-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pedagang Pasar Adiyasa Mengeluh, Dua Bulan Sampah Tak Kunjung Diangkut: Kemana Uang Salar Kebersihan!

By On Selasa, Maret 31, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Imbas menumpuknya sampah di Pasar Adiyasa, Desa Cikuya, yang tak kunjung diangkut menimbulkan aroma bau busuk dan belatung-belatung berserakan dikeluhkan para pedagang. 

"Kami sangat menyayangkan sekali kenapa sudah kurang lebih dua bulan sampah tersebut tak kunjung diangkut oleh pihak yang memungut uang salar kebersihan. Apalagi aroma sampah tersebut menimbulkan bau busuk dan juga banyak belatungnya berserakan," ucap salah seorang pedagang, Selasa, 31 Maret 2026. 

Para Pedagang meminta kepada Pengelola Pasar Adiyasa  segera mengangkut sampah tersebut.

"Jangan hanya uang salar kebersihan aja yang diambil tiap hari, tapi sampah tak kunjung diangkut," ucapnya. (Reno)

Sekda Deden Minta Kabupaten dan Kota Optimalkan Penerimaan Opsen Pajak

By On Selasa, Maret 31, 2026


SERANG, KabarViral79.Com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi meminta Pemerintah Kabupaten dan Kota mengoptimalkan peran dalam meningkatkan penerimaan pajak daerah

Apalagi, kata dia, porsi opsen atau bagi hasil pajak kendaraan bermotor yang mencapai 60 persen bagi daerah. 

Hal itu disampaikan Deden saat Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pembina Samsat se-Provinsi Banten yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), di Hotel Aston Serang, Selasa, 31 Maret 2026. 

Menurutnya, besarnya porsi bagi hasil tersebut harus diimbangi dengan upaya nyata dari pemerintah kabupaten dan kota dalam mendorong kesadaran masyarakat membayar pajak. 

“Kabupaten dan kota menerima hingga 60 persen dari opsen pajak. Artinya, mereka juga memiliki kewajiban besar untuk menarik dan mengedukasi wajib pajak agar patuh membayar pajak,” ujarnya. 

Deden menegaskan, peningkatan pendapatan pajak tidak cukup hanya mengandalkan sistem atau aplikasi. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dinilai menjadi faktor kunci. 

“Sebagus apa pun aplikasi yang kita miliki, kalau tidak diiringi pemahaman masyarakat tentang kewajiban pajak, itu akan percuma,” ujarnya. 

Ia juga menyoroti masih banyak masyarakat yang belum mengetahui waktu jatuh tempo pembayaran pajak kendaraan

Oleh karena itu, ia meminta jajaran Samsat dan pemerintah kabupaten dan kota lebih aktif memberikan informasi secara masif dan mudah diakses. 

“Banyak masyarakat tidak hafal kapan harus bayar pajak. Ini yang harus kita jawab dengan informasi yang jelas dan terus diingatkan,” ujarnya. 

Selain itu, transparansi penggunaan pajak juga menjadi perhatian. 

Menurut Deden, masyarakat perlu diyakinkan bahwa pajak yang dibayarkan digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan, seperti perbaikan jalan, rumah tidak layak huni, sarana, prasarana pendidikan dan kesehatan. 

“Kalau masyarakat tahu pajak digunakan untuk apa, mereka akan lebih termotivasi untuk membayar,” ujarnya. 

Deden juga mengingatkan agar jajaran pegawai Samsat tidak bersikap pasif menunggu wajib pajak. Samsat harus proaktif menjangkau masyarakat melalui berbagai inovasi pelayanan. 

Sementara itu, Kepala Bapenda Provinsi Banten, Berly Rizki Natakusumah mengatakan, realisasi pajak daerah dalam tiga bulan terakhir masih belum optimal. 

Hal tersebut antara lain dipengaruhi kebijakan pajak kendaraan listrik yang masih bernilai nol rupiah. 

Sementara pertumbuhannya di Banten mencapai sekitar 15 persen dari kendaraan baru. 

Sebagai langkah strategis, pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, termasuk melakukan penagihan bersama dan menghadirkan layanan payment point di 1.551 desa dan kelurahan bekerja sama dengan perbankan dan BUMDes. 

Melalui langkah tersebut, diharapkan optimalisasi penerimaan pajak daerah dapat tercapai. 

"Termasuk dapat berdampak pada peningkatan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di Provinsi Banten," ujarnya. (*/red)

Gerakan Indonesia Asri, Bupati Ratu Zakiyah Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

By On Selasa, Maret 31, 2026

SERANG,  KabarViral79.Com - Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang serempak melakukan aksi bersih-bersih di setiap lingkungan atau kantornya masing-masing pada Selasa, 31 Maret 2026. 

Aksi bersih-bersih sebagai tindak lanjut Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2026 tentang pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri

SE Bupati Serang juga menindaklanjuti SE Mendagri Nomor:600.11/889/Sj tanggal 18 Februari 2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). 

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, sejalan dengan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2026 tentang pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri, Pemerintah Kabupaten Serang berkomitmen penuh untuk mendukung dan mengimplementasikan gerakan ini secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Serang. 

"Alhamdulillah, hari ini Pemkab Serang melaksanakan Gerakan Indonesia Asri secara serempak yang diikuti oleh seluruh pegawai. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen kami dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat budaya peduli terhadap alam di tengah masyarakat," ujarnya melalui keterangan tertulisnya. 

Ratu Zakiyah sapaan Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan bahwa gerakan Indonesia Asri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. 

"Melalui langkah sederhana seperti membersihkan lingkungan, kita turut berkontribusi dalam menciptakan Kabupaten Serang yang bersih, sehat, dan nyaman," pungkasnya. 

Atas kekompakan ASN di lingkungan Pemkab Serang, Ratu Zakiyah mengapresiasi yang rencananya akan dilaksanakan secara berkelanjutan selama dua hari dalam setiap pekannya, yakni hari Selasa dan Jum'at. 

"Saya mengapresiasi seluruh jajaran yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Semoga semangat Gerakan Indonesia Asri dapat terus berlanjut dan menjadi kebiasaan baik, baik di lingkungan kerja maupun di kehidupan sehari-hari masyarakat," tuturnya. 

Berdasarkan pantauan, mulai dari tingkat Sekretariat Daerah (Setda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan sampai tingkat Pemerintah Desa (Pemdes) kompak serempak melakukan aksi bersih-bersih di lingkungannya masing-masing. (*/red)

Bantuan Stimulan Perumahan Tahap I di Bireuen Mulai Ditransfer, 868 Rekening Sudah Cair

By On Selasa, Maret 31, 2026

Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli

BIREUEN, KabarViral79.Com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mulai menyalurkan bantuan stimulan perumahan Tahap I bagi korban banjir dan tanah longsor. 

Hingga 27 Maret 2026, sebanyak 868 rekening penerima telah menerima transfer dengan total Rp 18,12 miliar. 

Penyaluran bantuan tersebut merujuk pada Keputusan Bupati Bireuen Nomor 300.2.2/63 Tahun 2026 tentang Penetapan Penerima Bantuan Stimulan Rumah Terdampak Bencana Tahap I, yang ditetapkan pada 18 Februari 2026. 

Bantuan ini sebelumnya telah diserahkan secara simbolis oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, pada 03 Maret 2026. 

Saat ini, proses transfer terus berlangsung melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) pusat, yang juga membuka rekening bagi para penerima. 

Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan stimulan perumahan di Kabupaten Bireuen mencapai 4.347 Kepala Keluarga (KK). 

Rinciannya, sebanyak 2.954 KK masuk kategori rumah rusak ringan dengan total bantuan Rp44,31 miliar. 

Sementara itu, 1.393 KK lainnya menerima bantuan masing-masing Rp 30 juta dengan total Rp 41,79 miliar. 

Pemerintah menjadwalkan sosialisasi terkait mekanisme pencairan bantuan akan dilaksanakan pada minggu kedua April 2026. 

Sesuai ketentuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pencairan bantuan dilakukan dalam dua tahap, yakni 80 persen pada termin pertama dan 20 persen pada termin kedua. 

Seluruh dana wajib digunakan untuk perbaikan atau pembangunan rumah dan tidak diperbolehkan untuk keperluan lain. 

Untuk memastikan penggunaan bantuan tepat sasaran, Bupati Bireuen membentuk tim teknis yang melibatkan unsur Pemerintah Daerah, Kepolisian, Kejaksaan, dan TNI. 

Adapun mekanisme pencairan dimulai dari pemberitahuan kepada penerima dan pihak bank, penyusunan rencana kebutuhan material bersama tukang, hingga pembelian bahan bangunan secara mandiri oleh penerima di toko material. 

Selanjutnya, penerima melakukan pencairan dana di bank dengan membawa dokumen yang diperlukan, termasuk faktur pembelian. 

Dana tersebut kemudian ditransfer langsung ke rekening toko material serta digunakan untuk membayar upah tukang. 

Setelah proses pembangunan berjalan, penerima wajib mengumpulkan seluruh bukti transaksi untuk diverifikasi oleh tim teknis. Jika dinyatakan sesuai, maka pencairan tahap kedua dapat dilanjutkan. 

Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli mengatakan bahwa proses transfer bantuan masih terus berlangsung dan diharapkan dapat segera menjangkau seluruh penerima. 

“Pemerintah memastikan proses penyaluran berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat segera memperbaiki rumah mereka pasca bencana,” ujarnya. 

Pemerintah mengimbau masyarakat penerima bantuan agar mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan serta tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang mencoba mengintervensi proses pencairan dan penggunaan dana. (Joniful Bahri)

Kecelakaan Maut di Cihara Lebak: Pemotor Remaja Tewas Usai Tabrak Grand Max

By On Selasa, Maret 31, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil Daihatsu Grand Max dan sepeda motor Yamaha Mio J terjadi di Jalan Raya Malingping–Bayah, tepatnya di Kampung Malandungan, Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Selasa (31/03/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Peristiwa ini mengakibatkan satu orang pengendara motor meninggal dunia. Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin SH, membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah TKP awal, kecelakaan bermula saat mobil Grand Max dengan nomor polisi A 8203 AH yang dikemudikan oleh Sidik melaju dari arah Malingping menuju Bayah dengan kecepatan rendah.

“Tiba-tiba dari arah berlawanan (Bayah menuju Malingping), muncul sepeda motor Yamaha Mio J bernopol A 3424 B yang dikendarai oleh Ahmad Daki (17) berboncengan dengan Mansur. Motor tersebut melaju dengan kecepatan tinggi hingga kehilangan kendali dan menabrak bagian depan kanan mobil,” ujar AKP Acep Komarudin.



Akibat benturan keras tersebut, pengendara motor, Ahmad Daki, dinyatakan meninggal dunia (MD), sementara penumpangnya, Mansur, mengalami luka-luka. Penumpang motor sendiri mengakui bahwa kendaraan yang mereka tumpangi melaju kencang sebelum kecelakaan terjadi.

Data Identitas dan Kendaraan:

Kendaraan R4 (Daihatsu Grand Max – A 8203 AH):

Pengemudi: Sidik (39), warga Kampung Cikampak, Desa Sukajaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Pandeglang.

Kondisi: Rusak berat di bagian depan.

Kendaraan R2 (Yamaha Mio J – A 3424 B):

Pengendara: Ahmad Daki (17), warga Kampung Nyuncung, Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung (Meninggal Dunia).

Penumpang: Mansur, warga Kampung Nyuncung, Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung (Luka-luka).

Tindakan Kepolisian:

Personel Polsek Panggarangan, Aipda Feri Alamsyah dan Brigpol Heriawan, telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas, mendata para korban, serta meminta keterangan saksi-saksi di tempat kejadian (Sdr. Endang Sujai).

Saat ini, kasus kecelakaan tersebut telah dikoordinasikan dengan Unit Laka Lantas Polres Lebak untuk proses evakuasi dan penyelidikan lebih lanjut. Kerugian materiil akibat kejadian ini cukup besar mengingat kedua kendaraan mengalami kerusakan berat.

(Cup/Uday)

Evaluasi LPPDES 2025, Camat Panggarangan Tekankan Akuntabilitas Pemerintah Desa

By On Selasa, Maret 31, 2026

 

Camat Panggarangan Ahmad Faidlullah saat memimpin kegiatan Evaluasi LPPDES Tahun 2025 di Aula Kantor Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak

LEBAK, KabarViral79.Com – Para Kepala Desa se-Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, mengikuti agenda Presentasi dan Evaluasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPDES) Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Panggarangan pada Selasa, 31 Maret 2026.

Acara dipimpin langsung oleh Camat Panggarangan, Ahmad Faidlullah, S.IP., MM. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Ekbang Kecamatan, Kasi Trantib, Babinsa Koramil 0314/Panggarangan, Bhabinkamtibmas Polsek Panggarangan, serta pihak BPD, Sekretaris Desa, dan tiga perangkat desa dari masing-masing wilayah.

Dalam arahannya, Camat Panggarangan Ahmad Faidlullah menjelaskan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk meninjau capaian kinerja serta akuntabilitas tata kelola pemerintahan desa sepanjang tahun 2025.

Para peserta saat mengikuti kegiatan Evaluasi LPPDES Tahun 2025 di Aula Kantor Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak


“Hari ini kami dari Pemerintah Kecamatan Panggarangan telah melaksanakan kegiatan presentasi dan evaluasi terkait Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPDES) Tahun 2025. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar,” ujar Ahmad Faidlullah.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan transparansi anggaran di tahun-tahun mendatang.

(Cup)


HRD Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo dalam Pemulihan Pasca Bencana Aceh

By On Senin, Maret 30, 2026

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Ruslan M. Daud sampaikan apresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto, terkait percepatan pemulihan pasca bencana banjir dan longsor di Aceh pada silaturahmi, halal bihalal, dan coffee morning bersama insan pers di Banda Aceh, Senin, 30 Maret 2026. 

BANDA ACEH, KabarViral79.Com - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Ruslan M. Daud menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam percepatan pemulihan pasca bencana banjir dan longsor di Aceh

Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi, halal bihalal, dan coffee morning bersama insan pers di Banda Aceh, Senin, 30 Maret 2026. 

Ruslan, yang juga Ketua DPW PKB Aceh itu menilai, pemerintah pusat telah bekerja maksimal dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi, serta menunjukkan kepedulian langsung kepada masyarakat terdampak. 

“Kami mengapresiasi kinerja Presiden dan jajaran menteri yang dinilai sangat serius dalam menangani pemulihan pascabencana di Aceh. Kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi bukti nyata perhatian pemerintah,” ujarnya. 

Ia menambahkan, intensitas kunjungan Presiden ke Aceh mencerminkan keseriusan dalam memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran. 

Bahkan, kata dia, Presiden tetap menyempatkan diri hadir di tengah pengungsi saat momentum Idul Fitri

“Presiden hadir langsung di tengah masyarakat pengungsi saat Lebaran. Ini memberikan semangat sekaligus menunjukkan bahwa negara benar-benar hadir,” ujarnya. 

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, khususnya terkait penanganan pengungsi yang belum sepenuhnya tertangani. 

Ruslan menyoroti masih adanya warga yang bertahan di tenda pengungsian di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Bireuen, akibat belum tersedianya hunian sementara

“Faktanya masih ada masyarakat yang tinggal di tenda. Ini menjadi perhatian bersama agar penanganan bisa lebih optimal,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, salah satu penyebab keterlambatan penyediaan hunian sementara adalah belum optimalnya usulan dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat. 

“Koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat perlu diperkuat, agar kebutuhan masyarakat, terutama hunian sementara, bisa segera terpenuhi,” katanya. 

Ruslan berharap, sinergi yang lebih baik antara pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, sehingga masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal. (Joniful Bahri)