026

Ketua DPD Partai NasDem Bireuen yang juga Wakil Ketua DPRA, Ir. H. Saifuddin Muhammad saat menyerahkan bantuan kepada warga yang rumahnya terbakar, di Gampong Matang Teungoh, Samalanga, Kamis, 26 Maret 2026 kemarin. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Guna meringankan beban korban bencana kebakaran, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Bireuen yang juga Wakil Ketua DPRA, Ir. H. Saifuddin Muhammad, turun langsung ke lokasi kebakaran di Dusun Kuta Kumbang, Gampong Matang Teungoh, Kemukiman Tanjongan, Kecamatan Samalanga, Kamis, 26 Maret 2026 kemarin. 

Politikus yang akrab disapa Ayah Fud itu menyerahkan bantuan berupa kebutuhan bahan pokok dan pakaian kepada warga terdampak. 

Kunjungan tersebut merupakan respons atas musibah kebakaran yang terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 yang menghanguskan dua unit rumah milik Arifuddin (50) dan T. Reka Irnanda (32). 

Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa itu menyebabkan kerugian material yang cukup besar. 

Dalam kesempatan itu, Ayah Fud menyampaikan bahwa kehadirannya bersama jajaran Partai NasDem merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. 

Ketua DPD Partai NasDem Bireuen yang juga Wakil Ketua DPRA, Ir. H. Saifuddin Muhammad turun langsung ke titik lokasi rumah warga Samalanga yang terbakar, Kamis, 26 Maret 2026 kemarin.  

“Partai NasDem berkomitmen untuk selalu hadir bersama masyarakat dalam situasi apa pun, terutama saat mereka membutuhkan dukungan dan perhatian,” ujarnya. 

Ia menegaskan, Partai NasDem tidak hanya menjalankan fungsi politik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. 

Menurutnya, bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban korban sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. 

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu saudara-saudara kita yang sedang diuji. Tetap semangat dan tabah, semoga Allah SWT memberi kekuatan dan jalan terbaik,” kata Ayah Fud. 

Kehadiran Ayah Fud di lokasi kebakaran turut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat yang merasa terbantu dengan perhatian dan bantuan yang diberikan. (Joniful Bahri)

Pemkab Bireuen Tegaskan Penanganan Bencana Sesuai Prosedur, Persilakan Uji Lewat Class Action

By On Kamis, Maret 26, 2026

Juru Bicara Pemerintah Bireuen, Muhajir Juli

BIREUEN, KabarViral79.Com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menegaskan bahwa penanganan bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah tersebut telah dilaksanakan sesuai tahapan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat. 

Juru Bicara Pemerintah Bireuen, Muhajir Juli menyatakan, seluruh proses penanganan, mulai dari penetapan status darurat hingga masa transisi pemulihan, telah mengacu pada ketentuan yang berlaku. 

“Pemkab Bireuen tidak memiliki kewenangan untuk mengabaikan tahapan yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Sejak awal, seluruh proses dijalankan sesuai prosedur,” ujarnya. 

Hal tersebut, kata dia, dibuktikan dengan sejumlah Keputusan Bupati, di antaranya penetapan status keadaan darurat bencana banjir dan tanah longsor pada 2025, perpanjangan status darurat, hingga penetapan masa transisi darurat ke pemulihan yang berlangsung sejak 7 Januari hingga 6 April 2026. 

Menurut Muhajir, seluruh kebijakan tersebut merujuk pada berbagai regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Peraturan Pemerintah Nomor 21 dan 22 Tahun 2008, serta aturan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Qanun Daerah

Ia menambahkan, selama penanganan bencana, Pemkab Bireuen juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan tidak mengambil keputusan secara sepihak. 

Terkait tidak dibangunnya hunian sementara (Huntara), Muhajir menjelaskan keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah dengan masyarakat terdampak, bukan kebijakan sepihak pemerintah daerah. 

“Pembangunan Huntara memiliki sejumlah persyaratan, seperti harus berada di lahan yang sesuai, tidak berada di zona rawan bencana, serta mendapat persetujuan masyarakat. Dalam prosesnya, sebagian besar korban menolak ditempatkan di Huntara komunal maupun di luar desa,” jelasnya. 

Sebagai alternatif, lanjut dia, pemerintah memilih skema Dana Tunggu Hunian (DTH) sebagai bantuan stimulan bagi korban sembari menunggu pembangunan hunian tetap oleh pemerintah pusat. 

Muhajir juga menanggapi adanya wacana class action yang akan diajukan oleh sejumlah pihak terkait penanganan bencana. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah menghormati langkah hukum tersebut 

“Upaya hukum merupakan hak setiap warga negara dalam sistem demokrasi. Pemerintah Bireuen tidak keberatan dan siap menghormati proses tersebut,” katanya. 

Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap terbuka dan berkomitmen menjalankan pemerintahan yang transparan serta berintegritas dalam percepatan penanganan dan pemulihan pasca bencana

“Pemerintah akan terus bekerja keras sesuai ketentuan untuk memastikan pemulihan berjalan optimal bagi masyarakat terdampak,” ujar Muhajir. (Joniful Bahri)

HRD Apresiasi Polda Aceh, Angka Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Menurun

By On Kamis, Maret 26, 2026

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD).  

BANDA ACEH, KabarViral79.Com - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Aceh beserta jajaran atas kinerja dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026

Hal tersebut disampaikan HRD kepada wartawan, Kamis, 26 Maret 2026. 

Ia menilai, pengamanan yang dilakukan Polda Aceh menunjukkan tren positif, ditandai dengan menurunnya angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan periode sebelumnya. 

“Pengamanan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah tahun ini berjalan sangat baik. Hal ini terlihat dari menurunnya angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatnya kepuasan masyarakat,” ujar HRD. 

Meski demikian, ia tetap mengingatkan masyarakat agar tetap waspada selama perjalanan. 

HRD menekankan pentingnya memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan, seperti rest area dan pos pelayanan, untuk menjaga kondisi fisik tetap prima saat berkendara. 

Menurutnya, capaian tersebut menjadi hal yang signifikan, mengingat Aceh sebelumnya dilanda bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. 

“Secara umum situasi tetap aman dan kondusif. Arus lalu lintas, termasuk di kawasan Jembatan Kutablang Bireuen dan daerah terdampak banjir, terpantau lancar,” ujarnya. 

HRD yang juga Ketua DPW PKB Aceh menyatakan bangga atas dedikasi seluruh personel kepolisian di lapangan. 

Ia menilai kerja keras aparat telah memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam merayakan Idul Fitri.

“Suasana Lebaran di Aceh tahun ini dapat dirasakan dengan aman dan nyaman oleh seluruh masyarakat,” tutupnya. (Joniful Bahri)

Ketua Gerbang Tani Bireuen Nilai Penanganan Pasca Bencana Lambat, Petani dan Nelayan Terdampak Parah

By On Rabu, Maret 25, 2026

Pemkab Bireuen dinilai lambat dalam menangani dampak bencana, khususnya pada sektor pertanian dan perikanan

BIREUEN, KabarViral79.Com - Ketua Gerakan Kebangkitan Petani (Gerbang Tani) Kabupaten Bireuen, Sunazardi atau yang akrab disapa Tengku Dan, menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen berjalan lambat dalam menangani dampak bencana, khususnya pada sektor pertanian dan perikanan. 

Dalam siaran pers yang diterima, Rabu, 25 Maret 2026,Sunazardi menyampaikan bahwa kondisi di lapangan saat ini sangat memprihatinkan. Petani sawah dan pelaku perikanan darat disebut sebagai kelompok yang paling terdampak akibat belum maksimalnya penanganan pasca bencana. 

“Hampir di seluruh wilayah terdampak, masyarakat sudah tidak bisa lagi turun ke sawah maupun ke tambak. Kondisinya sangat sulit,” ujar Sunazardi. 

Ia menjelaskan, banyak lahan pertanian dan tambak milik warga tertimbun lumpur tebal pasca bencana, sehingga tidak dapat digunakan untuk aktivitas produksi. 

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat dan terukur dari pemerintah daerah. 

“Lahan sawah dan tambak saat ini tertutup lumpur padat. Pemerintah harus segera melakukan normalisasi dan pengerukan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas,” tegasnya. 

Sunazardi juga memperingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, dampaknya akan semakin luas. Selain kehilangan mata pencaharian, masyarakat juga berpotensi menghadapi krisis ekonomi hingga ancaman kelaparan

“Kalau ini terus dibiarkan, masyarakat akan kehilangan pekerjaan. Ancaman kelaparan sudah di depan mata,” katanya. 

Ia meminta pemerintah daerah lebih proaktif dalam merespons kondisi darurat yang dialami masyarakat. 

Menurutnya, situasi saat ini membutuhkan langkah cepat dan konkret, bukan sekadar menunggu tanpa aksi nyata. 

“Masyarakat sudah sangat menderita. Pemerintah harus turun langsung dan bergerak cepat, jangan berpangku tangan. Keresahan masyarakat sudah semakin meningkat,” ujarnya. 

Selain itu, Sunazardi juga mengingatkan Bupati Bireuen agar tidak mencari kesalahan pihak lain di tengah kondisi masyarakat yang masih terdampak bencana banjir dan tanah longsor

Ia menilai, hingga saat ini belum ada kepastian yang jelas bagi para pengungsi yang masih tinggal di tenda. 

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan bahwa sebagai pemimpin daerah, Bupati harus bertanggung jawab penuh terhadap penanganan masyarakat korban bencana. 

Gerbang Tani berharap Pemkab Bireuen segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan sektor pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat. (Joniful Bahri)

Ribuan Warga Hadiri Halalbihalal di Kediaman Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Ruslan Daud di Bireuen

By On Senin, Maret 23, 2026

Warga dari berbagai daerah di Aceh memadati acara Halalbihalal yang digelar Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Ruslan Daud, di kediamannya di Komplek Meuligoe Residence Cot Gapu, Kota Juang, Bireuen, Minggu, 22 Maret 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.ComRibuan warga dari berbagai daerah di Aceh menghadiri acara Halalbihalal yang digelar Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Ruslan Daud, di kediamannya di Komplek Meuligoe Residence Cot Gapu, Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Minggu, 22 Maret 2026. 

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Idul Fitri 1447 Hijriah tersebut berlangsung penuh keakraban dan menjadi ajang silaturahmi antara masyarakat dengan tokoh politik yang akrab disapa HRD itu. 

Sejumlah tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta pejabat pemerintahan tampak hadir bersama masyarakat umum dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Mereka memanfaatkan momentum tersebut untuk saling bermaafan dan mempererat hubungan sosial. 

Dalam sambutannya, Ruslan Daud menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat berkumpul bersama masyarakat pada hari raya. 

“Ini adalah momentum yang sangat berharga untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Saya sangat bersyukur dapat berbagi kebahagiaan bersama masyarakat Bireuen dan Aceh umumnya,” ujarnya. 

Warga dari berbagai daerah di Aceh memadati acara Halalbihalal yang digelar Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Ruslan Daud, di kediamannya di Komplek Meuligoe Residence Cot Gapu, Kota Juang, Bireuen, Minggu, 22 Maret 2026. 

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, serta bersama-sama membangun Aceh ke arah yang lebih baik. 

Suasana hangat terlihat saat Ruslan Daud berbaur langsung dengan para tamu. Ia menyapa satu per satu warga yang hadir, berbincang santai, serta menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri. 

Selain itu, panitia juga menyediakan berbagai hidangan makanan dan minuman bagi para tamu yang hadir, menambah semarak suasana kebersamaan di hari raya. 

Salah satu tamu undangan, Aris mengaku senang dapat bersilaturahmi langsung dalam acara tersebut. 

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur bisa bersilaturahmi dengan Pak HRD dan keluarga, serta bertemu dengan banyak masyarakat dari berbagai daerah,” ujarnya. 

Halalbihalal tersebut menjadi salah satu agenda rutin yang digelar setiap tahun dan selalu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. (Joniful Bahri)