-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tinjau Jalan Rusak, Bupati Ratu Zakiyah Desak DPUPR Segera Dibangun

By On Selasa, April 07, 2026

SERANG, KabarViral79.Com - Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah meninjau lokasi jalan Kemuning-Lebak Sengge, Desa Kemuning, Kecamatan Waringin kurung, yang kondisinya sepanjang dua kilometer rusak, Senin, 07 April 2026. 

Ratu Rachmatuzakiyah pun mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk segera membangun sebagai skala prioritas. 

Pantauan dilokasi, Ratu Zakiyah sapaan Ratu Rachmatuzakiyah tiba dilokasi sekitar pukul 14.00 WIB dengan mengenakan PDH berwarna biru tua. 

Di lokasi Asisten Daerah (Asda) II Setda Kabupaten Serang, Febriyanto sudah menunggu dan bersama melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) Kantor Desa Kemuning. 

Selanjutnya didampingi Asda II Febriyanto dan Kades Kemuning, Rusdi Bupati Ratu Zakiyah meninjau Jalan Kemuning-Lebak Sengge yang kondisinya sepanjang dua kilometer rusak yang membahayakan pengguna jalan, terlebih jika kondisinya hujan berbatu dan licin. 

"Ini saya sudah ada di Desa Kemuning melihat jalan kabupaten, tolong ditindaklanjuti agar segera dibangun," ujar Ratu Zakiyah saat menghubungi Kepala DPUPR, Mochamad Ronny Natadipraja melalui sambungan selulernya. 

Ratu Zakiyah mendesak dan memastikan agar jalan Kemuning-Lebak Sengge yang menghubungkan dua desa tersebut masuk dalam skala prioritas pembangunannya. 

Jalan tersebut juga merupakan jalan perbatasan antara Desa Kemuning, Kecamatan Waringin kurung dan Desa Lebak Wana, Kecamatan Kramatwatu. 

"(Pembangunan jalan ini) Ini jadi program yang prioritas yah, karena lumayan ini panjangnya hampir 2 kilo meter. Supaya jalan kabupaten infrastrukturnya baik. Jalan ini juga karena melewati beberapa perbatasan dekat jalan arah Lebak Wana Kramatwatu," katanya. 

Di sisi lain, Ratu Zakiyah mengingatkan Kades Kemuning, Rusdi untuk mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing. 

"Ajak masyarakat agar mau bergotong royong supaya bersih, dan masyarakat sehat semua," ucapnya. 

Kepala DPUPR Kabupaten Serang, Mochamad Ronny Natadipraja memastikan akan segera membangun karena masuk dalam program skala prioritas. 

"Kami siap melaksanakan apa yang menjadi Visi Ibu Bupati berkenaan dengan perkuatan infrastruktur di Pemkab Serang, salah satunya infrastruktur jalan, dengan moto yang ditekankan oleh Ibu Bupati untuk sigap, cepat dan tanggap," pungkasnya. (*/red)

Sekda Deden Minta Kabupaten dan Kota Optimalkan Penerimaan Opsen Pajak

By On Selasa, Maret 31, 2026


SERANG, KabarViral79.Com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi meminta Pemerintah Kabupaten dan Kota mengoptimalkan peran dalam meningkatkan penerimaan pajak daerah

Apalagi, kata dia, porsi opsen atau bagi hasil pajak kendaraan bermotor yang mencapai 60 persen bagi daerah. 

Hal itu disampaikan Deden saat Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pembina Samsat se-Provinsi Banten yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), di Hotel Aston Serang, Selasa, 31 Maret 2026. 

Menurutnya, besarnya porsi bagi hasil tersebut harus diimbangi dengan upaya nyata dari pemerintah kabupaten dan kota dalam mendorong kesadaran masyarakat membayar pajak. 

“Kabupaten dan kota menerima hingga 60 persen dari opsen pajak. Artinya, mereka juga memiliki kewajiban besar untuk menarik dan mengedukasi wajib pajak agar patuh membayar pajak,” ujarnya. 

Deden menegaskan, peningkatan pendapatan pajak tidak cukup hanya mengandalkan sistem atau aplikasi. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dinilai menjadi faktor kunci. 

“Sebagus apa pun aplikasi yang kita miliki, kalau tidak diiringi pemahaman masyarakat tentang kewajiban pajak, itu akan percuma,” ujarnya. 

Ia juga menyoroti masih banyak masyarakat yang belum mengetahui waktu jatuh tempo pembayaran pajak kendaraan

Oleh karena itu, ia meminta jajaran Samsat dan pemerintah kabupaten dan kota lebih aktif memberikan informasi secara masif dan mudah diakses. 

“Banyak masyarakat tidak hafal kapan harus bayar pajak. Ini yang harus kita jawab dengan informasi yang jelas dan terus diingatkan,” ujarnya. 

Selain itu, transparansi penggunaan pajak juga menjadi perhatian. 

Menurut Deden, masyarakat perlu diyakinkan bahwa pajak yang dibayarkan digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan, seperti perbaikan jalan, rumah tidak layak huni, sarana, prasarana pendidikan dan kesehatan. 

“Kalau masyarakat tahu pajak digunakan untuk apa, mereka akan lebih termotivasi untuk membayar,” ujarnya. 

Deden juga mengingatkan agar jajaran pegawai Samsat tidak bersikap pasif menunggu wajib pajak. Samsat harus proaktif menjangkau masyarakat melalui berbagai inovasi pelayanan. 

Sementara itu, Kepala Bapenda Provinsi Banten, Berly Rizki Natakusumah mengatakan, realisasi pajak daerah dalam tiga bulan terakhir masih belum optimal. 

Hal tersebut antara lain dipengaruhi kebijakan pajak kendaraan listrik yang masih bernilai nol rupiah. 

Sementara pertumbuhannya di Banten mencapai sekitar 15 persen dari kendaraan baru. 

Sebagai langkah strategis, pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, termasuk melakukan penagihan bersama dan menghadirkan layanan payment point di 1.551 desa dan kelurahan bekerja sama dengan perbankan dan BUMDes. 

Melalui langkah tersebut, diharapkan optimalisasi penerimaan pajak daerah dapat tercapai. 

"Termasuk dapat berdampak pada peningkatan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di Provinsi Banten," ujarnya. (*/red)

Gerakan Indonesia Asri, Bupati Ratu Zakiyah Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

By On Selasa, Maret 31, 2026

SERANG,  KabarViral79.Com - Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang serempak melakukan aksi bersih-bersih di setiap lingkungan atau kantornya masing-masing pada Selasa, 31 Maret 2026. 

Aksi bersih-bersih sebagai tindak lanjut Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2026 tentang pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri

SE Bupati Serang juga menindaklanjuti SE Mendagri Nomor:600.11/889/Sj tanggal 18 Februari 2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). 

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, sejalan dengan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2026 tentang pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri, Pemerintah Kabupaten Serang berkomitmen penuh untuk mendukung dan mengimplementasikan gerakan ini secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Serang. 

"Alhamdulillah, hari ini Pemkab Serang melaksanakan Gerakan Indonesia Asri secara serempak yang diikuti oleh seluruh pegawai. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen kami dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat budaya peduli terhadap alam di tengah masyarakat," ujarnya melalui keterangan tertulisnya. 

Ratu Zakiyah sapaan Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan bahwa gerakan Indonesia Asri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. 

"Melalui langkah sederhana seperti membersihkan lingkungan, kita turut berkontribusi dalam menciptakan Kabupaten Serang yang bersih, sehat, dan nyaman," pungkasnya. 

Atas kekompakan ASN di lingkungan Pemkab Serang, Ratu Zakiyah mengapresiasi yang rencananya akan dilaksanakan secara berkelanjutan selama dua hari dalam setiap pekannya, yakni hari Selasa dan Jum'at. 

"Saya mengapresiasi seluruh jajaran yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Semoga semangat Gerakan Indonesia Asri dapat terus berlanjut dan menjadi kebiasaan baik, baik di lingkungan kerja maupun di kehidupan sehari-hari masyarakat," tuturnya. 

Berdasarkan pantauan, mulai dari tingkat Sekretariat Daerah (Setda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan sampai tingkat Pemerintah Desa (Pemdes) kompak serempak melakukan aksi bersih-bersih di lingkungannya masing-masing. (*/red)

Gubernur Andra Soni Percepat Rencana Pembangunan Pengelolaan Sampah Jadi Energi di Banten

By On Jumat, Maret 27, 2026

SERANG, KabarViral79.Com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mendorong percepatan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari upaya penanganan sampah dan penguatan ketahanan energi. 

Bersama Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Provinsi Banten, Gubernur Andra Soni menandatangani kesepakatan pengelolaan sampah menjadi energi alternatif. 

Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan bersama Pemerintah Kota Serang, Pemerintah Kota Cilegon, dan Pemerintah Kabupaten Serang. Kesepakatan ini juga menjadi bagian dari percepatan pengembangan PSEL di wilayah Tangerang Raya

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Jumat, 27 Maret 2026. 

Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni mengatakan, program PSEL bukan hanya solusi penanganan sampah, tetapi juga memiliki dampak strategis bagi energi dan pembangunan ekonomi daerah. Keberhasilan program ini akan bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. 

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya. 

Menurutnya, keberhasilan program ini juga memerlukan komitmen dan pengawasan bersama agar masalah sampah bisa ditangani dengan baik termasuk memanfaatkannya menjadi sumber energi alternatif. 

Komunikasi antar daerah harus terus dibangun mengenai pengelolaan sampah di masing-masing tempat. 

“Diperlukan komitmen berkelanjutan, koordinasi intensif, serta pengawasan agar pelaksanaan berjalan efektif dan akuntabel,” jelasnya. 

Gubernur Andra Soni juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam penanganan sampah. 

Selama proses pembangunan fasilitas PSEL, pemerintah akan terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah guna mengurangi volume sampah secara signifikan. 

“Permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama. Pemilahan sampah harus terus dilakukan agar volume sampah bisa ditekan,” ujarnya. 

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyebut, kesepakatan ini menjadi bagian dari langkah besar mendukung kebijakan nasional dalam penanganan sampah. 

Ia mengungkapkan, potensi sampah yang akan diolah dari dua kawasan Provinsi Banten mencapai sekitar 4.000 ton per hari. 

“Hari ini Bapak Gubernur Andra Soni bersama Bupati/Walikota di Serang Raya dan Tangerang Raya telah menyepakati dukungan terhadap kebijakan Presiden dalam penyelesaian sampah di daerah. Ke depan sampah tersebut akan direduksi menjadi energi listrik,” ujarnya. 

Hanif juga mengungkapkan, program ini dapat berhasil bergantung pada pemilahan sampah sejak dari hulu. Pembangunan PSEL sendiri membutuhkan waktu hingga tiga tahun. 

“Dari peletakan batu pertama sampai operasional biasanya memakan waktu 2,5 sampai tiga tahun. Apapun teknologinya, fondasi dasarnya adalah sampah harus terpilah. Tanpa itu, biaya akan sangat besar,” ujarnya. 

Ke depan, program ini juga akan berdampak pada efisiensi penggunaan anggaran negara. Semakin baik pengelolaannya, efisiensi bagi anggaran pemerintah pusat dan daerah dapat semakin meningkat. (Welfendry) 

Tandatangani PKS PSEL, Bupati Ratu Zakiyah Yakin Persoalan Sampah Bakal Tertangani

By On Jumat, Maret 27, 2026

SERANG, KabarViral79.Com - Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah yakin jika persoalan sampah di 29 Kecamatan ke depannya bakal tertangani dengan baik, jika terealisasinya Program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). 

PSEL merupakan Program Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH). 

Hal itu disampaikan Ratu Rachmatuzakiyah usai melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Pemkot Cilegon, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tentang penyelenggaraan Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), di Pendopo Gubernur KP3B Curug Kota Serang, Jum’at, 27 Maret 2026. 

Dengan dilakukannya PKS PSEL, Ratu Zakiyah sapaan Ratu Rachmatuzakiyah berharap dalam rangka mengurai sampah yang ada di Kabupaten Serang bisa teratasi. 

"Kita tahu Kabupaten Serang itu sampahnya sangat banyak. Kami meyakini dengan adanya program PSEL ini, maka masalah atau persoalan sampah di Kabupaten Serang akan semakin terselesaikan,” ujarnya. 

Untuk diketahui, penandatangan PKS tentang PSEL dilakukan oleh Gubernur Banten Andra Soni, Walikota Serang Budi Rustandi, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Walikota Cilegon Robinsar yang disaksikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dan para Ketua DPRD Kabupaten dan Kota. 

Adapun untuk lokasi PSEL sendiri akan dibangun di Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, yang akan menampung sampah dari Kota Serang, Cilegon dan Kabupaten Serang sekitar 2.000 ton. 

"Kabupaten Serang PSEL-nya di Cilowong Kota Serang. Jadi kita aglumerasi Serang Raya, Kota Serang, Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, tiga kabupaten kota itu dijadikan satu,” ujarnya. 

Sedangkan untuk penanganan sampah Kabupaten Serang saat ini, Ratu Zakiyah menyebut, sudah ada juga Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemkot Serang untuk pembuangan sampahnya  ke TPSA Cilowong sebagian. 

Kemudian untuk sebagian sampah, Pemkab Serang memanfaatkan TPS3R atau Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle

"Jadi (untuk sampah) masih kita pilah. Kemudian dengan adanya program PSEL ini kami meyakini persoalan sampah Insya Allah akan terselesaikan dimasa yang akan datang,” tuturnya. 

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, kesepakatan ini menjadi bagian dari langkah besar mendukung kebijakan nasional dalam penanganan sampah. 

Ia mengungkapkan, potensi sampah yang akan diolah dari dua kawasan Provinsi Banten mencapai sekitar 4.000 ton per hari. 

“Hari ini Bapak Gubernur Andra Soni bersama Bupati dan Walikota di Serang Raya dan Tangerang Raya telah menyepakati dukungan terhadap kebijakan Presiden dalam penyelesaian sampah di daerah. Ke depan sampah tersebut akan direduksi menjadi energi listrik,” ujarnya. 

Hanif juga mengatakan, program ini dapat berhasil bergantung pada pemilahan sampah sejak dari hulu. Pembangunan PSEL sendiri membutuhkan waktu hingga tiga tahun. 

“Dari peletakan batu pertama sampai operasional biasanya memakan waktu 2,5 sampai 3 tahun. Apapun teknologinya, fondasi dasarnya adalah sampah harus terpilah. Tanpa itu, biaya akan sangat besar,” ujarnya. 

Ke depan, program ini juga akan berdampak pada efisiensi penggunaan anggaran negara. Semakin baik pengelolaannya, efisiensi bagi anggaran pemerintah pusat dan daerah dapat semakin meningkat. 

Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, program PSEL bukan hanya solusi penanganan sampah, tetapi juga memiliki dampak strategis bagi energi dan pembangunan ekonomi daerah. Keberhasilan program ini akan bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. 

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya. (*/red)

Bidik Kursi Ciper, Parsaoran Sinaga Janji Benahi Tata Kelola Anggaran

By On Kamis, Maret 26, 2026

SERANG, KabarViral79.ComKontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cikande Permai (Ciper) mulai menghangat. Salah satu figur yang menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai Bakal Calon Kepala Desa adalah Parsaoran Sinaga C.B.J. 

Ia menilai momentum Pilkades ini harus menjadi titik balik evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan desa. 

Dalam pertemuan dengan awak media, pada Kamis, 26 Maret 2026,Parsaoran Sinaga mengungkapkan pandangannya terkait kondisi terkini di Desa Ciper. 

Ia menyoroti sejumlah proyek pembangunan yang dinilai kurang matang secara perencanaan dan belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Sinaga, pembangunan yang tidak terencana dengan baik berisiko menimbulkan pemborosan anggaran negara. 

Ia menekankan bahwa setiap rupiah dari dana desa seharusnya dialokasikan untuk program yang memiliki dampak jangka panjang bagi warga. 

"Pilkades ini adalah momentum penting untuk melakukan evaluasi. Kita melihat ada potensi pemborosan anggaran pada proyek yang kurang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat. Jika diamanahkan memimpin, ini yang akan pertama kali kita benahi," ujar Sinaga. 

Dengan jumlah penduduk mencapai 14.000 jiwa, Ciper memiliki potensi besar sebagai desa mandiri. 

Sinaga berkomitmen membawa perubahan signifikan dengan visi membangun desa yang sudah maju menjadi jauh lebih maju melalui tata kelola yang profesional. 

Senada dengan hal tersebut, salah seorang tokoh masyarakat Desa Cikande yang enggan disebutkan namanya, berharap Pilkades kali ini benar-benar membawa perubahan subtansial. 

"Kami berharap Pilkades bukan sekadar ajang ganti pemimpin, tapi sarana koreksi agar pembangunan desa ke depan lebih terencana, transparan, dan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat banyak," ujarnya. 

Dengan latar belakang sebagai sosok yang kritis terhadap tata kelola pemerintahan, kehadiran Parsaoran Sinaga dalam bursa Pilkades Ciper diprediksi akan memberikan warna baru dalam diskursus pembangunan desa ke depan. (*/red)

Libur Lebaran, 233.752 Wisatawan Kunjungi Berbagai Destinasi Wisata di Kabupaten Serang

By On Rabu, Maret 25, 2026

SERANG, KabarViral79.Com - Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang mencatat sebanyak 233.752 wisatawan mengunjungi destinasi wisata di Kabupaten Serang selama liburan Lebaran 2026

Jumlah tersebut terhitung sejak Minggu sampai Selasa, 22-24 Maret 2026.

Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya mengatakan, dari jumlah sebanyak 233.752 kunjungan wisatawan rinciannya terbagi pada Minggu, 22 Maret 2026 sebanyak 89.024 wisatawan, Senin, 23 Maret 2026 sebanyak 85.227 wisatawan dan Selasa, 24 Maret 2026 sebanyak 59.501 wisatawan.. 

"Jumlah kunjungan wisatawan tersebut mengalami kenaikan sampai hari ini mencapai 10 sampai 20 persen ketimbang Libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah atau Lebaran 2025 lalu," kata Anas melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 25 Maret 2026. 

Anas menyebutkan, sebanyak 233.752 kunjungan wisatawan juga terbagi di berbagai destinasi wisata di Kabupaten Serang baik wisata kolam renang, desa wisata alam atau pegunungan dan objek wisata Pantai Anyer dan Cinangka

"Sedangkan untuk sekitar 75 persen pengunjung destinasi wisata Pantai Anyer dan Cinangka," terangnya. 

Anas mengaku bersyukur kunjungan wisata pada tahun ini lebih meningkat dari tahun sebelumnya, disebabkan libur panjang dan cuaca yang mendukung serta pemberitaan media yang mendukung.

Capaian ini juga atas upaya persiapan dari berbagai pihak baik dari Pemda Kabupaten Serang, kepolisian, TNI, media serta unsur terkait lainnya. 

"Alhamdulillah, kunjungan wisata pada tahun ini lebih meningkat dari tahun sebelumnya. Terima kasih atas koordinasi, komunikasi dan kolaborasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan liburan lebaran tahun ini," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, Yurlena Rachman mengatakan, tingkat okupansi hotel selama Libur Lebaran 2026 tercatat pada Rabu 18 sampai Sabtu 21 Maret hanya antara 50 sampai 60 persen. 

"Kemudian pada 22 sampai 24 Maret 2026 rata-rata mencapai 90 sampai 100 persen. Sedangkan untuk Rabu, 25 Maret 80 sampai 90 persen," ujarnya. (*/red)