-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mendikdasmen Sebut Ada Kaitan Kehadiran Anak ke Sekolah dengan MBG

By On Selasa, November 03, 2026

Mendikdasmen, Abdul Mu'ti. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti menyebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkatkan kehadiran siswa di sekolah. 

"Ada banyak penelitian Pak, kaitan antara MBG dengan tingkat kehadiran anak di sekolah. Jadi banyak anak yang berangkat ke sekolah itu karena akan makan sehat bergizi," ujar Mu'ti saat menyampaikan sambutannya pada acara penandatanganan perjanjian kerja sama BGN dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta peluncuran awal uji coba loka MBG, di Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026. 

Ia mengibaratkan antusiasme anak-anak datang ke sekolah untuk mendapatkan MBG seperti masyarakat yang datang ke masjid karena adanya kegiatan Jumat Berkah. 

Bedanya, program MBG dilaksanakan setiap hari sehingga anak-anak bisa mendapatkan makanan bergizi secara rutin. 

"Itu saya kira mirip dengan banyak hadir ke masjid karena ada Jumat Berkah, kira-kira begitu. Tapi ini tiap hari, tidak setiap hari Jumat," ucapnya. 

Ia berharap, pelaksanaan MBG tidak hanya memperbaiki pemenuhan gizi anak, tetapi juga meningkatkan semangat belajar dan kualitas pendidikan. 

Karena itu, kata dia, pihaknya berkomitmen memperkuat kerja sama dengan BGN agar pelayanan MBG semakin tepat sasaran dan tepat waktu. 

"Kemudian kerja sama pendataan yang selama ini sudah terintegrasi dengan Dapodik, dipastikan bahwa semua yang menerima adalah murid-murid yang memang resmi terdata dalam sistem kami dan memang terus kita sempurnakan," tuturnya. (*/red)

UIA Bireuen Wisuda 227 Sarjana dan Magister, 32 Lulusan Raih Cum Laude

By On Rabu, Oktober 21, 2026

UIA mewisuda 227 lulusan program S1 dan S2 dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan XXXVIII di Auditorium UIA, Paya Lipah, Peusangan, Bireuen, Selasa, 20 Oktober 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com — Universitas Islam Aceh (UIA) mewisuda 227 lulusan program sarjana (S1) dan magister (S2) dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan XXXVIII, di Auditorium UIA, Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Selasa, 20 Oktober 2026. 

Dari total lulusan tersebut, sebanyak 32 orang meraih predikat cum laude atau lulus dengan pujian, sedangkan 195 lainnya memperoleh predikat sangat memuaskan. 

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIA, Dr. Dhiauddin, M.Pd., melaporkan bahwa para wisudawan berasal dari enam program studi. Rinciannya, Magister Pendidikan Agama Islam 33 orang, Pendidikan Agama Islam 58 orang, Manajemen Pendidikan Islam 18 orang, Pendidikan Bahasa Arab 28 orang, Ekonomi Syariah tujuh orang, serta Hukum Keluarga Islam 83 orang. 

Rektor UIA, Dr. Nazaruddin, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukan akhir perjalanan akademik, melainkan awal tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu dan memberi manfaat bagi masyarakat. 

Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital, ia mengingatkan para lulusan agar terus meningkatkan kompetensi serta menjaga kejujuran dan integritas. 

“Reputasi dapat dibangun melalui prestasi, tetapi kehormatan hanya dapat dipertahankan melalui integritas,” tegasnya. 

Nazaruddin juga menyampaikan sejumlah capaian UIA, di antaranya akreditasi Unggul Program Studi Pendidikan Agama Islam pada tahun lalu dan Ekonomi Syariah pada tahun ini. UIA turut meraih 10 penghargaan dalam ajang PTKIS Award dan AICISSS Award 2026. 

Sementara itu, Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk berkarya serta berkontribusi bagi kemajuan daerah. 

Menurut Mukhlis, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial. 

"UIA terus menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat," harapnya. (Joniful Bahri)

Cegah Kenakalan Remaja, Dosen dan Mahasiswa Ilmu Hukum UNPAM Serang Gelar PKM di SMAN 1 Cikeusal

By On Minggu, Oktober 18, 2026

Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum UNPAM Kampus Serang menggelar kegiatan PKM, di SMAN 1 Cikeusal, Kabupaten Serang, pada Rabu 14 Oktober 2026. 

SERANG, KabarViral79.Com – Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMAN 1 Cikeusal, Kabupaten Serang, pada Rabu 14 Oktober 2026. 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum pelajar sebagai upaya mencegah kenakalan remaja. 

Mengusung tema “Meningkatkan Kesadaran Hukum sebagai Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja di SMAN 1 Cikeusal”, kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan edukasi hukum kepada generasi muda sekaligus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Tim PKM melibatkan tiga dosen Ilmu Hukum UNPAM Kampus Serang, yakni Dr. Asmariah, S.Pd., S.H., M.H., Nurul Wahyuni, S.H., M.H., dan Nining Kurniati, S.H., M.H. Kegiatan diketuai Fitri Anggraeni Suliani, dengan anggota Adi Pranata, Asep Repaldo, Firman Alaudin, dan Hamid Ari Hartoko. 

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai kenakalan remaja, faktor penyebab, bentuk perilaku menyimpang, serta dampak sosial dan konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan. 

Materi juga membahas berbagai persoalan yang kerap terjadi di kalangan pelajar, seperti perundungan (bullying), tawuran antarpelajar, kekerasan, dan penyalahgunaan media digital. 

Ketua tim pengabdi, Fitri Anggraeni Suliani, menekankan pentingnya membangun kesadaran hukum sejak usia sekolah. 

Menurutnya, pemahaman terhadap aturan harus disertai sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan mengambil keputusan secara bijak. 

Melalui edukasi tersebut, para siswa diharapkan mampu memahami batasan perilaku yang sesuai dengan norma dan hukum, menghormati hak orang lain, serta berani menolak ajakan yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar. 

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Cikeusal, Drs. Nandang Safrudin, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan PKM tersebut. 

Ia menilai pendidikan hukum penting untuk mendukung pembentukan karakter siswa sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif. 

“Kami menyambut baik kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini karena memberikan wawasan dan pengetahuan tambahan kepada para siswa mengenai pentingnya kesadaran hukum. Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat memahami konsekuensi dari setiap tindakan, menaati peraturan yang berlaku, serta mampu menjaga perilaku dalam pergaulan sehari-hari agar terhindar dari kenakalan remaja,” ujarnya. 

Ia juga berharap kerja sama antara SMAN 1 Cikeusal dan UNPAM Kampus Serang dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan edukatif yang bermanfaat bagi siswa. 

Kegiatan ini menegaskan bahwa pencegahan kenakalan remaja tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata. Peran keluarga, masyarakat, dan institusi pendidikan juga diperlukan untuk membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda secara positif. 

Melalui kegiatan PKM tersebut, UNPAM Kampus Serang berharap dapat berkontribusi dalam membentuk pelajar yang sadar hukum, disiplin, berintegritas, dan bertanggung jawab, sehingga mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan bebas dari perilaku menyimpang. (*/red)

Mahasiswa UNPAM Serang Gelar Edukasi Hukum, Warga Anyer Diajak Waspadai Judol dan Pinjol Ilegal

By On Minggu, Oktober 11, 2026

Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Hukum UNPAM Kampus Serang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Kamis, 08 Oktober 2026. 

SERANG, KabarViral79.Com — Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Hukum Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Penguatan Kesadaran Hukum Masyarakat terhadap Bahaya Judi Online dan Pinjaman Online Ilegal” di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Kamis, 08 Oktober 2026. 

Kegiatan ini menyasar masyarakat, kalangan pemuda, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya Judi Online (Judol) dan Pinjaman Online (Pinjol) ilegal yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum, kerugian ekonomi, hingga konflik dalam keluarga. 

Di tengah perkembangan teknologi digital, kemudahan akses terhadap berbagai platform daring perlu diimbangi dengan pemahaman hukum dan kemampuan masyarakat dalam mengenali praktik-praktik yang merugikan. 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNPAM berupaya mendorong masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah terjebak dalam aktivitas digital yang berisiko. 

Mahasiswa Berikan Edukasi Hukum kepada Masyarakat

Dalam kegiatan tersebut, tim PKM mahasiswa menyampaikan sejumlah materi penting, mulai dari ciri-ciri dan modus operandi Judol serta Pinjol ilegal, risiko hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, hingga dampak sosial, ekonomi, dan psikologis terhadap individu maupun keluarga. 

Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan serta tindakan yang dapat dilakukan apabila sudah terlanjur terjerat Judol atau Pinjol ilegal. 

Edukasi ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan masyarakat, tetapi juga membangun keberanian untuk mencari bantuan dan melaporkan dugaan praktik ilegal melalui saluran resmi. 

Perwakilan Mahasiswa, Asep Saepul Husna menyampaikan bahwa kegiatan PKM di Kecamatan Anyer menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Judol. 

“Momen PKM tahun ini di Kecamatan Anyer menjadi awal yang baik untuk bersama-sama memerangi Judol. Permainan ini sudah berada pada tahap yang sangat meresahkan karena bisa menyasar siapa saja tanpa batas. Tentu kita tidak ingin kawasan wisata Anyer yang kita banggakan ini ikut terkena dampak buruk dari perbuatan yang haram ini,” ujarnya. 

Sementara itu, Syaeful Ma’ruf menyoroti keterkaitan antara kebiasaan berjudi secara daring dan jeratan Pinjol ilegal yang dapat memperburuk kondisi keuangan masyarakat. 

“Judol dan Pinjol ilegal ibarat lingkaran setan. Banyak warga yang awalnya kalah bermain Judol, lalu berusaha menutup kerugian dengan meminjam dari Pinjol ilegal. Akibatnya, utang menumpuk, diteror penagih yang tidak berwenang, hingga keharmonisan keluarga terancam hancur,” ungkapnya. 

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa dampak Judol tidak berhenti pada kehilangan uang. Ketika kerugian ditutup dengan pinjaman yang tidak aman, persoalan dapat berkembang menjadi beban utang, tekanan psikologis, serta terganggunya hubungan sosial dan keluarga. 

Ketua Tim Dosen Pendamping, Sahrul Hanafi, S.H., M.H., mengapresiasi semangat mahasiswa dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat serta antusiasme warga yang mengikuti kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan PKM merupakan salah satu bentuk penerapan ilmu hukum secara langsung di tengah masyarakat. 

“Kegiatan ini bukan sekadar penyampaian materi, tetapi wujud nyata kehadiran ilmu hukum di tengah masyarakat. Kesadaran hukum yang kuat adalah benteng terbaik kita. Semoga ilmu yang dibagikan hari ini bermanfaat dan bisa diterapkan oleh seluruh warga Anyer,” tuturnya. 

Dosen pendamping lainnya, Alaini, S.H., M.H., menekankan bahwa upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari individu, keluarga, hingga lingkungan masyarakat. 

“Kewaspadaan tidak hanya dari diri sendiri, tetapi juga saling mengingatkan antar tetangga dan keluarga. Jangan ragu untuk bertanya atau berkonsultasi jika menemukan hal yang mencurigakan. Lebih baik mencegah sejak dini daripada menanggung kerugian di kemudian hari,” ujarnya. 

Senada dengan hal tersebut, Shofiatul Widad, S.H., M.H., menyoroti pentingnya peran pemuda dan pelaku UMKM dalam membangun budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab. 

“Peran pemuda dan pelaku UMKM sangat penting. Sebagai kelompok yang paling aktif menggunakan teknologi digital, kalian sekaligus menjadi benteng sekaligus pelopor pencegahan di lingkungan masing-masing. Jadikan teknologi untuk kemajuan, bukan untuk kerugian diri sendiri,” tambahnya. (Eka Bulbul)

Anak PAUD Bireuen Antusias Ikuti Lomba Mewarnai Rangkaian HUT Bireuen

By On Senin, Oktober 05, 2026

Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, M.T. membuka lomba mewarnai tingkat PAUD rangkain HUT ke-27 Kabupaten Bireuen, di halaman Pendopo setempat, Minggu, 04 Oktober 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com – Sebanyak 40 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Bireuen antusias mengikuti lomba mewarnai dalam rangkaian peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Tahun 2026. 

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) tersebut berlangsung di halaman Pendopo Bireuen, Minggu, 04 Oktober 2026. 

Lomba diikuti perwakilan satuan PAUD dari berbagai wilayah di Kabupaten Bireuen. Anak-anak terlihat ceria dan bersemangat menuangkan kreativitas melalui warna dan gambar. 

Wakil Bupati (Wabup) Bireuen, Ir. H. Razuardi, M.T., mengapresiasi antusiasme para peserta. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan kreativitas dan keberanian berekspresi. 

"Setiap anak adalah seniman kecil yang kreatif dan berani berekspresi. Terima kasih kepada orang tua dan guru yang terus mendukung tumbuh kembang serta imajinasi anak-anak," ujar Razuardi. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen, Dr. Muslim, M.Si mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan kemampuan, bakat, dan potensi diri sekaligus membentuk karakter sejak dini. 

Ia menegaskan, pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua dan lingkungan. 

"Karakter harus dibentuk sejak dini karena akhlak dan adab berkedudukan lebih tinggi daripada ilmu,” katanya. (Joniful Bahri)

107 SDN di Kabupaten Serang dapat Bantuan Revitalisasi dari Kemendikdasmen

By On Kamis, September 24, 2026

Kabid Pembinaan Sekolah Dasar pada Dindikbud Kabupaten Serang, Abidin Nasyar saat meninjau sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi. 

SERANG, KabarViral79.Com - Sebanyak 107 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di 29 kecamatan se-Kabupaten Serang mendapatkan Bantuan Revitalisasi Program Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tahun 2026. 

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, Abidin Nasyar mengatakan, dari 153 yang diajukan sebanyak 107 sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi tahun 2026 ini. 

Abidin mengatakan, pihaknya mengajukan kurang lebih 153 sekolah agar mendapatkan revitalisasi dari Kemendikdasmen yang merupakan Program Presiden Prabowo Subianto. 

Hasilnya, kata dia, tahun 2026 ini yang terealisasi mendapatkan bantuan revitalisasi sebanyak 107 sekolah. 

”Kita mengajukan sebanyak 153 sekolah. Alhamdulillah saat ini di Kabupaten Serang terutama SD itu sudah berjalan kurang lebih 61 sekolah yang sudah terealisasi untuk dibangun, bahkan di bulan Desember ini selesailah,” kata Abidin Nasyar, Rabu, 24 September 2026. 

Abidin Nasyar mengatakan, sebanyak 27 sekolah yang sudah melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang kemudian hanya tinggal menunggu Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk pelaksanaannya. 

Untuk saat ini, kata dia, ada 19 sekolah yang sedang melaksanakan bimtek untuk mendapatkan revitalisasi. 

”Total dari 61 yang sudah jalan revitalisasi, 27 yang tinggal menunggu PKS dan 19 sekolah yang sedang melakukan Bimtek. Jadi total 107 sekolah dasar di Kabupaten Serang yang Insya Allah akan mendapatkan revitalisasi. Mudah-mudahan sampai akhir 2026 ini, 153 sekolah bisa terealisasi semua,” ujarnya. 

Selain program revitalisasi dari Kemendikdasmen, Abidin menyebut, ada juga program pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan rehabilitasi sekolah yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang Tahun 2026. 

”Ada beberapa sekolah yang dari APBD juga. Sehingga harapan kami sarana prasarana pendidikan di Kabupaten Serang bisa tercapai dengan baik,” ujarnya. 

Abidin mengaku jika pihak sekolah juga membutuhkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terkait dengan perawatannya, yang mana pihak sekolah harus menganggarkan maksimal 20 persen untuk melakukan perawatan-perawatan di sekolah. 

”Alhamdulillah di tahun ini sekolah-sekolah dasar bisa melakukan perawatan. Untuk jumlah sekolah di Kabupaten Serang itu ada 707 SDN dan 40 sekolah swasta,” pungkasnya. (*/red)

Universitas Indonesia Hadir di Hanoi, FAME Dorong MoU dan Kolaborasi Akademik dengan VNU

By On Selasa, September 22, 2026

FAME Indonesia melakukan kunjungan ke Vietnam National Univerity (VNU) Hanoi. 

VIETNAM, KabarViral79.Com - FAME Indonesia melakukan kunjungan ke Vietnam National Univerity (VNU) Hanoi membawa delegasi yang merepresentasikan 24 universitas di Indonesia, dalam rangka memperkuat jejaring pendidikan tinggi, riset, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, serta kemitraan kelembagaan di tingkat internasional. 

Kehadiran FAME Indonesia di Vietnam menjadi bagian dari rangkaian The 3rd International Sandbox Conference 2026 sekaligus momentum peluncuran International Conference on Accounting, Management and Economic Resilience, konferensi internasional pertama yang diselenggarakan oleh FAME Indonesia. 

Dalam sambutannya, Prof. Yuliansyah selaku Manajemen Eksekutif FAME menegaskan bahwa FAME bukan sekadar forum konferensi, melainkan sebuah komunitas akademik kolaboratif yang mempertemukan universitas, akademisi, peneliti, dan praktisi dalam bidang Accounting, Management, and Economics. 

“FAME is a collaborative academic community connecting universities, academics, researchers, and practitioners in the fields of Accounting, Management, and Economics,” ujar Prof. Yuliansyah dalam sambutannya. 

Menurutnya, kunjungan ke Vietnam memiliki agenda yang lebih luas daripada sekadar mengikuti konferensi. FAME Indonesia mendorong terbentuknya kolaborasi konkret antara perguruan tinggi Indonesia dan Vietnam National University (VNU), khususnya dalam bidang pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, mobilitas mahasiswa dan dosen, publikasi, seminar, serta pengembangan kemitraan institusional. 

Salah satu agenda strategis yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah penguatan kerja sama antara VNU dan perguruan tinggi di Indonesia. 

FAME Indonesia menyampaikan harapan untuk mendorong MoU antara VNU dengan 17 universitas di Indonesia. 

Berikut Universitas yang Melakukan MOU dengan VNU: 

1. FAME Indonesia. 

2. ⁠Universitas Widya Gama Malang (UWG). 

3. ⁠Politeknik Negeri Malang (POLINEMA). 

4. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro (STIEKIA Bojonegoro). 

5. Universitas Mulawarman (UNMUL). 

6. Universitas Muslim Indonesia (UMI). 

7. Politeknik Negeri Medan (POLMED). 

8. Universitas Negeri Gorontalo (UNG). 

9. Universitas PGRI Mpu Sindok (UPMS) — Nganjuk. 

10. Politeknik Negeri Bandung (POLBAN). 

11. Universitas Dehasen Bengkulu (UNIVED). 

12. Politeknik Negeri Sriwijaya (POLSRI). 

13. STIE Krakatau. 

14. Universitas Negeri Semarang (UNNES). 

15. UIN Raden Fatah Palembang. 

16. Universitas Islam Balitar (UNISBA). 

17. Universitas Bojonegoro (UNIGOR). 

Ketum FAME Indonesia, Dr. Dani Amrul Ichdan menekankan bahwa kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen. 

“For us, an MoU is not simply a document. It should be the beginning of real collaboration.” 

Menurut Dani, Kerja sama tersebut diharapkan diwujudkan melalui berbagai aktivitas nyata, mulai dari student and staff mobility, joint research, joint publications, community service, seminars hingga berbagai kegiatan akademik lainnya. 

Hal ini di sampaikan Ketum pada saat pemberangkatan delegasi. 

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi perlu diarahkan pada kolaborasi yang menghasilkan aktivitas akademik dan manfaat nyata bagi institusi, dosen, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat. 

Kehadiran FAME Indonesia di Hanoi juga menjadi ruang strategis untuk membangun hubungan akademik yang lebih erat antara Indonesia dan Vietnam. 

Prof. Yuliansyah berharap pertemuan tersebut menjadi fondasi bagi terbentuknya kemitraan akademik Indonesia–Vietnam dalam jangka panjang, dengan VNU dan universitas-universitas Indonesia sebagai bagian penting dari ekosistem kolaborasi tersebut. 

“This is not the end of our collaboration—it is only the beginning” tegasnya. 

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan semangat FAME Indonesia untuk menjadikan konferensi internasional bukan sebagai titik akhir sebuah kegiatan, tetapi sebagai starting point bagi lahirnya kolaborasi akademik baru yang lebih luas dan berkelanjutan. 

Dengan membawa jejaring 24 universitas FAME Indonesia menunjukkan bahwa internasionalisasi akademik dapat dibangun melalui jejaring, kolaborasi, dan komitmen bersama. 

Dari Hanoi, semangat tersebut diarahkan untuk membuka lebih banyak ruang bagi dosen, mahasiswa, peneliti, dan institusi pendidikan tinggi Indonesia untuk terhubung dengan mitra global. (*/red)