-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Bireuen Edukasi Hukum Siswa SMPN 7 Peusangan

By On Sabtu, Desember 20, 2025

Narasumber dari Kejari Bireuen, Sekdis Pendidikan dan Kwbudayaan, Kepala Sekokah, Guru serta siswa berfoto bersama usai kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMPN 7 Peusangan. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen menggelar kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) sebagai upaya sosialisasi dan penerangan hukum kepada pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan di UPTD SMP Negeri 7 Peusangan, Kabupaten Bireuen. 

Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMPN 7 Peusangan itu diikuti 40 siswa, serta dihadiri Guru dan Kepala Sekolah guna memberi pemahaman tentang kedatangan hukum bagi siawa.

Program JMS tersebut merupakan inisiatif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen melalui Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sebagai langkah preventif dalam menanamkan kesadaran hukum sejak dini di lingkungan pendidikan.

Hadir sebagai narasumber dari Kejari Bireuen, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Bireuen, Wendy Yuhfrizal, SH, MH bersama Dimas Wijaksana, SH, MH.

Dalam pemaparannya, Dimas menjelaskan berbagai aspek hukum yang kerap bersentuhan dengan kehidupan pelajar.

Narasumber dari Kejari Bireuen, Kasi Intel Wendy Yuhfrizal, SH, MH bersama Dimas Wijaksana, SH, M.H memberikan pemahaman hukum untuk siswa SMPN 7 Peusangan Bireuen. 

Menurut Dimas, kegiatan JMS di SMPN 7 Peusangan merupakan pertemuan kedelapan yang dilaksanakan Kejari Bireuen di sekolah-sekolah.

Ia menegaskan bahwa setiap orang diatur oleh hukum, termasuk di dunia pendidikan.

"Perilaku seperti perundungan atau bullying, tawuran antarkelas maupun antarsekolah, vandalisme seperti mencoret dinding dan merusak fasilitas sekolah, semuanya dapat berimplikasi hukum karena fasilitas pendidikan dibangun menggunakan uang negara," jelasnya.

Selain itu, Dimas juga memaparkan bahaya dan konsekuensi hukum penyalahgunaan narkoba, baik berupa zat maupun obat-obatan terlarang, serta praktik judi online yang melibatkan unsur taruhan dengan harapan memperoleh keuntungan.

Ia berharap, melalui penyuluhan hukum di sekolah, siswa dan guru dapat memahami batasan perilaku yang diatur oleh hukum, sehingga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Zamzami, S.Pd, M.M menyampaikan, kegiatan ini sangat penting, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru dalam memahami aspek hukum saat menjalankan tugas mendidik.

"Tujuan kita baik, namun dalam praktiknya ada batasan hukum yang harus dipahami agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat bagi peserta didik, guru, dan sekolah, sehingga semua pihak memahami ketentuan hukum selama berada di lingkungan sekolah," ujarnya.

Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah tersebut diikuti puluhan siswa serta dihadiri seluruh Guru dan Kepala SMP Negeri 7 Peusangan. (Joniful Bahri)

Disdikbud Bireuen Gelar Pelatihan Menulis Kreatif untuk Tingkatkan Minat Literasi Siswa SMP

By On Rabu, Desember 17, 2025

Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si, yang diwakili Analis Kebijakan Ahli Muda Disdikbud Bireuen, Anita Fonna, S.S., M.M membuka Pelatihan Menulis Kreatif bagi siswa, Selasa, 16 Desember 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Dalam upaya meningkatkan motivasi dan minat menulis di kalangan pelajar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bireuen menggelar Pelatihan Menulis Kreatif bagi siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Disdikbud Bireuen ini berlangsung selama dua hari, 16–17 Desember 2025, bertempat di Aula SPNF-SKB Disdikbud Bireuen.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si, yang diwakili Analis Kebijakan Ahli Muda Disdikbud Bireuen, Anita Fonna, S.S., M.M., pada Selasa, 16 Desember 2025.

Dalam sambutannya, Anita Fonna menjelaskan, pelatihan menulis kreatif ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam menghasilkan karya tulis yang orisinal, ekspresif, dan menarik.

Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan imajinasi, mempertajam wawasan, serta memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai teknik penulisan.

"Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu mengembangkan kreativitas dan imajinasi, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, mengekspresikan diri secara sehat, serta meningkatkan keterampilan komunikasi dan bahasa," ujar Anita Fonna.

Ia menambahkan, manfaat lain dari kegiatan ini antara lain membangun kepercayaan diri dan empati dengan memahami berbagai sudut pandang, meningkatkan daya ingat dan pemahaman materi pelajaran, hingga membuka potensi pengembangan karier di masa depan.

Anita Fonna juga mengharapkan seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan penuh dedikasi agar hasil yang diperoleh maksimal.

Ratusan siswa jenjang SMP Bireuen mengikuti Pelatihan Menulis Kreatif bagi siswa, di Aula dinas setengah, Selasa, 16 Desember 2025. 

Ia turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para narasumber, pihak sekolah, peserta, panitia, serta seluruh pihak terkait yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Panitia Pelaksana yang juga Analis Kebijakan Ahli Muda Disdikbud Bireuen, Sofyan, S.Pd melaporkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 100 siswa SMP dari berbagai sekolah di Kabupaten Bireuen.

Menurut Sofyan, tujuan kegiatan ini antara lain mendorong peserta menggali potensi kreatif dan mengembangkan imajinasi sebagai dasar penciptaan ide-ide baru.

Peserta juga dibekali pemahaman kaidah penulisan yang baik dan benar, meliputi ejaan, struktur kalimat, pengembangan alur, serta karakterisasi, baik untuk karya fiksi maupun nonfiksi.

"Menulis kreatif membantu peserta menemukan dan mengorganisasikan ide-ide yang ada dalam pikiran mereka menjadi sebuah karya utuh, sekaligus melatih kemampuan mengungkapkan perasaan, pengalaman, dan gagasan secara efektif dan menarik," jelasnya.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Aceh, yakni Ibrahim Sembiring, S.S. dan Nurhaida, S.Pd. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan cerpen, ciri-ciri dan tujuan penulisan cerpen, unsur intrinsik, serta langkah-langkah menulis cerpen.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang puisi, mulai dari hakikat dan makna puisi, aspek lahiriah dan batiniah, hingga proses kreatif penulisan puisi.

"Dengan adanya pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menuangkan dan mengekspresikan gagasan serta isi pikirannya melalui bahasa tulis, baik dalam bentuk jurnal pribadi, puisi, maupun cerpen," pungkas Sofyan. (Joniful Bahri)

Ny. Rida Rizkia Nurul Fajar, Bunda PAUD Kecamatan Solear Hadiri Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun

By On Kamis, Desember 04, 2025




TANGERANG, KabarViral79.Com - Pemerintah Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, melalui Dinas Pendidikan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional di sektor pendidikan.

Salah satunya, dengan menggelar kegiatan sosialisasi Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat bagi satuan pendidikan PAUD, yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Solear, Kamis, 04 Desember 2025.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Bunda PAUD Kecamatan Solear didampingi Ny. Dona Raka Adiputra, dan Bunda PAUD dari 7 Desa yang ada di wilayah Kecamatan Solear.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait pelaksanaan program Wajib Belajar 13 Tahun.

Sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Kadisdik Kabupaten Tangerang yang diwakili oleh Kabid PAUD, Ruslan Farid. 

Dalam kesempatan itu, Bunda PAUD Kecamatan Solear Ny.Rida Rizkia Nurul Fajar yang juga Istri dari Camat Solear Rizkia Nurul Fajar menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan penguatan pemahaman kepada pendamping dan Kepala Satuan PAUD dalam mendukung implementasi kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah.

"Tujuan sosialisasi Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah untuk memberikan penguatan peran pemahaman terkait pendamping satuan pendidikan dan kepala satuan PAUD dalam mendukung implementasi kebijakan wajib belajar 1 tahun pra sekolah untuk memastikan setiap anak usia 5-6 tahun dapat terlayani dan mendapatkan pendidikan di PAUD sebelum memasuki pendidikan sekolah dasar,” tuturnya.

Selain itu, kegiatan ini juga memuat sosialisasi yang dinilai penting untuk pembentukan karakter anak sejak dini.

"Tujuan sosialisasi ini adakah  untuk memberikan pemahaman dan komitmen pendamping satuan pendidikan dan kepala satuan untuk PAUD menginternalisakepada para orang tua," ucapnya. 

Ia menyampaikan apresiasi terhadap Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang atas inisiasi kegiatan ini yang sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional, program PAUD satu tahun pra sekolah SD merupakan bagian penting dari Strategi Nasional dalam mendukung masa transisi anak usia dini ke jenjang pendidikan dasar. 

"Melalui program ini, anak usia 5 - 6 tahun diarahkan untuk mengikuti pendidikan di lembaga PAUD sebagai bekal kesiapan sebelum masuk SD," ujarnya. (Reno) 

Sekdis Dikbud Bireuen: Festival Budaya Pelajar 2025 Dorong Revitalisasi Bahasa Daerah

By On Selasa, November 18, 2025

Sekdis Dikbud Bireuen, Zamzami, S.Pd, M.M saat membuka Festival Budaya tingkat Pelajar 2025 di Bireuen, di Aula SPNF-SKB, Senin, 17 November 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.ComDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen melalui Bidang Kebudayaan menggelar Festival Budaya Tingkat Pelajar 2025 sebagai upaya menghidupkan kembali penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda. 

Kegiatan yang berlangsung 17-18 November 2025 di kompleks Disdikbud itu diikuti 285 pelajar SD dan SMP dari seluruh Kabupaten.

Festival dibuka Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si, yang diwakili Sekretaris Dinas (Sekdi) Zamzami, S.Pd, M.M, di Aula SPNF-SKB, Senin, 17 November 2025.

Dalam sambutannya, Zamzami menegaskan bahwa bahasa daerah merupakan aset budaya yang memuat identitas dan kearifan lokal, namun kini semakin terpinggirkan akibat arus globalisasi.

Zamzami menyebut, revitalisasi bahasa daerah sebagai langkah penting untuk menjaga keberlanjutannya.

Seorang peserta tampil pada Festival Budaya tingkat Pelajar 2025 di Bireuen, di Aula SPNF-SKB, Senin, 17 November 2025. 

“Revitalisasi bahasa daerah sebagai bahasa ibu adalah upaya penting untuk memastikan nilai budaya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi pelanjut,” ujarnya.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Bireuen, Muhammad Tasrief, SE, M.M menyampaikan bahwa festival tahun ini mengusung tema “Revitalisasi Bahasa Daerah sebagai Bahasa Ibu”.

Festival bertujuan menumbuhkan kecintaan pelajar terhadap budaya lokal, menyediakan ruang ekspresi kreativitas, serta melestarikan seni tutur, sastra, dan pertunjukan tradisional.

“Enam cabang lomba dipertandingkan, yaitu Buhak (mendongeng), Pidatoe (pidato), Penulisan dan Pembacaan Hadih (puisi), Lagu Jameun (tembang tradisi), Calitra Paneuk (cerita pendek), dan Meucagok (lawakan tunggal). Peserta SMP tampil pada 17 November, sementara peserta SD berlomba pada 18 November 2025,” ujarnya.

Menurutnya, para juara I dari setiap cabang akan mewakili Kabupaten Bireuen pada ajang tingkat Provinsi. 

Festival ini diharapkan menjadi wadah penting dalam memperkuat pelestarian bahasa daerah sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri pelajar dalam menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. (Joniful Bahri)

Siswa MIN 1 Bireuen Wakili Aceh di Olimpiade Bahasa Arab Nasional 2025

By On Selasa, November 11, 2025

Kakan Kemenag Bireuen, Dr. Zulkifli didampingi Camat Peusangan, Alfian S. Sisa dan Kepala MIN 1, Sardani melakukan pelepasan Muhibbul Jamal, mewakili Aceh di OBA tingkat Nasional, di Jakarta

BIREUEN, KabarViral79.ComMuhibbul Jamal, peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bireuen, akan mewakili Provinsi Aceh pada ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Nasional Tahun 2025 yang digelar di Jakarta pada 13–15 November mendatang.

Keberangkatan Muhibbul dilepas langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., di Madrasah setempat, Jalan Almuslim, Desa Neuheun, Kecamatan Peusangan, Senin pagi, 10 November 2025.

Muhibbul Jamal, kelahiran 8 Oktober 2013, merupakan putra pasangan Tgk. Raziyuddin dan Ismayanti asal Desa Ceubrek, Kecamatan Peusangan Selatan. Ia menjadi satu-satunya wakil dari Aceh setelah meraih juara pertama OBA tingkat Provinsi.

Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Bireuen, Dr. Zulkifli menyampaikan apresiasi dan harapan besar agar Muhibbul dapat tampil maksimal di tingkat nasional.

“Mewakili Aceh di tingkat nasional bukan hal mudah. Kami berharap Muhibbul tampil percaya diri, berjuang dengan semangat tinggi, dan memberikan yang terbaik untuk madrasah serta daerah,” ujarnya.

Kepala MIN 1 Bireuen, Sardani, S.Pd menyampaikan kata sambutan dan motivasi saat pelepasan, Muhibbul Jamal, mewakili Aceh di OBA tingkat Nasional, di Jakarta. 

Zulkifli menilai, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Madrasah mampu bersaing dan melahirkan generasi unggul di bidang akademik maupun keagamaan.

“Keberhasilan Muhibbul semoga menjadi motivasi bagi peserta didik Madrasah lainnya di Bireuen untuk terus berprestasi,” tambahnya.

Camat Peusangan, Alfian, S.Sos yang turut hadir memberikan dukungan moral dan do’a bagi keberhasilan siswa tersebut.

“Kami berharap Muhibbul dapat mengulang prestasi gemilang seperti di tingkat Provinsi. Mohon doa masyarakat Aceh, khususnya Bireuen, agar ia meraih hasil terbaik di nasional,” kata Alfian.

Sementara itu, Kepala MIN 1 Bireuen, Sardani, S.Pd menyampaikan, Muhibbul akan berangkat ke Jakarta pada Selasa, 11 November 2025, dan didampingi oleh Rosita, S.Pd. selaku guru pendamping. 

Kakan Kemenag Bireuen, Dr. Zulkifli, Camat Peusangan, Alfian S. Sisa dan Kepala MIN 1 dan Guru melakukan foto bersama saat  pelepasan Muhibbul Jamal, mewakili Aceh di OBA tingkat Nasional, di Jakarta. 

“Tujuan kami bukan sekadar ikut serta, tetapi berjuang meraih prestasi dan mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional,” tegas Sardani.

Ia menambahkan, dua tahun berturut-turut peserta didik MIN 1 Bireuen berhasil mewakili Aceh pada ajang yang sama. Tahun lalu, Azzahira Qamara Azzuri juga tampil di tingkat nasional.

Menurut Sardani, capaian ini merupakan hasil kerja keras tim pembimbing, dukungan penuh Kankemenag Bireuen, Komite Madrasah, serta orang tua siswa.

Sepanjang tahun 2025, MIN 1 Bireuen juga menorehkan berbagai prestasi lain, seperti Juara II Olimpiade Sains Madrasah (OSMA) Aceh, Juara OMI Kabupaten Bireuen, dan Juara Umum Milad Pesantren Almuslim.

“Kami akan terus mendorong lahirnya generasi Madrasah yang berprestasi, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional,” pungkas Sardani. (Joniful Bahri)

132 Siswa SD Bersaing di Pentas PAI Tingkat Kabupaten Bireuen 2025

By On Kamis, Oktober 30, 2025

Sekretaris Disdikbud Bireuen, Zamzami, S.Pd, MM mewakili Kepala Disdikbud Dr. Muslim, M.Si membuka kegiatan Pentas PAI tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2025, di Aula SPNF-SKB Disdikbud setempat. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Sebanyak 132 peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) perwakilan dari 12 Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) se-Kabupaten Bireuen, mengikuti Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2025.

Kegiatan yang digelar Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen berlangsung selama dua hari, 30-31 Oktober 2025, di Aula SPNF-SKB Disdikbud setempat.

Pentas PAI dengan tema “Generasi Berprestasi, Talenta Keterampilan dan Seni Menginspirasi, Budi Pekerti Sebagai Pondasi Masa Depan” dibuka oleh Sekretaris Disdikbud Bireuen, Zamzami, S.Pd., M.M., mewakili Kepala Disdikbud Dr. Muslim, M.Si.

Zamzami menyebutkan, kegiatan ini bertujuan mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam bidang Pendidikan Agama Islam, serta menumbuhkan sikap mental, sportivitas, kejujuran, dan ukhuwah islamiyah antar sesama siswa.

Seorang peserta sedang mengikuti lomba Pentas PAI tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2025, di Aula SPNF-SKB Disdikbud setempat. 

“Tidak ada istilah kalah dan menang dalam kegiatan ini. Semua peserta adalah juara yang telah mewakili K3S masing-masing,” ujarnya.

Panitia pelaksana, Khairul Mursalin, S.Pd, MM menjelaskan, Pentas PAI diikuti 132 siswa putra dan putri dengan pendamping 72 guru. Enam cabang lomba dipertandingkan, yaitu tilawatil quran, hifdzil quran, pidato, cerdas cermat, azan, dan kaligrafi.

Juara 1, 2, dan 3 dari setiap cabang lomba akan memperoleh piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan dari Disdikbud Bireuen. (Joniful Bahri)

Disdikbud Bireuen Gelar Pelatihan Anti Bullying untuk Guru dan Siswa SD

By On Selasa, Oktober 28, 2025

Sekretaris Disdikbud Bireuen, Zamzami, S.Pd, M.M saat membuka Pelatihan Anti Bullying bagi guru dan siswa SD, di Aula SPNF-SKB Disdikbud setempat. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Sebanyak 300 peserta terdiri atas 100 guru dan 200 siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bireuen mengikuti Pelatihan Anti Bullying yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen melalui Bidang Pembinaan Sekolah Dasar.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 28-29 Oktober 2025, dibuka oleh Sekretaris Disdikbud Bireuen, Zamzami, S.Pd, M.M, mewakili Kepala Dinas, Dr. Muslim, M.Si, di Aula SPNF-SKB Disdikbud setempat.

Dalam sambutannya, Zamzami menekankan pentingnya pencegahan perundungan di sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

“Setiap siswa memiliki hak untuk merasa aman dan dihargai. Stop bullying,” tegasnya.

Siswa dan guru SD dibekali Pelatihan Anti Bullying di Aula SPNF-SKB Disdikbud setempat. 

Panitia kegiatan, Dewi Sri Maharani, ST, M.M menyebutkan, pelatihan ini lahir dari keprihatinan terhadap masih adanya perilaku perundungan di lingkungan sekolah, baik berupa ejekan, kekerasan fisik, maupun pengucilan terhadap teman sebaya.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, yakni Raslina, M.Pd, dan Wahyuni, yang berpengalaman dalam bidang pendidikan karakter dan pencegahan kekerasan di sekolah.

Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa empati, saling menghormati, dan membentuk karakter siswa agar menjadi pelopor anti-bullying di lingkungan sekolah. (Joniful Bahri)